Tag: nft

  • Metaverse Bisa Bermutu Baik, Jika Digital Ownership Lewat Kripto Kian Nyata

    Metaverse, dunia realitas virtual baru yang didengungkan oleh Mark Zuckberg, bisa bermutu baik jika memang konsep digital ownership lewat kripto dan NFT kian nyata.

    Hal itu disampaikan oleh sejumlah praktisi metaverse, di antaranya adalah Yat Siu, CEO dan salah seorang pendiri Animoca Brands. Perusahaan ini adalah di balik sejumlah game kripto berbalut NFT (non-fungible kripto) seperti digital art mobil balap F1.

    Pandangan Yat Siu bagian dari kritiknya terhadap dukungan Mark Zuckberg terhadap dunia metaverse yang dinilai Zuckerberg akan menjadi bagian terpadu dari para pengguna Internet di masa depan. Itu sebab, pada akhir Oktober 2021, ia mengumumkan alih nama perusahaan dari Facebook menjadi Meta.

    Baca jugaGame NFT “Guild of Guardians” Raih Pendanaan $ 5,3 juta. Penjualan Tokennya Laris Manis

    Metaverse, Kripto dan NFT

    Bagi Siu, ketiadaan digital ownership (kepemilikan digital) oleh pengguna metaverse, maka dunia virtual itu tidak ada gunanya, tidak bisa bermutu baik.

    Kepemilikan digital diwujudkan, salah satunya, lewat pengayaan NFT, token khusus yang merepresentasikan kepemilikan dan transaksi file digital di Internet, termasuk digital art dalam bentuk gambar, suara dan video.

    “Apa yang dilakukan Facebook (Meta) dengan metaverse adalah ‘metaverse palsu’, kecuali ada satu komponen yang memastikan kita benar-benar memiliki objek jelas di dalamnya, yakni ownership,” sebut Siu kepada Reuters, Rabu (1/12/2001).

    Perihal digital ownership lewat NFT memang terbukti nyata, setidaknya dalam ukuran transaksi pembeliannya. Contoh terbaru adalah lapak virtual di Decentraland yang laku US$2,4 juta pada pekan lalu. Hal serupa berlalu lalang di proyek serupa, seperti di The Sandbox (SAND) dan Axie Infinity (AXS).

    Siu menegaskan, bahwa digital ownership adalah landasan untuk perbaikan sekaligus jalur baru bagi produk dan perdagangan, seperti kepemilikan mobil memunculkan produk kursi bayi atau bagaimana kepemilikan rumah bisa mendorong permintaan furnitur dan bisnis seperti Ikea.

    Ubah Hubungan Merek dan Konsumen

    Hal senada juga disampaikan oleh Benoit Pagotto, salah seorang pendiri sepatu kets virtual, RTFKT. Ia meyakini metaverse memberi ruang yang sangat baik untuk meningkatkan hubungan merek dan konsumen.

    “Ini [metaverseRed] adalah perubahan besar dalam (cara) mengubungkan antara bisnis, kreativitas dan konsumerisme bekerja,” katanya.

    Baca jugaInvestor Alibaba Kucurkan Dana ke Bisnis Metaverse Korsel

    NFT Tak Sepenuhnya Baik

    Sepertinya halnya kripto (sebagai mata uang dan aset komoditi), NFT tidak diatur, sehingga penumpang gelap banyak yang bersemayam di dalamnya. Bahkan, setiap orang bisa membuat dan menjual NFT, tanpa ada jaminan nilainya.

    “Kepemilikan dalam istilah hukum berarti sesuatu (umumnya) adalah monopoli atas sumber daya yang diatur oleh negara,” katanya. Jenis hak yang diberikan kepada Anda atas kepemilikan NFT sedikit berbeda. Anda mungkin tidak memiliki hak untuk mengendalikan sepenuhnya NFT itu,” sebut Natalie Johnson, pendiri Neuno yang bergerak di bidang NFT fesyen.

    Namun demikian, Natalie mengakui, bahwa kelak metaverse dan NFT berpadu dengan baik dan cocok untuk semua orang.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Budweiser Luncurkan NFT, Marketplace Sempat Macet

    Budweiser, perusahaan bir asal AS, mengumumkan akan merilis seri NFT berjumlah 1936 buah. Menyusul peluncuran NFT tersebut, situs resmi mereka pun sempat macet.

    Pada akhir Agustus, Budweiser membeli NFT ciptaan Tom Sachs yang berjudul “Life of the Party.” Selain itu, merk bir tersebut juga membeli domain Ethereum Name Service (ENS) beer.eth senilai 30 ETH setara US$96 ribu pada saat itu.

    Budweiser Meluncurkan NFT Aslinya

    Budweiser memakai nama domain beer.eth pada akun Twitter mereka. Perusahaan ini merilis koleksi NFT Budweiser sebanyak 1936 buah diiringi video yang menjelaskan penggemar bir tersebut tidak perlu menunggu lama lagi.

    Baca jugaMetaverse Besutan Facebook Dan Isu Hak Asasi Manusia

    Video itu mengajak para pelanggan mereka untuk memiliki sekeping riwayat Budweiser dengan memiliki NFT yang berbentuk kaleng bir tersebut. Marketplace Budverse diperkenalkan kepada publik pada saat yang sama.

    Pengguna situs web resmi mereka pun dikabarkan mengalami kesulitan akibat lalu lintas yang tinggi. Halaman web tersebut menampilkan 504 Gateway Time-out.

    Pengguna yang berhasil mengakses web harus berusia lebih dari 21 tahun untuk memasuki situs dengan cara mengonfirmasi usia mereka. Web itu memberikan error tambahan ketika melakukan konfirmasi usia.

    Setelah web kembali normal, pengguna menemukan informasi tentang NFT Budweiser. NFT tersebut adalah koleksi pertama dari sang produsen bir yang mewakili tahun 1936 saat kaleng bir mereka kali pertama diluncurkan.

    “Setiap NFT unik dan dihasilkan memakai arsip foto, iklan dan rancangan selama riwayat Budweiser. Masing-masing NFT akan menjadi kunci kepada Budverse dan membuka manfaat eksklusif, imbalan serta kejutan bagi semua pemilik NFT legal,” jelas situs resminya.

    Koleksi tersebut terdiri dari 1.900 buah NFT umum yang merupakan rancangan khas kaleng Budweiser selama riwayat perusahaan itu. NFT ini memberikan akses eksklusif dan imbalan dari metaverse versi perusahaan.

    Baca jugaMOBOX Luncurkan MOMOverse, Harga MBOX Meroket 118%

    Selain itu, ada 36 buah NFT langka yang merupakan rancangan kaleng tertua. Situs resmi perusahaan menyebutkan NFT langka ini memberikan tiket VIP terhadap acara Budverse terbaik dan lainnya.

    NFT tersebut pun terjual habis dalam hitungan menit dan pengguna yang ingin membeli harus menunggu NFT tersebut diperjualbelikan di marketplace sekunder.

    Budweiser bukan satu-satunya perusahaan yang terjun ke dunia NFT. Produsen minuman Arizona Iced Tea memperkenalkan NFT dalam kolaborasi bersama Bored Ape Yacht Club.

    Belum lama ini, rantai makanan cepat saji McDonalds mengungkap koleksi NFT McRib. Merk sepatu Nike dan Adidas turut melangkah menuju NFT berbasis blockchain.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adidas Kepincut Metaverse dan Gandeng Coinbase dan Mungkin Sandbox (SAND)?

    Adidas, merek sepatu ternama ternyata kepincut tema metaverse dan memutuskan menggandeng bursa kripto Coinbase dan mungkin adalah proyek metaverse Sandbox (SAND).

    Perusahaan sepatu dan pakaian olahraga multinasional asal Jerman, Adidas baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah bermitra dengan Coinbase.

    Dua hari sebelumnya, Sandbox mencuit bahwa perusahaan sepatu popular itu masuk di dunia metaverse, tetapi belum dipastikan apakah akan menerbitkan NFT mereka di metaverse Sandbox, seperti merek-merek terkemuka lain.

    Metaverse Menarik Perhatian Adidas

    Menurut pernyataan terbaru dari juru bicara Adidas kepada Lily Russell-Jones di City AM, perusahaan sangat fokus pada metaverse.

    “Metaverse saat ini merupakan salah satu perkembangan paling menarik dalam dunia digital, menjadikannya platform yang menarik bagi Adidas,” jelasnya.

    Sebelumnya, Senin, 22 November 2021, Sandbox mencuit bahwa Adidas memang benar masuk ke metaverse.

    Sandbox adalah sendiri mengusung proyek metaverse, yakni dunia virtual 3 dimensi seperti dunia nyata manusia. Pengguna, lewat avatar yang apik bisa berinteraksi di dunia itu, mulai dari bermain game, membeli dan menjual lapak virtual hingga berbelanja menggunakan kripto.

    Baca jugaNFT Jadi Kata Terpopular Tahun Ini, Menurut Collins

    Adidas Bermitra Dengan Coinbase

    Perihal kemitraan Adidas dengan Coinbase sudah dipastikan oleh Adidas lewat Twitter. Namun hingga detik ini belum jelas kemitraan dalam hal apa.

    Namun diduga kuat ini terkait dengan metaverse, karena pesaing Adidas, yakni Nike sudah mengumandangkan dirinya akan masuk metaverse sebagai strategi penguatan merek. Hal lainnya, karena Coinbase punya sejumlah investasi di bisnis metaverse berkat NFT.

    Baca jugaSandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Metaverse dan Sandbox (SAND) dan Decentraland (MANA)

    Sementara itu, sejumlah kripto terkait metaverse kian menguat selama beberapa pekan sebelumnya. Ini karena terdongkrak Facebook beralih nama menjadi Meta dan masuk ke metaverse sebagai tatanan bisnis baru mereka.

    Proyek Decentraland dan Sandbox memang sejak awal fokus ke dunia maya interaktif ini dan memahami sebagai panggung baru mengenjot pasar.

    Harga SAND misalnya dalam 30 hari tergenjot hingga 1000 persen dan mencetak rekor tertingginya.

    Sandbox juga saat ini masuk ke tahapan alpha untuk program barunya, di mana pengguna bisa membuat game sendiri, termasu karakter bernada NFT yang menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beraneka Macam Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan Cuan

    Apakah di antara Anda ada yang hobi mengoleksi karya seni? Jika ada, maka artikel ini cocok untuk Anda. Hal ini dikarenakan dunia kesenian ternyata sangat terdampak dari demam NFT yang kian berkembang pesat. Nah, selain seniman, kolektor seni yang bosan dengan konsep konvensional juga bisa, lho, mencoba peruntungannya dengan NFT. 

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara mencari untung lewat NFT, mari kita lebih dulu membahas apa itu kolektor seni secara umum. Seperti namanya, kolektor seni berarti seseorang yang hobi mengoleksi karya seni, khususnya seni rupa. Meski terkesan sederhana, kolektor memiliki peran penting dalam dunia kesenian, lho.

    Hal ini ditunjukkan dengan peran kolektor sebagai penentu harga pasar dari suatu karya seni. Sebab, kolektor dapat menjual kembali koleksi miliknya dengan harga tinggi. Tidak semata-mata soal harga saja, menjadi kolektor juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cakap mengenai dunia seni. Dikarenakan nilai suatu karya seni juga berdasar pada aliran, teknik, hingga pandangan terhadap seniman di baliknya.

    Dilansir dari Tempo, Hendro Wiyanto, seorang kurator seni dalam negeri, menyatakan bahwa pasar seni itu sendiri juga harus dipenuhi dengan argumen dari kacamata kesenian yang disampaikan kolektor. Sehingga, pasar seni tidak melulu soal harga atau bahkan ikut-ikutan membeli, tetapi juga tetap mempertahankan kualitas dan selera.

    Pertimbangan ini juga tentunya terjadi di dunia seni NFT, teknologi yang membawa angin segar bagi dunia kesenian, termasuk bagi para seniman dan kolektor. Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini!

    Dunia Kesenian Diramaikan dengan Hadirnya NFT

    Sebelum hadirnya NFT, dunia kesenian sempat mengalami keterpurukan sejak terjadinya pandemi COVID-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Para pelaku industri kesenian, khususnya seni rupa, cenderung sulit untuk memamerkan dan memperjualbelikan karya seni miliknya. Dilansir dari situs Pemasaran Kemenparekraf, subsektor seni rupa mengalami penurunan kontribusi bagi perekonomian sebesar 2.94% selama pandemi.

    Serupa dengan para seniman rupa atau kreator karya seni, kolektor karya seni juga mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan keterbatasan yang dialami kolektor yang hanya bisa melakukan mark-up harga dari suatu koleksi seni miliknya saat penjualan, karena ketersediaan karya seni di pasar yang terbatas. Selain itu, terdapat waktu tunggu yang tidak pasti untuk mencapai kenaikan value dari seniman yang karya seninya mereka koleksi. Permasalahan tersebut terbantu dengan adanya NFT.

    Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Tidak hanya dalam aspek teknis yang membuat otentikasi karya seni menjadi lebih mudah dan eksklusif, NFT juga membawa keuntungan finansial bagi seniman atau kreator. Dengan menerbitkan karya seni menjadi NFT, kreator bisa mendapatkan royalti sejumlah persentase yang ditentukan pada saat minting atau upload NFT. Meskipun NFT tersebut sudah pindah tangan berkali-kali, sejumlah pendapatan akan tetap mengalir ke dompet kreator tiap kali penjualan NFT tersebut terjadi.

    Namun, selain kreator NFT, apakah kolektor NFT juga bisa memperoleh keuntungan? Jawabannya, tentu saja bisa! Kok, begitu? Begini penjelasan lebih lengkapnya!

    Mengoleksi NFT Juga Bisa Membawa Keuntungan

    Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan CuanLayaknya kolektor seni konvensional yang bisa meraup keuntungan lewat penjualan kedua atau seterusnya, kolektor NFT juga bisa melakukan hal yang sama, lho. Namun, ada beberapa hal yang perlu diberi perhatian lebih oleh kolektor NFT, yaitu memastikan bahwa karya seni pada NFT tersebut adalah orisinil, bukan hasil duplikat dari karya seni milik seniman lain lalu dijadikan NFT.

    Juga, karena nilainya masih cenderung abstrak dengan risiko yang tinggi, kolektor NFT harus pintar-pintar memilih dan menentukan NFT mana yang memiliki nilai dan harganya berpotensi menjulang di masa depan. Meskipun sulit dan penuh akan ketidakpastian, tetapi kolektor bisa melihat track record kreator NFT tersebut atau dari segi arah tren, estetika, juga aliran seni yang diterapkan. 

    Jadi, seperti kolektor seni konvensional, mengoleksi NFT juga baiknya tidak semata-mata untuk mengejar tren saja, tetapi juga berdasar pada nilai-nilai kesenian yang berlaku. Nah, dengan koleksi NFT yang bernilai tinggi, kemungkinan besar harga NFT tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan Anda bisa meraih keuntungan setelahnya.

    Cara Kolektor Seni Memperoleh Keuntungan Lewat NFT

    Terdapat 3 cara yang bisa kolektor NFT lakukan dalam mengantongi keuntungan, nih, yaitu:

    1. Pamerkan Koleksi NFT

    Cara pertama yang bisa Anda lakukan sebagai kolektor NFT adalah memamerkan koleksi NFT yang Anda punya. Pasalnya, Anda tidak akan bisa meraih calon pembeli jika mereka tidak mengetahui koleksi NFT apa saja yang Anda miliki. Anda bisa mulai dengan memamerkan NFT di media sosial, misalnya Instagram atau Twitter. 

    Ditambah lagi, jika Anda mengoleksi NFT hasil karya seniman ternama atau memiliki nilai estetika yang cukup tinggi, Anda sudah mendapatkan nilai plus dalam meningkatkan reputasi Anda sebagai kolektor dan membuat calon pembeli tertarik dengan koleksi Anda.

    2. Lakukan Lelang dari Koleksi NFT

    Setelah memilih koleksi NFT mana yang sekiranya memiliki value lebih dan potensial, Anda bisa mulai menaruhnya untuk dilelang atau auction di platform pilihan. Selain konsep jual-beli, konsep lelang juga seringkali menjadi pilihan dalam mengumpulkan keuntungan lewat NFT.

    Setelah menaruhnya untuk dilelang, Anda bisa lakukan pengecekan secara berkala mengenai tawaran yang telah diberikan oleh para calon pembeli. Tidak menutup kemungkinan, akan ada calon pembeli yang bid sesuai dengan harga yang Anda inginkan, atau bahkan jauh di atas harga tersebut. Barulah dari sana Anda bisa mendapat cuan.

    3. Jual Koleksi NFT di Marketplace

    Terakhir, cara ini menjadi cara yang paling mudah untuk Anda lakukan dalam mendapatkan keuntungan lewat NFT. Sebagai kolektor, Anda bisa menjual kembali NFT tersebut di NFT marketplace khusus jual-beli NFT, lho. Anda juga tidak perlu khawatir, karena kini sudah tersedia banyak sekali marketplace NFT yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, salah satunya adalah TokoMall.

    Sebelum memutuskan untuk menjual NFT kembali, Anda harus memilih NFT dengan nilai jual yang cenderung tinggi. Hal ini agar Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pada saat Anda membelinya untuk pertama kali. Dengan begitu, Anda bisa mengantongi sejumlah keuntungan lebih dari penjualan tersebut.

    Sekarang Anda sudah paham, kan, mengenai cara yang bisa dilakukan kolektor seni untuk mendapatkan cuan lewat NFT? Yuk, cari tahu serba-serbi terbaru mengenai NFT lainnya di www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sebagai Creator (kolektor) di marketplace NFT TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pecah Rekor, Sebidang Tanah di Game Axie Infinity Terjual Rp 35 Miliar

    Sebidang tanah virtual dalam game blockchain Axie Infinity terjual dengan harga yang sangat fantastis, yakni di harga 550 ETH atau senilai Rp 35 miliar.

    Tanah virtual yang berada pada kavling real estate Genesis tersebut merupakan salah satu item game yang paling langka dalam ekosistem Axie infinty. Kavling Genesis ini hanya tersedia 220 bidang dari total  90.601 slot tanah dalam permainan tersebut. Siapa yang membelinya? Sayangnya, Axie Infinity tidak mengumumkan hal tersebut.

    Namun, penjualan tersebut merupakan pembelian item game dalam bentuk NFT yang paling besar, setidaknya bagi platform game Axie Infinty.

    Lantas, apa kegunaan sebidang tanah tersebut? Dalam game Axie Infinity, player sangat membutuhkan sebidang tanah untuk memainkan permainan dalam platform tersebut. Permainan tersebut  berlangsung di dunia virtual yang diberi nama Lunacia.

    Baca jugaPWNU Yogya: Aset Kripto Tidak Bertentangan dengan Syariat

    Dalam dunia yang berbentuk kotak persegi berukuran 301 x 301 tersebut dihuni oleh makhluk bernama Axies. Di mana setiap bagian dunia  tersebut mewakili sebidang tanah yang diberi token yang disebut Terra, yang juga dapat dibeli, dijual, atau disewakan oleh pemain lain sesuka hati.

    Setiap player bisa mempertarungkan Axies ke dalam pertempuran satu sama lain untuk mendapatkan  reward cryptocurrency Smooth Love Potion (SLP).  Setiap item dalam game, termasuk sebidang tanah berbentuk NFT.

    Axie Infinity menjadi salah satu game paling populer di kalangan pecinta game berbasis blockchain. Pada kuartal tiga 2021, permainan ini menjadi koleksi NFT paling banyak diperdagangkan, dengan volume perdagangan lebih dari $2,5 miliar.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Merosot 60%, Minat Ritel Semakin Turun

    Salah satu pendiri Axie Infinity Aleksander Leonard Larsen menyebutkan bahwa game tersebut sekarang memiliki sekitar dua juta pemain aktif setiap hari. Yang menarik, dari total pengguna game ini, setengahnya belum pernah menggunakan aplikasi kripto apa pun.

    Axie Infinty pun dinilai sebagai pelopor game metaverse, di samping Decentrland, Alice dan yang lainnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Aset Kripto Panas Di Sektor Metaverse

    Metaverse menjadi terkenal setelah Facebook mengumumkan nama baru Meta. Di industri kripto, metaverse pun digandrungi oleh pelaku pasar. Tiga aset kripto yang panas di sektor meroket ini adalah Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), dan pendatang baru Jedstar (KRED).

    Berbeda dengan Meta, metaverse di kripto dibangun secara desentralistik sehingga tidak dikuasai satu pihak manapun. Telah banyak dana yang memasuki sektor ini dengan tujuan ikut serta dalam pengaturan yang terjadi di metaverse.

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse popular sebab peserta dapat menjadi siapa saja dan melakukan apa saja di alam virtual. Ada beragam kemungkinan, dan perusahaan seperti Facebook melihat hal ini sebagai peluang evolusi interaksi sosial di tahun-tahun mendatang.

    Baca jugaMiramax Gugat Quentin Tarantino Atas Penjualan NFT Film Pulp Fiction

    Proyek kripto metaverse memungkinkan pengguna menentukan perkembangan dunia virtual. Dengan teknologi blockchain, hal ini akan memberikan kekuasaan di tangan pengguna.

    Berikut adalah tiga proyek kripto metaverse yang sedang naik daun.

    Pertama, Decentraland (MANA) adalah proyek metaverse yang telah lama berdiri dan merupakan platform dunia virtual yang menggabungkan aspek sosial dengan teknologi blockchain.

    Aset kripto MANA digunakan dalam ekonomi Decentraland baik di dalam platform tersebut maupun di dunia asli, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi pengguna.

    Pengguna dapat meraih MANA dengan membeli dan menjual lahan virtual yang dilelang. Selain itu, pengguna dapat berdagang produk NFT melalui marketplace di dalam Decentraland.

    Kedua, Sandbox (SAND) proyek yang mirip Decentraland yaitu dunia virtual dimana pengguna bisa membeli dan menjual produk serta lahan untuk meraih pendapatan.

    Sandbox memiliki mitra dan sponsor yang mendorong interaksi pengguna, seperti tokoh musik Snoop Dogg dan Deadmau5. Kapitalisasi pasar SAND berada di bawah MANA sehingga proyek tersebut memiliki peluang pertumbuhan yang besar.

    Ketiga, Jedstar Deco (KRED) adalah proyek pendatang baru yang menggabungkan DeFi dan gaming untuk menjembatani jurang antara kripto dengan sektor keuangan tradisional

    Baca jugaDemo Lagu Penyanyi Lawas Whitney Houston Jadi NFT

    Token KRED dipakai di dalam permainan kartu kolektibel dan game multiplayer daring serta marketplace NFT. KRED direncanakan dapat dibeli dengan mudah melalui jalur pembayaran tradisional yang dipakai sehari-hari.

    Jedstar telah mengumumkan kemitraan dengan Chainlink (LINK), FRAG games dan lainnya. Tim ini melihat adopsi aset kripto akan datang dan sektor gaming akan menjadi pasar yang besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Demo Lagu Penyanyi Lawas Whitney Houston Jadi NFT

    Warisan penyanyi lawas Whitney Houston mendapat kehormatan melalui debut koleksi NFT dari OneOf, platform NFT musik yang ramah lingkungan besutan produser musik Quincy Jones.

    Koleksi ini mencakup rekaman lagu yang belum pernah didengar sebelumnya yang direkam ketika Houston berusia 17 tahun.

    Demo rekaman tersebut akan dilelang pada bulan Desember dengan rincian yang diumumkan pada acara Pekan Seni Miami. OneOf akan menjadi tuan rumah bagi pagelaran dua hari yang mencakup seni, musik dan pengalaman NFT.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Bakal Hadir di Bioskop Ternama di AS Ini

    Pemenang lelang akan mendapat akses rekaman melalui brankas OneOf termasuk video digital yang diciptakan oleh artis pendatang baru Diana Sinclair. Artis 17 tahun itu terpilih dalam daftar 50 orang paling berpengaruh di dunia NFT versi majalah Fortune.

    Sebagai NFT pertama di seri OneOf Iconic yang akan diungkap di OneOf.world saat Pekan Seni Miami, koleksi NFT Whitney Houston itu terdiri dari ribuan NFT dengan harga tetap yang murah.

    Tingkat Gold dan Platinum berisi arsip foto yang jarang terlihat dari awal karir Houston, dirancang dengan animasi yang hidup dan berwarna.

    Bagi tingkat Diamond, seni visual Sinclair akan berbasis lagu dan video musik bagi “The Greatest Love of All” dan “I Will Always Love You”, dua karya Houston yang paling populer.

    Menanggapi perilisan itu, Sinclair berkata, “Saya menghabiskan banyak waktu mendengarkan musik yang dinyanyikan Whitney dan juga visual terkait.”

    Sinclair menambahkan, ia melihat tema umum dari foto dan video musik Houston, yaitu tentang pemberdayaan wanita. Salah satu contoh favorit Sinclair terlihat dalam video musik “I’m Every Woman.”

    Baca juga4 Cara Menghasilkan dari Kripto Selain Trading

    Ia merasa diberdayakan dengan penggambaran positif wanita berkulit hitam dalam media serta kasih sayang ibu seperti dalam lagu “Greatest Love of All.”

    Pelaksana perwakilan Whitney Houston, Pat Houston, merasa senang melihat warisan Whitney meluas ke teknologi baru di era teknologi blockchain.

    Penggemar yang tertarik menjadi kolektor seri NFT ini dapat mendaftar untuk menjadi peserta lelang. Pra penjualan tingkat Gold sebanyak 300 token sedang berlangsung dengan harga US$17. Penjualan utama bagi tingkat Platinum, Diamond dan Gold akan dimulai pada 30 November.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akhirnya, Metaverse SandBox Alpha akan Diluncurkan Setelah 4 Tahun Pengembangan

    Sektor metaverse benar-benar menyita perhatian investor, dengan terus mendatangkan minat kuat dan juga pembaruan yang ditunggu-tunggu untuk memantapkan langkahnya untuk berkembangnya, setidaknya untuk tahap awal dari metaverse global.

    Belum lama ini dikabarkan, perusahaan properti dan game virtual Animoca Brands. The Sandbox, telah membuka sebagian Metaverse-nya kepada para pemain untuk pertama kalinya melalui acara Alpha play-to-earn (P2E).

    Tetapi, hanya akan ada segelintir pemain yang beruntung yang bisa menikmati pengalaman penuh.

    Dunia game virtual Sandbox akan memungkinkan pengguna untuk memonetisasi waktu yang mereka habiskan di Metaverse melalui model lay-to-earn. Pemain dapat membeli tanah dan membuat NFT di dalam game, dan mendapatkan token Sandbox (SAND) dengan menyelesaikan berbagai pencarian. Mereka juga dapat mempertaruhkan (staking) token.

    Baca jugaAlamat Taproot Bitcoin akan Didukung oleh Cash App dari Square

    Menurut pengumuman resmi perusahaan pada 17 November kemarin, acara akan dimulai pada 29 November pukul 1 siang UTC dan akan berlangsung hingga 20 Desember.

    Grup terpilih yang hanya terdiri dari 5000 pengguna akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan hingga 1.000 SAND (bernilai sekitar $3.500 dengan harga saat ini) dan tiga NFT eksklusif melalui waktu yang dihabiskan di 18 pengalaman yang dikembangkan oleh tim The Sandbox.

    Tiga NFT eksklusif hanya akan tersedia selama acara. Mereka akan menggambarkan gerbang bergaya abad pertengahan. Naga biru dan hitam dan pedang panjang yang semuanya dapat digunakan di Sandbox Metaverse.

    Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Alpha Pass adalah tiket NFT yang memberikan akses penuh ke acara tersebut kepada 5000 orang. Seribu untuk diperebutkan dalam undian untuk Pemilik Sandbox Land, dan 2.250 lainnya akan diberikan kepada pemegang akun Sandbox melalui kontes sosial harian selama periode tiga minggu. Tiket emas ini juga akan dijual di pasar sekunder OpenSea antara 29 November dan 19 Desember.

    Pemain tanpa pass akan dapat mengakses tiga pengalaman dan Alpha Hub. Mode permainan multipemain yang menampilkan berbagai lokasi dan pencarian, tetapi mereka tidak akan memenuhi syarat untuk hadiah P2E.

    Untuk pengguna baru yang ingin sedikit mencoba memasuki game virtual, salah satu pendiri dan ketua Animoca Brands, Yat Siu, mengatakan bahwa mereka harus meluangkan waktu untuk mengalami Sandbox dengan hati-hati sebelum mengambil tanah yang ditokenisasi: “Saya akan merekomendasikan untuk orang yang ingin mengalaminya, Anda tahu, kunjungi saja tempat-tempat itu, alami mereka, bergabunglah dengan komunitas di Discord, mengobrol dengan mereka. Lihat apa itu semua sebelum Anda terjun untuk membeli tanah karena Anda tahu, ini seperti membeli real estat (nyata) di mana saja di dunia.”

    Ini adalah langkah awal dari metaverse yang diperkirakan akan semakin luas dan besar. Tidak hanya di sektor game, ini akan mencakup banyak sisi seperti bisnis, bekerja, bersosilisasi, meeting, olahraga dan masih banyak lagi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Suka NFT? Mari Berkenalan Dulu dengan ERC-721, Standar Pendukungnya

    Anda pasti sudah sangat sering membaca dan mendengar tentang NFT (Non-Fungible Token) atau mungkin membelinya di toko NFT popular seperti OpenSea. Namun, Anda wajib memahami dasar teknologinya, yakni ERC-721.

    OLEH: Dimaz Ankaa Wijaya, Ph.D
    Peneliti Teknologi Blockchain di Universitas Deakin, Australia

    Dunia aset kripto memang sudah berkembang sangat pesat dibandingkan dengan saat pertama kali saya terjun ke industri ini pada tahun 2015.

    Saat itu, Bitcoin jadi topik yang paling banyak dibicarakan sebagai mata uang digital baru. Penggunaannya pun ya satu itu: sebagai alat bayar, yang memang jadi tujuan utama Satoshi menciptakan Bitcoin.

    Bitcoin punya fitur pemrograman, meski sederhana. Tak banyak yang bisa diciptakan dengan menggunakan model pemrograman sesederhana itu, meskipun ada Colored Coin yang cukup fenomenal, dan ternyata memantik pemikiran Vitalik Buterin untuk menciptakan sebuah aset kripto baru dengan fitur pemrograman yang lebih fleksibel.

    Beberapa tahun kemudian, Vitalik, Gavin Wood, dan beberapa orang lainnya meluncurkan Ethereum. Belakangan Gavin Wood menciptakan Polkadot yang juga tak kalah popular.

    Ethereum dan Pemrograman Blockchain

    Ethereum memberikan kebebasan bagi pemrogram blockchain untuk membuat banyak hal di atas blockchain. Tokenisasi memberikan kesempatan bagi pengembang perangkat lunak untuk menyusun sistem ekonomi baru di atas platform Ethereum.

    Standardisasi memberikan angin segar, tidak hanya mempermudah penulisan kode kontrak pintar (smart contract), namun juga memastikan kompatibilitas antarkontrak.

    Standar seperti ERC-20 diadopsi sangat luas, tidak hanya dalam lingkup Ethereum saja, melainkan juga platform blockchain berbasis kontrak pintar lain seperti Binance Smart Chain, Solana, NEAR, Polkadot, dan banyak lainnya, yang meski punya nama berbeda tetapi berorientasi pada desain ERC-20. ERC adalah singkatan dari Ethereum Request for Comments.

    Baca jugaMengenal Rentible, Marketplace Pertama untuk Properti Metaverse

    ERC-20 dan Fungible Token

    ERC-20 punya era keemasan di sekitar tahun 2016-2017, saat banyak sekali Initial Coin Offering (ICO) diadakan demi mengumpulkan dana publik.

    ERC-20, seperti koin Ether biasa, memiliki karakteristik seperti uang. Token ERC-20 dapat dipertukarkan tanpa kehilangan nilai token tersebut.

    Sebuah token ERC-20 dapat ditukar dengan sebuah token ERC-20 lain. Itulah mengapa ERC-20 disebut dengan istilah fungible token (FT).

    NFT dan ERC-721

    Sementara itu, ada pula standar ERC lain yang karakteristiknya berkebalikan dengan ERC-20. Non-fungible Token atau NFT merupakan istilah yang diberikan pada standar token ERC-721.

    Setiap token pada NFT merepresentasikan “benda” unik. Setiap token memiliki kode unik yang disebut tokenID.

    TokenID ini dapat merepresentasikan apa saja, yang umumnya merupakan benda digital (meskipun tidak selalu demikian). Misalnya, gambar digital dan dokumen multimedia lain seperti gambar ataupun video.

    FT dan NFT

    FT dan NFT, keduanya merupakan token yang dapat berpindah kepemilikan. Catatan atas histori kepemilikan pun dapat dilacak di dalam blockchain, begitu juga informasi pemilik termutakhir.

    Namun, FT lebih fokus pada informasi tentang jumlah token. Sementara itu, NFT lebih menitikberatkan pada manajemen tokenID yang unik di setiap token.

    Operasi NFT sebenarnya tidak jauh berbeda dibandingkan FT. Fungsi-fungsi standar seperti transfer, approvemint dan burn, tersedia pada standar ERC-721.

    Namun tentu saja, yang ditransaksikan adalah tokenID dan bukan jumlah token. Berikut adalah potongan kode ERC-721 yang diambil dari library milik 0xcert.

    /**
    * @notice Does NO checks.
    * @dev Actually performs the transfer.
    * @param _to Address of a new owner.
    * @param _tokenId The NFT that is being transferred.
    */
    function _transfer(address _to,uint256 _tokenId) internal {
    address from = idToOwner[_tokenId];
    _clearApproval(_tokenId);
    _removeNFToken(from, _tokenId);
    _addNFToken(_to, _tokenId);
    emit Transfer(from, _to, _tokenId);
    }

    Fungsi _transfer di atas memindahkan kepemilikan _tokenId kepada pemilik baru yang alamatnya ada pada variabel _to.

    Bandingkan misalnya, potongan kode ERC-20 di bawah yang diambil dari sini.

    function transfer(address to, uint tokens) public returns (bool success) {
    balances[msg.sender] = safeSub(balances[msg.sender], tokens);
    balances[to] = safeAdd(balances[to], tokens);
    emit Transfer(msg.sender, to, tokens);
    return true;
    }
    
    

    Terlihat bagaimana fungsi di atas mentransaksikan sejumlah token (pada variabel tokens) kepada alamat yang teridentifikasi pada variabel to.

    Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Seperti sudah dibahas sebelumnya, kontrak pintar ERC-20 mengorganisasikan saldo (jumlah token) dalam setiap alamat pemiliknya.

    Valuasi atas token tersebut umumnya didasarkan atas tokenomics atau utilitas yang ditawarkan oleh sistem eksternal yang menggunakan token tersebut.

    Artinya, harus ada aplikasi terdesentralisasi (Decentralised Application atau dApp) berbasis token tersebut yang memberikan nilai tambah atas token dan menggerakkan pengguna untuk bertransaksi menggunakan token tersebut.

    Sementara itu, ERC-721 yang lebih berfokus pada tokenisasi benda lain seperti gambar digital, memiliki satu fasilitas untuk menjaga konektivitas antara kode token dengan gambar digital tersebut, yakni tokenURI. Informasi di dalam tokenURI (URI merupakan Uniform Resource Identifier) bisa berupa tautan atau URL (Uniform Resource Locator), yang cara kerjanya identik dengan tautan pada sebuah laman situs web.

    Seorang pengguna harus menuju tautan tersebut untuk mengetahui detail benda apa yang direpresentasikan oleh sebuah token ERC-721 tersebut.

    Karena, pada dasarnya sebuah kontrak ERC-721 tidak punya fasilitas untuk menyimpan informasi lain atas gambar tersebut secara on-chain karena mahalnya ongkos penyimpanan di dalam blockchain.

    Seorang pengembang NFT bisa menyimpan benda digital yang di-NFT-kan di dalam peladen (server) independen, ataupun menggunakan perangkat alternatif seperti IPFS (Inter-Planetary File System) dan memastikan aksesibilitasnya menggunakan layanan seperti Pinata.

    Apabila valuasi FT bergantung pada valuasi terhadap tokenomics atau utilitas dApp, maka nilai atas NFT bergantung sepenuhnya pada persepsi orang terhadap benda digital yang di-NFT-kan.

    Pasar NFT jadi tidak jauh berbeda dengan pasar seni tradisional. Semakin terkenal artis pembuatnya, semakin mahal pula harga barang seni tersebut di pasaran.

    Pun, harga barang seni tidak dapat dijamin semakin naik apabila diperjual-belikan di pasar sekunder, karena selera pasar yang berubah-ubah.

    Dalam industri NFT saat ini, kompetisi yang ketat dan masifnya jumlah barang di pasaran juga tak menjamin sustainability harga NFT dalam jangka panjang.

    Banyak juga detail yang harus dipahami oleh pembeli NFT dari sisi teknologi. Token NFT berbasis ERC-721 memang bisa menjamin keunikan sebuah token.

    Namun, hal ini sama sekali tidak menjamin keunikan benda digital yang direpresentasikan token tersebut.

    Bisa jadi, sebuah tokenURI direpresentasikan oleh lebih dari satu token. Atau bahkan, sebuah tokenURI dipakai di banyak kontrak NFT.

    Kalau sudah begini, pengguna bisa dirugikan apabila tidak ada jaminan nilai dan due-diligence dari pihak terpercaya.

    Tulisan singkat ini mengulas sedikit tentang implementasi NFT yang menggunakan standar ERC-721, yang menjadi pondasi industri NFT di sistem blockchain seperti Ethereum.

    Terlihat bagaimana standar ERC-721 sendirian tidak dapat menjamin bahwa sebuah benda digital hanya dapat ditokenisasi ke dalam satu token unik, yang tentu harus menjadi bahan pertimbangan sebelum berbelanja NFT.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ether (ETH) Senilai $400 Juta Telah di Burning oleh OpenSea

    Mekanisme baru yang telah dimiliki crypto Ethereum, Ether (ETH), yaitu burning (pembakaran), terus melakukan pekerjaannya dengan baik, dimana sumber terbesar telah berasal dari satu situs saja, yakni marketplace NFT OpenSea.

    Kendali OpenSea dalam tingkat burning tidak tersentuh sejak reli NFT yang dimulai pada bulan Agustus dengan puncaknya pada bulan September. Satu-satunya sumber pembakaran koin yang mendekati pasar Ethereum NFT adalah transaksi Ethereum yang dilakukan setiap hari.

    Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Secara keseluruhan, OpenSea telah membakar 100.854 ETH, yang setara dengan koin senilai sekitar $400 juta. Sebelum pembaruan, jumlah koin yang sama akan ditransfer ke penambang yang kemudian akan menjualnya di bursa.

    Di antara burning koin tingkat atas juga terdapat router Uniswap, stablecoin Tether dan MetaMask. Burner yang lebih kecil biasanya merupakan router pertukaran, token dan protokol swap yang terdesentralisasi.

    Penerbitan Ethereum saat ini tetap pada 5,4 juta Ethereum per tahun, yang sebelumnya telah berkurang hampir 50%. Tingkat pembakaran saat ini adalah 3,2 juta ETH per tahun. Menurut perhitungan sebelumnya, para ahli blockchain mengharapkan Ethereum menjadi aset deflasi pada tahun 2022.

    Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan pada $4.725 dengan 1,23% dari pertumbuhan harian. Sebelumnya, cryptocurrency terbesar kedua menelusuri kembali dari ATH sebesar 3,6%, yang diikuti oleh pesanan jual besar yang datang dari Ethereum Foundation.

    Baca JugaAnalisa Teknikal 15 Nov DOT, ADA dan MANA

    Di sisi lain, melihat bagaimana ekosistem Ethereum bekerja, ini tampaknya masih akan sulit untuk dikalahkan oleh para pesaingnya, seperti Cardano dan Solana.

    Meski keduanya menawarkan sesuatu yang lebih baik dan menarik, tetapi faktanya tingkat popularitas Ethereum dan gurita bisnisnya (seperti NFT, game crypto dan lainnya) masih menopang kuat Ether dan jaringan. Blockchain Ethereum masih menjadi pilihan utama karena sudah sangat matang dan terkenal.

    Untuk prospek harganya sendiri, Ether kemungkinan masih akan mampu membentuk ATH baru untuk menutup tahun 2021 ini, yang kurang dari satu setengah bulan lagi, yang tentu masih sangat dinanti dan dipercayai oleh para investornya. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com