Tag: nft

  • Menilik Masa Depan NFT (Non-Fungible Token)

    Non-Fungible Token (NFT) kembali populer di industri blockchain-aset kripto. NFT yang merepresentasikan karya digital desainer grafis, Mike “Beeple“ Winkelmann laku terjual seharga US$69 juta (Rp994 milyar). Bagaimana masa depannya?

    NFT sebenarnya sempat berjaya lewat CryptoKitties pada tahun 2017 silam. Namun, tahun 2021 adalah awal baru dari NFT yang kelak menjadi sektor bisnis yang besar.

    Bayangkan saja, nilai NFT pada tahun 2018 mencapai US$40,96 juta, menjadi US$338,04 juta pada tahun 2020.

    NFT menggunakan teknologi blockchain yang dapat menghubungkan identitas digital yang unik dengan aset digital yang tidak dapat direplikasi.

    Baca Juga: Arcane Research: Investor Terus Beli Bitcoin

    Selain itu, NFT juga memberikan akses bagi penggunanya untuk memperoleh koleksi aset digital yang unik, yang kemudian dapat dibeli, dijual, atau pun digunakan untuk keperluan investasi masa depan.

    Hampir semua NFT dibuat melalui Ethereum di bawah standar ERC-721. Inti dari fitur unik NFT adalah “Non-Fungibility” atau “ketidaksepadanan”. Maksudnya adalah aset itu unik dan tidak sepadan dengan aset meskipun serupa yang lain.

    what is nft

    Lonjakan pencarian berdasarkan kata kunci “NFT” dan “Non-Fungible Token” di Google. Sumber: Google Trends.Contoh, saham BBCA itu bersifat fungible atau sepadan. Jika kita ingin menukarkan saham BBCA untuk saham BBCA yang lain, nilainya akan tetap sama, sedangkan setiap NFT itu unik (non-fungible).

    NFT begitu popular di industri gaming, dapat dipergunakan sebagai aset digital, ideal untuk dalam perannya melawan pencurian identitas, yang kemudian mengundang lebih banyak kolektor tradisional untuk menjadi bagian dari dunia aset digital, di mana merupakan contoh dari kegunaan NFT di dunia nyata.

    Selain itu, NFT juga mempunyai kelebihan untuk dapat ditransfer, tapi tetap dapat mempertahankan keasliannya (mustahil untuk membuat tiruannya), serta kemampuan untuk dapat melakukan pencatatan pasti atas hak kepemilikan dari pemilik NFT itu sendiri.

    Karena NFT dengan cepat meningkatkan popularitasnya, saat ini begitu banyak toko daring NFT yang bersaing untuk menjadi platform yang paling dominan.

    Untuk lebih detailnya, kami akan membahas toko daring NFT yang popular, yakni Opensea, Nifty dan NBA Topshot.

    Opensea
    Opensea tergolong perintis, yang juga merupakan pasar peer-to-peer terbesar berdiri di atas infrastruktur blockchain.

    Di Opensea, pengguna dapat membeli dan menjual NFT mereka melalui smart contract. Opensea sendiri pertama kali didirikan pada Januari 2018 oleh Alex Attalah dan Devin Finzer.

    Opensea juga pada saat itu berhasil mendapatkan US$4 juta lewat donasi, dan baru-baru ini juga berhasil memperoleh pendanaan senilai US$2,1 juta, dipimpin oleh Animoca Brands, Stanford StartX dan David Padzan dari MetaMask.

    Pada seri pendanaan sebelumnya, Opensea didukung oleh Ycombinator, Founders Fund, Coinbase Ventures, 1Confirmation, BlockStack dan juga Blockchain Capital.

    NBA Top Shot
    NBA Top Shot bukan perusahaan yang didirikan oleh NBA (National Basketball Association). Ia dirintis oleh Dapper Labs perancang game dan NFT CryptoKitties dan akhirnya mendapatkan dukungan dari NBA.

    nba top shoot

    NBA Top Shot fokus pada barang-barang digital “digital highlight” dari dunia basket NBA itu sendiri.

    Kolektor dapat membeli NBA highlights (berupa cuplikan video, animasi dan lain-lain) tersebut dengan membeli paket digital yang dijual di toko NBA Top Shot, atau lewat lelang.

    Baca Juga: Zilliqa Luncurkan Entitas Ekosistem Bisnis, Harganya Terbang

    Terdapat lima tingkatan dari koleksi NBA Top Shot itu sendiri, yaitu:

    • Common (1.000 salinan): Koleksi highlights ini dapat dibeli dari Common Packs, dengan harga dimulai dari US$9.
    • Rare (150-999 salinan): Koleksi highlights ini dapat dibeli di Rare Packs dan tingkatan ke atas, dimulai dengan harga US$22. Satu paket ini terdiri dari tujuh common highlights dan satu rare highlights.
    • Legendary (25-99 salinan): Koleksi highlights ini dapat dibeli di Legendary Packs, dimulai dengan harga US$230. Paket ini terdiri dari enam common highlights, tiga rare highlights, dan satu legendary highlight.
    • Platinum Ultimate (3 salinna): Koleksi highlight ini hanya tersedia melalui lelang.
    • Genesis Ultimate (1 salinan): Koleksi highlight ini hanya tersedia melalui lelang.

    NBA Top Shot sendiri mempunyai perjanjian bagi hasil antara NBA dan NPBA dengan Top Shot.

    Untuk setiap transaksi NBA highlight di Top Shot terdapat 5 persen biaya yang dikenakan. Biaya yang dikenakan ke pembeli ini nanti akan dibagi untuk NBA, NPBA, dan juga Top Shot.

    Nifty Gateway
    Di Nifty Gateway NFT bisa dibeli menggunakan kartu kredit dan aset kripto ETH. Didirikan oleh dua bersaudara Duncan dan Griffin Cock Foster pada tahun 2018, setahun kemudian diakuisisi oleh pendiri bursa aset kripto Gemini, yaitu Cameron dan Tyler Winklevoss.

    Berkat pengaruh Gemini, Nifty Gateway kini tampil lebih eksklusif, karena sejumlah seniman ternama, seperti Trevor Jones menjual karya seninya di sana.

    Nifty Gateway membebankan 5 persen untuk biaya jasa, dan membebankan 10 persen (tidak tetap, dapat berubah dengan rentang antara 5- 50 persen) sebagai komisi untuk para seniman.

    Tolak Ukur Penting

    Tabel di atas menunjukkan volume dan jumlah pengguna setiap bulan mulai Oktober 2020 hingga Februari 2021.

    Dapat kita lihat, volume dan pengguna meningkat pesat pada awal Januari 2021. Pada tahun 2020, Opensea merupakan pemimpin di toko daring NFT. Namun sejak 2021, NBA Top Shot berhasil merebut posisi tersebut.

    Opensea dan NBA Top Shot sekarang masih menguasai toko NFT, sedangkan toko lain belum mampu mengungguli, baik dari sisi volume dan penggunanya.

    Data per 10 Maret 2021 menunjukkan jumlah volume NFT bernilai lebih dari US$500 juta. Angka itu tak termasuk volume dari rumah lelang Christie.

    nft marketplace

    NFT paling mahal dan berhasil terjual saat ini melalui lelang masih dipegang oleh Beeple. Ia berhasil menjual karya digitalnya yang berjudul “Everydays – The First 5000 Days” senilai US$69 juta, lewat rumah lelang Christie.

    Seni digital “Everydays, the First 5,000 Images” karya Mike “Beeple “Winkelmann.

    Waspada Terhadap Tren Pasar
    Beberapa hari terakhir, Messari menyatakan bahwa sejumlah toko NFT membebankan biaya kepada pelanggannya di bawah rata-rata, dibandingkan toko daring biasa seperti Ebay, Fartech, RealReal dan lain-lain.

    Memang membandingkan toko daring NFT dengan yang tradisional tak cukup adil. Namun, angka-angka yang ada setidaknya sebagai data umum dan yang tak kalah penting.

     

    Soal biaya logistik, toko daring tradisional, yang didominasi barang-barang fisik, jelas berbiaya lebih tinggi daripada digital goods di toko daring NFT. Maka, toko daring NFT/ NFT marketplace memiliki keunggulan lebih dari segi biaya kirim.

    Inilah yang menjadi faktor penentu kapitalisasi pasar NFT berkembang sejak 2018, dari US$40,96 juta menjadi US$338,04 juta pada tahun lalu.

    Kami percaya NFT secara konsep dan bisnis berpotensi terus tumbuh di masa depan dan siap mendisrupsi bisnis tradisional, khususnya terkait digital goods.

    Belum lagi NFT bisa mendobrak bisnis properti, kekayaan intelektual dan aset fisik lain yang bisa dipresentasikan secara digital agar bisa diakses secara global.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Tahapan Pembuatan 3D Modelling dan Potensinya dalam NFT

    Pernahkah Anda mendengar soal 3D modelling? Atau justru sekarang Anda sedang menggeluti profesi sebagai seorang 3D modeller? Melalui NFT, Anda bisa mendapatkan income tambahan dengan menjual karya 3D modelling. Untuk mengetahui mekanismenya, simak ulasannya berikut ini!

    Apa itu 3D modelling?

    3D modelling sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut proses pembuatan model objek menggunakan grafik komputer. Proses ini tidak hanya sekadar mengubah objek 2D menjadi timbul. Namun, 3D juga mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti tekstur, bentuk, volume, dan tentunya ukuran objek sehingga visualisasi objek bisa mendekati wujud aslinya.

    Sejarah 3D modelling

    Teknik modelling 3D awalnya hanya digunakan untuk tujuan ilmiah. Penggunanya pun terbatas pada profesional yang membuat model matematika atau analisis data. Namun, penggunaan 3D kemudian berkembang saat Ivan Sutherland dan David Evans membuka jurusan teknologi di University of Utah. Dari jurusan tersebut, Sutherland dan Evans menemukan banyak talenta berbakat yang mendorong mereka untuk mendirikan perusahaan grafis 3D komersil.

    Di zaman modern seperti sekarang, pemanfaatan grafis 3D semakin berkembang. Sebab, 3D modelling menawarkan pengalaman unik yang tidak bisa diberikan format desain lainnya. Nilai sebuah kreasi yang dijadikan 3D pun bisa mengalami peningkatan, baik dari segi artistik maupun ekonomisnya.

    Tahap pembuatan 3D modelling

    Dilansir dari Markey, berikut beberapa tahapan untuk menghasilkan model 3D:

    Steps 3D Modeling

    1. Pembuatan model 2D
    Pertama-tama, Anda harus membuat model 2D. Tentukan dulu model yang ingin dicetak dalam format 3D. Saat ini, Anda bisa memanfaatkan software komputer pada tahap yang sering disebut sebagai motion capture. Salah satu jenis software yang sering digunakan adalah Adobe Photoshop.

    2. Membuat dasar model
    Jika sudah ada model 2D, mulailah membuat dasar model 3D. Ada tiga metode yang bisa Anda ikuti untuk membuat dasar model, yaitu polygon, sub-division, dan NURBS. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Metode NURBS, misalnya, cocok untuk membuat model yang organik seperti anatomi tubuh manusia.

    3. Rendering
    Langkah selanjutnya adalah rendering yang merupakan bagian akhir dari pembuatan model. Dalam tahap rendering, seluruh data yang Anda buat di tahap pembuatan model akan diproses menjadi sebuah output. Perlu diingat, resolusi yang standar untuk rendering menurut PAL system adalah 720×576 pixels.

    4. Texturing
    3D modelling tidak akan lengkap tanpa texturing. Pada tahap ini, objek diberikan karakteristik khusus yang sesuai dengan strukturnya. Anda bisa memberikan pola, variasi warna, hingga menentukan tingkat kehalusan permukaan objek.

    5. Image dan display
    Image dan display merupakan tahap terakhir dalam pemodelan 3D. Jangan sampai melewatkan tahap ini agar output image dari model yang Anda buat memiliki hasil yang baik. Bisa dibilang, tahapan ini merupakan langkah koreksi untuk membandingkan output model dengan rancangan awalnya.

    Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ini Dia Perbedaan Seni dan Desain!

    Potensi 3D modelling dalam NFT

    Nah, bagi Anda 3D modeller, saat ini ada peluang baru yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan dari pemodelan 3D. Peluang tersebut bernama NFT atau Non-Fungible Token. Melalui NFT, Anda bisa memamerkan karya 3D kepada publik, bahkan tidak menutup kemungkinan jika karya Anda akan dikenal di pasar internasional.
    Menariknya lagi, di dunia NFT, Anda tidak perlu khawatir dengan masalah plagiasi dan orisinalitas karya. Sebab, saat karya Anda menjadi NFT, maka karya tersebut akan memiliki nomor serial khusus. Nomor serial tersebut bertindak sebagai sertifikat autentikasi yang menandakan kepemilikan sekaligus keaslian karya.
    Model transaksi karya seni melalui NFT ini telah terbukti keberhasilannya. Salah satu transaksi jual-beli karya seni paling berhasil dalam sejarah NFT adalah terjualnya karya NFT berjudul Everydays: The 5000 First Day milik seniman Beeple. Karya tersebut terjual dengan harga yang fantastis, yaitu sekitar US$69 juta.

    The 5000 First Day

    Sudah memiliki karya 3D modelling dan ingin menjualnya di NFT marketplace sebagai NFT? Anda bisa bergabung sebagai Official Partner TokoMall. Di TokoMall, Anda bisa langsung mulai memamerkan kreasi 3D terbaik dan berinteraksi dengan para kreator. Proses pendaftaran akun TokoMall mudah dan tidak makan waktu lama. Segera daftarkan diri Anda dan tunjukkan karya 3D modelling terbaik bersama TokoMall. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenalan Sama Brand Lokal yang Meramaikan Kategori Lifestyle di TokoMall

    Popularitas NFT di industri kreatif saat ini tidak hanya menarik para pelaku seni untuk memanfaatkan teknologi ini dalam pengembangan karyanya. Banyak brand lokal di Indonesia juga yang memperkenalkan dan menawarkan produk yang dimiliki dengan kemasan unik dalam bentuk NFT. 

    TokoMall sebagai leading NFT marketplace di Indonesia melihat ini sebagai potensi dan memberikan ruang pada brand lokal di Indonesia untuk mengeksplor karyanya dalam bentuk NFT dengan menghadirkan kategori TKO Lifestyle.

    “TKO Lifestyle menghadirkan deretan brand lokal Indonesia yang bisa memperkenalkan keunikan produknya ke pasar global”

    Baca juga : 4 Kategori Unik di NFT Marketplace TokoMall yang Wajib Kamu Cek!

     

    Mau kenalan sama brand lokal yang udah gabung di TokoMall? Simak di bawah ini!

    Nevertoolavish

    Laman profil NFTL di TokoMall NFT marketplace

    Nevertoolavish (NFTL) merupakan salah satu brand yang bergerak di bidang artisan customizer di Indonesia. Terkenal melalui karyanya pada kustomisasi sneakers, Nevertoolavish mengedepankan esensi sebagai artisan customizer terdepan yang mengutamakan eksklusifitas dan didukung dengan keindahan seni yang menonjol. 

    NFTL yang telah bergerak di bidang artisan customizer melihat bahwa NFT adalah sebuah medium baru sebagai seni digital dengan  eksplorasi kreativitas yang tidak terbatas. 

    “Terjun di NFT, karena setelah eksis di dunia artisan customizer, kami melihat bahwa medium dan systemnya sangat menarik, dimana secara ekosistem baik creator dan collector sama-sama dapat diuntungkan”  – Muhammad Haudy, CEO & Co-Founder Nevertoolavish

    Damn! I Love Indonesia

    Didirikan oleh Daniel Mananta, Damn! I Love Indonesia merupakan pionir dari brand streetwear yang mempromosikan patriotisme modern kepada generasi muda.

    Mengutip dari www.damniloveindonesia.com, Damn! I love Indonesia mengusung semangat dan slogan Patriot.Is.Me, yang mengajak setiap generasi muda Indonesia menumbuhkan sifat dan menjadi “Patriot” di pribadi masing – masing, dengan memakan dan memperkenalkan budaya Indonesia yang dibungkus dengan modern dan menarik.

    Hal ini pun terlihat di karya – karya NFT yang dihadirkan Damn! I Love Indonesia di laman TokoMall yang mengedepankan unsur Indonesia seperti Reog Ponorogo, Becak, Proklamasi, dan lainnya.

    Soresore

    Soresore hadir didasari oleh kecintaan dari kreatornya untuk membuat ilustrasi apapun seperti wajah orang tidak dikenal di jalan, kucing, bunga, pola warna warni, dan lainnya. Kecintaannya membuat ilustrasi tersebut kemudian dituangkan menjadi barang – barang yang bisa digunakan oleh orang lain kapanpun dan dimanapun.

    Dengan kreativitas yang dimiliki, Soresore terpilih menjadi Top 24 Markerfest di tahun 2018 dan 10 bisnis terpilih KREAVI 2019.

    Cuma itu? Tenang aja, ada sederet brand lokal lainnya yang akan join meramaikan kategori TKO Lifestyle untuk kamu koleksi. Cek terus di www.tokomall.io dan kamu bisa registrasi dulu jadi kolektor! Jangan lupa cek video ini buat tau cara mudah jadi kolektor di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masa depan NFT dan Peluang Besar yang Menjanjikan

    Belakangan ini, NFT selalu saja menjadi buah bibir, entah itu di media sosial maupun melalui pemberitaan. NFT dianggap sebagai sebuah metode investasi masa depan. Benarkah demikian? Selain itu, bagaimana perkembangan dan masa depan NFT nantinya, termasuk di Indonesia? Mari simak pembahasannya berikut ini!

    Membahas soal masa depan NFT tak akan lengkap tanpa membahas sejarahnya. NFT pertama yang terlacak di dunia adalah “Quantum” yang diciptakan Kevin McCoy pada 2014 dan dipresentasikan pada konferensi Seven on Seven New Museum, New York. Saat itu, NFT dianggap sebagai sebuah teknologi untuk monetisasi grafik.

     masa depan NFT - Kevin McCoy

    NFT Pertama di Dunia, “Quantum” (2014) oleh Kevin McCoy

    Sejak saat itu, NFT terus berkembang. Pada 2015, proyek NFT pertama yang bernama Etheria diluncurkan. Meski begitu, NFT baru benar-benar terdengar oleh publik pada akhir tahun 2017 saat proyek CryptoKitties viral. CryptoKitties merupakan proyek NFT berbasis online game atau NFT game. Dalam game tersebut, para pemain bisa bertukar kucing dalam dunia virtual.

    Popularitas NFT mencapai puncaknya pada tahun 2021, diawali dengan seniman digital ternama yaitu Beeple yang merilis NFT art pertamanya dengan judul “Everyday: The First 5000 Days”. Berkat popularitasnya tersebut, blockchain yang menjadi buku besar’ bagi NFT pun makin pesat perkembangannya hingga melahirkan tiga raksasa, yaitu Ethereum, Flow, dan Tezos. Kini, NFT menjadi alat untuk memperdagangkan aset digital, terutama yang berhubungan dengan seni atau NFT art.

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, NFT kini digunakan sebagai alat komodifikasi aset digital yang berhubungan dengan seni. Lalu, apakah dengan begitu seniman akan diuntungkan dengan adanya NFT?

    Jawabannya, ya. NFT membuka peluang bagi para seniman termasuk digital artist untuk menjual karyanya secara langsung. Selain itu, NFT juga memberikan esensi penting karya seni, yaitu orisinalitas. Aset digital yang dijual dengan NFT tidak bisa digandakan karena sudah tersimpan dalam blockchain.

    Akan tetapi, bukankah karya digital dapat di-copy dan diunduh siapa saja? Nah, di sinilah letak keunikan NFT. Meski suatu karya bisa diperbanyak, tapi yang bisa dianggap orisinil hanya ada satu di dunia, dikarenakan dalam karya tersebut telah dipatenkan sebuah kode unik yang membuat karya tersebut otentik. Ibarat lukisan “The Starry Night” milik Van Gogh yang sudah direplikasi dan bahkan diubah medianya berulang kali, yang bisa dikatakan asli adalah tetap yang tersimpan di Museum of Modern Art.

    Masa Depan NFT di Sektor Lain

    Lalu, bagaimana dengan masa depan NFT? Benarkah NFT juga akan merambah ke sektor lain? 

    Selain digital art, kini NFT sudah mulai diterapkan pada beberapa hal lain, seperti musik dan bahkan interaksi sosial. Sebab, kepemilikan NFT sangat unik. Di satu sisi, NFT bisa memberikan kuasa kepada kolektor atas objek yang diciptakan oleh kreator. Namun, di sisi lain, kepemilikan tersebut juga terbatas. Berikut adalah beberapa rencana penerapan NFT pada beberapa sektor lain, beserta gambaran masa depannya.

    1.NFT dalam Real Estate

    NFT dalam Real EstateSelama ini, industri real estate dianggap sebagai sebuah investasi yang menjanjikan dan minim risiko. Namun, jika melihat situasi saat ini, sektor real estate rasanya sudah memasuki masa saturasi. Dapat dilihat dengan semakin sedikitnya luas tanah yang bisa dibangun dan risiko penipuan semakin besar. Dengan demikian, migrasi ke NFT bisa menjadi solusi.

    Dengan memindahkan sertifikat bangunan atau kontrak pembangunan real estate ke NFT dan menyimpannya dalam blockchain, investor bisa meminimalisir risiko penipuan. Di masa depan, bukan tidak mungkin lagi jika sertifikat bangunan konvensional akan berubah menjadi sebuah aset digital  yang tersimpan dalam blockchain.

    2. Kehidupan Sosial

    Sektor berikutnya yang berpotensi merasakan efek NFT adalah kehidupan sosial manusia. Bagaimana bisa? Saat ini, sudah terdapat  perusahaan yang mulai tertarik untuk menciptakan ‘dunia alternatif’ melalui Metaverse, gagasan milik pendiri Facebook yaitu Mark Zuckerberg. 

    Metaverse merupakan sebuah dunia virtual yang penggunaannya diharapkan bisa mendekati pengalaman di dunia nyata. Pasalnya, Metaverse akan memanfaatkan kelima teknologi yaitu media sosial, game online, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga kripto. 

    Dalam Metaverse, Anda bisa menciptakan “‘kehidupan baru’”, berinteraksi dengan orang lain secara virtual tetapi dengan rasa yang nyata, hingga mengeksplor dunia baru tersebut. 

    Dikarenakan akan memanfaatkan teknologi kripto, Metaverse sendiri dinilai bisa mendorong penggunaan NFT ke jumlah yang lebih masif. 

    Jika penggunaan NFT diibaratkan dalam Metaverse, nantinya NFT akan berperan sebagai aset di dunia nyata. Seperti misalnya, untuk membeli avatar di Metaverse, Anda bisa menjual NFT art. Selain itu, nda juga dapat mengajak teman virtual untuk mendengarkan NFT music bersama-sama di rumah virtual.

    Dari sini, bisa disimpulkan bahwa popularitas NFT masih akan terus berjalan, lho. Bahkan, bisa dibilang baru dimulai. Ingin menjadi bagian dari perkembangan masa depan NFT di Indonesia? Tidak sulit, kok, Anda bisa bergabung sebagai Official Partner (kreator) dan juga Creator (kolektor) di TokoMall. Ayo daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terungkap! Ghozali “Everyday” Akan Terbitkan NFT Bergaya 3 Dimensi

    Sultan Gustaf Al Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang sukses mendulang uang milyaran rupiah dengan berjualan lebih dari 900 foto selfie bertenaga NFT, mengungkapkan bahwa dirinya akan menerbitkan NFT lain, bergaya 3 dimensi.

    Hal itu terungkap secara eksklusif di Youtube Channel “Waktunya Investasi Bitcoin (WIB)” Sabtu (15/1/2022) lalu. Channel ini dikelola oleh Blockchainmedia.id (PT Blockchain Media Indonesia).

    “Saya berniat membuat NFT yang berbeda dengan NFT selfie saya sebelumnya, yakni NFT yang mewakili gambar bergaya 3 dimensi,” sebut Ghozali di video itu. Menjawab pertanyaan Vinsensius Sitepu, Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id.

    Namun Ghozali enggan mengungkapkan lebih jauh gambar seperti apa yang akan dijadikannya NFT.

    Pun ia memastikan penerbitan NFT 3 dimensi itu tidak dalam waktu dekat, akan tetapi dipersiapkan setelah ia lulus kuliah. Ghozali saat ini duduk di semester ke-7 di Universitas Dian Nusantoro, Semarang.

    Baca jugaCrocs dan SEGA Bersiap Masuk NFT? Ini Tandanya

    Anomali Ghozali Berejeki Bak Gozilla

    Rejeki nomplok bak Gozilla yang diterima Ghozali pada fitrahnya anomali, karena sulit dijelaskan dengan akal sehat. Bagaimana tidak, pemuda lemah lembut itu, bukanlah orang terkenal sebelumnya, apalagi selebritas dan seniman fine art.

    Dengan duit milyaran rupiah, dan didapatkan dalam waktu sangat singkat. Praktis dia mengalahkan semua capaian para kreator NFT lainnya yang sudah lebih senior.

    Masyurnya Ghozali diperkuat dengan pemberitaan media massa, baik di dalam dan di luar negeri, termasuk diundang sebagai narasumber di akun Youtube Deddy Corbuzier pada 17 Januari 2022 lalu.

    Keanomalian ini pun semakin kental, karena gambar yang direpresentasikan oleh token di blockchain itu hanyalah gambar dirinya sendiri.

    Namun, nilai hype-nya tentu saja dari ketekunannya mengumpulkan semua gambarnya selama kurun waktu 5 tahun, mulai 2017 hingga 2021.

    Pun lagi, berdasarkan pengakuannya di video WIB itu, awalnya sekadar eksperimen sembari iseng-iseng mengetahui cara kerja NFT itu.

    “Saya sebenarnya tak menduga. Karena semua foto itu sebenarnya akan dibuatkan menjadi video time lapse. Tapi, akhirnya saya memutuskan menerbitkan NFT-nya masing-masing di OpenSea dan mencari tahu apakah pasar meliriknya,” katanya

    Ghozali tak menyangka, pasar menyambutnya positif, karena masuk ketegori unik dan langka, bahwa seorang pemuda yang “bukan siapa-siapa”, ‘nyeleneh’ menerbitkan NFT atas gambarnya sendiri.

    Dan Ghozali memastikan, sebagai bagian dari eskperimen dan kembara kripto-nya itu, ia kerap mempromosikan ke media sosialnya, termasuk forum-forum terkait NFT di Indonesia. Dan buahnya sudah ia rasakan sendiri, hingga memantik orang lain membuat NFT mirip gayanya, hingga membajak fotonya sendiri menjadi NFT yang berbeda.

    Baca jugaApa Itu SandBox (SAND) Crypto?

    Di sisi lain, capaian Ghozali, apapun alasan bahwa ini memang anomali dan cenderung absurd, mahasiswa yang satu ini berhasil mendorong adopsi kripto oleh publik secara luas dan pada akhirnya mengikat perkembangan NFT lebih apik lagi.

    Setidaknya pun, absurditas ini selaras dengan kelemahan teknologi NFT itu sendiri, bahwa duplikasi dan replikasi tidak bisa dihindari (baca replikasi gambar NFT Ridwan Kamil ini), termasuk kecurigaan bahwa ada entitas tertentu di balik pembelian ini alias adanya sponsorship.

    Selamat sekali lagi untuk Ghozali. Warga kripto +62 menantikan karyamu selanjutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mirip Animal Crossing, Begini Cara Main Game Alice Crypto

    Hadirnya teknologi blockchain ternyata membawa banyak perubahan dalam kehidupan, dari mulai cryptocurrency seperti Bitcoin hingga ke dunia game. Sudah banyak game berbasis blockchain, salah satunya adalah game Alice crypto yang disebut-sebut mirip dengan Animal Crossing. Di game ini, Anda bisa bermain sambil mengumpulkan aset kepemilikan. Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak penjelasannya berikut!

    Teknologi Blockchain dan Perluasannya ke Dunia Gaming

    Di era sekarang, teknologi blockchain sangat marak digunakan, khususnya dengan hal yang berkaitan dengan dunia cryptocurrency. Cryptocurrency atau yang lebih dikenal dengan aset kripto ini sedang booming dalam beberapa tahun ke belakang, karena dianggap dapat mewadahi aktivitas investasi masyarakat dan membawa keuntungan yang besar. 

    Selain cryptocurrency, blockchain juga mulai merambah dengan pengembangannya ke dunia game. Penggunaan teknologi blockchain ke dalam dunia gaming dianggap membawa banyak perubahan besar. Hal ini juga mendorong banyak pengembang proyek yang melakukan ekspansi dengan menciptakan game berbasis blockchain, sambil menggabungkan dengan crypto yang juga berbasis blockchain.

    Namun, seiring perkembangannya, game berbasis blockchain cenderung bersifat niche dan dirasa kurang berhasil menarik perhatian masyarakat awam, termasuk komunitas gaming yang lebih luas. Hingga akhirnya muncul satu game yang bernama My Neighbor Alice, sebuah game berbasis blockchain yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas. 

    Kenalan dengan Game Alice Crypto atau My Neighbor Alice

    Bagi Anda yang gemar bermain game Animal Crossing, Stardew Valley, hingga Minecraft, game Alice crypto ini pasti cocok untuk Anda mainkan. Game Alice crypto atau yang lebih dikenal dengan nama My Neighbor Alice, merupakan sebuah game yang berbasis teknologi blockchain. 

    Game yang diciptakan oleh studio game Antler Interactive ini memungkinkan para pemain untuk membangun pulau virtual dan mendekorasinya dengan beragam item yang disediakan di dalam game. Selain itu, pemain juga dapat melakukan aktivitas lain seperti memancing hingga berkebun.

    Sekilas, My Neighbor Alice memang memiliki tampilan dan aktivitas serupa dengan game Animal Crossing. Perbedaannya terletak pada elemen keuangan yang terdesentralisasi (DeFi), menyebabkan game ini tergolong lebih niche. Selain itu, item dalam game juga didominasi oleh Non-Fungible Token (NFT) dan dapat dimiliki secara penuh oleh pemain. Bentuk dan tingkatan NFT dalam game juga beragam, seperti aset lahan biasa yang dijual bebas hingga item dekorasi yang limited edition.

    My Neighbor Alice dianggap sebagai game blockchain yang bisa menarik masyarakat awam untuk bermain, karena memiliki tampilan dan jalan cerita yang menarik. Ditambah lagi, game ini bisa mewadahi para pemain yang ingin mengoleksi atau memperdagangkan aset kripto berupa NFT. Hingga saat ini, game ini masih dalam tahap pengembangan, rencananya akan selesai dan tersedia untuk umum pada awal tahun 2022.

    Sekilas tentang Gameplay dan Cara Bermain My Neighbor Alice

    Selayaknya game multiplayer-builder pada umumnya, My Neighbor Alice mengusung tema dunia terbuka, sehingga para pemain dapat secara bebas mengunjungi banyak tempat dan berpindah pulau. Sambil melakukan perjalanan, pemain juga dapat berinteraksi dengan sesama pemain.

    Tiap pemain diwakili oleh sebuah avatar yang nantinya bisa didandani sesuai dengan keinginan. Selanjutnya, para pemain dapat langsung membeli sejumlah lahan yang nantinya akan menjadi pulau virtual dan dimiliki sepenuhnya oleh pemain. Selain itu, game juga akan memberikan seperangkat quest atau tugas yang harus diselesaikan. Setelah berhasil, pemain akan diberikan reward oleh game.

    Sambil bermain, para pemain juga dapat merancang dan mendekorasi pulau tersebut dengan berbagai aset, seperti bangunan, tanaman, hingga hewan. Nah, setiap aset yang dimiliki pemain inilah yang merupakan NFT, sehingga dapat dijual kembali atau diperdagangkan di marketplace NFT yang ada di dalam game maupun di blockchain lain.

    Dalam permainan, pemain dapat memanfaatkan token ALICE yang merupakan token tata-kelola (Governance Token) dari keseluruhan ekosistem game My Neighbor Alice. Terdapat 4 fungsi utama penggunaan token ALICE di dalam game, yaitu sebagai tata-kelola game, pembelian aset di dalam game, serta sebagai reward atas partisipasi pemain di event game dan lama durasi staking.

    Jika Anda ingin mendapat profit lebih, Anda bisa menyewakan aset NFT yang dimiliki kepada pemain lain untuk periode tertentu. Selain itu, Anda bisa memilih opsi lain yaitu NFT collateral dan membuat akun anda terasosiasi dengan NFT tertentu. Tujuannya agar Anda bisa mendapatkan sejumlah persentase hasil penjualan NFT tersebut dalam bentuk token ALICE.

    Itulah penjelasan mengenai game Alice crypto, game berbasis blockchain dengan cerita yang menarik dan menggunakan NFT sebagai aset dalam game. Seperti yang kita ketahui, NFT sedang booming di Indonesia terutama dalam aspek seni digital. Kini, telah hadir marketplace NFT di Indonesia yaitu TokoMall. Bagi Anda yang ingin menggali lebih jauh tentang serba-serbi NFT, daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Grayscale: 5 Tren Crypto yang Harus Diamati Tahun Ini

    Disetiap tahun, ada beberapa tren yang tentu berbeda dan berlanjut untuk tahun berikutnya karena perhatian investor sangat beragam, terutama dalam menyikapi peluang yang tersaji dari suatu tren.

    Belum lama ini, Michael Sonnenshein, kepala eksekutif Grayscale Investments, telah memaparkan tren yang harus diperhatikan saat pasar crypto menggeliat di tahun 2022.

    Sonnenshein mengatakan dalam sebuah surat baru kepada investor bahwa dia yakin ekonomi digital masih dalam tahap awal.

    Baca jugaPergerakan Harga Mingguan SOL, MANA dan DOT

    Ia pun berpikir bahwa, penting bagi investor untuk memantau perkembangan infrastruktur crypto di tahun baru.

    “Ketika ekonomi crypto dan pasar keuangan yang ada menjadi semakin terjalin, ini kemungkinan akan memberikan beberapa peluang investasi jangka panjang yang paling menarik, dan Grayscale berfokus pada mengidentifikasi dan menyediakan akses awal yang mulus ke protokol yang merupakan tulang punggung ekosistem ini.”

    Sonnenshein juga menambahkan bahwa telah menjadi tantangan untuk memilah-milah proliferasi protokol crypto baru.

    “Seperti yang telah kami lakukan sejak 2013, kami akan terus mengidentifikasi peluang yang paling menarik dan memperluas penawaran kami sesuai dengan itu, baik yang berfokus pada token tertentu, serta dana yang lebih beragam dan tematik.”

    Sang CEO tersebut juga memperkirakan bahwa Web3 akan melihat “eksplorasi dan adopsi arus utama yang kuat,” di sepanjang tahun ini, yang katanya menghadirkan peluang investasi yang menarik.

    Dia juga percaya token non-fungible (NFT) akan terus berkembang pada tahun 2022.

    “Kami berharap dapat melihat perpaduan dunia fisik dan digital lebih jauh, terutama seputar topik, seperti keaslian, asal usul, kepemilikan dan banyak lagi – dan lintas sektor, termasuk mode, musik, game, real estat dan tiket. Tim kami sangat memperhatikan evolusi NFT.”

    Baca juga6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

    Sonnenshein juga menyimpulkan bahwa regulator dan pembuat kebijakan lebih terlibat dengan crypto di saat ini daripada sebelumnya.

    “Ini memungkinkan percakapan untuk beralih ke bagaimana teknologi baru ini, ketika dilengkapi dengan kerangka peraturan yang sesuai dan dapat berkembang, menjaga perusahaan crypto di Amerika Serikat dan menetapkan standar global untuk regulasi crypto.”

    Tentu saja, ini semua telah menjadi dasar yang baik bagi pasar crypto untuk mencoba pulih dari koreksi hebatnya, yang tentu sangat ditunggu-tunggu oleh para investor. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Tahun 2022 baru berjalan sekitar tiga hari. Meski pasar crypto sedang lesu di awal tahun ini dengan performa Bitcoin yang masih berada di level $46-47 ribu, namun potensi aset kripto diharapkan masih akan terus berkembang di tahun ini.

    Decentralization Financial atau DeFi dan Non Fungible Token (NFT) dinilai masih akan menjadi sektor yang menonjol dari ekosistem ini. Di mana perkembangan web 3 dan gameFi yang semakin pesat akan berpengaruh pada dua platform tersebut.

    Belum lagi gaung metaverse yang sudah dimulai sejak pertengahan 2021 pun akan berpengaruh pada sektor DeFi dan NFT. Berdasarkan data Dappradar, tahun 2021 terdapat peningkatan nilai total yang terkunci (TVL) di DeFi sebesar lebih dari 767% dari tahun sebelumnya.

    Baca JugaDogecoin Foundation Ajak Pendiri Ethereum Buat Mekanisme Staking DOGE

    Sepanjang tahun 2021, TVL DeFi berada di level $189 triliun. DeFi yang berada di jaringan Ethereum masih menguasai industri ini.

    Sementara itu, ekosistem NFT pun mendapat sambutan yang sangat besar di tahun 2021. Secara keseluruhan pada tahun 2021, pasar NFT memiliki mendapatkan  volume perdagangan lebih dari $23 miliar.

    Sedangkan, platform berbasis metaverses blockchain mendapat lebih dari $500 juta dalam volume perdagangan dan aset dalam game yang direpresentasikan sebagai NFT mengumpulkan $4,5 miliar dalam volume perdagangan.

    Ethereum dan Jaringan Dapp masih akan Moncer

    Apabila merujuk pada tren tersebut, di tahun 2022 sepertinya tren tersebut masih akan berlanjut. Jaringan yang memiliki platform aplikasi terdesentralisasi akan mendapat perhatian yang lebih serius.

    Di tahun 2021 Ethereum masih menjadi raja industri ini. Meski, di tahun tersebut pula bermunculan jaringan yang menawarkan layanan yang menyaingi Ethereum, seperti Solana, Avalanche, dan lainnya.

    Baca jugaPendiri Reddit: Lima Tahun Lagi, Game Kripto Berkuasa

    Namun, Ethereum masih akan menjadi salah satu blockchain terpenting di tahun ini. Jaringan ini bahkan telah mengalami perubahan struktural penting dan terus berkembang, salah satunya telah mengubah sistem jaringannya ke Proof of Stake.

    Namun, jaringan Layer-2 akan menjadi tuan rumah DeFi penting terutama bagi layanan dapp play-to-earn yang diperkirakan akan mendapatkan perhatian lebih besar di tahun ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Samsung Smart TV Bisa Dipakai Beli NFT

    Samsung Electronics mengumumkan pada Senin (03/01/2021) bahwa smart TV barunya akan bisa dipakai untuk membeli non-fungible token (NFT).

    Utamanya, model televisi MICRO LED, Neo QLED dan The Frame yang dijadwalkan meluncur tahun ini akan memiliki fitur yang mendukung NFT.

    “Dengan permintaan yang meningkat bagi NFT, kebutuhan untuk solusi bagi belantika tontonan dan pembelian yang terpisah saat ini semakin penting,” sebut Samsung.

    Baca juga12 Momen Bersejarah Kripto di Tahun 2021

    Di tahun 2022, Samsung akan memperkenalkan televisi pertama di dunia dengan agregator marketplace serta penjelajah NFT berbasis layar.

    Samsung menyebut platform ini merupakan terobosan dimana pengguna dapat melihat, membeli dan menampilkan karya seni favorit semua dalam satu tempat.

    Platform tersebut membantu pencipta seni membagikan karya mereka dengan dunia. Calon pembeli dapat melakukan pratinjau NFT sebelum membelinya serta memelajari riwayat NFT dan metadata pada blockchain.

    Rincian soal penayangan NFT dipertimbangkan oleh Samsung. Fitur kalibrasi pintar pada masing-masing TV akan otomatis menyesuaikan setelan penayangan menurut pengaturan pencipta.

    “Hal itu dilakukan demi menjamin karya seni terlihat sempurna dan sesuai dengan kualitas gambar original,” jelas Samsung. Fitur yang mirip dengan ini adalah Dolby Vision atau mode kalibrasi pada aplikasi Netflix.

    Samsung akan memberikan rincian lebih lengkap soal platform NFT tersebut di bulan-bulan mendatang. Dengan perilisan tersebut, Samsung menjadi pembuat televisi pertama yang mendukung NFT dalam skala besar.

    Baca juga5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Samsung bukan pendatang baru di sektor NFT. Unit ventura raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut, Samsung Next, merupakan investor di sejumlah startup NFT.

    Startup tersebut mencakup Sky Mavis, Dapper Labs, Forte, Nifty’s, The Sandbox dan SuperRare.

    NFT merupakan aset digital yang telah beredar selama beberapa tahun tetapi beberapa bulan terakhir semakin digandrungi. NFT memberikan angin segar bagi industri kripto dan karya seni berbasis kriptografi.

    Melalui NFT, pengguna dapat membeli dan menjual kepemilikan benda digital serta melacak kepemilikan tersebut menggunakan blockchain. NFT dapat berisi informasi digital apapun, termasuk gambar, seni, cuitan, GIF animasi, lagu atau bahkan video game.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nike Masuki Metaverse, Luncurkan Sepatu Kets Virtual

    Nike berencana memasuki sektor metaverse dengan peluncuran sepatu kets digital. Perusahaan pakaian olahraga tersebut menyusul merk-merk lain yang terjun ke industri barang digital.

    Nike mengumumkan telah mengakuisisi RTFKT. Perusahaan yang menciptakan sepatu kets digital dan benda digital lain dalam bentuk NFT yang memanfaatkan teknologi blockchain.

    Akuisisi tersebut terjadi tidak lama setelah RTFKT sukses meluncurkan NFT avatar, CloneX, dengan total transaksi mencapai puluhan juta dolar dalam waktu singkat.

    John Donahoe, CEO Nike, berkata akuisisi tersebut adalah langkah yang mempercepat transformasi digital Nike sehingga dapat melayani atlet dan seniman di gabungan olahraga, kreativitas, gaming dan budaya.

    Baca jugaBinance Terima Lampu Hijau Dari Bahrain dan Kanada

    Nike tidak memberikan rincian soal akuisisi tersebut. Kendati demikian, pembelian itu mencerminkan minat yang tinggi dari merk-merk ternama kepada NFT.

    Pada bulan Mei, NFT tas Gucci terjual dengan harga lebih mahal dibanding tas fisik. Ketertarikan terhadap NFT dan barang digital diiringi prediksi bahwa metaverse, yakni internet dengan virtual reality, akan menggantikan web yang ada saat ini.

    Sektor ritel adalah salah satu yang bisa ditransformasi dimana pembeli dapat memakai kacamata virtual reality untuk memeriksa replika tiga dimensi dari barang fisik seperti baju.

    Nike telah membuka Nikeland, showroom virtual di platform gaming Roblox dimana pengunjung dapat mengenakan baju Nike kepada avatar tiga dimensi mereka.

    Didirikan tahun lalu, RTFKT melihat peluang di bidang sepatu kets dan NFT. Pasalnya, keduanya seringkali diinginkan sebagai barang kolektibel.

    Pada bulan Maret, RTFKT dikabarkan menjual 600 pasang sepatu kets fisik dengan total nilai US$3,1 juta. Tetapi nilai asli dari sepatu kets tersebut adalah versi NFT yang dibanderol bersama dengan versi fisiknya.

    Baca jugaMeta versus Metaverse dan Masa Depan Dunia Virtual

    “Kami senang menumbuhkan brand kami yang sepenuhnya terbentuk di metaverse,” jelas co-founder RTFKT Benoit Pagotto melalui pernyataan resmi.

    NFT semakin diminati selama setahun terakhir. Pegiat NFT memrediksi teknologi NFT akan dipakai meluas sebagai salah satu bentuk bukti kepemilikan aset digital.

    Di sisi lain, pihak skeptis berkata konsep barang digital terlalu digembar-gemborkan. Terlepas dari itu, beberapa NFT menarik perhatian masyarakat sebab dijual dengan harga ratusan ribu bahkan jutaan dolar AS.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com