Tag: opensea

  • Yuk, Intip 3 Gambar Animasi Keren 3D yang Sudah Menjadi NFT!

    Banyak dari kita yang sudah gak asing dengan animasi 3 dimensi (3D). Ditambah animasi 3D hadir makin terlihat nyata dan keren. Ya, ini semua tentunya disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. Gak ketinggalan, pengadopsian NFT pada animasi 3D pun turut berkembang. Tapi sebelum membahas gambar animasi 3D yang sudah di-NFT-kan, yuk, simak penjelasan mengenai animasi 3D terlebih dahulu!

    Apa itu Animasi 3 Dimensi?

    Dilansir dari Idseducation.com, animasi 3D adalah penciptaan gambar yang bergerak di dalam ruang digital 3D. Penciptaan ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan tiap gambar, difilmkan dengan kamera virtual, dan kemudian hasilnya akan berbentuk video yang sudah di-rendering.

    Sederhananya konsep dari 3D adalah model atau objek yang memiliki bentuk, volume, serta ruang. Nah, objek ini mempunyai 3 titik koordinat, yang disebut koordinat X, Y, dan Z. Ketiga koordinat ini yang membuat objek dapat digerakkan ketiga arah, yaitu kanan-kiri (X), atas-bawah (Y), dan depan-belakang (Z). 

    Perkembangan Animasi 3D menjadi NFT Animasi 3D

    NFT 3D AnimasiKehadiran animasi 3D bisa ditemukan di mana saja. Sebut saja pada efek visual pada film dan video, atau secara khusus pada film. Kini bisa Anda temukan berbagai film yang menggunakan animasi 3D. Sebut saja Pixar, salah satu perusahaan animasi dunia yang berhasil dengan film Toy Story-nya.

    Gak hanya itu, animasi 3D juga memiliki peranan penting dalam dunia game dan virtual reality. Mulai dari karakter, item-item pada game, hingga efek visual pada game, semuanya berbentuk animasi. Seiring dengan itu, hadirnya NFT (non-fungible-token) turut meramaikan perkembangan animasi 3D. NFT sendiri merupakan token digital unik yang dibuat dengan menggunakan teknologi blockchain

    Nah, tren ramainya NFT sendiri bermula dari kegilaan sebuah game blockchain bernama “CryptoKitties” pada Oktober 2017 silam. Walaupun pada saat itu game blockchain dan pengadopsian NFT ini belum ramai diperbincangkan, setidaknya 2 tahun belakangan pesona NFT mulai dilirik banyak orang khususnya para pekerja seni. Mulai dari motion designer, 2D animator,  musisi, mural artist, hingga tattoo artist menjadikan karya mereka sebagai NFT. 

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Tentunya hal ini pun turut berpengaruh kepada perkembangan NFT animasi 3D, khususnya 3D artist. Apalagi didukung dengan tingginya minat para kolektor pada pencarian NFT 3D. Dilansir dari Rakoko.com, riset yang dilakukan oleh sebuah art blog, Artnome pada sebuah platform menyebutkan pada Maret 2021, 3D art adalah bentuk NFT yang paling banyak dilihat.

    Deretan Gambar Animasi Keren 3D dari Indonesia

    Berikut adalah beberapa gambar animasi 3D keren yang sudah menjadi NFT. Oh iya, semuanya berasal dari Indonesia, lho

    1. GMO Utility Trike by Rimbawan Gerilya

    NFT animasi 3D keren GMO Utility TrikeAnimasi 3D keren pertama yang sudah di-NFT-kan adalah karya “GMO Utility Trike” dari Rimbawan Gerilya. Video animasi ini merupakan kolaborasi antara Gabber Modus Operandi, duo musisi musik elektronik bersama Rimbawan Gerilya, visual artist. Adapun kolaborasi ini berawal dari batal manggungnya Gabber Modus Operandi secara live di tahun 2020. 

    Gak tanggung-tanggung, karya yang dilelang pada bulan Maret 2021 melalui platform Foundation ini laku dengan harga US$678.80 atau sekitar Rp9,9 juta, lho!

    2. No Internet Today by Rubah Hitam

    NFT animasi 3D keren No Internet TodayGambar animasi 3D keren ini merupakan karya dari Rifqi Ardiansyah atau yang dikenal Rubah Hitam. Karya-karya dari Rubah Hitam sendiri memang sangat lekat inspirasinya dengan keseharian kita, seperti seputar teknologi, gadget, hingga makanan. 

    Nah, kalau karyanya yang berjudul “No Internet Today” ini menggambarkan seorang laki-laki yang duduk di depan komputernya namun hanya memainkan “game dino”, yaitu permainan dinosaurus yang muncul ketika komputer tidak terhubung ke jaringan internet.  Karya ini terjual pada bulan Desember 2020 di harga 1.5 ETH atau setara Rp87 juta (harga fluktuatif). Keren, kan?

    3. HumanRadio_NASAproject#01 by Venzha Christ

    Terakhir, animasi 3D NFT datang dari Venzha Christ, seorang seniman yang lekat dengan space art. Adapun karya ini adalah animasi 3D yang menampilkan sebuah antena besar yang terhubung dengan tubuh manusia sebagai medium sensornya.

    Sebenarnya animasi 3D keren yang di-NFT-kan ini sudah dipamerkan terlebih dahulu dengan nama “Listening for The Dark”. Karya ini bermula dari kerja sama ia dengan lembaga antariksa Amerika, NASA, di Art Museum di  tahun 2016. Barulah pada 13 Agustus 2021, NFT ini dirilis. 

    Itulah penjelasan gambar animasi 3D secara umum, pengadopsian NFT pada animasi 3D, hingga deretan gambar animasi 3D keren yang sudah di-NFT-kan asal Indonesia. Yuk, bagi Anda pekerja seni, daftarkan diri Anda  dan pamerkan karya Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 NFT Sports Terpopuler di Tahun 2021

    Demam NFT seakan berhasil memasuki semua sendi kehidupan. Siapa yang menyangka, jika NFT mulanya hanya marak diperbincangkan di kalangan pekerja seni saja, kini hampir semua ranah sudah mengadopsinya. Tak terkecuali ranah olahraga. Banyak orang yang menggemari dan menggeluti bidang ini memanglah merupakan potensi untuk kehadiran NFT sports

    Biar nggak ketinggalan hype-nya NFT di bidang olahraga ini, yuk, baca terus artikelnya! 

    Apa itu NFT Sports?

    NFT Sports adalah kepemilikan sertifikat aset digital di bidang olah raga. Biasanya pengadopsian NFT di bidang olahraga sendiri dapat berbentuk artwork digital dari sang atlet. Namun terbaru, Sorare hadir dengan pengalaman permainan game virtual. Tujuan dari pengadopsian NFT tak lain menjalin kedekatan para atlet bersama penggemar mereka. Klub olahraga lainnya, menggunakan NFT sebagai cara baru dalam menciptakan pendapatan baru. Selain itu, proyek NFT lainnya ada juga yang memiliki tujuan untuk kegiatan amal. 

    Baca juga Wajib Tahu! Inilah Ragam NFT yang Diperjualbelikan

    5 Deretan NFT Sports di Tahun 2021

    Nggak cuma sekedar kerja sama yang menerbitkan NFT perseorangan, beberapa proyek NFT juga dilakukan bersama lembaga olahraga. Berikut kami hadirkan 5 deretan proyek NFT sports yang pernah dan akan terjadi di tahun 2021: 

    1. NFT Formula 1

    Formula 1 NFTDilansir dari CNBC Indonesia (16/11), ajang perlombaan balap mobil dunia Formula 1 baru saja menjalin kemitraan bersama dengan Crypto.com, platform jual beli aset kripto pada akhir Juni tahun ini. Salah satu kesepakatan yang dihasilkan dari kemitraan ini  adalah hadirnya format kualifikasi baru yang disebut Sprint Qualifying untuk menentukan posisi start pada sesi balapan. 

    Selain itu, kesepakatan paling menarik dari kerja sama ini adalah Crypto.com akan menjadi mitra NFT (non-fungible token) bagi Formula 1. Nantinya Crypto.com akan mengembangkan NFT eksklusif di mana tujuannya sebagai cara baru dalam menghubungkan antara penggemar dengan olahraga. 

    2. NFT Messi

    NFT Sport - MessiLionel Messi, pesepakbola yang memiliki banyak fans ini turut meramaikan pasar NFT. Tepatnya pada 21 Maret 2021, Messi bersama Ethernity meluncurkan koleksi di NFT marketplace  bernama “Messiverse”. 

    Peluncuran koleksi NFT ini menggaet dua seniman digital ternama, yaitu BossLogic dan Impossible Brief.  Adapun kelima keping NFT tersebut terdiri dari The Golden One, The Man From Tomorrow, The Man of The Past, The King Piece, dan The Magician. Nggak main-main, salah satu NFT bertajuk The Golden One berhasil ditawar dengan harga US$1.128.815. Wow! 

    Baca juga : Yuk, Intip Koleksi NFT Art Messi yang Bertajuk ‘Messiverse’

    3. NFT La Liga 

    La Liga, salah satu liga sepakbola terbesar di dunia melakukan kemitraan NFT bersama Sorare pada 10 September 2021. Kerja sama keduanya menghasilkan peluncuran token yang tidak bisa ditukarkan bagi seluruh pemain. Sorare sendiri merupakan sebuah platform game sepak bola fantasi yang berjalan menggunakan teknologi blockchain Ethereum

    Pada Sorare, pemain dapat membeli, menjual, berdagang serta mengelola tim virtual mereka menggunakan kartu pemain digital. Nantinya dengan penawaran ini, para fans, kolektor, dan juga player game fantasy Sorare dapat bebas berdagang dan bermain kartu digital pemain dari La Liga juga. 

    4. NFT José Mourinho 

    NFT Jose Mourinho

    Berbicara sepakbola, rasanya nggak cuma para pemain yang memiliki daya tarik untuk fans-nya. Di sana, ada sosok figur pelatih yang juga punya fansnya tersendiri. Sebut saja salah satunya José Mourinho, pelatih klub sepakbola AS Roma.

    Makanya hal inilah yang membuat Jose Mourinho bersama MasterCard telah mencetak NFT pertamanya yang berbentuk animasi sepakbola digital dengan tanda tangan Mourinho di salah satu panelnya. NFT ini tidak dijual bebas melainkan nantinya Mastercard akan memilih secara acak salah satu pemegangnya di Inggris untuk memenangkan NFT ini. 

    5. NFT Kobe Bryant

    NFT Kobe BryantTerakhir, ada NFT KB24 yang merupakan proyek yang terinspirasi oleh pemain basket legenda dunia Kobe Bryant. NFT ini mewakili 8 foto hitam putih milik Kobe Bryant yang diambil saat ia berusia muda di tahun 1999 silam. 

    Nantinya NFT ini dilelang di NFT Cryptograph dengan nilai awal setiap NFT akan menjadi 0.08 ETH atau sekitar US$250. Adapun 10% dari hasil penjualan dari NFT ini akan disumbangkan ke Yayasan Mamba dan Mambacita Sports, sebuah yayasan yang dibuat untuk membantu anak-anak kurang mampu agar mampu berlatih atletik. 

    Itulah beberapa proyek NFT sports yang pernah dilakukan. Tertarik untuk terjun langsung ke dunia NFT? Segera kunjungi TokoMall dan daftarkan diri Anda sebagai Official Partner atau Creator!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini 3 Kartu Pokemon Termahal. Mau Koleksi Juga? Baca Ini!

    Siapa yang di sini penyuka Pokemon? Tahukah Anda, Shadowless Charizard cetakan pertama resmi menjadi kartu Pokemon termahal saat ini. Pada Februari 2021 lalu, TGC atau trading card game dari universe Pokemon tersebut berhasil terjual dengan harga yang tak biasa, sekitar US$300.000. Cek berikut apa saja kartu Pokemon termahal yang sudah pernah terjual.

    Daftar Kartu Pokemon Termahal Hingga Saat Ini

    Berikut kami hadirkan 3 kartu pokemon termahal yang ada dunia.

    1. First-Edition Shadowless Charizard Holo (sekitar US$ 300.000)

    Kartu pokemon ini menjadi mahal karena ia memiliki hologram yang dapat bersinar dan berkilau. Kartu ini pun tersedia dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan kartu yang lainnya. Istimewanya lagi kartu ini merupakan cetakan pertama tanpa bayangan.

     2. No. 2 Trainer Promo Card (US$ 200.000)

    Kartu pokemon No.2 Trainer Promo Card merupakan salah satu kartu pokemon yang cukup langka. Untuk Gold Card-nya sendiri bisa diperkirakan bernilai sekitar US$200.000!

    3. #4 Kangaskhan – Parent/Child Promo Card ($133,000)

    Kartu #4 Kangaskhan – Parent/Child Promo Card merupakan salah satu kartu paling bergengsi dunia. Banyak orang yang memperebutkan kartu ini. Setidaknya saat ini kartu unik ini di harga sekitar US$133.000

    Tak hanya itu, kartu pokemon termahal datang juga dari koleksi yang sudah di-NFT-kan. Sebut saja koleksi dari Logan Paul yang berhasil mengumpulkan uang hingga US$504.990 dari total penjualan koleksinya. 

    Koleksi Kartu Pokemon Digital

    Koleksi Kartu Pokemon DigitalDunia sudah berubah dan teknologi terus berkembang. Hal-hal yang dulu dilakukan secara manual, kini menjadi lebih praktis dengan format digital. Salah satunya adalah aktivitas mengoleksi kartu Pokemon. Dulu, untuk mengumpulkan kartu Pokemon, Anda harus membeli fisik kartu. Namun, kini kartu-kartu tersebut hadir dalam format digital, lho!

    Lalu, apa bedanya kartu berformat digital dengan file gambar yang bisa diunduh di internet secara gratis? 

    Kartu Pokemon digital tersebut lebih dari sekadar file gambar karena telah terhubung dengan sistem NFT atau Non-Fungible Token. Dengan pengadopsian NFT, kartu Pokemon memiliki sertifikat autentikasi khusus yang sulit untuk dipalsukan. Katakanlah Anda memiliki satu kartu Bulbasaur first edition yang telah mengadopsi mekanisme NFT, maka yang bisa dikatakan sebagai pemilik kartu tersebut di dunia ini hanyalah Anda seorang. Kecuali jika ada kartu Bulbasaur first edition lain yang didaftarkan sebagai NFT.  

    Awal Mula Perkembangan NFT Kartu Pokemon

    Perkembangan kartu koleksi kartu Pokemon termahal sebagai aset NFT tentu tidak terjadi begitu saja. Transformasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Faktor pertama adalah naiknya minat untuk mengoleksi kartu Pokemon itu sendiri.

    Data dari eBay menunjukkan bahwa transaksi jual beli TGC meningkat hingga 142% pada 2020. Artinya, ada lebih dari 4 juta kartu koleksi yang terjual di platform jual-beli tersebut. Pokemon sendiri menjadi TGC terlaris dengan peningkatan hingga 574% yang kemudian diikuti kartu koleksi basket dan bisbol.

    Faktor kedua adalah industri blockchain yang semakin ramai. Teknologi blockchain memungkinkan para kolektor dapat “mengamankan” koleksi kartu mereka. Melalui NFT, mereka bisa melekatkan nomor seri yang sulit ditiru dan dipalsukan pada tiap kartu. Adanya NFT berfungsi sebagai semacam sertifikat yang memastikan keaslian sekaligus kepemilikan kartu koleksi digital.

    Baca Juga: Sotheby’s Siap Merambah Menjadi Rumah Lelang Seni NFT

    Kesuksesan Kartu Pokemon Termahal Sebagai NFT

    Box Break NFT - Logan

    Photo Credit: Logan Paul Status on Twitter

    Kombinasi antara popularitas kartu Pokemon dengan teknologi NFT berhasil dibuktikan oleh Logan Paul. Paul yang merupakan seorang influencer dan YouTuber asal Amerika Serikat melakukan minting pada koleksi kartunya di bulan Februari 2021 lalu. Kartu Pokemon hasil minting tersebut kemudian dilelang sebagai NFT.

    Lelang yang merupakan kolaborasi Paul dengan Bondly Finance tersebut menawarkan kartu Pokemon Booster Pack edisi pertama. Tiap NFT pada koleksi yang dikeluarkan oleh Wizards of the Coast ini memiliki tingkat kelangkaannya masing-masing. Beberapa bahkan tergolong sebagai kartu Pokemon termahal yang sangat sulit untuk didapatkan.

    Mulai Koleksi Kartu Pokemon NFT

    Bagi Anda yang memang tertarik untuk mengoleksi kartu Pokemon NFT, tak harus repot-repot mengumpulkan kartu fisiknya dan melakukan minting sendiri. Pasalnya, kini sudah tersedia layanan yang memang menyediakan kartu Pokemon NFT untuk dikumpulkan dan dikoleksi. Anda bahkan bisa menjadikan kartu koleksi tersebut sebagai aset investasi digital.

    Layanan tersebut bisa Anda temukan di OpenSea. Hingga artikel ini ditulis, OpenSea sebagai NFT marketplace menawarkan 60 jenis kartu Pokemon NFT seperti Snivy, Pansage, Virizion, Lilligant, dan Gensect. Untuk harganya sendiri, seluruh kartu ditawarkan dengan harga awal 0,1 ETH.

    Selain OpenSea, Anda juga bisa mulai berburu kartu Pokemon NFT melalui Digible. Situs yang satu ini memang mengkhususkan diri untuk menyediakan platform NFT khusus barang-barang koleksi. Jenis kartu Pokemon yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari Pokemon Jungle 1st Edition hingga Pokemon Gym Heroes 1st Edition.

    Penerapan mekanisme NFT yang didukung blockchain terbukti mampu meningkatkan nilai kartu Pokemon. Bukan hanya itu, kartu Pokemon NFT juga lebih terjamin karena autentikasinya bisa langsung dipastikan ketika Anda membelinya.

    Ingin mulai terjun di dunia NFT atau ingin mengoleksi kartu Pokemon termahal seperti Logan Paul? Anda bisa mulai dari TokoMall. Di TokoMall, Anda bisa menemukan NFT edisi terbatas eksklusif dari brand dan artist Indonesia pilihan. Yuk, dapatkan koleksi NFT pertama Anda melalui TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Tahapan Pembuatan 3D Modelling dan Potensinya dalam NFT

    Pernahkah Anda mendengar soal 3D modelling? Atau justru sekarang Anda sedang menggeluti profesi sebagai seorang 3D modeller? Melalui NFT, Anda bisa mendapatkan income tambahan dengan menjual karya 3D modelling. Untuk mengetahui mekanismenya, simak ulasannya berikut ini!

    Apa itu 3D modelling?

    3D modelling sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut proses pembuatan model objek menggunakan grafik komputer. Proses ini tidak hanya sekadar mengubah objek 2D menjadi timbul. Namun, 3D juga mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti tekstur, bentuk, volume, dan tentunya ukuran objek sehingga visualisasi objek bisa mendekati wujud aslinya.

    Sejarah 3D modelling

    Teknik modelling 3D awalnya hanya digunakan untuk tujuan ilmiah. Penggunanya pun terbatas pada profesional yang membuat model matematika atau analisis data. Namun, penggunaan 3D kemudian berkembang saat Ivan Sutherland dan David Evans membuka jurusan teknologi di University of Utah. Dari jurusan tersebut, Sutherland dan Evans menemukan banyak talenta berbakat yang mendorong mereka untuk mendirikan perusahaan grafis 3D komersil.

    Di zaman modern seperti sekarang, pemanfaatan grafis 3D semakin berkembang. Sebab, 3D modelling menawarkan pengalaman unik yang tidak bisa diberikan format desain lainnya. Nilai sebuah kreasi yang dijadikan 3D pun bisa mengalami peningkatan, baik dari segi artistik maupun ekonomisnya.

    Tahap pembuatan 3D modelling

    Dilansir dari Markey, berikut beberapa tahapan untuk menghasilkan model 3D:

    Steps 3D Modeling

    1. Pembuatan model 2D
    Pertama-tama, Anda harus membuat model 2D. Tentukan dulu model yang ingin dicetak dalam format 3D. Saat ini, Anda bisa memanfaatkan software komputer pada tahap yang sering disebut sebagai motion capture. Salah satu jenis software yang sering digunakan adalah Adobe Photoshop.

    2. Membuat dasar model
    Jika sudah ada model 2D, mulailah membuat dasar model 3D. Ada tiga metode yang bisa Anda ikuti untuk membuat dasar model, yaitu polygon, sub-division, dan NURBS. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Metode NURBS, misalnya, cocok untuk membuat model yang organik seperti anatomi tubuh manusia.

    3. Rendering
    Langkah selanjutnya adalah rendering yang merupakan bagian akhir dari pembuatan model. Dalam tahap rendering, seluruh data yang Anda buat di tahap pembuatan model akan diproses menjadi sebuah output. Perlu diingat, resolusi yang standar untuk rendering menurut PAL system adalah 720×576 pixels.

    4. Texturing
    3D modelling tidak akan lengkap tanpa texturing. Pada tahap ini, objek diberikan karakteristik khusus yang sesuai dengan strukturnya. Anda bisa memberikan pola, variasi warna, hingga menentukan tingkat kehalusan permukaan objek.

    5. Image dan display
    Image dan display merupakan tahap terakhir dalam pemodelan 3D. Jangan sampai melewatkan tahap ini agar output image dari model yang Anda buat memiliki hasil yang baik. Bisa dibilang, tahapan ini merupakan langkah koreksi untuk membandingkan output model dengan rancangan awalnya.

    Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ini Dia Perbedaan Seni dan Desain!

    Potensi 3D modelling dalam NFT

    Nah, bagi Anda 3D modeller, saat ini ada peluang baru yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan dari pemodelan 3D. Peluang tersebut bernama NFT atau Non-Fungible Token. Melalui NFT, Anda bisa memamerkan karya 3D kepada publik, bahkan tidak menutup kemungkinan jika karya Anda akan dikenal di pasar internasional.
    Menariknya lagi, di dunia NFT, Anda tidak perlu khawatir dengan masalah plagiasi dan orisinalitas karya. Sebab, saat karya Anda menjadi NFT, maka karya tersebut akan memiliki nomor serial khusus. Nomor serial tersebut bertindak sebagai sertifikat autentikasi yang menandakan kepemilikan sekaligus keaslian karya.
    Model transaksi karya seni melalui NFT ini telah terbukti keberhasilannya. Salah satu transaksi jual-beli karya seni paling berhasil dalam sejarah NFT adalah terjualnya karya NFT berjudul Everydays: The 5000 First Day milik seniman Beeple. Karya tersebut terjual dengan harga yang fantastis, yaitu sekitar US$69 juta.

    The 5000 First Day

    Sudah memiliki karya 3D modelling dan ingin menjualnya di NFT marketplace sebagai NFT? Anda bisa bergabung sebagai Official Partner TokoMall. Di TokoMall, Anda bisa langsung mulai memamerkan kreasi 3D terbaik dan berinteraksi dengan para kreator. Proses pendaftaran akun TokoMall mudah dan tidak makan waktu lama. Segera daftarkan diri Anda dan tunjukkan karya 3D modelling terbaik bersama TokoMall. Klik di sini untuk informasi lebih lanjut!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Apakah Anda sering mengunjungi pameran seni rupa? Jika sering, maka sudah saatnya Anda mengetahui bahwa bentuk karya seni yang Anda temui kemungkinan besar terdiri dari dua jenis, yaitu karya seni rupa murni dan karya seni rupa terapan. Keduanya memang serupa, tapi tidak sama, lho. Yuk, simak penjelasan lengkapnya beserta perkembangannya dalam adopsi NFT!

    Pengertian Karya Seni Rupa Murni

    Mengutip dari Kompas.com, karya seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan dengan mengutamakan keindahan dan estetika dari karya seni itu sendiri dibandingkan dengan fungsi. Umumnya, seniman menciptakan jenis karya seni rupa ini untuk memuaskan dirinya sendiri, dengan memanfaatkan aliran serta gaya yang dimiliki oleh seniman itu sendiri.

    Dikarenakan karya seni ini cenderung dibuat dengan preferensi seniman, maka seringkali apresiasi seni yang bisa dilakukan terhadap seni rupa murni hanya dengan menikmati visual yang disajikan saja. Sebab, seni rupa murni tidak dibuat untuk memenuhi tugas tertentu dan berfungsi bagi kehidupan sehari-hari.

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Perbedaan Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

    Meski selalu berdampingan, seni rupa murni dan terapan adalah dua hal yang berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan di antara keduanya:

    1. Definisi

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, seni rupa murni merupakan jenis seni rupa yang lebih memfokuskan pada nilai keindahan dan sifatnya cenderung bebas atau freehand, sesuai dengan keinginan seniman. 

    Sebaliknya, seni rupa terapan merupakan jenis seni rupa yang mengutamakan nilai teknis dan penerapannya dalam kehidupan. Meski begitu, seni rupa terapan juga tetap memperhatikan nilai estetika, hanya saja tidak sedominan seni rupa murni.

    2. Tujuan

    Seni rupa murni memiliki tujuan yang cenderung lebih personal, yaitu untuk memenuhi kepuasan senimannya. Hal ini sesuai dengan nilai yang ditanamkan saat menciptakan karya seni rupa murni, yaitu mencapai keindahan sesuai dengan preferensinya. Seni rupa yang satu ini tidak bertujuan untuk menjadi sebuah karya seni yang fungsional.

    Sementara itu, seni rupa terapan berbanding terbalik. Seni rupa terapan justru dibuat berdasarkan tujuan yang ditetapkan di awal. Tujuannya bisa bermacam-macam tergantung pada kemampuan dan kebutuhan sang seniman, tetapi umumnya untuk komersial dan menjadi sesuatu bisa diterapkan dalam kehidupan.

    3. Bentuk

    Dari segi bentuk, seni rupa murni yang banyak ditemukan adalah berupa lukisan, patung, pahatan, kriya, gerabah, koreografi, hingga masih banyak lagi. 

    Di sisi lain, seni rupa terapan biasanya berbentuk fotografi, arsitektur, ukiran, batik, seni grafis, hingga fashion. Berbeda dengan seni rupa murni, bentuk seni rupa terapan lebih bersifat komersial dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Perkembangan Adopsi NFT oleh Seni Rupa Murni

    Jika melihat beberapa waktu ke belakang, adopsi NFT sedang gencar-gencarnya dilakukan di seluruh dunia. Selain menandakan bahwa masyarakat sudah mulai terbuka dengan teknologi blockchain, hal ini juga menandakan adanya perubahan bagi dunia seni.

    Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya penjualan NFT yang ada di seluruh dunia. Dilansir dari DappRadar, volume penjualan NFT di seluruh dunia pada Q3 2021 tercatat senilai 10,3 miliar USD, naik 10 kali lipat dari Q1 dan Q2.

    Para seniman yang tertarik untuk menerbitkan NFT secara bersamaan harus mendigitalisasi karya seni miliknya. Meski begitu, hal ini tidak menutup kesempatan bagi para seniman rupa dan konvensional untuk ikut bergabung dan mengadopsi NFT. Hal ini diawali dengan tokenisasi karya seni rupa murni milik Andy Warhol, seniman pop-art ternama, berjudul “14 Small Electric Chairs” pada tahun 2018.

    14 Small Electric Chairs

    Mengutip situs Gemini, lukisan senilai 5.6 juta USD ini berhasil digitalisasi ke blockchain dibantu dengan lelang 30% bagian dari lukisan oleh Maecenas, kemudian menghasilkan penjualan senilai 1.7 juta USD.

    Para kolektor dapat membeli sebagian dari karya seni tersebut dengan BTC, ETH, juga ART koin. Para kolektor memiliki kepemilikan atas sebagian lukisan tersebut, lengkap dengan kode unik yang akan menjamin keasliannya.

    Peristiwa lain yang juga mendorong peningkatan adopsi NFT adalah penjualan seni digital karya Beeple, berjudul “Everydays: The First 5000 Days”, dalam bentuk NFT di Christie’s pada Maret 2021 lalu. NFT tersebut berhasil terjual di Christie’s seharga 69 juta USD, lho! Berkat peristiwa tersebut, adopsi NFT terus meningkat sampai sekarang dan juga merambah ke dunia seni rupa murni atau fine art.

     Francesco Clemente

    Selain digitalisasi fine art menjadi NFT, kini juga sudah ada NFT marketplace yang secara khusus dibuat untuk para seniman rupa murni yang ingin terjun ke dunia NFT, bernama ArtOfficial. Marketplace ini merupakan hasil kerja sama antara gallerist Vito Schnabel dan biro konsultan VaynerNFT. Koleksi NFT yang diluncurkan di Art Official berasal dari lukisan hasil karya fine artist ternama asal Italia, Francesco Clemente. 

    Masa Depan Seni Rupa Murni dalam NFT

    Tidak bisa dipungkiri, karya seni rupa murni telah ada sejak lama dan menjadi objek pertukaran dan jual-beli oleh para kolektor juga pegiat karya seni. Melihat kehadiran NFT, tidak menutup kemungkinan bagi fine artists untuk merilis karya seni miliknya dalam bentuk digital atau NFT, khususnya karya seni lukisan. 

    Mengingat banyak sekali fine artists yang terus-menerus hidup dalam seni konvensional, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan di NFT. Dengan NFT, seniman konvensional bisa merasakan sensasi pameran dan penjualan karya seni yang tentunya lebih cepat dan praktis berkat peran teknologi blockchain.

    Akan tetapi, dalam migrasi dari fine art ke NFT, diperlukan perubahan sikap dan pandangan dari para seniman rupa juga kolektor seni konvensional. Dengan NFT, para kolektor tidak bisa lagi menilai suatu karya seni hanya dari keterampilan dan bahan baku yang digunakan saja. Sebab, akan banyak hal baru yang ternyata berpengaruh dalam menentukan value dari karya seni NFT. 

    Baca juga: Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya dalam Mendapatkan Cuan

    Jadi, sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia NFT, pegiat karya seni rupa murni harus tetap memiliki perencanaan yang matang dan sesuai dengan segala pertimbangan yang ada, ya! Bagi Anda para fine artists yang tertarik dengan NFT, cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi www.tokomall.io dan registrasi akun TokoMall Anda sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masa depan NFT dan Peluang Besar yang Menjanjikan

    Belakangan ini, NFT selalu saja menjadi buah bibir, entah itu di media sosial maupun melalui pemberitaan. NFT dianggap sebagai sebuah metode investasi masa depan. Benarkah demikian? Selain itu, bagaimana perkembangan dan masa depan NFT nantinya, termasuk di Indonesia? Mari simak pembahasannya berikut ini!

    Membahas soal masa depan NFT tak akan lengkap tanpa membahas sejarahnya. NFT pertama yang terlacak di dunia adalah “Quantum” yang diciptakan Kevin McCoy pada 2014 dan dipresentasikan pada konferensi Seven on Seven New Museum, New York. Saat itu, NFT dianggap sebagai sebuah teknologi untuk monetisasi grafik.

     masa depan NFT - Kevin McCoy

    NFT Pertama di Dunia, “Quantum” (2014) oleh Kevin McCoy

    Sejak saat itu, NFT terus berkembang. Pada 2015, proyek NFT pertama yang bernama Etheria diluncurkan. Meski begitu, NFT baru benar-benar terdengar oleh publik pada akhir tahun 2017 saat proyek CryptoKitties viral. CryptoKitties merupakan proyek NFT berbasis online game atau NFT game. Dalam game tersebut, para pemain bisa bertukar kucing dalam dunia virtual.

    Popularitas NFT mencapai puncaknya pada tahun 2021, diawali dengan seniman digital ternama yaitu Beeple yang merilis NFT art pertamanya dengan judul “Everyday: The First 5000 Days”. Berkat popularitasnya tersebut, blockchain yang menjadi buku besar’ bagi NFT pun makin pesat perkembangannya hingga melahirkan tiga raksasa, yaitu Ethereum, Flow, dan Tezos. Kini, NFT menjadi alat untuk memperdagangkan aset digital, terutama yang berhubungan dengan seni atau NFT art.

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?

    Apakah NFT Art Menguntungkan Seniman?Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, NFT kini digunakan sebagai alat komodifikasi aset digital yang berhubungan dengan seni. Lalu, apakah dengan begitu seniman akan diuntungkan dengan adanya NFT?

    Jawabannya, ya. NFT membuka peluang bagi para seniman termasuk digital artist untuk menjual karyanya secara langsung. Selain itu, NFT juga memberikan esensi penting karya seni, yaitu orisinalitas. Aset digital yang dijual dengan NFT tidak bisa digandakan karena sudah tersimpan dalam blockchain.

    Akan tetapi, bukankah karya digital dapat di-copy dan diunduh siapa saja? Nah, di sinilah letak keunikan NFT. Meski suatu karya bisa diperbanyak, tapi yang bisa dianggap orisinil hanya ada satu di dunia, dikarenakan dalam karya tersebut telah dipatenkan sebuah kode unik yang membuat karya tersebut otentik. Ibarat lukisan “The Starry Night” milik Van Gogh yang sudah direplikasi dan bahkan diubah medianya berulang kali, yang bisa dikatakan asli adalah tetap yang tersimpan di Museum of Modern Art.

    Masa Depan NFT di Sektor Lain

    Lalu, bagaimana dengan masa depan NFT? Benarkah NFT juga akan merambah ke sektor lain? 

    Selain digital art, kini NFT sudah mulai diterapkan pada beberapa hal lain, seperti musik dan bahkan interaksi sosial. Sebab, kepemilikan NFT sangat unik. Di satu sisi, NFT bisa memberikan kuasa kepada kolektor atas objek yang diciptakan oleh kreator. Namun, di sisi lain, kepemilikan tersebut juga terbatas. Berikut adalah beberapa rencana penerapan NFT pada beberapa sektor lain, beserta gambaran masa depannya.

    1.NFT dalam Real Estate

    NFT dalam Real EstateSelama ini, industri real estate dianggap sebagai sebuah investasi yang menjanjikan dan minim risiko. Namun, jika melihat situasi saat ini, sektor real estate rasanya sudah memasuki masa saturasi. Dapat dilihat dengan semakin sedikitnya luas tanah yang bisa dibangun dan risiko penipuan semakin besar. Dengan demikian, migrasi ke NFT bisa menjadi solusi.

    Dengan memindahkan sertifikat bangunan atau kontrak pembangunan real estate ke NFT dan menyimpannya dalam blockchain, investor bisa meminimalisir risiko penipuan. Di masa depan, bukan tidak mungkin lagi jika sertifikat bangunan konvensional akan berubah menjadi sebuah aset digital  yang tersimpan dalam blockchain.

    2. Kehidupan Sosial

    Sektor berikutnya yang berpotensi merasakan efek NFT adalah kehidupan sosial manusia. Bagaimana bisa? Saat ini, sudah terdapat  perusahaan yang mulai tertarik untuk menciptakan ‘dunia alternatif’ melalui Metaverse, gagasan milik pendiri Facebook yaitu Mark Zuckerberg. 

    Metaverse merupakan sebuah dunia virtual yang penggunaannya diharapkan bisa mendekati pengalaman di dunia nyata. Pasalnya, Metaverse akan memanfaatkan kelima teknologi yaitu media sosial, game online, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), hingga kripto. 

    Dalam Metaverse, Anda bisa menciptakan “‘kehidupan baru’”, berinteraksi dengan orang lain secara virtual tetapi dengan rasa yang nyata, hingga mengeksplor dunia baru tersebut. 

    Dikarenakan akan memanfaatkan teknologi kripto, Metaverse sendiri dinilai bisa mendorong penggunaan NFT ke jumlah yang lebih masif. 

    Jika penggunaan NFT diibaratkan dalam Metaverse, nantinya NFT akan berperan sebagai aset di dunia nyata. Seperti misalnya, untuk membeli avatar di Metaverse, Anda bisa menjual NFT art. Selain itu, nda juga dapat mengajak teman virtual untuk mendengarkan NFT music bersama-sama di rumah virtual.

    Dari sini, bisa disimpulkan bahwa popularitas NFT masih akan terus berjalan, lho. Bahkan, bisa dibilang baru dimulai. Ingin menjadi bagian dari perkembangan masa depan NFT di Indonesia? Tidak sulit, kok, Anda bisa bergabung sebagai Official Partner (kreator) dan juga Creator (kolektor) di TokoMall. Ayo daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terungkap! Ghozali “Everyday” Akan Terbitkan NFT Bergaya 3 Dimensi

    Sultan Gustaf Al Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang sukses mendulang uang milyaran rupiah dengan berjualan lebih dari 900 foto selfie bertenaga NFT, mengungkapkan bahwa dirinya akan menerbitkan NFT lain, bergaya 3 dimensi.

    Hal itu terungkap secara eksklusif di Youtube Channel “Waktunya Investasi Bitcoin (WIB)” Sabtu (15/1/2022) lalu. Channel ini dikelola oleh Blockchainmedia.id (PT Blockchain Media Indonesia).

    “Saya berniat membuat NFT yang berbeda dengan NFT selfie saya sebelumnya, yakni NFT yang mewakili gambar bergaya 3 dimensi,” sebut Ghozali di video itu. Menjawab pertanyaan Vinsensius Sitepu, Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id.

    Namun Ghozali enggan mengungkapkan lebih jauh gambar seperti apa yang akan dijadikannya NFT.

    Pun ia memastikan penerbitan NFT 3 dimensi itu tidak dalam waktu dekat, akan tetapi dipersiapkan setelah ia lulus kuliah. Ghozali saat ini duduk di semester ke-7 di Universitas Dian Nusantoro, Semarang.

    Baca jugaCrocs dan SEGA Bersiap Masuk NFT? Ini Tandanya

    Anomali Ghozali Berejeki Bak Gozilla

    Rejeki nomplok bak Gozilla yang diterima Ghozali pada fitrahnya anomali, karena sulit dijelaskan dengan akal sehat. Bagaimana tidak, pemuda lemah lembut itu, bukanlah orang terkenal sebelumnya, apalagi selebritas dan seniman fine art.

    Dengan duit milyaran rupiah, dan didapatkan dalam waktu sangat singkat. Praktis dia mengalahkan semua capaian para kreator NFT lainnya yang sudah lebih senior.

    Masyurnya Ghozali diperkuat dengan pemberitaan media massa, baik di dalam dan di luar negeri, termasuk diundang sebagai narasumber di akun Youtube Deddy Corbuzier pada 17 Januari 2022 lalu.

    Keanomalian ini pun semakin kental, karena gambar yang direpresentasikan oleh token di blockchain itu hanyalah gambar dirinya sendiri.

    Namun, nilai hype-nya tentu saja dari ketekunannya mengumpulkan semua gambarnya selama kurun waktu 5 tahun, mulai 2017 hingga 2021.

    Pun lagi, berdasarkan pengakuannya di video WIB itu, awalnya sekadar eksperimen sembari iseng-iseng mengetahui cara kerja NFT itu.

    “Saya sebenarnya tak menduga. Karena semua foto itu sebenarnya akan dibuatkan menjadi video time lapse. Tapi, akhirnya saya memutuskan menerbitkan NFT-nya masing-masing di OpenSea dan mencari tahu apakah pasar meliriknya,” katanya

    Ghozali tak menyangka, pasar menyambutnya positif, karena masuk ketegori unik dan langka, bahwa seorang pemuda yang “bukan siapa-siapa”, ‘nyeleneh’ menerbitkan NFT atas gambarnya sendiri.

    Dan Ghozali memastikan, sebagai bagian dari eskperimen dan kembara kripto-nya itu, ia kerap mempromosikan ke media sosialnya, termasuk forum-forum terkait NFT di Indonesia. Dan buahnya sudah ia rasakan sendiri, hingga memantik orang lain membuat NFT mirip gayanya, hingga membajak fotonya sendiri menjadi NFT yang berbeda.

    Baca jugaApa Itu SandBox (SAND) Crypto?

    Di sisi lain, capaian Ghozali, apapun alasan bahwa ini memang anomali dan cenderung absurd, mahasiswa yang satu ini berhasil mendorong adopsi kripto oleh publik secara luas dan pada akhirnya mengikat perkembangan NFT lebih apik lagi.

    Setidaknya pun, absurditas ini selaras dengan kelemahan teknologi NFT itu sendiri, bahwa duplikasi dan replikasi tidak bisa dihindari (baca replikasi gambar NFT Ridwan Kamil ini), termasuk kecurigaan bahwa ada entitas tertentu di balik pembelian ini alias adanya sponsorship.

    Selamat sekali lagi untuk Ghozali. Warga kripto +62 menantikan karyamu selanjutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Dia Program Senpai Anime Sebuah Kolaborasi NFT dan Anime

    Pengadopsian NFT telah memasuki hampir seluruh sektor. Setelah berhasil booming pada teknologi dan seni, kini kabar pengadopsian NFT pada ranah pop culture pun juga mencuat. Sebut saja JYP dan SM Entertainment, sebagai sedikit bagian dari yang telah bergabung dan merilis NFT KPop-nya. Di sisi lain, anime sebagai salah satu pop culture dari Jepang yang banyak peminatnya ini pun turut menghadirkan NFT. Senpai anime adalah aliran anime dipilih yang kemudian menjadi titik awal proyek yang bernama Project Senpai.  

    Supaya gak penasaran, yuk, baca terus artikel ini!

    Baca Juga: Tak Mau Kalah, JYP dan SM Entertainment Ikut Rilis NFT KPop

    Kenalan dengan Senpai Anime

    Sebelum berbicara mengenai Proyek Senpai-nya, mari kita bahas anime terlebih dahulu. Anime adalah animasi atau kartun dari Jepang yang mempunyai keunikannya tersendiri.  Istilah senpai sendiri sangat sering ditemui di anime. Sebenarnya senpai sendiri adalah ungkapan panggilan yang dikhususkan untuk seseorang yang dianggap lebih lama atau tua. Biasanya, ini ditujukan untuk menunjukkan rasa hormat. 

    Dilansir dari Honey’s Anime, terdapat beberapa senpai anime punya karakter yang kuat dan terkenal. Salah satunya adalah Tomoe Mamie dari anime Madoka Magica. Senpai anime yang telah rilis di tahun 2011 ini memiliki 12 episode. Tomoe Mamie melakukan bagiannya sebagai senpai untuk Madoka dan Sayaka. Di anime ini Mamie, mengajari keduanya untuk menjadi gadis penyihir.

    Proyek Senpai? Apa tuh?

    Project Senpai anime

    Sumber: https://whitepaper.projectsenp.ai/

    Dilansir dari NewsBTC.com, Proyek Senpai adalah penciptaan ekosistem NFT pada anime bersama kripto, yang juga dilengkapi dengan beberapa fitur Decentralized Finance (DeFi). Proyek ini berdiri di blockchain Ethereum, sehingga pada ekosistemnya mencakup token utilitas ERC20 bernama SENPAI dan token sekundernya bernama KOHAI. Gak hanya itu, pada proyek ini pun terdapat kartu NFT anime Waifus ERC-1155 serta desain cat air anime yang terlihat nyata. 

    Berdasarkan Official Website-nya, proyek ini bermula dari pengumpulan konsep dan ide di bulan Januari 2020. Seiring berjalannya waktu dan pengembangannya, akhirnya NFT pertama terjual di bulan Maret tahun ini. Masih di bulan yang sama, token utilitasnya yang bernama SENPAI pun dibuat, dijual, dan di-listing pada platform Uniswap, Coinmarketcap, dan juga Coinpaprika . Barulah selang sebulan berikutnya, token SENPAI juga listing di Coingecko. 

    Apa yang Bisa Dilakukan pada Proyek Senpai?

    Anime Senpai chan

    Sumber: Photo Credit by Whitepaper Project Senpai

    Nah, setelah tahu proyeknya, lalu apa aja sih yang bisa kita lakukan di Proyek Senpai, program penggabungan NFT dan anime tersebut?

    Saat ini, setidaknya ada 2 hal utama yang bisa Anda lakukan di proyek ini. Pertama, Anda bisa mengoleksi kartu NFT dan juga melakukan proyek pada tokennya, SENPAI. Sedangkan itu, hal lain yang masih menjadi pengembangan dari proyek ini adalah hadirnya Club Senpai

    1. Koleksi NFT 

    Pertama-tama, rasanya gak lengkap kalau kita gak berbicara tentang koleksi NFT yang ada di Proyek Senpai! Nah, pada proyek ini ada dua format berbeda yang bisa Anda pilih untuk dikoleksi. Pertama, koleksi NFT yang bergaya chibi, dan kedua adalah koleksi yang berbentuk desain cat air (namun masih bergaya chibi). 

    Yang menarik adalah keduanya tetap dibuat dengan style khas Jepang. dibuat dengan tangan, dan tentunya terbatas. Setidaknya, tiap desain butuh waktu mulai dari 2 hingga 4 minggu, lho! Lalu, kartu NFT ini diklasifikasikan ke dalam 4 kategori sesuai dengan kelangkaannya: perunggu (50 mint), perak (25 mint), emas (5 mint), dan hitam (1 mint).  

    2. Proyek pada Token SENPAI

    Adapun 3 cara yang bisa Anda lakukan pada token SENPAI antara lain, staking token SENPAI, trading card game, dan holding token SENPAI. Pertama, pada staking SENPAI nantinya Anda akan mendapatkan insentif untuk memegang setiap token SENPAI dan mendukung ekosistem proyek. Nah, staker akan menerima token KOHAI yang baru dicetak. 

    Kedua adalah dengan NFT trading card game, di mana Anda akan memperoleh SENPAI dengan farming menggunakan token SENPAI. 

    Terakhir, pemegang token SENPAI akan berpotensi mendapatkan hadiah token SENPAI holding di masa yang mendatang setelah proyek ini terus berkembang. Nah, SENPAI holding ini akan terdiri dari token KOHAI dan juga ETH (diperoleh dari pembelian NFT KOHAI saja), serta persentase dari biaya yang diperoleh dari penjualan NFT marketplace di NFT OpenSea. 

    Baca Juga: Wajib Tahu, Inilah Ragam NFT Jenis NFT yang Diperjualbelikan!

    Tak hanya keseruan yang dihadirkan pada senpai anime yang menjadikan cikal bakal Project Senpai.  Hadirnya Proyek Senpai yang merupakan proyek penggabungan antara NFT dan anime ini untuk menciptakan ekonomi berbasis NFT pada sektor pop culture. Mengingat, JPop sendiri mempunyai penggemarnya di seluruh dunia dan Indonesia. Jadi, gimana? Tertarik untuk segera terjun untuk koleksi NFT? 

    Yuk, daftarkan diri Anda di NFT marketplace Indonesia, TokoMall milik Tokocrypto sekarang juga! Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ untuk informasi lengkapnya. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pahami Apa Itu Karya Seni Mozaik dan Perannya dalam Dunia NFT

    Karya seni mozaik merupakan jenis karya rupa yang memanfaatkan berbagai jenis bahan dalam pembuatannya. Mozaik sangat unik karena merangkai beberapa benda berbeda hingga menjadi suatu kesatuan yang indah. Biasanya, mozaik menggunakan potongan kertas atau kaca untuk membentuk sebuah karya seni. Namun, dalam perkembangannya, mozaik pun hadir dalam format digital.

    Mozaik berformat digital ini bahkan terus berkembang hingga akhirnya merambah ke dunia non-fungible token (NFT). Sebelum melihat seperti apa geliat karya seni mozaik dalam dunia NFT, yuk kenalan dengan karya seni mozaik terlebih dulu!

    Mengenal karya seni mozaik

    Mengenal karya seni mozaik

    Karya seni mozaik pada dasarnya adalah suatu proses kreatif untuk menyatukan beberapa benda yang berbeda, baik dari segi bahan, tekstur, warna, maupun pola hingga menjadi objek baru yang bernilai seni.

    Seni mozaik sendiri memiliki sejarah panjang. Mozaik tertua pernah tercatat ditemukan pada peradaban Mesopotamia, sekitar 3.000 tahun sebelum masehi. Pada zaman dahulu, mozaik bahkan dianggap sebagai karya seni tinggi karena fungsinya sebagai ornamen dekorasi untuk kuil pemujaan atau tempat ibadah seperti gereja dan masjid.  

    Untuk bisa menciptakan mozaik yang indah dan bernilai seni tinggi tentu tidak mudah. Diperlukan ketelitian tinggi terhadap detail bahan yang digunakan. Proses mozaik akan semakin sulit lagi jika Anda menggunakan bahan yang sulit untuk diubah bentuknya seperti keramik atau batu granit.

    Perkembangan mozaik

    Dalam perkembangannya, karya seni mozaik juga hadir dalam format digital dan juga photomosaic (photographic mosaic). Inovasi tersebut muncul saat Joseph Francis menciptakan sebuah poster bertajuk Live from Bell Labs. Poster tersebut menampilkan potret seorang perempuan yang dibentuk dari beberapa foto berukuran kecil.

    Live from Bell Labs - Karya seni Mozaik

    Jika potret tersebut diperbesar, maka akan tampak beberapa foto yang ukurannya lebih kecil. Rangkaian foto-foto tersebut bisa membentuk sebuah objek baru karena disusun berdasarkan warna yang sesuai. Misalnya, untuk membentuk wajah manusia, maka dipilihlah beberapa foto dengan warna dasar coklat.

    Baca juga: Lakukan Strategi Berikut Sebelum Mulai Minting NFT!

    Karya seni mozaik dalam NFT

    Mozaik digital kembali populer saat NFT ramai dibicarakan publik. Beberapa digital artist yang berkecimpung di dunia NFT memang menawarkan karya seni berupa mozaik digital. Popularitas mozaik di dunia NFT mencapai puncaknya saat Everydays: the First 5000 Days, sebuah karya seni mozaik dari Beeple, terjual dengan harga fantastis sekitar USD 69 juta pada Maret 2021 lalu.

    Karya seni mozaik dalam NFT

    Everydays: the First 5000 Days sendiri merupakan sebuah mozaik yang mulai dirancang Mike Winkelmann (sosok di balik Beeple) sejak tahun 2013. Karya seni tersebut telah terhubung dengan NFT yang bertindak sebagai “sertifikat autentikasi digital” dan dikelola oleh teknologi blockchain.

    Uniknya, karya mozaik tersebut tidak memiliki identifikasi fisik apa pun. Keseluruhan karya beserta sertifikasinya hadir dalam bentuk digital melalui NFT. Meski begitu, mozaik digital tersebut berhasil terjual melalui rumah lelang terkenal dunia, Christie’s.

    Seperti yang telah disebutkan, seluruh aspek penjualan Everydays: the First 5000 Days milik Beeple hadir dalam format digital, bahkan dalam proses transaksi penjualannya. Perwakilan dari rumah lelang Christie’s menyebutkan bahwa karya mozaik tersebut bisa dibeli dengan aset kripto, tepatnya Ethereum.

    Opsi tersebut ditawarkan karena Christie’s melihat peluang pada transaksi menggunakan aset kripto. Belakangan ini, pasar kripto memang sedang bagus dan para kolektor tidak ragu mengeluarkan dana lebih untuk mendapatkan karya seni NFT. Hasilnya, Everydays: the First 5000 Days berhasil terjual dengan nilai yang amat fantastis.

    Peluang mozaik dalam NFT di masa depan

    Karya seni Mozaik dalam NFT di masa depanKesuksesan Beeple dalam menjual Everydays: the First 5000 Days dengan harga yang sangat tinggi membuka kesempatan bagi para seniman karya seni mozaik untuk ikut serta mengadopsi NFT. Melihat pada saat itu, Christie’s sebagai rumah lelang seni konvensional dengan sengaja membuka penerimaan pembayaran dalam bentuk aset kripto. Terlebih, tidak ada batasan aliran seni dalam NFT. Anda bisa berkreasi sebebas mungkin, bahkan menggabungkan mozaik dengan jenis karya seni lainnya pun tidak menjadi masalah. 

    Selama karya seni yang Anda terbitkan adalah orisinil dan memiliki nilai keunikan tersendiri, juga dibantu dengan promosi di berbagai komunitas NFT, dijamin NFT Anda pasti akan menemukan kolektornya tersendiri.

    Ingin mulai memamerkan karya seni mozaik Anda dalam bentuk NFT? TokoMall siap memberi dukungan terbaik untuk Anda. Sebagai salah satu pelopor NFT marketplace di Indonesia, TokoMall memungkinkan pengguna untuk mengoleksi, merilis, dan memamerkan NFT.

    Dengan mengusung konsep yang memungkinkan dunia digital untuk bertemu dengan realita, TokoMall menyediakan platform bagi Anda para Official Merchant (Kreator) untuk bisa mendapatkan exposure karya seni yang lebih luas. Yuk, daftarkan diri Anda dan tunjukkan kreasi karya seni mozaik bersama TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 4 Mural Artists yang Berhasil Menjual Karyanya Sebagai NFT

    Istilah ‘mural’ tidak jarang menimbulkan konotasi negatif. Padahal, mural merupakan jenis karya seni, lho, dan tidak semua berkaitan dengan vandalisme. Para mural artists juga memiliki keterampilan khusus dalam menggambar, tidak kalah dengan seniman rupa. Terbukti dengan banyak di antara mereka yang sudah mulai berkiprah di dunia NFT dan berhasil meraup banyak dari penjualan karya seninya. Penasaran siapa saja?

    Eits, sebelum itu, mari kita bahas mengenai mural secara umum terlebih dulu. Yuk, baca terus artikel ini!

    Apa Itu Mural?

    Mengutip situs Imural, mural adalah sebuah karya seni berupa gambar atau lukisan yang memanfaatkan media yang luas dan ‘terlihat’, seperti pada dinding, tembok, hingga tidak sedikit pula yang melakukannya di atas jalanan. Seniman di balik mural biasanya disebut dengan mural artists. Sudah banyak seniman mural yang terkenal di dunia, seperti Banksy, Lady Pink, dan masih banyak lagi.

    Mural sendiri masuk ke dalam golongan street art, di mana umumnya karya seni ini dibuat sesuai dengan hukum alias legal, meskipun sebenarnya peraturannya tetap bergantung pada masing-masing negara. Selain itu, mural juga lebih memungkinkan para seniman untuk mendapatkan bayaran atas karya seni miliknya tersebut. 

    Sebagai contoh, kini mural sudah berkembang tidak hanya digambar di dinding bangunan bagian luar saja, tetapi juga bagian dalam dari bangunan atau ruangan. Sudah banyak bisnis dari berbagai sektor yang menggunakan jasa mural artists untuk meramaikan ruangan miliknya. Selain itu, seniman mural juga sudah banyak yang ikut merambah ke seni digital.

    Perbedaan Mural dan Graffiti

    Perbedaan Mural dan Graffiti

    Dikarenakan menggunakan media yang sama dengan graffiti, masih banyak yang belum mengetahui bahwa mural sebenarnya berbeda dengan graffiti. Dilansir dari situs Columbia Edu, seni graffiti sudah ada sebelum munculnya street art dan mural. Namun, keduanya memang saling berkaitan karena inspirasi gaya seni mural juga tak lepas dari graffiti.

    Perbedaan lainnya adalah dalam pendekatannya. Jika mural lebih terstruktur dan mengutamakan gambar, maka graffiti lebih mengambil pendekatan teks sebagai ekspresi langsung dari masyarakat. Hal inilah yang membuat graffiti memiliki pengaruh besar dalam perkembangan budaya. Mayoritas graffiti juga digambar secara bebas dan tidak selalu memiliki makna yang jelas, bergantung pada keinginan pembuatnya.

    Partisipasi Street Art dalam NFT Melalui Mural

    Seiring perkembangan teknologi terlebih blockchain, banyak seniman yang memperluas jangkauannya, salah satunya dengan menjual karya seni miliknya lewat NFT. Tidak hanya seniman rupa hingga visual saja, tetapi juga sudah mulai banyak street artist yang ikut terjun ke NFT, lho! Hal ini menunjukkan bahwa adopsi seni terhadap NFT sebenarnya bersifat tidak terbatas.

    Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Migrasi street art ke NFT ini tentunya diawali dengan banyaknya mural artists ternama yang menjual mural miliknya ke dalam NFT. Jadi, dilakukan digitalisasi karya seni untuk kemudian menerbitkannya ke dalam NFT. Umumnya, para seniman menaruh karya seni tersebut dalam sebuah lelang. Hal ini tentunya menambah daftar adopsi NFT oleh seni konvensional, dalam hal ini adalah street art.

    4 Mural Artists yang Menjual Karyanya Menjadi NFT

    Nah, berikut ini terdapat 4 seniman mural Artists yang menjual karyanya menjadi NFT:

    1. Loro Masnah (Another Flex on the Wall)

    Pada Oktober lalu, seorang seniman mural asal Kolombia bernama Loro Masnah bersama timnya menggambar mural di tembok di Williamsburg, berupa replikasi dari koleksi NFT ternama yang telah terjual sebelumnya. Proses penggambaran mural ini tentunya bisa terjadi setelah mendapatkan izin dari para pemilik gedung juga kolektor NFT.

    The wall

    “Street Cool Cat “The Beast” 2665” oleh Another Flex on the Wall

    Masnah membuka kesempatan bagi para kolektor untuk mendapatkan jatah karya seni mural di atas tembok tersebut, dengan cara membeli koleksi NFT spesialnya yang diberi nama “Another Flex on the Wall” terlebih dulu. Beberapa koleksi NFT yang berhasil di-recreate oleh Masnah, antara lain “Cool Cat “The Beast” 2665” dan “Board Ape “CryptoPainter” #768”.

    2. Pascal Boyart

    Seniman mural yang satu ini awalnya dikenal dengan muralnya yang bertajuk “Liberty Leading the People”. Tidak hanya di atas tembok saja, ia kemudian mengubah karya seni tersebut ke dalam versi digital dan di-mint menjadi NFT. 

    Nft project

    “Contemplations of the Red Jester” oleh Pascal Boyart

    Tidak sampai situ saja, Boyart juga menjual versi digital dari muralnya yang lain ke dalam bentuk NFT yang bertajuk “Contemplations of the Red Jester”. NFT tersebut berhasil terjual di harga USD 112.000 pada akhir Februari lalu. Hingga saat ini, Boyart sudah mendigitalisasi lebih dari 10 mural miliknya menjadi NFT.

    3. Jason Peterson

    Seniman yang satu ini sebenarnya merupakan seorang fotografer asal Amerika Serikat, tetapi berhasil berkolaborasi dengan seniman Tubszilla dalam menggambar sebuah mural dengan konsep potret dari Kanye West. Untuk mengapresiasi jutaan pengunjung yang telah mendatangi lokasi mural di West Loop Chicago, Peterson akhirnya memutuskan untuk menjadikan mural tersebut menjadi NFT.

    Mural NFT art street

    “41°53’07.9″N 87°39’04.9″W Mural NFT” oleh Jason Peterson

    Hal unik dari NFT ini adalah Peterson juga menyediakan QR code pada mural, yang jika di-scan maka akan muncul siapa saja para pemilik dari NFT tersebut. NFT ini berhasil dilelang pada bulan Oktober lalu dan terjual di harga 1512 AVAX atau sekitar 119.296 USD (harga fluktuatif).

    4. Austin Zucchini-Fowler

    Pada Maret lalu, seniman mural Austin Zucchini-Fowler meluncurkan NFT berupa versi digital dari mural miliknya yang sangat terkenal, bertajuk “Healthcare Hero”. Mural yang terletak di Colfax Avenue ini mengisahkan perjuangan tenaga kesehatan dalam melawan pandemi COVID-19.

    Mural digital

    “Healthcare Hero” oleh Austin Zucchini-Fowler

    Zucchini-Fowler kemudian menjadikan mural tersebut ke dalam versi digital dan melelangnya sebagai NFT. Pelelangan ini berlangsung mulai tanggal 31 Maret hingga 12 April 2021 lalu. Hingga kini, Zucchini-Fowler telah merilis banyak NFT yang merupakan versi digital dari mural miliknya.

    Ternyata, partisipasi para mural artists terhadap blockchain khususnya NFT sudah mulai meningkat. Hal ini membuktikan bahwa NFT tidak terbatas hanya untuk seniman rupa saja, tetapi seniman lain juga bisa ikut serta menjual karya seninya dalam bentuk digital. Bagi Anda yang tertarik dengan NFT, segera daftarkan diri Anda sebagai Official Partner (Kreator) dan juga Creator (Kolektor) di TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com