Tag: opensea

  • Sotheby’s Siap Merambah Menjadi Rumah Lelang Seni NFT

    Siapa sangka kini rumah lelang seni NFT tidak hanya ada di dunia virtual? Setelah kesuksesan Beeple menjual NFT art ciptaannya di rumah lelang Christie’s, kini rumah lelang konvensional mulai berlomba untuk membuka peluang bagi para creator NFT art. Tidak main-main, menyusul Christie’s, kini ada Sotheby’s yang menjadi rumah lelang seni NFT. Bagaimana prosesnya?

    Pengaruh NFT Art pada Ekosistem Seni Konvensional

    Fenomena transisi rumah lelang ini menyadarkan kita bahwa NFT sedikit banyak sudah memengaruhi ekosistem seni konvensional. Sebelumnya, rumah lelang Christie’s dan Sotheby’s hanya menjual karya seni konvensional, perhiasan berharga, serta barang koleksi antik dari seluruh penjuru dunia.

    Masuknya Sotheby’s pada ekosistem NFT tentu disambut antusias, baik oleh para creator maupun collector NFT. Pamor Sotheby’s yang tidak perlu diragukan lagi akan membantu para collector untuk mengkurasi NFT art. Bagi creator, hadirnya rumah lelang konvensional jelas akan membuka peluang exposure yang lebih besar.

    Mengenal Rumah Lelang Sotheby’s

    Rumah Lelang NFT Art

    Sebelum membahas tentang bagaimana peran Sotheby’s di ekosistem seni NFT, mari mengenal sekilas sejarahnya. Sotheby’s sendiri merupakan sebuah perusahaan lelang multinasional yang berbasis di New York City, Amerika Serikat. Rumah lelang ini menerima benda seni, perhiasan mewah, seni dekoratif, real estate, hingga barang koleksi berharga.

    Sejarah Sotheby’s sendiri sangat panjang. Didirikan pada 11 Maret 1744 di London, Sotheby’s merupakan salah satu balai lelang terbesar dan tertua di dunia. Barang-barang yang dilelang pun biasanya bukan barang biasa. Salah satu objek termahal yang berhasil dilelang melalui Sotheby’s adalah lukisan The Scream (1893) karya Edvard Munch. Lukisan tersebut laku pada 2012 dengan harga US$119.9 juta.

    Proses lelang Sotheby’s sendiri terbuka untuk umum dan dimulai pada hari kerja (Senin-Jumat). Calon peserta lelang bisa mengecek objek yang akan dilelang melalui website resmi Sotheby’s atau juga dengan langsung datang ke pameran Sotheby’s.

    Sepak Terjang Sotheby’s di Ekosistem NFT

    Bagaimana dengan sepak terjang Sotheby’s dalam ekosistem NFT? Masuknya Sotheby’s ke ekosistem seni NFT ditandai lewat kolaborasi dengan NFT artist, Pak, pada awal 2021 ini. Kolaborasi tersebut berhasil mengumpulkan penjualan lebih dari US$17 juta. Beberapa karya Pak yang dilelang adalah “The Cube”, “The Switch”, “Complexity”, dan juga “Equilibrium”.

    Lelang seni NFT Art

                      “The Cube” (2021) oleh Pak

    Pak sendiri merupakan seorang kreator anonim yang sudah berkecimpung di dunia seni digital selama dua dekade terakhir. Selama menjadi creator, Pak yang merupakan pendiri studio Undream dan Archillect berhasil mengumpulkan setidaknya US$350 juta. Ia juga merupakan creator pertama pada 2020 yang berhasil mendapatkan US$1 juta.

    Metaverse Sotheby’s lelang seni NFTTidak berhenti di situ, langkah Sotheby’s selanjutnya adalah menciptakan sebuah metaverse. Sotheby’s pun sudah berhasil mengumpulkan beberapa creator untuk dikurasi. Pada 18-26 Oktober 2021 lalu, Sotheby’s berhasil menggelar lelang NFT melalui metaverse mereka.

    Metaverse tersebut berisi 53 karya milik 19 kolektor besar seperti VerticalCrypto Art, Seedphrase, dan bahkan selebriti Paris Hilton. Untuk creator, Sotheby’s berhasil menggaet nama-nama besar NFT art seperti Hackatao, Board Ape Yacht Club, Brendan Dawes, dan Dmitri Cherniak.

    Pada lelang tersebut, peserta diharuskan mendaftarkan diri terlebih dulu melalui laman metaverse.sothebys.com. Setelah berhasil membuat profil, peserta akan otomatis mendapatkan avatar dari Pak yang merupakan in-house artist Sotheby’s.

    Rencana Sotheby’s Selanjutnya

    Rumah Lelang seni NFT pertama

    Sotheby’s mengungkapkan bahwa penjajakan ke ekosistem NFT tidak hanya untuk memperluas peluang mereka. Sotheby’s ingin menciptakan sebuah jembatan yang menghubungkan karya seni digital dengan industri lelang konvensional.

    Setelah sukses dengan kolaborasi bersama Pak dan membangun metaverse NFT, Sotheby’s berambisi untuk memperkenalkan para seniman kontemporer kenamaan dunia pada ekosistem seni digital. Sehingga diharapkan nantinya NFT art akan semakin variatif dan memiliki nilai koleksi tinggi.

    Dengan hadirnya Sotheby’s dalam ruang lelang seni NFT, maka bisa dipastikan jika masa depan NFT masih panjang. Hadirnya rumah lelang konvensional menunjukkan bahwa peluang NFT memang sangat luas dan bisa relevan dengan berbagai sektor.

    Ingin mulai terjun ke dunia lelang seni NFT? Anda bisa mulai dengan membuat profil di TokoMall, sebuah proyek Tokocrypto untuk menghadirkan ekosistem NFT yang sustainable di Indonesia. Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ untuk informasi lebih lanjut!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan Seni dan Desain!

    Apa perbedaan seni dan desain? Bagi Anda yang ingin terjun di dunia seni, pertanyaan semacam ini tentu pernah terlintas dalam pikiran. Keduanya terlihat saling berhubungan dan tak bisa dipisahkan. Nah, alangkah baiknya sebelum berkarya, simak ulasan mengenai perbedaan seni dan desain berikut ini!

    Seni vs Desain, Serupa tapi Tak Sama

    Selama ini, batas antara seni dan desain selalu menjadi perbedaan. Ada yang menganggap bahwa desain adalah sebuah seni. Namun, tidak sedikit juga yang menentang. Beberapa orang tidak memasukkan desain sebagai sebuah karya seni karena desain dinilai tidak punya “power” untuk menggugah emosi.

    Akan tetapi, jika ditelisik lebih lanjut, memang seni cenderung lahir karena pemikiran penciptanya. Sementara itu, desain umumnya lahir karena ada kehendak lain di luar pembuatnya. Maka dari itu, seni dianggap punya kemampuan untuk menggugah emosi penikmatnya, sedangkan desain tidak. Untuk memahami apa saja poin yang membedakan seni dan desain, terus simak artikel ini.

    Memahami Perbedaan Seni dan Desain

    Memahami Perbedaan Seni dan DesainJika dilihat dari sudut pandang tertentu, seni dan desain memang terlihat serupa. Beberapa elemen dari keduanya pun membuat seni dan desain bisa bersimpangan di satu titik. Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan seni dan desain, 5 poin  di bawah ini bisa dijadikan acuan dasar.

    1. Definisi

    Dari definisi, seni dan desain sudah berbeda. Seni merupakan bentuk ekspresi diri atas ide atau gagasan kreatif maupun imajinatif yang dimiliki penciptanya. Sedangkan desain di sisi lain adalah hasil pemikiran desainer atas sebuah rencana untuk menyelesaikan sebuah problem yang ada lebih dulu.

    2. Pemicu dan Pendorong

    Definisi tersebut kemudian menjelaskan bahwa seni dan desain lahir karena penyebab yang berbeda. Seni lahir karena dipicu oleh kondisi internal penciptanya (gagasan kreatif). Sedangkan desain muncul karena adanya suatu kondisi eksternal pembuatnya (problem yang sudah ada yang berasal dari luar diri pembuatnya).

    Di sisi lain, seni lahir dengan dorongan pengalaman sang seniman. Seniman mengalami suatu kejadian yang kemudian menjadi dasar penciptaan karyanya. Sementara itu, desain lahir dari dorongan kepada desainer untuk menemukan solusi pemecah masalah. Desainer menghasilkan sebuah desain sebagai sebuah jawaban atas suatu permasalahan yang sedang terjadi.

    3. Cakupan

    Cakupan seni tidak terbatas karena seniman membuatnya atas kemauan yang datang dari dalam dirinya. Sedangkan, desain bersifat terbatas dan dapat diperbaiki. Sebab, desain pada dasarnya muncul karena adanya suatu masalah yang butuh penyelesaian. Oleh karenanya, pembuatan desain harus menyesuaikan dengan masalah tersebut agar bisa menjadi solusi.

    4. Interpretasi dan Tujuan

    Interpretasi seni sangat variatif, bergantung pada background dan pengalaman orang yang mengamatinya. Maka, tidak mengherankan lagi jika penafsiran sebuah lukisan, misalnya, bisa sangat beragam. Di sisi lain, interpretasi desain sebisa mungkin tidak menimbulkan perbedaan tafsir. Jika terdapat perbedaan tafsir, maka desain tersebut dianggap ambigu dan kurang meyakinkan sebagai solusi masalah.

    5. Atribut

    Poin terakhir perbedaan seni dan desain adalah atribut. Seni identik dengan kreativitas, inovasi, serta ekspresi. Sedangkan, desain lebih dekat dengan sifat praktis dan gagasan cerdas yang intuitif karena fungsinya sebagai pemecah masalah.

    Peluang bagi Seni dan Desain dalam NFT

    Sekarang, mari membahas hubungan seni dan desain dalam NFT. Dari keduanya, manakah yang bisa dijadikan aset digital NFT?

    Ternyata, baik seni maupun desain bisa dijadikan aset digital melalui NFT. Jadi, baik seniman maupun desainer sama-sama bisa mengambil peran di NFT. 

    Melalui NFT, seniman tidak perlu takut karyanya dijiplak tanpa ada pemenuhan hak cipta. Pasalnya, NFT memungkinkan seniman untuk memberikan ’identitas’ unik bagi tiap karya yang dibuatnya.

    Begitu pun dengan desainer. Dengan adanya NFT, desainer bisa mengamankan desain yang sudah mereka buat. Tidak perlu khawatir lagi dengan pencurian desain yang merugikan Anda sebagai perancang desain. Sebab, desain yang telah menjadi aset digital NFT dilengkapi dengan identitas khusus dan disimpan dalam blockchain.

    Contoh Seni dan Desain dalam Bentuk NFT

    Berikut ini terdapat contoh dari seni dan juga desain yang dijadikan ke dalam bentuk NFT, yaitu:

    1. Seni

    Contoh karya seni yang dijadikan NFT ini berhasil menjadi salah satu NFT art termahal sepanjang tahun 2021. Bagaimana tidak, kreator di balik NFT ini merupakan seorang digital artist kenamaan yaitu Beeple. 

    NFT yang diberi judul “Ocean Front” ini sengaja dibuat untuk menggambarkan bahaya dari perubahan iklim di dunia dan memberikan peringatan bagi manusia. NFT ini berhasil terjual di Nifty Gateway dengan harga 6 juta USD, lho!

    NFT art2. Desain

    Selain seni, ada pula NFT yang berupa sebuah desain, contohnya seperti NFT berikut ini yang menggambarkan desain dari sebuah bangunan pertokoan, dengan salah satu bagiannya merupakan sebuah cafe. NFT yang diberi judul “Downtown Cafe #1” ini merupakan hasil karya Merchant bernama Architect_NFT dan sudah di-minting di TokoMall. 

    Merchant tersebut merupakan seorang mahasiswa jurusan arsitektur yang juga terjun ke dunia NFT. NFT yang satu ini dibanderol harga Rp500.000,00 atau sekitar 21,89 TKO, serta telah tersedia untuk diperjualbelikan.

    seni NFT paling topBaca juga: Ternyata Inilah Penyebab NFT Menjadi Mahal!

    Nah, itu dia perbedaan seni dengan desain. Dilihat dari tujuan pembuatannya saja, seni dan desain sudah sangat berbeda. Satu dibuat sebagai bentuk ekspresi, sedangkan lainnya merupakan solusi atas suatu problem. Meski berbeda, keduanya secara umum tetap bisa dijadikan aset digital melalui NFT, lho. Jadi, tunggu apa lagi? Setelah membaca artikel ini, langsung ciptakan karya NFT pertama Anda melalui TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beraneka Macam Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan Cuan

    Apakah di antara Anda ada yang hobi mengoleksi karya seni? Jika ada, maka artikel ini cocok untuk Anda. Hal ini dikarenakan dunia kesenian ternyata sangat terdampak dari demam NFT yang kian berkembang pesat. Nah, selain seniman, kolektor seni yang bosan dengan konsep konvensional juga bisa, lho, mencoba peruntungannya dengan NFT. 

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara mencari untung lewat NFT, mari kita lebih dulu membahas apa itu kolektor seni secara umum. Seperti namanya, kolektor seni berarti seseorang yang hobi mengoleksi karya seni, khususnya seni rupa. Meski terkesan sederhana, kolektor memiliki peran penting dalam dunia kesenian, lho.

    Hal ini ditunjukkan dengan peran kolektor sebagai penentu harga pasar dari suatu karya seni. Sebab, kolektor dapat menjual kembali koleksi miliknya dengan harga tinggi. Tidak semata-mata soal harga saja, menjadi kolektor juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cakap mengenai dunia seni. Dikarenakan nilai suatu karya seni juga berdasar pada aliran, teknik, hingga pandangan terhadap seniman di baliknya.

    Dilansir dari Tempo, Hendro Wiyanto, seorang kurator seni dalam negeri, menyatakan bahwa pasar seni itu sendiri juga harus dipenuhi dengan argumen dari kacamata kesenian yang disampaikan kolektor. Sehingga, pasar seni tidak melulu soal harga atau bahkan ikut-ikutan membeli, tetapi juga tetap mempertahankan kualitas dan selera.

    Pertimbangan ini juga tentunya terjadi di dunia seni NFT, teknologi yang membawa angin segar bagi dunia kesenian, termasuk bagi para seniman dan kolektor. Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini!

    Dunia Kesenian Diramaikan dengan Hadirnya NFT

    Sebelum hadirnya NFT, dunia kesenian sempat mengalami keterpurukan sejak terjadinya pandemi COVID-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Para pelaku industri kesenian, khususnya seni rupa, cenderung sulit untuk memamerkan dan memperjualbelikan karya seni miliknya. Dilansir dari situs Pemasaran Kemenparekraf, subsektor seni rupa mengalami penurunan kontribusi bagi perekonomian sebesar 2.94% selama pandemi.

    Serupa dengan para seniman rupa atau kreator karya seni, kolektor karya seni juga mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan keterbatasan yang dialami kolektor yang hanya bisa melakukan mark-up harga dari suatu koleksi seni miliknya saat penjualan, karena ketersediaan karya seni di pasar yang terbatas. Selain itu, terdapat waktu tunggu yang tidak pasti untuk mencapai kenaikan value dari seniman yang karya seninya mereka koleksi. Permasalahan tersebut terbantu dengan adanya NFT.

    Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Tidak hanya dalam aspek teknis yang membuat otentikasi karya seni menjadi lebih mudah dan eksklusif, NFT juga membawa keuntungan finansial bagi seniman atau kreator. Dengan menerbitkan karya seni menjadi NFT, kreator bisa mendapatkan royalti sejumlah persentase yang ditentukan pada saat minting atau upload NFT. Meskipun NFT tersebut sudah pindah tangan berkali-kali, sejumlah pendapatan akan tetap mengalir ke dompet kreator tiap kali penjualan NFT tersebut terjadi.

    Namun, selain kreator NFT, apakah kolektor NFT juga bisa memperoleh keuntungan? Jawabannya, tentu saja bisa! Kok, begitu? Begini penjelasan lebih lengkapnya!

    Mengoleksi NFT Juga Bisa Membawa Keuntungan

    Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan CuanLayaknya kolektor seni konvensional yang bisa meraup keuntungan lewat penjualan kedua atau seterusnya, kolektor NFT juga bisa melakukan hal yang sama, lho. Namun, ada beberapa hal yang perlu diberi perhatian lebih oleh kolektor NFT, yaitu memastikan bahwa karya seni pada NFT tersebut adalah orisinil, bukan hasil duplikat dari karya seni milik seniman lain lalu dijadikan NFT.

    Juga, karena nilainya masih cenderung abstrak dengan risiko yang tinggi, kolektor NFT harus pintar-pintar memilih dan menentukan NFT mana yang memiliki nilai dan harganya berpotensi menjulang di masa depan. Meskipun sulit dan penuh akan ketidakpastian, tetapi kolektor bisa melihat track record kreator NFT tersebut atau dari segi arah tren, estetika, juga aliran seni yang diterapkan. 

    Jadi, seperti kolektor seni konvensional, mengoleksi NFT juga baiknya tidak semata-mata untuk mengejar tren saja, tetapi juga berdasar pada nilai-nilai kesenian yang berlaku. Nah, dengan koleksi NFT yang bernilai tinggi, kemungkinan besar harga NFT tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan Anda bisa meraih keuntungan setelahnya.

    Cara Kolektor Seni Memperoleh Keuntungan Lewat NFT

    Terdapat 3 cara yang bisa kolektor NFT lakukan dalam mengantongi keuntungan, nih, yaitu:

    1. Pamerkan Koleksi NFT

    Cara pertama yang bisa Anda lakukan sebagai kolektor NFT adalah memamerkan koleksi NFT yang Anda punya. Pasalnya, Anda tidak akan bisa meraih calon pembeli jika mereka tidak mengetahui koleksi NFT apa saja yang Anda miliki. Anda bisa mulai dengan memamerkan NFT di media sosial, misalnya Instagram atau Twitter. 

    Ditambah lagi, jika Anda mengoleksi NFT hasil karya seniman ternama atau memiliki nilai estetika yang cukup tinggi, Anda sudah mendapatkan nilai plus dalam meningkatkan reputasi Anda sebagai kolektor dan membuat calon pembeli tertarik dengan koleksi Anda.

    2. Lakukan Lelang dari Koleksi NFT

    Setelah memilih koleksi NFT mana yang sekiranya memiliki value lebih dan potensial, Anda bisa mulai menaruhnya untuk dilelang atau auction di platform pilihan. Selain konsep jual-beli, konsep lelang juga seringkali menjadi pilihan dalam mengumpulkan keuntungan lewat NFT.

    Setelah menaruhnya untuk dilelang, Anda bisa lakukan pengecekan secara berkala mengenai tawaran yang telah diberikan oleh para calon pembeli. Tidak menutup kemungkinan, akan ada calon pembeli yang bid sesuai dengan harga yang Anda inginkan, atau bahkan jauh di atas harga tersebut. Barulah dari sana Anda bisa mendapat cuan.

    3. Jual Koleksi NFT di Marketplace

    Terakhir, cara ini menjadi cara yang paling mudah untuk Anda lakukan dalam mendapatkan keuntungan lewat NFT. Sebagai kolektor, Anda bisa menjual kembali NFT tersebut di NFT marketplace khusus jual-beli NFT, lho. Anda juga tidak perlu khawatir, karena kini sudah tersedia banyak sekali marketplace NFT yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, salah satunya adalah TokoMall.

    Sebelum memutuskan untuk menjual NFT kembali, Anda harus memilih NFT dengan nilai jual yang cenderung tinggi. Hal ini agar Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pada saat Anda membelinya untuk pertama kali. Dengan begitu, Anda bisa mengantongi sejumlah keuntungan lebih dari penjualan tersebut.

    Sekarang Anda sudah paham, kan, mengenai cara yang bisa dilakukan kolektor seni untuk mendapatkan cuan lewat NFT? Yuk, cari tahu serba-serbi terbaru mengenai NFT lainnya di www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sebagai Creator (kolektor) di marketplace NFT TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ether (ETH) Senilai $400 Juta Telah di Burning oleh OpenSea

    Mekanisme baru yang telah dimiliki crypto Ethereum, Ether (ETH), yaitu burning (pembakaran), terus melakukan pekerjaannya dengan baik, dimana sumber terbesar telah berasal dari satu situs saja, yakni marketplace NFT OpenSea.

    Kendali OpenSea dalam tingkat burning tidak tersentuh sejak reli NFT yang dimulai pada bulan Agustus dengan puncaknya pada bulan September. Satu-satunya sumber pembakaran koin yang mendekati pasar Ethereum NFT adalah transaksi Ethereum yang dilakukan setiap hari.

    Baca jugaIni Cara Elon Musk Bantu Luncurkan Satelit Dogecoin (DOGE)

    Secara keseluruhan, OpenSea telah membakar 100.854 ETH, yang setara dengan koin senilai sekitar $400 juta. Sebelum pembaruan, jumlah koin yang sama akan ditransfer ke penambang yang kemudian akan menjualnya di bursa.

    Di antara burning koin tingkat atas juga terdapat router Uniswap, stablecoin Tether dan MetaMask. Burner yang lebih kecil biasanya merupakan router pertukaran, token dan protokol swap yang terdesentralisasi.

    Penerbitan Ethereum saat ini tetap pada 5,4 juta Ethereum per tahun, yang sebelumnya telah berkurang hampir 50%. Tingkat pembakaran saat ini adalah 3,2 juta ETH per tahun. Menurut perhitungan sebelumnya, para ahli blockchain mengharapkan Ethereum menjadi aset deflasi pada tahun 2022.

    Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan pada $4.725 dengan 1,23% dari pertumbuhan harian. Sebelumnya, cryptocurrency terbesar kedua menelusuri kembali dari ATH sebesar 3,6%, yang diikuti oleh pesanan jual besar yang datang dari Ethereum Foundation.

    Baca JugaAnalisa Teknikal 15 Nov DOT, ADA dan MANA

    Di sisi lain, melihat bagaimana ekosistem Ethereum bekerja, ini tampaknya masih akan sulit untuk dikalahkan oleh para pesaingnya, seperti Cardano dan Solana.

    Meski keduanya menawarkan sesuatu yang lebih baik dan menarik, tetapi faktanya tingkat popularitas Ethereum dan gurita bisnisnya (seperti NFT, game crypto dan lainnya) masih menopang kuat Ether dan jaringan. Blockchain Ethereum masih menjadi pilihan utama karena sudah sangat matang dan terkenal.

    Untuk prospek harganya sendiri, Ether kemungkinan masih akan mampu membentuk ATH baru untuk menutup tahun 2021 ini, yang kurang dari satu setengah bulan lagi, yang tentu masih sangat dinanti dan dipercayai oleh para investornya. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coca-Cola Luncurkan Koleksi NFT, Begini Tampilannya

    Coca-Cola meningkatkan kehadirannya di dunia metaverse yang tumbuh cepat dengan koleksi NFT (Non-Fungible Token) pertamanya. Langkah ini dilakukan bertepatan dengan Hari Persahabatan Internasional yang jatuh pada 30 Juli lalu.

    Ada empat NFT Coca-Cola yang unik akan dilelang sebagai melalui marketplace, OpenSea. Koleksi perdana Coca-Cola NFT menata ulang beberapa aset ikonik brand mereka untuk metaverse dengan gerakan dinamis.

    Koleksi NFT ini juga menampilkan aset multi-indera yang ditempatkan di dalam “kotak misteri” yang dikemas khusus bersamaan dengan fitur video game populer.

    “Coca-Cola adalah salah satu brand yang paling banyak dikoleksi di dunia, dan telah berbagi warisan yang kaya dengan konsumen melalui momen kebahagiaan sederhana selama beberapa dekade,” kata President, Global Coca-Cola Trademark, Selman Careaga di situs resminya.

    “Kami sangat senang untuk berbagi NFT pertama kami dengan metaverse, di mana persahabatan baru ditempa dengan cara baru di dunia baru, dan untuk mendukung teman dan mitra lama kami, Special Olympics International. Setiap NFT diciptakan untuk merayakan elemen yang merupakan inti dari merek Coca-Cola, yang ditafsirkan ulang untuk dunia virtual dengan cara baru dan menarik.”

    Tampilan koleksi Coca-Cola NFT.
    Tampilan koleksi Coca-Cola NFT. Sumber: Coca-Cola

    Baca juga: Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

    Coca-Cola Ingin Warisan ‘Budaya’ Melalui NFT

    Careaga menjelaskan ingin memasukkan prinsip-prinsip inti Coca-Cola dan merayakan warisan dan ikatan persahabatan, sambil juga melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    “Penting untuk tetap setia pada brand dengan menyatukan orang melalui momen koneksi yang unik, mengejutkan, dan menyenangkan yang terasa tepat untuk Coke. Dan karena NFT secara inheren dibangun untuk menjadi permanen dan tidak sementara, kami sengaja mengembangkan NFT dinamis dan ‘hidup’ yang dapat dinikmati berulang kali—seperti Coca-Cola,” jelasnya.

    Coca-Cola telah mengamati NFT, aset kripto dan metaverse sebagai kesempatan yang tepat untuk berpartisipasi dan belajar. Hari Persahabatan Internasional adalah kesempatan yang sempurna untuk menyatukan orang-orang secara virtual dengan cara unik Coca-Cola sambil mengumpulkan dana untuk masyarakat di seluruh dunia selama 53 tahun di Special Olympics.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Galau meski Naik, Kenapa?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tidak Hanya Dinikmati, Kini Kopi Barista Merambah ke Project NFT

    Apakah Anda penggemar kopi? Sudah beberapa waktu terakhir, banyak kedai kopi kekinian yang hadir dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Nggak hanya kopi, barista atau orang yang ahli dalam membuat kopi pun menjadi salah satu pekerjaan yang diminati anak muda seiring menjamurnya industri kopi.

    Kopi dan Barista, Dua Hal yang Tak Bisa Dipisahkan

    Untuk menghadirkan kopi yang nikmat, dibutuhkan dua hal, yakni jenis sajian kopi itu sendiri dan juga keterampilan barista. 

    Kopi memiliki rasa yang relatif berbeda-beda, tergantung jenis serta bahan campuran yang ditambahkan. Misalnya saja, Americano adalah salah satu jenis yang disukai para penggemar kopi tulen karena memiliki rasa pahit dan tidak semua orang menyukai taste pahit yang rich.

    Meskipun begitu, saat ini banyak bahan yang dipadupadankan ke dalam kopi untuk membuat rasa yang beda dan tetap bisa dinikmati oleh mereka yang tidak menyukai kopi sekalipun, seperti halnya menambahkan susu, caramel, jus alpukat, gula aren, dan lain-lain. Nah, akhirnya kopi pun bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

    Selain inovasi yang menjadikan kopi semakin nikmat, aspek penting selanjutnya adalah barista. Barista merupakan seseorang yang menyajikan kopi secara profesional yang membutuhkan keterampilan serta pelatihan secara khusus. Nggak hanya dituntut harus menghadirkan sajian kopi yang nikmat, barista juga perlu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik ketika melayani konsumen.

    Dengan begitu, konsumen tidak hanya mendapatkan kenikmatan kopi, tetapi juga mendapat experience yang lebih kaya dengan sentuhan personal.

    Nah, selain banyak diminati karena kenikmatannya, kopi ternyata juga populer hingga ke dunia NFT, lho! Penasaran bagaimana ceritanya? Yuk, simak bersama!

    Crypto Barista, Project untuk Kafe NFT

    Selain hadir untuk memberikan kenikmatan bagi para penggemarnya dengan suguhan pada secangkir kopi, kopi sudah mulai merambah ke dunia NFT dengan segudang inovasinya. Salah satu project NFT yang telah diciptakan oleh sebuah industri kopi adalah Crypto Barista.

    Crypto Barista adalah hand-drawn characters yang pembeliannya dapat mendukung kehadiran kafe berdana NFT pertama di New York City. Pada musim pertama Crypto Barista, terdapat 60 karakter kopi barista lucu yang diciptakan oleh seorang ilustrator bernama Tony Bui dan Coffee Bros.

    Coffee bros

    Sumber: https://cryptobaristas.com/

    Nah, Coffee Bros sendiri merupakan perusahaan kopi pertama yang memiliki inovasi serta keberanian untuk merambah ke dunia NFT. Selain itu, Coffee Bros adalah pihak yang menginisiasi project Crypto Barista ini, lho!

    Ini Dia Tujuan Dibentuknya Crypto Barista!

    Selanjutnya, apa sih maksud dan tujuan dibentuknya Crypto Barista ini?

    Jadi, Crypto Barista hadir untuk membangun komunitas yang memiliki preferensi dan kemauan untuk melakukan apresiasi terhadap karya seni, entrepreneurship, inovasi, hingga apapun yang berhubungan dengan kopi. 

    Crypto Barista

    Sumber: https://coffeebros.com/blog/how-to-buy-nfts-a-quick-overview/

    Dan Hunnewell (4/11/21), yaitu founder dari Coffee Bros (The Regalia Roasting Collective) mengatakan jika Crypto Barista ini juga memiliki ambisi utama untuk membuka ruang terbuka di New York City, di mana karya seni dan inovasi saling bersatu.

    Baca Juga: Terus Berkembang, Masa Depan NFT Akan Hadir di Sektor Ini!

    Apa yang Didapatkan dari Crypto Barista?

    Setelah mengetahui tujuan dan maksud dibentuknya Crypto Barista, apa sih yang akan didapatkan pemilik Crypto Barista?

    Bisa dibilang, pemilik Crypto Barista akan mendapat beberapa hal menarik yang nggak pernah kita pikirkan sebelumnya, di antaranya adalah:

    1. Caffeinated Perks

    Pemilik Crypto Barista akan mendapat Caffeinated Perks, yaitu sebutan untuk menikmati fasilitas di Coffee Bros, mencicipi kopi eksklusif, hingga mendapat diskon merchandise Crypto Barista.

    2. Barista Bank

    15% dari semua dana yang terkumpul melalui project NFT dan penjualan merchandise akan disimpan dan pemilik Crypto Barista memiliki hak secara penuh dalam mengontrol dana tersebut.

    Dana tersebut akan digunakan untuk beberapa hal, seperti keperluan donasi dalam industri kopi, membuat project baru, atau sebagai dana pengembangan untuk project yang sedang berlangsung.

    3. Hak Voting Project

    Pemilik Crypto Barista memiliki hak dalam pembuatan keputusan untuk berbagai hal, yakni konsep karakter baru, arah musim kedua dan musim berikutnya, serta penggunaan 15% dana dalam Barista Bank.

    Cara Mudah Mendapatkan NFT Crypto Barista

    Sebenarnya, cara untuk membeli NFT Crypto Barista sangat mudah, kok! Kalau Anda tertarik untuk memiliki salah satu dari 60 karakter Crypto Barista yang tersedia pada musim pertama, berikut langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

    1. Beli ETH terlebih dahulu pada crypto exchange, salah satunya Tokocrypto
    2. Setelah itu, buat crypto wallet seperti Metamask
    3. Transfer ETH yang sudah Anda beli di Tokocrypto ke akun Metamask agar lebih mudah untuk melakukan transaksi ke sejumlah marketplace ternama
    4. Masuk ke marketplace Rarible dan sambungkan akun Metamask
    5. Cari akun “Crypto Barista”
    6. Temukan karakter Crypto Barista favorit Anda dan beli menggunakan ETH

    Selamat! Karakter kopi barista dari Crypto Barista yang lucu sudah menjadi milik Anda! Eits, tapi jangan lupa untuk memperhatikan besaran nominal gas fee, ya! Harga gas fee yang tidak menentu dapat membuat nominal NFT lebih mahal daripada sebelumnya.

    Baca Juga: Ketahui Alasan Kenapa Gas Fee Mahal dan Cara Kerjanya

    Itulah ulasan singkat mengenai kopi barista dan project NFT yang sangat menarik. Jika Anda ingin mencari NFT art lainnya, Anda bisa menemukannya di TokoMall, lho! Sebagai NFT marketplace  pertama di Indonesia, di TokoMall Anda bisa menemukan beragam karya spektakuler dari berbagai kreator! 

    Tunggu apalagi? Kunjungi Tokomall dan segera miliki NFT art favorit Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saingan OpenSea, Berikut Serba-Serbi Marketplace NFT Rarible

    Tidak bisa dipungkiri, demam NFT terus menyebar ke seluruh bagian di dunia. Hal ini membuat banyak sekali pendatang baru yang memulai berkarir di dunia NFT, dengan memanfaatkan marketplace NFT yang beragam di pasaran. Terdapat salah satu marketplace NFT yang banyak digunakan sejak awal kemunculannya, yaitu Rarible. Penasaran mengenai ciri khas dan cara kerja dari marketplace NFT tersebut yang kini populer? Yuk, simak selengkapnya!

    Sebenarnya, Apa Itu Rarible?

    Seperti yang telah disinggung di atas, Rarible adalah sebuah marketplace NFT yang bergerak di bawah blockchain Ethereum, di mana di dalamnya para pengguna bisa membagikan, menjual, dan membeli suatu karya NFT hingga mendapatkan hak miliknya. Ditemukan oleh Alex Salnikov dan Alexei Falin dan berhasil diluncurkan pada tahun 2020, didukung dengan pendanaan yang dilakukan oleh CoinFund.

    Cara Kerja Rarible

    aplikasi nft marketplace rarible

    Para kreator bisa menjual NFT dengan hanya satu keping saja hingga beberapa edisi, berkat standar token ERC-721 dan ERC-1155 yang diterapkan dalam marketplace. Koleksi yang dimiliki pun sangat beragam, mulai dari karya seni digital, meme, hingga item yang bisa digunakan untuk game NFT dan lahan virtual di Metaverse. Sejak 2021, terdapat peningkatan dalam pengguna Rarible yang mencapai 10 ribu pengguna tiap bulannya, dengan volume penjualan terbanyak berasal dari pasar kedua atau secondary.

    Lantas, Apa yang Membuat Rarible Berbeda dengan Opensea?

    OpenSea memang dikenal sebagai salah satu marketplace NFT tertua, tercatat diluncurkan pada 2017. Jumlah penggunanya terus meningkat, bahkan hingga melebihi 500 ribu setiap bulannya. 

    Memang, beberapa fitur yang dimiliki OpenSea membuatnya lebih unggul, seperti bisa menerima 150 aset kripto sebagai alat transaksi, sementara Rarible hanya menerima ETH, FLOW, dan XTZ. Namun, para penggunana bisa melakukan pembayaran via kartu kredit untuk memudahkan para pengguna awam bertransaksi.

    Meski begitu, terdapat salah satu fitur unggulan OpenSea yang juga dimiliki Rarible adalah ‘lazy minting. Di mana lewat fitur tersebut, para kreator bisa minting NFT miliknya tanpa dikenakan gas fee atau biaya apapun, mengutip Cointelegraph. 

    Sehingga, proses minting tidak terjadi pada saat pembuatan NFT melainkan pada saat terjadi pembelian. Jadi, pembeli lah yang akan membayarkan sejumlah gas fee. Nah, untuk nominal gas fee nya dikenakan sebesar 2.5% saja.

    Keunikan lainnya adalah para kreator bisa memodifikasi NFT yang di-minting, seperti dengan mengatur resolusi sesuai keinginan hingga menambahkan kode tersembunyi ke dalam NFT. Selain itu, persentase biaya royalti yang ditentukan oleh para kreator bisa mencapai hingga 50%, lho! Sistem pembayarannya pun cenderung lebih cepat didapatkan sesaat NFT tersebut terjual.

    Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT

    Selain menyediakan marketplace, nft marketplace satu ini juga memiliki governance token yang dikenal dengan RARI yang dianggap sangat bernilai karena bisa berpengaruh langsung terhadap platform mereka yang terdesentralisasi. Tujuan dari token ini adalah tentunya untuk menjalankan ekosistem yang dimilikinya, sehingga para pengguna bisa ikut berpartisipasi dalam tata kelolanya, seperti pemungutan suara untuk perubahan biaya hingga perubahan aturan.

    Sederet NFT Populer yang Di-minting di Rarible

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Rarible memiliki berbagai jenis koleksi NFT, mulai dari karya seni biasa hingga item untuk Metaverse. Namun, sepanjang perkembangannya dan berkat banyaknya nama besar mulai dari public figure hingga brand ternama yang minting NFT miliknya seperti Floyd Mayweather, Lindsay Lohan, hingga brand seperti Twitter dan Adidas. 

    Meski begitu, beberapa waktu belakangan terdapat NFT populer yang berasal dari kalangan seniman visual, illustrator yang sudah kami rangkum. Berikut 5 proyek NFT populer yang ada di Rarible, yaitu:

    1. Bored Ape Yacht Club

    nft bored ape 5673

    Source: Bored Ape Yacht Club #5673

    Anda pasti tahu, kan, proyek NFT bergambar kera yang amat viral? Betul, proyek yang diberi nama ‘Bored Ape Yacht Club’ tersebut menjadi salah satu NFT populer yang pernah ada. Hingga kini, volume penjualannya di Rarible mencapai 19.6 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya berkisar di angka 400 ribu USD. Fantastis, bukan?

    Baca juga: Bored Ape, Monkey NFT yang Punya Harga Fantastis. Kenapa Mahal ya?

    2. MOAR by Joan Cornella

    nft mora kreasi joan cornella

    Source: https://joancornella.fwenclub.com/

    Proyek NFT populer lainnya adalah ‘MOAR by Joan Cornella’. NFT yang mengusung konsep sebuah mansion yang berada di Metaverse dengan kesan meme ini berhasil meraup volume penjualan sebesar 21.3 juta USD, lho! Di dalam mansion tersebut, juga terdapat karakter seperti manusia, cyborg, hingga zombie. Satu keping NFT-nya memiliki rata-rata harga sebesar 5500 USD.

    3. Adidas Originals: Into the Metaverse

    nft adidas untuk metaverse

    Source: adidas Originals

    Selain seniman dan illustrator, brand besar seperti adidas Originals pun menjual proyek NFT. Proyek NFT ini berhasil meraup volume perdagangan sebanyak 11 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya senilai 7000 USD. NFT yang dijual berupa avatar atau karakter yang bisa digunakan oleh pengguna Metaverse.

    4. RTFKT – MNLTH

    nft brand fashion rtfkt

    Source: RTFKT – MNLTH

    Selain adidas Originals, brand fashion lainnya yang menjual proyek NFT adalah RTFKT. Bekerja sama dengan Nike, RTFKT meluncurkan sebuah NFT berupa collectible item yang dinamakan ‘RTFKT – MNLTH’ atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘Monolith’. Volume penjualannya senilai 6.2 juta USD dengan rata-rata harga per kepingnya sebesar 24100 USD.

    5. Arcade Land

    nft arcade land

    Source: Arcade Land Mega #16

    NFT dari ‘Arcade Land’ juga menjadi salah satu NFT terpopuler yang dijual. NFT dengan bentuk lahan di Metaverse dengan spesifikasinya yang unik dan berbeda tiap item-nya, membuat Arcade Land banyak diminati. Hal ini ditunjukkan dengan volume penjualan sebesar 22.5 juta USD dan per kepingnya memiliki harga rata-rata senilai 4400 USD.

    Cara Membuat NFT di Rarible

    tampilan dari rarible

    Source: Rarible

    Setelah memahami serba-serbi Rarible, tertarik untuk mencobanya? Berikut telah kami rangkum cara mendaftarkan diri dan membuat NFT di Rarible, yaitu:

    1. Buka website Rarible di https://rarible.com/
    2. Pilih ‘Sign in’, lalu pilih blockchain dan wallet yang diinginkan untuk minting
    3. Setelah berhasil registrasi, pilih ‘Create
    4. Pilih jumlah edisi yang akan di-minting, apakah ‘Single’ atau ‘Multiple
    5. Upload karya seni yang akan dijadikan NFT dalam format dan ukuran yang ditetapkan
    6. Lengkapi deskripsi NFT
    7. Tentukan jenis penjualan (dijual atau dilelang) dan harga NFT
    8. Tentukan persentase biaya royalti
    9. Jika dibutuhkan, lengkapi NFT dengan kode tersembunyi
    10. Pilih akan minting dengan gas fee atau tidak (lazy minting)
    11. NFT berhasil dibuat

    Jadi, itulah penjelasan mengenai Rarible. Ternyata, marketplace NFT satu ini punya banyak keunikan, bahkan dari OpenSea sekalipun, yang membuatnya meraup banyak pengguna, ya. Kunjungi Tokonews untuk informasi lain seputar dunia blockchain dan NFT. Oh iya, jangan lupa untuk mulai jual-beli NFT di marketplace NFT Indonesia yaitu TokoMall. Gabung juga di komunitas resmi TokoMall di Discord dan Telegram, ya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar 7 Koin NFT Terpopuler Saat Ini yang Bisa Cuan

    Mengetahui daftar koin NFT yang sedang populer saat ini akan membantu Anda dalam mengelola aset digital. Koin NFT sendiri merupakan aset digital yang bisa menjadi alternatif mata uang kripto. Aset digital berupa NFT menjadi menarik karena sifatnya yang “one of a kind” sehingga sulit untuk ditiru. Simak ulasan berikut untuk mengetahui daftar koin NFT terpopuler saat ini!

    Naiknya Popularitas NFT

    Memasuki tahun 2021, NFT menjadi semakin populer. Hal ini bisa dibuktikan dengan peningkatan penjualan NFT secara online. Pada kuartal pertama 2021, total penjualan NFT mencapai US$2 biliun. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang amat tajam dari tahun 2020. Tercatat, total penjualan NFT pada 2020 “hanya” mencapai angka US$250 juta.  

    Meski begitu, sebenarnya popularitas NFT tidak dibangun dalam sekejap mata. Jika diurut, penjualan NFT bahkan tidak langsung menanjak sejak diperkenalkan oleh Robert Dermody, Adam Krellenstein, dan Evan Wagner pada 2014 silam. NFT baru mulai ramai diperbincangkan pada 2017, tepatnya saat CryptoPunks muncul dan standar operasional seperti ERC-721 diperkenalkan.

    Apa itu Koin NFT?

    Koin NFT merujuk kepada kepemilikan aset digital yang baru Anda bisa didapatkan melalui kepemilikan digital atas suatu aset. Menariknya lagi, koin NFT tidak memiliki nilai tukar seperti Bitcoin, sehingga tiap koin NFT memiliki sifat yang unik. 

    Perbedaan Koin NFT dengan Mata Uang Kripto

    Meski sama-sama bisa digunakan untuk bertransaksi di dunia digital, koin NFT memiliki perbedaan mendasar dengan mata uang kripto. Mata uang kripto masih mirip dengan uang konvensional karena sifatnya yang fungible atau dapat ditukarkan. Katakanlah Anda punya satu Bitcoin, maka nilainya sama dengan satu Bitcoin lain.

    Di sisi lain, koin NFT bersifat non-fungible alias tidak dapat ditukar. Seperti yang sudah disebutkan di atas, nilai satu koin NFT belum tentu sama dengan nilai koin NFT lainnya. Sebab, masing-masing koin NFT memiliki sertifikat autentikasi khusus yang unik dan tidak bisa diduplikasi.

    Daftar Koin NFT dengan Kapitalisasi Terbesar

    Daftar Koin NFT dengan Kapitalisasi Terbesar

    Lalu, apa saja daftar NFT yang populer saat ini? Jika melihat data dari Coinmarketcap, terlihat bahwa koin AXS dari Axie Infinity merupakan koin NFT dengan kapitalisasi terbesar. Berikut adalah daftar koin atau token NFT dengan kapitalisasi terbesar mengikuti standar ERC-721 dan ERC-1155 yang dirangkum dari situs Coinmarketcap.

    1. AXS (US$10,247 biliun)

    AXS Coins

    Koin AXS dari Axie Infinity menempati urutan pertama pada daftar  NFT dengan kapitalisasi terbesar menurut Coinmarketcap. Hingga November 2021, token AXS berhasil mencatat kapitalisasi pasar sebesar US$10.247.008.859.

    2. THETA (US$7,372 biliun)

    Theta coinPeringkat berikutnya ada Theta Network dengan native token-nya yang bernama Theta. Adapun yang menjadi daya tarik dari platform ini sendiri adalah ia menghadirkan infrastruktur video streaming yang terdesentralisasi. Per November 2021, Theta memiliki market cap sebesar US$7.372.728.385.

    3. FLOW (US$4,215 biliun)

    Flow coinDi peringkat ketiga ada koin Flow yang dikelola oleh jaringan Flow. Memasuki 2021, performa koin Flow memang cukup baik hingga mampu mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$4.215.255.643. Awal November 2021 lalu, satu  Flow-nya ada pada kisaran US$13,57.

    Baca Juga: Cara Memilih Koin Micin Potensial dan Rekomendasinya

    4. MANA (US$3,874 biliun)

    MANA CoinDecentraland memang selalu bisa diandalkan untuk masalah token NFT. Melalui token MANA, Decentraland mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$3.874.516.003, membuatnya berada di peringkat keempat daftar  NFT paling populer menurut Coinmarketcap. Pada awal November 2021 lalu, satu koin MANA dihargai US$2,85.

    5. ENJ (US$3,094 biliun)

    Enjin Coin

    Berikutnya ada Enjin Coin atau lebih dikenal dengan kode namanya, ENJ. Pada penghujung tahun 2021 ini, ENJ mampu mempertahankan performanya dan meraih kapitalisasi pasar sekitar US$3.094.924.191. Sedangkan, harga ENJ stabil pada level US$3,26.

    6. CHZ (USD2,515 biliun)

    token CHZ

    Bagi Anda yang baru mulai melakukan transaksi NFT, token CHZ dari Chiliz bisa dipertimbangkan. Sebab, harga per koinnya relatif terjangkau, sekitar US$0,49. Meski begitu, kemampuannya bisa dibilang stabil dari waktu ke waktu. Terbukti dari total kapitalisasi pasarnya yang mencapai angka US$2.515.267.769.

    7. SAND (US$4,94 biliun)

    SAND CoinTerakhir ada token SAND dari The Sandbox. Memasuki bulan Desember 2021, performa SAND memang terus meningkat. Harga satu SAND terbilang aman di level US$2,64. Untuk kapitalisasi pasarnya, The Sandbox mampu mencapai angka US$2.403.476.637 pada penghujung tahun 2021 ini.

    Tertarik untuk menggunakan koin NFT sebagai alat transaksi? Kini Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di NFT Marketplace milik Tokocrypto, bursa kripto terkemuka di Indonesia. Langsung saja buka website Tokocrypto, klik menu Toko Token, lalu pilih Toko NFT.

    Anda juga bisa memulai dengan TKO yang merupakan utility token asli dari Tokocrypto. TKO saat ini bahkan dapat diperjualbelikan dan ditukarkan dengan utility token lain. Klik di sini untuk mulai transaksi dengan koin NFT!  



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT ART Finance – Pengertian dan Serba Serbinya, Simak Disini!

    Meski tergolong baru, token yang diluncurkan pada April 2021 ini dinilai cocok untuk memperjualbelikan karya seni digital. Mengapa demikian? Mari simak penjelasan Token NFT Art Finance berikut ini!

    Apa itu NFT ART Finance?

    Apa itu NFT Art Finance
    Sumber: coinmarketcap.com/nft-art-finance/

    NFT ART Finance adalah sebuah token yang beroperasi dalam jaringan Binance Smart Contract (BSC). Fungsi utamanya adalah sebagai alat tukar dalam transaksi jual beli NFT. Token ini diciptakan oleh Enter, perusahaan blockchain asal Norwegia. Sejak diperkenalkan pada 22 April 2021 lalu, NFT ART Finance cenderung fokus pada ekosistem karya seni digital. Sebab, market Enter sendiri ada pada dunia seni digital, terutama fotografi, video, dan juga musik.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Ketika pertama diluncurkan, harga awal NFT Art Finance sangat rendah, bahkan bisa dibilang ekstrem, sekitar 0,0000000010 USD. Saat itu, supply token yang disediakan sangat besar karena masih tergolong baru, yaitu mencapai 100 kuadriliun.

    Namun, kini sirkulasinya terbilang lancar. Dilansir dari CoinMarketCap per 20 Desember  2021, sirkulasi supply NFT ART token telah mencapai angka 30 kuadriliun lebih dengan kapitalisasi pasar mencapai 20 juta USD. Rata-rata volume penjualannya ada pada angka 205.580,56 USD.

    Cara kerja Token NFT ART Finance

    Cara kerja NFT ART Finance

    Lalu, bagaimana cara kerja token NFT ART Finance? Apa perbedaannya dengan token NFT lainnya?

    Keunggulan utama token ini terletak pada biaya transaksinya yang cukup rendah. Enter juga tidak menerapkan biaya pendaftaran. Menariknya lagi, seniman NFT bisa mendapatkan komisi tambahan tiap karyanya berpindah tangan.

    Token ini beroperasi dengan mekanisme hiper deflasi, memungkinkan Anda untuk mendapatkan passive income yang didapat secara real-time.

    Berdasarkan Official Website dari token ini, operasional token mengikuti 6 prinsip yaitu:

    1. Deflasi

    NFT ART token menerapkan pajak transaksi sebesar 10%. Lima persen akan dibakar dan lima persen sisanya kembali kepada pemilik.

    2. Utilitas

    NFT ART mendukung ekosistem Enter, sebagai aset default yang berfungsi untuk membuat, mengklaim, membeli, hingga menjual NFT.

    3. Passive income

    Dengan 5% redistribusi pajak pada setiap transaksi, pemilik token bisa mendapatkan keuntungan tambahan untuk dijadikan passive income.

    4. Diaudit dan aman

    Dilengkapi dengan kontrak khusus yang telah lulus audit kode lengkap oleh TechRate.

    5. Biaya transaksi rendah

    Dikarenakan BSC menerapkan biaya transaksi yang relatif rendah, sehingga pembuatan dan perdagangan NFT dapat terjangkau siapa saja.

    6. Tokenomics (tanpa pemilik)

    Tokenomics merupakan bagian dari kontrak dan tidak akan pernah berubah, termasuk kode khusus yang menandakan kepemilikan. Pajak transaksi 5% akan didistribusikan kembali kepada pemegang token. Dengan begitu, pemegang jangka panjang bisa memperoleh pendapatan pasif. Mekanisme ini bertujuan untuk mendorong investasi jangka panjang dalam token.

    Lalu Bagaimana Cara Mendapatkannya?

    Cara mendapatkan NFT Art Token
    Sumber: https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Saat baru diluncurkan, NFT ART token hanya bisa dibeli melalui PancakeSwap. Namun, kini Enter telah bekerja sama dengan lebih banyak platform. Selain melalui PancakeSwap, Anda juga bisa mendapatkan utility token ini DigiFinex, FEGex, Hotbit, dan juga Lbank.

    Pada update terbarunya, NFT ART token kini juga bisa dibeli melalui AutoShark. Lewat AutoShark ini, para penikmat NFT bisa membeli atau menjual NFT ART hingga farming NFT ART-BNB. Untuk farming, Anda bisa mendapatkan FINS yang bisa langsung dipanen atau dikelola kembali untuk meraih keuntungan lebih besar.

    Enter juga terus mengupayakan agar NFT ART finance bisa tersedia di lebih banyak platform jual beli aset kripto. Selain itu, Enter juga sedang menjajaki peluang kerja sama dengan payment gateway agar pengguna bisa membeli NFT ART token dan mengklaim NFT menggunakan akun bank mereka.

    Masa depan Token NFT ART

    roadmap dari nft art finance
    https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Enter telah membekali token ini dengan beragam fitur unik yang membuat token hiper deflasi ini mudah diakses dan ramah pengguna. Pengembangan dan kerja sama juga terus berjalan, membuka peluang transaksi yang lebih luas dengan mitra potensial untuk membuka pasar baru bagi NFT ART token. Untuk meningkatkan aksesibilitas token, di Q4 2021 ini pun Enter juga sedang dalam tahap pengembangan aplikasi smartphone.

    Rasanya tidak berlebihan jika menganggap masa depan NFT ART finance ini cukup cerah. Terlebih, mekanisme operasional yang diterapkan pun sangat mendukung kesejahteraan seniman NFT. Utility token ini memungkinkan para seniman untuk mendapatkan penghasilan seumur hidup melalui pekerjaan mereka.

    Bagaimana, tertarik untuk mulai mengumpulkan NFT ART token? Anda bisa langsung menuju platform yang telah bekerja sama dengan Enter untuk membeli utility token tersebut. Namun, jika Anda baru mulai terjun ke dunia NFT dan belum menemukan platform yang tepat untuk memamerkan karya seni, TokoMall yang merupakan NFT marketplace pertama di Indonesia bisa menjadi solusi.

    TokoMall menghubungkan Official Partner (Kreator) dan Creator (Kolektor) NFT. Di TokoMall, Anda bahkan bisa meluncurkan kreasi terbaik ke panggung dunia. Bagi para Creator juga disediakan ruang untuk memperlihatkan koleksi yang dimiliki. Yuk, tunjukkan kreasi terbaik Anda bersama TokoMall sekarang juga!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Solana Resmi Terdaftar di OpenSea

    NFT berbasis Solana kini resmi terdaftar di OpenSea. Dukungan tersebut menandakan blockchain Solana telah tersedia untuk diperdagangkan di NFT marketplace terkemuka dalam sektor tersebut.

    OpenSea sendiri, terutama koleksi yang berbasis di blockchain Ethereum, telah mendominasi ruang perdagangan NFT. Dengan tambahan Solana, OpenSea kini mengakomodasi koleksi dari ekosistem NFT terbesar kedua di luar Ethereum.

    Menurut laporan market terbaru, dukungan Solana telah ditambahkan dalam versi beta dengan cakupan koleksi terbatas.

    OpenSea mengatakan bahwa saat ini mereka mendukung 165 koleksi, namun jika investor mencari market berdasarkan chain, ini menunjukkan lebih dari 865.000 total NFT yang dicetak di Solana.

    Baca juga: Kenalan dengan Anak 12 Tahun Raup Cuan Rp 14 Triliun dari NFT

    OpenSea Mendukung NFT Solana

    Dalam market, sudah banyak koleksi NFT Solana yang memiliki popularitas tinggi. Sebut saja Solana Monkey Business, DeGods, Degenerate Ape Academy, Aurory, dan Shadowy Super Coder.

    Blockchain Solana juga menawarkan biaya transaksi yang jauh lebih rendah daripada Ethereum, dengan mekanisme jaringan yang hemat energi namun dapat menangani sejumlah besar transaksi sekaligus.

    Baca juga: Starbucks Dikonfirmasi Bergabung dengan Bisnis Metaverse

    Oleh karena itu, kedatangan Solana di OpenSea memang sudah lama dinanti. 

    Sebelumnya, NFT berbasis Solana telah ditayangkan secara langsung di OpenSea sebelum pengumuman resmi diungkapkan, tetapi hilang hanya dalam beberapa jam. 

    Usut punya usut, ketiadaan itu bertepatan dengan masalah jaringan Solana yang membuat banyak orang di media sosial berspekulasi bahwa OpenSea telah menarik kembali peluncurannya sebagai akibat dari kemacetan jaringan. Namun, OpenSea tidak mengatakan apapun secara resmi terkait hal itu. 

    Sementara sebagai NFT marketplace terkemuka, OpenSea saat ini secara teratur menangani volume perdagangan bernilai miliaran dolar AS setiap bulan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com