Tag: pasutri

  • 6 Hal yang Terjadi Pada Tubuh saat Pasutri Mendadak Jarang Bercinta

    Jakarta

    Seks adalah salah satu ‘rutinitas’ yang dilakoni oleh pasangan suami istri. Selain untuk kepuasan dan menjaga keharmonisan, seks juga dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan.

    Lantas, apa yang terjadi jika pasutri mendadak jarang berhubungan seks? Berhenti bercinta untuk sementara waktu memang tidak memiliki pengaruh yang serius terhadap tubuh. Namun, jika seseorang berhenti bercinta dalam waktu yang sangat lama, maka efek sampingnya bisa menyerang kesehatan fisik dan mental.

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang terjadi pada tubuh ketika berhenti bercinta dalam waktu yang lama.


    1. Stres dan Cemas Meningkat

    Dikutip dari WebMD, seks dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Ini karena seks melepaskan hormon bahagia, seperti dopamin dan endorfin, yang membuat relaks tubuh dan mengurangi stres.

    Karenanya, orang yang berhenti bercinta dalam waktu lama bisa lebih rentan mengalami stres. Kehidupan seks yang aktif juga dapat membuat seseorang lebih sehat dan bahagia, sehingga jauh dari kecemasan.

    2. Gangguan pada Jantung

    Penelitian menemukan orang yang berhubungan seks sekali sebulan atau kurang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung, dibanding orang yang melakukannya dua kali seminggu. Salah satu alasannya adalah karena seks bertindak sebagai aktivitas fisik yang membantu melancarkan sirkulasi darah.

    Selain itu, seks juga dapat menurunkan tingkat stres, salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    3. Penurunan Daya Ingat

    Seseorang yang berhenti bercinta juga rentan mengalami penurunan daya ingat. Pasalnya, seks secara rutin dapat membantu meningkatkan kemampuan daya ingat, terutama pada orang yang berusia antara 50-89 tahun.

    Belum diketahui secara pasti kaitan antara seks dan daya ingat. Namun, peneliti menduga seks dapat meningkatkan perkembangan sel otak yang berhubungan dengan ingatan.

    Penelitian juga menunjukkan seks dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terutama immunoglobulin A yang terdapat pada lapisan mukosa (selaput lendir) dan melindungi tubuh dari ancaman virus, bakteri, dan zat berbahaya penyebab penyakit.

    Pria yang jarang berhubungan seks ternyata memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat. Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Harvard menemukan pria yang ejakulasi kurang dari 7 kali dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat 20 persen lebih tinggi dibanding pria yang ejakulasi 21 kali per bulan.

    Studi yang sama dilakukan di Australia menemukan pria yang ejakulasi 7 kali dalam seminggu memiliki risiko kanker prostat 36 persen lebih rendah.

    6. Risiko Gangguan Seksual Meningkat

    Baik pria maupun wanita yang jarang bercinta juga punya risiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi seksual. Pada wanita yang memasuki masa menopause, dinding vagina mereka dapat menipis dan kering jika tidak rutin berhubungan seks.

    Penelitian juga menunjukkan pria yang bercinta kurang dari satu kali dalam seminggu memiliki risiko lebih tinggi terkena disfungsi ereksi dibanding pria yang bercinta setiap minggu.

    (ath/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Gairah Mulai Kendor saat Bercinta? Intip 4 Cara Bikin Hubungan Pasutri Kembali Membara


    Jakarta

    Keintiman seksual menjadi salah satu hal penting yang wajib dimiliki dan dijaga oleh setiap pasangan. Jika dilakukan dengan benar, maka keintiman seksual akan membuat pasangan akan terus merasa terhubung satu sama lain.

    Di sisi lain, masih banyak pasangan yang merasa gugup ketika akan bercinta, bahkan kehilangan gairah seksual karena tidak menjaga keintiman tersebut. Terlebih, jika telah lama menjalin hubungan.

    Menurut Very Well Mind, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang untuk tetap menjaga kedekatan atau keintiman dengan pasangannya. Sehingga, ini akan memberikan efek positif terhadap aktivitas seksual mereka.


    1. Mengenali kenikmatan diri sendiri

    Mendapatkan kualitas bercinta yang baik tak hanya terkait dengan bagaimana seseorang melakukan foreplay dan menyenangkan pasangan. Namun, meluangkan waktu untuk mempelajari diri sendiri juga dapat membantu dalam sebuah hubungan.

    “Rasakan kenikmatan sendiri, dan jangan hanya masturbasi. Tetapi pelajari kenikmatan sendiri dengan menjelajahi berbagai hal lain seperti audio erotis atau membaca erotis,” kata terapis seks Candice Cooper-Lovett, Phd, LMFT.

    Cooper-Lovett juga menyarankan untuk seseorang mulai membaca buku-buku yang mengundang keingintahuan dan erotisme. Buku-buku seperti ini akan memberikan ide tentang apa-apa saja yang bisa dilakukan dengan pasangan.

    2. Menjadwalkan seks

    Sama seperti berkencan, ternyata bercinta akan memberikan sensasi yang lebih baik jika terjadwal. Menjadwalkan seks ternyata akan lebih dapat lebih diingat oleh pasangan.

    “Banyak orang merasa seks harus selalu spontan, tetapi terkadang mungkin harus menjadwalkannya,” kata Cooper-Lovett.

    3. Menambah momen-momen kebersamaan

    Keintiman secara emosional ternyata menjadi bagian dari keintiman seksual. Sehingga penting bagi pasangan untuk memupuk keintiman seksual melalui aktivitas-aktivitas di luar ranjang.

    Terlebih untuk para pasangan yang telah bersama cukup lama, aktivitas-aktivitas di luar kebiasaan sehari-hari mungkin bisa dicoba untuk dilakukan. Hal ini agar menyegarkan hubungan, ditambah pasangan bisa saja menguasai hal-hal baru yang berhubungan dengan bercinta.

    4. Memiliki outercourse

    Outercourse atau aktivitas seksual yang bukan seks penetrasi dapat menjadi salah satu cara yang bagus untuk mendapatkan keintiman seksual yang lebih dalam. Outercourse sendiri, selain dapat membangun ketegangan seksual, juga bisa membuat pasangan terangsang tanpa harus berhubungan seksual.

    Beberapa contoh kegiatan seksual tersebut adalah berciuman, onani, masturbasi, pijatan mesra, seks toys, seks oral, dan lain-lain.

    (dpy/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Gairah Seksual Berkurang? Ini 10 Cara Meningkatkan Libido

    Jakarta

    Libido atau gairah seks biasanya mengalami fluktuasi sepanjang waktu. Banyak hal yang dapat memengaruhi naik turunnya libido seseorang, mulai dari stres sehari-hari, usia, hingga fluktuasi hormon, dan menurunnya hasrat seksual terkadang bisa menjadi masalah bagi sebagian orang.

    Libido yang menurun atau rendah dalam jangka waktu yang lama tentu bisa mengganggu kualitas hubungan seksual. Menurut Very Well Mind, ada 10 cara yang bisa dilakukan seseorang untuk kembali meningkatkan gairah seksualnya.

    1. Mengelola kecemasan

    Sulit untuk bisa merasa seksual ketika diri dalam keadaan cemas, dan hal ini telah diuji secara klinis. Kecemasan terbukti dapat memperburuk disfungsi seksual seseorang.


    Ada berbagai cara untuk bisa mengelola kecemasan, seperti terapi, mengonsumsi obat untuk mengobati gangguan kecemasan, atau cara alami seperti meditasi, melatih pernapasan dalam, dan teknik manajemen stres.

    2. Menghilangkan depresi

    Depresi atau gangguan suasana hati akan memberikan dampak negatif pada libido, sama seperti kecemasan. Ketika seseorang depresi, disfungsi seksual juga akan terjadi. Sehingga, ketika depresi klinis diobati, maka hasrat seksual akan cenderung kembali.

    Sama seperti kecemasan, depresi dapat diobati dengan beberapa cara yakni terapi, pengobatan dan/atau metode penyembuhan alami lain.

    3. Meningkatkan kualitas tidur

    Gangguan tidur sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah menurunnya libido atau gairah seksual seseorang. Jika masalah tidur dirasa cukup serius, maka perlu adanya pendampingan dokter. Namun, jika masalah tidur ringan, bisa mengikuti langkah-langkah untuk mendapatkan sleep hygiene.

    4. Mengonsumsi ramuan alami

    Salah satu cara untuk bisa meningkatkan libido adalah dengan mengkonsumsi ramuan alami dan adaptogen, yaitu zat yang telah terbukti mampu mengurangi depresi dan kelelahan.

    Zat ini telah terbukti mampu meningkatkan segalanya, mulai dari libido hingga kejantanan, termasuk kesuburan.

    Beberapa obat alami yang bisa dikonsumsi adalah maca (akar Peru) ginseng, dan ginkgo biloba.

    5. Melakukan latihan fisik

    Latihan fisik atau exercise akan memberikan manfaat kepada tubuh, salah satunya adalah menambahkan peningkatan gairah seks.

    Olahraga terbukti dapat meningkatkan libido seseorang. Selain itu juga memberikan citra tubuh yang positif, peningkatan kesehatan kardiovaskular dan suasana hati, peningkatan sistem saraf simpatik, dan peningkatan sistem endokrin.

    6. Makan makanan peningkat libido

    Beberapa makanan dinilai baik untuk libido seseorang. Meskipun cara kerjanya tidak secara instan seperti hanya ‘menekan tombol’ untuk menjadi seksual.

    Beberapa jenis makanan yang kaya zinc mengatur testosteron dan stamina seperti daging merah, kacang pinus, dan tiram.

    Lalu ada biji-bijian dan kacang-kacangan untuk penguatan stamina, serta makanan tinggi flavonoid yang mampu bantu mencegah disfungsi seksual seperti jeruk, paprika, teh, dan coklat.

    7. Membatasi makanan penurun libido

    Di sisi lain, ada beberapa makanan yang justru dinilai dapat menurunkan gairah seks, atau disebut anafrodisiak. Makanan ini memiliki nutrisi atau atribut yang dapat menurunkan kesehatan seksual.

    Makanan anafrodisiak antara lain yang memiliki lemak jenuh tinggi, seperti makanan yang digoreng. Lalu kedelai yang dapat meningkatkan estrogen, lemak tak jenuh ganda seperti minyak sayur yang dapat menurunkan testosteron.

    Makanan bernatrium tinggi, yang dapat meningkatkan tekanan darah, dan makanan yang membutuhkan insulin untuk mengolahnya seperti tepung putih dan gula.

    8. Memperbaiki hubungan

    Hubungan yang terjalin lama, bisa membuat timbul perasaan akan hilangnya chemistry seksual. Antara satu sama lain mungkin sudah tidak lagi merasa bergairah.

    Hal ini bisa diatasi dengan melakukan terapi seks bersama pasangan, menjadwalkan kencan malam, pergi berlibur bersama, atau banyak melakukan sentuhan yang disengaja.

    9. Menerima keadaan tubuh

    Terkadang rendahnya gairah seks seseorang karena mereka merasa tidak nyaman dengan tubuhnya. Sehingga diperlukan adanya latihan body neutrality atau menerima tubuh apa adanya.

    Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti memilih pakaian dan makanan sesuai dengan yang disukai. Hal ini akan memberikan manfaat baik kepada kesehatan mental.

    10. Membatasi alkohol dan zat lainnya

    Alkohol dan obat-obatan terlarang dapat memberikan dampak negatif kepada tubuh. Salah satunya bisa menyebabkan gairah seks menurun.

    Di sisi lain, ada sebagian orang yang justru mendapatkan dorongan seksual ketika meminum alkohol. Namun, hal ini harus dilakukan dengan tetap menjaga asupan.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Kata-kata ‘Nakal’ yang Bisa Diucapkan Pasutri saat Bercinta, Seks Jadi Makin Hot

    Jakarta

    Kenyamanan dalam bercinta tentu menjadi dambaan setiap pasangan. Sering dianggap sepele, tetapi salah satu cara untuk membuat ranjang tetap ‘panas’ adalah komunikasi yang baik antar pasangan.

    Dirty talks atau aktivitas mengobrol yang bertujuan untuk memancing gairah satu sama lain. Tentunya, pembicaraan ini harus dua arah dan dimulai dengan menyampaikan hal-hal intim secara halus.

    Dilansir dari Very Well Mind, selah seorang sex educator Alice Lovegood membuat konten dewasa di mana mendapatkan banyak sekali respons dari pengikutnya di Instagram. Berikut adalah 9 jenis dirty talks yang sering digunakan untuk membuat ranjang tetap panas saat bercinta.


    1. Dominasi

    Memberikan kata-kata yang membuat pasangan merasa mendominasi bisa menjadi salah satu cara untuk membuat bercinta lebih intim. Pasalnya, memiliki kekuasaan atas orang lain bisa menambah gairah saat bercinta. Misalnya, ‘Saya akan melakukan apa yang saya inginkan kepadamu, berbaring di sana dan terima saja, mengerti?

    2. Submission

    Memberikan kekuasaan penuh terhadap pasangan juga menjadi salah satu cara untuk dapat menambah gairah bercinta. Kata-kata yang bisa bisa diucapkan kepada pasangan misalnya, ‘bawa aku’.

    3. Pernyataan instruktif

    Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan instruksi secara verbal. Seperti ‘buka kakimu’ atau ‘aku ingin kamu menyentuh dirimu sendiri’.

    4. Pertanyaan seksi

    Memberikan pertanyaan seksi kepada pasangan di atas ranjang bisa dilakukan untuk tetap menjaga keintiman dalam bercinta. Misalnya, ‘apakah terasa enak?’ atau ‘Apakah kamu menyukainya?’.

    5. Penguatan positif

    Memberikan kalimat-kalimat positif kepada pasangan baik sebelum atau sesudah bercinta bisa menambah kehangatan. Misalnya, ‘gadis baik’.

    6. Keintiman dan ikatan emosional

    Pernyataan-pernyataan positif seperti ‘aku mencintaimu’, ‘kamu cantik atau tampan’, atau ‘kamu luar biasa bisa membuat hubungan lebih intim. Sehingga, bercinta akan terasa lebih nyaman.

    7. Kepemilikan

    Pernyataan yang menentukan kepemilikan atas seseorang atau tubuhnya bisa dilakukan untuk menambah gairah saat bercinta. Misalnya, ‘XYZ ini milikku’ atau ‘Aku milikmu seutuhnya’.

    8. Berbicara Fantasi

    Berbicara mengenai fantasi seksual kepada pasangan bisa dilakukan untuk membuat mereka lebih bergairah.

    9. Panggilan refleksif

    Desahan, erangan, atau kata-kata seksual bisa dilakukan untuk ketika bercinta agar suasana menjadi tetap panas. Misalnya, ‘Ohhh’, ‘Yaa’ atau kalimat kuno (positif) yang bagus seperti ‘Ughhhhh’.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 5 Tips Bakar Lemak dengan Bercinta, Pasutri Wajib Coba!

    Jakarta

    Bercinta merupakan salah satu aktivitas untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Selain mempererat hubungan, seks juga bisa menjadi cara untuk membakar banyak kalori atau lemak di tubuh.

    Memang berapa kalori yang terbakar lewat hubungan seks?

    Dikutip dari Business Insider, sebuah riset kecil tahun 2013 menemukan bahwa pria membakar rata-rata 4,2 kalori per menit saat berhubungan seks. Sementara pada wanita, seks ini bisa membantu membakar sekitar 3,2 kalori per menit.


    Namun, mengingat durasi rata-rata hubungan seksual hanya sekitar 5,4 menit, itu berarti tidak banyak kalori yang bisa dibakar.

    Untuk bisa membakar kalori lewat hubungan seks mungkin memerlukan beberapa cara, seperti:

    1. Bisa tambah durasi

    Dalam berhubungan seks, durasi menjadi aspek yang penting. Jika ingin mencoba membakar lebih banyak kalori, cobalah untuk menambah durasinya.

    Pasangan suami istri bisa mencoba hal-hal pelengkap sebelum masuk ke acara inti. Misalnya, memperpanjang durasi untuk ‘pemanasan’ atau foreplay.

    2. Coba posisi seks tertentu

    Salah satu cara yang bisa membantu membakar kalori saat berhubungan intim adalah posisi seks. Cobalah untuk menerapkan posisi seks yang berbeda, terutama yang menuntut kekuatan otot.

    Posisi seks yang bisa dicoba untuk membakar kalori, di antaranya wheelbarrow, standing sex, reverse cowgirl, snake, hingga butter churner.

    3. Bisa berganti posisi

    Untuk bisa membakar kalori lebih banyak, cobalah posisi yang lebih menantang yang bisa melatih bagian otot. Dikutip dari CNN, ini akan membuat kejutan untuk tubuh dan membakar kalori lebih baik.

    Jika sudah berada dalam beberapa posisi seks dan masih merasa lemas, cobalah untuk berganti posisi dengan pasangan.

    4. Lakukan sebelum sarapan

    Kebanyakan orang mungkin lebih suka berhubungan seks saat malam. Tapi, bercinta saat pagi juga boleh dicoba, terutama sebelum sarapan.

    Pada waktu ini, kadar testosteron pria mencapai puncak pada pukul 07.00-08.00 pagi. Kalau bisa meluangkan waktu saat pagi, itu seperti berolahraga.

    5. Konsumsi makanan penambah stamina

    Jika ingin membakar kalori lebih baik saat bercinta, tentu memerlukan asupan yang tepat untuk menambah stamina. Cobalah untuk menambahkan makanan penambah stamina ke dalam makanan harian, seperti seledri, pisang, hingga seledri.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Wajib Tahu, Ini 5 Obrolan ‘Nakal’ Agar Sesi Bercinta Makin Hot

    Jakarta

    Dirty talks atau obrolan nakal bersama pasangan bisa menjadi cara agar sesi bercinta tidak lagi membosankan. Padahal, memulai seks dengan obrolan nakal bisa menimbulkan rasa nyaman.

    Dikutip dari Very Well Mind, dirty talks bertujuan untuk memancing gairah satu sama lain sebelum sesi bercinta. Tentunya, pembicaraan ini harus terjadi dua arah dan dimulai dengan menyampaikan hal-hal intim secara halus.

    Berikut adalah 5 jenis obrolan nakal yang bisa digunakan untuk membuat ranjang tetap panas saat bercinta.


    1. Berbicara soal Fantasi

    Setiap orang mungkin memiliki fantasi seksual yang beragam dan hal ini bisa dibicarakan langsung dengan pasangan agar seks menjadi lebih intim. Berbicara mengenai fantasi seksual kepada pasangan bisa dilakukan untuk membuat mereka lebih bergairah.

    2. Penguatan Positif

    Memberikan kata-kata bernada positif kepada pasangan sebelum bercinta bisa membuat sesi di ranjang menjadi lebih panas. Kata-kata ini bisa merupakan pujian seperti, ‘kamu terlihat cantik atau tampan’, ‘gadis baik’, ‘kamu luar biasa’, dan sebagainya.

    3. Pertanyaan Seksi

    Tidak ada salahnya untuk memulai sesi bercinta dengan memberikan pertanyaan seksi kepada pasangan. Pertanyaan seksi yang tepat dapat membawa pasangan ke dalam seks yang menggairahkan.

    Pertanyaan seksi tersebut bisa seperti ‘apakah terasa enak?’ atau ‘apakah kamu menyukainya?’.

    Sebuah pernyataan yang diberikan ke pasangan untuk menunjukkan kepemilikan bisa menjadi awal yang bagus sebelum sesi bercinta. Pernyataan tersebut bisa meliputi, ‘bagian tubuhku ini milikmu’ atau ‘aku milikmu seutuhnya’.

    5. Panggilan Refleksif

    Desahan, erangan, atau kata-kata seksual bisa dilakukan ketika bercinta. Hal ini untuk membuat gairah pasangan tetap pada puncaknya. Misalnya, ‘Ohhh’, ‘Yaa’ atau kalimat kuno (positif) yang bagus seperti ‘Ughhhhh’.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Paksu Wajib Tahu! 5 Cara Ampuh Bikin Istri ‘Nikmat’ Bercinta Tanpa Rasa Nyeri

    Jakarta

    Saat pasangan suami istri berhubungan intim biasanya ada rasa kenyamanan dan kenikmatan. Namun, ternyata beberapa wanita mungkin merasakan sakit saat bercinta.

    Ada beberapa penyebab yang bisa membuat pasangan merasa kesakitan. Mulai dari nyeri otot karena posisi yang tidak cocok, iritasi atau rasa terbakar pada kulit, atau kondisi ginekologis seperti vaginismus.

    Meski begitu, kondisi seperti ini masih bisa dicegah ataupun diatasi. Dikutip dari Business Insider, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar tidak sakit saat berhubungan seks.


    1. Lakukan dengan perlahan

    Sebagian orang mungkin memerlukan banyak ‘pemanasan’ sebelum memulainya. Direktur asosiasi Pusat Promosi Kesehatan Seksual di Universitas Indiana, Debby Herbenick, PhD, mengatakan tubuh wanita membutuhkan waktu untuk membuat vagina meregang sepenuhnya.

    “Tubuh membutuhkan waktu untuk memberi ruang bagi vagina untuk mengembang. Vagina dapat meregang dari 4-7 inci (10-17 cm) saat terangsang sepenuhnya,” terang Herbenick.

    Untuk mengatasinya, Herbenick merekomendasikan foreplay selama 20 menit untuk mempersiapkan tubuh dengan baik.

    2. Pastikan menggunakan pelumas yang cukup

    Salah satu penyebab wanita merasa kesakitan saat berhubungan seks adalah vagina yang kering. Ada beberapa penyebabnya, seperti penurunan kadar estrogen, titik-titik tertentu dalam siklus menstruasi, hingga mandi air panas sebelum berhubungan seks.

    Untuk mengurangi rasa sakit, cobalah untuk menggunakan pelumas berbahan dasar silikon atau air. Menghindari pelumas yang mengandung bahan kimia atau pewangi, karena berisiko mengiritasi area kelamin dan kulit.

    3. Coba posisi yang berbeda

    Pada beberapa kasus, posisi seks lebih mungkin menyebabkan rasa sakit. Posisi yang memungkinkan dorongan dalam, seperti doggy style, seringkali menyakitkan bagi wanita.

    Bisa mencoba posisi yang memungkinkan istri lebih mudah mengendalikan kecepatan, seperti woman on top, missionary, atau spooning. Ini bisa mengurangi rasa sakit saat berhubungan seks.

    4. Gunakan alat bantu

    Jika sudah mengubah posisi dan tidak membuat seks lebih baik, cobalah menggunakan bantuan dari alat lain seperti bantal. Bantal sangat bagus untuk membantu menyelaraskan tubuh dalam posisi yang lebih nyaman.

    5. Berhenti berhubungan seks

    Rasa sakit seringkali bisa menjadi sinyal bahwa tubuh perlu istirahat. Tidak ada salahnya untuk mendengarkan tubuh dan berhenti berhubungan seks untuk sementara waktu.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Kebiasaan yang Tak Boleh Dilakukan Usai Bercinta, Bisa Bikin Gairah ‘Anjlok’

    Jakarta

    Setelah berhubungan intim, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari untuk menjaga keharmonisan pasangan suami istri. Tindakan-tindakan tertentu mungkin nampak sepele, tapi dapat berdampak negatif pada keintiman dan kedekatan emosional.

    “Setelah bercinta, jika salah satu pihak mencoba melakukan hal lain yang tidak berhubungan dengan seks, hal itu dapat membuat pasangan merasa tidak diakui,” ucap pakar seks dan hubungan Dr Amitha Mishra dikutip dari India Times, Jumat (30/8/2024).

    Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah berhubungan intim:


    1. Tertidur

    Banyak pasangan suami istri yang mengalami masalah ini. Hal ini tentu merupakan kesalahan besar yang dapat merusak intimasi dalam berhubungan intim.

    Langsung tidur membuat pasangan jadi tidak menikmati secara maksimal kualitas hubungan yang baru dilakukan, khususnya pada faktor suasana hati. Padahal itu merupakan hal paling penting untuk meningkatkan keharmonisan pasutri.

    2. Langsung ke Kamar Mandi

    Bergegas langsung ke kamar mandi setelah berhubungan intim bukanlah hal yang tepat. Mungkin di satu pihak tidak akan merasa keberatan, namun ha ini seperti melupakan bahwa pasangan mungkin masih ingin menikmati suasana setelah bercinta.

    Langsung pergi ke kamar mandi dapat menghilangkan kesenangan dan merusak momen kenikmatan tersebut. Sebaiknya tunggu dulu selama beberapa saat sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi.

    3. Urus Pekerjaan

    Langsung mengurus pekerjaan merupakan hal yang tidak ‘menghargai’ pasangan setelah melakukan hubungan seks. Kenikmatan setelah seks harus dirasakan bersama-sama tanpa adanya intervensi dari manapun, termasuk urusan pekerjaan.

    “Kalau Anda lebih suka bekerja atau membaca buku daripada berpelukan dan bermesraan, Anda benar-benar mengundang masalah ke ‘surga’ seks Anda,” kata Mishra.

    4. Tidur Terpisah

    Beberapa pasutri mungkin memang memiliki kebiasaan tidur terpisah, tapi pada momen tertentu seperti setelah melakukan hubungan seks, sebaiknya hal ini ditinggalkan terlebih dahulu. Setelah bercinta, meninggalkan pasangan adalah ide yang buruk.

    Hal itu tidak hanya mematikan gairah pada malam tersebut, tapi juga dapat merusak intimasi dan gairah bercinta pada malam-malam berikutnya.

    5. Makan

    Mishra juga tidak menyarankan pasangan untuk mencari makanan ke dapur setelah bercinta. Kunci terpenting dalam bercinta adalah pasangan tetap bisa memaksimalkan waktu untuk bersama, bahkan setelah fase menyenangkan itu selesai.

    “Itu merusak seluruh gairah dan akan membuat pasangan merasa bahwa Anda tidak menikmati seks hanya karena lapar dan memikirkan makanan,” ujarnya.

    6. Bawa Anak ke Kamar

    Membiarkan siapapun masuk ke dalam ‘ruangan’ privasi seksual dapat mengganggu kenikmatan bersama. Banyak ibu mungkin memiliki kecenderungan membawa anak tidur bersama di ranjang yang sama.

    Jika itu dilakukan setelah berhubungan seks, menurut Mishra itu dapat memberikan dampak yang buruk pada intimasi pasangan. Oleh karena itu, tidak ada salahnya pasutri melakukan perencanaan matang terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan intim agar terbebas dari gangguan apapun.

    (avk/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Hal yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Pasutri Berhenti Bercinta

    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri, melakukan hubungan seks secara teratur dapat memperkuat ikatan dan keharmonisan. Terlebih, berhubungan intim memiliki sejumlah manfaat lain pada tubuh.

    Kendati begitu, tidak sedikit juga pasutri yang mungkin tidak mendapatkan sesi hubungan intim secara teratur. Artinya, frekuensi bercinta mereka mungkin berkurang atau bahkan terhenti dalam jangka waktu tertentu.

    Dikutip dari Healthshot, ada beberapa efek yang akan terjadi pada tubuh ketika seseorang berhenti berhubungan seksual. Berikut adalah efek samping yang mungkin terjadi.


    1. Penurunan Libido dan Hasrat Seksual

    Aktivitas seksual yang teratur dapat membantu menjaga libido dan hasrat yang sehat. Sebaliknya, aktivitas seksual atau tidak melakukan seks dapat menyebabkan penurunan libido. Kondisi ini bisa memicu seseorang sulit untuk terangsang dan merasakan hasrat seksual.

    Penurunan hasrat seksual ini dapat menciptakan ‘lingkaran setan’, karena semakin lama jeda tersebut, semakin sulit untuk mendapatkan kembali hasrat awal.

    2. Hubungan Menjadi Renggang

    Keintiman seksual merupakan aspek penting dari hubungan emosional dan ikatan dalam hubungan romantis. Kesenjangan yang berkepanjangan dalam aktivitas seksual dapat membebani hubungan emosional antara pasangan, yang menyebabkan perasaan frustrasi, ketidakpuasan, dan bahkan kebencian.

    Kurangnya keintiman seksual juga dapat memengaruhi kepuasan hubungan secara keseluruhan, komunikasi, dan kedekatan, yang berpotensi mengakibatkan konflik dan penurunan kualitas hubungan.

    3. Vagina Kering dan Nyeri saat Berhubungan Seksual

    Wanita mungkin mengalami kekeringan vagina akibat jarangnya aktivitas seksual. Gairah seksual dan hubungan seksual yang teratur meningkatkan produksi pelumas alami, yang membantu memperlancar penetrasi dan membuat aktivitas seksual lebih menyenangkan. Tanpa rangsangan seksual yang teratur, jaringan vagina dapat menjadi kering dan kurang elastis, yang menyebabkan ketidaknyamanan, nyeri, dan bahkan robekan mikro selama hubungan seksual.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Wajib Tahu! Tips Ampuh Biar Sesi Bercinta Tak Berakhir Hambar

    Jakarta

    Hubungan seks bisa menjadi sesi yang romantis, menyenangkan, dan menggairahkan. Namun, tak jarang pasutri kerap merasa sesi bercinta mereka terasa sedikit membosankan.

    Perasaan hambar ini mungkin lebih banyak dialami oleh pasangan suami istri yang sudah lama menikah. Hal ini bisa saja berbahaya bagi hubungan keduanya jika tidak segera diatasi.

    Lantas, bagaimana cara agar hubungan seksual tidak hambar?


    Dikutip dari laman The Gentleman Journal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat sesi bercinta pasutri kembali menggairahkan. Simak penjelasannya berikut ini.

    1. Coba kirim ‘pesan genit’ ke pasangan

    Minat dan gairah dapat berubah seiring berjalannya waktu. Maka dari itu, perlu menciptakan suasana yang menggoda dan sedikit genit kepada pasangan.

    Cobalah untuk mengirim pesan teks yang menggoda dan lebih genit. Dengan cara ini, bisa membuat pasangan lebih tertarik untuk bermesraan dan membuat hubungan semakin erat.

    2. Luangkan waktu untuk berkencan

    Cobalah meluangkan waktu untuk berkencan, baik yang sudah direncanakan ataupun dadakan. Misalnya menjemput pasangan di tempat kerja, kemudian mengajaknya untuk menghabiskan waktu yang romantis di hotel.

    Mulailah dengan sesuatu yang menyenangkan dan romantis. Setelahnya, biarkan gairah dan fantasi itu muncul dengan sendirinya.

    3. Bisa coba ‘bermain peran’

    Bagi sebagian orang, bermain peran saat akan berhubungan seks menjadi hal yang menyenangkan. Namun, harus diperhatikan apakah pasangan merasa nyaman atau tidak dengan permainan tersebut.

    Orang cenderung goyah dalam sebuah hubungan jika mereka merasa bosan. Maka dari itu, carilah inspirasi dan bertukar pikiran tentang fantasi seks pasangan.

    4. Ungkapkan fantasi seks yang ingin dicoba

    Hubungan seks akan terasa semakin menggairahkan jika diberikan ‘bumbu’ semacam fantasi yang diinginkan pasangan. Bisa dengan memulainya dengan foreplay yang berbeda atau bercinta di tempat yang baru.

    Hal ini dapat membuat pasangan bisa mengekspresikan seks seperti apa yang diinginkan. Misalnya memberikan pijatan halus sambil minum segelas anggur.

    5. Luangkan waktu untuk eksplorasi

    Eksplorasi tubuh sendiri dan pasangan bisa menjadi hal yang menyenangkan. Luangkan waktu kurang lebih 20 menit untuk memfokuskan perhatian satu sama lain.

    Untuk mendukung suasana, bisa dengan menyiapkan lilin beraroma dan musik yang tenang. Selain itu, bisa juga memvariasikan tekanan atau cara menyentuh pasangan dengan berbagai hal, seperti tangan, bibir, atau bulu buatan yang halus.

    6. Cobalah atur jadwal bercinta

    Sebagian orang mungkin lebih menyukai sesi bercinta yang dijadwalkan. Tapi, banyak juga yang lebih suka melakukannya secara spontan.

    Untuk membuat suasana lebih nyaman, cobalah untuk melakukan pendekatan dengan cara yang bervariasi dan mengirim pesan-pesan bernada genit serta intim.

    7. Jangan cuma di kamar tidur

    Untuk membuat hubungan seks tidak hambar, coba untuk lebih bervariasi dalam mencari tempat, posisi, dan teknik foreplay. Banyak pasangan yang cenderung menggunakan tiga posisi seksual atau kurang, dan foreplay yang itu-itu saja.

    Agar sesi bercinta semakin memanas, bisa coba melakukannya di kursi, depan cermin, dan atau variasi lainnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy