Tag: pasutri

  • Ternyata Aktivitas Seksual Bercinta di Kamar Mandi Berbahaya, Ini Alasannya


    Jakarta

    Fantasi seksual merupakan hal yang normal dalam kehidupan pasangan suami istri. Setiap orang mungkin memiliki fantasi seksual yang berbeda-beda dan ingin mencobanya di dunia nyata.

    Namun, tidak semua fantasi seks yang dijadikan dilakukan oleh pasutri bisa memberikan kepuasan. Sebab beberapa aktivitas seksual itu bisa saja membahayakan diri hingga menyebabkan cedera, salah satunya bercinta di kamar mandi.

    Beberapa orang mungkin merasa bercinta sambil mandi air hangat akan terasa lebih nikmat. Nyatanya, itu dikaitkan dengan risiko sinkop vasovagal atau penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan pusing dan pingsan.


    “Itu karena saraf vagus, yang mengatur detak jantung dan penyempitan pembuluh darah, akan kehilangan pengaturan normal untuk sementara waktu karena rangsangan yang berlebihan,” tulis pakar yang dikutip dari NYPost.

    “Akibatnya, pembuluh darah melebar, tekanan darah turun, dan orang tersebut bisa pingsan,” sambungnya.

    Selain itu, para pakar seks juga tidak menyarankan untuk bercinta di bawah shower. Selain bisa menyebabkan orang pingsan, mereka yang melakukannya berpotensi terpeleset dan jatuh.

    Fantasi seks ini juga disebut-sebut bisa membuat organ intim kehilangan pelumas alami dan menjadi kering. Selain itu, seks di kamar mandi dapat membuat orang rentan terhadap infeksi menular seksual.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Habis Bercinta Malah Susah Tidur? Kenali Penyebab ‘Post Coital Insomnia’


    Jakarta

    Lazimnya, perasaan nyaman dan puas selepas hubungan seks bikin seseorang mudah terlelap. Faktanya, beberapa orang mengalami sebaliknya yakni jadi nggak bisa tidur.

    Ada banyak kemungkinan penyebab post coital insomnia, kondisi yang dialami saat seseorang susah terlelap usai bercinta. Pada wanita, salah satunya yang paling simpel adalah tidak tercapainya orgasme.

    Normalnya, orgasme saat bercinta mengaktifkan sistem saraf simpatis dan saraf parasimpatis. Saat keduanya aktif, maka tubuh akan merasa rileks dan berada dalam status tenang.


    Pada wanita yang tidak mengalami orgasme saat bercinta, sistem saraf berada dalam fase excitement. Kondisi ini pada akhirnya bisa membuat seseorang lebih terjaga.

    “Ada rantai sistem saraf yang tricky yang membuatnya masuk akal bahwa kadang-kadang bikin susah untuk terjaga maupun untuk tidur ketika Anda menginginkan sebaliknya,” kata Greg Marchand, dokter kandungan yang meneliti disfungsi dan kepuasan seksual, dikutip dari Sleep.com.

    Kemungkinan lain sebagaimana dikutip dari Zleepy.com adalah temperatur tubuh, yang meningkat ketika bercinta. Normalnya, tubuh menjadi lebih hangat saat bercinta, padahal faktanya temperatur yang lebih sejuk dibutuhkan untuk bisa tidur dengan lebih kondusif.

    Terakhir, faktor hormonal juga bisa menyebabkan rasa kantuk menjauh seusai berhubungan seks. Dopamine, salah satu hormon yang dilepaskan saat bercinta, di satu sisi memberikan rasa nyaman sehingga gampang mengantuk pada kebanyakan pasangan.

    Namun di sisi lain, pelepasan hormon ini juga dibarengi dengan pelepasan hormon norepinephrine, yang membuat seseorang lebih terjaga. Jika hormon terakhir ini lebih banyak dilepaskan, sebagaimana dialami sebagian orang, maka jangan kaget kalau malah jadi susah tidur.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ketahuan Pura-pura Orgasme, Harus Gimana?


    Jakarta

    Ada banyak alasan bagi seseorang untuk pura-pura orgasme saat bercinta. Jika suatu ketika ketahuan oleh pasangan, apa yang sebaiknya dilakukan?

    Sebuah riset di Tempel University mengungkap 60 persen wanita berpura-pura orgasme saat berhubungan seks. Begitupun di kalangan pria, sekitar 25 persen juga melakukannya.

    Dikutip dari CBS News, salah satunya perasaan insecure terhadap keintiman dan fungsi seksual saat berhubungan. Sebagian lainnya lagi melakukan hal itu agar cepat selesai.


    Apapun alasannya, kepalsuan dalam sebuah hubungan bukan tanpa risiko. Termasuk dalam urusan orgasme. Dikutip dari Healthline, pura-pura orgasme dalam jangka panjang bisa memicu:

    • perasaan tidak senang pada pasangan karena tidak membantu untuk orgasme beneran
    • bikin hubungan dengan pasangan makin berjarak
    • makin enggan mengeksplorasi hal-hal yang sebenarnya bisa membantu untuk orgasme beneran.

    Meski ada banyak artikel menjelaskan cara-cara mengidentifikasi orgasme palsu, sesungguhnya tidak selalu mudah untuk memastikan bahwa pasangan cuma pura-pura. Tidak ada indikasi yang spesifik untuk memastikannya.

    “Orgasme pada tiap orang bisa kelihatan, kedengaran, dan dirasakan secara berbeda,” kata Gigi Engle, seorang sex coach dan penulis buku tentang kesehatan seksual.

    Lalu harus gimana jika curiga pasangan pura-pura orgasme? Yang pasti ajak bicara, tapi sebaiknya jangan to the point menanyakan apakah beneran berpura-pura.

    “Memulainya dengan tuduhan akan membuat pasangan bersikat defensif,” kata Engle.

    “Bukan soal apakah mereka pura-pura atau tidak di masa lalu, tapi tentang bagaimana kalian berdua bisa melakukan sesuatu untuk masa yang akan datang,” lanjutnya.

    Bagaimana jika sebaliknya, kita yang pura-pura? Setidaknya ada dua pilihan yang bisa dilakukan. Pertama, dan disebut sebagai pilihan terbaik, adalah jujur apa adanya, tapi tentunya butuh komunikasi yang baik dan saling percaya.

    Hal yang wajib dikomunikasikan tentu alasannya, dan jika ada alternatif solusinya. Pastikan juga bahwa sebenarnya memang menikmati aktivitas seksual, hanya saja tidak sampai orgasme.

    Pilihan kedua, ya sudah bimbing pasangan untuk bisa sama-sama orgasme. Masing-masing perlu saling terbuka mengungkapkan ekspektasinya dalam berhubungan.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 3 Efek yang Bisa Dirasakan saat Lama Tak Bercinta Bagi Pasutri

    Jakarta

    Ada beragam alasan pasangan suami istri berhenti melakukan hubungan intim. Mulai dari karena rutinitas yang terlalu sibuk, kelelahan, faktor anak, dan lain sebagainya.

    Jika hanya terjadi sesekali, hal tersebut memang tidak menimbulkan masalah. Tapi jika pasutri berhenti bercinta untuk waktu yang terlalu lama, maka dampaknya bisa ke kesehatan fisik serta mental.

    Dikutip dari WebMD, berikut gangguan kesehatan yang bisa dialami pasutri yang lama tidak berhubungan intim.


    1. Ansietas dan Stres

    Pasangan yang jarang berhubungan intim bisa merasa kurang terhubung satu sama lain. Sebab, mereka kehilangan salah satu momen untuk bisa membicarakan tentang perasaan dan masalah masing-masing. Sesi ‘curhat’ seperti ini penting untuk membantu mengelola stres yang dirasakan sehari-hari.

    Seks juga membuat tubuh melepaskan hormon, seperti oksitosin dan endorfin, yang dapat memicu rasa bahagia dan menurunkan stres. Tak hanya itu, oksitosin juga meningkatkan kualitas tidur, yang mana secara tidak langsung membantu memelihara kesehatan mental.

    2. Kedekatan dengan Pasangan

    Berhubungan seks secara teratur juga membantu meningkatkan kedekatan emosional antara suami dan istri. Pasangan yang lebih sering bercinta cenderung mengaku mereka lebih bahagia dibandingkan pasangan yang jarang melakukan hubungan intim.

    Meski begitu, pasutri tidak perlu memaksakan untuk bercinta setiap hari. Kuncinya adalah menemukan waktu dan frekuensi yang tepat. Jadi, apa yang berlaku untuk orang lain belum tentu cocok untuk Anda dan pasangan.

    3. Dinding Vagina dan Pelumasan

    Bagi wanita, terutama yang sudah mengalami menopause, rutin berhubungan seks memiliki manfaat yang besar terhadap kesehatan organ reproduksinya. Tanpa hubungan seks yang teratur, vagina dapat mengencang dan jaringan yang ada pada dinding vagina dapat menjadi lebih tipis. Akibatnya, dinding vagina menjadi lebih mudah terluka, robek, atau berdarah saat berhubungan intim.

    Hal ini tentunya dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan membuat istri semakin ogah untuk bercinta.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • dr Boyke Bagikan Tips agar Cepat Hamil Meski Frekuensi Bercinta Minim


    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri yang sedang mencoba untuk hamil, bulan Ramadan memberikan tantangan tersendiri. Pasalnya, selama bulan puasa pasutri tidak memiliki waktu yang terbatas sehingga tidak bisa leluasa bercinta.

    Alhasil, frekuensi bercinta semakin berkurang. Hal ini tentu akan memengaruhi peluang untuk bisa hamil. Lantas, apakah Ramadan memang menyulitkan pasutri yang merencanakan kehamilan?

    Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha mengatakan selama Ramadan memang terjadi penurunan aktivitas seksual. Berdasarkan penelitian yang ada, rutinitas seks selama bulan puasa menurun sekitar 40 hingga 60 persen.


    Kendati demikian, penurunan frekuensi seks tidak harus selalu memengaruhi rencana kehamilan. dr Boyke mengungkapkan ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang kehamilan. Misalnya, melakukan hubungan intim di hari-hari subur istri.

    “Pilih betul-betul hari ke-11 sampai hari ke-17 di hari haid pertama, itu adalah posisi masa suburnya. Kita anggap aja siklus umum lah 28 hari, nah pada saat itu 2 hari sekali dia melakukan hubungan seksual,” ujar dr Boyke saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    dr Boyke menambahkan mengetahui posisi rahim juga dapat meningkatkan peluang untuk bisa hamil. Sebab, setiap wanita memiliki posisi rahim yang berbeda-beda.

    “Secara umum kan 65 persen wanita posisi rahimnya itu di depan, tapi ada 35 persen yang ke belakang atau retrofleksi, yang ke depan antefleksi,” jelasnya.

    Karena itu, istri yang ingin cepat hamil dan mendapatkan anak harus mengetahui posisi bercinta yang tepat sesuai dengan posisi rahimnya.

    “Tetap aja posisi Missionary yang pertama, yang rahim ke depan kan posisi Missionary akan sangat membantu. Setelah itu nungging (doggy style), itu membantu posisi rahim yang mulutnya ke belakang,” pungkasnya.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Berhubungan Intim Saat Puasa, Anjuran Medis hingga Posisi yang Disarankan


    Jakarta

    Pola makan bukan satu-satunya yang harus disesuaikan saat puasa Ramadan, kehidupan seksual pun demikian. Mulai dari pilihan waktu hingga posisi harus benar-benar diperhitungkan.

    Dokter urologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU menyarankan untuk tidak memilih waktu berhubungan seks segera setelah makan, karena perut akan terasa tidak nyaman. Misalnya sehabis buka puasa, meski melakukannya sebelum sahur juga bisa jadi pilihan.

    “Paling ideal sehabis buka ya, menunggu 1-2 jam habis salat. Perutnya udah mulai enakan nggak terlalu kenyang. Paling enak tuh malem sih,” saran dr Akbari dalam perbincangan dengan detikcom baru-baru ini.


    Soal pilihan posisi, menurutnya tidak ada guideline resmi yang mengaturnya. Posisi bercinta seperti apapun boleh dilakukan yang penting masing-masing merasa nyaman dan tentu saja aman.

    “Paling nyaman sih posisi duduk, paling enak woman on top. Wanita bisa ngatur posisinya, paling enak tuh. Bisa klimaks bareng biasanya,” kata dr Akbari.

    Meski demikian, dr Akbari mewanti-wanti risiko cedera Mr P jika tidak hati-hati melakukan hubungan seks pada posisi woman on top. Beberapa kasus penis patah atau fraktur terjadi pada ketika hubungan seks dilakukan pada posisi semacam ini.

    “Nomor satu, atur posisinya senyaman mungkin. Wanitanya jangan duduk terlalu ke belakang, sehingga menarik penis ke arah sana (menjauh). Kalau bisa posisinya lebih ke depan,” saran dr Akbari.

    “Kedua, harus yakin bener harus basah. Kalau (Miss V) kering dipaksakan dan Mr P tidak masuk bener, cuma 3/4 misalnya, rentan banget berubah posisi dan itu bahaya,” lanjutnya.

    Terakhir, ia mengingatkan untuk menjaga iramanya agar selalu padu. Laki-laki diharapkan ikut mengendalikan ritme karena lebih punya feeling supaya Mr P tidak ketarik.

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 6 Posisi Bercinta Pemilik Mr P Kecil, Tetap Bisa Bikin Istri Terpuaskan

    Jakarta

    Bagi beberapa orang, ukuran penis dianggap sebagai faktor yang memengaruhi kepuasan bercinta. Konon, semakin besar ukuran penis maka semakin besar pula kenikmatan yang dirasakan saat bercinta.

    Terlepas betul atau tidaknya pernyataan itu, faktanya memang banyak pria yang sensitif soal ukuran penis. Apalagi bagi mereka yang memiliki ukuran penis yang terbilang kecil atau di bawah rata-rata. Hal tersebut kerap memengaruhi kepercayaan diri dalam memuaskan pasangan di ranjang.

    Namun, ukuran penis tidak harus menjadi penghalang saat memadu kasih dengan pasangan. Dengan melakukan hubungan intim pada posisi tertentu, pria dengan Mr P yang kecil juga masih bisa memberikan kepuasan kepada pasangan. Dikutip dari Men’s Health, berikut posisi bercinta untuk pria dengan penis kecil yang dapat memberi kenikmatan maksimal.


    1. Doggy Style

    Sebuah survei mengungkapkan bahwa doggy style merupakan gaya bercinta yang paling disukai banyak pasangan. Selain tidak sulit untuk dilakukan, doggy style diklaim dapat memberikan penetrasi yang lebih dalam, sehingga kenikmatan bercinta jadi makin maksimal.

    Untuk melakukan doggy style, istri hanya perlu berlutut sambil menopang tubuh dengan telapak tangan atau siku, sementara suami melakukan penetrasi dari belakang. Suami bisa memegang pinggul, pinggang, atau bahkan meremas payudara istri dari belakang untuk menambah rangsangan. Jika istri mengizinkan, suami juga bisa sedikit menjambak rambut istri untuk semakin menambah intensitas.

    2. Face-Off

    Face-off adalah posisi bercinta yang cocok untuk pria dengan penis berukuran kecil. Alih-alih penetrasi, posisi ini lebih mengutamakan gerakan saat penis berada di dalam vagina. Selain itu, posisi ini juga memungkinkan pasangan untuk berciuman dan merangsang titik sensitif, sehingga semakin menambah gairah.

    Untuk melakukan posisi ini, suami hanya perlu duduk di kursi, sofa, atau pinggir kasus. Kemudian, istri ‘menduduki’ suami untuk melakukan penetrasi. Suami kemudian bisa mengontrol tempo dengan memegang dan menggerakkan pinggul istri.

    3. Little Dipper

    Posisi ini memungkinkan penetrasi yang lebih dalam serta akses untuk merangsang klitoris. Pakar terapi seks, Ian Kerner, PhD, mengungkapkan klitoris memiliki ujung saraf yang lebih banyak dibanding vagina, namun jarang mendapat rangsangan lewat posisi bercinta yang standar.

    “Karena itu posisi yang memungkinkan rangsangan klitoris dan penetrasi vagina yang dalam (seperti Little Dipper) idea bagi orang-orang dengan penis yang kecil,” ujarnya.

    Untuk melakukan posisi ini, istri perlu duduk di atas suami untuk bisa melakukan penetrasi. Kemudian, suami mengangkat tubuhnya sambil bertumpu pada kasur, sofa, atau kursi tempat sandaran. Jika dilakukan dengan benar, maka pasutri yang melakukan posisi ini sekilas terlihat seperti huruf T.

    4. Cowgirl

    Ada banyak alasan mengapa posisi cowgirl kerap dianggap sebagai salah satu yang terbaik. Mulai dari memberikan rangsangan terhadap klitoris, hingga memungkinkan istri untuk mengetahui dan menemukan titik rangsangan pada tubuhnya sendiri. Belum lagi beragam variasi yang bisa memberikan sudut penetrasi yang berbeda, membuat cowgirl selamanya menjadi salah satu posisi favorit bagi banyak pasutri.

    Untuk melakukan posisi ini, suami hanya tinggal berbaring telentang di kasur atau lantai. Istri kemudian bisa ‘menaiki’ tubuh suami untuk melakukan penetrasi. Jika posisi ini dirasa kurang pas, coba lakukan variasi, seperti squatting cowgirl, untuk memungkinkan penetrasi yang lebih dalam serta akses rangsangan klitoris yang lebih banyak.

    5. G-Whiz

    Ada dua alasan mengapa posisi G-Whiz memuaskan untuk dilakukan. Pertama, pinggang istri sedikit terangkat pada posisi ini, sehingga memungkinkan suami untuk mengendalikan intensitas penetrasi. Kedua, posisi ini memungkinkan suami maupun istri mengeksplor sisi dominan dan submisifnya, sehingga membuat aktivitas seksual menjadi lebih erotis.

    Untuk melakukan posisi ini, istri perlu berbaring di tempat tidur atau lantai. Lalu, naikkan kedua lutut hingga sejajar dengan dada, sehingga pinggul menjadi sedikit terangkat. Saat melakukan penetrasi, suami juga bisa menyandarkan kedua kaki istri ke dadanya untuk menambah kedalaman sudut penetrasi.

    6. Flatiron

    Flatiron bisa dibilang sebagai salah satu variasi doggy style. Jika doggy style lebih menekankan pada kedalaman penetrasi, flatiron lebih fokus pada gesekan antara penis dan dinding vagina saat penetrasi.

    “Karena pinggang wanita berada dalam posisi yang lebih tertutup ketimbang terbuka, maka gesekan pada dinding vagina menjadi lebih besar,” tutur pakar terapi seks dan keluarga, Holly Richmond, PhD.

    Untuk melakukan posisi ini, istri terlebih dulu berbaring tengkurap di atas kasur atau permukaan yang datar. Kemudian, sambil sedikit mengangkat pinggul istri, suami melakukan penetrasi dari belakang. Pada posisi ini, istri bisa merapatkan kedua kakinya, sehingga menciptakan sensasi dinding vagina yang lebih sempit. Agar lebih nyaman, istri juga bisa menempatkan bantal di bawah perut sebagai penyangga.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Pasutri Wajib Tahu, 5 Minuman Nikmat Ini Bisa Bangkitkan Gairah Seks

    Jakarta

    Seiring berjalannya waktu, pasangan suami istri mungkin akan mengalami penurunan gairah seksual. Hal ini bisa saja berpengaruh pada hubungan seksual.

    Tapi tenang, selalu ada beberapa solusi untuk meningkatkan gairah seks. Para ahli mengatakan masalah ini bisa diatasi dengan olahraga rutin dan mengkonsumsi makanan yang seimbang.

    Selain itu, bisa juga dengan mengkonsumsi minuman dan makanan pendongkrak gairah seks.


    Dikutip dari Health Shots, berikut 5 minuman penambah gairah seks secara alami yang bisa dicoba:

    1. Teh Hijau

    Tidak hanya menurunkan berat badan, teh hijau ternyata bisa meningkatkan hasrat seksual pasutri. Teh hijau mengandung senyawa katekin yang bisa meningkatkan aliran darah ke area organ vital. Itulah yang membantu meningkatkan gairah seks.

    2. Kopi Hitam

    Kandungan kafein pada kopi ternyata bermanfaat untuk meningkatkan gairah seks, baik pada pria maupun wanita. Berdasarkan studi tahun 2015 yang dilakukan oleh The University of Texas Health Science Center di Houston (UTHealth), pria yang mengonsumsi kopi setiap hari memiliki risiko disfungsi ereksi yang lebih rendah.

    3. Banana Shake

    Minuman banana shake menjadi kombinasi yang lezat, memberikan kekuatan fisik tubuh, dan meningkatkan gairah seks. Menurut para ahli, pisang memiliki enzim bromelain yang meningkatkan libido dan testosteron pada pria.

    4. Jus Delima (Pomegranate)

    Jus buah delima telah lama diteliti manfaatnya untuk meningkatkan hormon seksual pada pria maupun wanita. Faktanya, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam International Journal of Impotence Research, yang dilakukan di Beverly Hills Clinic di AS, mengamati bahwa mengonsumsi jus buah delima dapat meningkatkan aliran darah ke organ seksual.

    5. Jus Alpukat

    Alpukat memiliki kandungan lemak sehat dan magnesium yang bermanfaat untuk kadar testosteron. Dikutip dari Healthline, buah satu ini juga kaya gizi yang berperan dalam kesuburan baik bagi pria maupun wanita.

    Selain itu, alpukat juga bisa membantu meningkatkan suasana hati dan gairah seksual. Jadi, nggak ada salahnya rajin minum jus alpukat ya.

    (sao/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • 4 Posisi Bercinta untuk Pemula, Cocok buat Pasutri yang Masih Malu-malu

    Jakarta

    Bagi pasangan suami istri yang baru menikah, berhubungan intim untuk yang pertama kali bisa menakutkan. Ada banyak hal yang mungkin menjadi pikiran, salah satunya posisi bercinta yang ‘ramah’ untuk pemula.

    Biasanya, pasutri yang baru menikah cenderung ‘malu-malu’ mengungkapkan keinginan soal urusan seks, termasuk posisi bercinta yang diinginkan. Alhasil, tidak sedikit pasutri baru yang bercinta untuk pertama kali dengan posisi yang biasa-biasa saja.

    Kendati demikian, bukan berarti gaya bercinta yang umum tidak bisa memberikan kepuasan loh. Dikutip dari Men’s Health, berikut rekomendasi posisi bercinta untuk pasutri baru yang bisa memberikan kepuasan dan kenikmatan maksimal.


    1. Missionary

    Missionary adalah salah satu posisi bercinta yang paling mudah untuk dilakukan. Meski mudah, bukan berarti gaya ini membosankan.

    Ada banyak variasi dan teknik stimulasi yang bisa dilakukan pasutri dalam posisi ini. Misalnya, suami bisa memberikan rangsangan dengan mencium bibir atau payudara istri. Untuk meningkatkan sensasi penetrasi, pasutri juga bisa melakukan ‘Elevated missionary’, yakni dengan sedikit mengangkat pinggang istri agar penetrasi bisa semakin dalam.

    “Missionary adalah posisi bercinta terbaik bagi mereka yang baru pertama kali mencoba seks penetrasi,” ujar pakar seks dan hubungan, Gigi Engle.

    2. Spooning

    Ingin posisi bercinta yang lebih intim? Coba posisi spooning.

    Pasutri bisa melakukan posisi ini di tempat tidur atau di lantai. Pada posisi ini, istri berbaring menghadap ke samping sambil membelakangi suami, sementara suami melakukan penetrasi dari belakang.

    Keuntungan dari posisi ini adalah suami bisa merangsang berbagai titik sensitif pada tubuh istri, mulai dari tengkuk, punggung, pinggang, payudara, hingga klitoris. Pasutri juga bisa melakukan posisi ini sambil berpelukan dengan mesra, sehingga menambah rasa keintiman.

    “Posisi ini juga sangat intim, karena memungkinkan Anda memeluk (atau dipeluk) pasangan. Ditambah lagi, Anda juga memiliki akses yang mudah untuk memberikan rangsangan eksternal,” ucap Engle.

    3. Cowgirl

    Kontras dengan kelihatannya, cowgirl sebenarnya bukanlah posisi yang sulit untuk dilakukan. Pada posisi ini, pria hanya perlu berbaring telentang sembari istri mengatur gerakan penetrasi dari atas.

    Posisi ini memberikan kendali penuh kepada istri saat melakukan penetrasi. Melalui gaya ini, istri bisa mengetahui lebih banyak tentang tubuhnya sendiri, seperti titik atau sudut penetrasi seperti apa yang membuatnya lebih terangsang.

    4. Lotus

    Buat pasutri yang sangat suka bermesraan, berpelukan, atau berciuman, maka Lotus jadi posisi bercinta yang bisa dijajal. Pada posisi ini, istri duduk di atas paha suami sambil melingkarkan kedua kakinya ke pinggang suami. Pasutri bisa saling memeluk, berciuman, dan merangsang titik sensitif satu sama lain, sehingga membuat posisi ini cukup ‘hot’ dan menggairahkan untuk dilakukan.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy

  • Ah… Ini yang Terjadi pada Otak saat Bercinta dan Orgasme


    Jakarta

    Pasangan suami istri yang melakukan hubungan intim akan mendambakan orgasme dan ejakulasi. Saat mengalami ‘pelepasan’, tubuh akan merasakan efek gembira dan euforia.

    Respons di otak tak hanya terjadi ketika orgasme. Perubahan ini bahkan sudah mulai muncul ketika pasutri melakukan foreplay.

    Saat foreplay atau sesi pemanasan, otak dan tubuh sudah menjadi ‘hidup’. Korteks sensorik genital, bagian otak yang bertanggung jawab untuk berkomunikasi bolak-balik dengan alat kelamin, mulai aktif.


    Pada wanita, klitoris, vagina, dan leher rahim masing-masing mengaktifkan bagian otak yang sedikit berbeda. Daerah perineum juga dirangsang dalam proses rangsangan pada klitoris, vagina, atau leher rahim.

    “Saat sesi bercinta mulai memanas, sentuhan menyebabkan gairah dan lobus medial depan otak menyala. Ini adalah bagian otak yang bertanggung jawab untuk memulai perilaku seksual,” tulis laman Very Well Mind.

    Saat mendekati orgasme, bukan hanya alat kelamin saja yang aktif. Otak kecil,bagian otak yang mengontrol gerakan tubuh, mengirimkan sinyal ke paha, bokong, dan perut untuk mulai menegang.

    Ketegangan otot ini berkontribusi terhadap orgasme dengan meningkatkan aliran darah ke area tersebut dan meningkatkan aktivitas saraf. Pada gilirannya, hal ini mengirimkan sinyal kembali ke otak untuk terangsang.

    Beberapa hal terjadi pada otak saat orgasme. Misalnya, klimaks mematikan bagian korteks orbitofrontal yang bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan, sehingga dapat menyebabkan perasaan tidak terkendali. Hal ini dapat mengakibatkan sensasi yang tampaknya tidak disengaja seperti berteriak lebih keras dari yang diharapkan pada saat klimaks atau sekadar perasaan lebih berani di ranjang.

    NEXT: Hormon cinta

    Saat waktu orgasme tiba, beberapa neurotransmitter bergabung dalam pesta. Mereka termasuk oksitosin, dopamin, dan vasopresin.

    Setelah sesi klimaks berakhir, orgasme memberi sinyal pada sistem saraf parasimpatis untuk mati dan menenangkan tubuh. Otak juga memompa serotonin, yang bertanggung jawab atas suasana hati yang baik, relaksasi, dan rasa kantuk pasca berhubungan seks yang bisa membuat kita ingin tidur siang.

    Baik pria maupun wanita dapat melepaskan oksitosin, meskipun wanita biasanya melepaskan lebih banyak hormon penghubung perasaan senang. Oksitosin dapat membantu menghilangkan rasa sakit, berpotensi membantu mengurangi sakit kepala setelah berhubungan seks atau mengurangi rasa sakit akibat hubungan seks yang lebih kasar.

    (kna/up)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com/ Spacejoy