Tag: pemerintah

  • Pulau di Kepulauan Seribu Ini Penduduknya 100% Muslim



    Jakarta

    Nama Pulau Pramuka, Tidung atau Pari familiar terdengar sebagai tempat wisata air yang indah. Tapi, apakah kamu akrab dengan nama Pulau Panggang?

    Bertetangga dengan Pulau Pramuka, Panggang memilih identitas sebagai pemukiman warga. Leluhur pulau ini terkenal dengan keislamannya yang kental hingga kini.

    Tahun 90an, nama Pulau Panggang bergaung sebagai tempat wisata bagi turis. Banyak bule yang mampir ke Pulau Panggang selagi menunggu kapal ke Pulau Pramuka. Tadinya warga senang karena bisa jadi cuan. Tapi lama-kelamaan, sisi negatiflah yang nampak.


    “Bule-bule suka pakai baju bikini ke tengah jalan. Naik sepeda dilihatin anak-anak, jadi diusir,” katanya.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Warga akhirnya keberatan dengan pembukaan pariwisata di sana, apalagi 100% warga di sana beragama muslim. Siapa sangka, di zaman itu, turis Eropa sampai Asia telah lebih dulu mengenal Panggang.

    “Pulau Panggang menolak wisatawan karena adab pakaian yang terbuka, dulu di sini agamis, kental banget,” lanjutnya.

    Namun karena adanya penolakan, pemerintah mengalihkan pariwisata ke Pulau Pramuka di tahun 2015. Kini pulau itu ramai oleh wisatawan asing dan domestik di akhir pekan. Sementara Panggang benar-benar sesak dengan rumah penduduk. Bahkan homestay pun tidak ada.

    Walaupun sekarang jadi pulau pemukiman terpadat di Kepulauan Seribu, Panggang juga punya cerita horor seperti Pulau Karya.

    “Tahun 90an, pernah ada turis China dari Jakarta naik speed boat sekeluarga,” ucapnya.

    Pulau Panggang di Kepulauan SeribuPulau Panggang di Kepulauan Seribu Foto: (bonauli/detikcom)

    Namun saat itu cuaca buruk. Kapal itu tak dapat menahan gelombang dan terbalik. Istri dari keluarga itu jadi satu-satunya korban tidak selamat, sementara ayah dan anak-anaknya selamat.

    “Dia dievakuasi di Pulau Panggang. Kulitnya putih bersih,” kata Iyan.

    Entah mengapa, malam setelah kejadian seorang warga kesurupan. Warga pulo (sebutan untuk orang Kepulauan Seribu) itu tiba-tiba berbahasa China.

    “Sejak itu dia dipanggil ‘Si Cantik’,” katanya.

    Warga mengaku bahwa sesekali Si Cantik akan menampakkan diri di dermaga Pulau Panggang. Ia pun menjadi ‘penghuni’ dermaga yang diakui.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 4 Desa Wisata Cantik di RI yang Butuh Perhatian



    Lampung

    Indonesia adalah negeri kepulauan yang kaya akan desa wisata cantik. Dari sekian banyak desa wisata di RI, ada empat yang butuh perhatian pemerintah. Apa saja?

    Desa wisata di Indonesia menyimpan banyak permata tersembunyi yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan. Desa-desa ini tentu saja memiliki keanekaragaman alam dan budaya yang patut dikunjungi wisatawan.

    Namun empat desa wisata berikut ini butuh perhatian lebih agar pengembangan yang berbasis potensi budaya lokal, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat membuka jalan menuju masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan. Berikut empat desa wisata tersebut:


    1. Desa Wisata Teluk Kiluan di Lampung

    Desa wisata Kiluan Negeri di Lampung dikenal karena keberadaan kawanan lumba-lumba yang bermigrasi di Teluk Kiluan. Lumba-lumba yang saling berenang berkejaran dengan kapal menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

    Teluk Kiluan LampungTeluk Kiluan Lampung Foto: Nopi_kikie/d’traveler

    Laguna Gayau dan pantai-pantai berbatu di teluk Kiluan juga menjadi bagian dari kekayaan alam pesisir yang ditawarkan di desa wisata ini. Sayangnya, di balik keindahan tersebut, teluk Kiluan menghadapi realitas keterbatasan infrastruktur, akses layanan kesehatan yang minim, serta persoalan pengelolaan sampah.

    2. Desa Wisata Wonokitri di Jawa Timur

    Berada di ketinggian hampir 2.000 mdpl, desa wisata Wonokitri di Kabupaten Pasuruan ini menjadi gerbang menuju kawasan Bromo dari sisi utara.

    Tidak hanya menawarkan lanskap pegunungan yang menakjubkan, Wonokitri juga menjadi pusat budaya masyarakat Suku Tengger, yang masih mempertahankan adat dan tradisi dalam kehidupan sehari-hari.

    Kebun Edelweis WonokitriKebun Edelweis di desa wisata Wonokitri Foto: (Muhajir Arifin/detikcom)

    Budidaya bunga edelweiss yang bersifat sakral, kini telah dikembangkan sebagai bagian dari ekowisata berbasis konservasi di desa wisata itu.

    Di balik sektor pariwisata yang terus tumbuh, ternyata desa Wonokitri juga dihadapkan dengan risiko kerusakan alam, contohnya longsor akibat deforestasi. Tantangan itu mendorong kebutuhan terhadap praktik agroforestri yang berkelanjutan di desa ini.

    3. Desa Wisata Pulau Derawan di Kalimantan Timur

    Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Pulau Derawan menawarkan pemandangan bawah laut yang memesona. Terumbu karang, penyu hijau, ubur-ubur tak menyengat, hingga pari manta menjadikan perairannya salah satu kawasan biodiversitas laut yang penting.

    Namun, di balik pesonanya, pulau Derawan menghadapi tantangan seperti abrasi pantai, pemukiman yang kian padat, dan berkurangnya hasil tangkapan laut.

    4. Desa Wisata Dayun di Riau

    Kunjungan Sandiaga Uno ke Desa Wisata Dayun, Siak, Riau.Desa Wisata Dayun di Siak, Riau. Foto: Dok. Kemenparekraf

    Desa wisata Dayun di Kabupaten Siak, Riau, berdiri di tengah bentang alam gambut yang kaya, sekaligus rentan. Di sini, berbagai spesies langka seperti harimau Sumatera dan burung rangkong menemukan rumahnya.

    Desa wisata Dayun pernah dikunjungi oleh Menparekraf Sandiaga Uno kala itu. Sebagai andalan, desa ini mengedepankan wisata edukasi berbasis alam dan buatan.

    Namun, perubahan fungsi lahan untuk industri dan perkebunan sawit, ditambah dengan ancaman kebakaran hutan, menempatkan desa wisata Dayun dalam tekanan sehingga butuh perhatian dari pemerintah.

    Tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan infrastruktur, dan tekanan ekonomi memperlihatkan perlunya pendekatan pembangunan yang berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor.

    Lewat kolaborasi lintas sektor, desa-desa wisata ini tidak hanya menjadi destinasi perjalanan, tetapi juga bisa menjadi cermin masa depan pembangunan berkelanjutan Indonesia.

    EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn pun mengajak anak-anak muda dari multi-disiplin ilmu untuk berkontribusi langsung di desa-desa tersebut lewat program Genera-Z Berbakti.

    “Genera-Z Berbakti merupakan bagian dari campaign Bakti BCA. Tahun ini kami mengadakan call for proposal. Kami memanggil anak-anak muda di kampus-kampus seluruh Indonesia dari multi-disiplin ilmu. Mereka diberi kesempatan untuk join mengidentifikasi masalah, kemudian turun, live in, dan berkontribusi langsung di empat desa binaan Bakti BCA,” terang Hera.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menyelami Dunia Kopi di Pasar Santa



    Jakarta

    Pecinta kopi pasti sudah tidak asing dengan Kedai Dunia Kopi di Pasar Santa. Kedai kopi ini sederhana tapi istimewa.

    Wangi kopi menyeruak dari lantai basement Pasar Santa, Jakarta Selatan. Plang kedai ‘Dunia Kopi’ tampak di tengah bangunan. Jajaran toples kopi dengan kapasitas 5 kg tertata rapi di etalase.

    Pak Suradi (53), pemilik Dunia Kopi tampak sibuk menghitung pesanan. Ia pindah dari satu gerai ke gerai lain. Mungkin bagi yang tidak biasa akan bingung, karena ternyata Pak Suradi memiliki banyak gerai dalam satu lantai.


    “Sekitar 40an gerai, termasuk untuk gudang,” ucap pria asal Purwodadi itu.

    Dunia Kopi ada sejak tahun 2000, saat itu baru satu kios yang ia miliki. Lambat laun, usahanya menapaki tangga kepopuleran, terlihat dari banyaknya wisatawan internasional yang datang ke sana.

    Dunia Kopi Pasar SantaDunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

    “Malahan awal-awal itu yang datang bule-bule,” katanya.

    Usahanya ini memang sudah lama ia cita-citakan dengan tujuan mengenalkan nama Indonesia lewat kopi.

    “Di sini (Indonesia) banyak kopi, masa nggak bisa aku kelola dengan baik,” katanya pada detikTravel, Rabu (30/4).

    Saat pertama kali berjualan, hanya dua jenis kopi yang dijual yaitu Arabika dan Robusta. Kopi arabika cenderung dengan citarasa yang kompleks, sementara robusta lebih ke rasa pahit. Kalau pohon arabika tumbuh di ketinggian 1.000-2.000 mdpl, pohon kopi robusta tumbuh di ketinggian lebih rendah, di bawah 700 mdpl.

    “Dulu hanya 6 toples saja, sekarang kita buat ekosistemnya, langsung dari petani dari seluruh Indonesia. Jenisnya kita tambah jenisnya, ada robusta, arabika, liberika dan escelsa,” jawabnya.

    Dunia Kopi Pasar SantaPak Suradi pemilik Dunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

    Varietas kopi yang ditawarkan juga beragam, mulai dari yellow honey, black honey, sigararutang, sampai yellow bourbon. Bisa dibilang hampir lengkap, tak ayal banyak pelanggan yang hilir mudik di sana.

    Di tiap kios, pegawai Dunia Kopi sibuk menimbang kopi. Pelanggan mencatat pesanan mereka dan memilih jenis kopi. Kalau ragu, mereka bisa langsung mencicip kopi di sudut basement, Pak Suradi menyiapkan kios khusus untuk mencicipi kopi. Maklum, kebanyakan pembeli adalah reseller kelas kakap.

    “Semua boleh minum kopi, gratis. Ajang promosi lah begitu, bagi-bagi gratis, tidak dibatasi,” ungkap pria kelahiran Blora itu.

    Untuk kopi gratis ini saja, ia bisa habis 5-10 kg per hari. Kedai kopi itu beroperasi dari pukul 06.00 WIB sampai 18.00 WIB dengan total karyawan 25 orang, penjualan sehari tak kurang dari satu ton.

    Modal yang kuat sudah harus disiapkan. Selidik punya selidik, ternyata Pak Suradi menyuntik usahanya dengan dana pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai 4 kali.

    Dunia Kopi Pasar SantaDunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

    “Pinjaman pertama itu Rp 100 juta, pinjaman kedua Rp 200 juta, pinjaman ketiga Rp 300 juta dan terakhir lunas tahun ini Rp 500 juta,” ucapnya.

    Selain dukungan modal, Pak Suradi juga merasa sangat terbantu dengan syarat-syarat KUR. Saking sibuknya, berkas-berkas it ditandatangani di kedainya, suatu kemudahan bagi UMKM.

    Pak Suradi berkata bahwa turis yang paling banyak datang belakangan ini adalah orang Korea dan Jepang. Mereka sengaja memilih kopi sebagai oleh-oleh. Turis China, Malaysia dan Singapura juga masih daftar 5 turis yang paling banyak singgah.

    “Kemarin dari Jepang beli sampai dua koper penuh. Mereka suka kopi Toraja, luwak dan gayo. Tapi paling favorit luwak,” ungkapnya.

    Sepanjang usahanya, ia ingat akan satu turis asal Rusia. Turis ini beli kopi sampai dua karung, jenis kopi Bali. Satu hari beli satu karung, semua untuk oleh-oleh. Mereka datang saat weekday.

    Beda lagi dengan wisatawan domestik, sukanya kopi robusta dan arabika, datangnya saat weekend. Dunia kopi terasa seperti tempat wisata di Sabtu pagi.

    Dunia Kopi Pasar SantaDunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

    “Mereka datang naik sepeda, ke sini ngopi gratis. Di sini tempatnya nyaman untuk ngumpul dan nggak dibatasi,” jawabnya.

    Per 100 gram, kopi ini dijual dengan harga paling murah Rp 13 ribu dan yang paling mahal Rp 20 ribu yaitu excelsa ijen dan liberika Jambi.

    Sukses dan tidak pelit ilmu, Pak Suradi membuka kelas barista untuk anak-anak yatim dan pesantren secara gratis. Ada pula kelas umum untuk mereka yang baru mau belajar, biayanya Rp 500 ribu sampai mahir.

    Jay (35) adalah trainer dan mekanik mesin kopi di Dunia Kopi. Sejak berkarir sebagai barista di sana pada tahun 2019, ia telah melatih sekitar 300 orang, termasuk peserta disabilitas netra dan rungu.

    “Bangga sih sebenarnya, apa yang selama ini diinginkan anak-anak barista tercapai, banyak bule uang suka kopi datang ke Indonesia,” jawabnya.

    Pak Suradi tak merasa rugi dengan itu semua. Ia malah senang bisa menjadi perpanjangan tangan dan bermanfaat bagi sekitar. Ia berterima kasih juga pada BRI yang telah mendukungnya selama ini.

    “Maju terus untuk pelayanannya, sukses untuk BRI,” katanya.

    Dunia Kopi Pasar SantaDunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

    Pariwisata Lewat Kopi

    Perkembangan pariwisata kopi tak lepas dari perhatian Pengamat Ahli Pariwisata Profesor Azril Azhari. Sebagai pecinta kopi, ia bangga nama kopi Indonesia mulai dilirik oleh dunia.

    “Ini sangat bagus, tapi sekali lagi sayang karena kita hanya fokus pada kopinya saja,” ungkap mantan dosen Universitas Indonesia itu.

    Sejatinya, proses alami yang terjadi pada kopilah yang membuat rasanya mewah. Sebut saja kopi luwak, proses fermentasi yang terjadi di lambung luwak lah yang membuat cita rasa kopi itu jadi berbeda.

    “Kopi yang bagus itu sudah difermentasi, kalau di luar negeri itu dibuat jadi tidak alami,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Prof Azril mengatakan bahwa sejak dipetik memang kopi Indonesia mengalami proses alami. Kopi dijemur di panas matahari sehingga kering dengan perlahan.

    “Di luar negeri itu keringnya dipaksa lewat oven, di sini dijemur di jalanan,” katanya sambil tertawa.

    Pada tahun 2018, Prof Azril mematenkan batik dari ampas kopi. Saat dipakai, batik akan mengeluarkan wangi semerbak layaknya kopi yang dihidangkan.

    Dunia Kopi Pasar SantaPak Suradi bersama reseller Dunia Kopi Pasar Santa Foto: (bonauli/detikcom)

    “Harusnya bukan cuma kopinya tapi semua aspek kopi, ampasnya dijadikan bahan untuk spa, sementara sejarah kopi di Maluku dan Sumatera dijadikan paket wisata ‘Spicy Road’, melihat kembali bagaimana VOC menguasai kita di zaman itu,” jawab Prof Azril.

    Wisata jalur rempah Indonesia, itulah yang menjadi impian dari Prof Azril. Pendiri ilmu pariwisata Indonesia itu ingin agar kopi Indonesia terus maju dan mengharumkan nama bangsa.

    “Indonesia itu sudah terkenal rempah-rempahnya dari dulu, ini tinggal pemerintah saja bagaimana mendukungnya,” tutupnya.

    (bnl/bnl)



    Sumber : travel.detik.com

  • Diusulkan Warga, Kampung Pelangi di Dago Ganti Nama Jadi Lembur Katumbiri



    Bandung

    Salah satu wilayah di Bandung yakni Dago kini bersolek kembali. Tempat itu adalah kawasan wisata tematik Kampung Pelangi yang mulai hidup lagi, namanya pun berganti jadi Lembur Katumbiri.

    Nama Lembur Katumbiri diusulkan langsung oleh warga untuk menggantikan nama sebelumnya dengan harapan lebih mencerminkan identitas lokal dan menghindari stereotipe.

    “Katumbiri” dalam bahasa Sunda berarti pelangi, tetapi dengan rasa kultural yang lebih dalam dan kontekstual.


    Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan kawasan wisata tematik Lembur Katumbiri di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong. Mengutip situs resmi Pemkot Bandung, Farhan menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas dinas, komunitas, dan seniman yang menjadikan kawasan ini hidup dengan warna, cerita, dan identitas lokal.

    Kampung tersebut direvitalisasi dengan pengecatan ulang 347 rumah menggunakan 504 galon cat senilai Rp190 juta, melibatkan 150 personel lapangan.

    Ia menyebut kehadiran Lembur Katumbiri sebagai bukti bahwa pembangunan Kota Bandung kini tak lagi sekadar urusan infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek seni, budaya, dan kebersamaan warga.

    “Kami ingin Bandung punya cerita. Jangan sampai kota ini hanya jadi tempat lewat, tetapi tak memberi kenangan. Mural di dinding harus punya narasi, seperti yang kita lihat di Leiden, Belanda dengan puisi Khairil Anwarnya,” ungkap Farhan.

    Farhan juga menyinggung pentingnya menjaga keteraturan kota, termasuk penataan PKL dan parkir liar. Ia berharap Lembur Katumbiri bisa menjadi contoh kawasan wisata lokal yang rapi, inklusif, dan bernilai edukatif.

    Jangan Hanya Jadi Simbol

    Mengutip detikJabar, Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, mengatakan pihaknya menyambut baik niat Pemkot Bandung yang menata kawasan Dago untuk menjadi daya tarik wisata dengan mengedepankan nilai-nilai seni dan budaya. Namun Asep meminta pemerintah harus menghadirkan sesuatu hal yang dapat memberi manfaat untuk kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan Lembur Katumbiri tersebut.

    “Kami merespon positif apa yang dilakukan oleh pemerintah, namun bukan sekadar dinamakan Lembur Katumbiri. Harus ada yang substantif di sana, bagaimana ciri khas di sana, diberdayakan, misal jadi pasar tradisional sehingga buat masyarakat sendiri bukan sekedar orang menikmati keindahan warna-warni,” kata Asep.

    (ddn/upd)



    Sumber : travel.detik.com

  • Long Weekend Cobain Packrafting di Bantul, Bisa Minum Jamu Juga



    Bantul

    Libur long weekend, traveler bisa mencoba permainan packrafting yang seru di sungai Opak, Bantul. Selesai main, traveler bisa minum jamu yang menyegarkan.

    Sungai Opak yang berada di Canden, Jetis, Bantul menawarkan spot untuk permainan rafting buat traveler. Wisatawan bisa menikmati sensasi menyusur Sungai Opak menggunakan packrafting.

    Untuk menuju titik start susur sungai ini, wisatawan harus melintasi area persawahan. Namun jangan khawatir, jalur menuju ke titik start sudah bagus sehingga bisa dilalui mobil.


    Sesampainya di titik start, pengunjung akan disambut pemandu susur sungai. Nantinya pemandu meminta setiap pengunjung mengenakan rompi pelampung, helm, dan satu packrafting.

    Setelah itu, pemandu mengajak pengunjung untuk melakukan pemanasan dan cara menggunakan dayung terlebih dahulu sebelum akhirnya menyusuri jalan setapak hingga sampai di pinggir Sungai Opak.

    Suasana susur Sungai Opak menggunakan packrafting di Canden, Jetis, Bantul, Rabu (16/4/2025).Suasana susur Sungai Opak menggunakan packrafting Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

    Setelah sampai di pinggir Sungai Opak, pengunjung akan langsung diajak untuk naik ke atas packrafting dan diminta untuk mendayung terlebih dahulu.

    Apabila sudah terbiasa, pengunjung mulai mengikuti pemandu untuk menyusuri Sungai Opak. Penyusuran Sungai tersebut terbilang cukup menantang karena arusnya yang cukup kuat, namun tidak perlu khawatir karena di barisan depan dan belakang ada pemandu yang mengawasi.

    Bebatuan yang ada di Sungai tersebut menjadi tantangan tersendiri karena bisa merubah arah laju packrafting. Sehingga pengunjung harus bisa mengendalikannya dengan dayung, di mana jika mau ke arah kanan maka sisi kiri packrafting yang didayung begitu pula sebaliknya.

    Lurah Canden, Bejo WTP mengatakan susur Sungai Opak menggunakan packrafting mulai dirintis sejak tahun 2022 silam. Dia sengaja menggandeng para penambang pasir liar untuk mengelola wisata itu.

    “Terus buat susur sungai pakai packrafting ini dan dapat bantuan dari pemerintah sampai swasta,” katanya di Canden, Bantul beberapa waktu lalu.

    Meski arusnya Sungai Opak cukup deras, Bejo menyebut kegiatan itu tidak menegangkan. Namun pengunjung tetap merasakan sensasi yang lain dibandingkan rafting biasa, sebab satu packrafting hanya digunakan untuk satu pengunjung.

    “Jadi pengunjung yang takut air juga tidak perlu khawatir, karena wisata susur sungai ini tidak menonjolkan adrenalin sebagai nilai jualnya. Tapi sensasi mendayung packcrafting secara individual yang menjadi nilai tersendiri,” ujarnya.

    Secara teknis, pengunjung bisa memilih long trip dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer dengan garis finis di Potrobayan, Pundong, Bantul. Sedangkan short trip dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer. Untuk longtrip dikenakan biaya Rp 150 ribu per orang. Selanjutnya untuk short trip Rp 125 ribu per orang.

    “Untuk longtrip pengunjung nanti berhenti di rest area pinggir sungai dan mencicipi jamu, jajanan tradisional serta makan siang. Kalau short trip di rest area hanya mencicipi jamu dan jajanan tradisional saja,” ucapnya.

    Seusai main packrafting, beragam minuman jamu yang menyegarkan untuk wisatawan juga jadi daya tarik tersendiri. Menyoal alasan memberi jamu di rest area kepada pengunjung, Bejo mengaku karena di Canden terdapat kampung Kiringan. Di mana kampung tersebut sebagian besar bekerja sebagai penjual jamu.

    “Kenapa kami menyajikan kamu karena di sini ada kampung yang isinya penjual jamu. Jadi sekalian kami kenalkan ke pengunjung kalau penjual jamu di Kota Jogja itu asalnya dari Kiringan,” ujarnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Daftar dan Buat Akun SatuSehat Untuk Cek Kesehatan Gratis

    Jakarta

    Program cek kesehatan gratis (CKG) dimulai hari ini Senin (10/2/2025), serentak di seluruh puskesmas Indonesia, terkecuali bagi anak usia sekolah rentang 7 hingga 17 tahun. Inilah cara daftar dan buat akun SatuSehat untuk cek kesehatan gratis.

    Pemerintah menyesuaikan pemberian cek kesehatan gratis pada kelompok tersebut dengan periode ajaran baru Juli 2025.

    Program ini ditargetkan untuk 280 juta penerima dengan total anggaran mencapai Rp 4,7 triliun yang disiapkan pemerintah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai bertemu Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Rabu 5 Februari 2025 lalu. Cek kesehatan gratis akan diberikan ketika masyarakat berulang tahun.


    Bagi yang berulang tahun, cek kesehatan bisa dilakukan mulai dari tanggal ulang tahunnya hingga sebulan berikutnya. Sementara itu, khusus untuk yang berulang tahun pada Januari, Februari, Maret, diperbolehkan melakukan cek kesehatan gratis hingga April 2025. Sebab, program ini baru berjalan pada pertengahan Februari.

    Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis Ulang Tahun

    Dilansir dari laman Kemenkes, berikut cara untuk mendaftar cek kesehatan gratis yang bisa dilakukan masyarakat. Masyarakat bisa memilih tanggal pemeriksaan sesuai keinginan, mulai tanggal ulang tahun sampai 30 hari setelahnya.

    Berikut ini tiga cara daftar cek kesehatan gratis:

    1. Lewat Aplikasi SatuSehat

    • Unduh dan buka aplikasi SatuSehat Mobile di App Store atau Play Store
    • Login akun SatuSehat menggunakan email, nomor HP atau PIN
    • Klik “Periksa Kesehatan Gratis”
    • Klik “Tiket Pemeriksaan”
    • Klik “Buat Tiket Baru”, lalu isi dan lengkapi data diri
    • Selanjutnya, pilih jadwal dan lokasi pemeriksaan
    • Jika sudah, periksa kembali data dan klik “Simpan”
    • Pendaftaran berhasil dan mendapatkan tiket untuk ditunjukkan ke petugas saat pemeriksaan

    2. Lewat WhatsApp Kemenkes RI

    • Simpan nomor WhatsApp Kemenkes 0811 10500567
    • Ketik “Halo” atau “Hai” di kolom chat WhatsApp Kemenkes
    • Nanti akan Muncul pesan balasan, lalu klik “Cek Kesehatan Gratis”
    • Klik “Ya” untuk setuju melanjutkan pendaftaran
    • Plih ‘SatuSehat Mobile’ untuk mendaftar lewa aplikasi SatuSehat Mobile
    • Jika tidak punya aplikasi SatuSehat Mobile, klik “Tidak”, nanti akan diarahkan ke menu baru. Lalu ikuti langkah selanjutnya
    • Setelah itu tunggu untuk mendapatkan notifikasi tiket CKG untuk ditunjukkan saat pemeriksaan.

    3. Datang Langsung ke Puskesmas

    • Mendatangi puskesmas setempat dengan membawa KTP
    • Datangi langsung puskesmas terdekat sambil membawa KTP
    • Lalu, scan barcode daftar cek kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas
    • Isi formulir dengan lengkap
    • Kemudian, scan barcode skrining mandiri yang tersedia di puskesmas
    • Isi data yang diminta
    • Selanjutnya, tunggu sesuai antrian yang berlaku di puskesmas.

    Daftar Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis Ulang Tahun

    Berikut daftar apa saja yang diperiksa dalam program CKG yang disesuaikan dengan kategori usia, antara lain:

    1. Pemeriksaan untuk Bayi

    Deteksi dini pada bayi sangat penting, terutama untuk mencegah komplikasi serius. Beberapa penyakit yang bisa diperiksa, antara lain:

    • Hipotiroid kongenital
    • Penyakit jantung bawaan kritis
    • Hiperplasia adrenal kongenital
    • Defisiensi G6PD
    • Pertumbuhan dan perkembangan
    • Indera pendengaran dan penglihatan
    • Kelainan saluran empedu (hepar)
    • Gigi dan mulut

    2. Pemeriksaan untuk Balita dan Anak Pra-Sekolah

    Kategori usia ini dapat menjalani delapan jenis pemeriksaan yang berfokus pada pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan indera dan gigi. Beberapa di antaranya:

    • Indera pendengaran
    • Indera penglihatan
    • Talasemia
    • Gigi dan mulut
    • Pertumbuhan dan perkembangan fisik

    3. Pemeriksaan untuk Remaja (Hingga Usia 18 Tahun)

    Pada usia remaja, pemeriksaan kesehatan bertujuan untuk memantau risiko penyakit kronis sejak dini. Jenis penyakit yang dapat diperiksa, antara lain:

    • Diabetes melitus
    • Hipertensi
    • Anemia
    • Talasemia
    • Kesehatan jiwa
    • Kebugaran dan obesitas

    4. Pemeriksaan untuk Dewasa (18-39 Tahun)

    Pemeriksaan pada usia dewasa mencakup 14 jenis penyakit dan kondisi kesehatan, termasuk risiko penyakit serius seperti kanker. Beberapa di antaranya:

    • Penyakit ginjal kronik
    • Faktor risiko jantung dan stroke
    • Diabetes melitus
    • Kanker payudara
    • Kanker leher rahim
    • Osteoporosis

    5. Pemeriksaan untuk Dewasa (40-59 Tahun)

    Pada usia ini, risiko penyakit degeneratif meningkat. Program ini menyediakan pemeriksaan untuk 18 jenis penyakit, di antaranya:

    • Kolesterol
    • Faktor risiko stroke
    • Penyakit ginjal kronis
    • Kanker usus besar
    • Paru-paru
    • Kesehatan jiwa

    6. Pemeriksaan untuk Lansia (60 Tahun ke Atas)

    Bagi lansia, pemeriksaan kesehatan mencakup hampir semua organ tubuh, termasuk deteksi penyakit kronis dan degeneratif. Beberapa pemeriksaan yang tersedia:

    • Diabetes melitus
    • Kolesterol
    • Penyakit jantung dan risiko stroke
    • Kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker usus
    • Osteoporosis
    • Geriatri (perawatan kesehatan khusus lansia)

    Program cek kesehatan gratis ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit lebih awal, sehingga bisa mencegah komplikasi yang lebih serius. Selain itu, deteksi dini juga membantu masyarakat menjalani gaya hidup sehat dan meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

    Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk memeriksa kesehatan secara gratis di Puskesmas atau klinik terdekat. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan mengikuti program ini!

    Semoga membantu!

    (jsn/fay)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Suku Anak Dalam Jambi, Asal-usul, Kehidupan, dan Tradisi



    Jakarta

    Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Indonesia. Mereka tinggal di Jambi dan memiliki tradisi tertentu.

    Melansir situs detikSumbagsel, Suku Anak Dalam hidup secara berkelompok di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) yang tersebar di sekitar wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

    Mengutip informasi dari situs Komunitas Konservasi Indonesia Waris, Suku Anak Dalam disebut juga Suku Rimba atau Suku Kubu. Nama Rimba mengacu pada tempat tinggal mereka di hutan, sedangkan Kubu dalam bahasa Melayu bisa diartikan sebagai orang-orang kotor, primitif, dan terbelakang.


    Selain Suku Rimba dan Suku Kubu, Suku Anak Dalam juga ditujukan kepada beberapa suku lain yang mendiami area hutan Jambi seperti Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak.

    Perbedaannya tampak dari pola hidup antara keduanya, Orang Rimba Hidup Secara Nomaden sedangkan Suku Batin Sembilan dan Talang Mamak hidup menetap dengan becocok tanam untuk memenuhi kebutuhan mereka.

    Asal-usul Suku Anak Dalam

    Melansir penelitian dari jurnal “Sejarah Sosial dan Kehidupan Ekonomi Suku Anak Dalam Muslim Kecamatan Air Hitam Kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas” bahwa asal-usul nama Suku Anak Dalam ini ditetapkan oleh Departemen Sosial pada 1970. Nama itu digunakan untuk membedakan masyarakat yang mendiami hutan dengan masyarakat umum yang disebut orang terang.

    Secara secara fisik, Suku Anak Dalam diyakini sebagai keturunan Etnis Weddoid. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kesamaan ciri fisik antara Suku Anak Dalam dan Etnis Weddoid seperti, badan yang kecil, kepala berbentuk sedang, rambut keriting, kulit sawo matang, mata menjorok ke dalam, dan kaki kulit yang tebal.

    Adapun, secara kebudayaan, suku ini dikaitkan dengan Suku Minangkabau karena sistem Matrilenial yang mereka gunakan dan logat bahasa Suku Anak Dalam yang mirip dengan bahasa Melayu-Minang.

    Selain itu, banyak versi yang menulis mengenai asal-usul Suku Anak Dalam. Aliansi Masyarakat Nusantara menyebut bahwa nenek moyang suku ini adalah Maalau Sesaat yang melarikan diri dari keluarganya ke kawasan Air Hitam yang saat itu dikenal dengan Puyang Segayo.

    Sumber lain mencatat bahwa Suku Anak Dalam berasal dari keturunan orang Pagaruyung, Sumatera Barat. Kelompok ini diutus oleh Raja Pagaruyung saat itu untuk menjalankan sebuah tugas kerajaan. Namun, karena gagal dalam menjalankan tugas, mereka malu untuk kembali ke kerajaan dan memilih melarikan diri ke area hutan.

    Kehidupan Sehari-hari Suku Anak Dalam

    Suku Anak Dalam sudah menetap di kawasan hutan sejak lama, sehingga pola kehidupan mereka jauh dari pengaruh peradaban modern. Kondisi ini membentuk pola hidup khas yang menjadi bagian kearifan lokal dan diatur melalui hukum adat yang mereka percayai.

    Suku Anak Dalam menjalani kehidupan secara tradisional dengan bergantung kepada alam, suku ini terkenal menggunakan pola kehidupan nomaden.

    Suku ini akan berpindah tempat tinggal karena beberapa kondisi seperti, ada anggota keluarga yang meninggal, adanya pergantian musim yang memaksa mereka mencari tempat lain untuk berlindung dan menyesuaikan diri, juga karena kehabisan sumber makanan dari alam.

    Dalam kehidupan sehari-hari pembagian tugas antara laki-laki dan perempuan dibagi berdasarkan peran alami dan kebutuhan komunitas. Kaum laki-laki biasanya bertugas untuk berburu dan mencari sumber makanan.

    Mereka berburu berbagai jenis hewan seperti babi hutan, rusa, kancil, ikan, hingga monyet. Sedangkan kaum perempuan biasanya berperan dalam memasak, mengasuh anak, dan mengumpulkan bahan makanan dari alam seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau umbi-umbian.

    Dalam proses adat dan sosial, Suku Anak Dalam menerapkan seloko adat, yaitu sistem nilai dan tatanan sosial yang tumbuh serta dipatuhi oleh masyarakatnya.

    Terdapat beberapa istilah penting yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari Suku Anak Dalam, sebagai berikut:

    1. Bertubuh Onggok atau Bermukim

    Istilah ini menggambarkan Suku Anak Dalam yang mulai menetap di satu tempat dan tidak lagi hidup secara nomaden. Mereka mulai membangun tempat tinggal sederhana di sekitar hutan atau di kawasan yang disediakan pemerintah. Meski masih memegang tradisi lama, kelompok ini sudah mulai berinteraksi dengan masyarakat.

    2. Berpisang Cangko atau Bercocok Tanam

    Berpisang Cangko merujuk kepada kegiatan bercocok tanam yang dilakukan Suku Anak Dalam. Hal ini menunjukkan bahwa mereka mulai beradaptasi dengan pola hidup agraris dan tidak hanya bergantung pada hasil berburu.

    3. Beratap Tikai atau Beratap Daun Kayu

    Beratap Tikai merujuk pada rumah atau tempat tinggal Suku Anak Dalam. Rumah-rumah yang mereka tinggali bersifat sederhana, hanya memanfaatkan bahan dari alam seperti daun dan kayu yang digunakan untuk pondasi dan atap rumah.

    4. Berdinding Baner

    Rumah yang ditinggali Suku Anak Dalam biasanya terbuat dari dinding kulit kayu hutan yang biasa disebut dengan istilah Baner.

    5. Melemak Buah Betatal

    Melemak Buah Betatal berarti mengolah buah betatal sebagai sumber makanan. Buah Betatal merupakan jenis buah hutan yang dijadikan sebagai bahan makan yang mengandung minyak dan lemak nabati.

    6. Minum Air dari Bonggol Kayu

    Untuk mendapatkan sumber mata air, Suku Anak Dalam biasanya meminum air yang keluar dari pohon. Selain untuk menghilangkan dahaga, minum air dari bonggol kayu ini dipercaya memiliki khasiat sebagai obat.

    Tradisi dan Kebudayaan Suku Anak Dalam

    Melansir situs detikSumbagsel, berikut beberapa tradisi dan kebudayaan yang berlaku di masyarakat Suku Anak Dalam:

    1. Budaya Melangun

    Budaya Melangun adalah tradisi masyarakat Suku Anak Dalam yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan dalam masa berkabung. Dalam tradisi ini, mereka meninggalkan tempat tinggal dan pindah ke wilayah lain untuk menenangkan diri selama masa duka.

    Dahulu, Melangun bisa berlangsung selama 10 hingga 12 tahun, namun kini masyarakat Suku Anak Dalam hanya melakukan Budaya Melangun selama 4 bulan hingga 1 tahun.

    2. Seloko dan Mantera

    Seloko dan Mantera merupakan aturan adat dan pedoman hidup untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Seloko menjadi prinsip dan moral kehidupan yang mereka percaya.

    Contohnya seperti ungkapan, “Di mano bumi dipijak di situ langit dijunjung” yang memiliki arti di mana kita berada, selalu ada adat yang kita junjung tinggi, kita dituntut untuk menyesuaikan diri.

    3. Besale

    Besale merupakan upacara adat yang dilakukan dengan duduk bersama-sama meminta permohonan kepada tuhan untuk diberi kedamaian dan kesehatan, serta dilindungi dari bahaya.

    Selain itu, Besale juga dilakukan sebagai upcara pengobatan atau tolak bala. Upacara ini dilakukan pada malam hari, dilengkapi dengan sesajen yang terdiri dari kemenyan, bunga, dan sajen perkawinan.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Jejak Pahlawan Maluku di Ruang Literasi Blok M



    Jakarta

    Dari kisah heroik pejuang Maluku hingga semangat literasi anak muda, sebuah ruang baca di Blok M menghadirkan pertemuan sejarah dan modernitas dalam satu napas. Taman Literasi Martha Christina Tiahahu.

    taman itu terletak di Jl. Sisingamangaraja No. 2, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan. Lokasinya strategis di kawasan Blok M yang dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

    Taman itu dirancang sebagai ruang publik yang menggabungkan nuansa hijau dengan kegiatan literasi. Ada juga fasilitas keren seperti perpustakaan terbuka, sampai kafe yang bikin taman ini hidup dengan berbagai aktivitas kreatif dan edukatif.


    Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu.Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu. (Grandyos Zafna)

    “Di taman ini sering diselenggarakan acara, mulai dari workshop, ngobrolin buku, sampai pertunjukan seni atau konser ada di sini, biasanya ada di tengah taman pengunjung bisa duduk untuk menonton pertunjukan,” kata Muti, pemandu wisata dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan pada Kamis (25/9/2025).

    Sejarah Penamaan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

    Berdasarkan penjelasan dari Muti, pemandu wisata Sudin Parekraf Jakarta Selatan, nama taman ini diambil dari sosok pahlawan nasional asal Maluku, Martha Christina Tiahahu. Dia adalah pahlawan yang berani melawan penjajahan Belanda.

    Martha ditawan Belanda pada 1818. Saat ditawan Martha memilih tidak makan hingga akhirnya meninggal, dan jenazahnya bahkan dibuang ke laut.

    Atas keberaniannya, pemerintah menetapkan Martha Christina Tiahahu sebagai pahlawan nasional pada 1969. Semangat juang Marta Tiahahu menjadi filosofi taman ini, diharapkan dengan adanya taman ini, generasi muda berani berkarya dan belajar lewat literasi.

    Peresmian Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

    Dulu, taman ini bernama Taman Martha Tiahahu. Kemudian, saat kawasan Blok M direvitalisasi bersamaan dengan pembangunan Cakra Selaras Wahana (CSW), taman ini ikut direnovasi dan diresmikan pada 2021 oleh Gubernur Jakarta Anis Baswedan dengan nama barunya ‘Taman Literasi Martha Christina Tiahahu’.

    Gubernur terpilih Jakarta Pramono Anung berencana membuka sejumlah taman di Jakarta 24 jam. Warga berharap taman nantinya tidak dijadikan tempat tidur tunawisma seperti di luar negeri.Taman Literasi Blok M (Andhika Prasetia)

    “Taman ini sempat berganti nama, awalnya bernama Taman Martha Tiahahu terus diganti sama bapak Gubernur jadi Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dengan harapan warga Jakarta bisa mengakses literasi walau sedang di Taman dan pembangunan taman ini berbarengan dengan CSW,” kata Muti.

    Di taman ini mayoritas ada kafe kopi. Kopi yang paling mahal adalah kopi gajah dari hasil fermentasi gajah. Harga satu cangkir kopi mencapai Rp 50 ribu.

    “Asal mula kopi itu berasal dari kambing yang menari-nari, awal mulanya ada pengembala kambing asal Ethiopia yang melihat kambingnya begitu semangat setelah memakan buah beri merah dari pohon kopi,” kata Muti.

    Rute Menuju Taman Literasi

    Berkunjung ke Taman Literasi, traveler bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Berikut rute transportasi umum dan kendaraan pribadi yang berhasil detik travel dapatkan untuk detikers gunakan menuju Taman Literasi.

    TransJakarta:

    Jika traveler berangkat dari pusat kota Jakarta, traveler bisa menggunakan TransJakarta koridor 1, lalu turun di Halte Blok M, dan bisa berjalan kaki 450 meter menuju Taman Literasi. Jika traveler berangkat dari arah Tangerang Selatan, traveler bisa menggunakan TransJakarta koridor s21, lalu turun di Bus Stop Hotel Melawai dan berjalan 450 meter menuju Taman Literasi.

    MRT:

    Traveler bisa menggunakan MRT menuju Taman Literasi, lalu turun di Stasiun Blok M BCA, dan berjalan 350 meter menuju Taman Literasi.

    Kalau detikers dari Jakarta Pusat menuju Taman Literasi menggunakan kendaraan pribadi, detikers dapat menempuh perjalanan sepanjang 8,9 km melalui jalur arteri dengan melintasi Jalan Jenderal Sudirman.

    Taman Literasi Martha Christina Tiahahu bukan hanya ruang hijau untuk bersantai, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya. Dengan perpaduan sejarah, literasi, dan aktivitas kreatif, taman ini menjadi destinasi publik yang patut dikunjungi di Jakarta Selatan.

    (fem/fem)

    Sumber : travel.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
    image : unsplash.com / Thomas Tucker
  • Tips Amankan HP Samsung Pakai Fitur Anti Jambret Baru

    Jakarta

    Samsung sudah merilis One UI 7 yang dilengkapi sejumlah fitur baru, termasuk fitur anti-copet. Fitur-fitur ini sudah tersedia di banyak perangkat Galaxy dan Samsung mengimbau pengguna untuk mengaktifkannya.

    Imbauan ini diberikan oleh Samsung Inggris untuk mendukung gerakan nasional mengatasi pencurian ponsel. Kasus pencurian ponsel di Inggris memang sedang meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan pemerintah setempat meminta vendor untuk membantu mengamankan perangkat pengguna.

    Mulai pekan ini, 40 juta pemilik Samsung Account di Inggris akan menerima peringatan untuk mengaktifkan fitur anti-copet ini. Walau peringatan itu hanya akan dibagikan ke pengguna di Inggris, pengguna Samsung di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sebaiknya ikut mengaktifkan sebagai tindakan pencegahan.


    Fitur-fitur keamanan ini awalnya tersedia di Galaxy S25 series dan saat ini sudah digulirkan ke perangkat flagship generasi sebelumnya seperti Galaxy S24 series, Galaxy Z Fold 6, Galaxy Z Flip 6, Galaxy Z Fold 5, Galaxy Z Flip 5, Galaxy S23 series, dan Galaxy S22 series. Fitur ini akan diperluas ke lebih banyak ponsel Galaxy.

    Semua fitur baru ini dapat diakses di Pengaturan, lalu masuk ke halaman Keamanan dan Privasi. Fitur anti-pencurian baru yang tersedia di ponsel Samsung saat ini meliputi:

    Identity Check: Ketika ponsel berada di tempat yang tidak dikenal, pengguna harus menggunakan biometrik untuk mengubah pengaturan keamanan yang sensitif.

    Offline Device Lock: Perangkat akan dikunci secara otomatis ketika tidak terhubung ke internet dalam jangka waktu panjang.

    Remote Lock: Ketika ponsel dicuri, pengguna dapat mengunci perangkatnya dari jarak jauh menggunakan nomor telepon dan langkah verifikasi.

    Security Delay: Ketika pencuri mencoba me-reset data biometrik, akan ada delay selama satu jam sebelum perubahan itu berlaku. Delay ini memberikan cukup waktu bagi pengguna untuk mengaktifkan Remote Lock dan menampilkan pesan khusus di lock screen.

    Theft Detection Lock: Mengandalkan machine learning, fitur ini akan mendeteksi saat ponsel tiba-tiba direbut dari tangan pengguna. Setelah terdeteksi, perangkat akan otomatis terkunci.

    Cara mengamankan HP Samsung Galaxy yang hilang atau dicuri

    Galaxy A56 5G
    Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Selain mengaktifkan fitur-fitur di atas, Samsung juga memberikan tips untuk mengamankan ponsel atau tablet Galaxy yang hilang atau dicuri menggunakan layanan Samsung Find dan Google Find Hub.

    Cara mengunci perangkat Samsung Galaxy dari jarak jauh

    • Login ke website Samsung Find menggunakan akun Samsung kalian
    • Pilih ponsel yang ingin dikunci di sisi kiri halaman, lalu pilih Lost Mode di halaman detail perangkat
    • Buat PIN baru untuk membuka kunci ponsel kalian saat ditemukan, dan masukkan sekali lagi untuk konfirmasi
    • Kalian akan melihat opsi untuk menambahkan kontak darurat dan pesan khusus yang akan ditampilkan di lock screen, tapi Samsung menyarankan untuk melewati langkah ini untuk menghindari berbagi informasi pribadi
    • Kalau sudah siap, ketuk tombol Lock dan verifikasi akun Samsung untuk mengaktifkan Lock Mode
    • Setelah ponsel berhasil ditemukan, kalian bisa membuka kuncinya menggunakan PIN yang dibuat saat mengaktifkan Lost Mode.

    Cara menghapus data di perangkat Samsung Galaxy dari jarak jauh

    • Kunjungi website Samsung Find dan login menggunakan akun Samsung kalian
    • Pilih ponsel yang ingin dihapus datanya lalu ketuk tombol Erase Data
    • Verifikasi kredensial akun Samsung
    • Pahami informasi yang ditampilkan di layar lalu ketuk tombol Erase to Confirm
    • Perlu dicatat bahwa semua data di ponsel, termasuk informasi Samsung Pay, akan dihapus secara permanen dan tidak dapat dipulihkan
    • Opsi ini juga akan me-reset ponsel yang artinya kalian tidak bisa melacak dan mengontrolnya menggunakan Samsung Find
    • Pastikan data di ponsel kalian selalu dicadangkan di cloud agar bisa dipindahkan ke perangkat baru jika dibutuhkan

    Cara mengamankan perangkat Samsung Galaxy menggunakan Google Find Hub

    • Buka aplikasi Find Hub di ponsel, dan jika tidak ada kalian bisa mengakses website-nya di browser
    • Login menggunakan akun Google kalian
    • Pilih ponsel yang ingin dicari di daftar perangkat
    • Untuk mencari ponsel yang mungkin terselip, kalian bisa memilih opsi Putar Suara agar ponsel mengeluarkan suara keras selama lima menit. Kalian juga bisa memilih opsi Lihat Rute untuk melihat dan mengikuti ponsel ke tempat hilangnya.
    • Jika kalian merasa ponsel yang hilang belum dikunci, pilih opsi Tandai Hilang untuk mengunci ponsel menggunakan PIN, pola, atau password dari jarak jauh
    • Untuk menghapus data dari jarak jauh, pilih Settings dengan ikon gir lalu tekan tombol ‘Reset ke setelan pabrik’.

    Halaman 2 dari 2

    Simak Video “Video: Beredar Nama dan Harga HP Lipat Tiga Samsung!
    [Gambas:Video 20detik]
    (vmp/vmp)



    Sumber : inet.detik.com

  • 3 Cara Unreg Kartu XL Mudah Tanpa Harus ke Gerai

    Jakarta

    Ada sejumlah alasan kita menonaktifkan atau unreg kartu SIM. Misalnya kita ingin mengganti dengan nomor baru. Sebaiknya kartu lama yang tidak terpakai dinonaktifkan saja agar lebih aman.

    Terlebih saat ini pemerintah membatasi seseorang untuk memiliki tiga nomor seluler dari satu provider yang sama. Kamu harus menonaktifkan salah satu nomor terlebih dahulu untuk bisa melakukan registrasi untuk kartu baru.

    Atau ketika salah memasukkan data NIK saat registrasi, kamu bisa menonaktifkan nomor itu terlebih dahulu. Kemudian kamu bisa mengulang registrasi dengan memasukkan NIK yang benar.


    Jika kamu pengguna nomor XL, simak artikel ini untuk mengetahui 3 cara unreg kartu XL dengan mudah tanpa harus ke gerai XL Center.

    Cara Unreg Kartu XL

    Cara unreg kartu XL bisa dilakukan lewat SMS, telepon, maupun call center. Berikut ini langkah-langkahnya:

    Unreg Lewat SMS

    Dikutip dari situs resmi XL, cara unreg kartu XL bisa dilakukan menggunakan SMS. Kamu cukup menuliskan format yang tepat dan mengirimkannya. Langkahnya sebagai berikut:

    1. Buka menu pesan atau message di smartphone
    2. Di kolom teks, ketik UNREG#Nomor HP#, misalnya UNREG#0878123123111#
    3. Pada kolom nomor tujuan, isikan 4444.
    4. Klik tombol kirim
    5. Tunggu SMS masuk dari XL untuk mengetahui apakah proses tersebut berhasil atau tidak.

    Cara unreg kartu XL lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan menu dial up atau telepon. Langkahnya adalah sebagai berikut:

    1. Buka menu panggilan yang bersimbol telepon di smartphone
    2. Masukkan kode *123*4444# lalu tekan tombol YES atau OK atau CALL
    3. Akan muncul opsi menu, pilih opsi untuk menonaktifkan kartu XL.
    4. Tunggu pesan masuk dari XL untuk mengetahui apakah proses tersebut berhasil atau tidak.

    Unreg Lewat Call Center XL atau Medsos

    Cara ketiga ini bisa dicoba jika dua cara di atas gagal. Hubungi call XL dengan menelepon nomor 817. Sampaikan kepada customer service untuk menonaktifkan kartu.

    Dijelaskan dalam situs resmi XL, pelanggan prabayar maupun pascabayar bisa menonaktifkan kartu XL. Customer service XL akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu sebelum melanjutkan permintaan kamu.

    Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

    1. Silakan telepon ke nomor 817.
    2. Saat customer service mengangkat telepon, sampaikan keinginan kamu untuk menonaktifkan kartu XL dengan alasan yang jelas.
    3. Petugas akan melakukan verifikasi data terlebih dahulu untuk memastikan nomor tersebut adalah milikmu.
    4. Jika dinyatakan valid, kartu XL kamu akan dinonaktifkan.

    Selain menelepon call center, cara ini bisa dilakukan lewat media sosial XL, yakni dengan cara berikut:

    • Twitter: mention akun @myXLCare dan ajukan pertanyaan atau keluhan detikers atau sampaikan lewat Direct Messages.
    • Facebook: ajukan permintaan kamu lewat akun FB myXLCare.
    • Email: kirim permintaan kamu ke alamat email customerservice@xl.co.id, dan jika perlu sertakan gambar yang bisa dilampirkan.

    Jika semua cara di atas tidak berhasil dilakukan, silakan datang ke kantor XL center terdekat dan sampaikan kepada customer service untuk menonaktifkan kartu XL kamu. Bawalah KTP, Kartu Keluarga (KK), dan SIM card yang ingin dinonaktifkan.

    Demikian tadi 3 cara unreg kartu XL dengan mudah tanpa harus datang ke kantor XL Center. Semoga bermanfaat.

    (bai/row)



    Sumber : inet.detik.com