Dampak buruk akibat pandemi ini menjadikan sebagian orang yang bekerja harus dirumahkan dan beberapa bisnis harus terpaksa ditutup, terlebih bagi mereka yang hanya memiliki satu sumber penghasilan. Tak heran muncul berbagai peluang bisnis di masa pandemi.
Mereka yang harus bekerja di rumah, akhirnya memiliki waktu luang untuk untuk memulai bisnis rumahan guna mendapatkan penghasilan tambahan. Bisnis apa aja sih yang berpeluang di masa pandemi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Keuntungan Bisnis dari Rumah
Terdapat berbagai macam jenis usaha yang menjanjikan dan memiliki prospek yang baik, salah satunya adalah bisnis rumahan. Bisnis ini lebih mudah dijalankan, karena tidak perlu bingung mencari tempat sewa atau ruko untuk berjualan. Terlebih bisa dilakukan sambil bekerja di rumah.
Selain bisnis ini lebih banyak dilakukan di rumah, bisnis rumahan juga tidak memerlukan modal yang banyak. Bisa dimulai dengan modal yang kecil dapat terus berkembang menjadi besar. Ketika bisnis sudah menjadi besar, Anda dapat membuka lapangan pekerjaan untuk membantu masyarakat yang terdampak karena terkena PHK.
Peluang Bisnis yang Menguntungkan di Masa Pandemi
Bagi Anda yang masih kebingungan untuk memulai usaha yang menjanjikan, Anda dapat mencoba salah satu jenis usaha berikut:
Kesehatan menjadi hal yang paling utama di masa pandemi. Langkah mudah dalam menjaga kekebalan tubuh dengan mengonsumsi ramuan herbal seperti jahe. Mengolah jahe atau ramuan herbal lainnya menjadi minuman literan merupakan usaha yang berpeluang memiliki daya jual tinggi dan ramai peminat.
Makanan beku dapat menjadi pilihan bisnis karena makanan beku cenderung awet, sehingga mengurangi intensitas orang-orang untuk pergi keluar rumah. Selain itu, untuk menyajikannya tidak memerlukan waktu yang lama. Makanan beku yang bisa dijual seperti dimsum, nugget, dan lumpia.
Selama pandemi kegiatan sekolah dilakukan secara daring, tak jarang beberapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Tak banyak orang tua yang paham dengan pelajaran sekolah, dapat memanfaatkan jasa bimbel online dalam membantu anak mereka.
Selama pandemi transaksi secara langsung di toko sangat tidak memungkinkan. Hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan menjadi Dropshipper Online Shop. Anda dapat berjualan produk yang dicari konsumen seperti aksesoris atau pakaian.
Kesuksesan bisnis online dibutuhkan pemahaman digital marketing, tak banyak pebisnis yang menguasai hal tersebut. Membuka jasa digital marketing dapat menjadi peluang bisnis di masa pandemi. Jasa yang ditawarkan seperti membuat konten sosial media serta caption untuk membantu pemasaran produk tersebut secara online.
Menjual Strap Masker Online
Di era pandemi setiap orang diwajibkan untuk menggunakan masker, masker menjadi barang yang tidak boleh tertinggal. Sering kali direpotkan menaruh masker saat sedang makan, kemudian lupa. Berjualan strap masker merupakan salah satu peluang bisnis di masa pandemi yang dapat dimanfaatkan.
Menjual Foto di Shutterstock atau Platform Jualan Foto Lainnya
Jika Anda termasuk orang yang senang mengabadikan momen dengan berfoto. Cobalah untuk mengecek galeri foto Anda, dibandingkan hanya untuk disimpan. Anda dapat menjual foto tersebut di beberapa platform untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Selama pandemi banyak waktu yang dihabiskan di rumah, penting untuk membuat rumah terasa nyaman. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan menjual aneka dekorasi kriya yang dapat menambahkan kenyamanan tersendiri bagi pemiliknya.
Kondisi ekonomi yang tidak pasti membuat orang-orang lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Emas menjadi salah satu pilihan yang aman untuk investasi. Pasalnya emas jarang terpengaruh inflasi.
Semenjak pandemi aset kripto mengalami kenaikan, persentase kenaikannya lebih dari 600%. Harga XLM Rp 4.218 per koinnya, nilai yang sangat fantastis dibanding tahun 2020 yang hanya Rp 625. Volume perdagangan harian di Tokocrypto mencapai lebih dari US$ 135 juta meningkat 66,7%.
Sebagai pemula di aset kripto, Tokocrypto hadir dengan user-friendlyplatform sehingga trader pemula tidak kebingungan. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir dengan legalitas Tokocrypto, karena Tokocrypto telah terdaftar secara legal dan resmi di BAPPEBTI juga tersertifikasi ISO 27001. Bahkan, hanya bermodalkan Rp. 50.000 saja, Anda sudah dapat memiliki bisnis menguntungkan saat pandemi seperti ini!
Tunggu apa lagi? Yuk, gabung dan memulai investasi di Tokocrypto!
Di luar sana masih banyak asumsi bahwa untuk berinvestasi membutuhkan modal yang besar. Padahal ada beberapa jenis investasi yang bisa dimulai dengan modal kecil untuk pemula. Lantas, apa saja investasi modal kecil bagi pemula di 2021? Yuk, kita bahas!
Hal yang Harus Diperhatikan Investor Pemula
Sebelum memasuki dunia investasi, diperlukan persiapan dan pemahaman yang matang. Di antaranya ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk para investor pemula, yaitu:
Menggunakan uang dingin untuk berinvestasi adalah satu hal yang wajib diketahui calon investor. Uang dingin sendiri adalah uang yang tidak akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau tidak digunakan dalam waktu dekat.
Mengapa harus menggunakan uang dingin?
Perlu diketahui bahwasannya investasi dengan modal kecil sekalipun memiliki risiko kerugian. Ketika suatu saat terjadi kerugian dan Anda menggunakan uang dingin, maka hal tersebut tidak akan mengganggu kondisi finansial utama Anda.
Banyak investor yang ingin meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dan memilih investasi secara asal tanpa pertimbangan yang matang. Padahal investasi sendiri membutuhkan pemahaman matang, serta waktu dan proses yang tidak sebentar, lho!
Selain itu pemahaman mengenai analisis fundamental dan teknikal juga bisa dipelajari agar bisa memilih instrumen investasi dengan rasional.
Pernah melihat postingan sosial mediaorang-orang yang sahamnya sedang subur dan Anda tergiur untuk membelinya? Eits, sebaiknya tahan dulu, ya! Karena dalam berinvestasi, Anda tidak boleh menelan informasi mentah-mentah. Anda harus bisa memutuskannya dengan pertimbangan yang matang dan membutuhkan analisis lebih lanjut.
Pilihan Investasi Modal Kecil di 2021
Berikut beberapa pilihan investasi modal kecil yang bisa Anda coba di 2021 ini:
Salah satu cara berinvestasi emas adalah dengan membeli emas batangan kemudian menyimpannya sebagai aset. Ukurannya pun beragam, ada 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, hingga 1000 gram. Dari segi harga, harga termurah emas batangan untuk ukuran 0,5 gram berada di Rp 512,000 (13/04/2021).
Jika Anda berinvestasi dengan emas, maka keuntungan yang didapat berasal dari harga emas yang cenderung mengalami kenaikan secara konsisten setiap tahunnya.
Reksa dana memang dikenal sebagai instrumen investasi yang ramah untuk para investor pemula, karena bisa dimulai dengan modal Rp 100,000!
Kok bisa? Emang gimana cara kerjanya?
Reksa dana sendiri adalah wadah untuk menghimpun dana investor yang nantinya akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, pasar uang, dan lain-lain.
Selain itu reksa dana termasuk investasi dengan risiko rendah, sehingga cocok untuk para investor pemula.
Siapa bilang untuk berinvestasi dengan aset kripto membutuhkan modal besar? Sebagai contoh, bitcoin per 13 April 2021 berada di harga Rp 900 juta untuk setiap 1 kepingnya, akan tetapi bitcoin bisa dibeli dalam pecahan kecil yang disebut dengan Satoshi.
1 Satoshi sama dengan 0.00000001 BTC. Bila dikonversikan ke dalam rupiah, maka 1 Satoshi sekitar Rp 9,131 saja! Jadi, para investor pemula sekalipun bisa banget mulai berinvestasi dengan bitcoin. Terpenting, jangan lupa untuk mengedukasi diri sebelum memulai investasi, ya!
Deposit Hanya Rp. 50,000 di Tokocrypto!
Yes, hanya dengan minimum deposit Rp. 50,000 saja, Anda bisa mulai berinvestasi berbagai aset kripto termasuk BTC di Tokocrypto! Selain itu, Tokocrypto juga menerima deposit dari transfer bank dan tidak dikenakan biaya alias gratis, jadi cocok banget untuk investor pemula!
Selain investasi modal kecil dengan bitcoin, ada salah satu koin yang baru saja diluncurkan awal April 2021 kemarin, yaitu TKO. TKO adalah proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).
Kehadiran TKO disambut meriah oleh para investor dan trader yang ditunjukkan melalui kolom komentar instagram TKO. Dengan semangat dan kerja keras antara Tokocrypto dan Binance yang memastikan TKO didukung oleh ahli finansial dan blockchain, mereka percaya TKO akan meroket suatu hari nanti.
Antusiasme masyarakat dalam menyambut TKO juga terlihat dari peningkatan harga TKO yang melesat hingga 3000% saat listing pertama kali di Tokocrypto. Saat ini TKO sendiri berada di level harga Rp 33,918.43 pada Selasa (13/04) pukul 16.12.
Gimana? Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkan TKO sekarang!, ya! Salam to the Moon!
On Balance Volume (OBV) merupakan salah satu indikator yang berdasarkan pada trading volume — Inikator ini bisa kamu gunakkan sebagai indikator tambahan saat melakukkan trading, baik itu saham atau pun crypto. On Balance Volume (OBV) sendiri bekerja dengan menggabungkan volume dan pergerakan harga untuk membantu kamu mendeteksi kekuatan beli atau jual yang ada di pasar.
Mulai dari mengidentifikasi tren, divergence hingga mengidentifikasi bearish divergence bisa kamu lakukan dengan indikator OBV. Pelajari lebih lengkap pengertian hingga contoh penggunaannya di bawah ini.
Apa Itu OBV dan Bagaimana Cara Kerjanya?
On Balance Volume (OBV) adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan volume perdagangan.
Indikator ini merupakan indikator kumulatif, cara kerjanya seperti ini—pada hari-hari di mana harga naik, volume hari tersebut akan ditambahkan ke total OBV kumulatif, namun jika harga turun, maka volume hari itu dikurangi dari total OBV. Hasil perhitungan tadi lalu digambarkan dalam bentuk garis, yang dikenal dengan garis OBV.
OBV ini sering dipakai untuk membantu melihat arah tren harga, atau memperkirakan apakah harga akan berbalik arah kalau ada perbedaan antara gerakan harga dan garis OBV.
Indikator OBV dapat membantu mengungkap pergerakan “smart money“—seperti investor besar atau institusi—yang sering kali masuk pasar sebelum harga bergerak signifikan. Saat harga dan OBV naik bersama, itu menunjukkan bahwa tekanan beli mendukung kenaikan harga, menunjukkan tren naik yang sehat.
Namun, jika terjadi perbedaan arah—misalnya harga terus naik tapi OBV justru menurun—itu bisa menjadi sinyal peringatan. Artinya, volume tidak mendukung kenaikan harga, dan ada kemungkinan tren akan melemah atau berbalik arah.
OBV juga berguna untuk memperkuat sinyal dari indikator teknikal lainnya. Tapi seperti alat analisis lainnya, OBV sebaiknya tidak digunakan sendirian. Digunakan bersama indikator lain, OBV dapat memberikan gambaran yang lebih solid dan membantu pengambilan keputusan yang lebih matang.
Sebelum mempelajari lebih lengkap mengenai cara menggunakan OBV, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di Bappebti, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Trading dengan deposit mulai dari Rp20.000 juga bisa lho!
Contoh Penggunaan On Balance Volume (OBV)
Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan OBV yang umum dilakukan trader untuk mengidentifikasi tren, mendeteksi divergence, dan mengenali potensi pembalikan arah harga.
Sebagai Indikator untuk Mengidentifikasi Tren
Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) untuk mengidentifikasi tren.
OBV dapat digunakan untuk memastikan apakah tren harga saat ini memiliki dukungan dari volume. Jika harga bergerak naik dan OBV juga menunjukkan arah naik, ini mengindikasikan bahwa tekanan beli mendukung tren tersebut. Sebaliknya, jika harga turun dan OBV ikut turun, tekanan jual kemungkinan besar masih mendominasi pasar. Dengan kata lain, OBV membantu mengkonfirmasi kekuatan tren yang sedang berlangsung.
Indikator Divergence
Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai divergence untuk mengidentifikasi pergerakan harga.
Salah satu kegunaan OBV adalah untuk dalam mengidentifikasi pola divergence—perbedaan arah antara harga dan volume. Ketika harga menunjukkan pola tertentu, tetapi OBV bergerak ke arah berbeda, itu bisa menjadi sinyal bahwa perubahan tren sudah dekat.
Bearish OBV Divergence
Cara menggunkan indikator On Balance Volume (OBV) sebagai indikator untuk mengidentifikasi bearish divergence.
Bearish divergence terjadi saat harga membentuk higher high (harga naik), tetapi OBV justru membentuk lower high (volume melemah). Ini menunjukkan bahwa meskipun harga naik, kekuatan pasar yang mendukung kenaikan tersebut mulai menurun. Kondisi ini sering kali menjadi tanda bahwa buyer mulai kehilangan minat, dan ada potensi koreksi harga atau bahkan pembalikan arah menjadi tren turun.
Itu dia strategi untuk mengidentifikasi tren pergerakan harga pasar dengan menggunakan trading volume, On Balance Volume (OBV). Jangan lupa untuk kombinasikan OBV dengan analisa harga dan indikator teknikal lainnya supaya kamu bisa membuat strategi trading yang lebih akurat.
Masih bingung cara baca volume trading? Yuk, tanya-tanya langsung sama trader aktif lain di Telegram komunitas Tokocrypto melalui link berikut 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber: Trading View. “Volume Keseimbangan / On Balance Volume (OBV)”.
Swing trading kini menjadi salah satu strategi populer di kalangan para investor dan trader. Namun, tanpa disadari swing trader pemula seringkali melakukan kesalahan yang bisa membawa pada kerugian.
Simak kesalahan yang sering dilakukan oleh swing trader pemula di bawah ini.
Tidak Memiliki Rencana dan Strategi yang Jelas
Banyak pemula tidak memiliki strategi dan manajemen risiko yang terukur dan jelas saat melakukan swing trading, hal ini membuat mereka tidak tahu kapan harus masuk atau keluar dari pasar.
Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan strategi trading berdasarkan analisis teknikal.
Mengabaikan stop loss dan take profit dapat berakibat fatal bagi swing trader pemula. Tanpa batas kerugian yang jelas, emosi bisa mengambil alih keputusan, menyebabkan trader menahan posisi rugi terlalu lama atau keluar terlalu cepat dari posisi menguntungkan.
Stop loss membantu membatasi risiko dan melindungi modal dari pergerakan harga yang tidak sesuai ekspektasi, sementara take profit memastikan keuntungan direalisasikan sebelum pasar berbalik.
Salah Menggunakan Indikator Teknikal seperti Moving Average
Moving average (MA) merupakan salah satu indikator yang sering digunakan untuk membantu menentukan arah pergerakan pasar oleh para trader, khususnya swing trader.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap MA sebagai sinyal pasti untuk entry atau exit tanpa mempertimbangkan konteks pasar.
Untuk memaksimalkan penggunaannya, gunakanlah MA sebagai indikator pendukung dalam analisis, bukan sebagai satu-satunya patokan keluar masuk dan masuk pasar.
Overtrading jadi salah satu kesalahan yang tanpa disadari sering dilakukan oleh pemula karena dorongan ingin cepat meraih profit.
Alih-alih menunggu peluang dengan probabilitas tinggi, pemula yang melakukan overtrading biasanya sering membuka terlalu banyak posisi tanpa analisis mendalam, sehingga meningkatkan eksposur risiko dan menyebabkan keputusan impulsif.
Akibat terlalu banyak membuka posisi ini membuat fokus terbagi dan menyebabkan kehilangan kendali atas strategi yang sebelumnya telah direncanakan.
Fear of Missing Out (FOMO) sering kali jadi penyebab trader pemula tidak sabar menunggu momen yang tepat untuk masuk ke pasar, sehingga membuat analisis yang telah dibuat dikesampingkan dan mengambil keputusan impulsif yang berisiko.
Fenomena ini semakin diperparah oleh pengaruh media sosial dan komunitas trading online, di mana trader pemula sering melihat orang lain membagikan keuntungan besar dan merasa tertinggal.
Pernahkan kamu melakukan trading hanya berdasarkan insting? Trading hanya dengan menggunakan insting tanpa analisis yang matang bisa berujung pada keputusan impulsif dan risiko.
Meskipun intuisi dapat berkembang seiring pengalaman, trading dengan data dan analisis teknikal yang jelas tentunya bisa membuat aktivitas trading lebih terarah.
Jika kamu merasa belum matang dalam melakukan analisis teknikal trading, kamu bisa belajar lebih dalam bersama komunitas Tokocrypto dan memanfaatkan sinyal trading yang dibagikan setiap harinya.
Gunakan Stop Loss & Take Profit: Jangan abaikan setup ini dalam setiap posisi.
Catat Setiap Transaksi: Evaluasi secara berkala untuk menemukan pola kesalahan dan keberhasilan.
Kelola Emosi: Hindari keputusan impulsif karena takut kehilangan keuntungan atau ketinggalan tren.
Kesimpulan
Swing trading bukan sekadar beli-jual saham atau crypto. Dibaliknya, ada strategi, disiplin, dan analisis yang harus dipahami. Pemula sering melakukan kesalahan karena kurang persiapan, tergesa-gesa, dan mengabaikan dasar-dasar teknikal.
Jika kamu ingin untung dari swing trading, hindari kesalahan-kesalahan ini dan cobalah bangun kebiasaan trading yang berdasarkan data.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Analisis fundamental merupakan salah satu cara yang digunakan oleh investor dan trader untuk menentukan nilai intrinsik suatu aset.
Sama seperti dalam investasi pada umumnya, melakukan analisis fundamental dalam investasi crypto juga sangat penting dilakukan sebelum memutuskan untuk menginvestasikan dana yang kita miliki pada suatu proyek.
Lalu bagaimana cara untuk melakukan analisis fundamental untuk menilai proyek crypto tersebut layak untuk diinvestasikan atau tidak? Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Analisis Fundamental Crypto?
Analisis fundamental adalah proses analisa proyek crypto untuk menilai dari sisi intrinsik guna menentukan apakah proyek crypto tersebut memiliki nilai yang terlalu tinggi (overvalued) atau terlalu rendah (undervalued).
Hasil dari penilaian ini biasanya tidak akan sama dengan dengan nilai aset yang ada di pasar. Dalam hal ini bisa diartikan sebagai berikut:
Jika nilai intrinsik > harga pasar, proyek dianggap undervalued (bernilai lebih tinggi dari yang dihargai pasar).
Jika harga pasar > nilai intrinsik, proyek bisa jadi overvalued (harga naik karena hype, bukan karena fundamental yang kuat).
Misalnya, kamu melakukan analisa fundamental terhadap suatu proyek crypto dan menemukan bahwa proyek crypto tersebut memiliki tokenomics yang meragukan, seperti mekanisme distribusi yang tidak transparan dan pasokan token yang terkunci dalam jumlah besar tanpa penjelasan jelas.
Kamu menemukan hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa proyek tersebut memiliki risiko manipulasi harga oleh early investors atau tim internal.
Di sini lain, meskipun komunitas dari proyek crypto tersebut terlihat aktif di media sosial, banyak engagement yang berasal dari akun-akun baru atau bot, bukan dari pengguna asli yang benar-benar memahami proyek. Diskusi di forum juga tidak jauh dari membahas harga naik atau iming-iming to the moon yang lebih mengandalkan hype daripada inovasi nyata.
Sehingga kamu menyimpulkan bahwa proyek crypto tersebut adalah overvalued.
Dengan memahami bagaimana nilai intrinsik dari suatu proyek crypto yang kamu investasikan kamu bisa lebih percaya diri dan yakin, sehingga bisa membawa ketenangan dalam perjalanan investasi yang kamu lalui nantinya.
Misalnya, dalam kondisi volatilitas ekstrem, seperti penurunan tajam, investor yang memiliki keyakinan kuat (conviction) terhadap fundamental aset tidak akan mudah panik. Sebaliknya, mereka melihat penurunan harga sebagai peluang untuk membeli aset dengan valuasi yang lebih menarik, daripada merasa cemas dan terburu-buru menjual.
Selain itu dengan memahami fundamental dari proyek crypto yang kamu investasikan juga bisa memberikan beberapa manfaat lain lain seperti:
Membedakan proyek yang sekadar hype dan yang memiliki nilai nyata: Analisis fundamental membantu mengidentifikasi apakah proyek memiliki teknologi, ekosistem, dan penggunaan yang berkelanjutan, atau hanya sekadar tren sementara.
Menghindari Manipulasi dan Rugi Pull: Banyak proyek crypto yang terlihat menarik tetapi memiliki tokenomics yang buruk, developer anonim, atau ekosistem tidak berkembang. Dengan analisis fundamental, investor bisa menghindari proyek yang rawan manipulasi dan hanya bergantung pada spekulasi harga.
Menilai jangka waktu investasi proyek crypto: Dengan memahami tokenomics, developer, dan keaktifan komunitas, bisa membantu investor menentukan potensi jangka pendek atau panjang ke depannya.
Sebelum mengevaluasi proyek crypto secara fundamental, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di Bappebti, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.
Mulai trading dari Rp1.700 dan nikmati berbagai fitur trading mulai dari Limit Order, Stop-Limit, OCO, dan fitur Beli/Jual instan yang memudahkan kamu trading dengan mudah dan murah, tanpa harus bayar biaya trading.
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk memahami fundamental dari suatu proyek crypto yang ingin kamu investasikan:
Memahami Whitepaper
Whitepaper adalah dokumen yang biasanya dirilis oleh developer proyek crypto sebagai panduan bagi publik, pengguna, dan investor yang ingin memahami lebih dalam perihal informasi teknis dari proyek crypto tersebut.
Biasanya isi dari whitepaper menjelaskan tentang:
Tujuan proyek: menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan oleh proyek crypto.
Mekanisme dan teknologi yang digunakan: menjelaskan bagaimana memecahkan masalah dengan teknologi blockchain digunakan.
Tokenomics dan sistem ekonomi: menjelaskan mulai dari total supply, distribusi token, dan mekanisme inflasi/deflasi
Roadmap dan realisasi jangka panjang: Biasanya menjelaskan roadmap yang ingin dicapai, kamu bisa bandingkan pencapaiannya apakah sesuai atau tidak.
Tokenomics adalah salah satu aspek paling fundamental dalam analisis proyek crypto. Ini mencakup mekanisme ekonomi di balik sebuah token, termasuk supply dan demand, distribusi, serta inflasi atau deflasi.
Memahami tokenomics membantu investor menentukan apakah suatu token memiliki model ekonomi yang berkelanjutan atau hanya bergantung pada hype sesaat.
Berikut beberapa faktor yang harus kamu perhatikan saat melakukan analisis tokenomics:
Pelajari utilitas aset crypto: Proyek crypto biasanya memiliki utilitas token atau coin yang berbeda-beda. Token yang memiliki fungsi nyata biasanya memiliki permintaan lebih tinggi karena meningkatkan permintaan dari para pengguna jaringan.
Model distribusi: Pelajari model distribusi untuk menghindari manipulasi, beberapa model umum yang sering digunakan: Initial Coin Offering (ICO), Mining, Staking, Airdrop. Jika distribusi token tidak transparan atau sebagian besar token dipegang oleh tim atau investor awal, proyek bisa berisiko manipulasi harga oleh kelompok kecil.
Pelajari sistem inflasi atau deflasi dalam tokenomics: Cari tahu apakah proyek crypto memiliki suplai fixed seperti Bitcoin, atau memiliki inflasi dan deflasi. Jika proyek tidak memiliki kontrol yang jelas terhadap inflasi, maka nilai token bisa terus menurun seiring bertambahnya suplai.
Peran developer dalam proyek crypto sangatlah besar, banyak proyek-proyek crypto baru yang menjadi proyek crypto besar karena developer tersebut dipandang sebagai pesohor pada proyek sebelumnya.
Ini membuktikan bahwa investor tidak hanya berinvestasi pada ide besar dari proyek, namun juga kredibilitas dari developer di balik proyek tersebut.
Contohnya adalah Polkadot, sebuah proyek crypto yang dibangun oleh Gavin Wood, salah satu pendiri Ethereum. Kredibilitasnya membantu Polkadot mendapatkan kepercayaan dari komunitas dan institusi besar.
Perhatikan beberapa hal berikut saat kamu mempelajari background dari developer proyek crypto:
Riwayat Developer: Sebelum berinvestasi, penting untuk memeriksa apakah tim developer memiliki rekam jejak keberhasilan dalam proyek-proyek blockchain sebelumnya.
Evaluasi Track Record Developer: Developer yang terkenal pernah melakukan manipulasi, scam, atau bahkan rugpull pada suatu proyek crypto sebelumnya tentu akan sulit mendapat perhatian para investor baru dan dapat mempengaruhi kelangsungan proyek ke depannya.
Transparansi Developer: Untuk melakukan pengecekan latar belakang dari tim developer tentunya membutuhkan transparansi, biasanya developer yang mengungkap identitasnya secara publik (Doxed), lebih dipercaya oleh investor karena mereka memiliki akuntabilitas dan bisa dimintai pertanggung jawaban.
TVL Total Value Locked (TVL)
Total Value Locked (TVL) adalah metrik yang menunjukkan jumlah total aset yang dikunci atau di-stake dalam ekosistem DeFi (Decentralized Finance) di suatu blockchain atau platform.
TVL ini bisa jadi salah satu indikator untuk menentukan apakah nilai dari proyek crypto tersebut undervalued atau overvalued.
Mengapa TVL Penting dalam Analisis Fundamental?
Menunjukkan kepercayaan investor → Semakin tinggi TVL, semakin banyak aset yang dikunci oleh investor, menunjukkan kepercayaan mereka terhadap proyek.
Indikator kesuksesan ekosistem DeFi → TVL yang tinggi sering dikaitkan dengan blockchain yang memiliki aplikasi DeFi yang populer dan digunakan secara luas.
Menentukan stabilitas proyek → Blockchain dengan TVL tinggi biasanya memiliki likuiditas yang lebih kuat dan ekosistem yang berkembang.
TVL sebagai indikator utama sentimen pasar → Kenaikan TVL sering kali menjadi sinyal bullish dalam pasar crypto karena mencerminkan peningkatan kepercayaan dan keterlibatan pengguna dalam ekosistem DeFi.
Untuk melakukan analisis TVL dari proyek crypto yang ingin kamu investasikan, kamu bisa menggunakan platform seperti Defillama.
Komunitas & Engagement
Komunitas memainkan peran krusial dalam keberlangsungan proyek crypto. Tidak hanya sebagai pengguna, komunitas juga berperan sebagai penggerak ekosistem, memastikan berkembang secara organik.
Proyek crypto yang ramah bagi pemula biasanya memiliki komunitas yang suportif dan bersedia membantu kamu memahami proyeknya. Jangan ragu untuk bergabung lebih dulu, amati bagaimana interaksi di dalamnya, dan ajukan pertanyaan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Selain itu, ada beberapa alasan kenapa komunitas dan engagement menjadi penting:
Investor awal yang percaya pada proyek seringkali berperan sebagai penengah, lalu menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran tentang manfaat ekosistem tersebut.
Komunitas yang kuat membantu proyek menarik lebih banyak pengguna dan investor, menciptakan siklus pertumbuhan alami tanpa perlu pemasaran agresif.
Komunitas yang aktif dan vokal seringkali menunjukkan proyek yang memiliki daya tahan dalam jangka panjang.
Jika komunitas mulai meninggalkan proyek, itu bisa menjadi tanda bahwa proyek mengalami stagnasi atau kehilangan kepercayaan.
Peran komunitas semakin penting dalam era Web3, di mana proyek berbasis DAO (Decentralized Autonomous Organization) bergantung pada keputusan kolektif dari anggotanya.
Dogecoin menjadi salah satu contoh nyata pentingnya komunitas dalam proyek crypto, di mana pada awalnya Dogecoin tidak memiliki roadmap yang jelas, tetapi tetap bertahan karena daya tarik komunitasnya yang kuat.
Cara untuk menilai apakah komunitas tersebut aktif dan berperan besar terhadap perkembangan proyek atau tidak, bisa kamu lakukan dengan menggunakan platform yang menyediakan analisis sentimen sosial dan aktivitas komunitas seperti Lunar Crush, dan Santiment.
Itu dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menentukan fundamental proyek crypto yang kamu ingin investasikan. Semoga penjelasan ini membantu kamu dalam mengambil keputusan investasi dengan lebih lebih baik ya!
Masih bingung dan ingin bertanya seputar investasi crypto? Gabung sekarang ke grup Telegram Tokocrypto, yuk!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sebelum kamu memulai trading crypto menggunakan modal yang kamu miliki, ada baiknya kamu pahami dulu cara kerja pasar.
Salah satu caranya adalah dengan menggunakan simulasi trading, simulasi ini adalah semacam latihan trading, tapi tanpa menggunakan modal.
Simulasi trading akan sangat cocok untuk kamu yang ingin mencoba menggunakan strategi trading yang telah dipelajari, sebelum menerapkannya secara langsung di pasar.
Simak penjelasan dan tutorial lebih lengkap mengenai cara melakukan simulasi trading di bawah.
Apa itu Simulasi Trading?
Simulasi trading merupakan metode untuk melatih strategi investasi dengan melakukan transaksi jual beli aset, tanpa menggunakan uang sungguhan.
Kegiatan ini sering juga disebut dengan paper trading, di mana pengguna bisa menguji strategi dan memahami dinamika pasar tanpa khawatir akan risiko kehilangan modal yang dimiliki.
Bagi pemula, melakukan simulasi trading menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana pasar bergerak, mengamati pola candlestick, hingga bagaimana membaca tren.
Bayangkan kamu mengendarai mobil tanpa latihan. Tentu rasanya menegangkan, penuh risiko, dan bisa berbahaya. Begitu pula dalam investasi dan trading, simulasi dapat memberi ruang aman untuk mencoba kesalahan, tanpa konsekuensi finansial.
Cara Simulasi Trading Crypto dengan TradingView
Kamu bisa melakukan simulasi trading crypto dengan platform TradingView melalui Replay Trading dan Paper Trading, berikut beberapa langkah-langkahnya:
Replay Trading
Salah satu fitur menarik dari TradingView yang bisa membantu belajar crypto adalah Replay Trading. Fitur ini memungkinkan kamu memutar ulang pergerakan harga seolah-olah sedang trading pada periode tersebut.
Caranya sangat mudah. Pertama, buka TradingView lalu pilih chart dari koin yang ingin kamu pelajari, misalnya pasangan populer BTC/USDT.
Setelah itu, pada bagian bawah chart, klik menu “Replay Trading”.
Lalu kamu bisa memotong grafik di titik tertentu, misalnya sebelum harga mengalami lonjakan atau penurunan besar.
Di sinilah simulasi dimulai. Kamu bisa lakukan analisis seperti biasa seperti menggunakan indikator teknikal, tarik garis support dan resistance, atau amati pola candlestick.
Begitu selesai melakukan analisa, klik tombol “play” untuk melihat bagaimana harga bergerak setelah itu.
Selain replay, TradingView juga menyediakan fitur Paper Trading, yaitu simulasi trading dengan uang virtual. Dengan ini, kamu bisa melakukan eksekusi order seolah-olah sedang trading nyata, lengkap dengan panel order dan daftar posisi terbuka.
Untuk memulai Paper Trading, buka chart koin pilihan kamu di TradingView, misalnya BTC/USDT.
Lalu arahkan ke bagian bawah chart dan klik tab “Trading Panel”. Dari sana, pilih “Paper Trading” dan tekan “Connect”.
Setelahnya, kamu bisa melakukan analisis berdasarkan time frame yang kamu mau, baik itu dalam time frame menit, jam, atau harian. Setelah yakin dengan rencana trading, eksekusi order lewat panel di sebelah kanan chart.
Semua posisi yang kamu lakukan akan tercatat otomatis di bagian “Positions”, lengkap dengan detail profit dan loss virtual.
Meski sangat bermanfaat, untuk melakukan latihan yang aman dan tanpa takut rugi. Melakukan simulasi trading biasanya tidak menimbulkan tekanan emosional seperti saat melakukan trading secara nyata. Dalam simulasi, kamu mungkin tenang saat rugi 30%, tetapi realitanya kamu mungkin akan merasa panik bisa membuat keputusan menjadi kacau.
Itulah sebabnya, meski simulasi adalah langkah awal yang sangat penting, tetap diperlukan transisi perlahan ke trading sungguhan dengan modal kecil untuk membantu menjembatani perbedaan antara teori dan dinamika yang sebenarnya terjadi.
Sebagai solusinya, kamu bisa coba melakukan trading dengan modal kecil, seperti mulai dari Rp50.000 di Tokocrypto untuk mendapatkan pengalaman nyata bertransaksi di pasar crypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Belajar investasi dan trading crypto tidak harus dimulai dengan modal yang besar. Cukup dengan modal kecil seperti Rp50.000 kamu sudah bisa belajar aset digital—cryptocurrency.
Lalu bagaimana cara untuk belajar investasi dan trading crypto dengan modal yang kecil dan risiko terkendali? Simak caranya di bawah ini yuk!
Kenapa Harus Mulai Investasi Crypto dengan Modal Kecil?
Banyak pemula yang ingin langsung untung cepat ketika melakukan investasi, baik itu investasi saham, emas, dan juga crypto. Sehingga langsung melakukan deposit dengan jumlah besar.
Saat investasi modal besar, memang dapat menghasilkan keuntungan yang juga besar. Tapi perlu diingat tujuan awal belajar crypto bukan mencari keuntungan instan, melainkan memahami:
Memahami cara beli crypto
Memahami cara kerja pasar
Mengenali risiko dan cara mengelolanya
Membangun disiplin investasi dan trading
Hingga menyiapkan fondasi untuk investasi jangka panjang
Selalu gunakan exchange crypto yang legal dan diawasi Bappebti, seperti Tokocrypto yang memungkinkan kamu untuk melakukan investasi crypto dengan modal deposit awal serendah Rp50.000.
2. Mulai Deposit dengan Jumlah Kecil
Cukup mulai dengan deposit Rp50.000 – Rp100.000 sudah bisa kamu gunakan untuk membeli aset crypto populer seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), atau Ripple (XRP).
3. Fokus pada Aset Crypto Blue Chip
Buat kamu yang masih pemula, sebaiknya jangan langsung mencoba koin baru yang harganya murah tapi berisiko tinggi. Fokuslah pada aset crypto dengan kapitalisasi pasar besar (blue chip), seperti BTC dan ETH, atau bisa juga dalam stablecoin seperti USDT dan PAX Gold jika ingin lebih stabil tapi tetap dapat eksposur crypto.
4. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
Dollar Cost Averaging atau DCA adalah strategi membeli crypto secara rutin dengan jumlah yang sama, misalnya beli Rp50.000 per minggu. Metode ini membantu dapat membantu kamu untuk belajar investasi secara konsisten, sekaligus menghindari pembelian impulsif dan risiko fluktuasi harga, karena pembelian dilakukan secara bertahap.
5. Belajar Self Custody
Setelah membeli, kamu bisa menyimpannya di wallet exchange atau wallet pribadi (seperti Trust Wallet, MetaMask, Phantom Wallet, atau Base Wallet). Buat kamu yang pemula, menyimpan di exchange seperti Tokocrypto, sebenarnya sudah cukup aman karena memiliki fitur Proof of Reserve dan keamanan berstandar global.
Tapi seiring waktu kamu juga perlu belajar tentang self-custody agar lebih memahami bagaimana cara kerja crypto secara langsung.
Apa Saja yang Harus Lakukan agar Risiko Terkendali?
1. Jangan Gunakan Uang Kebutuhan Sehari-hari
Pastikan modal yang digunakan bukan dana darurat atau uang untuk kebutuhan sehari-hari.
2. Pelajari Sebelum Membeli
Sebelum memutuskan membeli, pelajari crypto yang ingin kamu beli—perhatikan fundamental, analisa harga, siklus, hingga kegunaannya.
Jadilah sangat selektif, bayangkan jika kamu ingin berinvestasi di usaha dunia nyata, pastinya kamu akan mencari tahu apakah usaha tersebut punya fondasi yang kuat. Mulai dari siapa pendirinya, bagaimana model bisnisnya, apakah produknya punya demand, hingga bagaimana arus kas dan potensi pertumbuhannya. Begitu juga dengan crypto.
3. Diversifikasi
Cobalah alokasi ke beberapa aset crypto dengan karakteristik berbeda, dan jangan taruh semua modal yang kamu miliki di satu koin untuk memahami pola pergerakan harga, manajemen risiko, dan psikologi pasar.
Melakukan pembelian secara sekaligus dengan seluruh modal yang kamu miliki, gunakan strategi Dollar Cost Averaging atau menyisakan sebagian modal sebagai jaga-jaga jika ada peluang beli yang lebih menguntungkan.
5. Tetapkan Target dan Stop Loss
Latih diri untuk menetapkan target profit kecil (misalnya 5–10%) dan stop loss untuk membatasi kerugian—sesuai dengan analisa sederhana, seperti Support dan Resistance.
Belajar crypto tidak harus dimulai dengan modal besar. Justru, dengan modal kecil dan risiko terkendali, kamu bisa memahami cara kerja pasar crypto ini secara bertahap tanpa was-was.
Mulailah dengan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto, fokus pada aset utama, gunakan strategi DCA, dan disiplin dalam mengelola risiko.
Selalu ingat, tujuan awalnya bukan mencari untung cepat, melainkan belajar memahami dunia crypto untuk investasi yang menguntungkan nantinya.
Siap mencoba membeli crypto pertama kamu dengan modal kecil hari ini? Mulai dengan deposit Rp50.000 dan dapatkan potongan trading fee di Tokocrypto!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Membeli crypto tentunya membutuhkan strategi, dan tidak hanya bisa mengandalkan keberuntungan. Strategi ini bisa dalam bentuk analisis fundamental dan analisis teknikal.
Jika analisis fundamental berfokus pada pada value aset dari sisi proyek, seperti teknologi, tim pengembang, tokenomics, adopsi, dan berita regulasi. Maka analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga dan volume di chart untuk membaca tren, pola, dan sinyal beli atau jual.
Bagi pemula, mungkin banyak yang menganggap analisis teknikal merupakan suatu hal yang membingungkan, karena harus membaca grafik harga yang terus bergerak setiap saat.
Agar kamu lebih memahami mengenai analisis teknikal dan indikator crypto yang ramah untuk pemula, simak penjelasan berikut.
Apa Itu Analisis Teknikal dalam Crypto?
Analisis teknikal adalah metode untuk mempelajari pergerakan harga suatu aset berdasarkan data historis pasar yang tertuang dalam bentuk grafik (chart).
Data yang ditampilkan dalam bentuk chart tersebut mengandung informasi penting, seperti harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah.
Dengan menganalisis pola dan tren yang muncul dari grafik tersebut, kamu dapat memahami perilaku pasar dan psikologi pelaku pasar yang tercermin langsung dalam pergerakan harga.
Kamu bisa menggunakan analisis teknikal untuk membantu kamu dalam hal:
Menentukan waktu terbaik membeli atau menjual aset.
Menurut salah satu teori Dow yang diungkapkan oleh Charles Dow, seorang wartawan Wall Street Journal. Yakni, teori Market Discounts Everything—menjelaskan bahwa pola harga aset di pasar mencerminkan segala informasi berita, harapan, ketakutan, sekaligus ketamakan para pelaku pasar.
Ini artinya setiap perubahan harga bukanlah kejadian acak dan kebetulan, melainkan hasil dari reaksi kolektif pelaku pasar terhadap berbagai informasi yang muncul.
Ketika berita tentang suku bunga, inflasi, atau aksi korporasi muncul misalnya, pasar akan langsung merespons dan menyesuaikan harga.
Harga ini biasanya membentuk sebuah tren, yaitu tren naik (uptrend), tren turun (downtrend), dan tren mendatar atau tanpa tren (sideways) yang cenderung membentuk pola berulang dari waktu ke waktu.
Pola ini muncul karena perilaku dan psikologi pelaku pasar—seperti rasa takut (fear), keserakahan (greed), dan euforia yang sering kali mirip, sehingga pola harga masa lalu bisa muncul kembali di masa depan.
Dengan menggunakan analisis teknikal, kamu bisa memahami bagaimana tren dan pola dari aset crypto yang ingin kamu beli, sehingga akan memudahkanmu untuk mengambil keputusan berdasarkan data pasar—bukan hanya sekadar insting.
Support dan Resistance adalah dua konsep paling mendasar dalam analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi level harga penting di mana pergerakan harga cenderung tertahan atau berbalik arah.
Support adalah level harga di mana tekanan beli (buying pressure) cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan penurunan harga. Ibarat lantai, support menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam.
Resistance adalah level harga di mana tekanan jual (selling pressure) cukup kuat untuk menghentikan atau membalikkan kenaikan harga. Ibarat atap, resistance menahan harga agar tidak naik lebih tinggi.
Beberapa strategi sederhana dalam menggunakan support dan resistance:
Buy di Support → Trader sering mempertimbangkan masuk posisi beli ketika harga mendekati atau memantul dari level support.
Sell di Resistance → Trader mempertimbangkan masuk posisi jual ketika harga mendekati atau memantul dari level resistance.
Breakout → Jika harga menembus resistance dengan volume tinggi, ini bisa menjadi sinyal potensi tren naik berlanjut. Sebaliknya, penembusan support bisa menjadi sinyal tren turun berlanjut.
Role Reversal → Setelah ditembus, support sering berubah menjadi resistance baru, dan resistance sering berubah menjadi support baru.
Keunggulan Menggunakan Support dan Resistance
Mudah dipahami: Konsep visual sederhana yang bisa diterapkan di semua instrumen.
Bisa dikombinasikan dengan indikator lain: Misalnya RSI untuk mengonfirmasi kondisi overbought/oversold di dekat level penting.
Relative Strength Index (RSI) adalah salah satu indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum pergerakan harga suatu aset.
RSI bekerja dengan membandingkan besarnya kenaikan harga terhadap penurunan harga dalam periode tertentu, biasanya 14 hari, lalu menampilkannya dalam skala 0–100.
Indikator ini membantu trader mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) yang sering menjadi sinyal potensi pembalikan arah harga.
Overbought → RSI berada di atas level 70 → Menandakan harga sudah terlalu tinggi dan berpotensi mengalami koreksi atau penurunan.
Oversold → RSI berada di bawah level 30 → Menandakan harga sudah terlalu rendah dan berpotensi mengalami rebound atau kenaikan.
Keunggulan Menggunakan RSI
Mudah dibaca: Hanya perlu memperhatikan level angka (30 dan 70) serta arah garis RSI.
Memberi sinyal awal: Dapat mengantisipasi potensi pembalikan harga sebelum terjadi.
3. Parabolic SAR (Stop and Reverse)
Parabolic SAR adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi arah tren sekaligus memberikan sinyal potensi pembalikan (reversal) harga.
SAR adalah singkatan dari Stop and Reverse, yang berarti indikator ini membantu trader menentukan kapan harus jual dan beli sesuai arah tren yang sedang berlangsung.
Indikator ini ditampilkan dalam bentuk titik-titik (dots) yang muncul di atas atau di bawah harga pada grafik, dengan titik-titik di bawah harga yang berarti tren naik, dan titik-titik di atas harga yang berarti tren turun.
Potensi Tren Naik → Terjadi ketika titik-titik SAR berpindah dari posisi di atas harga ke posisi di bawah harga.
Potensi Tren Turun → Terjadi ketika titik-titik SAR berpindah dari posisi di bawah harga ke posisi di atas harga.
Keunggulan Menggunakan Parabolic SAR
Memberi sinyal visual yang jelas: Mudah dibaca bahkan oleh pemula.
Membantu menentukan titik entry dan exit: Cocok untuk strategi trend following.
Bollinger Bands adalah indikator analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas harga dan mengidentifikasi potensi area jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).
Berikut beberapa strategi yang bisa kamu gunakan untuk membaca Bollinger Bands:
Bollinger Bounce → Harga cenderung memantul kembali ke arah middle band setelah menyentuh upper atau lower band, terutama saat pasar sedang sideways.
Breakout Volatilitas → Ketika harga menembus upper band dengan volume tinggi, sering dianggap sinyal potensi kelanjutan tren naik. Sebaliknya, penembusan lower band bisa menjadi sinyal potensi kelanjutan tren turun.
Squeeze → Ketika jarak antara upper dan lower band menyempit, menandakan volatilitas rendah dan potensi pergerakan besar akan segera terjadi.
Keunggulan Menggunakan Bollinger Bands
Mengukur volatilitas secara visual: Lebar pita menunjukkan seberapa aktif pergerakan harga.
Bisa dikombinasikan dengan indikator lain: Misalnya RSI atau MACD untuk mengonfirmasi sinyal.
Moving Average (MA) adalah salah satu indikator analisis teknikal paling populer yang digunakan trader untuk mengidentifikasi arah tren harga suatu aset.
Indikator ini menghitung harga rata-rata dalam periode waktu tertentu, misalnya 9 hari, 21 hari, 50 hari, atau 200 hari, sehingga pergerakan harga terlihat lebih halus dan tren pasar lebih mudah dikenali.
Salah satu strategi populer adalah mengamati persilangan (crossover) antara MA jangka pendek dan MA jangka lebih panjang:
Bullish Crossover (Golden Cross) Terjadi ketika MA jangka pendek memotong ke atas MA jangka panjang → Potensi tren naik.
Bearish Crossover (Death Cross) Terjadi ketika MA jangka pendek memotong ke bawah MA jangka panjang → Potensi tren turun.
Keunggulan Menggunakan Strategi Crossover
Mudah dipahami: Cukup perhatikan arah garis dan titik persilangan.
Adaptif: Periode MA bisa disesuaikan dengan gaya trading (scalping, swing, atau investasi jangka panjang).
Analisis teknikal menjadi salah satu bekal penting bagi siapa pun yang ingin berinvestasi atau trading aset crypto. Dengan memahami konsep dasar seperti support dan resistance, RSI, Parabolic SAR, Bollinger Bands, hingga Moving Average, kamu dapat membaca tren, mengenali pola harga, dan mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar insting.
Jangan lupa, setiap indikator memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing. Kamu dapat mengombinasikan beberapa indikator—misalnya menggabungkan RSI dengan Bollinger Bands untuk membaca momentum sekaligus volatilitas, atau memadukan Moving Average dengan support/resistance untuk menentukan level beli dan jual yang lebih presisi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Referensi:
Investopedia. Understanding Dow Theory: Definition and Application in Market Trends. 2025.
Kompas.id. Teori Dow, Bekal Memaksimalkan Profit Investasi Saham. 2021.
Tanpa tahu cara memulai, kamu mungkin akan melewatkan keseruan bermain Roblox bersama teman—atau bahkan kesulitan jika hanya ingin mengawasi anak saat mereka berinteraksi di dalam game. Karena itu, memahami cara bermain Roblox sejak awal jadi solusi.
Setelah membaca artikel ini kamu akan lebih siap untuk masuk ke dalam dunia Roblox, dari mulai cara untuk mendaftar akun Roblox, cara install aplikasi Roblox, navigasi, hingga membuat avatar!
Untuk kamu yang belum tau sama sekali apa itu Roblox, ada baiknya pelajari terlebih dahulu apa itu Roblox sebelum mulai bermain.
Membuat Akun Roblox
Untuk mulai bermain Roblox tentunya, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat akun.
Caranya mudah, kunjungi situs resmi roblox.com atau unduh aplikasi Roblox di perangkat yang kamu gunakan. Pada halaman pendaftaran, kamu akan diminta untuk memasukkan tanggal lahir, username, dan password.
Isi sesuai data diri kamu dan jangan lupa saat mengisi username, karena username ini bersifat unik, jadi pilihlah nama yang mudah diingat namun tetap mencerminkan identitas kamu ya…
Notifikasi untuk verifikasi email di Roblox.
Setelah akun berhasil dibuat, kamu bisa langsung melakukan verifikasi email dan menjelajahi berbagai fitur Roblox dengan menginstallnya di perangkat kamu!
Cara Instal Roblox di PC, Android, iOS, dan Konsol
Roblox tersedia untuk berbagai perangkat, mulai dari PC, Mac, ponsel, hingga konsol. Meskipun begitu, kamu tetap bisa main bersama lintas perangkat lho! Berikut cara untuk install Roblox di beberapa perangkat tersebut.
PC dan Mac
Untuk bermain Roblox di PC atau Mac, kamu hanya perlu kunjungi situs resmi Roblox https://www.roblox.com/download untuk mendownload aplikasinya.
Setelah itu, kamu bisa langsung install, log-in, dan mulai bermain.
Android dan iOS
Jika kamu menggunakan perangkat Android atau iOS, kamu hanya perlu mendownload aplikasi Roblox melalui App Store dan Play Store.
Setelah aplikasi terpasang, kamu hanya perlu melakukan log-in dan langsung mulai bermain kapan saja, di mana saja.
Konsol: Xbox, PS4, PS5, dan Nintendo Switch
Xbox: Cari “Roblox” di Microsoft Store langsung dari konsol, lalu unduh gratis. Setelah terpasang, login dan nikmati semua game. Versi Xbox sudah dioptimalkan untuk kontroler dan mendukung fitur multiplayer.
PS4 & PS5: Roblox tersedia resmi di PlayStation Store. Install aplikasinya, login dengan akun Roblox, dan langsung main. Versi ini mendukung kontroler dan bisa cross-play dengan pengguna PC, mobile, dan Xbox.
Nintendo Switch: Roblox bisa diunduh lewat Nintendo eShop. Versi portabel ini mirip dengan platform lain, memungkinkan kamu menjelajahi dunia buatan pengguna dan main bareng teman. Sudah dioptimalkan untuk mode handheld, meski kontrol dan performa bisa sedikit berbeda.
Setelah membuat akun dan menginstal aplikasi, mungkin kamu langsung tergoda untuk segera memainkan game. Tapi, sebelum itu ada baiknya kamu kenalan dulu dengan beberapa tab penting di aplikasi Roblox!
Home: Menu home adalah halaman utama tempat kamu dapat melihat rekomendasi game, melanjutkan permainan terakhir, dan mengakses fitur penting seperti avatar, inventory, pesan, hingga melihat koneksi kamu sedang bermain apa.
Charts: Menu dimana berbagai game ditampilkan, mulai dari yang sedang trending, yang akan datang, rekomendasi game sesuai genre, hingga memfilter game yang ingin kamu mainkan sesuai mood.
Avatar: Tempat kamu mengatur tampilan karakter, mulai dari pakaian, aksesori, hingga animasi.
Party: Fitur sosial untuk bermain bareng teman. Dengan fitur ini, kamu bisa bergabung atau membuat party sendiri.
More: Berisi fitur tambahan yang mencakup aspek sosial, kreatif, edukatif, dan pengaturan akun. Di sini pengguna bisa mengelola profil, berinteraksi dengan komunitas, membuat konten, hingga mengakses bantuan dan informasi resmi
Mengenal Avatar dan Personalisasi
Salah satu aspek paling seru dari Roblox adalah avatar. Avatar inilah yang akan menjadi representasi digital kamu di dunia Roblox, dan bisa dikustomisasi sesuka hati.
Di awal, Roblox menyediakan beberapa item gratis. Namun, jika ingin tampil lebih unik, kamu bisa membeli pakaian, aksesori, hingga animasi khusus dengan menggunakan Robux.
Untuk melakukan kustomisasi karakter kamu, cukup klik menu Avatar sebelum masuk ke dalam permainan.
Jika kamu bermain di PC, kontrol dasar menggunakan tombol WASD untuk bergerak, spasi untuk melompat, dan klik kanan + gerakan mouse untuk memutar sudut pandang. Interaksi dengan objek cukup dengan klik kiri, dan untuk keluar dari game, tekan Esc lalu pilih Leave Game.
Di perangkat mobile, tersedia joystick virtual untuk navigasi, tombol lompat terpisah, dan kamu bisa drag layar untuk mengatur sudut pandang.
Sementara di konsol, kontrol mengikuti layout standar gamepad—biasanya stik kiri untuk gerak, tombol A/X untuk lompat, dan stik kanan untuk kamera. Navigasi menu dan interaksi juga disesuaikan dengan tombol-tombol khas konsol seperti Start, Back, atau B.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Popularitas Roblox sebagai platform game online telah melahirkan fenomena tersendiri melalui mata uangnya, yaitu Robux. Karena sama-sama berbentuk digital, apakah Robux bisa disebut sebagai aset kripto?
Artikel ini akan membahas perbedaan fundamental antara keduanya agar jelas bagi para gamer maupun investor.
Apa Itu Robux?
Robux adalah mata uang yang digunakan di dalam ekosistem game online Roblox. Robux digunakan untuk membeli berbagai item, aksesori, animasi, dan fitur premium di dalam game, termasuk konten buatan pengguna seperti game passes dan microtransactions.
Pengguna bisa memperoleh Robux dengan beberapa cara:
Membeli langsung di situs atau aplikasi Roblox
Berlangganan Roblox Premium untuk mendapatkan Robux bulanan
Menjual item digital atau game buatan di Roblox (khusus developer dan kreator
1 Robux Berapa Rupiah?
Harga Robux dalam Rupiah (IDR).
Berdasarkan harga resmi pembelian Robux di Indonesia, 1 Robux setara Rp149–Rp225 tergantung promo dan bundling paket yang dibeli.
Misalnya, jika dihitung dari harga normal di ponsel dan konsol (App Store/Google Play) paket kecil 400 Robux seharga Rp90.000 setara sekitar Rp225 per Robux, sementara paket besar 22.500 Robux seharga Rp3.599.000 hanya sekitar Rp160 per Robux.
Namun, jika membeli melalui komputer, web resmi Roblox, atau gift card, pengguna akan mendapatkan bonus tambahan hingga 25% Robux. Dengan bonus ini, paket kecil 400 (+bonus 100) Robux seharga Rp90.000 jadi setara sekitar Rp180 per Robux, sedangkan paket besar 24.000 (+1.500) Robux seharga Rp3.599.000 jadi hanya sekitar Rp149 per Robux.
Tapi untuk para kreator, menurut laman resminya, Roblox memiliki kurs lain, yakni sekitar Rp40 per Robux bagi kreator yang ingin menukar hasil pendapatan dalam game ke Rupiah.
Jadi, jawaban untuk pertanyaan “1 Robux berapa rupiah?” adalah:
Harga normal App Store: Rp160–Rp225 per Robux.
Harga web/gift card dengan bonus: Rp149–Rp180 per Robux.
Robux digunakan sebagai alat pembayaran utama di Roblox. Dengan Robux pemain bisa membeli pakaian, avatar, aksesori, hingga akses ke game premium.
Sarana Monetisasi Kreator dan Developer
Bagi kreator, Robux bukan hanya sekadar mata uang, melainkan sumber penghasilan. Mereka bisa menjual item atau pengalaman interaktif, lalu menukarkan Robux yang diperoleh dengan uang nyata melalui program Developer Exchange (DevEx) dengan saldo minimum 30.000 Robux.
Sebagai Cara Pengguna untuk Mendukung Kreator
Robux digunakan untuk membeli item atau layanan yang dibuat dan dijual oleh pengguna lain di dalam platform.
Apakah Robux Termasuk Aset Kripto?
Taksonomi Uang, berdasarkan “Central Bank Cryptocurrencies” oleh Morten Linnemann Bech & Rodney Garratt.
Meskipun sama-sama digital, Robux bukanlah aset kripto.
Dalam klasifikasi keuangan digital, Robux termasuk kategori virtual currency, yaitu mata uang virtual yang hanya berlaku di dalam satu ekosistem tertentu dan sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan penyedia.
Dalam hal ini, Robux hanya bisa digunakan di Roblox untuk membeli item, skin, atau akses game, tetapi tidak memiliki nilai di luar platform. Kurs Robux pun stabil karena mengikuti harga resmi yang ditetapkan Roblox Corporation.
Kripto di sisi lain, digolongkan sebagai cryptocurrency, yang dapat diperdagangkan, dikirim, dan berbasis teknologi blockchain. Nilainya bisa ditentukan oleh mekanisme supply dan demand seperti Bitcoin dan Ethereum, atau stabil seperti stablecoin yang dipatok ke aset tertentu (misalnya dolar AS).
Nah, jika kamu tertarik investasi di aset kripto, kamu bisa beli mudah dengan minimal deposit Rp50.000 di Tokocrypto tanpa biaya trading lho! Klik gambar di bawah ini untuk mulai investasi!
Kesimpulan
Robux memang mirip uang digital, tapi bukan kripto.
Kripto bisa diperdagangkan dan dikirim dengan teknologi blockchain yang aman dan transparan. Sedangkan Robux hanya bisa dipakai di dalam game Roblox dan semuanya diatur oleh satu perusahaan, tidak menggunakan teknologi seperti blockchain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.