Ethereum sempat membuat heboh dunia kripto lewat upgrade besar-besaran bernama The Merge, yang resmi terjadi pada 15 September 2022. Pasalnya upgrade ini menghilangkan fitur mining yang menjadi salah satu elemen penting desentralisasi dan menggantinya dengan fitur staking yang ramah lingkungan dan hemat energi.
Lalu, apa yang terjadi pada harga Ethereum setelah The Merge? Simak penjelasannya di bawah yuk!
Sebelum membahas harga, mari kita ulas terlebih dahulu mengenai The Merge.
The Merge adalah transisi Ethereum dari mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) ke Proof of Stake (PoS) dengan tujuan membuat Ethereum lebih scalable dan ramah lingkungan.
Transisi dari Proof of Work (PoW) yang menggunakan metode mining berbasis energi tinggi untuk memvalidasi transaksike Proof of Stake (PoS) di mana blok divalidasi oleh validator yang melakukan staking ETH, bukan oleh miner— membuat Ethereum jadi lebih ramah lingkungan karena konsumsi listriknya turun drastis. Bahkan dari laman resminya, Ethereum mengklaim bahwa mereka berhasil menurunkan konsumsi energi sekitar 99,95%.
Salah satu dampak The Merge yang berpengaruh pada kelangsungan harga Ethereum ke depannya adalah perubahan tingkat inflasi.
Sebelum transisi ke Proof of Stake, jaringan Ethereum setiap harinya mencetak 13.000 ETH/hari dan dalam setiap tahunnya mencetak sekitar 4.6 juta ETH baru, untuk diberikan sebagai imbalan kepada para penambang yang mengamankan jaringan. Hal ini berarti inflasi ETH mencapai angka lebih dari 3% per tahun.
Setelah The Merge, imbalan yang diberikan kepada para validator menurun drastis menjadi hanya 2.700 ETH/hari atau ±985.500 ETH baru yang dicetak setiap tahunnya— dengan catatan data ini dapat berubah sesuai jumlah ETH yang di-staking dan burn.
Perbandingan suplai yang dicetak setelah The Merge dan jika masih menggunakan PoW.
Menurut data yang dikutip dari Ultrasound Money, jika dibandingkan melalui simulasi, terlihat perbedaan jauh, antara jika ETH masih menggunakan PoW dan sesudah The Merge. Bahkan persentase ETH baru yang dicetak setiap tahunnya di bawah BTC dan sempat mengalami deflationary atau lebih banyak suplai yang dibakar daripada dicetak.
Grafik pergerakan harga Ethereum setelah The Merge.
Tepat di minggu perilisan update The Merge, harga Ethereum justru mengalami koreksi -24%. Dari level sekitar $1,766, ETH turun ke kisaran $1,325 di minggu yang sama— sebelum akhirnya, bottoming di level harga $1,070 setelah mengalami penurunan sekitar -39%.
Dalam jangka panjang, Ethereum akhirnya bisa kembali reli dengan kenaikan lebih dari +270%.
Faktor Penyebab Penurunan Ethereum dalam Jangka Pendek Setelah The Merge
Sell The News: Banyak trader sudah membeli ETH sebelum The Merge dengan ekspektasi naik, lalu menjual setelah event selesai.
Pasar Kripto Bearish: Sentimen global di akhir 2022 masih didominasi ketidakpastian ekonomi dan penurunan pasar kripto secara keseluruhan, diperparah oleh keruntuhan FTX.
Profit Taking Whale: Pemegang besar (whale) memanfaatkan hype untuk mencairkan profit.
Faktor Penyebab Kenaikan Ethereum dalam Jangka Panjang Setelah The Merge
Ramah Lingkungan: Konsumsi energi turun drastis (>99.9%), menarik minat investor institusional, terbukti dengan disetujuinya ETF Ethereum.
Potensi Deflasi: Penerbitan ETH baru turun ~90% dan adanya mekanisme pembakaran (burn) berpotensi membuat suplai deflasi di masa depan.
Staking: Sebagian besar suplai ETH (hampir 30%) terkunci dalam staking, mengurangi jumlah yang beredar di pasar.
Pertumbuhan Layer 2: Adopsi solusi skalabilitas (Layer 2) seperti Base, Arbitrum, dan Optimism dapat meningkatkan utilitas dan permintaan jangka panjang untuk ETH.
Ethereum masih menjadi aset kripto terbesar setelah Bitcoin, meskipun terus ditempel oleh Solana yang dianggap lebih efisien dan cepat— Ethereum menolak untuk kalah, dengan upgrade yang membuat Ethereum tetap relevan, seperti The Merge dan beberapa major upgrade ke depan lainnya. Disamping itu, ekosistem yang luas seperti ekosistem Layer 2: Base, Optimism, Arbitrum, dan zkSync juga sangat membantu mendongkrak skalabilitas tanpa harus keluar dari ekosistem ETH.
Di sisi investor, mengikuti Bitcoin, adopsi institusional Ethereum semakin marak dilakukan. Sebut saja mulai dari ETF, Staking ETF, adopsi BlackRock’s BUIDL fund, dan berbagai adopsi lain yang dilakukan oleh institusi besar juga membuat kepercayaan investor terhadap Ethereum semakin tinggi.
Untuk kamu yang masih awam dalam dunia kripto, Ethereum bisa menjadi opsi menarik untuk aset selain Bitcoin. Karena tingginya adopsi serta ekosistemnya yang luas dibandingkan dengan altcoin lain.
Kamu bisa membeli Ethereum dengan deposit mulai dari Rp20.000 tanpa dikenakan biaya trading kalau kamu menggunakan fitur Beli/Jual dari Tokocrypto lho! Klik di sini untuk coba fiturnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Banyak pemula yang ingin mencoba membeli Ethereum (ETH) tapi bingung karena harga Ethereum biasanya ditampilkan dalam bentuk USD lalu bagaimana cara cek harga ETH dalam rupiah? Dan Apakah bisa mulai investasi di Ethereum hanya dengan modal Rp100.000?
Jawabannya: bisa banget! Artikel ini akan menjelaskan cara mudah cek harga ETH dalam rupiah dan memberi contoh simulasi sederhana jika kamu mulai dengan modal kecil.
Ethereum pada umumnya memiliki pasangan perdagangan dalam Dolar Amerika, tapi tenang bagi kamu yang masih awam di dunia kripto dan ingin mengetahui harga terbaru dari aset kripto khususnya Ethereum— kamu bisa mengikuti beberapa cara berikut untuk mengetahui harga Ethereum dalam rupiah ter-update setiap harinya.
Kamu bisa menggunakan bursa lokal terpercaya yang sudah terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK, seperti Tokocrypto.
Cara untuk melihat mengetahui harganya juga cukup mudah, kamu bisa membuka laman Tokocrypto melalui website atau menggunakan aplikasi Tokocrypto yang tersedia untuk Android dan iOS.
Melalui website: Masuk ke laman Tokocrypto.com → Pilih menu “Pertukaran” → Cari pasangan “ETH/IDR” pada kolom pencarian.
Kamu juga bisa menggunakan situs yang menyediakan data mata uang kripto seperti CoinMarketCap dan CoinGecko. Kedua platform ini merupakan situs web dan aplikasi terkemuka yang melacak dan menyediakan berbagai informasi penting seputar aset kripto.
Caranya kamu cukup mengunjungi laman CoinMarketCap atau CoinGecko lalu pilih Ethereum dan ganti mata uang menjadi IDR (rupiah) pada menu “Setting”.
Melalui Search Engine Seperti: Google dan Bing
Opsi lainnya, kamu juga dapat melihat harga Ethereum terbaru dengan menggunakan situs pencari seperti Google dan Bing.
Caranya caranya cukup mudah, ketik saja: “Ethereum ke IDR”, maka Google dan Bing akan menampilkan harga ETH dalam rupiah.
Dengan ketiga cara tadi kamu dapat mengetahui harga Ethereum dalam rupiah paling update setiap harinya, cukup mudah bukan?
Setelah tau cara untuk cek harga Ethereum dalam rupiah, terus berapa sih minimal pembelian Ethereum? Tenang, kamu tidak harus membeli satu Ethereum kok! Kamu bisa membeli pecahan kecil dari Ethereum sesuai budget, contohnya dengan modal Rp100.000.
Misalnya harga ETH saat artikel ini ditulis adalah Rp62.136.720 per ETH, maka dengan modal Rp100.000 kamu akan mendapatkan:
Begini cara untuk membeli Ethereum dengan modal Rp100.000 tanpa harus bayar biaya trading:
Beli Ethereum (ETH) di Website Tokocrypto
Buka laman Tokocrypto.com dan login ke akun Tokocrypto kamu dan lakukan deposit dengan minimal Rp20.000.
Kemudian pilih menu “Beli/Jual”.
Pada halaman Beli/Jual, pilih Dari dengan “IDR” dan Ke dengan “ETH”.
Masukkan jumlah pembelian.
Klik “Pratinjau Konversi”.
Cara Membeli Ethereum (ETH) di aplikasi Tokocrypto
Buka aplikasi Tokocrypto dan login ke akun Tokocrypto kamu dan lakukan deposit dengan minimal Rp20.000.
Kemudian pilih menu “Beli/Jual”.
Pada halaman Beli/Jual, pilih Dari dengan “IDR” dan Ke dengan “ETH”.
Masukkan jumlah pembelian.
Klik “Pratinjau Konversi”.
Kamu juga bisa menggunakan fitur lain seperti Limit Order, Order Pasar, Stop-Limit, atau OCO yang ada di dalam menu “Pasar” untuk trading atau investasi sesuai dengan strategi kamu.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Ethereum (ETH) sering dianggap sebagai salah satu aset kripto paling populer. Tapi kenapa harga Ethereum masih bisa naik dan turun?
Artikel ini akan membedah faktor-faktor utama yang memengaruhi harga Ethereum secara simpel dan mudah dipahami. Mulai dari hukum supply & demand, sentimen pasar, aktivitas jaringan, hingga faktor makroekonomi seperti suku bunga.
Hukum Permintaan dan Penawaran
Seperti aset pada umumnya, harga ETH juga ditentukan oleh hukum supply & demand.
Apa maksudnya?
Demand (Permintaan) Meningkat → Harga Naik
Ketika minat terhadap ETH meningkat, misalnya karena ada berita terkait regulasi yang positif, atau pembaruan jaringan— maka akan lebih banyak orang ingin membeli ETH.
Mirip seperti prinsip ketika barang langka menjadi incaran banyak orang: semakin diburu, semakin mahal.
Supply (Penawaran) Tinggi → Harga Turun
Sebaliknya, ketika lebih banyak investor yang menawarkan (menjual) ETH daripada membeli— baik itu karena panic selling, profit taking, atau berita negatif terkait industri kripto, maka jumlah ETH yang tersedia di pasar akan semakin banyak dan tidak lagi langka.
Sehingga, harga mengalami penurunan karena pembeli akan menawar dengan harga lebih rendah ketika banyak pilihan penjual di pasar.
Harga Ethereum sangat dipengaruhi oleh apa yang dipikirkan para investor secara kolektif.
Apa maksudnya?
Harga ETH bukan hanya soal angka, chart, atau data teknikal. Ia juga dipengaruhi oleh apa yang dirasakan dan dipercayai oleh para investor dan trader dalam suatu periode waktu.
Saat investor merasa optimis, misalnya karena berita persetujuan ETF, maka investor akan cenderung membeli dan menyimpan ETH dengan harapan ketika berita ini benar-benar terjadi mereka telah masuk lebih dahulu.
Dengan dilakukan secara kolektif, hal ini pada akhirnya membuat permintaan terhadap ETH meningkat dan membuat harga naik.
Fear, Uncertainty, and Doubt (FUD)
Ketika pasar diliputi ketakutan, banyak investor menjual ETH karena takut kerugian lebih lanjut. Sehingga menciptakan lonjakan suplai, tekanan jual, dan mengakibatkan penurunan harga.
Secara tidak langsung, sentimen yang ada di pasar ini bisa diartikan sebagai narasi yang viral.
Meskipun FUD dapat menekan harga dan memicu kepanikan, bagi sebagian investor, kondisi ini justru membuka peluang. Untuk merespon dinamika pasar seperti ini, memiliki akses ke platform yang memungkinkan kamu bertindak cepat tanpa terbebani biaya trading adalah sebuah keuntungan besar.
Bitcoin adalah pionir dan benchmark utama di dunia kripto. Karena itu, pergerakannya sering menjadi indikator bagi investor terhadap pasar kripto secara keseluruhan.
Bitcoin Dominance (BTC.D) = metrik yang menunjukkan persentase market cap Bitcoin dibandingkan total market cap seluruh aset kripto.
BTC.D Naik → ETH Sideways atau Turun
Hal ini terjadi karena ketika BTC.D naik, Bitcoin menjadi semakin dominan dan investor lebih banyak mengalokasikan dana ke BTC dibanding altcoin seperti ETH.
BTC.D Turun → ETH Naik
ETH sering kali mendapat momentum kenaikan ketika BTC.D melemah, hal ini disebabkan karena uang yang ada di pasar kripto mulai tersebar dari yang sebelumnya terkonsentrasi di Bitcoin.
Lalu bagaimana jika Bitcoin sedang dalam posisi uptrend?
Biasanya ETH akan bergerak mengikuti arah Bitcoin, jadi ketika BTC mengalami kenaikan… ETH juga biasanya akan mengalami kenaikan. Nah, besar atau kecil kenaikan ETH dibanding dengan kenaikan BTC ini tergantung seberapa besar BTC.D— Semakin besar BTC.D maka kenaikan ETH biasanya akan lebih kecil dari pada BTC, begitu juga sebaliknya.
Indikator teknikal bisa jadi salah satu cara untuk merefleksikan bagaimana mayoritas investor mengambil keputusan.
Meski pun dapat berpengaruh terhadap pergerakan harga dalam beberapa kesempatan, indikator teknikal tidak menyebabkan harga naik atau turun.
Tapi ketika banyak trader melihat sinyal yang sama, misalnya golden cross, dan para investor dan pelaku pasar ini membuat reaksi yang sama bisa terjadi:
Seperti saham, pasar kripto juga terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Kenaikan suku bunga, penurunan suku bunga, hingga ketidakpastian geopolitik bisa membuat mempengaruhi keputusan para investor.
Kenaikan Suku Bunga
Ketika bank sentral seperti The Fed menaikkan suku bunga, maka:
Investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih aman dan berisiko rendah
Likuiditas di pasar menurun
Kripto, termasuk ETH, mendapat tekanan jual karena dianggap volatil
Efeknya: permintaan ETH melemah → harga bisa turun.
Penurunan Suku Bunga
Sebaliknya, ketika suku bunga diturunkan, maka:
Investor cenderung keluar dari aset aman dan mencari imbal hasil lebih tinggi
Likuiditas di pasar meningkat karena biaya pinjaman lebih murah
Kripto, termasuk ETH, jadi lebih menarik karena potensi return yang tinggi
Efeknya: permintaan terhadap ETH naik → harga berpotensi menguat
Ketidakpastian Geopolitik
Situasi seperti konflik internasional atau krisis diplomatik berdampak pada sentimen global dan membuat investor menjadi defensif dan menarik dana dari pasar berisiko seperti pasar kripto— memindahkannya pada aset yang lebih “aman” seperti emas. Membuat Harga ETH melemah.
Jika kamu menganggap Ethereum hanya sebagai aset spekulatif, maka kamu salah besar. Ethereum sebenarnya adalah mesin penggerak ekosistem Web3. Di balik fluktuasi harga ETH, tersembunyi dinamika aktivitas on-chain seperti DeFi, NFT, dan smart contracts yang berperan besar dalam membentuk permintaan.
Pengaruh Ethereum sebagai Bahan Bakar Ekosistem
ETH digunakan sebagai aset untuk membayar biaya transaksi (gas fee) setiap aktivitas yang ada di jaringan blockchain Ethereum— Termasuk token berbasis Ethereum dan NFT. Dengan semakin tingginya aktivitas di ekosistem ETH, maka ketika aktivitas jaringan meningkat, permintaan ETH juga ikut naik.
Sebaliknya, ketika aktivitas on-chain melemah biasanya berujung pada penurunan permintaan ETH.
Sekarang kamu sudah tahu kan, kalau naik dan turunnya harga Ethereum bukan sekadar faktor spekulatif belaka? Di balik pergerakan ETH, ada peran supply & demand, sentimen pasar, dominasi Bitcoin, kondisi ekonomi global, hingga aktivitas jaringan.
Dengan memahami faktor-faktor ini, kamu bisa melihat ETH bukan hanya sebagai aset digital, tapi juga sebagai bagian dari ekosistem. Jadi, daripada sekedar menebak harga, yuk mulai belajar cara membaca pasar dengan lebih bijak dan strategi yang terukur.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Beli aset crypto di Tokocrypto kini semakin praktis berkat fitur deposit melalui Bank Central Asia (BCA). Dengan menggunakan Virtual Account (VA) BCA yang unik dan terhubung langsung ke akun Tokocrypto, pengguna bisa melakukan deposit saldo untuk membeli aset crypto dengan mudah.
Kira-kira apa saja alasan banyak pengguna memilih menggunakan fitur deposit via Virtual Account BCA? Berikut alasannya!
BCA Digunakan oleh Puluhan Juta Nasabah di Indonesia
BCA merupakan salah satu bank dengan jumlah nasabah terbesar di Indonesia dengan lebih dari 42 juta rekening nasabah aktif per pertengahan 2025. Angka ini menempatkan BCA sebagai salah satu bank dengan penetrasi tertinggi di masyarakat dan membuat akses finansial lebih merata.
Dengan fitur deposit Tokocrypto yang bisa dilakukan melalui mobile banking seperti BCA Mobile, MyBCA atau internet banking seperti KlikBCA, maupun ATM BCA membuat akses investasi crypto jadi semakin praktis dan mudah dijangkau oleh berbagai lapisan pengguna.
Proses Deposit Cepat dan Real-Time
Tokocrypto mengklaim bahwa hanya kurang dari 5 menit, untuk proses deposit Tokocrypto dengan menggunakan Virtual Account BCA agar saldo dapat segera digunakan kamu. Namun dalam percobaan, proses deposit jauh lebih cepat, kurang dari 1 menit saldo sudah masuk dan bisa dipakai.
Deposit saldo Tokocrypto via Virtual Account (VA) BCA kurang dari 1 menit.
Tentunya dengan proses yang cepat ini dapat membuat aktivitas trading jadi lebih seamless, apalagi bagi trader yang sering mengejar momentum pada level harga tertentu.
Selain itu, proses deposit juga bisa dipantau secara real-time melalui menu riwayat setoran di aplikasi Tokocrypto.
Deposit via Virtual Account BCA untuk beli crypto di Tokocrypto menawarkan keunggulan gratis biaya admin. Berbeda dengan metode e-wallet yang dikenakan biaya sekitar 2% per transaksi deposit, deposit via BCA memungkinkan dana kamu masuk secara utuh ke saldo pengguna.
Perbedaan biaya ini mungkin terlihat kecil, tetapi sangat berpengaruh. Terutama bagi pemula yang masih belajar mengelola modal secara efisien sehingga strategi investasi seperti akumulasi bertahap menjadi lebih optimal.
Keamanan Transaksi Terjamin
Kombinasi sistem keamanan BCA dan Tokocrypto memberikan perlindungan berlapis, mulai dari verifikasi transfer bank hingga sistem keamanan akun Tokocrypto.
Selain Tokocrypto yang berizin resmi dan telah dilengkapi keamanan bersertifikasi internasional ISO 27001 & ISO 27017 untuk perlindungan data dan fitur Proof of Reserve (PoR), deposit dengan menggunakan Virtual Account (VA) BCA di Tokocrypto juga aman karena nomor VA yang bersifat unik dan nama akun yang sama antara akun BCA dengan Tokocrypto.
Cocok untuk Pemula yang Baru Masuk Dunia Crypto
Deposit BCA untuk beli crypto di Tokocrypto sangat cocok untuk untuk pemula karena caranya yang mudah, sama seperti melakukan transfer bank yang sudah biasa digunakan sehari-hari, namun kini bisa langsung menjadi pintu masuk ke dunia aset digital.
Berikut beberapa langkah mudah untuk beli crypto lewat VA BCA di Tokocrypto:
Buka aplikasi Tokocrypto dan masuk ke menu “Setoran IDR”.
Pilih metode deposit, lalu klik “Bank Central Asia (BCA)”.
Layar akan menampilkan nomor Virtual Account unik beserta informasi akun bank.
Simpan nomor VA tersebut untuk memudahkan transaksi berikutnya.
Lakukan pembayaran melalui ATM BCA, internet banking, atau mobile banking di aplikasi myBCA atau BCA Mobile seperti biasa. *Pastikan menggunakan akun BCA dan Tokocrypto dengan atas nama yang sama.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pernah mendengar Polymarket? Platform prediksi berbasis blockchain ini sempat mencuri perhatian dunia karena berhasil membaca arah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 lebih cepat dibanding banyak lembaga survei.
Kira-kira apa itu Polymarket dan bagaimana Polymarket bisa memberikan prediksi yang ‘tepat’ hingga bisa terintegrasi dengan Google? Simak lebih lengkap yuk!
Apa Itu Polymarket?
Polymarket adalah platform prediksi berbasis blockchain dalam jaringan Polygon (MATIC) yang diluncurkan pada tahun 2020 oleh seorang wirausahawan muda bernama Shayne Coplan.
Polymarket memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual prediksi yang naik atau turun seiring waktu, mirip seperti saham.
Contoh prediksi yang ada di Polymarket.
Misalnya, pengguna bisa membuka posisi pada pertanyaan seperti:
“Bagaimana Keputusan Suku Bunga The FED di Desember?”
Contoh plihan preksi yang ada di Polymarket.
Setelah itu pengguna diharuskan memilih apa keputusan the FED yang akan keluar nantinya, misal ketika pengguna memilih pemotongan suku bunga 50bps dan chance tersebut semakin tinggi seiring waktu, maka pengguna bisa menjual dengan harga tinggi, dan ketika benar-benar diumumkan dengan hasil demikian, maka pengguna dapat menikmati hasil dari multiplier tertentu.
Polymarket mendukung deposit menggunakan kartu debit dan kredit, serta jaringan blockchain besar, mulai dari Ethereum, Polygon, Base, Arbitrum, dan Solana.
Mengapa Polymarket Menarik?
Polymarket menjadi menarik karena dapat memberikan sentimen yang berdasarkan data kolektif. Sebab Polymarket secara tidak langsung melakukan survey sukarela akan topik tertentu, hasil dari pertanyaan-pertanyaan seputar prediksi tersebut dapat menjadi sebuah crowd wisdom atau pandangan kolektif.
Pandangan ini dinilai dapat mewakili opini dari ribuan pengguna yang bisa menghasilkan prediksi yang lebih akurat dibanding sekadar pendapat ahli tunggal atau hasil survei tradisional.
Karena mekanisme jual beli dari kontrak prediksi yang terbuka, setiap orang dapat membeli dan menjual kontrak prediksi sesuai keyakinan mereka terhadap suatu peristiwa.
Membuat harga kontrak yang terbentuk menjadi cerminan probabilitas kolektif, dan berfungsi sebagai “barometer publik” yang dinamis.
Contohnya seperti salah satu kasus yang masih hangat, yakni pemilihan Wali Kota New York.
Jauh sebelum Zohran Mamdani ditetapkan sebagai Wali Kota terpilih, sejak akhir Juni 2025 platform Polymarket sudah memprediksi bahwa Zohran Mamdani memiliki peluang terpilih sebesar 73% dan angka ini terus meningkat hingga momen pemilihan berakhir.
Prediksi Polymarket di pemilihan Wali Kota New York.
Pergeseran drastis dari probabilitas Cuomo ke Zohran yang terjadi di bulan Juni 2025, memberikan gambaran bagaimana perubahan opini publik dan berita politik yang beredar, dan langsung tercermin dalam grafik harga kontrak di Polymarket.
Apakah Polymarket Dapat Dipercaya?
Polymarket pada dasarnya adalah cerminan dari prediksi para penggunanya, bukan sebuah keniscayaan atau kepastian mutlak.
Setiap prediksi dari platform ini lahir dari opini kolektif ribuan trader yang mempertaruhkan uang mereka pada hasil suatu peristiwa. Artinya, angka probabilitas yang muncul hanyalah representasi dari sentimen publik saat itu, dan meskipun prediksi yang tercermin sering kali akurat, itu bukan jaminan bahwa hasilnya pasti terjadi.
Apakah Polymarket Legal?
Di Indonesia sendiri secara hukum, segala bentuk aktivitas yang menyerupai perjudian, termasuk pasar prediksi seperti Polymarket, dikategorikan sebagai ilegal atau dilarang.
Selain itu, bagi mayoritas muslim di Indonesia, aktivitas semacam ini juga termasuk dalam kategori halyangdiharamkan.
Jadi Polymarket sebaiknya dipandang hanya sebagai cerminan opini publik dan indikator sentimen kolektif, bukan sebagai sarana taruhan yang sah.
Integrasi Polymarket dengan Google: Apa Artinya?
Illustrasi Polymarket di Google Finance.
Baru-baru ini, Google mengumumkan bahwa layanan pencarian dan Google Finance akan mulai menampilkan data dari Polymarket (dan juga pesaingnya Kalshi).
Langkah ini menjadikan Google sebagai pintu utama menuju dunia “crowd-sourced finance”, di mana miliaran pengguna bisa melihat prediksi masa depan ekonomi, politik, hingga kripto—tanpa harus membuka situs lain.
Dampak bagi pengguna:
Akses lebih luas: Data yang sebelumnya hanya bisa dilihat di platform niche kini tersedia bagi miliaran pengguna Google di seluruh dunia.
Bukan hanya data, tapi juga forecast: Bukan hanya laporan keuangan atau harga saham, tapi “apa yang mungkin terjadi” kini muncul sebagai bagian dari hasil pencarian.
Perubahan cara mengambil keputusan: Pelaku bisnis, investor, maupun pengguna umum bisa menggunakan probabilitas ini sebagai pertimbangan — misalnya saat memprediksi tren ekonomi atau politik.
Polymarket menjadi salah satu bukti bahwa crowd wisdom dapat menjadi indikator yang patut diperhitungkan, karena setiap prediksi lahir dari opini kolektif—dan dengan integrasi Google, opini yang tertuang dalam bentuk grafik prediksi ini bukan tidak mungkin kedepannya dapat mempengaruhi pengguna dalam mengambil keputusan.
Namun, penting diingat bahwa semua probabilitas di Polymarket hanyalah cerminan opini publik, bukan kepastian mutlak! Bagi masyarakat Indonesia, aktivitas yang menyerupai perjudian tetap ilegal dan bagi umat Muslim termasuk kategori yang diharamkan, sehingga platform ini sebaiknya tidak terlibat langsung dengan aktivitas Polymarket dan cukup dipandang sebagai alat pembaca sentimen publik ya!
DISCLAIMER: Artikel ini hanya bersifat edukasi. Segala bentuk aktivitas yang menyerupai perjudian, termasuk Polymarket, ilegal di Indonesia dan haram bagi Muslim. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penggunaan informasi untuk aktivitas yang menyerupai perjudian atau tindakan ilegal. Segala keputusan dan risiko sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Trading kripto tidak hanya bisa mengandalkan sekadar insting, tapi balik setiap keputusan beli atau jual, ada analisis teknikal yang membantu trader memahami arah pasar.
Nah, di aplikasi Tokocrypto, kamu bisa menemukan berbagai indikator bawaan yang biasa digunakan trader profesional untuk membaca momentum, tren, dan potensi pembalikan harga lho!
Indikator seperti MA, EMA, BOLL, VOL, MACD, KDJ, dan RSI ini bisa kamu gunakan dengan mudah di aplikasi Tokocrypto hanya dengan sekali tap!
Yuk pelajari satu persatu indikator trading yang tersedia di aplikasi Tokocrypto beserta cara menggunakannya!
1. MA (Moving Average)
Moving Average (MA) adalah indikator paling dasar dan paling sering digunakan di dunia trading. MA menghitung rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, misalnya jam, hari, atau minggu.
Di Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Moving Average dengan menekan tombol MA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator MA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode MA.
Kamu dapat menggunakan indikator MA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:
Jika harga berada di atas garis MA → tren cenderung naik (bullish).
Jika harga berada di bawah garis MA → tren cenderung turun (bearish).
Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara MA pendek dengan MA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).
Golden Cross → MA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
Death Cross → MA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.
2. EMA (Exponential Moving Average)
EMA (Exponential Moving Average) adalah versi lebih sensitif dari MA. Indikator ini memberikan bobot lebih besar pada harga terbaru, sehingga lebih cepat menangkap perubahan tren pasar.
Sama seperti MA di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menggunakan indikator Exponential Moving Average dengan menekan tombol EMA pada bagian bawah chart harga, lalu indikator EMA akan muncul dalam bentuk beberapa garis berbeda warna yang merepresentasikan periode EMA.
Kamu dapat menggunakan indikator EMA sebagai alat bantu untuk mengidentifikasi tren, seperti:
Jika harga berada di atas garis EMA → tren cenderung naik (bullish).
Jika harga berada di bawah garis EMA → tren cenderung turun (bearish).
Selain untuk membantu mengidentifikasi tren, perpotongan antara EMA pendek dengan EMA panjang juga bisa menjadi sinyal seperti golden cross (bullish) atau death cross (bearish).
Golden Cross → EMA jangka pendek menembus ke atas MA jangka panjang.
Death Cross → EMA jangka pendek menembus ke bawah MA jangka panjang.
Bollinger Bands adalah indikator volatilitas yang menunjukkan sebaran harga di sekitar nilai rata-rata. Indikator Bollinger Bands terdiri dari:
Upper band (batas atas)
Lower band (batas bawah)
Middle band (garis tengah atau pergerakan rata-rata)
Upper band dan lower band akan bereaksi terhadap pergerakan harga, dengan melebar saat fluktuasi tinggi (meninggalkan middle band) dan menyempit saat fluktuasi rendah (menuju middle band).
kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands dengan menekan tombol BOLL pada bagian bawah chart harga, lalu indikator Bollinger Bands akan muncul dalam bentuk seperti saluran yang mengapit harga dalam upper band, lower band, dan middle band.
Kamu dapat menggunakan indikator Bollinger Bands untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:
Ketika harga mendekati upper band, pasar dianggap overbought (harga sudah dianggap terlalu tinggi dari rata-rata).
Ketika harga mendekati lower band, pasar dianggap oversold (harga masuk ke level rendah dari rata-rata).
Ketika band atas dan bawah yang terus menyempit, menandakan pasar sedang tenang, sementara band yang melebar menunjukkan volatilitas tinggi.
Bollinger Bands cocok digunakan untuk trader yang mencari peluang dari pergerakan harga jangka pendek.
Volume adalah indikator yang menampilkan jumlah transaksi (pembelian dan penjualan) pada periode waktu tertentu.
Untuk menampilkan indikator trading volume, kamu hanya perlu menekan tombol VOL yang ada di bawah chart harga, lalu indikator dalam bentuk batang vertikal dengan warna merah dan hijau akan muncul di bagian bawah chart harga.
Hijau: volume beli lebih besar dari volume jual.
Merah: volume jual mendominasi.
Semakin tinggi batangnya, semakin besar volume transaksi pada periode waktu tersebut. Volume dapat membantu kamu untuk memvalidasi momen breakout atau pembalikan tren (reversal) berdasarkan minat pasar.
MACD adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan momentum dan tren perubahan arah harga. Di aplikasi Tokocrypto, kamu dapat menekan tombol MACD di bawah grafik harga untuk memunculkan indikator tersebut.
MACD terdiri dari dari tiga elemen yang bergerak di sekitar garis nol:
Garis MACD: Membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar) dengan mengurangkan dua Exponential Moving Average (EMA).
Garis Sinyal: Sebuah EMA dari garis MACD (biasanya EMA 9-periode). Analisis kombinasi garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan atau titik masuk dan keluar.
Histogram: Representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. Dalam kata lain, histogram dihitung berdasarkan perbedaan antara dua garis.
Kamu dapat menggunakan indikator MACD untuk menginterpretasikan pergerakan harga dengan sebagai berikut:
MACD di atas garis nol (0) → tren cenderung naik (bullish).
MACD di bawah garis nol (0) → tren cenderung turun (bearish).
Ketika garis MACD melintasi ke atas garis sinyal → peluang beli (bullish crossover).
Ketika garis MACD melintasi ke bawah garis sinyal → peluang jual (bearish crossover).
Histogram di atas nol (hijau) → momentum naik semakin kuat.
Histogram di bawah nol (merah → momentum turun semakin kuat.
MACD menjadi favorit trader menengah hingga berpengalaman karena mampu memberikan konfirmasi tren yang lebih jelas dibandingkan indikator tunggal seperti MA.
KDJ merupakan pengembangan dari Stochastic Oscillator, dengan tambahan komponen garis J yang membuatnya lebih sensitif terhadap perubahan harga.
Indikator KDJ adalah alat analisis teknikal yang digunakan untuk mengukur momentum pasar dan mengidentifikasi peluang pembalikan harga.
Indikator ini memiliki tiga komponen utama dalam bentuk garis: K, D, dan J.
K line → menunjukkan tren jangka pendek.
D line → rata-rata dari K line, lebih halus.
J line → garis tambahan yang menunjukkan deviasi K dan D, membuat sinyal lebih tajam.
Kamu dapat memunculkan indikator KDJ di aplikasi Tokocrypto dengan menekan tombol KDJ yang ada di bawah grafik harga.
Cara Membacanya:
Jika garis J > 100 maka pasar berpotensi dalam kondisi overbought (potensi turun).
Jika garis J < 0 maka pasar berpotensi dalam kondisi oversold (potensi naik).
Sinyal beli: Garis K menembus ke atas garis D terutama ketika ada di area oversold (<20)
Sinyal jual: Garis K menembus ke bawah garis D terutama ketika ada di area overbould (>80)
7. RSI (Relative Strength Index)
RSI adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kekuatan tren harga dalam periode tertentu (biasanya 14 hari).
Saat momentum meningkat (RSI naik), ini mengindikasikan bahwa aset sedang aktif dibeli di pasar. Sebaliknya, jika momentum menurun (RSI turun), ini adalah tanda bahwa minat pedagang dalam saham atau aset tersebut sedang berkurang.
Singkatnya, RSI bisa membantu kamu dalam mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).
Di aplikasi Tokocrypto kamu hanya perlu menekan tombol RSI yang ada di bagian bawah chart harga untuk memunculkan indikator RSI.
Cara menggunakannya cukup mudah:
RSI >80 → aset dianggap overbought, berpotensi koreksi turun.
RSI <20 → aset dianggap oversold, berpotensi rebound naik.
RSI sangat populer karena mudah dipahami dan bisa digunakan untuk mengonfirmasi sinyal dari indikator lain, seperti EMA atau MACD.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Bagi kamu, pemula yang baru saja ingin masuk ke dunia kripto, konsep kripto, blockchain, smart contract, dan lain sebagainya, mungkin terdengar rumit dan sukar untuk dimengerti.
Tapi… Sebenarnya jika kamu mempelajari konsepnya terlebih dahulu secara seksama, konsep aset kripto dan blockchain tidak terlalu susah lho untuk dimengerti.
Berikut adalah beberapa konsep dasar kripto yang bisa kamu baca dan pelajari terlebih dahulu dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk orang awam.
Oiya, untuk memudahkan kamu dalam belajar dan memahami, kamu juga bisa langsung membeli aset kripto dengan modal serendah Rp1.600 aja lho di Tokocrypto, lebih lengkap klik di sini ya!
Mengenal Apa itu Kripto?
Kripto atau dalam bahasa inggris sering disebut cryptocurrency, adalah aset digital yang beroperasi menggunakan teknologi blockchain.
Teknologi blockchain ini berfungsi sebagai buku besar terdistribusi yang mencatat setiap transaksi secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah—sehingga menjadikan kripto aman.
Meskipun cryptocurrency sering disebut dengan mata uang kripto, di Indonesia sendiri kripto dikategorikan sebagai komoditas, bukan mata uang dan hanya dapat diperdagangkan melalui Pedagang Fisik Aset Kripto yang sah di Indonesia, terdaftar, dan diawasi oleh OJK seperti aplikasi Tokocrypto.
Karena sifat digitalnya, aset kripto juga dapat dikirim kepada teman dan keluarga di mana pun mereka berada.
Apa Bedanya Kripto dengan E-money?
Sekilas mungkin kamu akan berfikir kalau aset kripto itu mirip seperti e-money atau PayPal, dan kamu tidak salah kok!
Keduanya sama-sama memungkinkan kita untuk melakukan pembayaran digital tanpa uang tunai. Namun, perbedaan besarnya terdapat pada proses transaksi.
Jika e-wallet atau PayPal masih bergantung pada lembaga terpusat seperti bank atau perusahaan penyedia layanan untuk memverifikasi dan menyetujui setiap transaksi.
Dalam sistem aset kripto, tidak ada entitas terpusat seperti bank atau perusahaan penyedia layanan.
Tapi… kamu, teman, dan ribuan orang lain dapat bertindak layaknya bank sendiri dengan menjalankan perangkat lunak gratis dan menjadi node dari blockchain.
Artinya, transaksi kripto tidak membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara, melainkan divalidasi oleh jaringan komputer global melalui mekanisme kriptografi.
Jadi untuk mengirim aset kripto kamu tidak harus melakukan verifikasi data seperti memberikan data diri, email, hingga kata sandi, kamu hanya butuh dompet kripto dan internet.
Untuk lebih lengkap mari pelajari konsep blockchain!
Mendengar istilahnya saja pasti kamu sudah terbayang bukan, apa itu blockchain? Seperti namanya blockchain adalah blok digital yang saling terhubung (seperti rantai) dan berfungsi sebagai buku besar terdistribusi. Supaya kamu lebih terbayang, coba perhatikan ilustrasi blockchain di bawah ini:
Singkatnya, blockchain ini jadi database sederhana yang menyimpan data setiap transaksi, tapi memiliki karakteristik penyimpanan data unik, dimana data yang disimpan dalam block (kotak) akan membentuk rangkaian database seperti rantai.
Karakteristik dari blockchain, kurang lebih seperti ini:
Pertama, blockchain hanya bisa ditambahkan data, tidak bisa dihapus atau pun diubah. Jadi kamu tidak bisa mengubah atau menghapus data sesuka hati.
Kedua, setiap entri atau blok di dalam database ini terhubung secara kriptografis ke blok sebelumnya.
Untuk setiap entri data baru kamu harus memberikan sidik jari digital alias hash dari entri sebelumnya. Jadi kamu ingin merubah satu blok data, maka semua blok data yang saling terhubung tersebut juga harus diubah. Itulah kenapa hacker disebut tidak mungkin meretas dan mengubah data yang ada di blockchain.
Karena kamu tidak bisa mengubah data yang sudah masuk ke dalam rangkaian blockchain, kamu harus berhati-hati ketika melakukan entri data, seperti ketika melakukan transaksi atau mengirim ke orang lain.
Kurang lebih seperti itulah gambaran sederhana mengenai apa itu blockchain secara singkat, untuk lebih lengkapnya kamu bisa mempelajari lebih dalam melalui beberapa artikel di bawah ini:
Apa Bedanya Blockchain dengan Bitcoin? (perbedaan mendasar antara blockchain sebagai teknologi dan Bitcoin sebagai aset kripto yang berjalan di atasnya)
Koin kripto atau token kripto? Keduanya masih sama kok, sama-sama merupakan bentuk digital dari aset yang menggunakan teknologi blockchain.
Tenang tidak usah bingung…. koin kripto atau token kripto, keduanya adalah aset yang bisa digunakan untuk alat tukar, dan dimanfaatkan untuk berbagai transaksi dan ekosistem blockchain.
Perbedaannya, koin kripto berjalan di atas blockchain miliknya sendiri dan berfungsi sebagai “bahan bakar” utama jaringan.Sementara itu, token kripto dibangun di atas blockchain lain untuk untuk berbagai keperluan seperti stablecoin, governance, staking, hingga akses ke aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Beberapa contoh koin kripto: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), BNB, dan Solana (SOL).
Beberapa contoh token kripto: Tether (USDT), USDC, dan Toko Token (TKO).
Lebih lengkap, kamu bisa pelajari koin/token besar terlebih dahulu dengan klik tautan di bawah ini:
Belajar Apa itu Binance Coin (BNB) — (aset kripto asli dari ekosistem Binance, digunakan untuk biaya transaksi, diskon trading, dan berbagai layanan di ekosistem Binance)
Apa itu Trading dan Investasi Kripto?
Setelah mempelajari secara singkat mengenai landasan penting dalam dunia kripto, seperti apa itu kripto, blockchain, dan koin/token kripto, kini kamu sudah semakin siap untuk mulai masuk ke dunia trading dan investasi kripto! Tapi… apa sih sebenarnya trading dan investasi kripto itu?
Trading dan investasi kripto adalah salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan dari dunia kripto.
Investasi kripto lebih menekankan pada strategi jangka panjang. Investor membeli aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, atau proyek blockchain potensial lainnya, lalu menyimpannya selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan nilai aset seiring adopsi teknologi blockchain dan meningkatnya permintaan pasar.
Sedangkan Trading kripto merupakan kegiatan membeli dan menjual koin atau token dalam periode tertentu, seperti menit, jam, hingga hari untuk meraih keuntungan dari selisih harga beli dan jual yang disebabkan oleh pergerakan harga.
Tentunya bagi trader profesional aktivitas membeli dan menjual aset kripto ini tidak hanya berdasarkan spekulasi semata. Sama seperti perdagangan saham atau forex trader biasanya mempelajari analisa teknikal dan fundamental terlebih dahulu.
Analis teknikal digunakan untuk menganalisis harga historis, grafik, dan data pasar lainnya untuk menemukan peluang yang berpotensi menghasilkan keuntungan. Sedangkan analisa fundamental lebih ke potensi dan perkembangan aset kripto itu sendiri ke depannya.
Kamu bisa mempelajari beberapa artikel berikut untuk memahami lebih lanjut apa itu trading kripto:
Kenapa Investasi Kripto Sering Dianggap Potensial?
Pertama, investasi kripto menawarkan peluang pertumbuhan jangka panjang yang besar karena teknologi blockchain yang mendasarinya masih dalam tahap awal.
Kedua, dengan berinvestasi dalam kripto, kita dapat melakukan diversifikasi portofolio investasi kita sehingga mengurangi risiko.
Terakhir, investasi kripto memberikan akses ke inovasi dan peluang di sektor keuangan digital. Teknologi blockchain telah mengubah cara bertransaksi dan melakukan pembayaran, dan hal ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi ekonomi digital di masa depan.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa investasi selalu melibatkan risiko, jadi lakukan riset dan kelola risiko dengan bijak sebelum berinvestasi.
Lebih lengkap, kamu bisa bisa belajar investasi dengan membaca artikel-artikel berikut:
Apa yang Diperlukan untuk Mulai Trading atau Investasi Kripto?
Sama seperti ketika kita ingin membeli barang, langkah pertama yang penting adalah memilih toko yang terpercaya.
Sebab jika kamu sembarangan dalam memilih toko, bisa saja barang yang kamu dapatkan palsu, kualitasnya buruk, atau bahkan kita tertipu.
Hal yang sama berlaku ketika ingin mulai trading atau investasi kripto. Kita perlu memastikan “toko” tempat kamu membeli aset digital (kripto) dalam hal ini exchange kripto, sudah resmi, aman, dan diawasi regulator, dengan begitu kamu bisa fokus investasi atau trading tanpa khawatir soal keamanan.
Contohnya untuk memulai trading atau investasi kripto, kamu bisa menggunakan Tokocrypto yang terdaftar di Bappebti (sekarang pengawasan beralih ke OJK sejak 2025), dan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keamanan data user.
Tokocrypto meraih sertifikasi ISO 27017 dan ISO 27001, yang merupakan standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. Untuk memastikan keamanan dan transparansi, Tokocrypto juga merilis Proof of Reserves (PoR) atau Bukti Cadangan dengan mengimplementasikan audit Merkle Tree dan zk-SNARKs.
Setelah memilih exchange, kamu perlu membuat akun dan melakukan Know Your Customer (KYC). Proses ini biasanya melibatkan unggah KTP, foto diri, dan data pribadi untuk memastikan keamanan transaksi.
Jika sudah, tak usah khawatir soal modal… Soalnya di Tokocrypto, kamu bisa deposit hanya dengan modal minimal sebesar Rp50.000 dan pembelian mulai dari Rp1.700!
Lebih lengkap kamu bisa mengikuti tutorial cara mendaftar dan verifikasi KYC melalui video di bawah ini:
Kenapa Harus Kripto?
Banyak aset selain kripto yang bisa kamu pilih, tapi kenapa sih harus kripto?
Desentralisasi
Cryptocurrency beroperasi di atas teknologi blockchain yang memungkinkan transaksi terjadi secara desentralisasi. Ini berarti tidak ada otoritas tunggal yang mengendalikan atau mengatur mata uang tersebut. Ini dapat memberikan kebebasan dan kontrol lebih besar kepada individu dalam mengelola keuangan mereka.
Keamanan
Teknologi kriptografi yang mendasari cryptocurrency memberikan tingkat keamanan yang tinggi dalam transaksi dan penyimpanan. Transaksi yang dilakukan dengan cryptocurrency sulit dipalsukan dan sering kali dapat dilakukan secara anonim atau pseudonim.
Transaksi Internasional
Cryptocurrency dapat memfasilitasi transaksi lintas batas tanpa perlu melibatkan mata uang konvensional atau perantara keuangan seperti bank. Ini dapat mempermudah perdagangan internasional dan transfer uang antar negara.
Biaya Rendah
Beberapa cryptocurrency memiliki biaya transaksi yang lebih rendah daripada metode pembayaran tradisional seperti kartu kredit atau transfer bank. Ini bisa menguntungkan dalam transaksi kecil atau transaksi yang melibatkan mata uang asing.
Akses Keuangan Global
Cryptocurrency dapat memberikan akses ke layanan keuangan bagi mereka yang tidak memiliki akses tradisional ke perbankan. Orang-orang di daerah terpencil atau negara dengan infrastruktur keuangan yang terbatas dapat memanfaatkan cryptocurrency untuk menyimpan nilai dan melakukan transaksi.
Inovasi Finansial
Teknologi blockchain yang mendasari cryptocurrency telah memicu banyak inovasi di sektor keuangan. Ini termasuk konsep seperti DeFi (Decentralized Finance) yang berupaya menggantikan layanan keuangan tradisional dengan protokol desentralisasi.
Istilah Pada Crypto Yang Harus Kamu Ketahui
Jadi trader atau investor kripto belum afdol rasanya kalau kamu belum paham istilah-istilah yang sering digunakan oleh komunitas kripto.
Supaya tidak bertanya-tanya saat berdiskusi atau mengikuti berita terbaru, yuk simak beberapa istilah yang perlu kamu tau!
1. Blockchain : Ini adalah dasar teknologi di balik cryptocurrency. Blockchain adalah buku besar digital terdesentralisasi yang merekam semua transaksi secara kronologis dan aman.
2. Cryptocurrency : Mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk keamanan. Contoh populer termasuk Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan banyak lainnya.
3. Bitcoin : Cryptocurrency pertama yang diperkenalkan oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin merupakan salah satu aset digital paling terkenal dan berharga.
4. Altcoin : Istilah untuk semua cryptocurrency selain Bitcoin. Contoh altcoin termasuk Ethereum, Ripple, Litecoin, dan banyak lainnya.
5. Wallet (Dompet) : Tempat di mana kamu dapat menyimpan, mengirim, dan menerima cryptocurrency. Wallet dapat berupa software (software wallet) atau perangkat keras fisik (hardware wallet).
6. Private Key (Kunci Pribadi) : Sebuah kode rahasia yang memungkinkan akses ke cryptocurrency yang disimpan dalam wallet kamu. Ini harus dijaga dengan sangat baik, karena siapa pun yang memiliki kunci pribadi dapat mengakses aset kamu.
7. Public Key (Kunci Publik) : Kode yang berkaitan dengan kunci pribadi dan digunakan untuk menerima cryptocurrency dari orang lain. Ini aman untuk dibagikan kepada orang lain.
8. Exchange : Platform di mana kamu dapat membeli, menjual, dan menukar cryptocurrency dengan mata uang tradisional atau cryptocurrency lainnya.
9. Mining (Penambangan) : Proses yang digunakan untuk memvalidasi dan mencatat transaksi dalam blockchain. Orang yang melakukan penambangan disebut “miner” dan mereka dihargai dengan cryptocurrency sebagai imbalan atas upaya mereka.
10. Fork : Ketika sebuah blockchain terbagi menjadi dua cabang yang berbeda karena perubahan dalam perangkat lunak atau aturan protokol. Fork bisa bersifat “hard” (memisahkan sepenuhnya) atau “soft” (tidak memisahkan sepenuhnya).
11. ICO (Initial Coin Offering) : Model pendanaan di mana proyek-proyek cryptocurrency baru menjual token mereka kepada investor untuk mengumpulkan dana dalam tahap awal.
12. Token : Asset digital yang dapat mewakili berbagai hal, termasuk hak akses, kepemilikan, atau fungsi tertentu dalam ekosistem blockchain.
13. Smart Contract : Protokol komputer yang secara otomatis mengeksekusi, mengontrol, atau memfasilitasi pemenuhan kontrak secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi.
14. Decentralized Finance (DeFi): Eksperimen keuangan yang berlangsung di atas blockchain yang bertujuan menggantikan layanan keuangan tradisional dengan protokol desentralisasi.
15. Whale : Istilah yang merujuk pada individu atau entitas yang memegang jumlah besar cryptocurrency.
16. Market Cap (Capitalization) : Nilai total semua token suatu cryptocurrency yang beredar, dihitung dengan mengalikan harga per token dengan total pasokan token.
17. Halving (Bitcoin Halving) : Acara yang terjadi setiap empat tahun di jaringan Bitcoin, di mana hadiah bagi para miner baru dikurangi menjadi setengahnya. Halving dapat mempengaruhi pasokan dan harga Bitcoin.
18. Whitepaper : Dokumen teknis yang merinci konsep, tujuan, dan mekanisme di balik proyek cryptocurrency.
19. DYOR (Do Your Own Research) : Prinsip untuk selalu melakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi atau transaksi di dunia cryptocurrency.
20. HODL : Sebuah typo yang menjadi populer dan mengacu pada strategi “hold” (menahan) cryptocurrency daripada menjualnya, bahkan saat harga turun.
Selain istilah-istilah di atas, masih banyak lho istilah kripto terbaru yang harus kamu tau! Supaya tidak ketinggalan, yuk gabung komunitas Tokocrypto di telegram 👉 https://t.me/TokocryptoOfficial
Day Trader, Swing Trader, dan Scapling — Apa Bedanya?
Sekilas trading memang terlihat sederhana, membeli di harga rendah dan menjual di harga tinggi dalam kurun waktu tertentu. Tapi, trading juga memiliki beberapa jenis lho!
Day Trader : Membeli dan menjual cryptocurrency dalam satu hari. Tujuannya adalah mengambil keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek.
Swing Trader : Memegang aset untuk beberapa hari hingga beberapa minggu untuk mengambil keuntungan dari tren harga yang lebih besar.
Scalper : Mengambil keuntungan dari pergerakan harga sangat kecil dengan melakukan banyak transaksi dalam waktu singkat.
Sudah Siap Masuk ke Dunia Kripto? Jangan Lupakan 5 Hal Ini!
Baik trading maupun investasi cryptocurrency memerlukan pengetahuan yang kuat tentang pasar kripto. Risiko yang melekat dalam kedua pendekatan tersebut membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan rencana keuangan yang baik.
Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:
1. Pendidikan : Pelajari tentang analisis teknis, analisis fundamental, dan tren pasar. Pemahaman yang kuat akan membantu kamu membuat keputusan yang lebih cerdas.
2. Rencana Keuangan : Tentukan berapa banyak uang yang siap kamu investasikan atau risiko untuk trading. Jangan menginvestasikan lebih dari yang kamu mampu untuk kehilangan.
3. Diversifikasi : Jangan menginvestasikan semua dana kamu dalam satu aset. Diversifikasi portofolio dapat membantu mengurangi risiko.
4. Emosi dan Psikologi : Pasar kripto dapat sangat emosional. Penting untuk tetap tenang dan berpegang pada rencana kamu, terlepas dari fluktuasi harga.
5. Risiko dan Reward : Pahami risiko yang terkait dengan trading dan investasi. Setiap keputusan harus mempertimbangkan potensi imbalan dan risiko.
Penutup
Terdapat juga kerugian dan tantangan terkait dengan cryptocurrency, seperti volatilitas harga yang tinggi, potensi penyalahgunaan untuk aktivitas ilegal, dan kekhawatiran terkait regulasi dan perlindungan konsumen. Setiap individu harus memahami dengan baik apa yang mereka lakukan ketika terlibat dalam transaksi atau investasi dalam cryptocurrency.
Agar membantu kamu terhindar dari kerugian, wajib hukumnya untuk mencari sumber informasi yang dapat diandalkan dan terus mendalami pengetahuan kamu tentang cryptocurrency seiring dengan perkembangan teknologi dan tren di industri ini.
Tetaplah berhati-hati dan selalu lakukan riset kamu sendiri sebelum membuat keputusan trading atau investasi. Jika kamu tidak yakin, pertimbangkan untuk mencari saran dari profesional keuangan atau konsultan yang berpengalaman dalam pasar kripto.
Baca berita terkini tentang aset kripto dan tren terbaru di Tokonews. kamu bisa mendaftar di aplikasi Tokocrypto atau follow sosial media Tokocrypto untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Putra Menteri Purbaya, Yudo Sadewa, baru-baru ini menyampaikan wejangan penting bagi para investor kripto pemula. Melalui akun pribadinya, Yudo memang dikenal aktif berbagi pandangan seputar pasar dan perkembangan dunia kripto.
Dalam salah satu videonya yang diunggah di TikTok pribadinya @yudosadewa, ia memberikan peringatan agar investor tidak gegabah dalam membeli altcoin, khususnya token yang baru saja dirilis dan memperoleh airdrop dalam jumlah besar.
Fenomena ini memang sering terjadi di pasar kripto dimana banyak investor tergoda oleh euforia ketika harga altcoin mulai melambung tinggi, tanpa benar-benar memahami tokenomics dan risiko di balik token yang mereka beli. Akibatnya, alih-alih untung besar, justru banyak yang nyangkut karena membeli di harga pucuk.
Nah, kira-kira apa saja tips dari Yudo Sadewa dalam memilih altcoin potensial dan menghindari jebakan token? Simak penjelasan lengkapnya!
Hindari Dua Hal Ini!
Dalam video berdurasi singkat di TikTok, Yudo Sadewa menjelaskan bahwa kebanyakan investor pemula gagal bukan karena salah pilih proyek, tapi karena mereka tidak memahami timing dan struktur token.
Ia menyebut dua hal utama yang sering menjebak trader pemula: membeli token airdrop yang baru listing dari TGE, serta mengabaikan tokenomics yang inflating alias suplai token yang terus bertambah. Simak videonya:
sumber: @yudosadewa
Tips 1: Hindari Token Airdrop yang Baru TGE dan Listing di Exchange Besar
Yudo Sadewa menegaskan bahwa membeli token yang baru saja melewati Token Generation Event (TGE) dan listing di bursa besar bukanlah strategi terbaik.
Alasannya, karena ketika token tersebut resmi diperdagangkan, ribuan penerima airdrop biasanya langsung menjual token yang mereka dapat dengan gratis ke pasar.
Sehingga dapat memicu momentum “dump”, yaitu aksi jual massal oleh holder awal yang ingin segera menjual asetnya, sehingga harga token bisa turun tak lama setelah listing.
Investor baru yang masuk di momen hype sering kali menjadi exit liquidity alias “korban likuiditas” bagi para pemegang airdrop atau early investor yang ingin menjual di puncak.
Data harga token airdrop setelah listing. Sumber: Cointelegraph
Data dari Cointelegraph perihal token airdrop yang mengalami penurunan harga sejak hari pertama listing semakin menegaskan relevansi tips yang dibagikan oleh Yudo Sadewa. Dari data tersebut menunjukkan bahwa 74,19% token airdrop mengalami penurunan setelah listing, itu artinya dari 31 token airdrop besar yang berhasil TGE, 23 diantaranya langsung kehilangan nilai setelah masuk listing bursa dan hanya 8 saja yang memberikan return positif.
Tips 2: Waspadai Inflasi Token Akibat Unlock Besar
Selain faktor airdrop, Yudo Sadewa juga menekankan pentingnya memahami tokenomics atau struktur ekonomi di balik setiap altcoin.
Banyak proyek yang tampak menjanjikan di permukaan ternyata memiliki sistem distribusi token yang berbahaya, yaitu adanya jadwal unlock besar setiap beberapa bulan. Fenomena ini dikenal sebagai inflating tokenomics, di mana suplai token terus bertambah sementara permintaan tidak selalu mengikuti.
Akibatnya, harga token cenderung tertekan setiap kali terjadi unlock besar. Yudo memberikan contoh proyek seperti Manta Network (MANTA) dan StarkNet (STRK), yang memiliki token dalam jumlah besar yang belum di unlock dengan jadwal unlock yang tidak terlalu lama, yang membuat harga sulit naik karena adanya inflasi suplai token.
Jika melihat perjalanan salah satu contoh token yang disebutkan, yakni Manta Network (MANTA), Manta sejak awal TGE dan listing di bursa besar, pergerakan harganya cenderung terus menurun seiring dengan meningkatnya suplai token yang di-unlock.
Berdasarkan data dari Tokenomist, pada saat peluncuran di Januari 2024 jumlah token yang beredar baru sekitar 253 juta. Namun, hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, tepatnya pada November 2025, jumlah tersebut melonjak menjadi 543 juta token. Artinya, Manta mengalami inflasi suplai lebih dari 100% dalam periode singkat.
Kondisi ini sejalan dengan apa yang diaktakan Yudo Sadewa, yang menekankan pentingnya mempelajari tokenomics sebelum membeli altcoin.
Mau cari token altcoin yang locked suplainya tinggal sedikit lagi agar tidak inflasi? Yuk langsung cari di aplikasi Tokocrypto dan nikmati gratis biaya trading!
Kesimpulan
Dua tips Yudo Sadewa ini mungkin terdengar sederhana, tapi sering kali diabaikan oleh investor kripto pemula. Jadi jika kamu ingin mencari altcoin potensial di tahun 2026 nanti atau altcoin 100x selanjutnya, jangan hanya melihat hype, tapi pahami juga bagaimana fundamental dan tokenomics altcoin tersebut, serta faktor pendukung lainnya ya!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Crypto futures trading menjadi salah satu instrumen trading paling populer untuk mendapatkan keuntungan dari Bitcoin, Ethereum, atau altcoin lain di pasar kripto.
Tak heran banyak pemula tertarik untuk mencoba, sebab crypto futures memberikan peluang untuk menghasilkan profit cepat, bahkan dengan modal kecil karena adanya leverage.
Namun, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk terjun dan mencoba crypto futures trading, ada baiknya kamu memahami apa itu futures trading. Artikel ini membahas semua yang perlu kamu ketahui sebagai pemula.
Apa Itu Futures?
Crypto futures merupakan kontrak keuangan yang memungkinkan kamu berspekulasi atas pergerakan harga aset kripto seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), tanpa harus memiliki aset tersebut secara langsung. Berbeda dengan trading spot di mana kamu membeli aset secara langsung dan dapat menyimpannya, aktivitas trading futures menggunakan basis kontrak yang merepresentasikan nilai aset di masa depan.
Dalam kontrak futures, kamu membuat kesepakatan untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan sesuai kesepakatan.
Bayangkan seperti ini:
Andi adalah penambang Bitcoin yang setiap bulan harus membayar listrik dan biaya perawatan mesin. Andi memperkirakan bahwa dia baru bisa mendapatkan 10 BTC 2 bulan ke depan, tapi karena takut harga Bitcoin turun, ia membuat kontrak futures untuk menjual 10 BTC di harga $60.000 tiga bulan ke depan setelah BTC miliknya cair.
Ketika waktunya tiba, harga pasar ternyata jatuh ke $50.000, nah karena ada kontrak futures tadi Andi tetap bisa menjual di $60.000 sesuai kontrak. Dengan begitu, ia aman menutup biaya operasional meski kehilangan peluang untung lebih besar jika harga naik.
Dalam praktiknya, di pasar kripto ada jenis futures:
Dated Futures (futures biasa) → punya tanggal kedaluarsa.
Perpetual Futures (perps) → tanpa tanggal kadaluarsa.
Dari kedua jenis tersebut, jenis yang paling umum digunakan di pasar kripto adalah adalah perpetual futures, yakni kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa yang bisa dipegang selama margin mencukupi.
Profit 2 arah: Bisa untung saat harga naik atau turun
Likuidasi: Salah dalam melakukan analisa arah bisa kehilangan seluruh modal
Modal kecil: Leverage memungkinkan eksposur besar dengan modal terbatas
Volatilitas: Pergerakan harga dengan leverage menjadi lebih volatil
Likuiditas tinggi: Volume transaksi besar karena adanya leverage
Funding fee: Biaya menahan posisi jangka panjang bisa membengkak
Hedging: Efektif untuk melindungi portofolio aset dari risiko fluktuasi harga yang merugikan.
Bukan untuk semua trader: Bagi trader muslim futures dianggap haram, selain itu futures tidak ramah pemula
Tips Memulai untuk Pemula
Pelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu: Pahami konsep margin, leverage, funding rate, dan mekanisme likuidasi sebelum menyentuh uang nyata. Manfaatkan materi edukasi di platform atau komunitas trader.
Mulai dengan leverage rendah: Jangan langsung pakai leverage tinggi. Leverage 2x–5x sudah cukup untuk belajar merasakan dinamika pasar tanpa risiko likuidasi yang terlalu besar.
Terapkan manajemen risiko ketat: Gunakan fitur Stop Loss untuk membatasi kerugian. Jangan pernah menggunakan dana kebutuhan pokok untuk trading. Alokasikan hanya sebagian kecil portofolio per posisi.
Fokus pada satu atau dua aset dahulu: Pelajari pergerakan BTC atau ETH secara mendalam sebelum mencoba aset lain. Jangan tergoda FOMO dari media sosial tanpa riset mendalam.
Kesimpulan
Crypto futures menawarkan peluang yang menarik karena fleksibilitasnya dalam berbagai kondisi pasar. Namun, instrumen ini juga memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan spot trading.
Bagi pemula, memahami konsep dasar seperti leverage, margin, dan likuidasi adalah langkah awal yang penting sebelum mulai trading.
Apa pun langkah yang diambil, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pilates dan Yoga merupakan dua olahraga yang berfokus pada pengendalian gerakan tubuh dengan pikiran, serta biasanya dilakukan di area yang tenang.
Bagi awam, kedua olahraga ini terlihat sama. Akan tetapi, baik yoga dan pilates memiliki karakteristik dan dasarnya masing-masing, mulai dari asal-usul, gerakan, intensitas, hingga manfaat yang dihasilkan.
Pada artikel kali ini, detikSport telah merangkum perbedaan antara pilates dan yoga, sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh pemula. Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Asal-usul Yoga dan Pilates
Mengutip dari Jurnal Nusantara Community Service, pilates merupakan metode latihan yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan tubuh bagian inti, memperbaiki postur tubuh, serta meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Latihan ini dikenal dapat membantu mengurangi rasa sakit pada punggung yang sering dialami wanita, serta mengurangi kecemasan serta stres.
Pilates adalah aktivitas low impact yang mampu memperkuat dan menstabilkan core otot dengan serangkaian gerakan dan latihan pernafasan untuk memperkuat otot abdomen, pinggang, hingga kaki dan tangan.
Sementara itu, yoga merupakan latihan tubuh dan pikiran yang berasal dari India. Olahraga ini semakin maju sebagai praktik kesehatan untuk berbagai ilmu imunologi, neuromuskuler, psikologis, dan kondisi nyeri.
Mengutip dari Jurnal Maternitas UAP, Yoga berpotensi menciptakan keseimbangan di sepanjang dimensi emosional, mental, fisik, dan spiritual. Praktisi yoga dikenal dengan “yogl” yang diharapkan mencapai “Brahman” yaitu pencerahan dimana manusia menyadari hakikat diri sejati, sebagai bagian dari alam semesta.
Fokus Gerakan
Pada pilates, fokus utama adalah membangun kekuatan inti melalui gerakan kecil yang konsisten dan berulang. Aktivitas fisik dalam pilates dapat menguatkan otot perut, pinggang, kaki, dan tangan. Pilates juga memiliki latihan pernapasan dan konsentrasi yang dapat meningkatkan keseimbangan tubuh,
Sedangkan yoga, lebih mengacu pada hubungan antara pikiran dan tubuh, terdiri dari pose-pose yang dipertahankan dalam waktu yang lebih lama. Latihan ini juga didominasi aktivitas meditasi, spiritualitas, yang tidak ditemukan dalam pilates.
Intensitas Latihan
Dalam intensitas latihan, yoga dinilai lebih lambat, dengan pose yang ditahan dalam durasi yang cukup lama. Hal ini bertujuan untuk menenangkan pikiran dan menjaga fleksibilitas tubuh.
Sementara itu, pilates memiliki intensitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yoga. Latihan pilates mencakup gerakan berulang yang berfokus memperkuat otot inti tubuh.
Manfaat yang Dihasilkan
Secara umum, pilates dan yoga sama-sama memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh dan kebugaran pikiran.
Berikut beberapa manfaat yang didapatkan dari latihan pilates:
Meningkatkan pernapasan.
Memperbaiki postur tubuh.
Meredakan nyeri pada punggung.
Meredakan sakit pada saat menstruasi.
Mencegah osteoporosis.
Membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus.
Mengurangi stres.
Di sisi lain, yoga memiliki manfaat sebagai berikut:
Meredakan nyeri pada bagian punggung hingga leher.
Menjaga kualitas tidur.
Mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental.
Membantu mengatasi masalah menopause.
Menurunkan berat badan.
Meningkatkan keseimbangan tubuh.
Jika detikers masih bingung dalam menentukan pilihan latihan yang tepat, dapat menyesuaikan dengan preferensi dan tujuan. Yoga sangat cocok bagi pemula yang menginginkan latihan lebih lambat dan lebih condong bermanfaat untuk kesehatan mental. Sementara pilates berfokus pada peningkatan kekuatan inti dengan tempo yang lebih cepat.
Agar mengetahui mana yang lebih baik, detikers dapat mencoba keduanya terlebih dahulu. Namun jika memiliki kondisi atau masalah kesehatan tertentu, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter agar latihan lebih aman dan manfaat yang didapatkan lebih optimal.
—
Artikel ini ditulis oleh Salamah Harahap, peserta magang di detikcom.