Tag: pendidikan

  • Siap-siap, Kementrans & LPDP Buka Beasiswa Patriot untuk S1-S3 Tahun Depan



    Jakarta

    Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meluncurkan Beasiswa Patriot pada tahun 2025.

    Beasiswa ini merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot Kementrans. Pembukaan pendaftaran direncanakan bersamaan dengan Beasiswa LPDP, yakni pada Januari dan Juli 2025.

    “Rencananya tahun depan kami sudah akan mulai programnya. Mulai bulan Januari kami sudah mulai catch up dengan LPDP ini,” kata Menteri Transmigrasi, Iftitah Sulaiman Suryanegara, dilansir dari Antara pada Jumat (29/11/2024).


    Target Penerima Beasiswa Patriot

    Iftitah mengatakan beasiswa ini tak cuma menyasar anak para warga transmigran, tetapi juga semua generasi muda di Indonesia. Sesuai namanya, Beasiswa Patriot bertujuan untuk membangun jiwa bela negara.

    “Sebelum kami siapkan mentalnya, intelektualnya, dan fisiknya, terlebih dahulu melalui Program Beasiswa Patriot, anak-anak muda ini akan kami seleksi terlebih dahulu yang memiliki karakter patriot, yakni orang-orang yang berani dan rela berkorban untuk bangsa dan negara,” katanya.

    Penerima Dapat Pendidikan Dasar Militer

    Setelah lulus seleksi, penerima akan mengikuti pendidikan dasar militer terlebih dahulu selama 1,5 bulan. Mereka akan menjalani pelatihan sebagai tentara cadangan.

    Kemudian, mereka juga akan ditempatkan di beberapa kawasan transmigrasi selama 3 bulan. Di sana mereka akan tinggal bersama penduduk yang ditunjuk sebagai orang tua asuh.

    “Kami berharap selama 3 bulan itu mereka akan belajar, mengamati, dan menilai apa potensi, tantangan dan peluang di kawasan transmigrasi yang kelak akan mereka kembangkan,” kata Iftitah.

    Beasiswa Berlaku untuk S1-S3 di Bidang STEM

    Setelah mengikuti masa pelatihan, peserta baru diberangkatkan untuk menempuh pendidikan. Beasiswa Patriot ini menyediakan bantuan untuk jenjang S1, S2 dan S3 di bidang science, technology, engineering, dan mathematics (STEM).

    Peserta bisa memilih universitas terkemuka di seluruh dunia. Iftitah mengatakan, program pendidikan yang dipilih bisa juga berupa kursus singkat di bidang STEM.

    Usai menyelesaikan studinya, awardee akan ditempatkan kembali di kawasan-kawasan transmigrasi selama 10 tahun. Kemudian, mereka akan diberikan pilihan beralih karier atau tetap melanjutkan tugasnya di kawasan yang sama.

    “Jika mereka meninggalkan kawasan transmigrasi sebelum 10 tahun, mereka akan dianggap desersi dan dikenakan sanksi untuk mengembalikan seluruh dana yang telah diberikan negara untuk menyiapkan mereka atau diberikan sanksi hukum,” kata Iftitah.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Soal Lulusan LPDP Tak Harus Pulang ke RI, Pakar BRIN dan Awardee Beri Tanggapan


    Jakarta

    Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menegaskan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus kembali ke Indonesia.

    Hal ini bisa dilakukan karena menurutnya Indonesia belum bisa menjamin pekerjaan bagi para alumni. Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka bisa berkembang di luar negeri.

    “Kasihan dia nanti. Ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu teruskan ke sana saja. Yang penting merah putih,” kata Satryo, sebagaimana dikutip dari arsip detikEdu, Senin (25/11/2024).


    Mahasiswa diberikan kebebasan di luar negeri untuk meniti karier dan prestasi yang baik di perusahaan internasional atau bahkan multinasional. Kemudian ketika suatu hari ia menemukan inovasi, bisa ikut membanggakan Indonesia.

    “Kemudian, dia suatu hari menemukan inovasi. Kan kita bilang, Indonesia yang menemukan inovasi itu. Meskipun di luar negeri. Kan masih merah putih dia,” sambungnya.

    Respons dari Pakar BRIN

    Menanggapinya, Kepala Pusat Riset Kebijakan Publik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yanuar F Wismayanti PhD menjelaskan memang ada multitafsir dari pernyataan Mendiktisaintek. Bukan serta-merta tidak pulang ke RI, lulusan LPDP kini diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi.

    “Dalam artian nggak pulang ke Indonesia itu maksudnya memang diberikan kesempatan untuk menjalin kolaborasi. Ke depannya (untuk) membangun bangsa kembali gitu, bukan berarti melepaskan,” kata Yanuar kepada detikEdu usai acara Berembuk Berdampak 10 tahun Seruni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) di Balai Sidang UI, Depok, Senin (25/11/2024).

    Lebih lanjut, Yanuar menjelaskan pemerintah Indonesia memiliki salah satu program bernama manajemen talenta atau pembangunan talenta. Pengalaman alumni LPDP yang bekerja di luar negeri bisa menjadi sebuah investasi.

    “Investasi tidak selalu dengan bisnis ekonomi dan seterusnya. Tetapi investasi supaya nanti begitu kita ada di sana akan bisa membawa 10 orang lagi ke sana. Manajemen talenta balik lagi ke Indonesia. Jadi sebenarnya prosesnya seperti itu,” sambung Yanuar.

    Menguntungkan Awardee LPDP

    Sementara dari sisi penerima beasiswa, Fathia Fairuza awardee LPDP 2022, menjelaskan bahwa keputusan pemerintah memperbolehkan alumni berkembang di luar negeri membuka banyak opsi. Karena saat kembali ke Indonesia, banyak sekali awardee yang justru sulit mencari pekerjaan.

    Terlebih bagi mereka yang mengambil bidang studi yang belum memiliki industri di Indonesia. Kondisi ini membuat mereka kebingungan ketika kembali ke Tanah Air.

    “Nah harapannya sih dengan adanya opsi tersebut kita bisa explore karier yang lebih luas,” ucap Fathia pada acara yang sama.

    Ketika keputusan ini berjalan, Fathia memberikan catatan bagi para awardee. Menurutnya, mereka (awardee) tetap harus memberikan kontribusi dengan cara apapun ke Indonesia.

    Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa awardee LPDP jangan sampai pindah kewarganegaraan ketika sudah bekerja di luar negeri.

    “Karena bagaimanapun juga kita bisa menempuh pendidikan tinggi S2 atau S3 dibiayai negara yang mana itu juga uang rakyat, uang pajak rakyat,” ungkapnya.

    “Jadi aku setuju kalau misalnya boleh berkarier di luar (negeri) tapi harus tetap berkontribusi. Jangan sampai pindah kewarganegaraan,” sambung Fathia dengan tegas.

    Evaluasi LPDP

    Yanuar menilai penyelenggaraan LPDP saat ini sudah tepat dan tidak ada masalah bila dilihat dari soal pengelolaan keuangannya ataupun mekanismenya. Sebab LPDP tidak bergantung pada APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

    “LPDP sudah mempunyai mekanisme yang bagus dan itu dirasakan teman-teman penerima beasiswa. Secara pengelolaan keuangannya (juga) sudah cukup bagus,” ungkap Yuniar.

    Alih-alih LPDP, Yuniar menyarankan untuk melakukan evaluasi pada penyelenggaraan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Karena BPI menggunakan anggaran APBN.

    Sedangkan dari sisi awardee, Fathia menilai perlu dilakukannya evaluasi terkait penerima LPDP. Menurutnya, banyak oknum-oknum yang malah memanfaatkan dana beasiswa bukan untuk pendidikan.

    “Masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan beasiswa, (bukan) untuk pendidikan tapi misalnya flexing atau batu loncatan untuk berkarier di sana (luar negeri) dan keluar dari Indonesia,” urai Fathia.

    Evaluasi juga diperlukan perihal monitoring lulusan LPDP. Alumnus Columbia University jurusan Human Right Study itu menjelaskan setelah lulus, awardee hanya mengisi satu formulir tracer study.

    “Jadi, setelah lulus kita diberikan form dari LPDP. Padahal kan siapa tahu saat form itu dibagikan kita belum dapat pekerjaan. Lalu 2 tahun padahal masa baktinya itu misalnya 4 tahun kan gak ke track lagi, karena formnya itu hanya sekali,” ceritanya.

    “Nah mungkin bisa ditingkatkan lagi monitoring prosesnya setelah awardee lulus,” tambahnya lagi.

    Kalaupun nanti kebijakan tetap mengharuskan awardee pulang ke Indonesia, Fathia berharap agar pemerintah bisa memberikan rekomendasi pekerjaan yang sesuai bagi alumni. Agar tidak menambah angka pengangguran di Indonesia.

    Minta LPDP Dikaji

    Sebagai alumni LPDP, Fathia berharap agar beasiswa ini kembali dikaji ulang. Sehingga awardee-awardee bisa menciptakan kontribusi yang luar biasa di masa mendatang.

    “Aku sangat menantikan kontribusi awardee LPDP apalagi kalau misalnya bidangnya mirip dengan keilmuan ku. Aku sangat ingin sekali bekerja sama, berkolaborasi, dan bisa berjejaring dengan awardee LPDP lainnya,” ungkapnya.

    Fathia juga berharap agar Mata Garuda atau ikatan alumni LPDP bisa lebih aktif lagi, sehingga awardee pada tahun terbaru bisa mengenal alumni lain tahun-tahun sebelumnya.

    “Kebanyakan kenalnya yang satu angkatan atau di bawah angkatan. Tapi yang dahulu kurang kenal karena kurangnya ada acara bersama, sehingga nggak bisa networking ke angkatan yang jauh,” pungkas Fathia.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 Diputus, Begini Kata BPPT



    Jakarta

    Orang tua penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 menyampaikan petisi pada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek, Rabu (20/111/2024).

    Pada petisi tersebut, orang tua siswa penerima beasiswa meminta agar program BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dilanjutkan sesuai kesepakatan. Sebab, berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, komponen beasiswa berupa college counseling (konseling pendidikan tinggi) dan penggantian biaya pendaftaran di universitas luar negeri ditiadakan.

    Terkait perubahan program dan komponen pembiayaan dalam BIM Persiapan S1 Luar Negeri, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT), Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek Ratna Prabandari mengatakan pihaknya akan membahas hal ini lebih lanjut dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Stella Christie.


    “Belum tahu, ini kita lagi mau rapat sama Bu Stella untuk membicarakan itu. Jadi aku belum bisa jawab itu,” ucapnya di sela kegiatan pemberian Beasiswa Eramet 2024 di Hotel Bidakara, Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (22/11/2024).

    “Karena sepertinya nanti BIM akan di-cover di sana juga. Sepertinya, ya,” ucapnya.

    Ratna mengatakan, BPPT, Puspresnas saat ini masih tercatat berada di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

    Diketahui, pada pemerintahan Prabowo-Gibran 2014-2029, Kemendikbudristek dibagi tiga menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dan Kementerian Kebudayaan (Kemennbud).

    “Masih, sementara masih di bawah Kemendikbudristek ya. Sekarang namanya masih kemendikbudristek. Tapi nanti saya nggak ngerti mulai kapan, mungkin awal tahun depan, itu harusnya sudah mulai diumumkan bahwa ada Kemendikdasmen sama ada Kemendiktisaintek.

    Ratna mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan penempatan BPPT di salah satu kementerian pecahan Kemendikbudristek ini.

    “Belum tahu karena belum ada keputusan. Kami juga masih menunggu keputusan untuk BPPT sendiri, di mana kita juga masih belum tahu,” ucapnya.

    Sementara itu, ia mengatakan penerima beasiswa pemerintah yang dikelola Kemendikbudristek seperti Beasiswa Indonesia Maju (BIM) dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

    “Yang jelas, yang sekarang diamankan adalah mereka yang sudah mendapatkan beasiswa pasti akan diamankan anggaranya, itu yang pertama. Nggak akan terlantar. Nah untuk programnya, apakah nanti berubah? Masih belum tahu,” ucapnya.

    “Tapi yang jelas, fokus utama (anggaran Kemendikbudristek) kayaknya prioritasnya adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan dulu,” imbuhnya.

    Perubahan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4

    Konseling pendidikan tinggi pada BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 sedianya meliputi bimbingan pemilihan perguruan tinggi dan prodi, penulisan esai, hingga wawancara bersama perguruan tinggi luar negeri.

    Lebih lanjut, siswa yang sudah menerima Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri akan mengikuti Seleksi Lanjutan untuk ditetapkan sebagai calon penerima beasiswa.

    Siswa pemegang LoA calon penerima beasiswa sedianya direkomendasikan pada Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan untuk ditetapkan sebagai Penerima Beasiswa Sarjana Luar Negeri.

    Sedangkan berdasarkan Surat Puspresnas Kemendikdbudristek No 1645/J3/PN.06/2024 tanggal 3 November 2024 tentang BIM Persiapan Sarjana Angkatan 4, layanan college counseling dan pembiayaan pendaftaran ke perguruan tinggi luar negeri ditiadakan.

    Lebih lanjut, siswa BIM Persiapan Program Sarjana yang ingin mendaftar ke beasiswa program S1 kini dapat mendaftar ke Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau beasiswa lain yang dibiayai pemerintah/lembaga lain. Mereka juga disebut dapat mendaftar ke perguruan tinggi dalam negeri lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    (twu/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Nasa, Siswa Beasiswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri yang Programnya Diputus


    Jakarta

    Muhammad Fazil Ihsan Lanasa ingin kuliah teknik dirgantara di luar negeri seperti idolanya, BJ Habibie. Peraih medali emas World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2023 ini sudah mengantongi skor IELTS dan SAT untuk bekal mendaftar di perguruan tinggi luar negeri.

    Nasa, begitu ia akrab dipanggil, merupakan salah satu dari 350 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4. Sejak awal tahun, siswa kelas 12 MAN 4 Jakarta ini mengikuti rangkaian program beasiswa, mulai dari webinar series untuk kuliah luar negeri, kursus IELTS dan SAT, summer program, dan proyek sosial.

    Namun pada 3 November 2024, Surat Puspresnas Nomor 1645/J3/PN.06/2024 menyatakan beasiswa persiapan kuliah di luar negeri ini tidak lagi menyelenggarakan college counseling. Penggantian biaya pendaftaran universitas luar negeri juga ditiadakan.


    College counseling ini penting karena selain yang di-planning tadi, seharusnya juga ada pendampingan soal esai, terutama untuk universitas di Amerika Serikat ataupun buat scholarships,” tuturnya pada detikEdu jelang penyampaian petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di Kantor Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2024).

    Tak Ada Konseling, Pembiayaan Ditiadakan

    Dikutip dari laman BIM Puspresnas, college counseling merupakan bimbingan pendidikan tinggi untuk memilih perguruan tinggi dan prodi tujuan, penulisan esai, hingga persiapan wawancara.

    College counseling sedianya digelar sekitar September-Oktober, tetapi tidak kunjung diadakan sampai terbit surat Puspresnas tentang peniadaan bimbingan pendidikan tinggi dan reimbursement biaya pendaftaran ke kampus luar negeri bagi awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri.

    Sedangkan peniadaan reimbursement biaya pendaftaran universitas luar negeri menurut Nasa berdampak pada teman-teman sesama penerima beasiswa dengan keterbatasan ekonomi.

    Ia mencontohkan, salah satu rekannya yang peraih medali olimpiade sains nasional (OSN) mengalami keterbatasan finansial. Akibatnya, awardee tersebut tak mampu membayar biaya pendaftaran di universitas luar negeri tujuannya.

    “Karena saya tahu sendiri, nggak semua awardee BIM Persiapan ini yang punya kapabilitas finansial bagus, karena mereka dinilai dari merit (prestasi),” tuturnya.

    Nasa sendiri membayar CAD 170 atau sekitar Rp 1,9 juta untuk mendaftar ke University of British Columbia (UBC), Kanada. Sedangkan rencana untuk mendaftar ke University of California (UC) Berkeley dan University of Rhode Island ia urungkan.

    “UC Berkeley kemungkinan saya drop, karena harganya lumayan mahal 85 dolar (USD, sekitar Rp 1,3 juta). Dan juga University of Rhode Island 65 dolar (USD, sekitar Rp 1,03 juta),” tuturnya.

    Tak hanya dirinya, Nasa menuturkan siswa sesama penerima BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 dari madrasahnya pun mengalami kendala biaya pendidikan tinggi yang sama.

    “Teman saya itu nilai IELTS-nya udah jauh di atas kualifikasi BIM, dan juga ada SAT-nya yang jauh di atas kualifikasi BIM. tapi karena keputusan itu (tidak ada lagi reimbursement biaya pendaftaran), dia sering drop beberapa universitas gara-gara biaya,” ucapnya.

    Mencari Kuliah Gratis di Luar Negeri

    Ia kini pikir-pikir lagi untuk mengeluarkan biaya pendaftaran ke universitas di luar negeri. Bersama empat teman awardee BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 di MAN 4 Jakarta, Nasa bagi-bagi tugas mencari peluang beasiswa di berbagai negara dan benua. Khususnya pada kampus yang menyediakan biaya pendaftaran gratis.

    “Salah satu teman saya nyari semua universitas yang ada beasiswanya di Australia. Satu yang di Eropa, satu yang di Amerika,” tuturnya.

    “Kita buat kategori, dan apa-apa cari sendiri,” imbuhnya.

    Nasa juga mendaftar ke International Scholars Program, sejenis BIM untuk mahasiswa internasional di Kanada. Beasiswa ini menyediakan gratis uang kuliah dan uang saku per tahun.

    “Pengumumannya sendiri, kalau tidak salah, Maret. Jadi pas tahu pengumuman ini, bisa lanjut ke BIM (reguler S1) atau scholarship ini,” imbuhnya.

    Ia semula ingin masuk Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat, perguruan tinggi terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2025. Namun, beasiswa di kampus-kampus AS lazimnya bersifat parsial, tidak menyediakan tempat tinggal dan tunjangan hidup per tahun.

    “Saya jadi nge-rescale tujuan saya. Jadi kalau universitasnya nggak ada kepastian soal beasiswa atau apapun, saya drop,” ucapnya.

    Kini, Nasa menarget Monash University, National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), hingga Korea Advanced Institute of Science Technology (KAIST). Kampus terakhir terkenal dengan pendidikan gratis, uang saku, plus asrama bagi mahasiswanya.

    Melanjutkan Riset

    Tak berdiam diri, Nasa juga kini melanjutkan proyek risetnya. Sebelumnya, ia harus berpandai-pandai membagi waktu sekolah, persiapan IELTS dan SAT, serta kompetisi riset.

    Minatnya di bidang riset sains dan teknologi terutama diasah sejak menginjak kelas 10 madrasah. Saat itu, dia membuat kompensator energi dari barang rongsokan. Kompensator daur ulang ini dapat menghemat listrik rumah tangga hingga 1.000 Watt.

    Gagasannya terinspirasi dari flywheel alias roda gila yang digunakan Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) yang komponennya relatif jarang ditemukan secara umum. Berkonsultasi dengan kepala sekolah SMK PGRI Telagasari, Karawang, Jawa Barat, ia pun berinovasi memanfaatkan flywheel dari bearing truk diesel dan generator bekas hydro generator.

    Risetnya itu kelak diganjar dengan medali emas International Research Competition for Young Scientist (IRCYS) 2022.

    Kini, Nasa berencana membuat inovasi yang berdampak untuk membantu krisis kemanusiaan. Ia menuturkan, proyek ini berangkat dari kondisi di Palestina.

    “Situasi di lapangannya nggak ada jalur. Misal ada camp refugee di sini, tapi jalur logistik ke camp-nya udah hancur banget. Kaya truk yang didesain buat off-road pun susah ke sananya,” tuturnya.

    “Jadi inginnya, inovasinya nanti bisa diaplikasikan di tempat-tempat yang lagi krisis,” pungkasnya.

    Terkait petisi keberlanjutan BIM Persiapan S1 Luar Negeri untuk Nasa dan kawan-kawannya, Sekretaris Puspresnas Nancy Rahmawati mewakili Kepala Puspresnas menerima petisi orang tua siswa. Ia mengatakan pihaknya mengagendakan pertemuan selanjutnya dengan orang tua siswa BIM Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan 4 pada Jumat (22/11/2024).

    “Mereka menyampaikan petisi untuk melanjutkan BIM 4 yang saat ini masih tertunda,” ucapnya di Kantor Puspresnas, Jakarta Selatan.

    “Kelanjutannya nanti ada pertemuan lagi selanjutnya, mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk anak-anak semua. Pertemuannya hari Jumat besok. Ibu Kepala nanti menemui Bapak-Ibu Jumat nanti, sudah kita jadwalkan,” sambungnya.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa SMA BATI 2025 Yasbil, Siswa SMP dan MTs Cek Ya!


    Jakarta – Beasiswa Anak Teladan Indonesia (BATI) 2025 dibuka Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil (Yasbil) sampai 1 Desember 2024. Siswa kelas 9 SMP dan MTs bisa mendaftar.

    BATI 2025 adalah beasiswa pendidikan menengah untuk melanjutkan studi di SMA mitra Yasbil selama 3 tahun. Beasiswa ini diperuntukkan untuk siswa laki-laki dengan keterbatasan ekonomi yang bersekolah di Aceh, Lampung, Depok, Tangerang, Bogor, Bandung Yogyakarta, dan Semarang.

    Komponen Beasiswa Yasbil BATI 2025

    • Sekolah gratis di SMA negeri/swasta, dan kesempatan belajar di sekolah bertaraf Cambridge School/yang setara.
    • Akomodasi/tempat tinggal selama 3 tahun.
    • Uang saku per bulan.
    • Program pengembangan diri, karakter, dan soft skills.

    Syarat Beasiswa BATI 2025

    • Warga Negara Indonesia.
    • Laki-laki.
    • Kelas 9 SMP/MTs.
    • Berperilaku jujur.
    • Rata-rata nilai rapor 9.0.
    • Berprestasi akademik atau nonakademik.
    • Surat rekomendasi guru atau kepala sekolah.
    • Karakter dan akhlak mulia.
    • Bercita-cita menjadi seorang guru.
    • Bersedia ditempatkan di sekolah yang ditunjuk oleh penyedia beasiswa.

    Jadwal Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025

    • Pendaftaran beasiswa: Diperpanjang hingga 1 Desember 2024
    • Pengumuman seleksi berkas: 2 Desember 2024
    • Ujian tertulis: 3 Desember 2024
    • Pengumuman hasil ujian tertulis: 4 Desember 2024
    • Wawancara calon penerima beasiswa: 5-8 Desember 2024
    • Pengumuman hasil wawancara: 10 Desember 2024
    • Kamp seleksi pembinaan: 12 Desember 2024-2 Januari 2025

    Pendaftaran Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025 Yasbil dibuka di https://bit.ly/BATI2025. Informasi lebih lanjut bisa diakses di akun Instagram @yasbil.id dan kontak administrator Yasbil 0878-8492-6874 atau 0882-2342-0531 (Ihsan).

    (twu/nwk)





    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2-S3 BRIN Ini Dibuka Sepanjang Tahun, Cek Ya!


    Jakarta

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki program beasiswa Degree by Research jenjang S2 dan S3. Beasiswa ini dibuka untuk PNS maupun non-PNS yang berminat kuliah sambil riset.

    Berbeda dengan beasiswa pemerintah pada umumnya, beasiswa S2 dan S3 BRIN ini dibuka untuk program kuliah online agar pesertanya tidak meninggalkan tugas kedinasan. Pelamar bisa memilih perguruan tinggi dalam dan luar negeri mitra BRIN, yang telah menyiapkan kurikulum pendidikan jarak jauh penuh (PJJ) dan prodi penyelenggara kelas riset.

    Beasiswa Degree by Research BRIN meliputi uang kuliah tunggal (UKT) dan bantuan riset. Per 29 April 2024, peminat beasiswa ini bisa melamar sepanjang tahun di situs resminya.


    Namun, peminat beasiswa juga perlu memantau sejumlah jenis beasiswa Degree by Research yang ditawarkan dengan batas waktu pendaftaran tertentu. Contohnya seperti beasiswa University Polytechnic Hauts-De-France dan Tomsk Polytechnic University Degree by Research 2025 yang tutup pendaftaran pada 22 November 2024.

    Sebelum mendaftar, simak alur beasiswa Degree by Research BRIN dan daftar kampusnya di bawah ini seperti dikutip dari panduan resminya.

    Alur Pendaftaran Beasiswa BRIN Degree by Research (DBR)

    1. Memiliki Topik Riset

    Peserta mengajukan topik riset yang sedang atau akan dikerjakan kelompok-kelompok riset di BRIN

    2. Memperoleh Kopromotor dari BRIN

    Kopromotor harus sesuai dengan bidang kepakaran topik riset yang dipilih. Ia wajib melibatkan penerima beasiswa pada riset yang sedang dilakukan bersama periset lainnya. Ia juga bertanggung jawab menjamin keberlangsunga topik riset tersebut selama penerima beasiswa menjalani program.

    3. Mendaftar di Sistem Informasi Degree by Research

    Pendaftar yang merupakan tenaga BRIN dan luar BRIN sama-sama mendaftar di laman https://byresearch.brin.go.id. Bedanya, tenaga BRIN mendaftar dengan akun SSO Intra BRIN, sedangkan pelamar non-BRIN menggunakan akun email pribadi.

    Setelah mendaftar, unggah surat pengantar dari kepala unit kerja instansi asal, unduh format di laman DbR BRIN. Surat wajib sesuai dengan format agar tidak dikembalikan untuk direvisi.

    4. Unggah Dokumen Persyaratan

    Jika sudah terverifikasi, buka kembali akun pendaftaran untuk mengunggah dokumen berikut:

    • Proposal riset yang sudah ditandatangani kopromotor asal BRIN serta kepala pusat riset dan kolaborator riset dari
      universitas
    • Surat kesediaan menjadi kopromotor
    • Biodata kopromotor
    • Surat rekomendasi dari kepala satuan kerja (satker) BRIN
    • Surat pernyataan menyelesaikan studi
    • CV pengusul
    • Ijazah
    • Transkrip akademik terakhir

    Format dokumen di atas dapat diunduh di laman resmi DbR BRIN.

    5. Verifikasi Dokumen dan Review Proposal Riset

    Proposal riset yang sudah lolos verifikasi akan ditinjau tim reviewer. Jika sudah disetujui, proposal riset dinyatakan berstatus direkomendasikan.

    Berkas pendaftaran lainnya juga akan menjalani verifikasi. Pelamar beasiswa wajib memantau secara berkala pemberitahuan keperluan revisi jika ada.

    6. Seleksi Wawancara

    Peserta yang lolos verifikasi dokumen dan review proposal akan diundang untuk menjalani seleksi wawancara dengan tim reviewer dan kopromotor dari BRIN. Peserta dapat memaparkan proposal riset maksimal 10 menit.

    Pastikan untuk mengecek undangan seleksi wawancara di email dan sistem informasi DbR.

    7. Memperoleh Surat Jaminan Pembiayaan

    Peserta yang lolos tahap wawancara berhak atas surat jaminan pembiayaan dari Deputi Sumber Daya Manusia dan Iptek (SDMI) BRIN. Surat jaminan ini berlaku 12 bulan sejak surat diterbitkan.

    Surat jaminan pembiayaan bisa digunakan untuk memperoleh LoA dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN. Surat ini berlaku sesuai kampus kolaborator proposal riset. Dokumen ini bisa diunduh di sistem informasi DbR.

    8. Unggah LoA, Proposal Riset, dan Surat Pengantar

    Peserta yang sudah mendapat surat jaminan pembiayaan diminta mengunggah dokumen sesuai batas waktu yang ditentukan:

    • LoA prodi kelas riset dari perguruan tinggi mitra DbR BRIN
    • Surat pengantar penetapan peserta DbR
    • Proposal riset yang sudah disetujui promotor dari perguruan tinggi, kopromotor dari BRIN, dan kepala satker BRIN.

    Daftar Perguruan Tinggi Beasiswa DbR BRIN

    • Universitas Indonesia (UI)
    • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • Universitas Gadjah Mada (UGM)
    • Universitas Padjadjaran (Unpad)
    • IPB University
    • Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    • Universitas Diponegoro (Undip)
    • Universitas Hasanuddin (Unhas)
    • Universitas Sebelas Maret (UNS)
    • Universitas Andalas (Unand)
    • Universitas Airlangga (Unair)
    • Universitas Brawijaya (UB)
    • Universitas Sumatera Utara (USU)
    • Universitas Syiah Kuala (USK)
    • Technische Universität Berlin
    • Deakin University
    • University of Twente
    • Tomsk Polytechnic University
    • Suranaree University of Technology
    • Universitas Sains Malaysia
    • Université Polytechnique Hauts-de-France
    • Swinburne University of Technology
    • Universiti Teknologi Malaysia

    Informasi lebih lanjut tetang pendaftaran beasiswa BRIN Degree by Research (DBR) bisa diakses lebih lanjut di laman https://byresearch.brin.go.id, https://bit.ly/SkemaBaruDbR2024, dan akun Instagram @brin_talentarisetinovasi. Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • UNESCO Akan Buka Beasiswa Khusus Bidang Kebencanaan, Seperti Apa Skemanya?



    Jakarta

    United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB akan memfasilitasi beasiswa pendidikan bagi putra-putri Indonesia yang berprestasi dalam bidang mitigasi bencana.

    Pejabat Profesional untuk Disaster Risk Reduction and Tsunami Unit (DRRTIU) IOC-UNESCO, Ardito M Kodijat, mengatakan beasiswa ini merupakan bagian dari upaya memperluas pengetahuan mitigasi bencana di kalangan pelajar.

    Perlu diketahui jika beasiswa ini tidak langsung diberikan oleh UNESCO. Lembaga tersebut akan memberikan melalui Associated Schools Program Network, sebuah jaringan sekolah global yang mempromosikan nilai-nilai UNESCO melalui pendidikan.


    “Melalui Associated Schools Program siswa-siswa berprestasi di sekolah-sekolah memiliki kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar dan berkolaborasi dengan sekolah lain di berbagai negara,” kata Ardito dalam Antara dikutip Sabtu (16/11/2024).

    Menurut Ardito, fasilitasi tersebut sebagaimana yang sudah dilakukan timnya dalam forum Second UNESCO-IOC Global Tsunami Symposium. Selain melakukan sosialisasi pendidikan mitigasi bencana, tim UNESCO juga mengunjungi tiga sekolah yang aktif dalam mengembangkan kegiatan Tsunami Awareness di Banda Aceh.

    “Ketiganya di Banda Aceh sudah kita lihat, mereka anak-anak yang inovatif. Kemudian melalui UNESCO ini bisa terjadi pertukaran siswa di semua negara dari SD sampai SMA,” ujarnya.

    Tentang Associated Schools Program Network UNESCO

    Associated Schools Program Network UNESCO atau ASPnet adalah lembaga yang menghubungkan hampir 10.000 sekolah dengan tujuan memupuk perdamaian dalam kaum muda. Melalui tindakan langsung, sekolah-sekolah anggota ini mempromosikan cita-cita UNESCO yang menghargai hak dan martabat, kesetaraan gender, kemajuan sosial, kebebasan, keadilan dan demokrasi, penghormatan terhadap keberagaman dan solidaritas internasional.

    Menurut laman resmi UNESCO, ASPnet didirikan pada tahun 1953 ketika UNESCO meluncurkan sebuah proyek yang disebut Scheme of Co-ordinated Experimental Activities in Education for Living in a World Community.

    Dengan partisipasi 33 sekolah menengah di 16 negara anggota, mereka ingin mendorong perdamaian, dialog dan pemahaman antarbudaya, pembangunan berkelanjutan, dan pendidikan berkualitas.

    ASPnet mempromosikan perdamaian melalui jutaan siswa, guru, kepala sekolah, dan komunitas sekolah di seluruh dunia. Koordinator Nasional di 182 negara, yang ditunjuk oleh Komisi Nasional UNESCO, bertanggung jawab atas jaringan ASP nasional.

    ASPnet juga berkolaborasi dengan kantor-kantor regional dan lapangan UNESCO serta jaringan-jaringan UNESCO seperti Ketua, Geopark, Cagar Biosfer, dan Situs Warisan Budaya.

    (nir/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Kursus Coding Gratis IDCamp 2024, Ada Kelas Data Science sampai AI


    Jakarta

    Beasiswa kursus digital IDCamp sedang buka pendaftaran hingga 20 Desember 2024. Peminat coding, data science, hingga artificial intelligence (AI) bisa mendaftar.

    IDCamp merupakan beasiswa pendidikan digital dari Indosat Ooredoo Hutchison. Kurikulum utamanya dikembangkan oleh Dicoding, Google Authorized Training Partner di Indonesia.

    Dikutip dari laman resminya, peserta kursus online ini akan dilatih berdasarkan kasus-kasus di industri, termasuk dari sektor telekomunikasi dan digital. Di samping belajar mandiri, peserta bisa menggunakan forum diskusi per modul, serta bertanya pada fasilitator dan alumni IDCamp di bidang relevan.


    Kursus gratis ini terbagi atas empat tahap, yaitu dasar, pemula, menengah, dan mahir (basic-beginner-intermediate-expert). Peserta harus menyelesaikan kursus gratis tingkat basic dan beginner dengan hasil terbaik untuk lolos seleksi beasiswa dan mendapat akses ke jenjang intermediate dan expert. Alumni beasiswa IDCamp terbaik berkesempatan memperoleh akses kerja, didukung Indosat Ooredoo Hutchison dan Dicoding.

    Bagi detikers yang berminat, cek syarat, jalur belajar, jadwal dan cara daftarnya di bawah ini.

    Beasiswa Kursus Coding IDCamp 2024

    Syarat Pendaftaran

    • Warga Negara Indonesia
    • Memiliki minat untuk meningkatkan keterampilan di bidang teknologi
    • Memiliki laptop atau komputer

    Jalur Belajar

    • Android developer
    • Front-end web developer
    • Machine learning engineer
    • Back-end developer
    • Multi-platform app developer
    • React developer
    • DevOps developer
    • Data scientist

    Semua peserta IDCamp juga akan mendapat akses gratis ke kelas Pengenalan AI dari Dicoding setelah mendaftar serta kelas Automation dari platform UIPath.

    Jadwal Beasiswa

    • Pendaftaran: Hingga 20 Desember 2024
    • Masa belajar kelas basic dan beginner semua jalur belajar: Hingga 27 Desember 2024
    • Batas waktu belajar untuk seleksi kelas intermediate: 27 Desember 2024
    • Pengumuman penerima beasiswa kelas intermediate semua jalur belajar: 10 Januari 2025

    Setiap penerima beasiswa kelas intermediate akan diseleksi kembali di akhir pelatihan hingga terpilih peserta kelas expert dengan beasiswa.

    Cara Daftar

    • Registrasi di https://idcamp.ioh.co.id/
    • Pilih alur belajar, hanya dapat mendaftar satu kali dan memilih satu alur belajar.
    • Cek email konfirmasi, klik akses kelas basic dan beginner untuk mulai belajar.
    • Selesaikan belajar paling lambat 27 Desember 2024.
    • Peserta akan diseleksi untuk masuk kelas intermediate dan expert berdasarkan:
      • Hasil rating kelulusan kelas/submission.
      • Durasi penyelesaian kelas basic dan beginner.
      • Komitmen untuk mengikuti kelas di tingkat selanjutnya.
      • Memenuhi kriteria lain yang ditetapkan tim IDCamp.

    Informasi materi pelajaran dan pendaftaran kelas coding gratis IDCamp 2024 bisa diakses di https://idcamp.ioh.co.id/.

    (twu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Kecurangan Beasiswa JFLS Terbukti, Pemprov Jabar Bakal Cabut Beberapa Penerima



    Jakarta

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyatakan akan mencoret beberapa nama dari penerima program beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024 karena dinilai bermasalah. Hal itu disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin usai menerima laporan dari Inspektorat Jabar.

    “Memang ada beberapa yang mungkin akan kita hentikan. Yang afirmasi, saya rapatkan dulu dengan Pak Sekda (Herman Suryatman) dan Bu Inspektur (Eni Rohyani), seperti apa,” ujar Bey Machmudin dalam Antara dikutip Kamis (14/11/2024).

    Terkait penerima beasiswa Program JFLS 2024 yang akan dicoret, dia mengatakan belum mendapat data karena masih ada di Inspektorat Jabar. Namun ia berjanji akan mengumumkannya dalam waktu dekat.


    “Tapi sudah ada jumlahnya gitu. Udah ada temuan, ada di Bu Inspektur. Nanti saya update itu,” ujar Bey Machmudin.

    Kecurangan Beasiswa JLFS 2024

    Beasiswa JFLS merupakan beasiswa khusus pelajar asli Jawa Barat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dimulai sejak 2019, beasiswa ini telah menyalurkan dana kurang lebih Rp 100 juta setiap tahunnya.

    Dalam pelaksanaan JFLS tahun ini, banyak desas-desus kecurangan. Kecurangan yang ada antara lain perguruan tinggi yang menjadi rekanan tidak jelas, panitia JFLS tidak pernah memberi laporan berita acara rekrutmen, hingga proses rekrutmen tidak transparan.

    Kemudian pada JFLS 2024, dari 46 ribu pendaftar hanya 400 orang yang lolos. Namun hasilnya tidak pernah diumumkan dengan dalih untuk meredam konflik.

    Awal Mula Dugaan Kecurangan Beasiswa JFLS

    Dugaan kecurangan beasiswa JFLS 2024 tercium mulai bulan lalu. Saat itu, Sekretaris Komisi 5 DPRD Jabar, Muhammad Jaenudin menyebut jika pihaknya belum mendengar kabar tersebut. Namun, munculnya dugaan ini membuat ia mendorong Pemprov Jabar untuk dapat segera menyelidiki temuan tersebut.

    “Jadi saya kira kalau ada temuan itu, segera perbaiki dan evaluasi jika memang ditemukan ketidak transparanan dalam pendaftaran online, dan lainnya. Komisi 5 memang belum dengar ada info itu, kita belum terima laporan dari dinas. Mungkin dinas sedang evaluasi di dalamnya,” ucap Jaenudin dalam detikJabar Kamis (24/10/2024) lalu.

    Sementara itu KepalaSatpol PP JabarAdeAfriandi mengaku, sudah mendengar temuan tersebut dan sudah dibahas dengan beberapa perangkat daerah di Pemprov Jabar. Menurutnya, Pj Gubernur JabarBeyMachmudin telah meminta pembenahan administrasiJFLS.

    Inspektorat telah menelisik dari sisi administrasi JFLS 2024. Ade mengatakan, kalau benar ada pelanggaran peraturan daerah yang memayungi program tersebut, pihaknya akan mempertimbangkan penindakan justisi atau non-justisi.

    Ade pun menjelaskan saat menjabat sebagai Plh Kadisdik Jabar, belum pernah ada pembahasan soal JFLS baik dari sisi kebijakan, teknis, maupun juga proses seleksi.

    “Kemarin pembahasan belum ada, makanya kami juga bersama-sama dengan inspektorat itu kan, ada kewenangan inspektorat untuk menggali hal tersebut. Ya Pak Bey meminta segera didalami, kemudian juga dilaporkan juga segera. Ya, kita berharap mungkin kelemahan-kelemahan dari sisi administrasi ya, tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan lah gitu ya,” harap Ade.

    (nir/nwy)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Dana PIP Kemendikbud 2024 Cair? Ini Jadwalnya



    Jakarta

    Pencairan dana PIP Kemendikbud tidak berlangsung setiap bulan. Lantas, kapan dana PIP Kemendikbud 2024 cair?

    Seperti diketahui, PIP Kemendikbud merupakan dana pendidikan yang disalurkan kepada siswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu. Adapun bantuan dana bisa digunakan untuk memenuhi keperluan sekolah.

    Sebelumnya siswa harus mendaftarkan diri sebagai penerima PIP Kemendikbud. Apabila resmi diterima, dana akan disalurkan melalui rekening PIP yang dimiliki siswa.


    Namun perlu dipahami jika penyaluran dana PIP Kemendikbud dilakukan secara bertahap dalam tiga termin. Seperti apa penjelasannya?

    Pencairan Dana PIP Kemendikbud dalam 3 Termin

    Jadwal pencairan dana PIP Kemdikbud telah diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Berdasarkan peraturan tersebut, penyaluran dana PIP akan dibagi ke dalam tiga termin. Berikut rincian jadwal penyalurannya:

    Termin 1: Februari-April
    Penerima dana PIP di termin 1 dikhususkan untuk siswa yang juga penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP).

    Termin 2: Mei-September
    Penerima dana PIP di termin 2 diambil berdasarkan usulan dinas pendidikan dan pemangku kepentingan. Penerima termin ini juga merupakan anak yang sudah mengaktivasi SK Nominasi.

    Adapun anak yang termasuk di alam SK Nominasi merupakan nak yang dianggap berhak menerima PIP.

    Termin 3: Oktober-Desember
    Penerima termin 3 merupakan anak-anak yang masuk kategori termin 1 dan 2.

    Pencairan dana PIP Kemendikbud dilakukan secara bertahap. Artinya, setiap sekolah bisa menerima dana di waktu yang berbeda-beda namun tetap pada periode yang ditetapkan.

    Cara Cek Penerima PIP Kemdikbud 2024

    Tidak semua siswa termasuk ke dalam kategori penerima PIP Kemdikbud. Untuk mengetahui penerimaan, siswa perlu mengecek siapa saja yang termasuk ke dalam penerima PIP.

    Pengecekan status penerima PIP ini dilakukan di laman PIP Kemdikbud. Berikut caranya:

    Buka laman PIP Kemdikbud RI di https://pip.kemdikbud.go.id/home_v1
    Masukkan NISN dan NIK siswa ke bagian ‘Cari Penerima PIP’
    Masukkan jawaban dari kode keamanan, kemudian klik ‘cek penerima PIP’
    Setelahnya laman kan menampilkan nama siswa yang terdata sebagai penerima PIP dan status dananya

    Besaran Dana PIP Kemendikbud 2024

    Besaran Dana PIP Kemendikbud sendiri akan berbeda-beda tergantung pada kelas dan jenjang pendidikan. Berikut besaran dana PIP Kemendikbud yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kebutuhan:

    1. SD/SDLB/Program Paket A
    Kelas 9 Semester: Rp 225.000
    Kelas 1-5 Semester: Rp 450.000

    2. SMP/SMPLB/Program Paket C
    Kelas IX Semester Genap: Rp 375.000
    Kelas 7 dan 8 Semester Genap: Rp 750.000
    Kelas 7 Semester Gasal: Rp 375.000
    kelas 8 dan 9 Semester Gasal: Rp 750.000

    3. SMA/SMALB/Program Paket C/SMK
    Kelas 12 Semester Genap: Rp 500.000
    Kelas 10 dan 11 Semester Genap: Rp 1.000.000
    Kelas 10 Semester Gasal: Rp 500.000
    Kelas 11 dan 12 Semester Gasal: Rp 1.000.000

    4. SMK Program 4 Tahun
    Kelas 13 Semester Genap: Rp 500.000
    Kelas 10-12 Semester Genap: Rp 1.000.000
    Kelas 10 Semester Gasal: Rp 500.000
    Kelas 11-13 Semester Gasal: Rp 500.000

    Demikian jadwal pencairan dana PIP Kemendikbud 2024. Semoga membantu, ya!

    (nir/nah)



    Sumber : www.detik.com