Jakarta –
Menurunkan berat badan ada triknya, termasuk mengatur jam makan. Hindari melakukan 5 hal ini di atas jam 5 sore kalau mau berat badan (BB) cepat turun.
Kapan kamu makan sama pentingnya dengan apa yang kamu makan, ketika membicarakan usaha menurunkan berat badan. Hindari makan tanpa perencanaan sehingga berdampak pada berat badan yang sulit turun.
Ahli gizi mengingatkan makan yang cukup saat siang dan makan malam penting dilakukan. Jadi kamu tidak tergoda untuk ngemil malam hari.
Jangan sepelekan juga waktu tidur dan pengontrolan porsi camilan, seperti diungkap Eating Well (25/9/2025). Berikut 5 hal terlarang dilakukan setelah jam 5 sore, menurut ahli gizi, jika ingin berat badan cepat turun:
1. Banyak ngemil sore jelang malam
Saat diet, sering kali seseorang berpikir harus makan sesedikit mungkin. Prinsip ini salah karena besar kemungkinan kamu akan lapar pada sisa waktu hari yaitu sore jelang malam.
Untuk menghindarinya, pastikan kamu makan dengan nutrisi yang cukup dan seimbang pada siang hari. Ahli gizi Nicole Stefanow bilang, “Ketika kita membiarkan diri terlalu lapar, kita cenderung makan berlebihan sebelum tubuh tahu kita sudah kenyang.”
Anjurannya, konsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein, serat, dan lemak setiap 3 hingga 4 jam. Cara ini akan mencegah makan berlebihan di malam hari dan membantu kamu capai defisit kalori.
Kalau pun mau ngemil sore, pilih yang kaya serat dan protein. Misalnya apel dengan selai kacang.
2. Ngemil langsung dari kemasan
Sering kali setelah jam 5 sore, seseorang sangat ingin ngemil sampai-sampai memakan camilan langsung dari kemasan aslinya. Ahli gizi Ruth Houston mengatakan cara ini berbahaya karena kamu jadi tidak dapat mengontrol porsi makan.
Houston merekomendasikan taruh camilan di piring. Lalu singkirkan boks, kantong, atau kemasan aslinya. Cara ini agar kamu tetap fokus makan sesuai porsi yang sudah ditentukan. Jika tidak, bukan tidak mungkin kamu berakhir kalap.
3. Bangun sampai tengah malam
Menurunkan berat badan juga erat kaitannya dengan jam tidur. Setelah jam 5 sore, pastikan kamu tetap siap menyambut waktu tidur. Jangan terlalu berenergi hingga bisa bangun sampai tengah malam.
Sebab bangun tengah malam sangat erat kaitannya dengan kebiasaan ngemil. Ahli gizi Melissa Mitri mengatakan, “Ketika Anda kurang terstruktur dalam waktu tidur, Anda punya lebih banyak waktu untuk ngemil entah karena bosan atau karena kebiasaan. Sebagai gantinya, atur timer setiap malam untuk mengingatkan diri Anda agar beristirahat, dan minimalkan menonton.”
Kemudian, kurang waktu tidur juga bisa membuat kamu makan lebih banyak keesokan harinya. Sebuah penelitian mengungkap mereka yang tidur malam kurang dari 7 jam, mengonsumsi buah dan sayur lebih sedikit tapi ngemil lebih banyak.
4. Tidak makan karbohidrat saat makan malam
Karbohidrat tidak boleh dicap buruk sebagai ‘penyebab gemuk’ karena sejatinya karbohidrat adalah zat gizi makro juga bagian dari pola makan bergizi seimbang. Jadi, tak ada salahnya makan karbohidrat saat makan malam.
Mitri mengungkap, “Ketika Anda tidak makan malam yang seimbang, Anda mungkin akan mengonsumsi lebih banyak kalori-dan bukan jenis yang bergizi-setelah rasa lapar Anda terbayar.” Karbohidrat sendiri penting dikonsumsi karena membuat kenyang dan merupakan bahan bakar untuk otak serta sistem saraf pusat. Konsumsinya sesuai anjuran tetap disarankan untuk jaga kesehatan.
5. Buka kulkas malam hari
Sering kali keinginan makan timbul bukan karena lapar fisik, melainkan karena stres, bosan, atau menginginkan sesuatu yang spesifik. Salah satunya juga bisa dipicu dari ketersediaan jenis makanan di kulkas rumah dan akses yang mudah untuk menjangkaunya.
Usahakan tidak buka kulkas terlalu malam karena besar kemungkinan kamu akan tergoda ngemil. Apalagi jika di dalam kulkas ada bahan makanan tak sehat yang tinggi lemak dan kalori. Usahakan juga mengisi makanan di kulkas dengan pilihan yang lebih sehat, seperti kacang-kacangan, buah, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak.
(adr/adr)
5 Tips Pola Makan Sehat untuk Jaga Kesuburan Wanita di Usia 30 Tahun
Jakarta –
Memasuki usia 30 tahun, banyak wanita mulai memperhatikan kesehatan reproduksi. Kesuburan bisa menurun secara perlahan jika pola hidup dan pola makan kurang tepat.
Selain faktor genetik, gaya hidup dan nutrisi harian memengaruhi kualitas sel telur. Mengonsumsi makanan sehat jadi salah satu cara untuk mendukung hormon reproduksi.
Stres dan kurang olahraga juga bisa memengaruhi peluang hamil. Aktivitas ringan seperti gerakan rukuk-duduk bisa membantu sirkulasi darah dan menyeimbangkan hormon tubuh.
Mempertimbangkan pola diet sehat juga patut diperhatikan untuk menjaga kesuburan wanita. Berikut tips pola makan yang bisa membantu menjaga kesuburan di usia 30 tahun.
1. Perbanyak Konsumsi Protein
Tempe bangus untuk meningkatkan kualitas sel telur. Foto: iStock |
Kunci utama untuk meningkatkan kesuburan reproduksi di usia 30 tahun adalah dengan rutin mengasup protein, baik protein hewani maupun nabati, lapor hertilityhealth.com (2/1/24).
Protein hewani seperti ayam, ikan, dan telur mendukung produksi hormon reproduksi. Protein nabati dari kacang-kacangan juga penting untuk keseimbangan tubuh.
Pastikan setiap kali makan ada sumber protein, agar tubuh mampu membentuk sel telur sehat. Kombinasikan dengan sayuran hijau untuk vitamin tambahan.
2. Pilih Lemak Sehat
Lemak sehat dari alpukat, kacang, dan minyak zaitun membantu hormon reproduksi tetap stabil. Hindari lemak trans dari makanan olahan yang bisa mengganggu kesuburan.
Omega-3 yang terkandung pada ikan salmon dan biji chia, misalnya, penting untuk kualitas sel telur. Konsumsi minimal 2-3 kali seminggu agar hormon tetap seimbang.
Sambil santai, lakukan gerakan rukuk-duduk untuk meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh menyerap lemak sehat lebih efektif.
3. Cukupi Asupan Zat Besi dan Folat
Daging merah kaya akan zat besi. Foto: iStock |
Zat besi juga penting untuk meningkatkan kesuburan di usia 30 tahun. Nutrisi tersebut bisa didapatkan dari daging merah, bayam, dan kacang lentil.
Zat besi berperan untuk mendukung siklus menstruasi yang sehat. Sementara itu, folat dari sayuran hijau penting untuk perkembangan sel telur.
Kombinasi zat besi dan folat juga mencegah anemia yang bisa mengganggu kesuburan. Konsumsi harian sesuai rekomendasi dokter atau ahli gizi.
4. Perbanyak Antioksidan
Meningkatkan kesuburan reproduksi bisa dengan rutin mengonsumsi buah-buahan yang kaya antioksidan, seperti vitamin C dan vitamin E.
Vitamin tersebut dapat meningkatkan kualitas sel telur. Kamu bisa mendapatkan asupan tersebut dari buah beri, jeruk, dan tomat.
Makan buah segar setiap pagi atau sebagai camilan dapat menyeimbangkan hormon reproduksi. Variasikan warna buah agar nutrisi lebih lengkap.
5. Pertimbangkan Karbohidrat Kompleks
Rutin makan nasi merah untuk mengasup karbohidrat kompleks. Foto: iStock |
Penting untuk menghindari gula berlebih yang bisa mengganggu kesuburan. Gula bisa didapatkan dari mengasup karbohidrat.
Karenanya pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks dari beras merah, gandum utuh, dan ubi jalar membantu hormon insulin stabil.
Karbohidrat sehat memberi energi tahan lama dan mendukung metabolisme tubuh. Konsumsi 3-4 porsi per hari sesuai kebutuhan kalori.
(raf/dfl)
Tak Perlu Obat! 5 Pola Makan Ini Bisa Bantu Hilangkan Lemak Perut
Jakarta –
Lemak visceral yang mengumpul di perut seringkali membuat seseorang tidak percaya diri. Untungnya lemak ini bisa dihempas dengan pola makan seperti ini.
Lemak visceral adalah istilah lemak yang ditemukan di daerah perut. Banyak orang ingin mengurangi jenis lemak ini karena bisa membuat tidak percaya diri dan berisiko bahaya jika menumpuk terlalu banyak.
Menurut ahli gizi Mandy Enright, RD, lemak visceral sebenarnya normal dan bisa bermanfaat untuk melindungi organ. Namun dia mencatat idealnya seseorang hanya boleh punya lemak visceral paling banyak 10% dari total lemak tubuh.
Memiliki lemak visceral terlalu banyak dikaitkan dengan risiko penyakit kronis lebih tinggi, seperti penyakit jantung, kanker, hingga diabetes tipe 2.
Ahli gizi ini menyebut lemak visceral sebenarnya lebih mudah dibakar untuk energi. Oleh karena itu, sedikit perubahan gaya hidup dapat membantu menghilangkan lemak perut ini dan mendukung tubuh lebih sehat.
Dilansir dari eatingwell.com pada Rabu, (3/9/2025), berikut 5 cara mudah menghempaskan lemak visceral di perut.
1. Konsumsi makanan anti inflamasi
Buah beri menjadi salah satu makanan anti inflamasi yang bisa rutin dikonsumsi. Foto: Ade Irma Suryani |
Menurut ahli gizi Enright, tingginya jumlah lemak tubuh telah dikaitkan dengan jumlah peradangan yang juga lebih tinggi. Sebab, sel-sel lemak melepaskan hormon pro inflamasi disebut adipokin.
Untuk itu, mengonsumsi makanan tinggi inflamasi merupakan pilihan tepat. Misalnya makan buah-buahan beri, brokoli, atau kacang-kacangan, seperti kacang kenari. Jangan lupa diimbangi dengan protein tanpa lemak, seperti daging ayam tanpa kulit atau daging sapi tanpa lemak.
2. Perbanyak asupan protein
Tetap disarankan memperbanyak asupan protein, khususnya protein tanpa lemak. Foto: Vecteezy/Ps_ Studio21 |
Protein dikenal memiliki peran dalam membangun otot dan meningkatkan rasa kenyang.
Penelitian yang disebut situs Eating Well menemukan konsumsi makanan tinggi protein dapat berkontribusi pada massa otot lebih tinggi dan mengurangi lemak tubuh. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan termogenesis atau tingkat pembakaran kalori tubuh.
Konsumsi protein juga mampu mengatur hormon untuk mengontrol rasa lapar atau nafsu makan.
Protein yang bisa dikonsumsi mulai dari daging dada ayam, ikan berlemak, seperti salmon atau tuna, telur, atau brokoli dan bayam yang juga mengandung protein dan nutrisi bermanfaat lainnya.
3. Fokus pada serat
Bisa mengonsumsi pepaya, buah yang kaya serat. Foto: Getty Images/Chatiyanon |
Serat tetap dibutuhkan oleh tubuh untuk mengurangi lemak perut. Ada cukup banyak penelitian yang menghubungkan antara konsumsi serat dan pengurangan lemak.
Serat berlimpah bisa ditemukan pada makanan nabati, seperti buah-buahan pepaya, ubi jalar, sayuran, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Serat juga bisa dipasangkan dengan protein tanpa lemak. Jangan lupa untuk minum air putih dalam jumlah banyak untuk mencegah sembelit.
4. Makan teratur
Jam makan teratur bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/spaxiax |
Pola makan teratur membantu menurunkan berat badan. Dengan sarapan, makan siang, dan makan malam pada waktu yang sama setiap hari, mampu meningkatkan penurunan berat badan.
Sebuah penelitian juga menyimpulkan mengonsumsi jumlah kalori yang sama pada waktu sama bisa membantu menurunkan berat badan yang sejalan dengan pengurangan lemak perut.
Oleh karena itu disarankan untuk makan secara teratur setiap harinya. Hal ini juga dapat mencegah rasa lapar atau makan berlebihan.
5. Olahraga teratur
Olahraga juga sangat penting untuk mengurangi lemak perut. Jika ingin hasilnya maksimal, kamu bisa melakukan kombinasi kardio dan latihan kekuatan fisik lainnya.
Ahli Enright menyarankan targetkan setidaknya 30 menit waktu olahraga setiap hari. Salah satu yang bisa mengatasi lemak perut yaitu dengan berjalan atau berlari di tanjakan.
(aqr/adr)
Hati-hati! Sering Minum Soda Bisa Memicu Kerontokan Rambut
Jakarta –
Populer digemari berbagai kalangan, minuman bersoda rupanya memiliki efek samping untuk kesehatan. Terutama bagi kesehatan rambut.
Minuman bersoda yang sehari-hari dinikmati jutaan orang kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi soda dan minuman berkarbonasi secara rutin dapat meningkatkan risiko kerontokan rambut. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Nutrition and Health oleh tim peneliti asal Portugal.
Dilansir dari Irish Star (27/08/2025), para peneliti menekankan bahwa pola makan dan asupan gizi memiliki peran penting terhadap kesehatan rambut. Vitamin D dan zat besi, misalnya, diketahui bermanfaat dalam menjaga kekuatan folikel rambut. Sementara alkohol dan minuman ringan justru tak disarankan.
Walau belum terbukti bahwa minuman soda secara langsung dapat menyebabkan rambut rontok, penelitian ini menemukan adanya keterkaitan antara konsumsi soda dengan kekurangan vitamin D.
Minuman bersoda. Foto: Istimewa |
Soda, khususnya jenis kola seperti Coke atau Pepsi, mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu metabolisme kalsium dan menurunkan kadar vitamin D. Selain itu kadar kafein yang tinggi dalam minuman ini berpotensi meningkatkan hormon kortisol, yang memicu stres.
Ditambah lagi kandungan gula berlebih pada soda dikaitkan dengan risiko gangguan peredaran darah dan peradangan, dua faktor yang dapat melemahkan folikel rambut dan memperparah kerontokan.
Penelitian sebelumnya juga pernah menyinggung hal serupa. Pada 2023, tim ilmuwan di China menemukan bahwa pria muda yang mengonsumsi minuman manis setiap hari memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami kebotakan dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Rambut rontok. Foto: Getty Images/Totojang |
Riset lain bahkan menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari 3.500 mililiter soda per minggu atau setara dengan sekitar 11 kaleng lebih rentan mengalami kerontokan, terutama pada pria. Selain meningkatkan risiko kebotakan, minuman bersoda juga disebut berdampak buruk terhadap kepadatan, pertumbuhan, ketebalan dan kilau rambut.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa kerontokan rambut tidak bisa disebabkan oleh satu faktor saja. Kebotakan berpola pada pria misalnya, bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, kondisi medis tertentu atau proses penuaan alami.
Namun mengurangi konsumsi minuman bersoda dinilai bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan rambut, sekaligus mencegah berbagai masalah kesehatan lain.
(sob/dfl)
Agar Tak Mudah Marah, Kurangi Asupan 6 Makanan Ini!
Jakarta –
Dalam kehidupan yang serba cepat, apa yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga pada suasana hati dan emosi.
Beberapa makanan mampu membuat perasaan lebih tenang dan bahagia, sementara yang lain justru bisa memicu rasa marah dan mudah tersinggung.
Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda, tetapi penting untuk memperhatikan sinyal tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi.
Dilansir dari Times of India (25/08/2025), berikut enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi suasana hati menjadi lebih buruk:
1. Makanan Olahan dan Makanan Manis
Pria sedang makan burger, makanan cepat saji Foto: Sander Dalhuisen/Unsplash |
Makanan cepat saji dan camilan manis memang memberi energi instan, tetapi efeknya hanya sementara. Setelah lonjakan energi itu, biasanya tubuh mengalami penurunan drastis yang membuat suasana hati ikut berubah.
Kandungan gula dalam makanan olahan juga bisa membuat gula darah naik turun, sehingga memicu emosi tidak stabil sehingga orang lebih mudah marah dan emosi. Menggantinya dengan makanan sehat yang minim proses pengolahan akan membantu menjaga energi lebih seimbang.
2. Kafein Berlebihan
Secangkir kopi di pagi hari menjadi rutinitas banyak orang. Namun terlalu banyak kafein bisa menimbulkan rasa gelisah, cemas, bahkan mudah marah.
Kafein juga bisa mengganggu pola tidur yang akhirnya berdampak pada tingkat stres yang memicu emosi seseorang menjadi tidak stabil. Untuk menghindari efek samping ini, batasi asupan kafein dan sesekali pilih teh herbal atau kopi tanpa kafein agar tubuh lebih rileks.
3. Minuman Beralkohol
Minuman BeralkoholFoto: ET Today/iStock |
Dalam jumlah sedikit, minuman yang mengandung alkohol mungkin memberi efek rileks dan menenangkan pada tubuh.
Namun jika dikonsumsi berlebihan, alkohol bisa mempengaruhi keseimbangan zat kimia di otak dan memicu perubahan suasana hati, termasuk rasa marah dan mudah tersinggung. Mengendalikan jumlah konsumsi minuman beralkohol penting untuk menjaga keseimbangan emosi.
4. Makanan yang Berlemak
Makanan yang tinggi lemak trans atau lemak jenuh, seperti gorengan dan makanan cepat saji, tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesehatan mental.
Lemak jenis ini dapat memicu peradangan yang berpengaruh pada fungsi otak dan akhirnya membuat suasana hati mudah terganggu. Menggantinya dengan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun akan lebih menyehatkan tubuh sekaligus pikiran.
5. Camilan Tinggi Garam
Camilan Tinggi Garam Foto: Site News |
Keripik, biskuit, atau camilan asin lainnya memang terasa nikmat, tetapi kandungan garam berlebih bisa menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat mempengaruhi tekanan darah serta suasana hati.
Pilih camilan yang lebih sehat, seperti buah segar, kacang, atau camilan dari biji-bijian utuh untuk mendukung tubuh tetap bugar dan mood lebih stabil.
6. Menu Sereal untuk Sarapan
Sereal dengan kandungan gula tinggi sering memberi energi instan di pagi hari. Namun efeknya tidak bertahan lama karena kadar gula darah akan turun drastis setelahnya. Hal ini bisa membuat tubuh lemas, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi. Pilihan yang lebih baik adalah sereal rendah gula, gandum utuh, atau sarapan dengan tambahan protein agar energi bertahan lebih lama.
Sesekali menikmati makanan yang kurang sehat tentu wajar. Namun menjaga pola makan yang seimbang dan bergizi akan membantu menciptakan tubuh yang lebih sehat sekaligus suasana hati yang lebih tenang.
Dengarkan tubuh, perhatikan reaksi tubuh setelah makan, dan pilihlah makanan yang benar-benar memberi kebaikan bagi fisik maupun mental.
(sob/dfl)
4 Rahasia Panjang Umur Orang Tertua di Dunia yang Capai 100 Tahun
Jakarta –
Panjang umur menjadi dambaan setiap manusia. Untuk mencapainya, tentu saja pola makan sehat menjadi penunjang, seperti yang disebutkan oleh orang tertua di dunia ini.
Sebagian orang di beberapa negara memiliki usia panjang, bahkan melampaui 100 tahun. Seperti di Amerika Serikat ada sekitar 0,03 persen dari populasinya yang berusia 100 tahun, menurut analisis dari Pew Research Center.
Dilansir dari Business Insider (14/12), kebanyakan mereka yang dikaruniai umur panjang melakukan pola hidup yang sehat, termasuk asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Setidaknya 8 orang tertua di dunia mengungkapkan jika mereka menyukai makanan segar, memasak di rumah, dan lainnya.
Berikut 4 pola makan yang bikin panjang umur:
1. Mengonsumsi makanan segar
Mereka yang berusia 100 tahun mengungkapkan kalau makanan yang dikonsumsi biasanya segar. Mereka juga membatasi konsumsi daging merah, seperti yang dilakukan oleh Deborah Szekely (102) yang telah menjalani pescatarian (pola makan vegetarian dan seafood).
Pearl Taylor (102) yang tinggal di Dayton, Ohio juga mengatakan kalau dirinya rutin mengonsumsi makanan vegetarian dan hanya mengonsumsi daging sesekali. Ia juga rutin mengonsumsi jus hijau yang terbuat dari lidah buaya, seledri, peterseli, jahe, dan air putih yang ditambahkan Splenda (pemanis nol kalori).
Orang tertua kedua di New York, Louise Jean Signore (112 tahun) juga diketahui menjalani diet Mediterania. Pola makan tersebut kaya akan makanan utuh, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.
2. Masak di rumah
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Umur yang panjang juga bisa diraih dengan memasak makanan yang dikonsumsi di rumah. Jadi, tak membeli makanan di luar rumah yang biasanya mengandung banyak lemak dan tak jelas kandungan nutrisinya.
Kakek William berusia 101 tahun dari Toronto, Kanada mengungkapkan kalau dirinya lebih suka memasak di rumah. Ia kerap memasak ikan sarden yang menjadi rahasia panjang umurnya.
Jack Van Nordheim (101) juga diketahui tak menyukai makanan cepat saji. Ia lebih menyukai makanan rumahan, seperti ayam rebus.
Diketahui bahwa mengonsumsi makanan rumahan menandakan orang makan lebih sedikit makanan olahan. Makanan olahan ini banyak dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti depresi, diabetes tipe-2, dan penyakit kardiovaskular.
Tips panjang umur lainnya bisa disimak di halaman berikut…
3. Makan secukupnya
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Yumi Yamamoto, seorang yang bekerja di LongeviQuest, organisasi yang memverifikasi usia para supercentenarian (orang yang hidup lebih dari 100 tahun) mengatakan bahwa mereka mengikuti prinsip ‘hara hachi bu’. Prinsip tersebut berarti mereka makan hingga 80 persen kenyang.
Nenek buyut Yamamoto, Shigeyo Nakachi, adalah orang tertua kedua di Jepang hingga ia meninggal pada tahun 2021. Yamamoto mengatakan Nakachi tidak pernah makan berlebihan.
Begitu juga dengan Martin McEvily (108), pria tertua di Irlandia ini juga menerapkan pola makan dengan ‘makan secukupnya’. Pola makan ini ia terapkan semasa hidupnya.
4. Manjakan Diri
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Memanjakan diri sendiri juga masuk ke dalam pola makan yang diterapkan oleh orang-orang tertua di dunia. Mereka juga tetap menikmati makanan yang sangat disukai. Seperti halnya Jack Van Nordheim yang masih menikmati camilan berupa dark chocolate setiap hari.
Kane Tanaka (119) yang tercatat sebagai orang tertua kedua dalam sejarah juga diketahui memanjakan dirinya dengan minum Cola setiap hari. Deborah Szekely yang sesekali menikmati es krim dan kopi sebagai bentuk memanjakan dirinya.
Konsep memanjakan diri ini disetujui oleh ahli gizi. Nichola Ludlam-Raine, seorang ahli gizi menjelaskan bahwa memasukkan camilan dapat membuat pola makan sehat lebih berkelanjutan. Ia juga sempat mempromosikan diet 80/20, yaitu makan makanan sehat selama 80% waktu dan membiarkan diri makan apa yang disukai pada 20% waktu tersisa.
(yms/adr)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Ini Cara Mudah Hindari Ngidam Makanan Berlebihan Saat Diet Jakarta – Salah satu rintangan terberat saat diet adalah rasa ngidam untuk mengonsumsi makanan tertentu. Ahli diet ini bagikan cara mudah untuk menghindarinya. Proses penurunan berat badan atau diet bisa dibilang cukup sulit bagi sebagian besar orang yang susah untuk mengontrol nafsu makan. Karena sering kali orang makan berlebihan tanpa mereka sadari sama sekali. Banyak orang yang ingin diet tapi mengaku tak bisa berhenti makan bahkan ngidam makanan secara terus menerus. Hal ini bisa dibilang normal karena fase ini cukup sering dialami banyak orang.
Dilansir dari Mirror UK (18/12), salah satu ahli diet bernama Shayne Rowland kerap membagikan tips diet lewat akun TikTok miliknya @proflex.health. “Ketika sedang ngidam makanan, biasanya ini terjadi karena tubuh kita mengirimkan sinyal untuk memberitahu kita bahwa mungkin ada sesuatu yang kurang,” jelas Shayne. “Ini bisa jadi pertanda bahwa tubuh kurang tidur atau istirahat. Kita tahu bahwa ketika tubuh kurang tidur, akan menghasilkan hormon bernama ghrelin. Hormon ini bisa meningkatkan hormon lapar pada tubuh, sehingga kita merasa lapar dan ngidam makanan tertentu,” tutur Shayne.
Lebih lanjut Shayne menambahkan faktor yang sering memicu rasa ngidam adalah karena tubuh kita kekurangan cairan atau sedikit dehidrasi. “Mungkin sebenarnya kita tidak merasa lapar tapi hanya butuh minum air putih saja. Karena sedikit saja tubuh mengalami dehidrasi bisa disalah artikan sebagai rasa lapar yang kemudian memicu ngidam makanan,” ungkapnya. Agar rasa ngidam hilang saat diet, Shayne menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, vitamin dan mineral untuk tubuh. Termasuk menyantap makanan yang kaya akan protein sehingga orang tidak mudah merasa lapar.
Rasa ngidam makanan bisa muncul walau sebenarnya tidak berkaitan pada makanan sama sekali. Sehingga Shayne menyarankan istirahat yang cukup. “Jadi kalau kalian mengalami ngidam makanan tertentu, pastikan kalian meninjau hal-hal ini dulu sebelum memutuskan untuk langsung makan,” pungkasnya. Di akhir video, Shayne menambahkan bahwa tidak masalah sesekali ngemil saat diet asal porsinya tidak berlebihan. (sob/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Stop! 7 Mitos Populer Tentang Makanan yang Keliru dan Tak Perlu Dipercaya Jakarta – Tak semuanya mitos seputar makanan dan nutrisi benar adanya. Banyak mitos yang menyesatkan dan justru membawa efek samping untuk tubuh. Dilansir dari DailyMailUK (24/07/2025), menurut Lynne Murphy, ahli gizi dari Nutri Lean Inggris, banyak orang terus-menerus dibanjiri informasi makanan dan nutrisi yang saling bertentangan. Sayangnya banyak mitos makanan populer yang justru keliru dan sering membuat orang terkecoh. “Tidak ada rumus yang cocok untuk pola makan semua orang. Apa yang berhasil bagi satu orang bisa berdampak buruk bagi yang lain,” jelasnya. Faktor usia, aktivitas, kondisi kesehatan, hingga genetik, semuanya mempengaruhi respons tubuh terhadap makanan.
Jadi pola makan jangka panjang seperti apa yang sebaiknya diikuti? Murphy menyarankan untuk kembali ke dasar, perbanyak makan sayur, hindari makanan olahan dan perhatikan bagaimana tubuh merespons makanan. Murphy juga mengungkap tujuh mitos seputar makanan yang sering dipercaya oleh banyak orang. Mulai dari mitos jangan makan lemak dan karbohidrat saat diet, sampai mitos seputar gula dan jus buah. Berikut ini 5 mitos makanan yang tak lagi perlu dipercaya: 1. Lemak Itu Buruk
Banyak orang masih percaya lemak adalah musuh utama dalam menurunkan berat badan. Namun menurut Murphy, anggapan ini tidak hanya keliru tetapi juga bisa membahayakan kesehatan. “Menghindari semua jenis lemak justru salah satu hal terburuk untuk tubuh” jelasnya. Lemak sehat yang berasal dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun sangat penting. Lemak sehat memberikan energi lebih banyak daripada karbohidrat dan protein, serta mendukung fungsi otak. Pada wanita, lemak sehat juga membantu produksi hormon yang sehat. Murphy menekankan yang perlu dibatasi adalah lemak trans dan lemak jenuh berlebihan, seperti yang ditemukan dalam kue, gorengan, dan makanan olahan. “Jenis-jenis lemak inilah yang meningkatkan kolesterol jahat dan risiko penyakit jantung serta stroke,” jelasnya. 2. Makanan Bebas Gluten Lebih SehatAda kecenderungan orang untuk membeli semua produk makanan bebas gluten karena dianggap lebih sehat. Namun Murphy mengingatkan bahwa anggapan ini bisa menyesatkan dan berdampak buruk bagi berat badan. “Kecuali seseorang memiliki penyakit celiac atau alergi dan sensitif pada gluten, makanan bebas gluten tidak otomatis lebih sehat,” ujarnya. Produk pengganti gluten sering kali justru mengandung lebih banyak gula, kalori dan bahan tambahan untuk meniru rasa serta tekstur makanan normal. Murphy menambahkan, “Saya sering melihat orang beralih ke biskuit gluten-free karena merasa itu pilihan yang sehat, padahal justru mengandung lebih banyak kalori dan gizi yang lebih rendah daripada versi biasa. Kalau tidak perlu, tetap konsumsi yang biasa saja, itu lebih baik untuk tubuh dan berat badan.” tuturnya. 3. Jus Membantu Detox
Banyak orang menjadikan jus buah sebagai alasan ‘detoks’ atau untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Sayangnya ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang. “Hati dan ginjal seseorang sudah sangat efektif membersihkan tubuh dari racun. Orang-orang tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli jus mahal,” jelas Murphy. Selain itu yang lebih merugikan, proses juicing atau jus justru menghilangkan serat bermanfaat dari buah dan sayur, belum lagi kandungan gula tambahan di dalamnya. “Saat seseorang membuat jus apel, yang diminum pada dasarnya adalah air gula rasa apel, tanpa serat yang biasanya memperlambat penyerapan gula,” kata Murphy. Akibatnya terjadi lonjakan gula darah yang drastis, yang jika terjadi berulang dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. 4. Karbohidrat Bikin GemukBanyak orang menjalani diet ketat dan menyingkirkan semua jenis karbohidrat seperti roti dan pasta. Padahal menurut Murphy, ini adalah kesalahpahaman besar. “Karbohidrat bukanlah musuh. Penambahan berat badan terjadi ketika seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar, tidak peduli apakah kalorinya berasal dari karbohidrat, protein, atau lemak.” jelasnya. Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, terutama saat aktivitas fisik meningkat. Masalahnya bukan pada karbohidrat itu sendiri, melainkan pada jenis dan jumlah yang dikonsumsi. “Pilihlah karbohidrat utuh seperti roti gandum, bukan versi roti putih yang sudah jadi makanan olahan. Selain memberi energi, Anda juga akan mendapatkan manfaat serat, pencernaan yang lebih baik, dan kadar kolesterol yang lebih stabil,” katanya. 5. Gula Alami Lebih Baik daripada Gula Biasa
Banyak orang berpikir bahwa gula alami dianggap lebih sehat dari gula atau pemanis tambahan. Menurut Murphy, pernyataan itu menyesatkan. “Memang sumber gula alami sering disertai serat dan nutrisi tambahan, tetapi tubuh setiap orang tetap memproses gula dengan cara yang sama, terlepas dari asalnya,” jelasnya. Baik gula alami dari madu maupun apel, semuanya tetap memicu kenaikan kadar gula darah seperti halnya gula putih. “Banyak orang berpikir mereka bisa makan pemanis alami sebanyak mungkin, padahal tubuh tidak bisa membedakan antara madu dan gula putih setelah dicerna,” katanya. ” Menurutnya kedua jenis gula ini tetap membawa risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. 6. Pengaruh Pola Makan pada MetabolismeBeberapa orang meyakini bahwa makan dengan porsi sesikit tapi sering dapat menjaga metabolisme tetap aktif. Namun menurut Murphy, ini hanyalah mitos yang sudah lama dibantah secara ilmiah. “Gagasan bahwa makan sering bisa membuat metabolisme lebih aktif ini sudah terbukti keliru. Metabolisme Anda tidak akan melambat secara signifikan hanya karena seseorang tidak makan setiap beberapa jam sekali ,” lanjutnya. Faktanya beberapa orang justru merasa lebih baik dengan pola makan yang lebih jarang namun lebih besar porsinya. “Tubuh seseorang mampu bertahan beberapa jam tanpa makan tanpa mengalami penurunan fungsi metabolisme. Yang penting adalah makan saat benar-benar lapar dan menikmati makanan yang bernutrisi dan gizi seimbang,” saran Murphy. 7. Makanan Rendah Lemak Lebih Sehat
Seperti anggapan tentang gluten-free, banyak yang mengira produk makanan rendah lemak selalu lebih sehat. Padahal Murphy menyebutkan ketika lemak dihilangkan dari makanan, produsen seringkali menambahkan gula, garam, atau bahan buatan agar tetap terasa enak. “Ini bisa membuat makanan versi rendah lemak justru lebih buruk daripada versi aslinya,” jelasnya. “Yoghurt rendah lemak yang penuh dengan gula tambahan justru tidak memberikan manfaat seperti yoghurt penuh lemak tanpa pemanis.” sambungnya. Intinya tidak semua label makanan rendah lemak berarti lebih sehat. Namun yang perlu dilakukan adalah membaca label dengan teliti sebelum membelinya. (sob/dfl) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective
|


























