Tag: pola makan sehat

  • Ternyata Ini 5 Pola Makan Orang Jepang yang Bikin Sehat dan Ramping


    Jakarta

    Orang Jepang terkenal banyak yang berumur panjang, sehat, dan memiliki berat badan ideal. Ternyata kondisi itu dicapai dengan pola makan sehat seperti ini.

    Pola makan orang Jepang yang sehat membuat mereka memiliki kondisi tubuh yang bugar. Bonusnya, banyak wanita Jepang juga memiliki berat badan ideal yang menunjang penampilan dan aktivitas mereka.

    Makanan orang Jepang tak cuma sushi. Mereka juga mengonsumsi berbagai makanan mulai dari ikan, rumput laut, sayuran, kedelai, nasi, buah, dan teh hijau.


    Mereka terbiasa menjalani pola makan yang dibarengi dengan pola hidup sehat dan seimbang.

    Jepang juga punya banyak musim. Orang Jepang biasanya menyesuaikan pola makan sesuai musim. Cuaca adalah faktor yang paling penting.

    Untuk musim dingin, orang jepang makan daging, ikan, dan sup panas. Sedangkan musim panas, mereka lebih memilih untuk makan sup dingin, makanan laut, ramen dingin, dan salad.

    Meski terkenal dengan makanan praktisnya, orang Jepang cenderung menghindari makanan berkalori tinggi dan makanan cepat saji.

    Berikut beberapa rahasia pola makan sehat orang Jepang, melansir Bright Side:

    1. Masak makanan dengan cara sehat
    Kebiasaan makan yang bikin berat badan wanita Jepang tetap ideal terletak pada metode memasak yang diterapkan. Mereka menggunakan cara masak yang tradisional.

    Sebagian besar dari mereka memasak dengan cara merebus, memanggang, mengukus, atau menggoreng dengan sedikit minyak.

    Metode di atas dipercaya bisa mempertahankan kandungan nutrisi dari makanan yang diolah.

    Wanita Jepang cukup berhati-hati menambahkan rempah-rempah untuk menjaga makanan tetap ringan tanpa membebani perut, hati, dan ginjal.

    2. Makan porsi secukupnya
    Makan di Jepang disebut-sebut seperti ritual. Orang Jepang makan dengan perlahan, melahap lauk dengan potongan-potongan kecil, dan alat makan serta piring yang digunakan juga kecil.

    Mereka senang mempertahankan rasa alami dari bahan yang digunakan. Itu lah mengapa mereka jarang ‘menghias’ makanan.

    Setiap lauk yang ada punya piringnya masing-masing. Isi lauk di piring juga tidak penuh. Hal ini dilakukan untuk mencegah mereka makan berlebihan.

    3. Lebih pilih nasi dibanding roti

    Rahasia Umur Panjang, Orang Jepang Sarapan Menu Sehat IniFoto: Site/iStock


    Nasi menjadi bagian penting di setiap makanan. Nasi dimasak tanpa garam atau mentega.

    Dengan demikian, minimnya konsumsi makanan bertepung membantu mereka menjaga bentuk tubuh tetap ideal.

    4. Mengutamakan sarapan

    menu sarapan orang jepangmenu sarapan orang jepang Foto: iStock

    Sarapan adalah waktu paling penting dalam sehari untuk makan. Makanan utama mereka terdiri dari beberapa hidangan. Biasanya ada ikan, nasi, omelet, sup miso, hidangan kedelai dengan sayuran, rumput laut, dan teh.

    5. Tidak makan manis untuk tutup santapan
    Makanan penutup adalah momen yang ditunggu-tunggu. Namun, tidak untuk orang Jepang.

    Saking ketatnya, mereka mengonsumsi es krim yang terbuat dari beras (mochi). Biasanya mereka makan makanan rendah lemak dan rendah gula untuk hidangan penutup.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Kebiasaan Makan yang Bikin Tubuh Orang Jepang Selalu Ideal dan Sehat”

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Setelah Makan Makanan Ini, Hindari untuk Langsung Minum Air Putih

    Jakarta

    Minum air putih memang penting dan menawarkan banyak manfaat bagi tubuh. Setelah mengkonsumsi makanan biasanya kita langsung minum air, bukan?

    Hal itu akan membantu tubuh dalam memproses makanan di pencernaan. Namun, ada klaim untuk menghindari minum air putih setelah mengkonsumsi beberapa makanan tertentu.

    Pasalnya, hal itu bisa menyebabkan rasa tak nyaman di perut. Lantas apa saja makanan yang dimaksud? Simak penjelasannya berikut ini.


    Hindari Minum Air Putih Setelah Konsumsi Makanan Ini

    Dilansir dari laman Times of India berikut merupakan beberapa makanan yang diklaim perlu dihindari konsumsinya bersamaan dengan minum air putih:

    1. Makanan Berlemak

    Minum banyak air setelah makanan makanan tinggi lemak, akan menyebabkan perut terasa berat dan kembung. Hal ini tentu membuat rasa tidak nyaman pada perut.

    2. Makanan Pedas

    Minum air langsung setelah makan makanan yang sangat pedas, konon akan menyebarkan rasa panas ke sekitar mulut. Sehingga, hal ini justru memperparah sensasi terbakar sekaligus membuat kembung dan ketidaknyamanan secara tiba-tiba.

    3. Soda atau Minuman Berkarbonasi

    Bagi sebagian orang, minum soda atau air berkarbonasi setelah makan akan menyebabkan kembung. Selain itu, konsumsi ini juga menyebabkan rasa kenyang dan gangguan pencernaan.

    4. Makanan Berat

    Minum air putih setelah makan berat akan membuat rasa kenyang yang tak nyaman. Lebih baik jangan berlebihan meminum air putih segera setelah memakannya.

    Apakah Baik Minum Air Putih Sebelum Makan?

    Walaupun ada klaim yang menyebut untuk menghindari minum air putih setelah konsumsi makanan yang disebutkan di atas, akan tetapi tidak ada penyertaan penelitian ilmiah yang mendukung klaim tersebut. Sehingga, larangan tersebut tidak mutlak perlu dihindari.

    Dikutip dari laman Healthline, dijelaskan bahwa air baik dikonsumsi saat atau sebelum makan. Pasalnya, cairan berperan penting dalam proses pencernaan.

    Berbicara tentang minum cairan saat makan, sejatinya hal ini bisa didasarkan keputusan pribadi masing-masing.

    Jika dirasa mengkonsumsi cairan bersama makanan akan terasa menyakitkan, sehingga membuat merasa kembung atau memperburuk refluks lambung, namun tetaplah minum air sebelum atau di antara waktu makan.

    Sejatinya, tidak ada bukti bahwa kita harus menghindari minum saat makan. Sebaliknya, minuman yang dikonsumsi saat sebelum atau selama makan bisa melancarkan pencernaan dan menghasilkan hidrasi yang optimal.

    Selain itu, ia juga memeriksa sinyal makan sehingga bisa membuat kenyang. Sehingga membantu dalam menurunkan berat badan.

    Dalam studi tahun 2009 oleh Elizabeth A Dennis, dkk., dari Department of Human Nutrition, Foods and Exercise, Virginia, USA, hasil penelitian selama 12 minggu menunjukkan peserta yang minum 17 ons (500 ml) air sebelum makan, telah kehilangan 4,4 pon (2 kg) lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak.

    Penelitian bertajuk Water-Induced Thermogenesis tahun 2003 yang dilakukan Michael Boschmann, dkk., Medical Faculty of the Charité, Jerman, juga mengungkapkan bahwa minum air membantu dalam mempercepat metabolisme sekitar 24 kalori untuk setiap 17 ons (500 ml) yang dikonsumsi.

    Minum air (bukan minuman yang memiliki kalori) saat makan bisa membantu mengatur nafsu makan, mencegah makan berlebihan, serta mendorong penurunan berat badan. Sebagai catatan, air putih merupakan pilihan yang paling sehat.

    (khq/inf)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet


    Jakarta

    Selain sehat dan memiliki banyak manfaat untuk tubuh, beberapa makanan ini terkenal sebagai makanan rendah kalori yang cocok untuk diet.

    Tak hanya saat diet atau proses penurunan berat badan saja, menghitung kalori harian juga berguna untuk memastikan apakah asupan nutrisi seseorang sudah terpenuhi.

    Ada beberapa sayuran yang tinggi kalori dan bisa menghambat proses penurunan berat badan seperti labu, kentang sampai ubi jalar. Akan tetapi ada juga sayuran yang nyaris nol kalori, karena kandungan kalorinya sangat rendah.


    Tentunya beberapa jenis sayuran ini sangat cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet atau ingin mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

    Dilansir dari Times of India (05/06), berikut 5 makanan yang nyaris nol kalori:

    1. Timun

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Timun merupakan salah satu jenis sayuran rendah kalori yang kaya manfaat bagi tubuh. Dalam setiap 100 gram timun, hanya terdapat sekitar 16 kalori sehingga ideal bagi mereka yang ingin menjaga berat badan. Kandungan utama timun adalah air, disertai sejumlah nutrisi penting yang mendukung fungsi tubuh tanpa menambah asupan kalori secara signifikan.

    Rutin mengkonsumsi timun dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari membantu melancarkan sistem pencernaan, mencegah dehidrasi, hingga mendukung proses pembakaran lemak tubuh.

    Timun juga fleksibel untuk dikonsumsi, baik sebagai pelengkap hidangan utama maupun sebagai camilan sehat yang membantu menekan keinginan makan berlebih ketika sedang diet.

    2. Tomat

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Tomat merupakan salah satu makanan rendah kalori yang kaya akan manfaat kesehatan. Dalam 128 gram tomat, hanya terdapat sekitar 22 kalori.

    Selain rendah kalori, tomat juga mengandung berbagai nutrisi alami yang bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi tomat secara rutin dikaitkan dengan peningkatan kesehatan kulit serta membantu proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh.

    Bagi mereka yang sedang menjalani program diet, tomat dapat membantu mencegah lonjakan kadar kolesterol dan tekanan darah, sekaligus memberikan asupan gizi tanpa menambah beban kalori yang berlebih.

    3. Kol

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Kol merupakan sayuran berlapis dengan tekstur renyah yang sering dijadikan lalapan di banyak makanan di Indonesia. Sayuran yang rasanya enak ini ternyata menyimpan beragam manfaat kesehatan yang lebih dari sekadar pelengkap makanan saja.

    Dalam 89 gram kol segar, hanya terkandung sekitar 22 kalori. Takarannya tersebut setara dengan satu mangkuk kecil atau seperti lalapan pelengkap makan.

    Kandungan serat dan potasium dalam kol berperan dalam mendukung proses pembakaran lemak tubuh secara lebih efisien. Selain itu, kol juga mudah diolah dalam berbagai hidangan, mulai dari isian sandwich, hingga pelengkap sup yang cocok menjadi menu diet.

    4. Brokoli

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Brokoli dikenal sebagai sayuran yang kaya akan antioksidan dengan kemampuan membantu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Brokoli juga mengandung serat dan fitonutrien yang bermanfaat untuk melancarkan sistem pencernaan serta membantu mengendalikan berat badan.

    Sayuran ini juga menjadi sumber protein nabati yang cukup tinggi, sehingga sangat disarankan untuk dikonsumsi secara rutin, khususnya bagi para pelaku diet vegan.

    Dalam 100 gram brokoli, hanya terdapat sekitar 34 kalori. Takaran tersebut setara dengan seporsi brokoli yang ditumis atau menjadi pelengkap untuk salad.

    5. Bayam

    Catat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk DietCatat! 5 Makanan Sehat Nyaris Nol Kalori yang Cocok Untuk Diet Foto: Site Culinary/Visual

    Banyak ahli kesehatan yang menyebutkan bahwa hampir semua jenis sayuran hijau memang bagus untuk menu sarapan, sekaligus untuk menu diet sehat tanpa menyiksa. Salah satunya yang paling mudah ditemukan adalah bayam.

    Selain mudah ditemukan dan harganya yang relatif murah, bayam ini bisa diolah menjadi beragam masakan. Bahkan dibuat jadi jus, smoothies atau sayur kuah bening untuk sarapan enak.

    Sayuran hijau yang satu ini terkenal sebagai makanan sehat dengan segudang manfaat. Bayam mengandung kalsium, vitamin A, potassium. Bayam berguna untuk meningkatkan metabolisme pada tubuh, yang penting dalam proses penurunan berat badan.

    Selain itu bayam sangat rendah kalori, per 100 gram bayam kisaran kalorinya sekitar 23-26 kalori saja. Bayam dapat diolah menjadi menu omelet untuk sarapan yang lebih bergizi dan sehat.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Tips Pola Makan Sehat ala Jepang yang Bikin Panjang Umur 100 Tahun


    Jakarta

    Orang Jepang dikenal memiliki pola makan sehat yang membuat mereka berumur panjang. Bahkan orang Jepang dapat mencapai usia hingga 100 tahun!

    Salah satu negara yang penduduknya terkenal banyak panjang umur adalah Jepang. Umur harapan hidup orang di sana pada tahun 2019 mencapai 90 tahun. Ada 2,31 juta orang di sana yang berhasil hidup mencapai angka tersebut.

    Di dalam laporan yang sama, lebih dari 71 ribu orang di Jepang disebut sebagai centenarian alias orang yang berumur lebih dari 100 tahun. Tentu ada rahasia pola makan dan kebiasaan yang dilakukan orang Jepang sehingga bisa panjang umur.


    Orang-orang mengenal rahasia ini sebagai diet Jepang. Beberapa bahan makanan sehat diketahui rutin dikonsumsi orang Jepang. Mulai dari seafood, kacang kedelai, makanan fermentasi, teh, dan ikan.

    Berikut 7 tips pola makan sehat ala Jepang yang bikin panjang umur hingga bisa mencapai 100 tahun:

    1. Makan pelan-pelan

    Orang Jepang terbiasa mengunyah makanan hingga sempurna dan makan pelan-pelan. Kebiasaan ini juga membuat mereka punya lebih banyak waktu untuk berkomunikasi bersama keluarga atau teman-teman sambil makan.

    Dari sisi kesehatan, mengunyah makanan dengan sempurna sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.

    2. Batasi porsi makan

    Ilustrasi Makan SehatIlustrasi Makan Sehat Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227

    Di Jepang, orang-orangnya percaya bahwa makan berlebihan tidak bagus. Mereka tidak rakus dan menganggap makanan dimakan untuk mengisi perut, bukan memuaskan selera.

    Tak heran, kalau orang-orang Jepang makan makanan mereka di piring yang lebih kecil. Cara ini bisa membuat mereka merasa lebih cepat kenyang dan tidak tergoda menambah asupan kalori.

    3. Rutin minum matcha

    Rahasia panjang umur orang Jepang selanjutnya adalah rutin minum matcha. Mereka menjadikan teh hijau ini sebagai minuman sehari-hari.

    Matcha diketahui punya sejuta manfaat sehat. Kandungan antioksidannya yang sangat kuat bisa menyehatkan tubuh sekaligus menjaga kecantikan kulit.

    4. Rajin sarapan

    Beberapa pola diet tak menganggap penting kebiasaan sarapan. Faktanya orang-orang Jepang yang berumur panjang adalah mereka yang tak melewatkan sarapan.

    Orang Jepang meyakini sarapan adalah waktu makan terpenting harian. Biasanya mereka menyantap menu sarapan lengkap, terdiri dari nasi putih atau bubur dengan ikan panggang sebagai lauknya. Ada juga pendamping sup miso. Dengan menyantap sarapan yang lengkap, mereka akan terhindar dari keinginan ngemil di siang harinya.

    5. Makan sampai 80% kenyang

    Orang Jepang punya prinsip makan yang terkenal, hara hachi bun me. Artinya mereka hanya akan makan sampai 80% kenyang. Mereka menghindari makan terlalu banyak.

    Orang Jepang tidak suka kebiasaan makan berlebih dan mereka akan berhenti makan ketika sudah merasa kenyang.

    6. Tak banyak makan dessert

    Rasa dessert atau cake yang manis memang menggugah selera, tapi orang Jepang tak makan dessert banyak-banyak. Mereka lebih suka mengonsumsi makanan yang gurih.

    7. Konsumsi banyak kedelai

    Jepang punya natto, olahan kedelai fermentasi yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh warganya. Mereka juga mengonsumsi banyak olahan kedelai lainnya seperti miso, tofu, dan susu kedelai.

    Kedelai sendiri merupakan jenis kacang sehat yang kaya manfaat. Kedelai mampu memasok energi sekaligus membangun otot. Tak hanya itu, kedelai bantu menyeimbangkan hormon dan membantu proses penurunan berat badan.

    Artikel ini sudah tayang di detikfood dengan judul “10 Rahasia Pola Makan Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur”

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Pedas Bikin Panjang Umur! Begini Penjelasan Ahli


    Jakarta

    Siapa sangka, rahasia umur panjang ada di balik rasa pedas makanan favorit. Makanan pedas yang mengandung cabai ternyata berkhasiat dan bikin panjang umur.

    Bukan sekadar pemuas selera, makanan pedas ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan yang sudah dibuktikan oleh sejumlah penelitian.

    Mulai dari bantu mengontrol berat badan, menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, sampai memberi efek positif bagi suasana hati dan sistem pencernaan.


    Dilansir dari Fox News, Jumat (04/07/2025), Bryan Quoc Le, PhD, seorang ilmuwan pangan dari Mendocino Food Consulting, mengungkapkan senyawa bernama capsaicin yang merupakan sumber rasa pedas dalam cabai punya efek luar biasa.

    Menurutnya capsaicin bisa mengubah komposisi bakteri dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri baik, dan menekan bakteri jahat. Sehingga tubuh dipicu untuk memproduksi asam amino triptofan yang kemudian menghasilkan serotonin, zat kimia yang berperan penting untuk mengatur mood, tidur, dan sistem pencernaan.

    Makan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat KesehatanMakan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Tak perlu menyantap makanan pedas ekstrem, Le bilang menambahkan sedikit rasa pedas pada makanan sudah cukup. Dosis kecil capsaicin, sekitar 0,01% dari makanan sehari-hari cukup memberi efek positif tanpa bikin perut melilit.

    Salah satu cara paling mudah menikmatinya adalah dengan menambahkan saus sambal ke dalam makanan. Le menyarankan untuk menambahkannya pada hidangan gurih seperti semur, ayam panggang, taco, atau masakan berbahan dasar daging lainnya. Asal saus sambal itu harus menyatu dengan rasa makanan, bukan malah mendominasi.

    Buat yang belum terbiasa makan pedas, tak perlu langsung memaksakan diri menyantap makanan super pedas. Menyesuaikan ketahanan lidah dan perut terhadap rasa pedas juga perlu diperhatikan, mulai dari yang pedasnya lebih ringan.

    Soal makanan pedas, bukan hanya ilmu modern yang bicara. Ken Grey, praktisi pengobatan tradisional dari Florida, Amerika, juga percaya bahwa makanan pedas punya peran besar untuk usus halus dan jantung.

    Makan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat KesehatanMakan Pedas dalam Porsi yang Sesuai Punya Banyak Manfaat Kesehatan Foto: Ilustrasi iStock

    Ia mengatakan makanan dan rempah pedas seperti cabai, jahe, kayu manis, cengkeh, dan bawang putih bisa membantu melancarkan sirkulasi darah, mempercepat metabolisme, dan mendukung kesehatan pencernaan serta jantung. Bahkan menurutnya bumbu pedas juga bisa membantu proses penurunan berat badan.

    Tapi seperti hal lainnya, kuncinya tetap ada pada keseimbangan. Grey mengingatkan agar orang-orang tidak berlebihan mengonsumsi makanan pedas.

    Kalau terlalu banyak, tubuh bisa bereaksi negatif mulai dari batuk, perut perih, asam lambung naik, diare, sampai sakit kepala. Jadi walaupun cabai memang sehat, bukan berarti bisa disantap semaunya.

    Ia juga menyoroti bagaimana budaya-budaya di dunia telah lama mengandalkan cabai dan rempah sebagai bagian dari pola makan sehat. Di Meksiko dan Guatemala, misalnya, cabai membantu penyerapan zat besi dari makanan berbasis jagung.

    Di Asia, cabai dipakai karena sifat antimikrobanya yang bisa melawan parasit. Sementara di Indonesia, cabai sudah menjadi bumbu wajib dalam berbagai masakan mulai dari sambal, semur sampai olahan seafood.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Diet Tradisional Lebih Sehat buat Usus, Orang Papua Jadi Contohnya


    Jakarta

    Banyaknya pola diet modern kini diyakini berkhasiat. Faktanya diet tradisional justru lebih menyehatkan usus.

    Kini bukan hal yang sulit untuk menemukan informasi diet sehat di internet. Berbagai jenis dan pola diet dapat ditemukan dengan mudah.

    Namun diet tidak bisa dilakukan sembarangan. Apalagi jika nekat melakukan diet ekstrem yang memaksa tubuh untuk terus kelaparan.


    Dilansir dari laman University of Alberta, Kamis (13/3), ada satu pola diet yang dianggap lebih sehat daripada diet lain. Penelitian berskala internasional yang dilakukan peneliti dari University of Alberta, Kanada menemukan keunggulan diet dengan cara tradisional.

    makanan untuk kulit putih alamiPola diet sehat dengan tinggi serat dari bahan makanan alami lebih dianjurkan ilmuwan. Foto: iStock

    “Kami telah berhasil menemukan intervensi diet yang membuat peningkatan signifikan pada mikrobioma usus dan mengurangi risiko diabetes serta penyakit jantung,” ungkap Annissa Armet selaku asisten pemimpin penelitian dari Faculty of Agricultural, Life & environmental Sciences (ALES).

    Diet tradisional yang dimaksud merujuk pada konsumsi makanan utuh, alami, dan tinggi serat. Makanan-makanan kemasan yang banyak ditemukan, dan yang dianggap sehat sekalipun, dinilai memiliki kadar serat yang rendah.

    Sehingga mikrobioma pada usus kurang mendapatkan asupan nutrisi yang memadai. Jika dilakukan dalam jangka panjang, pola makan seperti ini dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit kronis.

    Dalam penelitian tersebut, para peneliti memfokuskan temuan mereka terhadap pengaruh bakteri Limosinlactobacillus reuteri. Bakteri yang dimaksud memiliki khasiat yang banyak untuk menjaga kesehatan usus.

    Sayuran dan Biji-bijian.Makanan seperti biji-bijian dan tinggi serat terbukti lebih menyehatkan usus. Foto: Pvrproductions/Freepik

    Salah satu pola diet yang diamati sebagai contoh diet tradisional ialah pola makan masyarakat di Papua Nugini. Ditemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan tinggi serat memiliki jumlah keragaman bakteri yang lebih tinggi pada ususnya.

    “Pada penelitian terakhir kami ditemukan bukti bahwa mereka (orang di Papua) memiliki lebih banyak ragam mikrobioma, diperkaya dengan bakteri yang berkembang dari asupan makanan berserat, dengan kadar inflamasi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pola diet orang Barat,” Jens Walter, professor University College Cork, menjelaskan.

    Adapun makanan-makanan tinggi serat yang disarankan ialah seperti kacang-kacangan, ubi, nasi, timun, kol, kacang polong, hingga bawang bombai. Mengonsumsi bahan makanan tersebut ditemukan ampuh meningkatkan jumlah L. reuteri secara signifikan dalam usus.

    Untuk mendukung kecukupan nutrisi lain, disarankan juga mengonsumsi ayam, salmon, daging babi, olahan susu, dan atau aging sapi sebagai selingan dalam jumlah yang kecil setiap harinya.

    Setelah melibatkan 20 orang dewasa yang sehat dari Kanada, diet ini terbukti mengurangi bakteri pro-inflamasi yang memicu terjadinya inflamasi dalam tubuh. Namun masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat efek jangka panjang dari diet tradisional tersebut.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sering Lapar Setelah Selesai Makan? Ini 6 Penyebabnya


    Jakarta

    Ada beberapa penyebab yang memicu seseorang tetap merasa lapar meski baru saja makan. Mulai karena stres, pola makan yang salah, hingga pola tidur.

    Sebagian orang merasa tetap lapar padahal baru saja makan. Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari komposisi makanan hingga sinyal biologis tubuh.

    Tubuh mengatur rasa lapar melalui hormon ghrelin yang memberi sinyal pada otak saat perut kosong. Sebaliknya, rasa kenyang dipicu oleh peregangan lambung yang memicu pelepasan hormon untuk memberi tahu otak bahwa tubuh telah cukup makan.


    Salah satu penyebab utama perut masih terasa lapar setelah makan adalah porsi atau kandungan gizi yang tidak memadai. Makanan yang rendah serat, protein, atau lemak sehat cenderung cepat dicerna dan tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.

    Selain itu, keseimbangan antara jumlah energi yang dikonsumsi dan yang dibakar tubuh juga berperan penting. Jika kalori yang masuk tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka rasa lapar akan tetap muncul sebagai sinyal untuk menambah asupan.

    Dilansir dari Seasonhealth, Rabu (09/07/2025), berikut 6 alasan merasa lapar meski baru makan:

    1. Pola Makan yang Salah

    Beberapa penyebab yang memicu seseorang tetap merasa lapar meski baru saja makanBeberapa penyebab yang memicu seseorang tetap merasa lapar meski baru saja makan Foto: Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/

    Salah satu penyebab paling umum rasa lapar setelah makan adalah porsi makanan yang terlalu kecil atau komposisi makanan yang tidak seimbang. Makanan yang minim serat, protein, dan lemak sehat akan lebih cepat dicerna dan tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.

    Sementara makanan yang tinggi protein dan serat, seperti biji-bijian utuh, sayuran, lemak sehat dari alpukat atau minyak zaitun, serta protein dari daging tanpa lemak atau produk susu, dapat membantu memperlambat lonjakan gula darah. Lonjakan gula darah yang terlalu tinggi kemudian diikuti oleh penurunan drastis, akhirnya memicu rasa lapar kembali muncul.

    2. Makan Terlalu Cepat

    Kebiasaan menyantap makanan dengan tergesa-gesa atau makan terlalu cepat dapat mengacaukan sinyal kenyang dari lambung ke otak.

    Tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memproses sinyal bahwa perut telah cukup terisi. Jika makan hanya dalam waktu lima menit, otak belum sempat menerima sinyal tersebut. Sehingga meskipun makanan telah masuk ke dalam tubuh, tapi rasa lapar masih bertahan dan memicu dorongan seseorang untuk makan lebih banyak.

    3. Resistensi Leptin

    Beberapa penyebab yang memicu seseorang tetap merasa lapar meski baru saja makan Tetap Lapar Meski Sudah Makan Banyak. Foto: Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/

    Leptin adalah hormon yang diproduksi oleh sel lemak untuk memberi tahu otak bahwa tubuh sudah kenyang. Namun pada kondisi tubuh mengalami resistensi leptin, otak tidak merespons sinyal ini dengan baik.

    Akibatnya seseorang akan tetap merasa lapar meski sudah makan dalam porsi yang cukup banyak. Resistensi leptin sering dikaitkan dengan peradangan kronis, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, pola tidur yang terganggu, hingga faktor genetik.

    4. Dipicu Stres

    Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini berperan dalam meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak.

    Selain itu, stres juga bisa mengacaukan keseimbangan hormon lapar (ghrelin) dan hormon kenyang (leptin), sehingga seseorang lebih mudah makan secara emosional tanpa mempertimbangkan rasa lapar yang sesungguhnya. Alasan ini yang juga mendasari sebagian orang ketika merasa stres akan menjadikan makanan sebagai pelariannya.

    5. Efek Samping Obat-obatan

    Beberapa jenis obat, seperti steroid dan antidepresan, dapat memengaruhi sistem pengatur nafsu makan di otak. Beberapa obat bahkan meningkatkan kadar kortisol atau mengganggu metabolisme karbohidrat.

    Salah sati efeknya ialah memicu peningkatan rasa lapar. Jika sedang menjalani pengobatan tertentu dan mengalami peningkatan nafsu makan yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

    6. Gangguan Tidur

    Beberapa penyebab yang memicu seseorang tetap merasa lapar meski baru saja makanKurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat mengacaukan produksi hormon ghrelin dan leptin, membuat tubuh lebih gampang lapar. Foto: Ilustrasi Getty Images/iStockphoto/

    Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat mengacaukan produksi hormon ghrelin dan leptin. Pola tidur yang berantakan hingga jam tidur yang sebentar, bisa meningkatkan kadar ghrelin (pemicu lapar) dan menurunkan kadar leptin (pemicu kenyang).

    Sebuah studi menunjukkan jika seseorang kurang tidur dalam waktu sehari saja maka bisa menyebabkan resistensi insulin keesokan harinya. Merujuk pada anjuran Kemenkes, orang dewasa membutuhkan 7-8 jam untuk tidur.

    Berkurangnya durasi dan kualitas tidur dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 serta memicu nafsu makan yang lebih tinggi pada tubuh seseorang.

    (sob/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Tersehat di Dunia, Ada yang dari Korea hingga Yunani


    Jakarta

    Kini pola makan sehat tak hanya untuk menjaga kesehatan tubuh saja. Tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang sudah melekat dan digemari orang-orang.

    Jika dulu makan sehat berarti menghindari banyak jenis makanan, kini pendekatannya lebih pada menambahkan bahan makanan bernutrisi serta mengurangi konsumsi makanan olahan yang secara ilmiah kerap dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis hingga kematian dini.

    Dari makanan fermentasi hingga kebiasaan mengonsumsi yogurt secara rutin, banyak cara sederhana untuk membuat pola makan lebih sehat. Namun jika ingin menambahkan superfood ke dalam menu harian, beberapa negara seperti Korea, India, Jepang, hingga Yunani bisa menjadi rujukan.


    Berikut 5 makanan tersehat di dunia menurut The American Journal of Public Health, dilansir dari VOGUE UK (23/07/2025):

    1. Kimchi

    Ilustrasi kimchiIlustrasi kimchi Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak

    Kimchi tak terpisahkan dari menu makan harian orang Korea yang kini juga digemari di berbagai negara, termasuk di Amerika hingga Inggris. Makanan berupa sayuran fermentasi ini dikenal karena rasa asam pedasnya yang khas sekaligus khasiat kesehatannya.

    Kimchi membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang penting bagi kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, kimchi juga memiliki sifat anti kanker, antioksidan, antimikroba, serta baik untuk menjaga berat badan dan tekanan darah.

    Para ahli gizi menyarankan konsumsi enam porsi makanan fermentasi per hari. Masyarakat Korea yang memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dari Inggris, membuktikan bahwa menjadikan kimchi makanan rutin bisa membantu menjaga kesehatan tubuh.

    2. Kacang Lentil

    lentillentil pada makanan. Foto: iStock

    Sering digunakan dalam masakan khas India seperti dahl, lentil termasuk jenis kacang-kacangan yang kaya nutrisi dan harganya juga terjangkau. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lentil mampu mengurangi peradangan dalam tubuh, faktor yang berperan dalam berbagai penyakit kronis.

    Lentil juga mengandung antioksidan, zat antimikroba, dan polifenol yang diyakini dapat mencegah penyakit degeneratif. Selain itu, kandungan serat dan proteinnya baik untuk menjaga gula darah tetap stabil serta mendukung kesehatan pencernaan.

    Lentil tersedia dalam berbagai warna, bisa dibeli dalam bentuk matang maupun mentah dan mudah untuk dimasukkan dikombinasikan dengan makanan lain.

    3. Minyak Zaitun

    Caprese. Caprese salad. Italian salad. Mediterranean salad. Italian cuisine. Mediterranean cuisine. Tomato mozzarella basil leaves black olives and olive oil on wooden table. Recipe - IngredientsMinyak zaitun pada makanan Mediterania. Foto: Getty Images/MarianVejcik

    Kaya antioksidan dan anti peradangan, minyak zaitun terutama jenis extra virgin oil, merupakan komponen utama dari pola makan Mediterania yang dikenal sehat.

    Minyak ini telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, serta mengurangi risiko kerusakan hati dan penyakit neurodegeneratif seperti demensia.

    Cara mengonsumsinya pun beragam, bisa dituang di atas salad atau dicampur ke dalam makanan yang bernutrisi, bisa jadi cocolan untuk makan roti, atau diminum satu sendok setiap pagi seperti vitamin.

    4. Kedelai

    mao tofu, tahu berambut khas ChinaTahu dari kedelai. Foto: Getty Images/iStockphoto/elifranssens

    Beragam olahan kacang kedelai seperti tahu, tempe, edamame, dan miso merupakan bagian penting dalam pola makan orang Jepang.

    Kedelai mengandung protein, vitamin C, zat besi, magnesium dan folat yang tinggi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat membantu mencegah penyakit jantung, beberapa jenis kanker dan stroke, sekaligus menurunkan kolesterol dan memperkuat tulang.

    Meski dulu sempat dikhawatirkan dapat memicu pertumbuhan tumor berdasarkan penelitian terhadap hewan pada 1990-an. Studi terbaru justru menunjukkan bahwa kedelai bisa menurunkan risiko kanker serta membantu meredakan gejala pre-menopause. Penting dicatat bahwa produk makanan kedelai olahan tidak memberikan manfaat kesehatan yang sama dengan versi alaminya.

    5. Yoghurt

    homemade organic coconut greek yogurt in wooden bowl organic coconut greek yogurt. Foto: Getty Images/iStockphoto/ThitareeSarmkasat

    Baik disantap sebagai sarapan maupun dijadikan saus celup bersama rempah, yoghurt Yunani atau Greek yoghurt merupakan pilihan sehat yang mudah dijadikan bagian dari rutinitas harian.

    Menu yang satu ini kaya akan protein, kalsium, vitamin B12, dan probiotik. Yoghurt juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mendukung kesehatan tulang dan usus.

    Selain menyehatkan, yoghurt juga terjangkau. Tapi pastikan memilih varian alami tanpa tambahan gula untuk memperoleh manfaat vitamin yang maksimal.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Efektif atau Mitos? Ini 5 Faktanya


    Jakarta

    Konsumsi nasi seringkali dihindari ketika diet. Ternyata pakar kesehatan justru punya pendapat lain. Ada beberapa fakta di balik pengaruh makan nasi pada diet.

    Ketika diet banyak orang mulai membatasi asupan makanannya. Mereka juga sepenuhnya meninggalkan makanan-makanan yang dianggap tak sehat.

    Salah satu yang kerap menjadi musuh utama ketika diet ialah nasi. Kandungan karbohidrat yang tinggi dianggap menjadi sumber kalori yang terlalu besar saat melakukan diet.


    Dilansir dari Hello Doctor, Senin (4/8), nasi justru baik untuk dijadikan sumber karbohidrat dan energi. Lantas benarkah konsumsi nasi saat diet justru akan mengganggu penurunan berat badan?

    Berikut 5 fakta tentang konsumsi nasi saat diet:

    nasi putih JepangNasi putih hanya mengandung karbohidrat dan sedikit serat. Foto: Shutterstock/Getty Images

    1. Nutrisi pada Nasi

    Nasi memang mengenyangkan dan tinggi karbohidrat. Tetapi nasi tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup seperti asupan makanan lain.

    Tidak terbilang sebagai makanan yang tak sehat, hanya saja nasi mengandung kadar nutrisi makro dan mikro yang minim. Artinya nasi lebih rendah nutrisi daripada makanan yang lain.

    Hal ini juga menjadi alasan mengapa nasi harus dikonsumsi dengan lauk tambahan. Tujuannya tak sekadar untuk mengenyangkan, tetapi juga melengkapi nutrisinya.

    2. Kandungan Karbohidrat yang Tinggi

    Pada setiap sajian nasi putih, kadar karbohidrat menjadi yang paling tinggi di dalamnya. Di dalamnya juga terkandung serat, tapi hanya sedikit.

    Konsumsi nasi putih dirasa mengenyangkan karena kedua kandungannya, karbohidrat dan serat. Jika diandalkan untuk memberikan rasa kenyang yang lama, nasi dapat menjadi pilihan.

    Tetapi risiko lainnya adalah ketika perut merasa kenyang dikhawatirkan keinginan konsumsi makanan lain berkurang. Terutama makanan-makanan yang lebih tinggi nutrisinya.

    Fakta konsumsi nasi saat diet berlanjut di halaman selanjutnya.

    3. Risiko Diabetes

    Penderita diabetes atau yang memiliki gangguan terhadap gula darah disarankan untuk mengurangi asupan nasinya. Nasi putih memiliki kadar indeks glikemik yang tinggi hingga 73.

    Artinya nasi yang dikonsumsi akan dengan cepat diserap dan memicu kenaikan gula darah. Konsumsi harian nasi yang berlebihan disebut mendatangkan efek negatif bagi tubuh pada penderita diabetes.

    Sebab ketika gula darah meningkat, produksi insulin terpaksa bekerja lebih keras. Hasilnya jika dibiarkan berlangsung lama akan menyebabkan resistensi insulin.

    Makan Nasi Pakai Kuah Air Putih, Pekerja Bangunan Ini Bikin Netizen SedihKonsumsi nasi putih diikhawatirkan pakar kesehatan dapat memicu makan berlebih. Foto: Site News

    4. Rentan Memicu Makan Berlebih

    Nasi memang disarankan dimakan bersama lauk pelengkap, tapi pakar kesehatan juga mengkhawatirkan efek negatifnya. Pertimbangannya terdapat pada total kalori dalam satu piring makanan.

    Nasi putih sendiri sudah memiliki kandungan karbohidrat dan kalori yang tinggi. Lantas bagaimana jika ditambahkan dengan lauk makanan lainnya?

    Karena itu porsi makan nasi putih harus diperhatikan dengan seksama. Bagaimana pun lauk pauk pelengkap nasi putih juga akan menambahkan kadar karbohidrat, kalori, bahkan lemak.

    5. Apakah Efektif untuk Diet?

    Menurut pakar kesehatan, nasi tidak bisa dihilangkan sepenuhnya saat diet. Kunci utama melakukan diet agar hasil penurunan berat badannya maksimal tidak hanya pada berhenti konsumsi nasi.

    Banyak faktor yang mempengaruhi penurunan berat badan seseorang. Dalam mengelola pola makan, mengonsumsi makanan secukupnya juga sudah cukup membantu tanpa harus memangkas habis asupan nasi.

    Namun jika ingin tetap memangkas asupan nasi, sebaiknya mencari penggantinya yang lebih sehat. Perhatian juga kebiasaan olahraga dan aktivitas fisik selain hanya membatasi asupan makan.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 14 Hari Tanpa Gula, Begini Efek Positifnya untuk Kesehatan


    Jakarta

    Mengurangi konsumsi gula, khususnya gula tambahan yang banyak terdapat pada makanan dan minuman olahan, kembali menjadi sorotan. Begini efeknya jika kamu berhenti konsumsi gula.

    Dilansir dari Ladbible (15/08/2025), seorang dokter membagikan penjelasan tentang perubahan yang dapat terjadi pada tubuh jika seseorang berhenti mengonsumsi gula selama 2 minggu.


    Tren diet tanpa gula kerap muncul di media sosial, tapi penjelasan medis ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampaknya.

    Dieting or good health concept. Young woman rejecting Junk food or unhealthy food such as donut or dessert and choosing healthy food such as fresh fruit or vegetable.Dieting or good health concept. Young woman rejecting Junk food or unhealthy food such as donut or dessert and choosing healthy food such as fresh fruit or vegetable. Foto: iStock

    Dr. Eric Berg, melalui akun TikTok-nya, menjelaskan pada awalnya tubuh akan merespons dengan rasa ingin makan gula yang kuat. Hal ini terjadi karena otak terbiasa mendapatkan lonjakan dopamin dari rasa manis. Beberapa orang mungkin juga akan mengalami gejala seperti mudah marah, lelah, sakit kepala, atau mual.

    Menurut Dr. Berg, gejala ini muncul karena tubuh sedang beradaptasi dan melakukan proses detoksifikasi, sehingga gejala tersebut akan mereda seiring waktu. Ia menyarankan agar pengurangan gula dilakukan secara bertahap untuk mengurangi ketidaknyamanan pada fase awal saat diet gula.

    Begitu tubuh mulai terbiasa tanpa asupan gula tambahan, perubahan positif mulai terasa. Sumber energi tubuh akan beralih dari gula ke cadangan lemak, sehingga seseorang dapat bertahan lebih lama tanpa makan sekaligus merasakan peningkatan energi. Bagi sebagian orang yang sebelumnya mengalami depresi atau kecemasan, kondisi suasana hati bisa menjadi lebih stabil dan positif.

    “Anda akan memiliki lebih banyak energi karena tubuh mulai memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi,” ujarnya.

    Glass with red stripes straw filled with sugar cubes on blue background. Junk food, unhealthy diet, sugar on refreshing drinks, nutrition concept.Glass with red stripes straw filled with sugar cubes on blue background. Junk food, unhealthy diet, sugar on refreshing drinks, nutrition concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/SB Arts Media

    Selain itu, Dr. Berg menyebutkan fokus dan konsentrasi dapat meningkat setelah melewati fase awal adaptasi. Secara fisik, peradangan dan rasa nyeri di tubuh cenderung berkurang, sementara kesehatan kulit membaik dan tampil lebih bercahaya.

    “Anda akan menyadari bahwa kondisi kulit Anda menjadi jauh lebih baik dan tampak lebih sehat bercahaya,” sambungnya.

    Para ahli kesehatan juga sepakat bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memperburuk kondisi kulit, termasuk memicu jerawat.

    Meski manfaatnya menjanjikan, para pakar mengingatkan bahwa setiap perubahan pola makan sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kecukupan gizi dan idealnya di bawah pengawasan dokter atau ahli gizi.

    Mengurangi konsumsi gula secara bertahap, bukan langsung menghentikannya total, dapat membantu tubuh beradaptasi dengan lebih nyaman sekaligus memaksimalkan hasil yang diperoleh.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com