Tag: ramadan

  • Resep dan Cara Membuat Opor Ayam Lebaran Sederhana

    Jakarta

    Lebaran tinggal menghitung hari. Suguhan opor ayam pasti menjadi menu andalan untuk disuguhkan ke keluarga, saudara, dan tamu yang berkunjung ke rumah. Tak perlu khawatir, sebab cara membuat opor ayam sebetulnya sederhana kok!

    Tahukah kamu? Sejarah opor di Indonesia ternyata sudah dimulai sejak ratusan tahun lalu. Dijelaskan oleh Fadly Rahman, Sejarawan Kuliner dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada detikFood, bahwa sejarah opor berbeda dengan kari dan gulai yang lebih dominan di Sumatera.

    Opor mulai muncul di Jawa sekitar abad ke-15 hingga ke-16 Masehi dan tidak lepas dari modifikasi kari yang telah ada lebih dulu di Nusantara. Opor murni muncul karena selera orang Jawa yang tidak terlalu suka dengan rempah terlalu kuat.


    Proses pembuatan opor melibatkan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, dan kunyit yang ditumis, kemudian dicampurkan dengan santan untuk memberikan rasa gurih. Opor memiliki santan yang lebih encer dibandingkan dengan gulai dan kari yang memiliki kuah lebih kental.

    Warna kuah opor juga berbeda-beda, ada yang berwarna putih dan ada juga yang berwarna kuning. Opor yang berwarna kuning dipengaruhi oleh kunyit yang biasa digunakan dalam masakan India, yang kemungkinan besar mempengaruhi kuliner di Indonesia. Sementara itu, opor yang berwarna putih lebih didominasi oleh santan.

    Resep dan Cara Membuat Opor Ayam

    Nah, kalau ingin membuat opor ayam yang enak, pastikan masak menggunakan ayam kampung, bisa ayam jantan atau ayam negeri. Sesuaikan waktu memasak dengan jenis ayam yang dipilih.

    Saat memasak, gunakan selalu api kecil dan masak perlahan hingga bumbu meresap. Sajian wajib saat Lebaran ini harus disajikan dengan rasa yang gurih dan enak. Simak berikut cara membuatnya berikut ini:

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit 8
    Daerah Asal Masakan :
    Kategori Masakan : Ayam

    Bahan Bahan

    • 1 ekor ayam kampung
    • 3 sdm minyak sayur
    • 2 lembar daun salam
    • 2 lembar daun jeruk purut
    • 1 batang serai, memarkan
    • 2 cm lengkuas, memarkan
    • 1 liter santan segar
    • 500 ml santan kental segar
    • 5 buah belimbing sayur, belah dua

    Bumbu, haluskan:

    • 3 butir bawang merah
    • 5 siung bawang putih
    • 2 cm kunyit
    • 2 cm kencur
    • 1 cm jahe
    • 1/2 sdt jintan
    • 1 sdt ketumbar
    • 1 sdt merica
    • 1 sdt gula pasir
    • 1 sdm garam.

    Cara Memasak:

    1. Potong-potong ayam menjadi 8 bagian. Cuci bersih dan tiriskan.
    2. Masak 1 liter santan dalam panci hingga mendidih.
    3. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Angkat. Tuangkan ke dalam panci berisi santan.
    4. Tambahkan daun salam, lengkuas, daun jeruk, serai dan potongan ayam. Kecilkan api dan masak hingga ayam hampir lunak.
    5. Tuangi santan kental dan masukkan belimbing sayur.
    6. Masak hingga daging ayam empuk dan kuah susut.
    7. Angkat dan sajikan hangat.

    Nah, itulah tadi resep opor ayam lebaran yang sederhana tapi lezat. Selamat mencoba!

    Simak Video “Resep Kurma Cake dengan Siraman Toffee Sauce
    [Gambas:Video 20detik]
    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Sei Reuboh Khas Aceh yang Gurih Mantap dan Mudah Dibuat

    Jakarta

    Olahan daging sapi berlemak khas Aceh ini rasanya gurih pedas. Biasa jadi suguhan istimewa di hari raya. Membuatnya tidak sulit dan tahan disimpan lama.

    Namanya ‘sie reuboh’ yang artinya daging rebus. Karena resep daging ini memang sederhana, dibalut bumbu rempah dan cabe dan hanya direbus. Lemak yang berlimpah membuat lauk ini tahan lama.

    Dahulu sie reuboh dibawa sebagai bekal orang Aceh merantau dan berperang di hutan. Kini sie reuboh jadi sajian spesial di haru-hari istimewa. Daging berlemak hanya direbus saja hingga lunak.


    Bumbu rempah dan cabe berfungsi sebagai pengawet. Di hari raya lebaran, kamu bisa membuat sajian sie reuboh ini untuk lauk ketupat. Rasa pedas bisa disesuaikan dengan selera. Berikut ini resep selengkapnya.

    Resep Sei Reuboh

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    90 menit mudah 12
    Daerah Asal Masakan : Aceh
    Kategori Masakan : daging

    Bahan Bahan

    • 1 kg daging sapi berlemak/sandung lamur
    • 3 batang serai, memarkan
    • 3 cm lengkuas, memarkan
    • 60 ml cuka aren
    • 1 sdm gula pasir
    • 1.5 liter air
    • Bumbu:
    • 15 butir bawang merah
    • 5 siung bawang putih
    • 10 buah cabe merah besar
    • 5 buah cabe merah kering
    • 3 cm kunyit tua
    • 3 cm jahe
    • 1 sdt ketumabr
    • 1 sdt merica butiran
    • 2 sdt garam
    • Pelengkap:
    • 5 buah cabe merah kering
    • 10 buah cabe rawit merah

    Cara Memasak:

    1. Cuci daging lalu potong-potong kasar.
    2. Bumbu : Bahan bumbu bisa diulek kasar atau halus sesuai selera.
    3. Taruh potongan daging dalam panci, beri Bumbu lalu aduk-aduk hingga tercampur rata.
    4. Tuangi 1.5 air, tambahkan serai, lengkuas, cuka aren, dan gula pasir.
    5. Masak dengan api hingga mendidih dan hampir lunak.
    6. Tambahkan cabe kering dan cabe rawit utuh.
    7. Masak kembali hingga daging empuk dan kuah susut berminyak.
    8. Jika perlu, tambahkan air panas dan masak hingga daging empuk.
    9. Angkat dan sajikan hangat.

    Resep gulai cancang daging sapiDaging sapi sandung lamur. Foto: iStock

    Tips membuat sie reuboh:

    1. Untuk masakan ini sebaiknya gunakan daging sapi berlemak atau sandung lamur. Karena lemak daging akan berfungsi sebagai pengawet.
    2. Cuka aren atau cuka nipah merupakan cuka dari pohon aren. Rasanya kecut asam dan segar. Bisa dibeli di pasar tradisional.
    3. Sie reuboh tahan disimpan beberapa hari karena masakan ini mengandung banyak lemak.

    Simak Video “Resep Kurma Cake dengan Siraman Toffee Sauce
    [Gambas:Video 20detik]
    (odi/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Resep Lauk Ketupat Betawi yang Lezat dan Mudah Buatnya!

    Jakarta

    Menyajikan ketupat saat Lebaran adalah tradisi yang tak terpisahkan di Indonesia. Momen Lebaran tetap terasa spesial meskipun hanya menikmati ketupat dengan berbagai lauk di rumah.

    Tahukah kamu? Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada abad ke-15 sebagai bagian dari penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Nama ‘ketupat’ sendiri berasal dari singkatan bahasa Jawa ‘ngaku lepat’, yang berarti mengakui kesalahan. Ada juga yang mengatakan bahwa ketupat berasal dari singkatan ‘laku papat’, merujuk pada empat tindakan.

    Ketupat akan terasa lebih lengkap dengan aneka lauk yang lezat. Setiap daerah di Indonesia memiliki cara unik dalam menyajikan ketupat Lebaran. Biasanya, mereka menggunakan sayur berkuah gurih yang lezat, serta melengkapi hidangan dengan lauk seperti opor, sambal goreng, rendang, hingga serundeng.


    Warga Betawi memiliki cara khas dalam menyajikan ketupat Lebaran. Ketupat disiram dengan sayur godog pepaya muda, bisa juga ditambahkan semur daging dan jengkol yang manis dan gurih.

    Masyarakat Betawi menikmati ketupat Lebaran dengan sayur godog pepaya muda, semur jengkol, semur daging, atau semur bandeng, serta sambal dan kerupuk sebagai pelengkap.

    3 Resep Sayur Ketupat Betawi yang Lezat

    Pada hidangan sayur pendamping ketupat, kamu bisa menyiapkan sayur gurih khas Betawi yang terbuat dari labu siam. Hidangan ini biasanya disajikan untuk keluarga dan tamu. Dikutip dari laman Vokasi Kemdikbud, Retno Multriarti selaku Pemimpin lembaga kursus dan pelatihan (LKP) bidang tata boga Citramas Jakarta Timur menjelaskan dari segi rasa, umumnya masakan khas Betawi dominan dengan rasa gurih dan sedikit pedas.

    Masakan Betawi juga banyak terpengaruh dari bangsa arab karena hampir semua masyarakat Betawi beragama Islam. Maka, rempah yang kerap digunakan yaitu kunyit, cabe, jinten, cengkeh, adas, kayu manis, dan pala. Jika kamu ingin mencoba salah satu lauk istimewa ketupat Lebaran Betawi, berikut tiga resepnya:

    1. Resep Sayur Godog Pepaya Muda

    Ciri khas sayur gurih Betawi memakai pepaya muda yang diserut kecil panjang. Dibumbui cabe dan kuah santan rasanya gurih enak. Biasanya, makanan ini menjadi hidangan saat Lebaran Idul Fitri.

    Saat memasak, pastikan pepaya muda yang dipakai adalah pepaya muda yang berwarna daging masih pucat, dengan tekstur yang masih keras. Jika tak sempat menyiapkan pepaya muda serut, kamu bisa membeli pepaya muda yang sudah diserut kecil memanjang di pasar tradisional. Kamu bisa tambahkan 250 ml santan kental untuk menciptakan rasa gurih yang enak.

    Sayur godog pepaya ini rasanya pedas gurih. Dengan cita rasa yang khas dan aroma yang menggugah selera, tak heran membuatnya banyak dinikmati oleh semua kalangan.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit mudah 10
    Daerah Asal Masakan :Betawi
    Kategori Masakan : Sayur

    Bahan Bahan

    • 600 g pepaya muda, serut panjang
    • 3 sdm minyak sayur
    • 2 cm lengkuas
    • 2 lembar daun salam
    • 1.5 liter santan segar
    • 2 buah cabe merah, iris serong tipis
    • 10 buah cabe rawit merah
    • 1 sdm cabe merah bubuk
    • 100 g udang kupas kecil

    Bumbu halus:

    • 3 buah cabe merah besar, buang bijinya
    • 5 buah cabe merah keriting
    • 5 siung bawang putih
    • 3 butir bawang merah
    • 1 sdt terasi
    • 2 sdt garam

    Taburan:

    Cara Memasak:

    1. Taburi pepaya serut dengan sedikit garam lalu remas-remas hingga layu dan berair. Bilas air bersih lalu tiriskan hingga kering.
    2. Tumis Bumbu Halus hingga wangi.
    3. Tambahkan daun salam, lengkuas dan cabe bubuk, aduk hingga harum.
    4. Masukkan cabe merah dan cabe rawit, aduk sebentar.
    5. Tambahkan udang, aduk hingga kemerahan lalu angkat.
    6. Masukkan ke dalam panci.Tuangi santan, didihkan dengan api kecil.
    7. Masukkan pepaya muda rebus hingga hampir empuk.
    8. Rebus hingga seluruhnya lunak. Angkat.
    9. Sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

    2. Resep Semur Jengkol

    Resep Semur Jengkol BetawiResep Semur Jengkol Betawi Foto: detikfood/odilia

    Jengkol juga jadi kuliner khas lebaran warga Betawi. Diolah dengan bumbu semur yang kental gurih dan manis rasanya lezat.

    Dalam setiap pertemuan acara keluarga masyarakat Betawi, semur jengkol adalah makanan yang harus tersedia sebagai pelengkap nasi. Semur jengkol khas Betawi pun tak sama seperti semur jengkol yang lain.

    Retno juga menyebut, semur jengkol Betawi lebih legit bumbunya dan lebih pekat. Selain itu, jengkolnya pun kurang berbau karena direbus terlebih dahulu dengan kopi, daun jambu, atau kapur sirih.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit mudah 8
    Daerah Asal Masakan :Betawi
    Kategori Masakan : Sayur

    Bahan Bahan

    • 1 kg jengkol
    • 4 sdm minyak sayur
    • 5 cm kayu manis
    • 4 butir cengkeh
    • 3 lembar daun salam
    • 200 ml kecap manis
    • 500 ml air

    Haluskan:

    • 7 butir kemiri
    • 8 butir bawang merah
    • 5 siung bawang putih
    • 1/2 butir biji pala
    • 1 sdt merica bubuk
    • 2 sdt garam

    Taburan:

    Cara Memasak:

    1. Cuci jengkol hingga bersih. Didihkan air secukupnya dalam panci.
    2. Tambahkan 3 lembar daun salam, masukkan jengkol dan rebus hingga jengkol empuk.
    3. Angkat jengkol, tiriskan dan kupas. Pukul-pukul jengkol hingga agak memar.
    4. Tumis bumbu halus hingga wangi dan matang.
    5. Masukkan jengkol, aduk hingga tercampur rata dengan bumbu.
    6. Tuangkan air, tambahkan kecap manis, kayu manis, cengkeh dan daun salam.
    7. Beri kecap dan air lalu masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan kuah kental.
    8. Angkat dan sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

    3. Resep Semur Daging Betawi

    semur dagingResep semur daging Betawi Foto: iStock/detikFood

    Semur daging dengan bumbu pekat yang gurih manis ini ditambah dengan telur. Kuahnya yang kental cocok dipadukan dengan sayur gurih yang pedas enak.

    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit mudah 8
    Daerah Asal Masakan : Betawi
    Kategori Masakan :daging

    Bahan Bahan

    • 4 sdm minyak sayur
    • 3 cm kayu manis
    • 3 butir cengkeh
    • 2 lembar daun salam
    • 500 g daging sapi has luar atau lulur
    • 5 butir telur ayam rebus, kupas
    • 150 ml kecap manis
    • 500 ml air

    Haluskan:

    • 5 butir kemiri
    • 8 butir bawang merah
    • 5 siung bawang putih
    • 1/2 butir pala
    • 1 sdt merica bubuk
    • 2 sdt garam.

    Cara Memasak:

    1. Potong daging melintang serat 1,5 cm. Sisihkan.
    2. Tumis bumbu halus hingga wangi dan matang.
    3. Masukkan irisan daging, aduk hingga kaku dan berubah warna.
    4. Tuangi air, tambahkan kecap manis, kayu manis, cengkeh dan daun salam. Beri kecap dan air.
    5. Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan daging hampir lunak.
    6. Masukkan kentang, masak kembali hingga kuah kental dan daging empuk. Angkat dan sajikan hangat.

    Nah, itulah tadi tiga resep sayur ketupat betawi yang lezat dan mudah buatnya. Selamat mencoba!

    Simak Video “Resep Kurma Cake dengan Siraman Toffee Sauce
    [Gambas:Video 20detik]
    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Resep Ketupat Plastik yang Padat dan Praktis Dibuat

    Jakarta

    Ketupat menjadi salah satu makanan khas yang selalu hadir di perayaan lebaran. Biasanya, ketupat dibuat dengan anyaman daun kelapa, namun, ketupat juga bisa dibuat dengan plastik.

    Selain praktis dibuat, hasil tekstur dari ketupat plastik juga sama dengan ketupat pada umumnya. Jadi, kamu bisa membuat ketupat ini di rumah dengan mudah.

    Resep Ketupat Plastik

    Ketupat plastik bisa dibuat hanya dengan beras, air, hingga daun pandan. Teksturnya kenyal padat seperti ketupat biasa.


    Durasi Tingkat Kesulitan Porsi
    60 menit Mudah 10
    Daerah Asal Masakan : Indonesia
    Kategori Masakan : nasi

    Bahan Bahan

    • 1 kg beras pulen

    • 2 lembar daun pandan, ikat
    • 1 sdt garam
    • Air secukupnya
    • 6 lembar kantong plastik tebal tahan panas

    Cara Memasak:

    1. Cuci beras sampai bersih. Tiriskan air sampai beras hampir kering

    2. Lubangi permukaan kantung plastik dengan menusuk-nusuknya dengan jarum
    3. Isi setengah plastik dengan sekitar 100 gram beras yang sudah dicuci
    4. Rekatkan ujungnya dengan lilin atau sealer sampai tertutup rapat dan membentuk segi empat dengan ukuran 10 cmx10 cm
    5. Susun kantong plastik yang sudah diisi beras di dalam panci
    6. Tuangi air dan beri garam serta pandan
    7. Rebus ketupat selama 45 menit (tergantung dari besar kantong plastik) sampai nasi mengembang memenuhi plastik dan matang
    8. Angkat ketupat dari panci. Tiriskan sampai dingin
    9. Gunting plastik, potong-potong ketupat dan sajikan.

    cara membuat ketupat plastikCara membuat ketupat plastik Foto: detikcom

    Tips Membuat Ketupat Plastik

    • Pilih kantong plastik yang tahan panas dan tebal.
    • Takar beras sesuai dengan besarnya kantong plastik
    • Ketupat siap disajikan setelah diangin-anginkan dan dingin
    • Simpan ketupat plastik di dalam kulkas. Hangatkan kembali dengan mengukusnya selama 15 menit.

    Simak Video “Masak dengan Bumbu ‘Medok’ ala Chef Munir Abadi
    [Gambas:Video 20detik]
    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Berencana Diet Saat Puasa? Catat Saran Dokter Gizi


    Jakarta

    Banyak orang memanfaatkan momen puasa Ramadan untuk sekalian diet, supaya saat lebaran tubuh menjadi lebih slim. Bisa-bisa saja kok, cuma memang banyak yang gagal.

    Beberapa kesalahan diet saat puasa Ramadan diungkap oleh Dr dr Nurul Ratna Mutu Manikam M.Gizi, SpGK (K), dokter spesialis gizi klinis dari Alia Hospital Jakarta Timur.

    Menurutnya, salah satu tantangan paling terbesar adalah saat berbuka. Beragam sajian yang memanjakan lidah kerap membuat seseorang lapar mata, sehingga justru lebih kalap makan dibandingkan saat tidak puasa.


    “Kalau ingin menurunkan berat badan, jangan makan gorengan. Jadi supaya kita terisi, kita makan buah. Buah yang berair supaya nggak dehidrasi,” saran dr Nurul dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (8/3/2024).

    Ia juga mengingatkan, saat berbuka sebisa mungkin tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang manis-manis. Begitu juga dengan makanan olahan tepung, sebaiknya diganti karbohidrat yang kompleks.

    “Bonusnya pas mau lebaran badannya lebih slim. Asalkan nanti bulan Syawal jangan kalap,” kata dr Nurul.

    Sementara itu, beberapa orang menganggap diet saat puasa berarti harus mengurangi porsi sahur. Menurutnya, hal itu justru kontraproduktif.

    “Nggak. Kalau sahurnya kita kurangin, jadinya kita lebih laper. Nanti pas buka puasa, balas dendam, makin lapar mata,” jelas dr Nurul.

    Bagi yang mau diet, dr Nurul menyarankan sebaiknya puasa Ramadan tidak dipandang terlalu rumit. Sama saja seperti pola makan sehari-hari, hanya sedikit digeser waktunya.

    “Seperti makan pagi digang ke sahur, makan siang diganti ke buka puasa,” katanya.

    Apa saja yang harus diperhatikan biar kebutuhan nutrisi selama puasa selalu terjaga? Nantikan terus ulasannya di detikHealth!

    (up/up)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Diet saat Puasa Ramadan, Bisa Nggak Ya? Begini Saran Ahli Gizi


    Jakarta

    Ramadan menjadi momen tepat bagi umat muslim untuk meningkatkan ibadah dan kesehatan. Tak jarang juga yang memanfaatkan bulan Ramadan untuk diet demi mendapatkan berat badan yang ideal.

    Hanya saja seringkali, Ramadan malah bikin berat badan naik alih-alih turun. Kok bisa ya?

    Ahli gizi Putri MJ, SGz mengatakan hal yang membuat seseorang semakin berisi ketika berpuasa adalah kebiasaan makan yang tidak tepat. Biasanya makanan yang dikonsumsi saat berbuka atau sahur tidak memenuhi standar gizi sehingga memicu berat badan berlebih.


    Saat sahur dan buka puasa, Putri mendorong untuk mengonsumsi real food atau makanan yang belum diolah berkali-kali agar gizi yang masuk dalam tubuh lebih utuh. Mengonsumsi makanan real food pun penting untuk memberikan energi dan kenyang lebih lama saat puasa.

    “Contohnya daripada makan mie instan untuk sahur, lebih baik makan nasi terus sama lauk yang proper kayak telur ayam atau ada sumber protein lainnya sama sayur. Jadi tetap makan gizi seimbang selama sahur,” bebernya saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan belum lama ini.

    Saat berbuka puasa pun, Putri menyarankan untuk menghindari gorengan dan makanan tinggi lemak saat perut kosong agar kalori harian tetap terjaga. Ini penting agar tidak melebihi asupan kalori harian dan tidak overeating.

    “Makan makanan yang rendah lemak dulu. Contohnya kayak es buah, buah segar, kurma, minum air. Itu nanti di jeda baru makan makanan berat gitu. Jangan kalap makan saat buka puasa,” tandasnya.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Wanti-wanti Dokter Gizi, Kesalahan Ini Bisa Bikin Gendut Usai Lebaran


    Jakarta

    Rayuan dari opor ayam dan rendang di Hari Raya Idul Fitri agaknya sulit untuk ditolak. Tidak sedikit yang termakan rayuannya dan memilih untuk los-losan mencicipi piring demi piring.

    Gurihnya kuah santan dari opor dan lembutnya daging sapi di rendang membuat seseorang kadang lupa diri. Tanpa disadari sudah habis lebih dari tiga piring dalam satu hari. Rasa takut akan berat badan naik pun datang bersamaan dengan perut yang kenyang.

    Tapi, apakah memang bisa berat badan tiba-tiba naik hanya karena los-losan makan di Hari Raya Idul Fitri yang hanya beberapa hari tersebut?


    Menjawab hal ini, spesialis gizi klinis dari Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta Selatan, dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist) mengatakan bahwa ‘kalap’ saat Lebaran bisa memengaruhi berat badan seseorang.

    “Pengaruh kalau kalap. Kan makanan yang kita konsumsi itu ada beratnya, kalau dalam jumlah besar itu akan menambah ke berat badan kita, pasti itu,” kata dr Oki saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/3/2025).

    dr Oki menambahkan bahwa los-losan makan di Hari Raya Idul Fitri meskipun hanya beberapa hari saja, itu bisa merusak program diet selama satu bulan selama Ramadan.

    “Iya, kita ada penelitian di RSCM kira-kira selama bulan puasa seseorang bisa turun satu sampai dua kilogram. Nah, ketika respondennya dipanggil lagi dua minggu setelah puasa, itu berat badan mereka kembali lagi kayak sebelum puasa. Beberapa bahkan lebih tinggi,” katanya.

    Sebenarnya, opor ayam, rendang, atau makanan lain yang selalu ada di meja makan saat Lebaran bisa-bisa saja dinikmati tanpa takut akan berat badan naik.

    “Terutama di opor itu kan kalorinya banyak di kuah atau santannya. Jadi kuahnya jangan terlalu banyak, ayamnya dimakan nggak papa, kulitnya kalau bisa nggak dimakan,” kata dr Oki.

    “Karena kulit itu kan ada lemaknya. Terus kuahnya jangan terlalu banyak, apalagi sampai disruput. Kalau nasinya ya disesuaikan porsi biasanya lah,” tutupnya.

    (dpy/up)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Kenapa Berat Badan Naik Pasca Lebaran? Ini Kemungkinan Penyebabnya


    Jakarta

    Setelah sukses menurunkan berat badan pasca berpuasa selama satu bulan penuh, tidak sedikit yang mengeluh berat badannya naik beberapa hari setelah Lebaran. Kok bisa ya?

    Kecenderungan berat badan naik pasca lebaran dipicu makan terlalu banyak di hari-hari sebelumnya. Penyebab berat badan naik setelah lebaran dipicu perubahan pola makan.

    “Siapa sih yang tidak mau selebrasi pada keadaan yang kemenangan, yang mutlak pada waktu kita menyelesaikan Ramadan? Ya, semua kepingin. Tapi, kita pasti akan ajarkan bagaimana caranya melakukan selebrasi dengan sehat,” ujar spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital, dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES saat berbincang dengan detikcom, Kamis (20/3/2025).


    Menjadikan Lebaran sebagai ajang ‘balas dendam’ juga bisa memicu kenaikan berat badan ini. Belum lagi sudah tidak ada batasan waktu makan, seperti saat berpuasa, yang membuat seseorang kalap makan.

    Makanan yang disajikan saat lebaran cenderung bersantan dan manis yang bisa memicu penumpukan lemak di dalam tubuh. Oleh karena itu tetap dianjurkan berolahraga di sela-sela waktu Lebaran.

    “We have responsibities to whatever we do. Jadi kalau kita memang mau makan banyak, kita mau selebrasi, kita mau pesta, kita mau senang-senang, harus ada bayarannya. Apa itu? Gerakan tubuh,” ucap dia.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • 6 Strategi Jualan di Bulan Ramadan agar Sukses dan Untung

    Jakarta

    Selama Ramadan, banyak masyarakat yang mulai berjualan untuk menambah penghasilan. Sebelum memulai usaha, penting untuk mengetahui strategi jualan di bulan Ramadan.

    Usaha yang muncul saat Ramadan tidak jauh dari makanan dan kebutuhan hidup sehari-hari, misalnya takjil, hampers, kue kering, hingga baju muslim untuk Lebaran. Harganya pun juga beragam, mulai dari yang murah hingga mahal sekalipun.

    Sayangnya, tidak semua orang mengetahui strategi berjualan yang tepat saat Ramadan. Bukannya meraup untung besar, justru malah buntung karena dagangan sepi dan tidak laku.


    Untuk mencegah hal itu terjadi, simak sejumlah strategi jualan di bulan Ramadan secara lengkap dalam artikel ini.

    Strategi Jualan di Bulan Ramadan Agar Cuan

    Penting untuk mengetahui strategi jualan selama Ramadan agar detikers bisa meraup cuan. Mengutip catatan detikFinance, berikut sejumlah strateginya:

    1. Mengetahui Calon Pembeli

    Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari mengatakan, penting untuk mengetahui target pembeli dari usaha yang akan dijalankan. Hal itu nantinya akan berpengaruh pada beberapa aspek bisnis, seperti menentukan harga jual.

    “Kenali calon pembeli kita, baik yang sudah membeli selama ini. Maupun orang-orang yang akan menjadi target pangsa pasar kita,” kata Tejasari kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Setelah mengenali calon pembeli, penentuan harga jual dapat disesuaikan dengan target pembeli kota.

    “Penentuan harga jual juga bandingkan dengan harga jual pesaing,” ujarnya.

    2. Menjual Produk yang Berbeda

    Sementara itu, Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, sebisa mungkin produk yang akan dijual memiliki perbedaan dengan produk pesaingnya. Misalnya, dari segi rasa, kualitas, hingga kemasannya.

    “Sebisa mungkin membuat hal yang berbeda dibandingkan dengan kompetitor. Misal dari kualitas, rasa, tampilan kemasan,” jelasnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Senada dengan Andy, Tejasari mengungkapkan produk yang berbeda dengan para pesaing dapat memiliki keunikan tersendiri, sehingga dapat bersaing dengan harga yang baik.

    3. Promosi

    Lebih lanjut, Tejasari mengatakan perlu mempersiapkan rencana promosi sebagian dari strategi jualan. Hal ini penting agar semakin banyak orang yang mengenali produk kita.

    Promosi bisa dilakukan lewat berbagai cara, mulai dari memasang iklan, berjualan di tempat-tempat strategis, atau melalui media sosial. Selain itu, pelaku usaha juga perlu menjelaskan keunggulan produk dan memberikan kualitas terbaik agar para pembeli semakin tertarik.

    4. Stok Produk yang Cukup

    Strategi berikutnya adalah dengan menyediakan stok produk yang cukup untuk dijual. Alhasil, ketika permintaan mengalami peningkatan, maka produknya sudah siap untuk dijual.

    5. Menawarkan Promo Khusus

    Mengutip laman CIMB Niaga, para pelaku usaha biasanya juga menawarkan berbagai promo menarik selama bulan Ramadan. Apalagi saat menjelang Lebaran, promo yang ditawarkan semakin menggiurkan.

    Kamu bisa menerapkan strategi khusus selama Ramadan. Selain menawarkan diskon menarik, kamu juga bisa menerapkan strategi promosi lainnya, seperti bundling takjil untuk buka puasa atau beli 2 gratis 1.

    6. Manfaatkan Platform Online

    Agar penjualan semakin maksimal, cobalah memanfaatkan platform online untuk berjualan. Kamu bisa membuka toko online di berbagai e-commerce agar bisa melayani pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

    Jika kamu fokus berjualan makanan, minuman, atau camilan, daftarkan tempat usahamu ke aplikasi ojek online agar bisa dipesan secara daring. Hal ini dapat membantu meningkatkan penjualan karena pembeli bisa datang dari berbagai wilayah di kota mu.

    Tonton juga Video Warga Berburu Takjil di Pasar Benhil

    (ilf/fds)



    Sumber : finance.detik.com

  • 4 Tips Mudah Atur Keuangan Selama Ramadan, Siapa Tahu Butuh


    Jakarta

    Menjaga keuangan tetap sehat perlu dilakukan selama bulan Ramadan. Keuangan yang sehat dapat mencegah kamu dari beban finansial yang memberatkan di kemudian hari.

    Apalagi kebutuhan seseorang cenderung meningkat menjelang hari raya Idulfitri. Oleh karena itu diperlukan kemampuan mengelola uang yang bijak untuk mempersiapkannya.

    Tentu banyak cara bisa dilakukan untuk memastikan pengelolaan uang terjaga sepanjang Ramadan. Mengutip berita detikFinance sebelumnya yang bersumber dari BNI, berikut 4 tips menjalani Ramadan tanpa takut isi dompet terkuras:


    1. Memiliki Rencana Keuangan

    Memiliki rencana keuangan merupakan hal utama yang perlu dilakukan. Cara ini bisa mempermudah seseorang untuk mengatur uang sesuai dengan pos-pos yang telah ditentukan.

    Selain itu, langkah ini juga mempermudah untuk menyusun alokasi pengeluaran selama bulan Ramadan seperti belanja sahur, buka puasa, THR, bersedekah, zakat dan lainnya.

    2. Catat Setiap Pengeluaran

    Mencatat setiap pengeluaran mampu membuat keuangan menjadi lebih sehat sepanjang Ramadan, sebab ketika mencatat setiap pengeluaran, Kamu akan dengan mudah untuk mengetahui secara detail pengeluaran.

    Dengan cara seperti itu, kamu juga bisa lebih mengerem hasrat untuk berbelanja ketika catatan pengeluaran menunjukkan angka yang sudah cukup besar.

    3. Disiplin Pengeluaran

    Sikap disiplin sangat dibutuhkan untuk memastikan agar keuangan tetap sepanjang Ramadan, tanpa memiliki sifat tersebut, keuangan kamu akan terasa lebih boros.

    Pastikan uang yang dikeluarkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan, serta usahakan barang yang dibeli harganya di bawah dari alokasi keuangan kamu telah tentukan, sehingga uang lebihnya bisa dimanfaatkan untuk menabung atau beli barang lainnya.

    4. Jangan Sungkan Manfaatkan Promo

    Memanfaatkan promo juga membantu menjaga keuangan tetap sehat. Pasalnya, tak sedikit produsen atau brand yang menghadirkan beragam penawaran menarik dengan harga yang cukup miring.

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com