Tag Archives: ramadan

4 Tips Jitu Atur Belanja Selama Ramadan


Jakarta

Ramadan tiba! Ada baiknya mulai mengatur belanja karena biasanya kebutuhan meningkat.

Untuk itu penting bagi kita untuk memastikan kondisi keuangan pribadi atau keluarga tetap sehat sepanjang Ramadan. Sebab jika keuangan tidak dijaga maka bisa memberatkan finansial di kemudian hari.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memastikan keuangan dapat terjaga sepanjang Ramadan. Salah satunya adalah dengan menghemat belanja kebutuhan sehari-hari.


Mengutip berita detikFinance sebelumnya yang bersumber dari BNI, berikut 4 tips mengatur belanja selama Ramadan:

1. Belanja sesuai Daftar Belanjaan

Sebelum belanja, sebaiknya buat daftar belanja dan merinci barang-barang yang dibutuhkan. Selanjutnya, pastikan kamu belanja barang sesuai yang ada di daftar belanjaan. Dengan begitu, kamu akan langsung terfokus untuk mencari barang tersebut dan tidak tergiur barang lainnya.

2. Buat Budget

Menentukan jumlah budget juga menjadi hal penting yang perlu dilakukan. Ini akan membantumu untuk lebih disiplin dengan uang yang akan dibelanjakan. Saat berbelanja usahakan juga membawa uang secukupnya agar tak kalap.

3. Bandingkan Harga

Membandingkan harga satu barang dengan lainnya juga akan membantumu hemat saat belanja keperluan Ramadan. Jika kamu ingin berhemat, pilihlah produk yang lebih murah atau produk yang dijual dengan harga khusus. Cara ini tentunya akan mengurangi pengeluaranmu.

4. Manfaatkan Promo dan Diskon

Tips yang tak kalah penting adalah memanfaatkan promo dan diskon. Apalagi selama Ramadan, biasanya banyak toko, ritel, hingga situs online yang menawarkan promo dan diskon menarik. Promo-promo ini tentu bisa kamu manfaatkan agar belanja kebutuhan menjadi semakin murah.

(hns/hns)



Sumber : finance.detik.com

Anti-Boros, Ini 3 Cara Hemat Pengeluaran Selama Bulan Ramadan


Jakarta

Ramadan menjadi bulan yang banyak ditunggu masyarakat, terutama umat muslim. Bukan hanya menahan rasa lapar, tapi juga menahan nafsu boros untuk membeli keinginan yang tidak perlu.

Selama Ramadan, umat muslim diharuskan menjalani puasa dengan menahan lapar, minum, hingga kebiasaan berlebihan yang selama ini dilakukan. Sayangnya, bulan Ramadan justru sering menjadi ajang untuk membeli banyak makanan atau berbelanja.

Banyak mal hingga minimarket dipadati pengunjung yang memborong segala keperluan seperti parcel Ramadan dan Lebaran. Akibatnya, pengeluaran jadi makin membludak, bahkan tak jarang membuat kantong jebol.


Agar hal ini tak terjadi, kamu bisa lakukan tips ini agar pengeluaran selama Ramadan tidak boros dan tetap terjaga.

1. Belanja Secukupnya

Agar lebih selektif melakukan pembelian, maka perlu dilakukan pilah-pilih daftar kebutuhan yang utama dan mendesak. Jangan sampai tergiur dengan barang murah, tapi tidak bermanfaat. Momen Lebaran yang biasanya dibanjiri dengan beli baju baru baru pun harus diwaspadai agar dompet tidak jebol.

“Kondisi ini tentu akan memicu kita untuk berburu kebutuhan tambahan. Jika hal demikian terjadi maka kita perlu selektif memilih penawaran tersebut, mana yang tentu menjadi prioritas kebutuhan dan mana yang dapat ditunda untuk dipenuhi di kemudian,” ujar Dosen Ekonomi UM Surabaya Fatkur Huda, dikutip dari detikedu, Jumat (15/3/2024).

2. Tentukan Bujet

Tidak kalah penting adalah menentukan bujet saat ingin membeli atau melakukan sesuatu. Sebabg dengan menentukan budget dan membatasi pembelian dalam satu waktu, maka dapat dengan mudah mengerem pengeluaran saat Ramadan.

Hal lainnya yang kerap kali terjadi di Bulan Ramadan adalah buka bersama yang terlalu sering. Sebaiknya perlu meminimalisir kegiatan tersebut dengan memprioritaskan untuk berbuka puasa di rumah agar lebih hemat.

3. Manfaatkan Promo & Diskon

Agar tidak banyak mengeluarkan uang, membandingkan harga satu barang dengan lainnya juga akan membantu lebih hemat saat belanja keperluan selama Ramadan. Memburu dan memanfaatkan promo serta diskon menjadi salah satu cara ampuh agar lebih berhemat dan untung banyak. Salah satunya dengan promo yang dihadirkan Bank Mega.

Bank MegaFoto: Dok. Bank Mega

Sebab dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Bank Mega menghadirkan Semarak Ramadan dengan berbagai promo dan diskon menarik. Berlangsung mulai 1 Maret -30 April 2024, promo ini menghadirkan diskon hingga 50% dari berbagai merchant Bank Mega. Dapatkan promo untuk buka bersama, membeli kebutuhan puasa, belanja baju Lebaran, bahkan pesan tiket pesawat dengan menggunakan Kartu Kredit dan Kartu Debit Bank Mega.

Belum punya Kartu Kredit Bank Mega? Yuk apply kartu kredit sekarang juga!

(anl/ega)



Sumber : finance.detik.com

7 Tips Makan Sehat Saat Idul Fitri agar Perut Tetap Nyaman


Jakarta

Idul Fitri dirayakan dengan konsumsi berbagai makanan serba lezat. Namun jangan kalap agar perut tetap nyaman dan badan tidak melebar. Begini tips makan sehat saat Idul Fitri.

Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim. Momen Idul Fitri juga selalu ditunggu karena menjadi ajang silaturahmi bersama keluarga dan kerabat.

Aneka makanan tradisional khas pun bakal tersaji untuk dinikmati bersama. Sayangnya, makanan tersebut kerap tinggi kalori, lemak, dan gula. Karenanya penting untuk menahan diri agar tidak kalap menyantap makanan lebaran.


Terdapat 7 tips makan sehat saat Idul Fitri yang bisa kamu terapkan, seperti dikutip dari situs Siloam Hospitals berikut:

1. Perhatikan jatah konsumsi kalori harian

Kamu perlu menyadari bahwa Idul Fitri bukanlah waktu ‘balas dendam’ untuk makan. Tetap perhatikan jatah konsumsi kalori harian. Pastikan tetap sesuai porsi agar penambahan berat badan tidak terjadi.

Secara umum, jatah asupan kalori harian bagi pria dewasa adalah 2.500 kalori per hari. Sedangkan untuk wanita sekitar 2.000 kalori per hari. Jatah kalori ini bisa cepat terpangkas habis ketika kamu ngemil aneka kue Lebaran yang tinggi kalori.

2. Batasi konsumsi makanan bersantan

Selected Focus Ketupat Lebaran, served with Sambal Goreng Kentang, Opor Ayam and Telur Semur. Traditional Celebratory Menu during Eid al-Fitr and Eid al-Adha in IndonesiaFoto: Getty Images/Aufa Fahmi

Makanan Idul Fitri seperti gulai, rendang, dan opor ayam dibuat dengan banyak santan. Konsumsinya perlu diwaspadai karena tinggi lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol tubuh.

Jika dibiarkan, kondisi penumpukan kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah dan berisiko menyebabkan penyakit jantung koroner. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak tinggi yang mengandung santan juga dapat memicu asam lambung naik. Gejalanya berupa mual, nyeri ulu hati, sampai sakit perut.

3. Santap buah dan sayur

Kunci dari makan sehat saat Idul Fitri adalah menyeimbangkannya dengan konsumsi buah dan sayur. Dua bahan makanan nabati ini terkenal dengan khasiatnya menyeimbangkan kolesterol tubuh.

Selain itu, kandungan serat buah dan sayur dapat menyehatkan pencernaan. Penting untuk mencegah masalah yang kerap terjadi usai Idul Fitri, seperti konstipasi dan diare. Serat dari buah dan sayur juga berperan menciptakan rasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan dapat terjaga.

4. Hindari makanan dan minuman manis

ilustrasi sirupFoto: Getty Images/iStockphoto/TMC_Photo_Create

Tak hanya makanan utama, camilan yang kerap tersaji saat Idul Fitri juga perlu diwaspadai. Hindari makan makanan dan minuman manis berlebihan.

Kandungan gula yang tinggi bisa menyebabkan kenaikan gula darah dan berat badan. Dampak jangka panjangnya adalah risiko diabetes.

Selengkapnya di halaman selanjutnya.

5. Pilih daging rendah lemak

Sebisa mungkin pilih bahan makanan lebih sehat untuk diolah menjadi hidangan Lebaran. Misalnya, pilih daging bagian sirloin (dekat panggul sapi) karena lebih rendah lemak.

Lalu untuk opor ayam, bisa pilih ayam kampung ketimbang ayam negeri karena lemaknya juga lebih sedikit. Membatasi konsumsi makanan berlemak bisa mengurangi risiko penyakit terkait kolesterol.

6. Makan teratur

makan sehatFoto: Getty Images/PrathanChorruangsak

Sering kali makanan Idul Fitri disajikan dalam porsi besar sehingga kamu tergoda untuk melahapnya banyak dalam sekali waktu. Hal ini bisa membuat kamu kenyang hingga waktu makan berikutnya. Akhirnya waktu makan pun terlewatkan dan pola makan jadi tidak teratur.

Hal ini kurang bagus untuk kesehatan karena membuat asupan kalori menjadi tidak terkontrol. Karenanya, batasi porsi makan saat Lebaran. Pastikan untuk makan sesuai jadwal yaitu 3 kali sehari, pagi, siang, dan malam.

7. Cukup minum air putih

Jangan lupa untuk cukup minuman air putih. Selain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, minum air putih yang cukup akan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi minuman manis secara berlebihan.

Tidak ada salahnya merayakan Idul Fitri dengan mengonsumsi minuman bersoda atau minuman manis. Namun, usahakan konsumsi secukupnya dan jangan berlebihan. Pastikan tetap menjaga pola makan yang seimbang agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan pasca-Idul Fitri.

(adr/odi)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Anna Pelzer

5 Tips Berbuka Puasa Tanpa Lonjakan Gula Darah, Puasa Lebih Sehat!


Jakarta

Saat berbuka puasa ada cara dan aturannya agar gula darah tidak melonjak. Menerapkan beberapa tips ini akan membuat berbuka puasa jadi lebih menyehatkan.

Tujuan utama menjalankan ibadah puasa tak hanya mencari pahala dan keberkahan. Berpuasa juga memiliki dampak besar pada kesehatan tubuh.

Namun banyak kesalahan yang masih dilakukan ketika sahur maupun berbuka. Merasa akan tak makan dan minum seharian, momen sahur dan berbuka menjadi ajang untuk makan dengan kalap.


Padahal ketika berbuka puasa ada aturannya agar gula darah yang melonjak secara mengejutkan. Beberapa tips sederhana diberikan oleh ahli untuk menjaga kestabilan gula darah saat berbuka puasa.

Baca juga: Tak Sekadar Makanan, Ketupat Punya Banyak Makna

Berikut ini 5 tips berbuka puasa sehat tanpa melonjakkan gula darah mengutip The Healthy Muslim:

5 Tips Berbuka Puasa Tanpa Lonjakan Gula Darah, Puasa Lebih Sehat!Membatalkan puasa lebih dianjurkan dengan air mineral. Foto: Getty Images/Pawel Kacperek

1. Mulai dengan air mineral

Masih banyak orang yang berbuka puasa dengan takjil berupa minuman manis. Es sirup, es campur, dan berbagai es dengan campuran sirup atau pemanis yang banyak dianggap sebagai menu ideal untuk membatalkan puasa.

Padahal saat membatalkan puasa pertama kali, dianjurkan untuk mengonsumsi air mineral saja. Konsumsi minuman dengan pemanis memang terdengar menyegarkan tetapi tak cukup sehat untuk gula darah.

Ahli gizi menyarankan beberapa tips untuk mengubah air mineral menjadi lebih menyegarkan tanpa pemanis buatan. Yaitu dengan membuatnya sebagai infuse water menggunakan irisan lemon, daun mint, atau buah-buahan segar.

2. Makan secara perlahan

Rasulullah SAW bersabda, “ketika kamu hendak berbuka puasa, batalkan dengan kurma karena itu berkah. Jika tidak ada kurma, batalkan dengan air karena itu murni.” (H.R Tirmidzi 695).

Artinya saat berbuka puasa wajib mengonsumsi makanan secara perlahan. Jangan karena lapar mata rasanya ingin melahap banyak makanan secepat mungkin.

Pertama-tama mulai dengan air mineral, kurma, dan atau buah segar. Lanjutkan dengan menunaikan ibadah solat maghrib, baru menyambut makan malam yang lebih mengenyangkan.

Tips berbuka puasa dengan sehat berlanjut di halaman berikutnya.

3. Hindari gorengan

Salah satu takjil yang paling populer di Indonesia selain kolak adalah gorengan. Rasanya yang gurih serta teksturnya yang renyah seolah memanjakan mulut yang tidak mengunyah makanan seharian penuh.

Tetapi gorengan menjadi takjil yang tak pernah disarankan oleh ahli. Jika tetap ingin makanan yang renyah, solusinya dapat mengonsumsi makanan yang dipanggang hingga agar kering.

Konsumsi lemak dan kalori yang tinggi dari makanan termasuk salah satu yang memicu kenaikan gula darah dengan cepat. Salah satu alternatifnya dapat mengandalkan air fryer untuk menggoreng dengan rendah minyak.

4. Batasi asupan makan

5 Tips Berbuka Puasa Tanpa Lonjakan Gula Darah, Puasa Lebih Sehat!Tidak dianjurkan untuk makan berlebihan saat berbuka puasa. Foto: Getty Images/Pawel Kacperek

Ketika berbuka puasa, anjuran paling utama yang disarankan adalah makan secukupnya. Tubuh membutuhkan waktu untuk merilis gula darah secara perlahan dan akan berbahaya jika merilisnya dalam jumlah banyak di waktu yang singkat.

Gula darah tidak hanya datang dari asupan makanan manis. Makan secara berlebihan dengan porsi yang tak terkendali juga berdampak pada pelepasan gula ke dalam aliran darah.

Apalagi ketika mendatangi undangan buka puasa bersama, biasanya lebih sulit mengendalikan nafsu makan. Pastikan untuk tidak mengisi perut berlebih atau setidaknya memberi jeda pada setiap makan.

5. Perbanyak protein

Jika ingin mendapatkan khasiat kesehatan yang maksimal dari berpuasa, mempertimbangkan konsumsi protein sebagai asupan dominan perlu dilakukan. Protein memberikan rasa kenyang yang lebih lama, artinya penyerapan gula darahnya juga dilepaskan secara perlahan ke dalam darah.

Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk mengembalikan fungsi organ tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak saat berpuasa. Biasanya di dalam protein juga terdapat kandungan nutrisi lain.

Seperti asam lemak omega-3, lemak baik, hingga serat. Protein juga tak melulu berasal dari hewani, kacang-kacangan dan biji-bijian termasuk protein nabati yang tak kalah dianjurkan.

(dfl/odi)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Anna Pelzer

Ahli Gizi Sarankan Konsumsi Makanan Ini Saat Bangun Sahur Mepet


Jakarta

Saat awal ramadan, banyak orang telat bangun sahur sampai mepet subuh karena belum terbiasa. Jenis makanan ini disarankan oleh ahli gizi untuk dikonsumsi saat waktu sahur mepet.

Ketika bangun sahur mepet subuh, banyak orang berakhir makan tidak karuan atau malah tidak makan sama sekali. Alhasil, perut terasa tidak nyaman karena makan terburu-buru atau karena tidak ada isinya sama sekali.

Lantas, bagaimana solusinya? Apakah ada makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi jika telat bangun sahur?


Masa awal puasa memang membutuhkan sedikit adaptasi. Tak sedikit orang yang telat bangun untuk sahur di masa awal puasa karena belum terbiasa kembali.

jus buahSari buah bisa jadi andalan saat sahur sedang mepet untuk memberikan nutrisi bagi tubuh. Foto: Getty Images/habovka

Alih-alih menyantap menu sahur dengan terburu-buru, Anda justru disarankan mengonsumsi makanan atau minuman padat energi saat bangun berdekatan dengan waktu imsak atau subuh.

“Kalau kepepet, sudah mau sebentar lagi imsak, biasanya kalau makan utuh takutnya buru-buru, nanti perutnya malah sakit. Coba cari makanan yang paling mudah untuk dikonsumsi dan padat energi,” ujar ahli gizi Fitri Hudayani yang berpraktik di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, Rabu (22/3), melansir Antara.

Salah satunya adalah minuman sari buah. Minuman ini, lanjut Fitri, mengandung padat energi dan mudah dicerna.

Selain sari buah, Fitri juga merekomendasi konsumsi sari kacang hijau, susu, atau makanan cair lainnya.

Fitri bahkan menyarankan agar Anda menyediakan makanan dan minuman di atas selama bulan Ramadhan jika dibutuhkan dalam kondisi mendesak seperti telat bangun sahur.

“Tapi, tentunya [dikonsumsi] dalam jumlah cukup. Jangan terlalu kurang, nanti tenaganya kurang,” ujar Fitri.

Dates and date smoothie with cinnamon powder on the top and serve with rectanguler tray.Selain sari buah, makanan cair seperti susu juga bisa jadi pilihan. Foto: Getty Images/CBAriansah

Jika telat sahur dan hanya bisa mendapatkan sedikit asupan makanan, Anda juga disarankan untuk membatasi aktivitas harian. Fitri menyarankan untuk membatasi aktivitas yang terlalu banyak mengeluarkan energi.

Dengan begitu, diharapkan Anda tak perlu ‘balas dendam’ saat berbuka puasa dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak dan tak terkontrol.

“Kalau itu terjadi, nanti malah menjadi masalah kesehatan lain sehingga kita tidak bisa menjalankan ibadah puasa yang sempurna di esok harinya,” pungkas Fitri mengingatkan.

Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Telat Bangun Sahur, Apa yang Sebaiknya Dimakan agar Puasa Lancar?

(adr/odi)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Anna Pelzer

Tips Makan agar Tetap Bugar Selama Ramadan, Bonus BB Turun


Jakarta

Selama ramadan, ada berbagai tips makan sehat yang bisa diikuti agar tubuh tetap bugar. Bonusnya juga bisa membantu usaha menurunkan berat badan! Berikut informasinya.

Ramadan berarti muslim berpuasa sebulan penuh untuk menjalani rukun Islam yang ketiga. Perubahan pola makan dan pola tidur pun bakal terjadi selama bulan suci ini karena aktivitas sahur dan buka puasa.

Agar tubuh tetap bugar, terdapat beberapa tips makan saat sahur maupun berbuka puasa. Utamanya soal memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tidah dehidrasi.


Selama puasa, kamu bisa mengikuti anjuran minum dengan pola 2-4-2. Artinya minum 2 gelas air putih saat berbuka puasa. Hindari konsumsi minuman manis berlebihan.

Air putih lebih disarankan untuk bantu mengganti cairan tubuh yang hilang usai seharian berpuasa. Lalu saat makan malam, usahakan minum 4 gelas air putih. Jumlah ini dapat dibagi lagi menjadi 2 gelas saat makan dan 2 gelas lagi jealang tidur.

Terakhir, minum 2 gelas air putih saat sahur. Bisa dibagi dengan minum 1 gelas saat bangun tidur. Lalu 1 gelas lagi setelah makan sahur.

Young woman drinking pure glass of waterMinum air putih yang cukup bantu cegah dehidrasi selama puasa. Foto: Getty Images/seb_ra

Selain dehidrasi, ‘musuh’ utama saat puasa adalah tubuh lemas. Hal ini bisa dicegah dengan memilih asupan makanan yang tepat. Pilih sumber karbohidrat kompleks, pangan tinggi protein, dan makanan yang secara keseluruhan bersifat padat nutrisi.

Salah satu menu andalan saat sahur dan buka puasa adalah kurma. Buah ikonik saat ramadan ini merupakan sumber karbohidrat, protein, vitamin B6 dan mineral termasuk kalium, magnesium, tembaga, mangan dan zat besi. Rasa manis kurma bisa memberikan dorongan energi instan saat buka puasa.

Konsumsi juga telur karena bahan makanan serbaguna ini sumber protein yang sangat baik. Konsumsi telur dapat membuat perut kenyang lebih lama dan tubuh tetap berenergi.

Selain mengonsumsi makanan yang disarankan, hindari beberapa makanan saat sahur karena efeknya bikin lemas seharian. Salah satunya ayam goreng.

“Meskipun hidangan ini enak, memakannya bisa membuat orang merasa lesu. Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, bisa sulit dicerna dan cenderung lebih ke makanan ‘berat’. Kombinasi lemak dan garam yang digunakan bisa membuat orang terbebani dan tidak merasa segar,” jelas Lauren Manaker, ahli diet dan penulis, seperti dikutip Eat This, Not That!.

Batasi pula konsumsi roti tawar atau atau roti kemasan lain. Roti tawar biasanya terbuat dari biji-bijian rafinasi yang sudah kehilangan banyak nutrisi selama proses. Berbeda dengan roti dari biji-bijian utuh yang masih mempertahankan kandungan serat, vitamin dan mineral pada kulitnya.

“Biji-bijian rafinasi seperti roti putih dan pasta putih berkontribusi pada penurunan energi. Mereka cepat dicerna, membuat kadar gula darah melonjak. Saat gula darah mendadak turun, tingkat energi menurun,” jelas Lisa Young, ahli gizi.

Terungkap! 5 Tips Menurunkan Berat Badan yang Efektif dari Ahli GiziPuasa juga bisa jadi ajang bantu usaha diet. Foto: Getty Images/BongkarnThanyakij

Kabar baik bagi yang sedang berusaha menurunkan berat badan, puasa juga bisa membantu berat badan turun maksimal. Ada tips diet yang patut dicontoh.

Pertama, kurangi konsumsi kalori. Kamu dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.

Kalori bisa dikurangi dengan mengurangi porsi makanan saat buka dan sahur serta tidak mengonsumsi camilan.

Lalu hindari makanan olahan. Makanan tinggi gula, garam, dan lemak ini biasanya rendah nutrisi dan tinggi kalori yang dapat meningkatkan berat badan. Sebaiknya konsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka puasa.

Informasi lengkap seputar tips makan sehat selama puasa, dapat kamu lihat DI SINI.

(adr/odi)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Anna Pelzer

Ikuti Tips Minum Air Putih Ini agar Tidak Dehidrasi Selama Puasa


Jakarta

Saat berpuasa tubuh pasti mengalami kekurangan cairan. Karenanya, cukupi kebutuhan air putih harian selama Ramadan dengan tips ini!

Menahan nafsu makan dan minum selama seharian tentu bukan hal yang mudah. Jika tidak cukup cairan saat sahur, tubuh akan mengalami dehidrasi yang berujung menyebabkan lemas.

Umumnya, setiap orang disarankan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari. Namun, karena waktu terbatas, mengonsumsi air putih pun jadi berkurang.


Dalam kondisi ini, ada tips minum air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi selama Ramadan, yakni dengan menerapkan pola 2-2-4.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (04/04/23), berikut caranya!

1. 2 gelas air putih saat berbuka

Young woman drinking pure glass of waterMinum dua gelas saat sahur. Foto: Getty Images/seb_ra

Saat berbuka puasa hindari minum manis yang berlebihan. Akan lebih baik jika minum air putih untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa.

Biasakan untuk berbuka puasa dengan air putih, baru kemudian dilanjutkan dengan mengonsumsi makanan lainnya. Paling sedikitnya, minumlah sebanyak 2 gelas.

Kamu bisa membaginya, satu gelas saat adzan Maghrib, dan satu gelas lagi saat menjelang adzan Isya

2. 4 gelas saat makan malam

Minum air putih saat malam hari harus dilakukan secara berkala. Setelah dua gelas saat berbuka, lalu bisa dilanjut dengan 4 gelas saat makan malam.

Namun, jumlah itu dapat dibagi lagi waktunya menjadi 2 gelas pada saat makan, dan dua gelas lagi saat menjelang tidur.

Selain mencukupi kebutuhan cairan tubuh, minum air putih sebelum dan setelah makan dapat membantu melancarkan proses pencernaan makanan.

Tips minum air putih selama Ramadan ada di halaman berikutnya.

3. 2 gelas air putih saat sahur

Ilustrasi wanita minum air putih atau mineralIlustrasi wanita minum air putih atau mineral Foto: Getty Images/iStockphoto/seb_ra

Sahur adalah waktu penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk cairan. Apa yang kita makan saat sahur akan menjadi bekal energi selama berpuasa.

Saat sahur, setidaknya kamu minum 2 gelas air, bisa dibagi dengan satu gelas saat bangun tidur. Lalu, satu gelas lagi setelah makan sahur.

Jika kebutuhan cairan terpenuhi, maka tubuh tidak akan mengalami dehidrasi selama berpuasa.

4. Hindari minuman berkafein

Jika sudah memenuhi kebutuhan air putih dengan menerapkan pola 2-4-2, sebaiknya hindari minuman yang akan menyebabkan dehidrasi.

Salah satunya minuman yang mengandung kafein, seperti kopi dan teh. Minuman berkafein bersifat diuretik yang artinya kondisi yang menyebabkan buang air kecil berlebihan.

Dengan begitu, cairan tubuh akan berkurang melalui urine. Hal ini berisiko menyebabkan tubuh kekurangan cairan, sehingga tubuh berpotensi merasa lemas saat berpuasa.

(raf/odi)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Anna Pelzer

Buka Puasa Minum Susu, Apakah Aman untuk Kesehatan?


Jakarta

Makanan saat sahur dan buka puasa kerap dipertanyakan dari sisi nutrisi, termasuk susu. Apakah aman untuk kesehatan jika minum susu saat buka puasa?

Pada hari-hari biasa, seseorang biasanya minum susu pagi hari untuk mendorong energi. Namun, ketika bulan puasa, penikmatnya mungkin ingin tetap menikmati susu. Alhasil mereka memilih buka puasa dengan minum susu.

Dari sisi kesehatan, apakah hal ini direkomendasikan? Dokter sekaligus ahli gizi, Lucy Widasari mengatakan sebenarnya tidak ada larangan untuk minum susu saat berbuka. Justru, susu bisa membantu tubuh kembali berenergi setelah seharian penuh berpuasa.


“Susu mengandung protein, lemak, dan karbohidrat yang dapat membantu pemulihan energi. Selain itu, susu juga kaya akan kalsium, fosfor, vitamin A dan B12, zinc, serta magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan,” kata Lucy saat hadir di acara yang diselenggarakan MILO Nestle di Gedung Nestle, Jakarta Selatan, Rabu (5/3).

Meski demikian, Lucy menekankan bahwa berbuka sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pasalnya, sel organ dalam saluran pencernaan sedang dalam kondisi istirahat selama puasa.

“Jadi sebaiknya berbuka dulu dengan air putih dan kurma. Setelah itu, awali dengan karbohidrat sederhana yang alami, lalu salat dulu sebelum lanjut dengan karbohidrat kompleks atau minum susu,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, meskipun tak ada larangan minum susu saat buka puasa, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal tersebut yakni:

1. Pilih susu sesuai kondisi kesehatan

Kopi campur susu kedelaiSusu kedelai bisa jadi alternatif asupan susu untuk yang intoleransi laktosa. Foto: Getty Images/iStockphoto/

Penderita intoleransi laktosa sebaiknya menghindari susu sapi karena dapat menyebabkan mual, diare, dan kram perut. Alternatifnya, bisa memilih susu nabati seperti susu kedelai, almond, oat milk, atau rice milk yang lebih aman.

Penderita asam lambung (GERD) tetap bisa minum susu saat berbuka, tapi pilihlah susu skim atau susu rendah lemak agar tidak memicu gejala GERD.

2. Hindari langsung buka dengan susu

Minum susu dalam keadaan perut kosong dapat memicu ketidaknyamanan pada beberapa orang. Oleh karena itu, lebih baik minum air putih dan makan kurma terlebih dahulu sebelum mengonsumsi susu atau produk olahannya.

3. Atur porsi dan waktu minum susu

5 Hal yang Bakal Terjadi Saat Minum Susu Pakai Tambahan GulaBatasi konsumsi susu hanya 1-2 gelas per hari. Foto: Getty Images/iStockphoto/pong-photo9

Lucy menyarankan agar konsumsi susu tidak berlebihan, cukup 1-2 gelas per hari.

“Pembagian waktunya bisa satu gelas saat sahur dan satu gelas saat berbuka, agar manfaatnya tetap maksimal,” kata dia.

Meskipun susu bermanfaat, tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi lainnya, seperti sayur, buah, kacang-kacangan, serta protein dari daging atau ikan. Segelas susu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama Ramadan.

“Pastikan juga asupan cairan harian tetap terpenuhi dengan minum 8 gelas air per hari,” tambahnya.

Bagi yang memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memasukkan susu dalam menu berbuka. Dengan begitu, Anda bisa memilih jenis susu yang paling aman dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Minum Susu Saat Buka Puasa, Boleh atau Tidak?

(adr/adr)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Anna Pelzer

Anti Haus! 5 Minuman Ini Bantu Tubuh Tetap Terhidrasi Saat Puasa


Jakarta

Puasa sepanjang hari bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Karenanya, penting mengonsumsi minuman yang dapat menjaga hidrasi tubuh sepanjang hari, seperti 5 minuman ini.

Puasa Ramadan melibatkan seseorang lebih dari 12 jam tanpa makan atau minum. Oleh karena itu, tubuh bisa mengalami dehidrasi akibat kehilangan cairan, tetapi tidak bisa mengisinya kembali karena berpuasa.

Dalam kondisi seperti ini, penting bagi tubuh untuk memiliki pola makan dan gaya hidup yang sehat. Salah satu aspek penting yaitu memastikan tubuh terhidrasi sepanjang hari.


Dr Aftab Ahmed, konsultan senior di Rumah Sakit Apollo, Secunderabad merekomendasikan minuman-minuman sehat yang bisa dikonsumsi selama bulan Ramadan. Selain menawarkan nutrisi sehat, minuman pilihan ini juga bisa menjaga tubuh terhidrasi sepanjang hari.

Melansir onlymyhealth.com (06/04/2024), berikut rekomendasi minumannya:

1. Air kelapa

Ilustrasi air kelapa mudaKandungan elektrolit tinggi dan mineral lain di dalam air kelapa bisa bantu tubuh terhidrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/PitchyPix

Minuman alami ini kaya elektrolit yang bisa mengisi kembali cairan dan mineral yang hilang selama puasa. Pasalnya, kandungan elektrolit dalam air kelapa lebih banyak dibandingkan air putih.

Minum air kelapa dapat menghidrasi tubuh, rendah kalori, dan menyediakan nutrisi penting lainnya, seperti kalium dan magnesium.

Penelitian yang disebut situs Only My Health juga meneliti kandungan karbohidrat dan elektrolit air kelapa. Mereka mengungkap air kelapa menunjukkan indeks rehidrasi dan respon glukosa darah yang sangat baik.

Air kelapa aman saja dikonsumsi sebagian besar orang jika diminum dalam batas wajar. Namun, sebaiknya jangan dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, pengidap tekanan darah tinggi, pasca operasi, maupun mengidap penyakit ginjal.

2. Jus semangka

Ilustrasi jus semangkaKandungan air tinggi di dalam jus semangka juga menjadi pilihan minuman hidrasi tepat. Foto: Getty Images/Moncherie

Opsi lain yang tidak kalah menyegarkan adalah jus semangka. Di dalamnya terdapat kadar air tinggi dan kandungan mineral sampai 90%.

Menurut data yang diunggah United States Department of Agriculture (USDA), semangka merupakan buah dengan kandungan air tinggi, vitamin, mineral, dan antioksidan yang menjadi pilihan tepat untuk menghilangkan dahaga dan mengisi kembali nutrisi.

Selain air dan mineral, di dalam jus semangka juga ada kandungan karbohidrat yang terdiri atas serat pangan. Kandungan tersebut membuat minum jus semangka mampu menambah energi atau menambah stamina.

Rekomendasi minuman yang mampu menghidrasi lainnya bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

3. Infused water

Ilustrasi infused water jeruk nipisSelain segar, infused water juga bisa menjaga hidrasi tubuh. Foto: Getty Images/Rocky89

Tidak hanya menyegarkan, tetapi infused water atau air putih yang diinfus dengan potongan buah atau bahan lain ini juga menjadi pilihan minuman yang menarik.

Karena dicampur dengan buah-buahan atau sayuran, infused water mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan elektrolit yang bermanfaat untuk tubuh.

Melansir rri.co.id, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition and Metabolism menyatakan bahwa infused water mampu meningkatkan asupan cairan harian.

Hasil penelitian ini menemukan bahwa individu yang mengonsumsi infused water mengalami peningkatan hidrasi signifikan dibandingkan mereka yang hanya minum air biasa.

4. Susu

Alternatif Susu Pengganti Susu SapiMinum susu juga menjadi pilihan tepat untuk hidrasi tubuh. Foto: Getty Images

Susu juga menjadi salah satu yang dapat memenuhi cairan tubuh. Sebab, susu mengandung 90% air sekaligus elektrolit dan natrium yang bisa membantu tubuh menahan lebih banyak cairan.

Menurut penelitian di Kanada tahun 2014 dalam jurnal “Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism” yang dipublikasikan menemukan susu lebih baik ketimbang minuman isotonik kemasan atau air putih dalam hal menghidrasi tubuh saat ditempa panas matahari.

Di dalam susu juga terkandung protein, karbohidrat, dan sedikit lemak yang bisa membuat tubuh kembali berenergi dan bersemangat.

5. Hindari minuman mengandung gula dan kafein

Terlepas dari keempat minuman yang direkomendasikan sebelumnya, Dr Aftab Ahmed juga menyerukan menghindari minuman manis dan berkafein.

Minuman manis dengan banyak tambahan gula bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan menyebabkan energi menurun.

Begitu juga dengan minuman berkafein yang harus dikonsumsi secukupnya saat puasa. Sebab, jika berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu pola tidur.

Menjalani puasa dengan sehat membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan cairan dalam tubuh. Selama lebih dari 12 jam menahan haus dan lapar, tubuh kehilangan banyak cairan serta mineral esensial yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme.

Le Minerale, dengan kandungan mineral esensial alaminya, membantu menggantikan elektrolit yang hilang, menjaga keseimbangan cairan, serta membuat tubuh tetap segar dan berenergi sepanjang hari.

Minum Le Minerale saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama, sementara saat berbuka, membantu mengembalikan kesegaran setelah seharian berpuasa. Dengan asupan cairan yang cukup dan berkualitas, puasa terasa lebih ringan, tubuh tetap bugar, dan aktivitas harian tetap optimal.

(aqr/adr)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Anna Pelzer

Catat! Segini Batas Aman Minum Kopi dan Teh Selama Puasa


Jakarta

Selama ramadan, penggemar kopi dan teh tak harus menyingkirkan minuman favoritnya. Ahli gizi menyebut keduanya masih bisa dikonsumsi dengan takaran aman segini.

Kopi dan teh merupakan dua minuman mengandung kafein yang jadi favorit banyak orang Indonesia. Namun, keamanan konsumsi keduanya kerap diragukan selama bulan puasa.

Bagaimana faktanya? Ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Fitri Hudayani mengatakan mengonsumsi teh atau kopi diperbolehkan selama puasa di bulan ramadan. Namun ada aturan frekuensinya agar tidak mengganggu puasa.


“Konsumsi teh dan kopi harus dikonsumsi secukupnya, misalnya hanya satu gelas untuk teh dan satu cangkir untuk kopi per hari nya, selebihnya dianjurkan minum air putih,” kata Fitri melalui pesan singkat seperti dilaporkan Antara, Jumat (15/3).

Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi dan teh masih aman dikonsumsi saat bulan puasa. Foto: Ilustrasi iStock

Fitri mengatakan mengonsumsi teh dan kopi sudah menjadi kebiasaan minum masyarakat Indonesia pada umumnya. Biasanya teh juga minuman untuk membatalkan puasa.

Teh, kata Fitri, dinilai lebih aman di lambung untuk digunakan sebagai pembatal puasa bagi penderita asam lambung. Berbeda dengan kopi yang memiliki tingkat keasaman yang bisa mengganggu orang dengan lambung sensitif. Karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsinya setelah perut terisi.

“Teh sejauh ini lebih aman untuk penderita penyakit lambung, berbeda dengan kopi yang memiliki tingkat keasaman yang dapat mengganggu pada orang sensitif lambungnya,” ujarnya.

Pecinta teh atau kopi juga tidak perlu khawatir karena meskipun minuman ini bersifat diuretik atau merangsang buang air kecil, namun tidak menimbulkan rasa haus yang berlebihan.

Pembatasan konsumsi teh dan kopi juga bertujuan untuk menghindari konsumsi gula berlebihan karena seringkali minuman berkafein ini ditambahkan gula atau susu baik full cream maupun susu rendah lemak.

Manfaat Minum Teh HangatSatu gelas teh dan satu cangkir kopi merupakan batas aman konsumsi teh dan kopi selama ramadan. Foto: Getty Images/iStockphoto/WiroKlyngz

Fitri juga mengingatkan untuk tetap menjaga asupan gula dan garam sama seperti pada hari-hari sebelum puasa. Hal ini untuk menjaga tubuh dari penyakit diabetes dan hipertensi.

“Jangan lupa konsumsi serat yang cukup berasal dari buah dan sayur untuk menjaga kesehatan pencernaan selama menjalankan ibadah puasa sehingga perut terasa nyaman,” jelasnya.

Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Catat, Ini Batas Aman Konsumsi Kopi dan Teh Selama Puasa

(adr/adr)

Sumber : food.detik.com

Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
Source : unsplash.com / Anna Pelzer

الحمد لله رب العالمين المغني الكريم اللهم صل و سلم على رسول الله محمد و على أله و أصحابه أجمعين