Jakarta –
Susu kerap jadi andalan untuk menu sahur praktis mengenyangkan. Namun, minum susu sebaiknya tidak berlebihan karena dapat memicu efek samping yang mengganggu kesehatan.
Susu, terutama susu sapi, merupakan salah satu sumber nutrisi penting buat tubuh termasuk kalsium, protein, dan vitamin D. Kebanyakan orang menjadikan susu sebagai pelengkap nutrisi harian atau menu sahur selama bulan puasa.
Melansir dari Medical News Today, dalam 244 milliliter (ml) susu sapi (whole milk) mengandung 7,9 gram (g) lemak; 7,7 g protein; 12,3 g gula; 276 miligram (mg) kalsium; 322 mg kalium; dan 3,2 microgram (mkg) vitamin D.
Melihat nutrisinya, susu memberikan manfaat buat kekuatan tulang, kesehatan otak, serta pembentukan otot.
Meski demikian, minum susu perlu diatur porsinya. Dalam sehari, konsumsi susu cukup 1-3 gelas tergantung usia dan kebutuhan asupan.
Jika terlalu banyak, minum susu malah bisa memicu sejumlah masalah. Apa saja?
1. Lelah dan lesu
Minumm susu bisa memicu lelah dan lesu. Foto: Getty Images/simon2579 |
Susu mengandung kalori yang bisa menjadi sumber tenaga. Namun, jika terlalu banyak, susu malah bisa memicu kelesuan dan kelelahan luar biasa.
Mengutip Times of India, kasein A1 pada susu sapi kadang bisa memicu peradangan pada lapisan usus dan mengganggu keseimbangan mikroba. Oleh karenanya, orang yang alergi susu dianjurkan untuk minum varian susu A2.
2. Sulit fokus
Jika Anda susah fokus dan bermasalah dengan memori, bisa jadi Anda terlalu banyak minum susu.
Menurut ahli, kandungan kasein dalam jumlah tinggi bisa mengelabui reseptor otak tertentu dan mengeluarkan sinyal palsu. Beberapa orang juga berkata bahwa konsumsi susu berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan mental seiring bertambah usia.
3. Bintik merah hingga ruam
Minum susu juga bisa muncul karena anyak minum susu. Foto: Getty Images/PonyWang |
Breakout atau jerawat parah biasanya timbul saat kulit tidak cocok dengan kandungan produk skincare. Ternyata, breakout juga bisa muncul saat terlalu banyak minum susu.
Selain jerawat, pada kulit juga bisa ditemukan bintik-bintik merah dan ruam.
Hal ini bisa disebabkan konsumsi susu berlebihan memicu perubahan hormon. Namun, hal ini belum diteliti lebih lanjut.
4. Masalah pencernaan
Minum susu juga bbisa sebabbkan perut kembung. Foto: iStock |
Susu bisa mengenyangkan tanpa harus menambah asupan makanan lain. Hanya saja, saat porsinya berlebihan, susu bisa mengakibatkan kembung, mual dan rasa tidak nyaman di perut.
5. Tulang rapuh
susu juga bisa bikin masalah tulang lebih rapuh. Foto: Getty Images/PeopleImages/Ist |
Dalam jumlah yang wajar, minum susu memang bisa menguatkan tulang. Sebaliknya, ketika porsinya berlebihan, susu malah membuat tulang jadi rapuh dan kepadatannya berkurang.
Studi BMJ yang diterbitkan pada 2014 menemukan bukti bahwa pria lansia yang minum sangat sedikit susu cenderung tidak mengalami patah tulang atau radang dibanding wanita yang cukup minum susu.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Terlalu Banyak, Ini 5 Efek Samping Minum Susu Berlebihan”
(aqr/adr)
![]() |
|||||||||||||||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
7 Makanan Terburuk untuk Sahur, Bikin Badan Lemas dan Cepat Haus Jakarta – Saat sahur, penting memilih asupan makanan yang tepat agar tidak cepat lemas dan haus. Hindari pula konsumsi jenis makanan berikut ini agar puasa lebih nyaman. Sahur merupakan waktu makan penting selama ramadan. Tak hanya untuk mengisi energi secara fisik, tapi juga merupakan amalan yang mengundang keberkahan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari) Dalam memilih makanan saat sahur, ada baiknya memperhatikan kandungan gizinya. Jangan sampai keliru karena bisa menyebabkan efek samping, seperti mudah lemas dan cepat lapar. Hindari daftar makanan terburuk untuk sahur berikut ini: 1. Makanan tinggi garamMakanan tinggi garam atau asin memang nikmat disantap, tapi sebaiknya dihindari saat sahur. Konsumsinya tak hanya menaikkan tekanan darah, tapi juga membuat kamu cepat haus selama puasa, seperti diungkap situs Masnad Health Clinic (4/3/2025). Makanan tinggi garam bukan hanya makanan rumahan yang ditambahkan banyak garam, melainkan juga mie instan, makanan olahan seperti keripik kentang, nugget, pizza, dan banyak lainnya. Cobalah untuk mengurangi garam pada makanan dan bandingkan informasi nutrisi makanan kemasan untuk melihat mana yang mengandung lebih sedikit garam. Pastikan kandungan natriumnya 120 mg atau kurang per 100 gramnya. 2. Makanan tinggi lemak
Lemak memang diperlukan tubuh, tapi jenis lemak yang tak sehat apalagi dalam jumlah banyak, tidak disarankan. Hindari gorengan dan makanan lain yang secara alami tinggi lemak seperti mentega, keju, dan daging olahan. Konsumsi makanan tinggi lemak bisa menyebabkan nyeri ulu hati, memperparah refluks asam lambung dan peradangan, serta menambah asupan kalori. Penyebab terakhir inilah yang membuat berat badan kamu mungkin bertambah saat ramadan. Menghindari makanan tinggi lemak juga bisa menguntungkan kesehatan jantung. Sebaiknya beralih ke sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, serta sumber omega 3 dan omega 6 seperti ikan dan kacang-kacangan. 3. Makanan manisAneka es buah, kolak, hingga kue yang manis-manis kerap disantap saat sahur maupun buka puasa. Konsumsi jenis makanan ini bisa membuat kamu merasa sangat lemas, bahkan hanya selang 1-2 jam setelah sahur. Sebab makanan manis ini mengandung gula sederhana yang melepaskan energi dengan sangat cepat dan dalam waktu singkat. Makanan manis juga cepat meningkatkan kadar gula darah yang menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah besar sehingga membuat kamu merasa lelah. Hindari juga sumber makanan manis lain, seperti sereal olahan, roti, nasi, dan pasta karena makanan ini mengandung gula sederhana dan rendah serat yang membuat kamu cepat lapar. 4. Minuman manis
Tak hanya makanan manis, waspadai juga konsumsi minuman manis saat sahur. Misalnya jus buah kemasan, yogurt kemasan, minuman soda, atau minuman energi yang mungkin menarik selera. Tingginya kandungan gula pada minuman manis bisa membuat kenaikan kadar gula darah dalam waktu singkat. Alhasil kamu jadi cepat lapar meski sudah makan cukup saat sahur. Selengkapnya di halaman selanjutnya. 5. Makanan pedas dan banyak rempahSaat sahur, hindari konsumsi makanan pedas atau yang dibuat dengan banyak rempah. Makanan ini bisa bikin perut tak nyaman, seperti meningkatkan asam lambung dan memicu efek maag lainnya, seperti diungkap Times of India. Terlebih jika makanan tersebut dikonsumsi pagi hari. Besar kemungkinan akan menimbulkan risiko lain seperti sakit perut, mulas, atau mual. 6. Sumber kafein
Konsumsi kafein memang bisa mendorong energi, tapi jika berlebihan maka akan merugikan saat puasa. Minuman kafein, seperti kopi dan teh, sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari 1 cangkir per hari. Kafein bisa membuat kamu dehidrasi karena bersifat diuretik. Intensitas buang air kecil pun bakal lebih sering selama seharian berpuasa. 7. Makan terlalu banyakTak hanya jenis makanannya, porsi makan juga perlu diperhatikan ketika sahur. Jika makan terlalu banyak, maka perut bisa jadi malah kembung dan terasa tak nyaman. Saat sahur lebih baik konsumsi makanan porsi kecil dan bergizi seimbang. Dengan begitu tingkat energi akan dilepas secara stabil dan kamu tidak mudah merasa lemas. (adr/odi) 6 Asupan Ini Ramah Penderita GERD, Aman Dikonsumsi Saat Buka Puasa Jakarta – Penderita GERD yang menjalani puasa ramadan tak bisa sembarangan mengonsumsi makanan dan minuman agar kondisi tetap sehat. Ini makanan dan minuman yang baik dikonsumsi! Para penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) biasanya disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang aman bagi kesehatan lambung. Selama Ramadan, penderita GERD juga harus memerhatikan asupan makanan dan minuman agar kondisi tetap aman dan puasa berjalan lancar. Mengutip dari Siloam Hospitals (22/8/2024), penderita GERD yang berpuasa perutnya akan kosong selama beberapa jam yang dapat menimbulkan naiknya asam lambung. Oleh karena itu, asupan saat berbuka puasa penting diperhatikan. Makanan mengandung karbohidrat kompleks hingga minum teh herbal bisa menjadi solusi.
Berikut 6 makanan dan minuman untuk buka puasa bagi penderita GERD:1. Makanan dengan Karbohidrat KompleksPenderita GERD harus mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks jika ingin asam lambung tak naik. Makanan karbohidrat kompleks itu di antaranya ada roti gandum, beras merah, oatmeal, dan lainnya. Makanan dengan kandungan tersebut juga memberikan efek kenyang yang lebih lama. Selain itu, makanan-makanan ini lebih mudah dicerna untuk menghindari terjadinya iritasi pada lapisan lambung. 2. Makanan Rendah LemakAsupan protein juga jangan sampai ditinggalkan oleh para penderita GERD. Namun, tak semua asupan protein baik untuk kondisi GERD, sebaiknya hindari yang mengandung lemak tinggi. Beberapa makanan yang mengandung protein dan rendah lemak adalah ikan, yogurt, tempe, tahu, dan dada ayam tanpa kulit. Kelima makanan ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk berbuka puasa. 3. Kurma
Kurma menjadi makanan yang sunnah Rasul saat berbuka puasa. Anjurannya harus dikonsumsi dalam porsi ganjil, misalnya 1, 3, 5, dan jumlah ganjil lainnya. Kurma baik untuk penderita GERD karena mengandung serat alami. Selain itu, kurma juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Penderita GERD dianjurkan untuk mengonsumsi 3 buah kurma saat berbuka puasa sebelum menyantap hidangan utama. Cek untuk daftar minuman yang baik dikonsumsi di halaman selanjutnya… 4. Susu Rendah LemakSusu rendah lemak juga asupan yang aman dikonsumsi bagi penderita GERD saat berbuka puasa. Jangan mengonsumsi susu full cream, karena kandungan lemaknya yang tinggi sehingga sulit dicerna dan menyebabkan perut tak nyaman. Lemak yang terkandung dalam susu sapi ini juga dapat melunakkan otot stingter esofagus sehingga asam lambung lebih mudah naik. Selain susu rendah lemak, pilihan susu nabati juga baik dikonsumsi, seperti susu kacang kedelai, susu almond, dan lainnya. 5. Air Kelapa
Air kelapa diketahui mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi kesehatan. Minuman yang menyegarkan ini juga umum dikonsumsi saat berbuka puasa, karena dapat meningkatkan jumlah elektrolit pada tubuh. Kandungan nutrisi yang terkandung dalam air kelapa berupa kalium dapat menjaga pH darah dan keseimbangan cairan tubuh. Sehingga refluks asam dapat dikelola dengan baik dan tak menyebabkan naiknya asam lambung. 6. Teh HerbalPenderita GERD harus menghindari asupan kafein, karena dapat menyebabkan naiknya asam lambung. Selain kopi, teh hitam juga sebaiknya dihindari karena kandungan kafeinnya cukup tinggi. Namun, jika tetap ingin menikmati teh saat berbuka puasa bisa dengan alternatif teh herbal. Diketahui bahwa teh herbal bebas dari kafein. Di antaranya seperti teh jahe, teh kayu manis, dan lainnya. Teh licorice (teh akar manis) juga baik untuk konsumsi saat buka puasa bagi penderita GERD. Ini karena akar manis dapat meningkatkan produksi lendir yang melapisi dinding esofagus. (yms/odi) Lebih Bahaya dari Gula Pasir, Karbohidrat Ini Bikin Gula Darah Cepat Naik Jakarta – Kadar gula darah saat puasa perlu dijaga kestabilannya. Hindari makanan mengandung karbohidrat ini karena bikin gula darah melonjak dalam waktu cepat. Kadar gula darah perlu dijaga agar tetap stabil dalam rentang jumlah normalnya. Dengan begitu, kondisi resistensi insulin atau risiko diabetes bisa dicegah. Salah satu triknya dengan membatasi asupan makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi. Dalam hal ini, gula pasir sering dicap sebagai penyebab utama, padahal ada jenis bahan lain yang lebih berbahaya dalam hal meningkatkan kadar gula darah.
Hal ini diungkap oleh Dr. Eric Berg, DC yang memiliki lebih dari 13 juta subscriber YouTube. Ia juga merupakan pakar ketosis dan puasa intermiten. Dr. Berg menjelaskan jenis karbohidrat yang harus dihindari bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula darahnya tetap stabil.
“Ada satu jenis karbohidrat yang jauh lebih berbahaya daripada gula. Banyak orang menganggap gula adalah yang paling buruk, tetapi ada sesuatu yang lebih buruk dari itu,” ujarnya dikutip dari Getsurrey, Minggu (2/3/2025). Dr. Berg menilai indeks glikemik merupakan indikator penting dalam menentukan dampak suatu makanan terhadap kadar gula darah. Misalnya, contoh indeks glikemik Gula pasir yang memiliki indeks 65, Glukosa 100, Maltodekstrin 116-136. Dengan indeks glikemik yang lebih tinggi dari gula dan glukosa, maltodekstrin dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih signifikan. “Jadi, ini adalah karbohidrat yang tidak diklasifikasikan sebagai gula, tetapi bertindak seperti gula dengan cara yang lebih berbahaya. Karbohidrat ini dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Namanya maltodekstrin,” katanya.
Selain itu, Maltodekstrin juga hadir dalam bentuk lain, seperti pati makanan yang dimodifikasi dan pati jagung yang dimodifikasi. Bahan ini banyak ditemukan dalam makanan, termasuk produk bebas gula yang sebenarnya tetap mengandung zat mirip gula. Maltodekstrin biasanya berbentuk bubuk putih bertepung dan ditemukan dalam banyak makanan olahan, termasuk: – Produk roti seperti pastry, kerupuk, dan granola bar Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Ini Jenis Karbohidrat Paling Berbahaya untuk Gula Darah (adr/adr) 6 Makanan Penyebab Asam Urat, Batasi Konsumsinya Saat Sahur dan Buka Jakarta – Saat puasa, pilihan makanan saat sahur dan buka perlu diperhatikan. Batasi konsumsi makanan tinggi purin jika tidak ingin asam urat kambuh. Penyakit asam urat disebabkan tumpukan asam urat dan membentuk kristal di persendian. Melansir dari WebMD, tubuh memproduksi asam urat setelah memecah purin yang ditemukan dalam sejumlah pangan yang akrab sehari-hari. Ketika kambuh, penyakit ini menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan. Ahli merekomendasikan penderita asam urat untuk menerapkan diet rendah purin dan dianjurkan memilih makanan dengan teliti agar penyakit tersebut tidak kambuh.
Penderita asam urat sebaiknya menghindari makanan berikut saat sahur maupun buka puasa agar terhindar dari kambuh: 1. Jeroan
Sebaiknya hindari mengonsumsi jeroan atau organ dalam hewan seperti hati, ginjal, dan daging kelenjar seperti timus dan pankreas. Deret jeroan ini tinggi kandungan purin. 2. Permen dan makanan serba manisPermen, kue, biskuit, cake, dan makanan serba manis perlu dikurangi. Gula yang mengandung setengah fruktosa bisa terurai menjadi asam urat. Selain makanan manis, hal ini juga berlaku pada minuman manis. Minuman dengan pemanis tambahan tinggi bisa memicu asam urat kambuh. 3. Daging merah
Daging merah termasuk makanan tinggi kandungan purin. Melansir dari Cleveland Clinic, hindari atau batasi konsumsi daging merah termasuk daging sapi, domba, babi dan daging olahan seperti bacon. 4. SeafoodSebenarnya tidak semua seafood memicu asam urat. Namun sebaiknya hindari atau batasi makanan penyebab asam urat seperti kerang, cumi-cumi, udang, tiram, kepiting dan lobster. 5. Roti putih
Melansir dari WebMD, semakin cepat makanan meningkatkan gula darah, semakin buruk pengaruhnya terhadap asam urat. Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue kering, pasta putih bisa meningkatkan kadar gula darah dan jelas ini tidak baik untuk asam urat. 6. MaduMadu terlihat tidak mengancam kesehatan tapi buat penderita asam urat, sebaiknya pertimbangkan lagi jika ingin mengonsumsi madu. Madu memang pemanis alami tapi tinggi fruktosa sehingga masuk makanan penyebab asam urat. Fruktosa bisa melepas purin saat dipecah tubuh. Penderita asam urat patut membatasi konsumsi madu. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Hati-hati Bikin Kambuh, Ini 6 Makanan Penyebab Asam Urat” (adr/adr) Ahli Gizi Ungkap Waktu Ideal Minum Kopi Selama Ramadan Jakarta – Banyak pencinta kopi bingung menentukan kapan sebaiknya minum kopi saat bulan ramadan? Ahli pun merekomendasikan waktu ideal untuk menikmati minuman berkafein ini. Kopi merupakan minuman favorit banyak orang. Tidak jarang ada orang yang dapat menikmati kopi lebih dari satu gelas dalam sehari. Saat bulan Ramadan, banyak orang bertanya-tanya, bagaimana bisa tetap minum kopi di bulan suci. Pasalnya, bagi pencinta kopi, rasanya ada yang kurang jika tidak meminumnya sehari saja.
Menurut Dr. Rita Ramayulis dari Ikatan Ahli Gizi Indonesia, waktu terbaik untuk minum kopi selama bulan Ramadan adalah antara waktu berbuka puasa dan waktu selingan di malam hari.
Ia menyarankan peminum kopi untuk mengonsumsi kopi saat lambung lebih siap menerimanya, yaitu setelah berbuka puasa. Anda juga disarankan untuk berhenti minum kopi satu jam atau lebih sebelum tidur, agar pola tidur tidak terganggu. Jika merasa masih membutuhkan kopi pagi saat sahur/sebelum fajar, Anda boleh saja menyeduh kopi lagi, tapi pastikan minum banyak air setelahnya. Hal ini karena kafein mengandung sifat diuretik yang menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil dan dehidrasi selama jam-jam saat puasa. Tips terbaik sebenarnya dengan mempersiapkan tubuh dengan mengurangi konsumsi kopi secara bertahap dua hingga tiga minggu sebelum Ramadan dimulai, sehingga tubuh Anda akan beradaptasi dengan berkurangnya asupan kafein saat bulan puasa.
Sementara itu, ada alternatif lainnya yakni memilih kopi tanpa kafein. Sebab semua kopi tanpa kafein hanya mengandung kafein 3 persen saja sehingga tidak akan mengganggu rutinitas tidur Anda. Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Kapan Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa Ramadan? Ini Kata Ahli (adr/adr) 5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan Ramadan Jakarta – Walaupun berpuasa di bulan ramadan, penting menjaga tubuh terhidrasi. Ada beberapa cara dan tips yang bisa dilakukan guna menghindari dehidrasi saat puasa. Menjalani ibadah puasa di bulan ramadan bukan berarti membiarkan tubuh kelaparan dan kehausan seharian penuh. Sebaik-baiknya menjalankan puasa ialah harus tetap memenuhi kecukupan nutrisi dan hidrasi tubuh. Ada banyak saran yang diberikan oleh ahli gizi agar Muslim tetap dapat menjalankan puasa dengan lancar. Salah satunya memerhatikan hidrasi atau asupan air yang cukup untuk tubuh.
Agar tak dehidrasi walaupun tanpa minum seharian ada tips yang bisa ditiru. Mulai dari menghitung kebutuhan air minum hingga membagi sesi minum sejak berbuka hingga sahur. Baca juga: Jalani Ramadan Pertama Tanpa Ibu, Netizen Ini Punya Siasat Khusus Berikut ini 5 tips mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa di bulan ramadan:
1. Menghitung kebutuhan airKebutuhan air minum setiap individu sangat berbeda-beda. Salah satu faktor terbesarnya ialah perbedaan berat badan maupun jenis kelamin. Tentunya perbedaan ini dapat dihitung. Melansir Indonesia Baik, ada beberapa cara untuk menghitung kebutuhan air baik dengan rumus Watson maupun rumus yang sederhana. Untuk sehari-hari orang awam dapat menghitung kebutuhan air minumnya dengan rumus Berat Badan x 30 mililiter air. Hasil perhitungan tersebut adalah takaran sederhana yang harus dicukupi agar tubuh tak dehidrasi termasuk ketika berpuasa. Namun asupan air tak hanya semata-mata terhitung dari konsumsi air mineral saja tetapi juga datang dari makanan dan asupan lainnya. 2. Konsumsi makanan tinggi airDr. Kushal Bangar selaku ahli gizi berlisensi mengatakan ada beberapa cara memenuhi kecukupan air tubuh. Salah satunya mengandalkan asupan makanan tinggi air, terutama dari buah. Saat menjalankan ibadah puasa, sempatkan untuk mengonsumsi buah tinggi air pada waktu berbuka maupun sahur. Seperti beberapa potong semangka atau mengonsumsi timun yang dapat dicampur dalam makanan. Buah jeruk yang tak hanya tinggi air tetapi juga padat akan vitamin C-nya termasuk salah satu yang disarankan untuk dikonsumsi saat sahur. Alasannya kadar air dengan vitamin yang mengimbangi dapat membantu memperkuat imunitas selama berpuasa. Tips mencukupi kebutuhan hidrasi saat berpuasa berlanjut di halaman berikutnya.3. Hindari kafeinAda beberapa kebiasaan yang dilakukan orang Indonesia baik saat sahur maupun berbuka puasa. Ialah mengonsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi dengan kepercayaan untuk mendorong energi. Faktanya konsumsi teh dan kopi yang berlebihan saat bulan ramadan dapat mengganggu kelancaran puasa. Teh dan kopi memiliki kadar kafein yang bersifat sebagai diuretik sehingga mengeluarkan cadangan air dari dalam tubuh. Konsumsi teh saat berbuka puasa masih boleh dilakukan, namun minum teh saat sahur tidak begitu dianjurkan. Sebagai alternatif, konsumsi teh dan kopi selama bulan ramadan dapat diganti menjadi seduhan minuman herbal. 4. Pilih minuman elektrolit saat berbuka
Mengutip MedlinePlus, elektrolit bukan sekadar minuman biasa tetapi juga mengandung muatan listrik. Elektrolit memiliki banyak pengaruh besar pada tubuh dalam mencegah terjadinya hidrasi. Mulai dari mencukupi asupan air, mengendalikan pH dalam darah, hingga menjaga fungsi saraf dan otot. Minuman yang mengandung elektrolit artinya memiliki kandungan kalsium, klorida, magnesium, fosfor, potasium, dan sodium di dalamnya. Banyak produk di pasaran yang menawarkan minuman tinggi elektrolit, biasanya minuman ini disarankan bagi pelaku olahraga namun juga cocok dikonsumsi ketika berpuasa. Misalnya seperti minuman isotonik atau air kelapa kemasan. 5. Membagi waktu minumCara paling mudah untuk mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan ramadan adalah dengan membaginya ke dalam 8 gelas air minum. Tetapi tidak semuanya harus dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan. Minum air mineral untuk mencukupi kebutuhan hidrasi harus dilakukan secara bertahap. Konsumsi air mineral yang terlalu banyak dalam satu waktu justru dapat membahayakan tubuh hingga risiko terparahnya adalah mengancam nyawa. Saat berpuasa, membagi porsi air mineral dapat dilakukan 1 gelas setiap waktu. Satu gelas setelah bangun sahur, setelah makan sahur, saat berbuka puasa, setelah solat maghrib, setelah makan malam, setelah solat isya, setelah tarawih, dan sebelum tidur malam. (dfl/odi) Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur Agar Tidak Lemas Seharian Jakarta – Puasa di awal-awal bulan ramadan sering kali terasa lemas. Hal ini bisa jadi karena pemilihan makanan yang kurang tepat. Hindari beberapa makanan yang memicu lemas seharian. Saat sahur, usahakan memilih makanan bergizi seimbang agar mampu memberikan energi tubuh selama 13-14 jam ke depan. Dengan begitu, rasa lemas dan lesu pun bisa dihindari. Berikut menu yang sebaiknya tidak masuk dalam menu santap sahur karena justru membuat Anda lemas:1. Ayam gorengTeksturnya yang renyah membuat ayam goreng jadi deret lauk favorit. Ayam goreng pun mudah disiapkan sebab Anda bisa memarinasi di malam hari, simpan di kulkas lalu digoreng jelang sahur. Namun menu ini sebenarnya tidak pas untuk menu sahur.
“Meskipun hidangan ini enak, memakannya bisa membuat orang merasa lesu. Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, bisa sulit dicerna dan cenderung lebih ke makanan ‘berat’. Kombinasi lemak dan garam yang digunakan bisa membuat orang terbebani dan tidak merasa segar,” jelas Lauren Manaker, ahli diet dan penulis, seperti dikutip Eat This, Not That!. 2. Roti tawar
Banyak orang sahur dengan makan roti tawar atau roti isi karena praktis. Namun sebaiknya pilih roti tawar dari gandum atau biji-bijian, bukan roti putih biasa. Roti putih biasanya terbuat dari biji-bijian rafinasi yang sudah kehilangan banyak nutrisi selama proses. Berbeda dengan roti dari biji-bijian utuh yang masih mempertahankan kandungan serat, vitamin dan mineral pada kulitnya. “Biji-bijian rafinasi seperti roti putih dan pasta putih berkontribusi pada penurunan energi. Mereka cepat dicerna, membuat kadar gula darah melonjak. Saat gula darah mendadak turun, tingkat energi menurun,” jelas Lisa Young, ahli gizi. 3. PisangBuah satu ini sangat baik dikonsumsi apalagi setelah berolahraga. Pisang mengandung triptofan, potasium dan magnesium sehingga efektif mengendurkan otot dan mengurangi kecemasan. Ini sangat baik untuk kesehatan, tetapi tidak baik dikonsumsi berlebihan saat sahur. Untuk menghindari efek samping ini, sebaiknya kombinasikan pisang dengan bahan pangan yang tinggi protein dan vitamin B untuk suplai energi. Anda bisa memadukan pisang dengan selai almond atau protein shake. 4. Energy bar dan granolaPraktis dan mampu memberikan energi dengan cepat membuat orang memilih energy bar dan granola untuk memulai hari. Tidak jarang keduanya dijadikan menu sahur yang praktis. Cukup semangkuk granola plus susu sudah mampu membuat perut kenyang dan berenergi. Akan tetapi, perhatikan kadar gula pada masing-masing produk. Gula tambahan untuk sahur tentu tidak disarankan sebab justru Anda akan lemas seharian. Pilih produk yang mengandung sedikit atau tanpa gula tambahan. 5. Burger
Burger terlihat mampu memenuhi kebutuhan Anda berkat lapisan daging, sedikit sayur dan roti yang mengandung karbohidrat. Namun jangan harap kebutuhan nutrisi Anda akan terpenuhi dari burger. Justru tubuh akan terasa berat dan mengantuk setelah bersantap. “Karbohidrat dengan sedikit bahkan nyaris tak ada serat, seperti roti putih, memberikan kita energi dengan cepat dalam bentuk glukosa tapi ini bisa mengakibatkan turunnya energi secara drastis,” jelas Keri Grans, ahli gizi. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Makanan Sahur yang Bikin Lemas Seharian” (yms/adr) Hobi Minum Teh Tawar Saat Sahur dan Buka? Ini 7 Manfaat Sehatnya Jakarta – Selain teh manis, banyak orang menggemari rasa teh tawar. Di balik rasanya yang cenderung hambar dan pahit, minum teh tawar memberikan beberapa manfaat kesehatan. Teh tawar menjadi minuman populer selain teh manis. Jenis teh ini bahkan kerap kali ditawarkan gratis di sebuah tempat makan. Bagi banyak orang, mereka juga senang menikmati teh tawar saat sahur maupun buka puasa. Teh tawar bisa dinikmati panas atau ditambahkan es batu.
Teh tawar yang umumnya dibuat dari teh hitam menawarkan banyak manfaat sehat. Ini karena teh hitam mengandung senyawa antioksidan yang hebat. Senyawa ini dapat membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas penyebab berbagai penyakit. Berikut 7 manfaat sehat minum teh tawar:1. Jaga kesehatan jantungMendapatkan asupan senyawa antioksidan flavonoid secara teratur bisa membantu menurunkan risiko masalah kardiovaskular, termasuk jantung. Melansir Healthline, sebuah ulasan pada tahun 2020 menemukan, setiap cangkir teh yang diminum setiap harinya bisa menurunkan risiko penyakit berikut: – 4 persen risiko lebih rendah penyakit jantung, 2. Turunkan kadar kolesterol
Beberapa studi menemukan, minum teh tawar dapat menurunkan kadar kolesterol. Sebuah ulasan pada 2015 menemukan, minum teh hitam dapat menurunkan kadar kolesterol jahat secara signifikan. Efek ini sangat terlihat pada orang dengan risiko masalah kardiovaskular. 3. Jaga kesehatan ususPolifenol pada teh tawar dapat membantu menjaga usus tetap sehat. Senyawa ini mendorong pertumbuhan bakteri baik pada usus. Sebuah studi tahun 2023 menemukan, minum teh setiap hari dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus. 4. Menurunkan tekanan darahStudi tahun 2020 mencari tahu efek minum teh tawar dengan tekanan darah pada orang dengan hipertensi. Hasilnya, ditemukan bahwa asupan teh tawar setiap hari dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. 5. Cegah risiko strokeBeberapa studi juga menemukan, minum teh tawar bisa menurunkan risiko stroke. Sebuah studi pada tahun 2021 menemukan, orang yang minum dua cangkir teh tawar setiap hari memiliki risiko stroke iskemik yang lebih rendah daripada mereka yang tidak suka minum teh. 6. Turunkan kadar gula darahKabar bagi bagi pengidap diabetes. Anda perlu rajin minum teh tawar untuk menurunkan gula darah. Studi menemukan, minum teh tawar dapat membantu menurunkan kadar gula darah. 7. Kurangi risiko kankerSenyawa polifenol dalam teh hitam ditemukan dapat memperlambat perkembangan sel kanker tertentu. Sebuah studi pada 2020 menemukan hubungan antara minum teh risiko kanker mulut yang lebih rendah. Studi lainnya juga mengaitkan kebiasaan minum teh dengan jenis kanker lain seperti pencernaan, payudara, serviks, paru-paru, dan tiroid. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Manfaat Minum Teh Tawar, Si Pahit yang Kaya Nutrisi” (yms/adr) |
































