Tag: sol

  • Solana Tak Tergoyahkan! Bertahan di Atas $120 Saat Whale Borong

    Harga Solana (SOL) menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar kripto dengan tetap diperdagangkan di atas level psikologis $120. Hingga Senin pagi waktu GMT, SOL berada di kisaran $125, memperpanjang penguatan sekitar 5% yang terjadi pada Jumat lalu setelah akhir pekan yang relatif sepi transaksi.

    Ketahanan harga Solana terjadi di tengah dukungan institusional yang konsisten dan meningkatnya permintaan dari investor besar (whale) di pasar spot. Data menunjukkan bahwa produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis Solana di Amerika Serikat mencatat aliran masuk bersih selama delapan minggu berturut-turut, menandakan minat institusi yang belum surut.

    Aliran Dana ETF Capai Tertinggi Bulanan

    Berdasarkan data Sosovalue, total arus masuk bersih mingguan ke ETF spot Solana di AS mencapai US$66,55 juta pada pekan lalu, menjadi yang tertinggi sepanjang Desember. Stabilnya aliran dana ini mencerminkan kepercayaan investor institusional terhadap prospek jangka menengah hingga panjang Solana, meskipun pasar kripto global sempat mengalami tekanan.

    Whale Aktif di Pasar Spot, Leverage Mulai Mendingin

    Sementara itu, data dari CryptoQuant mengungkapkan adanya permintaan stabil dari whale di pasar spot, tercermin dari ukuran pesanan rata-rata yang tetap tinggi. Sebaliknya, di pasar derivatif, ukuran pesanan rata-rata justru menurun, mengindikasikan bahwa aktivitas berbasis leverage mulai mendingin seiring investor besar mengurangi eksposur risiko.

    Kondisi ini dinilai positif bagi pergerakan harga, karena penurunan spekulasi leverage yang berlebihan sering kali diiringi dengan stabilisasi dan peluang pemulihan harga yang lebih sehat.

    Baca juga: Drama Solana: SOL $126, Bertahan di $123 atau Ambles ke $118?

    Bertahan di EMA 200-Minggu, Peluang Rebound Terbuka

    Dari sisi teknikal, prospek Solana masih dinilai relatif konstruktif. Meski mencatat penurunan lebih dari 2% pekan lalu dan menorehkan tiga pekan berturut-turut di zona merah, SOL masih bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 200-minggu di level $121.

    Dilaporkan FXStreet, harga juga terlihat berkonsolidasi di sekitar area tersebut setelah sebelumnya menembus garis tren naik yang telah bertahan selama lebih dari tiga tahun pada awal November. Pola lilin mingguan berbentuk Doji yang muncul di dekat EMA 200-minggu mengindikasikan adanya penyerapan tekanan jual dan membuka peluang rebound.

    Jika pemulihan terjadi, Solana berpotensi menguji EMA 50-minggu di sekitar $166 sebagai resistance terdekat, sebelum mengarah ke level psikologis $200.

    Namun demikian, indikator teknikal masih menunjukkan kehati-hatian. Relative Strength Index (RSI) bergerak mendatar di sekitar level 37, mendekati area jenuh jual, sementara indikator MACD masih berada di zona negatif meski momentum bearish mulai melemah.

    Sebagai catatan risiko, penutupan mingguan di bawah EMA 200-minggu ($121) dapat membatalkan skenario rebound dan membuka peluang penurunan lanjutan menuju $100 atau bahkan area $90.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL $126, Bertahan di $123 atau Ambles ke $118?

    Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL tercatat bergerak di kisaran US$126 dan belum mampu menembus level resistensi penting di US$130.

    Kondisi ini membuat arah pergerakan Solana ke depan dinilai sangat bergantung pada perilaku pemegang lama (existing holders), bukan dari masuknya investor baru.

    Beberapa Pemegang Solana Menunjukkan Ketahanan

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan adanya sinyal stabilisasi awal. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski masih berada di bawah garis nol, pergerakan naik CMF mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal melambat. Kondisi tersebut sering kali menjadi fase awal sebelum pasar beralih dari outflow ke inflow.

    Pelemahan tekanan jual ini menjadi faktor penting bagi peluang pemulihan Solana. Jika pemegang lama tetap mempertahankan asetnya atau mulai melakukan akumulasi, harga SOL berpotensi merespons positif dalam waktu singkat. Namun, pemulihan ini dinilai masih rapuh tanpa dukungan permintaan baru.

    Di sisi lain, indikator makro jaringan menunjukkan sinyal yang lebih hati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat turun signifikan dalam 10 hari terakhir. Data menunjukkan penurunan dari 6,077 juta alamat menjadi 5,390 juta alamat, atau turun sekitar 11,3%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi jaringan dan rendahnya minat spekulatif dari investor baru.

    Baca juga: Solana Terancam Anjlok Lebih Dalam, Target $107 Mulai Mengintai

    Pemulihan Harga SOL Dimungkinkan

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Minimnya pertumbuhan alamat baru menandakan bahwa pelaku pasar belum melihat insentif jangka pendek yang cukup menarik. Akibatnya, stabilitas harga Solana saat ini sangat bergantung pada kepercayaan dan ketahanan pemegang lama dalam menahan tekanan jual.

    Secara teknikal, SOL masih berada di fase konsolidasi. Level US$130 menjadi target terdekat yang harus direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih bullish. Penurunan arus keluar modal meningkatkan peluang terjadinya rebound, namun penembusan resistensi membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan spekulatif sesaat.

    Meski demikian, risiko penurunan tetap terbuka. Jika sentimen pasar kembali memburuk dan tekanan jual meningkat, SOL berpotensi turun menembus support US$123. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, harga Solana berisiko meluncur ke area US$118. Penurunan ke bawah level ini dapat membatalkan prospek pemulihan jangka pendek dan memperkuat tren pelemahan.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Anjlok Lebih Dalam, Target $107 Mulai Mengintai

    Harga Solana (SOL) saat ini berada di fase krusial setelah mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa hari terakhir. Aset kripto ini tercatat bergerak di kisaran USD 124, setelah sebelumnya anjlok dari area pertengahan USD 140-an, memicu kekhawatiran akan potensi penurunan lanjutan.

    Berdasarkan analisis teknikal pada grafik 4 jam, SOL terlihat sedang menguji ulang area support yang sebelumnya jebol. Penurunan tajam terjadi setelah harga gagal bertahan di atas level USD 133, yang sebelumnya menjadi penopang utama dalam pola ascending channel. Setelah support tersebut ditembus, tekanan jual meningkat dan mendorong harga ke area USD 120-an.

    Rebound Solana?

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski sempat terjadi rebound terbatas, pergerakan naik tersebut belum mampu mengembalikan SOL ke atas level support lama. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan beli masih relatif lemah dan belum cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan yang sedang berlangsung.

    Dalam analisis teknikal, retest pada area breakdown umumnya dianggap sebagai konfirmasi kelanjutan tren, bukan pembalikan arah. Pada kasus Solana, area USD 124 saat ini beririsan dengan zona konsolidasi sebelumnya yang kini berfungsi sebagai resistance. Apabila level ini gagal dipertahankan, SOL berpotensi melanjutkan penurunan ke area USD 115.

    Lebih jauh, jika sentimen negatif terus berlanjut dan momentum jual tetap dominan, penurunan yang lebih dalam hingga USD 107 dinilai memungkinkan. Level tersebut menjadi salah satu target teknikal berikutnya yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.

    Pergerakan Harga Solana

    Pergerakan Solana memiliki peran penting dalam membentuk sentimen pasar kripto secara keseluruhan, mengingat aset ini kerap mencerminkan selera risiko investor. Penurunan menuju USD 107 dapat menjadi sinyal kehati-hatian pasar, terutama di tengah kondisi makro dan pasar kripto global yang masih bergejolak.

    Respons harga SOL di area-level kunci tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya, apakah mampu stabil dan membentuk support baru, atau justru melanjutkan fase koreksi dalam waktu dekat.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Anjlok ke $110? Sinyal Bearish Menguat, Investor Kabur

    Harga Solana (SOL) kembali berada di bawah tekanan setelah turun ke level US$124,66. Pelemahan ini memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar, terutama karena indikator teknikal menunjukkan dominasi sentimen negatif dan minimnya minat beli dalam jangka pendek.

    Berdasarkan data teknikal terbaru, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di angka 33,29. Posisi ini mendekati zona jenuh jual, namun belum diikuti oleh aksi akumulasi yang berarti. Analis memperingatkan, jika kondisi ini berlanjut, harga Solana berisiko melanjutkan penurunan hingga ke area US$110.

    Perhatian Investor Bergeser

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Bersiap Hadapi Komputer Kuantum, Transaksi Anti-Retas Diuji

    Di saat yang sama, perhatian investor mulai bergeser ke aset kripto lain. Salah satu yang mencuri sorotan adalah presale Bitcoin Hyper yang dilaporkan telah mengumpulkan dana hingga US$29,6 juta. Fenomena ini dinilai sebagai rotasi modal, di mana trader memilih peluang jangka pendek dari aset baru saat altcoin besar seperti Solana kehilangan momentum.

    Tekanan teknikal terhadap SOL semakin jelas setelah harga gagal bertahan di atas rata-rata pergerakan utama. Saat ini, Solana diperdagangkan jauh di bawah SMA 50 hari di US$143,38 dan SMA 200 hari di US$170,70. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang kuat, baik dalam jangka menengah maupun panjang. Upaya pemulihan juga tertahan karena harga belum mampu menembus area resistensi terdekat di kisaran US$133–US$138.

    Dilaporkan Cryptonews, sentimen pasar turut diperburuk oleh indikator Fear & Greed Index yang turun ke level 16, masuk kategori Extreme Fear. Analis menyebutkan, jika harga menembus ke bawah US$120, maka potensi penurunan lanjutan menuju US$110 bahkan US$95 semakin terbuka, terutama jika tidak ada lonjakan volume beli yang signifikan.

    Analisis Teknikal Solana

    Selain faktor teknikal, tekanan eksternal juga membayangi pergerakan harga Solana. Rencana kebijakan baru dari penyedia indeks global MSCI menjadi perhatian utama pasar. MSCI dikabarkan mempertimbangkan aturan yang berpotensi mengeluarkan perusahaan dengan alokasi kripto lebih dari 50% dari indeks utama mulai Februari 2026.

    Jika kebijakan tersebut direalisasikan, dana investasi pasif diperkirakan akan melakukan aksi jual besar-besaran dengan nilai mencapai US$15 miliar. Solana, sebagai salah satu altcoin dengan likuiditas tinggi dan suplai beredar besar, dinilai sangat rentan terhadap arus keluar modal ini. Analis JPMorgan bahkan memperkirakan satu perusahaan strategi besar saja bisa kehilangan aliran dana hingga US$2,8 miliar.

    Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, prospek jangka panjang Solana masih menyisakan optimisme. Sejumlah model proyeksi menunjukkan potensi pertumbuhan tahunan sekitar 5%, dengan estimasi harga mencapai US$131 pada 2026 dan terus meningkat hingga US$259 pada 2040. Namun, proyeksi ini sangat bergantung pada perkembangan ekosistem Solana, termasuk adopsi di sektor DeFi, gaming, serta tokenisasi aset nyata.

    Peluncuran pembaruan Firedancer yang diklaim mampu meningkatkan kapasitas transaksi hingga satu juta transaksi per detik juga menjadi faktor kunci yang dinantikan pasar. Meski investor jangka panjang masih bertahan, data on-chain menunjukkan investor baru cenderung menunggu kepastian arah tren sebelum kembali masuk.

    Untuk saat ini, pergerakan harga Solana masih dibayangi ketidakpastian teknikal dan regulasi. Pasar diperkirakan akan tetap bergerak volatil hingga muncul kejelasan kebijakan dan sinyal pembalikan tren yang lebih kuat.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi SOL April: Peluang Reli vs Risiko Dump Masif 37 Juta Token

    Solana (SOL) kembali menunjukkan sinyal menarik setelah sempat bergerak datar sepanjang Maret. Saat ini, harga berada di sekitar $84, dengan beberapa indikator teknikal mulai membentuk pola yang mirip dengan sebelum reli 21% yang terjadi awal Maret lalu.

    Namun, di balik potensi kenaikan tersebut, terdapat hambatan besar yang bisa menggagalkan momentum.

    Sinyal bullish mulai muncul, pola lama terulang

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Smart Money Index (SMI) mulai mendekati titik crossover yang sebelumnya memicu kenaikan signifikan pada Maret. Saat itu, setelah SMI menembus garis sinyal, harga SOL melonjak lebih dari 21% dalam waktu singkat.

    Selain itu, indikator RSI juga menunjukkan hidden bullish divergence, di mana harga membentuk higher low sementara RSI membentuk lower low. Pola ini biasanya menjadi sinyal awal rebound, dan sejauh ini sudah diikuti kenaikan sekitar 6%.

    Kombinasi dua indikator ini membuka peluang bahwa Solana bisa mengulangi pola kenaikan sebelumnya, jika sinyal terkonfirmasi.

    Tembok supply besar jadi penghalang utama

    Meski sinyal bullish mulai terlihat, tantangan terbesar justru datang dari sisi supply. Data menunjukkan adanya cluster besar sebesar 37,7 juta SOL di rentang harga $85 hingga $88.

    Area ini menjadi zona krusial karena banyak investor membeli di level tersebut, sehingga berpotensi melakukan aksi jual saat harga kembali mendekati titik impas.

    Artinya, setiap kenaikan menuju area ini kemungkinan akan menghadapi tekanan jual yang cukup besar.

    Tim Research Tokocrypto menerangkan ini setup onchain yang menarik tapi belum bersih: smart money flow mulai konstruktif, namun overhead supply-nya sangat padat dan bisa mematikan pantulan dengan cepat.

    “Kalau SOL gagal menyerap klaster suplai itu, skenario rally ulangan mudah berubah jadi distribusi dan membuka jalan kembali ke area bawah,” jelasnya.

    Level kunci tentukan arah selanjutnya

    Untuk melanjutkan kenaikan, SOL perlu menembus beberapa level penting. Area pertama berada di sekitar $84,95, diikuti $87,38. Namun, level paling krusial ada di $89,82.

    Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka seluruh tekanan supply dianggap terserap, membuka peluang kenaikan menuju $97,75 dan membatalkan struktur bearish saat ini.

    Sebaliknya, jika gagal menembus area tersebut, risiko penurunan tetap terbuka. Jika harga turun di bawah $78,77, pola head and shoulders akan terkonfirmasi, dengan potensi penurunan hingga $64.

    Pasar di titik penentuan

    Saat ini, Solana berada di fase penentuan. Di satu sisi, indikator teknikal menunjukkan potensi kenaikan. Namun di sisi lain, tekanan supply yang besar bisa menjadi penghalang serius.

    Pergerakan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi kunci apakah SOL mampu melanjutkan momentum bullish atau justru kembali masuk ke fase koreksi.

    Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana di Titik Nadir: Sanggupkah Bertahan di Atas $80?

    Solana (SOL) kembali berada di titik krusial setelah mengalami koreksi sekitar 11% usai gagal menembus level $93.

    Dilaporkan Cointelegraph, dalam beberapa hari terakhir, harga terus menguji area support $80, memicu kekhawatiran apakah level ini mampu bertahan atau justru akan ditembus menuju $75.

    Penurunan aktivitas DEX tekan sentimen pasar

    Salah satu faktor utama tekanan terhadap SOL adalah turunnya aktivitas di decentralized exchange (DEX). Volume DEX Solana tercatat turun ke $55,5 miliar, level terendah sejak September 2024.

    Dampaknya, pendapatan jaringan (network fees) juga ikut melemah, turun 42% dari $30 juta pada Januari menjadi sekitar $18,5 juta di Maret. Penurunan ini menunjukkan berkurangnya aktivitas trading di ekosistem Solana, yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan jaringan.

    Selain itu, dominasi Solana mulai tergerus oleh Ethereum, terutama setelah ekosistem layer-2 seperti Arbitrum, Base, dan Optimism semakin berkembang dan meningkatkan pangsa pasar Ethereum di sektor DEX.

    Tim Research Tokocrypto menilai setup onchain yang campuran tapi lebih condong rapuh: demand trading dan fee melemah jelas, namun monetisasi aplikasi inti masih bertahan lebih kuat dari narasi bearish murni.

    “Selama volume DEX belum pulih, SOL tetap rawan tes ulang area bawah, tetapi kualitas revenue DApps membuat skenario jatuh lurus ke US$75 tidak sebersih headline panik yang beredar,” jelasnya.

    Baca juga: Solana di Ambang April: Bertahan di $80 atau Terjun ke $67?

    Fundamental masih kuat, jadi penahan penurunan

    Meski tekanan terlihat dari sisi volume, Solana masih menunjukkan kekuatan dari sisi fundamental. Dalam 30 hari terakhir, Solana bahkan menghasilkan lebih banyak network fees dibanding Ethereum, meskipun total value locked (TVL) masih tertinggal jauh.

    Lebih penting lagi, Solana memimpin dalam jumlah DApps dengan pendapatan tinggi. Tercatat ada 13 DApps di jaringan Solana yang menghasilkan lebih dari $1 juta dalam 30 hari terakhir, lebih banyak dibandingkan Ethereum yang memiliki 11 DApps.

    Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem Solana masih aktif dan menarik bagi developer, sehingga memberikan dukungan terhadap harga di tengah tekanan jangka pendek.

    Level $80 jadi penentu arah selanjutnya

    Saat ini, level $80 menjadi batas penting bagi pergerakan SOL. Jika level ini bertahan, maka ada peluang bagi harga untuk stabil dan mencoba rebound.

    Namun, jika support ini ditembus, potensi penurunan ke area $75 semakin terbuka. Meski demikian, kekuatan fundamental dari ekosistem Solana menunjukkan bahwa tekanan harga tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi jaringan secara keseluruhan.

    Untuk saat ini, pasar berada dalam fase menunggu. Apakah penurunan volume akan berlanjut, atau justru fundamental kuat Solana mampu menahan tekanan dan menjaga harga tetap stabil.

    Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bertahan di $80 atau Terjun ke $67?

    Solana (SOL) memasuki April 2026 dalam kondisi tertekan setelah mencatat tren penurunan selama enam bulan berturut-turut sejak Oktober 2025.

    Hingga akhir Maret, harga SOL diperkirakan ditutup melemah sekitar -0,88%, memperpanjang tren negatif yang belum juga terhenti.

    Tekanan teknikal mengarah ke penurunan lanjutan

    Dilaporkan BeInCrypto, dari sisi teknikal, pola head and shoulders yang terkonfirmasi pada 27 Maret menjadi sinyal bearish yang kuat. Pola ini memproyeksikan potensi penurunan harga hingga ke area $73, atau sekitar 15% lebih rendah dari level saat ini.

    Selain itu, indikator tren seperti EMA 20 hari yang berada di sekitar $86 menjadi level krusial. Jika harga tidak mampu kembali ke atas level tersebut, maka tekanan turun berpotensi berlanjut sepanjang April.

    Baca juga: Solana dan Mastercard Luncurkan Platform Developer Institusi!

    Permintaan melemah, risiko tekanan jual meningkat

    Data on-chain menunjukkan bahwa tekanan beli di exchange mengalami penurunan signifikan. Setelah sempat menunjukkan akumulasi kuat di pertengahan Maret, kini indikator tersebut turun hingga sekitar 80% hanya dalam waktu satu minggu.

    Di sisi lain, posisi kerugian investor jangka pendek mulai berkurang. Kondisi ini justru berpotensi memicu aksi jual, karena investor mungkin memilih keluar lebih awal untuk membatasi kerugian jika harga kembali turun.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain ini bukan setup bullish yang bersih, karena akumulasi holder belum terbukti cukup untuk menahan harga saat spot demand mengering.

    “Kalau outflow ke exchange tidak pulih lagi di awal April, pembelian holder hanya jadi bantalan psikologis, bukan mesin pembalik tren untuk SOL,” jelasnya.

    Holder bertahan, tapi belum cukup kuat

    Meski investor jangka panjang (hodler) tercatat meningkatkan akumulasi lebih dari 2,3 juta SOL sepanjang Maret, data historis menunjukkan bahwa aktivitas ini tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga.

    Dalam beberapa kasus sebelumnya, harga tetap mengalami penurunan meskipun terjadi akumulasi besar dari hodler, sehingga perannya dalam menahan harga masih terbatas.

    Level kunci jadi penentu arah

    Level $80 menjadi batas penting bagi pergerakan Solana di awal April. Jika harga turun di bawah level ini, maka target $73 menjadi semakin realistis.

    Sebaliknya, untuk membalikkan momentum, SOL perlu menembus kembali area $85 hingga $86. Jika berhasil, potensi rebound menuju $93 bisa terbuka.

    Dengan kombinasi tekanan teknikal, melemahnya permintaan, dan ketidakpastian dari sisi on-chain, Solana saat ini berada dalam fase krusial. Pergerakan di awal April akan menjadi penentu apakah harga mampu bertahan atau justru melanjutkan tren penurunan.

    Baca Juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wall Street Serbu ETF Solana, Dana $540 Juta Mengalir ke SOL

    Investor institusional dari Wall Street dilaporkan mengalirkan lebih dari US$540 juta ke produk exchange-traded fund (ETF) Solana di Amerika Serikat pada kuartal keempat 2025. Data tersebut menunjukkan meningkatnya minat lembaga keuangan terhadap aset kripto alternatif di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Informasi ini berasal dari analis ETF Bloomberg, James Seyffart, yang mengolah data dari laporan kepemilikan institusional (13F filings) yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

    Institusi Besar Jadi Pembeli Utama

    Menurut data tersebut, perusahaan modal ventura Electric Capital dan bank investasi Goldman Sachs menjadi dua pembeli terbesar ETF Solana.

    Dilaporkan Cointelegraph, Electric Capital tercatat memiliki eksposur sekitar US$137,8 juta, sementara Goldman Sachs memegang sekitar US$107,4 juta dalam produk ETF tersebut.

    Beberapa institusi lain yang juga masuk dalam lima besar pemegang ETF Solana termasuk Elequin Capital, SIG Holding, dan Multicoin Capital.

    Selain itu, lembaga keuangan besar seperti Morgan Stanley dan Citadel Advisors juga tercatat membeli ETF Solana setelah peluncuran produk tersebut di Amerika Serikat.

    Penasihat Investasi Dominasi Kepemilikan

    Jika dilihat berdasarkan kategori institusi, penasihat investasi menjadi kelompok investor terbesar dalam ETF Solana.

    Kelompok ini menguasai lebih dari US$270 juta dari total kepemilikan ETF. Sementara itu, manajer hedge fund berada di posisi kedua dengan nilai investasi sekitar US$186,4 juta.

    Perusahaan holding dan broker tercatat memegang sekitar US$59,5 juta dan US$20,3 juta. Sementara bank memiliki porsi yang lebih kecil dengan sekitar US$4,5 juta.

    Secara keseluruhan, kepemilikan ETF tersebut setara dengan sekitar 4,3 juta token SOL.

    Menurut Tim Research Tokocrrypto, secara onchain dan pasar, arus dana sebesar ini penting karena memperkuat kasus bahwa Solana mulai masuk radar alokasi institusional, bukan cuma tema retail dan ekosistem onchain.

    “Jika arus seperti ini berlanjut dan didukung aktivitas jaringan yang sehat, SOL bisa membangun fondasi valuasi yang lebih kuat, meski dalam jangka pendek harga tetap sensitif terhadap kondisi likuiditas dan rotasi pasar crypto secara keseluruhan,” katanya.

    Nilai Investasi Turun Seiring Harga SOL

    Meski minat institusional terlihat kuat, nilai pasar dari kepemilikan tersebut mengalami penurunan seiring melemahnya harga Solana.

    Sejak akhir kuartal keempat 2025, harga SOL dilaporkan turun lebih dari 30%, dari sekitar US$124,95 menjadi sekitar US$86 pada saat data terakhir dicatat.

    Penurunan harga ini otomatis mengurangi nilai pasar dari kepemilikan institusi dalam ETF tersebut.

    Arus Dana ETF Tetap Stabil

    Meski harga Solana melemah, arus dana ke ETF Solana tetap menunjukkan stabilitas.

    Analis ETF Bloomberg lainnya, Eric Balchunas, menyebut bahwa aliran dana ke produk ETF Solana tetap kuat dalam beberapa bulan terakhir.

    Sekitar 50% aset ETF Solana saat ini dimiliki oleh institusi yang wajib melaporkan kepemilikan mereka melalui dokumen 13F, yang menunjukkan bahwa basis investor produk tersebut didominasi oleh pelaku pasar profesional.

    Data dari Farside Investors juga menunjukkan bahwa sejak diluncurkan di Amerika Serikat pada Oktober 2025, ETF Solana telah mengumpulkan sekitar US$952 juta arus dana masuk secara kumulatif.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PINTU Luncurkan Pintu Pro Futures, Hadirkan Perdagangan Derivatif Crypto


    Jakarta

    Aplikasi crypto all-in-one PINTU bersama Pialang Berjangka yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (BAPPEBTI) serta di bawah pengawasan bursa crypto CFX, menghadirkan perdagangan derivatif crypto bermana “Pintu Pro Futures”.

    Dengan fitur ini, trader dapat melakukan perdagangan derivatif crypto secara legal dan aman di aplikasi PINTU dengan berbagai aset crypto pilihan seperti, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan lainnya.

    “Produk derivatif menjadi salah satu produk investasi aset crypto yang memiliki daya tarik serta menjadi pilihan untuk melakukan trading aset crypto. Secara global, terdapat lebih dari 100 perusahaan crypto yang telah memiliki layanan derivatif. Dengan hadirnya Pintu Pro Futures sebagai platform perdagangan crypto derivatif, ini menjadi sejarah baru bagi industri crypto dalam negeri yang mampu menyediakan produk inovatif bagi investor dan trader aset crypto,” ujar Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad dalam keterangannya, Senin (18/11/2024).


    Derivatif adalah suatu produk yang nilainya bergantung pada satu atau lebih aset dasar, salah satunya crypto. Sedangkan, perdagangan berjangka adalah kegiatan membeli dan menjual kontrak berjangka, yaitu perjanjian untuk jual beli suatu aset pada harga yang telah ditentukan di masa depan.

    Dalam pasar crypto, umumnya perdagangan derivatif crypto dilakukan melalui perpetual futures, atau kontrak berjangka tanpa expiry date. Berdasarkan data dari Coingecko, total perdagangan derivatif crypto pada 11 November 2024 dari 107 perusahaan crypto global mencapai $1.1 triliun, atau setara dengan Rp17.237 triliun.

    “Pintu Pro Futures menawarkan perdagangan derivatif crypto dengan fitur-fitur canggih dan leverage 5x. Produk ini adalah perpetual futures yang memungkinkan pengguna untuk mengambil posisi long atau short tanpa expiry date pada BTC, ETH, SOL, dan aset crypto lainnya dalam pasangan USDT. Pintu Pro Futures juga didukung dengan fitur risk management seperti, indikator margin, auto close open order, dan kalkulasi margin yang transparan untuk memudahkan pengguna dalam mengelola risiko likuidasi,” ungkap Iskandar.

    “Hadirnya Pintu Pro Futures semakin melengkapi deretan fitur unggulan yang tersedia di aplikasi PINTU dan menjadikan PINTU sebagai aplikasi crypto all-in-one pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur inovatif untuk pemula hingga trader pro. Kami meyakini, hadirnya perdagangan derivatif crypto ini dapat membuat industri crypto dalam negeri semakin tumbuh positif dan diharapkan dapat merebut potensi besar dari perdagangan derivatif crypto yang selama ini dilakukan di luar wilayah Indonesia,” tutup Iskandar.

    Sebagai informasi, derivatif crypto di Indonesia adalah produk yang dikeluarkan oleh bursa kripto CFX yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Pengawas Berjangka Perdagangan Komoditi (Bappebti) sesuai ketentuan dalam Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam penyelenggaraannya, perdagangan produk derivatif ini terdapat lembaga self-regulatory organizations (SRO), yakni bursa crypto CFX, lembaga kliring, lembaga kustodian, serta lembaga pialang berjangka yang seluruhnya telah terdaftar dan teregulasi resmi di bawah payung hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    (ega/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Bitcoin Sempat Tembus Rekor Tertinggi, Begini Pergerakannya


    Jakarta

    Aset kripto terbesar di dunia yaitu Bitcoin sempat memecahkan rekor. Dikutip dari Coinmarketcap bitcoin tercatat US$ 93.232. Dengan kapitalisasi pasar US$ 1.845.050.981.422.

    Sebelumnya bitcoin sempat menembus harga $99,655 atau Rp1,579,731,000. Bitcoin saat ini masuk dalam jajaran 10 besar aset paling bernilai di dunia dan berada di posisi ke-7 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,824 triliun. Dengan begitu, Bitcoin lebih unggul dibandingkan perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco, perak, dan perusahaan Meta milik Mark Zuckerberg.

    Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengungkapkan banyak faktor pendorong kenaikan harga Bitcoin di antaranya, menangnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47, masuknya arus uang dari produk ETF BTC mencapai $2 miliar, mundurnya Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS Gary Gensler, hingga positifnya data makroekonomi khususnya di AS, yang seluruhnya meningkatkan ketertarikan investor untuk ikut berinvestasi pada Bitcoin.


    Menurut data dari Triple-A, jumlah orang yang memiliki aset crypto di seluruh dunia terus bertambah. Pada tahun 2023 jumlahnya sekitar 420 juta orang, kemudian di 2024 ini sudah naik hingga 34% atau mencapai 562 juta orang.

    “Investor crypto yang masuk dalam kategori retail, seringkali bertanya kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi pada Bitcoin, terutama karena volatilitas dan asumsi bahwa harga Bitcoin sudah terlalu tinggi. Namun, setelah mencapai harga tertingginya di $69 ribu pada November 2021, Bitcoin kembali menunjukkan ketahanannya dengan hampir mendekati harga $100 ribu. Ini membuktikan peran Bitcoin sebagai aset lindung nilai (store of value) serta memiliki potensi memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan aset lainnya,” kata dia dalam keterangannya, ditulis Rabu (27/11/2024).

    Jika dibandingkan dengan dua instrumen investasi misalnya emas dan Indeks Harga Gabungan Saham (IHSG) Indonesia, Bitcoin unggul dari sisi return of investment (ROI) dalam 14 tahun terakhir. Harga per gram emas pada awal tahun 2009 sekitar Rp322 ribu dan di tahun 2024 mencapai Rp1.399.000 atau mencatatkan ROI 334.26%. Di sisi lain, IHSG Indonesia di tahun 2009 berada di sekitar 1,355 poin dan di tahun 2024 per 25 November ada di level 7,200 poin atau ROI di kisaran 431.37%.

    Jika dibandingkan dengan ROI Bitcoin sangat jauh sekali. Sejak diluncurkan pada tahun 2009, Bitcoin hanya bernilai sekitar $0.000764 per BTC atau dengan kurs saat itu di Rp10 ribu, harga BTC hanya sekitar Rp7.64. Melaju ke 14 tahun mendatang di tahun 2024, harga BTC menyentuh $99,655 setara Rp1,579,731,000 yang berarti persentase kenaikannya sebesar 13 miliar persen.

    “Menyambut tahun 2025 BTC saat ini masuk dalam fase bullish, investor dan trader crypto dapat memaksimalkan keuntungan investasinya dalam fase saat ini. Untuk trader pro, aplikasi PINTU menawarkan produk unggulan Pintu Pro Futures, yang memungkinkan trader berinvestasi pada derivatif crypto dengan leverage hingga 25x. Trader dapat mengambil posisi long atau short tanpa expiry date pada aset seperti BTC, ETH, SOL, dan lainnya. Selain itu, Pintu Pro Futures dilengkapi dengan fitur risk management, seperti indikator margin, auto close open order, dan kalkulasi margin yang transparan, untuk membantu pengguna mengelola risiko likuidasi secara lebih efektif,” ujar Iskandar.

    “Bagi trader yang mencari platform dengan fitur canggih, Pintu Pro menawarkan pro charting, order book, berbagai tipe order, hingga portofolio tracker dengan interface yang user-friendly, sehingga memberikan pengalaman trading terbaik bagi penggunanya. Terakhir, bagi investor pemula, aplikasi PINTU menyediakan solusi investasi crypto dengan tampilan intuitif dan akses ke ratusan aset crypto, termasuk Meme koin. Dengan aplikasi PINTU, pengguna dapat dengan mudah memulai perjalanan investasi crypto,” tutup Iskandar.

    Tonton juga video: Kominfo Gaet Bappebti Blokir Transaksi Judi Online Lewat Kripto

    [Gambas:Video 20detik]

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com