Tag: sol

  • Alarm Merah Solana! Jika Support US$105 Jebol, Harga Berisiko Longsor

    Harga Solana (SOL) kembali berada di fase krusial setelah gagal menembus area resistance utama dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis menilai pergerakan ini mengindikasikan potensi koreksi besar yang bisa berlangsung hingga pertengahan 2026.

    Solana sempat menyentuh level tertinggi tiga minggu di kisaran US$130 pada akhir pekan lalu. Namun, memasuki awal pekan, aset kripto ini terkoreksi sekitar 6,1% ke area US$122. Sebelumnya, SOL juga sempat menembus ke bawah support makro di zona US$120 dan mencetak level terendah delapan bulan di US$116 pada pertengahan Desember.

    Pergerakan Harga SOL

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Jaga Support US$119: 2 Sinyal Bullish dan 1 Tanda Peringatan

    Sejak saat itu, pergerakan harga SOL cenderung bergerak sideways di rentang US$120–US$126. Upaya menembus resistance lokal berulang kali terjadi, tetapi selalu berujung penolakan. Kenaikan sekitar 5,6% pada Minggu lalu, seiring pantulan pasar yang lebih luas, kembali gagal bertahan setelah tekanan jual muncul pada Senin.

    Dikutip Newsbtc, analis pasar Crypto Jobs mencatat bahwa Solana sempat keluar dari pola falling wedge enam minggu, yang secara teknikal berpotensi membawa harga ke area US$144–US$146 jika momentum berlanjut. Namun, koreksi terbaru membuat SOL kembali turun ke bawah batas atas pola tersebut.

    Sementara itu, analis Man of Bitcoin menyoroti bahwa SOL sempat menembus garis tren turun selama satu bulan, membuka peluang kenaikan awal menuju US$129–US$130. Meski demikian, ia menegaskan bahwa bertahan di atas garis tren tersebut menjadi kunci. Selama harga masih berada di bawah US$146, skenario penurunan lanjutan ke area support US$100–US$105 dinilai masih sangat mungkin terjadi.

    Tekanan Solana Terlihat

    Tekanan juga terlihat pada kerangka waktu yang lebih panjang. Pengamat pasar Elite Crypto menilai grafik mingguan Solana menunjukkan sinyal yang “tidak terlalu kuat”. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal 2024, SOL berpotensi membentuk pola bearish Head and Shoulders dengan neckline di sekitar US$105.

    Menurut analisis tersebut, jika support US$105 jebol, harga Solana berisiko turun ke kisaran US$75 hingga US$51. Fase koreksi ini diperkirakan dapat berlangsung hingga pertengahan 2026, sebelum tren jangka panjang kembali berpeluang berubah bullish.

    Pandangan serupa datang dari Henry dari Lord of Alts, yang menilai Solana justru membentuk pola double top. Dengan neckline di sekitar level harga saat ini, ia memperkirakan jika support gagal dipertahankan, SOL berpotensi turun ke area US$60. Bahkan, dalam skenario yang lebih ekstrem, harga juga disebut berisiko menguji area US$35 akibat adanya celah harga besar yang belum tertutup.

    Dengan berbagai sinyal teknikal yang mengarah ke pelemahan, pergerakan Solana dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan akan menjadi penentu apakah altcoin ini mampu bertahan di level support penting atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 2 Sinyal Bullish dan 1 Tanda Peringatan

    Solana (SOL) melanjutkan pemulihannya pada 29 Desember dengan mencatatkan kenaikan harian keempat berturut-turut setelah berhasil memantul dari zona support krusial di level USD 119. Penguatan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar kripto secara umum dan lonjakan signifikan pada aktivitas perdagangan.

    Pada sesi perdagangan tersebut, harga SOL naik 2,45 persen. Hingga waktu penulisan, Solana diperdagangkan di kisaran USD 127,5, menguat 2,45 persen dalam 24 jam terakhir.

    Data CoinMarketCap menunjukkan volume perdagangan Solana dalam 24 jam melonjak tajam sebesar 161 persen menjadi USD 4,15 miliar. Lonjakan volume ini mengindikasikan meningkatnya partisipasi pelaku pasar yang tengah mencermati arah pergerakan SOL dalam jangka pendek.

    Pemulihan Harga Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Turun ke US$127, Risiko Anjlok ke US$95 Makin Besar

    Dilaporkan AMBCrypto, pemulihan harga Solana terlihat solid setelah aset ini sukses mempertahankan area support USD 119. Level tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi titik pembalikan harga dan kembali diuji selama empat sesi terakhir tanpa mengalami penembusan ke bawah.

    Berdasarkan struktur grafik harian, selama harga mampu bertahan di atas level USD 119, Solana berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area USD 145 atau sekitar 13,8 persen dari harga saat ini.

    Dari sisi indikator teknikal, Average Directional Index (ADX) tercatat di level 25,62, mendekati ambang batas 25 yang menandakan kekuatan tren mulai terbentuk dan potensi pergerakan terarah semakin menguat. Namun, indikator Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di zona negatif di angka -0,13, yang menunjukkan tekanan jual masih mendominasi dan minat beli relatif lemah di level harga saat ini.

    Meski sinyal teknikal masih bercampur, sejumlah analis kripto di platform X menunjukkan optimisme tinggi. Beberapa di antaranya memproyeksikan harga SOL berpotensi naik ke kisaran USD 144 hingga USD 147, bahkan tidak menutup kemungkinan menembus level psikologis USD 150 dalam waktu dekat.

    Sinyal Pergerakan Solana

    Di sisi lain, data derivatif menunjukkan kehati-hatian dari trader jangka pendek. Peta likuidasi CoinGlass mencatat level USD 122,2 sebagai support utama dan USD 130,4 sebagai resistance terdekat. Pada level tersebut, terdapat posisi long berleverage senilai USD 114,12 juta dan posisi short berleverage senilai USD 149,74 juta.

    Dominasi posisi short ini mengindikasikan bahwa trader intraday cenderung bersikap bearish dan memperkirakan harga SOL akan kesulitan menembus resistance USD 130,4 dalam waktu dekat.

    Secara keseluruhan, rebound Solana mencerminkan momentum yang mulai membaik setelah berhasil mempertahankan level support penting. Namun, keberlanjutan penguatan ini masih akan sangat ditentukan oleh respons harga di area resistance, di mana konsentrasi leverage masih cukup tinggi.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Turun ke US$127, Risiko Anjlok ke US$95 Makin Besar

    Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda pelemahan lanjutan seiring terbentuknya pola teknikal bearish dan menurunnya aktivitas jaringan. Sejumlah indikator mengisyaratkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar dalam beberapa pekan ke depan.

    Berdasarkan data crypto.news, pada Minggu (29/12/2025) pukul 16.40 WIB, Solana diperdagangkan di level US$127,7. Harga ini turun sekitar 12,3% dari level tertingginya bulan ini dan lebih dari 48% dari puncak harga pada September lalu. Secara bulanan, SOL telah terkoreksi lebih dari 12%.

    Penurunan Harga Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan harga ini terjadi di tengah melemahnya metrik on-chain utama. Data CoinGlass menunjukkan total value locked (TVL) di ekosistem DeFi Solana turun signifikan menjadi US$23,8 miliar, dari puncak tahunan US$35,1 miliar pada September. Selain itu, pendapatan biaya (fees) dari protokol berbasis Solana juga merosot tajam, dari US$31 juta menjadi hanya US$8 juta dalam periode yang sama.

    Melemahnya TVL dan pendapatan jaringan tersebut mengindikasikan penurunan aktivitas pengguna, yang pada akhirnya berdampak pada minat investor terhadap token SOL.

    Tekanan juga datang dari sisi institusional. Data SoSoValue mencatat arus masuk ke ETF Solana spot mengalami perlambatan drastis. Delapan ETF SOL sempat membukukan arus masuk sebesar US$199,2 juta pada pekan pertama perdagangan setelah peluncuran. Namun, pada pekan terakhir, inflow hanya mencapai US$13,1 juta. Penurunan ini mencerminkan melemahnya permintaan dari investor institusi, yang berpotensi menekan minat investor ritel.

    Analisis Teknikal SOL

    Dari sisi teknikal, grafik mingguan Solana menunjukkan terbentuknya pola double top berskala besar sejak pertengahan 2024. Pola ini dikenal sebagai sinyal pembalikan arah ke bearish, terutama jika harga menembus level neckline.

    Saat ini, SOL berada dekat area krusial di sekitar US$120 yang menjadi neckline pola tersebut. Jika harga menembus ke bawah level ini, pola double top dinyatakan terkonfirmasi dan berpotensi membuka ruang penurunan lebih lanjut. Indikator momentum seperti MACD dan RSI juga terpantau mengarah ke bawah, menandakan dominasi penjual di pasar.

    Apabila level US$120 gagal dipertahankan sebagai support, harga Solana berisiko turun menuju level terendah 7 April di sekitar US$95. Level ini sebelumnya menjadi area penopang penting sepanjang tahun.

    Meski demikian, skenario bearish dapat gugur apabila terjadi pemulihan tajam. Kenaikan harga di atas US$155, yang bertepatan dengan level retracement Fibonacci 50%, berpotensi membatalkan pola bearish dan membuka peluang pemulihan harga Solana.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Terancam Anjlok 50%? Sinyal Mengerikan Muncul

    Pergerakan harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto. Setelah mencatat kenaikan signifikan pada akhir musim panas, aset kripto ini justru mengalami tren penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah analis bahkan memperingatkan potensi kejatuhan lanjutan hingga ke bawah level USD 70 dalam waktu dekat.

    Analis kripto Ali Martinez menilai struktur pergerakan harga Solana sejak Maret 2024 hingga saat ini membentuk pola teknikal “head and shoulders”, yang dikenal sebagai sinyal bearish klasik. Pola tersebut terlihat dengan puncak tertinggi (head) yang terbentuk pada akhir tahun lalu, saat harga SOL menyentuh USD 240.

    Penurunan Brutal di Depan Mata?

    Baca juga: Harga Solana di Zona Kritis, Level US$130 Jadi Penentu Selanjutnya

    Berdasarkan pola ini, Martinez memprediksi harga Solana berpotensi turun hingga USD 66,20. Jika skenario tersebut terjadi, SOL akan mengalami koreksi sekitar 50% dari harga saat ini yang berada di kisaran USD 132.

    Pola head and shoulders terbentuk dari tiga puncak harga, yakni bahu kiri, kepala, dan bahu kanan. Jika harga menembus level support penting yang disebut neckline, trader biasanya menganggapnya sebagai sinyal kelanjutan tren penurunan.

    Dilaporkan Crypto Potato, pandangan bearish tidak hanya datang dari Martinez. Analis lain yang dikenal dengan nama Crypto Tony memperkirakan adanya kenaikan kecil menuju area USD 134 sebelum harga kembali tertekan. Ia menyebut akan memanfaatkan kenaikan tersebut sebagai peluang untuk membuka posisi jual (short).

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tekanan terhadap SOL juga tercermin dari indikator teknikal Relative Strength Index (RSI). Saat ini, RSI Solana berada di kisaran 69, mendekati zona jenuh beli (overbought). Dalam analisis teknikal, RSI di atas 70 sering dianggap sebagai sinyal potensi pembalikan arah ke bawah, sementara di bawah 30 dianggap sebagai peluang beli.

    Meski demikian, tidak semua analis sepakat dengan skenario kejatuhan tajam. Sejumlah pihak justru melihat peluang kebangkitan harga Solana. TraderSZ, analis kripto dengan hampir 700 ribu pengikut di platform X, memprediksi harga SOL berpotensi menembus level USD 160 dalam beberapa hari ke depan. Analis lain bernama James juga memasang target optimistis di kisaran USD 152.

    Data Pergerakan Solana

    Data exchange netflow turut menjadi dasar pandangan bullish tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, arus keluar SOL dari bursa kripto tercatat jauh lebih besar dibandingkan arus masuk. Kondisi ini mengindikasikan investor memindahkan aset ke dompet pribadi (self-custody), yang umumnya dianggap sebagai sinyal positif karena menurunkan tekanan jual jangka pendek. Sebaliknya, lonjakan dana masuk ke bursa biasanya dikaitkan dengan persiapan aksi jual besar-besaran.

    Dengan sinyal teknikal yang saling bertolak belakang, pergerakan harga Solana ke depan diperkirakan akan tetap volatil. Pelaku pasar kini menantikan apakah SOL akan benar-benar terperosok lebih dalam, atau justru mampu bangkit dan mematahkan prediksi bearish yang beredar.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tertahan di US$1,84 Meski ETF Tembus US$1 Miliar, Ada Apa?

    Harga XRP masih kesulitan menguat meskipun minat investor institusional terus meningkat. Hingga perdagangan terbaru, XRP bergerak di kisaran US$1,84, melemah sekitar 14% sejak awal tahun dan turun lebih dari 17% dalam sebulan terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah tekanan pasar altcoin secara keseluruhan yang belum menunjukkan tanda pemulihan.

    Padahal, dari sisi fundamental, XRP mencatat perkembangan positif. ETF spot XRP di Amerika Serikat kini telah menembus US$1 miliar aset kelolaan, menandakan adanya permintaan yang stabil dari investor institusi. Sejarah perdagangan XRP yang panjang serta kepastian regulasi dinilai membuat aset ini lebih mudah diterima oleh investor tradisional.

    Permintaan ETF XRP dan Pasokan yang Menurun di Bursa

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga XRP Bertahan di US$1,84, Analis: Potensi Gerak Tajam 10%

    Selain itu, data on-chain menunjukkan sinyal jangka panjang yang cukup kuat. Sekitar 750 juta XRP tercatat keluar dari bursa dalam beberapa pekan terakhir, menyisakan sekitar 1,5 miliar XRP di platform perdagangan. Jika tren ini berlanjut, analis memperkirakan potensi kelangkaan pasokan (supply squeeze) bisa terjadi pada awal 2026, terutama bila arus dana institusional terus meningkat.

    Meski demikian, analis menilai kondisi pasar saat ini belum mendukung kenaikan harga yang berkelanjutan. Analis riset senior Nansen, Jake Kennis, memprediksi harga XRP akan bergerak sideways dalam jangka pendek. Menurutnya, altcoin cenderung sulit menguat sebelum Bitcoin stabil atau membentuk dasar harga yang jelas. Ia memperkirakan kondisi pasar yang lebih kondusif baru akan muncul pada paruh kedua 2026, seiring membaiknya sentimen investor dan faktor makroekonomi.

    Dilaporkan Coinpedia, Kennis menegaskan bahwa pergerakan besar XRP ke depan akan sangat bergantung pada katalis nyata, seperti pertumbuhan ETF, adopsi XRP dalam sistem pembayaran dunia nyata, serta peningkatan partisipasi institusi, bukan sekadar dorongan spekulatif jangka pendek.

    Level Harga Ripple yang Perlu Dipantau

    Dari sisi teknikal, analis Ali Charts menyebut XRP saat ini sedang berkonsolidasi dalam pola segitiga, yang biasanya diikuti oleh pergerakan tajam. Ia memperkirakan potensi pergerakan harga sekitar 10% setelah terjadi breakout atau breakdown.

    Level teknikal penting juga menjadi sorotan. Area US$1,80 dinilai sebagai support krusial. Jika harga menembus ke bawah level ini, XRP berpotensi turun hingga US$1,37. Sementara itu, peluang pembalikan arah ke atas masih memerlukan peningkatan volume transaksi dan sinyal teknikal bullish yang hingga kini belum terlihat.

    Untuk proyeksi harga, pandangan analis masih beragam. Skenario konservatif memperkirakan XRP bertahan di kisaran US$1,80–US$1,90 jika tidak ada katalis besar dalam waktu dekat. Namun, proyeksi yang lebih optimistis menempatkan XRP di rentang US$3 hingga US$4 atau lebih pada paruh kedua 2026, dengan catatan arus ETF terus tumbuh, regulasi tetap mendukung, dan pasar kripto global kembali pulih.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana di Zona Kritis, Level US$130 Jadi Penentu Selanjutnya

    Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL masih tertahan di bawah level resistensi psikologis US$130 dan diperdagangkan di kisaran USD 126. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan harga Solana saat ini sangat bergantung pada perilaku pemegang lama, bukan pada masuknya investor baru.

    Berdasarkan data on-chain, terdapat sinyal awal stabilisasi dari indikator Chaikin Money Flow (CMF). CMF tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir, meskipun masih berada di bawah garis nol. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal perlahan melambat.

    Arus Keluar Solana

    Dilaporkan BeInCrypto, meredanya arus keluar menjadi faktor penting bagi prospek pemulihan Solana. Secara historis, penurunan tekanan jual sering kali mendahului fase peralihan menuju arus masuk modal. Jika tekanan beli mulai mendominasi, harga SOL berpotensi merespons dengan cepat. Perbaikan CMF yang berkelanjutan dapat menjadi sinyal kembalinya kepercayaan dari para pemegang SOL saat ini.

    Namun demikian, indikator makro menunjukkan gambaran yang lebih berhati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat mengalami penurunan signifikan. Dalam sepuluh hari terakhir, jumlah alamat baru turun dari 6,077 juta menjadi 5,390 juta, atau menyusut sekitar 11,3%.

    Penurunan partisipasi jaringan tersebut mencerminkan melemahnya minat spekulatif dari investor baru. Minimnya insentif jangka pendek membuat calon investor cenderung menahan diri. Kondisi ini memperbesar peran pemegang lama dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong potensi pemulihan.

    Analisis Teknikal SOL

    Secara teknikal, SOL masih bergerak dalam fase konsolidasi. Level USD 130 menjadi target terdekat yang perlu direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih positif. Jika pemegang lama terus melakukan akumulasi dan arus masuk mulai terbentuk, tekanan beli berpeluang mendorong harga menembus level tersebut.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski demikian, risiko penurunan tetap ada. Apabila sentimen pasar memburuk dan tekanan jual kembali meningkat, harga Solana berpotensi turun menembus level support USD 123. Jika level ini gagal bertahan, SOL dapat melanjutkan pelemahan menuju area USD 118. Penurunan di bawah level tersebut akan membatalkan prospek pemulihan dan memperkuat tekanan bearish dalam jangka pendek.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL Rebound ke US$123, Open Interest Naik Tajam dan RSI Positif

    Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang kuat setelah sempat tertekan selama beberapa hari terakhir. Pada sesi perdagangan Eropa Jumat (Boxing Day), SOL diperdagangkan di kisaran US$123,5, pulih dari level terendah US$120 yang tercatat pada Hari Natal.

    Penurunan sebelumnya menandai titik terendah enam hari dan terjadi setelah empat hari berturut-turut penutupan bearish. Namun, pelemahan tersebut berlangsung dengan volume harian yang menurun, mengindikasikan tekanan jual yang mulai kehilangan tenaga.

    Pemulihan Harga Mulai Terlihat

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Pemulihan harga mulai terlihat sejak sesi Asia, ketika Solana melonjak sekitar 4% dari penutupan sebelumnya dan berhasil kembali ke atas level US$124. Kenaikan ini sempat diikuti koreksi singkat ke area US$121,7, tetapi harga kembali memantul dan bertahan di sekitar US$123,5, mencerminkan minat beli yang kembali menguat.

    Dari sisi data derivatif, sinyal penguatan semakin terlihat. Open interest Solana melonjak sekitar 8%, dari US$2,7 miliar menjadi US$2,93 miliar, menunjukkan masuknya modal baru ke pasar, bukan sekadar penutupan posisi short. Selain itu, funding rate naik dari 0,0 ke 0,07, menandakan trader posisi long bersedia membayar premi untuk mempertahankan posisi mereka, sebuah indikasi meningkatnya sentimen bullish.

    Meski demikian, rasio long-to-short dalam jangka sangat pendek masih bergerak fluktuatif, mengisyaratkan bahwa keyakinan bullish belum sepenuhnya merata di kalangan trader intraday.

    Dilaporkan Traders Union, jika ditarik lebih luas, data sejak akhir pekan lalu menunjukkan pola akumulasi yang konsisten. Saat harga Solana melemah sepanjang pekan, rasio long-to-short justru meningkat dari 3,3 ke 5,0, menandakan banyak pelaku pasar memanfaatkan penurunan harga untuk membeli. Tekanan beli ini kini mulai tercermin dalam pemulihan harga dan membuka peluang terjadinya pergerakan lanjutan ke atas.

    Baca juga: Investor Diam-Diam Borong Solana Rp5 Triliun, Harga SOL Siap Bangkit?

    Analisis Teknikal SOL

    Dari sisi teknikal, resistensi terdekat berada di area EMA 50 time frame 4 jam di sekitar US$124,7. Sementara itu, EMA 100 berada di dekat US$127, memperkuat zona suplai krusial di rentang US$127–US$129. Penembusan dan penutupan harga di atas area tersebut berpotensi menjadi sinyal perubahan struktur pasar jangka pendek ke arah bullish.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) 4 jam turut mendukung skenario ini. RSI telah bangkit dari area mendekati oversold di level 36 dan kembali memasuki wilayah yang lebih konstruktif, menandakan momentum naik yang mulai terbentuk.

    Kombinasi antara kenaikan open interest, funding rate positif, dan penguatan RSI membuka peluang bagi Solana untuk menguji level yang lebih tinggi dalam waktu dekat, terutama jika volume perdagangan meningkat saat harga menembus resistensi US$127. Sebelumnya, tekanan di sekitar US$121 sempat dipicu oleh likuidasi posisi long berleverage, namun kondisi pasar kini menunjukkan sinyal yang lebih kondusif bagi pemulihan lanjutan.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Diam-Diam Borong Solana Rp5 Triliun, Harga SOL Siap Bangkit?

    Aset kripto Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah investor terpantau diam-diam melakukan akumulasi besar-besaran di tengah pergerakan harga yang masih lemah. Data on-chain dan laporan institusional mengindikasikan pembelian sekitar 2,65 juta SOL senilai US$345 juta atau setara lebih dari Rp5 triliun dalam 10 hari terakhir.

    Solana sebelumnya gagal mempertahankan momentum kenaikan dan keluar dari fase konsolidasi pekan lalu, sehingga menunda potensi reli menuju level US$150. Saat ini, SOL bergerak hati-hati dan diperdagangkan di kisaran US$124, menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Aktivitas Jaringan Solana

    Meski demikian, aktivitas jaringan dan minat investor institusional memberi sinyal positif. Salah satu katalis baru datang dari peluncuran on-chain Creator ETFs atau dikenal sebagai Bands, yang berjalan langsung di atas blockchain Solana. Produk ini memungkinkan kreator dan analis mengelola portofolio token atau NFT secara terprogram dan melakukan rebalancing otomatis.

    Dilaporkan BeInCrypto, peningkatan adopsi Creator ETFs diperkirakan dapat mendorong aktivitas jaringan dan volume transaksi. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat permintaan SOL sebagai aset utilitas dan menopang pemulihan harga.

    Baca juga: Alarm Bahaya! Harga Solana di US$124 Terancam Jatuh ke US$100

    Dari sisi data bursa, saldo SOL di exchange terpusat tercatat turun tajam. Penurunan ini umumnya menandakan akumulasi, karena investor memindahkan aset ke dompet pribadi dan mengurangi tekanan jual jangka pendek.

    Minat institusional terhadap Solana juga masih terjaga. Laporan mingguan CoinShares menunjukkan arus masuk dana sebesar US$48,5 juta untuk SOL pada pekan yang berakhir 20 Desember 2025. Secara bulanan, total inflow mencapai US$117,6 juta, mencerminkan kepercayaan investor profesional meski pasar kripto global masih bergejolak.

    Analisis Teknikal SOL

    Secara teknikal, SOL perlu menembus resisten US$126 sebagai konfirmasi awal pemulihan. Jika berhasil merebut kembali level US$130, sentimen positif diperkirakan menguat dengan target lanjutan di sekitar US$136.

    Namun, risiko penurunan tetap ada. Jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah US$123, Solana berpotensi menguji support US$118. Pelemahan hingga level tersebut dapat membatalkan skenario pemulihan dalam jangka pendek.

    Dengan kombinasi inovasi ekosistem, arus keluar dari exchange, dan akumulasi institusional, pasar kini menanti apakah Solana mampu memanfaatkan momentum ini untuk bangkit menjelang akhir tahun atau awal Januari mendatang.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alarm Bahaya! Harga Solana di US$124 Terancam Jatuh ke US$100

    Harga Solana (SOL) kembali berada di bawah tekanan setelah anjlok tajam dalam beberapa bulan terakhir. Dari puncaknya pada Agustus lalu, harga SOL telah merosot sekitar 50%, menandai masuknya aset kripto ini ke fase bear market.

    Pada perdagangan terbaru, token Solana tercatat berada di kisaran US$124,50. Namun, sejumlah indikator teknikal dan fundamental menunjukkan risiko penurunan lanjutan masih terbuka.

    Aktivitas Jaringan Solana

    Berdasarkan data Nansen, aktivitas jaringan Solana mengalami perlambatan signifikan. Jumlah transaksi turun 10% dalam 30 hari terakhir menjadi 1,79 miliar transaksi. Meski demikian, Solana masih menjadi jaringan paling aktif di industri kripto, dengan total transaksi melampaui gabungan lima blockchain terbesar berikutnya.

    Dilaporkan Crypto News, penurunan juga terjadi pada jumlah alamat aktif yang menyusut 5,7% menjadi 60,1 juta alamat. Yang paling mencolok, pendapatan biaya jaringan (fees) merosot 21% menjadi sekitar US$14 juta.

    Dari sisi ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi), total value locked (TVL) Solana tercatat turun ke US$18,57 miliar, jauh dari puncak tahunan di level US$30 miliar. Meski begitu, TVL dalam denominasi SOL masih menunjukkan tren kenaikan.

    Aktivitas lainnya juga melemah. Volume transaksi yang telah disesuaikan anjlok 30% menjadi US$238 miliar, sementara jumlah pemegang SOL turun 9% menjadi 3,4 juta alamat. Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang membuat sebagian investor keluar dari pasar.

    Baca juga: Harga Solana Tiba-tiba Berbalik Arah! Buka Peluang Lonjakan ke US$144

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Dar Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Data Nansen juga menunjukkan arus keluar stablecoin dari bursa kripto menurun, dari US$94 miliar pada November menjadi sekitar US$85 miliar saat ini, mengindikasikan berkurangnya minat perdagangan.

    Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan harga SOL telah jatuh dari US$252,55 pada Agustus ke level saat ini di sekitar US$124 dan bergerak di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama. Pola bearish flag yang terbentuk mengindikasikan kelanjutan tren turun, terlebih setelah harga menembus batas bawah pola tersebut.

    Dengan kondisi ini, analis menilai tekanan jual masih berpotensi berlanjut, dengan target penurunan berikutnya menuju level psikologis US$100. Jika tercapai, harga Solana akan mengalami penurunan tambahan sekitar 20% dari posisi saat ini.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Tiba-tiba Berbalik Arah! Buka Peluang Lonjakan ke US$144

    Harga Solana (SOL) menunjukkan sinyal awal penguatan setelah membentuk pola failed auction di bawah level US$121. Pola ini mengindikasikan tekanan jual mulai melemah dan membuka peluang bagi pergerakan harga ke area resistensi yang lebih tinggi, yakni di sekitar US$144.

    Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga Solana sempat menembus ke bawah US$121, namun tidak mampu bertahan lama di area tersebut. Harga dengan cepat kembali naik dan merebut kembali area nilai utama (value area), sebuah sinyal bahwa pasar menolak harga rendah dan penjual mulai kehabisan tenaga.

    Baca juga: Solana Tak Tergoyahkan! Bertahan di Atas $120 Saat Whale Borong

    Teori Pergerakan Harga SOL

    Dalam teori market auction, failed auction terjadi ketika harga menembus level penting, memicu likuiditas, tetapi gagal mendapatkan penerimaan lanjutan. Kondisi ini sering kali menjadi pertanda kelelahan tren sebelumnya. Pada kasus Solana, kegagalan bertahan di bawah US$121 menunjukkan minimnya minat jual lanjutan di level rendah.

    Penguatan sinyal bullish semakin terlihat ketika harga berhasil kembali ditutup di atas Value Area High (VAH). Rebut kembali area ini menandakan bahwa pasar kembali menerima Solana pada valuasi yang lebih tinggi, sekaligus menggeser kendali jangka pendek ke tangan pembeli.

    Secara struktur pasar, kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya rotasi harga ke atas. Selama Solana mampu bertahan di atas area nilai yang telah direbut kembali, potensi pengujian resistensi berikutnya di kisaran US$144 menjadi semakin terbuka.

    Analisis Harga Solana

    Level US$144 sendiri merupakan area resistensi jangka menengah yang signifikan. Pada periode sebelumnya, zona ini kerap menjadi titik penolakan harga akibat munculnya tekanan jual. Oleh karena itu, area tersebut dipandang sebagai target logis apabila rotasi pasar berlanjut, sekaligus menandai penyelesaian satu siklus penuh market auction dari area nilai bawah ke area nilai atas.

    Dilaporkan Crypto News, kecepatan pemulihan harga juga menjadi faktor penting. Rebound yang cepat dari bawah US$121 menunjukkan adanya urgensi beli, bukan sekadar aksi penutupan posisi jual. Dukungan volume perdagangan yang menyertai pergerakan kembali ke area nilai turut memperkuat prospek kenaikan lanjutan.

    Ke depan, pergerakan Solana akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di atas level US$121. Selama harga tetap diterima di atas area tersebut, peluang penguatan menuju US$144 dinilai masih cukup besar. Namun, kegagalan mempertahankan area nilai dapat membuat Solana kembali bergerak terbatas dalam fase konsolidasi.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com