Tag: sol

  • Solana Tertekan Lagi! Harga Tertahan di US$133, Sinyal Bearish Kuat?

    Harga Solana (SOL) kembali bergerak lemah dan bertahan di kisaran US$131–US$133 pada perdagangan 20 Januari, setelah upaya pemulihan harga kembali gagal menembus resistance penting. Penolakan terbaru ini menegaskan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.

    Meski pergerakan harga relatif terbatas, pesan yang disampaikan pasar cukup jelas. Struktur teknikal Solana masih berada dalam fase korektif, dengan momentum yang terus melemah dan minat beli yang belum menunjukkan tanda pemulihan berarti.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Tertekan di US$130, Sentimen Pasar Memburuk

    Secara teknikal, SOL masih diperdagangkan di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama. EMA 20 hari di sekitar US$136,8 dan EMA 50 hari di US$137,7 terus menahan setiap upaya rebound dalam dua pekan terakhir. Di level yang lebih tinggi, EMA 100 hari di US$147,9 dan EMA 200 hari di US$159,2 mencerminkan kerusakan struktur harga sejak puncak Oktober lalu.

    Dilaporkan Traders Union, kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tren Solana masih bersifat koreksi, bukan fase akumulasi. Setiap reli justru dimanfaatkan pelaku pasar untuk melepas posisi, bukan membangun eksposur baru. Selama harga masih berada di bawah zona US$136–US$140, potensi kenaikan dinilai belum terkonfirmasi.

    Indikator momentum turut menguatkan sentimen negatif. Relative Strength Index (RSI) harian kembali turun ke area rendah 40-an setelah gagal bertahan di atas level netral 50. Tidak adanya divergensi bullish menunjukkan risiko penurunan masih terbuka jika support kembali ditembus.

    Potensi Harga SOL

    Pada timeframe intraday, tekanan jual juga terlihat dominan. Di grafik 30 menit, harga masih berada di bawah indikator Supertrend dan Parabolic SAR, dengan pola lower high yang konsisten. Pergerakan ini mengindikasikan fase distribusi, di mana reli jangka pendek dimanfaatkan untuk keluar dari pasar.

    Dari sisi aliran dana, data spot menunjukkan outflow yang berkelanjutan, menandakan distribusi oleh pelaku besar masih berlangsung. Sementara itu, pasar derivatif mencatat penurunan open interest seiring harga melemah, mengindikasikan pengurangan risiko, bukan penambahan posisi agresif. Likuidasi posisi long juga masih mendominasi, mencerminkan rapuhnya kepercayaan pelaku pasar bullish.

    Ke depan, level US$130 menjadi support jangka pendek yang krusial. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area US$120-an. Sebaliknya, penutupan harian di atas US$140 dibutuhkan untuk memberi sinyal awal meredanya tekanan jual dan membuka peluang pemulihan ke arah US$148.

    Untuk saat ini, Solana masih berada dalam kondisi sell on rally. Struktur harga yang lemah, momentum negatif, serta arus dana yang belum mendukung membuat dominasi bearish tetap terjaga, dengan beban pembuktian masih berada di pihak pembeli.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Tertekan di US$130, Sentimen Pasar Memburuk

    Harga Solana (SOL) kembali melemah di tengah sentimen pasar yang memburuk. Pada perdagangan Senin, SOL tercatat turun sekitar 3%, melanjutkan penurunan 4% yang terjadi sehari sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan tekanan pasar kripto secara luas yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland.

    Data pasar derivatif menunjukkan bias bearish yang semakin kuat. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi long Solana mencapai US$59,08 juta, jauh melampaui likuidasi short yang hanya sebesar US$1,38 juta. Kondisi ini mencerminkan dominasi tekanan jual di kalangan trader.

    Kontrak Berjangka SOL Turun

    Baca juga: Pendiri Solana:Upgrade Kunci Bertahan Hidup, SOL Bergerak di $142

    Selain itu, Open Interest (OI) kontrak berjangka SOL turun sekitar 7% menjadi US$8,19 miliar. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya minat risiko dan eksposur modal trader terhadap Solana. Tingkat pendanaan (funding rate) yang berada di level negatif, yakni -0,0004%, semakin menegaskan dominasi posisi jual di pasar derivatif.

    Dari sisi institusional, Exchange Traded Fund (ETF) spot Solana di Amerika Serikat sebenarnya mencatat arus masuk dana sebesar USD 46,88 juta pada pekan lalu. Namun, perubahan dinamika pasar dan meningkatnya tekanan global berpotensi menggerus kepercayaan investor institusi dan memicu aksi jual lanjutan. Perlu dicatat, pasar AS tutup pada Senin karena libur Martin Luther King Jr. Day, yang dapat memengaruhi volume dan arah perdagangan.

    Secara teknikal, Solana masih berada dalam tekanan kuat. Harga saat ini bergerak di kisaran US$130, berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari dan 50 hari yang berada di area US$137–138. Kondisi ini memperkuat bias penurunan dalam jangka pendek.

    Analisis Teknikal Solana

    Dilaporkan FXStreet, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan persilangan ke bawah garis sinyal, dengan histogram yang berubah negatif, menandakan meningkatnya momentum bearish. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 45 dan bergerak turun di bawah garis tengah, mengonfirmasi melemahnya kekuatan beli.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika tekanan jual berlanjut, Solana berisiko menembus pola rounding bottom yang terbentuk sejak 18 Desember dan berpotensi turun mendekati level terendah Desember di kisaran US$116. Sebaliknya, dari sisi atas, area resistensi terdekat berada di zona pasokan sekitar US$148. Penembusan yang kuat di atas level tersebut dapat membuka peluang kenaikan menuju EMA 200 hari di sekitar US$159.

    Untuk saat ini, arah pergerakan Solana masih didominasi sentimen negatif, dengan pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menanti perkembangan kondisi global dan sinyal lanjutan dari pasar kripto.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Solana:Upgrade Kunci Bertahan Hidup, SOL Bergerak di $142

    Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, menegaskan bahwa masa depan sebuah blockchain bergantung pada kemampuannya untuk terus berevolusi. Dalam pernyataannya baru-baru ini, Yakovenko menyebut bahwa tanpa pembaruan berkelanjutan, sebuah jaringan blockchain berisiko kehilangan relevansi dan akhirnya “mati”.

    Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pembeda tajam antara strategi jangka panjang Solana dan filosofi Ethereum. Yakovenko menanggapi pandangan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang sebelumnya menyebut bahwa Ethereum idealnya mampu bertahan puluhan tahun dengan keterlibatan pengembang yang minimal.

    Menurut Yakovenko, pendekatan tersebut justru berbahaya. Ia menilai blockchain yang berhenti beradaptasi akan menjadi usang. “Jaringan harus terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengembang dan pengguna. Jika tidak, relevansinya akan hilang,” tegasnya.

    Yakovenko menekankan bahwa upgrade bukanlah pilihan tambahan, melainkan syarat bertahan hidup. Ia menyebut pembaruan protokol harus fokus menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi pengembang dan pengguna. Namun demikian, ia juga menilai bahwa tidak semua permintaan fitur perlu dipenuhi. Solana, kata dia, harus tetap selektif dan berorientasi pada kegunaan, bukan popularitas.

    AI dan Model Biaya Jadi Kunci Masa Depan Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: ETF Tembus US$1,2 Miliar, Solana Dibidik Naik hingga US$168

    Lebih lanjut, Yakovenko melihat potensi besar pada aktivitas transaksi Solana yang mampu menciptakan nilai ekonomi untuk mendanai pengembangan berkelanjutan. Model biaya (fee model) Solana dinilai dapat membantu pengembang menopang proses upgrade dalam jangka panjang.

    Ia juga menyoroti peran kecerdasan buatan (AI), khususnya AI-assisted coding, yang diyakini dapat mempercepat pengembangan dan peningkatan ekosistem Solana. Selain itu, Yakovenko menegaskan Solana tidak boleh bergantung pada satu tim saja. Seiring kematangan jaringan, ia berharap akan muncul kontributor baru yang membangun versi Solana berikutnya. Bahkan, mekanisme tata kelola (governance) disebut berpotensi mendanai kebutuhan komputasi untuk pengembangan di masa depan.

    Harga SOL Melemah, Tapi Outlook Masih Positif

    Di sisi pasar, harga Solana (SOL) tercatat melemah dalam 24 jam terakhir. SOL diperdagangkan di kisaran USD 142,27 atau turun 1,28% secara harian. Meski demikian, kinerja mingguan masih mencatatkan kenaikan 4,62%. Kapitalisasi pasar Solana berada di sekitar USD 80,4 miliar dengan suplai beredar sekitar 570 juta token.

    Dilaporkan Coinpaper, analis dari INSIDER menilai struktur grafik SOL masih mendukung prospek bullish jangka pendek. Solana disebut berhasil menembus garis tren turun mingguan setelah aksi jual tajam. Area harga USD 160–170 kini menjadi zona perhatian berikutnya, meski berpotensi memicu aksi ambil untung karena tekanan suplai sebelumnya.

    Analis Samakan Fase SOL dengan Ethereum di Masa Lalu

    Sementara itu, analis kripto curb.sol membandingkan fase konsolidasi panjang Solana dengan siklus Ethereum sebelum reli besar pada periode 2019–2020. Ia mencatat SOL telah bergerak dalam rentang USD 100–300 selama hampir dua tahun, pola yang menurutnya mirip dengan fase akumulasi ETH di masa lalu.

    Curb.sol mengaku menggunakan fase tersebut untuk mengakumulasi Ethereum, dan kini menerapkan strategi serupa pada Solana. Ia bahkan menyampaikan pandangan jangka panjang bahwa harga SOL berpotensi menembus USD 1.000. Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan koreksi lebih dalam menuju area support di sekitar USD 100.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adopsi Meledak, Harga SOL di Ujung Tanduk? Ini Sinyal Bahayanya

    Harga Solana (SOL) masih bergerak dalam tren naik secara umum, namun risiko koreksi jangka pendek kian menguat. Di tengah lonjakan adopsi jaringan yang signifikan, tekanan jual dari pemegang lama justru mulai mendominasi pergerakan harga.

    Data on-chain menunjukkan pertumbuhan jaringan Solana yang sangat pesat. Sejak awal Januari, jumlah alamat baru yang aktif bertransaksi melonjak tajam. Bahkan, dalam satu hari tercatat lebih dari 8 juta alamat baru bergabung ke jaringan Solana.

    Minat Investor Solana tinggi

    Dikutip BeInCrypto, lonjakan ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap ekosistem Solana, yang didorong oleh aktivitas DeFi, maraknya memecoin, serta aplikasi berkecepatan tinggi.

    Masuknya jutaan alamat baru biasanya diartikan sebagai tambahan modal segar yang dapat meningkatkan likuiditas dan memperkuat harga aset. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pergerakan harga SOL saat ini.

    Baca juga: ETF Tembus US$1,2 Miliar, Solana Dibidik Naik hingga US$168

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Berdasarkan data perubahan posisi di bursa (exchange position change), tekanan dari pemegang lama Solana terlihat semakin kuat. Minat beli dari investor jangka panjang mulai melemah, sehingga tidak mampu mengimbangi arus penjualan yang muncul. Situasi ini mengindikasikan bahwa sebagian pemegang lama tengah mengurangi eksposur atau bersiap melepas kepemilikan mereka.

    Ketika pasokan dari investor lama lebih besar dibandingkan permintaan baru, harga cenderung mengalami pelemahan. Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya penurunan harga dalam waktu dekat.

    Analisis Teknikal Solana

    Secara teknikal, harga Solana saat ini berada di kisaran USD 144 dan bergerak dalam pola ascending wedge sejak awal bulan. Pola ini dikenal sebagai sinyal lanjutan bearish yang kerap diakhiri dengan penurunan harga. Jika pola tersebut terkonfirmasi, SOL berpotensi terkoreksi hingga sekitar 9,5 persen dengan target penurunan di area USD 129.

    Dalam skenario awal, penembusan ke bawah berpeluang membawa harga menuju level USD 136. Apabila level ini gagal bertahan, tekanan jual bisa berlanjut hingga mendekati USD 130, yang diperkirakan menjadi area minat beli berikutnya.

    Meski demikian, skenario bearish ini belum sepenuhnya pasti. Jika sentimen pasar membaik dan tekanan jual mereda, Solana masih berpeluang memantul dari garis bawah pola tersebut. Penembusan ke atas level USD 146 dapat menjadi sinyal penguatan baru. Bahkan, jika momentum berlanjut, harga SOL berpotensi naik menuju area USD 151 dan membatalkan potensi koreksi yang saat ini mengancam.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Tembus US$1,2 Miliar, Solana Dibidik Naik hingga US$168

    Harga Solana (SOL) berpotensi memasuki fase bullish baru seiring munculnya rancangan undang-undang (RUU) kripto di Amerika Serikat yang dapat memberikan status hukum setara dengan Bitcoin (BTC). Jika disahkan, kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap Solana.

    RUU yang tengah dibahas Kongres AS tersebut dikenal sebagai Clarity Act, yang bertujuan memberikan kejelasan regulasi bagi industri kripto. Salah satu poin penting dalam RUU ini adalah pengelompokan aset kripto tertentu sebagai “non-ancillary assets”, kategori yang selama ini melekat pada Bitcoin dan Ethereum.

    SOL Tidak Lagi Dipandang Sebagai Altcoin?

    Baca juga: Harga Solana Tertahan di Area Kritis, Tembus US$150?

    Melalui ketentuan tersebut, Solana (SOL), bersama Dogecoin (DOGE) dan XRP, berpeluang memperoleh perlakuan hukum yang sama dengan BTC dan ETH. Artinya, SOL tidak lagi dipandang sebagai sekadar altcoin sekunder dalam kerangka hukum Amerika Serikat.

    DIlaporkan Cryptonews, analis menilai langkah ini dapat menjadi katalis positif bagi harga Solana, terutama di tengah meningkatnya minat Wall Street terhadap aset kripto. Data dari SoSoValue menunjukkan investor juga mulai membanjiri produk ETF Solana yang baru diluncurkan, dengan total nilai aset kelolaan telah mencapai US$1,2 miliar.

    Jika Clarity Act resmi disahkan, peningkatan legitimasi Solana diyakini mampu menarik investor institusional yang sebelumnya masih bersikap menunggu akibat ketidakpastian regulasi.

    Analisis Teknikal Solana

    Dari sisi teknikal, pergerakan harga SOL menunjukkan sinyal penguatan. Berdasarkan grafik 4 jam, Solana membentuk pola cup and handle, sebuah pola bullish yang kerap menandakan potensi kenaikan lanjutan. Harga bahkan telah menembus garis resistance (neckline), disertai peningkatan volume perdagangan yang mengonfirmasi validitas pola tersebut.

    Dengan pola ini, SOL berpeluang naik hingga ke level US$168 dalam beberapa hari ke depan, atau sekitar 17 persen dari harga saat ini. Namun, analis mengingatkan bahwa harga harus bertahan di atas area support US$140 agar skenario bullish tetap terjaga.

    Di luar pergerakan harga, ekosistem Solana juga terus berkembang. Salah satu proyek presale kripto, Bitcoin Hyper ($HYPER), berencana memanfaatkan arsitektur Solana untuk membangun solusi Bitcoin Layer-2. Proyek tersebut dikabarkan telah menggalang dana lebih dari US$30 juta.

    Meski demikian, pengamat tetap mengingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dan dipengaruhi oleh faktor regulasi, sentimen pasar, serta kondisi makroekonomi global.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL Siap Terbang ke US$200? Tapi Token Baru Ini Bisa Jadi Rival

    Pasar kripto kembali diramaikan oleh optimisme terhadap Solana (SOL) seiring membaiknya kondisi pasar dan meningkatnya aktivitas on-chain. Di tengah potensi kebangkitan blockchain layer-1 tersebut, perhatian investor juga mulai bergeser ke proyek kripto berbasis pembayaran (PayFi) yang dinilai memiliki peluang besar menantang dominasi jaringan mapan seperti Solana.

    Solana saat ini diperdagangkan di level US$143,85, naik 1,44 persen dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya tercatat mencapai US$81,3 miliar, sementara volume perdagangan melonjak lebih dari 22 persen menjadi US$6,86 miliar. Kenaikan volume ini mencerminkan kembalinya minat investor, terutama setelah Bitcoin menunjukkan pergerakan yang lebih stabil.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Tertahan di Area Kritis, Tembus US$150?

    Dari sisi teknikal, SOL dinilai mampu bertahan di atas level support penting yang terbentuk sejak awal tahun. Analis mencatat pola higher low masih terjaga, membuka peluang skenario bullish dalam jangka pendek. Jika kondisi pasar kripto secara keseluruhan tetap kondusif, sejumlah proyeksi menyebut harga Solana berpotensi kembali menguji level US$200 dalam waktu dekat.

    Dilaporkan Crypto.news, fundamental jaringan Solana juga dinilai masih kuat. Dengan kecepatan transaksi tinggi (TPS), ekosistem DeFi yang aktif, serta adopsi institusional yang terus berkembang, Solana tetap menjadi salah satu altcoin utama yang diperhatikan investor global.

    Namun, fokus pasar kini tidak hanya tertuju pada performa layer-1. Proyek kripto dengan pendekatan pembayaran mulai menarik perhatian, salah satunya Remittix (RTX). Token PayFi ini saat ini diperdagangkan di harga US$0,123 dan dikembangkan untuk menjembatani transaksi kripto dengan sistem keuangan tradisional.

    Remittix baru-baru ini mengumumkan bahwa dompet digitalnya telah resmi tersedia di Apple App Store, dengan versi Google Play dijadwalkan menyusul. Selain itu, tim pengembang mengonfirmasi peluncuran platform PayFi berbasis crypto-to-fiat pada 9 Februari 2026. Platform ini dirancang agar pengguna dapat mengirim aset kripto langsung ke sektor keuangan konvensional.

    Lawan Solana

    Dari sisi pendanaan, Remittix dilaporkan telah menggalang lebih dari US$28,8 juta dari pendanaan privat dan menjual lebih dari 701 juta token. Capaian ini membuat Remittix mulai dipandang sebagai pesaing potensial bagi jaringan besar yang juga bermain di sektor pembayaran digital.

    Meski Solana masih memimpin dari sisi adopsi dan infrastruktur, kehadiran proyek PayFi seperti Remittix menunjukkan bahwa persaingan di industri kripto semakin bergeser ke arah utilitas nyata dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional. Investor kini dihadapkan pada pilihan antara kebangkitan jaringan besar atau peluang dari pemain baru dengan pendekatan berbeda.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Tertahan di Area Kritis, Tembus US$150?

    Harga Solana (SOL) bergerak mendatar di kisaran US$144–US$145 pada perdagangan Rabu, setelah mencatat pemulihan tajam dari level terendah Desember di sekitar US$120. Kenaikan cepat tersebut kini kehilangan momentum, dengan pergerakan harga beralih dari fase rebound impulsif ke konsolidasi.

    Meski reli mulai melambat, struktur harga menunjukkan tanda stabilisasi, bukan tekanan jual agresif. Pasar saat ini memasuki fase penentuan arah, di mana konfirmasi teknikal dinilai lebih penting dibanding kecepatan pergerakan.

    Pemulihan Bertahan, Namun Tren Masih Korektif

    Pada grafik harian, Solana berhasil kembali ke atas exponential moving average (EMA) 20 hari, sebuah sinyal awal yang konstruktif setelah periode pelemahan panjang. Namun, tren yang lebih luas masih dibatasi oleh rata-rata pergerakan jangka menengah dan panjang yang cenderung menurun.

    Dilaporkan Traders Union, zona kompresi harga saat ini berada di antara EMA 50 hari di sekitar US$137 dan EMA 100 hari di kisaran US$149. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area US$150–US$160, pergerakan ini masih dikategorikan sebagai pemulihan dalam tren turun yang lebih besar, bukan pembalikan tren penuh.

    Secara struktur, reli dari US$120 memang mematahkan pola lower low yang terbentuk sejak November. Namun, Solana belum mencetak higher high pada kerangka waktu harian. Selama harga bertahan di atas US$135, struktur pemulihan dinilai masih aman. Sebaliknya, penurunan di bawah level tersebut berpotensi membuka kembali risiko pelemahan ke area US$125–US$130.

    Indikator momentum mendukung stabilisasi, tetapi juga memberi peringatan. Relative Strength Index (RSI) harian naik ke area awal 60-an, mencerminkan membaiknya tekanan beli. Namun, level ini kerap muncul pada reli korektif jika tidak disertai penembusan resistance yang kuat. RSI yang mulai mendatar mengindikasikan potensi jeda kenaikan jika tidak ada permintaan baru.

    Tekanan Jangka Pendek Meningkat

    Pada kerangka waktu lebih rendah, kontrol jangka pendek pembeli mulai melemah. Di grafik 30 menit, indikator Supertrend terlihat mendatar, sementara Parabolic SAR bergerak mendekati harga, menandakan berkurangnya momentum arah.

    Area US$147–US$148 kini menjadi zona penolakan intraday yang jelas. Upaya kenaikan berulang kali tertahan di level tersebut, menunjukkan kehadiran penjual yang konsisten. Selama harga berada di bawah US$148, bias jangka pendek cenderung bergerak sideways hingga sedikit melemah.

    Support terdekat berada di kisaran US$142–US$143. Jika area ini ditembus, harga berisiko turun menuju US$138 dan kemudian US$135. Sebaliknya, penutupan intraday yang bersih di atas US$148 akan memperbaiki struktur jangka pendek dan membuka peluang pengujian ulang level psikologis US$150.

    Baca juga: Solana Masuk Ekosistem X Elon Musk, Analis Prediksi Naik US$145

    Arus Dana dan Leverage Batasi Keyakinan Pasar

    Data arus spot menunjukkan gambaran yang beragam. Sesi terakhir mencatat arus masuk bersih sekitar US$6 juta, namun dalam beberapa pekan terakhir terlihat pola distribusi saat harga menguat. Hal ini mengindikasikan investor besar masih berhati-hati dan cenderung memanfaatkan reli untuk mengurangi eksposur.

    Di pasar derivatif, open interest meningkat hingga di atas US$8,8 miliar seiring kenaikan volume, menandakan partisipasi trader yang kembali tumbuh. Rasio long-short sedikit condong ke posisi long, namun masih relatif seimbang sehingga belum memicu risiko squeeze besar. Data likuidasi menunjukkan tekanan lebih besar pada posisi long dalam 12 hingga 24 jam terakhir, mengisyaratkan koreksi saat ini lebih banyak menghapus pembeli terlambat daripada memicu kepanikan.

    Kombinasi meningkatnya partisipasi tetapi lemahnya keyakinan ini konsisten dengan pergerakan harga yang cenderung range-bound.

    Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, Solana membutuhkan penutupan harian di atas US$150 untuk mengonfirmasi fase pemulihan yang lebih luas. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, target berikutnya berada di sekitar US$160 hingga EMA 200 hari yang menurun.

    Sebaliknya, kegagalan menembus US$150 akan mempertahankan SOL dalam fase korektif, dengan risiko penurunan kembali ke area US$135 jika momentum memudar. Hingga ada konfirmasi dari penembusan resistance utama yang didukung arus spot kuat, pergerakan Solana dinilai lebih cocok untuk strategi trading dalam rentang harga dibanding posisi arah jangka panjang.

    Pergerakan harga saat ini sejalan dengan analisis sebelumnya yang menilai reli Solana pasca-penurunan November akan menghadapi hambatan kuat di sekitar rata-rata pergerakan harian yang menurun. Solana memang mulai stabil, tetapi masih tertahan di bawah level kunci yang diperlukan untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang berkelanjutan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Masuk Ekosistem X Elon Musk, Analis Prediksi Naik US$145

    Kabar integrasi jaringan blockchain Solana (SOL) dengan platform media sosial X (sebelumnya Twitter) milik Elon Musk tengah menjadi perhatian komunitas kripto global. Rumor ini memicu optimisme pasar, mengingat X memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif bulanan yang berpotensi memberi eksposur besar terhadap ekosistem Solana.

    X saat ini dikenal sebagai pusat utama diskusi keuangan, berita pasar, dan sentimen real-time yang kerap memengaruhi pergerakan modal dalam skala besar. Sejumlah tokoh dalam ekosistem Solana menyebut jaringan ini akan memainkan peran langsung dalam ambisi X untuk bertransformasi menjadi “super app” dengan fitur keuangan terintegrasi.

    Prediksi Harga Solana: Eksposur X Dapat Memicu

    Baca juga: Solana Tembus $140, Tapi Ini Risiko Besar Jika Support Kritis Jebol

    Dilaporkan Cryptonews, dorongan tersebut diperkuat oleh pengumuman Nekita Bier, Head of Product X, terkait peluncuran fitur Smart Cashtags. Fitur ini memungkinkan pengguna menandai aset keuangan secara lebih spesifik, termasuk kontrak pintar, sekaligus menampilkan data harga dan kinerja aset secara real-time langsung di linimasa.

    Bagi ekosistem seperti Solana yang memiliki banyak token dan launchpad aktif, fitur ini dinilai krusial. Smart Cashtags dapat mengurangi kebingungan akibat kemiripan ticker, sekaligus meningkatkan visibilitas token berbasis Solana di platform dengan trafik tinggi.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Peningkatan eksposur tersebut diperkirakan akan mendorong interaksi dan minat terhadap proyek-proyek Solana, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan permintaan terhadap SOL sebagai token utilitas utama jaringan.

    Dari sisi teknikal, analis mencermati bahwa harga SOL tengah bergerak dalam pola descending triangle selama hampir satu tahun. Level resistensi jangka pendek di kisaran US$145 dilaporkan mulai teruji. Jika berhasil ditembus, peluang kelanjutan tren naik dinilai semakin terbuka.

    Indikator Momentum Solana

    Indikator momentum juga menunjukkan sinyal positif. Relative Strength Index (RSI) bertahan di atas level netral, menandakan aktivitas beli masih dominan. Sementara itu, MACD memperlihatkan penguatan tren naik setelah sempat mengalami koreksi singkat.

    Adapun level kunci yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar US$210. Jika level ini berhasil ditembus dan berubah menjadi support, analis teknikal memperkirakan potensi kenaikan lanjutan dengan target jangka menengah hingga US$500. Dalam skenario optimistis, meningkatnya adopsi arus utama disebut dapat membuka peluang kenaikan lebih tinggi dalam jangka panjang.

    Meski demikian, pelaku pasar diingatkan bahwa aset kripto tetap memiliki risiko tinggi dan volatilitas ekstrem, sehingga setiap keputusan investasi perlu disertai pertimbangan matang.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tembus $140, Tapi Ini Risiko Besar Jika Support Kritis Jebol

    Harga Solana (SOL) berhasil menembus level psikologis $140 dan kini diperdagangkan di kisaran $144, memicu optimisme pasar kripto. Namun, analis teknikal mengingatkan bahwa euforia ini tetap dibayangi risiko koreksi jika level support utama gagal dipertahankan.

    Berdasarkan data perdagangan Kraken, SOL memulai tren naik setelah stabil di atas $132. Aset kripto ini kemudian menembus sejumlah level resistance penting, mulai dari $138, $140, hingga $142, sebelum mencapai puncak sementara di $144 dan bergerak konsolidatif.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Rilis Upgrade Validator Darurat, Harga SOL Siap Uji Level $144?

    Secara teknikal, harga Solana kini berada di atas simple moving average (SMA) 100 jam, menandakan tren jangka pendek yang masih bullish. Selain itu, terbentuk garis tren naik dengan area support kuat di sekitar $138 pada grafik per jam pasangan SOL/USD.

    Dilaporkan Yellow, level Fibonacci retracement 23,6% dari pergerakan harga $135 ke $144 juga masih bertahan, memperkuat sentimen positif pasar. Indikator MACD per jam menunjukkan momentum bullish, sementara Relative Strength Index (RSI) tetap berada di atas level 50.

    Potensi SOL ke Depan

    Meski demikian, pasar masih mencermati ujian resistance berikutnya di $145. Jika Solana mampu menembus $150, analis menilai peluang kenaikan menuju $162 hingga $170 akan terbuka.

    Di sisi lain, risiko penurunan tetap menjadi perhatian. Level $140 kini berperan sebagai support awal yang krusial dan bertepatan dengan Fibonacci retracement 50% dari reli terbaru. Jika harga turun dan menembus $138, tekanan jual berpotensi membawa SOL kembali ke area $132.

    Dengan kondisi ini, pelaku pasar diimbau tetap waspada, meskipun tren jangka pendek masih menunjukkan sinyal penguatan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Rilis Upgrade Validator Darurat, Harga SOL Siap Uji Level $144?

    Jaringan blockchain Solana kembali menjadi sorotan setelah merilis pembaruan validator v3.0.14 yang bersifat mendesak. Di tengah kapitalisasi pasar yang telah menembus US$76,8 miliar, harga token SOL bertahan di area krusial US$136 dan mulai memunculkan sinyal teknikal menuju potensi rebound ke level US$144–US$146.

    Solana Foundation mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh validator Mainnet-Beta segera melakukan upgrade ke versi terbaru tersebut. Pembaruan ini disebut mencakup serangkaian patch penting yang berdampak langsung pada stabilitas jaringan, baik untuk node yang di-stake maupun yang tidak.

    Pengumuman yang dirilis pada awal sesi perdagangan Amerika Serikat itu dengan cepat menyebar di komunitas validator dan tercatat telah dilihat lebih dari 31 ribu kali dalam hitungan jam, menandakan tingginya perhatian pelaku ekosistem terhadap kondisi jaringan Solana.

    Pembaruan Validator Picu Perhatian Pasar

    Dilaporkan Crypto News, urgensi pembaruan ini menegaskan fokus Solana dalam memperkuat ketahanan jaringan, terutama di tengah peningkatan aktivitas pengembang dan volume transaksi yang terus mendorong batas kapasitas infrastruktur.

    Secara historis, pembaruan besar pada level validator kerap memicu volatilitas jangka pendek. Namun, langkah ini juga sering dipandang sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang.

    Harga SOL Bertahan di Tengah Tekanan

    Di sisi pasar, harga Solana tercatat berada di kisaran US$136,23, melemah sekitar 1,04% dalam 24 jam terakhir seiring kondisi pasar kripto global yang cenderung bergerak mendatar. Dengan suplai beredar sekitar 564 juta SOL, Solana masih kokoh sebagai kripto terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Pergerakan harga menunjukkan pola konsolidasi dalam kanal naik dangkal, dengan setiap koreksi sejak akhir Desember berhasil ditahan oleh garis tren naik. Pola candlestick yang rapat dan berukuran kecil mengindikasikan fase penyeimbangan antara tekanan jual dan beli, bukan pelemahan permintaan.

    Area US$135–US$136 saat ini menjadi zona pertahanan utama yang terus dijaga oleh pelaku pasar.

    Baca juga: Solana Bangkit dari Level Kunci, Sinyal Kuat Harga Siap Terbang ke $156

    Sinyal Teknikal Mengarah ke Potensi Rebound

    Indikator teknikal menunjukkan kondisi yang masih relatif konstruktif. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 45, mencerminkan sentimen yang mendingin tanpa indikasi penurunan tajam. Sementara itu, pergerakan harga yang terjepit di antara EMA 50 dan EMA 100 mengisyaratkan potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.

    Level teknikal penting yang menjadi perhatian pasar meliputi:

    • Resistance terdekat: US$140,78
    • Resistance lanjutan: US$143,46
    • Target breakout: US$146,08
    • Support trendline: US$134,96 dan US$132,53

    Penutupan harga di atas US$140,78 dipandang sebagai konfirmasi awal pergeseran bullish, sementara kegagalan mempertahankan garis tren berisiko membuka penurunan lebih dalam.

    Prospek Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan struktur teknikal yang masih cenderung positif dan kondisi pasar yang mulai stabil, Solana berpeluang melanjutkan reli jika mampu menembus area resistance utama. Penembusan tersebut dapat membuka jalan bagi SOL untuk kembali menguji kisaran US$144–US$146, sekaligus mereset momentum kenaikan dalam jangka pendek.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com