Tag: sol

  • Solana Bangkit dari Level Kunci, Sinyal Kuat Harga Siap Terbang ke $156

    Harga Solana (SOL) menunjukkan sinyal penguatan lanjutan setelah berhasil memantul dari level teknikal penting, yakni 21-day Exponential Moving Average (21EMA). Pergerakan ini memperkuat indikasi bahwa tren bullish masih mendominasi pasar, dengan target kenaikan mengarah ke area $156.

    Berdasarkan pergerakan terbaru, Solana mampu mempertahankan struktur pasar bullish yang ditandai dengan pola higher high dan higher low. Koreksi jangka pendek yang terjadi sebelumnya tidak merusak struktur tersebut, justru menemukan minat beli yang kuat di sekitar 21EMA.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Sinyal Langka Muncul! Harga Solana Berpeluang Tembus $300?

    Dilaporkan Crypto News, secara teknikal, pantulan dari 21EMA dinilai signifikan karena bertepatan dengan Point of Control (PoC), yaitu level harga dengan volume transaksi tertinggi. Kombinasi dua indikator ini memperkuat zona support dan menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mempertahankan posisi beli mereka.

    Analis menilai, selama harga Solana mampu bertahan di atas 21EMA pada penutupan candle, tren naik masih berada dalam kondisi sehat. Reaksi ini lebih mencerminkan fase konsolidasi alami dibandingkan sinyal pembalikan arah.

    Perhatian pasar kini beralih ke area resistance di atas harga saat ini, khususnya di sekitar value area high dan swing high terakhir. Area tersebut berpotensi menjadi target likuiditas berikutnya apabila Solana berhasil merebut kembali PoC secara meyakinkan.

    Target Harga Solana Terdekat

    Target utama kenaikan berada di level $156, yang merupakan resistance kuat pada kerangka waktu tinggi. Penembusan ke level ini akan menegaskan dominasi buyer dan memperkuat kelanjutan tren bullish Solana.

    Meski demikian, volume perdagangan menjadi faktor penentu. Kenaikan harga yang disertai peningkatan volume beli akan memperbesar peluang SOL menembus zona resistance. Tanpa dukungan volume, harga berpotensi bergerak sideways di atas 21EMA sebelum mencoba reli berikutnya.

    Ke depan, selama level support utama tetap terjaga, Solana masih berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, kegagalan bertahan di 21EMA dapat menunda skenario bullish, meski belum serta-merta membatalkan struktur tren naik secara keseluruhan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Langka Muncul! Harga Solana Berpeluang Tembus $300?

    Harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan setelah muncul sinyal teknikal yang kerap dikaitkan dengan potensi kenaikan harga. Pada grafik empat jam, Solana baru saja membentuk Golden Cross, yakni ketika rata-rata pergerakan (moving average) 50 hari menembus ke atas garis 200 hari.

    Pola ini dikenal luas di kalangan trader sebagai sinyal beli klasik dan sering kali muncul di awal fase penguatan harga. Meski tidak menjamin reli besar, Golden Cross biasanya menandakan tekanan beli mulai menguat, baik dalam jangka pendek maupun menengah.

    Sinyal Harga Solana

    Baca juga: Alasan Kuat Harga Solana Disebut Bisa Tembus US$200 Bulan Ini

    Setelah berminggu-minggu bergerak datar dengan volatilitas rendah, sinyal ini memunculkan spekulasi bahwa Solana sedang “bangun” dan bersiap menentukan arah berikutnya. Level support dan resistance kunci akan menjadi penentu apakah penguatan bisa berlanjut.

    Selain faktor teknikal, aktivitas jaringan Solana juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam sepekan terakhir, bursa terdesentralisasi (DEX) di jaringan Solana memproses sekitar US$30 miliar transaksi, naik 25% dibanding pekan sebelumnya. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh kembali ramainya perdagangan meme coin.

    Token BONK, misalnya, melonjak sekitar 50% dalam tujuh hari terakhir, sementara sejumlah meme coin lain mencatatkan kenaikan lebih besar. Aktivitas ini berdampak langsung pada permintaan SOL karena setiap transaksi di jaringan Solana membutuhkan SOL untuk biaya jaringan.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 9 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 9 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Data terbaru menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir saja, volume transaksi DEX Solana mencapai US$5,7 miliar, atau naik sekitar 40% dibanding rata-rata pekan sebelumnya. Platform seperti Meteora, PumpSwap, dan HumidiFi menjadi kontributor utama dengan total volume lebih dari US$3 miliar.

    Dilaporkan The Coin Republik, secara historis, lonjakan aktivitas meme coin kerap menjadi pemicu reli harga SOL. Pada 2024, fenomena serupa sempat mendorong harga SOL mendekati level US$300. Awal 2026 kini dinilai memiliki pola yang mirip, seiring meningkatnya minat terhadap meme coin dan aktivitas jaringan.

    Analisis Teknikal Solana

    Dari sisi pergerakan harga, analis kripto Crypto Tony mencatat bahwa SOL saat ini tengah mengalami fase pendinginan setelah reli kuat. Harga sempat naik stabil hingga area pertengahan US$140 sebelum mengalami koreksi.

    Koreksi tersebut kini mengarah ke zona support penting di kisaran US$130-an, yang sebelumnya menjadi area resistance. Sejauh ini, tekanan jual terlihat relatif ringan dan tidak menunjukkan kepanikan pasar, sehingga lebih menyerupai jeda sementara dibandingkan perubahan tren.

    Jika level support ini mampu bertahan, peluang pantulan harga dinilai cukup besar dan dapat membawa SOL kembali menguji level tertinggi terdekat. Namun, jika support tersebut gagal dipertahankan, pasar diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama sebelum melanjutkan penguatan.

    Dengan kombinasi sinyal Golden Cross, meningkatnya aktivitas jaringan, dan kembalinya musim meme coin, Solana kini berada di titik krusial. Apakah momentum ini cukup kuat untuk mendorong harga menuju US$300, pasar akan menjawabnya dalam beberapa hari ke depan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan

    Solana Mobile resmi mengumumkan peluncuran token terbarunya, SKR, yang dijadwalkan rilis pada 21 Januari 2026. Token ini akan menjadi fondasi utama dalam ekosistem smartphone Solana, mencakup fungsi staking, tata kelola (governance), serta sistem keamanan perangkat berbasis blockchain.

    Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Solana Mobile di platform X. Kehadiran SKR disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara pengguna, pengembang, dan pemilik perangkat dalam ekosistem mobile berbasis Solana.

    Model Staking Guardian Jadi Tulang Punggung Keamanan

    SKR memperkenalkan mekanisme staking baru berbasis agen yang disebut Guardian. Melalui sistem ini, pengguna dapat melakukan staking token SKR ke Guardian untuk membantu proses verifikasi perangkat serta penetapan standar keamanan platform.

    Dilaporkan Coingape, model Guardian dirancang untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi dengan keamanan perangkat. Pengguna tidak hanya menjadi pemilik token, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga integritas dan pengelolaan ekosistem Solana Mobile.

    Selain itu, token SKR memberikan hak tata kelola kepada pemiliknya. Staker dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan platform, aturan masuk ekosistem, hingga distribusi insentif keuangan. Sistem ini ditujukan untuk mendorong stabilitas jangka panjang dan pertumbuhan pengembang.

    Solana Mobile dikenal sebagai produsen smartphone yang terintegrasi langsung dengan teknologi blockchain, termasuk aplikasi terdesentralisasi dan sistem keamanan on-chain yang dioptimalkan untuk jaringan Solana. Detail lanjutan mengenai SKR dijadwalkan akan diumumkan pada ajang Solana Breakpoint mendatang.

    Baca juga: Alasan Kuat Harga Solana Disebut Bisa Tembus US$200 Bulan Ini

    Airdrop 30 Persen, Pemilik Seeker Jadi Target Utama

    Token SKR akan memiliki total suplai 10 miliar token dengan mekanisme inflasi linear. Inflasi dimulai sebesar 10% pada tahun pertama dan akan berkurang 25% setiap tahun hingga mencapai tingkat terminal 2% setelah enam tahun.

    Sebanyak 30% dari total suplai dialokasikan untuk airdrop komunitas. Penerima airdrop mencakup pemilik perangkat Seeker, pengguna dApp, pengembang, serta peserta aktif ekosistem Solana lainnya.

    Selain itu, 25% token dialokasikan untuk pertumbuhan dan kemitraan, 10% untuk likuiditas dan peluncuran, serta 10% untuk treasury komunitas Solana. Solana Mobile akan menerima 15% suplai, sementara Solana Labs mendapatkan 10% sisanya.

    General Manager Solana Mobile, Emmett, menyatakan bahwa airdrop SKR memberi kesempatan bagi pendukung awal untuk turut membentuk aturan partisipasi serta arsitektur ekonomi platform ke depan.

    Sebagai informasi, smartphone Seeker merupakan generasi kedua dari lini Solana Mobile yang dirilis pada Agustus lalu. Perangkat ini merupakan pengembangan dari model Saga dengan peningkatan spesifikasi hardware serta integrasi on-chain yang lebih dalam.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Kuat Harga Solana Disebut Bisa Tembus US$200 Bulan Ini

    Harga Solana (SOL) menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya sentimen positif di pasar kripto. Pada perdagangan terbaru, harga SOL bertahan di atas level US$130 setelah sebelumnya sempat turun ke area US$120. Dalam 24 jam terakhir, Solana naik sekitar 4% dan telah menguat lebih dari 10% dalam beberapa hari terakhir.

    Secara umum, pasar kripto juga berada dalam tren positif dengan kenaikan sekitar 2% secara harian dan 10% secara mingguan. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan membuka peluang lanjutan bagi Solana untuk mencatatkan penguatan harga.

    Analisis Harga Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Melonjak $139, Target $200 Kian Dekat Berkat Meme Coin

    Dilaporkan Coingape, sejumlah analis menilai, dengan kombinasi sentimen dan fundamental yang ada, harga Solana berpotensi bergerak menuju level US$200 dalam bulan ini. Berikut beberapa faktor utama yang mendorong optimisme tersebut.

    Pertama, dorongan dari investor institusional semakin kuat setelah Morgan Stanley mendaftarkan Solana Trust ETF melalui pengajuan formulir S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Langkah ini menjadi sinyal serius dari bank investasi raksasa yang mengelola aset sekitar US$6,4 triliun untuk memperluas eksposur di aset kripto, khususnya Solana. Jika disetujui regulator, ETF ini dinilai dapat menjadi tonggak penting dalam adopsi arus utama Solana.

    Kedua, aktivitas perdagangan di ekosistem Solana mencatat rekor baru. Sepanjang 2025, volume tahunan perpetual DEX di jaringan Solana mencapai US$451,2 miliar, tertinggi sepanjang sejarah jaringan tersebut. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar US$238,4 miliar, serta jauh di atas volume tahun 2023 yang hanya sekitar US$2,38 miliar. Peningkatan volume ini didorong oleh platform besar seperti Jupiter dan Drift Trade.

    Arus Dana ETF Solana

    Ketiga, arus dana ke produk ETF Solana spot juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa lalu, ETF Solana spot mencatat arus masuk harian sebesar US$16,8 juta, menjadi yang tertinggi dalam 20 hari terakhir. Data dari SolanaFloor menunjukkan Bitwise BSOL memimpin dengan inflow US$12,5 juta, disusul Fidelity FSOL sebesar US$2 juta. Total dana kelolaan ETF Solana kini mencapai sekitar US$1,09 miliar, mencerminkan minat investor yang kembali menguat.

    Selain itu, aktivitas pengembang di jaringan Solana juga mengalami lonjakan. Pada 5 Januari 2026, tercatat lebih dari 42.000 token SPL baru diluncurkan dalam 24 jam. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir dan mengindikasikan meningkatnya aktivitas ekosistem, termasuk di sektor DeFi, NFT, dan memecoin.

    Dari sisi teknikal, harga Solana sempat bergerak di kisaran US$137 pada perdagangan awal Selasa. Indikator MACD menunjukkan sinyal positif dengan momentum yang mengarah ke atas, sementara Chaikin Money Flow (CMF) tetap berada di zona positif, menandakan adanya arus masuk modal. Level support terdekat berada di area US$130. Jika harga mampu menembus level US$150, analis menilai target lanjutan berada di kisaran US$180 hingga US$200.

    Namun demikian, pelemahan di bawah US$130 berpotensi memicu fase konsolidasi lanjutan sebelum tren berlanjut. Investor tetap diimbau mencermati pergerakan pasar dan mempertimbangkan risiko yang ada di tengah volatilitas aset kripto.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Melonjak $139, Target $200 Kian Dekat Berkat Meme Coin

    Harga Solana (SOL) kembali mencuri perhatian pasar kripto seiring pulihnya sentimen risiko yang dipimpin oleh lonjakan meme coin.

    Dilaporkan Ico Bench, pada Selasa (6/1), SOL sempat menyentuh level tertinggi di $139,85 atau naik lebih dari 17% dari titik terendahnya pada Desember. Kenaikan ini terjadi di tengah reli kuat aset-aset meme seperti Dogecoin yang melonjak 22,95% dan Shiba Inu yang menguat lebih dari 30% dalam tujuh hari terakhir.

    Penguatan Sektor Meme Coin

    Penguatan meme coin juga berdampak langsung pada ekosistem Solana. Total kapitalisasi pasar meme coin berbasis Solana kini mencapai $6,8 miliar. Beberapa token utama seperti BONK, PENGU, dan FARTCOIN mencatatkan kenaikan lebih dari 50% dalam beberapa pekan terakhir.

    Peningkatan aktivitas ini mendorong minat beli terhadap SOL, terlebih arus masuk ke produk ETF Solana terus berlanjut dengan total inflow melampaui $791 juta, menandakan minat institusional yang masih solid.

    Baca juga: Solana Nomor Dua Dunia, Harga SOL Melonjak di Atas US$130

    Data DeFi Llama menunjukkan volume transaksi di jaringan DEX Solana melonjak lebih dari 33% menjadi $107,3 miliar dalam tujuh hari terakhir, jauh melampaui sebagian besar altcoin lainnya.

    Kenaikan ini didorong oleh tingginya aktivitas perdagangan meme coin seperti BONK dan TRUMP Coin yang kini memiliki kapitalisasi pasar di atas $1 miliar, serta token baru seperti PENGU dan PIPPIN yang mencatat kenaikan dua digit. Di sisi ETF, pada Senin tercatat inflow sebesar $16,8 juta, dengan kontribusi terbesar datang dari Bitwise BSOL sebesar $12,5 juta, disusul Fidelity FSOL sebesar $2 juta dan VanEck VSOL sekitar $0,2 juta.

    Analisis Teknikal SOL

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 6 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 6 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi teknikal, Solana saat ini diperdagangkan di atas area support $138 dan telah naik 12,36% dalam tujuh hari terakhir. Meski demikian, harga masih bergerak dalam pola konsolidasi sejak November dengan resistance utama di $145 dan support di $120. SOL kini berada sekitar 3% di bawah level resistance tersebut.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) berada mendekati level 70, mengindikasikan momentum bullish namun juga membuka peluang koreksi jangka pendek. Jika mampu menembus resistance dengan volume yang kuat, peluang SOL untuk melanjutkan tren naik, termasuk menuju level psikologis $200, dinilai tetap terbuka.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Nomor Dua Dunia, Harga SOL Melonjak di Atas US$130

    Solana mencatat pencapaian besar sepanjang 2025 dengan membukukan volume spot on-chain sebesar US$1,6 triliun. Angka tersebut menempatkan Solana sebagai jaringan dengan volume spot terbesar kedua di dunia, hanya berada di bawah Binance, sekaligus melampaui sejumlah bursa kripto terpusat besar seperti Coinbase, Bybit, dan Bitget.

    Berdasarkan data Jupiter per 4 Januari 2026, pangsa pasar aktivitas spot Solana melonjak signifikan menjadi 12 persen. Tiga tahun sebelumnya, jaringan ini hanya menguasai sekitar 1 persen dari total aktivitas spot pasar kripto global.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Peningkatan tersebut terjadi seiring pergeseran likuiditas ke jaringan yang menawarkan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah. Solana dinilai memenuhi kedua faktor tersebut, sehingga menarik minat pelaku pasar untuk memindahkan aktivitas perdagangan mereka ke jaringan on-chain.

    Lonjakan volume ini juga menunjukkan bahwa dominasi Binance dalam pasar spot mulai menyempit, seiring aktivitas perdagangan yang semakin tersebar di berbagai platform dan jaringan blockchain.

    Baca juga: Data Santiment Bongkar Aksi Whale di Solana Saat Tahun Baru 2026

    Pertumbuhan Stablecoin Dorong Likuiditas

    Dilaporkan Coincentral, kenaikan volume perdagangan Solana didorong oleh pertumbuhan pasokan stablecoin di jaringan tersebut. Meski Ethereum masih memimpin dalam total pasokan stablecoin, redistribusi likuiditas mulai terlihat sejak awal 2024.

    Pasokan stablecoin di Solana yang sebelumnya relatif kecil kini meningkat secara konsisten, sejalan dengan naiknya volume perdagangan on-chain. Stablecoin berperan sebagai bahan bakar utama perdagangan spot, sehingga peningkatan likuiditas menciptakan pola berulang di mana volume dan likuiditas saling memperkuat.

    Selain Solana, Tron juga masih menjadi salah satu pusat utama stablecoin, meski jaringan-jaringan baru mulai memperkecil jarak.

    Harga SOL Tunjukkan Momentum Positif

    Dari sisi harga, token SOL berhasil menembus level US$130 setelah beberapa pekan bergerak konsolidatif. Kenaikan ini memulihkan pelemahan harga yang terjadi pada akhir 2025.

    SOL sempat naik dari area US$125, menembus resistensi US$132, hingga mencapai kisaran US$135. Saat ini, harga bergerak di atas level Fibonacci retracement 23,6 persen dari kenaikan terakhir, dengan Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 58, menandakan masih adanya ruang kenaikan.

    Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga telah berbalik ke zona positif, memperkuat sinyal momentum bullish. Harga tercatat berada di atas rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 100 jam dengan support terdekat di area US$135.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, resistensi terdekat berada di level US$138, diikuti zona resistensi utama di kisaran US$140 hingga US$145. Jika harga mampu menutup perdagangan di atas US$145, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju US$150 hingga US$155.

    Sementara itu, support awal berada di area US$134 dan US$130. Jika harga menembus ke bawah US$130, SOL berpotensi melemah menuju US$128, bahkan hingga US$120 apabila tekanan jual berlanjut.

    Pencapaian volume dan pergerakan harga ini menegaskan posisi Solana sebagai salah satu jaringan blockchain utama dalam aktivitas perdagangan kripto global.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Data Santiment Bongkar Aksi Whale di Solana Saat Tahun Baru 2026

    Pasar kripto mengawali tahun 2026 dengan sorotan tajam pada Solana. Data terbaru dari platform analitik Santiment menunjukkan bahwa akumulasi besar-besaran oleh whale terhadap aset-aset terkait Solana (SOL) menjadi topik kripto paling ramai diperbincangkan pada Hari Tahun Baru.

    Santiment mengungkapkan bahwa sejumlah token berbasis Solana mencatat pembelian berulang minimal 10 SOL oleh dompet besar. Fenomena ini menandakan minat yang terus berlanjut dari investor bermodal besar, meskipun kapitalisasi pasar aset-aset tersebut bervariasi.

    “Likuiditas tetap kuat dan menunjukkan ketertarikan berkelanjutan dari pemegang besar,” tulis Santiment dalam unggahan yang merangkum lima tren kripto teratas di awal 2026.

    Berdasarkan metrik behavioral heuristic Santiment, aset-aset terkait Solana mencatat skor sekitar 70%, yang mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang moderat namun stabil. Data ini muncul di tengah penurunan harga Solana sekitar 46% dalam tiga bulan terakhir, yang justru dinilai sebagai peluang akumulasi oleh para whale dengan harapan pemulihan harga ke depan.

    Tren Kripto Lain yang Mewarnai Awal 2026

    Selain Solana, Santiment mencatat sejumlah topik lain yang ramai dibahas komunitas kripto global. Salah satunya adalah dinamika politik di New York City, menyusul pelantikan wali kota baru Zohran Mamdani yang mencatat sejarah dengan pengambilan sumpah jabatan menggunakan Al-Quran.

    Topik berikutnya adalah perdebatan yang terus berlanjut terkait strategi akumulasi Bitcoin oleh perusahaan Strategy. Investor terbelah antara mereka yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk keyakinan jangka panjang dan pihak yang mengkhawatirkan risiko neraca keuangan setelah volatilitas tinggi sepanjang 2025.

    Dari sektor keuangan tradisional, pengunduran diri resmi Warren Buffett dari Berkshire Hathaway setelah enam dekade juga memicu diskusi luas. Perhatian tertuju pada kemungkinan perubahan sikap perusahaan terhadap Bitcoin, seiring laporan bahwa kepemimpinan baru lebih terbuka terhadap aset digital.

    ETF dan Stablecoin Diprediksi Dorong Adopsi Kripto

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di sisi lain, wacana tokenisasi dan konvergensi kripto dengan keuangan tradisional diperkirakan semakin menguat sepanjang 2026. Kepala riset investasi Coinbase, David Duong, menilai bahwa kejelasan regulasi yang terbentuk pada 2025 menjadi fondasi penting bagi percepatan adopsi kripto.

    Menurut Duong, kehadiran ETF spot, treasury kripto korporasi, stablecoin, serta aset yang ditokenisasi kini semakin terintegrasi dalam alur kerja keuangan arus utama. Ia memproyeksikan tren ini akan semakin cepat pada 2026, didorong oleh proses persetujuan ETF yang lebih singkat, peran stablecoin dalam sistem pembayaran delivery-versus-payment, serta meningkatnya penerimaan jaminan berbasis token di transaksi keuangan tradisional.

    Dengan akumulasi whale yang terus meningkat dan dukungan infrastruktur keuangan yang makin matang, awal 2026 memberi sinyal bahwa pasar kripto bersiap memasuki fase baru yang lebih terintegrasi dan kompetitif.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL Masih Jauh dari $293, ETF Tarik $765 Juta: 2026 Jadi Titik Balik?

    Solana memasuki 2026 dengan harga SOL sekitar $125, lebih rendah dari sekitar $190 pada awal 2025 dan masih 57% di bawah rekor $293,3. Namun, jaringan ini menutup 2025 dengan dorongan besar dari tokenisasi real-world asset (RWA), setelah nilai RWA di Solana naik hampir 10% menjadi rekor $873,3 juta.

    Data RWA.xyz menunjukkan nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan Solana meningkat hampir 10% dalam satu bulan terakhir menjadi rekor tertinggi sebesar US$873,3 juta. Dalam periode yang sama, jumlah pemegang token RWA di Solana melonjak 18,4% menjadi 126.236 alamat.

    RWA Dorong Solana

    Mayoritas RWA di Solana masih didukung oleh obligasi pemerintah Amerika Serikat. Dua produk terbesar adalah BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund dengan kapitalisasi pasar US$255,4 juta dan Ondo US Dollar Yield sebesar US$175,8 juta. Selain itu, tokenisasi saham mulai menunjukkan pertumbuhan, termasuk Tesla xStock senilai US$48,3 juta dan Nvidia xStock sebesar US$17,6 juta, bersama dengan sejumlah dana institusional yang kini hadir di jaringan Solana.

    Dengan capaian tersebut, Solana berpeluang menjadi blockchain ketiga yang melampaui US$1 miliar dalam tokenisasi RWA, menyusul Ethereum yang saat ini memimpin dengan US$12,3 miliar dan BNB Chain yang baru menembus US$2 miliar.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Bertahan di US$127, Pasar Kripto Masih Ragu Dorong Harga Naik

    Dari sisi harga, Solana (SOL) memasuki 2026 di kisaran US$125, lebih rendah dibandingkan awal 2025 yang berada di sekitar US$190. Harga ini juga masih terpaut sekitar 57% dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$293,3 yang tercapai pada 19 Januari 2025. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum mencetak rekor tertinggi lebih baru dan saat ini diperdagangkan lebih dekat ke puncaknya.

    Meski demikian, optimisme terhadap Solana tetap kuat. Manajer aset kripto Bitwise memprediksi SOL berpotensi mencetak rekor harga baru pada 2026 jika Amerika Serikat meloloskan CLARITY Act, regulasi yang berfokus pada struktur pasar kripto. Bitwise menilai tren stablecoin dan tokenisasi akan menjadi pendorong utama, dengan Ethereum dan Solana sebagai penerima manfaat terbesar.

    Momentum Institusional SOL

    DIlaporkan Trading VIew, momentum institusional juga terus bertambah. Pada Oktober 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui enam ETF spot Solana, yang secara kumulatif mencatat arus masuk dana sebesar US$765 juta. Di bulan yang sama, raksasa remitansi Western Union memilih Solana sebagai infrastruktur penyelesaian stablecoin untuk lebih dari 150 juta pelanggan di lebih dari 200 negara, dengan peluncuran ditargetkan pada paruh pertama 2026.

    Dari sisi fundamental onchain, kinerja Solana dinilai solid. Dalam 30 hari terakhir, jaringan ini memimpin seluruh blockchain dalam pendapatan aplikasi dengan lebih dari US$110 juta, jauh melampaui Hyperliquid di posisi kedua dan hampir dua kali lipat pendapatan Ethereum, menurut data DeFiLlama.

    Dengan kombinasi lonjakan RWA, adopsi institusional, dan pendapatan jaringan yang kuat, Solana memasuki 2026 dengan narasi baru—bukan lagi sekadar rumah memecoin, melainkan kandidat utama dalam gelombang tokenisasi aset global.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Bertahan di US$127, Pasar Kripto Masih Ragu Dorong Harga Naik

    Harga Solana (SOL) mengawali tahun dengan pergerakan terbatas setelah tekanan jual sepanjang paruh kedua 2025 mulai mereda. Hingga Jumat, SOL diperdagangkan di kisaran USD 127–128, menunjukkan fase konsolidasi setelah berbulan-bulan mengalami penurunan bertahap.

    Meski tekanan jual besar yang mendominasi November dan Desember telah berkurang, pasar belum menunjukkan keyakinan kuat untuk mendorong harga naik lebih tinggi. Aktivitas perdagangan di awal 2026 lebih banyak diwarnai pergerakan sideways, mencerminkan sikap wait and see dari pelaku pasar.

    Struktur Harian Tetap Defensif

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volatilitas terpantau menurun, dengan rentang pergerakan harian yang semakin sempit. Kondisi ini mengindikasikan pasar sedang mencari keseimbangan baru setelah periode sulit di 2025, bukan bersiap menghadapi aksi jual besar lanjutan. Penjual tidak lagi agresif, namun pembeli juga belum cukup percaya diri untuk memicu breakout.

    Dari sisi teknikal harian, struktur pasar Solana masih cenderung defensif. Harga tetap berada di bawah seluruh exponential moving average (EMA) utama, mulai dari EMA 20 hari hingga 200 hari. EMA 20 hari yang mendatar di sekitar harga saat ini menandakan momentum penurunan telah melambat. Namun, EMA 50 hari di area USD 136 dan EMA 100 hari di sekitar USD 152 masih menjadi hambatan kuat bagi potensi kenaikan.

    Dilaporkan Trader Union, indikator momentum turut menguatkan gambaran tersebut. Relative Strength Index (RSI) harian berada sedikit di bawah level 50, menandakan keseimbangan antara tekanan beli dan jual, bukan kekuatan tren naik. Kondisi oversold telah dinetralisir, tetapi pasar belum masuk fase akumulasi.

    Baca juga: Solana Tertekan di Akhir 2025, Tapi Januari 2026 Bisa Jadi Titik Balik?

    Potensi Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, struktur pergerakan harga terlihat sedikit lebih konstruktif. Pada grafik 30 menit, Solana berhasil bertahan di atas area support USD 125–126. Hal ini mendorong strategi beli saat harga turun (buy on dip), meski setiap kenaikan menuju USD 128–129 masih kerap tertahan oleh aksi jual.

    Data arus dana (on-chain) menunjukkan tanda stabilisasi awal. Setelah berbulan-bulan mencatat arus keluar, Solana kini membukukan arus masuk spot moderat sekitar USD 3 juta. Meski belum mencerminkan akumulasi agresif, data ini menandakan tekanan jual paksa telah berkurang.

    Di pasar derivatif, open interest futures meningkat ke sekitar USD 7,5 miliar meski harga bergerak datar. Kondisi ini mengindikasikan pelaku pasar mulai kembali membangun posisi, namun juga berpotensi memicu volatilitas jika terjadi pergerakan tajam. Rasio long-short menunjukkan investor ritel cenderung sedikit long, sementara trader besar juga condong ke posisi long, meski dengan pendekatan yang lebih berhati-hati.

    Untuk skenario positif, Solana perlu mempertahankan area USD 125 dan menembus USD 130 secara meyakinkan. Penutupan harian di atas zona USD 136–138 akan menjadi sinyal awal perubahan tren, dengan potensi kenaikan menuju USD 150 jika didukung volume dan arus dana yang membaik.

    Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level USD 125 berisiko mendorong harga kembali ke area USD 122, bahkan membuka peluang penurunan menuju level psikologis USD 110 jika sentimen pasar kripto melemah.

    Saat ini, Solana belum kembali jatuh, namun juga belum menunjukkan tren pemulihan yang jelas. Hingga resistensi utama berhasil ditembus dan arus dana menguat, pergerakan SOL diperkirakan tetap berada dalam fase konsolidasi, mencerminkan pasar yang lebih mengedepankan kehati-hatian dibandingkan momentum.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tertekan di Akhir 2025, Tapi Januari 2026 Bisa Jadi Titik Balik?

    Harga Solana (SOL) tercatat melemah sekitar 12% dalam 30 hari terakhir menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Pergerakan ini memunculkan kombinasi sinyal bullish dan bearish di grafik, sehingga arah harga SOL pada Januari 2026 masih menjadi perhatian pelaku pasar kripto.

    Secara historis, Januari kerap menjadi bulan positif bagi Solana. Data menunjukkan rata-rata imbal hasil Januari berada di kisaran 59%, dengan median sekitar 22%, terutama ketika Desember ditutup dengan penurunan harga. Pola tersebut terlihat pada beberapa tahun terakhir, termasuk penurunan tajam di Desember 2022 yang diikuti reli 140% pada Januari 2023, serta koreksi Desember 2024 yang berlanjut dengan kenaikan pada Januari 2025.

    Historis Harga Solana

    Hingga akhir Desember 2025, SOL masih tercatat turun sekitar 6,9%. Secara statistik, kondisi ini mendukung narasi “Red December, Green January” atau Desember merah yang diikuti Januari hijau.

    Dari sisi fundamental, aliran dana ETF turut memberikan dukungan. Sejak diluncurkan, ETF spot Solana belum mencatat arus keluar bersih mingguan. Pada pekan terakhir, dana masuk mencapai sekitar USD 13,14 juta, sehingga total kumulatif inflow menembus USD 755,77 juta. Aliran dana yang konsisten ini menandakan kepercayaan selektif investor terhadap SOL, di tengah tekanan yang dialami aset kripto utama lainnya.

    Namun, analis menilai inflow tersebut tidak serta-merta menandai awal altseason. Tim analis B2BINPAY menyebut investor masih sangat selektif dan cenderung memilih altcoin yang likuid dan dikenal luas seperti Solana atau XRP, tanpa rotasi besar dari Bitcoin dan Ethereum.

    Baca juga: Alarm Merah Solana! Jika Support US$105 Jebol, Harga Berisiko Longsor

    Analisa Teknikal SOL

    Dari sisi teknikal, grafik dua hari menunjukkan adanya bullish divergence. Harga SOL membentuk lower low antara 21 November hingga 17 Desember, sementara RSI justru mencetak higher low. Pola ini sering diartikan sebagai sinyal awal potensi pembalikan arah jika didukung oleh kenaikan volume beli.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski demikian, tekanan bearish belum sepenuhnya hilang. Pada timeframe yang sama, EMA 100 periode mendekati persilangan ke bawah EMA 200 periode. Jika bearish crossover ini terkonfirmasi, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga awal Januari 2026 sebelum pemulihan yang lebih stabil terjadi.

    Data derivatif juga mencerminkan kehati-hatian pasar. Mayoritas kelompok trader, termasuk akun besar dan whale Solana, masih berada pada posisi net short dalam tujuh hari terakhir. Meski begitu, sebagian pelaku seperti smart money dan trader tertentu mulai membuka posisi long secara bertahap, yang diduga sebagai antisipasi potensi reli Januari.

    Potensi SOL

    Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar USD 124. Level USD 129 menjadi titik kunci. Penutupan harga dua hari di atas level tersebut dinilai dapat membuka peluang kenaikan menuju USD 150, bahkan hingga USD 171 jika momentum dan arus dana ETF tetap terjaga. Data cost-basis menunjukkan area USD 123–124 sebagai zona suplai kuat yang sedang diuji harga.

    Sebaliknya, level USD 116 menjadi batas pengaman. Penurunan di bawah area ini berpotensi menggugurkan skenario bullish Januari dan membuka peluang kelanjutan tren turun, terutama jika disertai konfirmasi bearish dari EMA.

    Dengan demikian, pergerakan Solana pada Januari 2026 akan sangat ditentukan oleh dua level krusial tersebut. Bertahan di atas USD 129 dapat memberi ruang bagi reli lanjutan, sementara penurunan di bawah USD 116 berisiko menghapus harapan akan pola historis “Green January” bagi SOL.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com