Tag: sol

  • Solana Diserbu Pembeli di Area Bawah, Pasar Kini Fokus ke $120

    Harga Solana (SOL) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan jual tajam dalam sepekan terakhir. Meski masih turun sekitar 15,5% secara mingguan, data pasar mengindikasikan masuknya kembali dana besar di area support krusial, membuka peluang lanjutan reli jika satu level kunci berhasil ditembus.

    Penurunan harga SOL memuncak pada periode 31 Januari hingga 1 Februari, seiring aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Pada titik terendahnya, Solana menyentuh level $95,87 sebelum akhirnya menemukan pijakan. Sejak saat itu, harga rebound hampir 8% dan diperdagangkan di kisaran $103.

    Pemulihan ini tidak hanya menghapus sebagian besar kerugian harian, tetapi juga didukung oleh membaiknya aliran modal dan stabilnya perilaku investor jangka panjang. Namun, arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kemampuan SOL menembus satu level krusial: $120.

    Dana Besar Terlihat Bertahan di Area Support

    Secara teknikal, pelemahan Solana mengikuti pola head and shoulders pada grafik harian yang terbentuk di akhir Januari. Target penurunan dari pola ini mengarah ke zona $95–$96, yang akhirnya tercapai hampir sempurna di level $95,87.

    Setelah menyentuh area tersebut, tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali masuk. Hal ini tercermin dari indikator Chaikin Money Flow (CMF), yang mengukur arus modal berdasarkan harga dan volume perdagangan.

    Dalam periode 27 Januari hingga 3 Februari, harga SOL cenderung turun, namun CMF justru bergerak naik. Kondisi ini dikenal sebagai bullish divergence, yang menandakan bahwa meskipun harga melemah, arus modal tetap masuk ke pasar. Fenomena ini jarang terjadi saat koreksi tajam dan mengindikasikan akumulasi oleh investor bermodal besar.

    Dilaporkan BeInCrypto, CMF saat ini bergerak mendekati garis nol. Jika berhasil menembus ke atas, hal tersebut akan memperkuat sinyal bahwa tekanan beli mulai mendominasi pasar.

    Investor Jangka Panjang Tetap Tenang, Trader Jangka Pendek Meningkat

    Dari sisi perilaku investor, data liveliness menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang tidak melakukan aksi jual panik. Liveliness yang mengukur seberapa sering koin lama berpindah tangan justru cenderung menurun dalam sebulan terakhir, termasuk saat harga jatuh dari $127 ke bawah $100.

    Hal ini mengindikasikan bahwa investor jangka panjang masih melihat koreksi ini sebagai bersifat sementara, bukan perubahan tren struktural.

    Namun, data HODL Waves menunjukkan peningkatan aktivitas dari investor jangka pendek. Kepemilikan kelompok 1 hari hingga 1 minggu naik dari 4,38% menjadi 5,26% sejak akhir Desember hingga awal Februari. Kelompok ini umumnya bersifat spekulatif dan berpotensi meningkatkan volatilitas karena cenderung cepat mengambil keuntungan saat harga memantul.

    Baca juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

    Level $120 Jadi Ujian Utama

    Dari sisi teknikal, zona support terpenting Solana saat ini berada di $95,87–$96,88. Selama harga bertahan di atas area ini, struktur pemulihan masih valid. Jika ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju $77 terbuka lebar.

    Di sisi atas, resistance jangka pendek berada di sekitar $103,60, yang saat ini sedang diuji. Namun, fokus utama pelaku pasar tertuju pada level $120,88.

    Level ini dinilai krusial karena menjadi titik breakdown utama pada 29 Januari, berdekatan dengan EMA 20-hari, serta sebelumnya memicu reli sekitar 17% ketika berhasil direbut kembali. Penutupan harian di atas $120,88 berpotensi mengonfirmasi berakhirnya fase koreksi dan menggeser momentum kembali ke pihak pembeli.

    Jika level tersebut berhasil dilewati, target kenaikan berikutnya berada di sekitar $128, dengan peluang lanjutan menuju $148. Meski demikian, skenario positif ini sangat bergantung pada keberlanjutan arus modal masuk dan dominasi investor jangka panjang di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, zona $95-$96 terbukti menjadi area permintaan kuat bagi smart money. Kunci pemulihan selanjutnya terletak pada kemampuan SOL menembus resisten $120 untuk konfirmasi reli berkelanjutan.

    Selama trader jangka pendek masih mendominasi volume, reli Solana berpotensi tertahan sebelum mencapai target-target tersebut.

    Baca juga: 21Shares Luncurkan ETP Solana JitoSOL bagi Investor Eropa


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 21Shares Luncurkan ETP Solana JitoSOL bagi Investor Eropa

    Manajer aset kripto global 21Shares kembali memperluas portofolio produk investasinya di Eropa dengan meluncurkan Exchange-Traded Product (ETP) baru berbasis Solana yang terintegrasi dengan liquid staking JitoSOL.

    Sebagaimana dilansir dari The Block, Produk ini diperdagangkan dengan ticker JSOL dan dirancang untuk memberikan eksposur terhadap Solana (SOL) sekaligus imbal hasil staking, tanpa kompleksitas teknis yang biasanya melekat pada aktivitas staking kripto.

    Peluncuran ini menandai langkah penting dalam evolusi produk investasi kripto teregulasi, sekaligus memperkuat posisi Solana sebagai salah satu ekosistem blockchain yang semakin diminati investor institusional.

    Baca Juga: Solana Kehilangan Ratusan Validator dalam Tiga Tahun Terakhir, Ada Apa?

    Staking Solana Tanpa Ribet Teknis

    Melalui ETP JSOL, investor dapat memperoleh imbal hasil staking Solana tanpa harus mengelola wallet pribadi, memilih validator, atau berurusan dengan risiko operasional on-chain.

    Semua proses staking dilakukan secara terintegrasi melalui JitoSOL, sebuah Liquid Staking Token (LST) yang merepresentasikan SOL yang di-stake di jaringan Solana.

    Model ini memungkinkan investor tetap mendapatkan yield staking sambil mempertahankan likuiditas, karena token JitoSOL dapat diperdagangkan atau digunakan dalam berbagai konteks DeFi.

    Dalam struktur ETP, keuntungan ini dikemas dalam instrumen investasi yang lebih familiar bagi investor tradisional, terutama di Eropa yang memiliki kerangka regulasi produk ETP yang relatif matang.

    Validasi Institusional untuk Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Peluncuran ETP JSOL dipandang sebagai bentuk validasi institusional terhadap ekosistem Solana. Selama ini, Solana dikenal sebagai blockchain berperforma tinggi dengan biaya transaksi rendah, namun adopsi institusionalnya masih tertinggal dibandingkan Ethereum.

    Dengan hadirnya produk teregulasi yang menggabungkan eksposur harga dan yield, Solana kini memiliki jalur baru untuk menarik minat investor profesional yang sebelumnya enggan terlibat langsung dengan mekanisme on-chain.

    Tim Research Tokocrypto menilai produk ini memiliki efek ganda bagi pasar.

    “Produk ini adalah katalis ganda: validasi institusional untuk ekosistem Solana di Eropa dan dorongan likuiditas langsung bagi protokol Jito.”

    “Integrasi Liquid Staking Token (LST) ke dalam ETP teregulasi adalah tren baru yang akan meningkatkan daya tarik yield crypto bagi investor tradisional,” tambah Tim Research Tokocrypto.

    Dampak Positif bagi Ekosistem Jito

    Bagi Jito, kolaborasi ini berpotensi menjadi pendorong likuiditas yang signifikan. Semakin besar aliran dana institusional ke produk JSOL, semakin besar pula permintaan terhadap JitoSOL sebagai underlying asset.

    Hal ini tidak hanya meningkatkan total value locked (TVL) Jito, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia liquid staking utama di jaringan Solana.

    Dalam jangka panjang, pertumbuhan LST seperti JitoSOL dapat berkontribusi pada efisiensi staking dan stabilitas jaringan.

    Tren Baru: Yield Kripto dalam Produk Teregulasi

    Integrasi liquid staking ke dalam ETP mencerminkan tren baru dalam industri aset digital. Investor tradisional tidak lagi hanya mencari eksposur harga, tetapi juga sumber imbal hasil pasif yang kompetitif.

    Dengan suku bunga global yang mulai stabil dan minat terhadap alternatif yield meningkat, produk kripto yang menawarkan kombinasi capital exposure + yield dalam kerangka regulasi menjadi semakin relevan.

    ETP JSOL menunjukkan bagaimana inovasi DeFi—dalam hal ini liquid staking—dapat “dikemas ulang” menjadi produk yang dapat diakses oleh institusi tanpa harus mengubah infrastruktur investasi mereka secara drastis.

    Risiko yang Tetap Perlu Dipahami

    Meski menawarkan kemudahan, produk ini tetap membawa risiko.

    Imbal hasil staking bergantung pada kinerja jaringan Solana dan mekanisme staking Jito. Selain itu, fluktuasi harga SOL tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai investasi.

    Namun bagi investor institusional, risiko tersebut sering kali dianggap lebih terkelola dibandingkan risiko operasional menjalankan staking secara langsung.

    Baca Juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

    Peluncuran ETP Solana berbasis JitoSOL oleh 21Shares menandai fase baru adopsi kripto di pasar keuangan tradisional Eropa.

    Dengan menggabungkan eksposur harga SOL dan yield liquid staking dalam satu produk teregulasi, JSOL membuka pintu bagi investor yang ingin menikmati potensi imbal hasil kripto tanpa kerumitan teknis.

    Jika tren ini berlanjut, integrasi LST ke dalam produk investasi institusional berpotensi menjadi standar baru.

    Tidak hanya untuk Solana, tetapi juga bagi ekosistem blockchain lain yang ingin menjembatani DeFi dan keuangan tradisional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Kehilangan Ratusan Validator dalam Tiga Tahun Terakhir, Ada Apa?

    Jumlah validator di jaringan blockchain Solana terus mengalami penurunan signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah validator harian Solana kini berada di bawah 800 node, level yang terakhir kali tercatat pada 2021 dan jauh menurun dari puncaknya sekitar 2.500 validator pada awal 2023.

    Penurunan ini berarti lebih dari 65% validator telah meninggalkan jaringan dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Validator merupakan node independen yang menjalankan perangkat lunak Solana untuk memverifikasi transaksi dan memproduksi blok melalui mekanisme konsensus proof-of-stake dengan melakukan staking token SOL dan memberikan suara (vote) pada blok.

    Transaksi Alami Penurunan

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

    Dilaporkan The Block, seiring berkurangnya jumlah validator, transaksi vote juga mengalami penurunan tajam. Transaksi vote harian yang sebelumnya berada di kisaran 300.000 kini turun menjadi sekitar 170.000 transaksi per hari. Jumlah validator Solana pertama kali tercatat di bawah 800 pada bulan lalu dan masih bertahan di kisaran tersebut sejak awal tahun ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kontraksi jumlah validator ini mengkhawatirkan dari sisi desentralisasi jaringan. Penurunan drastis (65% dalam 3 tahun) mungkin disebabkan oleh tingginya biaya operasional validator vs profitabilitas (rewards) saat kondisi pasar sideways. Jika tren ini berlanjut, risiko keamanan jaringan (Nakamoto Coefficient) bisa terancam.

    Penurunan jumlah validator ini dipengaruhi oleh perubahan faktor ekonomi, termasuk kebijakan Solana Foundation Delegation Program. Program tersebut memiliki dukungan biaya vote dan kebijakan pencocokan stake yang bersifat sementara dan secara bertahap dikurangi. Berkurangnya dukungan ini membuat validator kecil kesulitan menutup biaya operasional, seperti biaya vote dan infrastruktur, tanpa delegasi stake yang memadai.

    Untuk tetap sinkron dengan jaringan, validator harus mengirimkan ribuan transaksi setiap hari. Tanpa jumlah SOL yang distake cukup besar untuk menghasilkan imbal hasil yang melampaui biaya tersebut, menjalankan node menjadi tidak lagi layak secara ekonomi.

    Meski demikian, aktivitas jaringan Solana secara keseluruhan masih menunjukkan stabilitas. Transaksi non-vote, yang mencakup aktivitas pengguna seperti perdagangan di decentralized exchange, interaksi aplikasi terdesentralisasi, dan transfer token, relatif stabil di sekitar 100 juta transaksi per hari. Stabilnya aktivitas ini mencerminkan tingginya penggunaan jaringan yang didorong oleh era memecoin di ekosistem Solana.

    Baca juga: Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Koreksi Tajam ke Level US$97, Ini Bocoran Analis

    Harga Solana (SOL) kembali memantul dari level support krusial di US$120 di tengah lonjakan volume perdagangan yang sangat signifikan. Namun, analis memperingatkan bahwa pergerakan sedikit saja di bawah level ini berpotensi memicu aksi jual cepat dalam jangka pendek.

    Pada sesi perdagangan Asia, SOL sempat mengalami tekanan jual tajam sebelum akhirnya rebound di area US$120. Pantulan ini menunjukkan bahwa pembeli masih berupaya mempertahankan level penting tersebut, meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

    Volume Perdagangan Harian Solana Melonjak

    Dilaporkan Cryptonews, data menunjukkan volume perdagangan harian Solana melonjak hingga 278% menjadi US$6,3 miliar, setara dengan sekitar 9% dari total kapitalisasi pasar token tersebut. Lonjakan volume ini menegaskan bahwa level harga US$120 memiliki relevansi teknikal yang kuat.

    Dari sisi institusional, minat Wall Street terhadap Solana masih terjaga. Sepanjang Senin hingga Kamis pekan lalu, produk ETF Solana mencatatkan arus masuk dana sebesar US$10 juta, sehingga total aset yang dikelola mencapai US$1,1 miliar.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Ambruk 16%, Akankah Support $126 Bertahan?

    Meski pantulan harga dari support utama berpotensi menjadi pemicu kenaikan lanjutan, risiko koreksi tajam tetap membayangi jika area US$120 gagal dipertahankan.

    Berdasarkan grafik harian, tekanan jual kembali meningkat ketika harga SOL menyentuh area resistance di US$145. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan pelemahan momentum setelah turun di bawah rata-rata pergerakan 14 hari, mengindikasikan dominasi penjual masih cukup kuat.

    Level Support Penting

    Jika support US$120 jebol, zona permintaan berikutnya berada di batas bawah kanal harga menurun. Kegagalan bertahan di area tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam menuju level US$97, yang terakhir kali tercapai pada April tahun lalu.

    Di tengah pelemahan harga altcoin utama, sejumlah proyek prapenjualan kripto di ekosistem Solana masih menarik perhatian investor. Salah satunya adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), proyek yang menggabungkan kecepatan tinggi, biaya rendah, dan dukungan smart contract Solana ke dalam jaringan Bitcoin.

    Menurut Tim Reserach Tokocrypto, lonjakan volume hampir 300% yang terjadi tepat di garis support adalah indikasi klasik dari “pertempuran likuiditas” berisiko tinggi, di mana “Smart Money” yang masuk melalui ETF kemungkinan sedang menyerap pasokan dari tangan ritel yang panik.

    “Level $120 kini menjadi line in the sand; jika level ini ditembus, pasar akan menghadapi efek domino dari eksekusi stop-loss massal, namun jika berhasil bertahan, tingginya volume transaksi ini justru memvalidasi kekuatan lantai harga (price floor) tersebut sebagai pijakan kuat untuk pemulihan tren naik berikutnya.”

    Sejak prapenjualan dimulai, proyek tersebut telah mengumpulkan dana sebesar US$30 juta untuk mengembangkan solusi scaling, menjelang peluncuran resminya ke pasar kripto.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terkoreksi ke $126, Tapi Dana ETF dan Aktivitas Jaringan Meledak

    Harga Solana (SOL) mengalami koreksi tajam dari puncak tahunan di sekitar USD 148 dan kini bertahan di kisaran USD 126–127. Penurunan sekitar 15% sepanjang Januari ini terjadi di tengah melemahnya momentum teknikal. Namun, di balik tekanan harga jangka pendek tersebut, data on-chain dan arus institusional justru menunjukkan lonjakan signifikan yang menjaga prospek bullish Solana untuk periode menengah hingga 2026.

    Berdasarkan data TradingNEWS per 24 Januari 2026, kapitalisasi pasar Solana berada di kisaran USD 72–73 miliar, menempatkannya di peringkat tujuh besar kripto global. Volume perdagangan harian tercatat antara USD 1,6 miliar hingga USD 2,7 miliar, mencerminkan volatilitas intraday yang masih tinggi.

    Tekanan Teknikal Masih Terasa

    Dilaporkan Trading News, secara teknikal, SOL-USD saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari, masing-masing di area USD 134 dan USD 136. Pola death cross pada timeframe jangka pendek, RSI di kisaran 38–40, serta indikator MACD negatif menandakan momentum bearish masih mendominasi.

    Area support utama berada di rentang USD 124–127 dan USD 120. Jika level ini jebol, harga berpotensi turun ke USD 110 hingga area psikologis USD 100. Sementara itu, resistensi terdekat berada di USD 130–136, dengan target lanjutan di USD 148 dan USD 150.

    Meski demikian, pola teknikal jangka menengah seperti inverted head and shoulders dan cup and handle masih terbentuk. Selama area USD 120–130 mampu dipertahankan, peluang pengujian ulang ke level tertinggi sebelumnya tetap terbuka.

    Aktivitas Jaringan Solana Melonjak

    Baca juga: Inflow ETF Solana Tembus US$11 Juta, Harga SOL Dijaga di Atas US$120

    Di sisi fundamental, performa jaringan Solana menunjukkan pertumbuhan yang agresif. Dalam 30 hari terakhir, jaringan ini memproses lebih dari 2 miliar transaksi, jauh melampaui Ethereum dan BNB Chain. Aktivitas tersebut memperkuat posisi Solana sebagai salah satu blockchain dengan throughput tertinggi di industri.

    Volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) berbasis Solana juga mencapai rekor, dengan total bulanan sekitar USD 107 miliar dan volume harian puncak hingga USD 4,4 miliar. Angka ini menempatkan Solana di posisi teratas untuk aktivitas perdagangan on-chain dalam jangka pendek.

    Selain itu, transaksi stablecoin di jaringan Solana tercatat menembus USD 312 miliar dalam 30 hari, dengan lebih dari 260 juta transaksi dan sekitar 4,5 juta alamat aktif. Data ini menunjukkan bahwa Solana semakin digunakan sebagai jalur penyelesaian (settlement rail) untuk arus dana berbasis dolar, bukan sekadar perdagangan spekulatif.

    Pengguna, Staking, dan Keamanan Jaringan

    Pertumbuhan pengguna turut memperkuat fundamental Solana. Jumlah pengguna bulanan meningkat sekitar 34% menjadi 81,2 juta, sementara alamat aktif mingguan mencapai 27,1 juta. Pendapatan biaya jaringan juga naik sekitar 42% menjadi lebih dari USD 20 juta.

    Dari sisi keamanan, tingkat staking SOL berada di level tertinggi sepanjang masa, mengurangi suplai yang beredar di pasar. Sekitar 92% validator telah mengadopsi pembaruan terbaru, menandakan kesiapan jaringan dalam meningkatkan stabilitas dan keandalan.

    Arus Dana Institusional Menguat

    Minat institusional terhadap Solana terlihat dari produk ETF berbasis SOL yang mencatat inflow lebih dari USD 11 juta dalam sepekan, berbanding terbalik dengan ETF Bitcoin dan Ethereum yang justru mengalami arus keluar. Total aset kelolaan ETF Solana kini mencapai sekitar USD 1,08 miliar.

    Selain ETF, adopsi neraca perusahaan juga mulai terlihat. Salah satu entitas dilaporkan memegang sekitar 6,9 juta SOL dengan nilai mendekati USD 1 miliar, menandakan Solana mulai diposisikan sebagai aset strategis jangka panjang.

    Prospek Harga: $200 Masih Dalam Radar

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan harga saat ini di kisaran USD 127, potensi kenaikan ke USD 200 mencerminkan upside sekitar 55–60%. Skenario optimistis jangka panjang bahkan membuka peluang ke level yang lebih tinggi jika Solana mampu mempertahankan dominasi DEX, arus stablecoin, serta keberhasilan upgrade jaringan seperti Alpenglow dan Agave.

    Namun, risiko tetap ada. Kegagalan mempertahankan support utama dan memburuknya sentimen pasar kripto secara luas dapat mendorong SOL kembali ke area USD 100.

    Kesimpulan

    Solana saat ini berada di persimpangan antara tekanan teknikal jangka pendek dan fundamental jaringan yang sangat kuat. Koreksi harga belum menghapus lonjakan aktivitas on-chain, arus ETF, serta adopsi institusional yang terus meningkat. Dengan volatilitas tinggi yang masih membayangi, pergerakan SOL ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga area support kunci sambil mempertahankan pertumbuhan ekosistem yang agresif.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Ambruk 16%, Akankah Support $126 Bertahan?

    Kinerja Solana (SOL) di awal tahun 2026 berubah drastis. Setelah sempat mencatat reli hampir 20%, harga SOL justru terkoreksi tajam hingga 16% dalam satu hari usai gagal menembus level resistensi penting di $145 pada 25 Januari.

    Berdasarkan data TradingView, penolakan di area tersebut memicu pembalikan struktur harga jangka pendek. Tekanan jual meningkat dan mendorong SOL turun mendekati zona $126, yang sebelumnya berfungsi sebagai area penopang.

    Penurunan ini menunjukkan perubahan sentimen pasar yang cepat. Ketika kelanjutan tren naik gagal terkonfirmasi, kendali harga beralih dari pembeli ke penjual.

    Zona likuidasi perbesar risiko penurunan

    Data Liquidation Heatmap dari CoinGlass memperlihatkan dua klaster likuidasi utama di kisaran $123–$126 dan di atas $130. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan likuiditas ke bawah masih aktif, dengan area support yang lebih kuat berada di sekitar $117–$119.

    Dilaporkan AMBCrypto, situasi tersebut membuat pergerakan harga tetap rapuh. Setiap upaya pemantulan lemah menuju $130 berisiko memicu likuidasi tambahan di sisi jual, sehingga pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam merespons potensi reli jangka pendek.

    Open Interest naik di tengah pelemahan harga

    Data CoinGlass juga menunjukkan peningkatan Open Interest (OI) yang signifikan. Sejak akhir Desember, OI naik dari sekitar $6,6 miliar menjadi lebih dari $8,8 miliar pada Januari. Namun, kenaikan ini tidak diiringi penguatan harga.

    Kondisi tersebut mencerminkan dominasi posisi short di pasar. Ketika open interest meningkat sementara harga terus turun, hal ini mengindikasikan tekanan bearish yang kuat dan minimnya dukungan dari pembeli.

    Baca juga: Solana Terkoreksi ke $126, Tapi Dana ETF dan Aktivitas Jaringan Meledak

    Staking SOL cetak rekor tertinggi

    Di tengah koreksi harga, aktivitas staking Solana justru menunjukkan tren berlawanan. Rasio staking SOL melonjak ke rekor tertinggi di level 70%, dengan lebih dari $60 miliar SOL terkunci dalam mekanisme staking, menurut data Token Terminal.

    Lonjakan ini mencerminkan keyakinan investor jangka panjang terhadap fundamental jaringan Solana. Meskipun harga mengalami tekanan, komitmen pemegang token terhadap ekosistem dinilai tetap solid.

    Level krusial yang perlu diperhatikan

    Saat ini, SOL gagal mempertahankan area $126, sehingga fokus pasar bergeser ke zona support berikutnya di $118–$119. Jika area tersebut ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $95–$98 terbuka lebar.

    Sementara itu, dari sisi atas, pemulihan yang berkelanjutan baru akan terlihat jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas $145. Hingga kondisi tersebut tercapai, pergerakan SOL diperkirakan masih rentan terhadap volatilitas berbasis likuiditas.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inflow ETF Solana Tembus US$11 Juta, Harga SOL Dijaga di Atas US$120

    Minat institusional terhadap aset kripto Solana (SOL) menunjukkan lonjakan signifikan. Data terbaru mencatat arus masuk (inflow) ETF Solana berhasil melampaui gabungan ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), di tengah kondisi pasar kripto yang masih diliputi ketidakpastian.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Harga Solana saat ini bertahan stabil di atas level US$127 setelah mengalami fase konsolidasi selama sepekan terakhir. Meski tekanan bearish masih terasa, SOL tetap menarik minat investor institusi dalam jumlah besar.

    Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$89.000 dan Ethereum berada di sekitar US$2.950. Pasar kripto secara umum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun sentimen masih dibayangi oleh penundaan pembahasan rancangan undang-undang kripto di Senat Amerika Serikat.

    Baca juga: 98.000 SOL Dijual, Tapi Harga Solana Tetap Bertahan di Atas $120

    Inflow ETF Solana Tembus US$11 Juta

    Baca juga: 98.000 SOL Dijual, Tapi Harga Solana Tetap Bertahan di Atas $120

    Berdasarkan data ETF terbaru, Solana mencatat net inflow lebih dari US$11 juta dalam sepekan terakhir. Angka tersebut melampaui total inflow ETF Bitcoin dan Ethereum pada periode yang sama.

    Dilaporkan Coingape, masuknya dana ini didorong oleh institusi besar seperti Fidelity, Grayscale, dan Bitwise. ETF Solana milik Fidelity (FSOL) menjadi penyumbang terbesar dengan inflow US$9,85 juta hanya dalam satu hari, sehingga total inflow kumulatif FSOL mencapai sekitar US$148 juta.

    Secara keseluruhan, ETF Solana kini memiliki net asset value (NAV) sebesar US$1,08 miliar, dengan rasio aset bersih mencapai 1,50%.

    Sebaliknya, ETF Bitcoin mencatat outflow sebesar US$38,53 juta, sedangkan ETF Ethereum mengalami penurunan lebih dalam dengan outflow US$64,86 juta. Kondisi ini mencerminkan pergeseran minat investor institusional ke Solana.

    Solana Pimpin Volume DEX Global

    Selain dari sisi ETF, Solana juga mencatat performa kuat di sektor aktivitas jaringan. Data dari Sosovalue menunjukkan volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) Solana mencapai US$4,4 miliar dalam 24 jam, tertinggi dibandingkan blockchain lain yang hanya mencatat sekitar US$1,6 miliar.

    Capaian ini menempatkan Solana di posisi teratas, melampaui Binance Smart Chain (BSC) dan Ethereum, yang masing-masing mencatat volume sekitar US$318 miliar dan US$282 miliar. Lonjakan ini dinilai mencerminkan potensi pertumbuhan ekosistem Solana ke depan.

    Prediksi Harga Solana: Area Kritis Dipantau

    Dari sisi teknikal, harga SOL sempat turun ke US$127, melanjutkan tren koreksi dari level di atas US$130. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di angka 39,35, mengindikasikan pelemahan yang mendekati area oversold.

    Sementara itu, indikator MACD berada di level 0,30, mencerminkan sentimen negatif yang masih mendominasi. Pelaku pasar kini mencermati potensi sinyal pembalikan arah dalam waktu dekat.

    Level resistance terdekat berada di kisaran US$130 hingga US$140. Jika harga mampu menembus US$150, hal tersebut berpotensi menjadi sinyal kembalinya momentum bullish dalam jangka panjang. Namun, selama tekanan jual berlanjut, investor disarankan tetap waspada.

    Di sisi bawah, support utama berada di US$120. Apabila level ini gagal dipertahankan, harga Solana berpotensi melanjutkan pelemahan menuju US$110.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 98.000 SOL Dijual, Tapi Harga Solana Tetap Bertahan di Atas $120

    Harga Solana (SOL) menunjukkan ketahanan di tengah tekanan jual besar dari investor jangka panjang. Seorang staker lama Solana diketahui mulai keluar dari posisinya setelah melepas lebih dari 98.000 SOL yang sebelumnya dikunci selama hampir dua tahun.

    Dilaporkan AMBCrypto, dompet tersebut awalnya menarik SOL dari Binance saat harga berada di puncak siklus, sebelum kemudian melakukan staking. Namun, proses keluar saat ini terjadi pada harga yang jauh lebih rendah, sehingga merealisasikan kerugian lebih dari 6,6 juta dolar AS.

    Alih-alih menjual sekaligus, pemilik aset memilih strategi dollar-cost averaging (DCA) dengan menjual secara bertahap. Pendekatan ini membuat tekanan suplai tersebar dalam waktu yang lebih panjang, sehingga pasar terhindar dari reaksi tajam akibat likuidasi besar. Meski begitu, distribusi bertahap ini tetap menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

    Di sisi lain, pembeli terus muncul di area support, memicu pertarungan antara suplai jangka panjang dan permintaan jangka pendek.

    Harga SOL Terjebak di Zona Konsolidasi

    Pada saat penulisan, harga Solana bergerak dalam rentang yang jelas. Area $120–$125 terus dipertahankan pembeli, dengan setiap penurunan ke zona tersebut direspons cepat sehingga tidak berlanjut lebih dalam.

    Sebaliknya, upaya kenaikan berulang kali gagal menembus area $146–$150, yang menjadi batas atas konsolidasi. Setiap reli ke zona tersebut kehilangan momentum dan mendorong harga kembali ke area tengah. Level $135 berfungsi sebagai titik pivot jangka pendek, bergantian menjadi support dan resistance.

    Kondisi ini membuat volatilitas tetap rendah, dengan pergerakan harga mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual, bukan dominasi satu arah.

    Momentum Melemah, Tapi Belum Breakdown

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) harian melemah dari level mendekati 70 dan bergerak turun ke area rendah 40-an. Pada saat penulisan, RSI berada di sekitar 43,8, menandakan tekanan beli melemah namun belum memasuki kondisi oversold.

    Posisi RSI yang masih di atas level 30 menunjukkan penjual belum sepenuhnya menguasai pasar. Namun, kegagalan RSI menembus garis tengah 50 menandakan momentum bullish masih tertahan. Pola ini mengindikasikan kelelahan pasar, bukan sinyal penurunan tajam.

    Permintaan Pasar Serap Tekanan Jual

    Data Spot Taker CVD selama 90 hari menunjukkan dominasi pembeli, meskipun terjadi distribusi aset dari pemegang besar. Pembeli agresif terus menyerap suplai yang dilepas ke pasar.

    Namun, harga tidak bergerak naik signifikan, yang menunjukkan proses absorption—di mana permintaan menyerap suplai tanpa mendorong breakout. Kondisi ini mengurangi potensi penurunan tajam, tetapi belum cukup kuat untuk memicu kenaikan lanjutan.

    Trader Besar Masih Bertaruh Naik

    Data posisi trader teratas di Binance menunjukkan sentimen tetap condong ke arah bullish. Sebanyak 80,86% akun trader besar berada di posisi long, sementara hanya 19,14% yang mengambil posisi short. Rasio long/short tercatat di 4,22, menandakan eksposur long lebih dari empat kali lipat dibanding short.

    Meski rasio ini sedikit turun dari level sebelumnya di atas 4,4, penurunannya lebih mencerminkan moderasi ringan, bukan pengurangan risiko besar-besaran. Keyakinan trader masih tinggi, meskipun belum diikuti oleh konfirmasi pergerakan harga.

    Kesimpulan

    Pasar Solana saat ini mencerminkan proses penyerapan tekanan jual jangka panjang tanpa merusak struktur harga utama. Support kunci tetap bertahan, RSI tidak menunjukkan breakdown, permintaan pasar aktif, dan kepercayaan trader besar masih kuat.

    Namun, selama harga belum keluar secara tegas dari zona konsolidasi, pergerakan SOL masih berada dalam fase menunggu antara keyakinan pasar dan konfirmasi arah selanjutnya.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker

    Solana Mobile resmi mendistribusikan token SKR kepada lebih dari 100.000 pengguna smartphone Seeker dan 188 pengembang yang berkontribusi dalam ekosistemnya. Airdrop yang diluncurkan pada Selasa ini mencakup hampir 2 miliar token SKR dengan nilai sekitar US$26,6 juta saat peluncuran.

    Pengguna dan pengembang memiliki waktu 90 hari untuk mengklaim token mereka melalui wallet bawaan di ponsel Seeker. Token yang tidak diklaim hingga batas waktu tersebut akan dikembalikan ke pool airdrop. Selain pengguna Seeker, pengembang yang merilis aplikasi di DApp Store Solana Mobile pada musim pertama juga termasuk dalam daftar penerima.

    Token SKR Menarik Perhatian

    Baca juga: Pasar Kripto Berdarah, ETF Solana Justru Tancap Gas

    Token SKR berfungsi sebagai aset tata kelola (governance) dan utilitas utama dalam ekosistem Solana Mobile. Solana Mobile, anak perusahaan dari Solana Labs, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan langkah menuju kepemilikan komunitas atas infrastruktur mobile, di mana pengguna memiliki kendali langsung atas jaringan.

    SKR memiliki pasokan tetap 10 miliar token, dengan 30% dialokasikan untuk airdrop dan pembukaan token saat peluncuran. Distribusi ini dirancang untuk memberi insentif partisipasi komunitas Web3, mendukung keamanan jaringan, membuka akses fitur platform, serta menyelaraskan kepentingan pengguna, pengembang, peneliti, dan protokol.

    Dilaporkan CoinMarketCap, fitur staking untuk token SKR tersedia sejak hari pertama peluncuran. Skema inflasi tahunan dimulai dari 10%, lalu menurun 25% setiap tahun hingga stabil di angka 2%. Inflasi dihitung setiap 48 jam, dengan komisi nol pada fase awal, sehingga memberi keuntungan lebih besar bagi partisipan awal.

    Smartphone Seeker dari Solana Mobile

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Smartphone Seeker sendiri pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2025 sebagai penerus Saga, ponsel Web3 pertama Solana Mobile yang dirilis pada 2022. Perangkat Android ini dilengkapi DApp Store terdesentralisasi, integrasi native dengan ekosistem Solana, serta fitur Seed Vault untuk penyimpanan kunci kripto. Solana Mobile melaporkan sekitar 150.000 preorder dengan pengiriman ke lebih dari 50 negara.

    Pasca peluncuran, harga SKR dilaporkan naik sekitar 38% dan diperdagangkan di kisaran US$0,013. Dengan 5,7 miliar token beredar, kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$81 juta. Pada hari Rabu, Solana Mobile juga mengumumkan dimulainya Season 2 Seeker, yang menghadirkan aplikasi baru, program reward, akses awal, serta fokus pada sektor DeFi, gaming, pembayaran, trading, dan DePIN.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Berdarah, ETF Solana Justru Tancap Gas

    Di tengah kejatuhan pasar kripto global yang menghapus lebih dari US$120 miliar kapitalisasi pasar, ETF Solana (SOL) justru mencatatkan kinerja mengejutkan. Saat investor ramai-ramai menarik dana dari Bitcoin dan Ethereum, produk berbasis Solana berhasil membukukan arus masuk (inflow) positif, menandakan minat investor yang tetap kuat di tengah tekanan pasar.

    Data menunjukkan ETF spot Solana mencatat inflow bersih sebesar US$3,08 juta pada periode ketika aset berisiko, termasuk saham global dan kripto utama, mengalami aksi jual besar-besaran. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ETF Bitcoin yang justru mengalami outflow hingga US$483 juta dalam satu hari, seiring investor memilih mengurangi eksposur risiko.

    Analisa Solana

    Analis menilai perbedaan arus dana ini mempertegas posisi Solana sebagai salah satu altcoin yang paling resilien selama fase “risk-off”. Di saat mayoritas produk kripto ditinggalkan, Solana justru mampu menarik modal baru.

    Ketahanan Solana juga tercermin dari aktivitas on-chain. Jaringan Solana mencatat penambahan sekitar 8,6 juta alamat baru pada Senin dan 8,4 juta alamat pada Selasa, hanya turun 2,38% meski sentimen pasar sedang negatif. Konsistensi pertumbuhan alamat baru ini mengindikasikan penggunaan jaringan dan minat pengguna yang masih solid, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

    Baca juga: Solana Tertekan Lagi! Harga Tertahan di US$133, Sinyal Bearish Kuat?

    Dari sisi harga, SOL diperdagangkan di kisaran US$127, melemah sekitar 12,8% dalam sepekan terakhir. Meski demikian, harga berhasil bertahan di atas level support US$125, yang kini dipandang sebagai zona kunci dalam jangka pendek. Bertahannya level ini mencegah koreksi yang lebih dalam dan menunjukkan adanya minat beli saat harga melemah.

    Analisis Harga SOL

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan BeInCrypto, secara teknikal, peluang pemulihan masih terbuka. Jika SOL mampu merebut kembali level US$132 sebagai support, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$136 untuk memangkas sebagian kerugian sebelumnya. Namun, skenario negatif tetap mengintai. Penembusan bersih di bawah US$125 dapat membatalkan struktur support saat ini dan membuka ruang penurunan lanjutan menuju US$119.

    Di tengah gejolak pasar kripto, kombinasi inflow ETF, aktivitas jaringan yang stabil, dan daya tahan harga membuat Solana tampil menonjol dibandingkan Bitcoin dan Ethereum. Kondisi ini memperkuat narasi bahwa SOL menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan investor saat pasar sedang tertekan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com