Tag: sol

  • Solana Bangkit dari Abu: Institusi Borong SOL Menuju All-Time High?

    Gelombang optimisme tak hanya terlihat di pasar derivatif. Data terbaru menunjukkan total aset kelolaan (AUM) dari produk ETP berbasis Solana kini melampaui $500 juta.
    Produk unggulan seperti Solana Staking ETF (SSK) dari REXShares kini menguasai lebih dari $400 juta AUM, sementara Bitwise Solana Staking ETP (BSOL) sudah menembus $100 juta.

    Lonjakan ini mencerminkan perubahan besar dalam perilaku investor, dari perdagangan spekulatif menuju instrumen teregulasi yang memberikan imbal hasil melalui staking.
    Dengan semakin banyak SOL yang terkunci dalam produk institusional, likuiditas di pasar spot menurun, menciptakan tekanan beli alami yang mendukung harga.

    Analisis Teknis: Tren Bullish Masih Kuat

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 5 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 5 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi teknikal, SOL tetap berada dalam tren naik jangka menengah. Harga saat ini di sekitar $227 masih berada di atas SMA 50 ($214,50) dan SMA 100 ($216,35), pola yang menegaskan persilangan bullish.

    Dikutip Cryptonews, indikator RSI di level 55,9 menunjukkan pasar telah mendingin setelah reli tajam, memberi ruang untuk kenaikan lanjutan.
    Zona support kuat berada di $224–$225, yang menjadi titik ideal bagi trader untuk akumulasi saat koreksi ringan terjadi.

    Jika momentum berlanjut, resistansi utama berada di $237, $244, dan target berikutnya di $253. Menembus level ini bisa membuka jalan bagi SOL untuk menguji kembali rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) dalam beberapa bulan ke depan.

    Menuju “Musim Solana”?

    Prediksi Harga Solana – Sumber: Tradingview.
    Prediksi Harga Solana – Sumber: Tradingview.

    Dengan kombinasi arus masuk institusional besar, aktivitas derivatif yang meningkat, dan permintaan ETP yang meledak, pasar tampak sedang bersiap untuk fase baru.
    Selama harga SOL mampu bertahan di atas level rata-rata pergerakannya, peluang menuju ATH semakin besar.

    Para analis menyebut: “Jika sentimen ETF Solana disetujui, SOL bisa menjadi bintang altcoin berikutnya — dan musim Solana pun dimulai.”

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Menuju ETF Spot, Tapi Shutdown AS Bisa Ganggu Timeline

    Pasar kripto tengah menanti-nanti persetujuan ETF Solana (SOL), namun potensi penutupan pemerintah AS bisa menunda momentum tersebut. Meski begitu, para ahli meyakinkan investor bahwa lampu hijau untuk ETF altcoin, termasuk Solana, “sekarang sudah 100%”.

    Risiko Shutdown Menghambat ETF Kripto

    Dalam beberapa bulan terakhir, manajer aset terkemuka telah aktif berinteraksi dengan SEC dan memperbarui formulir pendaftaran S-1 mereka, langkah yang biasanya menandakan persetujuan semakin dekat. Namun, penutupan pemerintah federal dapat menghentikan sebagian besar proses ini.

    Nate Geraci, presiden NovaDius Wealth Management, mengatakan minggu depan bisa menjadi waktu realistis untuk persetujuan ETF SOL spot, tetapi penutupan pemerintah bisa “mengganggu prosesnya.” James Seyffart menambahkan bahwa situasinya bisa menjadi “aneh.”

    Jika Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran untuk tahun fiskal baru, banyak lembaga federal, termasuk SEC, akan menangguhkan sebagian besar operasi hingga pendanaan kembali dipulihkan. SEC menegaskan, dalam pernyataan 30 September, bahwa pengajuan dokumen seperti S-1 tidak bisa dipercepat saat shutdown.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Melejit Tembus $220 Karena Isu ETF, Apakah Awal Menuju $250?

    Pedoman Pencatatan Baru Menambah Ketidakpastian

    Selain risiko penutupan, standar pencatatan baru SEC juga memengaruhi jadwal peluncuran ETF. Beberapa penerbit diminta menarik pengajuan 19b-4 mereka, meskipun proses baru ini bisa segera dimulai kembali setelah aturan diterapkan.

    Persaingan Ketat di Pasar ETF Solana

    Dilaporkan Crypto Potato, perusahaan-perusahaan besar seperti Franklin Templeton, Fidelity, CoinShares, Bitwise, Grayscale, VanEck, dan Canary Capital sedang bersaing untuk meluncurkan ETF SOL spot. Semua telah menyerahkan dokumen S-1 yang direvisi, termasuk ketentuan staking, kepada SEC.

    Eric Balchunas, analis ETF Bloomberg, menegaskan bahwa peluang persetujuan untuk ETF altcoin “benar-benar 100% sekarang”, meski jadwal resminya bisa terganggu oleh faktor eksternal seperti penutupan pemerintah.

    Investor kini harus bersiap menghadapi ketidakpastian jangka pendek, tetapi prospek ETF Solana yang segera disetujui tetap cerah.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana ETF Masuk US$30 Juta Tertinggi 2,5 Bulan, Tapi Harga SOL Lemah?

    Solana ETF mencatat inflow sebesar US$30,86 juta pada 25 Februari. Angka ini menjadi inflow harian tertinggi dalam lebih dari dua setengah bulan terakhir dan mencerminkan peningkatan minat institusional terhadap eksposur SOL melalui instrumen investasi yang teregulasi.

    Meski begitu, lonjakan satu hari belum cukup untuk mengonfirmasi tren permintaan yang berkelanjutan. Tanpa aliran dana yang konsisten, dorongan dari ETF berpotensi belum mampu menjadi pemicu breakout harga SOL dalam waktu dekat.

    indikator teknikal mengarah ke potensi volatilitas

    Di sisi teknikal, Squeeze Momentum Indicator menunjukkan fase “squeeze” yang aktif, kondisi kompresi volatilitas yang sering kali berujung pada pergerakan harga yang lebih tajam ketika tekanan tersebut “lepas”. Namun arah pergerakannya tetap bergantung pada dominasi pembeli atau penjual saat momen pelepasan volatilitas terjadi.

    Berbeda dengan sentimen institusional, aktivitas on-chain mengindikasikan sikap lebih defensif dari sebagian pelaku pasar. Sekitar 3,9 juta SOL (setara lebih dari US$298 juta) dilaporkan berpindah ke bursa dalam tiga minggu terakhir.

    Perpindahan aset ke bursa kerap dibaca sebagai peningkatan kesiapan likuiditas untuk menjual. Jika arus masuk ke bursa berlanjut, potensi tekanan jual dapat menahan kenaikan harga, sekalipun inflow ETF menunjukkan dukungan dari sisi institusi.

    Saat ini SOL bergerak dalam rentang konsolidasi antara support US$77 dan resistance US$88. Beberapa upaya menembus resistance tersebut belum menghasilkan breakout yang meyakinkan, menandakan pasar masih berada pada fase tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Skenario Level yang Perlu diPantau

    Dilaporkan BeInCrypto, jika SOL mampu menembus dan bertahan di atas US$88, peluang penguatan lanjutan terbuka dengan target area US$97. Apabila US$97 berhasil dilampaui, level psikologis US$100 berpotensi kembali menjadi fokus, terutama bila tekanan jual dari sisi on-chain mereda dan sentimen pasar kripto lebih luas tetap stabil.

    Sebaliknya, bila tekanan jual meningkat dan SOL kembali melemah ke bawah support, fase konsolidasi berisiko berlanjut lebih lama, dengan area US$77 tetap menjadi batas bawah yang krusial.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ada dikotomi antara institusi (via ETF) dan pemain on-chain. Institusi lagi akumulasi, tapi retail/OG malah lagi distribusi.

    “Squeeze Momentum Indicator nunjukin volatilitas bakal meledak. Jika tembus $88 jalan ke $100 terbuka, tapi tekanan jual bursa masih jadi penghambat,” jelasnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Rebound, Tapi Keyakinan Investor Besar Melemah

    Harga Solana (SOL) bangkit hampir 9% setelah sempat turun ke kisaran $75 pada 23 Februari, dan kini masih bertahan di atas level $82. Secara teknikal, pantulan seperti ini biasanya menarik minat beli lanjutan karena memberi sinyal potensi pembalikan tren.

    Namun kali ini situasinya berbeda. Investor jangka panjang, yang biasanya menjadi penopang saat fase pemulihan, justru mengurangi intensitas akumulasi. Ketidaksinkronan antara kenaikan harga dan turunnya keyakinan ini membuat reli SOL terlihat rapuh.

    Akumulasi Long-Term Holder Anjlok 62%

    Dikutip BeInCrypto, indikator HODLer Net Position Change menunjukkan bahwa dompet yang menyimpan SOL lebih dari 155 hari memang masih mencatat akumulasi, tetapi lajunya menurun tajam.

    Pada 10 Februari, long-term holder menambah sekitar 1,5 juta SOL dalam periode 30 hari berjalan. Namun pada 24 Februari, angka tersebut turun drastis menjadi sekitar 564.317 SOL—penurunan sekitar 62% hanya dalam dua pekan.

    Penurunan ini terjadi justru ketika harga mulai stabil dan memantul. Artinya, investor paling kuat di jaringan tidak melihat reli 9% ini sebagai awal pemulihan berkelanjutan.

    Meski belum menunjukkan aksi jual besar-besaran, melemahnya momentum beli menjadi sinyal bahwa keyakinan terhadap reli saat ini masih terbatas.

    Holder Jangka Menengah Juga Kurangi Eksposur

    Tekanan tidak hanya datang dari holder lama. Investor yang menyimpan SOL selama 1 hingga 3 bulan juga mengurangi kepemilikan.

    Porsi suplai yang dipegang kelompok ini turun dari 19,52% pada 25 Januari menjadi sekitar 14,08% pada 24 Februari. Itu berarti penurunan relatif hampir 28% dalam satu bulan.

    Waktu terjadinya pengurangan ini menjadi faktor penting. Alih-alih membeli saat harga memantul, sebagian holder tampaknya memanfaatkan kenaikan untuk mengurangi risiko dan keluar di harga mendekati impas.

    Tembok Suplai 22 Juta SOL Hambat Kenaikan

    Data distribusi cost basis menunjukkan adanya konsentrasi suplai besar di kisaran $82,81 hingga $83,79. Lebih dari 22,16 juta SOL dikumpulkan pada rentang harga ini.

    Zona tersebut menjadi area impas bagi banyak investor. Ketika harga kembali ke level beli mereka, kecenderungan untuk menjual demi memulihkan modal meningkat.

    Hal ini menjelaskan mengapa kenaikan SOL mulai tertahan di sekitar $82,91. Tanpa dukungan akumulasi kuat dari long-term holder, tekanan jual di area ini menjadi sulit ditembus.

    Struktur Teknikal Masih Mengarah ke Risiko Turun 17%

    Secara teknikal, sebelum rebound terbaru, SOL telah mengonfirmasi pola bearish head-and-shoulders dan sempat turun ke sekitar $75,69.

    Target proyeksi dari pola tersebut masih mengarah ke kisaran $68,71. Dari harga saat ini di sekitar $82,52, penurunan ke level tersebut berarti potensi koreksi tambahan sekitar 17%.

    Untuk membatalkan struktur bearish ini, Solana harus menembus dan bertahan di atas $82,91 sebagai resistance terdekat. Selanjutnya, level $86,82 menjadi hambatan berikutnya, sementara penembusan di atas $91,33 akan sepenuhnya mengakhiri pola bearish dan mengonfirmasi pembalikan tren.

    Sebaliknya, jika SOL kembali turun di bawah $80,89, risiko retest ke $74,96 meningkat. Penurunan di bawah level tersebut akan membuka kembali jalur menuju $68,71.

    Untuk saat ini, reli 9% Solana belum cukup kuat untuk mengubah struktur pasar. Tanpa dukungan akumulasi yang solid, pemantulan ini berisiko menjadi sekadar jeda sebelum tekanan lanjutan muncul kembali.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan kenaikan harga tanpa didukung akumulasi HODLer adalah sinyal ‘fakeout’ atau rebound sementara.

    “Penurunan drastis akumulasi di tengah kenaikan harga menandakan hilangnya konfiansi pemegang besar terhadap kelanjutan reli. Struktur teknikal Head-and-Shoulders masih aktif dengan target penurunan potensial ke 8,71 jika level 2,91 gagal ditembus secara meyakinkan,” ungkapnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bhutan Luncurkan Visa Berbasis Solana, Tapi Harga SOL Justru Tertekan

    Bhutan resmi meluncurkan visa berbasis Solana yang ditujukan bagi digital nomad, menjadikannya inisiatif pertama di dunia yang mengintegrasikan blockchain Solana dalam sistem visa negara. Langkah ini memperluas adopsi blockchain di tingkat kedaulatan, meski permintaan pasar terhadap token SOL masih menunjukkan pelemahan.

    Di tengah kabar positif tersebut, harga SOL justru turun ke kisaran US$76 dan keluar dari fase konsolidasi yang berlangsung selama beberapa pekan.

    Visa Solana dan Ekspansi Infrastruktur Digital Bhutan

    Dilaporkan BeInCrypto, peluncuran visa berbasis Solana ini melanjutkan inisiatif Bhutan sebelumnya, termasuk penerbitan token berbasis emas bernama TER di jaringan yang sama.

    Langkah tersebut memperkuat posisi Solana sebagai infrastruktur blockchain yang digunakan dalam proyek berskala negara. Adopsi tingkat pemerintahan dinilai meningkatkan kredibilitas dan legitimasi Solana sebagai platform yang skalabel.

    Namun, ekspansi ekosistem ini belum mampu mendorong sentimen bullish di pasar dalam jangka pendek.

    Holder Realisasikan Kerugian $317 Juta

    Data on-chain menunjukkan investor SOL masih berhati-hati. Realized Net Profit and Loss mencatat lonjakan kerugian terealisasi sebesar US$68 juta dalam 24 jam terakhir, sehingga total kerugian terealisasi mencapai US$317 juta.

    Kondisi ini menunjukkan banyak investor menjual di bawah harga beli, mencerminkan lemahnya kepercayaan terhadap pemulihan jangka pendek. Tekanan jual yang berkelanjutan memperbesar risiko penurunan lanjutan.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Pasar Derivatif Dominasi Posisi Short

    Sentimen bearish juga terlihat di pasar derivatif. Data likuidasi menunjukkan dominasi posisi short atas long.

    Jika harga SOL naik ke US$89, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai US$1,15 miliar. Sebaliknya, jika harga turun ke US$67, potensi likuidasi long hanya sekitar US$242 juta.

    Ketimpangan ini menunjukkan tekanan lebih besar pada posisi bearish jika terjadi lonjakan harga mendadak.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, adopsi tingkat negara oleh Bhutan memperkuat kredibilitas Solana sebagai infrastruktur digital skala besar yang efisien. Namun, kontradiksi antara ekspansi utilitas nyata dan sentimen pasar yang bearish (realized losses 17M) menunjukkan bahwa adopsi fundamental saat ini belum mampu melawan tekanan makro harga.

    “Secara teknis, Solana sedang berada dalam fase ‘volatility squeeze’ yang dapat memicu breakout besar jika support 3 berhasil dipertahankan,” tuturnya.

    Volatility Squeeze Isyaratkan Pergerakan Tajam

    Secara teknikal, Bollinger Bands mulai menyempit, menandakan potensi volatility squeeze. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan.

    Jika SOL kehilangan support US$73, target penurunan berikutnya berada di sekitar US$64. Penurunan ke area ini dapat memicu likuidasi long tambahan dan meningkatkan volatilitas.

    Sebaliknya, jika sentimen berbalik positif, harga dapat kembali ke area konsolidasi US$78–US$87. Breakout di atas US$89 berpotensi memicu likuidasi short besar-besaran dan mempercepat kenaikan.

    Untuk saat ini, meski Bhutan memperluas adopsi Solana di tingkat negara, harga SOL masih berada di bawah tekanan pasar. Pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh arah breakout dari fase volatilitas yang semakin menyempit ini.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tembus Pola Bullish, Tapi 50% Holder Keluar, Bull Trap Mengintai?

    Harga Solana (SOL) naik sekitar 2,9% dalam 24 jam terakhir dan berhasil menembus neckline pola inverse head-and-shoulders pada grafik 12 jam. Secara teknikal, breakout ini biasanya menjadi sinyal pembalikan tren dengan potensi kenaikan lebih dari 50%.

    Namun, di balik sinyal positif tersebut, data on-chain dan derivatif menunjukkan risiko tersembunyi. Lonjakan leverage dan aksi distribusi oleh holder jangka panjang memunculkan potensi bull trap, di mana pembeli awal bisa terjebak jika momentum gagal bertahan.

    Breakout Buka Potensi 50% Kenaikan

    Dikutip BeInCrypto, penembusan neckline inverse head-and-shoulders umumnya menjadi sinyal awal tren naik baru. SOL juga bergerak di atas exponential moving average (EMA) 20 periode, yang sering dianggap sebagai indikator kembalinya kekuatan tren.

    Meski demikian, breakout sebelumnya di awal Februari juga sempat menembus EMA yang sama, sebelum akhirnya harga terkoreksi hampir 12%.

    Selain itu, terdapat hidden bearish divergence antara 2 hingga 21 Februari. Dalam periode tersebut, harga mencetak lower high, sementara indikator RSI membentuk higher high. Divergensi ini kerap menjadi sinyal pelemahan tren sebelum koreksi terjadi.

    Sinyal bearish ini baru akan melemah jika SOL mampu menembus level US$85,70. Namun, risiko teknikal yang lebih luas tetap ada selama resistance utama belum ditembus.

    Open Interest Naik, Leverage Menguat

    Data derivatif menunjukkan open interest naik dari US$1,96 miliar pada 20 Februari menjadi US$2,08 miliar pada 21 Februari, atau meningkat sekitar 6,1% dalam satu hari.

    Open interest mencerminkan total nilai kontrak futures yang aktif. Kenaikan open interest saat breakout biasanya berarti trader membuka posisi baru, bukan menutup posisi lama.

    Selain itu, funding rate berubah menjadi positif di level 0,0016%. Kondisi ini menunjukkan trader long membayar trader short, yang mencerminkan sentimen bullish berbasis leverage.

    Kombinasi kenaikan open interest dan funding rate positif sering muncul dalam kondisi bull trap. Jika harga gagal mempertahankan breakout, posisi long berleverage berisiko mengalami likuidasi, yang dapat mempercepat penurunan harga.

    Baca juga: Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

    Holder Jangka Panjang Pangkas Posisi

    Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan perubahan signifikan pada perilaku investor jangka panjang (holder lebih dari 155 hari). Pada 8 Februari, holder jangka panjang menambah hampir 1,98 juta SOL. Namun, pada 20 Februari, angka tersebut turun menjadi sekitar 0,99 juta SOL.

    Artinya, akumulasi berkurang hampir 50% dalam dua pekan terakhir.

    Secara historis, holder jangka panjang cenderung mengakumulasi sebelum reli besar dan mendistribusikan mendekati puncak lokal. Penurunan akumulasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan breakout saat ini.

    Level Kunci Penentu Arah

    Data cost basis menunjukkan resistance kuat di kisaran US$87–US$88, di mana sekitar 9,12 juta SOL terakhir dibeli. Level ini berpotensi menjadi tembok suplai karena investor cenderung menjual di titik impas.

    Level US$85,70 menjadi penghalang awal untuk memperkuat breakout. Namun konfirmasi yang lebih kuat berada di US$91,09. Penembusan di atas level tersebut akan menyerap suplai overhead dan membuka jalan menuju target pola di sekitar US$129,78, atau sekitar 50% kenaikan dari titik breakout.

    Di sisi lain, jika harga turun di bawah US$78,88, pola inverse head-and-shoulders mulai melemah. Penurunan di bawah US$67,24 akan membatalkan pola sepenuhnya dan berpotensi memicu likuidasi long akibat lonjakan leverage sebelumnya.

    Saat ini, Solana berada di titik krusial. Breakout di atas US$91 dapat mengonfirmasi tren naik baru, sementara penurunan di bawah US$78 meningkatkan risiko bull trap.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi pasar saat ini menunjukkan divergensi yang berbahaya: harga mencoba breakout dari inverse head-and-shoulders sementara pemegang jangka panjang (smart money) justru memangkas akumulasi hingga 50%.

    “Kenaikan Open Interest di tengah distribusi whale adalah setup klasik untuk Bull Trap; ini menandakan bahwa reli didorong oleh leverage ritel yang rapuh. Tanpa penembusan bersih di atas 1, support 8 akan menjadi titik pemicu liquiditas long besar-besaran,” ungkapnya.

    Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana di Persimpangan: Tembus US$87 atau Jatuh ke US$73?

    Solana (SOL) masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah hampir dua pekan tertahan di bawah level US$90. Harga saat ini berada di kisaran US$81, bergerak dalam rentang sempit antara support US$78 dan resistance US$87. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang masih tinggi di tengah sentimen kripto yang cenderung berhati-hati.

    Meski sejumlah indikator on-chain mulai menunjukkan perbaikan, tekanan jual akibat realisasi kerugian investor masih membayangi potensi pemulihan harga dalam jangka pendek.

    SOPR Naik, Risiko Profit-Taking Muncul

    Indikator Spent Output Profit Ratio (SOPR) Solana baru-baru ini bergerak naik dari zona negatif. Nilai di bawah 1 menandakan investor menjual dalam kondisi rugi. Kenaikan terbaru menunjukkan tekanan jual berbasis kerugian mulai mereda.

    Namun, secara historis, ketika SOPR kembali menembus angka 1 setelah periode bearish panjang, hal tersebut sering kali menjadi awal gelombang profit-taking baru. Dalam tiga bulan terakhir, pola serupa terjadi dua kali dan diikuti oleh tekanan jual lanjutan.

    Artinya, jika SOPR kembali naik di atas 1, potensi volatilitas jangka pendek bisa meningkat karena sebagian investor memanfaatkan momentum untuk keluar dari posisi mereka.

    Arus Dana Mulai Membaik, Tapi Belum Positif

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan tren naik, tetapi masih berada di bawah garis nol. Kondisi ini mengindikasikan bahwa arus keluar dana mulai berkurang, namun belum ada konfirmasi masuknya modal baru secara signifikan.

    Pergerakan CMF di atas nol akan menjadi sinyal kuat bahwa arus masuk dana telah mendominasi. Hingga saat itu terjadi, SOL masih rentan terhadap tekanan tambahan jika sentimen pasar kembali melemah.

    Baca juga: Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

    Dukungan Institusi Tahan Penurunan Lebih Dalam

    Di tengah sinyal campuran tersebut, arus dana institusional memberikan gambaran berbeda. Untuk pekan yang berakhir 13 Februari, Solana mencatat inflow sebesar US$31 juta. Di antara aset kripto utama, hanya XRP yang mencatat dukungan institusional serupa dalam periode tersebut.

    Minat institusi ini dinilai membantu menahan penurunan lebih dalam. Dukungan dari investor besar sering kali menjadi bantalan ketika pasar ritel menunjukkan sikap defensif.

    Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya

    Secara teknikal, SOL masih terjebak dalam rentang US$78 hingga US$87. Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus US$78, maka support berikutnya berada di sekitar US$73.

    Sebaliknya, jika SOL mampu menembus resistance US$87 secara meyakinkan, peluang reli menuju US$100 terbuka. Penembusan di atas level psikologis tersebut dapat mendorong harga ke area US$110 dan membatalkan struktur bearish yang saat ini mendominasi.

    Untuk saat ini, Solana berada dalam fase tarik-menarik antara sinyal pemulihan on-chain dan tekanan jual jangka pendek. Pergerakan di atas US$87 atau di bawah US$78 akan menjadi penentu arah berikutnya bagi harga SOL.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Solana berada di persimpangan antara akumulasi institusional dan aksi jual retail yang terjebak rugi. Konfirmasi breakout valid jika SOL mampu menembus 7 dengan volume kuat menuju 00.

    “Dukungan institusi menjadi bantalan krusial yang mencegah penurunan lebih dalam di bawah support kuat 8,” jelasnya.

    Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Rp3 Triliun Masuk Exchange, SOL Terancam Anjlok ke $67

    Solana (SOL) masih berada dalam tekanan kuat seiring memburuknya kondisi pasar kripto secara keseluruhan. SOL melanjutkan tren turun selama beberapa pekan terakhir, mencerminkan melemahnya kepercayaan investor. Data on-chain terbaru menunjukkan peningkatan suplai yang mengarah ke exchange, memunculkan sinyal kapitulasi yang terakhir kali terlihat pada 2022.

    Berdasarkan data, sekitar 2,35 juta SOL telah berpindah ke wallet exchange dalam 17 hari terakhir. Dengan harga saat ini, jumlah tersebut setara dengan sekitar US$202 juta atau lebih dari Rp3 triliun. Lonjakan suplai ini meningkatkan likuiditas sisi jual dan memperkuat tekanan bearish di pasar.

    Cadangan Solana

    Dilaporkan BeInCrypto, meningkatnya cadangan SOL di exchange biasanya menjadi sinyal negatif karena memudahkan pelaku pasar melakukan aksi jual dalam jumlah besar. Meski aliran deposit aktif di jaringan Solana mulai melambat setelah sempat melonjak di awal bulan, saldo SOL di exchange tetap menunjukkan akumulasi yang tinggi, mengindikasikan tekanan jual masih belum mereda.

    Di sisi valuasi, indikator MVRV Pricing Bands menunjukkan Solana saat ini diperdagangkan di bawah zona “Extreme Lows”. Kondisi ini terjadi ketika rasio Market Value to Realized Value (MVRV) berada di bawah 0,8 dalam periode tertentu. SOL tercatat berada di bawah level tersebut selama 26% sesi perdagangan terbaru, menandakan fase undervaluation yang cukup panjang.

    Peristiwa serupa terakhir terjadi pada Mei 2022. Setelah itu, harga Solana sempat mengalami tekanan berkepanjangan selama sekitar 17 bulan sebelum akhirnya mencatat pemulihan yang signifikan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan saat ini bisa menjadi fase penurunan lanjutan, bukan sekadar koreksi jangka pendek.

    Baca Juga: Solana Terancam Jebol US$100, Investor Jangka Panjang Mulai Mundur

    Analisis Harga SOL

    Saat ini SOL diperdagangkan di kisaran US$86. Harga masih tertahan di bawah resistance US$90, sementara support utama berada di area US$81. Jika SOL gagal bertahan dan menembus support tersebut, pasar berpotensi menguji level support berikutnya di sekitar US$67.

    Namun, apabila SOL mampu menembus kembali US$90 dan keluar dari garis tren turun, hal tersebut dapat menjadi sinyal perbaikan teknikal. Dalam skenario bullish, momentum berpeluang membawa SOL naik menuju US$105, sekaligus melemahkan tekanan bearish yang saat ini mendominasi pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun arus keluar besar mengkhawatirkan, level MVRV ekstrem rendah ini secara historis merupakan zona akumulasi bagi investor institusional.

    “Jika harga bertahan di atas support 1, tekanan jual dari bursa kemungkinan besar akan mereda seiring tercapainya titik jenuh jual,” jelasnya.

    Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

    Solana (SOL) mencatat pemulihan harga signifikan setelah melonjak sekitar 12% dari level terendah dalam waktu singkat. Kenaikan ini mendorong SOL menjauh dari area yang sebelumnya dianggap berbahaya oleh pelaku pasar. Namun, meskipun rebound terjadi cukup cepat, sejumlah analis masih menilai tren Solana belum sepenuhnya aman dan tetap berada dalam tekanan bearish.

    Kondisi ini membuat proyeksi pergerakan SOL masih dipenuhi ketidakpastian, terutama karena munculnya satu sinyal yang dinilai dapat melemahkan peluang reli lanjutan.

    Data On-Chain: Long-Term Holder Mulai Mundur, Sinyal Merah untuk SOL

    Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah melemahnya akumulasi dari investor jangka panjang. Berdasarkan data HODLer Net Position Change, terlihat bahwa aktivitas akumulasi long-term holders mulai melambat drastis setelah koreksi tajam yang terjadi pekan lalu.

    Padahal, kelompok investor jangka panjang biasanya berperan sebagai penopang harga ketika pasar mengalami tekanan. Jika akumulasi mereka melemah, hal ini dinilai dapat mengurangi kekuatan support alami SOL dan menjadi sinyal negatif terhadap keberlanjutan pemulihan harga.

    Money Flow Index Dekati Oversold, Potensi Seller Exhaustion Mulai Terlihat

    Di sisi lain, indikator Money Flow Index (MFI) disebut mendekati level oversold di bawah 20. Level ini sering diartikan sebagai tanda bahwa tekanan jual mulai melemah atau mendekati fase seller exhaustion.

    Dilaporkan Cryptonews, dalam catatan historis, Solana hanya mencapai kondisi oversold seperti ini sebanyak tiga kali dalam dua setengah tahun terakhir. Setiap kali indikator tersebut muncul, SOL cenderung mengalami stabilisasi harga atau bahkan reversal yang mampu mengejutkan pelaku pasar bearish.

    Meski demikian, indikator oversold belum otomatis menjamin reli besar, karena pasar masih membutuhkan konfirmasi tambahan dari struktur teknikal.

    SOL Masih Terjebak Tren Turun, Support $85–$90 Jadi Penentu

    Secara teknikal, SOL masih berada dalam struktur descending channel dan belum menunjukkan pembalikan tren yang jelas. Harga bahkan dilaporkan sempat turun menembus struktur channel tersebut dan kini bergerak di area $85 hingga $90 yang berfungsi sebagai support jangka pendek.

    Analis menilai bahwa tren besar SOL masih bearish karena pola lower highs dan lower lows masih terbentuk secara konsisten. Jika support $85–$90 gagal bertahan, maka target penurunan berikutnya diperkirakan berada di sekitar $70, yang dianggap sebagai zona demand kuat terakhir.

    Resistance $100 dan $144 Jadi Kunci Pemulihan

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Untuk skenario pemulihan, resistance terdekat berada di sekitar $100. Namun, level yang dinilai paling penting berada di area $144. Analis menyebut bahwa penutupan harga harian di atas $144 akan menjadi sinyal kuat bahwa tren turun berpotensi berakhir dan SOL bisa memasuki fase bullish yang lebih nyata.

    Dengan demikian, meski SOL berhasil memantul 12% dalam waktu singkat, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan. Melemahnya akumulasi investor jangka panjang menjadi faktor risiko utama, sementara indikator oversold membuka peluang terjadinya stabilisasi atau reversal apabila tekanan jual benar-benar mulai mereda.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, rebound cepat tanpa akumulasi volume seringkali rapuh. Trader harus waspada terhadap “bull trap” di mana harga naik sementara untuk menjebak pembeli FOMO sebelum koreksi berlanjut. Konfirmasi butuh penutupan candle harian kuat.

    Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Jebol US$100, Investor Jangka Panjang Mulai Mundur

    Harga Solana (SOL) masih bergerak di bawah tekanan dan bertahan tipis di dekat level psikologis US$100 pada Selasa (3/2/2026). Melemahnya akumulasi dari investor jangka panjang memicu meningkatnya risiko penurunan lanjutan, meski indikator teknikal menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold).

    Tekanan terhadap Solana telah berlangsung cukup lama, bahkan sebelum pelemahan pasar kripto global belakangan ini. Penurunan harga yang berkepanjangan secara bertahap mengikis kepercayaan investor, termasuk pemegang aset berpengaruh yang selama ini berperan menjaga stabilitas harga saat koreksi.

    Data on-chain menunjukkan HODLer Net Position Change Solana mulai menurun, ditandai dengan berkurangnya aktivitas akumulasi dari pemegang jangka panjang. Kelompok investor ini umumnya menjadi penyangga utama harga saat pasar melemah. Perlambatan pembelian mengindikasikan melemahnya keyakinan, meski belum mengarah pada aksi jual agresif.

    Baca juga: Solana Diserbu Pembeli di Area Bawah, Pasar Kini Fokus ke $120

    Pemulihan Harga Solana

    Dilaporkan BeInCrypto, kondisi tersebut berpotensi membatasi upaya pemulihan harga Solana dalam fase jenuh jual. Tanpa dorongan permintaan baru dari investor besar, reli harga cenderung sulit bertahan, terutama jika sentimen pasar kripto secara keseluruhan masih rapuh.

    Analisis HODL Waves juga mencerminkan perubahan perilaku investor. Wallet yang mengakumulasi SOL dalam rentang satu hingga tiga bulan terakhir tercatat turun sekitar 5%, sementara kepemilikan pada kelompok tiga hingga enam bulan meningkat 4,5%. Hal ini menunjukkan sebagian investor masih bertahan meski berada dalam posisi rugi belum terealisasi.

    Namun, ketahanan tersebut dinilai tidak tanpa batas. Dalam sejarah pergerakan harga Solana, fase penurunan yang terlalu lama kerap menguji kesabaran investor. Jika harga kembali melemah, kelompok ini berpotensi mulai melepas kepemilikan, yang dapat menambah tekanan jual dan memperkuat tren bearish.

    Secara teknikal, Solana diperdagangkan di kisaran US$103, masih bertahan di atas area support penting US$100 yang bertepatan dengan level 161,8% Fibonacci Extension. Namun, kegagalan reli sebelumnya membuka peluang penurunan ke area US$95, selaras dengan level Fibonacci 178,6%.

    Indikator Momentum SOL

    Indikator momentum seperti Money Flow Index (MFI) mendekati zona jenuh jual. Secara historis, kondisi ini kerap memicu reli singkat. Meski demikian, pantulan harga tersebut sering kali tidak mampu membalikkan tren utama dan diikuti oleh penurunan lanjutan.

    Dalam jangka pendek, Solana berpeluang bertahan di atas US$100 atau memantul ke area resistensi US$107. Namun, risiko penurunan dinilai masih dominan selama tidak ada peningkatan permintaan yang signifikan.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Skenario bearish baru akan terpatahkan apabila Solana mampu mengubah level US$107 menjadi support yang kuat. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak menuju US$118. Meski demikian, penguatan tersebut membutuhkan arus modal baru dan pemulihan kepercayaan investor, yang sejauh ini belum terlihat secara konsisten.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan keyakinan dari kelompok holder ini meningkatkan risiko downside. Jika support $100 ditembus tanpa adanya permintaan baru, relief rally saat ini bisa berbalik menjadi tren bearish.

    Baca juga: 21Shares Luncurkan ETP Solana JitoSOL bagi Investor Eropa


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com