Tag: sol

  • Solana Meroket, BNB Chain Suntik $100 Juta, Investor Lirik XRP Baru

    Pasar kripto kembali bergerak dinamis dengan kenaikan harga Solana (SOL) yang signifikan, sementara BNB Chain mengumumkan program likuiditas senilai $100 juta untuk mendukung ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Di sisi lain, para investor mulai melirik Remittix (RTX), proyek yang disebut-sebut sebagai “XRP baru.”

    Solana Melonjak, Dorongan dari Ekosistem yang Berkembang

    Solana mencatat lonjakan harga SOL hingga hampir $145, didukung oleh volume transaksi harian yang mencapai $4 triliun. Dengan fitur penyelesaian transaksi yang cepat dan biaya rendah, blockchain ini semakin menarik bagi para pengembang proyek DeFi dan NFT. Meskipun sempat menghadapi kendala teknis, minat pengguna terhadap jaringan ini tetap tinggi.

    Dilaporkan Crypto Daily, analis pasar memperkirakan bahwa reli Solana akan bergantung pada keberlanjutan pertumbuhan ekosistemnya serta adopsi institusional yang masih belum sepenuhnya terkonfirmasi. Jika Solana terus menunjukkan kinerja stabil, ada peluang besar untuk merebut kembali pangsa pasar dari pesaingnya.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 27 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 27 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    BNB Chain Suntikkan Dana $100 Juta untuk Likuiditas

    BNB Chain mengumumkan inisiatif baru dengan mengalokasikan dana sebesar $100 juta guna meningkatkan likuiditas dalam ekosistem DeFi. Langkah ini bertujuan untuk menarik kembali minat pengguna dan memperkuat posisi BNB sebagai jaringan utama di sektor blockchain.

    Meski memiliki keunggulan dalam biaya transaksi yang rendah dan basis pengguna yang besar, keterkaitan BNB Chain dengan sistem terpusat Binance menimbulkan kekhawatiran terkait regulasi. Para pemangku kepentingan menilai bahwa keberhasilan program likuiditas ini akan sangat bergantung pada transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

    Remittix, “XRP Baru” yang Menarik Perhatian Investor

    Remittix (RTX) muncul sebagai proyek baru yang berfokus pada solusi pengiriman uang berbasis blockchain. Dalam fase prapenjualannya, token ini berhasil mengumpulkan dana sebesar $14,1 juta dengan harga $0,0734 per token.

    Proyek ini menargetkan pasar remittance global senilai $190 triliun dengan menawarkan biaya transfer yang lebih rendah dan kecepatan transaksi lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

    Keunggulan Remittix terletak pada solusi PayFi yang memungkinkan pengguna DeFi, pekerja lepas, serta individu tanpa rekening bank untuk melakukan transaksi lintas batas dengan lebih efisien. Para ahli menilai bahwa keberhasilan proyek ini akan ditentukan oleh kemitraan strategis dan kepatuhan terhadap regulasi global.

    Persaingan Ketat dalam Industri Kripto

    Persaingan dalam industri kripto semakin sengit dengan Solana yang menguat, BNB Chain yang memperluas likuiditas, dan Remittix yang menawarkan solusi pengiriman uang yang lebih murah dan cepat. Ketiga proyek ini mencerminkan bagaimana pasar kripto terus berinovasi untuk mempertahankan relevansinya di tengah tren adopsi keuangan terdesentralisasi.

    Meskipun masing-masing proyek memiliki keunggulan, tidak ada jaminan keberhasilan mutlak. Pasar tampaknya lebih condong pada aset kripto yang menawarkan utilitas nyata dan daya tarik pengguna yang stabil. Seiring dengan perkembangan regulasi dan teknologi, tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun yang krusial bagi para pelaku industri kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Melonjak 8% di Tengah Spekulasi Perubahan Tarif Trump

    Harga Solana (SOL) melonjak 8% pada Senin (25/3) seiring dengan meningkatnya harga Bitcoin yang hampir menyentuh angka $90.000. Pergerakan ini terjadi di tengah spekulasi pasar terhadap kebijakan tarif yang akan diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Kebijakan Tarif Trump dan Dampaknya

    Dilaporkan Decrypt, pemerintahan Trump masih berencana untuk menerapkan “tarif timbal balik” terhadap mitra dagang AS dalam sembilan hari ke depan. Namun, laporan dari Bloomberg dan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa beberapa negara serta sektor industri tertentu mungkin akan mendapat pengecualian dari pajak impor yang tinggi.

    Meskipun laporan tersebut sempat meredakan kekhawatiran investor, Trump kembali mengumumkan kebijakan tarif baru pada Senin. Mulai 2 April, negara-negara yang membeli minyak dan gas dari Venezuela akan dikenakan tarif sebesar 25% dalam perdagangan mereka dengan AS. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Trump melalui platform Truth Social, di mana ia menyebut tanggal tersebut sebagai “Hari Pembebasan.”

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 25 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Reaksi Pasar Kripto

    Analis dari firma perdagangan QCP yang berbasis di Singapura menyebutkan bahwa meskipun harga Bitcoin mengalami kenaikan, pergerakan ini mungkin tidak akan bertahan lama. Mereka memperingatkan bahwa kenaikan tarif yang akan datang dapat kembali menekan aset berisiko, termasuk kripto.

    Pada Senin, Bitcoin tercatat naik 4,2% ke level $88.500 menurut CoinGecko, sementara Solana melonjak ke angka $142 dalam 24 jam terakhir. Analis QCP menambahkan bahwa kenaikan Bitcoin saat ini lebih banyak didorong oleh permintaan pasar spot dibandingkan dengan aktivitas leverage di pasar berjangka. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa nilai kontrak berjangka Bitcoin yang beredar mencapai $53 miliar, masih lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

    Optimisme di Pasar Kripto

    Di sisi lain, pasar investasi kripto mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami penurunan selama lima minggu berturut-turut. Greg Magadini, Direktur Derivatif di Amberdata, menjelaskan bahwa pasar yang sangat bullish cenderung mendorong investor untuk meningkatkan posisi mereka melalui instrumen derivatif seperti futures, perpetual contracts, dan opsi. Namun, hal ini dapat membuat pasar lebih rentan terhadap koreksi tajam.

    Selain Solana, beberapa koin meme yang sebelumnya terdampak oleh kebijakan perdagangan Trump juga mulai menunjukkan pemulihan. Fartcoin (FARTCOIN) yang berbasis Solana naik 15% menjadi $0,56, mencapai level tertinggi dalam enam minggu terakhir, menurut CoinGecko. Bahkan koin meme berbasis Solana yang dikaitkan dengan Trump mengalami kenaikan 3% pada Senin, diperdagangkan di angka $11,81.

    Kenaikan harga Solana dan beberapa aset kripto lainnya menunjukkan bahwa meskipun kebijakan tarif AS masih menjadi ancaman bagi pasar, investor tetap optimis dengan prospek jangka panjang industri kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Solana Futures Kini Hadir di Wall Street, Harga SOL Menuju $150?

    Solana semakin mendapatkan perhatian di pasar kripto dengan kehadiran produk ETF Berjangka (Futures ETF) pertamanya di Amerika Serikat.

    Menurut laporan The Coin Republic, peluncuran ini, investor institusional di Wall Street kini memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan eksposur terhadap SOL.

    Volatility Shares Memimpin Inovasi ETF Solana

    Volatility Shares LLC telah meluncurkan Solana Futures ETF, menjadikannya yang pertama di AS. Produk ini dirancang untuk menarik minat investor ritel maupun institusional yang ingin berinvestasi dalam kripto dengan risiko yang lebih terkelola.

    Langkah ini menjadi bagian dari tren yang berkembang di mana semakin banyak investor Wall Street mulai mencari diversifikasi investasi di luar Bitcoin dan Ethereum. Menurut Eric Balchunas, Analis Senior ETF Bloomberg, peluncuran ini merupakan sinyal kuat bahwa pasar semakin terbuka terhadap aset digital alternatif.

    Dua ETF Solana Futures: SOLZ dan SOLT

    Volatility Shares memperkenalkan dua jenis ETF Solana Futures yang akan diperdagangkan dengan kode saham SOLZ dan SOLT:

    • SOLZ: ETF ini melacak kontrak berjangka Solana secara standar.
    • SOLT: Versi leverage yang memberikan eksposur dua kali lipat terhadap pergerakan harga SOL.

    Kedua ETF ini memiliki rasio biaya masing-masing sebesar 0,95% dan 1,85%. CEO Volatility Shares, Justin Young, menyatakan bahwa peluncuran ini bertepatan dengan momentum optimisme terhadap inovasi mata uang kripto di AS. Ia juga menekankan bahwa pemerintahan saat ini tampaknya menyadari pentingnya menjaga posisi AS dalam kepemimpinan teknologi finansial global.

    Coinbase Ikut Memperluas Produk Solana Futures

    Tak hanya Volatility Shares, Coinbase juga telah mengajukan proposal serupa kepada Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) untuk meluncurkan produk Solana Futures. Produk ini dijadwalkan akan mulai diperdagangkan pada 18 Februari 2025 dan dirancang untuk memenuhi permintaan pasar institusional dan ritel.

    Coinbase Derivatives telah menyiapkan berbagai langkah manajemen risiko, termasuk, pengendalian risiko harga, batas posisi maksimal 3.500 kontrak, dan mekanisme penyelesaian harian untuk menjaga stabilitas pasar.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 22 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Reaksi Harga SOL: Menuju $150?

    Berita peluncuran ETF Berjangka Solana langsung berdampak pada harga SOL. Setelah pengumuman, harga SOL melonjak 7,06% ke level $132,68 dengan volume perdagangan mencapai $3,24 miliar setelah kenaikan 27,16% dalam 24 jam.

    Namun, beberapa jam kemudian, harga SOL terkoreksi sebesar 0,69% ke $126,36, dengan volume perdagangan turun lebih dari 37%. Meskipun demikian, investor tetap optimis terhadap tren jangka panjang SOL.

    Analis memperkirakan bahwa level resistensi di $140 bisa segera ditembus, membuka potensi kenaikan hingga $178 dalam jangka pendek. Bahkan, beberapa analis lebih optimis dengan target harga hingga $3.800 dalam skenario bullish ekstrem.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana di Persimpangan: Penembusan atau Koreksi Lebih Dalam?

    Harga Solana (SOL) menghadapi tantangan besar untuk bertahan di atas $130. Dalam sebulan terakhir, SOL turun hingga 36%, mencerminkan tekanan jual yang masih kuat.

    Dilaporkan The Coin Republic, aktivitas paus mulai meningkat, tetapi belum kembali ke level tertingginya, sementara Total Value Locked (TVL) tetap di bawah $7 miliar, menunjukkan kehati-hatian investor dalam ekosistem Solana.

    TVL Solana: Indikator Sentimen Pasar

    Salah satu indikator utama yang mencerminkan sentimen pasar adalah TVL. Menurut data dari DeFiLlama, saat ini TVL Solana berada di angka $6,72 miliar. Sejak 23 Februari, angka ini terus berfluktuasi dan belum mampu menembus kembali level $10 miliar, yang menunjukkan masih terbatasnya arus masuk modal ke sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Puncak tertinggi TVL Solana tahun ini terjadi pada 18 Januari dengan nilai $14,24 miliar, namun setelah itu mengalami tren penurunan stabil, menandakan investor masih berhati-hati.

    Aktivitas Whale Solana

    Di sisi lain, data on-chain dari Glassnode menunjukkan bahwa jumlah paus Solana—alamat yang memiliki setidaknya 10.000 SOL—mengalami sedikit peningkatan. Dalam dua hari terakhir, jumlahnya bertambah dari 5.008 menjadi 5.031, tetapi masih di bawah level tertinggi pada 3 Maret lalu yang mencapai 5.053.

    Meskipun ini menunjukkan adanya minat akumulasi, tren yang tidak konsisten membuat gambaran pasar tetap tidak pasti. Jika jumlah paus terus bertambah secara signifikan, ini bisa menjadi sinyal bullish bagi SOL.

    Prospek Pergerakan Harga Solana

    Saat ini, SOL bergerak dalam kisaran yang cukup sempit dengan support utama di $120,76 dan resistensi di $131. Jika SOL tidak mampu bertahan di atas support ini, ada risiko penurunan lebih lanjut hingga $112. Sebaliknya, jika mampu menembus $131, harga berpotensi melanjutkan kenaikan hingga $152,90, dengan target berikutnya di $179,85 jika momentum bullish semakin kuat.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan harga Solana akan sangat dipengaruhi oleh tren pasar yang lebih luas dan sentimen investor. Dengan TVL yang masih berjuang untuk mendapatkan kembali kekuatannya serta akumulasi paus yang belum mencapai level puncak sebelumnya, pasar masih berada dalam fase transisi.

    Para trader dan investor perlu memantau level support dan resistensi dengan cermat untuk mengantisipasi arah pergerakan berikutnya. Apakah SOL mampu keluar dari kisaran ini atau justru akan mengalami koreksi lebih dalam? Jawabannya akan segera terungkap dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Berjangka Solana Diluncurkan, Membuka Peluang ETF Spot

    Peluncuran ETF berjangka Solana oleh Volatility Shares menjadi momen penting bagi industri kripto. Dengan mulai diperdagangkannya ETF ini besok, langkah menuju ETF spot Solana semakin nyata.

    Dilaporkan Cryptobriefing, setelah mendapatkan persetujuan pencatatan dari Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) pada Februari lalu, Volatility Shares akhirnya siap meluncurkan dua produk ETF berjangka Solana:

    • Volatility Shares Solana ETF (SOLZ), yang melacak kontrak berjangka Solana.
    • Volatility Shares 2X Solana ETF (SOLT), yang menawarkan eksposur leverage dua kali lipat.

    Kedua ETF ini memiliki rasio biaya masing-masing 0,95% dan 1,85%.

    Meningkatnya Optimisme Pasar

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Peluncuran ETF ini mengikuti pola yang sebelumnya terjadi pada Bitcoin dan Ether, di mana ETF berjangka lebih dulu mendapatkan persetujuan sebelum ETF spot. Ini semakin memperkuat spekulasi bahwa ETF spot Solana juga akan segera menyusul.

    Menurut analis dari Bloomberg Intelligence, ada peluang sebesar 75% bahwa ETF spot Solana akan disetujui oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada tahun ini.

    “Peluncuran kami datang di tengah optimisme baru terhadap inovasi kripto di AS,” ujar Justin Young, CEO Volatility Shares.

    Dampak Terhadap Solana

    Solana sendiri telah mengalami perjalanan yang penuh tantangan. Setelah sempat terpuruk akibat runtuhnya FTX pada 2022, kini aset dengan nilai pasar sekitar $67 miliar ini mulai kembali menarik perhatian investor. Meskipun begitu, harga SOL masih mengalami penurunan sekitar 30% sepanjang tahun ini dan saat ini diperdagangkan di kisaran $130.

    Beberapa manajer aset besar seperti Franklin Templeton, Grayscale, VanEck, 21Shares, Bitwise, dan Canary juga telah mengajukan permohonan untuk ETF spot Solana. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat institusional terhadap aset kripto ini.

    Peluncuran ETF berjangka Solana adalah langkah besar dalam ekosistem investasi kripto. Jika tren yang terjadi pada Bitcoin dan Ether berulang, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita akan melihat ETF spot Solana resmi disetujui, membuka lebih banyak peluang bagi investor dan memperkuat legitimasi Solana di pasar keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Raydium Basisi Solana Siapkan Saingan Pump.fun Ramaikan Memecoin

    Bursa terdesentralisasi berbasis Solana, Raydium, tengah menyiapkan langkah besar untuk bersaing dengan Pump.fun, platform yang tengah naik daun di dunia memecoin.

    Dilaporkan The Block, langkah ini datang setelah Pump.fun diketahui sedang mengembangkan pembuat pasar otomatis (AMM) sendiri, yang berpotensi menggantikan peran Raydium dalam ekosistemnya.

    Persaingan Baru di Dunia Memecoin

    Raydium berencana meluncurkan platform baru bernama “LaunchLab,” yang pada dasarnya adalah versi kompetitif dari Pump.fun dengan beberapa fitur tambahan.

    Seperti Pump.fun, LaunchLab akan menggunakan kurva ikatan logaritmik, tetapi dengan keunggulan tambahan, yaitu memungkinkan UI pihak ketiga untuk menetapkan biaya dan memberikan akses langsung ke kumpulan likuiditas Raydium. Proyek ini dikabarkan telah dikembangkan selama beberapa bulan.

    Keputusan Raydium untuk menciptakan pesaing ini cukup strategis, mengingat lebih dari 35% pendapatannya berasal dari transaksi yang dilakukan melalui Pump.fun.

    Sejak awal 2024, Pump.fun telah menjadi platform favorit bagi para trader dan kreator token karena memungkinkan siapa saja untuk membuat memecoin dengan mudah. Popularitas ini membuat Pump.fun mampu menarik kapitalisasi pasar yang signifikan bagi token-token yang dibuat di sana.

    Raydium Tetap Unggul di DeFi

    Sebagai salah satu bursa terdesentralisasi terbesar di ekosistem Solana, Raydium mencatat pendapatan luar biasa dari layanan swap-nya.

    Pada tahun 2024 saja, Raydium berhasil menghasilkan sekitar $154 juta dari transaksi swap dan kini memiliki pendapatan harian mendekati $1 juta. Keberhasilan ini membuat Raydium menjadi salah satu platform kunci dalam dunia DeFi.

    Namun, dengan semakin berkembangnya Pump.fun dan rencananya untuk meluncurkan token asli, Raydium tampaknya ingin memastikan posisinya tetap dominan dengan menghadirkan LaunchLab sebagai alternatif yang lebih menarik bagi komunitas memecoin.

    Dampak terhadap Ekosistem Solana

    Dengan persaingan yang semakin ketat antara Raydium dan Pump.fun, ekosistem Solana kemungkinan akan semakin dinamis. Jika LaunchLab berhasil menarik minat pengguna, Raydium dapat mempertahankan dominasinya dalam perdagangan token berbasis Solana. Di sisi lain, jika Pump.fun tetap unggul dengan inovasinya, maka pengguna akan memiliki lebih banyak pilihan dalam menciptakan dan memperdagangkan token di jaringan Solana.

    Sementara itu, token asli Raydium (RAY) mengalami kenaikan lebih dari 5% dan kini diperdagangkan di sekitar $1,67. Ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif strategi baru yang diambil Raydium dalam menghadapi persaingan dengan Pump.fun.

    Dengan perkembangan ini, para penggemar crypto dan DeFi akan terus memantau bagaimana persaingan ini berkembang dan bagaimana inovasi dari kedua platform akan membentuk masa depan perdagangan memecoin di blockchain Solana.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sempat ke $8, Berapa Keuntungan DCA Solana Rp500.000 dari 2021

    Tahun 2021 merupakan masa paling indah bagi para investor kripto, banyak aset kripto yang mengalami kenaikan tinggi dalam waktu singkat khususnya altcoin.

    Solana menjadi salah satu aset kripto yang mencatatkan performa tinggi di 2021 dengan mencapai harga tertinggi di angka $248. 

    Namun, semua berubah ketika pasar mulai memasuki bear market, koreksi aset kripto khususnya altcoin termasuk Solana menjadi hal yang sangat menakutkan. Bahkan dari harga tertinggi Solana di $248 saat melalui fase bear market, Solana sempat menyentuh $8 di bulan Desember 2022.

    Ini berarti koreksi yang terjadi adalah sekitar 96% dari ATH ke bottom, tentu bagi para investor yang membeli aset kripto Solana ini akan sangat mengecewakan.

    Apa jadinya jika kamu membeli Solana di sekitar cycle top 2021 yakni sekitar bulan September dimana Solana sedang menuju pada harga tertingginya dan terus melakukan akumulasi meskipun saat bear market sampai tahun 2025 ini? Kira-kira apakah akan menguntungkan?

    Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

    Keuntungan DCA Solana Rp500.000 dari Top 2021

    Pada simulasi ini, diasumsikan kamu FOMO dan membeli Solana (SOL) pada bulan September 2021 dimana saat itu harga Solana sedang berada di angka $148 dan sedang bergerak menuju top di  $248. Saat mencapai top, kamu tidak menjual dan akhirnya mengalami round trip hingga bear market. 

    Setelah itu kamu memutuskan untuk melakukan dollar cost averaging (DCA) atau pembelian berkala sepanjang bear market hingga 2025, dengan pembelian bulanan di Rp500.000 atau senilai $30.

    Ilustrasi grafik dari data: getnimbus.io

    Setelah dilakukan simulasi, total investasi yang kamu keluarkan sepanjang September 2021 sampai dengan Maret 2025 adalah senilai $1,260 atau senilai Rp20,733,300 dengan total investasi 42x pembelian.

    Harga rata-rata Solana yang kamu dapatkan dari dollar cost averaging secara konsisten dari September 2021 adalah $43.54 per satu koin Solana, dengan total keuntungan mencapai 185.57% atau senilai $2,338.40. Menjadikan total investasi dari Rp20,733,300 ($1,260 ) ke $3,598 atau senilai Rp59,211,000.

    Selama kamu melakukan dollar cost averaging, return paling tinggi yang bisa kamu dapatkan adalah pada saat Solana menembus ATH tertingginya di Januari 2025. Dengan total return yang bisa kamu dapatkan sebesar 432.36%. dan total investasi menjadi $6,707 atau Rp110,373,000.

    Data ini di dapat dari simulasi pembelian secara berkala dengan menggunakan harga penutupan perbulannya dari investing.com.

    Kesimpulan: Metode DCA Terhitung Ampuh Diterapkan di Solana

    Dari data simulasi di atas, melakukan dollar cost averaging aset kripto Solana meskipun dari top cycle 2021, terhitung ampuh untuk memberikan harga pembelian rata-rata yang lebih rendah.

    Bahkan jika kamu konsisten terus melakukan DCA sampai dengan awal tahun 2025, keuntungan yang bisa di dapat mencapai 432.36%.

    Simulasi ini menjadi salah satu bukti bahwa dollar cost averaging merupakan salah satu strategi investasi yang tepat untuk melawan volatilitas, terbukti dengan Solana yang sempat mencapai penurunan 98% ke harga paling rendahnya $8 jika tetap konsisten melakukan DCA kamu bisa mencapai profit.

    Meskipun begitu, perlu diingat bahwa keberhasilan investasi terutama strategi dollar cost averaging (DCA) memerlukan target yang jelas, konsistensi, kesabaran, dan manajemen risiko yang baik.

    Tertarik untuk melakukan dollar cost averaging aset kripto Solana? Simak cara mudahnya di bawah ini!

    Bagaimana Cara Melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) Solana (SOL)?

    Cara untuk melakukan pembelian Solana (SOL) dengan Dollar Cost Averaging (DCA) cukup mudah.

    1. Masuk ke menu “DCA”
    2. Pilih token/koin yang ingin dibeli secara berkala, lalu tekan “Pratinjau Paket”.
    3. Isi nominal jumlah mata uang yang diinginkan untuk membeli token/koin. Minimal pembelian Rp 20.000.
    4. Atur pembelian berkala harian, mingguan dan pilihan lainnya. Jika sudah selesai, tekan “Berikutnya”.
    5. Setelah sudah dipastikan benar, tekan “Checklist” pada bagian persetujuan dan pilih “Berikutnya” untuk menyimpan pembelian berkala kamu.

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Rayakan Ulang Tahun ke-5, Bisa Terjadi Lonjakan Harga?

    Solana baru saja merayakan ulang tahunnya yang kelima dengan fenomena yang mencuri perhatian—volatilitas ekstrem pada USDT yang berjalan di jaringan blockchain-nya.

    Dilaporkan BeInCrypto, studi terbaru dari platform solusi pembayaran Web3, Mercuryo, mengungkap bahwa aktivitas perdagangan USDT di Solana mengalami fluktuasi tajam, mencerminkan minat spekulatif yang sangat tinggi terhadap jaringan ini.

    Volatilitas USDT Solana: Apa yang Terjadi?

    Solana, yang kini menjadi salah satu blockchain terbesar di dunia, terus menarik minat pedagang kripto. Blok genesisnya pertama kali ditambang pada 16 Maret 2020, dan dalam perayaan tonggak sejarah ini, Mercuryo melakukan penelitian mendalam mengenai volatilitas transaksi di jaringan tersebut.

    Menurut laporan Mercuryo, volatilitas USDT di Solana telah mencapai tingkat “ekstrem” sepanjang tahun 2025. Greg Waisman, Co-founder dan COO Mercuryo, menyatakan bahwa peningkatan besar dalam aktivitas perdagangan USDT di Solana mencerminkan ledakan minat terhadap peluang spekulasi yang tersedia di ekosistem ini.

    “Kami telah melihat tingkat aktivitas perdagangan yang luar biasa dalam jaringan Solana selama 12 bulan terakhir, dan ulang tahunnya yang kelima semakin menggarisbawahi daya tariknya bagi para pedagang kripto di seluruh dunia,” ungkap Waisman.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 18 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Lonjakan Perdagangan USDT: Naik-Turun yang Tajam

    Dalam dua bulan pertama tahun 2025 saja, volatilitas USDT Solana mengalami lima kali lonjakan signifikan. Volume perdagangan harian token ini berfluktuasi dengan dramatis, terdiri dari tiga lonjakan besar dan dua penurunan yang relatif lebih kecil.

    • Pada 13 Januari 2025, volume perdagangan USDT melonjak sebesar 100%.
    • Seminggu kemudian, aktivitas ini anjlok hingga 63%.
    • Pada 27 Januari, volume kembali melesat hingga 129%.

    Meskipun dua kali mengalami penurunan sebesar 60% – 70%, lonjakan berikutnya mencapai angka 100% hingga 137%, mencerminkan pergerakan modal yang belum pernah terjadi sebelumnya di jaringan blockchain mana pun.

    Ledakan Koin Meme dan Pengaruhnya terhadap Solana

    Salah satu faktor utama yang mendorong volatilitas ekstrem ini adalah ledakan popularitas koin meme di ekosistem Solana. Mercuryo menyoroti bahwa platform seperti Pump.fun telah memicu peningkatan minat perdagangan yang luar biasa, bahkan dalam beberapa kesempatan berhasil melampaui volume perdagangan Ethereum.

    Selama lima tahun terakhir, jaringan Solana telah memproses lebih dari 408 miliar transaksi dan menangani nilai hampir $1 triliun di bursa terdesentralisasi. Meski pertumbuhannya cukup stabil sejak 2023, volatilitas arus masuk modal tetap menjadi tantangan tersendiri.

    Apa Artinya bagi Masa Depan Solana?

    Fluktuasi harga Solana dan volume perdagangan yang sangat tinggi ini menunjukkan bahwa Solana masih menjadi pusat perhatian dalam dunia kripto.

    Meskipun volatilitas ini membawa risiko, ia juga mencerminkan minat dan likuiditas yang tinggi di jaringan ini. Dengan pertumbuhan yang pesat dalam lima tahun terakhir, Solana tampaknya siap untuk terus berkembang dan memainkan peran yang lebih besar dalam ekosistem kripto global.

    Seiring dengan meningkatnya daya tariknya di kalangan pedagang dan investor, akan menarik untuk melihat bagaimana Solana akan menghadapi tantangan volatilitas ini dan apakah ia dapat terus mempertahankan momentumnya di masa mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Rayakan Ulang Tahun ke-5: Potensi Harga SOL ke Depan?

    Solana, salah satu blockchain terbesar di dunia, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-5 pada Minggu lalu.

    Dilaporkan The Block, sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keenam, Solana telah mengalami banyak perkembangan signifikan selama perjalanannya. Namun, di tengah perayaan ini, aktivitas jaringan justru mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

    Penurunan Aktivitas di Jaringan Solana

    Sejak mencapai puncak jumlah alamat aktif pada November lalu, aktivitas pengguna di jaringan Solana terus mengalami penurunan setiap bulannya.

    Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap hal ini adalah menurunnya popularitas Pump.fun, platform peluncuran memecoin yang sempat mengalami lonjakan pertumbuhan luar biasa sejak debutnya pada Mei 2024.

    Pump.fun, yang pernah mencapai pendapatan kumulatif sebesar $100 juta hanya dalam 217 hari, kini mengalami kemerosotan akibat beberapa skandal memecoin yang mengguncang dunia kripto.

    Salah satunya bahkan melibatkan Presiden Argentina, yang berujung pada seruan pemakzulan. Akibatnya, jumlah token yang berhasil lolos ke Raydium dari platform ini mencapai titik terendah pada hari Sabtu, hanya 0,66%.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 17 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kebangkitan Harga SOL dan Tantangan Masa Lalu

    Meski aktivitas pengguna menurun, harga SOL—token asli Solana—justru mengalami pemulihan besar. Setelah anjlok di bawah $10 akibat runtuhnya bursa kripto FTX pada November 2022, harga SOL kembali naik dan sempat menyentuh level tertinggi tahun 2022 sebelum kembali stabil di sekitar $127.

    Salah satu pendiri Solana, Raj Gokal, menyebut kejatuhan FTX sebagai “momen krusial” bagi Solana. Meski sempat mengalami tekanan besar, blockchain ini berhasil bertahan dan terus berinovasi untuk meningkatkan daya saingnya di industri kripto.

    Firedancer: Masa Depan Cerah untuk Solana

    Salah satu inovasi yang sangat dinantikan dari Solana adalah peluncuran klien Firedancer dari Jump Crypto. Klien ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi jaringan dengan mempercepat pemrosesan transaksi serta meningkatkan ketahanan terhadap ancaman dan gangguan.

    Saat ini, Firedancer masih dalam tahap uji coba dan diperkirakan akan dirilis secara penuh tahun ini. Dengan peningkatan ini, Solana menargetkan untuk mencapai kecepatan hingga 1 juta transaksi per detik (TPS), menjadikannya salah satu blockchain tercepat di dunia.

    Potensi Masuk ETF dan Prospek Masa Depan

    Selain inovasi teknologinya, Solana juga berpotensi masuk dalam Exchange-Traded Fund (ETF) pada tahun 2024.

    Beberapa manajer aset telah mengajukan proposal untuk memasukkan SOL ke dalam dana investasi mereka. Jika disetujui, ini akan menjadi langkah besar dalam meningkatkan adopsi Solana di pasar keuangan tradisional.

    Meskipun mengalami pasang surut, Solana tetap menunjukkan daya tahannya di industri kripto. Dengan inovasi seperti Firedancer dan kemungkinan masuk ETF, masa depan blockchain ini tampak semakin menjanjikan. Kini, para investor dan komunitas Solana menantikan perkembangan lebih lanjut yang akan menentukan arah pertumbuhan jaringan ini dalam beberapa tahun ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aktivitas Jaringan Solana Anjlok, Apa Dampaknya?

    Dalam beberapa minggu terakhir, ekosistem Solana mengalami penurunan aktivitas yang signifikan.

    Penurunan ini tidak hanya berdampak pada keterlibatan pengguna, tetapi juga mengakibatkan total nilai terkunci (TVL) anjlok ke level terendah sejak awal tahun. Hal ini memunculkan kekhawatiran mengenai kepercayaan investor terhadap jaringan dan potensi penurunan harga SOL lebih lanjut.

    Pengguna Aktif Solana Turun 35%

    Dilaporkan BeInCrypto, berdasarkan data dari Artemis, jumlah alamat harian yang menyelesaikan setidaknya satu transaksi di jaringan Solana telah turun hingga 35% dalam 30 hari terakhir. Saat ini, hanya sekitar 4,08 juta alamat yang aktif di blockchain Layer-1 tersebut.

    Penurunan jumlah alamat aktif harian ini menjadi indikator utama melemahnya adopsi Solana. Banyak pengguna yang tampaknya mulai beralih ke blockchain lain yang menawarkan pengalaman lebih menarik atau biaya transaksi lebih rendah. Selain itu, rendahnya keterlibatan ini berdampak langsung pada jumlah transaksi harian, yang juga mengalami penurunan sebesar 18% dalam periode yang sama.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak pada DeFi dan TVL Solana

    Minimnya partisipasi pengguna menyebabkan likuiditas di berbagai protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) berbasis Solana semakin berkurang. Hal ini tercermin dari anjloknya total nilai terkunci (TVL) di jaringan, yang kini berada di angka $6,69 miliar, level terendah sejak awal tahun.

    TVL yang terus menurun menunjukkan rendahnya kepercayaan investor terhadap ekosistem Solana. Banyak pengguna yang memilih menarik dananya dari berbagai protokol DeFi, menyebabkan likuiditas semakin menipis. Dalam jangka panjang, tren ini dapat memberikan tekanan lebih besar terhadap harga SOL jika tidak ada pemulihan signifikan dalam waktu dekat.

    Ancaman Penurunan Harga SOL

    Seiring dengan melemahnya permintaan dan keterlibatan jaringan yang menurun, harga SOL juga mengalami tekanan besar. Dalam 30 hari terakhir, harga SOL telah turun sekitar 35%, dengan nilai perdagangan saat ini di sekitar $124,86.

    Berdasarkan analisis teknikal, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) SOL berada pada angka 36,91—menunjukkan dominasi aksi jual di pasar. Jika tekanan jual terus berlanjut, harga SOL berpotensi turun ke level support utama di $120,72. Jika level ini gagal bertahan, SOL bisa jatuh lebih dalam hingga ke $108,43.

    Namun, jika sentimen pasar berubah menjadi lebih bullish, ada kemungkinan SOL bisa mengalami pemulihan dan naik kembali ke level $136,62.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com