Tag: solana

  • Solana Diserbu Pembeli di Area Bawah, Pasar Kini Fokus ke $120

    Harga Solana (SOL) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan jual tajam dalam sepekan terakhir. Meski masih turun sekitar 15,5% secara mingguan, data pasar mengindikasikan masuknya kembali dana besar di area support krusial, membuka peluang lanjutan reli jika satu level kunci berhasil ditembus.

    Penurunan harga SOL memuncak pada periode 31 Januari hingga 1 Februari, seiring aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Pada titik terendahnya, Solana menyentuh level $95,87 sebelum akhirnya menemukan pijakan. Sejak saat itu, harga rebound hampir 8% dan diperdagangkan di kisaran $103.

    Pemulihan ini tidak hanya menghapus sebagian besar kerugian harian, tetapi juga didukung oleh membaiknya aliran modal dan stabilnya perilaku investor jangka panjang. Namun, arah pergerakan selanjutnya masih bergantung pada kemampuan SOL menembus satu level krusial: $120.

    Dana Besar Terlihat Bertahan di Area Support

    Secara teknikal, pelemahan Solana mengikuti pola head and shoulders pada grafik harian yang terbentuk di akhir Januari. Target penurunan dari pola ini mengarah ke zona $95–$96, yang akhirnya tercapai hampir sempurna di level $95,87.

    Setelah menyentuh area tersebut, tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali masuk. Hal ini tercermin dari indikator Chaikin Money Flow (CMF), yang mengukur arus modal berdasarkan harga dan volume perdagangan.

    Dalam periode 27 Januari hingga 3 Februari, harga SOL cenderung turun, namun CMF justru bergerak naik. Kondisi ini dikenal sebagai bullish divergence, yang menandakan bahwa meskipun harga melemah, arus modal tetap masuk ke pasar. Fenomena ini jarang terjadi saat koreksi tajam dan mengindikasikan akumulasi oleh investor bermodal besar.

    Dilaporkan BeInCrypto, CMF saat ini bergerak mendekati garis nol. Jika berhasil menembus ke atas, hal tersebut akan memperkuat sinyal bahwa tekanan beli mulai mendominasi pasar.

    Investor Jangka Panjang Tetap Tenang, Trader Jangka Pendek Meningkat

    Dari sisi perilaku investor, data liveliness menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang tidak melakukan aksi jual panik. Liveliness yang mengukur seberapa sering koin lama berpindah tangan justru cenderung menurun dalam sebulan terakhir, termasuk saat harga jatuh dari $127 ke bawah $100.

    Hal ini mengindikasikan bahwa investor jangka panjang masih melihat koreksi ini sebagai bersifat sementara, bukan perubahan tren struktural.

    Namun, data HODL Waves menunjukkan peningkatan aktivitas dari investor jangka pendek. Kepemilikan kelompok 1 hari hingga 1 minggu naik dari 4,38% menjadi 5,26% sejak akhir Desember hingga awal Februari. Kelompok ini umumnya bersifat spekulatif dan berpotensi meningkatkan volatilitas karena cenderung cepat mengambil keuntungan saat harga memantul.

    Baca juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

    Level $120 Jadi Ujian Utama

    Dari sisi teknikal, zona support terpenting Solana saat ini berada di $95,87–$96,88. Selama harga bertahan di atas area ini, struktur pemulihan masih valid. Jika ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju $77 terbuka lebar.

    Di sisi atas, resistance jangka pendek berada di sekitar $103,60, yang saat ini sedang diuji. Namun, fokus utama pelaku pasar tertuju pada level $120,88.

    Level ini dinilai krusial karena menjadi titik breakdown utama pada 29 Januari, berdekatan dengan EMA 20-hari, serta sebelumnya memicu reli sekitar 17% ketika berhasil direbut kembali. Penutupan harian di atas $120,88 berpotensi mengonfirmasi berakhirnya fase koreksi dan menggeser momentum kembali ke pihak pembeli.

    Jika level tersebut berhasil dilewati, target kenaikan berikutnya berada di sekitar $128, dengan peluang lanjutan menuju $148. Meski demikian, skenario positif ini sangat bergantung pada keberlanjutan arus modal masuk dan dominasi investor jangka panjang di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, zona $95-$96 terbukti menjadi area permintaan kuat bagi smart money. Kunci pemulihan selanjutnya terletak pada kemampuan SOL menembus resisten $120 untuk konfirmasi reli berkelanjutan.

    Selama trader jangka pendek masih mendominasi volume, reli Solana berpotensi tertahan sebelum mencapai target-target tersebut.

    Baca juga: 21Shares Luncurkan ETP Solana JitoSOL bagi Investor Eropa


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arcium Resmi Debutkan Mainnet Alpha di Solana

    Proyek privasi blockchain Arcium resmi meluncurkan Mainnet Alpha di jaringan Solana, menandai transisi penting dari fase testnet menuju penggunaan langsung di infrastruktur publik.

    Peluncuran ini menghadirkan komputasi terenkripsi (encrypted computation) ke ekosistem Solana, sebuah terobosan yang membuka jalan bagi aplikasi keuangan dan data yang mengutamakan kerahasiaan tingkat institusional.

    Bersamaan dengan Mainnet Alpha, Umbra diperkenalkan sebagai aplikasi pertama yang berjalan di atas Arcium, berfungsi sebagai shielded finance layer, lapisan keuangan privat yang memungkinkan transaksi dan aktivitas finansial berlangsung secara tersembunyi namun tetap terverifikasi di blockchain.

    Baca Juga: Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

    Apa Itu Arcium dan Mengapa Penting?

    Arcium adalah protokol yang dirancang untuk memungkinkan privacy-preserving computation, yaitu pemrosesan data secara terenkripsi tanpa harus membuka isi data tersebut ke publik.

    Berbeda dengan privasi berbasis mixer atau zero-knowledge yang umumnya fokus pada transaksi, The Block menyebut bahwa Arcium menargetkan lapisan komputasi, termasuk data keuangan, logika aplikasi, dan eksekusi kontrak.

    Dengan memilih Solana sebagai fondasi infrastrukturnya, Arcium memanfaatkan throughput tinggi, biaya rendah, dan latensi cepat: kombinasi yang ideal untuk aplikasi privasi skala besar yang menuntut performa tinggi.

    Mainnet Alpha menjadi bukti awal bahwa komputasi terenkripsi tidak lagi sebatas eksperimen laboratorium, tetapi mulai siap diuji dalam lingkungan produksi.

    Umbra: Debut Lapisan Keuangan Privat di Solana

    Sebagai aplikasi perdana, Umbra berperan sebagai lapisan keuangan terlindung (shielded finance) di atas Arcium.

    Umbra memungkinkan pengguna, termasuk institusi, melakukan aktivitas finansial tanpa mengekspos detail transaksi, posisi, atau strategi ke jaringan publik.

    Fungsi ini menjadi krusial bagi entitas seperti dana institusional, market maker, dan korporasi yang selama ini enggan masuk ke DeFi karena keterbukaan data blockchain yang ekstrem.

    Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sebagai fondasi desain baru di ekosistem Solana.

    “Peluncuran ini membuka ruang desain baru untuk aplikasi privasi di Solana. Ini langkah awal menuju pasar modal terenkripsi yang menarik bagi institusi yang membutuhkan kerahasiaan data transaksi,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dampak Strategis bagi Ekosistem Solana

    Selama ini, Solana dikenal unggul dari sisi performa, namun relatif tertinggal dalam narasi privasi dibanding jaringan lain.

    Kehadiran Arcium dan Umbra berpotensi mengisi celah tersebut dengan menghadirkan privacy-by-design tanpa mengorbankan kecepatan.

    Beberapa potensi dampak utama bagi Solana antara lain:

    • Meningkatkan daya tarik institusional, terutama untuk use case perdagangan besar dan manajemen aset
    • Diversifikasi aplikasi DeFi, dari yang transparan menuju opsi privat
    • Memperluas use case non-keuangan, seperti data AI, identitas, dan komputasi sensitif

    Jika adopsi berjalan sesuai rencana, Arcium dapat menjadi salah satu lapisan middleware penting di ekosistem Solana.

    Tantangan dan Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski menjanjikan, Mainnet Alpha masih berada pada tahap awal. Artinya, stabilitas jaringan, keamanan kriptografi, dan pengalaman pengguna masih akan diuji secara ketat.

    Selain itu, isu regulasi privasi tetap menjadi bayangan besar. Aplikasi shielded finance kerap berada di area abu-abu kebijakan, terutama di yurisdiksi yang sensitif terhadap anonimitas transaksi.

    Oleh karena itu, keberhasilan Arcium tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada bagaimana protokol ini memposisikan diri sebagai solusi privacy-preserving, bukan privacy-evasion.

    Implikasi Pasar dan Proyeksi Jangka Menengah

    Dari perspektif pasar kripto, peluncuran Mainnet Alpha cenderung menjadi katalis naratif, bukan langsung katalis harga jangka pendek.

    Namun, keberhasilan demonstrasi teknologi dan onboarding institusi dapat mendorong minat investor terhadap sektor encrypted finance dan privacy infrastructure.

    Tren ini juga selaras dengan meningkatnya kebutuhan privasi data di era AI dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

    Baca Juga: Filecoin Resmi Luncurkan Onchain Cloud di Mainnet, Harga Akan Naik?

    Peluncuran Arcium Mainnet Alpha di Solana, dengan Umbra sebagai aplikasi perdana, menandai langkah awal menuju pasar keuangan terenkripsi di blockchain berperforma tinggi.

    Inisiatif ini memperluas batas desain aplikasi Web3, dari transparansi penuh menuju privasi yang terverifikasi.

    Meski masih dalam tahap awal, Arcium berpotensi menjadi fondasi penting bagi adopsi institusional di Solana, terutama bagi pelaku pasar yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan, keamanan, dan kerahasiaan data.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jupiter Integrasikan Polymarket ke Solana, Investasi Strategis $35 Juta

    Jupiter, salah satu agregator pertukaran terdesentralisasi (DEX) terbesar di jaringan Solana, telah mengambil langkah strategis penting dalam evolusi sektor DeFi.

    Sebagaimana dikutip dari Coindesk pada Senin (2/2), Platform ini resmi mengintegrasikan Polymarket ke dalam aplikasinya di Solana, sekaligus mengumumkan investasi strategis senilai $35 juta dari ParaFi Capital.

    Langkah ini berpotensi memperluas penggunaan Jupiter dari sekadar tempat swap token menjadi pusat ekosistem keuangan dan prediksi on-chain.

    Baca Juga: Solana dan Jupiter: Kripto Menarik Perhatian Investor

    Jupiter + Polymarket: Prediction Market Native di Solana

    Integrasi Polymarket merupakan sebuah pergeseran besar bagi Jupiter dan ekosistem Solana secara keseluruhan. Kini, pengguna dapat mengakses fitur pasar prediksi secara langsung dari aplikasi Jupiter, tanpa harus keluar dari platform.

    Fitur ini menggabungkan kedalaman likuiditas Polymarket dengan skalabilitas tinggi dan biaya rendah infrastruktur Solana, memperkenalkan cara baru bagi pengguna DeFi untuk berspekulasi pada hasil peristiwa dunia nyata, mulai dari politik dan ekonomi hingga olahraga dan parameter makro.

    Prediksi pasar merupakan mekanisme finansial di mana trader memperdagangkan kontrak yang mencerminkan probabilitas suatu hasil.

    Dengan integrasi natif ini, pasar prediksi tidak lagi menjadi domain situs terpisah; melainkan terbangun sebagai bagian tak terpisahkan dari pengalaman Jupiter, memadukan prediksi pasar dengan fitur swap, likuiditas, dan layanan keuangan lainnya.

    Solana menjadi tempat ideal bagi pengembangan ini karena throughput tinggi dan biaya transaksi rendah, memungkinkan volume aktif dan perdagangan frekuensi tinggi dengan efisiensi yang tidak selalu tersedia di jaringan lain.

    “Langkah ini memperkuat posisi Jupiter sebagai ‘Super App’ DeFi di Solana. Dukungan modal besar dari ParaFi dan ekspansi ke sektor Prediction Market memberikan katalis fundamental kuat bagi token JUP,” kata Tim Research Tokocrypto menanggapi langkah Jupiter tersebut.

    Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Jupiter (JUP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Investasi $35 Juta dari ParaFi Capital

    Selain ekspansi produk, Jupiter juga berhasil mengamankan investasi strategis sebesar USD 35 juta dari ParaFi Capital, sebuah dana aset digital yang dikenal sebagai pendukung infrastruktur DeFi jangka panjang.

    Pendanaan ini menunjukkan kepercayaan besar investor terhadap roadmap Jupiter dan perannya dalam lanskap Solana DeFi.

    Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur inti, termasuk alat likuiditas lanjutan, kontrol risiko, dan layanan keuangan on-chain lain yang dapat menarik basis pengguna lebih luas, baik trader ritel maupun institusional.

    Integrasi Polymarket menjadi salah satu penggunaannya, tetapi visi jangka panjangnya menempatkan Jupiter sebagai super-app DeFi yang menyediakan lebih dari sekadar agregasi swap.

    Menurut berita terkait, Jupiter seringkali memproses bagian besar volume DEX di Solana, bahkan menyumbang mayoritas swap organik pada beberapa periode, yang membuatnya menjadi elemen kunci dalam kesehatan ekosistem Solana DeFi.

    Dampak terhadap DeFi dan Prediksi Pasar

    Integrasi pasar prediksi di dalam DEX menunjukkan evolusi DeFi menjadi ruang yang lebih serbaguna. Pengguna sekarang dapat memanfaatkan:

    • Likuiditas pasar prediksi langsung dalam platform swap,
    • Prediksi hasil peristiwa global sebagai bagian dari strategi investasi yang lebih luas,
    • Potensi yield dan komposabilitas DeFi lewat token prediksi yang diperdagangkan on-chain.

    Langkah ini juga mencerminkan tren pertumbuhan penggunaan prediksi pasar dalam ekosistem kripto, sebuah segmen yang sejak 2025 telah mencatat volume perdagangan mingguan lebih dari $2 miliar di berbagai platform, terutama oleh Polymarket dan Kalshi yang aktif di ruang ini.

    Tantangan & Potensi

    Meskipun laga pengembangan menarik, Jupiter masih menghadapi sejumlah tantangan.

    Sebuah laporan lain menyebut adanya kritik komunitas terkait persyaratan keamanan untuk klaim reward dan perubahan kebijakan airdrop, yang mempengaruhi sentimen jangka pendek terhadap token JUP.

    Namun, integrasi Polymarket dan dukungan modal dari ParaFi menunjukkan bahwa Jupiter tidak hanya bertahan di tengah tantangan, tetapi sedang memperluas posisinya sebagai infrastruktur keuangan terdepan di Solana.

    Baca Juga: JupUSD Go Live di Solana: Stablecoin Baru Hasil Duet Jupiter-Ethena

    Integrasi Polymarket ke platform Jupiter bersama investasi strategis $35 juta bukan hanya menguatkan posisi Jupiter di dunia DeFi — namun juga menandai era baru bagi prediksi pasar on-chain di Solana.

    Inisiatif ini memungkinkan pengguna untuk mengakses prediksi pasar secara langsung dalam satu aplikasi, sementara modal baru dari investor besar mendukung ekspansi fitur dan skala operasional yang lebih luas.

    Bagi pasar kripto secara umum, kabar ini menunjukkan bagaimana DeFi mengalami diversifikasi produk dengan menggabungkan tradFi-style prediksi pasar, likuiditas on-chain, dan infrastruktur perdagangan canggih dalam satu ekosistem terpadu.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 21Shares Luncurkan ETP Solana JitoSOL bagi Investor Eropa

    Manajer aset kripto global 21Shares kembali memperluas portofolio produk investasinya di Eropa dengan meluncurkan Exchange-Traded Product (ETP) baru berbasis Solana yang terintegrasi dengan liquid staking JitoSOL.

    Sebagaimana dilansir dari The Block, Produk ini diperdagangkan dengan ticker JSOL dan dirancang untuk memberikan eksposur terhadap Solana (SOL) sekaligus imbal hasil staking, tanpa kompleksitas teknis yang biasanya melekat pada aktivitas staking kripto.

    Peluncuran ini menandai langkah penting dalam evolusi produk investasi kripto teregulasi, sekaligus memperkuat posisi Solana sebagai salah satu ekosistem blockchain yang semakin diminati investor institusional.

    Baca Juga: Solana Kehilangan Ratusan Validator dalam Tiga Tahun Terakhir, Ada Apa?

    Staking Solana Tanpa Ribet Teknis

    Melalui ETP JSOL, investor dapat memperoleh imbal hasil staking Solana tanpa harus mengelola wallet pribadi, memilih validator, atau berurusan dengan risiko operasional on-chain.

    Semua proses staking dilakukan secara terintegrasi melalui JitoSOL, sebuah Liquid Staking Token (LST) yang merepresentasikan SOL yang di-stake di jaringan Solana.

    Model ini memungkinkan investor tetap mendapatkan yield staking sambil mempertahankan likuiditas, karena token JitoSOL dapat diperdagangkan atau digunakan dalam berbagai konteks DeFi.

    Dalam struktur ETP, keuntungan ini dikemas dalam instrumen investasi yang lebih familiar bagi investor tradisional, terutama di Eropa yang memiliki kerangka regulasi produk ETP yang relatif matang.

    Validasi Institusional untuk Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Peluncuran ETP JSOL dipandang sebagai bentuk validasi institusional terhadap ekosistem Solana. Selama ini, Solana dikenal sebagai blockchain berperforma tinggi dengan biaya transaksi rendah, namun adopsi institusionalnya masih tertinggal dibandingkan Ethereum.

    Dengan hadirnya produk teregulasi yang menggabungkan eksposur harga dan yield, Solana kini memiliki jalur baru untuk menarik minat investor profesional yang sebelumnya enggan terlibat langsung dengan mekanisme on-chain.

    Tim Research Tokocrypto menilai produk ini memiliki efek ganda bagi pasar.

    “Produk ini adalah katalis ganda: validasi institusional untuk ekosistem Solana di Eropa dan dorongan likuiditas langsung bagi protokol Jito.”

    “Integrasi Liquid Staking Token (LST) ke dalam ETP teregulasi adalah tren baru yang akan meningkatkan daya tarik yield crypto bagi investor tradisional,” tambah Tim Research Tokocrypto.

    Dampak Positif bagi Ekosistem Jito

    Bagi Jito, kolaborasi ini berpotensi menjadi pendorong likuiditas yang signifikan. Semakin besar aliran dana institusional ke produk JSOL, semakin besar pula permintaan terhadap JitoSOL sebagai underlying asset.

    Hal ini tidak hanya meningkatkan total value locked (TVL) Jito, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia liquid staking utama di jaringan Solana.

    Dalam jangka panjang, pertumbuhan LST seperti JitoSOL dapat berkontribusi pada efisiensi staking dan stabilitas jaringan.

    Tren Baru: Yield Kripto dalam Produk Teregulasi

    Integrasi liquid staking ke dalam ETP mencerminkan tren baru dalam industri aset digital. Investor tradisional tidak lagi hanya mencari eksposur harga, tetapi juga sumber imbal hasil pasif yang kompetitif.

    Dengan suku bunga global yang mulai stabil dan minat terhadap alternatif yield meningkat, produk kripto yang menawarkan kombinasi capital exposure + yield dalam kerangka regulasi menjadi semakin relevan.

    ETP JSOL menunjukkan bagaimana inovasi DeFi—dalam hal ini liquid staking—dapat “dikemas ulang” menjadi produk yang dapat diakses oleh institusi tanpa harus mengubah infrastruktur investasi mereka secara drastis.

    Risiko yang Tetap Perlu Dipahami

    Meski menawarkan kemudahan, produk ini tetap membawa risiko.

    Imbal hasil staking bergantung pada kinerja jaringan Solana dan mekanisme staking Jito. Selain itu, fluktuasi harga SOL tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai investasi.

    Namun bagi investor institusional, risiko tersebut sering kali dianggap lebih terkelola dibandingkan risiko operasional menjalankan staking secara langsung.

    Baca Juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

    Peluncuran ETP Solana berbasis JitoSOL oleh 21Shares menandai fase baru adopsi kripto di pasar keuangan tradisional Eropa.

    Dengan menggabungkan eksposur harga SOL dan yield liquid staking dalam satu produk teregulasi, JSOL membuka pintu bagi investor yang ingin menikmati potensi imbal hasil kripto tanpa kerumitan teknis.

    Jika tren ini berlanjut, integrasi LST ke dalam produk investasi institusional berpotensi menjadi standar baru.

    Tidak hanya untuk Solana, tetapi juga bagi ekosistem blockchain lain yang ingin menjembatani DeFi dan keuangan tradisional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Kehilangan Ratusan Validator dalam Tiga Tahun Terakhir, Ada Apa?

    Jumlah validator di jaringan blockchain Solana terus mengalami penurunan signifikan. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah validator harian Solana kini berada di bawah 800 node, level yang terakhir kali tercatat pada 2021 dan jauh menurun dari puncaknya sekitar 2.500 validator pada awal 2023.

    Penurunan ini berarti lebih dari 65% validator telah meninggalkan jaringan dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun. Validator merupakan node independen yang menjalankan perangkat lunak Solana untuk memverifikasi transaksi dan memproduksi blok melalui mekanisme konsensus proof-of-stake dengan melakukan staking token SOL dan memberikan suara (vote) pada blok.

    Transaksi Alami Penurunan

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 29 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

    Dilaporkan The Block, seiring berkurangnya jumlah validator, transaksi vote juga mengalami penurunan tajam. Transaksi vote harian yang sebelumnya berada di kisaran 300.000 kini turun menjadi sekitar 170.000 transaksi per hari. Jumlah validator Solana pertama kali tercatat di bawah 800 pada bulan lalu dan masih bertahan di kisaran tersebut sejak awal tahun ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kontraksi jumlah validator ini mengkhawatirkan dari sisi desentralisasi jaringan. Penurunan drastis (65% dalam 3 tahun) mungkin disebabkan oleh tingginya biaya operasional validator vs profitabilitas (rewards) saat kondisi pasar sideways. Jika tren ini berlanjut, risiko keamanan jaringan (Nakamoto Coefficient) bisa terancam.

    Penurunan jumlah validator ini dipengaruhi oleh perubahan faktor ekonomi, termasuk kebijakan Solana Foundation Delegation Program. Program tersebut memiliki dukungan biaya vote dan kebijakan pencocokan stake yang bersifat sementara dan secara bertahap dikurangi. Berkurangnya dukungan ini membuat validator kecil kesulitan menutup biaya operasional, seperti biaya vote dan infrastruktur, tanpa delegasi stake yang memadai.

    Untuk tetap sinkron dengan jaringan, validator harus mengirimkan ribuan transaksi setiap hari. Tanpa jumlah SOL yang distake cukup besar untuk menghasilkan imbal hasil yang melampaui biaya tersebut, menjalankan node menjadi tidak lagi layak secara ekonomi.

    Meski demikian, aktivitas jaringan Solana secara keseluruhan masih menunjukkan stabilitas. Transaksi non-vote, yang mencakup aktivitas pengguna seperti perdagangan di decentralized exchange, interaksi aplikasi terdesentralisasi, dan transfer token, relatif stabil di sekitar 100 juta transaksi per hari. Stabilnya aktivitas ini mencerminkan tingginya penggunaan jaringan yang didorong oleh era memecoin di ekosistem Solana.

    Baca juga: Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SKR Terpuruk 70%, Arah Harga Solana Seeker Kini Menjadi Misteri

    Token Solana Seeker (SKR) terus berada di bawah tekanan setelah anjlok hampir 70% dari puncak harga pasca-peluncuran. Lemahnya permintaan spot, sinyal teknikal bearish, serta meningkatnya suplai token di bursa memunculkan risiko penurunan lanjutan hingga 17% dalam waktu dekat.

    Berdasarkan data pasar terbaru, harga SKR kini bergerak di kisaran US$0,024, jauh dari level tertingginya di sekitar US$0,067. Penurunan tajam ini menghapus sebagian besar antusiasme awal investor, sementara aktivitas beli terlihat minim meski harga sudah terkoreksi dalam.

    Tekanan Jual Masih Dominan

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator teknikal menunjukkan tekanan jual belum mereda. Pada grafik 4 jam, Chaikin Money Flow (CMF) tercatat berada di bawah level nol sejak 24 Januari, menandakan arus modal yang keluar dari aset. Upaya pemulihan CMF pada 26 Januari gagal bertahan dan justru kembali melemah, memperkuat sinyal distribusi.

    Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) pada grafik 1 jam membentuk bearish divergence. Meski harga sempat mencetak higher high, RSI justru mencetak lower high, yang mengindikasikan melemahnya momentum beli. Kondisi ini menjelaskan mengapa setiap reli jangka pendek SKR gagal berlanjut.

    Baca juga: iPhone 17 Pro vs Solana Seeker Mana yang Lebih Bagus?

    Data On-Chain: Tidak Ada Akumulasi

    Tekanan juga terlihat dari data on-chain. Dalam 24 jam terakhir, saldo SKR di bursa meningkat 5,31% menjadi sekitar 467 juta token, atau setara dengan 23,6 juta SKR yang berpindah ke exchange. Pergerakan ini umumnya diartikan sebagai sinyal potensi penjualan.

    Di saat yang sama, kepemilikan oleh investor besar (smart money) tercatat turun sekitar 4%, menunjukkan belum adanya minat akumulasi yang signifikan meski harga telah turun tajam.

    Bear Justru Jadi Penentu Arah Harga

    Menariknya, di tengah absennya pembeli spot, arah pergerakan SKR kini justru bergantung pada posisi trader derivatif. Data peta likuidasi menunjukkan dominasi posisi short di pasar perpetual SKR/USDT.

    Di bursa Bitget, total leverage short mencapai sekitar US$3,06 juta, lebih dari dua kali lipat posisi long yang berada di kisaran US$1,49 juta. Jika harga SKR naik mendekati US$0,030, sekitar US$1,2 juta posisi short berpotensi terlikuidasi dan memicu short squeeze.

    Namun analis menegaskan, reli akibat short squeeze bukanlah tanda kekuatan fundamental, melainkan pembelian paksa akibat likuidasi.

    Jika tidak terjadi short squeeze, SKR berisiko menembus area support di sekitar US$0,019, yang berarti penurunan lanjutan sekitar 17% dari level saat ini.

    Dengan kondisi tersebut, masa depan jangka pendek Seeker kini tidak lagi bergantung pada aksi beli investor, melainkan pada apakah para bear terjebak dalam posisi leverage mereka sendiri.

    Baca juga: Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Koreksi Tajam ke Level US$97, Ini Bocoran Analis

    Harga Solana (SOL) kembali memantul dari level support krusial di US$120 di tengah lonjakan volume perdagangan yang sangat signifikan. Namun, analis memperingatkan bahwa pergerakan sedikit saja di bawah level ini berpotensi memicu aksi jual cepat dalam jangka pendek.

    Pada sesi perdagangan Asia, SOL sempat mengalami tekanan jual tajam sebelum akhirnya rebound di area US$120. Pantulan ini menunjukkan bahwa pembeli masih berupaya mempertahankan level penting tersebut, meski sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

    Volume Perdagangan Harian Solana Melonjak

    Dilaporkan Cryptonews, data menunjukkan volume perdagangan harian Solana melonjak hingga 278% menjadi US$6,3 miliar, setara dengan sekitar 9% dari total kapitalisasi pasar token tersebut. Lonjakan volume ini menegaskan bahwa level harga US$120 memiliki relevansi teknikal yang kuat.

    Dari sisi institusional, minat Wall Street terhadap Solana masih terjaga. Sepanjang Senin hingga Kamis pekan lalu, produk ETF Solana mencatatkan arus masuk dana sebesar US$10 juta, sehingga total aset yang dikelola mencapai US$1,1 miliar.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Ambruk 16%, Akankah Support $126 Bertahan?

    Meski pantulan harga dari support utama berpotensi menjadi pemicu kenaikan lanjutan, risiko koreksi tajam tetap membayangi jika area US$120 gagal dipertahankan.

    Berdasarkan grafik harian, tekanan jual kembali meningkat ketika harga SOL menyentuh area resistance di US$145. Indikator Relative Strength Index (RSI) juga menunjukkan pelemahan momentum setelah turun di bawah rata-rata pergerakan 14 hari, mengindikasikan dominasi penjual masih cukup kuat.

    Level Support Penting

    Jika support US$120 jebol, zona permintaan berikutnya berada di batas bawah kanal harga menurun. Kegagalan bertahan di area tersebut dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam menuju level US$97, yang terakhir kali tercapai pada April tahun lalu.

    Di tengah pelemahan harga altcoin utama, sejumlah proyek prapenjualan kripto di ekosistem Solana masih menarik perhatian investor. Salah satunya adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), proyek yang menggabungkan kecepatan tinggi, biaya rendah, dan dukungan smart contract Solana ke dalam jaringan Bitcoin.

    Menurut Tim Reserach Tokocrypto, lonjakan volume hampir 300% yang terjadi tepat di garis support adalah indikasi klasik dari “pertempuran likuiditas” berisiko tinggi, di mana “Smart Money” yang masuk melalui ETF kemungkinan sedang menyerap pasokan dari tangan ritel yang panik.

    “Level $120 kini menjadi line in the sand; jika level ini ditembus, pasar akan menghadapi efek domino dari eksekusi stop-loss massal, namun jika berhasil bertahan, tingginya volume transaksi ini justru memvalidasi kekuatan lantai harga (price floor) tersebut sebagai pijakan kuat untuk pemulihan tren naik berikutnya.”

    Sejak prapenjualan dimulai, proyek tersebut telah mengumpulkan dana sebesar US$30 juta untuk mengembangkan solusi scaling, menjelang peluncuran resminya ke pasar kripto.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • iPhone 17 Pro vs Solana Seeker Mana yang Lebih Bagus?

    Akhir-akhir ini, nama Solana Seeker kembali mencuri perhatian para investor kripto berkat hadirnya program airdrop SKR yang nilainya dikabarkan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Fenomena ini membuat banyak orang penasaran, bukan hanya soal potensi keuntungan dari token SKR, tetapi juga mengenai perangkat yang menjadi wadah utama ekosistem Web3 tersebut. 

    Di sisi lain, dunia smartphone juga tak lama kemarin sedang terpincut dengan kehadiran iPhone 17 Pro, flagship terbaru Apple yang menawarkan performa luar biasa, kamera profesional, serta desain baru yang menawan.

    Jika dibandingkan secara spesifikasi dan fungsi, kira-kira antara Solana Seeker dan iPhone 17 Pro mana yang lebih bagus?

    Baca juga: Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker Solana Mobile

    Sekilas Tentang iPhone 17 Pro vs Solana Seeker

    Ilustrasi fitur iPhone 17 Pro. Sumber: Apple

    iPhone 17 Pro adalah bagian dari lini iPhone 17 series yang diluncurkan Apple pada September 2025. Ponsel ini menargetkan pengguna profesional dengan fokus pada performa, fotografi, dan integrasi Apple Intelligence. iPhone 17 Pro dilengkapi dengan desain aluminum unibody dan Ceramic Shield 2, iPhone 17 Pro juga dilengkapi dengan spesifikasi tahan debu dan air (IP68) dan mendukung wireless charging hingga 25W via MagSafe. Harga iPhone 17 Pro di Indonesia (resmi iBox/TAM) saat ini berkisar antara Rp23.749.000 hingga di atas Rp30 jutaan, dengan varian tertinggi iPhone 17 Pro Max 2TB menembus Rp43.999.000.

    Illustrasi Fitur Sonala Seeker. Sumber: Solana Mobile

    Solana Seeker adalah ponsel Web3 generasi kedua dari Solana Mobile, menggantikan Saga dengan perbaikan usability seperti Seed Vault untuk keamanan wallet crypto dan Genesis Token untuk rewards on-chain eksklusif. Dirilis pada Agustus 2025, ponsel ini berbasis Android dengan dApp store khusus Solana, memudahkan transaksi blockchain seperti double-tap payments. Harganya sekitar Rp7-8 jutaan jika di Indonesia, Belum termasuk pajak masuk karena HP ini belum masuk secara resmi.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop

    Perbandingan Spesifikasi

    Berikut tabel perbandingan spesifikasi utama iPhone 17 Pro vs Solana Seeker:

    Aspek iPhone 17 Pro Solana Seeker
    Layar 6.3 inci Super Retina XDR OLED, 2622×1206 (460 ppi), 120Hz ProMotion, Always-On, 3.000 nits peak 6.36 inci AMOLED, 2670×1200 (460 ppi), 120Hz dynamic refresh rate
    Prosesor A19 Pro (6-core CPU, 6-core GPU, 16-core Neural Engine) MediaTek Dimensity 7300 octa-core
    RAM/Storage 12 GB RAM, 256GB/512GB/1TB 8 GB RAM, 128 GB UFS 3.1
    Kamera Rear: 48MP Fusion Main + 48MP Ultra Wide + 48MP Telephoto (8x zoom); Front: 18MP Centre Stage Rear: 108MP + 8MP + 2MP; Front: 32MP
    Baterai ~4.000 mAh, hingga 33 jam video; fast charge 50% dalam 20 menit 4.500 mAh, wireless charging
    Desain Aluminum unibody, Ceramic Shield 2, IP68, bobot 206g Dimensi 73.5×154.8×9.3mm, fokus Web3
    Fitur Apple Intelligence, Face ID, MagSafe, 5G mmWave, USB-C 10Gb/s Seed Vault wallet, Genesis Token, .skr domain, dApp store Solana
    OS iOS 26 Android 15
    Harga Rp23–40 jutaan Rp7–8 jutaan belum termasuk pajak masuk

    Baca juga: iPhone 17 Resmi Dirilis: Warna Baru Bitcoin Orange

    Mana yang Lebih Bagus?

    iPhone 17 Pro tentu menang jauh dibandingkan dengan Solana Seeker dalam hal performa, kamera, dan ekosistem. Dengan chip A19 Pro yang super cepat, layar Super Retina XDR berteknologi ProMotion 120Hz, serta sistem kamera 48MP yang mendukung ProRAW dan ProRes video, iPhone 17 Pro jelas menjadi pilihan premium bagi pengguna yang mengutamakan kualitas dan produktivitas.

    Sementara itu, Solana Seeker hadir sebagai smartphone niche dengan fokus pada integrasi Web3 dan crypto wallet bawaan, menawarkan keunggulan bagi pengguna yang aktif di dunia blockchain.

    Intinya, semua kembali ke preferensi kamu. Sebagai pertimbangan:

    Beli iPhone 17 Pro jika:

    • Butuh handphone utama sebagai daily driver.
    • Mengutamakan kamera kelas profesional untuk foto dan video, lengkap dengan ProRAW & ProRes.
    • Butuh performa super cepat untuk gaming, editing, dan multitasking berkat chip A19 Pro.
    • Ingin ekosistem Apple yang seamless: sinkronisasi dengan Mac, iPad, Apple Watch, dan layanan iCloud.
    • Menginginkan dukungan software jangka panjang (update iOS hingga bertahun-tahun).
    • Tidak masalah dengan harga premium demi kualitas flagship terbaik.

    Beli Solana Seeker jika:

    • Butuh secondary phone,  selain HP daily driver.
    • Kamu adalah crypto enthusiast yang aktif menggunakan wallet, dApps, dan ekosistem Solana.
    • Butuh smartphone dengan integrasi Web3 bawaan, tanpa harus install aplikasi tambahan.
    • Menginginkan harga lebih terjangkau dibanding flagship Apple, tapi tetap dengan layar AMOLED 120Hz.
    • Tidak terlalu mementingkan kamera atau performa setara iPhone, karena fokus utama ada di fitur blockchain.

    Pengen investasi kripto tapi bingung mulai dari mana? Mulai dari deposit Rp50.000 juga bisa kok! Di exchange Indonesia yang resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto, kamu bisa beli mulai dari Rp1.700 dengan fitur Beli/Jual lho!

    Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terkoreksi ke $126, Tapi Dana ETF dan Aktivitas Jaringan Meledak

    Harga Solana (SOL) mengalami koreksi tajam dari puncak tahunan di sekitar USD 148 dan kini bertahan di kisaran USD 126–127. Penurunan sekitar 15% sepanjang Januari ini terjadi di tengah melemahnya momentum teknikal. Namun, di balik tekanan harga jangka pendek tersebut, data on-chain dan arus institusional justru menunjukkan lonjakan signifikan yang menjaga prospek bullish Solana untuk periode menengah hingga 2026.

    Berdasarkan data TradingNEWS per 24 Januari 2026, kapitalisasi pasar Solana berada di kisaran USD 72–73 miliar, menempatkannya di peringkat tujuh besar kripto global. Volume perdagangan harian tercatat antara USD 1,6 miliar hingga USD 2,7 miliar, mencerminkan volatilitas intraday yang masih tinggi.

    Tekanan Teknikal Masih Terasa

    Dilaporkan Trading News, secara teknikal, SOL-USD saat ini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari, masing-masing di area USD 134 dan USD 136. Pola death cross pada timeframe jangka pendek, RSI di kisaran 38–40, serta indikator MACD negatif menandakan momentum bearish masih mendominasi.

    Area support utama berada di rentang USD 124–127 dan USD 120. Jika level ini jebol, harga berpotensi turun ke USD 110 hingga area psikologis USD 100. Sementara itu, resistensi terdekat berada di USD 130–136, dengan target lanjutan di USD 148 dan USD 150.

    Meski demikian, pola teknikal jangka menengah seperti inverted head and shoulders dan cup and handle masih terbentuk. Selama area USD 120–130 mampu dipertahankan, peluang pengujian ulang ke level tertinggi sebelumnya tetap terbuka.

    Aktivitas Jaringan Solana Melonjak

    Baca juga: Inflow ETF Solana Tembus US$11 Juta, Harga SOL Dijaga di Atas US$120

    Di sisi fundamental, performa jaringan Solana menunjukkan pertumbuhan yang agresif. Dalam 30 hari terakhir, jaringan ini memproses lebih dari 2 miliar transaksi, jauh melampaui Ethereum dan BNB Chain. Aktivitas tersebut memperkuat posisi Solana sebagai salah satu blockchain dengan throughput tertinggi di industri.

    Volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) berbasis Solana juga mencapai rekor, dengan total bulanan sekitar USD 107 miliar dan volume harian puncak hingga USD 4,4 miliar. Angka ini menempatkan Solana di posisi teratas untuk aktivitas perdagangan on-chain dalam jangka pendek.

    Selain itu, transaksi stablecoin di jaringan Solana tercatat menembus USD 312 miliar dalam 30 hari, dengan lebih dari 260 juta transaksi dan sekitar 4,5 juta alamat aktif. Data ini menunjukkan bahwa Solana semakin digunakan sebagai jalur penyelesaian (settlement rail) untuk arus dana berbasis dolar, bukan sekadar perdagangan spekulatif.

    Pengguna, Staking, dan Keamanan Jaringan

    Pertumbuhan pengguna turut memperkuat fundamental Solana. Jumlah pengguna bulanan meningkat sekitar 34% menjadi 81,2 juta, sementara alamat aktif mingguan mencapai 27,1 juta. Pendapatan biaya jaringan juga naik sekitar 42% menjadi lebih dari USD 20 juta.

    Dari sisi keamanan, tingkat staking SOL berada di level tertinggi sepanjang masa, mengurangi suplai yang beredar di pasar. Sekitar 92% validator telah mengadopsi pembaruan terbaru, menandakan kesiapan jaringan dalam meningkatkan stabilitas dan keandalan.

    Arus Dana Institusional Menguat

    Minat institusional terhadap Solana terlihat dari produk ETF berbasis SOL yang mencatat inflow lebih dari USD 11 juta dalam sepekan, berbanding terbalik dengan ETF Bitcoin dan Ethereum yang justru mengalami arus keluar. Total aset kelolaan ETF Solana kini mencapai sekitar USD 1,08 miliar.

    Selain ETF, adopsi neraca perusahaan juga mulai terlihat. Salah satu entitas dilaporkan memegang sekitar 6,9 juta SOL dengan nilai mendekati USD 1 miliar, menandakan Solana mulai diposisikan sebagai aset strategis jangka panjang.

    Prospek Harga: $200 Masih Dalam Radar

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan harga saat ini di kisaran USD 127, potensi kenaikan ke USD 200 mencerminkan upside sekitar 55–60%. Skenario optimistis jangka panjang bahkan membuka peluang ke level yang lebih tinggi jika Solana mampu mempertahankan dominasi DEX, arus stablecoin, serta keberhasilan upgrade jaringan seperti Alpenglow dan Agave.

    Namun, risiko tetap ada. Kegagalan mempertahankan support utama dan memburuknya sentimen pasar kripto secara luas dapat mendorong SOL kembali ke area USD 100.

    Kesimpulan

    Solana saat ini berada di persimpangan antara tekanan teknikal jangka pendek dan fundamental jaringan yang sangat kuat. Koreksi harga belum menghapus lonjakan aktivitas on-chain, arus ETF, serta adopsi institusional yang terus meningkat. Dengan volatilitas tinggi yang masih membayangi, pergerakan SOL ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuannya menjaga area support kunci sambil mempertahankan pertumbuhan ekosistem yang agresif.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Ambruk 16%, Akankah Support $126 Bertahan?

    Kinerja Solana (SOL) di awal tahun 2026 berubah drastis. Setelah sempat mencatat reli hampir 20%, harga SOL justru terkoreksi tajam hingga 16% dalam satu hari usai gagal menembus level resistensi penting di $145 pada 25 Januari.

    Berdasarkan data TradingView, penolakan di area tersebut memicu pembalikan struktur harga jangka pendek. Tekanan jual meningkat dan mendorong SOL turun mendekati zona $126, yang sebelumnya berfungsi sebagai area penopang.

    Penurunan ini menunjukkan perubahan sentimen pasar yang cepat. Ketika kelanjutan tren naik gagal terkonfirmasi, kendali harga beralih dari pembeli ke penjual.

    Zona likuidasi perbesar risiko penurunan

    Data Liquidation Heatmap dari CoinGlass memperlihatkan dua klaster likuidasi utama di kisaran $123–$126 dan di atas $130. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan likuiditas ke bawah masih aktif, dengan area support yang lebih kuat berada di sekitar $117–$119.

    Dilaporkan AMBCrypto, situasi tersebut membuat pergerakan harga tetap rapuh. Setiap upaya pemantulan lemah menuju $130 berisiko memicu likuidasi tambahan di sisi jual, sehingga pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam merespons potensi reli jangka pendek.

    Open Interest naik di tengah pelemahan harga

    Data CoinGlass juga menunjukkan peningkatan Open Interest (OI) yang signifikan. Sejak akhir Desember, OI naik dari sekitar $6,6 miliar menjadi lebih dari $8,8 miliar pada Januari. Namun, kenaikan ini tidak diiringi penguatan harga.

    Kondisi tersebut mencerminkan dominasi posisi short di pasar. Ketika open interest meningkat sementara harga terus turun, hal ini mengindikasikan tekanan bearish yang kuat dan minimnya dukungan dari pembeli.

    Baca juga: Solana Terkoreksi ke $126, Tapi Dana ETF dan Aktivitas Jaringan Meledak

    Staking SOL cetak rekor tertinggi

    Di tengah koreksi harga, aktivitas staking Solana justru menunjukkan tren berlawanan. Rasio staking SOL melonjak ke rekor tertinggi di level 70%, dengan lebih dari $60 miliar SOL terkunci dalam mekanisme staking, menurut data Token Terminal.

    Lonjakan ini mencerminkan keyakinan investor jangka panjang terhadap fundamental jaringan Solana. Meskipun harga mengalami tekanan, komitmen pemegang token terhadap ekosistem dinilai tetap solid.

    Level krusial yang perlu diperhatikan

    Saat ini, SOL gagal mempertahankan area $126, sehingga fokus pasar bergeser ke zona support berikutnya di $118–$119. Jika area tersebut ditembus secara meyakinkan, potensi penurunan lanjutan menuju kisaran $95–$98 terbuka lebar.

    Sementara itu, dari sisi atas, pemulihan yang berkelanjutan baru akan terlihat jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas $145. Hingga kondisi tersebut tercapai, pergerakan SOL diperkirakan masih rentan terhadap volatilitas berbasis likuiditas.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com