Tag: solana

  • Inflow ETF Solana Tembus US$11 Juta, Harga SOL Dijaga di Atas US$120

    Minat institusional terhadap aset kripto Solana (SOL) menunjukkan lonjakan signifikan. Data terbaru mencatat arus masuk (inflow) ETF Solana berhasil melampaui gabungan ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), di tengah kondisi pasar kripto yang masih diliputi ketidakpastian.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Harga Solana saat ini bertahan stabil di atas level US$127 setelah mengalami fase konsolidasi selama sepekan terakhir. Meski tekanan bearish masih terasa, SOL tetap menarik minat investor institusi dalam jumlah besar.

    Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$89.000 dan Ethereum berada di sekitar US$2.950. Pasar kripto secara umum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun sentimen masih dibayangi oleh penundaan pembahasan rancangan undang-undang kripto di Senat Amerika Serikat.

    Baca juga: 98.000 SOL Dijual, Tapi Harga Solana Tetap Bertahan di Atas $120

    Inflow ETF Solana Tembus US$11 Juta

    Baca juga: 98.000 SOL Dijual, Tapi Harga Solana Tetap Bertahan di Atas $120

    Berdasarkan data ETF terbaru, Solana mencatat net inflow lebih dari US$11 juta dalam sepekan terakhir. Angka tersebut melampaui total inflow ETF Bitcoin dan Ethereum pada periode yang sama.

    Dilaporkan Coingape, masuknya dana ini didorong oleh institusi besar seperti Fidelity, Grayscale, dan Bitwise. ETF Solana milik Fidelity (FSOL) menjadi penyumbang terbesar dengan inflow US$9,85 juta hanya dalam satu hari, sehingga total inflow kumulatif FSOL mencapai sekitar US$148 juta.

    Secara keseluruhan, ETF Solana kini memiliki net asset value (NAV) sebesar US$1,08 miliar, dengan rasio aset bersih mencapai 1,50%.

    Sebaliknya, ETF Bitcoin mencatat outflow sebesar US$38,53 juta, sedangkan ETF Ethereum mengalami penurunan lebih dalam dengan outflow US$64,86 juta. Kondisi ini mencerminkan pergeseran minat investor institusional ke Solana.

    Solana Pimpin Volume DEX Global

    Selain dari sisi ETF, Solana juga mencatat performa kuat di sektor aktivitas jaringan. Data dari Sosovalue menunjukkan volume perdagangan di decentralized exchange (DEX) Solana mencapai US$4,4 miliar dalam 24 jam, tertinggi dibandingkan blockchain lain yang hanya mencatat sekitar US$1,6 miliar.

    Capaian ini menempatkan Solana di posisi teratas, melampaui Binance Smart Chain (BSC) dan Ethereum, yang masing-masing mencatat volume sekitar US$318 miliar dan US$282 miliar. Lonjakan ini dinilai mencerminkan potensi pertumbuhan ekosistem Solana ke depan.

    Prediksi Harga Solana: Area Kritis Dipantau

    Dari sisi teknikal, harga SOL sempat turun ke US$127, melanjutkan tren koreksi dari level di atas US$130. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di angka 39,35, mengindikasikan pelemahan yang mendekati area oversold.

    Sementara itu, indikator MACD berada di level 0,30, mencerminkan sentimen negatif yang masih mendominasi. Pelaku pasar kini mencermati potensi sinyal pembalikan arah dalam waktu dekat.

    Level resistance terdekat berada di kisaran US$130 hingga US$140. Jika harga mampu menembus US$150, hal tersebut berpotensi menjadi sinyal kembalinya momentum bullish dalam jangka panjang. Namun, selama tekanan jual berlanjut, investor disarankan tetap waspada.

    Di sisi bawah, support utama berada di US$120. Apabila level ini gagal dipertahankan, harga Solana berpotensi melanjutkan pelemahan menuju US$110.

    Baca juga: Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Airdrop Hunter Ini Beli 100+ Solana Seeker dan Cuan 45M dari Airdrop

    Fenomena airdrop kini kembali jadi sorotan komunitas kripto setelah handphone yang dikeluarkan oleh solana, smartphone Seeker memberikan insentif bagi para penggunanya berupa token SKR.

    Airdropnya tak tanggung-tanggung, tier klaim paling besar bisa mencapai Rp389 juta! Karena besarnya rewards airdrop yang bisa diklaim, banyak airdrop hunter melakukan aktivitas farming.

    Contohnya unggahan dari akun X @moneygurusumit yang memperlihatkan deretan smartphone Solana Seeker yang disusun rapi layaknya barisan mesin panen token. Dalam postingan tersebut, disebutkan bahwa seorang pengguna rela membeli lebih dari 100 unit Solana Seeker demi memaksimalkan klaim airdrop token SKR dan untung sampai lebih dari Rp45 miliar. 

    Apa Itu Solana Seeker dan Mengapa Airdop-nya Bisa Jadi Cuan?

    Harga Solana Mobile Seeker. Sumber: store.solanamobile

    Solana Seeker adalah smartphone yang diluncurkan Solana Mobile pada 2025 penerus dari Solana Saga, sebuah crypto phone yang fokus pada integrasi Web3 dan ekosistem Solana. Harganya berkisar $450–$500 per unit (sekitar Rp7–8 jutaan) tergantung di fase penjualan mana kamu membeli.

    Solana seeker memiliki sistem operasi Android, namun perangkat ini punya fitur eksklusif seperti Seed Vault alias hard wallet yang sudah built-in, akses langsung ke dApp Store Solana, dan terintegrasi erat dengan ekosistem Solana.

    Sebagai bentuk upaya untuk mendorong adopsi perangkat keras dalam ekosistem Web3, pengguna Solana Seeker berhak mendapatkan SKR token dalam bentuk airdrop yang bisa langsung diklaim berdasarkan tier-tier tertentu.

    Alokasi airdrop mencapai 30% dari supply, dan pada saat peluncuran, hampir 2 miliar SKR didistribusikan ke lebih dari 100.000 user Seeker yang eligible (plus developer dApp Season 1). 

    Harga token Solana Mobile Seeker (SKR) Sabtu 24 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

    Adapun distribusi dibagi tier berdasarkan aktivitas seperti:

    • Sovereign (tier tertinggi): hingga 750.000 SKR = $23.177 atau Rp389 juta
    • Luminary: ~125.000 SKR = $3.863 atau Rp65 juta
    • Vanguard: ~40.000 SKR = $1.237 atau Rp21 juta
    • Dan tier bawah lainnya mulai dari ribuan hingga puluhan ribu SKR

    Nah jika dilihat dari tier penerima airdrop di atas, tak heran jika airdrop ini sangat menggiurkan, pasalnya hanya dengan modal Rp7–8 jutaan pengguna Solana Seeker bisa berkesempatan untuk mendapatkan total airdrop Rp389 juta.

    Baca juga: Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker

    Strategi Airdroper yang Farming 100+ Solana Seeker

    Postingan di X dari akun @moneygurusumit memperlihatkan bagaimana deretan Solana Seeker berjejer rapi yang diklaim untuk melakukan farming airdrop $SKR. Foto yang diunggah tersebut menampilkan puluhan unit smartphone Solana Seeker yang disusun berbaris, dalam tweetnya ia mengklaim mengklaim bahwa seseorang telah membeli lebih dari 100 unit Solana Seeker secara sengaja untuk memaksimalkan airdrop $SKR dari Solana Mobile.

    Farmer tersebut diduga tengah memanfaatkan mekanisme tier reward yang ditawarkan Solana Mobile, yakni Sovereign tier yang memungkinkan menerima alokasi maksimal hingga 750.000 SKR per perangkat. Dengan harga satu unit Seeker sekitar $500, pembelian lebih dari 100 unit berarti investasi awal sekitar $50.000.

    Jika seluruh perangkat tersebut memenuhi syarat Sovereign, maka total klaim bisa mencapai 75 juta SKR, senilai $2.28 juta atau Rp38,3 miliar, dan jika melihat harga sebelum SKR turun maka keuntungannya bisa tembus lebih dari Rp45 miliar.

    Baca juga: Satoshi Nakamoto Masih Jadi Raja Crypto, Total Kekayaan Capai Rp2 Kuadriliun

    Tahu Banyak Airdrop Farmer, Tim Solana Mobile Tidak Tinggal Diam

    Tim Solana Mobile mengumumkan langkah tegas untuk menjaga keadilan dalam distribusi token SKR. Beberapa cluster akun Seeker yang dicurigai sebagai sybil attack (akun palsu/farm massal untuk menyalahgunakan airdrop) telah diidentifikasi dan klaim mereka dicabut dari distribusi awal.

    Menurut pengumuman resmi dari GM Solana Mobile (@m_it) pada 18 Januari lalu, token yang seharusnya diterima akun-akun tersebut akan dikembalikan ke pool airdrop yang periode selanjutnya. Memastikan token SKR jatuh ke tangan pengguna, developer, serta pemegang Seeker yang benar-benar memakai perangkat sebagai daily driver—bukan farmer yang membeli banyak unit hanya untuk menjual token saat listing.

    Gimana, apakah kamu mau coba beli Seeker dan ikut Season 2? Atau cukup jadi penonton dan membeli token Solana aja?

    Kalau kamu mau beli Solana, di Tokocrypto kamu bisa dapatkan potongan 20% biaya trading tiap trade dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Gambar: X @moneygurusumit





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 98.000 SOL Dijual, Tapi Harga Solana Tetap Bertahan di Atas $120

    Harga Solana (SOL) menunjukkan ketahanan di tengah tekanan jual besar dari investor jangka panjang. Seorang staker lama Solana diketahui mulai keluar dari posisinya setelah melepas lebih dari 98.000 SOL yang sebelumnya dikunci selama hampir dua tahun.

    Dilaporkan AMBCrypto, dompet tersebut awalnya menarik SOL dari Binance saat harga berada di puncak siklus, sebelum kemudian melakukan staking. Namun, proses keluar saat ini terjadi pada harga yang jauh lebih rendah, sehingga merealisasikan kerugian lebih dari 6,6 juta dolar AS.

    Alih-alih menjual sekaligus, pemilik aset memilih strategi dollar-cost averaging (DCA) dengan menjual secara bertahap. Pendekatan ini membuat tekanan suplai tersebar dalam waktu yang lebih panjang, sehingga pasar terhindar dari reaksi tajam akibat likuidasi besar. Meski begitu, distribusi bertahap ini tetap menciptakan tekanan jual berkelanjutan di pasar.

    Di sisi lain, pembeli terus muncul di area support, memicu pertarungan antara suplai jangka panjang dan permintaan jangka pendek.

    Harga SOL Terjebak di Zona Konsolidasi

    Pada saat penulisan, harga Solana bergerak dalam rentang yang jelas. Area $120–$125 terus dipertahankan pembeli, dengan setiap penurunan ke zona tersebut direspons cepat sehingga tidak berlanjut lebih dalam.

    Sebaliknya, upaya kenaikan berulang kali gagal menembus area $146–$150, yang menjadi batas atas konsolidasi. Setiap reli ke zona tersebut kehilangan momentum dan mendorong harga kembali ke area tengah. Level $135 berfungsi sebagai titik pivot jangka pendek, bergantian menjadi support dan resistance.

    Kondisi ini membuat volatilitas tetap rendah, dengan pergerakan harga mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual, bukan dominasi satu arah.

    Momentum Melemah, Tapi Belum Breakdown

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) harian melemah dari level mendekati 70 dan bergerak turun ke area rendah 40-an. Pada saat penulisan, RSI berada di sekitar 43,8, menandakan tekanan beli melemah namun belum memasuki kondisi oversold.

    Posisi RSI yang masih di atas level 30 menunjukkan penjual belum sepenuhnya menguasai pasar. Namun, kegagalan RSI menembus garis tengah 50 menandakan momentum bullish masih tertahan. Pola ini mengindikasikan kelelahan pasar, bukan sinyal penurunan tajam.

    Permintaan Pasar Serap Tekanan Jual

    Data Spot Taker CVD selama 90 hari menunjukkan dominasi pembeli, meskipun terjadi distribusi aset dari pemegang besar. Pembeli agresif terus menyerap suplai yang dilepas ke pasar.

    Namun, harga tidak bergerak naik signifikan, yang menunjukkan proses absorption—di mana permintaan menyerap suplai tanpa mendorong breakout. Kondisi ini mengurangi potensi penurunan tajam, tetapi belum cukup kuat untuk memicu kenaikan lanjutan.

    Trader Besar Masih Bertaruh Naik

    Data posisi trader teratas di Binance menunjukkan sentimen tetap condong ke arah bullish. Sebanyak 80,86% akun trader besar berada di posisi long, sementara hanya 19,14% yang mengambil posisi short. Rasio long/short tercatat di 4,22, menandakan eksposur long lebih dari empat kali lipat dibanding short.

    Meski rasio ini sedikit turun dari level sebelumnya di atas 4,4, penurunannya lebih mencerminkan moderasi ringan, bukan pengurangan risiko besar-besaran. Keyakinan trader masih tinggi, meskipun belum diikuti oleh konfirmasi pergerakan harga.

    Kesimpulan

    Pasar Solana saat ini mencerminkan proses penyerapan tekanan jual jangka panjang tanpa merusak struktur harga utama. Support kunci tetap bertahan, RSI tidak menunjukkan breakdown, permintaan pasar aktif, dan kepercayaan trader besar masih kuat.

    Namun, selama harga belum keluar secara tegas dari zona konsolidasi, pergerakan SOL masih berada dalam fase menunggu antara keyakinan pasar dan konfirmasi arah selanjutnya.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Heboh! Solana Mobile Bagikan 2 Miliar Token SKR ke Pengguna Seeker

    Solana Mobile resmi mendistribusikan token SKR kepada lebih dari 100.000 pengguna smartphone Seeker dan 188 pengembang yang berkontribusi dalam ekosistemnya. Airdrop yang diluncurkan pada Selasa ini mencakup hampir 2 miliar token SKR dengan nilai sekitar US$26,6 juta saat peluncuran.

    Pengguna dan pengembang memiliki waktu 90 hari untuk mengklaim token mereka melalui wallet bawaan di ponsel Seeker. Token yang tidak diklaim hingga batas waktu tersebut akan dikembalikan ke pool airdrop. Selain pengguna Seeker, pengembang yang merilis aplikasi di DApp Store Solana Mobile pada musim pertama juga termasuk dalam daftar penerima.

    Token SKR Menarik Perhatian

    Baca juga: Pasar Kripto Berdarah, ETF Solana Justru Tancap Gas

    Token SKR berfungsi sebagai aset tata kelola (governance) dan utilitas utama dalam ekosistem Solana Mobile. Solana Mobile, anak perusahaan dari Solana Labs, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan langkah menuju kepemilikan komunitas atas infrastruktur mobile, di mana pengguna memiliki kendali langsung atas jaringan.

    SKR memiliki pasokan tetap 10 miliar token, dengan 30% dialokasikan untuk airdrop dan pembukaan token saat peluncuran. Distribusi ini dirancang untuk memberi insentif partisipasi komunitas Web3, mendukung keamanan jaringan, membuka akses fitur platform, serta menyelaraskan kepentingan pengguna, pengembang, peneliti, dan protokol.

    Dilaporkan CoinMarketCap, fitur staking untuk token SKR tersedia sejak hari pertama peluncuran. Skema inflasi tahunan dimulai dari 10%, lalu menurun 25% setiap tahun hingga stabil di angka 2%. Inflasi dihitung setiap 48 jam, dengan komisi nol pada fase awal, sehingga memberi keuntungan lebih besar bagi partisipan awal.

    Smartphone Seeker dari Solana Mobile

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Smartphone Seeker sendiri pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2025 sebagai penerus Saga, ponsel Web3 pertama Solana Mobile yang dirilis pada 2022. Perangkat Android ini dilengkapi DApp Store terdesentralisasi, integrasi native dengan ekosistem Solana, serta fitur Seed Vault untuk penyimpanan kunci kripto. Solana Mobile melaporkan sekitar 150.000 preorder dengan pengiriman ke lebih dari 50 negara.

    Pasca peluncuran, harga SKR dilaporkan naik sekitar 38% dan diperdagangkan di kisaran US$0,013. Dengan 5,7 miliar token beredar, kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$81 juta. Pada hari Rabu, Solana Mobile juga mengumumkan dimulainya Season 2 Seeker, yang menghadirkan aplikasi baru, program reward, akses awal, serta fokus pada sektor DeFi, gaming, pembayaran, trading, dan DePIN.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Berdarah, ETF Solana Justru Tancap Gas

    Di tengah kejatuhan pasar kripto global yang menghapus lebih dari US$120 miliar kapitalisasi pasar, ETF Solana (SOL) justru mencatatkan kinerja mengejutkan. Saat investor ramai-ramai menarik dana dari Bitcoin dan Ethereum, produk berbasis Solana berhasil membukukan arus masuk (inflow) positif, menandakan minat investor yang tetap kuat di tengah tekanan pasar.

    Data menunjukkan ETF spot Solana mencatat inflow bersih sebesar US$3,08 juta pada periode ketika aset berisiko, termasuk saham global dan kripto utama, mengalami aksi jual besar-besaran. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ETF Bitcoin yang justru mengalami outflow hingga US$483 juta dalam satu hari, seiring investor memilih mengurangi eksposur risiko.

    Analisa Solana

    Analis menilai perbedaan arus dana ini mempertegas posisi Solana sebagai salah satu altcoin yang paling resilien selama fase “risk-off”. Di saat mayoritas produk kripto ditinggalkan, Solana justru mampu menarik modal baru.

    Ketahanan Solana juga tercermin dari aktivitas on-chain. Jaringan Solana mencatat penambahan sekitar 8,6 juta alamat baru pada Senin dan 8,4 juta alamat pada Selasa, hanya turun 2,38% meski sentimen pasar sedang negatif. Konsistensi pertumbuhan alamat baru ini mengindikasikan penggunaan jaringan dan minat pengguna yang masih solid, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

    Baca juga: Solana Tertekan Lagi! Harga Tertahan di US$133, Sinyal Bearish Kuat?

    Dari sisi harga, SOL diperdagangkan di kisaran US$127, melemah sekitar 12,8% dalam sepekan terakhir. Meski demikian, harga berhasil bertahan di atas level support US$125, yang kini dipandang sebagai zona kunci dalam jangka pendek. Bertahannya level ini mencegah koreksi yang lebih dalam dan menunjukkan adanya minat beli saat harga melemah.

    Analisis Harga SOL

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan BeInCrypto, secara teknikal, peluang pemulihan masih terbuka. Jika SOL mampu merebut kembali level US$132 sebagai support, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$136 untuk memangkas sebagian kerugian sebelumnya. Namun, skenario negatif tetap mengintai. Penembusan bersih di bawah US$125 dapat membatalkan struktur support saat ini dan membuka ruang penurunan lanjutan menuju US$119.

    Di tengah gejolak pasar kripto, kombinasi inflow ETF, aktivitas jaringan yang stabil, dan daya tahan harga membuat Solana tampil menonjol dibandingkan Bitcoin dan Ethereum. Kondisi ini memperkuat narasi bahwa SOL menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan investor saat pasar sedang tertekan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tertekan Lagi! Harga Tertahan di US$133, Sinyal Bearish Kuat?

    Harga Solana (SOL) kembali bergerak lemah dan bertahan di kisaran US$131–US$133 pada perdagangan 20 Januari, setelah upaya pemulihan harga kembali gagal menembus resistance penting. Penolakan terbaru ini menegaskan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.

    Meski pergerakan harga relatif terbatas, pesan yang disampaikan pasar cukup jelas. Struktur teknikal Solana masih berada dalam fase korektif, dengan momentum yang terus melemah dan minat beli yang belum menunjukkan tanda pemulihan berarti.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Tertekan di US$130, Sentimen Pasar Memburuk

    Secara teknikal, SOL masih diperdagangkan di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama. EMA 20 hari di sekitar US$136,8 dan EMA 50 hari di US$137,7 terus menahan setiap upaya rebound dalam dua pekan terakhir. Di level yang lebih tinggi, EMA 100 hari di US$147,9 dan EMA 200 hari di US$159,2 mencerminkan kerusakan struktur harga sejak puncak Oktober lalu.

    Dilaporkan Traders Union, kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tren Solana masih bersifat koreksi, bukan fase akumulasi. Setiap reli justru dimanfaatkan pelaku pasar untuk melepas posisi, bukan membangun eksposur baru. Selama harga masih berada di bawah zona US$136–US$140, potensi kenaikan dinilai belum terkonfirmasi.

    Indikator momentum turut menguatkan sentimen negatif. Relative Strength Index (RSI) harian kembali turun ke area rendah 40-an setelah gagal bertahan di atas level netral 50. Tidak adanya divergensi bullish menunjukkan risiko penurunan masih terbuka jika support kembali ditembus.

    Potensi Harga SOL

    Pada timeframe intraday, tekanan jual juga terlihat dominan. Di grafik 30 menit, harga masih berada di bawah indikator Supertrend dan Parabolic SAR, dengan pola lower high yang konsisten. Pergerakan ini mengindikasikan fase distribusi, di mana reli jangka pendek dimanfaatkan untuk keluar dari pasar.

    Dari sisi aliran dana, data spot menunjukkan outflow yang berkelanjutan, menandakan distribusi oleh pelaku besar masih berlangsung. Sementara itu, pasar derivatif mencatat penurunan open interest seiring harga melemah, mengindikasikan pengurangan risiko, bukan penambahan posisi agresif. Likuidasi posisi long juga masih mendominasi, mencerminkan rapuhnya kepercayaan pelaku pasar bullish.

    Ke depan, level US$130 menjadi support jangka pendek yang krusial. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area US$120-an. Sebaliknya, penutupan harian di atas US$140 dibutuhkan untuk memberi sinyal awal meredanya tekanan jual dan membuka peluang pemulihan ke arah US$148.

    Untuk saat ini, Solana masih berada dalam kondisi sell on rally. Struktur harga yang lemah, momentum negatif, serta arus dana yang belum mendukung membuat dominasi bearish tetap terjaga, dengan beban pembuktian masih berada di pihak pembeli.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Tertekan di US$130, Sentimen Pasar Memburuk

    Harga Solana (SOL) kembali melemah di tengah sentimen pasar yang memburuk. Pada perdagangan Senin, SOL tercatat turun sekitar 3%, melanjutkan penurunan 4% yang terjadi sehari sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan tekanan pasar kripto secara luas yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland.

    Data pasar derivatif menunjukkan bias bearish yang semakin kuat. Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi long Solana mencapai US$59,08 juta, jauh melampaui likuidasi short yang hanya sebesar US$1,38 juta. Kondisi ini mencerminkan dominasi tekanan jual di kalangan trader.

    Kontrak Berjangka SOL Turun

    Baca juga: Pendiri Solana:Upgrade Kunci Bertahan Hidup, SOL Bergerak di $142

    Selain itu, Open Interest (OI) kontrak berjangka SOL turun sekitar 7% menjadi US$8,19 miliar. Penurunan ini mengindikasikan berkurangnya minat risiko dan eksposur modal trader terhadap Solana. Tingkat pendanaan (funding rate) yang berada di level negatif, yakni -0,0004%, semakin menegaskan dominasi posisi jual di pasar derivatif.

    Dari sisi institusional, Exchange Traded Fund (ETF) spot Solana di Amerika Serikat sebenarnya mencatat arus masuk dana sebesar USD 46,88 juta pada pekan lalu. Namun, perubahan dinamika pasar dan meningkatnya tekanan global berpotensi menggerus kepercayaan investor institusi dan memicu aksi jual lanjutan. Perlu dicatat, pasar AS tutup pada Senin karena libur Martin Luther King Jr. Day, yang dapat memengaruhi volume dan arah perdagangan.

    Secara teknikal, Solana masih berada dalam tekanan kuat. Harga saat ini bergerak di kisaran US$130, berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari dan 50 hari yang berada di area US$137–138. Kondisi ini memperkuat bias penurunan dalam jangka pendek.

    Analisis Teknikal Solana

    Dilaporkan FXStreet, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan persilangan ke bawah garis sinyal, dengan histogram yang berubah negatif, menandakan meningkatnya momentum bearish. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 45 dan bergerak turun di bawah garis tengah, mengonfirmasi melemahnya kekuatan beli.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika tekanan jual berlanjut, Solana berisiko menembus pola rounding bottom yang terbentuk sejak 18 Desember dan berpotensi turun mendekati level terendah Desember di kisaran US$116. Sebaliknya, dari sisi atas, area resistensi terdekat berada di zona pasokan sekitar US$148. Penembusan yang kuat di atas level tersebut dapat membuka peluang kenaikan menuju EMA 200 hari di sekitar US$159.

    Untuk saat ini, arah pergerakan Solana masih didominasi sentimen negatif, dengan pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menanti perkembangan kondisi global dan sinyal lanjutan dari pasar kripto.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Solana:Upgrade Kunci Bertahan Hidup, SOL Bergerak di $142

    Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, menegaskan bahwa masa depan sebuah blockchain bergantung pada kemampuannya untuk terus berevolusi. Dalam pernyataannya baru-baru ini, Yakovenko menyebut bahwa tanpa pembaruan berkelanjutan, sebuah jaringan blockchain berisiko kehilangan relevansi dan akhirnya “mati”.

    Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pembeda tajam antara strategi jangka panjang Solana dan filosofi Ethereum. Yakovenko menanggapi pandangan pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang sebelumnya menyebut bahwa Ethereum idealnya mampu bertahan puluhan tahun dengan keterlibatan pengembang yang minimal.

    Menurut Yakovenko, pendekatan tersebut justru berbahaya. Ia menilai blockchain yang berhenti beradaptasi akan menjadi usang. “Jaringan harus terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pengembang dan pengguna. Jika tidak, relevansinya akan hilang,” tegasnya.

    Yakovenko menekankan bahwa upgrade bukanlah pilihan tambahan, melainkan syarat bertahan hidup. Ia menyebut pembaruan protokol harus fokus menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi pengembang dan pengguna. Namun demikian, ia juga menilai bahwa tidak semua permintaan fitur perlu dipenuhi. Solana, kata dia, harus tetap selektif dan berorientasi pada kegunaan, bukan popularitas.

    AI dan Model Biaya Jadi Kunci Masa Depan Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: ETF Tembus US$1,2 Miliar, Solana Dibidik Naik hingga US$168

    Lebih lanjut, Yakovenko melihat potensi besar pada aktivitas transaksi Solana yang mampu menciptakan nilai ekonomi untuk mendanai pengembangan berkelanjutan. Model biaya (fee model) Solana dinilai dapat membantu pengembang menopang proses upgrade dalam jangka panjang.

    Ia juga menyoroti peran kecerdasan buatan (AI), khususnya AI-assisted coding, yang diyakini dapat mempercepat pengembangan dan peningkatan ekosistem Solana. Selain itu, Yakovenko menegaskan Solana tidak boleh bergantung pada satu tim saja. Seiring kematangan jaringan, ia berharap akan muncul kontributor baru yang membangun versi Solana berikutnya. Bahkan, mekanisme tata kelola (governance) disebut berpotensi mendanai kebutuhan komputasi untuk pengembangan di masa depan.

    Harga SOL Melemah, Tapi Outlook Masih Positif

    Di sisi pasar, harga Solana (SOL) tercatat melemah dalam 24 jam terakhir. SOL diperdagangkan di kisaran USD 142,27 atau turun 1,28% secara harian. Meski demikian, kinerja mingguan masih mencatatkan kenaikan 4,62%. Kapitalisasi pasar Solana berada di sekitar USD 80,4 miliar dengan suplai beredar sekitar 570 juta token.

    Dilaporkan Coinpaper, analis dari INSIDER menilai struktur grafik SOL masih mendukung prospek bullish jangka pendek. Solana disebut berhasil menembus garis tren turun mingguan setelah aksi jual tajam. Area harga USD 160–170 kini menjadi zona perhatian berikutnya, meski berpotensi memicu aksi ambil untung karena tekanan suplai sebelumnya.

    Analis Samakan Fase SOL dengan Ethereum di Masa Lalu

    Sementara itu, analis kripto curb.sol membandingkan fase konsolidasi panjang Solana dengan siklus Ethereum sebelum reli besar pada periode 2019–2020. Ia mencatat SOL telah bergerak dalam rentang USD 100–300 selama hampir dua tahun, pola yang menurutnya mirip dengan fase akumulasi ETH di masa lalu.

    Curb.sol mengaku menggunakan fase tersebut untuk mengakumulasi Ethereum, dan kini menerapkan strategi serupa pada Solana. Ia bahkan menyampaikan pandangan jangka panjang bahwa harga SOL berpotensi menembus USD 1.000. Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai kemungkinan koreksi lebih dalam menuju area support di sekitar USD 100.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adopsi Meledak, Harga SOL di Ujung Tanduk? Ini Sinyal Bahayanya

    Harga Solana (SOL) masih bergerak dalam tren naik secara umum, namun risiko koreksi jangka pendek kian menguat. Di tengah lonjakan adopsi jaringan yang signifikan, tekanan jual dari pemegang lama justru mulai mendominasi pergerakan harga.

    Data on-chain menunjukkan pertumbuhan jaringan Solana yang sangat pesat. Sejak awal Januari, jumlah alamat baru yang aktif bertransaksi melonjak tajam. Bahkan, dalam satu hari tercatat lebih dari 8 juta alamat baru bergabung ke jaringan Solana.

    Minat Investor Solana tinggi

    Dikutip BeInCrypto, lonjakan ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap ekosistem Solana, yang didorong oleh aktivitas DeFi, maraknya memecoin, serta aplikasi berkecepatan tinggi.

    Masuknya jutaan alamat baru biasanya diartikan sebagai tambahan modal segar yang dapat meningkatkan likuiditas dan memperkuat harga aset. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya tercermin pada pergerakan harga SOL saat ini.

    Baca juga: ETF Tembus US$1,2 Miliar, Solana Dibidik Naik hingga US$168

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Berdasarkan data perubahan posisi di bursa (exchange position change), tekanan dari pemegang lama Solana terlihat semakin kuat. Minat beli dari investor jangka panjang mulai melemah, sehingga tidak mampu mengimbangi arus penjualan yang muncul. Situasi ini mengindikasikan bahwa sebagian pemegang lama tengah mengurangi eksposur atau bersiap melepas kepemilikan mereka.

    Ketika pasokan dari investor lama lebih besar dibandingkan permintaan baru, harga cenderung mengalami pelemahan. Kondisi ini memperbesar peluang terjadinya penurunan harga dalam waktu dekat.

    Analisis Teknikal Solana

    Secara teknikal, harga Solana saat ini berada di kisaran USD 144 dan bergerak dalam pola ascending wedge sejak awal bulan. Pola ini dikenal sebagai sinyal lanjutan bearish yang kerap diakhiri dengan penurunan harga. Jika pola tersebut terkonfirmasi, SOL berpotensi terkoreksi hingga sekitar 9,5 persen dengan target penurunan di area USD 129.

    Dalam skenario awal, penembusan ke bawah berpeluang membawa harga menuju level USD 136. Apabila level ini gagal bertahan, tekanan jual bisa berlanjut hingga mendekati USD 130, yang diperkirakan menjadi area minat beli berikutnya.

    Meski demikian, skenario bearish ini belum sepenuhnya pasti. Jika sentimen pasar membaik dan tekanan jual mereda, Solana masih berpeluang memantul dari garis bawah pola tersebut. Penembusan ke atas level USD 146 dapat menjadi sinyal penguatan baru. Bahkan, jika momentum berlanjut, harga SOL berpotensi naik menuju area USD 151 dan membatalkan potensi koreksi yang saat ini mengancam.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Tembus US$1,2 Miliar, Solana Dibidik Naik hingga US$168

    Harga Solana (SOL) berpotensi memasuki fase bullish baru seiring munculnya rancangan undang-undang (RUU) kripto di Amerika Serikat yang dapat memberikan status hukum setara dengan Bitcoin (BTC). Jika disahkan, kebijakan ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap Solana.

    RUU yang tengah dibahas Kongres AS tersebut dikenal sebagai Clarity Act, yang bertujuan memberikan kejelasan regulasi bagi industri kripto. Salah satu poin penting dalam RUU ini adalah pengelompokan aset kripto tertentu sebagai “non-ancillary assets”, kategori yang selama ini melekat pada Bitcoin dan Ethereum.

    SOL Tidak Lagi Dipandang Sebagai Altcoin?

    Baca juga: Harga Solana Tertahan di Area Kritis, Tembus US$150?

    Melalui ketentuan tersebut, Solana (SOL), bersama Dogecoin (DOGE) dan XRP, berpeluang memperoleh perlakuan hukum yang sama dengan BTC dan ETH. Artinya, SOL tidak lagi dipandang sebagai sekadar altcoin sekunder dalam kerangka hukum Amerika Serikat.

    DIlaporkan Cryptonews, analis menilai langkah ini dapat menjadi katalis positif bagi harga Solana, terutama di tengah meningkatnya minat Wall Street terhadap aset kripto. Data dari SoSoValue menunjukkan investor juga mulai membanjiri produk ETF Solana yang baru diluncurkan, dengan total nilai aset kelolaan telah mencapai US$1,2 miliar.

    Jika Clarity Act resmi disahkan, peningkatan legitimasi Solana diyakini mampu menarik investor institusional yang sebelumnya masih bersikap menunggu akibat ketidakpastian regulasi.

    Analisis Teknikal Solana

    Dari sisi teknikal, pergerakan harga SOL menunjukkan sinyal penguatan. Berdasarkan grafik 4 jam, Solana membentuk pola cup and handle, sebuah pola bullish yang kerap menandakan potensi kenaikan lanjutan. Harga bahkan telah menembus garis resistance (neckline), disertai peningkatan volume perdagangan yang mengonfirmasi validitas pola tersebut.

    Dengan pola ini, SOL berpeluang naik hingga ke level US$168 dalam beberapa hari ke depan, atau sekitar 17 persen dari harga saat ini. Namun, analis mengingatkan bahwa harga harus bertahan di atas area support US$140 agar skenario bullish tetap terjaga.

    Di luar pergerakan harga, ekosistem Solana juga terus berkembang. Salah satu proyek presale kripto, Bitcoin Hyper ($HYPER), berencana memanfaatkan arsitektur Solana untuk membangun solusi Bitcoin Layer-2. Proyek tersebut dikabarkan telah menggalang dana lebih dari US$30 juta.

    Meski demikian, pengamat tetap mengingatkan bahwa aset kripto merupakan instrumen berisiko tinggi dan dipengaruhi oleh faktor regulasi, sentimen pasar, serta kondisi makroekonomi global.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com