Tag Archives: solana

Harga Solana Melonjak $139, Target $200 Kian Dekat Berkat Meme Coin

Harga Solana (SOL) kembali mencuri perhatian pasar kripto seiring pulihnya sentimen risiko yang dipimpin oleh lonjakan meme coin.

Dilaporkan Ico Bench, pada Selasa (6/1), SOL sempat menyentuh level tertinggi di $139,85 atau naik lebih dari 17% dari titik terendahnya pada Desember. Kenaikan ini terjadi di tengah reli kuat aset-aset meme seperti Dogecoin yang melonjak 22,95% dan Shiba Inu yang menguat lebih dari 30% dalam tujuh hari terakhir.

Penguatan Sektor Meme Coin

Penguatan meme coin juga berdampak langsung pada ekosistem Solana. Total kapitalisasi pasar meme coin berbasis Solana kini mencapai $6,8 miliar. Beberapa token utama seperti BONK, PENGU, dan FARTCOIN mencatatkan kenaikan lebih dari 50% dalam beberapa pekan terakhir.

Peningkatan aktivitas ini mendorong minat beli terhadap SOL, terlebih arus masuk ke produk ETF Solana terus berlanjut dengan total inflow melampaui $791 juta, menandakan minat institusional yang masih solid.

Baca juga: Solana Nomor Dua Dunia, Harga SOL Melonjak di Atas US$130

Data DeFi Llama menunjukkan volume transaksi di jaringan DEX Solana melonjak lebih dari 33% menjadi $107,3 miliar dalam tujuh hari terakhir, jauh melampaui sebagian besar altcoin lainnya.

Kenaikan ini didorong oleh tingginya aktivitas perdagangan meme coin seperti BONK dan TRUMP Coin yang kini memiliki kapitalisasi pasar di atas $1 miliar, serta token baru seperti PENGU dan PIPPIN yang mencatat kenaikan dua digit. Di sisi ETF, pada Senin tercatat inflow sebesar $16,8 juta, dengan kontribusi terbesar datang dari Bitwise BSOL sebesar $12,5 juta, disusul Fidelity FSOL sebesar $2 juta dan VanEck VSOL sekitar $0,2 juta.

Analisis Teknikal SOL

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 6 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 6 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi teknikal, Solana saat ini diperdagangkan di atas area support $138 dan telah naik 12,36% dalam tujuh hari terakhir. Meski demikian, harga masih bergerak dalam pola konsolidasi sejak November dengan resistance utama di $145 dan support di $120. SOL kini berada sekitar 3% di bawah level resistance tersebut.

Indikator Relative Strength Index (RSI) berada mendekati level 70, mengindikasikan momentum bullish namun juga membuka peluang koreksi jangka pendek. Jika mampu menembus resistance dengan volume yang kuat, peluang SOL untuk melanjutkan tren naik, termasuk menuju level psikologis $200, dinilai tetap terbuka.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Nomor Dua Dunia, Harga SOL Melonjak di Atas US$130

Solana mencatat pencapaian besar sepanjang 2025 dengan membukukan volume spot on-chain sebesar US$1,6 triliun. Angka tersebut menempatkan Solana sebagai jaringan dengan volume spot terbesar kedua di dunia, hanya berada di bawah Binance, sekaligus melampaui sejumlah bursa kripto terpusat besar seperti Coinbase, Bybit, dan Bitget.

Berdasarkan data Jupiter per 4 Januari 2026, pangsa pasar aktivitas spot Solana melonjak signifikan menjadi 12 persen. Tiga tahun sebelumnya, jaringan ini hanya menguasai sekitar 1 persen dari total aktivitas spot pasar kripto global.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 5 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Peningkatan tersebut terjadi seiring pergeseran likuiditas ke jaringan yang menawarkan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah. Solana dinilai memenuhi kedua faktor tersebut, sehingga menarik minat pelaku pasar untuk memindahkan aktivitas perdagangan mereka ke jaringan on-chain.

Lonjakan volume ini juga menunjukkan bahwa dominasi Binance dalam pasar spot mulai menyempit, seiring aktivitas perdagangan yang semakin tersebar di berbagai platform dan jaringan blockchain.

Baca juga: Data Santiment Bongkar Aksi Whale di Solana Saat Tahun Baru 2026

Pertumbuhan Stablecoin Dorong Likuiditas

Dilaporkan Coincentral, kenaikan volume perdagangan Solana didorong oleh pertumbuhan pasokan stablecoin di jaringan tersebut. Meski Ethereum masih memimpin dalam total pasokan stablecoin, redistribusi likuiditas mulai terlihat sejak awal 2024.

Pasokan stablecoin di Solana yang sebelumnya relatif kecil kini meningkat secara konsisten, sejalan dengan naiknya volume perdagangan on-chain. Stablecoin berperan sebagai bahan bakar utama perdagangan spot, sehingga peningkatan likuiditas menciptakan pola berulang di mana volume dan likuiditas saling memperkuat.

Selain Solana, Tron juga masih menjadi salah satu pusat utama stablecoin, meski jaringan-jaringan baru mulai memperkecil jarak.

Harga SOL Tunjukkan Momentum Positif

Dari sisi harga, token SOL berhasil menembus level US$130 setelah beberapa pekan bergerak konsolidatif. Kenaikan ini memulihkan pelemahan harga yang terjadi pada akhir 2025.

SOL sempat naik dari area US$125, menembus resistensi US$132, hingga mencapai kisaran US$135. Saat ini, harga bergerak di atas level Fibonacci retracement 23,6 persen dari kenaikan terakhir, dengan Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 58, menandakan masih adanya ruang kenaikan.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga telah berbalik ke zona positif, memperkuat sinyal momentum bullish. Harga tercatat berada di atas rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 100 jam dengan support terdekat di area US$135.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, resistensi terdekat berada di level US$138, diikuti zona resistensi utama di kisaran US$140 hingga US$145. Jika harga mampu menutup perdagangan di atas US$145, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju US$150 hingga US$155.

Sementara itu, support awal berada di area US$134 dan US$130. Jika harga menembus ke bawah US$130, SOL berpotensi melemah menuju US$128, bahkan hingga US$120 apabila tekanan jual berlanjut.

Pencapaian volume dan pergerakan harga ini menegaskan posisi Solana sebagai salah satu jaringan blockchain utama dalam aktivitas perdagangan kripto global.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Data Santiment Bongkar Aksi Whale di Solana Saat Tahun Baru 2026

Pasar kripto mengawali tahun 2026 dengan sorotan tajam pada Solana. Data terbaru dari platform analitik Santiment menunjukkan bahwa akumulasi besar-besaran oleh whale terhadap aset-aset terkait Solana (SOL) menjadi topik kripto paling ramai diperbincangkan pada Hari Tahun Baru.

Santiment mengungkapkan bahwa sejumlah token berbasis Solana mencatat pembelian berulang minimal 10 SOL oleh dompet besar. Fenomena ini menandakan minat yang terus berlanjut dari investor bermodal besar, meskipun kapitalisasi pasar aset-aset tersebut bervariasi.

“Likuiditas tetap kuat dan menunjukkan ketertarikan berkelanjutan dari pemegang besar,” tulis Santiment dalam unggahan yang merangkum lima tren kripto teratas di awal 2026.

Berdasarkan metrik behavioral heuristic Santiment, aset-aset terkait Solana mencatat skor sekitar 70%, yang mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang moderat namun stabil. Data ini muncul di tengah penurunan harga Solana sekitar 46% dalam tiga bulan terakhir, yang justru dinilai sebagai peluang akumulasi oleh para whale dengan harapan pemulihan harga ke depan.

Tren Kripto Lain yang Mewarnai Awal 2026

Selain Solana, Santiment mencatat sejumlah topik lain yang ramai dibahas komunitas kripto global. Salah satunya adalah dinamika politik di New York City, menyusul pelantikan wali kota baru Zohran Mamdani yang mencatat sejarah dengan pengambilan sumpah jabatan menggunakan Al-Quran.

Topik berikutnya adalah perdebatan yang terus berlanjut terkait strategi akumulasi Bitcoin oleh perusahaan Strategy. Investor terbelah antara mereka yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk keyakinan jangka panjang dan pihak yang mengkhawatirkan risiko neraca keuangan setelah volatilitas tinggi sepanjang 2025.

Dari sektor keuangan tradisional, pengunduran diri resmi Warren Buffett dari Berkshire Hathaway setelah enam dekade juga memicu diskusi luas. Perhatian tertuju pada kemungkinan perubahan sikap perusahaan terhadap Bitcoin, seiring laporan bahwa kepemimpinan baru lebih terbuka terhadap aset digital.

ETF dan Stablecoin Diprediksi Dorong Adopsi Kripto

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 4 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi lain, wacana tokenisasi dan konvergensi kripto dengan keuangan tradisional diperkirakan semakin menguat sepanjang 2026. Kepala riset investasi Coinbase, David Duong, menilai bahwa kejelasan regulasi yang terbentuk pada 2025 menjadi fondasi penting bagi percepatan adopsi kripto.

Menurut Duong, kehadiran ETF spot, treasury kripto korporasi, stablecoin, serta aset yang ditokenisasi kini semakin terintegrasi dalam alur kerja keuangan arus utama. Ia memproyeksikan tren ini akan semakin cepat pada 2026, didorong oleh proses persetujuan ETF yang lebih singkat, peran stablecoin dalam sistem pembayaran delivery-versus-payment, serta meningkatnya penerimaan jaminan berbasis token di transaksi keuangan tradisional.

Dengan akumulasi whale yang terus meningkat dan dukungan infrastruktur keuangan yang makin matang, awal 2026 memberi sinyal bahwa pasar kripto bersiap memasuki fase baru yang lebih terintegrasi dan kompetitif.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SOL Masih Jauh dari $293, ETF Tarik $765 Juta: 2026 Jadi Titik Balik?

Solana memasuki 2026 dengan harga SOL sekitar $125, lebih rendah dari sekitar $190 pada awal 2025 dan masih 57% di bawah rekor $293,3. Namun, jaringan ini menutup 2025 dengan dorongan besar dari tokenisasi real-world asset (RWA), setelah nilai RWA di Solana naik hampir 10% menjadi rekor $873,3 juta.

Data RWA.xyz menunjukkan nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan Solana meningkat hampir 10% dalam satu bulan terakhir menjadi rekor tertinggi sebesar US$873,3 juta. Dalam periode yang sama, jumlah pemegang token RWA di Solana melonjak 18,4% menjadi 126.236 alamat.

RWA Dorong Solana

Mayoritas RWA di Solana masih didukung oleh obligasi pemerintah Amerika Serikat. Dua produk terbesar adalah BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund dengan kapitalisasi pasar US$255,4 juta dan Ondo US Dollar Yield sebesar US$175,8 juta. Selain itu, tokenisasi saham mulai menunjukkan pertumbuhan, termasuk Tesla xStock senilai US$48,3 juta dan Nvidia xStock sebesar US$17,6 juta, bersama dengan sejumlah dana institusional yang kini hadir di jaringan Solana.

Dengan capaian tersebut, Solana berpeluang menjadi blockchain ketiga yang melampaui US$1 miliar dalam tokenisasi RWA, menyusul Ethereum yang saat ini memimpin dengan US$12,3 miliar dan BNB Chain yang baru menembus US$2 miliar.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 3 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Solana Bertahan di US$127, Pasar Kripto Masih Ragu Dorong Harga Naik

Dari sisi harga, Solana (SOL) memasuki 2026 di kisaran US$125, lebih rendah dibandingkan awal 2025 yang berada di sekitar US$190. Harga ini juga masih terpaut sekitar 57% dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$293,3 yang tercapai pada 19 Januari 2025. Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum mencetak rekor tertinggi lebih baru dan saat ini diperdagangkan lebih dekat ke puncaknya.

Meski demikian, optimisme terhadap Solana tetap kuat. Manajer aset kripto Bitwise memprediksi SOL berpotensi mencetak rekor harga baru pada 2026 jika Amerika Serikat meloloskan CLARITY Act, regulasi yang berfokus pada struktur pasar kripto. Bitwise menilai tren stablecoin dan tokenisasi akan menjadi pendorong utama, dengan Ethereum dan Solana sebagai penerima manfaat terbesar.

Momentum Institusional SOL

DIlaporkan Trading VIew, momentum institusional juga terus bertambah. Pada Oktober 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui enam ETF spot Solana, yang secara kumulatif mencatat arus masuk dana sebesar US$765 juta. Di bulan yang sama, raksasa remitansi Western Union memilih Solana sebagai infrastruktur penyelesaian stablecoin untuk lebih dari 150 juta pelanggan di lebih dari 200 negara, dengan peluncuran ditargetkan pada paruh pertama 2026.

Dari sisi fundamental onchain, kinerja Solana dinilai solid. Dalam 30 hari terakhir, jaringan ini memimpin seluruh blockchain dalam pendapatan aplikasi dengan lebih dari US$110 juta, jauh melampaui Hyperliquid di posisi kedua dan hampir dua kali lipat pendapatan Ethereum, menurut data DeFiLlama.

Dengan kombinasi lonjakan RWA, adopsi institusional, dan pendapatan jaringan yang kuat, Solana memasuki 2026 dengan narasi baru—bukan lagi sekadar rumah memecoin, melainkan kandidat utama dalam gelombang tokenisasi aset global.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Bertahan di US$127, Pasar Kripto Masih Ragu Dorong Harga Naik

Harga Solana (SOL) mengawali tahun dengan pergerakan terbatas setelah tekanan jual sepanjang paruh kedua 2025 mulai mereda. Hingga Jumat, SOL diperdagangkan di kisaran USD 127–128, menunjukkan fase konsolidasi setelah berbulan-bulan mengalami penurunan bertahap.

Meski tekanan jual besar yang mendominasi November dan Desember telah berkurang, pasar belum menunjukkan keyakinan kuat untuk mendorong harga naik lebih tinggi. Aktivitas perdagangan di awal 2026 lebih banyak diwarnai pergerakan sideways, mencerminkan sikap wait and see dari pelaku pasar.

Struktur Harian Tetap Defensif

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 2 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Volatilitas terpantau menurun, dengan rentang pergerakan harian yang semakin sempit. Kondisi ini mengindikasikan pasar sedang mencari keseimbangan baru setelah periode sulit di 2025, bukan bersiap menghadapi aksi jual besar lanjutan. Penjual tidak lagi agresif, namun pembeli juga belum cukup percaya diri untuk memicu breakout.

Dari sisi teknikal harian, struktur pasar Solana masih cenderung defensif. Harga tetap berada di bawah seluruh exponential moving average (EMA) utama, mulai dari EMA 20 hari hingga 200 hari. EMA 20 hari yang mendatar di sekitar harga saat ini menandakan momentum penurunan telah melambat. Namun, EMA 50 hari di area USD 136 dan EMA 100 hari di sekitar USD 152 masih menjadi hambatan kuat bagi potensi kenaikan.

Dilaporkan Trader Union, indikator momentum turut menguatkan gambaran tersebut. Relative Strength Index (RSI) harian berada sedikit di bawah level 50, menandakan keseimbangan antara tekanan beli dan jual, bukan kekuatan tren naik. Kondisi oversold telah dinetralisir, tetapi pasar belum masuk fase akumulasi.

Baca juga: Solana Tertekan di Akhir 2025, Tapi Januari 2026 Bisa Jadi Titik Balik?

Potensi Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, struktur pergerakan harga terlihat sedikit lebih konstruktif. Pada grafik 30 menit, Solana berhasil bertahan di atas area support USD 125–126. Hal ini mendorong strategi beli saat harga turun (buy on dip), meski setiap kenaikan menuju USD 128–129 masih kerap tertahan oleh aksi jual.

Data arus dana (on-chain) menunjukkan tanda stabilisasi awal. Setelah berbulan-bulan mencatat arus keluar, Solana kini membukukan arus masuk spot moderat sekitar USD 3 juta. Meski belum mencerminkan akumulasi agresif, data ini menandakan tekanan jual paksa telah berkurang.

Di pasar derivatif, open interest futures meningkat ke sekitar USD 7,5 miliar meski harga bergerak datar. Kondisi ini mengindikasikan pelaku pasar mulai kembali membangun posisi, namun juga berpotensi memicu volatilitas jika terjadi pergerakan tajam. Rasio long-short menunjukkan investor ritel cenderung sedikit long, sementara trader besar juga condong ke posisi long, meski dengan pendekatan yang lebih berhati-hati.

Untuk skenario positif, Solana perlu mempertahankan area USD 125 dan menembus USD 130 secara meyakinkan. Penutupan harian di atas zona USD 136–138 akan menjadi sinyal awal perubahan tren, dengan potensi kenaikan menuju USD 150 jika didukung volume dan arus dana yang membaik.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level USD 125 berisiko mendorong harga kembali ke area USD 122, bahkan membuka peluang penurunan menuju level psikologis USD 110 jika sentimen pasar kripto melemah.

Saat ini, Solana belum kembali jatuh, namun juga belum menunjukkan tren pemulihan yang jelas. Hingga resistensi utama berhasil ditembus dan arus dana menguat, pergerakan SOL diperkirakan tetap berada dalam fase konsolidasi, mencerminkan pasar yang lebih mengedepankan kehati-hatian dibandingkan momentum.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tertekan di Akhir 2025, Tapi Januari 2026 Bisa Jadi Titik Balik?

Harga Solana (SOL) tercatat melemah sekitar 12% dalam 30 hari terakhir menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Pergerakan ini memunculkan kombinasi sinyal bullish dan bearish di grafik, sehingga arah harga SOL pada Januari 2026 masih menjadi perhatian pelaku pasar kripto.

Secara historis, Januari kerap menjadi bulan positif bagi Solana. Data menunjukkan rata-rata imbal hasil Januari berada di kisaran 59%, dengan median sekitar 22%, terutama ketika Desember ditutup dengan penurunan harga. Pola tersebut terlihat pada beberapa tahun terakhir, termasuk penurunan tajam di Desember 2022 yang diikuti reli 140% pada Januari 2023, serta koreksi Desember 2024 yang berlanjut dengan kenaikan pada Januari 2025.

Historis Harga Solana

Hingga akhir Desember 2025, SOL masih tercatat turun sekitar 6,9%. Secara statistik, kondisi ini mendukung narasi “Red December, Green January” atau Desember merah yang diikuti Januari hijau.

Dari sisi fundamental, aliran dana ETF turut memberikan dukungan. Sejak diluncurkan, ETF spot Solana belum mencatat arus keluar bersih mingguan. Pada pekan terakhir, dana masuk mencapai sekitar USD 13,14 juta, sehingga total kumulatif inflow menembus USD 755,77 juta. Aliran dana yang konsisten ini menandakan kepercayaan selektif investor terhadap SOL, di tengah tekanan yang dialami aset kripto utama lainnya.

Namun, analis menilai inflow tersebut tidak serta-merta menandai awal altseason. Tim analis B2BINPAY menyebut investor masih sangat selektif dan cenderung memilih altcoin yang likuid dan dikenal luas seperti Solana atau XRP, tanpa rotasi besar dari Bitcoin dan Ethereum.

Baca juga: Alarm Merah Solana! Jika Support US$105 Jebol, Harga Berisiko Longsor

Analisa Teknikal SOL

Dari sisi teknikal, grafik dua hari menunjukkan adanya bullish divergence. Harga SOL membentuk lower low antara 21 November hingga 17 Desember, sementara RSI justru mencetak higher low. Pola ini sering diartikan sebagai sinyal awal potensi pembalikan arah jika didukung oleh kenaikan volume beli.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 1 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski demikian, tekanan bearish belum sepenuhnya hilang. Pada timeframe yang sama, EMA 100 periode mendekati persilangan ke bawah EMA 200 periode. Jika bearish crossover ini terkonfirmasi, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga awal Januari 2026 sebelum pemulihan yang lebih stabil terjadi.

Data derivatif juga mencerminkan kehati-hatian pasar. Mayoritas kelompok trader, termasuk akun besar dan whale Solana, masih berada pada posisi net short dalam tujuh hari terakhir. Meski begitu, sebagian pelaku seperti smart money dan trader tertentu mulai membuka posisi long secara bertahap, yang diduga sebagai antisipasi potensi reli Januari.

Potensi SOL

Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar USD 124. Level USD 129 menjadi titik kunci. Penutupan harga dua hari di atas level tersebut dinilai dapat membuka peluang kenaikan menuju USD 150, bahkan hingga USD 171 jika momentum dan arus dana ETF tetap terjaga. Data cost-basis menunjukkan area USD 123–124 sebagai zona suplai kuat yang sedang diuji harga.

Sebaliknya, level USD 116 menjadi batas pengaman. Penurunan di bawah area ini berpotensi menggugurkan skenario bullish Januari dan membuka peluang kelanjutan tren turun, terutama jika disertai konfirmasi bearish dari EMA.

Dengan demikian, pergerakan Solana pada Januari 2026 akan sangat ditentukan oleh dua level krusial tersebut. Bertahan di atas USD 129 dapat memberi ruang bagi reli lanjutan, sementara penurunan di bawah USD 116 berisiko menghapus harapan akan pola historis “Green January” bagi SOL.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alarm Merah Solana! Jika Support US$105 Jebol, Harga Berisiko Longsor

Harga Solana (SOL) kembali berada di fase krusial setelah gagal menembus area resistance utama dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah analis menilai pergerakan ini mengindikasikan potensi koreksi besar yang bisa berlangsung hingga pertengahan 2026.

Solana sempat menyentuh level tertinggi tiga minggu di kisaran US$130 pada akhir pekan lalu. Namun, memasuki awal pekan, aset kripto ini terkoreksi sekitar 6,1% ke area US$122. Sebelumnya, SOL juga sempat menembus ke bawah support makro di zona US$120 dan mencetak level terendah delapan bulan di US$116 pada pertengahan Desember.

Pergerakan Harga SOL

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 31 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Solana Jaga Support US$119: 2 Sinyal Bullish dan 1 Tanda Peringatan

Sejak saat itu, pergerakan harga SOL cenderung bergerak sideways di rentang US$120–US$126. Upaya menembus resistance lokal berulang kali terjadi, tetapi selalu berujung penolakan. Kenaikan sekitar 5,6% pada Minggu lalu, seiring pantulan pasar yang lebih luas, kembali gagal bertahan setelah tekanan jual muncul pada Senin.

Dikutip Newsbtc, analis pasar Crypto Jobs mencatat bahwa Solana sempat keluar dari pola falling wedge enam minggu, yang secara teknikal berpotensi membawa harga ke area US$144–US$146 jika momentum berlanjut. Namun, koreksi terbaru membuat SOL kembali turun ke bawah batas atas pola tersebut.

Sementara itu, analis Man of Bitcoin menyoroti bahwa SOL sempat menembus garis tren turun selama satu bulan, membuka peluang kenaikan awal menuju US$129–US$130. Meski demikian, ia menegaskan bahwa bertahan di atas garis tren tersebut menjadi kunci. Selama harga masih berada di bawah US$146, skenario penurunan lanjutan ke area support US$100–US$105 dinilai masih sangat mungkin terjadi.

Tekanan Solana Terlihat

Tekanan juga terlihat pada kerangka waktu yang lebih panjang. Pengamat pasar Elite Crypto menilai grafik mingguan Solana menunjukkan sinyal yang “tidak terlalu kuat”. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal 2024, SOL berpotensi membentuk pola bearish Head and Shoulders dengan neckline di sekitar US$105.

Menurut analisis tersebut, jika support US$105 jebol, harga Solana berisiko turun ke kisaran US$75 hingga US$51. Fase koreksi ini diperkirakan dapat berlangsung hingga pertengahan 2026, sebelum tren jangka panjang kembali berpeluang berubah bullish.

Pandangan serupa datang dari Henry dari Lord of Alts, yang menilai Solana justru membentuk pola double top. Dengan neckline di sekitar level harga saat ini, ia memperkirakan jika support gagal dipertahankan, SOL berpotensi turun ke area US$60. Bahkan, dalam skenario yang lebih ekstrem, harga juga disebut berisiko menguji area US$35 akibat adanya celah harga besar yang belum tertutup.

Dengan berbagai sinyal teknikal yang mengarah ke pelemahan, pergerakan Solana dalam beberapa bulan ke depan diperkirakan akan menjadi penentu apakah altcoin ini mampu bertahan di level support penting atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

2 Sinyal Bullish dan 1 Tanda Peringatan

Solana (SOL) melanjutkan pemulihannya pada 29 Desember dengan mencatatkan kenaikan harian keempat berturut-turut setelah berhasil memantul dari zona support krusial di level USD 119. Penguatan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar kripto secara umum dan lonjakan signifikan pada aktivitas perdagangan.

Pada sesi perdagangan tersebut, harga SOL naik 2,45 persen. Hingga waktu penulisan, Solana diperdagangkan di kisaran USD 127,5, menguat 2,45 persen dalam 24 jam terakhir.

Data CoinMarketCap menunjukkan volume perdagangan Solana dalam 24 jam melonjak tajam sebesar 161 persen menjadi USD 4,15 miliar. Lonjakan volume ini mengindikasikan meningkatnya partisipasi pelaku pasar yang tengah mencermati arah pergerakan SOL dalam jangka pendek.

Pemulihan Harga Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 30 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Solana Turun ke US$127, Risiko Anjlok ke US$95 Makin Besar

Dilaporkan AMBCrypto, pemulihan harga Solana terlihat solid setelah aset ini sukses mempertahankan area support USD 119. Level tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi titik pembalikan harga dan kembali diuji selama empat sesi terakhir tanpa mengalami penembusan ke bawah.

Berdasarkan struktur grafik harian, selama harga mampu bertahan di atas level USD 119, Solana berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area USD 145 atau sekitar 13,8 persen dari harga saat ini.

Dari sisi indikator teknikal, Average Directional Index (ADX) tercatat di level 25,62, mendekati ambang batas 25 yang menandakan kekuatan tren mulai terbentuk dan potensi pergerakan terarah semakin menguat. Namun, indikator Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di zona negatif di angka -0,13, yang menunjukkan tekanan jual masih mendominasi dan minat beli relatif lemah di level harga saat ini.

Meski sinyal teknikal masih bercampur, sejumlah analis kripto di platform X menunjukkan optimisme tinggi. Beberapa di antaranya memproyeksikan harga SOL berpotensi naik ke kisaran USD 144 hingga USD 147, bahkan tidak menutup kemungkinan menembus level psikologis USD 150 dalam waktu dekat.

Sinyal Pergerakan Solana

Di sisi lain, data derivatif menunjukkan kehati-hatian dari trader jangka pendek. Peta likuidasi CoinGlass mencatat level USD 122,2 sebagai support utama dan USD 130,4 sebagai resistance terdekat. Pada level tersebut, terdapat posisi long berleverage senilai USD 114,12 juta dan posisi short berleverage senilai USD 149,74 juta.

Dominasi posisi short ini mengindikasikan bahwa trader intraday cenderung bersikap bearish dan memperkirakan harga SOL akan kesulitan menembus resistance USD 130,4 dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan, rebound Solana mencerminkan momentum yang mulai membaik setelah berhasil mempertahankan level support penting. Namun, keberlanjutan penguatan ini masih akan sangat ditentukan oleh respons harga di area resistance, di mana konsentrasi leverage masih cukup tinggi.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana Turun ke US$127, Risiko Anjlok ke US$95 Makin Besar

Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda pelemahan lanjutan seiring terbentuknya pola teknikal bearish dan menurunnya aktivitas jaringan. Sejumlah indikator mengisyaratkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar dalam beberapa pekan ke depan.

Berdasarkan data crypto.news, pada Minggu (29/12/2025) pukul 16.40 WIB, Solana diperdagangkan di level US$127,7. Harga ini turun sekitar 12,3% dari level tertingginya bulan ini dan lebih dari 48% dari puncak harga pada September lalu. Secara bulanan, SOL telah terkoreksi lebih dari 12%.

Penurunan Harga Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 29 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan harga ini terjadi di tengah melemahnya metrik on-chain utama. Data CoinGlass menunjukkan total value locked (TVL) di ekosistem DeFi Solana turun signifikan menjadi US$23,8 miliar, dari puncak tahunan US$35,1 miliar pada September. Selain itu, pendapatan biaya (fees) dari protokol berbasis Solana juga merosot tajam, dari US$31 juta menjadi hanya US$8 juta dalam periode yang sama.

Melemahnya TVL dan pendapatan jaringan tersebut mengindikasikan penurunan aktivitas pengguna, yang pada akhirnya berdampak pada minat investor terhadap token SOL.

Tekanan juga datang dari sisi institusional. Data SoSoValue mencatat arus masuk ke ETF Solana spot mengalami perlambatan drastis. Delapan ETF SOL sempat membukukan arus masuk sebesar US$199,2 juta pada pekan pertama perdagangan setelah peluncuran. Namun, pada pekan terakhir, inflow hanya mencapai US$13,1 juta. Penurunan ini mencerminkan melemahnya permintaan dari investor institusi, yang berpotensi menekan minat investor ritel.

Analisis Teknikal SOL

Dari sisi teknikal, grafik mingguan Solana menunjukkan terbentuknya pola double top berskala besar sejak pertengahan 2024. Pola ini dikenal sebagai sinyal pembalikan arah ke bearish, terutama jika harga menembus level neckline.

Saat ini, SOL berada dekat area krusial di sekitar US$120 yang menjadi neckline pola tersebut. Jika harga menembus ke bawah level ini, pola double top dinyatakan terkonfirmasi dan berpotensi membuka ruang penurunan lebih lanjut. Indikator momentum seperti MACD dan RSI juga terpantau mengarah ke bawah, menandakan dominasi penjual di pasar.

Apabila level US$120 gagal dipertahankan sebagai support, harga Solana berisiko turun menuju level terendah 7 April di sekitar US$95. Level ini sebelumnya menjadi area penopang penting sepanjang tahun.

Meski demikian, skenario bearish dapat gugur apabila terjadi pemulihan tajam. Kenaikan harga di atas US$155, yang bertepatan dengan level retracement Fibonacci 50%, berpotensi membatalkan pola bearish dan membuka peluang pemulihan harga Solana.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Solana Terancam Anjlok 50%? Sinyal Mengerikan Muncul

Pergerakan harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto. Setelah mencatat kenaikan signifikan pada akhir musim panas, aset kripto ini justru mengalami tren penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah analis bahkan memperingatkan potensi kejatuhan lanjutan hingga ke bawah level USD 70 dalam waktu dekat.

Analis kripto Ali Martinez menilai struktur pergerakan harga Solana sejak Maret 2024 hingga saat ini membentuk pola teknikal “head and shoulders”, yang dikenal sebagai sinyal bearish klasik. Pola tersebut terlihat dengan puncak tertinggi (head) yang terbentuk pada akhir tahun lalu, saat harga SOL menyentuh USD 240.

Penurunan Brutal di Depan Mata?

Baca juga: Harga Solana di Zona Kritis, Level US$130 Jadi Penentu Selanjutnya

Berdasarkan pola ini, Martinez memprediksi harga Solana berpotensi turun hingga USD 66,20. Jika skenario tersebut terjadi, SOL akan mengalami koreksi sekitar 50% dari harga saat ini yang berada di kisaran USD 132.

Pola head and shoulders terbentuk dari tiga puncak harga, yakni bahu kiri, kepala, dan bahu kanan. Jika harga menembus level support penting yang disebut neckline, trader biasanya menganggapnya sebagai sinyal kelanjutan tren penurunan.

Dilaporkan Crypto Potato, pandangan bearish tidak hanya datang dari Martinez. Analis lain yang dikenal dengan nama Crypto Tony memperkirakan adanya kenaikan kecil menuju area USD 134 sebelum harga kembali tertekan. Ia menyebut akan memanfaatkan kenaikan tersebut sebagai peluang untuk membuka posisi jual (short).

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tekanan terhadap SOL juga tercermin dari indikator teknikal Relative Strength Index (RSI). Saat ini, RSI Solana berada di kisaran 69, mendekati zona jenuh beli (overbought). Dalam analisis teknikal, RSI di atas 70 sering dianggap sebagai sinyal potensi pembalikan arah ke bawah, sementara di bawah 30 dianggap sebagai peluang beli.

Meski demikian, tidak semua analis sepakat dengan skenario kejatuhan tajam. Sejumlah pihak justru melihat peluang kebangkitan harga Solana. TraderSZ, analis kripto dengan hampir 700 ribu pengikut di platform X, memprediksi harga SOL berpotensi menembus level USD 160 dalam beberapa hari ke depan. Analis lain bernama James juga memasang target optimistis di kisaran USD 152.

Data Pergerakan Solana

Data exchange netflow turut menjadi dasar pandangan bullish tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, arus keluar SOL dari bursa kripto tercatat jauh lebih besar dibandingkan arus masuk. Kondisi ini mengindikasikan investor memindahkan aset ke dompet pribadi (self-custody), yang umumnya dianggap sebagai sinyal positif karena menurunkan tekanan jual jangka pendek. Sebaliknya, lonjakan dana masuk ke bursa biasanya dikaitkan dengan persiapan aksi jual besar-besaran.

Dengan sinyal teknikal yang saling bertolak belakang, pergerakan harga Solana ke depan diperkirakan akan tetap volatil. Pelaku pasar kini menantikan apakah SOL akan benar-benar terperosok lebih dalam, atau justru mampu bangkit dan mematahkan prediksi bearish yang beredar.

Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com