Tag: solana

  • SOL Siap Terbang ke US$200? Tapi Token Baru Ini Bisa Jadi Rival

    Pasar kripto kembali diramaikan oleh optimisme terhadap Solana (SOL) seiring membaiknya kondisi pasar dan meningkatnya aktivitas on-chain. Di tengah potensi kebangkitan blockchain layer-1 tersebut, perhatian investor juga mulai bergeser ke proyek kripto berbasis pembayaran (PayFi) yang dinilai memiliki peluang besar menantang dominasi jaringan mapan seperti Solana.

    Solana saat ini diperdagangkan di level US$143,85, naik 1,44 persen dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya tercatat mencapai US$81,3 miliar, sementara volume perdagangan melonjak lebih dari 22 persen menjadi US$6,86 miliar. Kenaikan volume ini mencerminkan kembalinya minat investor, terutama setelah Bitcoin menunjukkan pergerakan yang lebih stabil.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Tertahan di Area Kritis, Tembus US$150?

    Dari sisi teknikal, SOL dinilai mampu bertahan di atas level support penting yang terbentuk sejak awal tahun. Analis mencatat pola higher low masih terjaga, membuka peluang skenario bullish dalam jangka pendek. Jika kondisi pasar kripto secara keseluruhan tetap kondusif, sejumlah proyeksi menyebut harga Solana berpotensi kembali menguji level US$200 dalam waktu dekat.

    Dilaporkan Crypto.news, fundamental jaringan Solana juga dinilai masih kuat. Dengan kecepatan transaksi tinggi (TPS), ekosistem DeFi yang aktif, serta adopsi institusional yang terus berkembang, Solana tetap menjadi salah satu altcoin utama yang diperhatikan investor global.

    Namun, fokus pasar kini tidak hanya tertuju pada performa layer-1. Proyek kripto dengan pendekatan pembayaran mulai menarik perhatian, salah satunya Remittix (RTX). Token PayFi ini saat ini diperdagangkan di harga US$0,123 dan dikembangkan untuk menjembatani transaksi kripto dengan sistem keuangan tradisional.

    Remittix baru-baru ini mengumumkan bahwa dompet digitalnya telah resmi tersedia di Apple App Store, dengan versi Google Play dijadwalkan menyusul. Selain itu, tim pengembang mengonfirmasi peluncuran platform PayFi berbasis crypto-to-fiat pada 9 Februari 2026. Platform ini dirancang agar pengguna dapat mengirim aset kripto langsung ke sektor keuangan konvensional.

    Lawan Solana

    Dari sisi pendanaan, Remittix dilaporkan telah menggalang lebih dari US$28,8 juta dari pendanaan privat dan menjual lebih dari 701 juta token. Capaian ini membuat Remittix mulai dipandang sebagai pesaing potensial bagi jaringan besar yang juga bermain di sektor pembayaran digital.

    Meski Solana masih memimpin dari sisi adopsi dan infrastruktur, kehadiran proyek PayFi seperti Remittix menunjukkan bahwa persaingan di industri kripto semakin bergeser ke arah utilitas nyata dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional. Investor kini dihadapkan pada pilihan antara kebangkitan jaringan besar atau peluang dari pemain baru dengan pendekatan berbeda.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Tertahan di Area Kritis, Tembus US$150?

    Harga Solana (SOL) bergerak mendatar di kisaran US$144–US$145 pada perdagangan Rabu, setelah mencatat pemulihan tajam dari level terendah Desember di sekitar US$120. Kenaikan cepat tersebut kini kehilangan momentum, dengan pergerakan harga beralih dari fase rebound impulsif ke konsolidasi.

    Meski reli mulai melambat, struktur harga menunjukkan tanda stabilisasi, bukan tekanan jual agresif. Pasar saat ini memasuki fase penentuan arah, di mana konfirmasi teknikal dinilai lebih penting dibanding kecepatan pergerakan.

    Pemulihan Bertahan, Namun Tren Masih Korektif

    Pada grafik harian, Solana berhasil kembali ke atas exponential moving average (EMA) 20 hari, sebuah sinyal awal yang konstruktif setelah periode pelemahan panjang. Namun, tren yang lebih luas masih dibatasi oleh rata-rata pergerakan jangka menengah dan panjang yang cenderung menurun.

    Dilaporkan Traders Union, zona kompresi harga saat ini berada di antara EMA 50 hari di sekitar US$137 dan EMA 100 hari di kisaran US$149. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area US$150–US$160, pergerakan ini masih dikategorikan sebagai pemulihan dalam tren turun yang lebih besar, bukan pembalikan tren penuh.

    Secara struktur, reli dari US$120 memang mematahkan pola lower low yang terbentuk sejak November. Namun, Solana belum mencetak higher high pada kerangka waktu harian. Selama harga bertahan di atas US$135, struktur pemulihan dinilai masih aman. Sebaliknya, penurunan di bawah level tersebut berpotensi membuka kembali risiko pelemahan ke area US$125–US$130.

    Indikator momentum mendukung stabilisasi, tetapi juga memberi peringatan. Relative Strength Index (RSI) harian naik ke area awal 60-an, mencerminkan membaiknya tekanan beli. Namun, level ini kerap muncul pada reli korektif jika tidak disertai penembusan resistance yang kuat. RSI yang mulai mendatar mengindikasikan potensi jeda kenaikan jika tidak ada permintaan baru.

    Tekanan Jangka Pendek Meningkat

    Pada kerangka waktu lebih rendah, kontrol jangka pendek pembeli mulai melemah. Di grafik 30 menit, indikator Supertrend terlihat mendatar, sementara Parabolic SAR bergerak mendekati harga, menandakan berkurangnya momentum arah.

    Area US$147–US$148 kini menjadi zona penolakan intraday yang jelas. Upaya kenaikan berulang kali tertahan di level tersebut, menunjukkan kehadiran penjual yang konsisten. Selama harga berada di bawah US$148, bias jangka pendek cenderung bergerak sideways hingga sedikit melemah.

    Support terdekat berada di kisaran US$142–US$143. Jika area ini ditembus, harga berisiko turun menuju US$138 dan kemudian US$135. Sebaliknya, penutupan intraday yang bersih di atas US$148 akan memperbaiki struktur jangka pendek dan membuka peluang pengujian ulang level psikologis US$150.

    Baca juga: Solana Masuk Ekosistem X Elon Musk, Analis Prediksi Naik US$145

    Arus Dana dan Leverage Batasi Keyakinan Pasar

    Data arus spot menunjukkan gambaran yang beragam. Sesi terakhir mencatat arus masuk bersih sekitar US$6 juta, namun dalam beberapa pekan terakhir terlihat pola distribusi saat harga menguat. Hal ini mengindikasikan investor besar masih berhati-hati dan cenderung memanfaatkan reli untuk mengurangi eksposur.

    Di pasar derivatif, open interest meningkat hingga di atas US$8,8 miliar seiring kenaikan volume, menandakan partisipasi trader yang kembali tumbuh. Rasio long-short sedikit condong ke posisi long, namun masih relatif seimbang sehingga belum memicu risiko squeeze besar. Data likuidasi menunjukkan tekanan lebih besar pada posisi long dalam 12 hingga 24 jam terakhir, mengisyaratkan koreksi saat ini lebih banyak menghapus pembeli terlambat daripada memicu kepanikan.

    Kombinasi meningkatnya partisipasi tetapi lemahnya keyakinan ini konsisten dengan pergerakan harga yang cenderung range-bound.

    Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, Solana membutuhkan penutupan harian di atas US$150 untuk mengonfirmasi fase pemulihan yang lebih luas. Jika level tersebut berhasil ditembus dan dipertahankan, target berikutnya berada di sekitar US$160 hingga EMA 200 hari yang menurun.

    Sebaliknya, kegagalan menembus US$150 akan mempertahankan SOL dalam fase korektif, dengan risiko penurunan kembali ke area US$135 jika momentum memudar. Hingga ada konfirmasi dari penembusan resistance utama yang didukung arus spot kuat, pergerakan Solana dinilai lebih cocok untuk strategi trading dalam rentang harga dibanding posisi arah jangka panjang.

    Pergerakan harga saat ini sejalan dengan analisis sebelumnya yang menilai reli Solana pasca-penurunan November akan menghadapi hambatan kuat di sekitar rata-rata pergerakan harian yang menurun. Solana memang mulai stabil, tetapi masih tertahan di bawah level kunci yang diperlukan untuk mengonfirmasi pembalikan tren yang berkelanjutan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Masuk Ekosistem X Elon Musk, Analis Prediksi Naik US$145

    Kabar integrasi jaringan blockchain Solana (SOL) dengan platform media sosial X (sebelumnya Twitter) milik Elon Musk tengah menjadi perhatian komunitas kripto global. Rumor ini memicu optimisme pasar, mengingat X memiliki lebih dari 600 juta pengguna aktif bulanan yang berpotensi memberi eksposur besar terhadap ekosistem Solana.

    X saat ini dikenal sebagai pusat utama diskusi keuangan, berita pasar, dan sentimen real-time yang kerap memengaruhi pergerakan modal dalam skala besar. Sejumlah tokoh dalam ekosistem Solana menyebut jaringan ini akan memainkan peran langsung dalam ambisi X untuk bertransformasi menjadi “super app” dengan fitur keuangan terintegrasi.

    Prediksi Harga Solana: Eksposur X Dapat Memicu

    Baca juga: Solana Tembus $140, Tapi Ini Risiko Besar Jika Support Kritis Jebol

    Dilaporkan Cryptonews, dorongan tersebut diperkuat oleh pengumuman Nekita Bier, Head of Product X, terkait peluncuran fitur Smart Cashtags. Fitur ini memungkinkan pengguna menandai aset keuangan secara lebih spesifik, termasuk kontrak pintar, sekaligus menampilkan data harga dan kinerja aset secara real-time langsung di linimasa.

    Bagi ekosistem seperti Solana yang memiliki banyak token dan launchpad aktif, fitur ini dinilai krusial. Smart Cashtags dapat mengurangi kebingungan akibat kemiripan ticker, sekaligus meningkatkan visibilitas token berbasis Solana di platform dengan trafik tinggi.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Peningkatan eksposur tersebut diperkirakan akan mendorong interaksi dan minat terhadap proyek-proyek Solana, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan permintaan terhadap SOL sebagai token utilitas utama jaringan.

    Dari sisi teknikal, analis mencermati bahwa harga SOL tengah bergerak dalam pola descending triangle selama hampir satu tahun. Level resistensi jangka pendek di kisaran US$145 dilaporkan mulai teruji. Jika berhasil ditembus, peluang kelanjutan tren naik dinilai semakin terbuka.

    Indikator Momentum Solana

    Indikator momentum juga menunjukkan sinyal positif. Relative Strength Index (RSI) bertahan di atas level netral, menandakan aktivitas beli masih dominan. Sementara itu, MACD memperlihatkan penguatan tren naik setelah sempat mengalami koreksi singkat.

    Adapun level kunci yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar US$210. Jika level ini berhasil ditembus dan berubah menjadi support, analis teknikal memperkirakan potensi kenaikan lanjutan dengan target jangka menengah hingga US$500. Dalam skenario optimistis, meningkatnya adopsi arus utama disebut dapat membuka peluang kenaikan lebih tinggi dalam jangka panjang.

    Meski demikian, pelaku pasar diingatkan bahwa aset kripto tetap memiliki risiko tinggi dan volatilitas ekstrem, sehingga setiap keputusan investasi perlu disertai pertimbangan matang.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tembus $140, Tapi Ini Risiko Besar Jika Support Kritis Jebol

    Harga Solana (SOL) berhasil menembus level psikologis $140 dan kini diperdagangkan di kisaran $144, memicu optimisme pasar kripto. Namun, analis teknikal mengingatkan bahwa euforia ini tetap dibayangi risiko koreksi jika level support utama gagal dipertahankan.

    Berdasarkan data perdagangan Kraken, SOL memulai tren naik setelah stabil di atas $132. Aset kripto ini kemudian menembus sejumlah level resistance penting, mulai dari $138, $140, hingga $142, sebelum mencapai puncak sementara di $144 dan bergerak konsolidatif.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Rilis Upgrade Validator Darurat, Harga SOL Siap Uji Level $144?

    Secara teknikal, harga Solana kini berada di atas simple moving average (SMA) 100 jam, menandakan tren jangka pendek yang masih bullish. Selain itu, terbentuk garis tren naik dengan area support kuat di sekitar $138 pada grafik per jam pasangan SOL/USD.

    Dilaporkan Yellow, level Fibonacci retracement 23,6% dari pergerakan harga $135 ke $144 juga masih bertahan, memperkuat sentimen positif pasar. Indikator MACD per jam menunjukkan momentum bullish, sementara Relative Strength Index (RSI) tetap berada di atas level 50.

    Potensi SOL ke Depan

    Meski demikian, pasar masih mencermati ujian resistance berikutnya di $145. Jika Solana mampu menembus $150, analis menilai peluang kenaikan menuju $162 hingga $170 akan terbuka.

    Di sisi lain, risiko penurunan tetap menjadi perhatian. Level $140 kini berperan sebagai support awal yang krusial dan bertepatan dengan Fibonacci retracement 50% dari reli terbaru. Jika harga turun dan menembus $138, tekanan jual berpotensi membawa SOL kembali ke area $132.

    Dengan kondisi ini, pelaku pasar diimbau tetap waspada, meskipun tren jangka pendek masih menunjukkan sinyal penguatan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Rilis Upgrade Validator Darurat, Harga SOL Siap Uji Level $144?

    Jaringan blockchain Solana kembali menjadi sorotan setelah merilis pembaruan validator v3.0.14 yang bersifat mendesak. Di tengah kapitalisasi pasar yang telah menembus US$76,8 miliar, harga token SOL bertahan di area krusial US$136 dan mulai memunculkan sinyal teknikal menuju potensi rebound ke level US$144–US$146.

    Solana Foundation mengeluarkan imbauan resmi agar seluruh validator Mainnet-Beta segera melakukan upgrade ke versi terbaru tersebut. Pembaruan ini disebut mencakup serangkaian patch penting yang berdampak langsung pada stabilitas jaringan, baik untuk node yang di-stake maupun yang tidak.

    Pengumuman yang dirilis pada awal sesi perdagangan Amerika Serikat itu dengan cepat menyebar di komunitas validator dan tercatat telah dilihat lebih dari 31 ribu kali dalam hitungan jam, menandakan tingginya perhatian pelaku ekosistem terhadap kondisi jaringan Solana.

    Pembaruan Validator Picu Perhatian Pasar

    Dilaporkan Crypto News, urgensi pembaruan ini menegaskan fokus Solana dalam memperkuat ketahanan jaringan, terutama di tengah peningkatan aktivitas pengembang dan volume transaksi yang terus mendorong batas kapasitas infrastruktur.

    Secara historis, pembaruan besar pada level validator kerap memicu volatilitas jangka pendek. Namun, langkah ini juga sering dipandang sebagai sinyal positif bagi keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang.

    Harga SOL Bertahan di Tengah Tekanan

    Di sisi pasar, harga Solana tercatat berada di kisaran US$136,23, melemah sekitar 1,04% dalam 24 jam terakhir seiring kondisi pasar kripto global yang cenderung bergerak mendatar. Dengan suplai beredar sekitar 564 juta SOL, Solana masih kokoh sebagai kripto terbesar keenam berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Pergerakan harga menunjukkan pola konsolidasi dalam kanal naik dangkal, dengan setiap koreksi sejak akhir Desember berhasil ditahan oleh garis tren naik. Pola candlestick yang rapat dan berukuran kecil mengindikasikan fase penyeimbangan antara tekanan jual dan beli, bukan pelemahan permintaan.

    Area US$135–US$136 saat ini menjadi zona pertahanan utama yang terus dijaga oleh pelaku pasar.

    Baca juga: Solana Bangkit dari Level Kunci, Sinyal Kuat Harga Siap Terbang ke $156

    Sinyal Teknikal Mengarah ke Potensi Rebound

    Indikator teknikal menunjukkan kondisi yang masih relatif konstruktif. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 45, mencerminkan sentimen yang mendingin tanpa indikasi penurunan tajam. Sementara itu, pergerakan harga yang terjepit di antara EMA 50 dan EMA 100 mengisyaratkan potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.

    Level teknikal penting yang menjadi perhatian pasar meliputi:

    • Resistance terdekat: US$140,78
    • Resistance lanjutan: US$143,46
    • Target breakout: US$146,08
    • Support trendline: US$134,96 dan US$132,53

    Penutupan harga di atas US$140,78 dipandang sebagai konfirmasi awal pergeseran bullish, sementara kegagalan mempertahankan garis tren berisiko membuka penurunan lebih dalam.

    Prospek Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dengan struktur teknikal yang masih cenderung positif dan kondisi pasar yang mulai stabil, Solana berpeluang melanjutkan reli jika mampu menembus area resistance utama. Penembusan tersebut dapat membuka jalan bagi SOL untuk kembali menguji kisaran US$144–US$146, sekaligus mereset momentum kenaikan dalam jangka pendek.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Bangkit dari Level Kunci, Sinyal Kuat Harga Siap Terbang ke $156

    Harga Solana (SOL) menunjukkan sinyal penguatan lanjutan setelah berhasil memantul dari level teknikal penting, yakni 21-day Exponential Moving Average (21EMA). Pergerakan ini memperkuat indikasi bahwa tren bullish masih mendominasi pasar, dengan target kenaikan mengarah ke area $156.

    Berdasarkan pergerakan terbaru, Solana mampu mempertahankan struktur pasar bullish yang ditandai dengan pola higher high dan higher low. Koreksi jangka pendek yang terjadi sebelumnya tidak merusak struktur tersebut, justru menemukan minat beli yang kuat di sekitar 21EMA.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Sinyal Langka Muncul! Harga Solana Berpeluang Tembus $300?

    Dilaporkan Crypto News, secara teknikal, pantulan dari 21EMA dinilai signifikan karena bertepatan dengan Point of Control (PoC), yaitu level harga dengan volume transaksi tertinggi. Kombinasi dua indikator ini memperkuat zona support dan menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mempertahankan posisi beli mereka.

    Analis menilai, selama harga Solana mampu bertahan di atas 21EMA pada penutupan candle, tren naik masih berada dalam kondisi sehat. Reaksi ini lebih mencerminkan fase konsolidasi alami dibandingkan sinyal pembalikan arah.

    Perhatian pasar kini beralih ke area resistance di atas harga saat ini, khususnya di sekitar value area high dan swing high terakhir. Area tersebut berpotensi menjadi target likuiditas berikutnya apabila Solana berhasil merebut kembali PoC secara meyakinkan.

    Target Harga Solana Terdekat

    Target utama kenaikan berada di level $156, yang merupakan resistance kuat pada kerangka waktu tinggi. Penembusan ke level ini akan menegaskan dominasi buyer dan memperkuat kelanjutan tren bullish Solana.

    Meski demikian, volume perdagangan menjadi faktor penentu. Kenaikan harga yang disertai peningkatan volume beli akan memperbesar peluang SOL menembus zona resistance. Tanpa dukungan volume, harga berpotensi bergerak sideways di atas 21EMA sebelum mencoba reli berikutnya.

    Ke depan, selama level support utama tetap terjaga, Solana masih berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, kegagalan bertahan di 21EMA dapat menunda skenario bullish, meski belum serta-merta membatalkan struktur tren naik secara keseluruhan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Langka Muncul! Harga Solana Berpeluang Tembus $300?

    Harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan setelah muncul sinyal teknikal yang kerap dikaitkan dengan potensi kenaikan harga. Pada grafik empat jam, Solana baru saja membentuk Golden Cross, yakni ketika rata-rata pergerakan (moving average) 50 hari menembus ke atas garis 200 hari.

    Pola ini dikenal luas di kalangan trader sebagai sinyal beli klasik dan sering kali muncul di awal fase penguatan harga. Meski tidak menjamin reli besar, Golden Cross biasanya menandakan tekanan beli mulai menguat, baik dalam jangka pendek maupun menengah.

    Sinyal Harga Solana

    Baca juga: Alasan Kuat Harga Solana Disebut Bisa Tembus US$200 Bulan Ini

    Setelah berminggu-minggu bergerak datar dengan volatilitas rendah, sinyal ini memunculkan spekulasi bahwa Solana sedang “bangun” dan bersiap menentukan arah berikutnya. Level support dan resistance kunci akan menjadi penentu apakah penguatan bisa berlanjut.

    Selain faktor teknikal, aktivitas jaringan Solana juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam sepekan terakhir, bursa terdesentralisasi (DEX) di jaringan Solana memproses sekitar US$30 miliar transaksi, naik 25% dibanding pekan sebelumnya. Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh kembali ramainya perdagangan meme coin.

    Token BONK, misalnya, melonjak sekitar 50% dalam tujuh hari terakhir, sementara sejumlah meme coin lain mencatatkan kenaikan lebih besar. Aktivitas ini berdampak langsung pada permintaan SOL karena setiap transaksi di jaringan Solana membutuhkan SOL untuk biaya jaringan.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 9 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 9 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Data terbaru menunjukkan bahwa dalam 24 jam terakhir saja, volume transaksi DEX Solana mencapai US$5,7 miliar, atau naik sekitar 40% dibanding rata-rata pekan sebelumnya. Platform seperti Meteora, PumpSwap, dan HumidiFi menjadi kontributor utama dengan total volume lebih dari US$3 miliar.

    Dilaporkan The Coin Republik, secara historis, lonjakan aktivitas meme coin kerap menjadi pemicu reli harga SOL. Pada 2024, fenomena serupa sempat mendorong harga SOL mendekati level US$300. Awal 2026 kini dinilai memiliki pola yang mirip, seiring meningkatnya minat terhadap meme coin dan aktivitas jaringan.

    Analisis Teknikal Solana

    Dari sisi pergerakan harga, analis kripto Crypto Tony mencatat bahwa SOL saat ini tengah mengalami fase pendinginan setelah reli kuat. Harga sempat naik stabil hingga area pertengahan US$140 sebelum mengalami koreksi.

    Koreksi tersebut kini mengarah ke zona support penting di kisaran US$130-an, yang sebelumnya menjadi area resistance. Sejauh ini, tekanan jual terlihat relatif ringan dan tidak menunjukkan kepanikan pasar, sehingga lebih menyerupai jeda sementara dibandingkan perubahan tren.

    Jika level support ini mampu bertahan, peluang pantulan harga dinilai cukup besar dan dapat membawa SOL kembali menguji level tertinggi terdekat. Namun, jika support tersebut gagal dipertahankan, pasar diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama sebelum melanjutkan penguatan.

    Dengan kombinasi sinyal Golden Cross, meningkatnya aktivitas jaringan, dan kembalinya musim meme coin, Solana kini berada di titik krusial. Apakah momentum ini cukup kuat untuk mendorong harga menuju US$300, pasar akan menjawabnya dalam beberapa hari ke depan.

    Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan

    Solana Mobile resmi mengumumkan peluncuran token terbarunya, SKR, yang dijadwalkan rilis pada 21 Januari 2026. Token ini akan menjadi fondasi utama dalam ekosistem smartphone Solana, mencakup fungsi staking, tata kelola (governance), serta sistem keamanan perangkat berbasis blockchain.

    Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Solana Mobile di platform X. Kehadiran SKR disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi antara pengguna, pengembang, dan pemilik perangkat dalam ekosistem mobile berbasis Solana.

    Model Staking Guardian Jadi Tulang Punggung Keamanan

    SKR memperkenalkan mekanisme staking baru berbasis agen yang disebut Guardian. Melalui sistem ini, pengguna dapat melakukan staking token SKR ke Guardian untuk membantu proses verifikasi perangkat serta penetapan standar keamanan platform.

    Dilaporkan Coingape, model Guardian dirancang untuk menyelaraskan kepentingan ekonomi dengan keamanan perangkat. Pengguna tidak hanya menjadi pemilik token, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga integritas dan pengelolaan ekosistem Solana Mobile.

    Selain itu, token SKR memberikan hak tata kelola kepada pemiliknya. Staker dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan platform, aturan masuk ekosistem, hingga distribusi insentif keuangan. Sistem ini ditujukan untuk mendorong stabilitas jangka panjang dan pertumbuhan pengembang.

    Solana Mobile dikenal sebagai produsen smartphone yang terintegrasi langsung dengan teknologi blockchain, termasuk aplikasi terdesentralisasi dan sistem keamanan on-chain yang dioptimalkan untuk jaringan Solana. Detail lanjutan mengenai SKR dijadwalkan akan diumumkan pada ajang Solana Breakpoint mendatang.

    Baca juga: Alasan Kuat Harga Solana Disebut Bisa Tembus US$200 Bulan Ini

    Airdrop 30 Persen, Pemilik Seeker Jadi Target Utama

    Token SKR akan memiliki total suplai 10 miliar token dengan mekanisme inflasi linear. Inflasi dimulai sebesar 10% pada tahun pertama dan akan berkurang 25% setiap tahun hingga mencapai tingkat terminal 2% setelah enam tahun.

    Sebanyak 30% dari total suplai dialokasikan untuk airdrop komunitas. Penerima airdrop mencakup pemilik perangkat Seeker, pengguna dApp, pengembang, serta peserta aktif ekosistem Solana lainnya.

    Selain itu, 25% token dialokasikan untuk pertumbuhan dan kemitraan, 10% untuk likuiditas dan peluncuran, serta 10% untuk treasury komunitas Solana. Solana Mobile akan menerima 15% suplai, sementara Solana Labs mendapatkan 10% sisanya.

    General Manager Solana Mobile, Emmett, menyatakan bahwa airdrop SKR memberi kesempatan bagi pendukung awal untuk turut membentuk aturan partisipasi serta arsitektur ekonomi platform ke depan.

    Sebagai informasi, smartphone Seeker merupakan generasi kedua dari lini Solana Mobile yang dirilis pada Agustus lalu. Perangkat ini merupakan pengembangan dari model Saga dengan peningkatan spesifikasi hardware serta integrasi on-chain yang lebih dalam.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP atau Solana? Aset Kripto Ini Diprediksi Lebih Unggul di Januari 2026

    XRP dan Solana kembali menjadi sorotan investor kripto menjelang Januari 2026, seiring keduanya menunjukkan pemulihan harga setelah melewati fase koreksi panjang. Meski sama-sama bangkit, struktur pergerakan harga dan faktor pendukung di balik kenaikan kedua aset ini menunjukkan arah yang berbeda, memunculkan pertanyaan aset mana yang berpotensi mencatat kinerja lebih unggul.

    Harga XRP Tunjukan Pemulihan

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Harga XRP menunjukkan pemulihan yang relatif stabil setelah berhasil mempertahankan level support jangka panjang di area USD 1,80. Pertahanan ini menghentikan pola lower low sebelumnya dan mendorong harga keluar dari kanal penurunan yang menekan pergerakan XRP sepanjang periode koreksi.

    Pada saat penulisan, XRP diperdagangkan di kisaran USD 2,02, dengan area USD 2,00 kini berfungsi sebagai support utama. Konsolidasi yang terjadi cenderung mengarah ke kompresi harga, bukan penurunan agresif, mengindikasikan perubahan struktur yang lebih berkelanjutan dibanding sekadar pantulan teknikal.

    Baca juga: XRP Meledak Tembus $2,13! Benarkah ATH Baru Tinggal Selangkah Lagi?

    Pemulihan XRP turut diperkuat oleh meningkatnya visibilitas institusional. CNBC mencatat XRP sebagai salah satu aset dengan performa terbaik menjelang 2026. Selain itu, akuisisi Solvexia oleh GTreasury yang didukung Ripple memperkuat infrastruktur treasury dan tooling institusional untuk XRP dan RLUSD.

    Dengan struktur ini, XRP berpotensi menguji area USD 2,35 hingga USD 2,60 selama level USD 2,00 tetap terjaga. Sebaliknya, penurunan di bawah USD 2,00 berisiko membuka kembali pelemahan menuju USD 1,80.

    Solana Catat Breakout

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 8 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di sisi lain, Solana telah mencatatkan breakout dari kanal penurunan yang membatasi pergerakan harga hingga akhir 2025, menandakan berakhirnya dominasi penjual dalam tren utama. Namun, reli tersebut tertahan setelah harga ditolak di area resistensi USD 143. Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar USD 135 dan berpotensi melakukan pullback ke zona USD 127–130, yang sebelumnya merupakan batas atas kanal penurunan.

    Dilaporkan Coingape, zona tersebut menjadi area krusial untuk menguji validitas breakout. Pullback yang terkendali ke area ini dipandang sebagai proses konfirmasi support, bukan sinyal kelemahan. Sentimen positif juga datang dari pengelolaan treasury Solana yang mulai diarahkan ke on-chain, termasuk strategi yield oleh DeFi Dev Corp yang mendorong akumulasi SOL.

    Jika area support berhasil dipertahankan, Solana berpeluang melanjutkan kenaikan menuju USD 167 hingga USD 200. Namun, kegagalan menjaga level USD 127 dapat membatalkan struktur breakout dan membuka risiko penurunan ke area USD 120.

    Secara keseluruhan, XRP dinilai memiliki struktur pemulihan yang lebih bersih dan stabil menjelang Januari 2026, ditopang oleh dukungan institusional dan pemulihan support yang jelas.

    Sementara itu, Solana menawarkan potensi kenaikan yang lebih agresif, tetapi bergantung pada keberhasilan mempertahankan area support pasca-breakout. Selama XRP mampu bertahan di atas USD 2,00, aset ini dinilai memiliki profil outperform yang lebih konsisten dibanding Solana, kecuali SOL mampu membuktikan konversi resistance menjadi support secara berkelanjutan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Kuat Harga Solana Disebut Bisa Tembus US$200 Bulan Ini

    Harga Solana (SOL) menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya sentimen positif di pasar kripto. Pada perdagangan terbaru, harga SOL bertahan di atas level US$130 setelah sebelumnya sempat turun ke area US$120. Dalam 24 jam terakhir, Solana naik sekitar 4% dan telah menguat lebih dari 10% dalam beberapa hari terakhir.

    Secara umum, pasar kripto juga berada dalam tren positif dengan kenaikan sekitar 2% secara harian dan 10% secara mingguan. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor dan membuka peluang lanjutan bagi Solana untuk mencatatkan penguatan harga.

    Analisis Harga Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 7 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Melonjak $139, Target $200 Kian Dekat Berkat Meme Coin

    Dilaporkan Coingape, sejumlah analis menilai, dengan kombinasi sentimen dan fundamental yang ada, harga Solana berpotensi bergerak menuju level US$200 dalam bulan ini. Berikut beberapa faktor utama yang mendorong optimisme tersebut.

    Pertama, dorongan dari investor institusional semakin kuat setelah Morgan Stanley mendaftarkan Solana Trust ETF melalui pengajuan formulir S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Langkah ini menjadi sinyal serius dari bank investasi raksasa yang mengelola aset sekitar US$6,4 triliun untuk memperluas eksposur di aset kripto, khususnya Solana. Jika disetujui regulator, ETF ini dinilai dapat menjadi tonggak penting dalam adopsi arus utama Solana.

    Kedua, aktivitas perdagangan di ekosistem Solana mencatat rekor baru. Sepanjang 2025, volume tahunan perpetual DEX di jaringan Solana mencapai US$451,2 miliar, tertinggi sepanjang sejarah jaringan tersebut. Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar US$238,4 miliar, serta jauh di atas volume tahun 2023 yang hanya sekitar US$2,38 miliar. Peningkatan volume ini didorong oleh platform besar seperti Jupiter dan Drift Trade.

    Arus Dana ETF Solana

    Ketiga, arus dana ke produk ETF Solana spot juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa lalu, ETF Solana spot mencatat arus masuk harian sebesar US$16,8 juta, menjadi yang tertinggi dalam 20 hari terakhir. Data dari SolanaFloor menunjukkan Bitwise BSOL memimpin dengan inflow US$12,5 juta, disusul Fidelity FSOL sebesar US$2 juta. Total dana kelolaan ETF Solana kini mencapai sekitar US$1,09 miliar, mencerminkan minat investor yang kembali menguat.

    Selain itu, aktivitas pengembang di jaringan Solana juga mengalami lonjakan. Pada 5 Januari 2026, tercatat lebih dari 42.000 token SPL baru diluncurkan dalam 24 jam. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam hampir empat bulan terakhir dan mengindikasikan meningkatnya aktivitas ekosistem, termasuk di sektor DeFi, NFT, dan memecoin.

    Dari sisi teknikal, harga Solana sempat bergerak di kisaran US$137 pada perdagangan awal Selasa. Indikator MACD menunjukkan sinyal positif dengan momentum yang mengarah ke atas, sementara Chaikin Money Flow (CMF) tetap berada di zona positif, menandakan adanya arus masuk modal. Level support terdekat berada di area US$130. Jika harga mampu menembus level US$150, analis menilai target lanjutan berada di kisaran US$180 hingga US$200.

    Namun demikian, pelemahan di bawah US$130 berpotensi memicu fase konsolidasi lanjutan sebelum tren berlanjut. Investor tetap diimbau mencermati pergerakan pasar dan mempertimbangkan risiko yang ada di tengah volatilitas aset kripto.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com