Tag: solana

  • XRP Tertahan di US$1,84 Meski ETF Tembus US$1 Miliar, Ada Apa?

    Harga XRP masih kesulitan menguat meskipun minat investor institusional terus meningkat. Hingga perdagangan terbaru, XRP bergerak di kisaran US$1,84, melemah sekitar 14% sejak awal tahun dan turun lebih dari 17% dalam sebulan terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah tekanan pasar altcoin secara keseluruhan yang belum menunjukkan tanda pemulihan.

    Padahal, dari sisi fundamental, XRP mencatat perkembangan positif. ETF spot XRP di Amerika Serikat kini telah menembus US$1 miliar aset kelolaan, menandakan adanya permintaan yang stabil dari investor institusi. Sejarah perdagangan XRP yang panjang serta kepastian regulasi dinilai membuat aset ini lebih mudah diterima oleh investor tradisional.

    Permintaan ETF XRP dan Pasokan yang Menurun di Bursa

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga XRP Bertahan di US$1,84, Analis: Potensi Gerak Tajam 10%

    Selain itu, data on-chain menunjukkan sinyal jangka panjang yang cukup kuat. Sekitar 750 juta XRP tercatat keluar dari bursa dalam beberapa pekan terakhir, menyisakan sekitar 1,5 miliar XRP di platform perdagangan. Jika tren ini berlanjut, analis memperkirakan potensi kelangkaan pasokan (supply squeeze) bisa terjadi pada awal 2026, terutama bila arus dana institusional terus meningkat.

    Meski demikian, analis menilai kondisi pasar saat ini belum mendukung kenaikan harga yang berkelanjutan. Analis riset senior Nansen, Jake Kennis, memprediksi harga XRP akan bergerak sideways dalam jangka pendek. Menurutnya, altcoin cenderung sulit menguat sebelum Bitcoin stabil atau membentuk dasar harga yang jelas. Ia memperkirakan kondisi pasar yang lebih kondusif baru akan muncul pada paruh kedua 2026, seiring membaiknya sentimen investor dan faktor makroekonomi.

    Dilaporkan Coinpedia, Kennis menegaskan bahwa pergerakan besar XRP ke depan akan sangat bergantung pada katalis nyata, seperti pertumbuhan ETF, adopsi XRP dalam sistem pembayaran dunia nyata, serta peningkatan partisipasi institusi, bukan sekadar dorongan spekulatif jangka pendek.

    Level Harga Ripple yang Perlu Dipantau

    Dari sisi teknikal, analis Ali Charts menyebut XRP saat ini sedang berkonsolidasi dalam pola segitiga, yang biasanya diikuti oleh pergerakan tajam. Ia memperkirakan potensi pergerakan harga sekitar 10% setelah terjadi breakout atau breakdown.

    Level teknikal penting juga menjadi sorotan. Area US$1,80 dinilai sebagai support krusial. Jika harga menembus ke bawah level ini, XRP berpotensi turun hingga US$1,37. Sementara itu, peluang pembalikan arah ke atas masih memerlukan peningkatan volume transaksi dan sinyal teknikal bullish yang hingga kini belum terlihat.

    Untuk proyeksi harga, pandangan analis masih beragam. Skenario konservatif memperkirakan XRP bertahan di kisaran US$1,80–US$1,90 jika tidak ada katalis besar dalam waktu dekat. Namun, proyeksi yang lebih optimistis menempatkan XRP di rentang US$3 hingga US$4 atau lebih pada paruh kedua 2026, dengan catatan arus ETF terus tumbuh, regulasi tetap mendukung, dan pasar kripto global kembali pulih.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana di Zona Kritis, Level US$130 Jadi Penentu Selanjutnya

    Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL masih tertahan di bawah level resistensi psikologis US$130 dan diperdagangkan di kisaran USD 126. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan harga Solana saat ini sangat bergantung pada perilaku pemegang lama, bukan pada masuknya investor baru.

    Berdasarkan data on-chain, terdapat sinyal awal stabilisasi dari indikator Chaikin Money Flow (CMF). CMF tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir, meskipun masih berada di bawah garis nol. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal perlahan melambat.

    Arus Keluar Solana

    Dilaporkan BeInCrypto, meredanya arus keluar menjadi faktor penting bagi prospek pemulihan Solana. Secara historis, penurunan tekanan jual sering kali mendahului fase peralihan menuju arus masuk modal. Jika tekanan beli mulai mendominasi, harga SOL berpotensi merespons dengan cepat. Perbaikan CMF yang berkelanjutan dapat menjadi sinyal kembalinya kepercayaan dari para pemegang SOL saat ini.

    Namun demikian, indikator makro menunjukkan gambaran yang lebih berhati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat mengalami penurunan signifikan. Dalam sepuluh hari terakhir, jumlah alamat baru turun dari 6,077 juta menjadi 5,390 juta, atau menyusut sekitar 11,3%.

    Penurunan partisipasi jaringan tersebut mencerminkan melemahnya minat spekulatif dari investor baru. Minimnya insentif jangka pendek membuat calon investor cenderung menahan diri. Kondisi ini memperbesar peran pemegang lama dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong potensi pemulihan.

    Analisis Teknikal SOL

    Secara teknikal, SOL masih bergerak dalam fase konsolidasi. Level USD 130 menjadi target terdekat yang perlu direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih positif. Jika pemegang lama terus melakukan akumulasi dan arus masuk mulai terbentuk, tekanan beli berpeluang mendorong harga menembus level tersebut.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski demikian, risiko penurunan tetap ada. Apabila sentimen pasar memburuk dan tekanan jual kembali meningkat, harga Solana berpotensi turun menembus level support USD 123. Jika level ini gagal bertahan, SOL dapat melanjutkan pelemahan menuju area USD 118. Penurunan di bawah level tersebut akan membatalkan prospek pemulihan dan memperkuat tekanan bearish dalam jangka pendek.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL Rebound ke US$123, Open Interest Naik Tajam dan RSI Positif

    Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang kuat setelah sempat tertekan selama beberapa hari terakhir. Pada sesi perdagangan Eropa Jumat (Boxing Day), SOL diperdagangkan di kisaran US$123,5, pulih dari level terendah US$120 yang tercatat pada Hari Natal.

    Penurunan sebelumnya menandai titik terendah enam hari dan terjadi setelah empat hari berturut-turut penutupan bearish. Namun, pelemahan tersebut berlangsung dengan volume harian yang menurun, mengindikasikan tekanan jual yang mulai kehilangan tenaga.

    Pemulihan Harga Mulai Terlihat

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 26 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Pemulihan harga mulai terlihat sejak sesi Asia, ketika Solana melonjak sekitar 4% dari penutupan sebelumnya dan berhasil kembali ke atas level US$124. Kenaikan ini sempat diikuti koreksi singkat ke area US$121,7, tetapi harga kembali memantul dan bertahan di sekitar US$123,5, mencerminkan minat beli yang kembali menguat.

    Dari sisi data derivatif, sinyal penguatan semakin terlihat. Open interest Solana melonjak sekitar 8%, dari US$2,7 miliar menjadi US$2,93 miliar, menunjukkan masuknya modal baru ke pasar, bukan sekadar penutupan posisi short. Selain itu, funding rate naik dari 0,0 ke 0,07, menandakan trader posisi long bersedia membayar premi untuk mempertahankan posisi mereka, sebuah indikasi meningkatnya sentimen bullish.

    Meski demikian, rasio long-to-short dalam jangka sangat pendek masih bergerak fluktuatif, mengisyaratkan bahwa keyakinan bullish belum sepenuhnya merata di kalangan trader intraday.

    Dilaporkan Traders Union, jika ditarik lebih luas, data sejak akhir pekan lalu menunjukkan pola akumulasi yang konsisten. Saat harga Solana melemah sepanjang pekan, rasio long-to-short justru meningkat dari 3,3 ke 5,0, menandakan banyak pelaku pasar memanfaatkan penurunan harga untuk membeli. Tekanan beli ini kini mulai tercermin dalam pemulihan harga dan membuka peluang terjadinya pergerakan lanjutan ke atas.

    Baca juga: Investor Diam-Diam Borong Solana Rp5 Triliun, Harga SOL Siap Bangkit?

    Analisis Teknikal SOL

    Dari sisi teknikal, resistensi terdekat berada di area EMA 50 time frame 4 jam di sekitar US$124,7. Sementara itu, EMA 100 berada di dekat US$127, memperkuat zona suplai krusial di rentang US$127–US$129. Penembusan dan penutupan harga di atas area tersebut berpotensi menjadi sinyal perubahan struktur pasar jangka pendek ke arah bullish.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) 4 jam turut mendukung skenario ini. RSI telah bangkit dari area mendekati oversold di level 36 dan kembali memasuki wilayah yang lebih konstruktif, menandakan momentum naik yang mulai terbentuk.

    Kombinasi antara kenaikan open interest, funding rate positif, dan penguatan RSI membuka peluang bagi Solana untuk menguji level yang lebih tinggi dalam waktu dekat, terutama jika volume perdagangan meningkat saat harga menembus resistensi US$127. Sebelumnya, tekanan di sekitar US$121 sempat dipicu oleh likuidasi posisi long berleverage, namun kondisi pasar kini menunjukkan sinyal yang lebih kondusif bagi pemulihan lanjutan.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Diam-Diam Borong Solana Rp5 Triliun, Harga SOL Siap Bangkit?

    Aset kripto Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah investor terpantau diam-diam melakukan akumulasi besar-besaran di tengah pergerakan harga yang masih lemah. Data on-chain dan laporan institusional mengindikasikan pembelian sekitar 2,65 juta SOL senilai US$345 juta atau setara lebih dari Rp5 triliun dalam 10 hari terakhir.

    Solana sebelumnya gagal mempertahankan momentum kenaikan dan keluar dari fase konsolidasi pekan lalu, sehingga menunda potensi reli menuju level US$150. Saat ini, SOL bergerak hati-hati dan diperdagangkan di kisaran US$124, menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 25 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Aktivitas Jaringan Solana

    Meski demikian, aktivitas jaringan dan minat investor institusional memberi sinyal positif. Salah satu katalis baru datang dari peluncuran on-chain Creator ETFs atau dikenal sebagai Bands, yang berjalan langsung di atas blockchain Solana. Produk ini memungkinkan kreator dan analis mengelola portofolio token atau NFT secara terprogram dan melakukan rebalancing otomatis.

    Dilaporkan BeInCrypto, peningkatan adopsi Creator ETFs diperkirakan dapat mendorong aktivitas jaringan dan volume transaksi. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat permintaan SOL sebagai aset utilitas dan menopang pemulihan harga.

    Baca juga: Alarm Bahaya! Harga Solana di US$124 Terancam Jatuh ke US$100

    Dari sisi data bursa, saldo SOL di exchange terpusat tercatat turun tajam. Penurunan ini umumnya menandakan akumulasi, karena investor memindahkan aset ke dompet pribadi dan mengurangi tekanan jual jangka pendek.

    Minat institusional terhadap Solana juga masih terjaga. Laporan mingguan CoinShares menunjukkan arus masuk dana sebesar US$48,5 juta untuk SOL pada pekan yang berakhir 20 Desember 2025. Secara bulanan, total inflow mencapai US$117,6 juta, mencerminkan kepercayaan investor profesional meski pasar kripto global masih bergejolak.

    Analisis Teknikal SOL

    Secara teknikal, SOL perlu menembus resisten US$126 sebagai konfirmasi awal pemulihan. Jika berhasil merebut kembali level US$130, sentimen positif diperkirakan menguat dengan target lanjutan di sekitar US$136.

    Namun, risiko penurunan tetap ada. Jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah US$123, Solana berpotensi menguji support US$118. Pelemahan hingga level tersebut dapat membatalkan skenario pemulihan dalam jangka pendek.

    Dengan kombinasi inovasi ekosistem, arus keluar dari exchange, dan akumulasi institusional, pasar kini menanti apakah Solana mampu memanfaatkan momentum ini untuk bangkit menjelang akhir tahun atau awal Januari mendatang.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alarm Bahaya! Harga Solana di US$124 Terancam Jatuh ke US$100

    Harga Solana (SOL) kembali berada di bawah tekanan setelah anjlok tajam dalam beberapa bulan terakhir. Dari puncaknya pada Agustus lalu, harga SOL telah merosot sekitar 50%, menandai masuknya aset kripto ini ke fase bear market.

    Pada perdagangan terbaru, token Solana tercatat berada di kisaran US$124,50. Namun, sejumlah indikator teknikal dan fundamental menunjukkan risiko penurunan lanjutan masih terbuka.

    Aktivitas Jaringan Solana

    Berdasarkan data Nansen, aktivitas jaringan Solana mengalami perlambatan signifikan. Jumlah transaksi turun 10% dalam 30 hari terakhir menjadi 1,79 miliar transaksi. Meski demikian, Solana masih menjadi jaringan paling aktif di industri kripto, dengan total transaksi melampaui gabungan lima blockchain terbesar berikutnya.

    Dilaporkan Crypto News, penurunan juga terjadi pada jumlah alamat aktif yang menyusut 5,7% menjadi 60,1 juta alamat. Yang paling mencolok, pendapatan biaya jaringan (fees) merosot 21% menjadi sekitar US$14 juta.

    Dari sisi ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi), total value locked (TVL) Solana tercatat turun ke US$18,57 miliar, jauh dari puncak tahunan di level US$30 miliar. Meski begitu, TVL dalam denominasi SOL masih menunjukkan tren kenaikan.

    Aktivitas lainnya juga melemah. Volume transaksi yang telah disesuaikan anjlok 30% menjadi US$238 miliar, sementara jumlah pemegang SOL turun 9% menjadi 3,4 juta alamat. Kondisi ini terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang membuat sebagian investor keluar dari pasar.

    Baca juga: Harga Solana Tiba-tiba Berbalik Arah! Buka Peluang Lonjakan ke US$144

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Dar Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dar Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 24 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Data Nansen juga menunjukkan arus keluar stablecoin dari bursa kripto menurun, dari US$94 miliar pada November menjadi sekitar US$85 miliar saat ini, mengindikasikan berkurangnya minat perdagangan.

    Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan harga SOL telah jatuh dari US$252,55 pada Agustus ke level saat ini di sekitar US$124 dan bergerak di bawah seluruh rata-rata pergerakan utama. Pola bearish flag yang terbentuk mengindikasikan kelanjutan tren turun, terlebih setelah harga menembus batas bawah pola tersebut.

    Dengan kondisi ini, analis menilai tekanan jual masih berpotensi berlanjut, dengan target penurunan berikutnya menuju level psikologis US$100. Jika tercapai, harga Solana akan mengalami penurunan tambahan sekitar 20% dari posisi saat ini.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Tiba-tiba Berbalik Arah! Buka Peluang Lonjakan ke US$144

    Harga Solana (SOL) menunjukkan sinyal awal penguatan setelah membentuk pola failed auction di bawah level US$121. Pola ini mengindikasikan tekanan jual mulai melemah dan membuka peluang bagi pergerakan harga ke area resistensi yang lebih tinggi, yakni di sekitar US$144.

    Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga Solana sempat menembus ke bawah US$121, namun tidak mampu bertahan lama di area tersebut. Harga dengan cepat kembali naik dan merebut kembali area nilai utama (value area), sebuah sinyal bahwa pasar menolak harga rendah dan penjual mulai kehabisan tenaga.

    Baca juga: Solana Tak Tergoyahkan! Bertahan di Atas $120 Saat Whale Borong

    Teori Pergerakan Harga SOL

    Dalam teori market auction, failed auction terjadi ketika harga menembus level penting, memicu likuiditas, tetapi gagal mendapatkan penerimaan lanjutan. Kondisi ini sering kali menjadi pertanda kelelahan tren sebelumnya. Pada kasus Solana, kegagalan bertahan di bawah US$121 menunjukkan minimnya minat jual lanjutan di level rendah.

    Penguatan sinyal bullish semakin terlihat ketika harga berhasil kembali ditutup di atas Value Area High (VAH). Rebut kembali area ini menandakan bahwa pasar kembali menerima Solana pada valuasi yang lebih tinggi, sekaligus menggeser kendali jangka pendek ke tangan pembeli.

    Secara struktur pasar, kondisi tersebut meningkatkan peluang terjadinya rotasi harga ke atas. Selama Solana mampu bertahan di atas area nilai yang telah direbut kembali, potensi pengujian resistensi berikutnya di kisaran US$144 menjadi semakin terbuka.

    Analisis Harga Solana

    Level US$144 sendiri merupakan area resistensi jangka menengah yang signifikan. Pada periode sebelumnya, zona ini kerap menjadi titik penolakan harga akibat munculnya tekanan jual. Oleh karena itu, area tersebut dipandang sebagai target logis apabila rotasi pasar berlanjut, sekaligus menandai penyelesaian satu siklus penuh market auction dari area nilai bawah ke area nilai atas.

    Dilaporkan Crypto News, kecepatan pemulihan harga juga menjadi faktor penting. Rebound yang cepat dari bawah US$121 menunjukkan adanya urgensi beli, bukan sekadar aksi penutupan posisi jual. Dukungan volume perdagangan yang menyertai pergerakan kembali ke area nilai turut memperkuat prospek kenaikan lanjutan.

    Ke depan, pergerakan Solana akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertahan di atas level US$121. Selama harga tetap diterima di atas area tersebut, peluang penguatan menuju US$144 dinilai masih cukup besar. Namun, kegagalan mempertahankan area nilai dapat membuat Solana kembali bergerak terbatas dalam fase konsolidasi.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tak Tergoyahkan! Bertahan di Atas $120 Saat Whale Borong

    Harga Solana (SOL) menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar kripto dengan tetap diperdagangkan di atas level psikologis $120. Hingga Senin pagi waktu GMT, SOL berada di kisaran $125, memperpanjang penguatan sekitar 5% yang terjadi pada Jumat lalu setelah akhir pekan yang relatif sepi transaksi.

    Ketahanan harga Solana terjadi di tengah dukungan institusional yang konsisten dan meningkatnya permintaan dari investor besar (whale) di pasar spot. Data menunjukkan bahwa produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis Solana di Amerika Serikat mencatat aliran masuk bersih selama delapan minggu berturut-turut, menandakan minat institusi yang belum surut.

    Aliran Dana ETF Capai Tertinggi Bulanan

    Berdasarkan data Sosovalue, total arus masuk bersih mingguan ke ETF spot Solana di AS mencapai US$66,55 juta pada pekan lalu, menjadi yang tertinggi sepanjang Desember. Stabilnya aliran dana ini mencerminkan kepercayaan investor institusional terhadap prospek jangka menengah hingga panjang Solana, meskipun pasar kripto global sempat mengalami tekanan.

    Whale Aktif di Pasar Spot, Leverage Mulai Mendingin

    Sementara itu, data dari CryptoQuant mengungkapkan adanya permintaan stabil dari whale di pasar spot, tercermin dari ukuran pesanan rata-rata yang tetap tinggi. Sebaliknya, di pasar derivatif, ukuran pesanan rata-rata justru menurun, mengindikasikan bahwa aktivitas berbasis leverage mulai mendingin seiring investor besar mengurangi eksposur risiko.

    Kondisi ini dinilai positif bagi pergerakan harga, karena penurunan spekulasi leverage yang berlebihan sering kali diiringi dengan stabilisasi dan peluang pemulihan harga yang lebih sehat.

    Baca juga: Drama Solana: SOL $126, Bertahan di $123 atau Ambles ke $118?

    Bertahan di EMA 200-Minggu, Peluang Rebound Terbuka

    Dari sisi teknikal, prospek Solana masih dinilai relatif konstruktif. Meski mencatat penurunan lebih dari 2% pekan lalu dan menorehkan tiga pekan berturut-turut di zona merah, SOL masih bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 200-minggu di level $121.

    Dilaporkan FXStreet, harga juga terlihat berkonsolidasi di sekitar area tersebut setelah sebelumnya menembus garis tren naik yang telah bertahan selama lebih dari tiga tahun pada awal November. Pola lilin mingguan berbentuk Doji yang muncul di dekat EMA 200-minggu mengindikasikan adanya penyerapan tekanan jual dan membuka peluang rebound.

    Jika pemulihan terjadi, Solana berpotensi menguji EMA 50-minggu di sekitar $166 sebagai resistance terdekat, sebelum mengarah ke level psikologis $200.

    Namun demikian, indikator teknikal masih menunjukkan kehati-hatian. Relative Strength Index (RSI) bergerak mendatar di sekitar level 37, mendekati area jenuh jual, sementara indikator MACD masih berada di zona negatif meski momentum bearish mulai melemah.

    Sebagai catatan risiko, penutupan mingguan di bawah EMA 200-minggu ($121) dapat membatalkan skenario rebound dan membuka peluang penurunan lanjutan menuju $100 atau bahkan area $90.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 22 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SOL $126, Bertahan di $123 atau Ambles ke $118?

    Harga Solana (SOL) masih kesulitan bangkit setelah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga Jumat (20/12/2025) pukul 21.00 UTC, SOL tercatat bergerak di kisaran US$126 dan belum mampu menembus level resistensi penting di US$130.

    Kondisi ini membuat arah pergerakan Solana ke depan dinilai sangat bergantung pada perilaku pemegang lama (existing holders), bukan dari masuknya investor baru.

    Beberapa Pemegang Solana Menunjukkan Ketahanan

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan adanya sinyal stabilisasi awal. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) tercatat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski masih berada di bawah garis nol, pergerakan naik CMF mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan arus keluar modal melambat. Kondisi tersebut sering kali menjadi fase awal sebelum pasar beralih dari outflow ke inflow.

    Pelemahan tekanan jual ini menjadi faktor penting bagi peluang pemulihan Solana. Jika pemegang lama tetap mempertahankan asetnya atau mulai melakukan akumulasi, harga SOL berpotensi merespons positif dalam waktu singkat. Namun, pemulihan ini dinilai masih rapuh tanpa dukungan permintaan baru.

    Di sisi lain, indikator makro jaringan menunjukkan sinyal yang lebih hati-hati. Jumlah alamat baru di jaringan Solana tercatat turun signifikan dalam 10 hari terakhir. Data menunjukkan penurunan dari 6,077 juta alamat menjadi 5,390 juta alamat, atau turun sekitar 11,3%. Penurunan ini mencerminkan melemahnya partisipasi jaringan dan rendahnya minat spekulatif dari investor baru.

    Baca juga: Solana Terancam Anjlok Lebih Dalam, Target $107 Mulai Mengintai

    Pemulihan Harga SOL Dimungkinkan

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 21 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Minimnya pertumbuhan alamat baru menandakan bahwa pelaku pasar belum melihat insentif jangka pendek yang cukup menarik. Akibatnya, stabilitas harga Solana saat ini sangat bergantung pada kepercayaan dan ketahanan pemegang lama dalam menahan tekanan jual.

    Secara teknikal, SOL masih berada di fase konsolidasi. Level US$130 menjadi target terdekat yang harus direbut kembali untuk mengubah momentum jangka pendek menjadi lebih bullish. Penurunan arus keluar modal meningkatkan peluang terjadinya rebound, namun penembusan resistensi membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan spekulatif sesaat.

    Meski demikian, risiko penurunan tetap terbuka. Jika sentimen pasar kembali memburuk dan tekanan jual meningkat, SOL berpotensi turun menembus support US$123. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, harga Solana berisiko meluncur ke area US$118. Penurunan ke bawah level ini dapat membatalkan prospek pemulihan jangka pendek dan memperkuat tren pelemahan.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Anjlok Lebih Dalam, Target $107 Mulai Mengintai

    Harga Solana (SOL) saat ini berada di fase krusial setelah mengalami tekanan jual signifikan dalam beberapa hari terakhir. Aset kripto ini tercatat bergerak di kisaran USD 124, setelah sebelumnya anjlok dari area pertengahan USD 140-an, memicu kekhawatiran akan potensi penurunan lanjutan.

    Berdasarkan analisis teknikal pada grafik 4 jam, SOL terlihat sedang menguji ulang area support yang sebelumnya jebol. Penurunan tajam terjadi setelah harga gagal bertahan di atas level USD 133, yang sebelumnya menjadi penopang utama dalam pola ascending channel. Setelah support tersebut ditembus, tekanan jual meningkat dan mendorong harga ke area USD 120-an.

    Rebound Solana?

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski sempat terjadi rebound terbatas, pergerakan naik tersebut belum mampu mengembalikan SOL ke atas level support lama. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan beli masih relatif lemah dan belum cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan yang sedang berlangsung.

    Dalam analisis teknikal, retest pada area breakdown umumnya dianggap sebagai konfirmasi kelanjutan tren, bukan pembalikan arah. Pada kasus Solana, area USD 124 saat ini beririsan dengan zona konsolidasi sebelumnya yang kini berfungsi sebagai resistance. Apabila level ini gagal dipertahankan, SOL berpotensi melanjutkan penurunan ke area USD 115.

    Lebih jauh, jika sentimen negatif terus berlanjut dan momentum jual tetap dominan, penurunan yang lebih dalam hingga USD 107 dinilai memungkinkan. Level tersebut menjadi salah satu target teknikal berikutnya yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.

    Pergerakan Harga Solana

    Pergerakan Solana memiliki peran penting dalam membentuk sentimen pasar kripto secara keseluruhan, mengingat aset ini kerap mencerminkan selera risiko investor. Penurunan menuju USD 107 dapat menjadi sinyal kehati-hatian pasar, terutama di tengah kondisi makro dan pasar kripto global yang masih bergejolak.

    Respons harga SOL di area-level kunci tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya, apakah mampu stabil dan membentuk support baru, atau justru melanjutkan fase koreksi dalam waktu dekat.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Anjlok ke $110? Sinyal Bearish Menguat, Investor Kabur

    Harga Solana (SOL) kembali berada di bawah tekanan setelah turun ke level US$124,66. Pelemahan ini memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar, terutama karena indikator teknikal menunjukkan dominasi sentimen negatif dan minimnya minat beli dalam jangka pendek.

    Berdasarkan data teknikal terbaru, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di angka 33,29. Posisi ini mendekati zona jenuh jual, namun belum diikuti oleh aksi akumulasi yang berarti. Analis memperingatkan, jika kondisi ini berlanjut, harga Solana berisiko melanjutkan penurunan hingga ke area US$110.

    Perhatian Investor Bergeser

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Bersiap Hadapi Komputer Kuantum, Transaksi Anti-Retas Diuji

    Di saat yang sama, perhatian investor mulai bergeser ke aset kripto lain. Salah satu yang mencuri sorotan adalah presale Bitcoin Hyper yang dilaporkan telah mengumpulkan dana hingga US$29,6 juta. Fenomena ini dinilai sebagai rotasi modal, di mana trader memilih peluang jangka pendek dari aset baru saat altcoin besar seperti Solana kehilangan momentum.

    Tekanan teknikal terhadap SOL semakin jelas setelah harga gagal bertahan di atas rata-rata pergerakan utama. Saat ini, Solana diperdagangkan jauh di bawah SMA 50 hari di US$143,38 dan SMA 200 hari di US$170,70. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang kuat, baik dalam jangka menengah maupun panjang. Upaya pemulihan juga tertahan karena harga belum mampu menembus area resistensi terdekat di kisaran US$133–US$138.

    Dilaporkan Cryptonews, sentimen pasar turut diperburuk oleh indikator Fear & Greed Index yang turun ke level 16, masuk kategori Extreme Fear. Analis menyebutkan, jika harga menembus ke bawah US$120, maka potensi penurunan lanjutan menuju US$110 bahkan US$95 semakin terbuka, terutama jika tidak ada lonjakan volume beli yang signifikan.

    Analisis Teknikal Solana

    Selain faktor teknikal, tekanan eksternal juga membayangi pergerakan harga Solana. Rencana kebijakan baru dari penyedia indeks global MSCI menjadi perhatian utama pasar. MSCI dikabarkan mempertimbangkan aturan yang berpotensi mengeluarkan perusahaan dengan alokasi kripto lebih dari 50% dari indeks utama mulai Februari 2026.

    Jika kebijakan tersebut direalisasikan, dana investasi pasif diperkirakan akan melakukan aksi jual besar-besaran dengan nilai mencapai US$15 miliar. Solana, sebagai salah satu altcoin dengan likuiditas tinggi dan suplai beredar besar, dinilai sangat rentan terhadap arus keluar modal ini. Analis JPMorgan bahkan memperkirakan satu perusahaan strategi besar saja bisa kehilangan aliran dana hingga US$2,8 miliar.

    Di tengah tekanan jangka pendek tersebut, prospek jangka panjang Solana masih menyisakan optimisme. Sejumlah model proyeksi menunjukkan potensi pertumbuhan tahunan sekitar 5%, dengan estimasi harga mencapai US$131 pada 2026 dan terus meningkat hingga US$259 pada 2040. Namun, proyeksi ini sangat bergantung pada perkembangan ekosistem Solana, termasuk adopsi di sektor DeFi, gaming, serta tokenisasi aset nyata.

    Peluncuran pembaruan Firedancer yang diklaim mampu meningkatkan kapasitas transaksi hingga satu juta transaksi per detik juga menjadi faktor kunci yang dinantikan pasar. Meski investor jangka panjang masih bertahan, data on-chain menunjukkan investor baru cenderung menunggu kepastian arah tren sebelum kembali masuk.

    Untuk saat ini, pergerakan harga Solana masih dibayangi ketidakpastian teknikal dan regulasi. Pasar diperkirakan akan tetap bergerak volatil hingga muncul kejelasan kebijakan dan sinyal pembalikan tren yang lebih kuat.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com