Tag: tahan

  • Jarang yang Tahu, Ini 4 Perbedaan Busi Panas dan Busi Dingin


    Jakarta

    Busi merupakan salah satu komponen penting pada sebuah kendaraan. Tanpa adanya busi maka mobil detikers tidak dapat dinyalakan.

    Dilansir laman Wuling, busi memiliki fungsi utama untuk membakar campuran bensin dan udara yang dikompres melalui gerakan piston. Selain itu, busi juga berfungsi untuk menarik energi panas yang tidak diinginkan dari dalam ruang pembakaran, kemudian dikirim ke sistem pendingin pada mobil.

    Perlu diketahui, busi terbagi menjadi dua jenis, yakni busi panas dan busi dingin. Terkadang, banyak orang yang kebingungan ketika harus memilih di antara keduanya.


    Lantas, apa perbedaan busi panas dan busi dingin? Simak penjelasanya dalam artikel ini.

    Mengenal Busi Panas

    Mengutip Auto 2000, busi panas dirancang untuk lebih lambat melepaskan panas yang dihasilkan dalam proses pembakaran. Jadi, busi jenis ini dapat mempertahankan panas lebih lama sehingga suhunya tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang.

    Disebut busi panas karena memiliki insulator keramik yang lebih panjang, sehingga mampu menjaga panas lebih lama sebelum panas tersebut dilepaskan ke sistem pendingin. Artinya, busi panas bekerja optimal dalam kondisi mesin yang tidak membutuhkan pembakaran berlebih atau saat mesin tak dipaksa untuk bekerja di suhu ekstrem.

    Mengenal Busi Dingin

    Sebaliknya, busi dingin dirancang untuk lebih cepat melepaskan panas dari proses pembakaran. Busi jenis ini dapat menjaga suhu pembakaran pada tingkat yang lebih rendah, sehingga cocok untuk mobil berperforma tinggi atau mesin yang sering bekerja di putaran tinggi, seperti mobil sport.

    Keunikan dari busi dingin adalah insulator keramik yang lebih pendek, sehingga panas dari proses pembakaran lebih cepat terserap oleh sistem pendingin mesin.

    Perbedaan Busi Panas dan Busi Dingin

    Meski sama-sama busi, akan tetapi ada hal yang membedakan antara busi panas dan busi dingin. Berikut sejumlah perbedaannya:

    1. Beban Mesin

    Busi panas lebih cocok untuk mesin dengan beban yang berat serta dapat bertahan di cuaca dingin. Sementara itu, busi dingin lebih pas untuk mesin yang menanggung beban ringan dan dipakai di suhu udara yang relatif tinggi atau panas.

    2. Waktu Pemanasan

    Dari segi waktu pemanasan, busi panas memiliki waktu yang lebih cepat. Jadi, mobil bisa segera digunakan meski kondisi suhunya masih dingin.

    Sementara itu, busi dingin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu kerja. Meski begitu, keuntungan dari bus jenis ini adalah tahan terhadap suhu tinggi.

    3. Tipe Kendaraan

    Busi panas lebih cocok untuk mobil yang dipakai sehari-hari atau tidak membutuhkan performa tinggi, seperti sedan, city car, atau hatchback yang umum dipakai di perkotaan.

    Lain halnya dengan busi dingin yang dikhususkan untuk mobil dengan performa tinggi atau dipakai dalam balapan, misalnya mobil sport.

    4. Risiko Kerusakan

    Busi panas dinilai lebih unggul karena memiliki risiko pencemaran yang lebih rendah terhadap mesin, sehingga busi panas aman dipakai untuk penggunaan sehari-hari, terutama pada mesin yang bekerja dalam kondisi normal.

    Sedangkan busi dingin diklaim lebih rentan terhadap pencemaran. Alhasil, busi ini dapat menyebabkan masalah pada efisiensi mesin karena busi dingin biasanya digunakan untuk mobil berperforma tinggi.

    Demikian empat perbedaan busi dingin dan busi panas. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ketahui Fungsi Cairan Ban Tubeless dan Cara Menghilangkannya


    Jakarta

    Banyak sepeda motor produksi terbaru yang sudah mengusung ban tubeless. Ban ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari tidak mudah bocor, lebih praktis saat ditambal, hingga daya tahan ban yang kuat.

    Meski begitu, ban tubeless masih bisa mengalami bocor halus jika terkena benda tajam seperti paku atau batu. Nah, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan cairan ban tubeless.

    Cairan ban tubeless atau disebut juga cairan anti bocor disebut bisa memberikan perlindungan lebih ketika ban terkena benda tajam. Dengan begitu, detikers tak perlu khawatir ban tubeless mengalami bocor halus saat berkendara.


    Lalu, apa saja fungsi lain dari penggunaan cairan ban tubeless? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Fungsi Cairan Ban Tubeless

    Saat membeli ban tubeless baru di toko, biasanya pihak toko juga menawarkan cairan anti bocor kepada pelanggan. Agar detikers paham, simak sejumlah fungsi cairan ban tubeless yang mengutip situs Planet Ban:

    1. Menjaga Kerapatan Ban

    Fungsi yang pertama adalah dapat menjaga kerapatan ban agar tidak mengalami kebocoran ketika terkena benda tajam. Jadi, ban memiliki daya tahan yang lebih kuat sehingga pengendara tak perlu merasa khawatir.

    Selain itu, cairan ini juga dapat mengering dengan sendirinya serta memberikan perlindungan terhadap ban. Dengan begitu, jika terdapat celah kebocoran pada ban maka langsung ditutupi.

    2. Mudah Digunakan

    Beberapa pengendara menganggap penggunaan cairan anti bocor dirasa sulit, padahal sebenarnya tidak. Cara pakainya cukup dengan memasukkan cairan ke dalam ban melalui lubang pentil, setelah itu cairan akan masuk secara merata ke dalam ban.

    Penggunaan cairan ban tubeless dinilai membuat ban lebih kuat, sehingga ban tidak mudah bocor saat tak sengaja melindas benda tajam seperti paku atau batu.

    Dampak Buruk Penggunaan Cairan Ban Tubeless

    Meski diklaim dapat memberikan daya tahan lebih terhadap ban, tapi ada sejumlah efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan cairan ban tubeless, yaitu:

    • Dapat merusak velg motor karena kandungan pH atau tingkat asam basanya terlalu tinggi, sehingga bisa memicu velg mudah berkarat.
    • Berpotensi menyumbat lubang pentil ban, sehingga menyulitkan aliran udara masuk ke dalam saat ban diisi angin.

    Apabila detikers ingin menggunakan cairan anti bocor, sebaiknya pilih produk berkualitas dan beli di tempat resmi agar mendapatkan hasil yang sesuai.

    Cara Menghilangkan Cairan Ban Tubeless

    Jika kamu ingin membersihkan cairan anti bocor yang sudah masuk ke dalam ban tubeless, ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Lepaskan ban dari sepeda motor
    • Setelah itu, lepas klep dari pentil ban untuk mengeluarkan udara yang ada di dalam sampai habis
    • Kemudian lepas ban dari velg motor
    • Jika sudah, keluarkan seluruh cairan ban tubeless dari dalam sampai benar-benar bersih
    • Bersihkan sisa-sisa cairan anti bocor dengan air mengalir
    • Kamu juga bisa menggunakan kuas dan sabun cair untuk membersihkan serta memastikan tidak ada cairan ban tubeless yang tertinggal
    • Setelah dibersihkan, cek kembali ban dan velg untuk memastikan tidak ada sisa cairan anti bocor yang menempel
    • Kemudian, pasang kembali ban ke velg dengan benar
    • Lalu, pasang kembali ban ke sepeda motor.

    Itu dia fungsi cairan ban tubeless untuk sepeda motor dan cara membersihkan cairannya. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Fortuner-Innova Diesel ‘Minum’ Solar tapi Jarang Purging? Ini Dampaknya



    Jakarta

    Fortuner dan Innova Diesel masih aman bila ‘menenggak’ solar subsidi. Namun harus sering purging. Kalau tidak, apa dampaknya?

    Solar subsidi masih digunakan oleh mobil berbahan bakar diesel. Tak cuma truk atau bus, mobil seperti Toyota Fortuner dan Kijang Innova diesel juga terlihat masih ada yang menggunakan BBM bersubsidi itu.


    Sejatinya, pada buku panduan manual, Toyota Fortuner maupun Kijang Innova diesel, mobil itu disarankan untuk ‘menenggak’ bahan bakar rendah sulfur. Terlebih untuk model yang sudah mengusung teknologi Euro 4.

    Untuk Fortuner diesel model Euro 4 dianjurkan menggunakan bahan bakar diesel 50 ppm atau kurang sulfur. Angka cetane-nya 48 atau lebih tinggi. Begitupun dengan Innova Reborn diesel yang mengusung sistem DPF, dianjurkan pakai BBM degan kandungan sulfur 10 ppm atau kurang sulfur.

    “Kendaraan dengan sistem DPF: Jangan menggunakan bahan bakar diesel yang mengandung kandungan sulfur di atas 10 ppm. Penggunaan berulang dari bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur di atas 10 ppm dapat menyebabkan kerusakan pada mesin dan sistem exhaust dan mempengaruhi daya tahan kendaraan Anda,” begitu bunyi penjelasan di buku panduan Innova Reborn diesel.

    Lalu bagaimana kalau Innova dan Fortuner diesel itu justru mengkonsumsi solar subsidi yang punya kandungan sulfur 2.500 ppm? Kepala Bengkel Auto2000 Jatiasih Wahono menuturkan, tak ada masalah dengan mesin Fortuner dan Innova diesel. Dengan catatan, ada perawatan purging yang dilakukan saat servis berkala.

    “Kalau bisa tiap servis. Kalau di sini (Auto2000) kita sampaikan ke pelanggan ini wajib purging,” kata Wahono saat ditemui di kantornya belum lama ini.

    Wahono menjelaskan, dengan purging kotoran ataupun endapan sisa bahan bakar solar itu bisa dibersihkan. Kalau tidak dilakukan, injektor akan mampet. Kalau sudah mampet dan sulit dibersihkan, maka harus ganti injektor baru. Padahal harga injektor cukup mahal, di atas Rp 10 jutaan.

    “Nggak mahal kok, Rp 250 ribuan lah kurang lebih, bayar bahannya aja jasanya gratis. Kalau itu dilakukan aman walaupun pakai solar. Tapi kalau nggak, injektor mampet harus ganti,” lanjut Wahono.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Toolkit Mobil yang Wajib Dibawa untuk Perjalanan Mudik



    Jakarta

    Bagi masyarakat Indonesia yang ingin melakukan perjalanan mudik menggunakan mobil, wajib membawa perlengkapan toolkit untuk mendukung kelancaran berkendara. Ini adalah beberapa toolkit yang wajib ada di kendaraan Anda saat melakukan perjalanan jarak jauh.

    Multimeter Digital

    Sistem kelistrikan perlu mendapatkan perhatian khusus selama perjalanan mudik. Hujan deras, juga kelembapan tinggi dapat memicu gangguan pada aki maupun komponen elektronik lainnya. Multimeter Digital membantu memastikan kondisi aki dan komponen elektronik tetap stabil, menghindari risiko kendaraan mogok di tengah perjalanan. Dengan alat ini, pengemudi dapat mendeteksi potensi masalah kelistrikan sejak dini, sehingga perjalanan lebih aman dan bebas kendala.


    Tire Pressure Gauge

    Menjaga tekanan ban yang optimal sangat penting untuk mendukung kenyamanan dan keamanan selama perjalanan mudik, terutama di jalanan basah. Tire Pressure Gauge atau alat pengukur tekanan angin ban kendaraan membantu pengemudi memastikan tekanan ban tetap ideal, sehingga mengurangi risiko selip dan meningkatkan efisiensi bahan bakar. Tekanan ban yang tidak sesuai juga dapat mempercepat keausan ban yang berpotensi berbahaya saat berkendara di jalan licin.

    Toolkit yang wajib dibawa untuk perjalanan mudik dengan mobilToolkit yang wajib dibawa untuk perjalanan mudik dengan mobil Foto: Dok. Tekiro

    Kunci Roda

    Kunci roda adalah peralatan wajib bagi setiap pemudik. Perjalanan mudik sering kali melewati berbagai medan yang berisiko menyebabkan ban kempis atau bocor. Dengan alat ini, pengemudi dapat mengganti ban dengan lebih mudah dan cepat. Dipadukan dengan Tire Seal String (obat karet tambal ban tubless), pemudik dapat menangani ban bocor secara mandiri tanpa harus bergantung pada bengkel terdekat, sehingga perjalanan tidak terganggu terlalu lama.

    Lampu LED

    Untuk kondisi darurat di malam hari atau saat kondisi hujan deras, senter LED tahan air dengan daya tahan baterai tinggi dapat menjadi alat bantu yang berguna. Selain bisa membantu visibilitas saat memperbaiki kendaraan, lampu LED juga dapat digunakan sebagai sinyal darurat jika kendaraan mengalami kendala di jalan raya.

    “Dengan persiapan yang tepat dan perkakas yang memadai, perjalanan mudik akan lebih aman, nyaman, dan bebas dari kendala teknis di tengah cuaca ekstrem,” ujar Brand Marketing Manager Tekiro Tools Novitasari, dalam keterangannya.

    Penting juga buat pemudik untuk memperhatikan potensi karat yang bisa terjadi di mobil. Kondisi hujan deras dan kemacetan panjang dapat juga menyebabkan kelembapan berlebih yang memicu karat pada engsel pintu mobil, aki mobil atau komponen dari metal atau besi lainnya.

    Kalau terjadi di pintu mobil dan kelembapannya dibiarkan, gesekan antar bagian logam bisa semakin terasa, membuat pintu berbunyi atau bahkan sulit dibuka. Menggunakan Multipurpose Lubricant (pelumas serbaguna) dapat mencegah karat dan memastikan komponen kendaraan tetap bekerja dengan optimal.

    “Setelah hujan deras, perjalanan jauh sering kali melewati jalan berlumpur atau terkena cipratan air banjir di badan kendaraan. Membersihkan bagian ini secara rutin dengan multipurpose lubricant, degreaser, dan contact cleaner dapat membantu menjaga performa kendaraan tetap optimal,” ujar Tomy Tambrani selaku Brand Marketing Manager Rexco Chemical.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pasang Roof Box untuk Mudik, Jangan Asal!


    Jakarta

    Tak sedikit mobil yang memasang roof box selama musim mudik Lebaran. Kompartemen besar di atap mobil itu berguna sebagai wadah ekstra untuk menaruh barang bawaan. Roof box mencegah bagasi tidak kepenuhan dan kabin lebih lega.

    Namun pemasangan roof box tidak boleh sembarangan. Sejumlah hal wajib diperhatikan sebelum instalasi koper besar itu, agar tidak mengganggu performa mobil selama di perjalanan. Apa saja?

    Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pasang Roof Box

    Pengendara yang menaruh barang di atap mobil memang disarankan menggunakan roof box alih-alih hanya menutupinya dengan terpal lalu diikat dengan tali. Namun, mengutip pemberitaan detikcom, sejumlah hal berikut mesti diperhatikan:


    1. Struktur Mobil

    Penting memperhatikan struktur kendaraan sebelum memasang roof box. Lihat apakah ada sudut yang keropos/berkarat atau umur mobil sudah lawas.

    Sebelumnya, rangka penyangga atau roof rack dipasang di atap sebagai pondasi roof box. Instalasinya juga perlu mempertimbangkan kelayakan roof rail yang telah terpasang.

    2. Kualitas Kompartemen

    Roof box dan rangka penyangganya harus menggunakan bahan berkualitas yang kokoh dan aman. Harganya cenderung lebih mahal, tapi minim potensi bergetar saat terkena laju angin dengan daya tahan lebih baik.

    3. Cara Pemasangan

    Sebelum memasang roof box, roof rack dan roof rail harus terpasang lebih dulu di atap mobil. Pemasangan roof box yang tidak tepat bisa mempengaruhi faktor aerodinamika mobil.

    “Instalasi pastikan box ada di tengah, tidak menjorok ke depan atau ke belakang, ini bisa dilakukan oleh bengkel yang memang sudah terbiasa instalasi box,” tambah Praktisi Keselamatan Berkendara, Andry Berlianto, pada kesempatan berbeda.

    4. Daya Tampung Maksimum

    Tidak disarankan menaruh bobot terlalu berat di atap mobil. Sebaiknya roof box hanya untuk barang ringan dengan memperhatikan daya tampung maksimalnya. Barang yang terlalu berat hingga melebihi kapasitas maksimal bisa membahayakan kendaraan.

    “Penempatan barang-barang disesuaikan dengan beratnya. Tempatkan yang ringan-ringan dan perhatikan load index nya. Jangan melebihi load index yg tertera,” ucap Training Director Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kepada detikcom.

    Meningkatkan beban di atap mobil sama dengan memindahkan pusat gravitasi ke area lebih tinggi. Jika hal ini dilakukan, titik keseimbangan mobil menjadi berbeda dari semula. Aspek aerodinamika mobil berubah akibat kehadiran barang bawaan di atasnya.

    5. Gaya Berkendara

    Penambahan roof box yang mengubah titik gravitasi kendaraan ini, membuat pengemudi harus menguasai cara berkendara yang lebih aman. Keberadaan kompartemen roof box memberi efek resistensi pada arah laju mobil.

    “Gaya berkendara tidak boleh zig zag. Karena jika melakukan zig zag, bobot di atas mobil bisa dengan mudah menggoyang badan mobil dan jika ada hambatan angin bisa berakibat buruk mobil oleng,” kata Andry.

    Sementara Sony menyarankan pengemudi tidak terlalu agresif untuk menjaga keseimbangan mobil. Pengemudi wajib menyetir kendaraan dengan lebih hati-hati dan mengutamakan keselamatan.

    6. Laju Mobil

    Kecepatan berkendara juga perlu diturunkan setelah roof box terpasang. Dianjurkan mengurangi laju 10 km per jam dari batas kecepatan normal yang ditentukan jalur.

    “Dikurangi 10 km/jam dari kecepatan yang dianjurkan rambu ya. Untuk mengantisipasi terpaan angin yang datang ke kendaraan,” kata Sony.

    Mobil dengan Roof boxMobil dengan Roof box Foto: Getty Images/iStockphoto/Oleksandr Filon

    Risiko Pasang Roof Box Sembarangan

    Instalasi roof box yang asal-asalan dan penempatan barang bawaan berlebih memiliki risiko selama berkendara. Berikut penjelasannya:

    1. Stabilitas Mobil Berkurang

    Barang yang diletakkan di atap menambah ketinggian kendaraan. Akibatnya, efek body roll bertambah dan kestabilan mobil berkurang. Kondisinya semakin berbahaya ketika mobil melesat kencang di jalan tikungan, lantaran berisiko limbung dan terguling.

    2. Tarikan Lebih Berat

    Aerodinamis mobil bakal terpengaruh barang yang ditaruh di dalam roof box. Tarikannya menjadi berat saat mobil melaju kecepatan tinggi karena semakin besarnya hambatan angin. Kondisi ini jelas berbeda dengan saat mobil tidak diberi roof box dan bawaan ekstra, tapi mengendarai teman dan keluarga

    3. Boros BBM

    Bobot di atap kendaraan berdampak pada aerodinamika hingga penggunaan bahan bakar. Pemakaian bahan bakar akan menjadi lebih boros dari biasanya. Belum lagi beban berat juga dikarenakan jumlah penumpang yang banyak.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Servis Mobil, Baiknya Ikuti Panduan Kilometer atau Lama Waktu Pemakaian?



    Jakarta

    Mobil harus diservis secara berkala supaya performanya selalu prima. Tapi kadang pemilik mobil dibingungkan, apakah harus servis berdasar waktu pemakaian (time-based) atau jarak tempuh (mileage-based)?

    “Servis berkala secara rutin dapat menjaga performa mobil agar selalu prima dalam mendukung mobilitas. Kondisi mobil yang selalu sehat dapat mengurangi kemungkinan masalah seperti mogok atau kecelakaan. Performa yang terjaga juga membuat mobil dapat bekerja lebih efisien sehingga lebih irit bahan bakar dan yang tak kalah penting daya tahan komponen mobil jadi lebih terjaga,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangannya, Senin (06/10/2025).

    Waktu Pemakaian atau Jarak Tempuh?


    Banyak yang mengira situasi jalan yang kerap macet khususnya di kota besar seperti Jakarta, bikin perhitungan servis berkala berdasarkan waktu pemakaian (time-based) menjadi paling relevan. Alasannya secara teori, jarak tempuh 10.000 km bisa diselesaikan kurang dari 6 bulan.

    Faktanya, macet panjang di kota besar membuat target tersebut sulit tercapai. Padahal di situasi macet mesin mobil tetap bekerja, bahkan lebih berat akibat tak mendapat pendinginan yang memadai. Paling buruk, idle berkepanjangan membuat campuran bensin dan udara tidak ideal sehingga memicu pembakaran tidak sempurna.

    Dampak dari Pembakaran yang Tidak Sempurna

    Tumpukan karbon akibat pembakaran tak sempurna akan menempel di ruang bakar dan komponen bergerak sehingga membuat performa mesin menurun. Efek negatifnya, tenaga mesin turun dan konsumsi bensin meningkat. Efek buruk berikutnya adalah berkurangnya daya tahan komponen mesin yang saling bergesekan.

    Selain itu, sisa pembakaran tak sempurna dapat menyusup ke dalam sistem sirkulasi oli mesin, merusak senyawa kimia oli, sehingga tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Ditambah pemaksaan mesin bekerja ekstra akibat performa turun, tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya mesin mobil rontok.

    Di waktu bersamaan, komponen lain juga bekerja keras melebihi batas normal. Seperti komponen rem, transmisi berikut oli transmisi, ban, cairan mobil, serta aki. Padahal jarak tempuh praktis tidak bertambah banyak.

    Rekomendasi Interval Servis Berkala

    Menimbang kondisi itu, Auto2000 merekomendasikan penggunaan waktu (time-based) untuk menghitung interval servis berkala, yaitu setiap 6 bulan sekali, khususnya buat mobilitas perkotaan. Tapi kalau ternyata jarak tempuh mobil sudah melewati 10.000 km padahal belum 6 bulan, sebaiknya segera servis berkala.

    Ingat, jangan tunggu mencapai 6 bulan jika mobil mobil Anda masuk dalam kategori ‘high usage’. Banyak komponen kendaraan wajib dicek ulang untuk memastikan tak ada potensi rusak. Oli juga harus diganti secara berkala supaya tak kehilangan kemampuannya dalam melindungi mesin, termasuk cairan lain seperti radiator coolant dan brake fluid.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 10 Cara Mengosongkan Memori HP Android yang Penuh

    Jakarta

    Seberapa pun kapasitas memori internal yang disediakan HP, sepertinya tetap akan penuh pada waktunya. Ketika memori penuh, HP berisiko lemot, tidak bisa berjalan normal, dan gagal update aplikasi.

    Untuk menanganinya, tentu detikers harus segera mengosongkan memori HP. Simak artikel ini untuk mengetahui 10 cara mengosongkan memori HP Android yang sudah penuh.

    Cara Mengosongkan Kapasitas Memori HP Android

    Detikers bisa mencoba cara mengosongkan kapasitas memori sesuai kompetensi gadget masing-masing. Berikut ini 10 cara mengosongkan kapasitas memori HP Android agar kembali lega. Cara ini bisa dicoba seluruhnya agar benar-benar mengurangi kapasitas secara optimal.


    1. Hapus File Sampah Pakai Aplikasi

    Gunakan aplikasi cleaner untuk menghapus file sampah atau junk files. Beberapa HP sudah dibekali fitur untuk menghapus file sampah. Jika tidak ada, detikers bisa mengunduhnya di Play Store, misalnya aplikasi ‘Files’ dari Google.

    2. Kosongkan Cache Aplikasi

    Sering kali cache menjadi sumber masalah yang tidak disadari. Cache adalah file yang tersimpan di memori ketika menjalankan aplikasi.

    Semakin sering menjalankan aplikasi, maka file cache biasanya juga semakin besar. Cara menghapusnya mungkin berbeda-beda di setiap HP, tetapi kurang lebih sama. Berikut cara menghapus cache di HP Samsung:

    • Buka ‘Settings’, pilih menu ‘Apps’.
    • Pilih aplikasi yang cache-nya ingin dihapus.
    • Pilih ‘Storage’, muncul besar cache yang tersimpan di HP.
    • Pilih ‘Clear cache’.
    • Tunggu sampai angkanya menjadi 0 MB.

    Detikers bisa menghapus cache semua aplikasi satu per satu. Atau kalian bisa menghapus cache beberapa aplikasi yang biasanya menyimpan cache besar, seperti TikTok, YouTube, Instagram, browser, marketplace, game, dan aplikasi streaming film.

    3. Hapus Unduhan YouTube

    Jika detikers suka menggunakan fitur ‘Download’ di YouTube, mungkin akan menghabiskan banyak kapasitas HP. Untuk menghapusnya, buka menu Downloads di aplikasi YouTube, kemudian hapus videonya.

    4. Hapus File Besar yang Tak Dipakai

    Cara mengosongkan memori HP lainnya adalah dengan menghapus file yang sudah tak penting atau tidak digunakan lagi. Agar lebih efektif, langsung cari file yang besar di tempat penyimpanan.

    Beberapa merek HP memiliki fitur yang dapat menganalisis ruang penyimpanan. Cari file besar, pilih yang sudah tidak digunakan, lalu hapuslah.

    5. Matikan Fitur Download Otomatis WhatsApp

    Untuk mencegah memori penuh dengan cepat, detikers bisa mematikan fitur download otomatis WhatsApp. Caranya sebagai berikut:

    • Buka aplikasi WhatsApp
    • Pilih ikon tiga titik di pojok kanan atas
    • Pilih Setelan
    • Pilih Penyimpanan dan data
    • Hilangkan centang pada foto, audio, video, dan dokumen, di bagian unduhan otomatis media.

    6. Hapus Media dari Aplikasi Messenger

    Salah satu hal yang bikin memori penuh tapi kadang tidak disadari adalah banyak mengunduh dan mengirim foto dan video lewat aplikasi messenger seperti WhatsApp atau Telegram.

    Detikers bisa menghapus file dari Galeri atau File Manager. Cari folder WhatsApp dan hapus foto, video, serta rekaman. Jika folder tersebut tidak ditemukan, gunakan cara berikut ini:

    • Buka File Manager, ketik ‘whatsapp’ di kolom pencarian
    • Masuklah ke folder ‘WhatsApp’, lalu pilih ‘Media’, pilih folder images, audio, video, dan sebagainya.
    • Hapus file yang diinginkan
    • Hapus juga file di dalam folder ‘Sent’ yang berisi file yang telah kamu kirim.

    7. Hapus Database WhatsApp

    Hapus juga file di dalam folder Database WhatsApp. Database sebenarnya berfungsi sebagai backup data, tetapi bisa dihapus jika kapasitas sudah penuh.

    Semakin lama menggunakan WhatsApp, maka file database juga akan semakin besar ukurannya. Berikut cara menghapusnya:

    • Buka File Manager, ketik ‘whatsapp’ di kolom pencarian.
    • Masuk ke folder ‘WhatsApp’, masuk ke folder ‘Database’.
    • Hapus beberapa atau seluruh file database.

    8. Kosongkan Trash

    Setelah menghapus file foto, video, database WhatsApp, dan sebagainya, terkadang memori masih penuh. Hal ini dikarenakan file buangan tersebut masih berada di Trash atau tong sampah.

    • Buka File Manager.
    • Masuk ke ‘Trash’.
    • Ketuk titik tiga di bagian kanan atas, pilih ‘Empty’, lalu ‘Empty Trash’.
    • File sampah akan terhapus dan kapasitas sudah berkurang.

    9. Hapus Aplikasi

    Cara selanjutnya adalah dengan menghapus atau uninstall aplikasi yang dianggap tidak penting. Caranya adalah dengan menekan dan tahan aplikasi hingga muncul menu. Pilih Uninstall. Atau coba cara lain berikut ini:

    • Buka ‘Settings’, pilih menu ‘Apps’.
    • Pilih aplikasi yang ingin dihapus.
    • Pilih ‘Uninstall’.

    10. Disable Aplikasi

    Ada beberapa aplikasi bawaan HP yang tidak bisa dihapus atau di-uninstall. Agar tidak memenuhi kapasitas, detikers bisa menonaktifkan aplikasi atau disable apps.

    • Buka ‘Settings’, pilih menu ‘Apps’.
    • Pilih aplikasi yang ingin dihapus.
    • Pilih ‘Disable’.

    Nah, itulah 10 cara mengosongkan memori HP Android yang penuh. Sekarang tak perlu bingung lagi jika ada notifikasi kapasitas internal penuh, ya!

    (bai/row)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Mengenal Fastboot Xiaomi, Cara Masuk, dan Keluar Fitur Ini

    Jakarta

    Fastboot Xiaomi merupakan salah satu fitur esensial yang sering digunakan pengguna ponsel Xiaomi. Banyak manfaat yang bisa didapatkan pengguna dari fitur ini.

    Layanan Fastboot memberikan pengguna akses untuk mengendalikan perangkat tanpa harus mem-boot seluruh sistem operasi. Yuk, ketahui apa itu Fastboot, cara masuk, dan cara keluar dari fitur ini.

    Apa Itu Fastboot Xiaomi?

    Arti kata Fastboot adalah boot yang dilakukan dengan cepat. Menurut laman Miuirom, Fastboot merupakan alternatif untuk Recovery Mode yang disertakan dalam Android SDK (Software Developer Kit).


    Mode Fastboot digunakan untuk memulihkan ponsel setelah menginstal pembaruan yang gagal, mengubah pengaturan tersembunyi, mem-flash perangkat, mengatur ulang ke setelan pabrik, memulihkan bootloader dan prosedur lainnya. Mode fastboot juga diperlukan untuk menginstal custom firmware, mengubah region HyperOS atau MIUI, hingga melakukan rollback ke versi HyperOS (MIUI) sebelumnya.

    Cara Masuk ke Mode Fastboot di Xiaomi

    Cara mengaktifkan Mode Fastboot pada Xiaomi cukup mudah. Begini caranya:

    • Matikan ponsel Xiaomi
    • Tekan tombol daya dan volume turun secara bersamaan
    • Tekan terus sampai teks oranye bertuliskan Fastboot muncul

    Jika sudah melihat teks Fastboot, pengguna bisa menghubungkan ponsel ke PC menggunakan kabel USB. Gunakan kabel USB asli. Jika tidak, maka ada risiko ponsel Xiaomi akan rusak.

    Cara Keluar dari Mode Fastboot Xiaomi

    Untuk keluar dari mode Fastboot, ada beberapa pilihan cara yang bisa pengguna lakukan. Mengutip laman imobie, Jumat (13/12/2024) berikut di antaranya:

    1. Restart Xiaomi

    Me-restart atau memulai ulang ponsel menjadi solusi sederhana yang seringkali ampuh untuk memperbaiki masalah di ponsel. Kamu juga bisa memulai ulang ponsel untuk keluar dari Mode Fastboot di perangkat Xiaomi dengan aman. Caranya yaitu:

    • Tahan tombol daya di sisi kiri perangkat XIaomi
    • Akan muncul opsi Power off, Restart, Screenshot, dan Emergency
    • Pilih Restart
    • Secara otomatis, perangkat Xiaomi alam mati dan hidup
    • Saat perangkat menyala, masukkan kode keamanan berupa PIN, Sidik Jari, atau Pola
    • Perangkat akan keluar dari mode Fastboot.

    2. Tahan Tombol Daya 40 Detik

    Dengan tombol daya pada perangkat Xiaomi, pengguna bisa menghilangkan layar mode Fastboot dengan mudah dan cepat. Caranya mirip dengan me-restart ponsel.

    • Tahan tombol daya selama 40 detik sampai layar Mode Fastboot menghilang
    • Layar akan menghilang dan perangkat Xiaomi akan dimulai ulang

    3. Menggunakan PC

    Jika metode-metode ini tidak berhasil, pengguna bisa menggunakan PC untuk keluar dari mode Fastboot. Pengguna hanya perlu menginstal driver ADB & Fastboot. Lakukan langkah-langkahnya berikut ini:

    • Instal driver ADB dan Fastboot dari situs web yang sesuai
    • Tekan tombol Windows+R secara bersamaan untuk memunculkan jendela dialog Run. Ketik cmd di sebelah tab open. Klik OK.
    • Masukkan baris perintah Fastboot devices dan ponsel akan segera masuk ke cmd
    • Ketik fastboot reboot.
    • Jika berhasil, maka perangkat Xiaomi akan keluar dari mode Fastboot. Putuskan sambungannya dari PC.

    4. Hapus Cache

    Cache seringkali mempengaruhi fungsionalitas perangkat. Kamu bisa keluar dari mode Fastboot Xiaomi dengan menghapus cache dalam mode Mi/Stock Recovery. Caranya yaitu:

    • Tekan terus tombol volume naik dan daya secara bersamaan sampai logo Mi muncul
    • Lepaskan tombol. Nantinya akan muncul menu Rest FirstRest
    • Gunakan tombol volume untuk menggulir daftar opsi. Pilih Wipe cache partition dengan tombol daya
    • Klik Yes
    • Tunggu hingga partisi cache dihapus
    • Setelah selesai, klik Reboot system now

    5. Matikan dan Nyalakan Ponsel

    • Tekan tombol daya selama 7-10 detik, terus tekan sampai perangkat mati
    • Tunggu beberapa detik, lalu tekan tombol daya lagi untuk menghidupkan kembali perangkat
    • Jika ponsel hang dalam mode Fastboot dan tidak mau masuk ke sistem operasi HyperOS (MIUI), coba keluar beberapa kali dengan menekan tombol daya selama 10 detik.

    6. Force Reboot

    Force Rebooting adalah salah satu cara tercepat untuk keluar dari Mode Fastboot di Xiaomi. Caranya yaitu:

    • Tekan tombol daya sampai logo Xiaomi muncul di layar ponsel
    • Tunggu beberapa saat sampai ponsel menyala
    • Masukkan kredensial keamanan di tempat tersedia
    • Pastikan kamu mengetik detail dengan benar

    Perlu dicatat, mode Fastboot ditujukan untuk pengguna tingkat lanjut. Jadi, jika tidak yakin atau tidak paham betul dalam melakukannya, lebih baik jangan ya.

    (elk/row)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 15 Pengaturan Android Agar Baterai HP Tahan Lama


    Jakarta

    Aktivitas penggunaan smartphone di era modern saat ini sudah tidak terelakan. Tak ayal banyak yang mengakalinya dengan powerbank. Namun rupanya ada tips mudah untuk menghemat baterai loh.

    Bagaimana tidak, aktivitas orang-orang setiap harinya lebih banyak berkutat dengan gadget, baik hanya sekedar mencari berita di internet, scroll media sosial atau bermain game. Beragam kegiatan tersebut, tentunya sangat membebani ponsel dan menekan pemakaian baterai.

    Yuk simak penjelasan singkat cara menghemat baterai Android, berdasarkan informasi yang telah detikINET kumpulkan dari berbagai sumber.


    Cara Menghemat Baterai Android

    1. Jangan Gunakan HP Saat Di Charger

    Momen baterai HP berkurang drastis ketika dicharge, disebut dengan Parastic Load. Hal ini bisa terjadi, bila pengguna secara bersamaan menggunakan ponsel berbarengan dengan pengisian daya.

    Biasanya, sebagian orang menganggap enteng, dan malah memainkannya sembari scroll media sosial dan melakukan panggilan suara atau video. Singkatnya, untuk menghindari Parastic Load, satu-satunya cara dengan menonaktifkan perangkat seluler, agar fokus pada pengisian daya.

    2. Clear Cache

    Tahukah detikers, bahwa Google Play Store ternyata ikut berkontribusi dalam menghabiskan daya baterai HP. Akan tetapi, itu bisa diatasi dengan melakukan beberapa langkah dengan Clear Cache.

    Detikers bisa masuk menu Setting – Appliacations – All. Kemudian pilih Google Play Service dan terakhir tekan Clear Cache.

    3. Mematikan Getaran dan Suara Tombol

    Cara menghemat baterai Android juga bisa dengan mematikan getaran dan suara pada tombol ponsel. Hal ini mengingat, keduanya dapat membuat motor elektrik untuk menggetarkan smartphone dan membutuhkan banyak daya.

    Jadi langkah baiknya, dengan mengaktifkan mode silent dan mematikan suara pada papan tombol. Sebagai tambahan informasi, suara keyboard biasanya secara default menyala.

    4. Pakai Charger Asli

    Ingat, menggunakan charger asli sangat berpengaruh untuk memperpanjang usia baterai. Kalau bisa, hindari penggunaan alat pengisi daya milik ponsel lain.

    5. Aktifkan Power Saving Mode

    Bila detikers memakai sistem operasi Android Lollipop, maka bisa menghemat daya tahan baterai. Caranya sendiri dengan memberdayakan fitur Power Saving Mode.

    Saat dalam mode ini, nantinya seluruh fungsi smartphone akan dibatasi. Jadi secara otomatis, fitur Power Saving Mode menekan kinerja dari kecerahan layar, WiFi, koneksi, hingga GPS.

    6. Jangan Gunakan Aplikasi Pihak Ketiga

    Cara menghemat baterai Android selanjutnya, yakni dengan menghindari penggunaan aplikasi pihak ketiga, di mana memberikan iming-iming dapat menghemat daya. Mengapa? Hal ini hanya akan memperberat kinerja smartphone.

    Aplikasi yang diinstall akan menambah aktivitas layar belakang serta memori. Jadi berbanding terbalik bila mengacu pada tujuannya, yaitu menghemat baterai Android dengan mengurangi aplikasi yang sedang berjalan.

    7. Matikan Aplikasi Bawaan

    Setiap smartphone yang diluncurkan oleh produsen pastinya menyisipkan aplikasi bawaan. Sebenarnya, ini cukup merugikan pengguna, mengingat mereka mendapatkan perangkat lunak yang tidak dibutuhkan.

    Cara yang bisa detikers lakukan ialah menonaktifkannya. Untuk bisa disable software, dapat masuk ke menu Setting, lalu pilih Apps dan Disable.

    8. Batasi Pemakaian Aplikasi

    Cara menghemat baterai Android berikutnya, dengan membatasi penggunaan aplikasi. Biasanya, orang-orang sering menginstall aplikasi yang sebenarnya jarang digunakan.

    Untuk mengetahui aplikasi apa saja yang sedang berjalan pada background, bisa mengunjungi menu Setting. Kemudian, pilih Batterry, dan Battery Usage.

    9. Auto Brightness

    Salah satu fitur yang kerap dipasang otomatis oleh produsen, yakni Auto Brightness. Meskipun hal ini bisa membantu pengguna melihat layar lebih nyaman, hanya saja, penggunaannya membuat baterai boros.

    Jadi solusinya bisa menonaktifkan Auto Brightness. Letak fitur ini bisa dilihat ketika detikers mengusap layar dari atas ke bawah, hingga muncul rentetan teknologi lainnya.

    10. Tidak Memakai Live Wallpaper

    Nah, bagi detikers yang masih menggunakan live wallpaper, bisa segera mematikannya. Bagi yang belum mengetahui, ini juga menjadi salah satu cara menghemat baterai Android.

    11. Aktifkan Dark Mode

    Hampir semua tampilan smartphone saat ini, sudah dilengkapi dengan grayscale atau dark mode. Tidak hanya berguna untuk mengurangi kecerahan layar, tetapi juga menghemat daya tahan baterai smartphone.

    Praktiknya, fitur ini bisa membuat layar menjadi lebih gelap. Nah, upaya tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi konsumsi baterai.

    12. Matikan Data atau Masuk Airplane Mode

    Bila detikers sedang tidak dalam keadaan yang sibuk dengan HP, sebaiknya mematikan paket data atau masuk ke mode pesawat. Cara ini sangat ampuh untuk menghemat daya baterai.

    Apalagi, ditambah dengan mengikut langkah-langkah sebelumnya. Jadi baterai HP bisa lebih awet.

    13. Penggunaan WiFi

    Setelah mematikan data, tetapi kalian masih ingin mengakses internet, pilihan paling bijak memanfaatkan keberadaan WiFi. Cara mengaktifkan fitur ini cukup mudah.

    Pengguna hanya perlu masuk ke menu Setting, kemudian WiFi, lanjut pilih More, lalu Always Allow Scanning. Nah terakhir, pilih Scan Only While WiFi On.

    14. Mengatur Waktu Sleep

    Mengatur sleep di sini, maksudnya menyesuaikan berapa lama HP akan mematikan layar secara otomatis saat tidak digunakan. Biasanya produsen memberikan opsi ini, dengan beragam pilihan waktu.

    Tetapi alangkah baiknya, mengaturnya lebih cepat. Jadi ketika sedang tidak digunakan lagi, HP tidak selalu menyala yang dapat mengonsumsi daya baterai lebih banyak.

    15. Matikan Lokasi

    Cara menghemat baterai Android yang terakhir ialah mematikan penggunaan GPS. Jadi saat tidak dipakai, lebih baik dimatikan saja.

    Ternyata, mengaktifkan lokasi juga cukup memakan baterai. Selain itu, dalam upaya menghemat daya, bisa menonaktifkan atau mengurangi push notification aplikasi atau email.

    (agt/fyk)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah اللهم صل على رسول الله محمد teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • 7 Cara Mengatasi Memori Penuh di HP Android, Hapus Aplikasi Tidak Penting

    Jakarta

    Ketika memori ponsel penuh, ponsel bisa melambat bahkan tidak bisa mengambil foto. Masalah ini dapat terjadi kepada siapa saja, terutama pada pemilik perangkat yang kapasitas penyimpanannya terbatas.

    Tak perlu khawatir, ada beberapa cara mudah dan efektif agar ponsel kembali ringan dan lancar. Lakukan langkah berikut ini.

    Cara Mengatasi Memori Penuh di HP

    Membersihkan cache, menghapus aplikasi yang menghabiskan banyak ruang, dan foto tidak penting dapat membantu mengatasi memori penuh di HP. Mengutip laman Avast dan Carlcare, begini penjelasannya:


    1. Bersihkan Cache

    Kamu bisa memulai dengan menghapus cache di Android yang disimpan oleh browser seperti chrome secara berkala. Begini caranya:

    • Buka Chrome dan klik ikon menu tiga titik di pojok kanan atas. Klik History, pilih Clear Browsing Data
    • Centang kotak di samping Cached Image and Files
    • Klik ikon tanda panah di bawah di samping Time Range
    • Pilih seberapa lama Cache ingin dihapus, pilihan nya mulai dari last 15 minutes, last hour, hingga all time.

    2. Hapus Aplikasi yang Tidak Penting

    Semakin banyak aplikasi yang terinstal, ponsel akan semakin lambat. Periksa daftar aplikasi dan hapus yang sudah tidak lagi dibutuhkan. Caranya yaitu:

    • Buka Settings, pilih Aplikasi
    • Klik aplikasi mana yang ingin dihapus
    • Pilih Uninstall untuk menghapusnya.

    3. Hapus File Unduhan

    Kamu bisa menyimpan banyak file, foto, dan dokumen di folder unduhan perangkat Android. Terkadang, ada file-file terunduh secara otomatis. Untuk menghapusnya, lakukan langkah berikut:

    • Buka My File atau Manager File, Pilih Download
    • Klik dan tahan file-file yang sudah tidak lagi dibutuhkan
    • Klik Delete.

    4. Hapus Foto-foto di Galeri

    Foto hingga hasil tangkapan layar menghabiskan banyak ruang penyimpanan. Untuk itu, kamu perlu menghapus yang sekiranya tidak penting untuk mengurangi ruang penyimpanan. Begini caranya.

    • Buka Galeri
    • Klik dan tahan untuk memilih beberapa foto
    • Klik Delete.

    5. Bersihkan Memori Telepon

    Membersihkan RAM atau memori internal bisa meningkatkan kinerja ponsel. Jika dilakukan secara berkala, cara ini bisa membantu perangkat tetap berjalan lancar. Untuk pengguna Samsung, Ikuti langkah-langkah berikut ini:

    • Buka Settings
    • Klik Device Care
    • Pilih Memory
    • Ketik Clean Now.

    Cara lainnya adalah dengan mengunduh aplikasi pembersih memori yang tersedia di Play Store.

    6. Pindahkan Data ke Kartu SD

    Pertimbangkan untuk menggunakan kartu SD untuk menyimpan foto, video, dan data lain yang tersimpan di memori telepon. Tak hanya membebaskan penyimpanan internal, tapi cara ini juga tidak mengharuskan kita menghapus file di ponsel.

    7. Nonaktifkan Bloatware

    Bloatware merupakan aplikasi bawaan yang mungkin tidak digunakan dan bisa menghabiskan banyak ruang. Untuk mengurangi penyimpanan, kamu bisa menonaktifkan aplikasi tersebut. Berikut caranya:

    • Buka Settings
    • Pilih Aplikasi
    • Klik aplikasi yang ingin dinonaktifkan
    • Klik Nonaktifkan.

    Detikers bisa memilih salah satu cara mengatasi memori penuh di Hp android, sesuai kompetensi tiap gadget.

    (elk/row)



    Sumber : inet.detik.com