Tag: tether

  • Dua Kabar Ini Berpotensi Dorong Solana ke Harga Tertingginya

    Solana (SOL) mulai terlihat bergerak naik kembali setelah awal Bulan Maret 2021 ini mengalami koreksi dari harga tertingginya.

    Terdapat dua sentimen positif yang kemungkinan besar akan mendorong harga mata uang crypto ini naik menuju harga tertingginya bahkan lebih.

    Tether Tersedia di Blockchain Solana

    Stablecoin terbesar dari kapitalisasi pasar, Tether (USDT), sekarang tersedia dan bergerak di blockchain Solana.

    Setelah pengumuman ini, Harga crypto Solana (SOL) naik 16% menurut data dari Nomics.

    Solana adalah blockchain berbasis proof-of-stake yang menggambarkan dirinya sebagai jaringan dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah.

    Nilai utama ini adalah keunggulan sebagai alternatif dari blockchain Ethereum saat ini.

    Hal ini penting akibat permasalahan biaya transaksi tinggi dari Ethereum akibat Sektor Decentralized Finance (DeFi) dan Non-Fungible Token (NFT).

    Tether sendiri dibentuk untuk mengamankan mayoritas mata uang crypto dari volatilitas, akibat harganya yang terikat dengan Dolar Amerika.

    Baca juga: Kapitalisasi Pasar Tether Meningkat 4X Lipat Selama 2020

    USDT dapat digunakan untuk perpindahan dana antar blockchain tanpa menggunakan bank. Hal ini membuat kemudahan terutama di Sektor DeFi.

    Saat ini fokus utama Solana terlihat berada di DeFi akibat fenomena di sekitarnya yang masih terlihat tinggi.

    Salah satu upaya memenuhi fokus ini adalah pembentukan jembatan dengan blockchain Ethereum, sehingga proyek Ethereum dapat pindah ke Solana.

    Hal ini penting akibat mayoritas proyek DeFi saat ini masih berada di blockchain Ethereum dan terimbas masalah kecepatan serta biaya transaksi.

    Menurut pengumuman Tether, pengguna Solana dapat menukarkan USDT dalam kecepatan lebih dari 50.000 transaksi per detik dengan minimal dana $0.00001.

    Kerja Sama dengan Civic

    Sentimen positif lainnya berasal dari Civic, penyedia solusi manajemen identitas pada blockchain yang mengumumkan kerja sama dengan Solana.

    Tujuannya adalah membentuk blockchain yang lebih terdesentralisasi dan berkualitas lebih baik.

    Selain itu, kerja sama ini akan meningkatkan keamanan dan kemudahan penggunaan identitas digital.

    Fokus utama juga masih tertuju untuk mengalahkan Ethereum dan menggarap proyek DeFi, serta memberikan manfaat lebih untuk konsumen.

    Dengan adanya manajemen kunci identitas, pemulihan kunci untuk kehilangan atau kerusakan, dan uji coba yang sudah baik, Civic akan membantu penggarapan proyek DeFi lebih tinggi.

    Penggarapan ini disebabkan kemudahan dan peningkatan kualitas jembatan antara Solana dan Ethereum untuk mempermudah perpindahan proyek.

    Civic juga akan memberikan perubahan pada penyimpanan dana dengan adanya dompet digital baru.

    Baca Juga: Karena Bitcoin, Nilai Aset Kripto Kelak US$200 Triliun?

    Dompet digital ini akan lebih aman dengan kecepatan tinggi dan biaya rendah akibat bergerak di blockchain Solana.

    Kedudukan Civic sebagai nomor satu di dunia identitas yang terdesentralisasi dan Solana yang memberikan biaya rendah dan kecepatan tinggi, akan membuat kerja sama ini sangat positif.

    Kerja sama ini akan berfokus untuk konsumen, agar tercipta pengalaman yang lebih baik serta implementasi pada dunia nyata yang lebih terfokus.

    Solana Potensi Naik Kembali

    Oleh karena kedua kabar ini, Solana (SOL) memiliki potensi untuk naik lebih tinggi dari koreksi sebelumnya.

    Kemungkinan besar apresiasi ini masih akan terus berlanjut bahkan melebihi harga tertinggi sebelumnya.

    grafik solana
    Grafik 4 Jam SOLUSD

    Saat ini pergerakan besar SOL masih terlihat positif akibat masih berada dalam zona apresiasi sejak akhir Januari 2021.

    SOL sedang bergerak di antara batas atas pada $16,42 dan batas bawah pada $15,62.

    Kemungkinan besar koreksi kecil akan terjadi ke batas bawah sebelum apresiasi terjadi.

    Dengan sentimen positif ini, terdapat potensi apresiasi menuju $18 yang jika terhitung dari batas bawah saat ini berada di sekitar 16%.

    Apresiasi ini juga didukung oleh harga yang masih berada di atas MA Cross bersama MACD yang mulai terlihat cross.

    Indikator RSI memperlihatkan bahwa potensi terjadi koreksi kecil yang kemungkinan akan menuju $15,6 hingga $15 yang jika ditembus dapat menghilangkan potensi apresiasi.

    Namun mengingat sentimen positif di sekitar Solana, kemungkinan apresiasi masih sangat kuat.

    Apresiasi kemungkinan besar memiliki target jangka pendek pada $18 dan jangka panjang pada $29 atau daerah 161,8% Fibonacci.

    *Disclaimer

    Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasib Tether Usai Didenda 41 Juta Dolar AS oleh CFTC

    Tether didenda 41 juta dolar AS oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) karena tidak memiliki cukup cadangan uang tunai untuk mengklaim stablecoin USDT. Menurut CFTC, selama 26 bulan dari 2016 hingga 2018, Tether memiliki cadangan fiat yang cukup untuk mendukung token Tether yang diterbitkan 27,6 kali sehari.

    Putusan itu juga menegaskan bahwa alih-alih menyimpan semua cadangan token USDT dalam dolar AS seperti yang disarankan, Tether bergantung pada lembaga yang tidak diatur dan pihak ketiga tertentu. Dana dijamin dalam kombinasi dengan dana operasi dan dana klien Bitfinex.

    Tether juga didakwa tidak melakukan audit profesional atas kepemilikannya dan sebaliknya meminta kantor akuntan meninjau cadangannya, dan Bitfinex mentransfer 382 juta dolar AS sebelum peninjauan dilakukan. 

    Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.

    Ilustrasi Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.

    Baca juga: Mengenal Cryzen, Platform Trading Kripto yang Bawa Cuan

    Bitfinex juga Didenda 1,5 Juta Dolar AS

    Bitfinex juga didenda 1,5 Juta dolar AS karena bertindak sebagai pialang berjangka tanpa registrasi CFTC, mengizinkan pengguna meminjamkan uang kepada orang lain, dan melikuidasi beberapa pelanggannya.

    Menurut Komisi, Bitfinex telah melanggar ketentuan Order Term 2016, yang memerintahkan mereka untuk menghentikan dan tidak mengizinkan penyediaan, partisipasi, kinerja, atau konfirmasi transaksi illegal, untuk materi barang dagangan yang dijual bebas, serta menerima pesanan dan menerima dana dalam transaksi barang dagangan ritel. 

    Baca juga: Bank Spanyol Tertarik Tawarkan Aset Kripto ke Nasabahnya

    CFTC mengatakan telah bekerja sama dengan regulator keuangan dari Bahama, Kepulauan Virgin Inggris, Kanada, Panama, Portugal, dan Seychelles.

    Kejaksaan Agung telah menemukan bahwa Tether tidak memiliki akses layanan perbankan dari mana pun di dunia sejak pertengahan 2017. Pada 2 November 2018, tether tidak lagi didukung dengan dolar AS di rekening bank Tether. Dan pada saat ini Tether menyatakan bahwa lebih dari 34 miliar koin Tether telah diterbitkan dan beredar serta diperdagangkan di pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Aset Kripto yang Berpotensi untuk Investasi di Masa Pandemi

    Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga sekarang membuat semua aspek kehidupan berubah. Salah satunya kini banyak orang yang sudah memulai investasi. Belajar dari situasi yang tidak pasti, investasi di masa pandemi menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk memiliki aset safe haven lainnya. 

    Aset Kripto Diminati di Masa Pandemi

    Dilansir dari Antara News, investor kripto di Indonesia selama pandemi COVID-19 mengalami peningkatan yang amat pesat, khususnya di tahun 2021 ini. Jumlahnya mencapai 8,2 juta investor dan total nilai transaksi menyentuh angka Rp 370 triliun. Ternyata hal ini juga tak hanya terjadi di Indonesia saja, lho! Meningkatnya minat investasi kripto juga terjadi di berbagai belahan dunia. Adapun rata-rata volume perdagangan yang terjadi per harinya mencapai US$109.

    Bagi Anda yang ingin memulai investasi aset kripto di masa pandemi ini, yuk, simak aset kripto mana saja yang bisa Anda pilih!

    4 Aset Kripto yang Meningkat saat Pandemi

    Berikut beberapa aset kripto yang tengah meningkat di masa pandemi dan bisa Anda jadikan investasi di bulan Oktober 2021 ini:

    Aset kripto pertama yang bisa Anda pilih untuk berinvestasi adalah Bitcoin karena ia memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$821 miliar. Bitcoin sendiri pertama kali oleh Satoshi Nakamoto dan diperkenalkan di tahun 2009 dengan harga awal hanya kurang dari US$1. Namun, karena jumlahnya yang terbatas yaitu hanya ada 21 juta koin di dunia membuat harga Bitcoin menjadi terus melonjak. 

    Kini per 30 September 2021, harga satu Bitcoin mampu menyentuh lebih dari US$43.000. Padahal jika kita melihatnya lima tahun yang lalu, harga satu Bitcoin hanya sekitar US$500. Dengan begitu, kini harga Bitcoin bertumbuh hingga 8.600%. 

    Selanjutnya yang menjadi primadona tak lain adalah Ethereum dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$353 miliar. Sama seperti aset kripto lainnya, Ethereum pun juga berjalan di suatu sistem yang bernama blockchain. Alasan lain yang menjadikan Ethereum ini memiliki potensi karena hadirnya NFT atau Non Fungible Token yang berjalan di atas blockchain Ethereum. 

    Nah, Ethereum ini turut mengalami pertumbuhan yang luar biasa, lho! Dengan waktu lima tahun, harganya naik lebih dari 27.000% dari US$11 menjadi US$3.000.

    Selanjutnya ada Tether dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari US$ 68 miliar. Tether sendiri diciptakan oleh Jan Ludovicus van der Velde dan berjalan di blockchain Bitcoin dengan Protokol Layer Omni. Tether merupakan stablecoin, yang berarti nilainya didukung oleh mata uang fiat, yakni Dollar AS.

    Dengan demikian, Tether hadir dengan nilai yang lebih konsisten dibandingkan dengan aset kripto lainnya. Makanya hal inilah yang menjadikan Tether disukai oleh para investor yang waspada dengan volatilitas ekstrim yang terjadi pada koin lain.

    Terakhir, Cardano dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$67 miliar menjadi pilihan aset kripto yang bisa Anda pilih. Cardano dirilis pada tahun 2015 dan tergolong ke dalam generasi ketiga aset kripto, sehingga ia digadang-gadang menjadi aset kripto termutakhir saat ini. 

    Adapun pertumbuhan yang dimiliki oleh token Cardano ini relatif sederhana dibanding dengan aset kripto lainnya. Setidaknya pada 20 September 2021 harga Cardano berada di US$2.10 dan memiliki peningkatan harga lebih dari 10.500% dibandingkan 5 tahun lalu yang hanya memiliki harga US$0.02.

    Jadi, gimana? Apakah Anda sudah menetapkan aset kripto mana yang akan dijadikan investasi di masa pandemi ini? Namun, satu yang tetap harus digarisbawahi adalah investasi harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda sendiri. Yuk, daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC Anda segera di www.tokocrypto.com!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kapitalisasi Pasar Tether Meningkat 4X Lipat Selama 2020

    Dengan melonjaknya aktivitas di sektor DeFi, membuat Tether sebagai basis token pertukaran dengan token-token tersebut mengalami lonjakan. Bulan lalu saja $3 miliar Tether dirilis ke dalam jaringan yang mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi lebih dari $15 miliar.

    Pada awal tahun ini saja, ada lebih dari $4 miliar USDT beredar di dalam jaringan, dan terus meningkat hingga $15 miliar. DeFi telah menjadi pendorong kuat dibalik penggunaan Tether besar-besaran karena semakin banyak kolam likuiditas yang menerima stablecoin tersebut sebagai dasar operasinya.

    Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung

    Menurut beberapa laporan, nilai transfer harian rata-rata Tether telah melampaui PayPal dengan permintaan yang terus melonjak.

    Tether juga membagikan cuitan tersebut di Twitter resmi mereka

    Infografis dari Flipsidecrypto.com menggambarkan pergerakan Tether antara pengguna dan pertukaran pada bulan ini. Pertukaran terpusat besar seperti Binance dan Bitfinex masih menjadi jalan bagi pengguna untuk mendapatkan Tether dengan nilai lebih dari $2 miliar.

    Menurut Laporan Tether Transparancey, jumlah USDT di Ethereum meningkat melebih $10 miliar, disusul $4,2 miliar di jaringan Tron, dan $1,3 miliar di jaringan Omni.Tether juga terus melakukan pemindahan dirinya pada protokol lain mengingat biaya gas dan kepadatan lalu lintas beberapa protokol. USDT sendiri saat ini sudah tersedia di Layer 2 OMG Network dan diluncurkan pada blockchain Solana berkeceptan tinggi.

    Baca Juga: Pria Ini Sukses Menghasilkan Profit $10 Miliar dari Bitcoin, Apa Rahasianya?

    artikel ini dapat anda baca kembali disini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Tether Gold Bisa Menjadi Salah Satu Token Terbesar Didunia??

    Jalan tengah kota diKepulauan Virgin Britania Raya, 4 Maret 2020, 09:00 UTC – Tether Gold (XAU ₮), aset digital yang memberikan dampak terhadap emas fisik (XAU), telah memiliki penyerapan yang besar dalam permintaan untuk menjadi emas terbesar – didukung token di tengah gejolak pasar keuangan global.

    XAU ₮, yang sekarang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $ 21 juta, telah melampaui saingan terdekatnya PAX Gold, memberikan investor cara termudah untuk memiliki dan memperdagangkan emas fisik berkualitas tertinggi dalam ekosistem aset digital yang sedang tumbuh.

    “Tether Gold telah memiliki awal yang sangat hebat,”

    kata Paolo Ardoino, CTO di Tether.

    “Tapi saya percaya bahwa ini tidak ada artinya dibandingkan dengan potensi aset baru ini, terutama dalam konteks peningkatan minat investor dalam diversifikasi risiko dan keamanan modal terhadap ketidakpastian politik. Tether Gold menawarkan diversifikasi dalam hal risiko dan volatilitas dan saya berharap untuk mencapai kapitalisasi pasar setidaknya $ 100 juta. “

    Awal pekan ini, Dow Jones Industrial Average melonjak lebih dari 1.200 poin, atau 5 persen, di tengah harapan bahwa bank sentral akan mengambil tindakan untuk melindungi ekonomi global dari dampak wabah koronavirus. Sementara itu, harga spot emas telah meningkat sekitar 24 persen selama setahun terakhir menjadi $ 1.603 per ounce, di tengah meningkatnya minat investor untuk memiliki aset.

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Tether Gold

    XAU ₮ adalah aset digital yang ditawarkan oleh TG Commodities Limited. Satu token XAU ₮ mewakili satu troy ons emas di London Good Delivery.

    Pemegang XAU ₮ mendapatkan manfaat gabungan dari aset fisik dan digital. Pemegang token XAU ₮ akan dapat menikmati kepemilikan emas sambil menghindari efek negatif yang mungkin adalah dampak dari emas fisik, seperti biaya penyimpanan yang tinggi dan aksesibilitas yang terbatas.

    Saat ini, Tether Gold (XAU ₮) adalah satu-satunya produk di antara pesaing yang menawarkan biaya tanpa penyimpanan dan memiliki kendali langsung atas penyimpanan emas fisik, yang disimpan dengan aman di brankas Swiss, mengadopsi tindakan keamanan dan anti-ancaman terbaik di kelasnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • USDT Depeg Adalah Serangan Terencana Bikin Kripto Anjlok

    Chief Technology Officer (CTO) Tether, Paolo Ardoino, memberi klarifikasi atas stablecoin Tether (USDT) yang mengalami depeg atau sedikit menyimpang dari patokan dolar Amerika Serikat. Dia menyatakan kejadian itu sebagai serangan terencana terhadap Tether. Tetap saja, perusahaan telah dipersiapkan dengan baik dan telah muncul lebih kuat dari sebelumnya.

    Dikutip BeInCrypto, Ardoino dengan tegas menilai kejadian USDT depeg yang terjadi pada Kamis (15/6) adalah serang terencana. “Hari ini adalah hari yang baik di Tether,” dia memulai, menyoroti kekuatan dan kesiapan stablecoin untuk melindungi komunitasnya dalam menghadapi apa yang disebutnya sebagai serangan.

    Ardoino menyarankan bahwa depegging USDT adalah upaya yang dirancang untuk melemahkan kepercayaan pada stablecoin . Tetap saja, dia berpendapat bahwa Tether tidak menyembunyikan apa pun dan lebih kuat dari sebelumnya.

    Stablecoin Tether (USDT) kehilangan nilai pasaknya terhadap dolar AS pada Kamis (15/6). Sumber: TradingView.
    Stablecoin Tether (USDT) kehilangan nilai pasaknya terhadap dolar AS pada Kamis (15/6). Sumber: TradingView.

    Baca juga: Manfaatkan Stabilisasi Investasi di Koreksi Pasar Kripto dengan Stablecoin

    USDT Depeg

    Apa yang disebut “serangan” oleh Ardoino dimulai ketika USDT menyimpang dari patokan biasanya ke dolar AS untuk aset 1:1. Insiden itu disebabkan karena ketidakseimbangan aset di 3pool Curve.

    Harga USDT turun menjadi sekitar US$ 0,997 karena bobotnya di 3pool Curve meningkat menjadi 70 persen dari biasanya 33 persen. Penyimpangan ini terjadi disebabkan oleh alamat whale atau ‘paus’ yang disebut CZSamSun. Ia meminjam 31,5 juta USDT dan menukarnya dengan USDC, menyebabkan sedikit fluktuasi dalam nilai pasak dolar AS USDT.

    Sementara volatilitas harga seperti itu tidak biasa di pasar kripto yang bergejolak. Menariknya, depegging USDT terjadi bertepatan dengan rilis informasi yang signifikan oleh Kantor Kejaksaan Agung New York memberikan CoinDesk dokumen yang berkaitan dengan laporan triwulanan Tether, menyusul keputusan perusahaan untuk menghentikan penentangannya terhadap pengungkapan tersebut.

    Kurva 3Pool TVL. Sumber: Kaiko.
    Kurva 3Pool TVL. Sumber: Kaiko.

    Baca juga: Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Transparan

    Terlepas dari tantangannya, Tether telah menunjukkan ketangguhan dan tetap berkomitmen pada transparansi. Ardoino menekankan komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap keterbukaan dan litigasi yang tidak produktif yang mengalihkan perhatian dari masalah nyata yang dihadapi industri.

    “Dalam periode ini, lebih dari sebelumnya, setelah begitu banyak kegagalan, ketidakpastian, keraguan, industri kita perlu memiliki stabilitas dan kepastian. Tether tidak menyembunyikan apa pun. Belum pernah,” kata Ardoino.

    CTO Tether juga menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk melindungi data pelanggan dan fokusnya untuk menjaga keakuratan angka keuangannya.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pangsa Pasar Stablecoin Tether USDT Naik ke Level Tertinggi

    Dominasi USDT Tether meningkat di antara stablecoin lain di tengah perombakan pasar kripto. Market share atau pangsa pasar stablecoin sendiri kini mencapai senilai US$ 136 miliar, data dari CoinGecko.

    Pangsa pasar USDT di antara stablecoin melampaui 54% pada hari Senin (6/3), level tertinggi sejak November 2021, setelah pasar kripto bull mencapai puncaknya . Kenaikan Tether sebagian besar datang dari saingannya Binance USD (BUSD), yang telah mengalami penurunan cepat sejak kasus Paxos.

    Perusahaan kripto, Paxos, mengumumkan pada 13 Februari lalu, bahwa ia akan menghentikan pencetakan token BUSD baru karena tekanan dari Departemen Layanan Keuangan New York, regulator tertinggi negara bagian. Sejak itu, BUSD menyusut di bawah US$ 9 miliar dari kapitalisasi pasar US$ 16 miliar.

    USDT Tumbuh

    gambaran jenis jenis stable coin
    Ilustrasi stablecoin.

    Baca juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

    Dilaporkan Coindesk, kapitalisasi pasar USDT telah tumbuh sekitar US$ 5,3 miliar tahun ini, menjadi US$ 71,6 miliar, dengan keuntungan US$ 3 miliar setelah pertengahan Februari. Stablecoin saingan Circle, koin USD (USDC), juga telah memperoleh US$ 3 miliar sejak pengumuman Paxos, namun kapitalisasi pasarnya sebesar US$ 44 miliar masih lebih rendah dibandingkan awal tahun 2023.

    Posisi Tether sebagai penerbit stablecoin yang dominan di dunia menentang pelaporan yang secara historis buram tentang cadangannya yang mendukung nilai USDT dan pengawasan ketat terhadap transaksi internalnya.

    Pekan lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Tether menggunakan rekening bank yang diakses oleh dokumen palsu pada tahun 2018. Pada bulan September, seorang hakim New York memerintahkan Tether untuk menunjukkan catatan keuangan aset cadangan USDT dalam gugatan yang menuduh Tether berkonspirasi mengeluarkan USDT untuk menopang harga Bitcoin (BTC), CoinDesk melaporkan .

    Stablecoin Utama

    Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.
    Ilustrasi stablecoin Tether USDT.

    Baca juga: Masuk Bisnis Web3, Amazon Bakal Rilis NFT Marketplace pada April 2023

    USDT adalah aset kripto yang paling banyak diperdagangkan dengan volume perdagangan sekitar US$ 27 miliar dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGecko, lebih besar dari BTC .

    Stablecoin telah menjadi tulang punggung ekonomi kripto dalam beberapa tahun terakhir, menggelembung ke puncak kapitalisasi pasar sebesar US$ 188 miliar pada Mei 2022.

    Stablecoin mematok harganya stabil terhadap aset eksternal, seperti dolar AS, dan berfungsi sebagai fasilitator untuk perdagangan di pertukaran dan melakukan transaksi antara uang fiat yang dikeluarkan bank sentral dan dunia aset digital.

    Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Luncurkan Stablecoin di Jaringan Polygon

    Tether meluncurkan token USDT di jaringan Polygon. Stablecoin ini akan membantu mendukung ekosistem decentralized finance (DeFi) Polygon dengan menyediakan mata uang yang stabil bagi investor.

    Saat ini, stablecoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu sudah tersedia di lebih dari 11 blockchainUSDT yang berpatok 1:1 dengan dolar AS, kini memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $ 72,4 miliar.

    Polygon merupakan blockchain layer 2 di jaringan Ethereum, yang menawarkan transaksi cepat dengan biaya lebih rendah. Ada lebih dari 19.000 decentralized applications (dapps) yang beroperasi di jaringan ini.

    Polygon sejauh ini telah memproses lebih dari 1,6 miliar transaksi, memiliki lebih dari 142 juta alamat pengguna unik, dan memiliki total value locked (TVL) lebih dari $ 5 miliar.

    Baca juga: Miliuner: Bitcoin Akan Capai US$ 250.000 Tahun 2022, Mungkin?

    “Kami antusias untuk meluncurkan USDT di Polygon, (kami) menawarkan akses ke stablecoin paling likuid, stabil, dan tepercaya di ruang token digital, untuk komunitasnya,” kata Chief Technology Officer (CTO), Tether Paolo Ardoino, dalam keterangan resminya.

    Tether menjadi stablecoin yang paling banyak diadopsi dan saat ini sudah tersedia di jaringan Kusama, Ethereum, Solana, Algorand, EOS, Liquid Network, Omni, Tron dan Bitcoin Cash’s Standard Ledger Protocol.

    Kehilangan Kapitalisasi Pasar $ 10 Miliar

    USDT sempat ikut terguncang saat Terra ambruk pada pertengahan Mei lalu. Tak tanggung-tanggung, stablecoin ini kehilangan kapitalisasi pasarnya hingga $ 10 miliar.

    Berdasarkan data CoinGecko, kapitalisasi pasar USDT saat ini masih stabil di angka sekitar $ 73 miliar. Padahal, sebelum kejatuhan Terra, kapitalisasi pasarnya mencapai $ 84 miliar.

    Tether USDT merupakan stablecoin yang paling banyak digunakan oleh pasar kripto. Hal ini menjadikan USDT sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga setelah Bitcoin dan ETH.

    Baca juga: GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Lakukan Chain Swap Besar-Besaran, Apa Dampaknya?

    Berdasarkan informasi di akun X Tether pada 6 November 2024, mereka bekerja sama dengan salah satu bursa ternama akan melakukan chain swap yang cukup besar. Chain swap ini akan mengubah sebagian saldo $USDt (USDT) dari berbagai blockchain menjadi $USDt di jaringan Ethereum (ETH).

    Hal yang perlu dicatat adalah total suplai $USDt tidak akan berubah selama proses ini berlangsung.

    Artinya proses ini hanyalah perubahan alokasi jaringan, bukan penciptaan atau pengurangan USDT baru.

    Menurut informasi yang diberikan, Tether akan mengonversi sejumlah USDT dari berbagai jaringan ke Ethereum, dengan rincian berikut:

    • 1 miliar USDT dari jaringan TRC20 (Tron) ke ETH
    • 600 juta USDT dari jaringan AVAX (C-Chain) ke ETH
    • 300 juta USDT dari jaringan NEAR ke ETH
    • 75 juta USDT dari jaringan CELO ke ETH
    • 60 juta USDT dari jaringan EOS ke ETH

    Apa Dampaknya untuk Trader Kripto?

    Langkah ini menarik perhatian para trader, terutama mereka yang berfokus pada token USDT dan likuiditasnya di berbagai jaringan blockchain.

    Chain swap sebesar ini dapat memiliki beberapa dampak langsung dan tidak langsung bagi pasar:

    1. Kenaikan Likuiditas di Ethereum: Dengan bertambahnya suplai USDT di Ethereum, likuiditas pada bursa-bursa yang menggunakan jaringan Ethereum mungkin meningkat. Ini bisa memudahkan trader untuk melakukan transaksi dengan spread lebih kecil, terutama untuk pasangan perdagangan yang menggunakan USDT di jaringan Ethereum.
    2. Pengurangan Likuiditas di Jaringan Lain: Sebaliknya, jaringan TRC20, AVAX, NEAR, CELO, dan EOS bisa mengalami sedikit penurunan likuiditas USDT. Hal ini mungkin berdampak pada biaya transaksi dan waktu konfirmasi bagi trader yang menggunakan jaringan-jaringan tersebut.
    3. Stabilitas Harga USDT: Karena tidak ada perubahan total suplai USDT, harga USDT kemungkinan tetap stabil. Namun, trader yang bergantung pada likuiditas di jaringan non-ETH harus berhati-hati dalam menyesuaikan strategi trading mereka selama proses ini.

    Perpindahan ini menunjukkan betapa pentingnya Ethereum sebagai jaringan untuk perdagangan kripto yang berbasis stablecoin. Trader diharapkan mengikuti perkembangan lebih lanjut dan menyesuaikan strategi sesuai dampak yang mungkin muncul di pasar masing-masing.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERArtikel ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether Luncurkan Aset Pertama yang Didukung Emas

    Penerbit stablecoin terkemuka, Tether, memperkenalkan inovasi baru dengan meluncurkan Alloy by Tether, sebuah platform tokenisasi terbaru yang menghadirkan produk unggulan bernama aUSDT.

    Dalam pengumuman resminya, CEO Tether Paolo Ardoino menggambarkan aUSDT sebagai dolar sintetis yang dijamin secara berlebihan oleh Tether Gold (XAUt). Alloy by Tether, yang dibangun di atas jaringan Ethereum (ETH), memungkinkan pengguna untuk mencetak token yang dijamin dengan emas, menciptakan kombinasi stabilitas finansial dan keamanan emas fisik.

    Inovasi Tether

    Alloy by Tether dirancang untuk mengintegrasikan teknologi tokenisasi aset digital dan akan menjadi bagian integral dari ekosistem Tether yang direncanakan rilis pada akhir tahun ini. Dua anggota Grup Tether, Moon Gold NA, SA de CV dan Moon Gold El Salvador, SA de CV, berperan penting dalam pengembangan aset inovatif yang didukung emas ini.

    Dengan memperkenalkan Alloy by Tether, Tether bertujuan untuk mendefinisikan ulang stabilitas ekonomi digital. Platform ini menggabungkan keandalan emas dengan stabilitas unit hitung yang kuat, menciptakan jenis mata uang kripto baru yang disebut aset Tethered. Aset ini dirancang untuk mengikuti harga aset referensi melalui strategi stabilisasi canggih, termasuk jaminan berlebihan dengan aset likuid dan kumpulan likuiditas pasar sekunder.

    Ilustrasi Alloy by Tether, aset pertama yang didukung emas.
    Ilustrasi Alloy by Tether, aset pertama yang didukung emas.

    Baca juga: Kapan Kenaikan Bitcoin? Analisis dan Prediksi Waktu Bull Run BTC

    Sebagai contoh, aUSDT yang dijaminkan dengan Tether Gold dirancang untuk mengikuti nilai satu dolar AS, namun keunikannya terletak pada dukungan emas fisik yang disimpan di Swiss. Kontrak pintar aUSD₮ menyediakan transparansi penuh bagi pengguna dengan melacak semua jaminan dan token yang dicetak, menggunakan Price Oracles untuk terus mengevaluasi rasio Mint to Value (MTV).

    Fokus pada Pengguna

    Tether menekankan manfaat inovatif dari platform ini bagi pengguna yang ingin melakukan transaksi digital, pembayaran, dan pengiriman uang tanpa harus menjual XAUt mereka. Inovasi ini menunjukkan komitmen Tether untuk terus menawarkan produk-produk revolusioner bagi penggunanya.

    Tidak hanya berhenti pada pengembangan stablecoin, Tether saat ini mencari investasi sebesar US$1 miliar untuk mendukung usahanya di sektor Kecerdasan Buatan (AI) dan Bioteknologi. Ini mengikuti investasi baru-baru ini sebesar US$200 juta di Blackrock Neurotech, sebuah perusahaan implan saraf yang menyaingi Neuralink milik Elon Musk.

    Dengan langkah-langkah inovatif ini, Tether terus menunjukkan diversifikasinya dan dedikasinya untuk menghubungkan dunia nyata dengan teknologi blockchain, menciptakan produk yang bermanfaat dan stabil bagi pengguna di seluruh dunia.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com