Tag: the fed

  • Ketua The Fed Jerome Powell: Serukan Peraturan Kripto yang Tepat

    Pertumbuhan aset kripto kini sudah menjadi perhatian banyak petinggi negara, salah satunya Jerome Powell, yang merupakan Ketua The Fed. Powell menyakini aset kripto adalah teknologi baru yang membutuhkan regulasi yang tepat.

    Bank-bank sentral secara global telah diuji tahun ini, dengan dampak pasca pandemi COVID-19, geopolitik yang dinamis, dan perang Ukraina-Rusia. Saat berbicara kepada peserta konferensi Paris, Powell mengatakan bahwa normalisasi kebijakan moneter telah mengungkapkan masalah struktural utama dalam sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Ketua Fed itu menambahkan bahwa pemerintah di seluruh dunia perlu hati-hati dan serius mendekati regulasi sistem DeFi. Dengan kata lain, peraturan yang tepat harus diterapkan untuk mengatasi teknologi baru.

    “Harusnya risiko yang sama, regulasi yang sama untuk aset kripto,” kata Powell dalam pidatonya di konferensi On Opportunities and Challenges of The Tokenization of Finance di Museum Louvre, Paris, Prancis.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

    Regulasi DeFi yang Tepat

    Menurut Powell, regulasi yang tepat adalah salah satu cara untuk menyamakan kedudukan dan menghindari bahaya penghindaran dan pelanggaran oleh para pelaku usaha.

    Ia menganggap bahwa banyak pekerjaan yang perlu dilakukan pada aset tradisional dan digital – terutama mengenai stablecoin. Penerbit stablecoin telah menunjukkan minat untuk menjangkau publik yang lebih luas. Namun, ini menimbulkan pertanyaan apakah ada pengawasan peraturan yang cukup untuk penggunaan yang lebih luas.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: Kemendag Bakal Perketat Regulasi Exchange Kripto di Indonesia

    Oleh karenanya dibutuhkan peraturan keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang dilakukan dengan hati-hati dan penuh pertimbangan mengingat dampaknya yang terbatas pada ekonomi riil.

    “Musim dingin DeFi … tidak memiliki efek signifikan pada sistem perbankan dan stabilitas keuangan yang lebih luas karena kurangnya hubungan di antara mereka,” ungkap Powell dalam sebuah panel dikutip Coindesk.

    Powell juga menyarankan tidak terburu-buru untuk memperkenalkan central bank digital currency (CBDC), bentuk digital dari uang fiat yang sedang dipertimbangkan di banyak negara di seluruh dunia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Genjot Suku Bunga, Market Kripto Terus Turun

    Market kripto hadapi serangan mendadak pasca bank sentral AS, The Fed mengumumkan peningkatan suku bunga acuan sebesar 0,75 basis poin untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Kamis (22/9) dini hari. Sejumlah kripto big cap langsung turun ke zona merah.

    Dengan inflasi yang terus tidak terkendali, kenaikan terbaru ini membawa suku bunga dasar The Fed ke level tertinggi dalam hampir 15 tahun. Ketua Fed, Jerome Powell, mengakui tidak ada cara “tanpa rasa sakit” untuk mengakhiri krisis biaya hidup.

    Kenaikan suku bunga AS tersebut merupakan yang kelima kalinya sepanjang 2022. Sebelumnya, The Fed mulai menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada Maret, kemudian 0,50% di bulan Mei, 0,75% di bulan Juni, dan 0,75% pada Juli.

    Dalam pengumumannya, Powell menyatakan pihaknya bertekad untuk membawa inflasi kembali turun sekitar 4% pada akhir tahun 2022. Sekadar informasi, untuk Agustus 2022 angka inflasi AS berada di angka 8,3%.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Segala Hal Penting Masa Depan Ethereum Setelah The Merge

    Market kripto Tiarap

    Bitcoin bergerak secara dramatis saat pengumuman kenaikan suku bunga The Fed semakin dekat. Data CoinMarketCap menunjukkan aset kripto terbesar di dunia itu, awalnya reli ke US$ 19.500 dalam beberapa menit sebelum suku bunga baru dikonfirmasi. Dalam 20 menit, kemudian jatuh ke US$ 18.975.

    Begitu juga dengan Ethereum, mencapai US$ 1.376 pada saat detik-detik pengumuman The Fed. Kemudian menukik tajam ke US$ 1.260. Sebagian besar kripto memiliki reaksi yang sama setelah pengumuman suku bunga baru.

    Kenaikan drastis 75 basis poin dari The Fed telah diperkirakan, tetapi itu tidak berarti bahwa investor kripto tidak terlalu ketakutan. Perlu juga dicatat bahwa aksi jual ini tidak khusus untuk Bitcoin, dengan pasar saham juga mengalami perubahan yang tidak menentu.

    Hubungan Bitcoin dengan The Fed

    Tidak ada tanda-tanda bahwa The Fed bermaksud untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga, yang berarti segala sesuatunya kemungkinan akan menjadi lebih buruk. Bitcoin tidak pernah berada di kondisi di mana suku bunga setinggi ini.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

    Pejabat The Fed mengharapkan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring berjalannya tahun, dan rata-rata mereka memproyeksikan tanda yang tinggi sebesar 4,6% tahun depan. Semua ini bisa membuat BTC jauh kurang menarik jika dibandingkan dengan aset yang lebih aman seperti obligasi.

    Ahli strategi komoditas senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone baru-baru ini mengatakan kepada Kitco News bahwa The Fed berkontribusi pada salah satu bear market terbesar secara global.

    McGlone percaya mungkin ada rasa sakit lebih lanjut untuk BTC di bulan-bulan mendatang, dan berpotensi terendah baru 12 bulan. Meski begitu, ia tetap bersikukuh bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai rekor tertinggi baru dan itu hanya masalah waktu sebelum berpacu ke US$ 100.000.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto dan Bitcoin Sideways, Setelah The Fed Tahan Suku Bunga

    Pasar kripto dan Bitcoin (BTC) sempat bergejolak setelah pengumuman The Fed yang akhirnya menghentikan kenaikan suku bunga untuk bulan Juni. Keputusan Federal Reserve yang memilih untuk tidak menaikkan suku bunga ini, mematahkan rangkaian kenaikan agresif yang tidak terputus sejak Maret 2022.

    Sebelumnya, The Fed telah menaikkan suku bunga selama 10 pertemuan terakhirnya untuk meredam lonjakan inflasi AS yang memuncak pada 9,1 persen pada Juni 2022. Upayanya telah berhasil mengendalikan inflasi kembali ke 4 persen pada bulan lalu.

    Keputusan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tetap sejalan dengan ekspektasi pasar, yang berbalik setelah Gubernur Fed Philip N. Jefferson menyarankan beberapa minggu lalu bahwa bank sentral mungkin “mempertahankan” suku bunga kebijakan konstan pada “pertemuan mendatang.”

    “Melewatkan kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang akan memungkinkan Komite untuk melihat lebih banyak data sebelum membuat keputusan tentang sejauh mana pengetatan kebijakan tambahan,” jelasnya saat itu.

    Pasar Tidak Agresif

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Apresiasi Daftar 501 Aset Kripto Legal Baru dari Bappebti

    Volatilitas pasar kripto tidak agresif pasca pengumuman The Fed. Bitcoin sempat bereaksi terhadap pengumuman tersebut dengan volatilitas minimal, tetap berkisar antara US$ 25.800 dan US$ 26.000. BTC diperdagangkan seharga US$ 26.000 sebelum pengumuman Fed, kemudian jatuh ke US$ 25.756 beberapa saat setelahnya.

    Ethereum (ETH), kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, jatuh ke US$ 1.630 sebelum bangkit kembali hingga mendekati US$ 1.654, turun 5,1 persn dari hari Rabu (14/6), waktu yang sama. Di antara kripto besar lainnya, XRP mundur baru-baru ini turun 6,4 persen untuk diperdagangkan lebih dari 48 sen selama 24 jam terakhir. Itu tenggelam serendah 46 sen pada hari sebelumnya, level terendah di bulan Juni, menurut data Indeks CoinDesk.

    Data dari Coinglass menunjukkan bahwa langkah tersebut memicu likuidasi minimal, sebesar US$ 28 juta selama 24 jam terakhir. Pergerakan harga tidak melakukan apa pun untuk memulihkan kerugian yang terjadi minggu lalu setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menggugat dua pemain terbesar industri kripto di AS.

    Keputusan Fed juga disambut bervariasi oleh indeks saham AS. Namun, di sisi lain emas dan pasar kripto anjlok.

    Investor Ragu

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: China Berpotensi Cabut Larangan Kripto, Masa Depan Bitcoin Bersinar

    Meski The Fed telah menahan kenaikan suku bunga, tapi pelaku pasar menyambutnya dengan negatif. Langkah ini berbeda dengan ekspektasi investor, pasar kripto belum menunjukkan momentum bullish.

    Ketua The Fed, Jerome Powell menjadi penahan laju pasar kripto dan Bitcoin. Komentar Powell setelah pengumuman tersebut tampaknya membuat pasar ketakutan. Powell menegaskan kembali komitmen Fed untuk menenggelamkan inflasi tahunan ke target 2,5 persen. Saat ini berdiri di 4 persen. Tetapi para pengkritik kebijakan bank mengatakan bahwa fokus pada harga berisiko mengirim ekonomi ke dalam resesi.

    Powell mengatakan mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk mengendalikan inflasi, memadamkan ekspektasi penurunan suku bunga akhir tahun ini dan meningkatkan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi di masa depan.

    “Hampir semua peserta menganggap perubahan tarif lebih lanjut akan diperlukan,” kata Powell. Selain itu, dia menyatakan, “Kami sangat memperhatikan risiko yang ditimbulkan oleh inflasi tinggi di kedua sisi mandat kami, dan sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke tujuan kami 2 persen.”

    Komentar Jerome juga mengindikasikan bahwa tidak akan ada pemotongan suku bunga tahun ini dan memproyeksikan kenaikan dua kali lagi di 2023. Ringkasan Proyeksi Ekonomi menunjukkan bahwa proyeksi tingkat akhir untuk akhir 2023 direvisi menjadi 5,6% dari 5,1% pada bulan Maret.

    Demikian pula, perkiraan tingkat akhir 2024 naik menjadi 4,6% dari 4,3%. Singkatnya, Fed proyeksi menyiratkan dua lagi kenaikan suku bunga 25 basis poin (bps) tahun ini dan penurunan suku bunga 100 bps pada tahun 2024.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Pasar: Kripto Masih Sideways, Waspada Ancaman The Fed

    Pergerakan market kripto pada Selasa (20/9) pagi melaju lebih baik dibandingkan Senin kemarin. Sejumlah aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) hingga Solana (SOL) berhasil rebound ke zona hijau dengan kenaikan tipis.

    Melansir CoinMarketCap pada Selasa (20/9) pukul 11.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) alami kenaikan 2,94% di posisi US$ 19.377 dalam sehari terakhir. ETH bernasib lebih baik naik 4,08% capai posisi US$ 1.354. Altcoin lainnya seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) terbang ke zona hijau.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat gerak market kripto sedang mengalami konsolidasi, meski kenaikan saat ini masih tergolong sideways. Sejumlah kripto masih bergerak direntang harga pendek dan mencoba untuk melewati jauh level support-nya.

    “Sejumlah kripto big cap berhasil masuk ke zona hijau, namun belum bisa membalikan keuntungan dari reli pekan lalu. Sejauh ini sikap investor sejatinya terbilang anomali. Pasalnya, di tengah antisipasi pengumuman rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed yang dimulai Selasa (20/9), market bergerak variasi,” kata Afid.

    Ilustrasi bear market
    Ilustrasi bear market.

    Baca juga: Epic Games Rilis Game NFT Blankos Block Party

    Ia menambahkan kenaikan harga kripto ini juga mungkin di dorong oleh faktor indeks dolar AS yang menurun pada Selasa pagi ini, berada 109.64 -0.09%. Hal tersebut berhasil mendorong investor bergairah ke kripto.

    “Turunnya harga kripto yang drastis sejak akhir pekan lalu, tampaknya membuat sebagian investor melakukan akumulasi atau memborongnya. Mereka menganggap waktu yang tepat karena aset kripto harganya terjun bebas dalam beberapa hari terakhir,” terangnya.

    Waspada Kebijakan The Fed

    Menurut Afid, investor perlu mewaspadai The Fed yang bisa bikin galau. Ia menjelaskan kondisi market kripto sejatinya masih terbilang bergejolak dan rawan untuk breakdown lebih jauh.

    Dalam survei terakhir, sekitar 80% analis dan investor meramalkan The Fed dapat mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin, sementara sisanya menaksir kenaikan hingga 100 basis poin.

    “Sentimen makroekonomi, utamanya pengumuman kebijakan moneter The Fed pada pekan ini, masih menghantui gerak-gerik investor. Jika kenaikan suku bunga acuan di atas ekspektasi, maka kinerja pasar aset berisiko, termasuk aset kripto, akan terseok-seok,” tuturnya.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Tesla Jual Pluit Rp 800 Ribu Harus Bayar Pakai Dogecoin

    Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin (BTC) masih bisa terus mengalami penurunan. Level support terdekat BTC pada harga US$ 19.305. Pergerakan harga BTC masih terus menunjukan perlawanan. Khawatir BTC bisa menuju major support pada level US$ 17.567 yang merupakan all time low (ATL) atau harga terendah sementara pada 2022.

    Sementara, Ethereum masih menujukan perlawanan di level support-nya pada harga US$ 1.325. Proyeksi terburuk, ETH bisa valid breakdown, kemungkinan harganya akan melanjutkan laju turunnya dengan target US$ 880-US$ 1.128.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin dan Kebijakan The Fed

    Para investor mungkin akan menanti bagaimana kondisi pasar kripto di bulan Juni nanti, setelah sejumlah aset tengah mengalami pergerakan yang cukup volatil dan cenderung menurun sepanjang bulan Mei 2023. Bahkan secara month-to-date (MTD) harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan sekitar US$ 1.439 (-5.03%) dari posisi awal bulan Mei di sekitar US$ 28.640. Pada Rabu (31/5)pukul 14.00 WIB, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 27.150 dan turun 2,44% dalam 24 jam terakhir.

    Melihat performa pasar kripto terutama Bitcoin yang terus menurun sejak awal tahun ini, bagaimana proyeksi di bulan Juni nanti?

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat secara keseluruhan potensi pasar kripto masih dalam tren bullish untuk jangka pendek. Sentimen yang masih kuat mendorong gerak harga kripto adalah kesepakatan debt ceiling alias plafon utang pemerintah Amerika Serikat (AS) yang tengah menjadi angin segar bagi investor dan pelaku industri kripto. Namun, masih ada kekhawatiran soal efek ke depannya.

    “Selain ikut memicu pergerakan harga Bitcoin dan kripto lain, kesepakatan ini juga disebut membatalkan rencana pungutan pajak listrik penambang Bitcoin hingga 30%. Tapi, dibalik kesepakatan yang belum terlalu jelas masih menimbulkan kegelisahan investor tentang pemungutan suara plafon utang AS yang akan datang sehingga membuat BTC merugi,” kata Fyqieh.

    Fokus Utang AS

    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Optimalkan Nabung Kripto: Temukan Potensi Token yang Menarik

    Plafon utang AS kali ini diprediksi akan menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan harga Bitcoin pada bulan Juni mendatang. Menurut Fyqieh, jika AS meningkatkan plafon utang, hal tersebut mungkin berdampak negatif pada pasar kripto karena pemerintah akan berusaha membangun saldo kas dengan menerbitkan obligasi pemerintah.

    Fyqieh menjelaskan, “Penerbitan utang untuk meningkatkan pendapatan akan memiliki efek sebaliknya, di mana uang akan dialihkan dari kas dan aset berisiko ke obligasi pemerintah AS, terutama karena imbal hasil instrumen ini meningkat untuk mengimbangi peningkatan pasokan.”

    Namun, di sisi lain, investor Bitcoin tidak perlu panik mengenai polemik mengenai plafon utang. Karena ini merupakan hal yang berulang dan akan terjadi pada setiap waktu jatuh tempo. Jika pemerintah AS memutuskan untuk terus meningkatkan plafon utang, maka dalam jangka panjang, nilai dolar kemungkinan akan terdevaluasi, yang dapat menguntungkan harga Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

    Menurut Fyqieh, sinyal kesepakatan debt ceiling pemerintah AS ikut mengerek proyeksi kenaikan suku bunga acuan The Fed atau bank sentral AS pada bulan Juni mendatang. Diproyeksikan The Fed akan melanjutkan kenaikan suku bunga hingga 25 basis poin (bps). Apabila ini benar akan mempengaruh pasar kripto sepanjang bulan Juni 2023.

    “Kembali menurunnya tingkat inflasi di Amerika Serikat memberikan peluang bagi The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Kemungkinan adanya penundaan kenaikan suku bunga pada pertemuan FOMC 13-14 Juni 2023 dapat memberikan dampak positif bagi harga Bitcoin. Namun, situasi ini dapat berubah seiring dengan perkembangan terkini dalam kondisi makroekonomi,” jelas Fyqieh. 

    Analisis Teknikal

    Data CME FedWatch Tool memproyeksi probabilitas kenaikan suku bunga 25 bps ke kisaran 5,25-5,50% mencapai 64,2% per 31 Mei 2023. Angka ini naik tajam dari probabilitas 17,4% yang tercatat sepekan sebelumnya.

    Sisanya, 35,6% probabilitas menyatakan suku bunga tidak akan naik pada Juni. Perubahan drastis proyeksi suku bunga ini menandakan pengaruh kuat dari kesepakatan debt ceiling antara pemerintah AS dengan oposisi.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto x IDNFT Dorong Edukasi Web3 dan Blockchain

    Indikator teknis BTC melihatkan ada kemungkinan Bitcoin akan mengalami penurunan di harga US$ 25.000, namun dengan adanya pola pembalikan arah ini kemungkinan BTC akan menjumpai di harga US$ 30.000 di bulan Juni mendatang.

    Bitcoin mengalami pullback ke arah resisten line-nya di harga sekitar US $28.069 dan kembali mengalami koreksi setelahnya. Dengan adanya pullback ini berarti investor dan trader melakukan test apakah bisa breakout dari resisten line-nya dan mengalami lanjutan bullish. 

    Namun kenaikan yang tinggi ini juga akan ada gelombang koreksi. untuk penurunan berikutnya berada di area harga US$ 27.000-US$ 27.220 sehingga ini bisa menjadi kesempatan pembelian yang cukup bagus dengan sentimen yang ada. Jika Bitcoin mencoba kembali dan menembus ke harga diatas US$ 28.500 dan candlestick menutup sempurna secara timeframe daily diatas itu maka bisa saja Bitcoin akan menjumpai di harga US$ 30.000 kembali.

    Saran Investor

    Untuk saat ini investor bijak untuk mengambil sikap tenang. Investor Bitcoin bisa menilai volatilitas yang sideways dan cenderung jenuh. Investor sebaiknya melakukan diversifikasi portofolio dengan menambahkan berbagai aset kripto. Ini dapat membantu mengurangi risiko dan memastikan bahwa portofolio tidak terlalu bergantung pada satu jenis aset saja.

    “Pertimbangkan untuk mengambil pendekatan jangka panjang dalam investasi. Pasar kripto terkenal dengan volatilitasnya, jadi bersiaplah untuk menghadapi fluktuasi harga jangka pendek dan jangan terlalu terpengaruh oleh pergerakan harian,” sara Fyqieh.

    Untuk investor jangka panjang bisa mulai menabung atau DCA (dollar cost averaging) dengan rutin hingga 1 tahun ke depan setelah halving Bitcoin. Ini merupakan sentimen yang sangat bagus. Kuncinya adalah konsisten untuk melakukan DCA dan tetap melakukan riset.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto Turun Hari Ini (25/5)?

    Pasar kripto terus bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi makro selama lebih dari 12 hari terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) bahkan tetap bertahan di bawah level US$ 27.000.

    Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 26.362, turun sekitar 3,1% selama 24 jam terakhir. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu telah melayang dalam kisaran sempit sebelum turun di bawah dukungan US$ 26.500 baru-baru ini pada Kamis (25/5) pagi.

    Sementara, Ethereum (ETH) baru-baru ini berpindah level sekitar US$ 1.800, turun 2,8% dari hari Rabu (24/5) pada waktu yang sama. Kripto besar lainnya sebagian besar berada di zona merah, dengan meme coin populer DOGE dan SHIB baru-baru ini turun masing-masing sekitar 3% dan 4%. Ukuran kinerja pasar kripto, turun 3%.

    Sentimen Negatif Kripto

    Dilaporkan Coindeks, pasar kripto telah diguncang oleh kebuntuan plafon utang pemerintah AS yang sedang berlangsung dan masalah regulasi inflasi dan kripto. Risalah Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan perbedaan pendapat di antara para gubernur bank sentral AS tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak banyak membantu, jika ada, untuk menenangkan pasar aset digital atau lainnya.

    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Holder Jangka Panjang Bitcoin Capai ATH Baru, Saatnya Nabung Kripto

    “Bitcoin tetap terikat dan harus terus berkonsolidasi di dekat batas bawah kisaran perdagangan miring ke bawah, dengan level US$ 25.000 memberikan dukungan besar,” kata Edward Moya, analis pasar senior untuk pembuat pasar valuta asing Oanda.

    Moya menulis bahwa “Bitcoin berada di bawah tekanan seiring meningkatnya risiko gagal bayar AS,” dan bank sentral AS menghadapi prospek untuk melanjutkan pengetatan moneternya.

    “Bitcoin akan menjadi sangat sensitif terhadap lonjakan hasil Treasury karena terlalu banyak perusahaan kripto/blockchain yang akan berjuang dengan pembiayaan,” tulisnya. “Cukup sulit untuk menemukan bank yang akan berurusan dengan kripto, apalagi mengambil pinjaman untuk proyek jangka panjang.”

    Platfon Utang AS dan TVL

    Beberapa analis percaya Bitcoin dapat melihat aliran masuk, jika Amerika Serikat gagal membayar utangnya, ada risiko yang signifikan bahwa Departemen Keuangan AS akan kehabisan dana, yang membuat likuiditas menjadi tegang.

    Sampai saat ini, harga kripto masih berkorelasi tinggi dengan Dow dan S&P 500 dan sebagian bank besar masih memperkirakan AS akan mengalami resesi tajam di beberapa titik di tahun 2023. Menurut analisis Bank AS yang menggabungkan lebih dari 1.000 titik data, sentimen investor tentang keadaan ekonomi saat ini masih rendah.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bitcoin Bangkit: Investasi di 4 Altcoin Ini Jadi Pilihan Menarik

    Ketua The Fed, Jerome Powell tampaknya berkomitmen untuk mengurangi inflasi melalui kenaikan lebih lanjut. Pasar tampaknya percaya diri bahwa The Fed akan menghentikan kenaikan suku bunga. Tapi, FedWatch CME Tools menunjukkan kemungkinan yang meningkat bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi. Beberapa analis Bitcoin percaya dua kenaikan suku bunga lagi akan terjadi, menciptakan volatilitas yang sangat besar.

    Sementara itu, metrik terkunci nilai total (TVL) adalah cara umum untuk memeriksa kesehatan dan sentimen pasar. Menurut DeFiLlama, TVL di semua protokol turun 1,65% dalam 24 jam terakhir dan kehilangan US$ 23 miliar sejak 12 Juni 2022.

    Volume perdagangan juga tetap tidak terdengar. Setelah volume perdagangan mencapai level tertinggi tahun ini pada 11 Maret sebesar US$ 24,9 miliar, volume perdagangan pada 23 Mei hanya US$ 2,3 miliar. Dengan hambatan makro yang berat dan volume yang rendah, kemungkinan volatilitas akan tetap ada.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Kembali Tertekan Imbas Komentar Hawkish Pejabat The Fed

    Pasar kripto kembali tertekan menjelang akhir pekan ketiga bulan Mei, imbas The Fed. Harga Bitcoin dilaporkan melemah pada hari Jumat (19/5) setelah turun tajam di bawah level kunci minggu ini US$ 27.000.  

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, melihat di sampig itu Indeks Dolar AS (DXY) melonjak ke puncak tertinggi dalam tujuh minggu, semakin menekan pasar kripto sehingga menghilangkan potensi reli akibat banyak investor yang mengalihkan dananya dari aset yang berisiko. Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan pasar kripto terus dalam posisi bearish.

    Hal utama sentimen negatif adalah komentar hawkish dari pejabat The Fed mengguncang pasar kripto minggu ini, karena prospek suku bunga AS tetap lebih tinggi dan tidak ada jeda, sehingga menunjukkan peningkatan peluang untuk memegang aset yang tidak terlalu berisiko, seperti dolar AS.  

    Dua pejabat The Fed, Dallas Lorie Logan dan James Bullard sepakat bahwa inflasi AS tampaknya tidak mendingin cukup cepat untuk memungkinkan Fed menghentikan sementara laju kenaikan suku bunga yang dimulai lebih dari setahun yang lalu.

    “Keduanya tampak mewakili pandangan hawkish minoritas di Fed, tetapi memberi pengaruh sentimen negatif untuk pasar kripto,” kata Fyqieh.

    Ketua The Fed, Jerome Powell dijadwalkan untuk berbicara pada hari Jumat (19/5) malam dan investor mengantisipasi dia akan memperbarui pandangan tersebut sehubungan dengan data ekonomi yang bisa dibilang beragam sejak pertemuan terakhir The Fed pada awal Mei. Pidato yang akan disampaikan akan memperjelas apakah saat ini Fed akan fokus untuk menurunkan inflasi atau menjaganya tetap di angka 5% karena adanya banyak pertimbangan.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Bitcoin Bangkit: Investasi di 4 Altcoin Ini Jadi Pilihan Menarik

    Jika Fed memutuskan untuk menjaga angka inflasi di 5%, dolar AS kemungkinan besar akan mengalami koreksi dalam nilainya dan mayoritas aset berisiko akan bergerak naik. Tapi sebaliknya, jika memutuskan menurunkan inflasi dengan cara meningkatkan suku bunga acuan, maka akan ada efek yang lebih besar secara negatif untuk perekonomian Amerika, namun akan ada dampak positif secara jangka pendek untuk nilai dolar AS.

    Jadi saat ini Amerika sedang dihadapi dengan pilihan yang sulit karena kedua pilihan kemungkinan akan berdampak negatif bagi dolar AS. Kabar baik The Fed, seluruh kehancuran ini akan mendorong sentimen positif bagi pasar kripto yang dapat digunakan investor sebagai pelindung aset di masa kehancuran dolar AS yang bergerak dengan hubungan negatif. 

    “Sentimen negatif lainnya, investor terus mempertimbangkan pembicaraan plafon utang yang sedang dibahas oleh pemerintah AS dan langkah peraturan terbaru. Kisaran perdagangan yang membuat frustrasi ini telah mematikan banyak investor dan jika fundamental kripto tidak membaik dalam waktu dekat, tekanan ke bawah dapat berlanjut,” ungkap Fyqieh.

    Pasar aset kripto yang dominan sedang mengalami koreksi dengan rata-rata penurunan sebesar 1-3 persen. Beberapa aset kripto, seperti XRP, STX, BIT, AAVE, dan RNDR, berhasil tetap berada dalam zona positif. Meskipun tren Bitcoin sedang mengalami penurunan sebesar 2% dan berada dalam zona merah, aset-aset kripto ini tampak tidak terpengaruh oleh pergerakan tersebut. Terdapat banyak aset kripto lain yang juga bertahan di zona hijau, namun mungkin tidak terlihat pada peta panas (heat map) karena memiliki kapitalisasi pasar yang kecil.

    Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.

    Indeks Fear and Greed Bitcoin saat ini berada pada level netral ke bearish. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar aset kripto sedang berada dalam kondisi yang menunjukkan kecenderungan bearish, dengan skor sebesar 48. Perbandingannya dengan hari sebelumnya, tanggal 18 Mei 2023, ketika skornya mencapai 51 karena harga bitcoin berada di atas US$ 27.000. Saat ini, harga Bitcoin telah turun di bawah US$ 26.900, dan kemungkinan adanya sentimen bearish di masa depan jika Bitcoin tidak mampu menguat kembali di atas harga US$ 28.300.

    Analisis Pergerakan Harga BTC, RAY, JASMY

    Bitcoin (BTC) Terkonfirmasi Koreksi

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Bitcoin sedang dalam masa penentuan apakah akan melanjutkan penurunan atau bergerak menuju resisten line nya di harga US$ 28.000. Pada dini hari tanggal 19 Mei 2023, Bitcoin terkonfirmasi penolakan di harga US$ 27.600 dan membentuk pola double top yang menandakan bahwa potensi penurunan akan terjadi ke neck line-nya di harga US$ 26.700. Namun ada potensi bearish dalam beberapa hari ke depan. Karena adanya inflow bitcoin dari dompet pribadi ke exchange coinbase beberapa waktu lalu.

    “Jika 10.010 Bitcoin dijual secara bersamaan dan diikuti kepanikan seperti waktu lalu tanggal 12 Mei, ketika pemerintah AS melakukan penjualan 10.000 BTC Silkroad maka ekspetasi Bitcoin akan mengalami penurunan lebih dari 4% dan sangat berpotensi menuju US$ 25.000. keep eye on Bitcoin dalam beberapa hari mendatang,” jelas Fyqieh.

    Raydium (RAY) Terkonfirmasi Breakout, Retest support

    RAY/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Ridwan Kamil Siapkan Beasiswa Pendidikan Teknologi Blockchain

    Raydium adalah sebuah protokol pembuat pasar otomatis (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk pertukaran terdesentralisasi Serum (DEX). Yang membedakan Raydium dari AMM lainnya adalah kemampuannya untuk menyediakan likuiditas secara langsung ke dalam buku pesanan batas pusat. Artinya, dana yang didepositokan ke Raydium akan diubah menjadi pesanan batas yang masuk ke dalam buku pesanan Serum. Hal ini memberikan akses kepada penyedia likuiditas Raydium (Raydium LP) ke seluruh aliran pesanan Serum dan likuiditas yang tersedia di dalamnya.

    Raydium sudah mengalami breakout dari area resisten line nya dan bergerak menuju area support nya di harga US$ 0,21 dan memiliki potensi untuk naik ke harga US$ 0,259 dengan prosentase keuntungan sebesar 28%. Namun apabila Raydium menuju ke harga US$ 0,2 maka kemungkinan akan memantul ke harga $0.21 dan kembali menuju ke harga US$ 0,17. Untuk saat ini bisa melakukan DCA jika diperlukan dan di hold dalam beberapa minggu kedepan.

    Secara teknikal, Woo network mengalami potensi untuk mengalami penurunan karena telah menembus area support US$ 0,2408. Hal ini juga didukung dengan penurunan keseluruhan kapitalisasi pasar aset kripto yang dihitung tanpa melibatkan kapitalisasi pasar bitcoin. Kapitalisasi pasar yang mengalami penurunan sebesar -6,7% dengan penurunan kapitalisasi pasar sebesar US$ 40 Milyar Dollar dalam waktu 7 hari. Dengan penurunan ini maka alternatif koin akan mengalami pelemahan. Banyak investor yang keluar dari pasar.

    Target penurunan Woo Network US$ 0,178 dalam waktu 1 – 2 minggu kedepan. Untuk harga perdagangan hari ini berada pada US$ 0,22, jika memang mengalami penurunan maka estimasi persentase penurunan -20,94%. Penurunan ini juga didukung dengan semakin melemahnya volume transaksi di beberapa pertukaran terpusat seperti binance, kraken dan Coinbase. Ini menandakan bahwa volume lemah dan terkonfirmasi break down maka akan terjadi penurunan lanjutan. 

    Jika Woo Network menembus harga US$ 0,2408 dan didukung dengan volume transaksi tinggi maka WOO berpotensi untuk mengalami pantulan dengan target di harga US$ 0,28 dengan potensi keuntungan dari harga break out sebesar 16,6%.

    Ethereum (ETH) Potensi Bearish

    ETH/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Ethereum sudah terkonfirmasi mengalami penurunan yang cukup tajam setelah bitcoin mengalami koreksi juga. Ethereum sempat berada di bawah harga US$ 1.800 dan saat ini kembali sideways di harga US$ 1.800. Namun secara potensi, ETH memiliki potensi untuk melanjutkan penurunan karena adanya kabar ETH Foundation yang menjual sebagian ETH-nya untuk kebutuhan yayasan.

    Secara historical, ketika foundation menjual sebagian ETH, maka saat itu bisa dianggap sebagai puncak harga dan akan mengalami penurunan selama berminggu minggu kemudian. Potensi penurunan ini mencapai harga US$ 1.700. Ada daerah support di harga US$ 1.750, apabila support ini tertembus maka harga kembali turun.

    “Untuk skema bullish Ethereum jika ETH bisa kembali menyentuh dan breakout di harga US$ 1.840. Jika dilihat sekarang, potensi ini sangat kecil karena kondisi BTC yang kurang baik,” pungkas Fyqieh.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Naik Setelah Pengumuman The Fed, Kenapa Tidak Bull Run?

    Pergerakan aset kripto pada Kamis (4/5) meroket akibat adanya pengumuman The Fed yang menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen. Sebelumnya pada bulan April, Fed menurunkan suku bunga dari 6 persen menjadi 5 persen. Kenaikan suku bunga FED ini anggap sebagai berita baik, Bitcoin serta aset kripto lain meroket hingga lebih dari 3 persen dalam waktu 12 jam. Namun setelah 24 jam pengumuman ini BTC kembali bergerak ke arah penurunan. Hal ini didukung juga dengan adanya penyerangan Rusia oleh Ukraina dengan drone sehingga market kripto langsung jatuh sebesar 2 persen.

    Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengatakan berita yang tidak stabil ini membuat pasar keuangan terutama aset kripto mengalami roller coaster harga. Para trader masih mempertanyakan apakah pergerakan bullish ini masih bisa dipertahankan atau tidak akibat adanya berita FUD yang mulai bermunculan selama dua minggu terakhir. Keraguan ini juga menjadi efek domino ke pasar kripto yang membuat ketika breakout harga, maka trader melakukan exit investment dan harga kembali masuk ke base sideways atau bisa disebut fake breakout. 

    Sentimen Negatif

    Selain hubungan memanas Rusia-Ukraina, sentimen negatif yang menahan bull run pasar kripto adalah kebijakan Presiden AS, Joe Biden yang berencana untuk menaikan pajak sebesar 30 persen untuk penambang Bitcoin di negaranya. Pajak ini kemungkinan akan dibebankan pada biaya listrik yang digunakan oleh miner. Sebab pemerintah juga kesulitan untuk memberikan pajak hasil pendapatan bitcoin karena disimpan di dalam wallet milik miner.

    “Setelah adanya isu pemotongan pajak listrik untuk miner membuat harga pasar kripto mengalami penurunan karena miners banyak yang mematikan mesin mereka dan membuat jaringan Bitcoin tersendat beberapa waktu,” jelas Fyqieh.

    Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.
    Ilustrasi tampilan aset Bitcoin.

    Baca juga: Token SUI: Sensasi Kripto Terbaru dan Kontroversinya

    Indikator ekonomi AS memicu ketakutan resesi, membebani Bitcoin dan pasar kripto yang lebih luas. Indikator ekonomi mengirimkan sinyal bearish, mengirim BTC ke arah sebaliknya. Klaim pengangguran awal meningkat dari 229 ribu menjadi 242 ribu, dengan produktivitas nonpertanian turun 2,7 persen di Q1. Sementara pertumbuhan upah akan mempengaruhi sentimen terhadap prospek kebijakan moneter The Fed, angka nonfarm payroll yang lemah akan memicu kekhawatiran resesi dan berdampak ke pasar kripto.

    Setelah adanya pengumuman The Fed, total marketcap aset kripto mengalami peningkatan sebesar 3 persen dengan total pertambahan US$ 35 miliar dalam waktu 12 jam saja. Hal ini menandakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi AS dan perbankan mengalami pelemahan dan banyak investor mulai mengalihkan dana mereka ke aset kripto. Tentu ini menjadi kabar baik bagi seluruh investor aset kripto terutama Bitcoin. 

    Ketika Ketua The Fed, Jerome Powel menyebutkan bahwa keadaan perbankan di AS “sehat” saat FOMC kemarin, namun beberapa jam setelahnya saham bank regional, yaitu PacWest BanCorp turun sebesar -56 persen. Kemungkinan adanya perbankan yang bangkrut selanjutnya adalah bank PacWest. Dengan keruntuhan perbankan ini bisa menjadi berita baik untuk pasar aset kripto ke depannya. Namun secara resmi Pacwest belum dinyatakan bangkrut. 

    Fear & Greed Bitcoin Index by alternative.me.

    Sentimen tentang aset kripto mengalami penurunan dibanding dengan minggu lalu dan hari lalu. Kemarin sentimen Bitcoin berada pada poin 64 yang artinya bullish dan baik. Namun hari ini mengalami penurunan mengikuti sentimen makroekonomi yang tidak baik. hal ini didukung juga dengan penurunan harga Bitcoin yang membuat sentimen semakin buruk. Di prediksi ke depannya sentimen akan baik, namun jika sentimen Fear and Greed Index dibawah 50 persen, maka perlu mempersiapkan adanya koreksi.

    Analisis Pergerakan Harga BTC, ADA, JASMY

    Bitcoin (BTC) Mungkin Koreksi

    BTC/USDT Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Menurut Fyqieh, secara pergerakan harga, Bitcoin memulai adanya tren bearish. hal ini dibuktikan dengan adanya kekuatan untuk menembus resisten semakin lemah. Walaupun didukung dengan berita-berita baik, namun nyatanya BTC masih belum bisa menembus US$ 30.000 setelah empat kali percobaan. Pada dasarnya jika resisten sering dites, namun tidak tertembus maka akan semakin melemah. Sesuai dengan chart, Bitcoin sedang berada di bawah garis resistennya dan kemungkinan akan terpantul ke bawah, namun ada support di harga US$ 28.700 yang menahan harga BTC. 

    “Jika Bitcoin kembali menyentuh US$ 29.500 dan mampu menembus US$ 30.000, kemudian bertahan maka kemungkinan BTC akan melanjutkan bullish. Namun perlu catatan juga bisa saja whales atau institusi sedang mencari likuiditas dengan cara membuat fake breakout,” terang Fyqieh. 

    Apabila benar terjadi penurunan untuk Bitcoin maka target selanjutnya di harga US$ 25.000. hal ini dimunculkan narasi China banned Bitcoin yang merupakan narasi lama, namun bisa dijadikan pertanda adanya bearish untuk aset kripto. Bitcoin memerlukan 1x crash lagi sebelum halving. ini biasa terjadi di setiap sebelum halving. Crash ini merupakan waktu yang tepat untuk masuk dan investasi di Bitcoin.

    Cardano (ADA) Potensi Koreksi

    ADA/USD BINANCE by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Capai 17,14 Juta hingga Q1 2023, Transaksi?

    Cardano memiliki potensi untuk melanjutkan penurunan setelah relinya pada kuartal pertama. Potensi penurunan Cardano sebesar 16 persen di harga setelah break down. Untuk target penurunannya berada pada US$ 0,332. Walaupun Cardano memiliki TVL jumbo sebesar US$ 151 juta atau senilai Rp 2,2 triliun. namun tren TVL juga mengalami penurunan.

    Total Value Lock di Cardano mengalami peningkatan yang sangat tinggi bahkan ter-cover 30 persen dari TVL pada harga tahun lalunya di bulan Januari 2022 dengan harga US$ 1,5, namun harga Cardano tidak meningkat secara signifikan. Ada efek bearish namun total Cardano yang di-lock mengalami peningkatan luar biasa dengan total sebesar 385 juta ADA dibanding tahun lalu sebesar 78 juta Cardano setelah smart contract untuk support pembuatan DeFi di blockchain Cardano berjalan. Ini artinya bahwa banyak investor yang percaya dan hold Cardano untuk jangka panjang

    Jasmy Coin (Jasmy) Potensi Naik

    Jasmy/USD Binance by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan aset kripto jasmy memiliki potensi kenaikan setelah terkonfirmasi terbentuk handle and cup. Pola ini memiliki potensi untuk bullish dengan ditandainya telah breakout dari garis resistennya di harga US$ 0,0068 dan bergerak menuju US$ 0,0084 dengan potensi keuntungan sebesar 22 persen. Jika Jasmy kembali ke harga support-nya di area US$ 0,0066, maka kemungkinan jasmy akan mengalami lanjutan koreksi. 

    Jika menggunakan fitur Price Alert di Tokocrypto, pengguna akan mendapatkan notifikasi yang muncul secara real-time ketika harga sudah menyentuh target yang telah kamu tentukan. Dengan begitu, pengguna tidak ketinggalan momentum beli dan jual di harga yang sesuai. Untuk informasi lebih lanjut dan cara menggunakan fitur ini bisa mengakses link berikut ini.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Kripto Bitcoin, Ethereum Naik

    Federal Reserve atau The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada hari Kamis (4/5) dinihari. Saat pengumuman itu rilis, market kripto kembali bergairah dan harga Bitcoin, Ethereum langsung melonjak tinggi.

    Untuk mendinginkan ekonomi yang terlalu panas dan menjinakkan harga yang melonjak, The Fed kini telah mengirimkan rentetan 10 kenaikan suku bunga berturut-turut sejak Maret 2022. Hal itu membawa suku bunga dana federal ke kisaran 5 persen hingga 5,25 persen.

    CME FedWatch Tools, peningkatan seperempat persen telah diprediksi secara luas, karena menunjukkan investor memberi peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan Mei ini 85 persen pasti terjadi.

    “Inflasi agak moderat sejak pertengahan tahun lalu,” kata Ketua The FEd, Jerome Powell saat konferensi pers. “Meskipun demikian, tekanan inflasi terus tinggi, dan proses untuk menurunkan inflasi menjadi 2% masih jauh.”

    Gerak Market Kripto

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed yang kembali menaikkan suku bunga. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Analis Peringatkan Proyeksi Resesi dan Lebih Banyak Kegagalan Bank

    Aset kripto Bitcoin (BTC) sempat sedikit turun sebelum pengumuman The Fed, itu menyebabkan kembali kerugian dan berada di sekitar US$ 28.634, menurut CoinGecko. Ethereum berbalik arah juga, mendorong lebih tinggi di belakang pernyataan Fed menjadi US$ 1.886, naik 1,2 persaen dalam beberapa hari terakhir.

    Bitcoin akhirnya kembali naik 1,25% menyusul kenaikan suku bunga The Fed dan mengakhiri hari di US$ 29.937. BTC mengakhiri hari itu dengan US$ 29.000 untuk pertama kalinya dalam tiga sesi. Selama periode yang sama, Nasdaq Composite telah meningkat sekitar 17%.

    Sepanjang tahun ini, Bitcoin dan Ethereum telah membukukan keuntungan masing-masing sekitar 70 persen dan 50 persen, sebagian dengan anggapan bahwa The Fed dapat segera menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan memangkas suku bunga di akhir tahun. Itu karena pedagang cenderung menghindari aset “berisiko,” seperti BTC dan ETH, ketika mereka mengharapkan bank sentral AS melanjutkan kebijakan moneter agresifnya untuk mengendalikan inflasi.

    Langkah The Fed

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell bicara soal kenaikan suku bunga. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Drama First Republic Bank Sempat Bikin Sinyal Bullish Harga Bitcoin

    Selama beberapa bulan, Powell telah mengatakan berulang kali bahwa “peningkatan berkelanjutan” akan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target Fed sebesar 2 persen. Inflasi melonjak menjadi 9,1 persen pada Juni 2022, tertinggi sejak 1981.

    Namun, nada suara Powell mulai berubah pada bulan Maret setelah gejolak muncul di sektor perbankan AS yang menyebabkan jatuhnya pemberi pinjaman seperti Signature Bank dan Silicon Valley Bank.

    Alih-alih mengatakan bahwa “peningkatan (suku bunga) yang sedang berlangsung” kemungkinan akan diperlukan, Powell mengatakan, “beberapa pengetatan kebijakan tambahan mungkin tepat” di Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral AS sebelumnya.

    Sekarang, Fed dihadapkan dengan potensi krisis plafon utang, di mana AS berisiko gagal bayar utangnya untuk pertama kalinya dalam sejarah. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen memperingatkan hal itu bisa terjadi paling cepat 1 Juni jika Kongres tidak dapat mencapai kesepakatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Peringatkan Proyeksi Resesi dan Lebih Banyak Kegagalan Bank

    Para analis keuangan memperingatkan kemungkinan terjadinya kegagalan bank lebih lanjut, resesi potensial, dan dampak global akibat runtuhnya First Republic Bank baru-baru ini. Bank yang berbasis di California tersebut telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun sebelum tiba-tiba runtuh, membuat banyak nasabah dan investor terkejut.

    Meskipun alasan pasti kegagalan bank tidak diungkap secara detail ke publik, beberapa analis percaya bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh investasi berat bank dalam aset dan pinjaman yang berisiko. Runtuhnya bank besar dan mapan seperti ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas sektor keuangan, baik di AS maupun secara global.

    Para ahli memperingatkan bahwa ini bisa menjadi awal dari tren kegagalan bank yang lebih besar, mirip dengan yang terjadi selama krisis keuangan 2008. Ketika bank-bank berjuang dengan utang yang meningkat dan ketidakpastian ekonomi, ada risiko bahwa lebih banyak bank akan mengikuti jejak First Republic Bank.

    Dampak Negatif

    Ilustrasi market turun.
    Ilustrasi market turun.

    Baca juga: Investor Diminta Tetap Tenang di Tengah Penurunan Harga Bitcoin

    Dampak dari kegagalan semacam itu bisa dirasakan jauh di luar sektor keuangan. Resesi bisa dipicu, dengan hilangnya lapangan kerja dan penurunan ekonomi yang mempengaruhi industri di seluruh sektor. Ekonomi global, yang sudah rapuh karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, juga bisa terpengaruh oleh kejadian semacam ini.

    Lembaga keuangan dan pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah skenario semacam itu terjadi. Ini termasuk regulasi yang lebih ketat dan pengawasan bank, serta langkah-langkah untuk mendukung institusi yang berjuang dan mencegah kepanikan yang meluas di pasar keuangan.

    Pada akhirnya, runtuhnya First Republic Bank merupakan peringatan bagi sektor keuangan dan ekonomi secara keseluruhan. Penting untuk mengambil tindakan untuk mencegah kegagalan bank lebih lanjut dan melindungi terhadap konsekuensi yang dapat sangat merusak yang dapat menyertainya.

    Sikap The Fed

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: MicroStrategy Hasilkan Laba Kuartalan I dalam Dua Tahun dari Bitcoin

    Beberapa analis percaya bahwa kegagalan bank ini ada hubungannya dengan kebijakan hawkish dari Federal Reserve AS, yang secara konsisten menaikkan suku bunga untuk menurunkan tingkat inflasi hingga 2% sejak tahun lalu. Tentang ini, Piskorski menjelaskan:

    Dikutip Bitcoin.com, ada ratusan bank yang memiliki nilai pasar aset saat ini kurang dari nilai nominal utang, dan (krisis) terutama disebabkan oleh kenaikan suku bunga oleh Fed.

    Hal ini mungkin menyebabkan pemerintah AS menghadapi dilema yang tak terpecahkan, menurut Gao Lingyun, dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok di Beijing. The Fed harus menaikkan suku bunga untuk menurunkan tingkat inflasi, tetapi mempengaruhi nilai pinjaman yang dibuat oleh bank ketika tingkat yang sama lebih rendah, meningkatkan risiko gagal bayar. Ini, pada gilirannya, dapat berkontribusi pada resesi di masa depan dan kegagalan bank lainnya di lebih banyak negara, Gao memperingatkan.



    Sumber : news.tokocrypto.com