Tag: the fed

  • Crypto Nowadays: Suku Bunga The Fed Naik, Market Justru Naik

    Pergerakan market aset kripto pada akhir Juli lalu, cukup di luar dugaan. Pasalnya, pasca The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Kamis (28/7), justru membuat pasar saham dan kripto meroket. Lalu, apa penyebabnya?

    Perlu diketahui setelah suku bunga The Fed naik, harga Bitcoin (BTC) sendiri langsung naik cepat hingga US$ 23.300 dalam waktu 8 jam saja dari posisi US$ 21.600. Kenaikan juga terjadi pada saat data ekonomi baru AS ternyata berkinerja buruk -0,9% pada kuartal II 2022.

    Perusahaan manajemen investasi raksasa, BlackRock menilai anomali pergerakan ini disebabkan investor telah menyadari bahwa The Fed mengakui kenaikan suku bunga lebih besar daripada 75 basis poin, justru akan membawa ekonomi AS ke jurang resesi lebih cepat. Sebelumnya, The Fed sempat dikabarkan akan menaikkan suku bunga 100 basis poin.

    “Menurut kami alasan ini memberikan sedikit kelegaan ke pasar modal bahwa The Fed mengakui bahwa ada dampak negatif pada pertumbuhan, ekonomi, berdasarkan kebijakan mereka. Mereka menyadari ada dua sisi dari ini, yakni meluruhnya pertumbuhan untuk melawan inflasi, sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya,” kata Head of BlackRock’s iShares Investment Strategy, Gargi Chaudhuri dikutip CNBC.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Tertahan, Tanda Bull Trap?

    Banyak Spekulasi

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat penyebab pergerakan yang anomali ini masih banyak spekulasi. Sebab melihat data historis, biasanya nilai market kripto akan langsung tertekan ketika terdapat perilisan data penting makroekonomi seperti inflasi. Sehingga investor akan menangkap tingginya inflasi memicu The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya lebih tinggi.

    “Investor sudah pasti ingin kepastian mengenai kenaikan suku bunga acuan yang akan dilakukan bank sentral AS, The Fed, demi menekan inflasi tanpa harus menimbulkan efek samping berupa resesi ekonomi. Namun, tampaknya keputusan FOMC memberikan optimisme bahwa akhir pengetatan sudah di depan mata dan itu memicu reli yang bagus untuk aset berisiko yang membantu meningkatkan market,” kata Afid.

    Menurut data historis, beberapa pertemuan The Fed terakhir, menunjukkan bagaimana harga Bitcoin turun setidaknya 10% atau lebih setelah tiga pertemuan Fed terakhir pada bulan Maret, Mei dan Juni lalu. Sementara data historis tidak secara jelas menunjukkan bagaimana pasar akan bereaksi di masa depan, terutama di pasar kripto yang bergejolak dan tidak dapat diprediksi.

    Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.
    Ilustrasi The Fed naikan suku bunga buat market kripto perkasa.

    Baca juga: Memahami Perspektif Aset Kripto Tak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan

    Bagaimana Pertemuan The Fed Dapat Pengaruhi Market Kripto

    Kenaikan suku bunga yang agresif tidak positif untuk harga kripto, dan para ahli mengatakan ketidakstabilan kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek.

    Aset berisiko seperti saham dan kripto telah sangat berkorelasi sejak awal 2022. Keduanya telah bergerak serentak dan telah berjuang untuk mendapatkan momentum apa pun tahun ini karena investor menarik diri sebagai tanggapan atas kenaikan suku bunga, lonjakan inflasi dan potensi resesi.

    Jika pasar saham turun karena kenaikan suku bunga, pasar kripto kemungkinan juga akan mengalami penurunan dan sebaliknya.

    Ilustrasi market kripto Bitcoin.
    Ilustrasi market kripto Bitcoin.

    Baca juga: Sempat Diblokir Kominfo, Bisakah Transfer Dana Paypal ke Kripto di Indonesia?

    Ada setidaknya tiga faktor yang bisa membuat pergerakan market kripto kembali tertekan. Pasalnya, telah terjadi anomali di mana, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni lau.

    Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS The Fed.

    Maka dari itu, faktor pertama adalah jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Dampaknya akan memberikan tekanan negatif pada harga untuk aset berisiko, dari saham ke Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Naikkan Suku Bunga, Bitcoin & Kripto Lainnya Meroket

    Investor aset kripto tampak tersenyum riang pada Kamis (287) pagi ini, setelah lihat pergerakan market menguat ke zona hijau. Investor kripto kini terlihat percaya diri melakukan akumulasi, setelah sejak awal pekan lalu menahan diri dan wait and see.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 7,60% ke US$ 22.748 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) meroket tajam 12,59% ke US$ 1.612 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto Kamis pagi ini memang cukup menggembirakan. Investor semakin bergairah masuk ke market setelah mendengar hasil rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) bank sentral AS, The Fed Kamis (28/7) dini hari tadi. Dalam rapat tersebut, The Fed menepati janjinya untuk mengerek suku bunga acuan 75 basis poin.

    “Di samping itu, ada hal yang tampaknya membuat investor tenang adalah sikap Ketua The Fed, Jerome Powell yang mengatakan kemungkinan besar kembali menaikan suku bunga pada September mendatang. Namun, setelah bulan selanjutnya, ada sinyal The Fed kemungkinan bakal memperlambat laju kenaikan suku bunga untuk mengevaluasi dampak kebijakan moneternya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS,” jelas Afid.

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Elon Musk Jual Bitcoin, CEO Binance: Tidak Pengaruh ke Market

    Aksi Investor Akumulasi Kripto

    Tingginya aksi akumulasi di market kripto juga didorong oleh sentimen kinerja dari indeks pasar saham AS, setelah nilai saham perusahaan raksasa teknologi, seperti Microsoft dan Alphabet membukukan pertumbuhan tinggi. Investor kripto kerap menggunakan indeks saham AS, utamanya saham-saham teknologi, sebagai tolok ukur untuk melakukan akumulasi.

    “Kini korelasi pergerakan harga aset kripto, utamanya Bitcoin dengan indeks saham AS sudah berada mendekati level paritas sempurna. Sementara, dengan kinerja indeks dolar AS dan kripto sangat berlawanan,” jelas Afid.

    Kabar positif lainnya, datang dari jaringan Ethereum yang akhirnya merilis Shadow Fork menjelang pembaruan di jaringan uji cobanya bernama Goerli. Proyek ini membawa selangkah lebih dekat sebelum Ethereum benar-benar melakukan pembaruan jaringan utama The Merge pada September nanti.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 27 Juli 2022: Gerak Kripto Maju Teratur, Awas Tersungkur

    Analisis Harga Bitcoin dan Ethereum

    Kabar kesuksesan proyek Shadow Fork membuat harga Ethereum (ETH) dan Ethereum Classic (ETC) mampu mengalahkan kinerja Bitcoin dalam sehari terakhir. Kemungkinan harga ETH bisa terus menembus level resistensinya dengan target kenaikan pada harga US$ 1.697.

    Sementara, investor makin percaya diri untuk akumulasi Bitcoin. Indeks Fear & Greed Index Bitcoin pagi ini naik dari 28 ke 32, walaupun masih di level “Fear”. Harga BTC kini ditargetkan naik hingga pada level resistensinya di US$ di dekat US$ 23.500. Resistensi utama berikutnya bisa menjadi US$ 24.000, di atasnya harga bisa memulai kenaikan baru.

    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.
    Crypto Fear and Greed Index Bitcoin pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB.

    Baca juga: Riset: Pajak Kripto di Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

    Sementara, kenaikan harga kripto kemungkinan besar akan berlangsung beberapa hari ke depan. Meski begitu, secara umum market kripto masih sideways, belum bull run signifikan.

    “Sejauh ini belum ada sentimen negatif yang bisa memberikan pukul terhadap market. Hal yang harus diwaspadai adalah nanti ada banyak trader yang akan mulai akumulasi keuntungan atau taking profit, sehingga aksi jual akan lebih banyak dan membuat harga kripto sedikit turun,” pungkas Afid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Agresif, Pasca The Fed Naikkan Suku Bunga Tertinggi

    Market aset kripto ternyata bergerak positif pasca, Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin alias kenaikan tertinggi sejak tahun 1994. Satu yang mengejutkan, harga Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 20.000, kini bergerak agresif menuju zona hijau.

    Melansir CoinMarketCap pada Kamis (16/6) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik 1,57% dalam sehari terakhir menjadi di US$ 22.594. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) juga naik 1,18% ke US$ 1.232 di waktu yang sama.

    Performa mengejutkan dari sejumlah altcoin, seperti Solana (SOL), Polkadot (DOT) dan Dogecoin (DOGE) kompak meroket lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir. Altcoin yang menjadi juara adalah Aragon (ANT) yang meluncur 53,99% dalam sehari terakhir. Selain itu, terdapat pula Basic Attention Token (BAT) yang tumbuh 24,05% di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat ini dampak positif dari keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan untuk menekan inflasi AS yang terus meninggi. Selain itu, investor menangkap kebijakan The Fed ini hanya berdampak sementara, sehingga market kembali bergairah, seperti saham dan kripto.

    “Peningkatan ini memulihkan sebagian besar kerugian yang dialami oleh investor selama enam hari terakhir. Kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena dalam market ada istilah “sell on rumor buy on news.” Karena ekspektasi suku bunga naik 75 basis poin dan ternyata terjadi, maka investor jual dulu dan beli setelah udah benar naik 75 basis poin,” jelas Afid.

    illustrasi tampilan token bitcoin
    illustrasi tampilan aset Bitcoin.

    Baca juga: CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

    Investor Kripto Bersikap Tenang

    Kenaikan atau rebound pada market kripto bisa saja tidak terjadi, jika The Fed menaikan suku bunga acuan hingga 100 basis poin, karena investor yang terlanjur melakukan aksi jual, tidak akan kembali beli. Hal ini terjadi ketika pengumuman data inflasi AS pada Jumat (10/5) lalu, investor tidak melakukan aksi beli karena salah prediksi, yang diperkirakan akan turun, tetapi malah meninggi.

    Investor juga perlahan tenang setelah ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa mereka hanya akan mengerek suku bunga acuan dengan kencang pada saaat tertentu saja. Akibatnya, pengetatan kebijakan moneter tersebut hanya untuk sementara dan tidak berencana mengerek suku bunganya secara agresif di jangka panjang.

    “Sinyal terkait kepastian kebijakan moneter tersebut menuntun pelaku pasar kembali ke market kripto dan meninggalkan aset berpendapatan tetap. Aset digital secara signifikan berkorelasi dengan pasar keuangan AS dalam beberapa bulan terakhir, yang keduanya terus melemah,” tutur Afid.

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 15 Juni 2022: Kripto Bangkit, tapi Rentan “Sakit”

    Proyeksi harga Bitcoin dan Ethereum Setelah Rebound

    Gerakan rebound ini mungkin hanya sementara, sentimen negatif masih membayangi market kripto. Seperti, Bank Sentral Eropa mengadakan pertemuan yang tidak dijadwalkan untuk mempertimbangkan masalah pasar yang lebih luas, termasuk meningkatnya biaya pinjaman di antara negara-negara berutang di benua itu.

    Sementara itu, industri kripto terus memperhitungkan dampak dari Celsius dan runtuhnya stablecoin TerraUSD (UST) dan token LUNA bulan lalu.

    Jika, bear market masih terus berlanjut harga Bitcoin bisa turun dari zona overhead ini dan mencoba untuk melanjutkan tren dengan menarik pasangan di bawah US$ 20.000. Jika berhasil turun, harga BTC bisa ke level support berikutnya di US$ 17.500 dan kemudian US$ 16.000.

    Sementara, Ethereum bisa menembus di bawahUS $ 1.000, ini akan menandakan dimulainya kembali tren turun. ETH kemudian bisa turun ke US$ 900 di mana pembeli akan kembali mencoba menahan penurunan.

    Baca juga: Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$ 13 Ribu, Ini Syaratnya



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sah! Suku Bunga The Fed Naik 75 Basis Poin, Pasar Kripto Lesu?

    Seperti yang telah diproyeksikan pelaku pasar sebelumnya, The Fed hari ini, Rabu (15/6) waktu setempat, akhirnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, pasar saham dan pasar kripto pun semakin loyo, dengan harga BTC ambruk ke kisaran US$ 20.300, setelah berada di kisaran US$ 21.700 beberapa jam sebelumnya.

    “Komite berusaha untuk menekan laju inflasi pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang. Untuk mendukung tujuan itu, komite memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 1‑1/2 hingga 1-3/4 persen [naik 75 basis poin-Red],” sebut The Fed mengumumkan hasil Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC), Rabu (15/6/2022) waktu setempat atau Kamis (16/6/2022), pukul 01.00 WIB.

    Sejak Senin lalu, pasar memang mulai mengantisipasi laju kenaikan suku bunga yang agresif ini dan kala itu pejabat The Fed dianggap mempertimbangkannya.

    Pasalnya, inflasi justru belum mencapai puncaknya dan belum mencapai target, yakni 2 persen. Justru pada akhir Mei 2022 lalu, inflasi menguat 8,6 persen year-on-year, tertinggi selama 40 tahun terakhir.

    Itulah yang memaksa The Fed menaikkan suku bunga jauh lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya, agak lunak, yakni 50 basis poin.

    Bahkan pada Selasa lalu, Goldman Sachs mengubah ekspektasinya sendiri dari 50 basis poin menjadi 75. Pada konferensi pers terakhirnya pada Mei, Powell menolak kenaikan 75 basis poin.

    Dengan kenaikan besar itu, sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam 28 tahun, kenaikan yang serupa bisa juga terjadi pada Juli 2022, diikuti dengan 50 basis poin pada September dan 25 basis poin pada November dan Desember. Jikalau itu terjadi, maka suku bunga acuan masuk di kisaran 3,25-3,5 persen pada akhir tahun ini.

    Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

    “Pemicu yang paling mungkin untuk pergeseran ke langkah pengetatan yang lebih agresif adalah kejutan terbalik dalam laporan IHK (Indeks Harga Konsumen) Mei 2022 dan kenaikan lebih lanjut Jumat lalu dalam ukuran ekspektasi inflasi jangka panjang survei konsumen Michigan yang kemungkinan telah didorong sebagian besar oleh kenaikan harga bahan bakar lebih lanjut,” kata Kepala Ekonom Goldman Jan Hatzius, beberapa hari lalu, dilansir dari CNBC.

    Mengacu pada laman Fed Watch CME Group, sebelumnya pasar meramalkan kemungkinan 96 persen masuk menjadi 75 basis poin per Senin malam.

    Dengan kenaikan agresif ini pula, lonjakan imbal hasil obligasi diperkirakan akan terus naik, termasuk indeks dolar (DXY) yang sudah berada di atas 105, tertinggi sejak 25 November 2002.

    TradingView Chart

    Suku Bunga The Fed Berdampak ke Pasar Kripto

    Mengikut pasar saham yang melemah sejak sepekan terakhir, pasar kripto juga setali tiga uang. Bitcoin sebagai kripto nomor satu misalnya, sempat terjerumus dekat ke US$ 20.000 per BTC, harga yang pernah dicapai pada Desember 2017 sebagai harga tertinggi sepanjang masa sejak 2008. Harga tertinggi sebelumnya adalah US$ 69 ribu pada November 2021 lalu. Pasar kripto keseluruhan sempat rontok hingga di bawah US$ 1 triliun, yakni US$ 903,3 milyar.

    Iklim pasar kripto memang baru kali ini mengalami situasi makroekonomi pengetatan kuantitatif, setelah selama kurang lebih 13 tahun berada di pasar global dengan dolar yang melimpah, dampak resesi keuangan 2008.

    Kendati tidak diduga sebelumnya, pelaku pasar kripto punya beberapa harapan, hanya jika resesi baru terjadi lagi, karena skenario seperti itu akan memaksa The Fed menggelontorkan dolar lagi untuk menyelamatkan ekonomi dan menekan suku bunga ke tingkat yang lebih rendah.

    Secara teknikal, jika harga BTC turun di bawah US$ 20.000 berpotensi melorotkan harganya di bawah US$ 15.000 per BTC bahkan lebih.

    Baca juga: Harga Bitcoin Turun Mendekati Support, Bos Rekeningku: Pasar Masih Tak Pasti

    Risiko US$ 13.800 per BTC

    Sam Callahan dari Swan Bitcoin misalnya percaya bahwa, berdasarkan pengalaman dari pasar bearish sebelumnya, ada kemungkinan Bitcoin bisa turun lebih dari 80 persen dari harga tertinggi sepanjang masa, seperti yang terjadi pada Desember 2018, ketika jatuh ke hanya di atas US$ 3.000. Itu berarti Bitcoin jatuh serendah US$ 13.800 pada siklus ini.

    Robohnya pasar kripto ini pun sekaligus menegaskan bahwa kripto tidak dapat diandalkan dalam situasi inflasi kritis dengan tipe seperti ini.

    Di tengah lesunya pasar kripto, Peter Brandt, yang menjadi salah satu analis popular di Twitter, memiliki pandangan baru terhadap harga Bitcoin.

    TradingView Chart

    Menurut analisis teknikalnya, harga kripto utama ini dapat jatuh ke US$ 13.000, namun masih ada peluang untuk tidak terjadi, meski tipis sekali peluangnya.

    Menurut Peter, kejatuhan ini akan gagal jika harga berhasil menutup weekly candle di atas level tertinggi di 31 Mei, di sekitar US$ 32.206. 

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peningkatan Suku Bunga Fed Segera Datang, Ini Dampak ke Bitcoin

    The Fed atau dikenal bank sentral AS diisukan bakal kembali meningkatkan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut sebanyak setengah poin persentase.

    Peningkatan suku bunga ini dapat terjadi, saat melonjaknya harga konsumen. Lonjakan ini berujung pada peningkatan data rumah tangga dan faktor lainnya, yang menjadi indikasi jelas bahwa suku bunga akan naik lagi.

    Hal tersebut diperkuat saat Ketua The Fed, Jerome Powell tidak dapat memberikan pernyataan kemenangan melawan inflasi. Kabar tersebut diketahui setelah data konsumen naik lebih dari ekspektasi, yakni sebesar 8,6 persen dalam data year-to-year.

    “The Fed perlu menunjukkan tekad. Mereka tidak boleh terlihat kurang yakin untuk mengatasi inflasi yang membandel dan terus-menerus ini. Dua pertemuan berikutnya harus menjadi kenaikan setengah poin.” ungkap Kepala Strategi Ekuitas The Private Bank di Union Bank, Todd Lowenstein.

    Baca juga: USDD Tron Turun dari $ 1, Ikuti Jejak UST?

    Namun, the Fed menurut beberapa pihak tidak harus agresif, seperti beberapa waktu lalu melakukan pelepasan aset seperti obligasi. Selain itu, the Fed juga meningkatkan pencetakan uang dan suku bunga. Ini merupakan langkah “gila” yang dilakukan untuk mencoba melawan inflasi di depan mata.

    Kekhawatiran pun datang dari segala sisi, yang mengklaim bahwa menaikkan suku bunga justru bukan sebuah jawaban untuk inflasi. Hal ini, justru hanya akan menjatuhkan ekonomi AS lebih keras. Di samping itu, hiperinflasi pun juga dinilai menjadi kekhawatiran tersendiri.

    Apakah Bitcoin akan Merosot?

    Ketika kenaikan suku bunga telah diterapkan, serta data AS menunjukkan sikap The Fed yang lebih agresif, maka selera risiko global akan menyusut.

    Kenaikan ini akan berpengaruh pada minat pada pasar aset berisiko, seperti saham dan aset kripto. Kedua asset ini diperkirakan akan jatuh sehingga menyeret harga Bitcoin dan altcoin ke bawah. Semakin rendah dan terpuruk tanpa ada kejelasan kapan bottom akan tercipta.

    Selama isu kenaikan suku bunga berlanjut, maka pasar kripto diperkirakan akan kembali melemah. Titik balik kebangkitan kripto baru bisa dilihat saat The Fed mereda, atau bahkan ketika dolar AS akhirnya jatuh.

    Baca juga: Blockware: 8 Tahun Lagi 10% Penduduk Dunia Gunakan Bitcoin

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alasan Market Kripto Tetap Perkasa, saat The Fed Naikkan Suku Bunga

    Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akhirnya menaikan suku bunga pertamanya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada Kamis (17/3). Kenaikan ini sempat mengkhawatirkan market kripto, namun ketika keluar justru disambut suka cita yang menguat.

    Bank sentral AS mengumumkan bahwa mereka menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase dan mengisyaratkan beberapa kenaikan lagi di tahun 2022. Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi. 

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat kenaikan suku bunga The Fed yang awalnya direspons negatif oleh investor, kini malah berbalik arah. kenaikan suku bunga mungkin bukan berita bearish untuk kripto dalam jangka panjang.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

    Investor nampaknya tidak akan kaget lagi dengan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. Pasalnya, The Fed sudah membeberkan jumlah kenaikan bunga acuan yang akan dilakukan pada tahun ini.

    “Kenaikan ini memberi sinyal bahwa investor terbagi atas dampak potensial perubahan nilai tukar pada pasar kripto. Market tampaknya telah menerima berita tersebut dengan tenang. Harga Bitcoin memang sempat turun sekitar 3% segera setelah berita tersebut keluar, tetapi dengan cepat pulih dan saat ini diperdagangkan masih di angka $ 40.000,” kata Afid.

    Baca juga: Mengenal ApeCoin, Kripto Unik & Eksklusif dari Pendiri NFT Bored Ape Yacht Club

    Investor Bisa Atur Strategi Jangka Panjang

    Lebih lanjut, Afid menerangkan pelaku pasar kemungkinan bisa segera mengatur portofolio investasinya sedini mungkin dan tak akan mengubahnya dalam jangka waktu dekat, sehingga pasar bisa tetap stabil.

    Hammer candlestick

    Ilustrasi candlestick di investor aset kripto.

    Kemudian, respons pasar yang tenang terhadap kenaikan suku bunga, mungkin menunjukkan bahwa keputusan The Fed tidak terbukti menjadi pendorong utama pergerakan kripto saat ini. Sudah banyak institusi, baik perusahaan dan pemerintah yang masuk dalam industri aset kripto, sehingga membuat market memiliki pondasi yang lebih kuat.

    Meski, begitu investor masih berhati-hati. Secara umum, market tengah berkonsolidasi setelah dirundung banyak sentimen dalam beberapa terakhir. konflik berkelanjutan di Ukraina juga akan mempengaruhi keputusan investor.

    “Investor tidak berpuas diri dulu. Pasalnya, market kripto terlihat masih volatil, seiring sikap wait and see mengingat risiko geopolitik dan makroekonomi,” jelas Afid.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Naikkan Suku Bunga, Market Kripto Tetap Perkasa

    Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akhirnya menaikan suku bunga pertamanya dalam lebih dari tiga tahun terakhir pada Kamis (17/3). Kenaikan ini disambut suka cita oleh market kripto yang menguat.

    The Fed menaikan suku bunga ke kisaran 25 basis poin (0,25%). Kenaikan tersebut sesuai dengan ekspektasi, namun reaksi awal pasar kripto disambut negatif. Pernyataan pembukaan Gubernur The Fed, Jerome Powell mengakui inflasi jauh di atas kisaran target, menyalahkan kendala rantai pasokan.

    “Inflasi tetap jauh di atas target jangka panjang kami sebesar 2 persen,” kata Powell.

    “Permintaan agregat kuat, dan kemacetan serta kendala pasokan membatasi seberapa cepat produksi dapat merespons.”

    Gubernur The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Gubernur The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 16 Maret 2022: Kripto Perlahan Tumbuh, tapi Belum Riuh

    Market Kripto Berada di Zona Hijau

    Kenaikan suku bunga The Fed yang awalnya direspons negatif oleh investor aset kripto, kini malah berbalik arah. Kenaikan ini memberi sinyal bahwa investor terbagi atas dampak potensial perubahan nilai tukar pada pasar kripto.

    Bitcoin terpantau mengalami hari yang bergelombang menjelang kenaikan suku bunga, tetapi mengakhiri jam perdagangan saham naik 5,19%. Bitcoin baru-baru ini melihat serangkaian pencapaian nilai titik terendah yang lebih tinggi dan harga tertinggi yang lebih rendah, menunjukkan pergerakan volatilitas yang besar ke atas atau ke bawah di market.

    Aave, platform keuangan terdesentralisasi yang memungkinkan peminjaman dan peminjaman crypto, adalah pemenang terbesar kripto dalam 24 jam terakhir di antara 100 koin teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan lonjakan 15,24%.

    Ilustrasi market kripto.

    Ilustrasi market kripto.

    Baca juga: Pakar Sebut Ethereum Bakal Bullish, Prediksi ETH Bisa Capai $ 40.000

    Inflasi AS Tetap Tinggi

    Bank sentral AS sebenarnya mengakui inflasi tetap tinggi dalam pernyataan pasca-pertemuan. “Inflasi tetap tinggi, mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas,” jelas pengumuman kenaikan suku bunga FOMC.

    Bank sentral mengisyaratkan tujuh kenaikan suku bunga lagi di tahun 2022. Sementara, inflasi tidak akan turun hingga pertengahan tahun ini, kata Powell.

    Sebelumnya, Jerome Powell, menegaskan kepada Kongres bahwa Amerika Serikat tidak berniat untuk melarang aset kripto seperti yang telah dilakukan China.

    Menurutnya, aset kripto memang perlu dibenahi atau bahkan di atur ulang sistemnya. Namun larangan untuk bertransaksi mata uang kripto dan aset digital lainnya tidak diperlukan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed AS terhadap Pasar Kripto

    Ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) di Amerika Serikat masih tinggi, dengan kemungkinan pemangkasan pertama yang diantisipasi pada bulan September. Berikut ini adalah beberapa dampak potensial yang mungkin terjadi di pasar saham kripto.

    1. Peningkatan Likuiditas Akibat Pemangkasan Suku Bunga

    Jika The Fed menurunkan suku bunga, seperti yang telah diisyaratkan oleh beberapa pejabatnya, hal ini dapat memicu peningkatan likuiditas di pasar. Saat suku bunga rendah, biaya pinjaman menjadi lebih murah, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan arus kas berlebih untuk memperkuat operasional mereka.

    Contohnya, perusahaan seperti Marathon Digital dan Riot Platforms mungkin akan lebih mudah untuk meningkatkan operasinya, sementara perusahaan seperti MicroStrategy bisa lebih nyaman menerbitkan obligasi untuk membeli Bitcoin.

    2. Valuasi Pasar Saham Kripto yang Lebih Menarik

    Ilustrasi pergerakan indeks saham AS pengaruhi harga Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi pergerakan indeks saham AS. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Risalah Rapat FOMC Dorong Pasar Kripto Akan Menguat

    Penurunan suku bunga juga dapat meningkatkan valuasi perusahaan yang fokus pada pertumbuhan. Dengan akses kredit yang lebih mudah, perusahaan yang terlibat di pasar saham kripto dapat memperbesar aset mereka, yang pada akhirnya meningkatkan prospek bisnis mereka.

    3. Penguatan Saham Teknologi

    Pemangkasan suku bunga oleh The Fed berpotensi memperkuat saham-saham teknologi. Sebagai titik temu utama antara pasar saham dan industri kripto, perusahaan AI terkemuka seperti NVIDIA dapat mempertahankan valuasi mereka yang mengesankan. Selain itu, saham-saham seperti MicroStrategy (MSTR), Coinbase (COIN), dan lainnya yang terkait dengan industri kripto juga dapat mengalami kenaikan lebih lanjut seiring dengan tren positif harga Bitcoin.

    4. Devaluasi Dolar AS

    Penurunan suku bunga oleh The Fed juga dapat berdampak negatif terhadap nilai tukar Dolar AS. Ini bisa mengingatkan kita pada peristiwa tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 memaksa pemerintah di seluruh dunia untuk menggelontorkan bantuan finansial besar-besaran, yang menyebabkan kelebihan likuiditas dan melemahkan daya beli mata uang fiat, termasuk Dolar AS. Jika skenario ini terulang, dampaknya bisa sangat signifikan bagi pasar kripto.

    5. Bitcoin dan Aset Kripto Lainnya Berpotensi Menguat

    Dengan turunnya suku bunga, produk keuangan tradisional mungkin menjadi kurang menarik, membuka peluang bagi produk kripto seperti ETF Bitcoin dan Ethereum untuk mencuri perhatian. Produk-produk ini mengikuti harga BTC dan ETH, dua aset yang dikenal dengan potensi pertumbuhan yang positif.

    Dalam jangka panjang, Bitcoin telah terbukti mengungguli indeks S&P 500 dan surat berharga lainnya. Jika pemotongan suku bunga The Fed benar-benar terjadi, peningkatan pengeluaran dapat mendorong inflasi, sehingga memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

    Morgan Stanley telah menunjukkan minat terhadap Bitcoin ETF, dan setiap langkah kebijakan moneter yang diambil kemungkinan akan meningkatkan adopsi aset kripto dalam jangka panjang.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Risalah Rapat FOMC Dorong Pasar Kripto Akan Menguat

    Risalah Rapat FOMC Federal Reserve (Fed) AS pada bulan Juli mengisyaratkan potensi pemangkasan suku bunga pada bulan September, yang memicu spekulasi akan terjadinya reli di pasar kripto. Dalam risalah tersebut, terdapat kemungkinan sebesar 62% bahwa suku bunga akan dipangkas sebesar 25 basis poin.

    Risalah dari pertemuan Fed pada 30-31 Juli menegaskan arah kebijakan moneter yang lebih akomodatif, terutama di tengah rilis data ekonomi terbaru yang mendukung langkah tersebut. Para pejabat bank sentral AS tampak semakin cenderung untuk melonggarkan kebijakan mereka dalam beberapa bulan mendatang.

    Pergeseran Kebijakan Moneter

    Risalah rapat Federal Reserve bulan Juli mengungkapkan adanya perubahan signifikan menuju kebijakan moneter yang lebih longgar. Dalam dokumen tersebut, mayoritas peserta rapat menyatakan keyakinan bahwa pemangkasan suku bunga akan menjadi langkah yang tepat jika data ekonomi terus mendukung keputusan tersebut. Jika terealisasi, ini akan menjadi pemangkasan suku bunga pertama sejak masa darurat di awal pandemi COVID-19.

    Meskipun dalam pertemuan Juli suku bunga tetap dipertahankan, beberapa anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menyuarakan keinginan untuk segera melonggarkan kebijakan moneter. Risalah tersebut juga menunjukkan bahwa keyakinan para pejabat mengenai arah inflasi semakin menguat, membuka peluang bagi bank sentral AS untuk bersikap lebih dovish jika kondisi ekonomi tetap kondusif.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Market Sinyal Harian: Potensi Pergerakan Kripto pada 22 Agustus 2024

    Dalam risalah tersebut, diskusi mengenai pemangkasan sebesar 25 basis poin juga menjadi sorotan. Beberapa pejabat memperingatkan bahwa menunda pelonggaran lebih lama bisa merugikan ekonomi. Selain itu, kekhawatiran mengenai peningkatan risiko pengangguran dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah pada paruh kedua tahun 2024 turut mendominasi perbincangan.

    Pengakuan The Fed terhadap tantangan-tantangan ini telah memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga. Pelonggaran yang terlambat dapat berdampak negatif pada ekonomi, sehingga semakin banyak pelaku pasar yang bertaruh bahwa Fed akan mengambil tindakan pada bulan September.

    Pasar Kripto dalam Sorotan: Akankah Menguat?

    Pasar kripto merespons positif rilis risalah rapat The Fed pada bulan Juli, dengan kapitalisasi pasar kripto global naik lebih dari 2% menjadi $2,14 triliun. Bitcoin (BTC) melonjak sekitar 3% dan diperdagangkan di atas $61.000, sementara Ethereum (ETH) naik 1,5% menjadi $2.635.

    CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas 62% bahwa Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, dengan sebagian pelaku pasar bahkan memprediksi pemangkasan hingga 50 basis poin.

    Antisipasi terhadap pemangkasan suku bunga ini telah memicu optimisme di kalangan pelaku pasar, termasuk sektor kripto yang siap untuk mendapatkan keuntungan signifikan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan kepercayaan pasar, mendorong lebih banyak investor untuk berpartisipasi. Bagi pasar kripto, yang telah mengalami volatilitas tinggi, langkah ini bisa menjadi pemicu bagi reli baru.

    Selain itu, sikap dovish dari The Fed berpotensi meningkatkan selera risiko para trader yang selama ini cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan kepercayaan diri yang lebih besar, mereka mungkin akan lebih berani berinvestasi dalam aset digital, yang dapat mendorong harga di pasar kripto.

    Setelah rilis risalah rapat tersebut, indeks dolar AS turun 0,31% menjadi $100,982, sementara Imbal Hasil Obligasi 10-tahun AS anjlok 0,97% menjadi 3,782.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua Fed Jerome Powell Isyaratkan Pemangkasan Suku Bunga, Kapan?

    Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, baru-baru ini memberikan sinyal kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September, tergantung pada data inflasi yang mendukung. Saat ini, suku bunga kebijakan tetap tidak berubah.

    Dalam pembaruan dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan antara 5,25% hingga 5,5% pada Rabu (31/7). Keputusan ini didasarkan pada kemajuan yang telah dicapai menuju target inflasi 2%. Meski demikian, Powell menyatakan bahwa pemotongan suku bunga pada bulan September “mungkin dilakukan” jika data inflasi mendukung keputusan tersebut.

    Independensi dari Faktor Politik

    Jerome Powell menekankan bahwa setiap keputusan suku bunga akan didasarkan pada indikator ekonomi masa depan dan bukan faktor politik. Ia menegaskan bahwa Federal Reserve beroperasi secara apolitis, hanya fokus pada stabilitas ekonomi. Powell juga menekankan bahwa kebijakan Fed tidak dipengaruhi oleh pemilihan presiden yang akan datang, menegaskan sikap netral lembaga tersebut.

    Kekuatan Netralitas Fed

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Market Sinyal Harian: Potensi Pergerakan Kripto pada 1 Agustus 2024

    Powell menggarisbawahi komitmen bank sentral terhadap netralitas, dengan menyatakan, “Kami tidak pernah menggunakan perangkat kami untuk mendukung atau menentang partai politik, politisi, atau hasil politik apa pun.” Ia juga mencatat bahwa ini akan menjadi pemilihan presiden keempatnya selama bertugas di Fed, menunjukkan konsistensi dalam pendekatan nonpartisan lembaga tersebut. Menurut alat CME FedWatch, ada peluang 88% bahwa Fed akan mengumumkan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September.

    Diskusi Pemangkasan Suku Bunga 50 Basis Poin

    Pasar keuangan, termasuk sektor mata uang kripto, sangat menantikan pembaruan FOMC dan komentar dari Ketua Fed. Sementara penangguhan suku bunga telah diantisipasi, pernyataan Powell tentang kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan September memberikan wawasan baru.

    Powell memperingatkan agar tidak berasumsi adanya pemangkasan yang pasti, dengan mengatakan, “Kami tidak akan pernah mencoba membuat keputusan kebijakan berdasarkan hasil pemilu yang belum terjadi. Itu adalah batas yang tidak akan pernah kami lewati.” Pendekatan hati-hati ini mencerminkan strategi Fed untuk tetap adaptif dan responsif terhadap kondisi ekonomi.

    Namun, Powell tampaknya menolak kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin, seraya menambahkan, “Saya tidak ingin menjelaskan secara spesifik tentang apa yang akan kami lakukan, tetapi itu bukan sesuatu yang kami pikirkan saat ini.” Pernyataannya menunjukkan pendekatan yang lebih terukur, kemungkinan mempertimbangkan keseimbangan yang rumit antara mengekang inflasi tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.

    Dampak Potensial

    Investor dan analis akan terus memantau data ekonomi mendatang dengan cermat, karena data tersebut akan memainkan peran penting dalam proses pengambilan keputusan The Fed. Potensi pemangkasan suku bunga pada bulan September dapat berdampak signifikan terhadap biaya pinjaman, strategi investasi, dan momentum ekonomi secara keseluruhan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com