Tag: the fed

  • Data Inflasi AS dan Risalah Rapat The Fed Dorong Bitcoin di Atas 30K?

    Data inflasi AS dan risalah rapat The Fed menjadi sentimen yang kuat untuk pergerakan harga Bitcoin (BTC) pada pekan ini. Namun ketika data keluar, belum mendorong Bitcoin untuk melaju menembus level harga US$ 30.000 atau sekitar Rp 444 juta.

    Ekspektasi awal angka Consumer price index (CPI) bulan Maret menunjukkan penurunan tingkat inflasi AS menjadi 5,2%. CPI untuk Februari mencapai 6%, yang merupakan penurunan dibandingkan Januari. Penurunan 1% pada data inflasi berdampak langsung pada harga Bitcoin.

    Sementara, core CPI, yang mengecualikan ceruk yang lebih tidak stabil seperti makanan dan energi, diharapkan berada di antara 5,5% dan 5,6%. Core CPI ini benar-benar sesuai dengan ekspektasi, berdiri di 5,6%.

    Harga BTC meroket hampir US$ 500 dalam beberapa menit setelah angka inflasi keluar. Namun, setelahnya Bitcoin diperdagangkan dengan tenang di US$ 30.000, seperti yang dilaporkan sebelumnya, tetapi melonjak menjadi US$ 30.500.

    Pengaruh Data Inflasi

    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.
    Ilustrasi inflasi AS. Foto: Reuters.

    Baca juga: Upgrade Ethereum Shanghai Sukses, Jadi Game Changer Holder ETH

    Dianggap sebagai aset berisiko, kinerja harga jangka pendek BTC sangat berkorelasi dengan data CPI. Ini karena angka inflasi menentukan kebijakan moneter yang diambil oleh Federal Reserve AS dan apakah akan terus menaikkan suku bunga acuan.

    Penurunan inflasi YoY menunjukkan bahwa tindakan The Fed berdampak dan bank sentral dapat segera mulai membalikkan strateginya. Pada kenaikan suku bunga The Fed tahun lalu terjadi lonjakan sebesar 0,25%.

    Menyusul rilis data CPI, The Fed juga mengeluarkan risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru yang mempengaruhi harga Bitcoin. Meskipun demikian, ini menghasilkan situasi yang membingungkan untuk kinerja aset dalam menanggapi CPI, karena investor berharap penurunan inflasi yang lebih cepat dari perkiraan sementara The Fed mempertahankan sikap hawkishnya.

    Menurut FedWatch yang disediakan oleh CME Group, pertemuan FOMC yang akan datang akan menghasilkan kenaikan suku bunga sebesar 0,25%, sama seperti bulan lalu. Perlu dicatat bahwa peluang ini sangat dinamis dan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan data makro seperti indeks harga konsumen.

    Dalam risalah rapat The Fed menyatakan kejatuhan tiga bank di AS pada bulan lalu dapat menyebabkan ekonomi Amerika jatuh ke jurang resesi pada tahun ini. Kegagalan bank telah menyebabkan beberapa spekulasi bahwa The Fed mungkin menahan suku bunga. Namun, para pejabat menekankan bahwa lebih banyak upaya yang harus dilakukan untuk menjinakkan inflasi.

    Harga Bitcoin

    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.
    Grafik harga harian BTC/USD. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Market Watch: Mengapa Bitcoin dan Kripto Lain Naik Hari Ini (11/4)?

    Ada kemungkinan bahwa Bitcoin dapat menembus di atas penghalang US$ 30.000, dan jika itu terjadi, aset kripto terbesar di dunia ini dapat terus meningkat saat memetakan wilayah baru. Namun, selalu ada kemungkinan koreksi pasar, yang dapat mengakibatkan penurunan drastis pada pasar kripto secara keseluruhan.

    Reaksi pasar saham AS terhadap pengumuman tersebut akan berfungsi sebagai sinyal peringatan dini. Tingkat inflasi tahunan AS melemah dari 6,0% menjadi 5,0% dibandingkan perkiraan 5,2%. Namun, tingkat inflasi inti dipercepat dari 5,5% menjadi 5,6%, memberikan alasan Fed hawks untuk mengejar kenaikan suku bunga lainnya.

    Bitcoin awalnya merespons dengan baik laporan CPI sebelum berbalik arah pada angka inflasi inti. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menurun moderat sebagai tanggapan atas Laporan CPI dan risalah rapat FOMC semalam berdampak pada Bitcoin.

    Sementara Laporan CPI menyampaikan pullback, BTC menghindari pembalikan yang diperpanjang sebagai tanggapan atas risalah rapat FOMC. Pembicaraan tentang menekan tombol jeda adalah bullish, sementara ekspektasi resesi yang dipicu krisis perbankan adalah BTC negatif.

    BTC harus bergerak melalui pivot pada level US$ 30.008 untuk menargetkan Level Perlawanan Utama Pertama (R1) di US$ 30.339. Pengembalian ke US$ 30.000 akan menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 30.799 dan resistensi di US$ 31.000. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 31.590.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal The Fed Naikkan Suku Bunga Tinggi, Investor Kripto Harus Siap

    The Fed bakal menaikkan suku bunga baru pada 22 Maret nanti, dan investor kripto dapat menggunakan strategi penghindaran risiko untuk menghasilkan keuntungan. Kebijakan The Fed sangat mempengaruhi pergerakan market kripto.

    Suka atau tidak suka, bagi investor kripto, kebijakan Federal Reserve AS tentang kenaikan suku bunga dan inflasi yang tinggi adalah satu-satunya ukuran yang paling relevan untuk mengukur permintaan aset berisiko. Dengan meningkatkan biaya modal, Fed meningkatkan profitabilitas instrumen pendapatan tetap, tetapi ini merugikan pasar saham, real estat, komoditas, dan aset kripto.

    Salah satu aspek positif dari pertemuan Fed adalah bahwa pertemuan tersebut dijadwalkan jauh sebelumnya, jadi investor kripto dapat mempersiapkannya. Keputusan kebijakan Federal Reserve secara historis menyebabkan volatilitas intraday ekstrim dalam aset berisiko, namun investor dapat menggunakan instrumen derivatif untuk menghasilkan hasil yang optimal karena Fed menyesuaikan suku bunga.

    Tantangan

    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Tantangan lain bagi para investor dan trader adalah mereka menghadapi tekanan dari Bitcoin yang sangat berkorelasi dengan ekuitas. Misalnya, koefisien korelasi 50-day versus kontrak berjangka S&P 500 telah berjalan di atas 70% sejak 7 Februari. Meskipun tidak menyatakan sebab dan akibat, terbukti bahwa investor aset kripto sedang menunggu arah pasar tradisional.

    Investor menyadari bahwa Fed kehabisan pilihan untuk mengekang inflasi. Dengan menaikkan suku bunga lebih jauh, hal itu dapat menyebabkan pembayaran utang pemerintah AS lepas kendali dan akhirnya melampaui US$ 1 triliun per tahun. Ini menciptakan insentif yang sangat besar bagi bulls Bitcoin, tetapi kehati-hatian yang ekstrim diperlukan oleh mereka yang bersedia melakukan perdagangan berdasarkan kenaikan suku bunga.

    Pengambil risiko dapat mengambil manfaat dari membeli kontrak berjangka Bitcoin untuk meningkatkan posisi mereka, tetapi mereka juga dapat dilikuidasi, jika pergerakan harga negatif yang tiba-tiba terjadi menjelang keputusan The Fed pada 22 Maret.

    Belum Stabil

    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Kripto Tertekan, The Fed Mau Naikan Suku Bunga Lebih Tinggi?

    Bitcoin (BTC) jatuh ke posisi terendah tiga minggu pada 8 Maret karena data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dari Amerika Serikat mengurangi aset berisiko. Statistik ketenagakerjaan meningkatkan sikap hawkish The Fed dan membuat harga BTC turun.

    Peristiwa makro menawarkan hasil yang beragam dalam hal menggerakkan pasar kripto. Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, di hadapan Kongres AS sehari sebelumnya gagal memicu reaksi, tetapi data pekerjaan pada hari itu membuat suasana hati menurun.

    Angka ketenagakerjaan “panas” seperti itu secara tradisional meresahkan aset berisiko karena menyiratkan bahwa Fed memiliki lebih banyak kelonggaran untuk menjaga kondisi keuangan lebih ketat lebih lama.

    Perkiraan seberapa jauh The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya pada 22 Maret membuktikan meningkatnya ketidakpastian atas penurunan inflasi. Di samping itu, Indeks Dolar AS (DXY) juga menyimpan potensi kejutan yang tidak diinginkan untuk kenaikan Bitcoin.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Kripto Tertekan, The Fed Mau Naikan Suku Bunga Lebih Tinggi?

    Market kripto kembali mengalami tekanan pasca The Fed yang mengatakan sedang bersiap untuk menaikkan suku bunga lebih banyak lagi, jika situasi makroekonomi tidak membaik. Setelah kabar itu muncul, pergerakan Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya sempat turun dan cenderung sideways.

    Tidak hanya pasar kripto yang turun, indeks saham AS juga anjlok setelah muncul komentar dari Ketua The Fed, Jerome Powell yang menyarankan bahwa suku bunga mungkin perlu naik lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

    Hal tersebut memicu kekhawatiran akan potensi kenaikan yang lebih besar pada pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya. Komentar tersebut mengindikasikan bahwa The Fed dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih besar dari 25 basis poin bulan lalu pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 21-22 Maret mendatang.

    Kenaikan Suku Bunga

    “Data ekonomi terbaru datang lebih kuat dari yang diharapkan, yang menunjukkan bahwa tingkat suku bunga akhir kemungkinan akan lebih tinggi dari yang diantisipasi sebelumnya,” kata Powell dalam sambutannya di Capitol Hill pada Selasa (7/3).

    “Jika totalitas data menunjukkan bahwa pengetatan yang lebih cepat diperlukan, kami akan siap untuk meningkatkan laju kenaikan suku bunga.”

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Burn Rate Shiba Inu (SHIB) Naik 840%, Apa Dampak Terhadap Harganya?

    Komentar itu membuat Bitcoin bereaksi dengan penurunan harga langsung yang mendorongnya ke sekitar US$ 400 dalam hitungan menit. Komentar Ketua Fed memecahkan stagnasi di pasar kripto. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, BTC terhenti di sekitar US$ 22.400 dan tidak melakukan pergerakan besar selama berhari-hari.

    Namun, tak lama setelah peringatan Powell, Bitcoin turun lebih dari US$ 400 dan merosot di bawah US$ 22.000 untuk menandai level terendah tiga minggu.

    Sebagian besar pasar keuangan telah tenang selama beberapa hari terakhir, terutama kripto, untuk mengantisipasi kesaksian Jerome Powell kepada Kongres mengenai rencana moneter bank sentral yang akan datang.

    The Fed dan Kripto

    Di depan kongres, Jerome Powell juga berbicara tentang berbagai hal di Capitol Hill, termasuk inflasi, suku bunga, pekerjaan, energi hijau, utang, dan banyak lagi. Namun, di antara semuanya, topik paling menarik dari semuanya adalah aset kripto.

    Ranah kripto telah berada di bawah radar sejak jatuhnya Terra dan FTX pada tahun 2022. Banyak peristiwa yang mengikuti kejatuhan dramatis juga telah menarik perhatian regulator di seluruh dunia.

    Ilustrasi aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Watch: Aset Kripto Stagnan, Bitcoin dan Ethereum Sulit Gerak

    Dalam pidatonya baru-baru ini , Powell juga berbicara tentang aset kripto dan bagaimana Fed mengawasi ruang aset kripto. Powell menyatakan bahwa The Fed cukup aktif di bidang itu. Dia juga menekankan bahwa inovasi sangat penting bagi perekonomian dan mereka tidak ingin menghambatnya.

    “Tapi seperti orang lain, kami telah mengamati ruang kripto, dan yang kami lihat adalah, Anda tahu, cukup banyak kekacauan.”

    Powell juga menyoroti bahwa mereka melihat risiko berjalan bersama dengan masalah lainnya. Dia menekankan fakta bahwa Fed memastikan bahwa lembaga keuangan yang mereka awasi terlibat dengan ruang aset kripto dan memberi mereka pemberitahuan sebelumnya.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Risalah The Fed Bikin Market Kripto Tertahan, Kinerja Bitcoin Tak Optimal

    Volatilitas pasar kripto kembali meningkat disebabkan oleh The Fed yang baru saja merilis risalah rapat yang kurang menggembirakan. Investor pun masih mencari petunjuk tentang langkah selanjutnya untuk menghadapi kondisi makroekonomi yang belum stabil. Bersamaan dengan kripto, pasar saham AS pun terjadi penurunan kinerja yang tipis.

    Tim Riset Tokocrypto menjelaskan laju kenaikan market kripto kembali tertahan setelah investor merespons risalah rapat dari pertemuan terakhir The Fed awal bulan Februari lalu yang dirilis pada Kamis (23/2) dini hari.

    “Hasil risalah The Fed tidak memberikan banyak harapan untuk kenaikan Bitcoin (BTC), yang terpantau masih melayang pada kisaran US$ 24.500. Padahal, banyak investor yang berharap kebijakan moneter The Fed bakal lebih dovish dalam pertemuan tersebut. Namun mereka harus dihadapkan pada fakta inflasi serta propek resesi masih tetap ada,” jelas analisisnya.

    The Fed Belum Melunak

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Bappebti Optimis Pasar Kripto Indonesia Bangkit di Tahun 2023

    Secara garis besar, risalah The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sebagian besar investor. Kenaikan suku bunga tersebut sebagai bentuk upaya meredam tingkat inflasi AS.

    Hal ini juga diperkuat oleh consumer price ondex (CPI) Januari menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan data producer price index (PPI) AS Januari melonjak tak terduga sebesar 0,7% (MoM).

    Pasar kripto masih sangat berkorelasi dengan indeks saham AS. Setelah CPI bulan Januari menunjukkan inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan dengan kenaikan 0,5%, maka risalah The Fed mengonfirmasi akan terus menaikkan suku bunga selama diperlukan untuk menurunkan inflasi sampai batas stabil.

    Di samping itu, kondisi penurunan utama hari ini juga berasal dari kekhawatiran investor atas tindakan penegakan hukum terhadap industri kripto, khusus di Amerika Serikat. Investor masih melihat akan ada kelanjutan peningkatan penegakan peraturan dari US Securities and Exchange Commission (SEC) di masa depan.

    Sentimen Negatif

    Bitcoin zona merah
    Ilustrasi market Bitcoin masuk zona merah. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Gerak Bitcoin Bentuk Pola Golden Cross, Pertanda Harga BTC Naik?

    Faktor penurunan lainnya adalah investor terus membukukan keuntungan saat kinerja harga sejumlah kripto, seperti Bitcoin mengalami kenaikan. Selera investor masih menurun untuk menunggu tanda-tanda bahwa inflasi AS telah sampai puncak, atau agar The Fed memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil akan segera terjadi.

    Selanjutnya, Indeks Dolar (DXY) juga kembali menguat sebesar 0,38%, ditutup pada level 104,496 pada penutupan kandil harian Kamis (23/2) pagi. Penurunan harga pagi ini sedikit berpengaruh pada sentimen pasar kripto. Bitcoin Fear and Greed Index turun tiga poin, ditutup pada level 56 dengan kategori Greed.

    “Dari sisi analisis teknikal, volatilitas Bitcoin meningkat akibat tarik ulur dari aksi beli dan jual. Volume perdagangan BTC sedang dalam posisi tekanan jual yang tinggi, namun tak lama setelah risalah Th Fed rilis aksi beli kembali naik. Proyeksinya akan ada peningkatan harga, tapi tidak besar dalam jangka pendek,” jelas Tim Riset Tokocrypto.

    Sejauh ini aksi beli masih mampu mendorong kenaikan harga dan mencegah penurunan harga lebih dalam. Sejauh ini, pergerakan harga Bitcoin masih sideways pada area supply US$ 23.988-US$ 25.198. Bitcoin sedang berjuang untuk breakout di area supply tersebut supaya berhasil bounce dan bisa melihat level baru di atas US$ 25.000.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Kembali Tembus Rp 350 Juta, Efek Pidato Ketua The Fed

    Harga Bitcoin (BTC) kembali naik di atas US$ 23.200 atau sekitar Rp 348 juta, setelah Ketua The Fed, Jerome Powell berpidato di forum ekonomi di Washington, DC yang mengatakan bahwa inflasi turun. Pernyataan Powell pada Selasa (7/2) malam itu disambut hangat oleh investor kripto.

    Bitcoin mencapai kenaikan lebih dari 2% menjadi US$ 23.302,80, menurut CoinMarketCap. Sementara, Ethereum naik 1,3% menjadi US$ 1.682,63. Bitcoin berjuang untuk mempertahankan level US$ 23.000 pada hari Senin (6/2) setelah turun di bawah angka itu selama akhir pekan.

    Powell mengatakan dalam sesi tanya jawab di Economic Club of Washington, DC bahwa meskipun proses menurunkan inflasi telah dimulai, “jalannya masih panjang” dan ini adalah “tahap paling awal.”

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Mengenal Kripto SingularityNET (AGIX) yang Naik 800% Sejak Awal 2023

    “Kami berharap 2023 menjadi tahun penurunan inflasi yang signifikan. Ini sebenarnya tugas kami untuk memastikan hal itu terjadi,” katanya dikutip CNBC. “Dugaan saya adalah hal itu tidak hanya terjadi pada tahun ini, tetapi tahun depan untuk turun mendekati 2%.”

    Saham dan Kripto

    Harga kripto secara singkat berubah lebih rendah di samping pasar saham, setelah Powell mengatakan laporan ekonomi di masa depan dapat memaksa bank sentral untuk mempertahankan kenaikan suku bunga secara agresif.

    Imbal hasil Treasury menurun selama pidato – imbal hasil nota 10 tahun turun 1 basis poin dan obligasi 2 tahun kehilangan 5 basis poin. Indeks dolar AS juga merosot. Hasil dan indeks dolar AS cenderung bergerak terbalik ke kripto.

    Setelah naik sekitar 40% untuk memulai tahun ini, Bitcoin telah mencapai puncaknya dalam seminggu terakhir karena investor yang meragukan daya tahan reli bersiap untuk volatilitas yang didorong situasi makroekonomi lebih lanjut dalam harga kripto tahun ini.

    Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi market kripto bullish. Sumber: Shutterstocks.

    Baca juga: Token Kripto Aptos (APT) Capai Harga Tertinggi Sepanjang Masa

    Reaksi pasar terhadap pidato Powell akan bergantung pada apakah dia akan lebih menekankan harapan disinflasi atau menimbulkan peringatan tentang perlunya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Analis merasa ada kemungkinan Powell memberikan sinyal hawkish setelah laporan pekerjaan yang kuat.

    Secara keseluruhan, sulit untuk membaca komentar Powell sebagai dovish, tetapi pasar mungkin mengharapkan kecenderungan yang lebih hawkish mengingat ini adalah kesempatan pertama ketua Fed untuk membuat pernyataan publik setelah laporan pekerjaan hari Jumat (3/2) lalu.

    Pekan lalu, FOMC mengumumkan kenaikan suku bunga 0,25% dan sebagai tanggapan, pasar kripto memberikan reaksi bullish. Dalam skenario saat ini, pedagang tampaknya dalam mode menunggu dan menonton karena harga Bitcoin (BTC) hampir tidak berfluktuasi setiap jam. Sama halnya dengan saham berjangka, karena S&P 500 Futures turun hanya 0,1%.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyeksi Market Kripto Bulan Februari Selepas Rapat FOMC The Fed

    Market kripto memasuki tahun baru dengan semangat bullish. Bagaimana tidak? Bitcoin (BTC) yang merupakan kripto dengan market cap terbesar saja mampu memperoleh keuntungan lebih dari 35% dalam bulan pertama 2023.

    Kapitalisasi pasar kripto global pun melampaui angka US$ 1 triliun setelah menghabiskan beberapa bulan di bawah US$ 900 miliar. Namun, pasar mulai turun menjelang akhir Januari 2023. Bagaimana dengan proyeksi Februari nanti?

    Tim Riset Tokocrypto melihat Februari kemungkinan besar masih menjadi bulan yang baik untuk market kripto.Berdasarkan indeks Bitcoin Monthly Returns dalam dua tahun terakhir, Februari menjadi bulan bullish bagi Bitcoin. Apalagi Januari ini, Bitcoin mampu pecah rekor menjadi bulan dengan keuntungan lebih dari 40% yang terakhir terjadi pada tahun 2013.

    “Februari optimis market kripto masih dalam tren bullish. Terlepas dari situasi makroekonomi ke depan, dari indeks Bitcoin Monthly Returns, BTC selalu untung di bulan Februari ini. Namun, investor juga patut waspada dengan efek dari kebijakan moneter The Fed,” jelas dalam analisisnya.

    Akankah Market Kripto Terus Turun?

    Bitcoin Monthly Returns.
    Bitcoin Monthly Returns.

    Baca juga: ChatGPT Prediksi Bagaimana Bitcoin Akan Akhiri Dominasi Uang Fiat

    Menjelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) di mana jadi salah satu momen penentu pergerakan ekonomi dunia, market kripto terlihat koreksi dan investor cenderung memilih untuk wait and see. Rapat FOMC akan berlangsung pada 31 Januari hingga 1 Februari 2023. Kemungkinan besar The Fed akan kembali menaikkan suku bunga, namun tidak terlalu agresif dengan target kenaikan 25 basis poin (4,5% menjadi 4,75%).

    “Penurunan ini juga kemungkinan karena kurangnya semangatnya investor dalam memperoleh keuntungan. Terlihat dari volume perdagangan Bitcoin telah melonjak 38,9%, sementara harganya tampaknya turun, menunjukkan tekanan jual yang lebih tinggi.”

    Inflasi di AS mendingin, dan suku bunga juga diperkirakan lebih ringan dari sebelumnya menjadi katalisator yang positif bagi pergerakan market kripto. Oleh karena itu, sentimen investor kemungkinan akan membaik selama beberapa bulan ke depan. Meskipun tidak ada yang dapat dikatakan dengan pasti sampai pertemuan FOMC selesai, banyak yang berharap segalanya menjadi lebih baik.

    “Terlepas dari kenaikan suku bunga, investor juga akan fokus pada komentar yang dibuat oleh Ketua The Fed, Jerome Powell tentang ketahanan ekonomi, pasar kerja, pemulihan makro di AS. Jika dia mengisyaratkan langkah-langkah pelunakan ke depan, maka lonjakan harga jangka pendek diharapkan dapat terwujud.”

    Analisis Teknikal

    Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.
    Analisis pergerakan aset kripto Bitcoin (BTC). Sumber: Trading View.

    Baca juga: Adopsi Kripto Tahun 2022: Jumlah Wallet Bitcoin dan ETH Terus Tumbuh

    Dengan demikian, aktivitas pasar dapat melonjak setelah diskusi FOMC selesai mengingat hasilnya positif. Namun, jika kenaikan suku bunga lebih tinggi dari yang diantisipasi, mungkin ada aksi jual yang lebih besar.

    Dari segi analisis teknikal, jika The Fed memutuskan hasil seperti yang diharapkan, maka kenaikan sesaat yang dipicu oleh hype dapat membantu harga Bitcoin melampaui US$ 25.400 atau sekitar Rp 380 juta (kurs US$ 1 = Rp 14.989). Namun, jika kenaikan tersebut dianggap sebagai perpanjangan hawkish oleh investor, maka penurunan kemungkinan besar terjadi ke sekitar US$ 20.700 atau Rp 310 juta dapat diharapkan dan paling pahit menuju area US$ 18.800 (Rp 281 juta).

    “Level US$ 24.000 sebagai zona penting bagi BTC untuk masuk periode bullish lanjutkan. Jika menembus titik itu mengharapkan likuiditas naik untuk dieksploitasi hingga dapat mendorong harga ke kisaran level resistensi di US$ 25.000.”

    Di sisi lain dari Fear and Greed Index Crypto menunjukkan bahwa Bitcoin (BTC) telah berada di luar zona “Fear” selama 11 hari berturut-turut. Ini adalah waktu terlama Bitcoin berada di luar zona “Fear” sejak bulan Maret 2022 lalu. Sentimen Bitcoin masih positif per 30 Januari 2023 dengan berada di zona “Greed” dengan skor 61, level tertinggi sejak BTC menyentuh ATH nya pada 16 November 2021, ketika harganya mencapai US$ 69.000.

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Awal Pekan: The Fed Bikin Kripto Tak Berdaya

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (29/8) pagi pasrah tak berdaya. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau anjlok imbas sinyal kebijakan hawkish The Fed untuk menjinakan inflasi AS yang tinggi dalam empat dekade terakhir.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) anjlok 1,55% ke US$ 19.777 dalam sehari terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) ambles 3,50% ke US$ 1.448 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), XRP dan Solana (SOL) juga kompak turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto awal pekan ini secara keseluruhan memang alami penurunan. Bahkan nilai Bitcoin kini kembali berada di bawah harga US$ 20.000, balik lagi ke titik terendah yang terjadi pada bulan Juli lalu.

    Kapitalisasi pasar atau market cap kripto berjuang di bawah US$ 1 triliun sebagai dampak Bitcoin, dan sebagian besar altcoin gagal menghasilkan keuntungan yang signifikan.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

    “Akhir pekan lalu atau Jumat (26/8), Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menempuh kebijakan moneter yang ketat lantaran pertempuran melawan inflasi membutuhkan waktu lama. Sontak, nilai aset kripto pun berguguran, bahkan masih melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini,” kata Afid.

    Lebih lanjut Afid mengatakan penurunan market ini dapat dimaklumi mengingat investor tentu jadi tak selera melakukan aksi akumulasi di pasar aset berisiko, seperti saham dan kripto di tengah ancaman suku bunga tinggi. Kenaikan suku bunga acuan akan mengerek tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Sehingga, investor pun akan menjauh dari aset kripto, menuju aset-aset yang dinilai aman.

    “Kenaikan suku bunga acuan akan mengetatkan suplai uang beredar, sehingga bisa mengurangi likuiditas di pasar kripto. Investor akan cenderung wait and see dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi saat ini,” jelasnya.

    Rumor Mt. Gox hingga Mimpi Buruk di September

    Selain itu, sentimen negatif yang juga sempat memukul market kripto adalah rumor Mt. Gox, platform exchange kripto asal Jepang yang bakal mendistribusikan sekitar 140.000 keping BTC kepada penggunanya pekan ini, sebagai lanjutan dari tindakan ganti rugi pasca peretasan yang terjadi pada tahun 2014 lalu.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    “Investor takut bahwa pengguna Mt. Gox yang mendapat ganti rugi tersebut akan segera menjual Bitcoin itu ke exchange kripto. Terlebih, jumlah BTC yang didistribusikan pun bernilai besar, sehingga akan membuat nilai BTC akan semakin tertekan. Namun, hal ini telah dibantah dan hanya kabar hoaks, Mt. Gox belum akan mentransfer BTC dalam waktu dekat,” ungkap Afid.

    Proyeksi market untuk pekan ini dan menjelang awal September, akan mengalami tekanan yang cukup berat. Ada sentimen yang membuat lesu kinerja market kripto disebabkan oleh aksi jual musiman investor menjelang September.

    “Investor tengah mengantisipasi fenomena yang dijuluki “Septembear”, yakni peristiwa di mana nilai Bitcoin selalu melemah rata-rata 5,9% secara bulanan sepanjang September dalam 10 tahun terakhir. Tahun ini, ketidakstabilan makroekonomi digabungkan dengan tradisi penurunan tersebut memberikan proyeksi suram dari para analis,” tuturnya.

    Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari analisis teknikal gerak Bitcoin kini titik support ada di level US$ 18.902 yang menjadi tahanan selanjutnya untuk laju penurunan harga. Titik tersebut menjadi level psikologis untuk kembali memulai pembelian kembali Bitcoin secara perlahan.

    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto pada hari Senin (29/8).
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto pada hari Senin (29/8).

    Baca juga: Kenal Mythical Beings NFT, Proyek Seni Digital Bangun Kesadaran Restorasi Bumi

    Major support Bitcoin berada pada level US$ 17.514, yang menjadi tahanan terakhir apabila harganya penurunan. Jika titik tersebut dapat ditembus, kemungkinan harga Bitcoin akan membentuk lower low (LL) baru pada level US$ 15.539.

    Dari Fear and Greed Index Bitcoin pada hari Senin (29/8) kembali menyentuh level Extreme Fear pada level 24. Kondisi tersebut merubah sentimen pasar yang sudah membaik menjadi negatif kembali menjelang awal September.

    Sementara, gerak Ethereum saat ini titik support terdekat ada di level US$ 1.386. Jika, level support tersebut tertembus, penurunan lanjutan bisa bergerak ke harga US$ 1.275.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Sinyal The Fed Jadi Penentu Laju Market Kripto

    Menjelang akhir pekan keempat Agustus 2022, market aset kripto terus mengalami tekanan. Namun, secara keseluruhan pergerakan harga 10 kripto berkapitalisasi besar atau big cap masih tergolong sideways dengan perdagangan direntang harga yang terbatas dengan volatilitas tinggi.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (26/8) pada pukul 13.00 WIB, nilai Bitcoin bertengger di zona merah dengan harga US$ 21.376 atau turun 1,59% selama 24 jam terakhir atau anjlok 2,95% dalam sepekan. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) yang digadang-gadang akan memasuki fase bullish jelang The Merge, juga lengser 3,21% di harga US$ 1.649 selama 24 jam terakhir

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto bergerak flat atau sideways dalam beberapa hari terakhir, lantaran mengantisipasi simposium The Fed di Jackson Hole, Wyoming, AS, pada Jumat (26/8) waktu setempat. Investor memilih wait and see terhadap kepastian arah kebijakan moneter AS ke depan ketimbang buru-buru melakukan price actions di market kripto.

    “Investor tengah bersikap memasang kuda-kuda menanti hasil simposium ekonomi The Fed di Jackson Hole. Dalam perhelatan itu, Ketua The Fed, Jerome Powell, digadang akan menyampaikan arah kebijakan moneter terbaru AS demi meredam inflasi. Saat ini banyak spekulasi menawarkan beberapa petunjuk apakah The Fed lebih memilih kenaikan suku bunga 50 atau 75 basis poin, yang akan diumumkan di pertemuan FOMC pada 13 September mendatang,” kata Afid.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Dari sisi sentimen makroekonomi lainnya memang saat ini belum mendukung market kripto. Meningkatnya inflasi di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa yang tinggi, tentu membuat komoditas beresiko seperti aset kripto ikut terdampak. 

    “Investor sedang memutar otak untuk mengamankan aset mereka dan memilih instrumen investasi yang dirasa lebih aman. Terlebih dalam beberapa hari terakhir ini indeks dolar AS menguat moderat,” jelas Afid.

    Pelemahan Aktivitas di Exchange Kripto

    Di samping itu data Glassnode, dalam laporan on-chain terbarunya yang berjudul “A Bear Market Mirage” menyebutkan total arus masuk (inflows) dan arus keluar (outflows) di semua exchange kripto turun ke posisi terendah sejak akhir 2020. Penurunan tersebut menunjukkan kurangnya minat investor secara umum terhadap market kripto.

    Glassnode menyebutkan kondisi pasar kripto saat ini hampir sama dengan pada saat bear market tahun 2018. Namun, tahun ini pasar belum mencatat arus masuk yang signifikan untuk mendorong tren pemulihan yang berkelanjutan. Artinya market kripto untuk bull run sulit terjadi dalam jangka pendek hingga akhir tahun.

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

    Kapitalisasi atau market cap kripto secara keseluruhan juga masih bertengger di atas US$ 1 triliun sejauh bulan Agustus ini. Secara umum, market cap kripto telah kehilangan nilai kapitalisasi sekitar US$ 1,2 triliun sejak Januari 2022.

    Pergerakan nilai Bitcoin untuk level resistensi terdekat berada di harga US$ 22.370. Level support masih berada pada level US$ 20.701 dan jika breakdown atau tertembus penurunan selanjutnya bisa menargetkan ke harga US$ 19.005.

    Sementara, untuk Ethereum level support terdekat masih berada di harga US$ 1.597 dan jika terus tertekan bisa terjadi penurunan lanjutan menuju US$ 1.356. Semua pergerakan masih menunggu konfirmasi dari sinyal The Fed dalam acara pertemuan Jackson Hole nanti.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 24 Agustus 2022: Kripto Gerak Sideways

    Pergerakan aset kripto pada Rabu (24/8) siang tampak naik tipis di zona hijau. Sejak awal pekan ini, gerak kripto tergolong sideways dengan rentang naik-turun yang tipis. Hal ini seakan membuktikan market belum menarik bagi investor.

    Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB, dari 7 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap kompak kumpul ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), misalnya naik tipis 0,29% ke US$ 21.337 per keping dan turun 11,35% selama seminggu terakhir.

    Sementara, Ethereum (ETH) juga mulus naik 0,66% ke US$ 1.622 di waktu yang sama dan anjlok 14,60% sepekan terakhir. Solana (SOL), Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) juga alami penurunan harga masing-masing 1,44%, 0,12% dan 1,25%. Sejatinya, kenaikan tipis ini kemungkinan besar akan berlansung semu.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pola pergerakan kripto yang sempat naik dan turun dengan cepat membuktikan bahwa market belum stabil. Investor tampak tidak percaya diri melakukan akumulasi di tengah sentimen ekonomi yang masih negatif.

    Market aset kripto ternyata tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau lebih lama. Pegerakan market yang cenderung membosankan ini sebenarnya sudah diprediksi. Pasalnya, penguatan harga aset-aset kripto hanyalah technical rebound. Sementara, situasi makroekonomi masih kurang kondusif. Terlebih, data-data ekonomi AS yang baru dirilis kemarin tidak satu pun menunjukkan sinyal-sinyal pemulihan,” kata Afid.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

    Pada hari Selasa (23/8) lalu, sajian data aktivitas manufaktur AS mencetak pelemahan di Agustus. Selain itu, data penjualan rumah di AS mengalami penurunan signifikan 12,6% secara bulanan pada Juli lalu. Aktivitas bisnis di sektor swasta AS turun pada Agustus 2022. Bahkan, penurunan bisnis ini tercepat sejak 15 bulan terakhir atau Mei 2020 lalu.

    “Data-data tersebut semakin mempertebal ketakutan investor akan perlambatan ekonomi AS. Investor tentu akan menjauhi pasar aset berisiko, termasuk saham dan kripto ketika prospek ekonomi diramal mendung.” jelas Afid.

    Menanti Sinyal Kebijakan The Fed

    Investor kripto data ekonomi baru tersebut bisa saja menuntun bank sentral AS, The Fed untuk berpikir ulang mengerek suku bunga acuannya dengan agresif. Oleh karenanya, mereka wait and see tidak melakukan aksi akumulasi.

    Investor juga mengantisipasi pertemuan akbar The Fed di Jackson Hole pada akhir pekan ini. Mereka mempertahankan kewaspadaan menjelang pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan pada hari Jumat (26/8) waktu setempat tentang arah bank sentral pada kebijakan moneter pada September mendatang.

    “Mengingat hal tersebut, pekan ini akan menyulitkan gerak kripto untuk reli. Volatilitas dapat dengan mudah naik, baik sebelum, selama atau setelah simposium selesai. Maka, simposium Jackson Hole adalah kunci utama yang harus diperhatikan dalam beberapa hari mendatang,” tutur Afid.

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: Investor Mendadak Khawatir The Fed Bikin Harga Kripto Berdarah-darah

    Sementara itu, perdebatan berlanjut tentang The Merge Ethereum yang akan mengubah protokol platform blockchain dari proof-of-work menjadi proof-of-stake yang lebih cepat dan lebih ramah lingkungan. Beberapa pengamat percaya perubahan itu akan berdampak kecil pada harga kripto, meskipun Ethereum mengalami kenaikan dramatis awal bulan ini.

    Level support Bitcoin kini pada level US$ 20.701 masih menjadi tahanan terdekat dan penting apabila kembali koreksi, kemungkinan penurunan harga Bitcoin akan berlanjut dan kembali bergerak dibawah US$ 20.000. Tetapi, masih ada harapan untuk harga Bitcoin kembali naik, level resistance-nya pada level US$ 22.370 menjadi target utama.

    Sementara, penurunan harga Ethereum (ETH) tertahan support pada level US$ 1.607. Jika support pada level tersebut tertembus, kemungkinan harga ETH akan kembali turun hingga menuju level US$ 1.489.

    Di samping anaisis harga Bitcoin, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Agustus ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. EOS (EOS)

    Analisis teknikal EOS (EOS).

    EOS membuka daftar aset kripto yang potensi bullish pada pekan ini. EOS merupakan kripto asli untuk mendukung proyek blockchain EOS.IO untuk pengembangan platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi atau decentralized application (DApp).

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan potensi bullish EOS terjadi karena platform itu akan melakukan Mendel 3.1 Upgrade dan EVM Launch yang dijadwalkan pada bulan September mendatang atau akhir Q3 2022.

    “Sentimen positif EOS masih kuat dari rumor peluncuran Mendel 3.1 Upgrade dan EVM Launch yang kemungkinan besar terjadi pada September mendatang. Meski terlihat masih lama, investor sudah mulai mengakumulasi. Di samping itu, upgrade ini saat diluncurkan, akan memperingati era baru untuk jaringan EOS,” kata Afid.

    Berdasarkan analisis teknikalnya, EOS sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar EOS dapat terus bergerak menuju harga US$ 1,85 atau naik sekitar 10% dari US$ 1,73 dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat EOS di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #33, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.724.303.142. Pasokan yang beredar 998.718.532 koin EOS dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. The Sandbox (SAND)

    Analisis teknikal The Sandbox (SAND).

    Aset kripto metaverse, The Sandbox (SAND) kemungkinan besar akan bullish dengan pergerakan harga yang cukup tinggi. Afid melihat dimulainya The Sandbox Alpha Season 3 akan meningkatkan akumulasi token metaverse ini.

    “The Sandbox Alpha Season 3 menjadi salah satu acara yang ditunggu para pemain game metaverse ini. Peluncurannya sendiri dimulai 24 Agustus dan akan berlangsung selama 10 pekan ke depan. Di acara tersebut akan ada banyak Alpha Pass dan token SAND, sehingga menguntungkan para holder,” tutur Afid.

    Dari analisis teknikalnya, pergerakan nilai SAND selama batas bawah pada US$ 1,03 masih terjaga, kemungkinan besar konsolidasi akan berlanjut dan SAND dapat bergerak naik menuju US$ 1,5 atau naik 21% dalam beberapa hari ke depan. 

    Peringkat SAND di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #39, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 1.474.010.389. Jumlah koin yang beredar 1.427.520.110 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.

    3. Optimism (OP)

    Analisis teknikal Optimism (OP).

    Afid memproyeksikan Optimism (OP) memiliki kesempatan untuk bullish pada pekan ini. Alasannya pada minggu lalu, OP Labs pengembang dari Optimism mengumumkan progres dari EIP-4844 yang memberikan pembaruan pada devnet publik yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi global dari jaringan Ethereum.

    Optimism (OP) sendiri adalah blockchain layer-2 di atas Ethereum. Optimisme mendapat manfaat dari keamanan mainnet Ethereum dan membantu menskalakan ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups.

    “OP Labs telah melakukan upgrade pada EIP-4844. Optimism mungkin berada di ambang terobosan setelah merilis beberapa pembaruan besar. Sesuai pengumuman yang diterbitkan oleh OP Labs, organisasi tersebut memperkenalkan sistem transaksinya yang disebut Drippie,” jelas Afid.

    Dari analisis teknikalnya, saat ini Optimism (OP) berada di US$ 1,27. Jika polanya berlanjut, harga OP mungkin akan mencapai level resistance US$ 1,75. Jika tren berbalik, maka harga OP bisa turun ke US$ 1,01.

    Peringkat OP di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #107, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 297.350.956. Jumlah koin yang beredar 234.748.364 koin OP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca juga: Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

    4. BTCDOWN (BTCDOWN)

    Analisis teknikal BTCDOWN (BTCDOWN).

    Bitcoin DOWN (BTCDOWN) sedang mengalami peningkatan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi market kripto sekarang yang secara keseluruhan sedang tertekan dan menurun turut berpengaruh positif pada BTCDOWN.

    “Pergerakan BTCDOWN sudah perlahan bergerak naik signifikan. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bullish yang mengindikasikan tren peningkatan harga. Harga BTCDOWN bisa naik capai $ 0,03456 dari $ 0,02992,” kata Afid.

    BTCDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Sedangkan BTCUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

    Peringkat BTCDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #2756, dengan trading volume selama 24 jam terakhir US$ 4.907.834. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    5. ETHDOWN (ETHDOWN)

    Analisis teknikal ETHDOWN (ETHDOWN).

    Ethereum DOWN (ETHDOWN) juga memiliki nasib yang sama dengan BTCDOWN. Afid melihat kondisi market yang sideways dan cenderung menurun, leveraged token sangat diminati sehingga banyak yang mengakumulasi untuk mendapatkan profit.

    “Konsep ETHDOWN sama dengan BTCDOWN. Menghasilkan keuntungan leverage 1,5x-3x saat harga Ethereum turun. Setiap token leverage mewakili posisi perpetual contract. Harga token melacak perubahan jumlah nosional dari posisi perpetual contract dan perubahan kelipatan tingkat leverage,” jelas Afid.

    Peringkat ETHDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #3400, dengan trading volume selama 24 jam terakhir US$ 218.280. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Bluzelle (BLZ)

    Analisis teknikal Bluzelle (BLZ).

    Bluzelle adalah blockchain untuk GameFi dengan kemampuannya untuk menghasilkan game berkualitas tinggi. Sederhananya, GameFi menggabungkan video game (game) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). GameFi menggunakan “play-to-earn“, di mana pemain menghasilkan uang menggunakan waktu yang diberikan untuk permainan.

    BLZ adalah token yang mendukung platform Bluzelle dan jaringan penyimpanan terdesentralisasi. BLZ dapat digunakan untuk membayar transaksi, penyimpanan, staking, dan voting untuk menentukan masa depan jaringan. Sayangnya, Afid melihat token BLZ masuk dalam daftar kripto bearish pekan ini.

    “Skor risiko BLZ saat ini berarti investasi dengan risiko yang relatif rendah. Investor terutama yang peduli dengan penilaian risiko akan menemukan skor ini paling berguna untuk menghindari investasi berisiko. BLZ telah diperdagangkan 11,51% lebih rendah selama 24 jam terakhir ke harga saat ini US$ 0,09,” ucap Afid.

    Peringkat BLZ di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #494, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 31.194.186. Jumlah koin yang beredar 335.849.974 koin BLZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    2. BitShares (BTS)

    Analisis teknikal BitShares (BTS).

    BitShares (BTS) adalah jaringan blockchain proof-of-stake (PoS) yang memberi pengguna akses ke decentralized exchange (DEX) dan token utilitas BTS yang digunakan untuk staking konsensus PoS dan untuk memberikan suara pada proposal jaringan.

    Afid melihat pergerakan harga BTS sudah membentuk pola overbought yang kemungkinan besar akan ada penarikan harga. Selama lima hari terakhir, BitShares telah mendapatkan peringkat bullish pada skor sentimen InvestorsObserver. Skor sentimen mengukur kinerja BitShares selama lima hari terakhir berdasarkan volume dan pergerakan harga.

    “Harga BitShares saat ini berada di atas level resistance. Dengan support yang ditetapkan di sekitar US$ 0,0096 dan resistensi di $ 0,0150, BitShares berpotensi dalam posisi bergejolak jika reli habis. Penurunan bisa mencapai harga US$ 0,010,” kata Afid.

    Peringkat BTS di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #447, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 36.456.685. Jumlah koin yang beredar 2.994.550.000 koin BTS dan maksimal pasokan 3.600.570.502 koin BTS.

    Baca juga: Cara Menghasilkan Uang dari TikTok Bisa Beli Kripto

    3. Ooki Protocol (OOKI)

    Analisis teknikal Ooki Protocol (OOKI).

    Ooki adalah protokol untuk perdagangan margin dan pinjaman tokenized. Ini bisa digunakan untuk layanan pinjaman yang memberdayakan blockchain yang terdesentralisasi, efisien, dan bebas sewa.

    Ooki adalah proyek yang dijalankan komunitas, diatur oleh suara komunitas untuk semua perubahan besar pada protokol. Afid menilai OOKI masih akan terus menurun selama beberapa waktu ke depan.

    “Di lihat dari grafiknya, meski saat ini sedang jalur bullish, tapi ada kemungkinan terbentuk pola penurunan, ketika aksi akumulasi sudah jenuh. Sekarang masih di area support-nya ya. Tapi kalau ini berhasil tertembus, bisa mengalami penurunan sekitar 13% ke harga US$ 0,0067,” katanya.

    Peringkat OOKI di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #555, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 24.922.783. Pasokan yang beredar 3.341.351.880 koin OOKI dan maksimal pasokan 10.500.000.000 koin OOKI.

    4. Bitcoin Cash (BCH)

    Analisis teknikal Bitcoin Cash (BCH).

    Bitcoin Cash (BCH) adalah jaringan blockchain proof-of-work dan aset kripto yang lebih cepat dan lebih murah untuk digunakan daripada Bitcoin (BTC). BCH adalah token yang merupakan fork dari Bitcoin yang dibuat pada tahun 2017. 

    Afid memproyeksikan harga BCH akan mengalami fase bearish pekan ini. Sebenarnya, harga BCH telah memicu harapan karena mencoba untuk membalikkan resistensi utama dengan mata tertuju pada US$ 200. 

    “Namun, harga Bitcoin Cash dalam beberapa minggu terakhir lebih suram karena banyak altcoin yang reli dan menghasilkan keuntungan dua digit sementara BCH tidak. Candle mingguan BCH ditutup dengan sentimen bullish, dengan candle minggu baru tampak bearish, menunjukkan tanda-tanda kekuatan setelah penolakan dari US$ 135,” jelas Afid.

    Peringkat BCH di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #29, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 2.526.048.855. Pasokan yang beredar 19.154.050 koin BCH dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BCH.

    5. Tribe (TRIBE)

    Analisis teknikal Tribe (TRIBE).

    TRIBE adalah token berbasis jaringan Ethereum yang mengatur Fei Protocol. Sementara, Fei Protocol mengeluarkan stablecoin terpisah dan terdesentralisasi yang disebut FEI yang berusaha mempertahankan nilai US$ 1,00. TRIBE dapat digunakan untuk memilih peningkatan Fei Protocol dan untuk menyesuaikan kebijakan moneter stablecoin FEI.

    Afid menjelaskan masuknya token TRIBE ke dalam daftar kripto bearish salah satunya disebabkan oleh sentimen negatif dari rencana Fei Protocol untuk keluar dari Tribe DAO.

    Rencana Fei Protocol untuk keluar dari Tribe DAO telah menciptakan drama baru di ruang DeFi setelah pendiri Frax Finance menuduh bahwa FEI menolak untuk mengembalikan uang mereka yang kehilangan uang dalam kasus peretasan beberapa waktu lalu.

    “Sentimen negatif itu membuat harga TRIBE bisa mengalami penurunan. Harga TRIBE diperdagangkan di atas resistance. Dengan level support di US$ 0,192 dan resistance di dekat US$ 0,280,” kata Afid.

    Peringkat TRIBE di CoinMarketCap pada Rabu (24/8) pukul 12.00 WIB adalah #185, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 107.877.220. Pasokan yang beredar 453.448.622 koin TRIBE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin TRIBE.

    Disclaimer

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Mendadak Khawatir The Fed Bikin Harga Kripto Berdarah-darah

    Investor aset kripto kini tampak mulai khawatir dengan pergerakan market pada pekan ini. Salah satu penyebab kuatnya adalah proyeksi kebijakan moneter The Fed di tengah kondisi makroekonomi yang tidak pasti.

    Dikutip CoinMarketCap, pada hari Selasa (23/8) pukul 10.00 WIB, sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar kompak masuk zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), turun 0,43% ke US$ 21.339. Tetapi, nilai Ethereum (ETH) justru malah naik 1,39% ke US$ 1.626 di waktu yang sama.

    Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan sejumlah aset kripto big cap tampak tak berdaya, padahal Senin (22/8) pagi lalu sempat naik tipis. Melihat gerak market aset kripto ternyata tak mampu mempertahankan posisinya di zona hijau.

    “Runtuhnya market kripto ini sebenarnya sudah diprediksi. Penguatan harga hanyalah technical rebound sementara dan sudah lelah melakukan aksi beli. Namun, di saat yang sama, penguatan harga kripto terbatas dan terkepung dengan sentimen ketidakpastian makroekonomi yang kurang kondusif bagi investor kripto,” kata Nathan.

    Antisipasi Pertemuan Simposium Jackson Hole

    Nathan menjelaskan Investor sedang mengantisipasi pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), pejabat Fed, bersama dengan tokoh perbankan dari seluruh dunia akan bertemu lagi dalam simposium Jackson Hole tahunan pada 25-27 Agustus 2022.

    bitcoin
    Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Pastikan Patuhi Regulasi Baru Bappebti dan Perdagangkan Kripto Legal

    Simposium ini digelar pada saat yang pasar di AS sedang kritis dan bakal menegaskan kembali sikap The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneter demi meredam inflasi AS yang masih tinggi.

    “Investor bakal menanti hasil rapat Jackson Hole untuk mencari kepastian pengetatan atau pelonggaran kebijakan moneter AS ke depan,” ungkap Nathan.

    Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Selain itu dari sisi teknikal, menurut Nathan gerak Bitcoin menunjukkan pola reversal bearish. Sehingga, ada kemungkinan reli kencang kripto dua pekan lalu merupakan penguatan yang tak maksimal karena dominasi terhadap altcoin yang terus turun.

    “Tak ketinggalan, penguatan nilai Dolar AS pun jadi hamabtan bagi laju harga aset kripto. Dari Fear and Greed Index Bitcoin pada hari Senin tanggal 22 Agustus yang menyentuh salah satu level terendah di bulan Agustus yaitu ditutup pada level 29. Kondisi tersebut merubah sentimen pasar yang sudah membaik menjadi negatif kembali,” tuturnya.

    Ilustrasi Ethereum.
    Ilustrasi Ethereum.

    Baca juga: Bappebti Setop Keluarkan Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

    Level support Bitcoin kini berada di level US$ 20.802. Jika support tersebut tidak mampu menahan laju penurunan, maka kemungkinan harga akan terus anjlok bisa kembali dibawah US$ 20.000.

    Sementara, harga Ethereum (ETH) masih mampu bertahan dan Selasa pagi ini terpantau masuk zona hijau. “Ini disebabkan oleh investor yang mulai kembali merangsek ke pasar berjangka ETH setelah harganya sempat menyentuh di bawah US$ 1.600.”

    Kuat dugaan, investor semakin bergairah jelang pembaruan jaringan utama Ethereum, atau kerap dikenal dengan The Merge, yang dijadwalkan pada 15 September mendatang. Level support ETH ada pada level US$ 1.386. Jika laju peningkatan terus berlanjut masih bisa menargetkan kenaikan ke US$ 1.912.



    Sumber : news.tokocrypto.com