Tag: tips diet

  • 4 Kebiasaan di Pagi Hari yang Bikin Turun BB, Ternyata Simpel Banget!

    Jakarta

    Bagi beberapa orang, bukan mudah menurunkan berat badan. Sudah mencoba tips diet ini-itu, berat badan terus saja ‘nge-stuck’. Rupanya menurut ahli gizi, kunci keberhasilan untuk menurunkan berat badan boleh jadi ada di kebiasaan pagi hari.

    Memang pada dasarnya, kunci untuk menurunkan berat badan adalah dengan defisit kalori. Artinya, kalori yang masuk ke tubuh tak boleh sampai jauh berlebihan dibandingkan kalori yang terbakar. Tentunya, hal ini dilakukan dengan menjaga asupan makanan dibarengi aktivitas olahraga.

    Lantas jika ingin memaksimalkan upaya penurunan BB dengan langkah-langkah simpel di pagi hari, apa saja yang bisa dicoba?


    1. Minum air putih!

    Sebagaimana dibuktikan oleh penelitian, memperbanyak asupan air putih setiap hari bisa membantu proses penurunan berat badan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, orang yang minum sekitar dua gelas air 30 menit sebelum sarapan, makan siang, dan makan malam mengalami penurunan berat badan dan mengalami penurunan indeks massa tubuh (BMI).

    “Saat Anda bangun di pagi hari, Anda mungkin mengalami dehidrasi, jadi menghidrasi dengan segelas air adalah ide yang bagus. Anda juga mungkin mengira Anda lapar, padahal sebenarnya hanya haus,” ujar ahli gizi sekaligus penulis ‘Finally Full, Finally Slim’, Lisa Young, dikutip dari Eat This Not That.

    2. Pilih menu kaya akan protein buat sarapan

    Young menjelaskan, sarapan dengan makanan kaya protein seperti telur, yogurt, atau selai kacang akan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Ditambah, asupan makanan ini membantu menstabilkan gula darah. Tak heran, makanan kaya akan protein ini disebut-sebut menjadi resep utama untuk menurunkan BB.

    Seiring itu, banyak uji klinis telah mengungkapkan bahwa meningkatkan asupan protein dapat meningkatkan komposisi tubuh secara keseluruhan dengan menurunkan massa lemak.

    3. Pilih juga buah-buahan!

    “Anda akan menambahkan jumlah besar dan volume pada makanan Anda tanpa kalori yang tidak perlu,” kataYoung. Sembari dijelaskannya, buah adalah makanan terbaik untuk ditambahkan ke rutinitas pagi karena kaya akan antioksidan dan serat.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa menambah jumlah konsumsi serat setiap hari hingga 30 gram dapat menurunkan tekanan darah dan membantu menurunkan berat badan. Walhasil, mengawali hari dengan asupan serat adalah cara sederhana untuk membantu proses penurunan BB.

    “Saya suka menambahkan buah beri ke yogurt saya atau mengiris apel ke dalam oatmeal saya. Penurunan berat badan yang sehat berfokus pada apa yang harus ditambahkan, bukan dikurangi,” tutur Young.

    4. Sempatkan jalan kaki!

    Terkesan simpel, tapi sebenarnya aktivitas jalan kaki punya manfaat luar biasa buat tubuh. Tak terkecuali, membantu proses penurunan berat badan.

    “Menurunkan berat badan dengan berjalan kaki adalah tambahan yang bagus selain mengonsumsi makanan sehat. Berjalan kaki membakar kalori, membantu menjaga tulang tetap kuat, dan baik untuk suasana hati Anda,” pungkas Young.

    (vyp/vyp)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Tantangan Berat Nia Ramadhani saat Diet, Bukan karena Batasi Nasi

    Jakarta

    Artis Nia Ramadhani curhat soal diet yang sempat dijalaninya pasca melahirkan. Saat itu, ia berhasil menurunkan berat badannya hingga 28 kg dalam waktu enam bulan.

    Selain mengkonsumsi dua butir telur setiap paginya, ia juga masih tetap makan nasi untuk makan siang dan buah alpukat untuk sesi sore. Namun, ada tantangan yang menurutnya sangat sulit untuk ditahan selama diet, yakni kebiasaan nyemil.

    “Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” bebernya dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).


    Ngemil memang menjadi salah satu kegiatan yang harus dibatasi selama menjalani diet. Makanan yang dikonsumsi setiap harinya haruslah seimbang dan tetap memberikan energi untuk tubuh.

    Selain ngemil, ada beberapa kebiasaan yang tanpa sadar ternyata bisa menggagalkan diet yang dikutip dari Everyday Health. Kira-kira apa saja ya?

    Sering Skip Sarapan

    Ternyata, sering nggak sarapan malah bisa menggagalkan diet lho. Pakar diet di Amerika, Jessica Crandall, RD, mengatakan saat melewati sarapan akan membuat metabolisme tubuh melambat.

    Menurutnya, sarapan itu sangat penting karena akan memberikan tambahan energi yang perlu dikonsumsi sepajang hari. Tanpa bahan bakar ini, kemungkinan besar seseorang bisa makan dalam jumlah lebih banyak nantinya.

    Kebiasaan Ngemil

    Seperti yang diungkapkan Nia Ramadhani, saat ia menjalani diet hal yang paling sulit untuk ditahan adalah kebiasaan ngemil. Seringkali camilan yang dikonsumsi berkalori tinggi dan penuh dengan karbohidrat kosong.

    Sebuah studi baru-baru ini di University of North Carolina menemukan bahwa masalah ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga pada anak-anak. Semakin sering mengkonsumsi junk food yang tidak sehat, termasuk keripik asin, soda, dan permen.

    Makan Terlalu Cepat

    Punya kebiasaan makan terlalu cepat juga ternyata bisa menggagalkan diet. Saat makan terlalu cepat, saat ngemil maupun makan, itu tidak akan memberikan waktu bagi otak untuk merasakan perut.

    Otak tidak akan memberikan sinyal kenyang sampai sekitar 15 hingga 20 menit setelah mulai makan. Jika sering menghabiskan makanan dalam 10 menit atau kurang, seseorang bisa makan lebih banyak dari yang dibutuhkan.

    Dalam sebuah penelitian terhadap 3.200 pria dan wanita, peneliti Jepang menemukan bahwa makan terlalu cepat sangat terkait dengan kelebihan berat badan.

    Terlalu Banyak Konsumsi Junk Food

    Salah satu musuh terbesar seseorang yang sedang menjalani program diet adalah junk food. Terlalu banyak mengkonsumsi junk food akan membuat lemak terus tertimbun di perut.

    Sebab, sebagian besar junk food mengandung kalori yang jumlahnya melebihi kebutuhan sehari-hari.

    Kebanyakan Konsumsi Snack Sehat

    Dikutip dari laman Eat This, nurtisionis Marissa West mengatakan bahwa mengkonsumsi terlalu banyak snack sehat juga bisa menggagalkan diet. Beberapa makanan sehat memiliki jumlah kalori yang tinggi, terlebih dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

    “Meskipun almond dan alpukat adalah superfood yang sehat, mereka tetap padat kalori, sehingga mungkin untuk menambah kalori harian jika Anda tidak berpegang pada ukuran porsi camilan sehat yang tepat, terutama yang dikemas dalam tas,” kata West.

    “Saya selalu menyarankan klien untuk meninjau ukuran porsi camilan mereka, lalu meletakkan camilannya , dan terakhir simpan tasnya untuk menghindari hal ini terjadi.”

    Sering Ganti Olahraga

    Terlalu sering berganti-ganti jenis olahraga juga ternyata berpengaruh pada kesuksesan diet. Itu membuat perubahan yang sudah ada tidak bisa terlihat.

    “Berubah dari satu latihan ke latihan terdengar bagus secara teori, tetapi pada akhirnya bisa menjadi kekacauan dari penurunan berat badan secara konsisten,” jelas West.

    “Aturan praktis yang baik adalah memberikan program latihan apa pun yang Anda coba selama satu bulan untuk melihat apakah ada perubahan dan kemajuan yang terjadi. Kemajuan tidak harus segera menurunkan berat badan, itu bisa diukur dengan cara lain, seperti menyelesaikan lebih banyak repetisi dari gerakan tertentu atau melakukan push-up atau berlari lebih cepat,” jelasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Nia Ramadhani Turun 28 Kg dalam 6 Bulan, Masih Makan Nasi Nggak Ya?


    Jakarta

    Nia Ramadhani belakangan menjadi perbincangan warganet yang berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 28 kg. Itu dilakukannya selama enam bulan pasca melahirkan.

    Dalam video di YouTube miliknya, Nia mengungkapkan dirinya tetap makan tiga kali sehari saat menjalani diet tersebut. Namun, makanan yang dikonsumsinya tetap harus diperhatikan.

    “Makan pagi cuma telur dua. Di jam 12 siang gue makan ayam, tapi tetap pakai nasi,” kata Nia dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).


    “Udah gitu, jam 6 sore makan alpukat. Udah gitu aja selama enam bulan,” sambung dia.

    Meski menjalani diet yang cukup ketat, Nia berusaha tetap makan tiga kali dalam sehari. Namun, hal yang paling sulit untuknya adalah menahan keinginan untuk ngemil.

    Selama jeda waktu makan itu, Nia mengaku tidak mengkonsumsi makanan apapun. Terlebih di sore hari, menurutnya itu adalah waktu yang paling sulit untuk tidak ngemil.

    “Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” ungkapnya.

    Melihat pola diet yang dijalani Nia, ini hampir mirip seperti tips diet yang disetujui para ahli dan sains untuk mempertahankan berat badan yang sehat. Berikut beberapa tips diet yang bisa dicoba dari para ahli, dikutip dari Everyday Health:

    Jangan Skip Sarapan!

    Konselor dan konsultan nutrisi di Boston, Lainey Yourkin, mengatakan sarapan adalah awal yang penting saat menjalani diet. Menu yang disarankan adalah makanan yang berprotein tinggi untuk mencegah keinginan untuk ngemil.

    “Coba terapkan 15 hingga 25 gram protein saat sarapan. Protein dicerna secara perlahan dan menekan hormon rasa lapar, membantu tetap kenyang. Selain itu, sarapan berprotein tinggi membantu mengekang keinginan ngemil di kemudian hari,” jelas Yourkin.

    “Kombinasikan makanan berprotein dengan serat dan lemak sehat, seperti dua butir telur dengan roti gandum utuh dan alpukat, atau wafel beku berprotein tinggi dengan kacang-kacangan, buah beri, dan sedikit sirup maple,” sambungnya.

    Harus Ada Protein Tiap Kali Makan

    Christine M Palumbo, RDN, konsultan nutrisi dari Naperville, Illinois, mengungkapkan seseorang yang diet harus mengkonsumsi makanan kaya protein setiap kali makan. Hal ini dapat membantu mengurangi berat badan berlebih.

    “Protein memperlambat proses pencernaan dan berdampak positif pada hormon rasa lapar. Protein juga mampu mencegah rasa lapar lebih baik dibandingkan karbohidrat,” katanya.

    “Makanan kaya protein termasuk quinoa, edamame, kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, telur, yogurt, keju, tahu, unggas, ikan, dan daging.”

    Tetap Terhidrasi

    Konselor nutrisi dan pendiri serta CEO Nourished Bite, Megan Casper RDN, mengungkapkan sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum dua gelas air sebelum makan, akan mengalami penurunan berat badan yang lebih banyak.

    “Tips sederhana ini bekerja dalam dua cara. Rasa haus bisa menyamar sebagai rasa lapar, sehingga menyebabkan Anda makan lebih banyak. Dan air membuat Anda merasa lebih kenyang, menyebabkan Anda makan lebih sedikit saat makan,” jelas Megan Casper.

    Penuhi Asupan Buah-buahan

    Personal trainer bersertifikat dan juru bicara media nasional dari Academy of Nutrition and Dietetics yang berbasis di Boston, Sue-Ellen Anderson Haynes, RDN, CDCES, mengatakan buah juga sangat penting dikonsumsi saat menjalani diet.

    Pasalnya, buah rendah akan kalori dan mengandung banyak nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti antioksidan dan serat. Selain menambah kebutuhan asupan, ini juga membuat menu diet menjadi lebih bervariasi.

    Jangan Sampai Lewati Jam Makan

    Ahli gizi dan diet di Texas, AS, Angela Lemond, menegaskan bahwa diet yang sehat adalah dengan tetap makan teratur. Sebab, tubuh tetap memerlukan energi untuk bisa beraktivitas.

    “Tubuh kita mengetahui makanan apa yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi, dan kita akan lebih menginginkannya. Hargai rasa lapar Anda dan jangan biarkan tubuh Anda berpikir bahwa ia sedang kelaparan,” tuturnya.

    Makan dengan Perlahan

    Pekerja sosial klinis berlisensi dan psikoterapis di praktik swasta di New York City Janet Zinn mengatakan cara makan juga bisa berpengaruh pada diet yang dijalani. Ia selalu meminta kliennya untuk belajar makan secara perlahan atau tidak terburu-buru.

    “Saya menyarankan mereka untuk mengunyah perlahan, menelan hanya ketika semua makanan sudah dikunyah, dan ulangi. Perlu waktu untuk mengetahui bahwa kita kenyang,” jelas Zinn.

    “Makan perlahan tidak hanya membuat kita lebih menikmati makanan tetapi juga memberi kita isyarat kenyang yang lebih baik,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Nia Ramadhani Curhat Sukses Pangkas BB 28 Kg Dalam 6 Bulan, Ini Dietnya


    Jakarta

    Penampilan artis Nia Ramadhani kerap mencuri perhatian warganet. Pasalnya, Nia mampu menjaga tubuhnya tetap langsing meski sudah memiliki 3 anak.

    Di media sosial, beredar soal diet yang memang dijalani Nia untuk menjaga tubuhnya agar tetap ideal. Dalam sebuah video di YouTube miliknya, ia mengaku sempat naik 28 kg setelah melahirkan anak-anaknya.

    Namun, dengan rutin menjalani diet ia mampu memangkas berat badannya hingga 28 kg dalam waktu enam bulan. Tentunya, hal itu tidak didapatkannya secara instan.


    Seperti apa sih diet yang dijalani Nia Ramadhani?

    Dalam video tersebut, Nia mengungkapkan selama diet mengurangi asupan nasi. Ia hanya rutin mengkonsumsi telur dan hanya makan nasi di siang hari.

    “Kan lu lihat sendiri perjuangan gue, makan pagi cuma telur dua. Di jam 12 siang gue makan ayam, tapi tetap pakai nasi,” beber Nia dalam video YouTube miliknya yang dilihat detikcom, Selasa (16/1/2024).

    “Udah gitu, jam 6 sore makan alpukat. Udah gitu aja selama enam bulan,” lanjutnya.

    Meski menjalani diet, Nia mengaku tetap makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Hanya saja, di sela-sela waktu makan itu ia tidak mengkonsumsi makanan apapun.

    Dengan pola diet yang dijalaninya selama 6 bulan, Nia berhasil memangkas berat badannya hingga 28 kg.

    “Jadi, dalam sehari itu tetap tiga kali makannya. Tapi, di sela-sela ini nggak boleh makan sama sekali,” kata Nia.

    “Tapi, dengan itu 28 kg gue hilang dalam 6 bulan. Lama juga ya,” sambung dia.

    Tak hanya membatasi makanan yang dikonsumsi, saat menjalani diet Nia juga berusaha untuk tidak ngemil. Menurutnya, itu adalah tantangan yang paling sulit selama menjalani diet.

    Nia mengaku harus menahan keinginannya untuk ngemil di sore hari, tepat di sela-sela waktu makannya.

    “Yang susah itu waktu di jam 3 sampai jam 4 sore. Biasanya kita pengen ngemil bawaannya. Nah itu yang nggak boleh, agak berat juga,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Ramai Cara Pangkas BB Puluhan Kg dalam Hitungan Bulan, Aman Nggak Sih?


    Jakarta

    Belakangan ramai tips diet yang mengklaim mampu menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram. Bahkan, ini bisa didapatkan dalam jangka waktu beberapa bulan.

    Meski pola dietnya tergolong ekstrem, masih banyak yang penasaran dan ingin mencobanya untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sebenarnya berat badan yang turun puluhan kilogram dalam hitungan bulan ini masih aman nggak sih?

    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, mengatakan turun berat badan hingga puluhan kilogram masih tergolong aman. Namun, hal ini perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk apakah menyusutnya bobot tubuh benar-benar karena penurunan massa lemak.


    “Sebenarnya berat badan yang sehat atau nggak sehat itu kuncinya bukan masalah turun berat badannya berapa, yang terpenting adalah apa yang turun. Apakah massa lemak, massa air, atau malah massa ototnya,” jelas dr Davie saat dihubungi detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau yang sehat itu yang turun adalah massa lemaknya. Nah turun berat badan yang sehat itu kalau misalnya dia awalnya berat badannya berlebih, yang turun harus massa lemaknya, bukan ototnya,” lanjutnya.

    dr Davie menjelaskan idealnya berat badan yang turun selama diet dihitung per minggu, sekitar setengah hingga 1 kg per minggunya. Jika dihitung per bulan, berat badan yang turun maksimal bisa sekitar empat kg.

    Ia menegaskan angka itu adalah hitungan berat badan maksimal yang turun selama program diet. Angka tersebut bisa dicapai dengan jika diet dijalani dengan konsisten.

    “Yang bikin nggak sehat itu berat badannya turun, tapi pas dicek komposisi tubuhnya ternyata yang turun malah massa ototnya. Itu yang nggak baik dan nggak sehat,” kata dr Davie.

    “Jadi, kalau misalnya dalam 6 bulan bisa turun sampai 30 kg misalnya, itu perlu dicek lagi dengan pemeriksaan komposisi tubuh. Apakah penurunannya berat badannya konstan per minggunya dan apakah yang turun itu massa lemaknya. Karena diet yang sehat itu bukan hanya dilihat dari berat badan yang turun saja,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Dokter Ungkap Kunci Diet Anti Menyiksa, Tapi Cepat Pangkas BB


    Jakarta

    Setiap orang pasti ingin memiliki berat dan bentuk tubuh yang ideal. Tak jarang, banyak yang berusaha ekstra menjalani pola diet hingga bisa menurunkan puluhan kilogram dalam waktu beberapa bulan saja.

    Namun, ternyata pola diet yang dijalani tidak bisa selalu sama pada setiap orang. Bisa saja pola dietnya sudah baik, tetapi tidak berpengaruh pada berat badannya atau mungkin berdampak pada kesehatannya.

    Seperti apa sih pola diet yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap sehat?


    Spesialis gizi klinik di Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Davie Muhamad, SpGK, menjelaskan pola diet yang ada saat ini, seperti intermittent fasting hingga mediterranean diet memberikan banyak manfaat. Baik untuk kesehatan maupun penurunan berat badan.

    Namun, dr Davie menggarisbawahi pola diet yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing orang. Hal yang terpenting adalah konsisten menjalaninya.

    “Kalau sudah cocok dengan programnya ya silahkan dijalani programnya dan harus konsisten. Jadi nggak bisa ganti-ganti metode diet, karena tubuh butuh adaptasi sama pola diet yang kita terapkan yang akan mengubah metabolisme tubuh,” jelas dr Davie pada detikcom, Kamis (18/1/2024).

    “Kalau kita ganti-ganti, nggak sabar, nggak konsisten, tubuh akan adaptasi terus. Nggak akan sampai tujuan nantinya,” sambungnya.

    Salah satu program diet yang menurut dr Davie cocok untuk kebanyakan orang di Indonesia adalah diet gizi seimbang. Dalam menjalani pola diet tersebut, masih bisa makan tiga kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.

    Menurutnya, yang terpenting dalam menjalani pola diet gizi seimbang ini ada pada sarapan. Sebab, sarapan ini akan sangat berpengaruh pada penurunan berat badan.

    “Yang penting ada di sarapannya. Jadi nggak bisa tuh sarapannya hanya roti atau telur rebus saja. Dari penelitian yang ada, sarapan itu harus lengkap. Ada karbohidrat, protein, serat dari sayur dan buah-buahan,” beber dr Davie.

    “Diet gizi seimbang ini juga membantu mengontrol gula darah. Jika gula darah kita terkontrol, otomatis berat badan akan terkendali. Itu karena asupan makan yang komplit,” lanjut dia.

    Meski dalam pola diet ini tetap mengkonsumsi karbohidrat, itu masih bisa membantu menurunkan berat badan. Asalkan, porsi dari karbohidrat yang dikonsumsi tidak berlebihan.

    dr Davie mengungkapkan karbohidrat adalah sumber utama tubuh manusia. Maka dari itu, karbohidrat harus tetap ada meski tengah menjalani program diet.

    Untuk menurunkan berat badan yang signifikan tidak bisa hanya dengan diet. dr Davie menekankan perlunya aktivitas fisik, seperti olahraga, agar hasilnya lebih maksimal.

    “Misalnya makannya saja yang diatur, tapi nggak olahraga, jadi nggak bisa turun berat badannya. Atau olahraga saja, tapi makannya bebas ya nggak akan optimal hasilnya,” tutur dia.

    “Jadi, harus olahraga, atur pola makan, pola hidup sehat seperti makan teratur, tidak begadang, bangun pagi, dan mengelola stres. Sebab, stres itu bisa meningkatkan nafsu makan bahkan bisa meningkatkan pembentukan sel lemak,” pungkasnya.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 4 Tips Turun BB Tanpa Nyiksa ala Ahli Gizi, Cocok Buat Pemula


    Jakarta

    Banyak orang menjadikan turun berat badan sebagai target resolusi hidup sehat pada 2024. Agar resolusi tersebut tak berujung cuma wacana, ada empat trik simpel yang perlu diterapkan menurut ahli diet. Apa saja?

    Ahli diet sekaligus penulis ‘The 30-Day Reset Plan’, Susie Burrell menjelaskan, pada dasarnya untuk menurunkan berat badan, ada empat langkah simpel yang perlu diterapkan sehari-hari. Langkah tersebut mencakup membatasi asupan manis, menghindari goreng-gorengan, pantang minum alkohol, hingga meminum kopi. Terdengar simpel, bukan?

    “Peraturan Anda harus mencerminkan tujuan gaya hidup Anda dan secara khusus menargetkan area di mana Anda kesulitan mengambil keputusan,” kata Burrell dikutip dari New York Post, Kamis (25/1/2024).


    Ia menyoroti, berat badan berlebih atau obesitas bukan hanya berisiko mengganggu penampilan, melainkan juga meningkatkan risiko penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, stroke, dan beberapa jenis kanker.

    “Ketika Anda memiliki aturan makanan, misalnya, tidak minum alkohol selama seminggu, atau tidak makan makanan penutup pada malam hari, otak tidak mengalami tekanan ekstra karena harus membuat keputusan lain, melainkan Anda memiliki seperangkat pedoman default. yang menjaga pola makan Anda tetap pada jalurnya,” jelasnya.

    Lantas apa saja 4 langkah simpel yang dimaksud Burrel untuk menurunkan berat badan?

    1. Batasi asupan manis, cukup sekali sehari

    Tak hanya berisiko bikin berat badan naik, asupan gula berlebih juga meningkatkan risiko terjadinya obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, jerawat, tekanan darah tinggi, peradangan kronis, dan penyakit lainnya.

    Maka itu Burrell mengingatkan, orang yang ingin menurunkan berat badan perlu lebih bisa mengendalikan keinginan memakan manis-manis. Ia menyarankan, cobalah batasi asupan camilan manis cukup sekali saja dalam sehari.

    2. Kurangi makan goreng-gorengan

    “Apakah Anda memilih potongan ayam, atau semangkuk burrito nasi sayur, atau makanan beku kaya sayuran, Anda akan menambahkan beberapa nutrisi ke dalam hari Anda dan membuat pilihan yang jauh lebih sehat daripada makanan yang digoreng, burger, atau pizza,” kata Burrell.

    Sebuah penelitian tahun lalu menemukan kaitan erat antara makanan yang digoreng dengan risiko kecemasan dan depresi yang lebih besar. Salah satu makanan yang dimaksud, yakni kentang yang digoreng hingga renyah.

    NEXT: Rutin minum kopi, tapi begini triknya

    3. Kurangi minum minuman beralkohol

    Alkohol mengandung 7 kalori per gram, bahkan lebih banyak jika alkohol dikonsumsi dengan minuman koktail. Walhasil Burrel menyarankan, agar berat badan bisa turun, sebisa mungkin kurangi dan batasi asupan minuman beralkohol.

    4. Jangan terlalu banyak ngopi

    Sering mendengar bahwa kopi bisa membantu proses penurunan berat badan? Rupanya hal itu bukan cuma mitos. Namun catatan dari Burrell, pastikan asupan kopi dengan susu tidak berlebihan, melainkan cukup secangkir dalam sehari.

    Burrell menjelaskan, seseorang bisa menambahkan 60 sampai100 kalori ke minuman yang diolah dengan susu skim. Walhasil ia menyarankan, pastikan asupan minuman kopi dengan susu ini tak berlebihan, agar berat badan bisa tetap terkendali.

    (vyp/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Tips Diet Anti Nyiksa untuk Hempaskan Lemak yang Cocok Buat Pemula


    Jakarta

    Memiliki berat badan ideal dan sehat merupakan keinginan banyak orang. Namun dalam beberapa kasus, proses penurunan berat badan terasa sangat menyiksa dan sulit dilakukan oleh pemula.

    Bagaimana langkah yang perlu dilakukan oleh pemula jika ingin mulai diet? Langka awal yang bisa diterapkan adalah mulai secara perlahan merubah kebiasaan makan menjadi lebih sehat. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diterapkan dikutip dari Business Insider:

    Makan Lebih Banyak Sayur dan Buah

    Buah dan sayur mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Beberapa kandungan zat yang bermanfaat yang ada di sayur dan buah antara lain seperti serat, magnesium, vitamin A dan C, kalium, dan potasium.


    Serat bermanfaat untuk meredakan sembelit dan membantu pencernaan, magnesium baik untuk tulang, dan kalium baik untuk menjaga tekanan darah lebih sehat. Sedangkan vitamin A bermanfaat untuk melindungi dari infeksi dan menjaga kesehatan kulit dan mata, vitamin C baik untuk membantu penyerapan zat besi dan menjaga kulit dan gusi.

    Selain baik untuk proses penurunan berat badan, konsumsi buah dan sayur banyak dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2018 menemukan pola makan kaya akan buah dan sayur dapat mengurangi peradangan yang berhubungan dengan penyakit kesehatan kronis seperti jantung, kanker, dan diabetes.

    Batasi Makanan Olahan

    Makanan olahan cenderung memiliki tinggi kalori dan rendah nutrisi. Beberapa jenis contoh makanan olahan yang sebaiknya dikurangi adalah keripik, biskuit, permen, kue, hingga makanan beku seperti nugget dan sosis.

    Garam, gula, dan bahan pengawet biasanya ditambahkan ke makanan olahan yang dapat berdampak pada kesehatan. Hal ini dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit berbahaya seperti penyakit jantung hingga kanker.

    Beberapa jenis alternatif makanan yang bisa dikonsumsi misalnya seperti oatmeal sebagai pengganti sereal manis, popcorn tawar sebagai pengganti keripik, dan yogurt.

    Pilih Lemak Sehat

    Lemak adalah bagian penting dari pola makan sehat. Zat nutrisi ini membantu tubuh menjaga metabolisme dan menyimpan energi tubuh. Namun, perlu dipahami tidak semua lemak sehat dan ada yang dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan.

    Jenis lemak yang lebih sehat adalah lemak tak jenuh. Lemak tak jenuh dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan ikan berlemak seperti salmon. Lemak tak jenuh dapat meningkatkan kesehatan jantung.

    Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2009, responden yang mengganti 5 persen asupan lemaknya dengan lemak tak jenuh memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami penyakit jantung koroner.

    Buat Rencana Makan

    Membuat rencana makan juga bisa menjadi peranan penting untuk proses diet. Jenis makanan yang perlu ditingkatkan mencakup buah, sayur, protein, dan biji-bijian. Rencana makan juga meliputi bagaimana cara makanan diolah dan kapan makanan dikonsumsi.

    Selain itu, buat lingkungan menjadi lebih ‘sehat’. Hal ini bisa dilakukan dengan hanya menyimpan pilihan makanan yang sehat di kulkas dan membatasi stok makanan olahan. Ini dapat membuat diri terbiasa dengan camilan sehat.

    Rencana makan dapat berbeda-beda setiap orang. Jika memerlukan bantuan, datangi dokter atau ahli kesehatan terpercaya.

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • Begini Tips Minum Air Putih untuk Bantu Turunkan BB dari Pakar Diet


    Jakarta

    Saat menjalani program diet untuk menurunkan berat badan hal yang perlu dilakukan adalah meninjau setiap bagian dari rutinitas harian. Salah satunya adalah mengevaluasi makanan dan minuman apa saja yang dikonsumsi setiap hari.

    Faktanya, sesuatu yang sederhana seperti minum air putih bisa membantu menurunkan berat badan. Ahli diet Amy Goodson memberikan berapa banyak air putih yang harus diminum untuk menurunkan berat badan.

    Bisakah minum air putih membantu menurunkan berat badan?

    Tetap terhidrasi dengan minum air putih adalah kunci utama untuk menghidrasi tubuh. Selain itu, Goodson mengatakan itu juga bisa membantu menurunkan berat badan secara tidak langsung.


    “Minum air memang bermanfaat untuk membantu rasa kenyang, tapi itu bukan penyebab langsung penurunan berat badan,” katanya yang dikutip dari Eat This, Senin (5/2/2024).

    Berikut cara air putih dalam membantu menurunkan berat badan:

    Meningkatkan rasa kenyang

    “Minum air sebelum dan sesudah makan membuat kenyang. Hal ini dapat mengakibatkan konsumsi lebih sedikit kalori selama waktu makan,” jelas Goodson.

    Selain itu, menurut penelitian dari Wageningen University di Belanda, orang yang meminum milkshake dan kemudian segelas besar air mengalami penurunan rasa lapar dan peningkatan rasa kenyang. Itu berbanding terbalik pada mereka yang meminum segelas kecil air setelah milkshake.

    Hidrasi bebas kalori

    Minum air adalah cara bebas kalori untuk meningkatkan hidrasi. Daripada mengonsumsi minuman manis seperti es teh manis atau minuman berenergi, disarankan untuk minum air putih.

    “Itu dapat membantu mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, mendukung pengelolaan berat badan,” kata Goodson.

    Peningkatan kinerja fisik

    Memastikan tubuh tetap terhidrasi sangat penting untuk mencapai kinerja fisik yang optimal. Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan individu bergerak lebih lambat saat berolahraga.

    “(Ini) dapat berkontribusi pada pembakaran kalori selama berolahraga,” kata Goodson.

    Berapa banyak air yang harus diminum setiap hari untuk menurunkan berat badan?

    Mengenai jumlah ideal air yang harus diminum setiap hari untuk menurunkan berat badan, tidak ada pendekatan yang universal. Menurut Goodson, ada beberapa faktor yang mempengaruhi berapa banyak air yang harus diminum.

    “Meskipun ada aturan lama yang menyatakan bahwa harus minum delapan gelas air, kenyataannya banyak faktor yang mempengaruhi berapa banyak air yang dibutuhkan, termasuk usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, dan kesehatan Anda secara keseluruhan,” jelasnya.

    Bagi wanita, jumlah total air yang harus diminum adalah sekitar 11,5 gelas per hari, sementara untuk pria sekitar 15,5 gelas. Namun, perkiraan ini mencakup cairan yang dikonsumsi baik dari makanan maupun minuman, termasuk air.

    Biasanya seseorang akan mendapatkan sekitar 20 persen air dari hal lainnya, seperti dari makanan yakni buah, sayuran, sup, dan lain-lainnya.

    Dengan mempertimbangkan hal tersebut, wanita membutuhkan sekitar 9 gelas cairan per hari dan pria sekitar 13 gelas untuk membantu mengisi kembali jumlah air yang hilang.

    NEXT: Waktu yang Dianjurkan untuk Minum

    Rekomendasi ini menyoroti minum air putih saat makan, yang dapat meningkatkan rasa kenyang yang meningkatkan cairan saat makan.

    Sebelum makan: Minum air sebelum makan dapat membantu mengontrol ukuran porsi dengan lebih baik dan mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi selama makan.

    Sepanjang hari: Konsisten dengan hidrasi adalah kuncinya. Ditambah lagi, banyak orang sering salah mengartikan rasa haus dengan rasa lapar dan mungkin mengambil makanan, padahal sebenarnya mereka hanya haus. Hal ini berpotensi menyebabkan asupan kalori lebih besar.

    Setelah makan: Setelah selesai makan kecil, di mana seseorang merasa tercukupi daripada kenyang. Minum lebih banyak air dapat meningkatkan rasa kenyang.

    Sebelum berolahraga: Minum air sebelum berolahraga adalah kunci untuk mendapatkan performa terbaik dan menghindari atau menunda dehidrasi. Biasanya dianjurkan minum 2-4 jam sebelum berolahraga.

    “Tujuannya adalah memulai olahraga dengan warna urin Anda kuning pucat hingga jernih,” tutur Goodson.

    Selama berolahraga: Saat berolahraga, seseorang harus minum 0,29 liter air setiap 20 menit untuk menurunkan kemungkinan mengalami dehidrasi.

    Setelah berolahraga: “Meskipun kebanyakan orang tidak menimbang berat badan sebelum dan sesudah berolahraga, rekomendasinya adalah mengonsumsi sekitar 0,59 liter air,” kata Goodson.

    “Bagi kebanyakan individu, tujuannya adalah mengonsumsi sekitar 0,59 liter cairan, dan kemudian terus terhidrasi hingga warna urine mereka kuning pucat hingga jernih.”

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Image : unsplash.com / Demi DeHerrera
  • 5 Jus yang Bagus untuk Diet, Cocok Diminum di Pagi Hari

    Jakarta

    Selain berolahraga, pola makan yang sehat juga memengaruhi kesuksesan menurunkan berat badan. Salah satunya bisa dengan mengonsumsi jus yang bagus untuk diet, seperti yang terbuat dari buah atau sayuran.

    Pasalnya, jus yang terbuat dari buah dan sayur mengandung beragam nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan. Nutrisi-nutrisi itu tidak hanya menyehatkan tubuh, tapi juga meningkatkan metabolisme dan mengendalikan nafsu makan.

    Lantas, apa saja rekomendasi jus yang bagus untuk diet? Dikutip dari Healthline, berikut daftarnya.


    1. Jus Wortel

    Selain jadi sayur pendamping lauk pauk, wortel juga dapat diolah menjadi jus yang bagus untuk diet. Wortel kaya akan vitamin A serta beta-karoten yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

    Tak hanya itu, wortel juga mengandung serat tinggi. Serat dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan mengendalikan nafsu makan. Alhasil, makan menjadi tidak berlebihan dan berat badan dapat turun.

    2. Jus Seledri

    Seledri mengandung kalori yang sangat rendah, sehingga cocok dijadikan jus untuk diet. Beberapa studi menunjukkan mengonsumsi makanan atau minuman yang rendah kalori dapat menunjang proses pembakaran lemak dan penurunan berat badan.

    Selain itu, sayuran yang kerap dijadikan penyedap masakan ini juga mengandung sejumlah antioksidan yang dapat mengurangi efek stres oksidatif dan melawan peradangan.

    3. Jus Buah Bit

    Buah bit mengandung nitrat yang dapat meningkatkan efisiensi dan ketahanan otot. Tak hanya itu, nitrat juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah agar sirkulasi menjadi lebih lancar.

    Di sisi lain, buah bit juga termasuk makanan rendah kalori dan kaya akan serat. Kombinasi itulah yang membuat buah bit cocok diolah menjadi jus untuk diet.

    4. Jus Semangka

    Selain rendah kalori, semangka juga mengandung banyak cairan yang dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Kandungan cairan pada semangka juga dapat membuat tubuh tetap terhidrasi dengan baik, yang mendukung proses penurunan berat badan.

    Semangka juga mengandung mikronutrien penting, seperti kalium, vitamin A, dan vitamin C.

    5. Jus Bayam

    Bayam juga cocok diolah menjadi jus untuk diet lantaran kaya akan serat dan rendah kalori. Sebuah studi menunjukkan mengonsumsi jus sayuran, termasuk bayam, dapat mengurangi risiko kenaikan berat badan seiring waktu.

    Selain itu, bayam juga kaya akan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari peradangan dan kerusakan akibat radikal bebas.

    (ath/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing