Jakarta –
Banyak orang sudah diet mati-matian, tapi berat badannya tak kunjung turun. Ternyata penyebabnya bisa jadi karena hal sepele, seperti pilihan makanan yang kurang tepat hingga melewatkan waktu makan.
Usaha menurunkan berat badan terbilang susah-susah gampang. Ada orang yang dengan mudah memangkas bobot tubuhnya, tapi ada juga yang berat badannya seolah ‘stuck’, padahal sudah berusaha diet.
Penyebab gagal diet bisa jadi karena pola makan yang tidak tepat hingga manajemen stress yang kurang baik. Coba perhatikan hal-hal kecil ini yang sering kali menjadi penyebab berat badan sulit turun.
Dikutip dari Health Shots (21/7/2025), inilah 7 hal yang menghambat penurunan berat badan:
1. Mengabaikan prinsip defisit kalori
Sudah makan banyak protein dan serat, berat badan tetap ‘stuck’? Bisa jadi karena kamu tidak mengindahkan prinsip defisit kalori. Faktanya, berat badan bisa turun jika terjadi defisit kalori dimana kalori yang masuk harus lebih sedikit dibanding kalori yang dibakar tubuh.
Ahli gizi Dr Pratayksha Bhardwaj mengatakan, defisit kalori penting diperhatikan. Caranya dengan memerhatikan setiap makanan yang dikonsumsi. Pantau agar tak berlebihan dan lebih sedikit dari yang biasanya.
2. Asupan zat gizi makro tidak seimbang
Nasi merah, salah satu sumber karbohidrat kompleks. Foto: Getty Images/iStockphoto/arto_canon |
Saat diet, jangan hanya mengandalkan asupan protein. Kamu perlu mengasup zat gizi makro, secara seimbang, termasuk dari lemak sehat dan karbohidrat kompleks.
Dengan begitu, tubuh dapat berfungsi maksimal dan mempertahankan energi dengan lebih baik. “Jangan meniadakan asupan karbohidrat karena bisa memicu lemas dan metabolisme tubuh melambat, membuat berat badan naik,” kata Dr Bhardwaj.
3. Tidak mencukupi kebutuhan serat
Selain protein, asupan serat juga berperan penting dalam manajemen berat badan. Serat mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan gula darah lebih stabil.
Percuma jika konsumsi makanan tinggi protein, tapi seratnya tidak cukup. Rasa lapar akan cepat datang dan kamu berakhir makan lebih banyak. Usahakan makan sumber serat, seperti buah dan sayur, setiap hari.
4. Kebanyakan makan protein
Saat diet kamu perlu menyiasati pola makan, termasuk mencukupi kebutuhan protein. Jangan terlalu banyak mengonsumsi protein karena efeknya juga kurang bagus. Protein bakal disimpan sebagai lemak.
Menurut sebuah penelitian di Clinical Nutrition, mengganti asupan karbohidrat dengan protein (tapi tanpa lemak), berkaitan dengan kenaikan berat badan seiring waktu. Jadi, moderasi adalah kuncinya. Kombinasikan asupan protein rendah lemak dengan karbohidrat dan lemak sehat untuk hasil terbaik.
5. Melewatkan waktu makan
Melewatkan makan terdengar seperti membantu mengurangi kalori, tetapi sebenarnya bisa menjadi bumerang. “Terlalu lama membiarkan tubuh tidak makan dapat memperlambat metabolisme dan menyebabkan makan berlebihan selanjutnya,” ujar Dr. Bhardwaj.
Cobalah makan makanan dalam porsi lebih kecil dan seimbang setiap 3-4 jam sekali. Cara ini bisa menjaga gula darah tetap stabil dan tingkat energi tetap tinggi.
6. Tidak minum cukup air
Tidak minum cukup air putih bisa menghambat penurunan berat badan. Foto: Getty Images/KTStock |
Hidrasi punya banyak manfaat, mulai dari menyehatkan pencernaan dan menekan nafsu makan. Hidrasi yang kurang merupakan salah satu penyebab berat badan tidak turun.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Frontiers in Nutrition, minum cukup air dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi asupan kalori. Penurunan berat badan pun akan lebih mudah. Targetkan setidaknya 8 gelas sehari dan tingkatkan asupannya jika kamu tergolong aktif atau tinggal di daerah beriklim panas.
7. Kekurangan vitamin D
“Kekurangan vitamin D justru dapat menghambat upaya penurunan berat badan Anda,” ungkap Dr. Bhardwaj. Vitamin yang larut dalam lemak ini membantu mengatur hormon, kadar energi, dan bahkan metabolisme lemak.
Sebuah studi dari Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan lemak tubuh dan Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi. Coba rutin makanan kaya vitamin D seperti telur, salmon, dan produk susu yang diperkaya vitamin tersebut.
(adr/adr)
7 Makanan Terbaik Sebelum Jalan Kaki untuk Maksimalkan Pembakaran Lemak
Jakarta –
Jalan pagi menawarkan banyak manfaat sehat. Jika tujuanmu untuk menurunkan berat badan, coba konsumsi 7 makanan berikut untuk memaksimalkan pembakaran lemak.
Bagi yang mencari aktivitas fisik ringan dan mudah dilakukan setiap hari, jalan pagi kerap jadi pilihan utama. Manfaat jalan pagi antara lain meningkatkan suasana hati, membantu menurunkan berat badan, memperkuat jantung, mengurangi risiko diabetes, dan meningkatkan energi.
Bagi yang menjadikan jalan pagi sebagai upaya diet, maka harus didukung dengan asupan makanan yang tepat. Hal ini juga berlaku sejak memilih sarapan. Usahakan mengonsumsinya 30-60 menit sebelum jalan.
Dikutip dari Eat This, Not That! (17/8/2025), ahli gizi Tara Collingwood mengatakan asupan makanan yang tepat sebelum jalan pagi dapat mendukung pembakaran lemak lebih efektif, menstabilkan kadar gula darah, dan menjaga kadar energi sehingga jalan pagi lebih semangat.
Ini 7 makanan yang disarankan dikonsumsi sebelum jalan pagi:
1. Oatmeal
Konsumsi oatmeal dapat jadi pilihan utama karena praktis, enak, dan menyehatkan. Oatmeal mengandung karbohidrat yang lambat dicerna untuk menjadi bahan bakar energi tanpa menciptakan lonjakan gula darah. “Bagus dikonsumsi sebelum jalan pagi tutur Collingwood.
2. Yogurt buah berry
Foto: iStock |
Buat yang suka sarapan menu asam menyegarkan, coba konsumsi yogurt dan buah berry sebelum jalan pagi. “Protein plus antioksidan, dan karbohidrat baik untuk (sumber) energi,” kata Collingwood. Usahakan untuk tetap mengonsumsi Greek yogurt tawar, bukan yogurt perasa karena kalorinya tinggi.
3. Pisang dan selai kacang
Jika kamu tidak punya banyak waktu untuk makan, ambillah pisang dan tambahkan sesendok selai kacang. “Menu ini asupan karbohidrat cepat untuk energi, protein, dan lemak sehat agar Anda tetap kenyang,” kata Collingwood.
4. Roti panggang alpukat
Collingwood juga merekomendasikan sarapan yang sedang tren, roti panggang alpukat. Namun pastikan kamu membuat versi yang sehat. Gunakan roti panggang gandum utuh dengan alpukat untuk camilan yang mengenyangkan sekaligus membakar lemak. “Karbohidrat kompleks dan lemak sehat untuk jantung akan membantu Anda mempertahankan energi selama jalan pagi,” kata Collingwood.
5. Apel dan selai kacang
Selain pisang, buah apel juga bisa jadi pilihan terbaik. Irisan apel bagus dikonsumsi sebelum jalan pagi dengan paduan selai kacang. Apa istimewanya kombinasi ini? “Serat plus lemak sehat untuk energi yang stabil,” ujar Collingwood.
6. Kacang-kacangan
Foto: Getty Images/dndavis |
Segenggam kacang adalah camilan cepat lainnya untuk menjaga kamu tetap berenergi dan membakar lemak sebelum berjalan. “Asupan protein dan lemak yang cepat serta mudah dibawa akan mencegah rasa lapar di tengah jalan,” kata Collingwood.
7. Telur rebus dan crackers
Rekomendasi menu sarapan lainnya adalah telur rebus dengan beberapa crackers gandum utuh. “Kombinasi protein dan karbohidrat kompleks, cocok untuk (dimakan sebelum) jalan-jalan pagi atau sore hari,” ujarnya.
(adr/adr)
Modal Masak di Rumah, Wanita Ini Berhasil Turun BB 37 Kg
Jakarta –
Tanpa diet ketat, seorang wanita berhasil menurunkan berat badan hanya dengan mengandalkan masakan rumahan. Penurunannya signifikan hingga mencapai 37 kilogram!
Tak ada hasil diet yang instan. Dibutuhkan komitmen yang kuat serta konsistensi yang panjang untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan bertahan lama.
Saat melakoni diet tak perlu makanan dari katering sehat atau pembatasan kalori yang ketat. Mengandalkan menu masakan rumahan juga dapat membantu penurunan berat badan dengan hasil yang tak kalah efektif.
Cara tersebut dibuktikan oleh seorang wanita berusia 25 tahun yang mulai mengubah hidupnya secara perlahan. Ia hanya mengandalkan menu makanannya sehari-hari dengan olahraga ringan untuk menyeimbangkannya.
Wanita ini alami gangguan kesehatan ketika bobotnya menyentuh 85 kilogram. Foto: India.com |
Kisah diet inspiratif dari wanita bernama Tanushree disoroti oleh India.com (24/12). Pada usia 25 tahun, ia merasa terjebak pada tubuh yang tak sehat sampai berat badannya menyentuh angka 85 kilogram.
Saat itu Tanushree merasa mudah lelah, kurang percaya diri, hingga perasaan seperti selalu dikalahkan di lingkungannya. Ia yang baru genap 25 tahun, ketika mengalami obesitas, sampai dikira telah berusia jauh lebih tua dari umur aslinya.
Menyadari ada yang tak sehat dari dirinya, Tanushree mulai berlangganan pada pusat kebugaran dan mengonsumsi suplemen kesehatan. Ia juga memulai petualangan diet sehatnya mengandalkan menu masakannya sendiri.
Tanushree menitik beratkan asupannya pada air mineral dan olahan makanan protein. Makanan tradisional khas India seperti kacang kedelai, paneer, telur, dan kacang-kacangan tak pernah absen dari menu makannya setiap hari.
Setelah menjalani hidup sehat dengan mengandalkan masakan rumahan, ia berhasil turun berat badan hingga 37 kilogram. Foto: India.com |
Tak ada cara khusus untuk memasak makanan yang dilakukan oleh Tanushree. Hanya saja ia mempertimbangkan keseimbangan kalori dan lemak dengan teknik masak yang digunakannya, seperti rebusan, kukus, dan berupaya menghindari penambahan minyak.
Perjalanan dietnya tidak sebentar. Ia sampai menghabiskan waktu selama 6 tahun untuk mengubah kondisi tubuhnya. Berlangsung perlahan tetapi konsisten seperti yang kerap dianjurkan oleh ahli gizi.
Setelah menginjak usia 30 tahun, kini bobotnya berkurang hingga 37 kilogram. Tubuhnya lebih ramping dengan massa otot yang meningkat pada berat badan 48 kilogram.
Nyatanya jerih payah menjalankan diet tak hanya memberikan perubahan yang signifikan pada tubuhnya. Ia yang sudah berkeluarga kini memiliki hormon yang lebih seimbang hingga menjalani kehamilan yang sehat.
Perjalanan inspiratifnya ini juga kerap dibagikan melalui media sosial Instagram pribadinya. Sampai-sampai banyak netizen yang mulai meniru cara diet sehat ala Tanushree.
(dfl/adr)
![]() |
|
Source : unsplash.com / Dan Gold
Wow! Tetap Makan Junk Food, Pria Ini Berhasil Turun BB 31 Kg Jakarta – Pria ini membagikan kisahnya berhasil menurunkan berat badan secara signifikan. Ia mampu menurunkan berat badan hingga 31 kg, tetapi tetap makan junk food. Bagi mereka yang mendambakan tubuh langsing ideal, pola makan sehat dan berbagai metode diet pasti dilakukan. Biasanya dengan menghindari konsumsi makanan berlemak dan manis, termasuk junk food. Dilansir dari Food NDTV (10/12), seorang pria di situs Reddit membagikan foto transformasi penurunan berat badannya yang menginspirasi. Pria itu mengaku dulunya memiliki berat badan 129 kilogram, kemudian turun drastis menjadi 89 kilogram.
Pria itu juga mengklaim bahwa dirinya tetap menikmati junk food (makanan cepat saji). Tentu saja unggahannya ini mencuri perhatian dan viral di media sosial.
Penurunan berat badan ini berlangsung selama 1,5 tahun saja. Ia mengungkapkan strateginya dalam menurunkan berat badan. Pria itu menjalani diet ketat selama hari kerja. Jadi, ia benar-benar membatasi asupan makannya. Namun, akan memanjakan dirinya ketika akhir pekan dengan mengonsumsi makanan cepat saji (junk food). “Butuh waktu 1,5 tahun untuk mencapai berat badan ini. Saya juga tetap makan junk food di akhir pekan, karena saya seorang pencinta kuliner dan tak bisa hidup tanpanya,” ungkap pria tersebut. “Namun, pada hari kerja saya menjalani diet ketat dengan asupan kalori di bawah 2.000 kcal per hari dengan asupan protein setidaknya 120 gram, saya juga mencoba vegetarian,” lanjutnya. Perjalanan turunnya berat badan ini mengundang pertanyaan banyak netizen, apakah cara ini sehat untuk dilakukan? Menurut ahli gizi, Rupali Datta, tak ada salahnya menurunkan berat badan dengan cara tersebut. Bahkan, sebagai ahli gizi justru menganjurkan untuk tetap menjalani gaya hidup normal. (yms/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Ini Cara Mudah Hindari Ngidam Makanan Berlebihan Saat Diet Jakarta – Salah satu rintangan terberat saat diet adalah rasa ngidam untuk mengonsumsi makanan tertentu. Ahli diet ini bagikan cara mudah untuk menghindarinya. Proses penurunan berat badan atau diet bisa dibilang cukup sulit bagi sebagian besar orang yang susah untuk mengontrol nafsu makan. Karena sering kali orang makan berlebihan tanpa mereka sadari sama sekali. Banyak orang yang ingin diet tapi mengaku tak bisa berhenti makan bahkan ngidam makanan secara terus menerus. Hal ini bisa dibilang normal karena fase ini cukup sering dialami banyak orang.
Dilansir dari Mirror UK (18/12), salah satu ahli diet bernama Shayne Rowland kerap membagikan tips diet lewat akun TikTok miliknya @proflex.health. “Ketika sedang ngidam makanan, biasanya ini terjadi karena tubuh kita mengirimkan sinyal untuk memberitahu kita bahwa mungkin ada sesuatu yang kurang,” jelas Shayne. “Ini bisa jadi pertanda bahwa tubuh kurang tidur atau istirahat. Kita tahu bahwa ketika tubuh kurang tidur, akan menghasilkan hormon bernama ghrelin. Hormon ini bisa meningkatkan hormon lapar pada tubuh, sehingga kita merasa lapar dan ngidam makanan tertentu,” tutur Shayne.
Lebih lanjut Shayne menambahkan faktor yang sering memicu rasa ngidam adalah karena tubuh kita kekurangan cairan atau sedikit dehidrasi. “Mungkin sebenarnya kita tidak merasa lapar tapi hanya butuh minum air putih saja. Karena sedikit saja tubuh mengalami dehidrasi bisa disalah artikan sebagai rasa lapar yang kemudian memicu ngidam makanan,” ungkapnya. Agar rasa ngidam hilang saat diet, Shayne menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, vitamin dan mineral untuk tubuh. Termasuk menyantap makanan yang kaya akan protein sehingga orang tidak mudah merasa lapar.
Rasa ngidam makanan bisa muncul walau sebenarnya tidak berkaitan pada makanan sama sekali. Sehingga Shayne menyarankan istirahat yang cukup. “Jadi kalau kalian mengalami ngidam makanan tertentu, pastikan kalian meninjau hal-hal ini dulu sebelum memutuskan untuk langsung makan,” pungkasnya. Di akhir video, Shayne menambahkan bahwa tidak masalah sesekali ngemil saat diet asal porsinya tidak berlebihan. (sob/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Mau Turun Berat Badan Cepat? Ikuti 7 Tips dari Pakar Ini Jakarta – Banyak orang tak sabar saat diet karena ingin berat badan turun dengan cepat. Coba ikuti 7 tips dari pakar ini agar hasil diet segera terlihat, Usaha diet menurunkan berat badan yang sehat sejatinya butuh waktu. Seperti yang diungkap ahli gizi Jessica Cording pada Prevention (27/4/2024), “Tubuh ingin hal yang stabil. Jika ada penurunan berat badan tiba-tiba signifikan, maka secara biologis tubuh terprogram untuk melihat hal tersebut sebagai respons terhadap ancaman.” Jadi sebenarnya tidak ada yang salah dari hasil diet yang terlihat perlahan. Kalaupun hasilnya bisa sangat cepat, menurut ahli gizi Beth Warren itu kurang bagus. Utamanya karena pelaku diet menjalani pola makan ekstrem dan terbatas. “Hal ini tidak realistis dan hanya (terasa hasilnya) dalam jangka pendek,” ujar Warren.
Namun adakah cara turun berat badan cepat yang sehat? Para pakar kesehatan mengungkap ternyata ada. Cara umum ini dapat diikuti untuk mempercepat penurunan berat tubuh. Berikut 7 caranya: 1. Cukupi kebutuhan seratSumber serat, seperti oatmeal, kacang-kacangan, buah, dan sayuran bagus dikonsumsi saat diet. Panduan umumnya, pria butuh sekitar 38 gram serat sehari, sedangkan wanita sekitar 25 gram. Asupan serat tak hanya menyehatkan tubuh secara keseluruhan, tapi juga membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Namun coba perkenalkan tubuh dengan asupan serat secara perlahan. “Jika langsung makan banyak serat, khawatirnya terjadi gangguan pencernaan,” jelas Cording. 2. Setengah piring diisi sayuran
Mau turun berat badan cepat? Mulai sekarang isi setengah porsi piring makanmu dengan sayuran. Bahan makanan sehat ini tinggi serat dan cenderung rendah kalori. Warren mengatakan makan banyak sayuran membantu pelaku diet mengontrol porsi makan hariannya. Sebab perut sudah terasa kenyang akibat konsumsi makanan padat kalori. Akhirnya keinginan makan makanan tidak sehat pun bisa teredam. 3. SarapanSelama ini banyak pro kontra soal perlu atau tidaknya sarapan. Namun pakar kesehatan mengungkap sarapan penting dilakukan dan justru bisa bikin berat badan turun cepat. “Sarapan bikin kenyang dan membuat metabolisme tubuh berjalan dengan benar, sehingga pelaku diet bisa membuat keputusan makan yang lebih sehat sepanjang hari,” kata Warren. Ia menyarankan konsumsi menu sarapan tinggi protein. 4. Tinggalkan minuman manis
Minuman manis, seperti soda, jus, dan teh kemasan memang menggoda selera. Namun jika ingin berat badan turun cepat, tinggalkan jenis minuman tinggi gula tambahan ini. Cording mengatakan dengan tidak minum minuman manis, seseorang akan memangkas banyak kalori hariannya. Perlahan, keinginan akan ngemil manis pun bisa berkurang jika kamu sudah membiasakan diri ‘puasa’ dari gula. Selengkapnya di halaman selanjutnya. 5. Fokus saat makanTerlihat sepele, tapi makan dengan fokus (mindful eating) adalah salah satu kunci keberhasilan cepat turun berat badan. Hindari gangguan dari main ponsel atau menonton TV saat makan. Fokus saat makan artinya kamu memberi perhatian pada aroma, rasa, hingga tekstur makanan. Dengan fokus saat makan, maka kamu dapat mengenali sinyal lapar dan kenyang dengan tepat. Pilihan makananmu juga akan cenderung lebih sehat. 6. Jangan melewati waktu makan
Meski sibuk, usahakan tidak melewatkan waktu makan. Jangan berpikir tidak makan siang atau makan malam, misalnya, bakal menghasilkan penurunan berat badan yang cepat. Hal ini hanya akan berefek sebaliknya. Kamu justru jadi cepat lapar dan bisa berakhir makan lebih banyak. Perlu diketahui, makan teratur bisa membuat metabolisme berjalan lebih lancar sehingga tubuh bisa menghasilkan energi stabil sepanjang hari dan rasa lapar tidak mudah datang. 7. Konsumsi lemak sehatLemak sering dicap tidak sehat dan dihindari konsumsinya saat diet, padahal menurut Cording, mengasup lemak juga bisa bantu usaha diet. “Lemak memberikan rasa kenyang dan kepuasan,” ujarnya. Namun pilihlah lemak sehat yang bersumber dari makanan alami. Kamu bisa mengandalkan asupan alpukat, kacang-kacangan, telur, dan ikan. (adr/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Minum Air Putih Bantu Turunkan Berat Badan, Seberapa Efektif? Jakarta – Minum air putih disebut-sebut mampu membantu menurunkan berat badan. Apakah klaim itu benar? Lalu seberapa efektif air putih mendukung usaha diet? Mencukupi kebutuhan cairan tubuh harian dengan minum air putih sangat penting. Sebab dengan hidrasi yang cukup, maka berbagai organ tubuh dapat berfungsi normal. Selain itu, hidrasi juga berperan dalam menurunkan berat badan. Mengenai jumlah asupannya, mengutip Very Well Health, untuk laki-laki usia 19 tahun ke atas perlu setidaknya 3,7 liter air, sedangkan perempuan sebanyak 2,7 liter.
Dalam kaitannya dengan usaha penurunan berat badan, berikut 6 alasan pentingnya minum air putih: 1. Menekan nafsu makanAir dapat berfungsi sebagai penekan nafsu makan secara alami. Saat penuh, perut mengirimkan sinyal ke otak untuk berhenti makan. Air mengisi ruang di perut sehingga muncul rasa kenyang. Selain itu, banyak juga orang yang mengira merasa lapar, padahal sebenarnya hanya haus. Minum air putih segelas sebelum makan dapat membantu mengekang keinginan ngemil yang tidak perlu. 2. Meningkatkan pembakaran kalori
Beberapa penelitian menunjukkan, minum air dapat membantu membakar kalori. Menukil dari Medical News Today, penelitian pada 2014 mengamati 12 orang yang minum 500 mililiter (ml) air dingin dan air suhu ruang mengalami peningkatan pengeluaran energi. Mereka mampu membakar 2-3 persen lebih banyak kalori dari biasanya dalam 90 menit setelah minum air. Minum air dingin dapat lebih meningkatkan manfaat pembakaran kalori karena tubuh mengeluarkan energi dengan memanaskan air untuk pencernaan. 3. Membuang racun dari tubuhTubuh yang kekurangan cairan bakal kesulitan membuang sampah atau zat sisa dengan benar dalam bentuk urine atau feses. Tubuh yang cukup cairan membuat ginjal mampu menyaring racun dan zat sisa tanpa membuang nutrisi dan elektrolit penting. Air pun membantu menjaga zat sisa bisa bergerak dengan melunakkan atau mengencerkan feses. 4. Menurunkan asupan kalori
Banyak orang tanpa sadar memasukkan kalori berlebihan ke dalam tubuh, terutama lewat minuman. Soda, jus, kopi susu, dan minuman beralkohol merupakan jenis minuman tinggi kalori. Mengganti sebagian minuman tinggi kalori dengan minuman nol kalori seperti air putih bisa menurunkan asupan kalori harian. 5. Membakar lemakTubuh akan kesulitan memetabolisme lemak atau karbohidrat tanpa air. Proses metabolisme lemak disebut lipolisis. Langkah awal lipolisis adalah hidrolisis atau molekul air berinteraksi dengan trigliserida (lemak), menghasilkan gliserol dan asam lemak. Oleh karenanya, minum air putih sangat penting untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan. 6. Mengoptimalkan manfaat olahragaIngin menurunkan berat badan? Jangan lupa berolahraga. Asupan cairan yang cukup akan membantu otot, jaringan ikat, dan sendi bergerak dengan benar. Air pun membantu paru-paru, jantung, dan organ lain bekerja efektif selama latihan. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Air Putih untuk Menurunkan Berat Badan, Memangnya Bisa?“ (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Terungkap! 5 Pola Diet yang Paling Ampuh Turunkan Berat Badan Jakarta – Banyak pola diet bertebaran untuk dicoba. Namun secara ilmiah, ada beberapa pola diet terbaik dan paling efektif untuk menurunkan berat badan. Ini daftarnya! Punya berat badan ideal jadi dambaan banyak orang. Kondisi ini tak hanya bagus untuk penampilan, tapi juga dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Untuk mencapai berat badan ideal, jangan sembarangan diet. Pilih diet yang terkenal menyehatkan.
Berikut beberapa jenis diet yang paling ampuh menurunkan berat badan, melansir Medicine Net. 1. Intermittent fastingPuasa intermiten adalah strategi diet yang melibatkan periode makan dan puasa. Metode puasa IF yang paling populer adalah metode 16:8 dan 5:2. Metode 16:8 artinya mereka berpuasa selama 16 jam dan membatasi waktu makan menjadi 8 jam sehari. Sedangkan metode 5:2 dilakukan dengan dengan mengonsumsi 500-600 kalori selama 2 hari dalam seminggu. Meskipun diklaim ampuh, namun penting bagi Anda agar tetap menghindari makan terlalu banyak selama periode makan tiba. 2. Diet Mediterania
Selama bertahun-tahun, diet Mediterania dianggap sebagai diet terbaik. Diet ini mengajak seseorang lebih sering mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, minyak zaitun, dan sedikit daging, produk susu, serta wine. Diet Mediterania memiliki sejumlah manfaat lain seperti mengatasi peradangan, stres oksidatif, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, mengatur kadar gula darah, dan mengatasi penyakit Alzheimer. 3. Diet DASHDiet ini secara khusus disarankan untuk membantu penderita hipertensi. Makanan diet DASH meliputi buah-buahan, sayuran, produk susu bebas lemak, biji-bijian, dan daging tanpa lemak. Diet DASH mengajak seseorang untuk mengurangi konsumsi makanan olahan seperti minuman manis dan makanan ringan dalam kemasan. Diet ini juga membatasi asupan daging merah. 4. Diet rendah karbohidrat
Diet ini fokus pada membatasi asupan karbohidrat dan lebih mengutamakan protein dan lemak sehat. Diet ini menyarankan 30-50 persen kalori harian berasal dari protein. Karbohidrat adalah sumber bahan bakar utama tubuh. Namun, ketika menjalani diet ini, tubuh akan membakar lemak untuk mendapatkan energi. Kondisi ini disebut ketosis. Ketosis terjadi ketika lemak dipecah menjadi keton, yang merupakan produk sampingan dari metabolisme lemak. Sayangnya, diet ini punya efek samping yang perlu dipertimbangkan seperti sakit kepala, pusing, kelelahan, dan sembelit. Sedangkan tubuh yang mengalami ketosis bisa muncul mual, kelelahan mental, bau napas, sakit kepala, hingga flu. 5. Diet PaleoDiet Paleo didasarkan pada teori bahwa Anda harus mengonsumsi makanan yang sama dengan nenek moyang selama era Paleolitikum. Diet ini mengonsumsi daging, ikan, buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak seperti minyak zaitun atau minyak kenari. Diet Paleo bisa membantu menurunkan berat badan, peningkatan toleransi glukosa, pengaturan tekanan darah, dan manajemen nafsu makan yang lebih baik. Namun lebih baik jika konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mencari tahu metode diet yang paling ampuh untuk menurunkan berat badan Anda. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Catat, 5 Diet Ini Disebut Paling Ampuh untuk Turunkan Berat Badan” (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Sedang Turunkan BB? Ahli Gizi Sarankan Makan Malam Jam Segini Jakarta – Sedang turunkan berat badan? Kamu perlu memperhatikan waktu makan. Hindari makan malam terlalu larut karena bakal mengganggu metabolisme. Ini jam makan malam yang tepat menurut ahli gizi. Jika ingin diet sukses, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Tak sekadar membatasi asupan kalori dan memilih jenis makanan yang tepat, tapi juga memperhatikan waktu makan. Untuk makan malam, misalnya, ada waktu yang disarankan ahli gizi dan tim peneliti agar berat badan bisa turun dengan lebih cepat. Waktu tersebut dikenal dengan sebutan “early bird approach” atau “pendekatan lebih awal.”
Mengutip New York Post (30/9/2024), jam makan malam yang disarankan adalah antara pukul 5 sore hingga 7 malam. Pada waktu ini memungkinkan kamu menyesuaikan diri dengan ritme sirkadian alami tubuh. Untuk diketahui, ritme ini memengaruhi metabolisme, pencernaan, dan pelepasan hormon yang memuncak pada siang hari dan melambat saat malam tiba. Jika makan terlalu malam, maka bisa menganggu ritme sirkadian sehingga menganggu kualitas tidur, sistem pencernaan, serta suasana hati. “Kita tahu bahwa ketika orang makan larut malam, mereka memiliki risiko obesitas yang lebih tinggi,” kata Tara Schmidt, ahli gizi dari Mayo Clinic Diet.
Sebuah studi tahun 2022 yang dipublikasikan dalam Cell Metabolism menemukan bahwa orang yang makan makanan utama sekitar pukul 5 sore membakar lebih banyak kalori daripada mereka yang makan malam lebih lambat. Makan 4 jam sebelum tidur diketahui bisa memberikan kamu waktu untuk jalan atau beraktivitas ringan sehingga pencernaan berjalan lebih lancar. Pembakaran kalori pun bisa berlangsung. Makan makan terlalu larut juga disebut ahli dapat memperburuk kondisi sakit maag atau refluks asam. Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa mereka yang makan malam setelah pukul 9 malam memiliki kemungkinan 28% lebih besar untuk menderita stroke. Lalu tiap 1 jam setelah pukul 8 malam, partisipan penelitian yang makan malam diketahui memiliki risiko terkena stroke lebih tinggi lagi. Jumlahnya meningkat sebesar 8%. Selain memperhatikan waktu makan malam, jangan lupa pilih jenis makanan yang tepat. Hindari makanan mengandung lemak atau asam yang tinggi, mengandung kafein, dan terlalu pedas karena dapat memicu gangguan pencernaan dan mulas. Makanan yang membuat tidur lebih nyenyak adalah paduan sumber protein rendah lemak, serat, dan karbohidrat kompleks yang baik.
Penelitian juga menunjukkan kalau cara kita makan sama pentingnya dengan apa dan kapan kita makan. Jika mengunyah lebih lambat, maka bisa berefek lebih positif untuk tubuh. Manfaatnya bisa untuk menurunkan berat badan. Sebab dengan mengunyah lebih lambat membuat seseorang dapat mengenali kapan mereka kenyang dan mencegah makan berlebihan. Kesadaran akan adanya makanan di mulut memaksa seseorang untuk makan dengan lebih penuh perhatian, yang merupakan kunci untuk benar-benar menikmatinya dan mengetahui kapan harus berhenti makan karena sudah cukup. (adr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold
|





















