Tag: wanita

  • Gaya Tissa Biani Tampil Syari Pakai Khimar Saat Datang ke Kajian

    Jakarta

    Penampilan Tissa Biani jadi sorotan usai ia mengunggah foto di akun Instagramnya @tissabiani. Pasalnya, ia terlihat memesona dengan memakai set khimar yang berbeda dari penampilannya sehari-hari.

    Tissa mengenakan set khimar dari brand lokal Vanilla Hijab yang bertajuk Rhaudah Series. Pemain film KKN Desa Penari itu terlihat pangling ketika memakai setelan khimar dan dress.

    “Wearing a new khimar set by @vanillahijab 🩷,” tulis @tissabiani.


    Pemain film Catatan Harian Aisha ini terlihat nyaman ketika memakai set khimar. Tissa mengenakan khimar saat menghadiri acara kajian bersama Umi Pipik.

    Kajian tersebut juga hadir sederet selebriti, antara lain Meisya Siregar, Richa Iskak, Deswita Maharani, Donita dan masih banyak lagi. Mereka kompak dengan balutan setelan khimar dan dress dari Vanilla Hijab.

    Unggahan wanita kelahiran 24 Juli 2002 ini langsung mendapatkan banjir komentar dari warganet dan sudah mendapatkan lebih dari 261 ribu Likes.

    “Masya Allah Tabarokallah …cantik banget dek,” ucap pengguna INstagram @dianestining68.

    “MasyaAllah…makin cantik pke hijab😍😍,” saut akun @qyaplant.

    “Masya Allah tabrokallah….smg tissa tambah istiqomah 🤲🏻💖,” timpal akun @adeliazhalfa_.

    Sebelum terlihat pangling karena memakai busana syari khimar, Tissa Biani sudah pernah tampil memakai hijab saat memerankan tokoh Nur dalam film KKN Desa Penari. Tissa mengaku sebenarnya sudah sering mendapat peran sebagai wanita berhijab.

    “”Aku sebenarnya sudah merasa dikodein terus sama Allah karena dikasih kepercayaan main film pakai hijab terus, tapi dari akunya belum siap saja sih,” kata Tissa Biani dalam sebuah wawancara pada 2023.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Viral Wanita Pakai Hijab Instan Malah Mirip Karakter Valak, Bikin Ngakak

    Yogyakarta

    Hijab intan kini jadi tren karena mudah dipakai dan tetap stylish serta bisa tetap sesuai dengan aturan agama Islam. Namun bagaimana jadinya jika hijab instan ini dipakai oleh pemula? Aksi kocak seorang hijabers yang baru mencoba hijab instan ini pun viral bikin ngakak. Sebab ketik dipakai hasilnya disebutnya malah mirip dengan karakter Valak.

    Postingan tersebut mulai jadi sorotan berawal dari unggahan akun TikTok @kemanaa_aja. Dalam unggahannya dia mengaku membeli hijab instan yang sudah terdapat inner ninja yang menutupi bagian leher.

    Pengalamanku Pakai jilbab instan jadi kek valak,” ucap akun TikTok @kemanaa_aja.


    @kemanaa_aja

    Pengalamanku Pakai jilbab instan jadi kek valak🥲

    ♬ suara asli – kemana.ajaa

    Ia mengatakan ketika memakai hijab instan tersebut malah mirip dengan karakter fiksi Valak dalam film horor The Nun. Valak, yang mengambil bentuk biarawati dalam film, muncul dengan kerudung putih yang menjuntai ke depan.

    Tolong banget ini emang modelnya yang begini atau aku yang nggak paham ya. Konsep dari jilbab instan. Aku ngerasa malah kayak valak. Jujur aku ngeliat orang-orang pakai jilbab instan ini kayak estetik cantik cakep ini kok malah kayak valak cuy,” ujarnya.

    Ia bingung cara memakai hijab instan yang berwarna cream itu. Ia mengaku sudah percaya diri dari rumah ke mall pakai hijab tersebut karena merasa sudah estetik.

    Aku positif thinking tuh dari rumah. Oh, mungkin modelnya gini kali ya tinggal diginiin aja kalau ditutorial. Udah tuh aku ke mall gini terus aku foto loh kok hasilnya kaya gini. Jadi kaya valak yang lagi nongki di cafe. GImana ini ngasih tutornya itu jangan setengah-setengah. Jangan ditiru ya teman-teman,” ujarnya ngakak.

    Postingan tentang wanita yang memakai hijab instan malah mirip dengan valak ini viral sudah ditonton lebih dari 26,5 juta kali. Warganet ada yang ngakak dan memberikan saran.

    IYAA PLISS aku kira aku doang yang ngerasa kaya valak pas make ,” ujar akun @deiivv.

    1. dimundurin, innernya diceperin sama muka 2. innernya yg di leher masukin ke dalem kerah baju semoga paham ,” saut akun @Melly.

    KA emang bener kaya gitu cara pakainya ,” ucap akun @M.ROJA .

    Itu dimasukin kak dalemnya, trs yang luar diselempangin jdi kayak pasmina,” timpal akun @kemanaa_aja.

    Konfirmasi Wolipop

    Wolipop sudah menghubungi Adissa Mutiara yang mengunggah video di TikTok aksinya mencoba memakai hijab instan namun malah berakhir mirip karakter hantu Valak dalam film The Nun. Wanita yang akrab disapa Dissa ini mengatakan baru membeli hijab tersebut.

    “Jadi di video itu aku baru beli pasmina instan, dan pas dipake di rumah ternyata ga cocok, sudah nyoba lihat tutorial dan akhirnya pergi ke mall buat iseng pake sekali-kali, tapi pas di mall tiba-tiba hijabnya lepas sendiri jadi ke bentuk seperti valak, karena instan dan bahan ny yang licin. Akhirnya pas lagi mau betulin hijabnya iseng buat video itu,” kata Dissa kepada Wolipop.

    Dissa membeli hijab tersebut karena tergoda saat menonton siaran langsung melalui TiKTok. Saat itu dia merasa cara memakai hijab tersebut simpel.

    Namun saat hijab tersebut sudah dibelinya, wanita yang tinggal di Yogyakarta ini bingung ketika mencoba memakainya. Ia mengatakan hijabnya mirip dengan valak.

    “Sempat kaget karena waktu benerin hijabnya malah jadi seperti valak bentukannya, nggak expect pas hijabnya ngelepas malah jadi seperti valak,” terangnya.

    Dissa (23 tahun) menyebutkan kini sudah bisa memakai hijab instan tersebut dan tidak terlihat seperti valak lagi. “Sekarang sudah bisa. Diajarin sama teman-teman kos di Yogyakarta langsung, nggak lihat tutorial di video karena gagal pas nyoba lihat di video,” pungkasnya.

    (gaf/eny)





    Sumber : wolipop.detik.com

  • Wardah Ajak Perempuan Berkarya di Era Digital di Wardah Youth Ambassador

    Jakarta

    Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di eas digital melalui Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024).

    Wardah Youth Ambassador 2024 menghadirkan wanita inspiratif, seperti Putri Tanjung, pengusaha muda sukses yang juga merupakan Brand Ambassador Wardah, Denisse Shaqira, seorang kreator konten, serta Nala, anggota Wardah Youth Ambassador yang mempunyai prestasi gemilang.

    Wardah Youth Ambassador 2024 berhasil mengumpulkan 1.000 anggota baru dari komunitas seluruh Indonesia. Melalui Youth Ambassador, Wardah para wanita diharapkan dalam melakukan pengembangan diri dan kreasi konten yang berdampak positif bagi wanita Indonesia.


    Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di ers digital dalam sebuah acara Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di  Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024).Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di ers digital dalam sebuah acara Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024). Foto: Dok. Wardah Youth Ambassador 2024.

    Selain itu, acara ini juga bisa menjadi platform bagi perempuan muda agar dapat belajar, berjejaring, dan berkolaborasi dalam menciptakan perubahan melalui konten kreatif. Komunitas ini terbuka bagi perempuan berusia 15 hingga 28 tahun yang memiliki semangat untuk berkarya di era digital.

    Wardah Youth Ambassador 2024 juga menyuguhkan sesi talkshow bersama Eni Dwi Astuti, Wardah Activation Lead. Menurutnya visi besar di balik Wardah Youth Ambassador, yaitu memberdayakan perempuan muda secara inklusif melalui teknologi dan kreativitas.

    “Wardah Youth Ambassador adalah sebuah komunitas yang tidak hanya mendorong perempuan untuk berkarya, tetapi juga menginspirasi mereka untuk berbagi kebaikan melalui konten yang mereka ciptakan. Di era digital ini, kami ingin generasi muda memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak positif yang lebih luas,” kata Eni.

    Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di ers digital dalam sebuah acara Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di  Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024).Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di ers digital dalam sebuah acara Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024). Foto: Dok. Wardah Youth Ambassador 2024.

    Sebagai pengusaha muda di industri kreatif, Putri Tanjung memberikan wawasan dan tips praktis bagi para peserta untuk memanfaatkan platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.

    “Platform digital membuka banyak peluang baru bagi anak muda. Bagi saya, kunci sukses di dunia digital adalah keaslian dan konsistensi. Jangan takut untuk bereksperimen dan belajar dari setiap kesalahan. Dunia digital bergerak cepat, dan mereka yang mampu beradaptasi serta terus belajar akan memiliki peluang besar untuk sukses,” jelas Putri Tanjung.

    Putri juga menekankan pentingnya keterampilan dalam pembuatan konten, pemasaran digital, dan story telling sebagai faktor kunci bagi anak muda untuk membangun personal branding atau memulai bisnis di era ini.

    Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di ers digital dalam sebuah acara Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di  Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024).Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di ers digital dalam sebuah acara Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024). Foto: Dok. Wardah Youth Ambassador 2024.

    Kemudian Denisse Shaqira, sebagai kreator konten, menambahkan bahwa menjadi bagian dari komunitas yang mendukung seperti WYA adalah salah satu kunci dalam berkembang di dunia digital yang kompetitif.

    “Wardah Youth Ambassador adalah wadah yang sangat positif, di mana kita bisa terus belajar dan berkembang bersama. Di era digital ini, sangat penting bagi kita untuk saling mendukung dan membangun jaringan yang kuat untuk saling menginspirasi,” kata Denisse.

    Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di ers digital dalam sebuah acara Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di  Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024).Wardah mengajak 1.000 perempuan muda di Indonesia untuk giat berkarya di ers digital dalam sebuah acara Wardah Youth Ambassador 2024 yang bertajuk WYA Creator Connect di Amphitheater Paragon, Paragon 9 Swadarma Raya, Sabtu (21/9/2024). Foto: Dok. Wardah Youth Ambassador 2024.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Nina Nugroho ‘Sulap’ Batik Aceh Jadi Baju Kerja di IN2MF 2024

    Jakarta

    Nina Septiana merupakan salah satu desainer yang konsisten mengangkat kain wastra Nusantara dalam setiap rancangannya. Seperti kali ini ia mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.

    Nina Septiana dikenal dengan rancangan baju kerja yang simpel dan elegan lewat label busana Nina Nugroho sejak tahun 2016. Kini Nina menampilkan koleksi terbarunya di Indonesia International Modest Fashion Festival fashion show (IN2MF) 2024.

    Koleksi Nina yang bertajuk Peuhaba berasal dari bahasan Aceh yang berarti ‘apa kabar’. Nina menjelaskan ‘apa kabar’ di sini mengingatkan kembali tentang kekayaan budaya Aceh, keunikan dan kesantunan dalam berbusana dan berinteraksi. Aceh adalah salah satu daerah istimewa yang mengangkat hukum islam sebagai panduan kehidupannya.


    Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

    Selain itu, Aceh juga senada dengan semangat keberdayaan wanita yang diangkat oleh Nina Nugroho. Menurutnya Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki pahlawan wanita terbanyak. Sebagaimana singkatan dari namanya yaitu Arab, China, Eropa dan Hindia, Aceh juga merupakan cerminan kekayaan budaya, suku bangsa dan berbagai keanekaragaman di Indonesia.

    Dalam fashion show di IN2MF, busana bertema Peuhaba ini dituangkan dalam delapan koleksi dengan menggunakan bahan utamanya yaitu batik Aceh bermotif pinto Aceh. Pinto Aceh merupakan kebanggaan Aceh yang memiliki makna kepribadian yang tidak mudah terbuka dengan masyarakat luar, namun bisa sangat akrab dengan penuh kehangatan apabila sudah saling mengenal. Dari tangan para UKM di Aceh, maka lahir lah berbagai lembaran kain batik dengan inspirasi Pinto Aceh.

    Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

    “Kehadiran batik pinto Aceh merupakan aksi nyata Nina Nugroho dalam mengembangkan sustainable modest fashion, sebagaimana tema IN2MF kali ini,” ungkap Nina Septiana.

    Batik Pinto Aceh yang dibeli langsung dari para pengrajin batik di Aceh merupakan wujud Nina membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pengrajin. Selain untuk fashion show Nina Nugroho juga menggunakannya sebagai bahan dasar untuk produksi series terakhirnya di tahun 2024 yaitu “Aceh Series.”

    Batik Pinto Aceh ini merupakan inovasi tersendiri karena dibuat dengan menggunakan warna dasar gelap, tidak seperti biasanya yang menggunakan warna terang dan menyala. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian agar dapat digunakan oleh para pecinta batik di luar daerah Aceh.

    Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

    Pada fashion show ini, keseluruhannya merupakan koleksi busana kerja. Sebagai ciri khas busana, Nina Nugroho juga mengaplikasikan detail berupa piping, pleats dan double manset (wudhu friendly).

    Koleksi dari batik Pinto Aceh ini menggunakan warna hitam, coklat, marun, dan abu-abu. Selain itu ada warna earth colour ini memiliki makna keberanian, kelembutan, kehangatan, alami dan netral.

    Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 14 Brand Hijab dan Busana Lokal Bersatu di Modest Avenue Supermall Karawaci

    Jakarta

    Sederet brand lokal ini memilih bersatung ketimbang bersaing. 14 brand hijab dan busana muslim yang tergabung di bazar GlamLocal, menjual koleksinya bersamaan di Modest Avenue, Supermall Karawaci, Tangerang.

    Bagi pecinta bazar fashion hijab dan busana muslim, tentu sudah tak asing dengan bazar GlamLocal yang dikenal karena menjual berbagai brand lokal ternama dengan potongan harga menarik. Menjawab permintaan penggemar GlamLocal, kini 14 brand yang biasa memamerkan koleksinya bazar tersebut hadir secara permanen di butik yang bernama Modest Avenue, Supermall Karawaci, Tangerang.

    Eras Praghita selaku co-founder Modest Avenue mengungkapkan ingin memberikan wadah bagi para pemilik brand agar bisa menjual produknya di mall.


    “Kesulitan membuka toko di sebuah mall itu kan berbeda. Di mall harus punya beberapa kriteria dan dari brand pun sulit menembus mall. Contoh kesulitannya syaratnya harus punya dulu salah satu di mall,” kata Eras ketika ditemui Wolipop di pembukaan perdana Modest Avenue di Supermall Karawaci, Tangerang.

    Selain itu, menurut Era, biaya sewa yang cenderung lebih mahal juga menjadi tantangan tersendiri saat suatu brand ingin hadir di mall. Oleh karena itu dia dan rekan-rekannya di Modest Avenue memilih bersatu dengan membuka toko bersama.

    “Di sini karena kita sistemnya sharing cost dan kita bagi rata insya Allah akan menjadi ringan,” lanjutnya.

    Eras mengaku Modest Avenue berawal dari persahabatan dari masing-masing pemilik brand. Dia berharap Modest Avenue bisa menjadi jembatan bagi pemilik modest brand untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi. sambung ibu dari dua orang anak ini.

    Eras menuturkan ada 14 beragam brand hijab dan busana muslim yang bergabung di Modest Avenue. Antara lain Elita Kerudung, Binar Pagi, Dyalodya, Prior, Kienka dan masih banyak lagi.

    Rizky Azhar sebagai founder Modest Avenue ini mengungkapkan alasan memilih Supermall Karawaci sebagai lokasi toko. “Pertama memang kebetulan kita mendapatkan kesempatan dari mallnya dan kita kurasi lagi. Karena targetnya sub-urban, Tangerang, Depok dan Bekasi. Maka dari itu kita buka perdana di Tangerang. Kita sesuaikan profile customer dan trennya seperti apa sekarang. Kita ajakin di luar Jakarta, Ada Bandung dan Yogyakarta,” ucap Kiky.

    Kiky menuturkan kisaran harga yang ada di Modest Avenue mulai dari Rp 200 ribu untuk atasan, celana, outer hingga tas. Harga brand yang ada di Modest Avenue sama dengan penjualan di toko online.

    Salah satu penggagas bazar GlamLocal ini menjelaskan kategori produk bisa untuk memenuhi kebutuhan wanita. Mulai dari casual hingga baju kerja. Ada juga potongan harga 10%.

    Di tengah persaingan yang ketat, Eras mengaku yang membedakan antara Modest Avenue dan butik modest lainnya. “Dibanding butik yang lain kan per brand tapi di sini kita menawarkan banyak brand punya identitasnya masing-masing. Baju pesta ada, polos ada dan yang membedakan kamu bisa mendapatkan semua brand di sini,” jelas Eras.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Mengenal Khadija Omar, Miss Somalia Jadi Finalis HIjab Pertama Miss Universe

    Somalia

    Sosok Khadija Omar mencuri atensi publik di ajang Miss Universe 2024. Pasalnya, Khadija Omar menjadi wanita berhijab pertama yang menjadi kontestan ajang kecantikan dunia tersebut.

    Wanita yang berasal dari kawasan Middle East and North Africa (Mena) itu membuat gebrakan di dunia kontes kecantikan. Akun Instagram resmi Miss Universe @missuniverse mengumumkan Khadija Omar mewakili Somalia.

    Khadija Omar terpilih sebagai Miss Universe Somalia pada 17 September 2024. Dia pun melenggang ke ajang Miss Universe 2024 di Meksiko. Kehadiran Khadija Omar menandakan dirinya sebagai wanita berhijab pertama yang berpartisipasi dalam kompetisi Miss Universe.


    Memulai perjalanannya di kontes kecantikan dunia, Khadjia akan tampil di panggung internasional grand final Miss Universe ke-73 yang digelar pada 16 November 2024 mendatang. Berikut profilnya:

    Khadija Omar Lahir di Pengungsian

    Foto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss UniverseFoto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss Universe. Foto: Dok. Instagram @khadija.omarr

    Khadijah lahir di kamp pengungsi Hagadera, Kenya, yang dikelola oleh Kantor Lapangan UNHCR Alinjugur. Pada usia 10 tahun, dia dan keluarganya bermigrasi ke Kanada untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

    Pengalaman ini mendorongnya untuk menjadi wanita seperti sekarang ini. Sebagai perempuan yang tangguh, ia menjadi bukti bagi gadis-gadis muda Muslim yang gigih melakukan perubahan.

    Khadija mempunyai beragam talenta yang menginspirasi. Dikutip dari Grazia, Khadija menjadi influencer, model kecantikan dan seorang wanita yang bangga dengan keterampilan tata riasnya.

    Alumnus Universitas New York jurusan community building and brand development ini kerap mengunggah berbagai kegiatannya di akun Instagram pribadinya @khadija.omarr. Salah satunya adalah hobinya di bidang fotografi.

    Khadija Omar Wanita Berhijab Pertama di Miss World 2021

    Foto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss UniverseFoto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss Universe Foto: Dok. Instagram @khadija.omarr

    Sebelum meraih gelar sebagai wanita berhijab pertama yang masuk Miss Universe, ia juga menjadi wanita berhijab pertama mengikuti Miss World pada 2021. Meskipun tidak menang, Khdijah tetap bangga sudah menorehkan sejarah.

    “Aku memiliki kesempatan terbaik di panggung Miss World untuk merepresentasikan tidak hanya negaraku tapi juga sebagai wanita berhijab dan gadis sepertiku. Aku sangat bersyukur membuat ini menjadi langkah besar dalam sejarah. Hari ini sejarah telah dibuat. Hari ini kami menunjukkan kepada dunia bahwa wanita berhiab dan semua gadis bisa melakukannya juga. Ini menjadi awal dari permulaan untuk sejarah lainnya,” ungkapnya di Instagramnya.

    Khadijah juga pernah meraih gelar di Miss Universe Kanada sebagai runner-up ke-3. Pada ajang kontes kecantikan tersebut, dia menjadi kontestan termuda, usia 23 tahun dan mendapatkan gelar Miss Photogenic.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • 56 Brand Hijab dan Modest Banting Harga 80% di West Mall Grand Indonesia

    Jakarta

    Bazar GlamLocal yang sudah ditunggu-tunggu kini hadir kembali di West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Bazar GlamLocal digelar mulai hari ini, Rabu, 27 November hingga 8 Desember 2024.

    Pada fase pertama bazar GlamLocal, ada 56 brand hijab dan busana muslim ready-to-wear yang ikut. Antara lain Heaven Lights, Theblank, Jenna & Kaia, Haidee & Orlin, Gamaleea, Retail Theraphy, Callanda Hijab, BWBYAZ, dan masih banyak lagi.

    Bukan GlamLocal namanya jika tak memberikan potongan harga dan promo menarik selama bazar. Salah satunya Ethnicmine yang menawarkan diskon 50%, Jenna & Kaia bikin heboh dengan mengadakan diskon 60%, Fimelo juga menawarkan diskon hingga 50%.


    Bazar hijab dan busana muslim GlamLocal.Foto Kiky Azhar, pengagas bazar GlamLocal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Tak hanya potongan harga, ada juga paket bundling seperti yang diberikan oleh Haidee & Orlin. Dengan harga Rp 250 Ribu kamu bisa mendapatkan dua potong baju. Brand Beshe Kidswear memberikan penawaran buy 1 get 1, dan Retail Theraphy diskon hingga 80%.

    Bazar GlamLocal menyediakan beragam kebutuhan wanita, antara lain hijab, blouse, tunik, dress, abaya, rok, celana, vest hingga aksesori. Tersedia juga aneka koleksi anak-anak yang bisa menjadi pilihan.

    Rizky Azhar sebagai salah satu penggagas GlamLocal mengatakan ada yang berbeda dengan bazar kali ini. Setiap pembelanjaan Rp 1 Jura akan mendapatkan kesempatan bermain games dengan hadiah voucher belanja.

    “Karena dibagi jadi dua fase lebih panjang waktunya total 10 hari. Setiap fase ada 56 brand dan itu brandnya beda-beda. Pertama kita kepengen acaranya bisa lebih banyak yang ikut bergantian,” ujar Rizky Azhar saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2024).

    Bazar hijab dan busana muslim GlamLocal.Pengunjung yang antre hendak masuk ke area bazar hijab dan busana muslim GlamLocal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Kiky panggilan akrabnya mengungkapkan ada 87 brand yang dibagi menjadi dua fase. Ada juga brand yang baru pertama kali ikut, antara lain Heaven Lights, Retail Theraphy dan masih banyak lagi.

    “Banyak kegiatan games dan juga kalau belanja Rp 1 Juta dapat jumbo totebag dan hadiah tambahan. Ada tote bag, payung, tumblr, dan voucher belanja hingga Rp 500 Ribu,” jelasnya.

    Menurut Kiky, pada hari pertama bazar GlamLocal, antusias yang sangat besar ditunjukkan pengunjung dan pelanggan setia mereka. Apalagi bazar hari pertama ini bertepatan dengan Pilkada serentak di seluruh Indonesia sehingga ada beragam promo khusus.

    “Banyak banget promo dari brand khusus untuk yang nyoblos hari ini. Hari pertama ramai banget dan antrenya sudah mengular dari pagi,” kata Kiky.

    Khusus pengguna aplikasi Wondr by BNI setiap pembelanjaan Rp 500 Ribu akan mendapatkan totebag berukuran jumbo dan satu kali main games. Kiky menyebutkan GlamLocal kali ini mengusung tema “Seminggu? Mana Cukup!”.

    “Harapannya event berjalan lancar dan ramai sampai hari terakhir jangan lupa datang di dua fase. Yang sudah datang di minggu pertama jangan lupa datang di minggu kedua,” pungkas Kiky.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Tren Hijab dan Busana Muslim 2025, Ria Miranda Kembali Klasik dan Minimalis

    Jakarta

    Mendekati pergantian tahun, para hijabers tentu penasaran dengan tren hijab dan busana muslim yang akan berkembang di tahun 2025. Seperti apa tren hijab dan busana muslim 2025 mendatang?

    Menurut desainer modest fashion dan hijab, Ria Miranda, gaya di tahun 2025 kembali ke nuansa klasik dengan sentuhan yang sederhana. Desain yang minimalis semakin jadi pilihan.

    “Kembali ke basic, balik lagi ke klasik style. Prints mulai berkurang untuk detail print yang lebih ringan, motifnya nggak terlalu heavy, instan hijab akan lebih diminati karena sudah banyak yang memakai ya sekarang,” ungkap Ria Miranda ketika ditemui Wolipop baru-baru ini.


    Berikut ini penjelasan dari desainer Ria Miranda tentang tren hijab dan busana muslim tahun 2025:

    1. Hijab segi empat bahan voal

    Koleksi RiaMiranda berkolaborasi dengan Byo.Koleksi hijab segi empat bahan voal masih menjadi tren di tahun 2025. Foto: Dok. Instagram @inforiamiranda.

    Desainer lulusan sekolah mode Esmod Jakarta ini menjelaskan hijab bahan voal segi empat masih menjadi primadona di tahun 2025. Ia juga mengungkapkan masih mengulik kain-kain baru untuk bahan hijab.

    “Bahan hijab seperti voal (masih tren), kita juga mencoba explore bahan-bahan yang tipis tapi tidak menerawang. Tim sedang mencoba develope kain-kain baru terus, kita kan maunya yang tipis dan instan. Explore sesuatu yang lebih compact,” jelasnya.

    Ria Miranda juga menuturkan busana muslim yang menggunakan bahan nyaman menjadi incaran pada 2025. “(Bahan) lebih simpel sih sekarang. kita lebih sering explore bahan cotton viscose yang lebih nyaman,” pungkasnya.

    2. Hijab dengan beragam pilihan warna

    Warna hijab yang semakin beragam akan menjadi tren di tahun 2025.Warna hijab yang semakin beragam akan menjadi tren di tahun 2025. Foto: Dok. Instagram @inforiamiranda.

    Ria Miranda identik dengan sentuhan budaya Minang dalam setiap rancangannya dan warna pastel yang feminin elegan. Wanita yang bernama lengkap Indria Miranda ini mengucapkan warna hijab tahun 2025 akan lebih bervariasi.

    “Warna kan banyak shadenya. Justru orang itu akan lebih senang banyak pilihan,” ucap Ria Miranda.

    3. Busana muslim desain minimalis

    Koleksi Ria Miranda Annual Show 2025Koleksi Ria Miranda Annual Show 2025 Foto: Mohammad Abduh/detikcom

    Salah satu gaya busana yang kembali meroket pada 2025 menurut Ria Miranda adalah gaya minimalis. Dalam menerapkan gala minimalis, Ria mencoba bernostalgia.

    “Aku mencoba explore hoodie blouse bikin lagi karena itu kan kembali ke nostalgia. Orang itu sekarang kepengen terkesan lebih young dan simpel justru. Makanya detail koleksi saat ini prints yang mulai berkurang, monogram yang menjadi prints,” katanya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Nina Nugroho Gandeng Desainer Tuna Rungu Hasilkan Koleksi Nuansa Rempah

    Jakarta

    Desainer Nina Septiana yang dikenal dengan rancangan baju kerja formal lewat label busana Nina Nugroho, mengeluarkan koleksi terbaru bertajuk Rempah Series. Pada koleksi kali ini Nina berkolaborasi dengan seorang tuna rungu berbakat Salwa Tanara.

    Nina Nugroho konsisten mengangkat kain wastra Nusantara dalam setiap rancangannya. Kali ini Nina Nugroho bersama Salwa Tanara menghadirkan koleksi tentang rempah Indonesia.

    “Tema Rempah Series menjadi inspirasi untuk mendorong agar generasi muda Indonesia memiliki kecintaan terhadap rempah Nusantara, bukan saja sebagai komoditi namun juga sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ungkap Nina.


    Desainer Nina Nugroho baru saja merilis koleksi terbaru, ia berkolaborasi dengan Salwa Tanara. Koleksi tersebut bertajuk Rempah Series yang mengangkat kebudayaan khas Indonesia. Sekaligus untuk mendorong agar generasi muda Indonesia memiliki kecintaan terhadap rempah Nusantara.Desainer Nina Nugroho baru saja merilis koleksi terbaru, ia berkolaborasi dengan Salwa Tanara. Koleksi tersebut bertajuk Rempah Series yang mengangkat kebudayaan khas Indonesia. Sekaligus untuk mendorong agar generasi muda Indonesia memiliki kecintaan terhadap rempah Nusantara. Foto: Dok. @ninanugroho.

    Motif dalam koleksi Rempah Series digambar dan didesain sepenuhnya oleh Salwa Tanara. Desainnya memadukan elemen tradisional rempah-rempah Nusantara dalam bentuk batik tulis dan printing dengan gaya yang modern.

    “Melalui kolaborasi ini, Nina Nugroho menunjukkan dukungannya untuk Salwa Tanara dalam mencapai cita-citanya menjadi seorang fashion designer yang sukses dan berdaya, sekaligus memperlihatkan dampak positif kolaborasi ini terhadap komunitas disabilitas, yang menginspirasi banyak pihak untuk lebih inklusif dan mendukung potensi mereka,” jelas Nina.

    Desainer Nina Nugroho baru saja merilis koleksi terbaru, ia berkolaborasi dengan Salwa Tanara. Koleksi tersebut bertajuk Rempah Series yang mengangkat kebudayaan khas Indonesia. Sekaligus untuk mendorong agar generasi muda Indonesia memiliki kecintaan terhadap rempah Nusantara.Desainer Nina Nugroho baru saja merilis koleksi terbaru, ia berkolaborasi dengan Salwa Tanara. Koleksi tersebut bertajuk Rempah Series yang mengangkat kebudayaan khas Indonesia. Sekaligus untuk mendorong agar generasi muda Indonesia memiliki kecintaan terhadap rempah Nusantara. Foto: Dok. @ninanugroho.

    Melalui koleksi terbarunya Nina ingin memberikan dorongan semangat untuk semua wanita agar tetap berkarya. “Rempah Series bukan hanya koleksi busana, tetapi juga sebuah perayaan akan potensi luar biasa perempuan Indonesia, yang dengan segala keterbatasannya mampu berkarya dan menginspirasi banyak orang,” ujar Nina Septiana, Founder dan Desainer Nina Nugroho.

    Koleksi Rempah Series terdiri dari lima belas busana yang terbagi dalam beberapa kategori, yaitu, comfort, confidence dan couture. Nina mengungkapkan koleksi kolaborasi ini menggunakan bahan premium seperti cotton bridal premium, poly cotton, twill, dan poly silk premium, dengan desain yang ramah wudhu (wudhu friendly) dan akses mudah bagi ibu menyusui (busui friendly).

    Desainer Nina Nugroho baru saja merilis koleksi terbaru, ia berkolaborasi dengan Salwa Tanara. Koleksi tersebut bertajuk Rempah Series yang mengangkat kebudayaan khas Indonesia. Sekaligus untuk mendorong agar generasi muda Indonesia memiliki kecintaan terhadap rempah Nusantara.Desainer Nina Nugroho baru saja merilis koleksi terbaru, ia berkolaborasi dengan Salwa Tanara. Koleksi tersebut bertajuk Rempah Series yang mengangkat kebudayaan khas Indonesia. Sekaligus untuk mendorong agar generasi muda Indonesia memiliki kecintaan terhadap rempah Nusantara. Foto: Dok. @ninanugroho.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kisah Pegawai BUMN Rintis Brand Hijab dan Modest Harga Terjangkau

    Jakarta

    Brand busana modest Tanah Air semakin berkembang dengan beragam koleksi yang diminati wanita. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Anindyascarf. Dikenal melalui koleksinya yang feminin dalam warna pastel, siapa sangka Anindyascarf didirikan oleh seorang wanita yang sehari-harinya bekerja sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    Ialah Depiwahyuni Yanti yang mendirikan brand hijab Anindyascarf dengan memproduksi hijab segi empat motif dengan bahan voal. Wanita yang akrab disapa Depi ini menceritakan awal mula merintis usahanya tersebut.

    “Saya seorang karyawan BUMN mulai rintis usaha ini dari tahun 2019 produksi hijab, kebetulan sebelum COVID-19 dan setahun berjalan kita produksi baju. Sesuai dengan temanya langkah lebih besar dan coba belajar lagi untuk bisa meningkatkan dulu desainnya dan koleksinya,” kata Depi saat ditemui usai trunk show Dare to Dream di Veranda Hotel, Jakarta Selatan baru-baru ini.


    Koleksi Hari Raya dari brand Anindyascarf di Veranda Hotel (4/1/2025).Koleksi Hari Raya dari brand Anindyascarf di Veranda Hotel (4/1/2025). Foto Fairuz Arafiq sebagai muse dan Depiwahyuni (kanan). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Depi mengatakan ingin memperluas pangsa pasar brandnya yang berasal dari Jambi ke Ibu Kota. Ia mengaku terus meningkatkan kualitas bahan dan desain.

    “Sudah lima tahun kita coba dare to dream tidak hanya di daerah, coba bersaing untuk bisa belajar berkembang di Ibu Kota. Dari awal launching dan buka brand seiring bertambahnya waktu semakin berkembang. Dari segi bahan, desain dan produksi. Kita ini lebih ke fashion muslimah,” ucapnya.

    Depi mengucapkan saat ini masih aktif bekerja sebagai pegawai bagian funding officer di Jambi. Ia membagi waktu antara bekerja dan juga mengurus bisnisnya di bidang modest fashion.

    “22 tahun masih betah menjadi karyawan BUMN. Harus fokus dulu kalau usaha Sabtu Minggu. Saat ini ada sekitar 14 karyawan dan lebih banyak online. Awalnya buka di Sungai Penuh itu jauhnya 10 jam dari kota Jambi,” tutur Depi.

    Koleksi Hari Raya

    Koleksi Hari Raya dari brand Anindyascarf di Veranda Hotel (4/1/2025).Koleksi Hari Raya dari brand Anindyascarf di Veranda Hotel (4/1/2025). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Lima tahun berkarya, Anindyascarf menggelar trunk show dan intimate gathering di Veranda Hotel, Jakarta Selatan. Depi memperkenalkan koleksi Hari Raya bertajuk Dare to Dream yang artinya mengejar impian. Depi mengungkapkan perbedaan koleksi Hari Raya tahun ini dengan tahun lalu.

    “Tahun lalu bikin sarimbit. Tahun ini tidak bikin sarimbit, tahun ini padu padankan saja untuk anak, ibu dan bapak. Kita bikin beda dan dipilih sesuai dengan warnanya saja,” jelasnya.

    Selain itu, ia juga mencoba bermain dengan aksen payet pada koleksi Hari Raya agar menambah kesan glamour. Dia juga menghadirkan lebih banyak koleksi untuk baju Lebaran 2025.

    “Kalau tahun lalu kita bikinnya basic banget. Kalau Raya Seriesnya tidak banyak. Kita khasnya potongannya longgar. Tahun ini lebih banyak lagi series dan bermain payet. Tidak ada tema khusus, lebih kepada perjuangan yaitu mengejar impian,” lanjut Depi.

    Koleksi Dare to Dream terdiri dari 17 desain yang masing-masing terdiri dari blouse dan tunik. Koleksi Dare to Dream hadir dalam 50 koleksi.

    “Untuk dress lebih ke printing motif bunga. Polosan padukan dengan payet. Tahun ini warnanya pastel pink, peach dan biru cuttingannya dress dan blouse yang agak longgar,” lanjutnya lagi.

    Koleksi Hari Raya dari brand Anindyascarf di Veranda Hotel (4/1/2025).Koleksi Hari Raya dari brand Anindyascarf di Veranda Hotel (4/1/2025). Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Perkembangan brand hijab dan busana muslim semakin pesat, tentu persaingan akan semakin ketat. Depi mengungkapkan target untuk terus eksis di tengah persaingan bisnis.

    “Membuka usaha ini sambil iseng hingga akhirnya bisa fokus dan sambil bekerja juga. Kita ikuti perkembangan trennya seperti apa. Apalagi saya backgroundnya bukan dari desainer. Desain kita lebih ke daily dan ada detail tidak terlalu rame dan beli satu bisa dipakai untuk banyak acara. Harganya juga affordable. Alhamdulillah tidak pernah merasa bersaing, mungkin yang lain laris dan kita perbaiki saja rezeki kan menggali,” ujarnya.

    Depi mengaku sengaja membuat koleksi dengan harga yang terjangkau untuk bisa dipakai semua kalangan. Harga koleksi Dare to Dream mulai dari Rp 250 Ribu.

    “Kita menyasar ibu muda usia 21-50 tahun. Karena di bawah itu mahasiswa kan lebih kasual. Harapannya kepengen berlanjut karena kalau mengembangkan usaha harus berlanjut,” pungkasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com