Harga token Portal (PORTAL) mengalami lonjakan signifikan dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan sebesar 21,29 persen. Berdasarkan data terbaru, harga PORTAL mencapai Rp1.174,00 atau setara dengan US$0,0712.
Kenaikan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang tinggi. Volume perdagangan PORTAL tercatat sebesar 257,86 juta token, sementara volume perdagangan dalam USDT mencapai US$17,17 juta. Harga tertinggi dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar US$0,0735, sedangkan harga terendah menyentuh US$0,0571.
Apa Itu PORTAL?
Portal merupakan token yang berfokus pada sektor permainan berbasis Web3. Saat ini, kapitalisasi pasar token tersebut mencapai US$37,15 juta, dengan suplai yang beredar sebanyak 521,99 juta token.
Dari sisi prediksi, harga PORTAL diperkirakan akan berada di kisaran US$0,07094 pada hari ini. Sementara untuk besok, 18 Mei 2025, proyeksi harga berada di US$0,070949. Dengan asumsi pertumbuhan tahunan sebesar 5 persen, harga PORTAL diperkirakan akan mencapai US$0,071008 pada 24 Mei 2025 dan US$0,071231 dalam 30 hari ke depan.
Pergerakan harga Portal (PORTAL/USDT) pada Sabtu, 17 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dalam sepekan terakhir, PORTAL mencatatkan perubahan harga sebesar 0,07 persen dengan rentang harga antara US$0,05363 hingga US$0,07026. Sementara dalam 30 hari terakhir, token ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,04 persen.
Fitur PORTAL
Portal juga menyediakan fitur modul prediksi harga yang memungkinkan pengguna menghitung potensi nilai di masa depan berdasarkan input pertumbuhan yang disesuaikan. Modul ini dilengkapi dengan berbagai indikator teknikal seperti Exponential Moving Average (EMA), Bollinger Bands, Relative Strength Index (RSI), dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) untuk mendukung analisis yang lebih akurat.
Kenaikan harga yang terjadi hari ini menandai momentum positif bagi PORTAL, di tengah minat investor yang terus tumbuh terhadap proyek kripto berbasis gaming dan Web3.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam lanskap dompet kripto yang terus berkembang, Binance Wallet berhasil menggeser dominasi MetaMask sebagai dompet Web3 terpopuler.
Menurut analisis dari investor ventura terkemuka yang dikutip oleh U.Today pada Kamis (15/5), terdapat tiga faktor utama yang mendorong pergeseran ini: integrasi KYC, pemanfaatan infrastruktur Trust Wallet, dan penawaran imbal hasil bawaan.
1. Integrasi KYC: Menjembatani Web2 dan Web3
Salah satu keunggulan Binance Wallet adalah adanya integrasi proses Know Your Customer (KYC).
Meskipun KYC bertentangan dengan prinsip desentralisasi, banyak pengguna baru merasa lebih nyaman dengan adanya verifikasi identitas.
Langkah ini memungkinkan Binance Wallet menjembatani dunia Web2 yang terpusat dengan Web3 yang desentralisasi, menarik lebih banyak pengguna dari kalangan non-teknis.
Binance Wallet memanfaatkan infrastruktur Trust Wallet, dompet kripto yang telah diakuisisi oleh Binance.
Dengan memanfaatkan teknologi dan likuiditas dari Trust Wallet, Binance Wallet dapat menawarkan pengalaman pengguna yang lebih lancar dan efisien.
Hal ini memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dompet lain yang harus membangun ekosistemnya dari awal.
3. Penawaran Imbal Hasil Bawaan
Binance Wallet menawarkan fitur imbal hasil bawaan, memungkinkan pengguna mendapatkan keuntungan langsung dari aset kripto mereka tanpa perlu mengakses platform pihak ketiga.
Fitur ini menarik bagi pengguna yang mencari cara sederhana untuk mengoptimalkan aset mereka, memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dompet lain yang tidak menawarkan layanan serupa.
Dampak dan Prospek Ke Depan
Keberhasilan Binance Wallet dalam menggeser MetaMask menunjukkan perubahan preferensi pengguna menuju solusi yang lebih terintegrasi dan user-friendly.
Dengan menggabungkan keamanan, kemudahan penggunaan, dan fitur tambahan seperti imbal hasil, Binance Wallet menetapkan standar baru dalam industri dompet kripto.
Namun, pendekatan ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara desentralisasi dan kenyamanan.
Integrasi KYC dan pemanfaatan infrastruktur terpusat dapat dianggap mengurangi prinsip desentralisasi yang menjadi dasar teknologi blockchain.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk mempertimbangkan kebutuhan dan nilai-nilai pribadi mereka saat memilih dompet kripto.
Dengan terus berkembangnya ekosistem kripto, persaingan antara dompet seperti Binance Wallet dan MetaMask akan mendorong inovasi lebih lanjut, memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna di seluruh dunia.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Dalam lonjakan harga yang mengejutkan, LAUNCHCOIN, token yang terhubung dengan platform SocialFi Web3 bernama Believe, mengalami kenaikan hingga 500% dalam satu hari pada 13 Mei 2025.
Kenaikan ini menandai pencapaian tertinggi sepanjang masa di $0,093, dengan kapitalisasi pasar melampaui $81 juta .
Apa Itu LAUNCHCOIN dan Believe?
LAUNCHCOIN adalah token asli dari ekosistem Believe, sebuah platform SocialFi yang menggabungkan jejaring sosial dengan keuangan terdesentralisasi.
Sebelumnya dikenal sebagai PASTERNAK, nama token ini diambil dari pendiri Believe, Ben Pasternak.
Rebranding ini mencerminkan evolusi platform dalam menyediakan ruang bagi pengguna untuk berinteraksi, berbagi konten, dan mendapatkan imbalan melalui tokenisasi aktivitas sosial.
Menurut laporan Cryptonews pada Rabu (14/5/2025), beberapa faktor utama yang berkontribusi pada lonjakan harga LAUNCHCOIN meliputi:
Volume Perdagangan yang Meningkat: Data dari CoinGecko menunjukkan bahwa volume perdagangan harian melonjak lebih dari 500% dibandingkan hari sebelumnya, mencerminkan minat pasar yang meningkat secara signifikan.
Ekspektasi Komunitas: Komunitas kripto secara luas mengantisipasi bahwa LAUNCHCOIN akan menjadi token resmi dari platform Believe, meskipun belum ada pengumuman resmi.
Ekspansi Ekosistem: Pertumbuhan ekosistem Believe dan integrasi fitur-fitur baru telah menarik perhatian investor dan pengguna baru, mendorong permintaan terhadap LAUNCHCOIN.
Performa Pasar dan Statistik Terkini
Per 14 Mei 2025, harga LAUNCHCOIN berada di kisaran $0,2191, mencerminkan kenaikan 164,9% dalam 24 jam terakhir.
Dalam tujuh hari terakhir, token ini telah mengalami lonjakan sebesar 7.493,3%, menjadikannya salah satu aset kripto dengan performa terbaik minggu ini.
Kapitalisasi pasar LAUNCHCOIN mencapai $219 juta, dengan pasokan beredar sebanyak 1 miliar token.
Token ini diperdagangkan di berbagai bursa terkemuka, termasuk Raydium, LBank, dan WEEX, dengan pasangan perdagangan utama LAUNCHCOIN/SOL mencatat volume perdagangan sebesar $70 juta dalam 24 jam terakhir.
Potensi dan Risiko
Kenaikan harga yang tajam menunjukkan potensi pertumbuhan LAUNCHCOIN, terutama jika platform Believe terus berkembang dan menarik lebih banyak pengguna.
Namun, investor harus menyadari bahwa volatilitas tinggi juga membawa risiko. Fluktuasi harga yang cepat dapat menyebabkan kerugian signifikan dalam waktu singkat.
Pada dasarnya, LAUNCHCOIN telah menunjukkan performa luar biasa dalam waktu singkat, didorong oleh pertumbuhan ekosistem Believe dan minat komunitas yang tinggi.
Sementara prospek jangka panjangnya menjanjikan, investor disarankan untuk melakukan riset menyeluruh dan mempertimbangkan risiko sebelum berinvestasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto dan Binance Academy, bersama Coinvestasi, sukses menggelar rangkaian perdana Web3 University Tour 2025 yang berlangsung pada 29 April 2025 di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Edukasi ini berhasil menarik hampir 700 pendaftar, mencerminkan antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa terhadap industri Web3. Program ini bertujuan memperluas pemahaman generasi muda terhadap ekosistem Web3 sekaligus membuka akses terhadap peluang karir dan inovasi teknologi masa depan.
Web3 University Tour menyajikan berbagai topik menarik dan interaktif, diantaranya; peluang karir di industri web3. Tidak hanya itu, hadir juga Bonifacio sebagaiProject Lead TKO Token, yang mengulas posisi strategis Indonesia dalam peta perkembangan Web3 di Asia Tenggara serta potensi lokal yang dapat dikembangkan.
Industri Web3 yang Berkembang
Web3 University Tour 2025 pada 29 April 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sumber: Tokocrypto.
Adapun, sesi terakhir dimeriahkan workshop interaktif bertajuk Crypto Class yang dibawakan oleh Yanzero, Founder Belajar DeFi, Web3 Dev Jogja, dan Core Dev Factor Fi. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar blockchain dan kripto secara mudah dan aplikatif.
“Industri Web3 yang terus berkembang saat ini masih berada di fase awal, khususnya di Indonesia. Melalui rangkaian Web3 University Tour ini, kami berharap dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru kepada mahasiswa bahwa potensi Web3 sangat besar, baik dari sisi pengembangan karier, proses pembelajaran, maupun dalam menciptakan proyek berbasis Web3 yang mampu mendorong inovasi lokal,” tutur Stephen McAllister, Binance Academy Team Lead.
Untuk menguji pemahaman peserta, acara ditutup dengan sesi Cumlaude Web3, sebuah kuis interaktif yang menghadiahkan merch eksklusif dan sertifikat kepada tiga peserta terbaik. Salah satu peserta nantinya akan dipilih dan dinobatkan sebagai Student Ambassador Binance Academy dan akan mendapatkan akses mentoring, dukungan proyek regional, serta kesempatan eksklusif di jaringan global Binance Academy.
Komitmen Edukasi Web3 dan Kripto
Web3 University Tour 2025 pada 29 April 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sumber: Tokocrypto.
Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa, rangkaian edukasi masih berlanjut keesokan harinya melalui event OBRAS “Obrolan Komunitas” yang juga mendapatkan antusias tinggi dari komunitas dan masyarakat umum di kota Yogyakarta.
OBRAS adalah inisiasi Tokocrypto yang rutin diselenggarakan setiap bulannya, berkolaborasi dengan komunitas lokal dan projek web3 untuk memberikan wawasan dan perkembangan industri.
“Tahun 2024, Tokocrypto berhasil menyelenggarakan lebih dari 135 event edukasi di lebih dari 20 kota dan 20 kampus, melibatkan lebih dari 200.000 peserta sebagai aksi nyata dalam upaya memajukan pendidikan web3, blockchain, dan kripto di Indonesia,” tutur Wan Iqbal, CMO Tokocrypto.
“Dan di tahun ini, kami akan menjangkau lebih luas dan banyak lagi mahasiswa, komunitas dan masyarakat umum dengan harapan meningkatnya pemahaman dari sisi pengembangan karir, proses pembelajaran, maupun dalam menciptakan proyek berbasis Web3 yang mampu mendorong inovasi lokal,” tambahnya.
Web3 University Tour 2025 akan berlanjut ke berbagai kota lainnya di Indonesia, dengan fokus untuk membantu generasi muda memahami Web3 dan potensinya, diikuti rangkaian OBRAS, Obrolan Komunitas. Dapatkan informasi jadwal dan tempat, hanya di kanal social media Coinvestasi dan Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Setelah pengguna memasuki dunia Web3 melalui Solana, banyak dari mereka beralih ke Ethereum untuk mengeksplorasi aplikasi dan layanan yang lebih kompleks.
Ethereum menawarkan ekosistem yang matang dengan berbagai aplikasi terdesentralisasi (dApps), protokol DeFi, dan proyek NFT.
Dengan demikian, Ethereum berperan sebagai destinasi lanjutan bagi pengguna yang ingin memperdalam keterlibatan mereka dalam ekosistem Web3.
Sinergi yang Menguntungkan Ekosistem Web3
Hubungan antara Solana dan Ethereum menunjukkan bahwa pertumbuhan salah satu platform dapat memberikan manfaat bagi yang lain.
Solana membantu memperluas basis pengguna Web3, sementara Ethereum menyediakan infrastruktur dan aplikasi yang mendalam untuk mempertahankan dan mengembangkan keterlibatan pengguna tersebut.
Sinergi ini memperkuat ekosistem Web3 secara keseluruhan, mendorong inovasi, dan meningkatkan adopsi teknologi blockchain.
Solana dan Ethereum, dengan kekuatan dan fokus unik mereka, berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekosistem Web3.
Alih-alih bersaing, keduanya menunjukkan bahwa kolaborasi dan sinergi dapat menghasilkan dampak positif yang lebih besar, mempercepat adopsi teknologi blockchain, dan membuka peluang baru bagi pengguna di seluruh dunia.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Industri game global tengah menyaksikan transformasi signifikan dengan pengenalan Game Dollar, sebuah stablecoin yang dirancang khusus untuk ekosistem gaming.
Diumumkan pada acara Sui Basecamp di Dubai pada 2 Mei 2025, Game Dollar merupakan hasil kolaborasi antara Playtron, M0 Foundation, dan platform pembayaran Bridge, yang akan diluncurkan secara eksklusif di jaringan blockchain Sui.
Apa Itu Game Dollar?
Game Dollar adalah stablecoin yang dapat diprogram, dirancang untuk mendukung transaksi dalam ekosistem game, termasuk pembelian dalam game, langganan, dan sistem hadiah.
Dengan dukungan dari platform stablecoin M0 dan API pembayaran dari Bridge, Game Dollar bertujuan menjadi lapisan keuangan netral yang memungkinkan pengalaman pembayaran dan hadiah yang konsisten di berbagai platform game.
Peluncuran Game Dollar akan dilakukan secara eksklusif di jaringan blockchain Sui, yang dikenal dengan kemampuan eksekusi transaksi paralel dan dukungan untuk smart contract melalui bahasa pemrograman Sui Move.
Stablecoin ini juga akan menjadi komponen utama dalam GameOS, sistem operasi gaming yang dikembangkan oleh Playtron untuk menyatukan berbagai platform dan ekosistem game.
Game Dollar akan tersedia di konsol gaming genggam SuiPlay0X1, yang dijadwalkan mulai dikirimkan kepada pelanggan pada September 2025.
Konsol ini dirancang untuk mendukung game PC dan AAA terbaru, serta mengintegrasikan teknologi Web3 untuk pengalaman gaming yang lebih imersif.
Dukungan dari Industri
Peluncuran Game Dollar mendapat dukungan dari berbagai pihak di industri, termasuk investasi strategis dari perusahaan game Jepang, Square Enix, yang melihat potensi besar dalam integrasi teknologi blockchain dengan ekosistem gaming.
Dengan pertumbuhan ekonomi virtual dan kebutuhan akan sistem pembayaran yang efisien, Game Dollar menawarkan solusi yang dapat mengurangi gesekan dalam transaksi dan membuka model ekonomi baru dalam industri game.
Stablecoin ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung keuangan untuk transaksi dalam game, program loyalitas, dan perdagangan antar pemain.
Maka dari itu, peluncuran Game Dollar menandai langkah maju dalam integrasi teknologi blockchain dengan industri game.
Dengan dukungan dari jaringan Sui, platform stablecoin M0, dan sistem operasi GameOS, Game Dollar berpotensi merevolusi cara pemain berinteraksi dan bertransaksi dalam ekosistem game digital.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Kelezatan Gameplay “Party Royale” dengan Sentuhan Blockchain
Game ini mengambil genre yang familiar, mirip Fall Guys atau Stumble Guys, namun dikemas dengan karakter Pudgy Penguins yang menggemaskan dan kemampuan unik tiap penguin.
Gameplay ringan dan unpredictable membuatnya bisa dinikmati semua kalangan, bahkan oleh mereka yang “tidak kripto.”
Desainnya optimis dan inklusif—cepat dipelajari, mudah dimainkan, dan penuh kejutan.
Web3 Tanpa Ribet
Fitur Web3 tidak sengaja disembunyikan, melainkan “tenggelam” secara halus agar pemain tidak perlu terbebani.
Mythical menyematkan dompet digital (built-in wallet) secara otomatis, sehingga pengguna tak perlu tahu seluk-beluk kripto untuk mulai bermain.
Item kosmetik tersedia dalam dua format: NAT (non-tradable) dan LE (limited-edition, bisa diperdagangkan).
Pemain menggunakan Talismans untuk mengubah NAT menjadi LE—dan semua perdagangan berlangsung di pasar internal Mythical.
Era Meme & Musim Lorong Kompetitif
Episode pembuka—Dopameme Rush—diisi dengan kostum bertema viral internet seperti “Tung Tung Sahur,” “Ballerina Cappucina,” dan “John Pork.”
Setiap musim baru hadirkan tema berbeda, leaderboard global, hingga turnamen real-time dengan hadiah. Kesenangan dan estetika kekinian menjadi identitas unik game ini.
Pergerakan harga Pudgy Penguins (PENGU/USDT) pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Misi Mainstream: Dari Plush ke Ponsel
Perlahan tapi Pasti, Pudgy Penguins yang lahir sebagai koleksi NFT kini telah berkembang menjadi brand hiburan digital.
Mereka sudah sukses membawa produk fisik (seperti boneka di Walmart & Target), dan kini merambah ke game mobile dengan pendekatan mainstream.
CEO Luca Netz menyatakan bahwa game ini adalah cara “membawa karakter viral ke dunia nyata secara multiplayer yang menyenangkan”, dan tambahan Web3 di dalamnya hanya bonus nilai tambah.
Peluang Besar untuk Ekosistem PENGU
Analis menyebut bahwa game ini bisa meningkatkan permintaan terhadap token PENGU, karena game Web3 seperti ini mulai memicu interaksi pengguna baru, terutama yang tidak paham kripto sebelumnya.
Industri game kripto sering kali mendapatkan reputasi lesu; namun Pudgy Party membawa faktor diferensiasi: humor, karakter viral, dan estetika yang “nyatu” dengan budaya digital saat ini.
Peluncuran Pudgy Party menandai lompatan besar bagi merek Web3 ke ranah gaming mainstream: kecerdasan gameplay, kehangatan karakter, dan nuansa meme internet berpadu dengan teknologi blockchain secara mulus dan penuh gaya.
Ini bukan hanya game, melainkan kesempatan evolusi brand yang mengubah NFT jadi pengalaman sosial yang menyenangkan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Google Cloud memperkenalkan Google Cloud Universal Ledger (GCUL), sebuah infrastruktur blockchainLayer-1 yang dirancang khusus sebagai solusi netral dan terintegrasi bagi lembaga keuangan global.
Menurut laporan Cryptonews pada Rabu (27/8), GCUL saat ini berada di fase private testnet, sebagai hasil kerja sama awal dengan CME Group, yang telah menguji tokenisasi dan settlement berbasis blockchain secara wholesale.
Rich Widmann, kepala strategi Web3 di Google, menjelaskan bahwa platform ini memfokuskan pada interoperabilitas, berbeda dengan upaya Stripe dan Circle yang lebih terikat dalam ekosistem tertentu.
GCUL bersifat netral, memungkinkan lembaga mana pun untuk membangun tanpa terikat merek atau sistem korporat lain.
Teknologi ini mendukung smart contract berbasis Python, memudahkan penggunaan bagi developer dan institusi yang familiar dengan bahasa pemrograman populer dalam data science dan AI.
Dalam dunia yang didominasi sistem lama seperti ACH dan RTGS, GCUL membidik pasar pembayaran digital global senilai $3 triliun, dengan potensi efisiensi biaya sebesar 25%, penyelesaian 24/7, serta infrastruktur yang skalabel dan patuh regulasi.
Sistem ini difokuskan pada pembayaran lintas batas, aset berbentuk token, serta settlement keuangan tanpa menggeser uang tradisional, melainkan memperbaharui fondasi transaksi global.
Ilustrasi blockhain di web3.
Komparasi dengan Stripe dan Circle
Penyedia
Fokus Utama
Keunggulan GCUL
Stripe (Tempo)
Pembayaran terintegrasi merchant
Layanan netral untuk lembaga keuangan tanpa ikatan ekosistem
Circle (Arc)
USDC-centric settlement
Infrastruktur terbuka bagi berbagai bank & penyedia pembayaran
Google membidik peluncuran penuh layanan pada tahun 2026, setelah menyelesaikan uji coba teknis dan integrasi dengan pemain institusional lebih luas.
Platform ini dirancang sebagai pelayanan melalui satu API terpadu, memudahkan integrasi multi-aset dan mata uang tanpa klien perlu membangun infrastruktur sendiri.
Fokus utama: efisiensi operasional, keamanan, kepatuhan KYC, dan kemampuan settlement cepat, ccsemua dalam kerangka permissioned (berizin).
Apa Arti GCUL untuk Masa Depan Keuangan?
Modernisasi Pasar Modal: Dengan settlement 24/7 dan tokenisasi aset, GCUL bisa mengubah cara lembaga finansial beroperasi.
Lawan Fragmentasi Infrastruktur: Sistem lama yang lambat dan mahal bisa tergantikan dengan fondasi modern berbasis blockchain.
Sinergi Cloud & Blockchain: Google memperkuat posisinya sebagai infrastruktur teknologi keuangan sambil masuk lebih dalam ke domain protokol blockchain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
4 tahun yang lalu, istilah metaverse sempat menjadi buzzword yang mendominasi ruang diskusi teknologi dan kripto, kini kembali berkat Roblox. Dari raksasa teknologi hingga brand ternama, semua berlomba menciptakan dunia virtual yang diyakini sebagai masa depan internet. Namun, setelah hype tersebut meredup, fokus publik kini bergeser ke kecerdasan buatan (AI).
Menariknya, di tengah perubahan tren ini, Roblox justru terus melesat dan mencapai puncak popularitas baru. Platform game yang juga berfungsi sebagai ruang sosial ini berhasil menarik perhatian jutaan pemain di seluruh dunia, terutama anak muda.
Di sisi lain, proyek kripto berbasis gaming atau narasi metaverse dalam konteks kripto seakan semakin tenggelam dengan di tengah perkembangan AI yang semakin mencuri perhatian setiap harinya.
Lalu bisakah hype Roblox memicu kembalinya narasi metaverse di pasar kripto? Mari kita ulas!
Roblox Tembus 100 Juta Pemain Harian
Pengguna aktif harian Roblox. Sumber: statista.com
Roblox baru saja merilis laporan kinerja kuartal kedua 2025 dengan hasil yang mengejutkan. Dimana jumlah pemain aktif harian mencapai 111,8 juta, meningkat 41% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini bahkan lebih tinggi daripada pengguna aktif harian pada masa karantina COVID-19.
Meningkatnya jumlah pemain aktif ini juga membuat Roblox memproyeksikan pendapatan tahunannya menjadi USD 5,87–5,97 miliar. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa dunia virtual ala Roblox memiliki daya tarik ekonomi nyata, meski narasi metaverse kripto yang dulu sempat menghebohkan masih belum kembali menjadi arus utama.
Illustrasi mendaki gunung di Roblox. Sumber: youtube.com/@LUXXARIS
Roblox kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital generasi muda. Lebih dari 50% pengguna Roblox berusia di bawah 17 tahun, menjadikan Roblox bukan hanya tempat bermain, tetapi juga sarana berkreasi dan bersosialisasi seperti melakukan pendakian gunung secara virtual, hingga membangun identitas digital bagi para brand yang ingin lebih dekat dengan anak muda.
Sebut saja brand-brand seperti: Nike (Nike land), Spotify (Spotify Island), danGucci (Gucci Garden), bahkan brand lokal brand lokal pun banyak tap-in untuk lebih mendekatkan diri dengan anak muda secara interaktif.
Roblox nampalnya mulai bisa menutup celah antara dunia nyata dan virtual—sebuah konsep yang sangat identik dengan metaverse.
Roblox dan Metaverse
Konsep metaverse dipandang sebagai dunia digital tiga dimensi yang imersif, sosial, dan berkelanjutan, di mana pengguna dapat berinteraksi, bekerja, bermain, dan berkreasi layaknya di dunia nyata—namun melalui avatar atau identitas digital mereka.
Dalam Roblox pengguna dapat menciptakan avatar, membeli item digital dengan mata uang Robux, berinteraksi, menghadiri konser virtual, hingga bekerja atau belajar. Dari semua fitur yang ditawarkan, bisa dikatakan Roblox muncul sebagai platform yang paling mendekati visi Metaverse.
Jika kita mundur ke tahun 2021–2022, dunia kripto sempat diguncang euforia metaverse yang dipicu oleh Facebook secara resmi mengganti nama perusahaannya menjadi Meta dan mengumumkan fokus besar pada pengembangan dunia virtual.
Harga token dari proyek seperti Decentraland (MANA) dan The Sandbox (SAND) melonjak tajam, sementara brand global berbondong-bondong membuka kantor virtual. Dikutip dari Bloomberg, di tengah FOMO ini banyak perusahaan bahkan menunjuk “Chief Metaverse Officer” untuk menggarap strategi di dunia virtual.
Sayangnya, banyak perusahaan yang berinvestasi besar-besaran di metaverse pada 2022 tidak melihat return investasi dalam kembali dengan cepat.
Sebagai gantinya, mereka mulai mengalihkan fokus ke kecerdasan buatan (AI), yang dinilai lebih praktis, cepat diadopsi, dan memberikan dampak bisnis yang lebih nyata. Meta, misalnya, mengalihkan miliaran dolar dari divisi metaverse ke proyek AI, menandai perubahan arah strategi teknologi secara global.
Dengan Hype Roblox, Bisakah Narasi Metaverse Kembali?
Semakin populernya Roblox membuka peluang menarik. Meski bukan berbasis blockchain, Roblox berhasil membuktikan bahwa konsep metaverse masih relevan. Dengan jumlah pemain yang masif dan ekosistem ekonomi internal yang tumbuh pesat, Roblox dapat menjadi contoh nyata bagaimana metaverse bisa berkembang secara organik.
Pertanyaannya, apakah Roblox bisa memicu kebangkitan narasi metaverse kripto?
Untuk menjawabnya, mari kita bandingkan dengan salah satu pemain utama di sektor metaverse berbasis blockchain, yaitu The Sandbox (SAND).
Menurut data terbaru dari MMOStat, jumlah pemain aktif harian The Sandbox (SAND) berada di kisaran 15.000 pengguna—angka yang jauh lebih kecil dibandingkan Roblox dengan lebih dari 111,8 juta. Sementara itu, laporan dari Messarimenunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2025, The Sandbox mencatat rata-rata 148,6 pembeli aktif harian untuk aset non-LAND dan 12,1 pembeli aktif harian untuk aset LAND (Aset virtual dalam The Sandbox).
Menariknya, aktivitas pembelian aset non-LAND melonjak tajam menjelang peluncuran Alpha Season 5, dengan puncaknya mencapai 10.906 pembeli harian. Menandakan bahwa komunitas Sandbox tetap aktif dan partisipatif setiap kali ada event baru.
Meskipun jumlah pengguna memang melonjak setiap kali ada event baru, tetapi Sandbox nampaknya masih tetap tertinggal jauh jika dibandingkan naiknya popularitas Roblox.
Dengan kata lain, hype Roblox membuktikan bahwa metaverse masih diminati, tapi belum cukup untuk menghidupkan kembali narasi metaverse kripto—setidaknya untuk saat ini. Apalagi, industri teknologi saat ini sedang terpukau oleh perkembangan AI, yang membuat perhatian publik dan investor tertuju ke sana.
Roblox jelas unggul dari sisi basis pengguna dan adopsi brand, namun Roblox belum menawarkan interoperabilitas, kepemilikan aset, atau ekonomi terbuka sebagaimana yang dijanjikan oleh metaverse berbasis Web3 seperti The Sandbox.
Mungkin, inilah celah yang masih bisa dieksplorasi oleh proyek metaverse kripto untuk bangkit kembali di masa depan.
Jika kamu tertarik dengan proyek metaverse berbasis blockchain, kamu bisa melirik aset kripto seperti SAND, MANA, EGLD, dan masih banyak lagi—yang bisa kamu beli bebas biaya trading di Tokocrypto dengan minimal deposit Rp50.000.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber:
Clow, Simone. “Is Roblox the Metaverse?” LinkedIn, 4 Maret 2024.
Evan Zakhary. “The Sandbox Q1 2025 Brief” Messari, 2025
Tokocrypto menggelar diskusi langsung bertajuk 9 to 5 Talks with Tokocrypto: Dunia Kerja Hari Ini melalui X Space pada Kamis (14/8) pukul 18.30 WIB. Acara menghadirkan Annisa Irfani, HR Tokocrypto, yang membagikan pengalaman nyata dari sisi perekrut.
Dalam sesi ini, Annisa menekankan bahwa perekrut saat ini mencari kombinasi hard skill dan attitude. “Kalau harus pilih, attitude biasanya jadi penentu. Hard skill bisa diasah lewat pelatihan, tapi sikap positif dan kemampuan adaptasi lebih sulit dibentuk,” ujarnya.
Annisa mengungkap tren terbaru di kalangan pencari kerja, di mana semakin banyak kandidat yang menanyakan peluang pengembangan karier. “Gaji dan fleksibilitas tetap penting, tapi pertanyaan tentang kesempatan belajar dan naik level makin sering muncul,” jelasnya.
Terkait proses seleksi, Annisa menyebut beberapa red flag yang sering ditemui, seperti CV dengan banyak kesalahan ketik, pengalaman kerja tidak konsisten, hingga kandidat yang tidak siap saat wawancara. Sebaliknya, green flag meliputi CV rapi, penjelasan pengalaman yang jelas, dan sikap proaktif.
Upskiling Jadi Hal Wajib
Kerjaan makin bikin overthinking? 😵💫 Malam ini kita bahas tuntas bareng HR Tokocrypto di X Space! 🔥 Insight langsung dari recruiter: ✨ Cara lihat peluang karier masa kini & Web3 🚩 Red flags vs ✅ green flags di dunia kerja
Bagi mereka yang ingin pivot karier, Annisa menyarankan untuk menonjolkan keterkaitan keterampilan lama dengan bidang baru, serta menunjukkan usaha belajar seperti kursus atau proyek sampingan. Sementara bagi kandidat dari industri Web2, kemampuan beradaptasi dan membawa best practice dari sistem kerja terstruktur menjadi nilai lebih.
Annisa juga menegaskan pentingnya upskilling di era saat ini, khususnya bagi kandidat yang ingin masuk ke industri Web3. “Upskilling bukan lagi nilai tambah, tapi wajib,” katanya. Soft skill seperti resilience dan active listening juga disebut sering menjadi pembeda dalam proses seleksi.
Di akhir sesi, Annisa menyarankan kandidat untuk menanyakan hal-hal yang relevan dengan budaya kerja dan pengembangan diri saat mencari kecocokan dengan perusahaan, bukan sekadar menanyakan manfaat atau kompensasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.