Tag: wudhu

  • Bacaan setelah Wudhu sesuai Sunnah Rasulullah SAW dan Keutamaan Mengamalkannya


    Jakarta

    Bacaan setelah wudhu termasuk ke dalam sunnah Nabi SAW. Doa ini didasarkan dari sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)

    Wudhu sendiri bertujuan untuk membersihkan diri dari hadats kecil. Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi terjemahan Geis Umar Bawazier mengartikan wudhu sebagai menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Wudhu bisa dimaknai bersuci sebelum mengerjakan salat.


    Bacaan setelah Wudhu

    Mengutip buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, setidaknya ada dua versi bacaan setelah wudhu yang bisa dipanjatkan.

    1. Bacaan setelah Wudhu Versi Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    2. Bacaan setelah Wudhu Versi Pendek

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Tata Cara Wudhu sesuai Sunnah

    Mengutip buku Fikih Sunnah Wanita oleh Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim terjemahan Firdaus, berikut tata cara wudhu sesuai sunnah Nabi SAW.

    1. Berniat dalam hati untuk berwudhu

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala”

    2. Membaca basmalah

    3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

    4. Berkumur tiga kali

    5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

    6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

    7. Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan lanjut tangan kiri, sebanyak tiga kali

    8.Mengusap kepala tiga kali

    9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

    10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri

    11. Panjatkan bacaan setelah wudhu

    Keutamaan Mengamalkan Bacaan setelah Wudhu

    Diterangkan oleh DR H Sagiran dalam buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ dimaknai sebagai orang-orang yang bertobat.

    Dari tobat tersebut dimaknai sebagai bersuci dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita.

    Memanjatkan bacaan setelah wudhu niscaya akan dijadikan orang-orang yang suci oleh Allah SWT. Wallahu’alam bishawab.

    Itulah bacaan setelah wudhu dilengkapi tata cara dan keutamaan mengamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Wudhu di Setiap Gerakan dan Setelahnya Lengkap dengan Arti


    Jakarta

    Wudhu adalah amalan yang menjadi salah satu syarat sah sholat. Asal kata wudhu adalah Al Wadha’ah yang berarti kebersihan dan kecerahan.

    Menurut sejarah, wudhu disyariatkan karena sholat merupakan munajat kepada Allah, sehingga dibutuhkan keadaan badan yang suci. Sehingga, umat muslim perlu mengetahui doa wudhu beserta tata caranya.

    Doa Wudhu di Setiap Gerakan dan Setelahnya

    Dalil perintah wudhu dalam sholat terdapat Al qur’an. Allah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 6:


    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
    “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Dalam wudhu, terdapat beberapa doa yang dapat dibacakan. Dimulai dari mengucapkan basmalah hingga membaca doa setelahnya.

    Tata Cara Wudhu beserta Doanya

    Enam hal wajib dalam wudhu di antaranya yaitu niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan, mengusap sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib. Pelaksanaan niat wudhu dilakukan berbarengan ketika membasuh wajah. Mengutip laman Kemenag dan NU Online, berikut tata cara berwudhu berdasarkan urutan sunnah dan wajib beserta doa-doa yang dibacakan:

    1. Bersiwak.
    2. Membaca basmalah.
    3. Membasuh kedua tangan.

    اَللّٰهُمَّ احْفَظْ يَدِيْ مِنْ مَعَاصِيْكَ كُلِّهَا
    Arab latin: Allâhumma ihfadh yadi min ma’âshîka kullihâ

    Artinya: “Ya Allah, jagalah kedua tanganku dari semua perbuatan maksiat.”

    4. Berkumur 3 kali.

    اَللّٰهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ، اَللّٰهُمَّ اسْقِنِيْ مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأْسًا لَا أَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا
    Arab latin: Allâhumma a’inni ‘alâ dzikrika wa syukrika, Allâhumma asqinî min haudli nabiyyika shallallâhu ‘alaihi wa sallam ka’san lâ adzma’u ba’dahu abadan

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

    5. Menghirup air ke dalam hidung (istinsyaq) 3 kali.

    اَللّٰهُمَّ أَرِحْنِيْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، اَللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنِيْ رَائِحَةَ نِعَمِكَ وَجَنَّاتِكَ
    Allâhumma ariḫnî râiḫatal jannah. Allâhumma lâ taḫrimnî râiḫata ni’amika wa jannâtika

    Artinya: “Ya Allah, (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmat-Mu dan wanginya surga-surga-Mu.”

    Saat Mengeluarkan Air dari Hidung

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوْءِ الدَّارِ
    Allâhumma innî a’ûdzu bika min rawâiḫin nâr wa sû’id dâr

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari busuknya bau neraka, dan dari buruknya tempat kembali.”

    6. Melafalkan niat.

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala,”

    7. Memasang niat wudhu dalam hati berbarengan dengan membasuh wajah.
    8. Membasuh wajah 3 kali.

    اَللّٰهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ
    Arab latin: Allâhumma bayyidl wajhî yauma tabyadldlu wujûhun wa taswaddu wujûh(un)
    Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

    9. Membasuh tangan hingga siku sebanyak 3 kali.

    اَللّٰهُمَّ أَعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِيْنِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيْرًا
    Allâhumma a’thinî kitâbî biyamînî, wa ḫâsibnî ḫisâban yasîran

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

    Tangan kiri

    اَللّٰهُمَّ لَا تُعْطِنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ
    Allâhumma lâ tu’thinî bi syimâlî, wa lâ min warâ-idh dhahrî

    Artinya: “Ya Allah, jangan Kau Berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

    10. Mengusap sebagian kulit kepala dengan air 3 kali.

    اَللّٰهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَأَظِلَّنِيْ تَحْتَ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَّا ظِلُّكَ
    Allâhumma ḫarrim sya’rî wa basyarî ‘alân-nâri wa adhillanî taḫta ‘arsyika yauma lâ dhilla illâ dhilluka

    Artinya: “Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.”

    11. Menyapu seluruh bagian kepala.
    12. Menyapu kedua telinga 3 kali.

    اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ
    Arab latin: Allâhumma-j’alnî minalladzîna yastami’ûnal qaula fayattabi’ûna aḫsanahu

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang terbaik dari ucapan tersebut.”

    13. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak 3 kali.

    اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا، اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ الْأَقْدَامُ
    Arab latin: Allâhumma-j’alhu sa’yan masykûran wa dzamban maghfûran wa ‘amalan mutaqabbalan. Allâhumma tsabbit qadamî ‘alash shirâthi yauma tazillu fîhil aqdâm

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah (segenap langkahku) sebagai usaha yang disyukuri, sebagai penyebab terampuninya dosa dan sebagai amal yang diterima. Ya Allah, mantapkanlah telapak kakiku saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki yang tergelincir.”

    اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَنْزِلَ قَدَمِيْ عَنِ الصِّرَاطِ يَوْمَ تَنْزِلُ فِيْهِ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ
    Arab latin: Allâhumma innî a’ûdzu bika an tanzila qadamî ‘anish-shirâthi yauma tanzilu fîhi aqdâmul munâfiqîn

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”

    14. Menghadap kiblat.
    15. Membaca doa setelah wudhu.

    Doa Setelah Wudhu

    Doa setelah wudhu diawali dengan kalimat syahadat. Berikut bacaan beserta latin dan artinya.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ، وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ

    Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj’alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna. Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka, wa atūbu ilayka.

    “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu)

    Itulah doa-doa wudhu mulai dari sebelum sampai sesudahnya. Semoga kita bisa mengamalkan doa wudhu ini dengan baik.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Wudhu Sesuai Sunnah dan Keutamaan Besarnya


    Jakarta

    Selesai wudhu, ada baiknya tidak langsung bergegas tapi hendaknya membaca doa setelah wudhu terlebih dahulu. Pasalnya, membaca doa sesudah wudhu punya keutamaan besar yang sangat disayangkan apabila dilewatkan.

    Wudhu sendiri merupakan tata cara bersuci yang disyariatkan sebelum menunaikan sholat dan melaksanakan ibadah lainnya. Perintah berwudhu tercantum dalam Surat Al-Maidah ayat, Allah SWT berfirman:

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ … – 6


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Menurut ulama madzhab Syafi’i, rukun wudhu terdiri dari enam, yaitu: berniat, membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, membasuh kaki sampai kedua mata kaki, serta tertib.

    Setelah menyempurnakan rukunnya, muslim dianjurkan untuk membaca doa selesai wudhu. Dalam hadits, Rasulullah SAW menuturkan bahwa doa tersebut memiliki keistimewaan besar.

    Lantas, bagaimana bacaan doa setelah wudhu? Dan apa keutamaan membaca doa sesudah wudhu?

    Doa Setelah Wudhu: Arab, Latin, dan Arti

    Mengutip kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, ada bacaan doa setelah wudhu pendek dan panjang sesuai sunnah. Berikut redaksi doanya:

    1. Doa Setelah Wudhu Versi Pendek

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ

    Latin: Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”

    2. Doa Setelah Wudhu Versi Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Latin: Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allahummaj ‘alnii minat tawwaabiina waj ‘alnii minal mutathaahiriin.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci.”

    Keutamaan Doa Setelah Wudhu

    Nabi SAW melalui sabdanya mengungkap keutamaan doa setelah wudhu. Dalam hadits, orang yang membaca doa sesudah wudhu akan dibebaskan masuk surga lewat pintu mana saja.

    Hal ini sebagaimana hadits dari Umar bin Khattab RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

    قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَوَضَّأَ فَقَالَ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

    Artinya: “Barangsiapa yang berwudu, lalu mengucapkan doa, “Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah aku bersaksi bahwa Muhammad semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan adalah hamba dan utusan-Nya)” maka dibukakan baginya semua pintu surga yang delapan, ia boleh memasukinya dari pintu manapun yang disukainya.” (HR Muslim dalam kitab Shahih-nya)

    Rasul SAW pernah memberitakan bahwa surga terdiri dari delapan pintu. Masing-masing pintu akan terbuka tergantung jenis amalan yang dikerjakan muslim selama di dunia.

    Sementara cukup dengan doa sesudah wudhu, seluruh pintu surga akan dibuka untuknya. Dan ia bisa memasukinya dari pintu mana saja. Masya Allah, ini adalah keistimewaan besar bagi siapa saja yang membaca doa selesai wudhu.

    Imam Ibnu Sinni mengatakan doa setelah wudhu hendaknya dibaca seraya menghadap kiblat dan dilakukan langsung setelah orang yang bersangkutan selesai berwudhu.

    Semoga kita semua bisa senantiasa mengamalkan doa setelah wudhu, dan insya Allah memperoleh keutamaan besarnya. Aamiin.

    (azn/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sehabis Wudhu Arab, Latin dan Artinya Lengkap


    Jakarta

    Doa sehabis wudhu menjadi amalan sunnah yang dapat dikerjakan muslim. Wudhu sendiri adalah aktivitas yang wajib dilakukan sebelum melangsungkan salat karena termasuk syarat sah.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah ayat 6,

    … يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki…”

    Menukil dari buku Kedahsyatan Manfaat Air Wudhu yang ditulis oleh Mukhsin Matheer, wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah yang artinya kebersihan dan kecerahan. Dari segi istilah, wudhu berarti menggunakan air untuk anggota-anggota tubuh tertentu untuk menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi seseorang untuk salat atau melakukan ibadah lainnya.

    Adapun, terkait doa sehabis wudhu diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya dari Umar bin Khattab RA, beliau bersabda:

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan lainnya)

    Doa sehabis Wudhu Lengkap Versi Panjang dan Pendek

    Setidaknya ada dua macam doa sehabis wudhu yang dapat diamalkan muslim. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Akil.

    1. Doa sehabis Wudhu Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    2. Doa sehabis Wudhu Pendek

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Keutamaan Doa sehabis Wudhu

    Disebutkan dalam buku Gantung Wudhu yang disusun oleh Dr H Sagiran, membaca doa sehabis wudhu akan menyucikan muslim dari dosa-dosa. Wudhu menjadi perantara menyucikan diri.

    Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang suci.

    Tata Cara Wudhu yang Benar

    1. Membaca niat wudhu,

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

    2. Membaca basmalah

    3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

    4. Berkumur tiga kali

    5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

    6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

    7. Membasuh kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali

    8. Mengusap kepala tiga kali

    9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

    10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri

    Manfaat Wudhu bagi Muslim

    Mengutip dari buku Dahsyatnya Terapi Wudhu oleh Muhammad Syafi’ie el-Bantanie, manfaat berwudhu adalah menggugurkan dosa-dosa yang telah diperbuat. Amr bin Abasah meriwayatkan,

    “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang wudhu, maka Rasulullah menjawab, ‘Tiada seorang pun dari kalian yang berwudhu; berkumur, menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya kembali, melainkan keluarlah kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh mulut dan hidungnya. Kemudian, ketika ia membasuh mukanya seperti yang telah diperintahkan oleh Allah SWT, maka keluarkan kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh wajahnya (mata dan telinganya) itu melalui janggutnya beserta air tersebut.

    Ketika ia membasuh kedua tangannya sampai siku, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh kedua tangannya itu melalui jari-jari beserta air tersebut. Ketika ia mengusap kepalanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh kepala (pikiran)-nya itu melalui ujung rambutnya beserta air tersebut. Dan ketika ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh kedua kakinya itu melalui jari-jarinya beserta air tersebut.

    Lalu, apabila ia berdiri hendak menunaikan salat, kemudian melaksanakannya, memuji, memuliakan, dan mengagungkan Allah dengan sebenar-benarnya, disertai sikap khusyuk menghadap kepada-Nya, maka terlepaslah ia dari kesalahan-kesalahannya seperti ketika ia baru dilahirkan oleh ibunya.”

    Selanjutnya, Amr bin Abasah menceritakan hadis ini kepada Abu Umamah, seorang sahabat Rasulullah saw. Lalu, Abu Umamah berkata kepada Amr, ‘Hai Amr bin Abasah, pikirkanlah terlebih dahulu apa yang akan kau ucapkan kepada orang lain.’

    Amr menjawab, ‘Wahai Abu Umamah, umurku telah tua, tulangku telah lemah, dan ajalku pun telah dekat, apakah aku memiliki keinginan untuk berbohong atas nama Allah dan Rasulullah SAW? Sekiranya aku mendengar hadits tersebut dari Rasulullah SAW, hanya sekali, dua atau tiga kali, bahkan tujuh kali, maka aku tidak akan menceritakannya untuk selama-lamanya. Akan tetapi aku mendengar hadis tersebut lebih banyak dari itu.” (HR. Muslim).

    Itulah doa sehabis wudhu dan informasi terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa, Tata Cara dan Waktu Terbaik Memotong Kuku dalam Islam


    Jakarta

    Menjaga kebersihan tubuh merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Salah satu bentuk menjaga kebersihan adalah dengan memotong kuku secara rutin.

    Menurut buku Fakta Ilmiah Amal Sunnah Rekomendasi Nabi karya Haviva, kotoran yang berada di celah-celah kuku dapat mencegah air menyentuh pori-pori saat berwudhu. Oleh karena itu, memotong kuku penting agar wudhu seorang Muslim dianggap sah.

    Selain menjaga kebersihan, memotong kuku juga memiliki tata cara tersendiri dalam Islam. Tata cara potong kuku bisa diawali dengan doa.


    Doa Potong Kuku

    Dalam Islam, terdapat doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca saat memotong kuku. Doa ini menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam rangka menjaga kesucian dan kebersihan tubuh, yang merupakan bagian penting dari ibadah.

    Berikut adalah doa yang bisa dibaca saat memotong kuku, sebagaimana tercantum dalam buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil.

    بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

    Arab latin: Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Cara Potong Kuku dalam Islam

    Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari menyatakan bahwa tidak ada hadits yang sahih mengenai urutan memotong kuku yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Meski begitu, Rasulullah SAW pernah memberikan contoh untuk memulai segala sesuatu dari sisi kanan.

    Berikut ini adalah tata cara memotong kuku tangan yang baik, sebagaimana dijelaskan dalam buku Jangan Remehkan Amalan-amalan Ringan karya Abdul Aziz Sa’dua.

    1. Jari telunjuk tangan kanan
    2. Jari tengah tangan kanan
    3. Jari manis tangan kanan
    4. Jari kelingking tangan kanan (tinggalkan ibu jari tangan kanan)
    5. Jari kelingking tangan kiri
    6. Jari manis tangan kiri
    7. Jari tengah tangan kiri
    8. Jari telunjuk tangan kiri
    9. Ibu jari tangan kiri
    10. Ibu jari tangan kanan

    Waktu Potong Kuku

    Dikutip dari buku Safinah Simple Series karya Zackiyah Ahmad, waktu potong kuku yang terbaik berdasarkan suatu hadits di bawah ini.

    “Rasulullah memotong kuku dengan dan menggunting kumis pada hari Jumat sebelum beliau pergi salat.” (Riwayat Baihaqi dan Thabrani).

    Hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Thabrani ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW biasa memotong kuku dan menggunting kumis pada hari Jumat sebelum beliau berangkat untuk melaksanakan salat Jumat.

    Hadits ini menunjukkan bahwa Jumat adalah waktu yang sangat baik dan dianjurkan untuk melakukan kebersihan diri, termasuk memotong kuku dan merapikan kumis. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah SAW.

    Dengan memotong kuku waktu tersebut, seorang muslim mengikuti contoh Rasulullah SAW, sekaligus memuliakan hari Jumat yang dikenal sebagai hari yang penuh berkah dalam Islam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Wudhu Dapat Menggugurkan Dosa-dosa, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Wudhu adalah salah satu cara bersuci dalam Islam untuk menghilangkan hadats kecil. Selain itu, wudhu juga termasuk syarat sah salat.

    Mengutip dari buku Panduan Shalat Rasulullah Bagian 1 susunan Imam Abu Wafa, wudhu berasal dari kata bahasa Arab yaitu wudhu’ah. Arti dari kata tersebut adalah bagus atau bersih.

    Secara istilah, wudhu artinya menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu seperti yang telah disyariatkan oleh Allah SWT. Singkatnya, wudhu adalah bersuci sebelum salat.


    Selain untuk bersuci, ada banyak keutamaan yang terkandung dalam wudhu salah satunya menggugurkan dosa-dosa muslim. Hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.

    Hadits Wudhu Jadi Penggugur Dosa Muslim

    Menukil dari Syarah Riyadhus Shalihin susunan Syaikh Muhammad Al-Utsaimin terjemahan Munirul Abidin, berikut bunyi hadits wudhu menjadi penggugur dosa muslim.

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika orang muslim atau mukmin itu berwudhu, maka ketika ia membasuh mukanya keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua matanya karena melihat sesuatu yang diharamkan, hilangnya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir.

    Jika ia membasuh kedua tangannya keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua tangannya yang tidak benar, hilangnya bersama-sama dengan air itu atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir.

    Jika ia membasuh kakinya, karena digunakan berjalan pada jalan yang tidak benar, maka keluarlah setiap dosa yang dilakukan oleh kedua kakinya, hilangnya bersama-sama dengan air atau bersama-sama dengan tetesan air terakhir sehingga ia bersih dari dosa.” (HR Muslim)

    Imam An-Nawawi meriwayatkan hadits di atas dari Abu Hurairah RA tentang keutamaan wudhu. Dalam wudhu, Allah SWT memerintahkan untuk membersihkan wajah, badan, kepala, dan dua kaki sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Maidah ayat 6,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Meski pembersihan tersebut bersifat fisik, ada juga makna nonfisik atau maknawi dalam basuhan yang dianjurkan ketika wudhu. Ketika membasuh wajah, maka dosa-dosa yang dilakukan oleh mata akan berguguran. Penyebutan mata di sini hanya pemisalan.

    “Jika tidak diartikan demikian, kadang-kadang hidung dan mulut juga bersalah karena kadang manusia berbicara dengan pembicaraan yang haram dan hidung kadang mencium sesuatu yang tidak sepantasnya untuk dicium. Tetapi disebutkan mata sebagai pemisalan karena sebagian besar dosa manusia disebabkan oleh penglihatan,” bunyi syarah dari hadits tersebut.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Tidak Mimpi Buruk dan Amalan Sebelum Tidur


    Jakarta

    Mimpi buruk adalah hal yang lumrah terjadi dan tidak bisa dihindari manusia. Mimpi buruk membuat yang mengalaminya merasakan cemas dan takut yang berlebihan.

    Islam merupakan agama yang sempurna dan selalu mendahulukan setiap aktivitas dengan berdoa. Agar terhindar dari mimpi buruk, ada doa dan amalan yang bisa dilakukan umat Islam.

    Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepada umatnya tentang cara menghindari mimpi buruk. Rasulullah SAW bersabda,


    “Apabila seorang dari kalian bermimpi yang ia sukai, berarti itu dari Allah dan hendaknya dia mengucapkan hamdalah karenanya serta menceritakannya. Tapi bila dia mendapat mimpi yang tidak disukai berarti itu dari setan, maka hendaklah dia berlindung dari kejahatannya dan jangan menceritakannya kepada siapapun, niscaya hal itu tidak akan berdampak buruk baginya.” (HR. Al-Bukhari)

    Dari hadits di atas, jika kita bermimpi yang menyenangkan, hendaknya memuji Allah SWT dan boleh menceritakannya karena mimpi yang baik itu akan menjadi kenyataan. Sebaliknya, hendaknya kita tidak memberitahukan mimpi buruk kepada orang lain dan memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.

    Doa agar Tidak Mimpi Buruk

    Berikut ini beberapa doa yang dapat diamalkan agar tidak bermimpi buruk:

    Doa agar Tidak Mimpi Buruk 1

    Mengutip dari buku Tuntunan Doa dan Dzikir untuk Segala Situasi dan Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil, berikut adalah doa yang dimaksud:

    أَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئاَتِ اْلأَحْلاَمِ

    Bacaan latin: Allohumma innia’zubika min ‘amalis syaithoni wa sayyiatil ahlam.

    Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi”.

    Doa agar Tidak Mimpi Buruk 2

    Masih menukil dari buku yang sama seperti sebelumnya, berikut doa agar tidak mimpi buruk versi 2:

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

    Bacaan latin: A’uudzu bikalimaatillaahit-taammaati minghodhobihi wa ‘iqoobihi, wasyarri ‘ibaadihi, wamin hamazaatisy-syayaathiini wa an yahdhuruu wa min hamajaatisy-syayaatiini wa an yahduruun.

    Artinya: Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan dan siksaanNya, serta kejahatan hamba-hambaNya, dan dari godaan setan (bisikannya) serta jangan sampai mereka hadir (kepadaku).

    3. Doa Mengharap Mimpi Baik

    Menukil buku Tiket ke Surga (Doa-Doa Mustajab) karya Abdul Majid dan Isfa’udin, berikut doa mengharap mimpi baik:

    اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

    Bacaan latin: Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu. Wa arinal baathila baathilan warzuqnajtina bahu.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami bisa mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya.”

    Amalan Sebelum Tidur

    Agar tidak mimpi buruk, ada amalan yang dapat umat Islam kerjakan sebelum tidur. Berikut ini amalan-amalannya yang dikerjakan Rasulullah sebelum tidur dikutip dari buku Sunnah Rasulullah Sehari-Hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih:

    1. Wudhu Sebelum Tidur

    Wudhu merupakan salah satu amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah sebelum tidur. Hal tersebut sebagaimana yang termaktub dalam hadits Al Bara bin Azib, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

    Artinya: “Jika hendak mendatangi tempat tidurmu, berwudhulah seperti wudhu untuk sholat, lalu berbaringlah ke sisi kanan badanmu,” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

    2. Membaca Doa Sebelum Tidur

    Amalan selanjutnya adalah membaca doa sebelum tidur. Hal ini termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah, beliau berkata:

    كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ « بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا » . وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ »

    Artinya: “Apabila Nabi Muhammad SAW hendak tidur, beliau membaca doa ‘Bismika allahumma amutu waahya (Dengan namaMu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).’ Dan apabila bangun tidur, Beliau berdoa: ‘Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da maa amatana wailaihinnusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepadaNya lah tempat kembali).” (HR. Bukhari no. 6324)

    3. Mengibas Kasur

    Sebelum tidur, hendaknya seorang muslim mengibas kasurnya terlebih dahulu. Cara ini dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika di antara kamu ingin mendatangi tempat tidur, hendaklah untuk mengibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya. Karena ia tidak mengetahui apa yang ada padanya, lalu ucapkan:

    بِاسْمِكَ رَبِّى وَضَعْتُ جَنْبِى

    Latin: Bismika rabbi wadha’tu janbii

    Artinya: “Dengan nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku.” (HR Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

    4. Membaca Ayat Kursi

    Selanjutnya, kaum muslim dianjurkan membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Keutamaan membaca Ayat Kursi sebelum tidur adalah mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dari gangguan setan hingga pagi hari. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW membenarkan pernyataan berikut:

    فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

    Artinya: “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Kursi. Karena dengan-nya kamu selalu dijaga oleh Allah dan setan tidak akan dapat mendekatimu hingga pagi.” (HR Bukhari)

    Rasulullah SAW mencontohkan agar tidak tidur sebelum waktu Isya dengan maksud agar sahabat tidak melewatkan ibadah utama, yakni sholat Isya. Anjuran ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Barzah, ia berkata:

    “Bahwa Nabi Muhammad SAW tidak suka tidur sebelum sholat Isya dan berbincang-bincang setelahnya.” (HR Bukhari no. 568 dan Muslim no. 647)

    6. Berbaring Miring ke Kanan

    Amalan terakhir yang dilakukan Rasulullah SAW sebelum tidur adalah berbaring miring ke kanan. Ketika hendak tidur, Rasulullah SAW akan berbaring di sisi kanannya dan mengucapkan:

    “Ya Allah! Aku telah menyerahkan diriku kepada-Mu dan mempercayakan urusanku kepada-Mu. Dan aku memalingkan wajahku kepada-Mu, mengharapkan (pahala-Mu) dan takut (hukuman-Mu) dan mengandalkan-Mu. Tidak mungkin lari dari-Mu dan berlindung pada orang lain, kami berlindung hanya pada-Mu. Aku percaya pada Kitab yang Engkau turunkan dan Nabi yang Engkau kirim.” (HR Bukhari)

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu Lengkap Tata Caranya


    Jakarta

    Membaca doa sebelum dan sesudah wudhu merupakan suatu amalan yang dapat menyempurnakan salat. Pada dasarnya, wudhu bertujuan untuk membersihkan hadas kecil, agar salat yang dikerjakan dianggap sah.

    Perintah untuk berwudhu tercantum dalam surah Al-Maidah ayat 6,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ٦


    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.”

    Selain membaca niat dengan benar, dianjurkan juga bagi umat Islam untuk membaca doa sebelum dan sesudah wudhu. Berikut bacaan doa sebelum dan sesudah wudhu beserta tata caranya.

    Bacaan Doa Sebelum Wudhu Arab, Latin dan Artinya

    Menurut kitab Al-Adzkar Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, sebagian dari kalangan teman-teman Imam Nawawi, yaitu Syekh Abul Fath dan Nashr Al-Maqdisi Az-Zahid, mengatakan bahwa seseorang yang berwudhu dalam permulaan wudhunya, dan sesudah membaca basmalah, disunnahkan membaca doa sebelum berwudhu berikut,

    اشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

    Arab-latin: Asyhaduan la ilaha illallah wahdahu la syarikalahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.”

    Meskipun ada pendapat tersebut, tidak ditemukan dasar yang kuat dalam sunnah. Imam Nawawi juga tidak mengetahui adanya pernyataan yang serupa dari kalangan teman-temannya maupun dari ulama lainnya.

    Bacaan Doa Sesudah Wudhu Arab, Latin dan Artinya

    Jika seseorang telah selesai berwudhu, diwajibkan membaca doa sesudah wudhu berikut,

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا انْتَ ،
    اسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab-latin: Asyhadu an la ilaha illallahu wahdahu la syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu. Allahumma aj’alni minattawwabina waj’alni minalmutatakhirin. Subhanaka Allahumma wa bihamdi, asyhadu an la ilaha illaa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya; dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah diriku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah diriku termasuk orang-orang yang membersihkan diri. Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    Tata Cara Wudhu

    Setelah membaca doa sebelum dan sesudah wudhu, berikut adalah tata cara wudhu yang harus diamalkan umat Islam, yang dikutip dari buku Hafal Luar Kepala Tata Cara dan Bacaan Shalat Wajib serta Sunnah karya Amrin Ra’uf.

    • Wudhu diawali dengan membaca basmalah,

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Arab-latin: Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Artinya “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    Setelah membaca basmalah, disunnahkan membaca doa sebelum wudhu yang telah diuraikan sebelumnya.

    • Berkumur-kumur sambil membersihkan gigi sebanyak 3 kali.
    • Membasuh kedua lubang hidung sebanyak 3 kali.
    • Membasuh wajah sebanyak 3 kali

    Membasuh wajah dilakukan bersamaan dengan membaca niat, mulai dari bagian rambut hingga bagian bawah dagu dan dari telinga kanan sampai telinga kiri. Bacaan niat wudhu adalah sebagai berikut.

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab-latin: Nawaitul wuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardu karena Allah ta’ala.”

    • Membasuh kedua tangan hingga siku sebanyak 3 kali
    • Mengusap sebagian rambut kepala sebanyak 3 kali
    • Membasuh kedua telinga dari bagian luar hingga bagian dalam sebanyak 3 kali
    • Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak 3 kali
    • Tertib. Artinya, tata cara wudhu di atas harus dilaksanakan secara berurutan.
    • Sesudah wudhu, disunnahkan menghadap kiblat dan berdoa kepada Allah SWT dengan membaca doa sesudah wudhu yang telah diuraikan sebelumnya.

    Demikian bacaan doa sebelum dan sesudah wudhu beserta tata cara wudhu yang dapat diamalkan umat Islam agar salat yang dikerjakan menjadi lebih sempurna.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Ziarah Kubur bagi Muslim Dilengkapi Tata Caranya


    Jakarta

    Doa ziarah kubur adalah salah satu amalan yang bisa dikerjakan muslim ketika mengunjungi makam keluarga, teman atau kerabat. Umat Islam diperbolehkan untuk berziarah kubur.

    Dalam hadits Rasulullah SAW turut diterangkan tentang anjuran ziarah kubur,

    “Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah. Karena dengannya, akan bisa mengingatkan pada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka barang siapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan hujr (ucapan yang buruk).” (HR Muslim)


    Dengan melakukan ziarah kubur maka muslim meyakini adanya kematian, begitu pula dengan keberadaan akhirat. Ini sebagaimana dinukil dari buku Adab Berziarah Kubur untuk Wanita yang disusun Mutmainah Afra Rabbani

    Kumpulan Doa Ziarah Kubur: Arab, Latin dan Arti

    1. Doa Ziarah Kubur Versi Pertama

    Doa ziarah kubur versi pertama cukup panjang. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun susunan H Hamdan Hamedan.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا حَضْرَةَ الْمَرْحُوْمِ … وَيَا أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ وَأَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعُ نَسْأَلُ اللَّهَ الْعَافِيَةَ لَنَا وَلَكُمْ أَللَّهُمَّ رَبَّ الْأَرْوَاحِ الْفَانِيَةِ وَالْأَجْسَامِ الْبَالِيَةِ وَالْعِظَامِ النَّخِرَةِ الَّتِي خَرَجَتْ مِنَ الدُّنْيَا وَهِيَ بِكَ مُؤْمِنَةً اَدْخِلْ عَلَيْهَا رُوْحًا مِنْكَ وَسَلَامًا مِنَّا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيُّ لَا يَمُوْتُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Arab latin: Assalamu ‘alaikum yaa hadratal marhum… wa yaa ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaati wal muslimiina wal musli- maati wa innaa insyaa Allahu bikum laahiquuna wa antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Nasalullaahal ‘afiyata lanaa wa lakum. Allaahumma rabbal arwaahil faaniyati wal ajsaamil baaliyati wal ‘izhaamin nakhiratil-latii kharajat minad dunyaa wa hiya bika mu’minatun adkhil ‘alaihaa ruuhan minka wa salaaman minnaa laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika- lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu bi-yadikal khair, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Semoga keselamatan bagimu, ke haribaan almarhum, dan keharibaan seluruh penghuni rumah-rumah (kuburan-kuburan), dari golongan orang laki-laki dan perempuan yang beriman dan golongan laki-laki dan perempuan yang beragama Islam. Sesungguhnya kami-jika Allah berkehendak akan bertemu kalian. Kalian mendahului kami, dan kami akan menyusul kalian, kami memohon kesehatan kepada Allah untuk kami dan kalian. Wahai Pemilik roh-roh yang hancur, dan jasad-jasad yang remuk, serta tulang-belulang yang tergerogoti yang keluar meninggalkan dunia dalam keadaan beriman kepada-Mu. Berikanlah mereka ketenangan dan berikanlah kami keselamatan. Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan dan puji-pujian milik-Nya, Dia Maha Menghidupkan dan Mematikan, segala kebaikan berada dalam kekuasaan-Nya, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    2. Doa Ziarah Kubur Versi Kedua

    Selanjutnya, doa ziarah kubur versi lain merupakan bacaan tahlil. Berikut lafalnya yang dikutip dari Kitab Lengkap Shalat, Shalawat, Zikir dan Doa Yasin, Tahlil, Doa Haji & Umrah terbitan Puspa Swara.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ سُلْطَانِكَ. سُبْحَانَكَ لَا تُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ الْحَمْدُ قَبْلَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرّضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ عَنَّا دَابِما أَبَدًا

    Arab latin: Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin hamday yuwaafii ni-amahu wa yukaafi-u maziidah. Yaa rabaanaa lakal hamdu kamaa yambaghii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthaanik. Subhaanaka laa tuhshii tsanaa-a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika falakal hamdu qablar ridha wa lakal hamdu badar ridha wa lakal hamdu idzaa radhiita annaa daa-iman abadaa.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji sebagaimana pujian yang layak bagi kemuliaan dan keagungan kekuasaan-Mu.”

    3. Doa Ziarah Kubur Versi Ketiga

    Selain doa-doa di atas, ada juga bacaan lainnya yang diamalkan muslim ketika ziarah kubur. Mengutip buku Surat Yaasiin & Tahlil oleh Murodh Nurikhsan, berikut bacaannya.

    السّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ والمسلِمَاتِ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ الله بِكُمْ لاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَة أَنتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لكُمْ تَبَعُ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُمْ وَلَا تَضِلَّنَا بَعْدَهُمْ .

    Arab latin: Assalamualaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiina wal muslimaat, wa yarhamullaahul mustaqdimiina minkum wal mustaʼkhiriina wa inna insyaa Allaahu bikum laahiquuna, as-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyata, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un. Allaahumma laa tahrimnaa ajrahum wa laa tudhillanaa ba’dahum.

    Artinya: “Keselamatan semoga atas saudara-saudara semua wahai ahli (penghuni) perumahan kubur dari golongan orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan dan yang beragama Islam baik laki-laki maupun perempuan, semoga Allah memberikan rahmat orang-orang yang meninggal terdahulu dan terbelakang dan sesungguhnya kami insyaallah pasti akan menyusul saudara-saudara. Aku mohon kepada Allah keselamatan untuk kami (yang hidup) dan untuk saudara-saudara kalian telah mendahului kami dan kami pasti akan mengikuti kalian. Ya Allah, janganlah Engkau menghalang-halangi pahala mereka pada kami dan jangan pula Engkau menyesatkan kami sepeninggal mereka.”

    4. Doa Ziarah Kubur Versi Keempat

    Doa ziarah kubur versi keempat merupakan yang paling singkat ketimbang bacaan sebelumnya. Doa ini berasal dari hadits dari Ibnu Majah.

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

    Arab latin: Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah

    Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

    Tata Cara Ziarah Kubur bagi Muslim

    Menukil dari buku Panduan Fardhu Kifayah Beserta Doanya yang disusun Sopian Riduan, berikut beberapa tata cara ziarah kubur yang bisa dipahami oleh muslim.

    1. Wudhu
    2. Mengucapkan salam
    3. Berzikir menghadap arah kiblat
    4. Membaca surah-surah pendek Al-Qur’an
    5. Mendoakan sang mayit
    6. Jangan duduk atau berjalan di atas kuburan
    7. Menyiramkan air di atas kuburan

    Itulah beberapa doa ziarah kubur bagi muslim dan tata caranya yang bisa diperhatikan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com