Situs Warungboto Istana Air Pesanggrahan Kuno Ngayogyakarta



Jakarta

Selain menjadi surga pecinta alam, Jogja juga menjadi surga penikmat sejarah dan budaya. Salah satu yang bisa disinggahi adalah Situs Warungboto.

Situs Warungboto juga dikenal sebagai bagian dari Pesanggrahan Rejawinangun telah ada sejak 1778 M. Bangunan itu juga merupakan sebuah banteng pertahanan dari sisi timur Keraton Ngayogyakarta.

Pesanggrahan itu merupakan istana air dengan fungsi utama untuk ketenangan dan kenyamanan. Umumnya, di dalam pesanggarahan terdapat taman, kolam, kebun, dan fasilitas lain penunjang kegiatan religius.


Pesanggrahan Warungboto berada di Kelurahan Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Situs Warungboto atau Pesanggrahan Rejowinangun merupakan salah satu dari beberapa pesanggrahan yang dibangun era Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Selama periode sebagai Putra Mahkota tahun 1765 M hingga 1792 M, beberapa pesanggrahan yang dibangun adalah Pesanggrahan Rejawinangun, Purwareja, Pelem Sewu, dan Reja Kusuma. Oleh karenanya, sang raja dikenal sebagai raja pembangunan pesanggrahan.

Berdasarkan sumber di antaranya Tidischriff voor Nederlandsch Indie tulisan J.F. Walrofen van Nes tahun 1884, Babad Momana serta Serat Rerenggan dijelaskan bahwa Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw (1785 M). Di dalam babad Momana disebut angka tahun pembuatan pesanggrahan, 1711 tahun Dal, Kanieng Gusti awit vasa ing Rejawinangun…

Sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarga, Rejawinangun pernah dikunjungi dan “dinspeksi” seorang pejabat Belanda, yaitu Jan Greeve pada 5 hingga 15 Agustus 1788 M. Inspeksi dan kunjungan terhadap sarana dan prasarana yang dapat difungsikan sebagai pertahanan tersebut dilakukan bersamaan dengan benteng baluwarti Keraton.

Berdasarkan hasil identifikasi gugusan bangunan Pesanggrahan Rejawinangun terbuat dari batu bata tapa struktur kayu, seperti bangunan Pesanggrahan Tamansari yang berdinding tebal. Kompleks pesanggrahan itu terdiri atas pagar keliling dan bangunan pesanggrahan.

Lokasinya yang berseberangan langsung dengan Sungai Gajah Wong. Nah, air yang mengalir ke Situs Warungboto berasal dari sungai tersebut dengan memanfaatkan undak-undakan sungai.

Pesanggrahan Rejawinangun di sisi barat Sungai Gajah Wong terdiri atas bangunan inti yang berada di dalam pagar keliling sera terdapat ruang utama yang merupakan pusat kesakralan. Bangunan tersebut diindikasikan sebagai bangunan pengimaman. Selain itu terdapat dua buah kolam yang berbentuk bundar dan segi empat. Kedua kolam tersebut berdinding bata dengan perekat dan lepa.

Penelitian tentang Situs Warungboto telah dilakukan sejak zaman Belanda hingga masa pasca kemerdekaan. Pada tahun 1936, Oudheidkundige Dienst (OD) membuat peta gambar rekonstruksi serta mendokumentasikannya dalam bentuk foto. Kegiatan in selesai tahun 1937.

Kemudian, hasil pemetaan Oudheidkundige Dienst tahun 1936 tersebut ditindaklanjuti dengan kegiatan perbaikan darurat oleh Dienst der Zelbestuurweken te Jogjakarta (dinas pekerja Kotapraja) dengan petunjuk dari Oudheidkundige Dienst.

Setelah dilakukan perbaikan darurat tahun 1939 oleh Oudheidkundige Dienst maka tahun 1981 mulai diadakan peninjauan kembali terhadap kekunoan Situs Warungboto. Langkah itu dilakukan kaitannya dengan usaha pemeliharaan dan perlindungannya sebagai situs purbakala.

Hingga pasca gempa tahun 2006 dilakukan pemugaran. Gempa tektonik yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006 semakin memperparah kerusakan dari sisa-sisa bangunan Pesanggrahan Rejawinangun yang masih ada. Namun sebagian sisa-sisa bangunan tersebut seperti bangunan pendapa, kolam bundar dan masjid secara parsial masih dapat dilestarikan.

Pemugaran dilakukan berulang kali secara bertahap. Tahun 2009 dilakukan pemugaran bagian pendapanya. Kemudian, pada tahun 2015 pada bagian depan yang terdapat bangunan pengimaman dengan kondisi memprihatinkan.

Lantas, di tahun 2016 rehabilitasi dilakukan di bangunan tengah yang terdapat kolam atau umbul, sayap sisi selatan, dan bangunan bertingkat sisi selatan serta pagarnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pelajaran dari Porsche Tabrak Livina di Tol Kejapanan



Jakarta

Mobil sport Porsche 911 Carrera S dengan nomor polisi B 333 LKA terlibat kecelakaan di Tol Kejapanan ke Sidoarjo. Porsche itu menabrak Nissan Grand Livina.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun dilaporkan, satu orang luka berat.

Dikutip detikJatim, Kanit PJR Jatim II AKP Puguh Winarno mengatakan kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu (17/3) sekitar pukul 12.10 WIB. Porsche diketahui dikendarai Nissan Katama Angkasa warga Dukuh Pakis Surabaya. Sedangkan Nissan Grand Livina warna abu-abu metalik Nopol L 1496 ACY dikemudikan Rudy Andrianto bersama keluarganya.


Dalam kecelakaan itu, sopir Porsche hanya mengalami luka ringan. Sedangkan istri Rudi pengemudi Grand Livina, Ani Trihandayani, luka berat di bagian leher.

Puguh menambahkan kecelakaan tersebut terjadi lantaran pengemudi Porsche ugal-ugalan. Mobil sport itu tak terkendali dan menabrak mobil Nissan Grand Livina di depannya.

“Pengemudi mobil sport Porsche Carrera kurang antisipasi ada kendaraan di depannya sehingga terjadi tabrak belakang,” tandas Puguh.

Pelajaran dari kejadian ini, bahwa mengendarai mobil sport tak bisa asal kebut-kebutan. Perlu diketahui, cara mengemudikan mobil sport itu berbeda dengan mobil lain.

“Karakter mobil sport itu berbeda dengan kendaraan lain, dan nuansa membawa mobil sport itu berbeda dari melihat, mendengar, itu degup jantung luar biasa,” kata pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu beberapa waktu lalu.

“Ada faktor psikis, baunya, dentuman suara knalpot ini akan memunculkan hormon endorfin. Begitu kita di dalam, sensasi yang namanya adrenalin naik. Ketika endorfin dibarengi adrenalin, maka logika sudah tidak main,” jelasnya.

Pengemudi mobil sport harus mengenal karakter mobil sebelum turun ke jalan. Jusri mengatakan bekal dasar yang harus dimiliki pengemudi mobil sport ada tiga hal yakni mengetahui semburan tenaga, pengereman, dan performa handling.

Pengemudi juga harus memiliki soft skill, hal ini bisa diartikan kemampuan membaca potensi bahaya, mengukur jarak, menjaga kecepatan, mengatur jadwal istirahat selama perjalanan, dan lainnya.

“Harusnya kita sudah bisa menyimpulkan, kecelakaan di supercar bukan soal di masalah technical, bukan kendaraan yang super,” kata dia.

“Lebih banyak terkait soft skill, melahirkan pola pikir kehati-hatian. Perilaku waspada, tertib, empati,” sambungnya lagi.

(rgr/mhg)



Sumber : oto.detik.com

Gua Langkob di Pangandaran, Cocok buat Petualangan di Akhir Pekan



Pangandaran

Menyambut libur panjang akhir pekan ini, saatnya kemasi ransel dan berpetualang ke Pangandaran. Keeksotisan gua Langkob menanti untuk dijelajahi.

Selain pantainya, wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, juga harus mencoba menjelajah gua Langkob. Gua ini bisa menjadi alternatif liburan yang menarik, terutama bagi para penggemar wisata alam dan petualangan.

Gua Langkob terletak di Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar. Jaraknya sekitar 25 km dari Pangandaran, melalui Jalan Selasari, Parigi. Untuk mencapai Gua Langkob, disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena kendaraan umum hanya dapat mencapai Cibenda, Parigi.


Dari sana, wisatawan perlu mengambil jalan kanan menuju Kota Baru Pangandaran, melalui Jalan Selasari. Setelah tiba di perempatan, belok kanan ke Jalan Langkaplancar sejauh 5 km.

Kondisi jalan menuju Gua Langkob masih tergolong baik dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan. Saat ini, belum ada retribusi masuk untuk objek wisata ini.

Kepala Desa Bangunkarya, Yaya Suryana mengatakan gua Langkob adalah salah satu objek wisata desa di Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran.

“Gua Langkob berasal dari kata ‘Lengkob’ yang berarti lembah. Konon, di dalam gua eksotis ini terdapat gamelan yang dapat digunakan masyarakat saat mengadakan perhelatan,” ujar Yaya belum lama ini.

Menurut Yaya, Gua Langkob dapat dinikmati sebagai wisata historis dan wisata alam bebas. Pengunjung bahkan bisa melakukan aktivitas berkemah di dalam goa.

“Wisata alam bebas di Gua Langkob akan menambah keseruan saat menyusuri bagian dalam gua. Di sana banyak spot foto yang menarik,” tambahnya.

Gua Langkob memiliki tiga mulut gua dengan ukuran yang bervariasi. Ada yang sepanjang 20-30 meter, satu lagi 100 meter, dan satu lainnya belum pernah diukur karena sangat dalam.

“Lubang ketiga konon adalah gua paling besar,” kata Yaya.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Gua Langkob antara lain berkemah, swafoto, jelajah goa, dan caving.

“Jika ingin masuk ke dalam gua, disarankan meminta bantuan warga setempat yang menjadi pemandu karena memerlukan orang yang mengetahui situasi dan kondisi dalam gua,” kata Yaya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Penyebab Kaca Mobil Berjamur dan Cara Membersihkannya


Jakarta

Kaca mobil adalah bagian penting dari suatu mobil. Demi keamanan dan kenyamanan saat berkendara, penting untuk menjaga kaca mobil tetap bersih, salah satunya dari jamur yang kerap menempel di kaca mobil.

Apa penyebab kaca mobil berjamur? Bagaimana cara menghilangkan jamur yang menempel di kaca mobil? Simak di artikel berikut.

Penyebab Kaca Mobil Berjamur

Mengutip London Car Windscreen, kaca mobil bisa berjamur jika sering diparkir di tempat lembap, apalagi jika mobil tidak rutin digunakan.


Selain itu, jamur juga bisa muncul jika kaca mobil tidak segera dibersihkan setelah terkena air hujan. Pengembunan di kaca mobil berisiko menimbulkan jamur.

Jamur yang muncul di kaca mobil sebaiknya segera dibersihkan. Sebab, jamur bisa berkembang biak dan menyebar ke bagian mobil yang lain.

Cara Membersihkan Kaca Mobil Berjamur

Berikut bebarapa cara membersihkan kaca mobil yang berjamur.

1. Alkohol kadar 50-90%

Alkohol sering digunakan sebagai cairan pembersih, termasuk pembersih kaca mobil. Basahi kain lembut dengan cairan alkohol dan gosokkan ke kaca mobil.

Perlu diingat, jangan menekan kaca mobil terlalu keras agar tidak tergores.

2. Minuman Bersoda

Untuk menghilangkan jamur menggunakan air soda, pertama bersihkan kaca mobil dengan kain kering terlebih dahulu. Lalu, basahi kain lembut dengan air soda dan gosokkan ke kaca mobil. Lakukan beberapa kali hingga jamur hilang.

Sebaiknya, air soda yang dipilih tidak mengandung gula agar tidak mengundang semut.

3. Pasta Gigi

Pasta gigi juga mampu membersihkan jamur di kaca mobil. Caranya adalah dengan mengoleskan pasta gigi secukupnya pada kaca mobil, lalu tunggu hingga kering.

Setelah itu, bilas dengan air sambil menggosok kaca dengan kain lembut hingga jamur hilang.

4. Pemutih Pakaian

Jamur pada kaca mobil juga bisa dihilangkan menggunakan pemutih pakaian. Basahi kain lembut dengan pemutih pakaian secukupnya, lalu gosokkan pada kaca mobil hingga bersih. Jangan menekan kaca terlalu keras agar kaca tidak tergores.

Itu dia cara membersihkan kaca mobil yang berjamur. Untuk mencegah jamur tumbuh di kaca mobil, sebaiknya detikers tidak memarkir mobil di tempat lembap dalam waktu yang terlalu lama. Pastikan juga untuk mengeringkan embun pada kaca mobil, apalagi setelah hujan. Semoga membantu, detikers!

(fds/fds)



Sumber : oto.detik.com

Konon, Inilah Desa Tertua di Pantai Selatan Pulau Jawa



Bantul

Situs Gunung Wingko di Bantul dipercaya sebagai desa tertua di pantai selatan pulau Jawa. Sayang, lokasi situs ini sudah sulit dipetakan. Kok bisa?

Situs yang berada di Srigading, Sanden, Bantul ini menjadi bukti adanya peradaban prasejarah. Kawasan Gunung Wingko diyakini sejak dulu telah memproduksi keramik atau gerabah.

Hal ini dibuktikan dengan adanya temuan kereweng dan artefak di kawasan itu. Namun, saat ini lokasi situs Gunung Wingko sudah tidak bisa dipetakan karena banyaknya permukiman penduduk.


Pantauan di lokasi, tidak ada papan nama atau penunjuk lokasi di Gunung Wingko. Situs itu hanya menyisakan bukit kecil dengan banyak tumbuhan di dalamnya.

Dikutip dari situs Disbud Pemkab Bantul, Gunung Wingko diyakini merupakan situs permukiman masa protohistori. Desa kuno Gunung Wingko disebut sebagai salah satu desa paling tua dan paling besar di antara desa-desa kuno di pantai selatan Jawa.

Fase kehidupan yang terjadi di desa tersebut sejak masa akhir prasejarah hingga masa sejarah. Ketua Pokdarwis Srigading, Atmono (59), menjelaskan dulu di samping rumahnya terdapat bukit pasir yang sangat tinggi. Bukit pasir tinggi ini diduga menjadi pusat situs Gunung Wingko.

“Bahkan lebih tinggi dari atap rumah bukit pasir itu,” kata Atmono mendeskripsikan bukit pasir itu saat ditemui di kediamannya, Kamis (30/5/2024).

Bukit tersebut, kata Atmono, memanjang dari arah barat ke timur di Jalan Samas. Secara rinci, bukti pasir itu mulai dari Tirtohargo, Kretek, Bantul hingga Karanganyar, Gadingrejo, Sanden, Bantul.

“Dengan panjang sekitar 3 kilometer, itu membentang dari arah barat ke timur,” ujarnya.

Asal Usul Nama Wingko

Terkait nama Gunung Wingko, Atmono mengungkapkan karena dahulu banyak temuan benda menyerupai pecahan genting di bukit pasir. Namun, hingga saat ini tidak ada yang tahu asal muasal pecahan tersebut.

“Saat saya masih kecil, pas di bukit itu banyak sekali yang namanya wingko atau yang masyarakat sini sebut pecahan genting. Tapi itu sebenarnya pecahan gerabah berserakan banyak sekali,” ujarnya.

“Nah, kejadiannya seperti apa, saya tanya orang-orang tua sini tidak ada yang tahu,” lanjut Atmono.

Wingko Diduga Berasal dari Pemukiman Kuno

Atmono sendiri menduga jika wingko itu berasal dari permukiman di sisi selatan bukit. Mengingat zaman dahulu banyak permukiman di dekat sungai dan pantai.

“Dugaan saya, permukiman zaman dulu ada di sepanjang pantai dan pinggiran sungai, karena untuk akses transportasi zaman dahulu kan satu-satunya itu. Nah, pemukiman itu mungkin sudah ada sebelum zaman prasejarah,” katanya.

Terkait Gunung Wingko berhubungan dengan permukiman zaman prasejarah, Atmono menilai karena banyaknya temuan artefak dan hasil kajian dari gunung tersebut. Sehingga sebelum Belanda dan Jepang menjajah sudah ada permukiman di bagian selatan Bantul.

“Saya bisa bilang begitu karena temuan artefak-artefak, hasil kajiannya ditemukan. Itu dari yang paling sederhana hingga keramik ditemukan itu dari zaman prasejarah,” ucapnya.

Sedangkan untuk pusat situsnya sendiri belum ada yang bisa mengungkapnya. Semua itu karena banyaknya permukiman di sekitar Jalan Samas saat ini.

“Kalau pusat situsnya sendiri kita susah memetakan karena bentangan dari bukit pasirnya kan cukup panjang sekitar 3 kilometer,” ujarnya.

Menyoal banyaknya wingko pada bukit pasir, Atmono menduga permukiman pada zaman prasejarah itu sudah bisa memproduksi garam, anyaman, dan keramik. Menurutnya, kala itu di Bantul sudah terjadi peradaban yang cukup maju di era zaman prasejarah.

“Nah, kenapa banyak wingko itu dugaan saya dulu permukiman di sana dengan kegiatan utamanya memproduksi barang, dengan menggunakan peralatan gerabah. Seperti dengan tangan kosong, roda berputar yang lambat dan kencang,” katanya.

“Terus dulu itu kemungkinan terjadi tsunami, itu dugaan saya ya, meskipun belum ada bukti ilmiahnya. Karena tersapu ombak lalu membuat rumah dan segala perabotan terangkat semua dan terkena bukit pasir karena batas ketinggian tsunami mungkin segitu,” imbuh Atmono.

Penemuan Arkeolog di Gunung Wingko

Di sisi lain, Atmono mengungkapkan banyak kegiatan arkeologi di Gunung Wingko. Atmono menerangkan kebanyakan pelaku kegiatan tersebut dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Dari 1972 sampai 1998, itu dari UGM. Saat itu banyak ditemukan tulang manusia dan hewan. Kemudian yang sporadis atau mahasiswa-mahasiwa itu juga ada, dan terakhir itu dari UGM tahun 2019-2020,” ucapnya.

Dengan banyaknya temuan itu, Atmono yakin di Bantul sudah ada peradaban sebelum berdirinya candi-candi. Apalagi, peradaban tersebut terbilang maju karena sudah bisa memproduksi gerabah.

“Semua itu membuktikan di Bantul sudah ada peradaban dan peradabannya jauh lebih tua ketimbang Borobudur dan Prambanan,” ucapnya.

Situs Gunung Wingko Kini Terbengkalai

Terlepas dari semua itu, Atmono menyayangkan kurangnya kepedulian dari pemangku wilayah terhadap Gunung Wingko. Padahal Gunung Wingko sebenarnya bisa menjadi daya tarik wisata minat khusus.

“Memang tidak ada papan penanda, kepedulian dari pemangku wilayah kurang perhatian atau mungkin masukan kita yang kurang ke mereka. Sebenarnya saya pernah menawarkan, karena situs-situs seperti itu sayang kalau dibiarkan begitu saja,” katanya.

Bahkan, Atmono pernah menawarkan rumahnya sebagai embrio pusat studi situs Gunung Wingko. Sebab, rumahnya berada tepat di samping lokasi yang diduga menjadi pusat situs Gunung Wingko.

“Tapi sampai sekarang belum terwujud. Padahal saat dipetakan pusat situs itu (Gunung Wingko) di sini, utara tempat saya ini dan seharusnya kan bisa menjadi living museum di sini,” katanya.

Belum lagi, saat ini lahan yang diduga menjadi pusat situs Gunung Wingko akan dijual. Diketahui, tanah tersebut sudah berulang kali dijual.

“Iya (memang tanahnya djiual), karena itu hak milik. Yang punya dulu aslinya orang sini dan dijual sampai tangan keempat, dan sekarang ditawarkan lagi alias dijual,” ujarnya.

Gunung Wingko Berstatus Cagar Budaya

Sementara itu, Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bantul, Elfi Wachid Nur Rachman, menyebut Gunung Wingko berstatus situs cagar budaya. Semua itu tertuang dalam surat keputusan (SK) Bupati Bantul.

“Terkait dengan Gunung Wingko sudah jadi situs cagar budaya. Adapun status tersebut tertuang dalam surat keputusan Bupati Bantul nomor 527 tahun 2019 tentang Gunung Wingko sebagai situs cagar budaya,” kata Elfi.

Menyoal tidak adanya papan penanda di Gunung Wingko, Elfi mengaku pemasangan kemungkinan berlangsung tahun ini. Mengingat tahun ini Disbud Bantul memiliki program papanisasi.

“Terkait penanda tahun 2024 ada papanisasi dan salah satu sasarannya di Gunung Wingko. Tidak hanya itu, kami juga akan mengusulkan keberadaan pusat Informasi Gunung Wingko,” ucapnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pantang Mundur Nyetir Mobil Matic di Tanjakan, Begini Caranya



Jakarta

Mobil matic memang banyak jadi incaran. Selain nggak ribet, mobil matic juga diincar karena kemudahannya yang tinggal injak gas saja. Tapi ada hal yang agak ngeri juga saat membawa mobil matic, yakni saat berada di tanjakan.

Beberapa pengemudi kerap panik saat mengendarai mobil matic di jalanan yang memiliki kontur menanjak, terlebih tanjakan yang ekstrem. Mungkin untuk para pengemudi mobil manual, mengendalikan mobil ketika berada di tanjakan hanya tinggal menyeimbangkan antara gas dan kopling supaya mobil tidak merosot serta mencegah mobil mati.

Berbeda dengan mobil matic, cara yang dilakukan pertama kali adalah jangan panik. Ini modal penting karena panik akan membuat semua menjadi sulit. Setelah mampu menenangkan diri, cara untuk mengendalikan mobil matic di tanjakan yaitu dengan memindahkan gigi dari ‘D’ (drive) ke gigi rendah atau ‘L’.


Penjelasan Gigi ‘L’ di Mobil Matic

Fungsi gigi ‘L’ ini adalah untuk digunakan ketika berkendara di jalanan yang menanjak atau menurun. Saat mobil di masukan ke gigi ‘L’ maka mesin akan menghasilkan torsi yang lebih besar. Jadi gigi ‘L’ pada mobil matic serupa dengan gigi ‘1’ di mobil manual.

Dari laman resmi Hyundai, untuk bisa melewati tanjakan yang curam atau ketika dalam situasi terjebak di kemacetan dengan jalanan menanjak, cara bijaknya adalah dengan menggunakan gigi ‘L’. Ini agar menjaga mesin tidak mudah mengalami loss power saat menanjak.

Beberapa produsen mobil menyertakan gigi dengan angka ‘2’ dan ‘3’. Pada prinsipnya gigi ‘3’ memiliki kegunaan untuk memerintahkan mesin untuk membatasi rasio sampai gigi ‘3’ saja, sedangkan dengan gigi ‘2’ dapat digunakan ketika melewati jalanan menanjak namun tak terlalu curam dan panjang.

Cara Mengoperasikan Gigi pada Mobil Matic saat di Tanjakan

Sebetulnya terdapat beberapa cara untuk melewati tanjakan saat menggunakan mobil matic. Sebelum berpergian dengan mobil tentunya yang paling dasar adalah mengenali mobil secara luar dan dalam, hal ini untuk mempermudah pengemudi mengetahui seluk-beluk mobil.

Dikutip dari Auto2000, terdapat tiga cara untuk menjalan mobil matic di tanjakan. Berikut tipsnya.

3 Cara Nyetir Mobil Matic di Tanjakan

1. Pindahkan Gigi dari D ke L

Saat menemukan dan hendak melalui jalanan yang menanjak, terlebih dahulu pindahkan tuas gigi dari ‘D’ ke ‘L’. Karena dalam situasi ini mobil membutuhkan torsi yang besar, bila momentum ini terlewati maka tenaga mobil akan hilang dan mobil akan meluncur ke belakang.

2. Injak Gas Sesuai Kebutuhan

Pada momen ini kamu jangan sungkan untuk menginjak gas dalam-dalam, sesuaikan dengan tanjakan yang dihadapi. Jika dirasa tanjakan curam dan panjang, maka injak gas pun jangan ragu-ragu. Ambil ancang-ancang untuk melakukan kick down atau menginjak pedal gas secara dalam supaya mobil bisa berjalan.

3. Jangan Injak Rem saat Pindah Gigi

Dalam hal ini, masih terdapat pengemudi yang menginjak rem saat memindahkan gigi dari ‘D’ ke ‘L’. Seharusnya cara ini tidak perlu dilakukan. Hanya tinggal melepas pedal gas lalu pindahkan tuas ke posisi gigi yang diinginkan.

Yang terpenting yakni pindahkan gigi secara bertahap jangan lakukan dengan sekaligus. Apabila transmisi sebelumnya berada di posisi ‘D’, yang perlu dilakukan adalah memindahkannya ke gigi ‘2’ sebelum masuk ke gigi ‘L’ untuk melewati tanjakan curam.

(rgr/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Menikmati Perpaduan Ketenangan dan Jepang di Koryu Space



Jakarta

Terletak di area perkantoran dan pusat lalu lalang pekerja, Koryu Space sepertinya jadi tempat yang memiliki fitur mute dalam ruangannya. Koryu Space merupakan working space yang berada di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta.

Buat traveler yang sedang mencari tempat untuk WFA (work from anywhere) atau mengerjakan tugas, Koryu Space adalah tempat yang cocok. Terutama, buat kamu yang hanya bisa fokus ketika berada di lingkungan yang tenang dan damai.

Saat detikTravel berkunjung ke tempat ini, Jumat (14/6/2024) suasana tenang pun langsung terasa ketika pintu dibukakan oleh petugas.


Semua pengunjung yang ada Koyru Space ini asik dan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, ada yang membaca buku dan mengerjakan sesuatu di laptop. Tanpa ada gangguan sedikit suara mengganggu di ruangan ini, hanya ada suara kaki melangkah, ketikan keyboard hingga suara buku yang tersingkap.

Area yang cukup luas, bersih, dan nyaman ini bakalan bikin kamu betah berlama-lama Koryu Space. Karena tempat ini berada di The Japan Foundation, tentunya segala budaya yang berkaitan dengan Negeri Matahari Terbit terdapat di sini.

Koryu Space, working space di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta.Origami di Koryu Space, working space di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Mulai dari buku, foto, patung-patung, origami juga ornamen-ornamen kecil lainnya. Selama detikTravel berada di Koyru Space, tak ada kata lain yang bisa tergambarkan selain kata nyaman. Begitu cocok buat kamu yang ingin ‘berhenti’ sejenak dari kebisingan dan hiruk pikuk Kota Jakarta.

Nuansa Jepang yang kental di tempat ini juga bisa terlihat dari dinding-dinding yang berlapiskan kayu, terus yang membuat tempat ini semakin menakjubkan ialah bisa melihat lanskap gedung-gedung pencakar langit dari dalam ruangan ini. Walaupun terletak di lantai dasar, sisi itulah yang membuat sudut pandangnya terasa berbeda.

Koryu Space juga banyak dijadikan tempat oleh para pengunjung sebagai spot foto karena tempat ini memang begitu instagramable. Tak ayal pengunjung ada saja yang telah usai dengan aktivitasnya mengabadikan gambar atau video di sini.

Fasilitas yang tersedia di Koryu Space juga terbilang lengkap loh, terdapat toilet yang bersih, colokan listrik, AC yang dingin sampai wifi. Semua fasilitas itu bisa kamu rasakan tanpa harus merogoh kocek sepeser pun, untuk bisa masuk ke area ini hanya cukup dengan melakukan registrasi di sebelah kiri setelah pintu masuk.

Jam operasional Koryu Space ini dimulai pada hari Senin-Jumat dari pukul 09.30 sama 16.30 WIB dan akan tutup pada pukul 12.30 sampai 13.30 WIB. Sabtu dan Minggu, serta hari libur nasional tempat ini tidak bisa dikunjungi.

Koryu Space, working space di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta.Koryu Space, working space di The Japan Foundation, Gedung Summitmas II lantai 1, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat jam akan menunjukkan waktu istirahat, petugas dari Koyru Space akan memberitahukan kepada pengunjung waktu visit mereka akan segera habis dan pengunjung dipersilahkan untuk mengosongkan area tersebut.

Jadi selama waktu istirahat berlangsung, Koyru Space akan tutup sementara dan kembali beroperasi pada pukul 13.30 WIB. Di sini juga buat kamu yang ingin belajar Bahasa Jepang, tersedia buku gratis untuk bisa dibawa pulang.

Sebagai informasi, The Japan Foundation merupakan lembaga milik Pemerintah Jepang yang khusus menaungi pertukaran budaya sekaligus mempromosikan budaya Jepang ke negara lain.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Biaya Servis Kaki-kaki Mobil, Manfaat, dan Komponennya


Jakarta

Kaki-kaki mobil memiliki peran yang penting untuk menunjang kinerja kendaraan. Jika tak ada komponen ini, mobil tidak bisa berjalan dengan baik dan stabil.

Fungsi kaki-kaki mobil adalah menopang seluruh beban kendaraan dan membantu mengontrol pergerakan mobil saat melaju. Jadi, penting untuk servis teratur kaki-kaki mobil.

Servis tersebut dilakukan untuk menjaga performa mobil tetap optimal dan mencegah adanya kerusakan. Berapa biayanya?


Biaya Servis Kaki-kaki Mobil

Komponen kaki-kaki mobil memiliki banyak fungsi yang semuanya harus diservis teratur. Kerusakan salah satu bagiannya dapat berdampak buruk pada performa mobil.

Mengutip laman Wuling serta penyedia jasa inspeksi dan garansi mobil bekas Otospector, berikut kisaran biaya servis kaki-kaki mobil:

  • Tie rod: Rp 300.000-Rp 340.000
  • Bushing arm: Rp 300.000-Rp 350.000
  • Ball joint: Rp 90.000-Rp 150.000
  • Link stabilizer: Rp 40.000-Rp 45.000
  • Bearing depan: Rp 150.000-Rp 160.000
  • Bearing belakang: Rp 80.000 – Rp 90.000
  • Shock breaker depan: Rp 1,1 juta-2,2 juta (termasuk bongkar pasang)
  • Shock breaker belakang: Rp 900.000-Rp 1.800.000 (termasuk bongkar pasang)
  • Ganti ban: Rp 520.000-840.000 per roda (termasuk biaya pasang, balancing, dan nitrogen).

Manfaat Service Kaki-kaki Mobil

Servis atau perawatan pada kaki-kaki mobil tentunya memiliki banyak manfaat penting. Mengutip laman Astra Daihatsu, beriku beberapa manfaatnya.

1. Memberi Keamanan Saat Mengemudi

Servis kaki-kaki mobil meliputi pemeriksaan dan perawatan suspensi, rem, serta sistem kemudi. Jadi, service ini akan memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.

2. Menjaga Keseimbangan Mobil

Cek rutin kaki-kaki mobil dapat memberi stabilitas dan pengendalian yang lebih baik ketika berkendara, terutama menjaga keseimbangan mobil. Selain itu juga mengurangi getaran dan guncangan saat melintasi jalanan yang tidak rata.

3. Komponen-komponen Terawat dengan Baik

Servis kaki-kaki secara teratur juga membuat komponen seperti peredam kejut, per, dan sistem rem terawat dengan baik. Hal ini membantu mencegah kerusakan atau keausan, sehingga umur pakai mobil panjang.

4. Efisiensi Bahan Bakar yang Lebih Baik

Suspensi yang optimal membantu menjaga kontak ban dengan jalan yang tepat. Jadi, bisa mengurangi gesekan dan hambatan saat berkendara. Hal ini bisa mengurangi beban pada mesin dan meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil.

Komponen Kaki-kaki Mobil

Kaki-kaki mobil mempunyai banyak komponen dengan fungsi yang berbeda tapi tetap saling berhubungan. Apa saja komponen-komponen tersebut?

1. Kaki-kaki Bushing Arm

Kaki-kaki Bushing Arm berguna sebagai titik tumpu roda dan pencengkram. Adapun fungsi lainnya adalah sebagai peredam getaran sambungan komponen suspensi. Apabila ada masalah pada bushing arm, maka kendaraan terasa tidak stabil saat melaju.

2. Kaki-kaki Suspensi

Suspensi mobil berguna untuk memaksimalkan akselerasi, terutama jika melewati medan berlubang. Terbuat dari baja anti karat, suspensi memiliki daya tahan yang kuat. Ketika kendaraan mengalami penurunan daya tahan suspensi, kendaran menjadi limbung ketika dipacu.

3. Tie Rod

Tie Rod merupakan komponen yang langsung terhubung dengan stir. Jika ada masalah, laju mobil cenderung melenceng ke samping.

4. Shockbreaker

Shockbreaker adalah bagian kaki-kaki mobil yang berperan dalam meredam getaran. Adanya shockbreaker membuat pengendara tidak merasakan guncangan. Komponen ini dianggap rusak jika terasa sekali goncangan ketika melaju.

5. Roda dan Ban Mobil

Roda dan ban mobil adalah komponen yang mempunyai fungsi vital. Fungsi utamanya adalah penahan bobot kendaraan dan bantalan. Selain itu, komponen ini juga berguna sebagai banalakan agar tidak langsung bersentuhan dengan aspal; dan menjaga keseimbangan kendaraan.

6. Ball Joint

Ball joint adalah komponen yang berfungsi untuk mengikat sumbu lower arm saat mobil berbelok. Komponen ini berkaitan erat dengan roda dan membantu kendaraan bergerak stabil.

7. Kaki-kaki Per

Kaki-kaki terdeteksi rusak jika ada ulir per keongnya patah. Kondisi ini bisa juga dilihat dari bagaimana kondisi bushing atau bantalnya.

8. Kaki-kaki Bearing

Bearing berfungsi sebagai bantalan roda yang memastikan putaran stabil saat melaju. Kerusakannya bisa diketahui dengan cara didongkrak. Jika terdengar suara bising, maka secepatnya perlu diperbaiki.

Jangan lupa untuk mengecek kaki-kaki mobil agar jika terjadi kerusakan dapat cepat diperbaiki. Sebelumnya, jangan lupa cek dulu biaya servis kaki-kaki mobil untuk informasi terbaru.

(elk/row)



Sumber : oto.detik.com

Anti Loyo dan Kantuk, Ini Cara Berkendara di Bulan Puasa



Jakarta

Pola tidur yang berbeda selama bulan puasa bisa jadi salah satu faktor yang membuat tubuh kita loyo dan mudah mengantuk. Tak hanya itu, bisa lebih berbahaya bila saat berkendara mengalami penurunan konsentrasi.

Selama berpuasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan makan dan minuman, ini menyebabkan perubahan kadar gula darah pada tubuh. Ini juga yang bisa menjadikan risiko berbahaya saat berkendara.

Jadi apa yang harus dilakukan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa? Dilansir dari ANTARA dan disampaikan Instruktur Keselamatan Berkendara Sony Harisno, dijelaskan pastikan terlebih dahulu fisik dalam keadaan istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.


Selain istirahat yang cukup, mental juga sebisa mungkin harus terjaga. Sony mengatakan penting untuk seseorang yang akan berkendara agar mempersiapkan diri terlebih dahulu, terlebih pada saat sedang berpuasa.

“Permasalahan puasa biasanya merasa lemas dan emosi, namun hal ini terjadi akibat kurangnya persiapan diri sebelum mengemudi. Saat puasa melakukan aktivitas sehari-hari saja terkadang berat, apalagi yang harus mengemudi dengan tingkat kewaspadaan dan konsentrasi tinggi,” katanya Sony.

Kemudian, Sony juga mengimbau kepada pengendara untuk sebisa mungkin menghindari jam-jam tubuh penurunan ketika akan berkendara.

Otographics mengusir kantuk saat nyetirOtographics mengusir kantuk saat nyetir Foto: Mindra Purnomo

“Hindari mengemudi di jam-jam tubuh drop, antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Mengemudilah dengan tenang dan tidak terburu-buru sehingga mengemudi akan datar dan terkontrol,” ungkapnya.

Bulan puasa memberikan perubahan kebiasaan dalam keseharian kita, ini lah yang patut diperhatikan dan tak boleh anggap sebelah mata. Karena kewaspadaan berkendara sangatlah penting menyangkut diri sendiri yang orang disekeliling.

Adapun Head of Safety Riding Promotion Wahana Sejati (WMS) Agus Sani mengatakan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa adalah dengan melakukan stretching. Ia menyebut dengan stretching bisa mengurangi risiko kecelakaan.

“Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih berkonsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

(lth/lth)



Sumber : oto.detik.com

Tradisi Unik Sambut Idul Adha di Pasuruan: Manten Sapi



Pasuruan

Ada beragam tradisi unik menyambut Idul Adha di Indonesia. Di Pasuruan, Jawa Timur warga menggelar acara Manten Sapi alias Pengantin Sapi. Seperti apa ya?

Tradisi Manten Sapi biasanya dilakukan sehari sebelum waktu Idul Adha tiba. Warga melakukan tradisi ini sebagai simbol penghormatan kepada hewan yang akan dikurbankan.

Untuk menghormati hewan kurban, biasanya masyarakat akan memandikan mereka dengan air kembang dan merias hewan tersebut. Sapi-sapi ini akan dirias serupa pengantin, diberi kalung kembang tujuh rupa, dan diselimuti kain putih.


Penampilannya setelah dirias sangat cantik dan tampan menyerupai pengantin menjadi alasan tradisi ini disebut sebagai manten sapi atau pengantin sapi.

Sesudah dihias, sapi-sapi tersebut kemudian diarak berkeliling oleh masyarakat, sebelum akhirnya diserahkan ke panitia penyembelihan hewan kurban di masjid.

Tak hanya rombongan sapi yang tampil meriah dan anggun, warga masyarakatnya pun tak ketinggalan. Mereka yang ikut arak-arakan manten sapi akan membawa berbagai bahan pangan. Seperti minyak goreng, beras, bumbu masak, hingga kayu bakar.

Bahan pangan tersebut nantinya akan diberikan kepada warga yang tidak mampu bersama dengan daging kurban yang telah dipotong pada hari Idul Adha. Hal ini dilakukan masyarakat untuk membantu warga tersebut agar tak kesulitan untuk mengolah daging sembelihan.

Selain sebagai tradisi yang menarik untuk menjadi tontonan, kebiasaan turun-temurun di masyarakat ini juga dilakukan sebagai bagian dari syiar Islam.

Adanya tradisi manten sapi ini diharapkan supaya masyarakat memiliki keinginan untuk berkurban di momen Idul Adha tahun berikutnya.

Meskipun hanya sapi yang diarak, tetap saja hal ini diharapkan memotivasi masyarakat untuk bersemangat kurban dengan hewan apapun yang diperbolehkan. Antara lain kambing, domba, sapi, bahkan unta.

Masyarakat yang mengikuti manten sapi juga merasa bangga sebab di tengah banyaknya tradisi lokal yang hilang, kebiasaan ini masih terus dilakukan di masyarakat. Selain itu, manten sapi juga dilakukan sebagai bentuk komunikasi untuk menjaga tradisi setempat.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com