Ketan Susu Kemayoran, Kuliner Khas Jakarta yang Unik dan Bikin Ketagihan



Jakarta

Kalau ditanya kuliner khas Jakarta apa, jawab saja Ketan Susu Kemayoran. Kuliner satu ini begitu sederhana, unik, tapi bikin ketagihan.

Menjelang jam makan siang, Ketan Susu Kemayoran pelan-pelan menjadi ramai. Kursi yang sedianya kosong menjadi penuh. Masyarakat ternyata banyak yang memilih kuliner ini sebagai isi perut mereka di tengah hari. Kala itu panas Kemayoran begitu terik.

Ketan susu pastinya jadi incaran mereka ditemani dengan tempe goreng khas warung ketan ini. detikTravel pun penasaran dengan rasa ketan susu plus tempe goreng yang jadi andalan di sini.


Satu piring ketan yang diguyur susu kental manis dan empat goreng tempe pun mendarat di atas meja kami, pada Sabtu (15/6/2024) kemarin.

Sebagai teman untuk kudapan ini, kopi susu pun dipesan selagi makanan masih panas. Ternyata pengunjung banyak yang memilih teh manis sebagai pelarut makanan yang berada di kerongkongan mereka.

Kuliner Ketan Susu KemayoranKuliner Ketan Susu Kemayoran Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Bukan tanpa alasan, teh di tempat ini begitu istimewa karena menggunakan poci tanah liat yang membuat rasa teh menjadi lebih nikmat. Seperti istilah Jawa menyebut teh dalam poci itu waskintel (wangi, sepet, legi, dan kentel).

Kudapan pendamping ketan susu ini ada berbagai pilihan gorengan, mulai dari tempe goreng, pisang goreng, singkong goreng sampai ubi goreng. Yang jadi unik di warung ketan ini adalah teman serasi untuk ketan susunya adalah tempe goreng.

Perpaduan manis legit dari ketan susu bersatu dengan gurih dan renyahnya tempe goreng. Walaupun secara tampilan agak aneh, nyatanya saat masuk bersamaan ke dalam mulut rasa yang tercipta begitu bervariasi.

Kudapan sederhana ini memiliki rasa yang begitu lengkap, manis, asin, gurih bercampur jadi satu. Salah satu pengunjung yang kerap datang ke sini adalah Irham, katanya ketan susu di sini memiliki rasa yang otentik dan rasa tempenya juga lebih enak.

“Saya sering ke sini, mau hari biasa atau weekend. Terus juga kadang siang, kadang juga malem, nggak nentu sih tapi kalau ke sini saya sering. Ketannya tuh beda apalagi tempenya juga enak banget,” ucapnya sambil menyantap ketan.

Adapun pengunjung yang baru pertama kali mencoba kudapan ini, Diki pun menyebut kudapan ini sebagai kudapan yang unik. Rasa perpaduan asin dari gorengan dan manis dari ketan susu baginya baru untuk dicoba tapi tetap enak.

Kuliner Ketan Susu KemayoranKuliner Ketan Susu Kemayoran Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

“Ke sini sih baru pertama kali tapi kalau tahunya udah dari lama. Walaupun rasanya agak nabrak ya ketan susu sama gorengan tempe tapi khas lah rasanya,” kata Diki.

Dalam sehari ketan yang dibuat oleh warung tersebut tak ada perhitungannya, semua pengolahan menggunakan feeling. Bisa disebut kisaran porsi yang mampu dihasilkan Ketan Susu Kemayoran ini hingga ratusan porsi atau bahkan menyentuh ribuan.

“Nggak ada takarannya mas, masaknya pake feeling aja,” kata salah satu pekerja Ketan Susu Kemayoran.

Warung Ketan Susu Kemayoran ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu, 1958 jadi awal berdirinya warung ketan susu ini. Haji Sukrad lah yang pertama kali merintis usaha Ketan Susu Kemayoran dan kini diteruskan oleh generasi ketiga yakni Amin.

Dirinya menyebut tak pernah ada hari libur untuk jam buka warung ini kecuali hari lebaran.

“Ya nggak ada libur kita mas kecuali lebaran doang,” ungkap Amin.

Terletak di Jalan Garuda Ujung atau Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat. Jika berkunjung ke warung ketan susu ini kamu nggak akan bingung karena tempatnya percis berada di pinggir jalan.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cara Merawat Rem Motor, Jangan Melakukan Ini Secara Bersamaan



Jakarta

Menjaga performa motor menjadi kewajiban para penggunanya dengan cara rutin melakukan perawatan. Apalagi mendekati musim libur lebaran, para pengendara motor akan mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

Dalam upaya untuk memastikan perjalanan menyenangkan dan aman, penting bagi para pengendara buat melakukan pengecekan beberapa komponen sepeda motor sebelum memulai perjalanan.

Salah satunya adalah pengecekan kampas rem sebagai komponen esensial yang berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara dengan mengatur laju kendaraan, baik memperlambat maupun menghentikan putaran roda.


Pengecekan rutin sistem pengereman seperti kampas rem, merupakan hal yang sangat penting menunjang kenyamanan serta keselamatan berkendara. Berikut beberapa tips perawatan komponen sistem pengereman sepeda motor yang dapat dilakukan oleh para konsumen:

1. Gaya Berkendara Dan Pembersihan Kampas Rem

Saat mengendarai motor, pengendara disarankan menghindari kebiasaan menarik gas dan tuas rem secara bersamaan. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, kampas rem dapat menjadi lebih cepat aus atau menipis.

Selain memperhatikan gaya berkendara, penting juga membersihkan kampas rem secara rutin menggunakan sikat kawat atau cairan pembersih rem. Hal ini dilakukan supaya kampas rem terhindar dari tumpukan kotoran seperti pasir atau debu halus yang dapat mengganggu kinerja rem secara keseluruhan.

2. Pengecekan dan Penggantian Minyak Rem

Agar fungsi rem cakram motor tetap optimal, konsumen perlu memperhatikan kondisi minyak rem. Pastikan volume minyak rem di dalam master rem berada dalam batas normal, jernih, dan bebas dari kotoran. Ketika minyak rem dalam kondisi baik, maka kinerja rem cakram juga akan lebih optimal. Sesuai buku petunjuk penggunaan, konsumen juga perlu melakukan penggantian minyak rem setiap 24.000 km atau 2 tahun sekali dalam kondisi penggunaan normal.

3. Penggunaan Spare Part Asli

Penggunaan spare part asli juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Setiap kampas rem asli pabrikan pastinya telah dirancang khusus sesuai dengan setiap model sepeda motor, sehingga kinerja dan daya tahannya optimal. Selain itu, minyak rem asli juga telah teruji kemampuannya dalam menahan suhu tinggi yang dihasilkan oleh proses pengereman.

“Melakukan perawatan sepeda motor menjadi kewajiban para pengendaranya, hal ini untuk menjaga berbagai fungsi pada sepeda motor tetap optimal. Salah satunya fungsi pengereman yang sangat penting untuk selalu diperhatikan khususnya bagi para pengendara aktif. Maka dari itu kami sebagai produsen sepeda motor berupaya mengingatkan dengan berbagi tips perawatan fungsi pengereman sepeda motor untuk menunjang pengalaman berkendara konsumen tetap menyenangkan,” jelas Frengky Rusli, Asst. General Manager Aftersales Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

(lua/riar)



Sumber : oto.detik.com

Berburu Kuliner di Cirebon Saat Libur Long Weekend



Cirebon

Bingung menghabiskan libur long weekend Idul Adha? Kota Cirebon bisa menjadi tujuan untuk mencoba berbagai macam kuliner legendaris khas Kota Udang.

Hanya dua jam dari Jakarta, Cirebon menjadi salah satu alternatif kota yang dapat dikunjungi untuk berlibur di long weekend kali ini. Pengunjung dapat menikmati berbagai macam kuliner khas Cirebon hingga mengunjungi lokasi wisata yang sedang hits di Kota Cirebon.

Nasi Jamblang Mang Dul adalah salah satu kuliner khas Cirebon yang bisa dicoba oleh wisatawan. Nasi yang dengan isian lauk seperti ikan, ayam, tauco ataupun tahu tempe dengan sambal pedas khas Cirebon dan dibungkus menggunakan daun jati yang membuat aromanya khas dan wangi.


Ketika mendengar nama Cirebon, Empal Gentong akan selalu terngiang di kepala. Dengan sentuhan santan yang gurih, dan disajikan dengan gentong yang membuat empal gentong terlihat unik.

Salah satu Empal Gentong yang terkenal di Cirebon adalah Empal Gentong H. Apud. Ada juga Empal Gentong Mang Darma (EGMD) yang sudah berdiri sejak 70 tahun lalu.

Sebagai variasi, ada nasi lengko. Sebenarnya hidangan ini mirip ketoprak atau toge goreng di Jakarta. Bedanya ini pakai nasi dan kuah kacangnya sangat banyak. Masih ditambahi lagi irisan daun kucai yang harum dan gurih.

Ada pula mie Mie Koclok, menu khas Cirebon yang satu ini merupakan paduan antara mie kuning basah, suwiran ayam, irisan kol, tauge, potongan telur rebus, daun bawang, bawang goreng dan tentunya kuah putih kental yang terbuat dari seduhan kaldu

Untuk melengkapi kulineran di Cirebon, traveler dapat menginap di salah satu hotel favorit yaitu Patra Cirebon Hotel & Convention. Terletak di lokasi strategis yaitu Jl. Tuparev No 11, hotel ini menghadirkan nuansa budaya khas Cirebon yang kental dengan sentuhan batik Megamendung pada kamar dan desain interiornya.

“Dengan menginap di Patra Cirebon, para tamu dapat berwisata kuliner dengan mudah. Wisatawan dapat mencicipi kuliner khas Cirebon, seperti Empal Gentong H. Apud, Nasi Lengko H. Barno, Nasi Jamblang Mang Dul dan Ketan Bumbu Bu Yudi,” ujar I Gusti Made Juniarta, GM Patra Cirebon Hotel & Convention.

Hotel Patra CirebonHotel Patra Cirebon Foto: (dok. Istimewa)

Sebagai informasi, Patra Cirebon merupakan satu-satunya hotel di Cirebon memiliki fasilitas infinity pool yang terletak di rooftop dengan pemandangan kota Cirebon dan Gunung Ciremai yang menawan.

Terdiri dari 12 lantai dan 168 kamar, hotel ini juga punya fasilitas kamar khusus difable dengan ukuran pintu masuk, kamar mandi dan tempat tidur yang lebih luas dibandingkan kamar lainnya.

Fasilitas lain di hotel ini ada restoran, kafé dan Gym Corner. Ada juga aktivitas anak seperti Kids Corner, aktivitas mewarnai dan Ball Bath, serta penyewaan sepeda yang terletak di sebelah resepsionis.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ganti Oli Motor Berapa Km? Ini Jarak dan Waktu yang Tepat


Jakarta

Salah satu cara merawat sepeda motor yakni dengan mengganti oli. Oli penting untuk diganti secara berkala karena berperan besar bagi kendaraan, yaitu sebagai pelumas, pendingin, serta pembersih mesin.

Namun, masih ada pengguna motor yang bingung mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli, apakah pelumas mesti diganti rutin tiap bulannya atau tergantung kilometer (km) jarak yang sudah motor tempuh.

Daripada makin penasaran, cari tahu jawabannya pada uraian berikut.


Kapan Waktu yang Tepat Untuk Ganti Oli Motor?

Untuk menunjang kinerja sepeda motor, oli mesin dibutuhkan. Oli sangat penting lantaran berguna sebagai pelumas dan pendingin agar menjaga mesin dan komponen-komponen tetap sehat, mampu menahan gesekan, serta terlindungi dari kerusakan.

Nah, agar oli bekerja optimal sehingga berkendara lancar dan terhindar masalah maka penggantian oli perlu dilakukan secara rutin. Lantas, ganti oli berapa km atau berapa bulan sekali?

Agung Prabowo selaku Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, menjelaskan bahwa pabrikan motor biasanya menyarankan untuk ganti oli setiap 2.000-3.000 km atau 2-3 bulan sekali, tergantung yang lebih dulu dicapai.

“Jika kilometernya tidak tercapai, biasanya bengkel menyarankan datang lagi misalnya motor 2-3 bulan suruh ke bengkel lagi untuk ganti oli, padahal kilometernya belum tercapai,” kata Agung, dikutip dari catatan detikOto.

Pemakaian sepeda motor juga menjadi faktor yang mesti diperhatikan dalam mengganti oli. Apabila motor sering digunakan, oli perlu diganti lebih cepat. Misalnya, tiap bulan ganti oli.

“Kalau sering dipakai apalagi di Jakarta yang kebanyakan stop and go, itu diharuskan tiap bulan ganti oli. Jangan menunda apalagi tunggu hitam. Karena sewaktu-waktu, walau dipakainya sudah lama oli bisa jadi bening lagi, loh. Tidak hitam,” ujar Adrian Baskoro, Vice President Director MPM Lubricants, dalam arsip detikOto.

Ini direkomendasikan agar mesin sehat dan kendaraan tetap awet. Lain hal jika motor dipakai lebih sering, seperti untuk ngojek online. Menurut Adrian, setidaknya oli diganti 2-3 minggu sekali.

“Kalau sudah dipakai ojek online, ini mending dua minggu atau tiga minggu sekali deh ganti oli,” katanya.

Tidak seperti motor manual, motor matic memerlukan pelumas tambahan selain oli mesin, yaitu oli gardan atau oli transmisi matic. Adapun penggantian oli gardan lebih lama dibandingkan oli mesin. Meski begitu, oli transmisi ini juga harus diganti secara berkala.

Menurut Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, oli gardan sebaiknya diganti tiap 12.000 km atau 12 bulan sekali untuk penggunaan motor yang normal.

Jika pemakaian berat atau motor kerap digunakan untuk jarak jauh, durasi penggantian oli lebih bagus dipercepat.

“Coba ganti dengan perbandingan 2:1. Penggantian oli transmisi dilakukan setelah dua kali ganti oli mesin,” ucap Brahma.

Risiko Jarang Ganti Oli Motor

Oli motor mesti diganti berkala, sekalipun motor jarang dipakai. Tapi, kalau kamu tidak rutin mengganti oli, terutama oli mesin, ada beberapa risiko yang bisa terjadi.

1. Oli Cepat Berwarna Hitam

Wahyu Budhi selaku Training Analyst Wahana Makmur Sejati (WMS), dikutip dari catatan detikOto, memaparkan bahwa warna hitam pada oli disebabkan oleh kerak sisa pembakaran yang bercampur oli. Bentuk cairan ini akan encer sehingga tidak layak untuk digunakan.

Jika sudah begini, pelumas perlu lebih sering diganti agar tidak merusak mesin kendaraan.

2. Komponen Lebih Cepat Rusak

Penggantian oli secara berkala bisa membuat mesin tetap terjaga. Dengan begitu, usia komponen akan awet.

Di sisi lain, kekentalan oli akan menurun jika tidak diganti terlalu lama. Ini dapat membuat proses pelumasan menjadi tidak optimal sehingga gesekan antar komponen bisa terjadi. Demikian mesin motor nantinya akan lebih cepat rusak.

3. Mesin Panas Berlebih

Salah satu fungsi oli untuk bantu mendinginkan mesin motor. Apabila oli jarang diganti maka fungsi pendinginan akan berkurang, sehingga panas berlebih bisa terjadi di mesin.

“Ini yang turut memicu panas berlebih dari mesin,” kata Wahyu.

4. Motor Tidak Nyaman

Motor yang jarang ganti oli akan lebih terasa getarannya. Karena itu, pengendara mungkin bisa merasa tidak nyaman saat mengendarai motor.

5. Boros BBM

Volume oli akan berkurang seiring pemakaian motor. Selain itu, gesekan antar komponen bisa makin keras. Kalau sudah begini, performa mesin jadi lebih berat.

Kondisi yang demikian memerlukan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak supaya sejumlah komponennya bisa bekerja. Alhasil, bahan bakar jadi lebih boros.

Nah, itu dia penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk mengganti oli motor. Jadi, kamu jangan sampai terlewat untuk ganti oli ya.

(azn/fds)



Sumber : oto.detik.com

7 Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Sebelum Diajak Mudik



Jakarta

Musim mudik lebaran 2024 bakal segera tiba. Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi, jangan lupa memeriksa beberapa komponen penting pada mobil. Hal ini perlu dilakukan demi kelancaran perjalanan Anda sekeluarga.

Dijelaskan Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan resminya, berikut 7 tips perawatan mobil untuk mudik supaya perjalanan lebih aman, nyaman, serta menyenangkan.

1. Ganti Oli Mobil


Sebagai pelumas penting komponen dalam mesin, periksa dan ganti oli mesin bila diperlukan sebelum pergi mudik, mulai oli mesin, oli gardan, oli rem, oli power steering, dan lain-lain. Pastikan pilih oli terbaik sesuai dengan spesifikasi mesin.

2. Cek Kondisi Ban

Sebagai penggerak utama mobil, kondisi ban wajib diperhatikan secara berkala. Selain mengukur tekanan ban, spooring dan balancing sangat penting dilakukan untuk
menyeimbangkan kembali sudut-sudut roda supaya bisa berputar dengan seimbang. Terlebih, komponen penting ini memiliki peran besar dalam keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.

3. Periksa Komponen Rem

Periksa sistem pengereman dan pastikan dalam keadaan baik, mulai dari kualitas minyak (oli) rem, kondisi kampas rem, dan piston rem.

4. Ganti Air Radiator

Air radiator meredam panas pada dinding silinder ketika terjadi pembakaran dari kerja mesin. Oleh karena itu, mobil berkompresi tinggi dihimbau untuk menggunakan air radiator khusus agar kinerja pendingin mesin lebih optimal dan mampu mencegah karat pada sela mesin.

5. Periksa Aki dan Sistem Kelistrikan Mobil

Aki mobil adalah sumber daya utama kelistrikan pada mobil. Aki yang bagus akan menjaga kinerja lampu, Audio, dan mesin berjalan dengan optimal. Sebaliknya, aki yang jarang dirawat atau bahkan tidak pernah di check dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan kinerja yang kurang maksimal atau mogok pada saat kendaraan akan digunakan.

6. Lampu dan Wiper

Komponen ini dapat dirawat melalui servis rutin sebelum mudik. Jika karet wiper fungsinya tidak bekerja dengan baik, segera lakukan ganti dengan yang baru agar dapat
menyapu air dengan baik dan menjaga visibilitas ketika berkendara dalam kondisi hujan.

7. Filter Pendingin dan AC

Mobil dengan suhu yang dingin dan sejuk memberikan kenyamanan selama perjalanan. Lakukan pengecekan filter pendingin pada AC, termasuk pembersihan kondensor dan evaporator agar kinerja AC tetap optimal.

(lua/din)



Sumber : oto.detik.com

4 Tipe Rumah Betawi, Sudah Tahu Belum?



Jakarta

Suku Betawi ternyata mempunyai rumah adat dengan arsitektur yang khas. Tak hanya ada satu, tapi ada empat tipe yang berbeda. Seperti apa penampakannya?

Menjadi pusat pemerintahan pada zaman penjajahan Belanda membuat Kota Batavia atau Jakarta dipengaruhi berbagai budaya asing. Itu membuat Betawi, sebagai suku asli Jakarta, menjadi kaya akan budaya. Salah satunya nampak pada rumah adat.

Tak hanya satu, suku Betawi ternyata memiliki empat rumah adat dengan tipe arsitektur yang berbeda-beda. Bersama jktgoodguide yang dipandu oleh Rony, detikTravel mengulik lebih dalam empat rumah adat Betawi yang bisa ditemukan di Setu Babakan.


1. Rumah Adat Tipe Gudang

Rumah Gudang adalah tipe rumah yang biasanya ditemukan di daerah pedalaman Jakarta. Ciri khasnya berada pada bentuk fasad segi empat yang memanjang ke belakang.

Atapnya berbentuk pelana dengan struktur rangka kuda-kuda, serta memiliki prisal yang ditambahkan oleh satu elemen struktur atap yaitu jurai. Rumah adat tipe gudang ini juga memiliki sepenggal atap miring yang umumnya disebut topi/dak.

Menurut penjelasan Rony selaku guide, rumah tipe gudang biasanya memang menjadi rumah terpisah yang difungsikan sebagai gudang kala itu.

“Rumah Gudang ini memang biasanya difungsikan sebagai gudang dan biasanya bentuknya lebih memanjang,” kata Rony.

2. Rumah Adat Tipe Kebaya atau Bapang

Rumah kebaya ini adalah bentuk rumah yang telah disesuaikan dengan etnis Jawa. Rumah adat ini menjadi rumah favorit masyarakat betawi dikarenakan pembuatannya yang terkenal sederhana dengan lantai yang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah.

Tujuannya agar ‘bali suji’ sebagai unsur pendukung masih dipertahankan. Rumah ini terbagi atas tiga ruangan yaitu ruang depan, tengah, dan belakang.

Struktur kuda-kuda juga ditemukan pada bagian tengah-tengah atap tersebut. Menurut Rony asal usul nama kebaya dari rumah ini adalah karena bentuk atapnya yang memiliki cekungan di salah satu sisinya.

Menurutnya ini mencerminkan lipatan kain yang ada di kebaya khas Betawi atau bak pelana yang dilipat. Kedua sisi luar rumah potongan Bapang ini dibentuk oleh terusan (sorondoy) dari atap pelana yang terletak di bagian tengah.

“Nah itu sebenernya kaya lipetan kebaya (atapnya). Makannya kenapa disebut rumah kebaya karena kalau diliat mirip lipetan kebaya,” kata Rony.

3. Rumah Adat Tipe Joglo atau Limasan

Jika mendengar kata ‘joglo’ kebanyakan orang akan langsung teringat rumah adat khas daerah yang terkenal dengan Malioboro sebagai salah satu ikonnya.

Memang benar dapat ditemukan kemiripan akan rumah ada khas Jogja dalam tipe rumah ini. Kemiripan itu terlihat pada bagian atapnya yang menyerupai atap rumah joglo yakni atap yang menjulang ke atas dan tumpul.

Rumah Adat BetawiRumah Adat Betawi (Natasha Kayla Ananta/detikTravel)

Dengan denah berbentuk bujur sangkar rumah adat ini terbagi atas tiga ruang yang sama dengan tipe rumah adat kebaya. Namun rumah tipe ini tidak memiliki pintu belakang dan kamar-kamar.

Rony menjelaskan bahwa perbedaannya antara Joglo Jawa dengan Joglo Betawi terletak pada bagian bangunannya dan tata letak bagian dalamnya.

“Tapi joglo jawa sama joglo Betawi beda di bangunannya dan bagian dalamnya,” kata Rony.

4. Rumah Pesisir/ Rumah Panggung

Sesuai namanya, rumah adat tipe panggung atau pesisir ini biasa ditemukan di daerah pesisir Jakarta. Bahan materialnya terbuat dari kayu dengan bentuk rumah yang didesain kuat dan aman dari pasang surut air laut.

Meskipun sederhana, rumah adat tipe pesisir ini memiliki ukiran-ukiran pada kayu dengan motif geometris seperti titik, segi empat, belah ketupat, lingkaran, dan segitiga. Biasanya bentuk atau motif tersebut ditemukan pada lubang angin, kusen, daun pintu, tiang dinding, jendela, dan pembatas ruang.

Rumah Adat BetawiRumah Adat Betawi (Natasha Kayla Ananta/detikTravel)

Selain itu, rumah adat Betawi juga identik dengan bagian teras yang terletak di bagian depan rumah. Teras itu diperuntukkan untuk penerimaan tamu. Karena dalam adat Betawi bahkan mengatur ketat tata cara penerimaan tamu terkhusus tamu-tamu dengan lawan jenis.

“Dan biasanya di bagian depan itu ada teras, penerimaan tamu itu diatur nggak boleh sembarangan. Biasanya rumah Betawi itu ada dua meja, jadi dipisahkan antara yang muhrim dan bukan muhrim, kalau nonton film si Doel juga keliatan kalau di bale itu buat perempuan,” kata Rony.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Motor Minum Bensin yang Kecampur Air, Ini Dampaknya ke Mesin



Jakarta

Puluhan kendaraan roda dua kedapatan mogok usai tidak sengaja mengisi bensin Pertalite tercampur air di SPBU Bekasi. Bensin dan air tidak bisa menyatu dan bakal memberi dampak buruk ke mesin motor.

Viral di media sosial berita Pertalite tercampur air di salah satu SPBU kawasan Bekasi. Hal itu diketahui setelah beberapa kendaraan kedapatan mogok setelah mengisi Pertalite. Setelah ditelusuri, rupanya BBM RON 90 keluaran Pertamina itu sudah terkontaminasi dengan air.

“Terjadi dugaan kontaminasi BBM jenis Pertalite dengan air di SPBU 34.17106 Jl. Ir. H. Juanda No. 100 Kota Bekasi pada hari Senin tanggal 25 Maret 2024 pukul 21.00 WIB, hal ini diketahui setelah adanya komplain disertai bukti sample BBM yang terkontaminasi air dari konsumen setelah mengisi BBM jenis Pertalite,” bilang Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional JBB Eko Kristiawan dalam keterangannya.


Asst. General Manager Marketing – Public Relation Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Antonius Widiantoro menjelaskan, motor yang minum bahan bakar tercampur air, bakal terkena dampak negatif, salah satunya adalah mengalami masalah di ruang mesin.

“Ada dong pasti (dampaknya). Karena air itu kan nggak bisa menyatu dengan bensin dan itu bisa membuat tangki berkarat. Nah karatnya itu bisa menyumbat filter. Jadi BBM itu sebelum masuk ke injektor itu ada filter, lama kelamaan kalau itu kotor atau berkarat bisa mempengaruhi proses pembakaran,” bilang Anton kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Tangki bensin yang kemasukan air dapat menyebabkan kerusakan pada sistem penyaluran bahan bakar seperti pompa bensin, filter bensin, karburator, atau sistem injeksi. Hal ini yang mengakibatkan kendaraan mengalami mogok.

Kalau pengendara motor mengalami kasus seperti itu, solusi pertama adalah menguras tangki bensin sampai tangki benar-benar kosong. Setelah itu bersihkan komponen pompa bensin, filter bensin, karburator maupun injektornya. Jika ditemui kerusakan, maka perlu diganti komponennya dengan yang baru.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Siapa Bisa Angkat Batu di Ciamis Ini, Keinginannya Akan Terkabul



Ciamis

Di Situs Astana Gede, Ciamis ada satu batu ‘sakti’ yang punya mitos tersendiri. Siapa bisa mengangkat batu itu, keinginannya akan terkabul. Bagaimana kisahnya?

Situs yang berada di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis itu menyimpan sejumlah prasasti dan peninggalan sejarah Kerajaan Galuh. Salah satunya adalah Batu Palinggih.

Konon batu tersebut digunakan untuk melantik para Raja Galuh saat memerintah di wilayah Kawali. Batu Palinggih atau juga Batu Korsi merupakan peninggalan Kerajaan Galuh yang paling besar di antara prasasti yang lain.


Bentuknya panjang dan pipih. Di bagian tengahnya, terdapat batu yang berdiri sebagai sandaran raja saat menjalani prosesi pelantikan.

Letak Batu Palinggih berada di bagian tengah Situs Astana Gede paling awal di antara prasasti lainnya. Konon dulunya batu tersebut adalah lempengan besar, namun pecah oleh masyarakat.

Kang Enno, Budayawan Kawali menjelaskan, masyarakat Kawali menyebut batu itu Palinggih, sedangkan secara arkeologi disebut Batu Korsi atau tempat penobatan raja.

“Jadi setiap calon raja di Kerajaan Galuh kalau mau dilantik duduk di batu itu untuk melaksanakan prosesi pelantikan,” ujar Enno, Sabtu (15/6) akhir pekan lalu.

Enno menjelaskan, Batu Palinggih berbeda dengan Singgasana. Di beberapa situs atau kabuyutan, biasanya terdapat batu untuk pengobatan raja. Sedangkan singgasana hanya ada di keraton.

“Situs-situs di Galuh khususnya mempunyai batu untuk penobatan. Di Karangkamulyan ada, di Bogor juga ada peninggalan Padjajaran,” ungkapnya.

Batu Palinggih itu pertama digunakan saat pelantikan Raja Galuh Prabu Ajiguna Linggawisesa pada tahun 1333. Prabu Ajiguna Linggawisesa merupakan raja pertama yang memerintah di Kerajaan Galuh Kawali.

Sedangkan batu itu terakhir digunakan untuk pengobatan Raja Prabu Jayadewata atau masyarakat menyebutnya Prabu Siliwangi.

“Jadi Batu Palinggih ini dipakai penobatan 7 raja. Dari tahun 1333 raja pertama sampai tahun 1482 raja terakhir,” katanya.

Enno pun belum mengetahui secara pasti prosesi penobatan raja di Batu Palinggih tersebut. Mengingat tidak disebutkan secara detail dalam naskah-naskah kuno.

“Tapi yang jelas sistem pemerintahannya itu memiliki pola Tritangtu yaitu ada Rama, Resi dan Ratu,” ungkap petugas di Astana Gede Kawali ini.

Mitos Batu Palinggih Bisa Kabulkan Keinginan

Setiap peninggalan atau benda tertentu biasanya memiliki cerita mitos yang melekat di masyarakat, termasuk juga Batu Palinggih. Konon masyarakat Kawali dulu percaya apabila mampu mengangkat Batu Palinggih itu maka segala keinginannya cepat terkabul.

“Sebelum Astana Gede Kawali ini diresmikan oleh pemerintah, dulu masyarakat Kawali mempercayai siapa saja yang ke Astana Gede dan mencoba mengangkat batu itu maka keinginannya cepat tercapai,” ucapnya.

Enno menerangkan ternyata masyarakat salah mengartikan kata diangkat dari batu itu. Padahal orang terdahulu memberitahukan diangkat itu adalah pengangkatan raja.

“Tapi itu kebanyakan salah arti, jadi malah mengangkat batu tersebut. Padahal memberitahukan bahwa itu pengangkatan raja,” jelasnya.

Akibat cerita mitos tersebut, Batu Palinggih tersebut yang tadinya lempengan menjadi pecah beberapa bagian. Tapi sekarang masyarakat sudah tidak ada lagi yang mencoba mengangkat batu itu setelah dijaga dan dilindungi pemerintah.

“Awalnya batu itu satu lempengan tapi terbelah-belah. Mitos memang ada sisi baik dan sisi buruk. Sekarang urang yang datang ke sini didampingi, dipandu dan dijelaskan. Kalau di Sunda itu jangan langsung menyimpulkan karena leluhur kita memakai bahasa-bahasa sastra jadi harus dibedah dahulu,” pungkasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Mudik Pakai Mobil Listrik, Tekanan Ban Juga Wajib Dicek



Jakarta

Mobil listrik menjadi opsi baru untuk mudik Lebaran. Nah buat kamu yang berencana mudik pakai mobil listrik ada beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk tekanan ban.

Mobil listrik makin populer. Dengan jarak tempuh yang makin jauh, mobil listrik juga menjadi opsi untuk dikendarai saat mudik Lebaran. Terlebih Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga jumlahnya makin banyak. Meski begitu, mudik pakai mobil listrik tetap butuh persiapan. Hal ini dilakukan supaya perjalanan mudik kamu tetap lancar.

“Suhu lingkungan akan mempengaruhi jarak tempuh kendaraan listrik dan kinerja baterai. Jangkauan yang lebih luas dimungkinkan pada suhu lingkungan sedang. Sebaliknya, dalam cuaca yang sangat panas atau dingin, jangkauan mobil listrik akan berkurang,” ungkap Deputy Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano dalam siaran persnya.


Nah buat kamu yang berencana mudik pakai mobil listrik, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap lancar.

1. Rencanakan Perjalanan

Bila mudik menggunakan mobil berbahan bakar konvensional tentu akan memudahkan untuk mengisi bahan bakar. Sementara mobil listrik, meski jumlah SPKLU kian bertambah namun masih terbatas. Kalaupun tersedia di rest area, jumlahnya paling cukup untuk mengecas tiga mobil listrik. Untuk itu, diperlukan perhitungan matang jarak tempuh dan tentukan titik SPKLU sebelum melakukan perjalanan.

2. Gaya Berkendara

Gaya berkendara yang antisipatif, santai, dengan kecepatan stabil atau dikenal dengan Eco Driving, akan mengoptimalkan jangkauankendaraan. Sebaliknya, akselerasi yang agresif dan sering, kecepatan tinggi, yang disertai pengereman yang mendadak (hard braking) akan menghabiskan lebih banyak energi. Jika kondisi memungkinkan, gunakan cruise control untuk membantu kecepatan kendaraan yang konstan dan mengantisipasi kecepatan tinggi yang akan berdampak negatif terhadap jarak tempuh.

3. Kondisi Jalan

Pada kondisi jalan yang lebih datar, motor listrik pada kendaraan tidak perlu bekerja terlalu keras sehingga meminimalkan penggunaan energi baterai listrik. Sebaliknya, motor listrik akan bekerja lebih keras dalam kondisi jalan menanjak, sehingga membutuhkan daya listrik lebih besar. Hal ini tentunya terjadi pada semua kendaraan, terlepas dari jenis tenaga penggeraknya. Namun bagi pengguna mobil listrik, hal ini patut mendapat perhatian lebih, mengingat menghemat daya sangat penting karena masih terbatasnya SPKLU.

4. Perhatikan Regenerative Braking

Pada saat Anda melepaskan kaki dari pedal gas, sistem pengereman regeneratif yang cerdas akan memperlambat kendaraan dengan nyaman sekaligus mengubah tenaga yang dihasilkan untuk mengoptimalkan jangkauan baterai. Beberapa kendaraan listrik memiliki regeneratif pedal angkat yang dapat disesuaikan dan pengaturan maksimum biasanya memungkinkan mengemudi satu pedal.

Perlu dicatat, meskipun menghemat baterai, praktik pengereman ini akan menimbulkan efek negatif pada ban, yang mana ban akan mendapatkan gesekan terhadap permukaan jalan yang lebih sehingga dapat menyebabkan umur ban lebih pendek karena aus tidak rata. Beberapa model kendaraan listrik memiliki fitur Eco Mode. Eco mode adalah cara sederhana untuk mengoptimalkan jangkauan Anda selama perjalanan, yang termasuk pengaturan termasuk suhu kabin dan resirkulasi udara untuk menghemat energi dan memaksimalkan jangkauan.

5. Perhatikan Tekanan Ban

Tekanan ban yang rendah meningkatkan konsumsi energi, karena hambatan gelinding (rolling resistance) yang lebih besar membutuhkan daya gerak yang lebih besar. Untuk kendaraan listrik dengan ban ketahanan gelinding rendah, ini sangat penting untuk memastikan tekanan angin ban cukup untuk mengurangi hambatan berlebihan. Bacalah rekomendasi ukuran tekanan ban pada kendaraan yang biasanya terdapat pada kusen pintu samping kiri depan), simpan pengukur tekanan ban di dalam laci, dan periksa tekanan ban secara teratur.

Bila tidak memiliki pengukur tekanan ban, maka bisa melakukan pengecekan di bengkel. Kamu juga bisa mengunjungi Toko Model (TOMO) Bridgestone. Selain memeriksa tekanan angin, kondisi fisik ban juga akan diperiksa untuk memastikan ban Anda layak digunakan, khususnya untuk bepergian jauh.

(dry/din)



Sumber : oto.detik.com

Mudik Pakai Mobil Listrik, Lakukan 5 Hal Ini



Jakarta

Mobil listrik bakal menjadi salah satu kendaraan yang meramaikan perjalanan mudik lebaran 2024. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik dari produsen ke distributor (wholesales) pada Januari 2024 melonjak sebesar 684% dibandingkan Januari 2023.

Nah, bagi Anda para pengguna mobil listrik yang juga ingin melakukan perjalanan mudik lebaran 2024, perlu melakukan beberapa tips yang dibagikan produsen ban, Hankook, berikut ini:

1. Merencanakan Perjalanan


Sebelum mudik, pengguna mobil listrik harus mengetahui kapasitas baterai, jarak tempuh yang mampu dicapai saat kondisi baterai penuh, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai. Pengemudi juga harus mengkalkulasikan jarak perjalanan yang akan ditempuh.

Saat ini mobil listrik tersedia dalam varian standard range (100-300 km) dan long range (di atas 300-600 km), dengan kapasitas baterai di rentang 30-100 kWh. Langkah ini akan menyelamatkan pengendara dari range anxiety, yaitu kekhawatiran mobil tidak bisa mencapai jarak tertentu dengan sisa daya baterai yang tersimpan.

Saat berkendara jarak jauh seperti mudik, pengendara juga disarankan untuk mengisi ulang baterai hingga 80%, ketimbang penuh 100%. Hal ini untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Ini juga akan lebih menghemat waktu, karena pengisian daya baterai 80%-100% relatif lebih lambat dibandingkan dengan 0%-80%.

2. Memetakan Lokasi SPKLU

Pemudik yang menggunakan mobil listrik, harus melakukan riset terlebih dahulu lokasi SPKLU pengisian baterai dengan jenis-jenis soket pengisi daya (port charging), seperti CHAdeMO, CCS, dan AC Charging. SPKLU umumnya terbagi menjadi empat kategori meliputi, slow charging (≥ 7 kW), medium charging (≥ 25 kW), fast charging (≥ 50 kW), dan ultrafast charging (≥100 kW).

Baru-baru ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan 25 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sepanjang Tol Trans Jawa untuk mendukung kelancaran mudik lebaran tahun ini. Anda juga bisa mengetahui keberadaan lokasi SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile.

3. Perhatikan Gaya Berkendara

Perhatikan kecepatan dan gaya berkendara. Berbeda dengan mobil konvensional yang lebih boros energi saat melaju dengan kecepatan rendah di jalanan macet, mobil listrik justru lebih boros energi saat digunakan di kecepatan tinggi seperti di jalan tol. Sebab, mobil listrik mendapatkan torsi secara instan dengan semakin besarnya hambatan udara yang dihadapi kendaraan. Maka, hindari menyetir secara agresif dan jaga rata-rata kecepatan Anda secara stabil di rentang 60 hingga 80 km per jam. Selain untuk menghemat energi, juga senantiasa aman di jalan karena sesuai dengan anjuran rambu lalu lintas.

4. Pakai Ban Khusus

Gunakan ban khusus mobil listrik. Ban ini membantu performa mobil listrik secara optimal. Mobil listrik membutuhkan karakteristik ban khusus yang berbeda dengan ban mobil konvensional. Ban mobil listrik memiliki rolling resistance yang lebih baik ketimbang ban mobil konvensional. Selain itu, ban mobil listrik juga mampu bergulir lebih senyap dan didesain kuat untuk menahan beban mobil listrik yang cukup berat karena adanya baterai yang berukuran rata-rata 200-500 kg.

5. Periksa Tekanan Angin Ban

Hal ini perlu dilakukan sebelum berangkat untuk menjaga kinerja dan keamanan kendaraan. Tekanan angin ban mobil berbeda-beda bergantung jenis, dimensi mobil, dan bobot muatan. Pastikan untuk mengikuti rekomendasi tekanan angin yang diberikan oleh pabrikan. Pada umumnya tekanan angin ban yang direkomendasikan berkisar:

  • Mobil city car: (30-36) Psi
  • Mobil sedan: (30-33) Psi
  • Mobil MPV: (33-36) Psi
  • Mobil SUV: (35-40) Psi

Jika membawa muatan lebih, maka tekanan angin ban belakang dapat ditambahkan sedikit. Pengendara disarankan periksa ban dalam kondisi dingin untuk hasil yang akurat, mengingat perjalanan jauh dapat meningkatkan tekanan angin secara alami.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com