Dulu Gerobakan, Kini Pusat Oleh-oleh Jakarta Terlengkap



Jakarta

Oleh-oleh khas Jakarta bisa didapatkan di sini. Di Betawi Online Gallery.

Toko oleh-oleh Betawi Online Gallery berada di Jalan Setu Babakan No.41, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Terdapat 650 macam oleh-oleh khas Betawi di sini. Sebanyak 50 di antaranya merupakan produksi Betawi Online Gallery.

Mulai dari boneka ondel-ondel mini berukuran 30 cm, bando, gantungan kunci, topeng, mainan kayu tradisional, hingga alat makan jadul.


Berbagai jenis makanan dan minuman khas Betawi juga bisa ditemukan di sini, seperti bir pletok, kembang goyang, biji ketapang, dodol, dan lain-lain.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Harganya pun murah meriah, mulai dari Rp 15 ribu sampai dengan Rp 35 ribu sesuai dengan berat per kemasannya. Kemasan dari oleh-oleh makanan di sana dibuat menarik sehingga cocok untuk dijadikan buah tangan atau hampers.

“Kita juga punya olahan makanan yang namanya Dapur Mpok Memey itu kita punya kita sendiri. Itu kita produksi sendiri, kita branding, ini kan packaging nya oke. Jadi misal wisatawan buat dibawa keluar kota atau keluar negeri ini bagus, lebih menarik. Ini harga 15ribu sampai 35ribu tergantung ukuran,” kata Ardi, pemilik Betawi Online Gallery.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Tak hanya itu, di Betawi Online Galeri traveler juga bisa membeli printilan dari pakaian adat Betawi. Mulai dari Kebaya encim, kain batik betawi, cukin, hingga pangsi ada di sini.

Menurut Ardi, pembelian seragam khas Betawi ini selalu melonjak setiap tahunnya, terutama menjelang hari ulang tahun Jakarta.

Sebagai pusat oleh-oleh Jakarta, ondel-ondel jadi salah satu yang tak boleh terlewatkan. Betawi Online Gallery juga memproduksi sendiri berbagai jenis dan ukuran ondel-ondel.

Pembeli juga bisa request tinggi, mimik muka, ataupun pakaian yang dipakai ondel-ondel di sini. Berkat kualitas tinggi yang dihasilkannya, ondel-ondel dari Betawi Online Gallery telah berhasil menembus pasar internasional.

“Kalau penjualan online kita pasti Indonesia ya dari Sabang sampai Merauke. Terus kalau dari online juga luar negeri kita juga pernah kirim. Banyak kok barang-barang kita yang udah ke Belanda, Hong Kong, Jerman, Spanyol, Finlandia. Ondel-ondel kita ada di kedutaan besar Finlandia, terus waktu itu ada juga museum budaya di Spanyol beli ondel-ondel 30cm dari kita, kita kirim,” kata Ardi.

Betawi Online GalleryBetawi Online Gallery Foto: Natasha Kayla Ananta/detikTravel

Uniknya, di sini juga di jual berbagai jenis olahan minuman tradisional betawi yang dikemas lebih modern. Yaitu bir pletok rasa lemon dengan nama ‘Lemontok’.

Rasanya unik dengan sensasi segar dari buah lemon. Meski begitu, cita rasa khas dari bir pletok seperti secang dan jahe tetap terasa.

Selain itu juga tersedia berbagai minuman dengan nama unik lainnya, seperti minuman soda rasa leci dengan nama ‘Rasa Yang Pernah Ada’. Menurut Ardi, minuman dengan konsep unik ini justru laris di pasaran.

“Iya itu buat perkembangan zaman ngikutin lidah konsumen saat ini. Itu laku malah, rasanya seger. Pembeli grosir juga bisa beli di sini, harga lebih murah karena jatuhnya kita itu distributor,” tutur Ardi.

Tak perlu khawatir Betawi Online Gallery menyediakan berbagai pilihan pembayaran yang memudahkan para pengunjung, seperti tunai, Qris, ataupun debit.

Toko itu juga menyediakan layanan online shopping bagi Anda yang ingin berbelanja tanpa harus datang ke toko. Traveler dapat mengunjungi akun marketplace Betawi Online Gallery untuk melihat-lihat produk dan melakukan pemesanan.

Betawi Online Gallery itu bermula dari bisnis gerobakan pada 2015. Kini Betawi Online Gallery telah memiliki empat ruko yang tersebar di kawasan perkampungan Betawi Setu Babakan.

“Awalnya tuh saya jualannya tuh kaki lima tahun 2015 di bantaran Setu Babakan, 2016 rame akhirnya punya toko. Terus pas jamannya covid banyak toko-toko di sini tutup. Akhirnya satu-satu kita sewa, nambahlah sampe ke 4 toko di depan sini sampe ke belakang. Terus tahun 2019 sampai 2020-an kita ada lagi sewa di depan lagi toko yang lumayan besar nah di situ kita mulai produksi sendiri,” kata Ardi.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Ikon Budaya Betawi yang Resmi Diakui Perda Jakarta



Jakarta

Jakarta memiliki delapan ikon budaya yang resmi diakui dalam peraturan serah. Apa saja ya?

Jika menyebut nama Jakarta yang sering terlintas pastilah kehidupan modern yang sibuk, tetapi nyatanya Jakarta bukan hanya tentang gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk kota. Betawi sebagai suku asli Jakarta, ternyata kaya akan budaya dan menarik untuk ditelusuri.

Meskipun memiliki banyak kebudayaan yang khas, dalam Peraturan Daerah No.4 Tahun 2015 tentang pelestarian budaya Betawi baru ada delapan kebudayaan yang masuk ke dalam ikon budaya Betawi.


Bersama jktgoodguide dengan dipandu oleh Rony selaku guide, detikTravel berkesempatan mengenal lebih dekat dengan delapan ikon budaya Betawi, berikut ringkasannya.

1. Ondel-Ondel

Siapa yang tak kenal dengan ikon satu ini, ondel-ondel memang lekat kaitannya dengan budaya Betawi. Ondel-ondel adalah sepasang boneka besar dengan tinggi sekitar 2.5 meter-3 meter dengan diameter tubuh hingga 80 cm. Anggota tubuhnya terbentuk dari bambu dan bagian wajahnya terbuat dari pahatan kayu cempaka, rambutnya dari ijuk, dan busananya dari kain.

Mulanya ondel-ondel disebut dengan nama ‘barongan’. Nama ondel-ondel muncul setelah Benyamin Sueb menciptakan dan menyanyikan lagu berjudul ‘Ondel ondel’.

“Muncul nama ondel-ondel itu setelah Bang Benyamin menyanyikan lagu ondel-ondel,” kata Rony.

Pada awal abad ke-20, nama barongan pun berganti nama menjadi ondel-ondel. Kata ondel-ondel diambil dari bahasa Betawi klasik yang memiliki arti lincah dan fleksibel.

Sebelum menjadi sarana hiburan, barongan atau ondel-ondel digunakan sebagai ritual pengusiran roh jahat dan malapetaka seperti gagal panen atau ancaman wabah penyakit kala itu dengan struktur wajah yang menyeramkan. Seiring perkembangan zaman, wajahnya berubah menjadi tidak lagi menyeramkan karena alih fungsinya menjadi seni pertunjukan.

2. Kembang Kelapa

Banyak orang yang menganggap bahwa dekorasi berbentuk lidi yang dihiasi dengan kertas warna-warni hanyalah pemanis semata. Padahal pajangan atau dekorasi tersebut adalah salah satu bagian dari delapan ikon budaya Betawi.

Kembang Kelapa adalah salah satu bagian dari dekorasi yang tak pernah terlewat dalam setiap rangkaian acara Betawi. Biasanya juga ditemukan dalam rangkaian ondel-ondel. Ornamen ini dipilih karena melambangkan pohon kelapa yang memiliki manfaat di setiap bagian pohonnya mulai dari akar hingga daunnya.

“Kenapa ada kembang kelapa dalam ornamen Betawi karena filosofi pohon kelapa itu sendiri. Kalau temen-temen perhatiin pohon kelapa itu kan semua bagian kepake, nah seperti fungsi dari pohon kelapa kita sebagai manusia itu harus berfungsi dari semua aspek jangan sampai kita nggak bermanfaat,” ujar Rony.

3. Kerak Telor

Kerak telor juga jadi salah satu makanan khas terkenal di Jakarta. Makanan ini mudah sekali ditemukan di kawasan hiburan atau wisata Jakarta.

Menurut sejarah, kerak telor adalah salah satu makanan yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pada tahun 1970 kerak telor tercipta menjadi suatu hidangan atas insiden tidak disengaja. Kerak telor tercipta setelah masyarakat Betawi saat itu mencoba-coba membuat berbagai makanan dengan memanfaatkan kelapa sebagai bahan dasar utamanya lalu terciptalah makanan unik ini.

Makanan ini terbuat dari beras ketan putih (direndam semalaman), srundeng, telur ayam atau bebek, merica, ebi, dan bawang goreng. Dalam pembuatannya, kerak telor membutuhkan alat mulai dari wajan bergagang, kayu rotan, kipas, dan anglo.

Pada masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, kerak telor mulai gencar dipromosikan hingga terus berlanjut sampai saat ini. Selain menjadi salah satu identitas dari budaya Betawi, kerak telor juga jadi salah satu hidangan wajib setiap festival kebudayaan Betawi diselenggarakan.

Ternyata ada makna khusus di balik kudapan gurih ini lho. Kerak telor ternyata menggambarkan pergaulan hidup manusia yang harmonis. Sebagai sisi kehidupan manusia yang mengalami berbagai perubahan.

4. Bir Pletok

Minuman khas Betawi yang identik dengan warna merah ini terbuat dari campuran 13 jenis rempah-rempah. Dengan kandungan tersebut, bir pletok dinilai memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Uniknya, meskipun mengandung kata ‘bir’ minuman ini justru tak memiliki kandungan alkohol.

Terdapat dua versi asal usul nama bir pletok. Yang pertama berasal dari kata birun atau abyar dalam Bahasa Arab yang berarti sumber mata air. Versi lain mengatakan bahwa pada saat itu karena mayoritas penduduk Betawi umat muslim maka kebanyakan masyarakat Betawi tak bisa bergabung dalam budaya ‘minum bir’ Belanda.

“Sebenernya munculnya bir pletok ini pada 1900-an, termasuk baru. Karena, kalau kita lihat orang Betawi kan dimayoritasi muslim nah bangsa eropa kan suka minum bir, tapi pribumi kan dilarang minum minuman beralkohol. Jadi, diciptakan minuman yang mirip dengan bir dengan konsep menghangatkan. Biar kalau mereka ngumpul bisa sama-sama minum,” kata Rony.

Bir pletok jadi sarana alternatif yang tercipta untuk berkumpul. Meskipun tak mengandung alkohol, bir pletok tetap mampu menghangatkan tubuh. Kata ‘pletok’ tercipta dari sajian bir pletok yang identik dengan penggunaan es batu. Bunyi yang tercipta dari es batu ini lah yang jadi asal usulnya.

5. Gigi Balang

Gigi balang adalah salah satu ornamen khas Betawi. Ornamen ini biasanya ditemukan pada lisplang rumah-rumah adat Betawi. Namun kini, kita bisa dengan mudah menemukannya di berbagai fasilitas publik, dekorasi, hingga gapura di Jakarta.

Bentuknya yang menyerupai segitiga berjajar bak gigi belalang melambangkan kehidupan yang harus diisi dengan kejujuran, rajin, ulet, dan sabar. Itu mencerminkan kerja keras yang dilakukan belalang dalam mematahkan sebuah kayu. Beberapa juga mengartikan bahwa gigi balang menggambarkan pertahanan kuat dan keberanian.

Terdapat lima jenis ornamen gigi balang yakni, tumpal, wajik, susun dua, potongan waru, dan kuntum melati.

6. Batik Betawi

Berbeda dengan batik daerah lainnya, batik Betawi identik dengan warna cerah yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan pengaruh budaya Cina yang kuat di kawasan Betawi.

Motif yang tercipta pada batik ini juga terpengaruh dari budaya Belanda, India, hingga Arab. Namun pada dasarnya, batik Betawi memiliki makna sebagai keseimbangan alam semesta guna memenuhi hidup yang sejahtera dan berkah.

Ada lima motif dalam batik Betawi, yakni motif ciliwung, motif ondel-ondel, motif rasamala, motif salakanagara, dan motif nusa pala. Masing-masing motif punya makna tersendiri yang sebagian besar diambil dari kekayaan alam budaya dan sejarah di tanah Betawi.

Batik ini kerap digunakan sebagai salah satu bagian dari pakaian adat Betawi, hingga berbagai kostum tarian asal Betawi. Kini batik Betawi kerap digunakan sebagai pakaian seragam wajib anak sekolah dan karyawan/karyawati kantor pemerintah/swasta di Jakarta.

7. Pakaian Sadariah

Jika biasa melihat orang Betawi yang menggunakan peci lengkap dengan sarung di lehernya, itu adalah Pakaian Sadariah. Pakaian yang khas dengan celana panjang batik longgar atau celana pantalon ini juga jadi salah satu ikon budaya Betawi lho.

Ciri pakaiannya terbuat dari katun atau sutra dengan kerah tinggi, berkancing pada bagian depan, dan memiliki dua kantong pada bagian bawah kiri dan kanannya. Baju Sadariah juga dilengkapi dengan cukin atau kain sarung yang dilipat dan digantung pada bagian leher, lengkap dengan peci hitam polos, dan menggunakan terompah sebagai alas kakinya.

Uniknya cukin atau sarung itu tak hanya berfungsi sebagai estetika belaka, namun memiliki fungsi khusus yakni sebagai alat sholat sekaligus sebagai senjata ketika berhadapan dengan perampok atau begal yang marak di kawasan jalanan Batavia saat itu.

Mulanya pakaian ini dikenakan masyarakat suku Betawi laki-laki sebagai pakaian sehari-harinya. Namun, kini pakaian sadariah biasa digunakan dalam berbagai acara atau seragam khas masyarakat Jakarta.

8. Kebaya Kerancang

Kebaya yang juga familiar dengan sebutan Kebaya Encim ini jadi salah satu ikon budaya Betawi juga lho. Kebaya Kerancang adalah pakaian wanita Betawi yang terbuat dari kombinasi bahan brokat yang ditutup dengan bordir.

Kebaya kerancang biasanya pendek meruncing kebagian muka kebaya antara 12-30 cm dari dasar dengan model jahitan tangan goeng yang jadi ciri khas nya.

Kebaya itu serasi dipadankan dengan sarung atau kain panjang yang tidak diwiru lengkap dengan selendang dengan warna cerah.

Pada zaman dulu, brokat yang dikenakan dalam kebaya kerancang adalah brokat buatan eropa yang ditutup langsung dengan jahitan bordir agar terlihat serasi. Namun, kini berbagai perkembangan dunia fashion dapat mendapatkan berbagai jenis model brokat dengan mudah.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Awas Bahaya Microsleep saat Mudik



Jakarta

Istilah microsleep merupakan kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Penjelasan tersebut memang terasa wajar terjadi, namun akan jadi malapetaka ketika microsleep menimpa orang yang sedang mengemudi.

Microsleep umumnya hanya berlangsung sekejap, antara sepersekian detik sampai 10 detik. Tapi microsleep juga bisa bertambah durasinya menjadi lebih lama saat seseorang benar-benar memasuki waktu tidur.

Hal ini perlu dihindari saat kita mengemudi. Menjelang momen mudik lebaran ini perlu adanya pengetahuan tentang microsleep. Karena jika diabaikan dan dianggap remeh bisa-bisa momen lebaran yang seharusnya sukacita di kampung halaman berubah jadi dukacita, ngeri.


Dari laman resmi Kementerian Kesehatan, ada beberapa tanda seseorang mengalami microsleep secara umum. Berikut ciri-cirinya:

  • Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala
  • Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun
  • Menguap terus-menerus
  • Kelopak mata sangat berat
  • Mata berkedip berlebihan
  • Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
  • Arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur
  • Tidak mendengarkan pembicaraan orang lain
  • Tidak ingat kejadian 1-2 menit yang lalu
  • Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
  • Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba

Nah gejala-gejala tersebut sangat berbahaya ketika terjadi pada pengemudi, terlebih saat mudik lebaran nanti. Bukan hanya membahayakan diri sendiri dan keluarga tercinta, tetapi juga membahayakan pengendara yang lain.

Lalu apa yang menyebabkan microsleep bisa terjadi, selain karena kurangnya tidur? Terdapat beberapa penyebab lainnya, di antaranya: penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, efek samping obat, dan efek samping narkoba atau alkohol.

Untuk terhindar dari microsleep saat berkendara, pastikan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak memungkinkan karena kurang istirahat. Alihkan rasa kantuk tersebut dengan mendengarkan musik bertempo cepat.

Namun, langkah yang pasti adalah menepi dan cari tempat berhenti lalu istirahat lah. Atau tips lainnya bisa ikuti cara yang diutarakan Head of Safety Riding Promotion Wahana Timur Sejati (WMS) Agus Sani untuk menangani rasa kantuk saat berkendara.

Salah satu caranya menurut Agus adalah dengan melakukan peregangan tubuh sebelum berkendara atau ketika merasa ngantuk. Dengan melakukan peregangan bisa meningkatkan kadar oksigen dan meningkatkan konsentrasi.

“Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih konsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

(rgr/rgr)



Sumber : oto.detik.com

4 Komponen Ban yang Harus Diperiksa Sebelum Mobil Dibawa Mudik


Jakarta

Bagi detikers yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 bersama keluarga dengan mobil pribadi, tentu sudah bisa mulai mempersiapkan kendaraannya. Tak cuma mesin, kesiapan ban juga penting untuk dicek.

Dijelaskan oleh Bridgestone Tire Indonesia, ada beberapa hal dari ban mobil yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan jauh.

1. Tekanan Angin Ban

Tekanan angin ban sejatinya harus diperiksa sebelum memulai berkendara. Kita dapat menggunakan alat pengukur tekanan ban untuk memastikan kondisi anginnya sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan.


Menurut Brigestone Tire Indonesia, ban dengan tekanan angin lebih rendah dari rekomendasi dapat membuat pengendalian mobil lebih sulit. Selain itu, diklaim membuat penggunaan bahan bakar lebih boros.

2. Kondisi Permukaan Ban

Masa pakai ban terbatas. Salah satu indikator yang dapat menjadi tanda bahwa ban mobil sudah harus diganti adalah dari kondisi permukaannya.

Kondisi ban masih layak pakai adalah yang kedalaman tapaknya lebih dari 1,66 mm. detikers dapat menggunakan alat pengukur kedalaman ban atau melihat tread wear indicator (TWI) yang umumnya ditandai dengan simbol segitiga.

3. Kondisi Dinding Ban

Selain memperhatikan kondisi permukaan ban, cek juga kondisi dindingnya. Kerap kali, ban yang sudah harus diganti mengalami masalah retak bagian dindingnya. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi berkendara yang kurang ideal seperti underinflasi, overloading, hingga abrasi.

“Karet mungkin juga telah rusak oleh faktor lingkungan seperti paparan berlebihan terhadap panas atau ozon. Bila ini terjadi, ban Anda mungkin rentan terhadap kerusakan,” tulis Bridgestone Tire Indonesia.

4. Cek Kondisi Pentil Ban

Lantas bagian lain dari ban mobil yang harus dicek sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 adalah pentilnya. Meski terkesan sederhana, nyatanya pentil ini punya peran vital bagi kondisi tekanan angin pada ban.

Menurut Bridgestone Tire Indonesia, cara mudah untuk mengecek kondisi pentil ban adalah membasuhnya dengan air sabun. Jika terdapat gelembung udara, maka terjadi kebocoran pada pentil. Tentu kondisi ini mengharuskan pemilik kendaraan untuk menggantinya dengan yang baru.

(mhg/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Cobain Body Rafting Curug Ciparakan



Pangandaran

Pangandaran punya banyak objek wisata selain pantai yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Curug Ciparakan yang tersembunyi dan jarang terekspos.

Curug Ciparakan berlokasi di Desa Cibanten, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Sekitar 26 kilometer dari bunderan Marlin Pangandaran, dengan jarak tempuh selama satu jam berkendara lewat jalur darat.

Destinasi wisata Curug Ciparakan memiliki panorama alam yang asri dengan ciri khas aliran sungai yang jernih dan bersih. Bahkan, warga setempat memanfaatkan air tersebut untuk kegiatan masak hingga mandi.


Konon warga di Desa Cibanten itu masih ada yang memanfaatkan air bersih itu untuk langsung diminum. Namun, untuk saat ini harus menyaring terlebih dahulu agar aman untuk diminum.

Aktivitas yang dapat wisatawan lakukan jika berkunjung di antaranya, body rafting, berenang, spot foto selfie dan makan bersama.

Curug Ciparakan di Pangandaran.Curug Ciparakan di Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

Suara gemericik air curug yang mengalir dari sungai ke persawahan terdengar sangat merdu, seakan menjadi backsound suasana destinasi tersebut.

Tak ada tarif khusus untuk berkunjung ke lokasi tersebut. Pengelola desa setempat hanya menyediakan lahan parkir dengan tarif hanya Rp 5.000 per orang, ditambah penitipan sepeda motor sebesar Rp 2.000 saja.

Saat memasuki destinasi curug Ciparakan, para wisatawan akan disuguhi panorama alam persawahan hijau dan kebun kelapa. Lelah akan jauhnya perjalanan pun terbayarkan dengan pemandangan itu.

Cara Menuju ke Curug Ciparakan

Untuk menuju Curug Ciparakan, dari arah bunderan Marlin Pangandaran menuju Kecamatan Cijulang traveler bisa menggunakan angkot jurusan Pangandaran-Cijulang jarak tempuh 30 menit.

Sesampainya di Terminal Cijulang, bisa menggunakan jasa ojek menuju Desa Cibanten menuju jembatan sungai Ciparakan sejauh 5 kilometer ditaksir dengan ongkos Rp 30 ribu.

Namun, sangat disarankan berburu keindahan alam ke Curug Ciparakan menggunakan kendaraan pribadi. Sebab, di sini masih minim angkutan umum. Dari jembatan menuju curug hanya sekitar 300 meter ditempuh dengan berjalan kaki.

Fasilitas yang tersedia di Curug Ciparakan cukup lengkap, ada warung-warung kecil, musala, dan kamar mandi. Adapun menu makanan yang bisa dipesan adalah Nasi Liwet Ikan Mujair.

Harga Body Rafting di Curug Ciparakan

Kepala Desa Cibanten Ahmad Nuryana mengatakan objek wisata Curug Ciparakan ini baru diresmikan setahun yang lalu pada 3 Januari 2021.

“Meskipun baru, wisatawan mancanegara banyak berdatangan ke sini,” ucapnya, beberapa waktu lalu.

Curug Ciparakan memang terkenal dengan air terjunnya. Saluran airnya menyambung menuju Sungai Green Canyon.

“Ada dua air terjun yang ada di Ciparakan. Pertama, Taringgul yang bisa digunakan untuk berenang dan di bawahnya Ciparakan untuk aktivitas body rafting,” katanya.

Untuk body rafting di curug ini harganya cukup terjangkau. Per regu ada 5 orang, dengan harga Rp 110.000 per orangnya.

Fasilitas yang didapatkan wisatawan di antaranya pelampung, helm, makan satu kali, kelapa muda, dan tentunya durasi satu jam body rafting.

Curug Ciparakan sendiri sering jadi tempat untuk menenangkan diri. Healing, begitu istilah anak muda zaman sekarang menyebutnya.

“Biasanya warga setempat sebut dengan tadabur alam,” katanya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ini Tempat Eksekusi Penjahat di Danau Toba: Kepala Dipenggal-Jantung Dimakan



Samosir

Zaman dahulu, suku Batak mengenal sudah mengenal sistem pengadilan. Bahkan, ada satu tempat khusus untuk mengeksekusi para penjahat di Danau Toba.

Di balik keindahan alam dan budayanya, di sekitar Danau Toba terdapat peninggalan sejarah yang menyimpan kisah mengerikan di masa lalu.

Destinasi itu adalah Batu Persidangan keluarga orang Batak bermarga Siallagan. Batu Persidangan itu terdapat di Huta Siallagan di Ambarita, Kabupaten Samosir.


Batu Persidangan sendiri merupakan deretan kursi dan meja yang terbuat dari batu. Terdapat 9 kursi di Batu Persidangan yang mengelilingi satu meja yang terdapat di bagian tengah.

Di sekitar Batu Persidangan, terdapat rumah Bolon atau rumah adat Batak sebanyak 8 rumah yang sudah berumur ratusan tahun. Rumah Bolon itu memiliki sejumlah fungsi, mulai rumah Raja Siallagan dan keluarga hingga tempat pemasungan bagi pelaku kejahatan.

Konon dulu, ketika ada pelaku kejahatan di Huta Siallagan bakal disidang di Batu Persidangan. Dalam prosesi persidangan, Raja Siallagan akan memimpin persidangan langsung dan didampingi oleh dukun.

Jika tindak kejahatan pelaku dinilai kecil, maka hukumannya berupa pemasungan di salah satu rumah Bolon tersebut. Namun jika kejahatannya tergolong kejahatan berat, maka pelaku akan dijatuhi hukuman pancung alias potong kepala.

Pemandu Wisata di Huta Siallagan, Jansen Sitinjak, mengatakan tanggal eksekusi bakal ditentukan berdasarkan hari terlemah bagi penjahat itu. Sebab, rata-rata pelaku kejahatan diyakini memiliki ilmu hitam.

“Tanggal eksekusi pun akan ditentukan dari hari paling lemah si penjahat atau hari baiknya kapan. Pasalnya, rata-rata orang yang berani melakukan kejahatan diyakini punya ilmu hitam. Di sini dikenal namanya Manitiari atau primbon Suku Batak,” kata Jansen Sitinjak seperti dikutip dari laman indonesia.go.id.

Cara Eksekusi Penjahat yang Mengerikan

Di hari eksekusi, pelaku kejahatan bakal diletakkan di atas meja Batu Persidangan dengan mata tertutup kain ulos. Pelaku kejahatan kemudian diberi makanan berisi ramuan dukun untuk melemahkan ilmu hitam sang pelaku.

Kemudian, si pelaku kejahatan akan dipukul menggunakan tongkat tunggal panaluan. Yaitu tongkat magis dari kayu berukir gambar kepala manusia dan binatang, dengan bagian atas berupa rambut panjang.

Sementara saat dieksekusi, pakaian pelaku kejahatan terlebih dahulu dilepaskan untuk memastikan tidak ada jimat yang masih tersisa. Tubuh pelaku kemudian disayat-sayat dengan senjata tajam.

Jika tubuh pelaku kejahatan sudah mengeluarkan darah, maka itu artinya ilmu kebal pelaku sudah hilang. Bagian tubuh yang disayat dan mengeluarkan darah bakal disiram dengan air asam untuk membuat pelaku kejahatan semakin lemah. Setelah itu, baru eksekusi hukuman pancung akan dilaksanakan.

Jantung dan Hati Pelaku Kejahatan Akan Dimakan

Konon, jantung dan hati pelaku kejahatan akan dimakan oleh sang raja Siallagan, karena diyakini dapat menambah kekuatan. Sementara kepala pelaku kejahatan akan diletakkan di meja, demikian juga badan yang sudah terpisah dengan kepala.

Badan pelaku kejahatan kemudian dibuang ke Danau Toba selama 7 hari 7 malam. Selama itu pula, rakyat dilarang untuk beraktivitas di dalam Danau Toba.

Sementara kepala pelaku kejahatan yang sudah dipenggal, akan diletakkan di gerbang masuk Huta Siallagan sebagai peringatan ke raja lain maupun rakyat, agar tidak melakukan kejahatan yang serupa.

Setelah membusuk, kepala akan dibuang ke hutan di balik kampung dan rakyat akan dilarang beraktifitas di hutan selama 3 hari.

Menurut Jansen penghukuman seperti itu sudah berakhir di abad ke-19. Saat itu, agama Kristen sudah mulai masuk ke Kawasan Danau Toba melalui misionaris asal Jerman, yaitu Ludwig Ingwer Nommensen.

Kini Huta Siallagan bertransformasi menjadi salah satu desa wisata favorit di sekitar Danau Toba. Kisah mengerikan itu kini sudah hilang dan Huta Siallagan menjadi desa wisata dengan masyarakatnya yang ramah-ramah.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kapan Idealnya Mobil Diservis Sebelum Dipakai Mudik?



Jakarta

Mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia yang hendak mudik Lebaran ke kampung halaman. Sebab, selain mudah dan praktis, kendaraan tersebut bisa menampung banyak penumpang. Eits, tapi kapan idealnya mobil diservis sebelum dipakai mudik?

Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara mengatakan, sebenarnya pemilik mobil tak harus melakukan servis mendekati mudik Lebaran. Asalkan, kata dia, kendaraan selalu diservis rutin setiap enam bulan sekali.

“Mobil itu sebetulnya kalau dirawat berkala 6 bulanan nggak usah khawatir, kecuali ada ketidaknormalan dalam fungsi, contoh misalnya setir lari ke kiri-kanan dan lainnya. Sepanjang rutin dan kondisinya prima, mobil bisa digunakan mudik,” ujar Tara saat ditemui di Gedung Astra, Jakarta Pusat, Senin (1/5).


Kepadatan kendaraan wisatawan saat diberlakukan sistem satu arah (one way) pada libur akhir pekan di Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2024). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengkaji rencana pembangunan jalan tol Puncak di Jawa Barat untuk solusi mengurai kemacetan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kawasan lindung, permukiman, dan keseimbangan antara lingkungan, ekonomi, dan sosial. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/wpa.Musim mudik Lebaran 2024. Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Jika kendaraan tak rutin diservis berkala, pemilik bisa melakukan pemeriksaan di bengkel resmi menjelang dipakai Lebaran, paling tidak H-3. Namun, komponen yang diperiksa pun hanya bagian-bagian tertentu.

“Kalau memang mobil tidak rutin diservis (setiap 6 bulan), bisa dilakukan pengecekan yang simpel-simpel aja seperti tekanan angin ban, air radiator dan lainnya. Kami tetap buka bengkel,” ungkapnya.

Tara juga mengingatkan pemilik mobil yang kena recall seperti Land Cruiser 300 dan Lexus LX600 agar segera membawa kendaraannya ke bengkel resmi. Lebih lagi kendaraan tersebut hendak dipakai mudik ke kampung halaman.

“Prinsipnya kalau recall saran kami segera datang ke bengkel sebelum mudik. Kalau belum ada problem, bisa dikerjakan di Posko Siaga,” kata dia.

Tara memastikan, ada 24 bengkel Auto2000 yang buka saat hari pertama dan kedua Lebaran. Sehingga, pemilik kendaraan yang mau melakukan pengecekan dan perbaikan tak perlu merasa khawatir.

(sfn/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Menara Miring Ini Jadi Titik Nol Kilometer Jakarta



Jakarta

Di kawasan Kota Tua, Jakarta terdapat sebuah menara miring tua yang menyimpan sejarah, yaitu Menara Syahbandar (Uitkijk). Menara itu menjadi titik nol kilometer Jakarta.

Menara Syahbandar yang berada di Jl Pasar Ikan, Jakarta Utara itu merupakan saksi bisu perkembangan pesat jalur perdagangan di Jakarta. Dibangun pada tahun 1839 oleh pemerintah Belanda, menara itu awalnya berfungsi sebagai menara pemantau kapal yang keluar masuk Pelabuhan Sunda Kelapa.

Dari menara itulah para petugas mengawasi lalu lintas kapal, memastikan kelancaran bongkar muat barang, dan memungut pajak dari para pedagang.


Sebelum menara itu didirkan, pada 1645, lokasi itu merupakan tempat benteng pertahanan milik Belanda, bernama Benteng Culemborg.

Salah satu penjaga turut menjelaskan secara singkat kondisi situasi sekitar menara pada masa lampau. Sebagai daerah pusat pemerintahan Belanda, daerah menara yang tak jauh dari Pelabuhan Sunda Kelapa itu selalu ramai lalu lalang kapal sebagai akses keluar masuk orang-orang Belanda.

“Belanda itu pusat pemerintahannya dulu di sini sebelum ke Cikini, pasar induk itu di sini. Menginjakkan kakinya pertama kali itu ke sini dulu, lewat Pelabuhan Sunda Kelapa. Setelah menguasai dia membangun pemerintahan dan bangun kantor gubernur di Kota Tua, bahkan perahu dulu sampe ke sana (Gedung Fatahillah),” kata penjaga itu.

Menara Syahbandar, Jakarta dulu Titik Nol Kilometer JakartaMenara Syahbandar, Jakarta dulu Titik Nol Kilometer Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Yang bikin unik, Menara Syahbandar sedikit miring. Konon, kemiringan itu justru disengaja dengan tujuan untuk mempermudah pengamatan ke arah laut. Kendati tak separah Menara Pisa di Italia, kemiringan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi Menara Syahbandar.

Selain itu, menara tersebut unggul di masa lalu sebagai bangunan tertinggi di Batavia pada masa itu.

Menara Syahbandar tak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi titik nol kilometer Jakarta sebelum akhirnya dipindahkan ke Monumen Nasional. Itu menandakan bahwa menara ini merupakan pusat kota Batavia pada masa lampau.

Titik nol itu berbentuk persegi dengan ukiran tulisan Tionghoa atau biasa disebut Prasasti Tionghoa. Jika diterjemahkan prasasti tersebut bertuliskan kata Kantor Survey, Garis Bujur, dan Titik 0 Batavia. Jika dirangkai jadilah kalimat ‘Garis Bujur Nol Batavia’ (Asal garis bujur berdasarkan kantor jawatan survey).

Menara Syahbandar, Jakarta dulu Titik Nol Kilometer JakartaMenara Syahbandar, Jakarta dulu Titik Nol Kilometer Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Menara Syahbandar terbagi atas tiga bangunan utama, yakni Ruang Titik Nol Batavia, Ruang Menara Syahbandar, dan Ruang Koleksi.

Beberapa waktu yang lalu pengunjung bahkan bisa menaiki tangga kayu yang cukup curam hingga ke puncak menara. Pemandangan memukau kawasan Kota Tua Jakarta dengan deretan bangunan tua dan dermaga Sunda Kelapa akan tersaji di depan mata dari jendela yang empat sisi yang ada.

Sayangnya, saat dikunjungi detikTravel pada Selasa (18/6/24) berdasarkan keterangan salah satu petugas saat ini tangga-tangga sedang dalam tahap perbaikan.

“Oh itu di atas, maintenance lagi ada kerusakan. Udah lama emang dua bulanan, lagi gak bisa dinaikin. Lantai kayu-kayunya sudah mulai lapuk,” kata dia.

Konon, di daerah bawah menara terdapat terowongan bawah tanah yang terkoneksi ke Stadius atau Museum Sejarah Jakarta hingga Benteng Frederik Hendrik yang kini daerahnya telah beralih fungsi menjadi Masjid Istiqlal.

Jika ingin menggali lebih dalam sejarah Menara Syahbandar dan Jakarta secara keseluruhan, traveler bisa mengunjungi Museum Bahari yang terletak tak jauh dari menara. Di museum itu, traveler bisa melihat berbagai koleksi benda-benda bahari dan artefak yang menceritakan tentang sejarah pelayaran dan perdagangan di Nusantara.

Menara ini buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB dengan harga tiket masuk yang terintegrasi dengan Museum Kebaharian Jakarta yakni mulai dari Rp 3.750 ribu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mudik Pakai Mobil Matic Lewat Tanjakan Curam, Pakai Gigi Apa?



Jakarta

Mobil matic banyak digunakan saat mudik. Kalau kebetulan lewat tanjakan curam, pakai gigi apa ya?

Mobil bertransmisi otomatis belakangan kian digemari. Pengendaraannya cenderung lebih mudah, apalagi kalau jalanan macet nggak bikin pengendara mudah lelah. Ketika jalanan lancar tinggal ngegas dan begitu padat hanya perlu menginjak pedal rem. Tidak heran mobil matic jadi favorit untuk dibawa mudik.

Nah buat kamu yang berencana mudik menggunakan mobil matic, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. Selain fisik pengendara yang prima, kendaraan juga wajib diperhatikan kondisinya. Technical Team Aftersales Support Dept. Auto2000 Gesang Pranoto mengingatkan agar pemilik mobil memastikan kendaraan tersebut memang layak untuk diajak berpergian jarak jauh.


“Untuk kendaraan matic diperiksa kualitas dan kuantitas oli matic tersebut. Ketika sudah cukup kendaraan tersebut dapat dinyatakan layak jalan. Apalagi kalau sudah melakukan servis rutin,” ungkap Gesang dalam Bincang Mudik yang disiarkan akun Instagram Auto2000.

Untuk memastikan kondisi mobil, pengendara juga bisa melakukan servis berkala di bengkel terdekat. Dengan servis berkala, bila ada indikasi masalah pada mobil maka bisa segera diatasi.

“Jadi sebelum perjalanan mudik bisa melakukan servis berkala dan jika memang diperlukan penggantian oli. Setelah mudik kembali lagi bisa melakukan pemeriksaan kembali,” lanjut Gesang.

Bila kondisi mobil sudah dipastikan prima, kamu juga sebaiknya melakukan perencanaan sebelum melakukan perjalanan. Kamu bisa memetakan jalur yang akan dilalui sekaligus mencari alternatif bila terjadi kepadatan. Pemetaan jalur juga sekaligus menghindari pemudik mengalami hal yang tak diinginkan seperti nyasar atau melintas di medan sulit.

Kalaupun harus melintas di jalanan yang medannya sulit seperti menanjak atau turunan curam, kamu juga harus mengetahui posisi tuas transmisi. Gesang mengatakan bila posisi jalan menanjak dan tidak terlalu curam, posisi tuas transmisi bisa tetap di D. Tapi akan berbeda kondisinya jika tanjakan atau turunan yang dilintasi terlalu curam.

“Akan tetapi ketika kondisi tanjakan curam, mungkin bisa menggunakan di posisi 2 atau 3. Karena di posisi 2 atau 3, ketika menuruni jalanan di perbukitan, transmisi ini akan memberikan efek engine brake jadi nggak langsung nyelonong, ada ketahanan dari sistem transmisi itu menahan laju kendaraan. Tapi kalau nggak kuat, tanjakan cukup ekstrem bisa di posisi Low,” terang Gesang.

(dry/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Kenapa Busi Bisa Retak? Ternyata Ini Sebabnya



Jakarta

Busi merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor maupun mobil. Busi berfungsi sebagai pemantik api di ruang bakar, sehingga bisa menggerakkan piston dan memutar poros engkol. Seiring pemakaian dan karena berbagai sebab, ternyata busi juga bisa retak lho.

Saat kita melakukan servis kendaraan serta mengecek busi, mungkin sebagian kita pernah melihat keramik busi retak. Keramik busi retak sudah menjadi indikasi untuk segera diganti baru atau bisa berdampak pada kinerja mesin kendaraan, namun apa yang menyebabkan keramik pada busi bisa retak?


Busi kendaraan bisa retak karena cara yang salah saat memasangBusi kendaraan bisa retak karena cara yang salah saat memasang Foto: Dok. Niterra Mobility Indonesia

Seperti disampaikan Aftermarket Technical Support Niterra Mobility Indonesia (NMI), Diko Oktaviano, keramik busi yang retak bisa diakibatkan beberapa hal, seperti handling yang tidak tepat, yaitu busi beradu dengan material yang lebih keras atau terjatuh dari tempat yang cukup tinggi.

“Hal lain yang menyebabkan busi retak dan paling sering terjadi akibat dari proses pemasangan busi dengan kunci busi yang tidak tepat,” kata Diko dalam keterangan resmi, Selasa (2/4/2024).

Lanjut Diko menambahkan, retakan pada keramik busi ini bisa mengakibatkan kebocoran listrik pada busi. Kebocoran listrik busi akan berefek kepada masalah teknis seperti ruang bakar akan menjadi lebih mudah kotor karena tidak lancarnya aliran listrik pada busi. Efek lain akibat keramik retak secara jangka panjang adalah, mesin jadi terasa berat dan boros sehingga busi cepat aus dan susah menyala hingga mati.

“Untuk menghindari hal tersebut Niterra Mobility Indonesia (NMI) selaku pemegang merk NGK Busi menyarankan proses pemasangan busi perlu dilakukan dengan tepat, seperti menggunakan ukuran kunci busi yang sesuai dan menggunakan kunci busi bermagnet bila posisi busi sulit dijangkau. Apabila kita sudah melihat busi retak pada kendaraan kita, segera ganti dengan busi yang baru agar performa kendaraan tetap maksimal dan menjaga keamanan kita dalam berkendara,” tukas Diko.

(lua/din)



Sumber : oto.detik.com