Author: 08

  • Siapa Saja Sih Pihak yang Terlibat dalam Pengelolaan Reksadana Kamu? Simak di Sini!  

    Investasi reksadana belakangan menjadi buah bibir bagi kalangan muda. Betapa tidak, dengan imbal hasil yang rata-rata lebih baik dari bunga deposito namun proses yang tidak serumit trading saham, menjadi salah satu alasan investor kekinian untuk mulai masuk dan mencicip instrumen reksa dana. Meski mudah, namun ternyata banyak pihak yang terlibat dalam pengelolaan reksadana.

    Nah dalam reksa dana, ada beberapa pihak yang terlibat. Mulai dari proses pembelian unit penyertaan (UP) reksa dana, sampai ketika investor menjual UP yang dimilki untuk kemudian di kirim ke rekening pribadi miliknya.

    Memang, pihak-pihak ini memang tidak terlihat secara kasat mata saking mudahnya investasi reksadana. Sebab, dalam berinvestasi aset ini, investor memang hanya perlu duduk manis sambil menunggu imbal hasil yang diberikan.

    Tidak seperti trading saham, dimana investor harus jeli dan memantau pergerakannya secara harian seorang diri. Ketika menjadi trader saham, investor hanya berhubungan dengan perusahaan sekuritas untuk bisa melakukan transaksi jual atau beli.

    Nah, berikut ini merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan investasi reksadana. Mulai dari pembeli reksadana hingga lembaga keuangan tempat penyimpanan dana investor reksa dana.

    Baca juga: Apakah Reksadana Itu Dan Bagaimanakah Cara Kerjanya?

    Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Investasi Reksadana

    1. Investor Reksadana

    Seperti layaknya investasi lainnya, dunia reksadana pun mengenal investor sebagai faktor utama permintaan aset tersebut. Investor reksadana merupakan pihak yang membeli produk reksa dana yang menjualnya adalah lembaga keuangan yang memilki lisensi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

    Nah. produk ini berisi portofolio efek yang nantinya akan dikelola oleh seorang Manajer Investasi. Jadi reksa dana sendiri merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat ke dalam satu produk.

    Nantinya investor akan bisa melihat harga Unit Penyertaan (UP) dari masing-masing produk reksadana. Harga dari UP itulah yang menjadi dasar pembeliannya. Harganya bisa bergerak secara dinamis seiring dengan pergerakan pasar saham dan juga pasar keuangan.

    Misalnya, seorang investor membeli produk reksa dana A sebesar Rp1.000.000 dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) /UP Rp2.000 per unit. Berarti investor tersebut akan memiliki 500 UP reksa dana.

    2. Manajer Investasi

    Setelah investor memutuskan untuk membeli UP di produk reksa dana tertentu, maka pihak yang terlibat berikutnya adalah Manajer Investasi (MI). Di sini, tugas seorang MI adalah mengelola portofolio efek yang ada di dalam reksa dana.

    Misalnya, seorang investor sudah memutuskan untuk membeli reksadana saham. Maka MI akan mengelola dana yang ada di reksadana tersebut ke saham-saham yang sudah disepakati sebelumnya.

    Informasi portofolio efek yang dikelola biasanya sudah tersaji dalam produk reksadana yang ditawarkan. Jadi investor bisa memilih mana jenis reksa dana yang paling sesuai dengan profil risikonya.

    Begitu juga jika investor sudah memutuskan untuk membeli reksadana pasar uang, MI yang akan mengelola dana nasabah ke dalam instrumen investasi yang ada di pasar uang, mulai dari Surat Berharga Negara, Obligasi jangka pendek dan jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

    Nantinya investor akan mendapatkan laporan dari transaksi setiap bulannya dari lembaga keuangan tempat membeli produk reksa dana.

    3 Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)

    Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) adalah institusi keuangan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa mengelola dana investasi yang masuk sekaligus memasarkannya. APERD terdiri dari bank, perusahaan sekuritas ataupun perusahaan yang berbasis teknologi finansial (tekfin).

    Selain itu, juga ada Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), yang berarti orang yang telah mendapatkan sertifikasi dari OJK untuk memasarkan produk reksadana. Izin ini biasanya hanya berlaku selama dua tahun dan bisa diperpanjang kembali.

    Investor bisa membeli produk reksa dana lewat APERD ataupun WAPERD, karena WAPERD sendiri juga disyaratkan untuk bekerja di perusahaan yang sudah mendapatkan izian APERD.

    4. Bank Kustodian

    Pihak berikutnya yang terlibat dalam reksadana adalah Bank Kustodian. Lembaga keuangan ini bertugas menyimpan investor reksa dana sekaligus mengadministrasikannya.

    Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 24/POJK.04/2017 tentang Laporan Bank Umum sebagai Kustodian disebutkan bahwa bank kustodian sebagai bank umum yang sudah memiliki persetujuan OJK dalem kegiatan kustodian atau penitipan efek maupun harta rekening investasi nasabahnya.

    Tugas dari bank Kustodian adalah menghitung berapa NAB dari reksa dana yang dimiilki investor dan juga melaporkan kegiatan transaksinya dalam periode tertentu ke nasabah.

    Baca juga: Investor Pemula Wajib Tahu! Simak Istilah Umum Reksa Dana Ini

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Kepincut Gandakan Uang Tanpa Jalur Gaib? Simak Caranya di Sini!

    Pernah terbayang tentang seorang ustaz yang punya kemampuan dan tahu cara menggandakan uang? Pak Ustaz di Babelan, Bekasi, Jawa Barat sempat mengaku punya kemampuan itu. Sampai akhirnya terkuak bahwa ia hanya melakukan aksi penipuan.

    Gerak-gerik ustaz tersebut ditampilkan dalam unggahan video yang viral di media sosial. Video itu menampilkan seorang pria berambut gondrong yang mengenakan peci dan duduk bersila di lantai tengah menggandakan uang pecahan Rp100.000. Apakah ia benar seorang ustaz? Rupanya tidak demikian.

    Terkait penipuan sang ustaz palsu itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa semua benda yang ada dalam video tersebut, termasuk uang, diduga palsu. “Sudah dibakar,” ujar Yusri.

    Sebelum menipu dengan trik cara menggandakan uang, ia dikenal sebagai penjual benda-benda antik dan mistik dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Sejauh ini, pihak polisi masih menyelidiki motif tindakan penipuan tersebut.

    Memang sih, menempuh cara gaib sering menjadi pilihan bagi mereka yang mau menggandakan uang dengan cepat. Namun, tanpa mereka sadari, mengambil jalan tersebut tentu memiliki risiko yang tinggi. Tak hanya risiko “tak kasat mata” yang mengintai, namun juga risiko terjebak dalam modus penipuan.

    Nah, Sobat Cuan, daripada main gaib dan kena tipu cara menggandakan uang, mending gandakan uang dengan cara yang aman saja. Meski memang, kamu perlu sabar dalam menunggu uang kamu berlipat ganda. Apa saja, tuh, caranya? Setidaknya ada lima cara aman yang bisa kamu lakukan.

    Baca juga: Mulai dari Jumlah Kecil, Berikut 3 Cara Berinvestasi Saham Bagi Pemula

    1. Berinvestasi di Pasar Saham

    Banyak pakar investasi menyebut bahwa berinvestasi di pasar saham adalah cara menggandakan uang terbaik dan relatif aman. Memang, pasar saham bisa berisiko dan ada kemungkinan investor merugi saat indeks saham memerah. Namun, di situlah tantangannya, bagaimana caranya memprediksikan agar kamu bisa cuan terus dari investasi saham.

    Kamu tentu sudah khatam, bahwa membeli saham blue chip dari indeks LQ45 kalau untuk pasar saham Indonesia, atau indeks S&P 500 untuk pasar saham AS berpotensi besar memberimu cuan maksimal. S&P 500 dipandang sebagai indeks pasar saham terkemuka dengan tingkat pengembalian rata-rata 8% sejak 1957. Dengan tingkat itu, tentu kamu bisa melipatgandakan investasimu dengan lebih optimal.

    Nah, bagaimana caranya kalau kamu tidak punya cukup duit untuk investasi di S&P 500? Jangan khawatir, sekarang, kamu bisa memasang investasi di indeks saham AS terbesar ini dengan mudah dan efisien lewat aplikasi Pluang.

    Kuncinya adalah segera mulai berinvestasi. Semakin cepat kamu mulai investasi, maka semakin cepat pula kamu menumbuhkan uangmu dengan cara yang relatif aman.

    Salah satu contoh mencengangkan adalah Warren Buffett yang kini jadi orang tajir sejagat.

    Pada 1988, ia memborong saham Coca Cola dengan harga US$3,24 sen per saham. Ternyata, pada 1991, harga saham Coca Cola naik dua kali lipat. Dengan dividen US$1,64 per saham setiap tahun yang ia terima sejak 1988 dan kenaikan harga saham yang stabil, Buffett memperoleh laba hingga 50,6% setiap tahunnya. Dengan kata lain, ia berhasil menggandakan uangnya setiap dua tahun.

    Inilah alasannya kenapa Buffett tidak peduli dengan perubahan harian dalam harga pasar saham yang biasanya bikin para trader memijit kening memperhatikan grafik. Yang Buffet lakukan sebagai cara menggandakan uang efektif adalah dengan terus menanam uangnya dalam investasi saham, sementara bunga dan dividennya kian tumbuh tiap tahunnya.

    2. Berinvestasi di Real Estate

    Banyak yang percaya bahwa pasar saham adalah satu-satunya cara untuk menumbuhkan kekayaan. Tapi, ada prinsip yang dinamakan “diversifikasi portofolio”, alias kamu mesti menempatkan investasimu pada beberapa jenis aset berbeda. Maka, tentu kamu perlu juga memikirkan alternatif lain sebagai cara menggandakan uang.

    Investasi di real estate adalah salah satu pilihan investasi yang dilirik saat ini. Terutama berkat crowdfunding yang sukses di banyak sektor. Jalan crowdfunding ini memungkinkan kamu berinvestasi di aset properti atau real estate dengan sumber daya minimal. Ini juga memungkinkanmu untuk menghindari ribetnya urusan mengelola properti kalau jadi milik pribadi. Lebih enak kamu berinvestasi, dan propertinya dirawat oleh pihak manajemen tersendiri, kan?

    Di AS sana, ada platform berinvestasi real estate yang hanya membutuhkan modal dasar US$500 lewat Fundrise. Platform ini memungkinkan penggunanya untuk menemukan properti yang sesuai dengan profil risikonya, termasuk jenisnya: apartemen, properti komersial, dan pembangunan rumah baru. Selain Fundrise, ada juga platform Roofstock yang menawarkan cara berinvestasi di real estate yang relatif mudah.

    3. Buka Rekening Tabungan

    Memiliki tabungan adalah cara klasik menggandakan uang. Dan semestinya, kamu pun sudah tahu soal ini. Meskipun, menggandakan uang lewat tabungan bakal memakan waktu bertahun-tahun lamanya. Namun, karena kamu perlu melakukan diversifikasi portofolio, tentunya kamu perlu juga menempatkan uangmu di wadah yang relatif minim risiko juga.

    Meskipun, pandemi saat ini memperburuk keadaan, setidaknya rekening tabungan cenderung likuid alias cair. Sehingga, kamu bisa memanfaatkannya sewaktu-waktu saat dibutuhkan. Tabungan ini juga dapat kamu pergunakan untuk modal menjalankan ide bisnis kecil atau UMKM.

    Baca juga: Tergiur Investasi Bitcoin? Cek Dulu 3 Syarat Kesiapan Kamu di Sini!

    4. Pinjamkan Uangmu kepada Orang Lain

    Sudah familiar dengan istilah P2P lending, dong? Nah, begitulah, peer to peer lending adalah salah satu cara unik menggandakan uang dengan mudah.

    Kamu tinggal gunakan aplikasi P2P lending, pilih kepada siapa kamu hendak meminjamkan uangmu dan dengan bunga berapa, voila, uangmu pun berlipat. Tapi tentunya, untuk menghindari risiko gagal bayar, kamu perlu pastikan keamanan aplikasi tersebut dan juga cek risiko kredit dari peminjam.

    Orang-orang yang menggunakan platform semacam ini cenderung memakainya untuk pinjaman pribadi tanpa jaminan. Di antaranya untuk konsolidasi utang, mendanai renovasi rumah, atau kredit lainnya.

    5. Lunasi Utang

    Kok, bisa? Melunasi utang bisa jadi cara menggandakan uang? Jelas bisa, dong.

    Ini dia, nih, yang sering dilupakan oleh banyak orang. Bahwa untuk melipatgandakan uang, bukan berarti kamu memperbanyaknya dari uang yang ada di genggamanmu. Tapi, hal ini juga bisa kamu lakukan dengan memangkas atau “membunuh” kredit-kredit yang menggerogotimu beserta bunga-bunganya.

    Rumus sederhananya, melunasi utang membantumu menciptakan kekayaan karena utang adalah salah satu bagian dari persamaan kekayaan bersih. Saat kamu melunasi utang, kamu menabung uang yang akan digunakan untuk membayar bunga. Uang itu lantas dapat digunakan lagi dengan cara lain.

    Jadi bagaimana Sobat Cuan? Mending menggandakan uang dengan instan dan berbahaya lewat jalan pintas atau menggandakan uang dalam jangka panjang secara aman?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kompas, Frugal Rules, My Money Wizard



    Sumber : pluang.com

  • Dari 30 Hari dalam Sebulan, Kapan Waktu Terbaik Membeli Bitcoin? Baca di Sini!

    Waktu terbaik membeli Bitcoin masih menjadi rahasia besar bagi para trader atau investor baru. Menurut studi yang dilakukan oleh para ahli investasi, waktu terbaik membeli bitcoin memang tidak pernah muncul dalam dokumentasi resmi. Hal itu karena sektor aset kripto punya dinamika harga yang fluktuatif.

    Cryptocurrency adalah investasi bermata dua yang bisa menghasilkan jutaan hanya dalam beberapa bulan, atau juga bisa kehilangan semuanya. Tapi, dengan taktik dan pola pikir yang tepat, kamu kemungkinan besar akan segera meraup cuan.

    Di sisi lain, kamu dapat bergabung dengan dunia aset kripo tanpa ribet. Berkat berbagai aplikasi yang baru dan inovatif, sekarang kamu bisa membeli bitcoin dan mata uang kripto lainnya seperti Ethereum dari mana saja di dunia. Salah satunya melalui Pluang.

    Namun, meski kamu sudah punya aplikasi Pluang di tangan kamu, kadang kamu masih punya pertanyaan: Dari tujuh hari dalam seminggu dan 30 hari dalam sebulan, hari apa sih yang menjadi hari terbaik ketika membeli Bitcoin?

    Karena tidak banyak orang di dunia aset kripto yang memiliki pengetahuan keuangan, banyak yang mengandalkan tren keuangan tradisional atau analisis kripto populer. Artikel ini akan membahas waktu terbaik membeli Bitcoin dan beberapa kemungkinan teori yang membantu.

    1. Harga Bitcoin Cenderung Menurun di Hari Senin

    Selama akhir pekan, permintaan Bitcoin akan cenderung melambat. Pada gilirannya, harganya juga cenderung turun ketika hari Senin tiba. Namun, harga Bitcoin juga akan kembali melambung tinggi pada hari Jumat dan Sabtu.

    Strategi investasi yang biasa dilakukan investor aset kripto pada saat ini adalah perlahan melakukan buy the dip. Alias, mengakumulasi Bitcoin saat harganya lagi rendah-rendahnya.

    2. Beberapa Orang Lebih Memilih Membeli di Akhir Pekan

    Beberapa temuan dari penelitian mengungkapkan bahwa banyak orang memutuskan untuk membeli Bitcoin selama akhir pekan dan melakukan transaksi sejak awal minggu. Pada gilirannya, volume meningkat pada hari pertama minggu tersebut, tetapi orang harus lebih berhati-hati dalam perilakunya di sisa minggu.

    Baca juga: Menimbang-nimbang, Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Jual/Beli Emas?

    3. Hindari Membeli Selama Hari Gajian

    Mereka yang pernah berkecimpung di industri perdagangan Bitcoin tahu bahwa mereka harus menghindari pembelian Bitcoin selama hari gajian. Hal ini biasanya terjadi di pertengahan atau di akhir bulan. Alasannya jelas, ketika orang memiliki lebih banyak uang untuk membeli Bitcoin, permintaan raja aset kripto ini meningkat seiring dengan harganya.

    4. Gunakan Software Analisis TDM untuk Menghitung Waktu Terbaik

    Jika kamu ingin membeli Bitcoin tetapi tidak yakin kapan hari terbaik untuk melakukannya, sebaiknya gunakan software. Kamu juga bisa mendapatkan saran dari pialang Bitcoin yang membantu membuat analisis yang tepat. Dengan software, akan menjadi lebih mudah bagi kamu untuk mengetahui waktu terbaik membeli Bitcoin. Lalu, ketika ada tren naik atau ketika penurunan terjadi, kamu bisa mendapatkan info waktu dan harga terbaik.

    5. Atau, Beli Kapan Saja Terlepas dari Harganya

    Analis kripto jangka panjang percaya bahwa kamu sebaiknya membeli Bitcoin dan mata uang kripto lainnya kapan saja tanpa mempertimbangkan harganya. Mereka memiliki keyakinan bahwa harga Bitcoin terus meningkat. Terlepas dari harga Bitcoin pada saat pembelian, harganya pada akhirnya akan naik dalam jangka panjang.

    Baca juga: Tergiur Investasi Bitcoin? Cek Dulu 3 Syarat Kesiapan Kamu di Sini!

    6. Strategi Dollar Cost Averaging

    Dikenal sebagai DCA, Dollar Cost Averaging adalah strategi ideal untuk digunakan jika kamu seorang pemula. Dalam strategi ini, kamu membeli Bitcoin secara berulang pada tanggal yang sama dan jumlah yang tetap. Hasilnya, kamu dapat dengan mudah menghitung rata-rata fluktuasi, yang membantu mengukur harga Bitcoin.

    Salah satu hal terbaik tentang dunia cryptocurrency adalah sistem yang lebih transparan. Hal ini merupakan sesuatu yang sulit ditemukan dalam dunia perbankan saat ini. Cryptocurrency desentralisasi yang membantu memastikan setiap orang memiliki info yang jelas tentang apa yang terjadi di dalam sistem. Jadi, selamat berinvestasi!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: InteractiveCrypto, World Financial Review



    Sumber : pluang.com

  • Apa Aja Sih Faktor Fundamental Harga Bitcoin? Simak di Sini!

    Bitcoin adalah aset kripto yang dikembangkan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto, nama yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Harga Bitcoin pun terbilang tokcer, dengan nilai di kisaran US$58.000 per keping pada saat ini. Hanya saja, pada perjalanannya, banyak yang sangsi bahwa harga Bitcoin cuma “akal-akalan” semata dan tidak memiliki faktor fundamental sama sekali.

    Pendapat tersebut mungkin bisa jadi benar. Di satu sisi, Bitcoin tidak dikeluarkan oleh bank sentral dan diprakarsai oleh pemerintah, sehingga kondisi permintaan dan penawarannya tidak bisa diawasi dan diintervensi.

    Di samping itu, banyak orang juga mungkin mengibaratkan membeli Bitcoin sebagai membeli kucing dalam karung. Ini lantaran peminatnya tidak bisa mengetahui faktor fundamental Bitcoin untuk dianalisis. Kondisi tersebut berbeda dengan saham atau obligasi, di mana investor bisa meninjau laporan keuangan atau neraca perusahaan yang bisa ditinjau untuk memproyeksi harganya.

    Kendati demikian, ternyata harga Bitcoin juga bisa dianalisis secara fundamental. Utamanya, dari sisi permintaan dan penawaran. Lantas, apa saja faktor fundamental tersebut?

    Baca juga: Faktor Ekonomi yang Dapat Mempengaruhi S&P500, Apa Saja?

    Memahami Faktor Fundamental Bitcoin

    Saat ini, nilai mata uang lain sangat dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi dan kebijakan pemerintah. Misalnya, kebijakan moneter, tingkat inflasi, dan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Namun, indikator serupa tidak bisa diterapkan sebagai faktor fundamental demi menganalisis harga Bitcoin.

    Sebaliknya, faktor fundamental Bitcoin dipengaruhi oleh hal-hal berikut:

    1. Pasokan bitcoin dan permintaan pasar untuk itu
    2. Biaya produksi bitcoin melalui proses penambangan
    3. Rewards yang diberikan kepada penambang bitcoin karena memverifikasi transaksi ke blockchain
    4. Jumlah mata uang kripto yang bersaing
    5. Tempat perdagangannya
    6. Peraturan yang mengatur penjualannya
    7. Tata kelola sistemnya

    Poin-poin tersebut akan dijelaskan di bawah ini.

    1. Penawaran dan permintaan

    Negara-negara tanpa nilai tukar mata uang asing tetap dapat mengontrol berapa banyak mata uang mereka beredar. Caranya dengan menyesuaikan tingkat suku bunga acuan, mengubah persyaratan cadangan, atau terlibat dalam operasi pasar terbuka. Dengan opsi ini, bank sentral berpotensi mempengaruhi nilai tukar mata uang.

    Namun, tidak demikian dengan Bitcoin. Sebab, pasokan Bitcoin dipengaruhi dalam dua cara berbeda.

    Pertama, protokol Bitcoin memungkinkan Bitcoin baru dibuat dengan laju produksi yang tetap. Bitcoin baru diperkenalkan ke pasar saat penambang memproses blok transaksi, di mana laju pertumbuhan koin baru Bitcoin pun dirancang untuk melambat seiring waktu.

    Misalnya, pertumbuhan melambat dari 6,9% (2016), menjadi 4,4% (2017) menjadi 4,0% (2018). Ini dapat menciptakan skenario dimana permintaan bitcoin yang meningkat lebih cepat daripada peningkatan pasokannya bisa mendorong harga aset kripto tersebut.

    Lantas, mengapa laju pertumbuhan Bitcoin baru melambat? Seperti yang telah kita ketahui, ekosistem Bitcoin mengenal sistem yang disebut halving. Yakni, pengurangan imbal hasil penambang Bitcoin (block rewards) sebesar 50% setiap empat tahun sekali. Melalui sistem halving, pasar kekurangan pasokan Bitcoin dan seolah-olah menyebabkan “inflasi semu” di harga Bitcoin.

    Mekanisme inflasi semu dari halving memang tidak akan lagi berdampak pada harga cryptocurrency, menurut beberapa analisis.

    Kedua, pasokan juga dapat dipengaruhi oleh jumlah bitcoin yang diizinkan oleh sistem. Jumlah ini dibatasi hingga 21 juta, dimana setelah jumlah ini tercapai, aktivitas penambangan tidak akan lagi menghasilkan Bitcoin baru. Dengan tingkat penyesuaian imbal hasil penambangan saat ini, keping Bitcoin ke-21 juta kemungkinan akan selesai ditambang di 2140.

    Sebagai contoh. pasokan bitcoin mencapai 18,58 juta pada Desember 2020, mewakili 88,5% dari pasokan bitcoin yang pada akhirnya akan tersedia. Setelah 21 juta bitcoin beredar, harga bergantung pada kepraktisan (siap digunakan dalam transaksi), legalitas, dan kelarisan Bitcoin dibanding aset kripto lainnya.

    2. Kompetisi

    Meskipun Bitcoin mungkin merupakan mata uang kripto yang paling terkenal, ada ratusan koin lain yang bersaing untuk mendapatkan perhatian peminat aset kripto. Meskipun bitcoin masih merupakan opsi dominan terkait kapitalisasi pasar, altcoin termasuk Ethereum (ETH), Tether (USDT), Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), dan Polkadot (DOT) adalah pesaing terdekatnya pada Maret 2021.

    Baca juga: Selain Inflasi, Apa Saja yang Pengaruhi Harga Emas? Cek 4 Faktor Lainnya!

    Lebih lanjut, penawaran awal koin (ICO) baru terus-menerus muncul karena hambatan yang relatif sedikit. Medan yang ramai adalah kabar baik bagi investor karena persaingan yang meluas membuat harga turun. Untungnya untuk bitcoin, visibilitasnya yang tinggi memberikan keunggulan dibandingkan pesaingnya.

    3. Biaya produksi

    Meskipun bitcoin bersifat virtual, namun ia adalah produk yang diproduksi dan menimbulkan biaya produksi yang “beneran”. Di mana, konsumsi listrik menjadi faktor terpenting sejauh ini. Selain itu, biaya penambangan Bitcoin juga terletak dari Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, penambangan ini sangat bergantung pada matematika kriptografi yang rumit yang harus diselesaikan oleh semua penambang.

    Yang unik tentang produksi bitcoin adalah tidak seperti barang yang diproduksi lainnya. Algoritma Bitcoin hanya memungkinkan satu blok bitcoin ditemukan rata-rata setiap 10 menit sekali. Artinya, semakin banyak produsen (penambang) yang bergabung dalam kompetisi hanya akan membuat penambangan menjadi lebih sulit. Dengan demikian maka penambangan Bitcoin akan menjadi lebih mahal untuk diselesaikan guna mempertahankan interval waktu yang dimaksud.

    Baca juga: Investasi Cryptocurrency, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

    4. Ketersediaan di Bursa Mata Uang

    Faktor fundamental Bitcoin lainnya adalah soal ketersediaan di bursa.

    Investor ekuitas memperdagangkan saham melalui indeks seperti NYSE, Nasdaq, dan FTSE. Sementara investor cryptocurrency memperdagangkan aset kripto melalui Coinbase, GDAX, dan bursa lainnya.

    Mirip dengan pertukaran mata uang tradisional, platform ini memungkinkan investor memperdagangkan mata uang kripto/pasangan mata uang (misalnya BTC/USD atau bitcoin/dolar AS).

    Semakin populer suatu bursa, semakin mudah menarik peserta tambahan untuk menciptakan efek jaringan. Dan dengan memanfaatkan pengaruh pasarnya, ia dapat menetapkan aturan yang mengatur bagaimana mata uang lain ditambahkan.

    Misalnya, Simple Agreement for Future Tokens (SAFT) untuk menentukan bagaimana ICO dapat mematuhi peraturan. Kehadiran bitcoin di bursa ini menyiratkan adanya kepatuhan peraturan, terlepas dari wilayah abu-abu hukum tempat cryptocurrency beroperasi.

    5. Peraturan dan Masalah Hukum

    Peningkatan pesat dalam popularitas Bitcoin dan mata uang kripto lainnya telah menyebabkan regulator memperdebatkan cara mengklasifikasikan aset digital. Securities and Exchange Commission (SEC) di AS mengklasifikasikan cryptocurrency sebagai efek, sementara Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menganggap Bitcoin sebagai komoditas.

    Kebingungan tentang regulator mana yang akan menetapkan aturan untuk cryptocurrency telah menciptakan ketidakpastian, meskipun kapitalisasi pasarnya terus melonjak. Selain itu, pasar telah menyaksikan peluncuran banyak produk keuangan yang menggunakan bitcoin sebagai aset dasar, seperti dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), profuk berjangka, dan turunan lainnya.

    Ini dapat mempengaruhi harga dengan dua cara. Pertama, ini memberikan akses Bitcoin kepada investor yang tidak mampu membeli Bitcoin yang sebenarnya, sehingga meningkatkan permintaan. Kedua, ini dapat mengurangi volatilitas harga dengan memungkinkan investor institusi yang percaya bahwa bitcoin futures dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah.

    3. Stabilitas Tata Kelola

    Karena Bitcoin tidak diatur oleh otoritas pemerintah, ia bergantung pada pengembang dan penambang untuk memproses transaksi dan menjaga keamanan blockchain.

    Hanya saja, setiap perubahan pada perangkat lunak didorong oleh algoritma konsensus Proof-of-Work, yang biasanya membuat frustasi komunitas Bitcoin. Hal itu karena masalah mendasar, seperti menyetujui penambangan blok baru dan transaksi, biasanya membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan.

    Masalah skalabilitas telah menjadi salah satu poin vital. Jumlah transaksi yang dapat diproses bergantung pada ukuran blok, dan perangkat lunak bitcoin saat ini hanya dapat memproses sekitar tiga transaksi per detik.

    Hal ini tidak menjadi perhatian ketika hanya ada sedikit permintaan untuk cryptocurrency. Namun, banyak yang khawatir kecepatan transaksi yang lambat akan mendorong investor berpindah ke cryptocurrency yang lebih kompetitif.

    Komunitas terbagi atas cara terbaik untuk meningkatkan jumlah transaksi. Perubahan aturan yang mengatur penggunaan perangkat lunak yang mendasarinya disebut fork.

    Soft fork berkaitan dengan perubahan aturan yang tidak menghasilkan penciptaan cryptocurrency baru, sedangkan perubahan software atau hard fork menghasilkan cryptocurrency baru. Hard fork bitcoin sebelumnya telah menciptakan bitcoin cash dan bitcoin gold.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Berencana Kredit Pinjol? Simak Tips Komplet Ini Dulu Yuk Biar Aman

    Memiliki kebutuhan mendesak, tapi tidak pernah pengalaman meminjam online lewat aplikasi P2P Lending atau aplikasi pinjol? Proses melakukan pinjaman online terbilang tidak sulit, asalkan kamu bisa menjalankan tips pinjaman online yang tepat.

    Selama pandemi COVID-19, minat atas pinjaman online alias pinjol kian meningkat. Sayang seribu sayang, masih ada ribuan perusahaan pinjol yang diketahui tidak berizin.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi telah menutup dan memblokir 2.923 perusahaan pinjol ilegal sepanjang 2020.

    Beberapa kasus dalam pinjol ilegal yang paling umum di antaranya pencurian data, pencatutan nama, hingga ancaman perusahaan. Pada kasus penipuan semacam ini, pinjaman juga berlangsung cepat, meski registrasi belum rampung dilakukan.

    Bahkan, kendati pinjol legal sekalipun, peminjam tetap harus waspada karena suku bunga pinjol rata-rata tinggi. “Bahkan dibanding dengan suku bunga BPR,” jelas Kepala OJK Cirebon, Budi Arief Wibisono.

    Jadi, bagaimana, dong, tips pinjaman online yang aman supaya kita meminjam dari platform yang legal dan juga pembayaran bunganya sesuai dengan kemampuan kita?

    Baca juga: Ini Mindset Bebas Utang yang Cocok untuk Milenial

    1. Pastikan Platform Pinjaman Online Terdaftar di OJK

    Lakukanlah pinjaman online hanya pada perusahaan yang terdaftar/berizin OJK agar memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang jelas.

    Masyarakat dapat mengecek melalui http://ojk.go.id atau kontak OJK 175 dan Nomor WhatsApp 081-157-157-157.

    2. Teliti Menghitung Besaran Bunga dari Platform Pinjol

    Saat melakukan pinjaman daring, pastikan kamu menghitung besaran pengembalian dengan bunga  pinjaman. Setiap platform pinjol menerapkan bunga berbeda.

    Bila kamu butuh pinjaman cepat,  pilihlah lembaga keuangan atau e-commerce yang bekerja sama dengan mitra penyedia pinjaman yang dapat diajukan secara mudah dan praktis. Biasanya, prosesnya pun praktis, yakni hanya dalam waktu 3s24 jam kerja saja.

    Tips pinjaman online satu ini sangat penting agar kamu tidak gali lubang dan tutup lubang saat melakukan pinjaman. Jadi, perhatikanlah besaran bunga yang diterapkan dan  hanya pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuanmu melunasi.

    Agar bunga tidak berlipat, atau malahan kamu nunggak lantaran lupa membayar, lunasilah cicilan tepat waktu. Hindari gali lubang tutup lubang dalam meminjam. Ketahui denda dan bunga sebelum melakukan peminjaman agar semua langkah yang kamu ambil dalam meminjam akan aman.

    Baca juga: 4 Target Finansial para Millennial, Apa Saja?

    3. Cek Rekam Jejak Platform Pinjol

    Pastikan tips pinjaman online satu ini kamu jalankan betul-betul. Jika kamu meminjam daring, sebaiknya memilih platform terpercaya adalah hal utama yang harus kamu pahami. Jangan asal-asalan memilih platform hanya karena godaan iklan yang menggiurkan. Pastikan kamu memilih perusahaan fintech atau aplikasi yang memang diawasi OJK.

    Kamu dapat lakukan pemeriksaan rekam jejak alias track record perusahaan pinjol itu melalui media sosial atau forum digital. Umumnya, masyarakat memberi ulasan sesuai dengan pengalaman mereka.

    Bacalah juga dengan teliti syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh platform. Dengan demikian, kamu harus siap dengan segala risiko yang diterapkan.

    4. Ketahui Jumlah Pengguna alias Member Aktif Platform Pinjol

    Untuk memastikan keamanan platform, kamu juga dapat mengecek jumlah pengguna aktif platform itu. Jika jumlah penggunanya tampak meyakinkan, tak ada masalah untuk meminjam dari platform tersebut.

    Kalau kamu sudah melakukan empat tips pinjaman online, ini saatnya melengkapi prasyarat yang ditetapkan oleh platform. Umumnya,  kamu hanya perlu menyiapkan identitas diri seperti KTP dan mengisi formulir dari lembaga atau perusahaan pinjaman online tersebut.

    Semoga berhasil dengan pinjaman online pertamamu, dan ingat, jangan menerapkan strategi gali lubang tutup lubang dalam lakukan peminjaman!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    SumberKompas, Ayo Bandung, Liputan 6



    Sumber : pluang.com

  • Mau Coba Investasi di DeFi? Begini, Lho, Caranya!

    Mempertimbangkan jumlah modal yang disuntikkan banyak pihak ke ekosistem DeFi, apakah kamu pernah terpikir cara investasi DeFi agar tidak ketinggalan hype ini? Atau, mungkin kamu justru bertanya-tanya: haruskah saya berinvestasi di DeFi?

    Keuangan terdesentralisasi memang kini hadir bak oase di tengah padang gurun. DeFi menjadi harapan dan membangkitkan optimisme mereka yang tertarik melihat sistem keuangan terdesentralisasi dapat diterapkan untuk menyaingi sistem keuangan tradisional hari ini yang sifatnya terpusat (CeFi, centralized finance).

    Ditopang gelora semangat desentralisasi itulah, saat ini, aset digital senilai sekitar US$40 miliar ada dalam berbagai protokol DeFi. Banyak investor yang mulai menunjukkan ketertarikan besar pada aset ini.

    Jumlah US$40 miliar itu tentunya angka fantastis, mengingat pada awal 2020, DeFi hanya mengelola sekitar US$1 miliar saja. Kenaikan gila-gilaan aset DeFi ini menyebabkan banyak analis mempromosikan potensi cuan dari DeFi, sekaligus memperingatkan kemungkinan gelembung aset kripto.

    Memang, ada risiko keamanan karena beberapa protokol di DeFi masih belum melalui proses audit dan juga relatif baru. Jaringan DeFi menggunakan mekanisme berbeda untuk menghitung nilai token yang dikunci di platform mereka. Dan sayangnya, mekanisme ini mungkin juga memiliki konsekuensi negatif seperti terjadinya selip harga pada beberapa transaksi.

    Protokol DeFi Masih Berlanjut Jadi Investasi Potensial pada 2021

    Pertanyaan seperti “apakah sistem DeFi masih akan bertahan dalam jangka waktu lama?” mungkin juga muncul di benakmu. Namun, tenanglah, DeFi diprediksikan masih akan bertahan lama, dan justru diramalkan akan menyaingi sistem keuangan tradisional hari ini.

    Sejauh ini, DeFi masih menawarkan keuntungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan investasi biasa, dengan perubahan harga yang sangat besar setiap harinya. Para investor paling awal di aset kripto menghasilkan pengembalian tertinggi. Mereka yang berinvestasi di DeFi pada awal 2020 kini mendapatkan banyak keuntungan. Terutama dengan token DeFi seperti YFI yang membuat kenaikan harga 20 kali hingga 1.000 kali lipat.

    Apakah cara investasi DeFi masih berlanjut menjadi investasi yang potensial di tahun 2021? Faktanya, DeFi masih tumbuh kuat dan protokol baru bermunculan dari menawarkan berbagai alternatif bagi keuangan tradisional.

    Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

    Apa Saja yang Dapat Ditempuh untuk Cara Investasi DeFi?

    1. Trading Token DeFi

    Token DeFi adalah aset virtual asli yang digunakan dalam platform DeFi. Misalnya, aset dasar Compound adalah COMP, dan mata uang asli Maker adalah Maker (MKR) dan DAI. Seperti aset kripto lainnya, token DeFi dapat diperdagangkan di bursa.

    Memperdagangkan token memungkinkan pengguna untuk membeli, menahan, dan menjualnya ketika harga berada di titik jual yang tepat. Dengan strategi yang tepat, kamu bakal bisa memperoleh cuan sepanjang jalan.

    Namun, cara investasi DeFi yang terbaik adalah dengan ikut menerapkan strategi investasi seperti mengelola aset kripto dalam protokol DeFi. Misalnya, token UNI dari Uniswap adalah token yang bisa dikelola dan dapat digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman.

    YFI juga memungkinkan pengguna untuk ikut melakukan yield farming dalam ekosistem Yearn. Menggunakan token DeFi secara aktif seperti ini akan meningkatkan angka permintaan karena adanya kebutuhan memutar aset. Ini dapat menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan harga suatu aset selain adanya penawaran.

    2. Liquidity Mining alias Penambangan Likuiditas

    Penambangan likuiditas adalah cara investasi DeFi yang berupa tindakan penyuntikan likuiditas ke dalam protokol DeFi. Penambang likuiditas berinteraksi dengan para pemegang kumpulan likuiditas (dalam liquidity pool) yang menyimpan sejumlah dana.

    Penyedia likuiditas (Liquidity Providers, alias LP) diberi insentif untuk turut terlibat dalam platform DeFi karena mereka menerima bagian besar dari biaya yang dikumpulkan.

    Kamu bisa bayangkan ini seperti melakukan pemberian pinjaman dalam aplikasi P2P Lending. Kamu sebagai peminjam akan memperoleh bunga pinjaman, begitu juga pengembalian utang.

    Dalam sistem protokol DeFi, saat kamu menggunakan platform pinjaman yang meminjamkan aset kripto, maka kamu akan menerima persentase dari biaya yang dibebankan oleh protokol tersebut kepada si peminjam. Ini akan menjadi cara investasi DeFi yang memberimu penghasilan pasif dari si peminjam. Meski, tentu saja, kamu perlu pula cerdik memilih dan menganalisis rekam jejak dari pool likuiditas tersebut.

    Baca juga: Pakai DeFi Bisa Datangkan Cuan, Lho! Gak Percaya? Yuk, Simak 4 Caranya!

    3. Yield Farming alias Praktik Pertaruhan atau Mengunci Sejumlah Aset Kripto

    Kehadiran strategi yield farming dalam ekosistem DeFi membawa tren baru yang mendatangkan banyak pengguna baru di ekosistem ini. Teknik ini bahkan menjadi isu hangat yang paling ramai dibicarakan pada pertengahan 2020.

    Yield farming adalah praktik mempertaruhkan atau mengunci sejumlah aset kripto dengan harapan memperoleh imbalan hadiah (rewards). Intinya, dengan melakukan teknik ini, aset kripto milikmu dapat menghasilkan aset kripto lainnya.

    Bagaimana cara investasi DeFi dengan yield farming? Berbeda dengan teknik LP ketika investor menyetor dana mereka ke dalam satu protokol, para yield farmer memburu platform dengan insentif atau hasil tertinggi. Salah satu contoh yield farming dalam sistem DeFi adalah apa yang diterapkan oleh protokol Yearn.finance.

    Di Yearn, penggunanya menyimpan dana pada protokol, dan secara otomatis mencari proyek DeFi dengan hadiah.

    Baca juga: Ragu Sama DeFi? Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Perhatikan Teknologi Ini!

    Langkah-langkah Investasi di DeFi

    Ingin memperoleh imbal hasil maksimal dari aset kriptomu saat HODLing? Berikut ini empat hal yang harus kamu pahami seputar elemen kripto. Empat hal ini bisa jadi langkah aktual yang membantumu menerapkan teknik cara investasi DeFi.

    1. Penukaran Fiat ke Kripto

    Kamu perlu membeli aset kripto menggunakan mata uang Fiat seperti misalnya Rupiah (Rp/IDR)) atau dolar AS (US$/US) lewat sistem pertukaran fiat ke kripto. Dalam langkah ini, temukan platform situs web yang dapat menukarkan fiat menjadi aset kripto. Jadi, kamu dapat menggunakan dana kredit/debit dari rekening bank untuk membeli mata uang kripto di web tersebut.

    Kamu bisa memulai pengalaman pertama kriptomu dengan membeli Bitcoin atau Ethereum, dua aset kripto yang paling populer. Nantinya, jika kamu ingin menukarnya dengan aset kripto lain, kamu tinggal transfer sejumlah Bitcoin atau Ethereum ke bursa Crypto-to-Crypto untuk melakukan pembelian.

    Coinbase adalah platform umum fiat-ke-kripto yang banyak direkomendasikan karena cenderung menawarkan solusi yang hemat biaya. Kamu juga bisa upgrade ke Coinbase Pro untuk mengakses bursa Crypto-to-Crypto.

    2. Crypto-wallet alias Dompet Kripto

    Ini adalah perangkat lunak yang perlu kamu install (pasang) di komputer atau ponselmu untuk dapat mengakses dan bertransaksi menggunakan mata uang kripto yang telah kamu beli.

    Dengan memiliki dompet kripto,  kamu dapat menerima aset kripto dengan mentransfernya dari akun pertukaran kriptomu (seperti Coinbase atau Binance) ke alamat dompetmu. Alamat dompet biasanya terdiri dari 32 hingga 40 karakter alfanumerik.

    Dompet kripto juga dapat menampung multi-koin atau satu koin. Dalam dompet multi-koin, kamu dapat menyimpan aset kripto dari berbagai jaringan blockchain, seperti Bitcoin, Ethereum, Tomo, hingga XRP.

    Coinbase Wallet, MetaMask, dan TrustWallet adalah beberapa dompet kripto yang direkomendasikan. Tiga dompet ini cenderung stabil dan menawarkan interface yang sederhana, dan akses langsung ke dApps.

    3. Crypto-to-crypto exchange alias Bursa Pertukaran Kripto ke Kripto

    Ini adalah platform situs web tempat kamu menggunakan mata uang kripto dari dompet kriptomu untuk membeli mata uang kripto lainnya.

    4. Crypto Bank alias Bank Kripto

    Ini adalah platform situs web tempat kamu dapat menyimpan aset kripto untuk memperoleh bunga. Kamu juga dapat mengambil pinjaman fiat atau aset kripto dari platform ini, dan artinya kamu juga perlu membayarkan sejumlah bunga.

    Sebagian besar bank kripto menerapkan bunga berbeda, juga frekuensi pembayaran bunga berbeda. Compund dan Celsius adalah dua bank kripto yang relatif direkomendasikan karena sangat ramah pengguna dan juga menawarkan dApps yang mudah diakses dari Coinbase Wallet. Kedua bank ini memberi penggunanya akses ke berbagai aset kripto terluas dengan suku bunga tabungan yang cukup tinggi, dan bahkan lebih tinggi lagi dalam bunga berupa token CEL.

    Memiliki token CEL sebagai pilihan tingkat suku bunga juga menjadi cara investasi DeFi yang baik karena CEL cenderung memiliki peluang bagus karena nilainya semakin berharga dari waktu ke waktu.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Coin Market Cap, Bitorb



    Sumber : pluang.com

  • Klarifikasi Terkait Laporan OJK Tentang Investasi Bodong yang Mencatut Nama Pluang

    Sehubungan dengan pengumuman Otoritas Jasa Keuangan No. PENG-3/MS.312/2021 yang mencantumkan nama “Peluang Investasi Emas” sebagai perusahaan yang memalsukan izin usaha yang mengatasnamakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan ini manajemen Pluang mengklarifikasi bahwa “Peluang Investasi Emas” tidak ada sangkut pautnya dengan aplikasi Pluang.

    Pluang menganggap pemalsuan izin OJK oleh “Peluang Investasi Emas” adalah perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut bahkan telah mencatut logo Pluang tanpa izin dengan tujuan penipuan.

    Pluang juga mengapresiasi langkah OJK dalam menerbitkan pengumuman tersebut, mengingat perlindungan investor adalah salah satu fokus utama Pluang.

    Dalam beberapa waktu terakhir, Pluang menerima banyak laporan pengguna terkait maraknya akun Telegram yang menggunakan nama dan logo Pluang tanpa izin, termasuk grup “Peluang Investasi Emas”.

    Dalam kesempatan ini, Pluang juga menegaskan hanya memiliki satu akun resmi Telegram, yakni @kabarPluang. Pluang tidak bertanggung jawab untuk akun-akun Telegram lain yang mengatasnamakan Pluang di luar dua akun resmi tersebut. Berikut adalah akun-akun resmi media sosial yang dimiliki oleh Pluang:

    Pluang memohon bantuan masyarakat untuk turut melaporkan akun-akun Telegram yang
    menggunakan nama dan logo Pluang di luar akun resmi. Selain itu, akun media sosial Instagram dan Facebook Pluang yang resmi hanyalah yang telah terverifikasi atau memiliki tanda centang biru.

    Pengguna Pluang diharapkan hanya melakukan transaksi di aplikasi resmi Pluang dan jangan pernah membagi informasi pribadi maupun mentransfer dana ke pihak lain di luar aplikasi Pluang.

    Perlu diketahui, Pluang merupakan aplikasi investasi emas dan Micro E-Mini S&P 500 yang bekerjasama dengan PT PG Berjangka, pialang yang terdaftar dan diawasi langsung oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan kliring transaksinya dijamin oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Sementara untuk kegiatan investasi aset kripto, Pluang merupakan kanal penjualan dari PT Zipmex Exchange Indonesia, yang juga diawasi langsung oleh Bappebti.



    Sumber : pluang.com

  • Data Historis Tunjukkan Harga Bitcoin Selalu Naik di April. Sudah Siap Cuan?

    Bitcoin telah melonjak selama beberapa bulan pertama tahun ini, dan disebut telah kehilangan momentum di bulan Maret. Namun jangan salah, terdapat analisis yang menyebut kenaikan harga bitcoin di bulan April bakal lebih besar.

    Harga bitcoin naik hampir 500% sejak kenaikan terbaru yang dimulai pada bulan Oktober. Bahkan, harga Bitcoin sempat naik ke level tertinggi sepanjang masa, di atas US$60.000 per bitcoin bulan pada Maret.

    Kondisi tersebut mematahkan stigma yang beredar di kalangan peminat aset kripto bahwa harga Bitcoin selalu melemah di Maret, seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan melihat harga Bitcoin yang selalu menanjak di April secara historis, maka bulan ini bisa dibilang menjadi masa yang optimistis bagi trader dan investor raja aset kripto tersebut.

    “Seperti bulan lainnya, prospek harga potensial bitcoin dapat dilihat melalui berbagai proses pemikiran yang berbeda. Momentum dalam setahun dapat menjadi faktor, dan bulan April selalu disorot. Hal itu karena ini adalah akhir tahun pelaporan pajak di Inggris dan AS,” kata Danny Scott, CEO CoinCorner yang berbasis di Isle of Man, dilansir dari Forbes.

    Baca juga: Dari 30 Hari dalam Sebulan, Kapan Waktu Terbaik Membeli Bitcoin? Baca di Sini!

    Data historikal berbicara

    Scott menambahkan, analisis data harga selama 10 tahun terakhir mengungkapkan keuntungan rata-rata 51% untuk bitcoin pada bulan April. Jika ini sesuai, maka berarti bitcoin mampu menembus harga lebih dari US$80.000 di akhir April 2021.

    “Hanya ada dua April yang negatif sejak bitcoin ada, yaitu pada 2014 dan 2015. Hal itu secara kebetulan bertepatan dengan bulan berikutnya Mei dengan hanya dua bulan negatif 2015 (-1%) dan 2018 (-18%). Jadi mungkin ada beberapa momentum dan kebenaran dari ini,” imbuh Scott.

    Ia juga mencatat bahwa April dan Mei yang negatif ini terjadi dalam situasi pasar bitcoin yang bearish. Scott juga menyatakan bahwa “sentimen industri saat ini” harus diperhitungkan.

    “Saat ini kita berada dalam periode bullish dengan pembangunan momentum yang konsisten setiap minggunya,” kata Scott.

    Ia kemudian merujuk kondisi tersebut kepada beberapa miliarder dunia seperti Elon Musk dari Tesla dan Jack Dorsey dari Twitter yang memberikan dukungan kepada Bitcoin. Kemudian, ia juga menggarisbawahi perusahaan raksasa Wall Street yang meluncurkan layanan Bitcoin.

    Pandangan Lain

    Namun, di sisi lain ada pihak yang kurang yakin. Mereka bahkan menganggap bahwa kinerja kuat bitcoin di bulan April setiap tahun lebih dari sekadar kebetulan.

    “Saya tidak benar-benar memiliki alasan yang baik [mengapa Bitcoin secara historis naik pada bulan April]. Mungkin satu-satunya hal yang dapat saya pikirkan adalah bahwa secara historis bitcoin cenderung berkinerja buruk di bulan Maret, jadi April adalah rebound harga,” kata Bobby Ong, COO CoinGecko.

    Ong memperingatkan bahwa analisis “yang kebetulan secara data historis” ini bisa menjadi indikasi bahwa pedagang dan investor Bitcoin mendasarkan prediksi masa depannya murni pada tren masa lalu.

    “Jika cukup banyak orang yang berpikir bahwa pada Maret bitcoin akan berkinerja buruk dan mengambil keputusan yang sejalan dengan anggapan itu, maka kinerja pada bulan itu bisa saja buruk,” kata Ong.

    Baca juga: Mitosnya, Maret Selalu Menjadi Bulan Sial Bagi Harga Bitcoin. Benarkah?

    Kenaikan Harga Bitcoin Bulan Maret Terbaik Sejak 2013

    Di sisi lain, bitcoin telah mencatat kuartal I paling sukses dalam delapan tahun. Data yang diterbitkan oleh Bybt saat kuartal I 2021 berakhir menunjukkan bahwa bitcoin naik lebih tinggi dalam tiga bulan pertama sejak 2013.

    Meskipun tidak mencatat kenaikan tertinggi sepanjang masa sebelum kuartal II dimulai, bitcoin melakukan kinerja yang langka pada bulan Maret ini. Biasanya, bulan Maret mencatatkan pertumbuhan yang negatif.

    Cryptocurrency terbesar ini tidak hanya naik hampir 30% pada Maret 2021, tetapi juga membukukan harga tertinggi dalam sejarah, senilai US$61.700.

    Berdasarkan data yang lebih luas, pada kuartal I 2021 ini Bitcoin tercatat menghijau setiap bulan. Hal itu membuat kenaikan triwulanan gabungan sebesar 103,1%. Tahun terakhir yang melampaui capaian ini adalah pada tahun 2013. Saat itu harga bitcoin di bawah US$100, dengan kinerja kuartal I tumbuh hingga 539%.

    Antisipasi untuk beberapa bulan ke depan dinilai sudah terbangun. Kuartal II tahun ini secara tradisional adalah waktu terkuat untuk Bitcoin. Target yang harus dikalahkan adalah pencapaian pada 2019, yang mencatakan kenaikan 159%, dan merupakan kuartal II terbaik sejak 2013.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Forbes, CoinTelegraph



    Sumber : pluang.com

  • Ingin Diversifikasi Bitcoin dan Emas? Simak Komposisi Idealnya di Sini!

    Sejak pandemi merebak di hampir seluruh negara, aset kripto hingga emas seakan naik daun lantaran harga kedua aset tersebut sama-sama meroket selama setahun belakangan. Namun belakangan, muncul perdebatan terkait investasi emas vs Bitcoin. Di mana, masing-masing pendukungnya punya alasan untuk menjadikan emas atau Bitcoin sebagai investasi pilihan saat ini.

    Di sisi lain, terdapat juga golongan ketiga. Yakni, mereka-mereka yang tak bisa memilih antara investasi emas atau Bitcoin.

    Jika kamu termasuk ke dalam golongan tersebut, tak ada salahnya kok, melakukan diversifikasi. Hanya saja, pertanyaan besarnya tentu adalah berapa besar komposisi Bitcoin dan emas yang ideal di dalam portofoliomu. Apakah kamu perlu menggenggam 50% emas dan 50% Bitcoin? Atau lebih besar emas dibanding Bitcoin? Atau sebaliknya?

    Baca juga: Lebih Untung Mana, Investasi Emas vs Reksadana?

    Investasi Emas vs Bitcoin: Sama-Sama Didapuk Aset Lindung Nilai

    Namun, sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengetahui alasan mengapa belakangan emas selalu disandingkan dengan Bitcoin. Argumen yang mendasarinya adalah kedua aset tersebut dianggap punya “kekuatan” sebagai aset lindung nilai.

    Pamor emas memang sudah mentereng sejak zaman dulu. Logam mulia ini dikenal tak bisa berkarat dan tidak bereaksi ketika terpapar unsur kimia lainnya. Sehingga, nilainya dari masa ke masa akan tetap sama, dan cocok dijadikan investor sebagai alat pelindung kekayaan dari gerusan inflasi.

    Kini, “kemuliaan” emas sedikit terancam dengan kehadiran Bitcoin. Banyak analis di luar sana menganggap bahwa harga Bitcoin tidak berkorelasi dengan situasi makroekonomi, misalnya inflasi. Sehingga, ia juga cocok dijadikan alat pelindung nilai bagi masa depan.

    “Dulu, emas merupakan aset yang benar-benar aman di dunia dan cocok untuk generasi baby boomers. Namun, sekarang posisi tersebut sudah bisa digantikan oleh aset otomatis, yakni Bitcoin,” jelas Mantan Manajer Hedge Fund yang kini menjadi investor aset kripto, Jean-Marc Bonnefous

    Namun, persamaan antara investasi emas dan Bitcoin tak berhenti sampai situ saja. Berikut adalah kemiripan sifat antara emas dan Bitcoin.

    1. Wall Street telah menetapkan keduanya sebagai “investasi alternatif”
    2. Jumlah stok yang terbatas. Seperti yang telah diketahui, emas adalah barang tambang, di mana pasokannya suatu saat akan habis. Bitcoin pun demikian. Pada awal peluncurannya 2009 silam, publik sudah mengetahui bahwa stok Bitcoin hanya sebesar 21 juta keping yang akan selesai ditambang pada 2140.
    3. Reputasi yang mumpuni. Emas selama ini dikenal sebagai logam mulia, sementara Bitcoin dikenal sebagai raja aset kripto.

    Baca juga: Mending Investasi Emas atau Bitcoin? Simak Saran 10 Pakar Investasi Ini!

    Investasi Emas vs Bitcoin: Tetap Berbeda Meski Serupa

    Meski demikian, tetap saja emas dan Bitcoin memiliki perbedaan di antara keduanya. Apa saja?

    1. Nilai Kapitalisasi Pasar

    Saat ini, nilai kapitalisasi pasar emas diperkirakan sekitar US$10 triliun, sementara Bitcoin berada di angka US$1,98 triliun. Kecilnya nilai kapitalisasi pasar Bitcoin ini yang menyebabkan nilai raja aset kripto tersebut cenderung volatil jika terdapat shock di permintaan dan penawarannya.

    Untuk menggambarkan betapa dahsyatnya volatilitas Bitcoin, mari kita kembali di tahun 2017. Sepanjang tahun tersebut, harga Bitcoin telah naik 1.800%. Namun, harganya tiba-tiba rontok 80% pada tahun berikutnya.

    Hanya saja, hal tersebut bukan berarti harga emas tidak volatil. Tengok saja di tahun 2009, di mana harga emas naik lebih dari dua kali lipat selama krisis keuangan global. Namun, harganya pun kemudian nyungsep beberapa tahun setelahnya.

    2. Nilai Intrinsik

    Sudah berabad-abad emas berhasil membuktikan bahwa nilai yang terkandung didalamnya tetap dan universal. Ini lantaran emas terbukti punya unsur kimia istimewa. Sehingga, kilaunya tak akan pudar dimakan zaman.

    Emas juga sudah digunakan sebagai uang alias alat pembayaran dalam perdagangan dunia. Alias, ia sudah lazim digunakan sebagai alat tukar. Nah, dari sini, kita bisa melouhat bahwa nilai intrinsik emas terdapat pada dua kunci: Kegunaannya dan unsur kemuliaannya.

    Lantas, bagaimana dengan Bitcoin? Hingga saat ini, para pihak masih memperdebatkan nilai intrinsik dari aset kripto satu ini. Dari sisi kegunaan, Bitcoin dianggap tidak cocok dimanfaatkan sebagai alat transaksi karena suplainya yang terbatas dan absennya regulasi tentang aset kripto ini.

    Sampai saat ini, banyak pihak percaya bahwa nilai intrinsik Bitcoin adalah jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menambang satu keping Bitcoin.

    Perlu diketahui bahwa menambang Bitcoin membutuhkan biaya besar. Data EliteFixtures pada 2018 mengatakan bahwa menambang satu Bitcoin perlu tenaga 17,77 juta kilowatt hingga 55,29 juta kilowatt listrik. Terbayang, kan, berapa tagihan listrik yang perlu dibayar penambang? Nah, biaya listrik inilah yang kemudian dianggap sebagai nilai “beneran” dari satu keping Bitcoin.

    3. Dapat Terbagi-Bagi

    Investasi emas tak harus dibeli dalam satu ukuran yang mutlak. Misalnya, kamu tak perlu membeli 1 gram emas untuk mendapatkan emas. Kamu pun bisa membeli emas, misalkan, dalam ukuran 0,012 gram.

    Begitu pun dengan Bitcoin. Kamu juga tak perlu membeli 1 keping Bitcoin bernilai Rp800 juta untuk menggenggamnya. Hanya saja, unit satuan Bitcoin terbilang lebih kecil dibanding emas.

    Saat ini, satuan unit terkecil Bitcoin disebut dengan Satoshi Unit. Di mana, 1 satoshi unit terbilang sebesar 1:100.000.000 BTC, kira-kira sama dengan 10 miligram emas murni. Kondisi ini yang bikin analis, dan pecinta aset kripto, percaya bahwa Bitcoin bisa lebih mudah dimiliki daripada emas nantinya.

    4. Investasi Emas vs Bitcoin = Risk-off vs Risk-on

    Sejatinya, perbedaan utama dari Bitcoin dan Emas terletak pada lingkungan tumbuhnya. Bitcoin tumbuh subur selama kondisi “risk-on“, sedangkan emas lebih memilih “risk-off“.

    Risk-on terjadi ketika ekonomi tumbuh, imbal hasil obligasi meningkat (dan dengan demikian harga obligasi turun).

    Sebaliknya, emas tumbuh subur ketika suku bunga riil yaitu, imbal hasil obligasi dikurangi ekspektasi inflasi, terus menurun. Dengan kata lain, ketika inflasi naik namun imbal hasil obligasi naik lebih cepat, maka hal itu akan memberi tekanan pada harga emas.

    Sebaliknya, jika inflasi naik lebih cepat daripada imbal hasil obligasi, investor akan mengharapkan emas mengungguli bitcoin. Singkatnya, kedua aset ini tidak bersaing, karena memang berada pada dunia yang berbeda.

    Baca juga: Punya 0,01 Bitcoin Bakal Bikin Kamu Masuk Jajaran Orang Kaya 10 Tahun Lagi?

    Investasi Emas vs Bitcoin: Bagaimana Seharusnya Diversifikasi Aset Antara Keduanya?

    Melihat karakteristik di atas, maka bisa disimpulkan bahwa Bitcoin tak akan menggantikan emas. Atau, menyaingi kehadiran emas. Malahan, keduanya ternyata saling melengkapi. Bitcoin bisa menjadi pilihan investasi di saat ekonomi membaik, sementara emas bisa menjadi opsi baik di kondisi sebaliknya.

    Dalam ilmu manajemen risiko investasi, kombinasi diversifikasi yang ideal disebut berada di angka 80/20 atau 70/30. Di mana, porsi terbesar terdapat di investasi emas mengingat risikonya terbilang lebih rendah dibanding Bitcoin. Dengan demikian, maka investor bisa mendapatkan imbal hasil maksimal dengan risiko volatilitas harga yang terkontrol.

    Perlu diingat bahwa kunci sukses berinvestasi bukan dari tingkat imbal hasil, namun bagaimana cara menyeimbangkan portofolio. Contohnya, kamu bisa menambah porsi Bitcoin ketika harganya lagi naik. Tapi kamu segera menyeimbangkan lagi investasi kamu menjadi 80/20 atau 70/30 untuk meminimalisasi risiko yang bisa muncul.

    Nah, strategi investasi di atas bisa kamu lakukan di Pluang, lho! Kamu bisa berinvestasi Emas dan Bitcoin sekaligus agar bisa cuan maksimal!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Coinweek, Moneyweek, Bloomberg



    Sumber : pluang.com

  • Investasi Bodong Makin Ngeselin, Simak Cara Kenali dan Menghindarinya!

    Investasi bodong yang memalsukan nama produk investasi populer sudah biasa. Namun, belakangan ini, komplotan investasi bodong kian berani. Salah satunya terungkap pada pekan kemarin, di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 13 perusahaan atau entitas keuangan yang menerbitkan dokumen palsu mengatasnamakan OJK. Aduh, seram, ya? Apakah sebenarnya ada tips jitu menghindari investasi bodong semacam ini?

    Mencari tips tersebut mungkin kini akan semakin susah setelah komplotan investasi bodong tersebut juga berani mencatut nama-nama aplikasi investasi yang “beneran”. Salah satu aplikasi investasi yang dirugikan adalah Pluang. Di dalam 13 investasi bodong yang dideteksi OJK tersebut, terdapat nama Peluang Investasi Emas, sebuah aksi tipu-tipu berkedok titip dana yang menggunakan logo dan nama Pluang tanpa izin.

    “OJK mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati atas kebenaran informasi entitas yang mengaku telah memperoleh izin usaha atau terdaftar dari OJK,” ujar Direktur Hubungan Masyarakat OJK Darmansyah.

    Selain “Peluang Investasi Emas”, apa saja investasi bodong yang masuk dalam daftar OJK? Dan bagaimana tips menghindari investasi bodong itu? Simak ulasan berikut.

    Baca juga: Klarifikasi Terkait Laporan OJK Tentang Investasi Bodong yang Mencatut Nama Pluang

    13 Investasi Bodong yang Memalsukan Dokumen Izin OJK

    Berikut ini 13 nama entitas keuangan yang memalsukan dokumen izin dari OJK untuk mengiming-imingi korban menyetorkan dana:

    1. Adiputra Investasion – Pemalsuan Izin Usaha Perusahaan Pialang Asuransi

    2. Rendieka Investasion/Rendieka Investation – Pemalsuan Izin Usaha Perusahaan Pialang Asuransi

    3. Arvirto Ariezki A/Sahabat Investing/Adiferdiansyah Investment – Pemalsuan Izin Usaha Perusahaan Pialang Asuransi

    4. PartyZoo – Pemalsuan Izin Produk Investasi/Asuransi

    5. Pintu Investasi/PT Dana Syariah Indonesia/Pintu Crypto Investasi – Pemalsuan Izin Usaha Investasi Trading/Investasi Dana

    6. PT Swing Trading Indo – Pemalsuan Izin Usaha Investasi Trading

    7. PT Trade In Plus – Pemalsuan Izin Usaha Investasi Dana Online/Investasi Trading

    8. Saham Talk Indonesia (STI Investasi) – Pemalsuan Izin Usaha Investasi Trading/Investasi Dana

    9. PT Trader Binomo Indonesia – Pemalsuan Izin Usaha Investasi Trading

    10. Bareksa Investasi – Pemalsuan Izin Usaha Investasi Trading/Investasi Dana

    11. PT Investasi Trading Sukses – Pemalsuan Izin Usaha Investasi Trading

    12. Peluang Investasi Emas – Pemalsuan Izin Usaha Titip Dana/Modal

    13. PT Bank Syariah Aceh – Pemalsuan Surat Tanda Terdaftar Agen Penjamin

    Ingat baik-baik jenis entitas keuangan di atas dan jangan sampai kamu ketipu dengan modus serupa dari investasi bodong, ya, Sobat Cuan. Jika kamu menemukan aktivitas investasi yang mencurigakan, kamu juga bisa melaporkannya melalui nomor telepon 157 yang merupakan layanan OJK-157. Selain itu, laporan bisa juga dilakukan via WhatsApp resmi dengan nomor telepon 081-157-157-157 atau melalui email ke konsumen@ojk.go.id.

    Jadi, bagaimana persisnya tips menghindari investasi bodong jika entitas keuangan yang melakukan penipuan ini tampak serupa dan sama profesionalnya dengan mereka yang mengantongi izin OJK?

    Baca juga: Bappebti Blokir Binomo, Broker Trading Online Ilegal yang Rugikan Masyarakat

    Ciri-ciri Investasi Bodong yang Harus Dihindari

    Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang edukasi dan perlindungan konsumen Tirta Segara mengingatkan agar masyarakat selalu waspada akan kemunculan investasi bodong. Mengingat, investasi ilegal justru semakin marak di tengah pandemi ini.

    Selain 13 nama dalam daftar di atas, OJK mencatat, terdapat 824 entitas investasi ilegal. Di antaranya 2.840 fintech ilegal dan 143 entitas gadai ilegal yang bermunculan sepanjang tahun 2020.

    Untuk menghindari “jebakan batman” tersebut, berikut tips menghindari investasi bodong menurut Tirta:

    1. Hindari Investasi Bodong yang Menjanjikan Imbal Hasil Tinggi dalam Waktu Singkat dengan Minim Risiko

    Sobat Cuan tentunya paham, dong, yang namanya investasi pasti memiliki risiko. Semakin tinggi jumlah yang diinvestasikan dan kemungkinan imbal hasil yang akan diperoleh, maka semakin tinggi pula risikonya. Jadi, tips menghindari investasi bodong yang satu ini tentunya masak akal, kan?

    “Jika mendapat penawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi, namun dengan iming-iming minim risiko atau bahkan tidak ada sama sekali. Maka harus dicurigai itu,” jelasnya.

    2. Hindari Apabila Investasi Tidak Tercantum di OJK

    Untuk menyelenggarakan kegiatan usaha, perusahaan investasi harus mengantongi izin operasi dari OJK. Jika tidak, tentu saja perusahaan itu berjalan secara ilegal.

    “Kalau mau investasi, kita harus tanyakan dulu surat izin operasinya atau apakah sudah terdaftar di OJK atau belum. Kalau mereka tidak memberi tahu hal tersebut, anda perlu berhati-hati,” ungkap Tirta.

    3. Hindari Apabila Memanfaatkan Nama Tokoh Masyarakat

    Biasanya, untuk meyakinkan masyarakat yang menjadi calon korbannya, investasi bodong mencatut nama orang terkenal, entah itu selebritas hingga tokoh masyarakat. Mudah saja tips menghindari investasi bodong jika ini terjadi.

    Coba kamu lakukan pengecekan silang alias cross check, deh, apakah tokoh masyarakat tersebut juga mempromosikan investasi tersebut di kanal pribadinya.

    “Banyak investasi bodong yang menggunakan tokoh agama atau artis buat promosi perusahaannya. Padahal belum tentu tokoh tersebut mengenal dan mempromosikan perusahaan investasi tersebut,” ungkap Tirta.

    4. Hindari Jika Informasi yang Disajikan Sangat Terbatas dan Meragukan

    Perusahaan investasi yang bona fide umumnya akan menjelaskan sejelas-jelasnya mengenai produknya kepada calon investor. Jika kamu menemukan perusahaan yang cenderung tertutup dan tidak memberikan informasi memadai, dan membuatmu merasa ragu, nah, besar kemungkinan itu adalah perusahaan investasi bodong.

    “Saat berinvestasi, anda harus menanyakan juga penjelasan mengenai model pengelolaan dananya dan ke mana aset akan dialokasikan. Biasanya pelaku investasi bodong akan memberikan jawaban yang berputar-putar, tidak gamblang bahkan cenderung menghindari pertanyaan seperti itu,” ungkap Tirta.

    Nah, untuk lebih percaya lagi sama insting kamu terhadap investasi bodong, yuk kita ulas cara efektif yang bisa jadi tips menghindari investasi bodong!

    Baca juga: OJK Tutup Banyak Fintech Pinjol Ilegal, Hindari Aplikasi Ilegal dengan 9 Tips Ini!

    Cara Efektif Menghindari Investasi Bodong

    Setelah kamu memperhatikan ciri-ciri investasi bodong di atas, ini saatnya menentukan cara efektif yang bisa kamu gunakan untuk menghindari investasi bodong.

    1. Kenali Karakteristik Utama Penipuan Investasi.

    Apa saja yang umumnya jadi ciri sebagai tips menghindari investasi bodong? Berikut ini dua di antaranya:

    • Return atau keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi (bahkan seringkali tidak masuk akal) dan/atau dalam jumlah yang dipastikan;
    • Produk investasi ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrumen tertentu, seperti emas, giro, atau dijamin oleh pihak tertentu seperti pemerintah, bank, dan lain-lain;

    Jadi, kendalikan dirimu jika sampai menerima tawaran semacam itu. Lakukan penghitungan yang memadai, cek return yang sesungguhnya mungkin kamu peroleh.

    2. Periksalah Perizinan Lembaga atau Perusahaan Investasi Tersebut.

    Lakukan cek ricek ala investigasi seorang detektif — jika diperlukan. Pastikan apakah lembaga yang menawarkan investasi memperoleh izin usaha yang sesuai dengan bidang usahanya. Waspadalah pada perusahaan atau lembaga investasi yang hanya mengantongi izin SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Ini lantaran SIUP bukanlah surat izin untuk melakukan penghimpunan dana dan pengelolaan investasi.

    3. Telitilah Bentuk dan Cara Pemasaran Produk yang Dilakukan.

    Umumnya, sudah ada aturan yang jelas dari OJK/Bank Indonesia/Bappebti mengenai standar mekanisme cara kerja, pembagian keuntungan, dll terkait produk investasi tertentu. Bahkan, setiap perusahaan yang menjalankan izin dengan legal umumnya memiliki standar operasi yang baku.

    Nah, sebaliknya, jika perusahaan itu tidak dapat menunjukkan kredibilitas semacam itu, jangan ragu-ragu untuk menerapkan tips menghindari investasi bodong, ya, pada entitas keuangan tersebut!

    Selain kepada OJK, kamu dapat melakukan laporan mengenai tawaran investasi yang meresahkan semacam itu pada regulator terkait. Berikut ini informasi kontaknya:

    • Otoritas Jasa Keuangan (Telp: 1500-655)
    • Kementerian Perdagangan (Telp: 021 3858 171)
    • Badan Koordinasi Penanaman Modal (Telp: 021 5252 008)
    • Kementerian Koperasi dan UKM (Telp: 021 520 436672)
    • Kementerian Komunikasi dan Informasi (Telp: 021 3452 841)

    Selalu pastikan dirimu melakukan investasi yang aman pada lembaga yang terpercaya, ya, Sobat Cuan! Jangan sungkan juga membagikan informasi ini kepada teman-temanmu supaya mereka juga dapat dengan bijak menghindari diri dari penipuan investasi bodong.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Finance Detik, Merdeka, Cermati



    Sumber : pluang.com