Author: 08

  • Rumah Masih Ngontrak? Jangan Minder! Ini Manfaat Finansial Ngontrak Rumah!

    Sejak zaman dulu, orang Indonesia selalu mengartikan bahwa membeli rumah adalah salah satu indikator kesuksesan seseorang. Namun kenyataannya, terdapat pula beberapa golongan orang yang tidak sanggup beli rumah. Mereka pun akhirnya memutuskan tinggal di rumah kontrakan, sembari mencari tips terkait sewa rumah yang murah sepanjang hidup mereka.

    Mungkin saja, saat ini kamu adalah salah satu di antara mereka yang masih mengontrak rumah. Terkadang, kamu malu menerima kenyataan bahwa saat ini kamu tak bisa membeli hunian idamanmu. Dan mungkin, tekanan mental itu kian menjadi-jadi setelah kamu melihat maraknya unggahan media sosial orang-orang tajir yang kerap memamerkan kediaman mewah mereka.

    Tetapi, kamu tak perlu merasa tidak pede, apalagi insecure. Sebab, tinggal di rumah kontrakan memiliki beberapa manfaat secara finansial tersendiri. Bahkan, manfaat ini tidak akan kamu temukan kalau memutuskan membeli rumah!

    Apalagi sebelumnya, beberapa penelitian sudah menemukan bahwa orang dapat merasakan “keleluasaan” finansial dengan menyewa rumah dibanding membelinya.

    Salah satunya adalah studi yang dilakukan salah satu firma akuntansi top dunia, Ernst & Young (EY), di Australia pada 2018 lalu. Studi itu menemukan bahwa mereka yang tinggal di rumah kontrakan selama 10 tahun memiliki kondisi keuangan US$200 ribu hingga US$600 ribu “lebih baik” dibanding mereka yang membeli rumah.

    Di samping itu, studi yang dilakukan oleh HelloWallet pada 2014 silam menemukan bahwa hampir dari 50% pemilik rumah di AS seharusnya bisa lebih kaya jika mereka memilih menyewa rumah dan menggunakan uangnya untuk investasi ketimbang membeli rumah.

    Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi kamu untuk minder lantaran tinggal di rumah kontrakan! Mendingan, simak beberapa manfaat mengontrak rumah di bawah ini sembari kamu bekerja keras untuk membeli rumah idaman kamu!

    Baca juga: Cuan Cuma Ongkang-Ongkang Kaki! Simak 5 Tips Memulai Bisnis Rumah Kontrakan!

    Tips Sewa Rumah: 4 Manfaat Finansial yang Hanya Bisa Kamu Dapat Kalau Tinggal di Rumah Kontrakan

    1. Menghindari Biaya Perbaikan dan Renovasi

    Salah satu manfaat mengontrak rumah adalah kamu tidak perlu pusing-pusing ketika cat tembok kamu mulai terkelupas atau pintu pagar yang sudah karatan. Sebab, di banyak kasus, biasanya sang empunya rumah yang akan membereskan masalah-masalah itu bagi kamu.

    Di samping itu, kamu juga tidak punya urgensi dan kewajiban untuk merenovasi rumah kontrakan kamu ketika kondisinya sudah bobrok. Alasannya gampang saja, karena memang kamu tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal tersebut. Dari aspek ini saja, kamu sudah terhindar dari pengeluaran yang cukup besar, lho, mengingat biaya renovasi rumah terbilang tidak murah.

    Kalau memang kamu sudah tidak nyaman di rumah kontrakan saat ini, kamu pun bisa dengan mudah pindah ke rumah kontrakan lain dengan kondisi yang lebih bagus. Bahkan, mungkin dengan biaya sewa yang jauh lebih terjangkau dibanding rumahmu saat ini.

    Namun, bukan berarti kondisi ini bikin kamu tak peduli dengan kelayakan kontrakanmu. Tentu sebagai penyewa, kamu juga berkewajiban untuk merawat hunianmu.

    2. Terhindar dari Kewajiban Bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

    Tak hanya terhindar dari biaya renovasi dan perbaikan rumah, kamu juga bisa mengelak dari kewajiban bayar PBB ketika mengontrak rumah. Kondisi ini akan lebih menguntungkan jika rumah kontrakan kamu ternyata berlokasi di wilayah dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan bangunan yang tinggi.

    3. Memudahkan Perencanaan Anggaran Keuangan

    Hal ini akan menjadi keuntungan jika kamu sudah membayar sewa dibayar di muka dengan jangka waktu sewa yang lama. Ini adalah tips sewa rumah yang jarang disadari oleh kebanyakan oleh pengontrak.

    Misalnya, anggap saja kamu sudah membayar uang sewa rumah selama tiga tahun ke depan. Artinya, kamu tak perlu putar otak mencari tempat tinggal dan menyisihkan uang itu selama tiga tahun mendatang.

    Nah, karena satu beban keuangan telah “dipenuhi”, artinya kamu mendapat keleluasaan untuk mengatur anggaran kamu dan bahkan punya kesempatan mencapai tujuan finansial di jangka waktu tiga tahun tersebut. Atau mungkin, kamu bisa memanfaatkan masa tiga tahun tersebut untuk mengumpulkan uang muka (Down Payment) rumah impian kamu nantinya.

    4. Fleksibel

    Kamu punya pilihan untuk gampang pindah dan mencari hunian yang lebih baik jika sudah tidak nyaman lagi dengan rumah kontrakan saat ini akibat beberapa kondisi. Misalnya, rumah kamu gampang kena banjir atau punya tetangga yang tidak bersahabat.

    Di sisi lain, mereka yang memiliki rumah tentu tidak punya keleluasaan seperti yang kamu miliki ketika ingin mencari hunian baru.

    Memang, para pemilik rumah bisa mendulang cuan lumayan jika mereka berniat menjual rumahnya dan berencana pindah ke lokasi lain. Namun, hal itu tentu butuh waktu lantaran datangnya pembeli pun terbilang tidak tentu. Apalagi kalau rumah mereka berada di lokasi-lokasi rawan, seperti banjir. Tentu dibutuhkan masa tunggu yang lebih lama untuk menjual rumah mereka.

    Makanya, ada beragam alasan bagi kamu untuk tidak minder tinggal di rumah kontrakan. Kalau kamu masih minder, kamu juga bisa gunakan alasan-alasan di atas untuk ngeles dari pertanyaan “Kok masih ngontrak sih?”.

    Baca juga: Beli Rumah dari Tabungan Emas? Bisa, Hitung Dulu Anggaranmu Yuk!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, ABC Australia, Business Insider



    Sumber : pluang.com

  • Simak Cara Daftar Akun KSEI Untuk Cek Investasi Kamu!

    Sebagai investor pasar modal yang masih awam, mungkin kamu masih buta arah terkait mendapatkan laporan transaksi investasi kamu. Nah, kamu tak perlu khawatir, sebab semuanya sudah terdapat di sistem AKSes milik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Sekarang, kamu tinggal memahami fungsi KSEI dan bagaimana cara daftar akun KSEI yang benar.

    Dalam berinvestasi, semua aset investasi yang dimiliki investor tercatat di sistem Kustodian Sentral Efek Indonesia bernama AKSes. Aset-aset investasi di pasar modal yang berupa saham (ekuitas), reksadana, obligasi, dan kas tercatat dalam sistem ini.

    Punya akun KSEI bersifat wajib bagi kamu yang baru meniti langkah di dunia investasi. Sebab, mulai 18 Februari 2021, seluruh laporan transaksi investor akan didapatkan melalui akun tersebut.

    Tak perlu takut membayangkan persyaratan yang ribet untuk mendaftarnya. Sebab, mendaftar akun KSEI cukup mudah. Kamu hanya perlu menyiapkan informasi seperti email, nomor ponsel, dan nomor KTP/NIK.

    Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami

    Cara Daftar KSEI: Menilik Ketentuan Baru KSEI per 18 Februari 2021

    Pemberlakuan aturan terkait penyampaian laporan berkala investasi sudah dimulai sejak 18 Februari 2021. Hal ini diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/SEOJK.04/2020 tanggal 17 Februari 2020 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Bukti Konfirmasi dan Pelaporan Berkala Reksadana secara Elektronik melalui Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu.

    Kebijakan  baru ini diharapkan menjadikan pelaporan transaksi investor reksadana lebih transparan dan menambah perlindungan bagi investor.

    Laporan transaksi yang dimaksud akan berupa surat konfirmasi subscription, redemption, dan switching serta laporan bulanan. Manajer investasi juga akan mengarahkan investor untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu pada AKSes KSEI. Jadi, bagaimana cara daftar KSEI?

    Cara Daftar KSEI

    Registrasi akun AKSes dapat dilakukan oleh:

    1. Investor, yakni investor pasar modal Indonesia yang telah memiliki single investor identification (SID), baik yang bersifat individu lokal (WNI), individu asing(WNA), institusi lokal, maupun institusi asing.
    2. Non-investor (Registered User), yakni individu lokal yang belum terdaftar sebagai Investor pasar modal Indonesia.

    Terkait layanan AKSes KSEI, setiap investor reksadana memiliki nomor SID. Investor tinggal melakukan registrasi akun AKSes secara mandiri lewat langkah-langkah berikut:

    1. Masuk ke situs web AKSes KSEI (http://akses.ksei.co.id)
    2. Telusuri menu Daftar, pilih Tipe Investor (individu lokal/individu asing/institusi)
    3. Masukkan data-data pribadi, seperti nama, nomor induk kependudukan, alamat email dan nomor ponsel yang masih aktif dan terdaftar pada partisipasi KSEI tempat investor membuka rekening efek
    4. Lakukan aktivasi, ikuti petunjuk berikutnya untuk melakukan aktivasi username dan password
    5. Buka email pribadi untuk melakukan aktivasi. Klik tautan yang ada di dalam email tersebut.
    6. Buat kata sandi sesuai login ke AKSes KSEI. Kata sandi yang harus dibuat perpaduan antara 8 karakter yang terdiri dari huruf kapital, huruf kecil, angka dan karakter khusus (!@#^*)
    7. Bila kata sandi sudah sesuai dengan persyaratan, klik Aktifkan akun saya.
    8. Pendaftaran telah selesai

    Setelahnya, investor dapat login dan melihat portofolio investasinya di pasar modal.

    Baca juga: Yakin Gak Mau Investasi Reksa Dana? Ini Lho 8 Manfaatnya!

    Cek Portofolio Reksadana di AKSes KSEI

    Jika sudah punya akun AKSes KSEI dan melengkapi cara daftar KSEI di atas, investor tinggal masuk (login) menggunakan kata sandinya. Ke depannya, investor hanya tinggal login untuk mengecek portofolio atau kepemilikan reksadana dan investasi lainnya. Bagaimana caranya? Berikut ini panduannya:

    1. Masuk ke AKSes, buka https://akses.ksei.co.id/ dan klik tombol MASUK di kanan atas.
    2. Masukkan email dan kata sandi
    3. Buka Portofolioku, pada bagian ini kita bisa lihat nama kita di sebelah kiri atas halaman. Lalu, di sebelah kiri juga kita bisa lihat berbagai tab. Pilih Portofolioku.
    4. Pilih Saldo, menu ini menunjukkan total nilai investasi dari seluruh produk yang kita miliki saat ini, mulai dari saham (ekuitas), reksadana, obligasi, kas dan lainnya. Terlihat juga grafik yang menunjukkan komposisi kepemilikan investasi investor di produk-produk investasi tersebut.
    5. Ada pula Menu Mutasi, menu ini memperlihatkan transaksi yang kita lakukan, baik pembelian atau penjualan. Kita dapat memasukkan kisaran (range) periode tanggal yang ingin kita lihat. Akan tampil transaksi baik pembelian maupun penjualan reksadana selama periode yang kita tentukan tersebut dengan informasi termasuk tipe transaksi, kode efek (reksadana), kustodian, jumlah unit, dan nilai investasi.
    6. Setelah melakukan cara daftar KSEI dengan benar, kamu bisa juga mengakses laporanmu secara langsung. Pada bagian Menu Laporan, akan ditampilkan investasi kita, baik berdasarkan mutasi reksadana atau laporan bulanan reksadana. Lalu kita bisa pilih periodenya dan klik download. Kita akan menerima laporan dalam bentuk PDF yang berisikan informasi nama reksadana, manajer investasi, agen penjual, jumlah unit penyertaan, NAB per unit, dan nilai investasi per akhir bulan yang kita pilih.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kompas, Bareksa, Bareksa, KSEI



    Sumber : pluang.com

  • Selain Berisiko Rendah, Ini Lho 3 Manfaat Reksa Dana Pasar Uang Buat Kamu!

    Pertumbuhan jumlah investor reksadana selama pandemi COVID-19 mencapai angka yang mengesankan. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor reksa dana mencapai 3,16 juta orang per akhir 2020. Kemudian, angkanya naik menjadi 3,5 juta orang di Januari 2021. Artinya, semakin banyak orang merasakan manfaat investasi reksadana.

    Nah, salah satu produk reksadana yang laris diburu adalah reksadana pasar uang. Jenis reksadana ini diburu lantaran memberikan manfaat yang hanya bisa dirasakan oleh investor. Padahal, mereka hanya membenamkan aset keuangannya saja di sana.

    Reksadana pasar uang sendiri adalah salah satu instrumen investasi reksadana. Di mana, portofolio aset investasinya dialokasikan di instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, dan obligasi yang jatuh tempo di bawah satu tahun.

    Tetapi, obligasi atau surat utang yang menjadi portofolio aset reksadana pasar uang juga tidak sembarang dipilih. Kebanyakan, underlying asset yang dipilih adalah obligasi pemerintah yang sangat kecil kemungkinannya mengalami default atau gagal bayar.

    Investor bisa memantau masing-masing portofolio aset reksadana pasar uang yang dikelola oleh manajer investasi pada saat akan membelinya. Dalam informasi tersebut, akan terlihat berapa persen porsi investasi di surat utang, berapa persen investasi di SBI, dan berapa persen investasi di deposito.

    Jenis reksadana ini dinilai lebih aman dibanding jenis reksadana lainnya. Selain itu, imbal hasil yang diberikan bisa dirasakan betul dalam jangka waktu 397 hari atau sekitar 1 tahun.

    Namun, karena risiko yang ditanggung investor tidak sebesar jenis reksadana lainnya, maka imbal hasil yang didapatkan juga tidak sebesar jenis reksadana lain, seperti reksadana saham. Sebab, nilai imbal hasil reksadana pasti akan sejalan dengan besaran risiko aset tersebut.

    Meskipun begitu, imbal hasil yang diberikan reksadana pasar uang masih lebih baik dibanding bunga yang diberikan dalam produk tabungan, seperti deposito misalnya.

    Baca juga: Apa Itu Reksadana?

    Manfaat Reksa Dana Pasar Uang

    Sama seperti produk reksadana lainnya, investor juga hanya perlu memberi unit reksadana yang diinginkan untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi. Namun, selain faktor kemudahan, reksadana pasar uang juga memberikan manfaat lainnya.

    1. Likuiditas Lebih Baik

    Dalam portofolio aset reksadana pasar uang, instrumen yang dipilih oleh manajer investasi adalah produk yang memiilki likuiditas tinggi atau memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun. Sehingga, investor bisa memanfaatkannya untuk salah satu opsi investasi jangka pendek.

    Proses pencairan reksa dana biasanya berjalan dalam T+1 atau T+2 jika mengacu pada aturan di Indonesia. Nah, istilah apakah itu?

    T+1 dan T+2 mengacu kepada jangka waktu masuknya dana ke rekening setelah reksadana dicairkan. T+1 artinya dana akan masuk ke rekening sehari setelah penjualan reksadana. Sementara itu, T+2 berarti dana akan masuk ke rekening dua hari setelah reksadana tersebut dijual.

    2. Manajemen Risiko yang Terukur

    Manfaat reksadana pasar uang lainnya adalah tingkat manajemen risiko yang lebih terukur lantaran alokasi dana ditujukan ke instrumen yang memiliki tingkat risiko rendah. Sehingga, banyak investor yang menggunakan reksadana pasar uang selayaknya uang tunai biasa.

    Investor bisa dengan mudah menanam dananya di produk tersebut, namun mudah juga untuk menarik dananya jika sedang membutuhkannya. Selain itu, investor tidak perlu khawatir jika terjadi penurunan nilai reksadana mengingat risikonya yang sudah terukur.

    3. Keamanan

    Investor yang memiliki profil investasi risiko rendah, yakni yang menginginkan jenis investasi dengan tingkat risiko yang mini bisa menggunakan produk reksa dana pasar uang. Pasalnya, selain dari portofolio aset reksadananya, perusahaan sekuritas yang bisa menjualnya pun tidak bisa sembarangan.

    Di Amerika Serikat, misalnya, hanya perusahaan sekuritas yang punya peringkat kredit tertinggi yang bisa menyediakan produk reksadana pasar uang. Hal tu diatur oleh United States Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

    Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam membuat keputusan investasi. Sebab, hal tersebut dapat menjadi cerminan ihwal tingkat keamanan dana dan volatilitas instrumen aset tersebut nantinya.

    Baca juga: Investasi “100 Dikurangi Umur”, Rumus Investasi yang Pas untuk Gen Milenial

    4. Imbal Hasil Stabil

    Meskipun tidak bisa dikatakan memberikan imbal hasil yang tinggi, reksadana pasar uang mampu memberikan imbal hasil yang stabil kepada investor. Hal itu dikarenakan setiap manajer investasi terus berupaya mempertahankan nilai aset bersih (NAB) yang dimiliki.

    Namun, jika dibandingkan dengan produk lainnya seperti deposito, imbal hasil yang diberikan reksadana pasar uang bisa lebih baik. Sebagai catatan, rata-rata bunga deposito untuk jangka waktu 1 bulan sampai 12 bulan berada di rentang 5% sampai 3%

    Tak Hanya Manfaat, Reksadana Pasar Uang Menyimpan Risiko

    Ibarat dua sisi mata uang, apapun jenis investasinya tentu memiliki risiko yang juga melekat. Dalam investasi reksadana pasar uang, risiko yang harus dihadapi oleh investor adalah risiko inflasi, risiko kredit ataupun risiko suku bunga.

    Investor masih harus menghadapi risiko inflasi karena hal itu akan menyebabkan arus kas dari pasar uang mengalami perlambatan. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan menganggu kinerja reksa dana pasar uang

    Untuk risiko kredit, reksadana pasar uang tidak diasuransikan seperti layaknya tabungan. Jadi, tidak ada jaminan investor tidak kehilangan uangnya.

    Terakhir, adalah risiko suku bunga yang bersifat fluktuatif. Tentu saja, imbal hasil yang diberikan akan sejalan dengan suku bunga pasar. Jika suku bunga naik. maka imbal hasil meningkat dan begitu pula sebaliknya.

    Baca juga: Yakin Gak Mau Investasi Reksa Dana? Ini Lho 8 Manfaatnya!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, The Balance



    Sumber : pluang.com

  • Perlu Uang Berapa Sih Buat Naikin 1% Harga Bitcoin? Simak di Sini!

    Arus investasi yang besar ke pasar Bitcoin mungkin menjadi faktor utama kenaikan harga Bitcoin secara signifikan belakangan ini. Salah satu buktinya, harga Bitcoin melejit bak roket setelah Tesla mengumumkan akan membeli Bitcoin sebesar US$1,5 miliar pada Februari lalu.

    Namun, apakah benar bahwa jumlah aliran dana masuk (inflow) ke pasar Bitcoin selalu berdampak ke pergerakan harga Bitcoin?

    Hal tersebut baru-baru ini dijawab oleh tim pakar strategi Bank of America, termasuk Francisco Blanch dan Savita Subramanian, dalam laporan terbarunya. Laporan itu menerangkan bahwa harga Bitcoin akan bereaksi sangat cepat terhadap besaran dana yang mengalir ke pasar Bitcoin. Bahkan, reaksi tersebut lebih cepat dibanding derasnya inflow ke aset lain, seperti emas dan obligasi pemerintah AS.

    Namun, kondisi ini tentu memunculkan pertanyaan berikutnya: Berapa jumlah inflow yang perlu masuk ke pasar Bitcoin demi menggerakkan harganya sebesar 1% saja?

    Dalam hal ini, Bank of America mengatakan bahwa dibutuhkan aliran dana masuk ke pasar Bitcoin sebesar US$93 juta, atau Rp1,3 triliun, hanya untuk mengerek 1% harga raja aset kripto tersebut.

    “Bitcoin sangat sensitif terhadap peningkatan permintaan dolar AS. Kami memperkirakan arus dana bersih ke Bitcoin sebesar US$93 juta akan menghasilkan apresiasi harga sebesar 1%. Sedangkan angka serupa bisa terjadi terhadap emas jika terdapat inflow mendekati US$2 miliar atau 20 kali lipat dari Bitcoin,” kata ahli strategi BofA.

    Baca juga: Membuat Rencana Investasi, Apa Saja Strategi yang Perlu Diketahui?

    Memahami Inflow Sebagai Penggerak Harga Bitcoin

    Belakangan, aset kripto telah mendapatkan kredibilitas sebagai kelas aset karena produk yang kuat dan pasar turunan yang berkembang. Akibatnya, investor institusi pun berebut menggenggam Bitcoin. Sesuai hukum permintaan dan penawaran, maka harga Bitcoin tentu akan naik kalau terdapat pihak-pihak yang memborong aset kripto tersebut.

    Saat ini, Bitcoin dipandang oleh sebagian orang sebagai alternatif menarik dari investasi emas, atau aset pelindung kekayaan dari inflasi, karena pasokannya yang terbatas. Pernyataan itu didukung oleh analisis JPMorgan terbaru yang menyatakan bahwa investor ritel dan institusi akan semakin berebut mencari ceruk cuan di pasar Bitcoin tahun ini.

    Laporan itu menyebut bahwa aliran dana investor institusi ke pasar Bitcoin diprediksi meningkat 20% pada kuartal I 2021 dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, aliran dana investor ritel akan meningkat 90% pada periode yang sama.

    Hanya saja, sebagian besar investor masih melihat kemungkinan bubble harga Bitcoin dan khawatir bahwa investasi Bitcoin akan merusak lingkungan mengingat besarnya kebutuhan energi untuk menambangnya.

    Selain itu, meski inflow memang menjadi penentu penggerak harga Bitcoin, namun kehadiran investor Bitcoin kelas kakap, atau akrab disapa whales, bisa menghambat pengaruh inflow tersebut.

    BofA mencatat, sekitar 95% dari total Bitcoin dimiliki oleh 2,4% akun dengan saldo Bitcoin jumbo. Hal ini, menurut mereka, adalah salah satu penyebab mengapa harga Bitcoin sangat volatil.

    Sebagai contoh, anggap saja pasar Bitcoin “kedatangan” inflow sebesar US$93 juta. Menurut analisis Bank of America, kondisi ini harusnya bisa menaikkan harga Bitcoin 1%. Namun, kalau para whales melakukan aksi jual dengan jumlah lebih besar dari jumlah inflow tersebut, tentu harga Bitcoin akan gagal naik.

    “Meskipun banyak dari pergerakan harga Bitcoin ditentukan oleh sentimen spekulatif, pergerakan naik atau turun yang cepat dapat dilihat dari kurangnya likuiditas dua arah pada waktu tertentu,” kata Jeffrey Halley, Senior Asia-Pacific Market Strategist di Oanda.

    Baca juga: Setelah Sentuh All-Time High, Ke Mana Arah Bitcoin Berikutnya?

    Investor Bitcoin Jumbo Akan Selalu Jadi Penggerak Harga

    Kondisi di atas mungkin ada benarnya. Faktanya, harga Bitcoin dalam dua pekan ini memang terbilang jungkat-jungkit akibat aksi para whales.

    Sebagai contoh, harga Bitcoin yang hampir menukik ke US$60.000 awal bulan ini terjadi karena para whales melakukan aksi borong di harga rendah (buy the dip). Sementara itu, aksi jual yang dilakukan pekan kemarin membuat harga Bitcoin terjerembab.

    Hal tersebut membuat para skeptis berpendapat bahwa Bitcoin masih terlalu fluktuatif bagi investor untuk mulai membeli dalam jumlah yang berarti. Bitcoin juga dinilai hampir tidak memiliki nilai guna, menempatkannya dalam daftar aset yang terbilang “rapuh”.

    Tetapi semakin banyak perusahaan yang membeli Bitcoin. Penggemar Bitcoin berpendapat bahwa situasi kali ini berbeda untuk cryptocurrency terbesar di dunia ini. Pasalnya, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang mulai mengadopsi Bitcoin, seolah-olah melegitimasi raja aset kripto ini sebagai instrumen investasi “beneran”.

    Terakhir, Morgan Stanley telah menjadi pemain besar terbaru yang melakukan langkah serius ke aset kripto. Mereka diketahui akan menawarkan akses ke dana Bitcoin kepada klien wealth management.

    Baca juga: Seberapa Kuat Bitcoin Whales dalam Mengendalikan Harga? Simak di Sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bloomberg, MarketInsider



    Sumber : pluang.com

  • Banyak Uang Bukan Berarti Kamu Kaya! Cek Kesalahan Konsep Menimbun Harta di Sini!

    Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kemakmuran harus diasosiasikan dengan mengumpulkan harta yang banyak. Semakin tinggi nilai harta yang digenggam, maka cara seseorang untuk menjadi kaya akan terbuka lebar.

    Namun, hati-hati, Sobat Cuan! Sebab, kadang kita pun salah dalam memaknai konsep menimbun harta kekayaan. Kesalahan konsep ini dampaknya tidak main-main, lho, karena akan menentukan sikap kita berinvestasi nantinya.

    Dalam hal ini, seorang analis investasi dan kontributor Forbes William Baldwin menerangkan bahwa terdapat tiga kesalahan konsep mengenai menimbun kekayaan yang kerap dipraktikkan masyarakat. Nah, kalau kamu bisa lepas dari miskonsepsi mengenai menimbun kekayaan di bawah ini, cara kamu menjadi kaya bakal lebih efektif dan efisien.

    Apa saja kesalahan konsep mengenai cara mengumpulkan harta kekayaan tersebut?

    1. Kekeliruan Pertama: Peningkatan Harga Aset = Peningkatan Kekayaan

    Katakanlah kamu membeli rumah di pinggiran kota seharga Rp700 juta 10 tahun lalu dan sekarang harganya menjadi Rp1,4 miliar dan kamu tidak punya rencana untuk pindah. Apakah itu artinya kekayaanmu sudah naik Rp700 juta?

    Jawabannya, tidak juga. Menaikkan kekayaan bukan hanya dengan melihat kenaikan harga dalam suatu aset, namun juga terkait dengan perbaikan kualitas hidupmu ketika tinggal di rumah tersebut.

    Sebagai contoh: Jika kondisi ruang tamu, dapur, hingga kamar mandimu tidak berubah sedikit pun dibanding 10 tahun lalu, artinya tidak ada perbaikan kualitas apapun terhadap hidupmu maupun rumah yang kamu tempati. Dengan kata lain, harga rumah itu boleh jadi memang meningkat, tetapi standar hidupmu tidak.

    Adapun, kenaikan harga asetmu bisa berubah menjadi kekayaan kalau kamu menjualnya. Namun, dengan menjualnya, bukan berarti kamu bisa sudah menempuh cara menjadi kaya yang maksimal. Perlu diingat bahwa tingkat inflasi selalu terjadi setiap tahun, sehingga “daya beli” kamu pun tak akan maksimal dengan menggunakan uang hasil jualan rumah itu.

    Hal sama juga terjadi ketika kamu berniat menabung saham tertentu. Misalkan, kamu membeli saham perusahaan A dengan nilai Rp20.000 per lembarnya. Lima tahun kemudian, harganya naik ke Rp50.000 per lembar. Apakah artinya kamu sudah auto kaya Rp30.000?

    Jawabannya adalah tidak. Memang, secara nilai, portofolio saham kamu bertambah Rp30.000. Tapi, kalau kualitas hidup kamu tidak meningkat dari menggenggam saham tersebut, ya sama aja boong. Misalnya, harga saham kamu boleh saja naik, tapi kalau pertumbuhan dividennya menurun terus, artinya kamu tidak ada perbaikan kualitas hidup dengan memiliki efek yang dimaksud.

    Intinya, perubahan-perubahan harga itu hanyalah abstraksi ekonomi. Dalam kertas, kekayaanmu memang meningkat. Tapi jika kekayaanmu diukur dari seberapa baik kamu menjalani hidup, parameter ini bisa saja tidak berlaku.

    Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

    2. Kekeliruan Kedua: Trading Adalah Cara Menjadi Kaya

    Ilusi kolosal ini berawal setidaknya satu abad lalu. Dan miskonsepsi ini menghambat banyak orang untuk mengakses cara menjadi kaya lebih efisien lagi.

    Saat itu, pemberitaan tentang kesuksesan trading disiarkan pada Radio Corp of America. Pesona trading mencapai titik puncak pada 1999, dengan pemberitaan tentang seorang trader yang pensiun muda tajir melintir. Hal-hal ini membuat ekonomi kota New York makin bergairah.

    Kini, demam trading seolah-olah bangkit di perdagangan aset kripto setelah harga Bitcoin dan Ethereum melejit bak roket. Namun, jika kamu terus melakukan trading tak henti-hentinya, justru itu akan menghalangi kamu untuk mencapai cuan yang maksimal.

    Misalnya, kamu saat ini tengah menggenggam Bitcoin, di mana harga Bitcoin yang kamu beli saat itu sebesar US$55.000. Ternyata, keesokan harinya kamu menjual lagi Bitcoin tersebut lantaran harganya tahu-tahu melompat ke US$56.000. Dengan kata lain, kamu sudah untung sekitar US$1.000.

    Namun, ternyata harga Bitcoin itu sudah menanjak lagi ke US$62.000 dua bulan kemudian. Ini artinya kamu sudah merelakan potensi cuan Bitcoin sebesar US$7.000 hanya untuk mendapat keuntungan US$1.000 dalam waktu singkat. Alhasil, cara menjadi kaya kamu jadi tak maksimal.

    Padahal, sudah banyak begawan pasar modal yang memperingatkan bahwa trading adalah permainan zero-sum alias tidak membantu meningkatkan nilai asetmu dalam jangka panjang. Makanya, untuk menjadi kaya, kamu perlu berinvestasi, bukan trading.

    Bahkan, raja saham dunia Warren Buffet kerap kali mengingatkan bahwa cara menjadi kaya di jangka panjang sangatlah gampang: Berinvestasi di reksa dana indeks saham.

    Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

    3. Kekeliruan Ketiga: Uang Merepresentasikan Kekayaan

    Uang memanglah fondasi kekayaan. Tanpa alat tukar ini, kita tidak akan melihat adanya pabrik dan gudang yang memungkinkan produksi dan berputarnya modal. Namun, uang bukanlah kekayaan per se. Jika ya, tentunya Zimbabwe dan Venezuela hari ini termasuk negara kaya.

    Kita umpamakan saja seperti begini: Kalau bank sentral mau semua warga menjadi kaya, tentu mereka bisa saja mencetak lebih banyak uang dan dibagikan ke warganya, bukan? Namun, hal itu tidak mereka lakukan. Sebab, kenaikan suplai uang akan meningkatkan permintaan barang dan jasa, yang ujung-ujungnya akan menciptakan inflasi yang tinggi.

    Kenaikan inflasi kemudian akan menggerus nilai mata uang yang digenggam. Uang tersebut kemudian tak akan ada artinya lagi.

    Makanya, kamu jangan terlampau bangga dulu kalau punya dompet tebal. Soalnya, untuk apa punya uang banyak tapi nilainya akan terkikis seiring waktu?

    Mereka yang cerdas dalam mengatur keuangan pasti akan menempatkan uangnya di aset-aset pelindung nilai agar nilai kekayaannya tak tergerus inflasi. Tapi, apakah hal ini akan efektif sebagai cara menjadi kaya? Bisa jadi ya, bisa juga tidak, tergantung pada seberapa banyak dana yang kamu investasikan.

    Salah satu investasi lindung nilai yang bisa kamu manfaatkan adalah emas. Memang, ia tak memberikan cuan secara periodik. Tapi, nilai kekayaanmu di dalamnya akan terjaga dengan baik hingga masa depan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Forbes



    Sumber : pluang.com

  • Pakai DeFi Bisa Datangkan Cuan, Lho! Gak Percaya? Yuk, Simak 4 Caranya!

    Teknologi decentralized finance, atau biasa disingkat DeFi, adalah tren yang sedang menjamur di kalangan pecinta aset kripto sebulan belakangan. Alasannya gampang. Sebab, teknologi DeFi bisa bikin penggunanya mendapatkan penghasilan pasif — dan bahkan digaji!

    Baik terkoneksi lewat aplikasi DeFi, dApps, lewat gateway Web3.0 yang terdesentralisasi, atau hanya lewat antarmuka web biasa, banyak pihak saat ini bisa dapat manfaat dari aksesnya ke produk dan layanan keuangan alternatif ini.

    Sifat DeFi yang terdesentralisasi memungkinkan pengguna untuk memilih berbagai cara terkoneksi pada berbagai protokol dalam jaringan ini. Hebatnya lagi, dalam ekosistem DeFi, protokol baru tumbuh setiap harinya.

    Penggunaan teknologi dalam bisnis saat ini memanfaatkan berbagai fungsi yang ditawarkan infrastruktur kontrak pintar (smart contract) untuk mengotomatiskan interaksi dalam jejaring bisnis mereka. Hasil maksimal pun bisa diperoleh untuk soal asuransi ataupun investasi obligasi. Penggunaan DeFi juga memungkinkan hub sintetis terdesentralisasi semacam Shadows Network.

    Penggunaan token atau NFT juga tumbuh dengan cepat, melampaui transaksi terkait barang-barang yang bisa dikoleksi. Bahkan penyediaan konten, yang kini jadi struktur utama internet, meningkat drastis lewat jaringan seperti AIOZ.

    Potensi Decentralized Finance Datangkan Cuan

    Aspek yang mungkin paling menarik bagi pengguna DeFi adalah kemampuan ekosistem ini dalam menghasilkan keuntungan. Karena salah satu fondasi decentralized finance adalah kripto, dan aset kripto memungkinkan pengguna DeFi untuk meraup cuan darinya.

    Pengguna protokol DeFi yang berinvestasi pada aset kripto dimungkinkan memperoleh profit yang lazimnya disebut sebagai “yield”. Investor dalam ekosistem DeFi dapat menumbuhkan aset kriptonya tanpa mengambil risiko melalui perdagangan atau aktivitas ekonomi lainnya. Protokol yang menawarkan investasi aset kripto pun menawarkan cara yang cukup aman bagi investor untuk menghasilkan keuntungan.

    Lewat strategi yield, staking, dan lending, kamu bisa memperoleh pendapatan residual yang cenderung akan terus bertambah. Kamu hanya membutuhkan sedikit modal awal dan banyak kesabaran. Tentu tidak ada jaminan untuk kaya dalam semalam, tapi setidaknya seiring waktu, modalmu akan terus bertambah.

    Strategi ini juga membantu untuk tidak terlalu merisaukan penurunan pasar yang merupakan bagian tak terpisahkan dari aset kripto. Bahkan saat harga turun, pengguna DeFi dimungkinkan akan terus menghasilkan uang dari investasi itu.

    Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

    Decentralized Finance adalah Ekosistem Keuangan dengan Potensi Cuan, Ini 4 Caranya!

    Panduan dalam tulisan ini membantumu untuk mempertimbangkan empat cara paling populer untuk menghasilkan passive income alias pendapatan pasif dari DeFi. Tentunya, dengan mengasumsikan kamu sudah paham, nih, tentang dasar-dasar tentang interaksi dalam jaringan blockchain, dan terbiasa menggunakan dompet web berbasis Ethereum seperti MetaMask.

    Kamu juga diuntungkan kalau sudah punya sekelumit wawasan dasar seputar pertukaran terdesentralisasi (decentralized exchanges, DEXs) yang populer seperti Uniswap.

    1. Metode 1: Staking alias Mempertaruhkan Aset Kripto

    Staking adalah proses dalam ekosistem decentralized finance yang fungsinya adalah mengunci (atau “mempertaruhkan”) token ke dalam kontrak pintar dan mendapatkan lebih banyak token yang sama sebagai imbalannya. Token yang dimaksud biasanya adalah aset asli dari blockchain, seperti ETH dalam kasus Ethereum.

    Persyaratan umum untuk melakukan pertaruhan Ethereum 2.0 adalah dengan menaruh taruhan minimal sebanyak 32 ETH. Beberapa platform menggunakan mekanisme penyatuan (pooling mechanism) yang memungkinkan stakers untuk menyetor jumlah lebih sedikit. Tapi, kok bisa ada, sih, orang yang memberimu token gratis saat yang kamu lakukan hanyalah mengunci tokenmu yang ada?

    Nah, ada alasan di balik insentif token yang kamu terima ini. Tindakan ini semacam penghargaan yang diberikan orang tersebut kepadamu sebagai sesama pengguna jaringan. Blockchain yang diamankan melalui sistem algoritma proof-of-stake menaruh kepercayaan pada pengguna yang mengunci aset mereka ke dalam kontrak pintar khusus.

    Sistem ini dikendalikan oleh validator jaringan, yang ditugaskan untuk menegakkan aturan konsensus Blockchain dan memastikan bahwa tidak ada yang mencoba menipu sistem itu. Validator yang bertindak tidak jujur dapat dihukum dan kehilangan sebagian dari pertaruhan (stake) mereka.

    Para stakers ini diberi insentif untuk mengunci aset mereka dalam jangka waktu yang lama dan mendapatkan imbalan karena berkontribusi pada keamanan dan desentralisasi jaringan. Dengan Ethereum, pengguna yang mengunci ETH mereka ke dalam kontrak pintar Ethereum 2.0 akan mendapatkan ETH tambahan karena memainkan peran mereka dalam menegakkan aturan konsensusnya. Proses decentralized finance adalah proses yang dilakukan secara otomatis dalam tahapan ini. Karenanya, tidak diperlukan pengawasan manual.

    Setelah stakers menyerahkan dana ke dalam kontrak pintar, maka ia dapat menggantungkan proses selanjutnya pada mekanisme proof-of-stake, sembari mengklaim rewards secara berkala.

    Dalam kasus Ethereum 2.0, kamu diharuskan mempertahankan danamu untuk jangka waktu yang lama. Jadi, pendekatan ini cocok bagi pengguna yang tidak punya banyak waktu untuk mengamati investasi mereka.

    2. Metode 2: Menjadi Liquidity Providers (LP) alias Menyediakan Likuiditas

    Pertukaran terdesentralisasi alias decentralized exchanges seperti Uniswap dan SushiSwap mendukung pertukaran yang dilakukan antara pasangan token, seperti ETH dan USDT.

    Likuiditas ini berasal dari pool atau kumpulan token milik penyedia likuiditas (liquidity providers, LPs), yaitu pengguna DeFi biasa yang menempatkan token mereka ke dalam kontrak pintar. Dalam sistem ini, proses decentralized finance memungkinkan pertukaran dilakukan antara sesama aset kripto.

    Dengan menempatkan token ke dalam kontrak pintar, kamu akan mendapatkan biaya 0,3% dari semua swap yang dilakukan secara proporsional di Uniswap dalam jaringan DEX. Semakin banyak perdagangan yang dilakukan lewat pool ini, semakin banyak cuan yang bakal kamu dapatkan.

    Meski begitu, menjadi LP bukan jaminan memperoleh keuntungan. Saat harga salah satu token yang dikumpulkan berfluktuasi secara signifikan, kamu bisa saja kehilangan uangmu, alias mengalami impermanent loss (IL) atau kerugian tidak permanen.

    Untungnya, ada cara untuk mengatasi hal ini. Kamu bisa memilih pool yang sangat likuid berisi aset yang tidak terlalu mudah menguap, seperti aset WBTC/ETH.

    Untuk memaksimalkan keuntungan metode ini, pastikan kamu menganalisis data dari agregator LP yang menarik data realtime untuk membantumu memproyeksikan potensi pengembalian dari berbagai pool.

    Baca juga: Terlihat Serupa, Ternyata Ada 4 Jenis Aset Kripto di Dunia Ini, Lho! Apa Saja?

    3. Metode 3: Yield Farming alias Menyimpan dan Meminjamkan Aset Kripto

    Praktik yield farming adalah praktik menyimpan dan meminjamkan aset kripto untuk menghasilkan imbal hasil tinggi. Saat kamu melakukan LP di DEX semacam Uniswap, kamu akan menerima token yang menunjukkan bagian pool yang kamu kelola. Token ini lantas dapat dikunci ke dalam yield farm. Protokol DeFi ini memberimu lebih banyak token, baik token yang sama maupun token berbeda.

    Tapi, perlu diingat, jika kamu melakukan metode ini, kamu perlu memastikan telah melakukan uji tuntas alias due diligence. Uji tuntas ini diperlukan untuk memastikan platform yang menyediakan pool bagimu tidak berniat untuk curang dengan mencuri token para LP dan menggunakannya untuk menarik likuiditas dari pool DEX.

    Penting dicatat, decentralized finance adalah jaringan yang mensyaratkan kecerdasan dari penggunanya untuk bertindak lebih teliti. Sebelum memilih metode yield farming, pastikan kamu memilih platform mapan dengan reputasi positif dan kontrak pintar yang telah diaudit secara eksternal.

    4. Metode 4: Lending alias Meminjamkan Aset Kripto

    Platform peminjaman membayar APY alias annual percentage yield kepada pengguna aset kripto saat pengguna mengunci aset mereka dalam kontrak pintar. Token yang dihasilkan dari proses ini kemudian digunakan oleh peminjam, yang membayar bunga, dan sebagian bunganya dikembalikan kepada pemberi pinjaman aset kripto.

    Compound Finance, misalnya, saat ini menawarkan APY 8,19% untuk meminjamkan DAI, stablecoin dari MakerDAO. Karena seluruh proses pinjam-meminjam diatur oleh kontrak pintar, tidak ada risiko peminjam untuk gagal melunasi utangnya. Jadi, si pemberi pinjaman pun tidak akan khawatir kehilangan dana kripto yang dipinjamkannya. Yah, transaksi ini kira-kira mirip dengan sistem pinjaman online menggunakan mata uang biasa.

    Dengan kehadiran empat jenis metode ini, decentralized finance adalah ekosistem yang terbilang menyiapkan infrastruktur bagi berbagai kebutuhan ekonomi tradisional yang ditransformasikan ke dalam sistem keuangan kripto.

    Selain metode yang bisa mendatangkan cuan bagi penggunanya, keempat metode ini bisa dibilang mendukung berjalannya bisnis kecil dalam sistem DeFi sembari meningkatkan likuiditas dan nilai seluruh ekosistemnya. Kapan lagi menghasilkan cuan bisa semudah ini?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Entrepreneur



    Sumber : pluang.com

  • Beli 3 Saham SP 500 Ini Akan Bikin Kamu Tenang di Masa Pensiun. Apa Saja?

    Bursa saham Amerika Serikat (AS), termasuk indeks S&P 500, masih memperlihatkan volatilitasnya. Ragam sentimen mewarnai pergerakan saham di negeri Paman Sam itu pada pekan ini, mulai dari kebijakan The Fed yang ancang-ancang menaikkan suku bunga acuan hingga imbas dari paket stimulus AS sebesar US$1,9 triliun.

    Meski terombang-ambing, sekarang sebenarnya adalah saat yang tepat untuk mendulang keuntungan dari S&P 500. Pasalnya, setiap kali pasar mengalami kejatuhan, pergerakannya kemudian akan mencetak rekor keuntungan yang lebih tinggi.

    The Motley Fool, perusahaan konsultan investasi asal AS membeberkan tentang potensi tiga saham yang tercatat di S&P 500 dan bisa dijadikan sumber kekayaan untuk masa pensiun nanti.

    Namun, perlu diingat, tidak sembarang saham Amerika Serikat bisa dijadikan pegangan secara jangka panjang. Investor bisa mencermati kondisi fundamental yang tangguh dan ruang pertumbuhan yang sangat panjang, seperti saham-saham Amerika Serikat berikut.

    Investasi di 3 Perusahaan S&P 500 Ini Bikin Pensiun Tenang!

    1. Paypal Holding

    Perusahaan dengan kode saham PYPL itu layak untuk dikoleksi secara jangka panjang. Pasalnya, perusahaan yang bergerak di sektor financial technology (fintech), termasuk PayPal, mendapatkan berkah transaksi yang luar biasa selama pandemi COVID-19 berlangsung setahun belakangan.

    Saat itu, perusahaan yang mengandalkan penjualan secara offline harus tutup karena pembatasan aktivitas masyarakat. Akhirnya, banyak orang yang kemudian memilih menggunakan sistem pembayaran digital. Ahasil, volume transaksi pembayaran digital mencapai angka pertumbuhan 31%, jauh diatas ekspektasi pertumbuhan selama ini.

    Sejalan dengan hal itu, total volume pembayaran juga ikut terdongkrak 21% seiring maraknya aktivitas penjualan.

    Kinerja yang cemerlang dalam sistem pembayaran digital terefleksi pada laporan keuangan PayPal. Pada tahun lalu, perseroan S&P 500 ini sukses meraup pendapatan US$21 miliar. Tidak puas hanya disitu, perusahaan yang memperdagangkan sahamnya di Bursa Nasdaq itu juga berniat meluncurkan fitur Buy Now Pay Later dan perdagangan aset kripto bagi untuk segme ritel di triwulan IV nanti demi meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap produknya.

    Untuk memuluskan aksinya, PayPal baru saja mengakuisisi Curv, perusahaan penyedia infrastruktur keamanan bagi aset digital. Hal itu dilakukan sebagai salah satu cara untuk mendorong sayap bisnis aset kripto yang akan digenjot tidak lama lagi.

    Ruang pertumbuhan di bisnis keuangan digital memang masih sangat besar. Hal itu terlihat dari total nilai pasar potensial yang bisa digarap oleh berbagai lini bisnis perusahaan yang mencapai kisaran US$110 miliar.

    Kedepannya, terdapat potensi transaksi sebesar US$8 triliun di 2025 mendatang dari aktivitas pembayaran di segmen ritel. Dari nilai tersebut, perusahaan optimistis dapat meraup US$50 miliar diantaranya sebagai pendapatan perusahaan.

    Dengan kata lain, kinerja perusahaan diproyeksi mampu meningkat 133% dalam lima tahun ke depan setelah membukukan pendapatan US$21,5 miliar tahun lalu. Menyoal pergerakan saham, selama tiga tahun terakhir, saham PayPal sukses juga sukses meningkat tiga kali lipat dan masih memiliki ruang pergerakan yang lebih tinggi lagi jika melihat rencana bisnisnya.

    Baca juga: Hingga Lebih dari Rp1 T, Kerugian Banjir Bisnis Ritel Diprediksi Paling Besar

    2. Costco Wholesale

    Pilihan saham Amerika Serikat berikutnya yang bisa dikoleksi untuk keuntungan saat pensiun adalah Costco. Perusahaan dengan kode saham COST di S&P 500 itu berhasil mempertahankan eksistensinya di tengah pandemi setelah sukses mencetak pertumbuhan penjualan 13% di kuartal Itahun ini.

    Sementara, jika dilihat secara keseluruhan, penjualan Costco meningkat 15% yang didorong melesatnya pertumbuhan penjualan e-commerce sebesar 76%. Sistem keanggotaan yang diterapkan oleh Costco ternyata secara konsisten mampu meningkatkan loyalitas pelanggannya.

    Hal itu terlihat dari tingkat retensi pelanggan yang mencapai 90% dan menambah jutaan pelanggan baru setiap tahunnya. Dengan menggunakan keanggotaan, pelanggan Costco bisa mendapatkan harga yang lebih rendah.

    Alhasil, meskipun terhimpit oleh pembatasan aktivitas masyarakat yang menyebabkan tertundanya pengiriman barang dan ditutupnya beberapa kategori penjualan, kinerja perusahaan masih mengkilap.

    Costco masih sanggup membayar dividen 0,87% dan membayarkan dividen khusus di beberapa tahun terakhir. Seperti pada November 2020, dimana Costco membayar dividen pada pemegang saham senilai US$10 per saham.

    Harga saham perusahaan telah meningkat sebanyak 75% selama 3 tahun terakhir, meskipun nilainya menurun sekitar 13% tahun ini. Momentum ini bisa dijadikan kesempatan bagi investor s&p 500 untuk masuk dan menikmai imbal hasil yang cukup untuk pensiun nanti.

    Baca juga: Beli Saham Starbucks Bikin Kamu Kaya? Yuk, Simak di Sini!

    3. Starbucks

    Segmen ritel memang terkena imbas yang sangat besar dari Pandemi COVID-19. Hasilnya, beberapa gerai ritel terpaksa gulung ritel lantaran sepinya pelanggan dan adanya aktivitas pembatasan kegiatan masyarakat.

    Namun untuk ritel yang mampu berinovasi seperti Starbucks misalnya, perusahaan tetap berhasil menyecap pertumbuhan pendapatan.

    Perusahaan dengan kode saham SBUX itu akhirnya meluncurkan fitur dan metode penjualan baru. Yakni, dengan meluncurkan layanan pengambilan pesanan di pinggir jalan dan peningkatan penjualan lewat jalur digital.

    Kerja kerasnya berbuah manis. Melalui program digital, penjualan Starbucks di China pada triwulan I tahun fiskal 2020 naik 26% dibanding kuartal sebelumnya. Capaian tersebut bahkan memiliki pertumbuhan ganda jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumya.

    Cina merupakan pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat dengan penetrasi gerai yang mencapai 4.800 dari total 32 ribu gerai Starbucks di seluruh dunia.

    Namun memang, Starbucks masih harus menghadapi kenyataan bahwa penjualannya menyusut 5%. Untuk mendukung akselerasi bisnis kedepannya, perusahaan yang bergabung di S&P 500 ini siap mengubah strategi penjualannya demi pendapatan yang lebih baik.

    CFO Starbukcks, Pat Grismer mengatakan, perusahaan bakal mengoperasikan 55 ribu gerai di 2030 dan akan menyalip jumlah kepemilikan gerai salah satu restoran waralaba, Mc Donald’s yang saat ini memiliki 39 ribu gerai di 100 negara.

    Starbucks menargetkan dapat menambah jumlah gerainya sebanyak 6% setiap tahun, termasuk 1.300 toko internasional dan 600 gerai baru di Cina di tahun ini.

    Pembayaran dividen SBUX meningkat dan memiliki imbal hasil sekitar 1,7%. Selain itu, dalam 3 tahun terakhir pergerakan saham perusahaan meningkat 80%.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Motley Fool



    Sumber : pluang.com

  • Mending Beli HP Cash Atau Kredit? Yuk Simak di Sini!

    Ponsel sudah mulai rusak? Nah, mungkin sekarang saat yang tepat untuk mengganti handphone kesayangan kamu! Tapi, setelah puas memilih-milih model ponsel, pasti ada satu pertanyaan yang terbesit di benak kamu: Mending beli HP baru tersebut secara cash atau kredit?

    Di satu sisi, kamu mungkin sudah menabung dan menyiapkan uang untuk beli HP impianmu secara cash dan bukan kredit. Namun, keteguhan hatimu mungkin bimbang ketika mau membayar ponsel tersebut. Apalagi, kalau harga ponselnya mahal. Pasti kamu langsung bertanya-tanya: Apakah kamu akan bangkrut mendadak kalau beli HP secara cash?

    Sementara di sisi lain, kamu juga tak mau membayarnya secara kredit karena malas berurusan dengan bunga pinjamannya. Tak hanya itu, beli HP secara kredit juga bikin ganjalan baru di dompet kamu. Yakni, keharusan untuk bayar cicilannya setiap bulan.

    Kalau sudah seperti ini, lantas apa yang harus kamu pilih? Lebih baik beli HP secara cash atau kredit?

    Baca juga: Mudah Transaksi Cashless, Pakai HP Berfitur NFC untuk Top Up E-Money

    Pertimbangan Beli HP Cash Atau Kredit

    Nah, sebelum memutuskan pilihanmu, mungkin ada baiknya kita mempertimbangkan beberapa aspek dalam membeli ponsel secara cash atau kredit. Berikut penjelasannya.

    Beli Ponsel Secara Cash

    Membeli ponsel secara tunai mungkin akan terlihat bikin kamu bangkrut di awal. Misalnya, anggap saja kamu baru beli iPhone 12 seharga Rp15 juta. Tentu berkurangnya jumlah uang tersebut di rekening bisa bikin kamu menangis.

    Tapi, sisi baiknya adalah kamu tidak punya beban finansial baru setiap bulannya, yakni melunasi cicilan ponsel kamu. Sehingga, kamu pun bisa fokus menggunakan gaji bulananmu untuk menuju tujuan finansial selanjutnya.

    Selain itu, dengan membayar ponsel secara tunai, kamu juga mendapat dorongan untuk mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah kamu canangkan. Kondisi psikologis ini tercipta karena kamu merasa menjadi orang bokek setelah mengeluarkan duit yang banyak untuk membeli HP. Tak hanya itu, kondisi psikologis ini juga bikin kamu tergerak untuk mencari sumber pemasukan lain, misalnya dari imbal hasil investasi.

    Jadi, jangan khawatir kalau kamu merasa jatuh miskin karena beli apa-apa secara cash. Sebab, itu artinya kamu sudah berhasil menuju tujuan finansial kamu dengan cara menabung.

    Baca juga: Cara Mengumpulkan Dana Darurat dengan Cepat dan Tepat

    Beli Ponsel Secara Kredit

    Meski demikian, bukan berarti membeli HP secara tunai adalah pilihan terbaik bagi kamu. Nyatanya, membeli ponsel dengan skema kredit pun memberikan manfaat tersendiri.

    Seperti yang sudah dibahas di atas, tentu kamu akan merasa kekurangan uang setelah tabunganmu terkuras untuk membeli ponsel baru. Bagi sebagian orang, langkah tersebut bisa diambil lantaran mereka sudah mencadangkan dana darurat. Namun, bayangkan kalau kamu tak punya tabungan sebagai pegangan hidup. Rasa senang habis beli HP anyar bisa-bisa berubah menjadi petaka.

    Misalnya seperti ini: Kamu telah membeli handphone mahal secara tunai di bulan Maret yang bikin uang di rekening kamu terkuras. Namun tiba-tiba, kamu ternyata harus mengeluarkan uang banyak pada bulan April karena tembok rumahmu tiba-tiba ambrol tanpa sebab. Lantas, bagaimana kamu bisa memperbaiki rumah kalau uangmu sudah habis digunakan untuk beli handphone baru?

    Nah, jika kamu punya sifat berjaga-jaga yang tinggi, maka membeli ponsel secara kredit akan berguna untukmu. Sebab, anggaran kamu untuk membeli ponsel baru akan disebar ke beberapa bulan berikutnya sesuai dengan tenor cicilan yang kamu ambil. Artinya, kamu masih memiliki dana yang cukup kalau hal-hal tak terduga muncul di kemudian hari.

    Tak hanya itu, beli handphone secara kredit juga bisa membantumu menaikkan skor kredit. Apa sih, artinya skor kredit?

    Skor kredit adalah sistem yang digunakan bank atau lembaga lainnya untuk menentukan apakah kamu layak atau tidak untuk mendapatkan pinjaman lain ke depan. Skor ini dilihat dari ketepatan waktu membayar tagihan dan kredit yang kamu miliki saat ini. Sehingga, kalau skor kredit kamu mumpuni, artinya bank juga akan percaya jika kamu meminjam uang di kemudian hari.

    Hanya saja, membeli HP secara kredit pun ada rambu-rambunya. Berbagai perencana keuangan mengatakan, kamu baru boleh mengajukan kredit kalau aset yang bakal kamu beli terbilang produktif. Tujuannya, agar kamu tak terbebani secara finansial ketika membayar cicilan kredit aset tersebut, karena beban kredit kamu bisa dibayar menggunakan hasil produktivitas aset tersebut.

    Dengan demikian, maka kondisi idealnya adalah kamu bisa membayar cicilan dan bunga kredit HP baru menggunakan cuan yang kamu peroleh lewat ponselmu. Nah lho, bagaimana caranya?

    Di zaman sekarang, mencari cuan lewat handphone sudah sangat mudah. Ini lantaran terdapat beberapa aplikasi investasi yang bisa membantu kamu mendulang untung secara praktis dan terjangkau. Nah, salah satunya adalah aplikasi Pluang. Cuan yang kamu peroleh dari Pluang bisa banget kamu gunakan untuk membayar cicilan HP kamu.

    Nah, jadi bagaimana, Sobat Cuan? Kamu tim apa, nih? Tim beli HP cash atau kredit?

    Baca juga: Mau Raih Keuntungan Investasi Emas? Begini Caranya!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Tetap Cuan! Ini Dia Strategi Investasi Bitcoin Saat Harga Turun!

    2020 telah menjadi tahun yang luar biasa untuk cryptocurrency. Bahkan sejak Januari lalu, kapitalisasi pasar aset kripto telah meningkat empat kali lipat. Namun, ada kalanya harga Bitcoin anjlok mendadak yang dimotori beberapa faktor. Di dalam kondisi ini, tentu muncul pertanyaan: Bagaimana strategi investasi Bitcoin ketika harganya turun?

    Harga Bitcoin boleh saja melejit bak roket sepanjang tahun ini. Meskipun demikian, langit tidak selalu cerah. Ada kalanya pasar Bitcoin hancur dan terjerembab, seperti yang terjadi pada 2018 silam, di mana harga raja aset kripto ini anjlok 65% dalam kurun sebulan saja.

    Oleh karenanya, reli harga saat ini pasti akan berbalik di beberapa titik. Hanya saja, banyak investor yang belum tahu kapan itu terjadi. Mereka mungkin berpikir bahwa saat pelemahan terjadi, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mundur selangkah dan menunggu.

    Namun, ini adalah asumsi yang salah. Situasi bearish malahan adalah waktu yang tepat untuk mulai menyimpan Bitcoin sebelum kembali ke tren naik. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa cara terbaik untuk menghasilkan keuntungan ketika pasar sedang turun.

    Kita akan membahas beberapa metode dan strategi untuk menjaga portofolio kamu tetap hijau. Di sisi lain juga mempersiapkan kamu untuk cuan lebih besar ketika momentum pasar meningkat.

    Baca juga: Analisis: Siap Cuan? Harga Bitcoin Pekan Ini Bersiap Unjuk Gigi

    1. Strategi Investasi Bitcoin: Swing Trading

    Di kondisi bullish, strategi investasi terbaik adalah membeli dan menyimpan aset kripto yang menurut kamu dapat menghasilkan cuan paling banyak.

    Namun ketika harga turun, kamu harus memanfaatkan tren. Investor berpengalaman biasanya meningkatkan portofolio Bitcoin mereka selama periode ini. Caranya adalah dengan membeli lebih banyak koin ketika harganya rendah, dan menjualnya begitu mereka mencapai puncak tren.

    Meskipun metode ini dapat memberikan hasil yang konsisten, hal ini menjadi bukti bahwa trading bukan untuk semua orang. Untuk menjadi sukses dalam swing trading, kamu harus mulai memahami dasar-dasar analisis teknis. Hal itu akan memberi kamu titik masuk dan keluar terbaik di pasar.

    2. Strategi Shorting

    Shorting atau short selling dapat dianggap sebagai kebalikan dari membeli cryptocurrency dan berharap harganya meningkat. Strategi investasi Bitcoin ini adalah salah satu metode paling umum untuk mengambil untung di pasar yang sedang loyo.

    Begini cara kerjanya: Saat melakukan shorting, kamu meminjam dana dari bursa crypto dan menjual aset dengan harga pasar saat ini.

    Misalnya, jika harga Bitcoin tetap dalam momentum penurunan, kamu dapat menutup posisi di kemudian hari. Kemudian kamu membeli kembali dengan harga yang lebih murah, dan menguangkan selisihnya sebagai keuntungan.

    Namun, jika asumsimu salah dan harga naik, kamu perlu membeli kembali koin tersebut pada harga pasar yang lebih tinggi. Bukan untung yang diraih, namun hal itu bisa mengakibatkan rugi bersih.

    Mengingat aset kripto adalah aset yang sangat tidak stabil, metode ini dapat menghasilkan keuntungan besar, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian besar.

    Baca juga: Ethereum vs Bitcoin: Katanya Sekarang Ethereum Lebih Unggul, Kamu Pilih Mana?

    3. Berinvestasi di Aset yang “Lawan Arus”

    Terkadang, ada beberapa aset kripto di pasaran yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Di sisi lain, ketika semuanya turun, aset kripto ini tampaknya melawan tren. Nah, sehingga untuk sementara, kamu bisa mengalihkan fokusmu dari Bitcoin dan mencari cuan di aset tersebut.

    Namun, bagaimana caranya mendeteksi aset kripto yang melawan arus? Dalam hal ini, kamu harus mampu mengikuti pasar secara cermat dan membandingkan pola harganya. Ada dua contoh penting dari aset kripto semacam itu, dan telah mengumpulkan banyak pengikut berkat pola yang tak terduga.

    Yang pertama adalah Binance Coin (BNB), yang merupakan satu-satunya koin yang benar-benar menghasilkan keuntungan signifikan selama situasi bearish 2019. Itu menghasilkan lebih dari 1000% keuntungan ketika seluruh pasar sedang berjuang.

    Koin lain yang disebutkan adalah Chainlink (LINK) yang memimpin kenaikan saat ini. Aset kripto mengungguli koin populer seperti Bitcoin dan Ethereum sebesar 300%.

    Setelah harga Bitcoin kembali pulih, nantinya kamu bisa kembali masuk ke pasar dengan semangat yang lebih pede.

    4. Beralih ke Penghasilan Pasif

    Jika kamu merasa tidak cukup nyaman untuk berinvestasi atau berdagang dengan aksi harga jangka pendek, ada opsi lainnya. Misalnya, kamu dapat berinvestasi dalam koin yang dapat memberikan pendapatan pasif dan menutup kerugian dari penurunan harga Bitcoin. Untuk hal ini, biasanya aset kripto melakukan kegiatan pinjaman kripto.

    Kamu bisa meminjam aset kripto di bursa populer atau melalui aplikasi decentralized finance. Kemudian kamu dapat meminjamkan aset kripto itu kepada pengguna lain dan menerima bunga secara teratur.

    Kesimpulan Strategi Investasi Bitcoin saat Harga Turun

    Banyak yang berasumsi bahwa kamu harus menjauh dari perdagangan cryptocurrency ketika pasar sedang turun. Ini tidak benar, karena situasi bearish sering kali merupakan waktu terbaik untuk meningkatkan portofolio dan mendapatkan lebih banyak Bitcoin untuk siklus pasar berikutnya.

    Penjelasan di atas hanyalah beberapa metode yang dapat kamu gunakan untuk mulai menghasilkan keuntungan di pasar yang lesu. Setelah tren penurunan yang tidak dapat dihindari datang, kamu harus siap. Pengetahuan yang baik tentang analisis teknis akan membantu kamu mengubah peluang menjadi cuan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bitrates



    Sumber : pluang.com

  • Dari LBMA Hingga COMEX, Apa Saja Acuan Harga Emas Dunia?

    Mengapa Harga Emas Memiliki Banyak Harga Acuan?

    Emas menjadi barang buruan bagi investor dalam situasi ekonomi yang tidak menentu. Stabillnya imbal hasil dan sifatnya yang bisa dijadikan lindung nilai terhadap pergerakan inflasi menjadi salah satu alasan investor untuk terus mengoleksinya.

    Namun ternyata, harga emas dunia memiliki harga acuan yang berbeda-beda, tergantung bursa emas yang digunakan sebagai tolok ukurnya.

    Nah, penerapan harga emas di masing-masing bursa pun berbeda. Hal itu dikarenakan perbedaan metode yang diterapkan masing-masing bursa.

    Beberapa bursa emas dunia mengacu pada bursa utama di London, Inggris, seperti London Bullion Market Association (LBMA) dan London Metal Exchange (LME). Selain itu, beberapa bursa juga menggunakan harga acuan milik Commodity Exchange (Comex), yang merupakan divisi di bawah Chicago Merchantile Exchange (CME).

    Lantas, bagaimana para bursa utama dunia tersebut membentuk harga emasnya?

    Baca juga: Apa Itu Gold Standard?

    Mengenal Ragam Harga Emas Acuan

    1. LBMA

    Salah satu bursa emas yang dijadikan acuan adalah LBMA. Harga emas dan perak yang ada pada LBMA adalah harga emas yang tidak dialokasikan di London, Inggris.

    Penetapan harganya menggunakan tolok ukur harga lelang emas pada pasar spot yang dilakukan oleh ICE Benchmark Administration (IBA).

    Prosesnya adalah IBA menyediakan platform yang menyajikan referensi harga dan juga perangkat untuk bertransaksi emas, baik itu di pasar spot ataupun di transaksi derivatif lainnya. Jadi, investor ataupun produsen emas bisa bertransaksi secara langsung dalam lelang elektronik tersebut.

    Proses lelang emas dilakukan pada pukul 10:30 GMT atau yang dikenal sebagai London Gold AM FIX dan pukul 15:00 GMT atau London Gold PM FIX. Sementara untuk lelang perak dilakukan pada 12:00 GMT.

    Nah, waktu tersebut juga sekaligus menjadi penetapan harga emas yang akhirnya dipublikasikan ke pasar sebagai harga emas LBMA AM, harga emas LBMA PM, dan benchmark harga perak LBMA.

    Pembentukan harga untuk setiap lelang menggunakan mata uang dolar AS (USD). Meski begitu, IBA juga menyiapkan tolak ukur harga emas dalam bentuk Poundsterling Inggris (GBP) dan juga Euro (EUR), meski investor tidak bisa memperdagangkannya secara langsung melalui mekanisme lelang.

    Sebelum lelang dimulai, setiap peserta lelang memilki waktu 30 menit untuk antre dan memasukkan harga yang diinginkan, hal itu dikenal sebagai putaran nol (round zero). Kemudian, proses lelang akan berjalan setiap 30 detik sekali.

    Dalam setiap tahapan lelang, IBA akan menerbitkan harga awal emas tersebut. Kemudian, para peserta lelang memiliki waktu selama 30 detik untuk memasukkan harga emas yang ingin dibeli atau dijual.

    Namun, tidak semua hasil proses lelang akhirnya bisa dijadikan harga acuan.

    Jika terdapat ketidakseimbangan dalam proses lelang, maka IBA akan membuat harga penyesuaian dan lelang dimulai kembali. Sedangkan, jika keseimbangan sudah terjadi di volume jual beli lelang, maka baru bisa tercipta harga acuan yang dipublikasikan.

    Batasan toleransinya berbeda-beda untuk setiap instrumen, di mana emas punya batas toleransi di 10.000 ons dan perak di 500.000 ons. 

    2. LME Gold

    Bursa emas lainnya yang dijadikan acuan adalah London Metal Exchange (LME Gold). Meski sama-sama berbasis di London, Inggris, harga emas LME ternyata diturunkan dari mekanisme yang berbeda.

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, harga emas LBMA diturunkan dari putaran akhir lelang emas. Namun, harga acuan emas LME merujuk pada harga emas secara harian (yang juga dibobotkan dengan volume transaksinya) yang ditransaksikan di platform perdagangan LME.

    Kemudian, hasil dari formulasi tersebut digabungkan dengan harga spot sampai 25 hari ke depan, harga bulanan, juga harga emas per triwulan dalam jangka waktu lima tahun.

    Melalui mekanisme tersebut, maka skema penetapan harga emas LME terbilang memadukan harga emas di pasar over the counter (OTC) serta harga emas berjangka secara bulanan dari harga penawaran bursa yang ada.

    Harga yang ditransaksikan adalah harga kontrak perdagangan yang dimulai sejak pukul 01:00 sampai 20:00 GMT. Investor bisa membelinya melalui LME Select atau telepon layanan antar kantor selama 24 jam.

    Baca juga: Aturan dan Tips Beli Barang Lelang di Pegadaian

    3. Comex

    Acuan harga emas dunia lainnya adalah Comex.

    Berbeda dengan LBMA dan CME yang menggunakan proses lelang sebagai basis penetapan harga emas, Comex menetapkan harganya berdasarkan kontrak derivatifnya. Artinya, harga ditetapkan berdasarkan nilai kontrak emas di masa depan berdasarkan perjanjian antara pemesan dan penjual.

    Kemudian, harga emas yang dihasilkan pun bukan berasal dari nilai “asli” komoditas itu sendiri, melainkan diturunkan dari fluktuasi harga emas tersebut di masa depan. Makanya, harga emas berjangka di Comex bisa sama, atau bahkan berbeda sama sekali, dengan nilai emas “sesungguhnya” di hari ini.

    Sebagai contoh, investor A sepakat membeli 100 ons emas dari investor B dengan masa pengiriman tiga bulan mendatang dengan nilai US$100 per ons. Jika harga emas tiga bulan kemudian lebih besar dari US$100, maka investor A masih bisa mendulang untung karena ia bisa membelinya dengan harga yang lebih murah. Begitu pun sebaliknya.

    Nah, kumpulan harga-harga dalam kontrak tersebutlah yang membentuk harga acuan di pasar Comex.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Sumber: LBMA, LME, Bullion Star



    Sumber : pluang.com