Author: 08

  • Terlihat Serupa, Ternyata Ada 4 Jenis Aset Kripto di Dunia Ini, Lho! Apa Saja?

    Seberapa banyak, sih, jenis-jenis aset kripto yang beredar di pasar dan apa saja kegunaannya? Mungkin kalian hanya berpikir kurang dari 10, mengingat pemberitaan ihwal aset kripto hanya menyebutkan beberapa yang terkenal seperti investasi Bitcoin, Ethereum, Doge, Altcoin, hingga Polkadot.

    Padahal, menurut data cointmarketcap saja, ada 2.347 jenis-jenis investasi kripto unik! Menariknya, di antara ribuan aset kripto, investasi Bitcoin tetap bertahan menjadi yang terunggul.

    Ini eranya digital currency alias mata uang digital. Sejak David Chaum memperkenalkan gagasan mata uang digital pada 1983, dan e-gold alias emas digital diperkenalkan pada 1996, perkembangan mata uang digital telah demikian pesat saat ini.

    Mata uang digital terbagi dalam beberapa jenis; aset kripto (cryptocurrency), mata uang virtual, hingga mata uang digital yang sedang digodok oleh bank sentral (central bank digital currency, CBDC). Namun, sebenarnya aset kripto yang ribuan banyaknya itu tidak hanya difungsikan sebagai mata uang digital saja.

    Setiap aset kripto itu mengklaim memiliki keunikan tersendiri, dan itu bukan sekadar gimmick untuk pemasaran belaka. Jenis-jenis investasi kripto ini dapat dikategorikan dalam salah satu dari 4 jenis ini:

    • Aset yang menyimpan nilai (store of value), yakni aset yang menjaga daya beli dalam jangka panjang
    • Mata uang digital (digital currency), yakni aset yang digunakan untuk transaksi sehari-hari
    • Token utilitas alias token dengan kegunaan (utility token), yakni token yang dapat digunakan untuk membayar layanan/barang tertentu
    • Aset berupa token sekuritas alias token dengan keamanan (security token), yakni representasi token dari aset di dunia nyata

    Untuk lebih jelasnya, yuk simak masing-masing fitur dari tiap aset kripto dengan kegunaannya tersendiri ini. Tentu kamu tidak ingin cuma berhenti di taraf hanya mengenal investasi Bitcoin dan Ethereum, kan?

    Baca juga: Apa Itu Mata Uang Kripto?

    Kenali Jenis-Jenis Investasi Kripto Lebih Dekat

    1. Aset yang Menyimpan Nilai (SoV, Store of Value)

    Jenis-jenis investasi kripto yang populer untuk kategori ini: Bitcoin, Litecoin, dan Bitcoin Cash.

    Aset kripto penyimpan nilai (SoV) yang baik memiliki tiga atribut utama, yakni:

    • Kemampuan untuk mempertahankan atau meningkatkan daya beli di masa depan
    • Penyimpanannya relatif murah
    • Likuid; dapat dijual dan dibeli dengan mudah

    Jenis-jenis investasi kripto dalam kategori ini mempertahankan nilai dana jauh lebih baik dibandingkan dana tunai, obligasi pemerintah, ataupun emas yang selama ini digadang-gadang sebagai penyimpan nilai yang baik.

    Inflasi mengikis daya beli uang tunai setiap tahun. Sementara itu, meski obligasi pemerintah bersifat likuid, belakangan tingkat bunga cenderung fluktuatif. Jika imbal hasil obligasi pemerintah tidak dapat mengatasi inflasi, tentu obligasi pemerintah bukan lagi pilihan SoV yang tepat.

    Emas adalah aset yang paling mendekati mata uang kripto SoV, tapi biaya penyimpanannya relatif tinggi lantaran aset fisik. Sesuai laporan yang diterbitkan Nomura, biaya rata-rata jangka panjang untuk menyimpan emas mendekati 2,4% per tahun.

    Lantas, apa saja keunggulan jenis-jenis investasi kripto sebagai SoV?

    • Penyimpanan aset kripto SoV cenderung murah dan aman dibandingkan dengan emas. Yang dibutuhkan hanyalah wallet untuk koin. Aset kripto lebih aman daripada emas karena bahkan negara tidak dapat secara paksa mengambil alih aset tersebut.
    • Mempertahankan daya beli melalui permintaan dan kelangkaan aset. Harga jenis-jenis investasi kripto, termasuk investasi Bitcoin ditentukan oleh dinamika permintaan dan penawaran di pasar. Efek jaringan pembeli, penjual, HODLers adalah yang membuat mata uang kripto SoV dapat dipertahankan. Semakin banyak orang yang memegang SoV, semakin banyak permintaan, volume perdagangan, dan likuiditas serta stabilitas harga.

    2. Mata Uang Digital (Digital currencies)

    Contoh koin kripto yang populer dalam kategori ini: Libra-nya Facebook, Litecoin, Dash, Monero, ZCash, dan IOTA.

    Kategori kedua jenis-jenis investasi kripto adalah jenisnya sebagai mata uang digital. Yakni, koin yang dirancang untuk transaksi sehari-hari. Tidak seperti mata uang kripto SoV, mata uang digital tidak terlampau dipengaruhi daya beli dalam jangka panjang.

    Menurut perkiraan Visa, sebanyak US$40 triliun berputar dalam jaringan transaksi digital mereka setiap tahunnya. Namun, dengan biaya transaksi yang cukup besar dari Visa dan Mastercard, aset kripto yang terdesentralisasi tampak dapat menjadi pesaing ketat di masa mendatang. Aset kripto sebagai mata uang digital menjadi populer dalam kategori pembelanjaan lantaran beberapa alasan.

    • Biaya transaksi yang lebih hemat dibandingkan penggunaan kartu kredit Visa atau Mastercard. Selama ini, biaya transaksi elektronik lewat kartu debit atau kredit dikenakan biaya hingga 1-2% untuk merchant. Bank digital seperti Koho, Revolut, Monzo menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari pertukaran kartu debit. Nah, di sini aset kripto yang berfungsi mata uang digital berpotensi lebih hemat dibandingkan tawaran bank-bank digital ini. Terutama untuk transfer uang dalam jumlah besar (biaya transaksi aset kripto biasanya merupakan biaya tetap yang berskala lebih baik dengan pembayaran besar).
    • Jenis-jenis aset kripto dalam kategori mata uang digital menjaga privasi penggunanya lebih baik. Pembelanjaan dengan aset kripto tidak terlacak, sehingga ideal untuk merchants yang menjalankan bisnis di pasar gelap/grey market. Itulah mengapa Monero, mata uang digital yang mengutamakan privasi, sangat populer digunakan dalam transaksi ilegal.

    Baca juga: Ini Dia Aset Kripto atau Cryptocurrency Terbaik 2020

    3. Token Utilitas alias Token dengan Kegunaan (Utility token)

    Jenis-jenis investasi kripto yang populer di kategori ini: Ethereum, Augur, Vechain, TRON, EOS, Binance Coin, Stellar, Cardano, dan Tezos.

    Token utilitas adalah aset kripto yang digunakan untuk membayar barang dan jasa di jaringan tertentu. Misalnya, jaringan seperti Ethereum mengharuskan pengguna membayar biaya tertentu untuk mengeluarkan daya komputasi di jaringan mereka. Begitu juga TRON, Cardano, Tezos bekerja dengan cara serupa. Pengguna diharuskan membayar biaya interaksi dengan aturan kontrak pintar kembangan jenis aset kripto token utilitas ini.

    Sebagaimana halnya penawaran perdana lembar saham, token utilitas juga menawarkan koinnya secara perdana dalam apa yang dinamakan Initial Coin Offerings (ICOs) bagi investor. Sama seperti perusahaan yang menjaring dana melalui pembelian saham, koin kripto di sini mengumpulkan dana untuk menyubsidi biaya dan pengembangan jaringan blockchain-nya.

    Berbeda dengan investasi Bitcoin yang dibatasi jumlahnya sebanyak 21 juta keping saja, token utilitas tidak tertutup (uncapped). Artinya, potensi persediaan jenis-jenis investasi kripto ini termasuk tidak terbatas. Ini membuat jenis aset ini rentan terhadap inflasi yang menyebabkan devaluasi koin.

    Untuk peminat aset ini, berhati-hatilah dengan proyek token yang memiliki batasan tak terbatas atau tim pemasaran yang secara agresif menjual token mereka. Karena hal inilah, token utilitas kerap dipandang sebagai jenis-jenis investasi kripto paling spekulatif dan berisiko.

    4. Token Sekuritas Alias Token dengan Keamanan (Security token)

    Jenis-jenis investasi kripto yang populer di kategori ini: Bcap (Blockchain Capital), Science Blockchain, dan USDT

    Token sekuritas adalah representasi digital dari aset di blockchain yang tunduk pada peraturan sekuritas. Misalnya saja ekuitas, real estate, utang, dan mata uang. Mengapa jenis investasi kripto ini menjadi pilihan?

    • Meningkatkan likuiditas. Mayoritas aset sektor swasta tidak likuid dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Misalnya, real estate dan sekuritas swasta biasanya sangat mahal untuk diperdagangkan. Biasanya butuh waktu lama untuk menemukan pembeli/mitra penjual yang cocok untuk menjalankan transaksi. Sementara, token sekuritas adalah jenis-jenis investasi kripto yang relatif dapat langsung diperdagangkan di bursa.
    • Kepemilikannya tersebar dalam pecahan (fractional). Saat aset berharga diberi token, maka kepemilikannya dapat dipecah menjadi banyak bagian pecahan (fractional pieces). Ini memungkinkan jenis aset ini menjadi lebih terjangkau dan dapat diakses oleh investor ritel karena mereka dapat membeli sebagian kecil aset dengan harga lebih rendah.
    • Pengelolaan dapat terpisah (unbundling). Tokenisasi sekuritas dapat memungkinkan jenis asetnya untuk memisahkan fitur-fitur tertentu untuk menjamin privasi yang lebih terjaga.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: HodlBlog



    Sumber : pluang.com

  • Kenapa Sih, Bitcoin Bisa Punya Nilai? Yuk, Simak Penjelasannya di Sini!

    Selama ini, kita selalu melihat harga Bitcoin naik-turun setiap harinya. Kadang, harga Bitcoin bisa melesat bak roket. Namun di sisi lain, harga Bitcoin juga bisa terpelanting tajam hanya dalam sedetik.

    Fluktuasi harga adalah salah satu hal yang dipantau investor dalam berinvestasi Bitcoin. Namun, bagi mereka yang masih skeptis, Bitcoin masih dianggap sebagai mata uang “bohongan”. Mitos lain lagi mengatakan bahwa Bitcoin tak punya nilai intrinsik. Apa betul seperti demikian?

    Nah, untuk mengetahui apakah Bitcoin memang benar-benar punya nilai, mari mundur sedikit ke belakang untuk mengkaji kesesuaian Bitcoin sebagai mata uang.

    Baca juga: Apa Itu Mata Uang Kripto?

    Syarat-Syarat Mata Uang Untuk Melihat Nilai Bitcoin

    Bitcoin selama ini dianggap sebagai alternatif dari uang fiat. Yakni, sebuah alat tukar dan alat penyimpan kekayaan yang mampu bertahan dalam jangka panjang dan nilainya tidak rentan terkikis oleh waktu.

    Dulu, nilai mata uang konvensional selalu ditautkan dengan harga komoditas, khususnya emas. Makanya, mata uang seperti poundsterling Inggris dan dolar AS dulu sering dikaitkan menggunakan standar emas.

    Namun kini, negara-negara telah meninggalkan standar emas untuk menentukan nilai mata uangnya dan beralih ke mekanisme penawaran dan permintaan yang disebut sebagai kebijakan nilai tukar mengambang (floating exchange rate policy).

    Selain mekanisme permintaan dan penawaran, nilai mata uang pun ditentukan oleh syarat-syarat seperti di bawah ini:

    1. Kelangkaan

    Salah satu kunci untuk menentukan nilai mata uang adalah penawaran dan permintaanya. Jika suplai sebuah mata uang berlebihan, maka hal itu akan menyebabkan inflasi yang tinggi. Sementara itu, jika suplai mata uang cenderung sedikit, maka perputaran uang akan minim dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

    Untuk menjaga ekulibrium permintaan dan penawaran mata uang, bank sentral biasanya melakukan kebijakan moneter atau makroprudensial. Misalnya, jika suplai uang semakin langka, maka bank sentral akan menurunkan tingkat suku bunga acuan atau melakukan kebijakan operasi pasar terbuka (open market policy) demi meningkatkan perputaran uang.

    2. Bisa Dibagi-Bagi

    Sebuah mata uang juga bernilai karena ia bisa dibagi-bagi hingga satuan terkecil, atau biasa disebut divisibile. Sebab, divisibility akan membantu masyarakat untuk bertransaksi barang dan jasa yang secara akurat menggambarkan nilai dari barang dan jasa tersebut sebenarnya.

    3. Utilitas

    Mata uang tentu harus memiliki kegunaan agar bisa dipakai secara masif. Kegunaan tersebut tentu adalah agar bisa digunakan sebagai alat tukar. Selain itu, sifat utilitas dari mata uang adalah praktis dan bisa dibawa ke mana pun.

    4. Gampang Berpindah Tangan

    Sebuah mata uang harus bisa berpindah tangan secara mudah antar penggenggamnya agar memiliki nilai guna. Dalam konteks uang fiat, satu unit mata uang harus bisa dikonversikan ke mata uang lain dan juga bisa digunakan di dalam negeri.

    5. Durabilitas

    Sebuah mata uang harus bisa bertahan dalam jangka panjang. Uang kertas dan koin memang suatu saat akan hancur dan rusak, namun biasanya bank sentral akan terus menggantinya.

    6. Tidak Dapat Dipalsukan

    Selain tahan lama, sebuah mata uang juga harus susah dipalsukan. Sebab, jika mata uang palsu semakin beredar, maka suplainya akan bertambah dan menurunkan mata uang itu sendiri.

    Baca juga: Apa Itu Blockchain dan Cryptocurrency?

    Apakah Nilai Bitcoin Telah Memenuhi Syarat-Syarat Mata Uang di Atas?

    1. Kelangkaan

    Ketika diluncurkan pada 2009 silam, Bitcoin disebut-sebut hanya memiliki suplai sebanyak 21 juta keping yang akan habis ditambang pada 2140 mendatang.

    Sehingga, suplai yang mengetat seharusnya akan bikin nilai sebuah Bitcoin melesat jika memang permintaannya konstan atau meningkat. Hal yang sama juga terjadi di fluktuasi harga logam mulia.

    Hanya saja, mekanisme permintaan dan penawaran uang fiat dikontrol oleh bank sentral. Sementara itu, belum ada satu otoritas yang mengendalikan suplai dan permintaan Bitcoin.

    Di samping itu, masih belum ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan harga Bitcoin setelah semuanya selesai ditambang satu abad kemudian.

    2. Bisa Dibagi-Bagi

    Secara umum, jumlah suplai Bitcoin yang hanya 21 juta tentu lebih kecil dari sirkulasi mata uang lain di dunia ini. Kendati demikian, nilai Bitcoin sejatinya masih bisa dibagi-bagi ke satuan terkecil, bahkan hingga delapan angka di belakang koma.

    Adapun, saat ini unit terkecil Bitcoin terbilang 0,00000001 Bitcoin, yang disebut sebagai Satoshi Unit. Bahkan, Satoshi Unit memiliki tingkat keterbagian (divisibility) yang besar dibanding dolar AS.

    Nilai terkecil dolar AS saat ini dihitung dalam satuan sen, yakni 1/100 dari US$1. Namun, Satoshi Unit memiliki nilai 1/100.000.000 dari 1 keping Bitcoin.

    Nah, faktor divisibility ini yang menyebabkan banyak orang bisa menggengam Bitcoin dan memiliki permintaan yang konstan. Bayangkan jika unit terkecil Bitcoin adalah 1 unit dengan harga Rp700 juta per unitnya, tentu orang-orang lain yang tidak tajir tidak akan bisa memilikinya.

    3. Utilitas

    Salah satu nilai jual Bitcoin adalah kegunaan teknologi blockchain. Blockchain adalah sistem pencatatan transaksi secara otomatis dan transparan.

    Sistem blockchain Bitcoin menggunakan sistem Proof of Work, yakni sistem di mana seluruh komputer di dalam jaringan Bitcoin harus mencapai kata sepakat sebelum memverifikasi penambangan dan transaksi baru.

    Nah, untuk menjaga sistem blockchain, maka pengembang harus mengeluarkan uang untuk menjaga sistemnya. Selain itu, sistem Proof of Work juga membutuhkan daya listrik besar, yang tentu saja bikin tagihan listrik bengkak. Dua komponen biaya inilah yang menjadi nilai “beneran” dari Bitcoin.

    Di masa depan, banyak yang memprediksi bahwa sistem blockchain akan bisa digunakan di luar transaksi aset kripto.

    4. Gampang Berpindah Tangan

    Berkat kehadiran dompet digital dan alat lainnya, kini Bitcoin bisa berpindah tangan dengan mudah.

    5. Durabilitas

    Jika uang fiat rusak, maka bank sentral benar-benar akan memusnahkannya dan menggantinya dengan yang baru. Sehingga, uang fiat tersebut tidak sah lagi digunakan sebagai alat tukar. Namun, hal serupa tidak terjadi di Bitcoin.

    Keping-keping Bitcoin tidak dapat hancur lantaran akan terus tercatat di dalam jaringan blockchain. Hanya saja, Bitcoin tidak bisa digunakan jika memang aset kripto tersebut terkunci di dompet digital, di mana sang empunya lupa kata sandi untuk mengaksesnya.

    6. Tidak Dapat Dipalsukan

    Bitcoin susah dipalsukan berkat kehadiran sistem blockchain. Bahkan, sistem blockchain pun tahan dari serangan peretasan. Sebab, ketatnya data transaksi Bitcoin yang disimpan di dalam blockchain membuat perubahan satu jengkal di dalamnya menjadi susah bukan kepalang.

    Perlu diingat bahwa sistem blockchain terdiri dari beberapa “blok”, atau serangkaian transaksi Bitcoin yang baru diproses. Setiap bloknya tersambung dengan blok sebelumnya dalam satu fungsi kriptografi, sehingga blok-blok tersebut membentuk suatu rantai (chain).

    Blockchain adalah sebuah jurnal yang hanya bisa ditulis saja oleh pengaksesnya. Seseorang bisa menambah informasi di dalamnya, tapi segala tambahan informasi itu tidak dapat diubah di kemudian hari. Alhasil, segala transaksi Bitcoin yang sudah dilakukan pasti akan “tertimbun” oleh transaksi-transaksi yang baru dan susah untuk diubah-ubah.

    Baca juga: Mending Investasi Emas atau Bitcoin? Simak Saran 10 Pakar Investasi Ini!

    Tantangan Nilai Bitcoin

    Secara umum, Bitcoin bisa dibilang memenuhi unsur mata uang di atas. Hanya saja, tetap ada rintangan yang bisa menghambat Bitcoin sebagai sebuah mata uang. Apa sajakah hal tersebut?

    1. Status Bitcoin Sebagai Alat Penyimpan Kekayaan Mudah Goyah

    Bagi uang fiat, nilainya sebagai alat penyimpan kekayaan muncul karena ia bisa digunakan untuk alat tukar menukar. Namun, Bitcoin masih belum bisa mencapai tahap seperti demikian. Jika Bitcoin tidak bisa digunakan sebagai alat tukar, maka Bitcoin tidak punya nilai intrinsik dan tidak akan menarik sebagai alat penyimpan kekayaan.

    2. Nilai Bitcoin Tidak “Dijaga” oleh Komoditas

    Seperti mata uang fiat, nilai Bitcoin tidak ditopang oleh komoditas fisik seperti logam emas. Mekanisme permintaan dan penawaran uang fiat boleh saja dikontrol oleh bank sentral. Namun, tidak demikian halnya dengan Bitcoin.

    Hingga saat ini, belum ada otoritas tertentu yang berani intervensi ketika ada mekanisme permintaan dan penawaran Bitcoin yang “tidak sehat”. Maka dari itu, bukan tidak mungkin jika harga Bitcoin bisa menuju ke arah bubble jika permintaannya tak terkendali.

    Baca juga: Ini Alasan Mengapa Kamu Sebaiknya Berinvestasi di Bitcoin

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Apa Itu Portal Pengguna Jasa Bea Cukai dan Bagaimana Cara Membuatnya?

    Punya pengalaman belanja produk dari luar negeri atau berbisnis ekspor dan impor barang? Kamu tentu tidak asing dengan Portal Pengguna Jasa, yang adalah layanan dari Bea Cukai, bukan?

    Bea cukai adalah “gerbang” lalu lintas keluar masuk berbagai barang dari luar ke dalam negeri maupun dari dalam ke luar negeri. Tugas portal ini ialah mengawasi apakah barang tersebut merupakan barang legal atau ilegal.

    Dengan kemudahan teknologi yang kini serba canggih, para pebisnis tentunya dimudahkan juga untuk melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri. Apalagi, Dirjen Bea Cukai (DJBC) Kemenkeu kini mempermudah para pelanggannya dengan berbagai fitur layanan andal dari portal mereka. Tinggal klik http://customer.beacukai.go.id, maka kita akan diantarkan pada portal serba-terintegrasi ini.

    Portal pengguna jasa adalah sistem integrasi seluruh layanan DJBC kepada semua pengguna jasa yang bersifat publik. Semua pengguna jasa dapat mengakses informasi dari mana pun, kapan pun, asalkan terhubung dengan internet.

    Sistem berbasis web ini terdiri dari berbagai subsistem/modul yang terintegrasi. Di antaranya mencakup modul registrasi kepabeanan, modul layanan seperti cukai online dan perizinan online, modul informasi PIB (Pemberitahuan Impor Barang) dan PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang), sampai modul untuk melakukan pengaduan.

    Para pengguna Portal Pengguna Jasa dapat mengetahui status terkini PIB yang diajukan hingga melacak jejak proses dokumennya. Portal menggunakan mekanisme Single Sign On (SSO), dengan satu user ID dan kata sandi, seorang pengguna dapat mengakses semua fitur aplikasi yang disediakan DJBC.

    Baca juga: Per 30 Januari, Belanja dari Luar Negeri Minimal Rp45.000, Dikenai Pajak

    Apa Saja Fitur Portal Pengguna Jasa?

    Berikut ini adalah detail dari masing-masing layanan yang ditangani dalam situs web Portal Pengguna Jasa:

    1. Registrasi Kepabeanan

    Sebelum menggunakan jasa dan melakukan kegiatan yang terkait Kepabeanan dan Cukai, kamu wajib melakukan pendaftaran untuk mendapatkan Nomor Induk Kepabeanan atau NIK melalui Sistem Registrasi Kepabeanan. NIK ini yang nantinya akan kamu pergunakan sebagai identitas dalam setiap kegiatan.

    2. Layanan Kepabeanan dan Cukai

    Dalam bagian ini, pengguna akan dapat mengakses berbagai layanan online yang sudah disediakan dalam Portal Pengguna Jasa adalah:

    • Submit Dokumen Pelengkap, sistem layanan online untuk pengguna jasa Bea Cukai dapat mengirimkan berkas-berkas yang digunakan sebagai lampiran pemberitahuan pabean atau cukai secara softcopy untuk menggantikan berkas hardcopy yang selama ini harus disampaikan langsung ke kantor bea cukai bersangkutan. Dengan fitur ini, pengguna bisa banyak hemat waktu dan tenaga. Tinggal klik tombol send dan tidak perlu repot-repot datang ke kantor Bea Cukai setempat.
    • Fitur Sistem Perijinan Online, sistem layanan online yang dapat digunakan pengguna untuk mengajukan dokumen perizinan untuk mendapatkan fasilitas kepabeanan dan cukai. Fasilitas-fasilitas tersebut contohnya fasilitas pembebasan ataupun penangguhan, dan lainnya. Bagian ini juga meliputi perizinan sampai bidang kawasan berikat.
    • Sistem Aplikasi Cukai Online, aplikasi yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini menyediakan fitur untuk para Pengusaha Barang Kena Cukai secara Online. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna jasa dapat dengan mudah melakukan kegiatan di bidang cukai langsung dari kantor masing-masing.

    3. Publikasi Data Kepabeanan

    • Akses Browse Data Manifes (BC 1.1), fitur di mana kita dapat melihat data manifes atas barang impor yang akan diajukan pemberitahuannya.
    • Browse Data PIB (Pemberitahuan Impor Barang), fitur Portal Pengguna Jasa ini memungkinkan kita dapat melihat status Dokumen PIB yang pernah diajukan secara realtime beserta dengan data statistik bulanannya secara lengkap.
    • Fitur Browse Data PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang), fitur yang memiliki fungsi untuk melihat status Dokumen PEB yang pernah diajukan secara realtime beserta dengan data statistik bulanannya.
    • Browse Data Utang, fitur yang berfungsi untuk melihat data utang yang masih menjadi tanggungan untuk diselesaikan kewajiban bayarnya oleh pengguna jasa bea dan cukai.

    4. Publikasi Referensi 

    Fitur di mana kita dapat melakukan publikasi informasi mengenai data-data yang secara tetap digunakan dalam berbagai sistem seperti data satuan, data gudang, data kurs, hingga data pelabuhan.

    5. Layanan Pengaduan Portal Pengguna Jasa

    Fitur dalam Portal Pengguna Jasa sebagai fasilitas untuk para pengguna di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan pengaduan terkait dengan pelanggaran disiplin dan tidak pidana yang dilakukan oleh Pegawai Bea Cukai. Setiap pengguna yang sudah memiliki akses dalam portal ini dapat menyampaikan pengaduan dan memperoleh informasi tanggapan secara realtime.

    Baca juga: Akan Dijual Seharga Rp10 Ribu, Sri Mulyani Segera Terapkan Materai Digital

    Cara Registrasi Portal Pengguna Jasa Bea Cukai

    Sebelum mendapatkan akses penuh ke Portal Pengguna Jasa, kamu harus terdaftar sebagai pengguna portal. Bagaimana caranya? Berikut ini tahap registrasinya:

    • Buka situs www.customer.beacukai.go.id
    • Klik Pendaftaran User Baru yang berada di sebelah kanan layar
    • Isi formulir
    • Setelah selesai, akan muncul notifikasi bahwa registrasi user berhasil dilaksanakan
    • Aktifkan pengguna Portal Pengguna Jasa dengan mengklik tautan aktivasi yang dikirimkan ke email pendaftaran pengguna
    • Apabila sudah aktif, lakukan sign in
    • Klik Registrasi Kepabeanan (di sebelah kiri)
    • Klik tulisan “Klik di sini” (warna biru di bagian bawah)
    • Pilih tempat kegiatan usaha, klik “Nasional” lanjutkan
    • Selanjutnya, pilih personalisasi akun untuk menentukan jenis pengguna jasa, lalu simpan
    • Pilih menu data isian registrasi, lalu isikan tiap formulir dan unggah dokumen
    • Unduh dan baca petunjuk pengisian sebagai panduan dalam pengisian form isian

    Setelah selesai mendaftar di Portal Pengguna Jasa, kamu sudah bisa sign-in di situs tersebut dan memanfaatkan berbagai fiturnya.

    Manfaat Portal Pengguna Jasa

    Kehadiran portal pengguna jasa tentu sangat bermanfaat bagi para pelaku ekspor-impor. Sebab, hanya dengan login di situs ini, mereka bisa memantau status dari layanan yang diajukan secara real time. Misalnya, mereka bisa tahu status terbaru dari Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) atau Pemberitahuan Impor Barang (PIB) mereka. Selain itu, mereka juga bisa memeriksa apakah perizinan online mereka memiliki dokumen yang tepat atau tidak secara daring.

    Hal ini tentu akan memudahkan importir dan eksportir. Sebab, mereka tak perlu repot-repot bertandang ke kantor Bea Cukai hanya untuk menanyakan status terbaru kegiatan ekpor-impor mereka.

    Dengan cara manual, biasanya pengusaha akan membuat dokumen pemberitahuan pabean, mencetaknya, dan membawanya ke Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC). Setelahnya, petugas Bea Cukai akan menerima berkas tersebut dan memberikan nomornya secara langsung. Tentu kegiatan itu bikin boros waktu, kan?

    Nah, selama urusan bisa diselesaikan secara daring, tak perlu lagi repot-repot urus izin bea cukai secara manual!

    Baca juga: Whatsapp Mulai Ditinggalkan Penggunanya, Kenapa?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Beacukai.go.id, Customer Beacukai, Karinov



    Sumber : pluang.com

  • Mau Investasi Bitcoin dengan Risiko Rendah? Yuk, Ikuti Tips Berikut!

    Apa tips investasi bitcoin dengan risiko yang rendah? Pertanyaan itu muncul seiring harga bitcoin telah berkembang pesat sejak mencapai titik terendah di bawah US$4.000 pada bulan Maret. Aset kripto ini mencatat rekor tertinggi pada akhir tahun 2020 dan terus menguat hingga awal pekan ini, yang bahkan menembus US$60.000 per keping untuk pertama kalinya.

    Sementara partisipasi investor institusi telah meningkat, sebagian besar dari kelompok investor ritel mungkin menjauh dari pasar. Untuk kelompok investor ritel, ketakutan akan ketinggalan “momen” atau fear of missing out (FOMO) untuk mendapatkan keuntungan tiga digit mungkin menjadi momok saat ini.

    Bagi investor ritel, berinvestasi saat aset kripto diperdagangkan mendekati level tertinggi mungkin tampak berisiko lantaran selalu ada potensi koreksi harga yang signifikan. Apalagi, Bitcoin telah mengalami beberapa penurunan lebih dari 20% selama pasar bullish sebelumnya.

    Dengan demikian, investor yang ingin membeli bitcoin sekarang harus mempertimbangkan untuk menerapkan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA).

    “Ini adalah cara yang baik untuk membangun eksposur ke bitcoin serta kelas aset lainnya seperti indeks ekuitas global, karena keduanya terlihat akan berkinerja baik dengan latar belakang tingkat riil negatif untuk beberapa tahun ke depan,” ujar Scott Weatherill, Kepala Diler B2C2 Jepang.

    Lantas, apa itu strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)?

    Baca juga: Mengenal Konsep Dollar Cost Averaging

    Tips Investasi Bitcoin: Dollar-Cost Averaging dapat Menghemat Uang

    Dollar cost averaging (DCA), juga dikenal sebagai constant dollar plan, melibatkan pembelian aset dalam jumlah yang lebih kecil secara berkala, terlepas dari perputaran harga, alih-alih menginvestasikan seluruh jumlah pada satu waktu. Strategi ini membantu investor melepas tekanan emosional dalam perdagangan dan dapat menghasilkan biaya pembelian rata-rata yang lebih rendah.

    Dollar Cost Averaging dalam bitcoin secara historis menjadi strategi yang sangat menguntungkan yang menurunkan risiko,” kata Scott Weatherill.

    Sebagai ilustrasi, katakanlah seorang investor telah mengumpulkan Bitcoin senilai US$100 dengan harga tertinggi yang diamati pada tanggal 17 setiap bulan. Misalkan hal itu dimulai sejak 17 Desember 2017 saat harga Bitcoin mencapai puncaknya di US$19.783.

    Pada saat press time, investor itu akan memiliki sekitar 0,48 BTC dengan biaya rata-rata sekitar US$8.660. Ini juga berarti investor akan memperoleh keuntungan hampir 120% saat harga pasar Desember 2020 US$18.850.

    Namun, jika investor melakukan investasi sekaligus saat harga rekor US$19.783 pada 17 Desember 2017, investasi tersebut di periode yang sama akan mengalami kerugian 4,7%. Dalam jangka panjang, kerugian itu bisa menjadi lebih signifikan bila disesuaikan dengan inflasi.

    Dalam contoh lainnya, seorang investor “menyebarkan” US$3.600 selama 36 bulan, dengan membeli lebih sedikit Bitcoin saat harga tinggi dan lebih banyak lagi saat harga rendah. Hal itu membantu menurunkan biaya rata-rata dan mendatangkan keuntungan besar. Strategi tersebut telah memberikan hasil yang serupa selama siklus bull-bear sebelumnya.

    “Idealnya, seseorang harus berinvestasi dengan harapan dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Cara terbaik, menurut saya, adalah membeli setiap bulan dan membangun posisi dalam jangka panjang,” kata Chris Thomas, Kepala Produk di Swissquote Bank.

    Tips Investasi Bitcoin: Pahami Risiko Strategi Opsi Tertentu untuk Investor Ritel

    Beberapa investor mungkin berpikir untuk menerapkan strategi campuran melalui pasar derivatif, seperti membeli opsi jual (put option) terhadap posisi beli di pasar spot. Hal ini akan mendapatkan nilai jika terjadi aksi jual, mengurangi kerugian (di atas kertas) di posisi pasar long spot.

    Namun, strategi seperti itu lebih cocok untuk spekulan yang berniat mendapatkan keuntungan dari volatilitas harga jangka pendek. Di mana, hal itu akan bertentangan dengan gagasan untuk menurunkan biaya pembelian rata-rata melalui strategi DCA.

    “Saya tidak akan merekomendasikan membeli opsi jika Anda melakukan dollar cost averaging, karena akan menghambat pengembalian keuntungan,” kata Scott Weatherill.

    Opsi jual adalah kontrak derivatif yang memberikan hak kepada pembeli tetapi bukan kewajiban untuk menjual aset yang mendasarinya pada harga yang telah ditentukan pada atau sebelum tanggal tertentu. Sementara opsi beli (call option) memberikan hak untuk membeli.

    Pembeli opsi harus membayar premi di muka saat mengambil posisi long call/put. Posisi long put menghasilkan uang hanya jika aset menetap di bawah harga put pada hari opsi kadaluarsa. Jika tidak, opsi kadaluarsa tidak berharga, menyebabkan kerugian – dalam hal ini, premi yang dibayarkan – untuk pembeli.

    Terlebih lagi, mereka yang mencoba menggabungkan DCA dengan lindung nilai opsi mungkin akan merugikan portofolionya. Misalnya, jika seorang investor membeli saham saat dollar cost averaging dan pasar naik, opsi yang dibeli untuk melindungi nilai dari potensi penurunan akan mengeluarkan uang, mengurangi keuntungan keseluruhan dari rata-rata biaya dolar.

    “Investor ritel harus menjauh dari perdagangan opsi,” Thomas memperingatkan. 

    Baca juga: Apa Itu Opsi Saham?

    Tips Investasi Bitcoin: Cerdas Berinvestasi

    Trader Bitcoin yang cerdas sering kali menghasilkan pendapatan tambahan dengan menjual opsi call jauh di atas harga spot Bitcoin saat ini, dengan harapan bahwa harga Bitcoin tidak akan reli di atas titik opsi call tersebut. Namun, jika melakukan posisi short call, pemegang secara teoritis dapat menderita kerugian tak terbatas.

    Dalam kasus Bitcoin, hal itu sangat berisiko karena sentimen tetap bullish, sementara analis memprediksi kenaikan yang berkelanjutan pada peningkatan permintaan investor institusi. Dengan demikian, menjual call option sementara melakukan dollar cost averaging dapat menjadi mahal.

    “Meskipun mungkin ada godaan untuk mengoptimalkan melalui berbagai strategi perdagangan, uang untuk investasi baru harus tetap pada strategi tertentu. Pertama bisa bertahan lama, dan kedua membeli saat terjadi penurunan,” kata Jehan Chu, Managing Partner Kenetic Capital.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Nasdaq



    Sumber : pluang.com

  • Kenapa Emas Disebut Logam Mulia? Yuk, Simak Penjelasannya di Sini!

    Siapa yang tidak kenal dengan emas? Dalam dunia investasi, emas memang memiliki kasta yang tinggi dibanding teman-teman logamnya yang lain. Makanya, tak heran jika orang memberi arti emas sebagai logam mulia.

    Belakangan, popularitas logam mengkilap itu kian meningkat lantaran harganya yang sempat menembus level Rp1 juta untuk setiap gramnya. Selain itu, emas pun memiliki manfaat sebagai salah satu instrumen yang kerap dianggap sebagai safe heaven. Yakni, aset yang bisa melindungi nilai kekayaan dari gerusan inflasi.

    Namun, apakah kamu penasaran. Kenapa sih, emas bisa dijuluki sebagai logam mulia?

    Emas menyandang status sebagai logam mulia sejak dulu karena beberapa hal. Bukan karena emas termasuk dalam logam langka yang sulit ditemukan, melainkan karena panjangnya proses ekstraksi untuk bisa menemukan kandungan emas dalam logam tersebut, yang sulit untuk dilakukan dengan teknologi zaman dulu.

    Namun, selain penjelasan di atas, terdapat beberapa alasan secara sains dan sosiologis yang mendukung status emas sebagai logam mulia. Apa saja alasan tersebut?

    Arti Logam Mulia: Ini 4 Alasan Kenapa Emas Disebut Logam Mulia

    1. Unsur Kimia Emas Terbilang Unik

    Di dalam tabel periodik kimia, emas dikenal dengan nama Aurum dengan simbol Au. Emas merupakan satu dari 49 elemen yang berada di “zona transisi”, atau elemen yang terletak di bagian tengah dari tabel periodik bersama besi, aluminium, tembaga, dan perak.

    Dari seluruh ke-49 elemen tersebut, emas merupakan salah satu dari delapan logam yang mudah untuk dilelehkan dan dibentuk ke dalam bentuk-bentuk yang diinginkan. Artinya, memecah nilai emas ke dalam beberapa bentuk terbilang sangat mudah.

    Di samping itu, keunikan lain emas dan tidak dimiliki oleh logam lainnya adalah reaksinya terhadap elemen kimia lain. Berbeda dengan perak yang bereaksi terhadap sulfur atau besi yang bereaksi terhadap proses oksidasi, emas terbukti tidak pernah menunjukkan perubahan bentuk atau bereaksi terhadap elemen kimia lainnya.

    Alhasil, emas menjadi logam yang tidak pernah berkarat. Artinya, bentuk emas saat ini akan tetap sama pada 1.000 tahun mendatang. Unsur kimia inilah yang membuat emas lebih “mulia” dibanding logam-logam lainnya.

    Dengan keistimewaannya yang tahan akan korosi, artinya nilai, berat, dan kandungan emas pun pada dasarnya akan tetap sama seiring berjalannya waktu. Oleh karenanya, tak mengherankan jika ia cocok dijadikan sebagai instrumen penyimpan kekayaan oleh masyarakat

    2. Arti Logam Mulia: Biaya Produksi Emas Juga Terbilang “Mulia”

    Harga emas tidak ditentukan oleh organisasi mana pun. Melainkan, tergantung dari ongkos produksi yang harus dikeluarkan untuk bisa mendapatkan emas, mulai dari proses menambang dari tanah, kemudian melakukan ekstraksi dan memurnikannya.

    Nah, kondisi itu berbeda dengan jenis logam lain, di mana proses untuk mendapatkannya relatif mudah. Sehingga, beberapa organisasi bisa menetapkan harga acuan terhadap jenis-jenis logam yang lain tersebut.

    Lantas, mengapa emas susah didapatkan? Alasan sederhananya adalah emas berada jauh dari permukaan bumi.

    Seperti aluminium misalnya, logam yang memiliki lambang Al itu relatif lebih mudah ditemui pada lapisan kerak bumi. Sedangkan emas, berada pada lapisan mantel bumi, satu lapis lebih dalam dari bagian kerak bumi. Tak heran jika biaya menambang emas tentu akan lebih mahal dibandingkan logam lainnya.

    Namun sejatinya, terdapat dua hal lain yang menentukan nilai dari logam. Pertama, yakni popularitas. Kedua, adalah kelangkaannya.

    Dalam konteks emas, ia memiliki jumlah yang melimpah di muka bumi ini. Namun, karena popularitasnya, maka emas terus mengalami kenaikan dan cenderung memiliki harga yang tetap.

    Baca juga: Pergerakan Harga Emas Indonesia vs Harga Emas Dunia

    3. Arti Logam Mulia: Emas Menjadi “Mulia” Hasil Konstruksi Sosial

    Sejak zaman peradaban Mesir hingga Inca, emas sudah memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat. Baik itu secara aktual maupun secara simbolis. Nilai emas yang terkandung di dalamnya adalah bentuk dari konstruksi sosial, di mana hampir semua orang setuju bahwa dari dulu, atau di masa yang akan datang, emas memiliki nilai berharga.

    Emas juga bisa menjadi sesuatu yang kuantitatif dan berwujud, seperti uang. Namun pada saat yang sama, emas juga dapat merefleksikan sesuatu yang fana, imajiner. Seperti perasaan nyaman, senang, bahagia.

    Oleh karena itu, emas juga kerap dikatakan mengandung nilai psikologis dan hakikat pengalaman manusia. Tidak melulu soal nilai dari barang tersebut, tetapi lebih dalam lagi, emas juga membincang soal hati dan juga konsep diri. Hal itu pula yang membuat emas dianggap sebagai logam mulia

    Namun, beberapa orang beranggapan bahwa emas tidak memiliki nilai intrinsik. Bahkan dikatakan dalam lingkungan ekonomi modern, mata uang kertas adalah uang yang tepat untuk dijadikan alat untuk bertransaksi, sementara emas hanya berharga sebagai bahan pembuat perhiasan.

    Dalam dunia moneter, terdapat dua macam nilai pembentuk mata uang yakni nilai intrinsik dan nilai nominal. Nilai intrinsik merupakan nilai bahan untuk membuat mata uang, sedangkan nilai nominal adalah nilai yang terdapat dalam mata uang yang diperdagangkan.

    Baca juga: Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

    4. Bukan Hanya Emas yang Dianggap Logam Mulia

    Namun, posisi emas sebagai logam mulia pun bukan status yang mutlak. Sebab ternyata, ada juga “pesaing” emas dalam memperoleh status logam mulia seperti platinum atau paladium. Dua logam tersebut juga dianggap tahan terhadap sedikit korosi, namun jarang untuk dijadikan koin sebagai sarana perdagangan lantaran keduanya baru bisa dilelehkan dalam suhu yang tinggi.

    Instrumen emas juga disebut sebagai pilihan logis untuk sistem pertukaran alias barter. Dalam keadaan bencana, di mana uang kertas dan sistem moneter tidak begitu mendukung, banyak orang akan kembali ke emas. Bahkan bisa dibilang bahwa emas adalah satu-satunya zat di bumi untuk bisa digunakan dalam berbagai hal dan kondisi, termasuk keberlanjutan.

    Baca juga: 5 Trik Cerdik Bagaimana Semestinya Investor Pemula Menghadapi Inflasi

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: BBC, Investopedia, Times of India



    Sumber : pluang.com

  • Investor Pemula Wajib Tahu! Simak Istilah Umum Reksa Dana Ini

    Sejak Pandemi Covid-19 melanda, investasi menjadi tren bagi kalangan muda. mereka mulai belajar investasi saham, aset kripto, logam mulia ataupun reksadana. Meningkatnya tingkat literasi keuangan di Indonesia yang bergerak ke angka 40% di 2020, menjadi salah satu alasan mengapa instrumen investasi banyak diburu oleh banyak orang.

    Nah. untuk kamu investor pemula, pahami istilah dalam investasi agar kamu bisa lebih cerdas berinvestasi.

    Salah satu instrumen investasi yang banyak dijadikan rujukan bagi investor pemula adalah reksadana. Betapa tidak, dengan imbal hasil rata-rata yang lebih tinggi dari deposito namun dengan risiko yang lebih rendah dari investasi saham membuat reksadana menjadi opsi menarik bagi investor yang baru menyecap dunia investasi.

    Reksadana sendiri adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang pengelolaan dananya dilakukan oleh manajer investasi. Berbeda dengan investasi saham dimana investor harus memantau terus pergerakan harganya setiap perdagangan, dalam reksa dana investor akan menerima laporan pengelolaan dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi setiap harinya.

    Bentuk hukum reksa dana dapat berupa Perseroan atau Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Jika dibagi berdasarkan jenisnya, terdapat beberapa jenis reksa dana yang umum di perdagangkan, seperti reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pasar uang dan masih banyak lagi.

    Nah, biar tidak bingung dan bisa belajar reksadana, berikut merupakan beberapa istilah umum reksadana yang perlu diketahui

    Baca juga: Apa Itu Reksadana?

    5 Istilah yang Perlu Diketahui Saat Belajar Reksadana

    1. Manajer Investasi

    Istilah reksa dana yang perlu diketahui adalah Manajer Investasi atau MI. Dalam reksa dana, MI bertindak sebagai pengelola aset investasi masyarakat dalam portofolio efek. Ketika investor membeli produk reksa dana, Manajer Investasi yang akan mengalokasikan dana investor ke beberapa instrumen efek.

    Mulai dari saham, obligasi atau surat utang, deposito, pasar uang, surat berharga ataupun kombinasi dari semuanya. Semuanya tergantung dari jenis reksa dana yang dipilih oleh investor. Dana kelolaan MI bisa berupa dana perorangan ataupun dana institusi.

    2. Nilai Aktiva Bersih (NAB)

    Saat sudah membeli produk reksa dana, maka investor akan menerima laporan berupa Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari produk tersebut setiap bulannya. NAB juga bisa dikatakan sebagai nilai bersih dari setiap unit reksadana.

    Perhitungan NAB adalah aset reksadana dkurangi kewajiban, sehingga hasilnya adalah nilai bersih dari setiap unit reksadana. NAB juga bisa dibilang sebagai total dana kelolaan reksa dana atau asset under management (AUM).

    Namun bukan berarti semakin besar NAB dari reksadana maka semakin mahal harganya, NAB mencerminkan kepercayaan pasar terhadap produk reksadana tersebut.

    3. NAB/UP

    Istilah reksadana berikutnya adalah NAB/UP, maksudnya adalah Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan. Melansir laman Mandiri Investasi, NAB/UP bisa diartikan sebagai harga nilai setiap satu unit penyertaan reksa dana.

    Harga tersebut didapatkan dengan membagi NAB dengan total unit penyertaan yang dimiliki oleh seluruh investor di dalam produk reksa dana tersebut. Bisa juga dibilang bahwa NAP/UP adalah harga dari produk reksa dana yang bisa dibeli oleh investor.

    Harga NAB/UP cenderung fluktuatif, tergantung dari pergerakan harga efek yang terdapat dalam portofolio reksa dana tersebut.

    4. Unit Penyertaan

    Istilah reksadana lainnya yang bisa digunakan untuk belajar adalah Unit Penyertaan (UP). Investor akan mendapatkan jumlah unit penyertaan ketika dia membeli produk reksa dana. Misalnya, ada investor yang memberi reksa dana A Rp10 juta dengan NAP/UP Rp5.000, maka unit penyertaan yang dimiliki adalah sebesar 2.000 unit penyertaan.

    Unit Penyertaan juga bisa di bilang sebagai total unit reksa dana yang dimiliki oleh investor dari produk reksa dana. Ketika harga NAB/UP-nya mengalami pergerakan, maka value dari unit penyertaan tersebut juga ikut bergerak.

    5. Bank Kustodian

    Bank Kustodian adalah Bank Umum yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lainnya. Bisa juga dikatakan Bank Kustodian bertindak sebagai pengawas dan penjaga aset berupa efek, termasuk di dalamnya reksa dana.

    Jadi setiap transaksi pembelian reksa dana ataupun efek lainnya yang dilakukan oleh investor melalui Manajer Investasi terekam dan tercatat di Bank Kustodian.

    Melansir laman OJK, Bank Kustodian hanya dapat mengeluarkan Efek atau dana yang tercatat pada rekening Efek atas perintah tertulis dari pemegang rekening atau Pihak yang diberi wewenang untuk bertindak atas namanya.

    Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    6. Subscription Fee

    Saat membeli produk reksa dana, terdapat biaya pembelian atau istilah reksa dana umumnya adalah subscription fee yang dibebankan kepada investor. Namun tidak semua produk reksa dana memiliki biaya pembelian, banyak juga yang menggratiskan biaya tersebut untuk investor.

    Nantinya pungutan biaya tersebut akan di bayarkan ke Agen Penjual Reksa Dana (APERD) yang ditunjuk oleh Manajer Investasi.

    7. Redemption Fee

    Istilah reksa dana berikutnya adalah redemption fee alias biaya pencairan. Setiap investor yang akan mencairkan Unit Penyertaan (UP) reksa dana yang dimiliki akan dipungut biaya pencairan oleh Manajer Investasi.

    Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Berikut Panduan Mudahnya untuk Pemula

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar odi AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Liputan6, Otoritas Jasa Keuangan



    Sumber : pluang.com

  • Tergiur Investasi Bitcoin? Cek Dulu 3 Syarat Kesiapan Kamu di Sini!

    Harga Bitcoin (BTC) telah mengalami peningkatan yang luar biasa sejak akhir tahun 2020. Lalu masyarakat yang baru mengetahui hal ini memiliki berbagai macam pertanyaan. Misalnya, bagaimana cara investasi Bitcoin? Apa tips investasi Bitcoin?

    Aset kripto ini telah menembus level harga US$50.000. Meskipun ada beberapa volatilitas, level itu itu telah mencapai rekor tertinggi sepanjang tahun ini. Selain itu, Tesla menjadi berita utama ketika CEO Elon Musk mengumumkan bahwa perusahaannya membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar dan memicu lonjakan harga.

    Di sisi lain, Bitcoin juga terbukti ‘memecah belah’, dengan banyak investor yang menganjurkannya, namun banyak juga yang menjauhinya. Nah, jika kamu telah mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam Bitcoin, berikut tiga tanda kamu siap untuk mengambil risiko.

    Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

    1. Tips investasi Bitcoin: Kamu Siap Mengambil Risiko Tinggi

    Terlepas dari lonjakan harga dan popularitasnya di antara banyak investor, Bitcoin masih merupakan investasi yang sangat volatil. Aset kripto ini mengalami fluktuasi harga yang liar selama bertahun-tahun, bahkan bisa kehilangan sekitar 80% nilainya.

    Bahkan selama dua bulan terakhir, telah terjadi dua kali penurunan harga yang curam. Jika kamu akan berinvestasi sekarang, pastikan kamu dapat menolerir perubahan harga yang intens ini. Tidak semua orang menyukai volatilitas harga Bitcoin yang berlebihan ini, jadi pertimbangkan toleransi risiko kamu sebelum berinvestasi.

    Mengetahui batasan diri dapat membantu kamu memutuskan apakah Bitcoin adalah investasi yang tepat untuk kamu. Jangan sampai kamu tidak bisa tidur nyenyak malam hari gara-gara cemas harga Bitcoin turun 20%. Segitu baru 20%, mungkin kalau kamu tak siap dengan harga Bitcoin yang turun 80%, kamu bisa begadang hingga seminggu lamanya.

    1. Tips Investasi Bitcoin: Kamu memiliki portofolio yang Terdiversifikasi

    Terlepas dari strategi investasi kamu, selalu bijaksana untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan benar. Sehingga, salah satu tips dan kiat investasi Bitcoin paling jitu adalah menggenggam instrumen di kelas aset lain yang punya volatilitas harga lebih kalem dibanding Bitcoin.

    Tidak ada yang tahu bagaimana kinerja Bitcoin. Maka artinya, kamu akan membutuhkan investasi lain untuk “menopangmu” jika keadaan semakin memburuk. Ada beberapa cara untuk membuat portofolio yang terdiversifikasi, yang masing-masing dapat mengurangi risiko kamu secara keseluruhan.

    • Berinvestasi dalam reksa dana indeks saham: Memiliki portofolio inti reksa dana indeks saham dapat menurunkan risiko kamu secara substansial. Ketika sebagian besar tabungan kamu tersebar di ratusan atau ribuan saham yang berbeda, kamu tidak akan kehilangan segalanya jika Bitcoin terpuruk.
    • Berinvestasi di berbagai industri: Jika kamu memilih untuk berinvestasi di saham, cobalah berinvestasi di perusahaan dari berbagai industri. Jika kamu berinvestasi dalam selusin atau lebih saham, apabila semuanya berasal dari industri yang sama, maka kamu berisiko menaruh terlalu banyak telur dalam satu keranjang. Nah, intinya, jika kamu berinvestasi dalam Bitcoin, kamu sebaiknya punya portofolio inti yang stabil.
    • Tetap berpegang pada saham perusahaan mapan: Memiliki portofolio yang penuh dengan saham perusahaan yang berkinerja baik dapat mengurangi risiko kamu secara keseluruhan. Ini tidak berarti kamu hanya dapat berinvestasi di perusahaan terkenal. Kamu juga bisa berinvestasi pada saham perusahaan rintisan alias startup.

    Tidak ada aturan yang tegas tentang seberapa ragamnya diversifikasi portofolio kamu. Tetapi, jika kamu berinvestasi di berbagai perusahaan solid yang dapat bertahan dalam ujian waktu, kamu bisa dikatakan siap untuk menambahkan Bitcoin ke portofolio kamu.

    Baca juga: Takut Kekayaan Tergerus Waktu? Ini 4 Diversifikasi Portofolio yang Paling Cocok Untukmu!

    1. Tips Investasi Bitcoin: Kamu bisa Berinvestasi untuk Jangka Panjang

    Salah satu cara terbaik untuk menghasilkan banyak uang di pasar saham adalah dengan membeli saham yang solid dan menahannya selama mungkin. Hal yang sama berlaku untuk Bitcoin. Jadi, pikirkan berapa tahun kamu bersedia menunggu untuk melihat imbal hasil yang signifikan.

    Jika uangmu terbatas dan kamu berharap perlu menjual investasi kamu dalam beberapa tahun ke depan, mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk berinvestasi Bitcoin. Tetapi jika kamu dapat menyimpan uang kamu untuk diinvestasikan setidaknya selama lima hingga tujuh tahun atau lebih, kamu mungkin sudah siap melakukannya.

    Bitcoin bukanlah investasi yang tepat untuk semua orang, jadi pastikan kamu membuat keputusan ini dengan hati-hati. Jika kamu sudah memiliki portofolio yang sehat dan bersedia mengambil risiko yang diperhitungkan, berinvestasi di Bitcoin mungkin merupakan pilihan yang bijak. Jika tidak, sebaiknya kamu menghindarinya untuk saat ini.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Fool.com



    Sumber : pluang.com

  • Yuk, Cari Cuan Lewat Crypto Art! Apa Sih Crypto Art?

    Barangkali kamu baru mendengar istilah crypto art atau NFT beberapa waktu belakangan karena marak kontroversi mengenai jenis seni baru ini. Padahal, sejatinya, Crypto art adalah praktik menghadirkan seni di jaringan blockchain yang sudah berlangsung sejak tujuh tahun lalu.

    Seni kripto disukai karena kemampuannya untuk memverifikasi kepemilikan karya digital. Sama seperti lukisan asli yang ditandatangani Picasso yang keaslian dan kepemilikannya dapat diidentifikasi. Seni kripto dapat diverifikasi dengan cara yang sama lewat NFT atau token.

    NFT, non-fungible tokens, adalah token digital yang kini marak digunakan dalam perdagangan digital dan sudah berlaku hampir lazim di dunia musik, seni, dan olahraga. Token digital ini menggunakan jaringan komputer (Blockchain) untuk menandai nilai suatu unggahan digital berupa video, gambar, atau lagu sebagai produk yang otentik.

    Jadi, Apa Itu Seni Kripto?

    Crypto art adalah istilah yang mengacu pada karya seni fisik atau karya seni digital yang diberi token dalam platform Blockchain. Menurut Jason Bailey dari Artnome, seni kripto adalah karya seni digital langka (karena itu kamu akan sering ketemu istilah Rare dalam transaksi seni kripto) yang dikaitkan dengan token unik yang ada di Blockchain.

    NFT adalah apa yang memungkinkan pertukaran karya seni di ranah digital ini. NFT adalah token khusus yang mewakili ID unik yang ditautkan ke karya seni kripto yang tidak dapat direplikasi dan digunakan untuk memverifikasi barang digital lain. Token ini dapat dilampirkan pada apa saja: JPEG, GIF, MP4, bahkan musik. Token yang memungkinkan kepemilikan file “asli” ini disimpan di Blockchain, jaringan serupa buku besar permanen yang dapat diakses dari komputer mana pun di dunia.

    Melalui NFT, gagasan tentang kepemilikan, keunikan, barang koleksi, dan barang digital langka (rare atau super rare) dimungkinkan. Jika kamu membeli produk dengan NFT, maka kamu membeli produk orisinal yang dijamin hanya satu-satunya. Oleh beberapa penggunanya, NFT juga kerap disamakan dengan kartu belanja (trading card).

    Baca juga: Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiki Investasinya di Sini!

    Dari Mana Seni Kripto Bermula?

    Pada 2014, Monegraph, platform paling awal yang memungkinkan adanya karya seni digital dengan kode uniknya mulai memasarkan produk digital NFT ini di jaringan blockchain.

    Sejak saat itu, para seniman pun dapat menjual hak atas karya seni mereka yang disertai kode unik NFT dengan bayaran mata uang kripto.

    Ada juga Rare Pepe yang menyemarakkan dunia seni kripto pada 2016. Mereka menggunakan platform teknologi blockchain yang bernama Counterparty. Jangan terkejut, yang dijual di platform itu adalah berbagai meme langkah ala Pepe. Meme, dibayar dengan Ethereum? Apa pun bisa terjadi di dunia perdagangan Seni Kripto di era digital.

    Pada 2018, diselenggarakan Rare Art Fest, festival yang didedikasikan untuk seni kripto dan berbagai seni digital langka (rare). Festival ini diadakan di New York.

    Dalam festival itu, NFT Ethereum Homer Pepe dijual seharga US$39.200. Fakta ini pastinya bakal lebih mengejutkan buatmu: tahun 2021 ini, alias 3 tahun setelahnya, nilai Homer Pepe menyentuh US$320.000. Melihat ini, crypto art adalah prospek investasi yang menjanjikan di ladang seni, bukan?

    Pemilik sebelumnya, Peter Kell, membelinya dari seniman Joe Looney pada 2016 dan dipamerkan dalam Rare Art Labs Digital Art Festival. Karya Looney ini diinspirasi oleh seniman Matt Furie yang memang punya spesialisasi untuk karya seni meme, termasuk Rare Pepe, salah satu eksperimen seni di ranah blockchain. Token Angel membelinya dari Kell pada 5 Maret lalu, dan mengaku dia menjual beberapa NFT CryptoPunks-nya untuk membeli Homer Pepe.

    Semakin dikenal di kalangan seniman…

    Seiring waktu, banyak kisah sukses penjualan seni kripto. Tahun lalu, seniman digital Beeple menjual serangkaian karyanya dengan nilai lebih dari US$3,5 juta. Sama fantastisnya, musisi Deadmau5 menjual ribuan pin, stiker, dan merch digital bertoken/NFT pada Desember.

    Chris Torres, seniman di balik karya GIF Nyan Cat yang populer itu (yang tahun ini bakal berusia 10 tahun), telah melakukan remaster untuk karyanya. Menariknya, ia pun tertarik untuk menjualnya di platform seni kripto Foundation. Lelang berlangsung selama 24 jam.

    Bagaimana Cara Kerja Blockchain untuk Seni Kripto?

    Di dunia kripto, Blockchain dapat disetarakan dengan ahli seni rupa. Untuk memverifikasi keaslian karya Picasso, kamu memerlukan ahli seni rupa yang memahami sejarah karya Picasso. Nah, di dunia kripto, kamu menggunakan Blockchain untuk memverifikasi NFT atau token yang disematkan pada suatu karya.

    Anggaplah Blockchain seumpama salinan master besar (buku besar) dari spreadsheet (semacam file Excel) yang dapat diakses di mana pun oleh siapa pun. Crypto art adalah seni yang lantas diverifikasi dengan kode unik NFT atau token yang menyertainya.

    Siapa pun dapat menambahkan deretan informasi baru seperti ID unik dari NFT yang dilampirkan pada karya seni kripto. Blockchain dapat memverifikasi bukti kepemilikan aset digital dengan memeriksanya di spreadsheet ini.

    Penggunaan Ethereum untuk Transaksi Dagang Seni Kripto

    Aspek penting tentang crypto art adalah karya seni ini dibeli dan dijual dengan jenis mata uang kripto tertentu, yakni ETH (Ether). Ether adalah mata uang kripto dari blockchain Ethereum yang memungkinkan sistem NFT.

    Satu fun fact alias trivia terkait Ethereum dan Seni Kripto: NFT dengan lukisan Vitalik Buterin, pendiri Ethereum, dijual seharga 260 ETH dalam lelang.

    Mahakarya lukisan Buterin itu adalah kolaborasi antara dua seniman kripto, Jones Trevor dan Alotta Money. Lukisan digital bernama EthBoy, mewakili Vitalik Buterin, yang mengenakan harlequin abad pertengahan, duduk di kursi tampak bahagia.

    Baca juga: Terlihat Serupa, Ternyata Ada 4 Jenis Aset Kripto di Dunia Ini, Lho! Apa Saja?

    Mengapa Seni Kripto Bernilai?

    Nilai crypto art adalah nilai yang didasarkan pada kelangkaannya. Ini lantaran seni kripto tidak dapat direproduksi karena terkait hanya ke satu kode unik dari NFT/tokennya. Beberapa kolektor seni kripto membeli karya murni untuk dinikmati. Sama saja seperti bagaimana kamu membeli lukisan fisik dari ruang galeri. Namun, sebagian besar kolektor mengaku bahwa itu adalah jalan mereka untuk mendukung seniman. Bayarannya dengan Ethereum, lho.

    Bisakah Seseorang Mencuri atau Menyalin Seni Kripto?

    Hal penting dari kepemilikan crypto art adalah sistem token dengan NFT dan jaringan Blockchain ini memungkinkan kepemilikan unik bagi karya seni digital. Saat pembeli membeli karya seni kripto, maka mereka adalah satu-satunya pemilik NFT bagi karya seni itu. NFT tidak dapat direproduksi, dipalsukan, atau disalin oleh siapa pun. Karena itu, seni digital yang telah di-NFT-kan hanya akan dimiliki oleh pemilik tunggal NFT.

    Di Mana Ruang Pamer atau Galeri untuk Seni Kripto?

    Tertarik untuk menengok karya-karya seni kripto yang bisa dibeli dengan Ethereum? Atau tertarik untuk memajang karyamu sendiri yang sudah ditokenisasi/melampirkan NFT sebagai kode unik karya?

    Kamu dapat menjelajahi seni kripto dengan mengunjungi situs web seperti SuperRare, KnownOrigin, OpenSea, dan Async.Art. Ada juga seni kripto dan ruang pamer yang tersedia dalam wujud Virtual Reality (VR) seperti Decentraland dan Cryptovoxels.

    Menakjubkan, ya, bagaimana seni berkembang di peradaban digital ini? Kalau di peradaban primitif para manusia purba mengukir seni mereka di goa dan bebatuan, manusia di dunia modern melakukan transaksi karya seninya di atas awan (alias cloud computing).

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Techcryption, The Verge, School of Motion, New York Times



    Sumber : pluang.com

  • Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

    DeFi alias decentralized finance adalah salah satu keunggulan mata uang kripto yang oleh para analis keuangan diprediksikan akan mengganggu (bahasa kerennya, mendisrupsi) lembaga keuangan tradisional.

    Pada dasarnya, sistem ini bersaing dengan layanan keuangan tradisional yang menerapkan sistem CeFi alias centralized finance atau keuangan terpusat.

    Gagasan besar keuangan terdesentralisasi mencakup visi bagaimana sistem keuangan kelak akan berfungsi tanpa perantara seperti bank, asuransi, atau lembaga kliring dengan sistemnya yang saat ini masih terpusat.

    Semua transaksi keuangan dalam sistem DeFi akan dijalankan dengan bantuan kontrak pintar (smart contract) yang berjalan di atas sistem blockchain Ethereum. Dengan sistem kontrak pintar ini, nantinya semua alur keuangan akan bergerak sepenuhnya tanpa izin, berlaku secara global, dan transparan.

    Dengan berbagai kelebihannya itu, penerapan keuangan terdesentralisasi akan menjadi tantangan bagi para pelaku keuangan tradisional di berbagai bidang. Tidak heran, bank sentral dunia kini disibukkan dengan riset menggodok mata uang digital Bank Sentral, alias Central Bank Digital Currency (CBDC).

    Sejak 2020, DeFi tumbuh dengan kecepatan yang mencengangkan. Miliaran dolar AS berputar dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi ini. Pertumbuhan ini terutama disokong oleh pionir aplikasi-aplikasi (disebut juga protokol) yang dibangun di atas blockchain Ethereum.

    Baca juga: Ragu Sama DeFi? Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Perhatikan Teknologi Ini!

    Protokol DeFi Adalah Alternatif bagi Lembaga Keuangan Tradisional

    Jadi, sudah sejauh apa perkembangan sistem keuangan terdesentralisasi ini? Dan bagaimana potensinya untuk mengungguli sistem keuangan tradisional di tahun-tahun mendatang? Berikut ini gambaran umum tentang para pelaku dalam ekosistem DeFi.

    1. Bank Komersial

    Protokol DeFi memungkinkan dilakukannya proses peminjaman dalam skala besar antara peserta yang tidak dikenal dan tanpa perantara. Penerapan decentralized finance memungkinkan pertemuan antara kreditur dan debitur dengan aturan suku bunga yang ditetapkan secara otomatis sesuai penawaran dan permintaan di sistem blockchain.

    Protokol ini pun inklusif. Siapa pun dapat menggunakannya, kapan saja, dari lokasi mana pun, dan dengan jumlah berapa pun.

    Kemajuan protokol DeFi belakangan ini semakin diperhatikan lewat adanya aplikasi Compound. Pinjaman di DeFi biasanya dijamin lewat sistem jaminan tambahan (over-collateralization). Sementara itu, perusahaan seperti Aave saat ini sedang berupaya untuk memungkinkan pinjaman tanpa jaminan.

    2. Bank Investasi dan Penerbit Instrumen Keuangan

    Synthetix, protokol penerbitan derivatif dalam sistem decentralized finance adalah salah satu protokol DeFi yang memungkinkan terjadinya desentralisasi dalam perdagangan derivatif.

    Protokol ini berlaku pada aset seperti saham, mata uang, dan komoditas hingga manajemen aset desentralisasi untuk aset kripto juga sedang berkembang. Yearn Finance, misalnya, adalah protokol otonom yang memberi kemungkinan penggunanya melakukan investasi secara otomatis.

    3. Layanan Pertukaran

    Kini, dengan munculnya pertukaran terdesentralisasi (DEX), pemegang aset kripto tidak perlu lagi keluar dari crypto space untuk menukar token mereka menjadi uang “beneran”. Contoh DEX yang paling terkenal adalah Uniswap.

    DEX terdiri dari kontrak pintar yang menyimpan cadangan likuiditas dan berfungsi sesuai dengan mekanisme penetapan harga yang ditentukan. Protokol likuiditas otomatis semacam itu memainkan peran kunci dalam pengembangan ekosistem terdesentralisasi independen. Alias, tanpa perlu ada perantara CeFi.

    4. Jasa Asuransi

    Nexus Mutual adalah salah satu contoh penerapan DeFi dalam bidang asuransi. Asuransi DeFi memang masih dalam proses pengembangan tahap awal. Tapi, dalam jangka panjang, kita dapat mengharapkan adanya berbagai jenis asuransi yang ditopang dengan sistem canggih DeFi ditawarkan. Decentralized finance adalah jawaban yang diperlukan untuk membuat jasa asuransi yang lebih efisien.

    5. Bank Sentral

    Stablecoin didasarkan pada protokol blockchain dengan prinsip stabilitas harga yang dikodekan secara inheren dan, dengan demikian, memenuhi fungsi mata uang cadangan. Kehadiran stablecoin sebagai fondasi sistem keuangan terdesentralisasi memungkinkan penggunanya terlibat tanpa risiko volatilitas harga yang mendasarinya.

    Ada tiga opsi bagaimana aset kripto dapat mencapai stabilitas harga:

    Pertama, stablecoin dapat mencapai tingkat stabilitas harga dengan mematok mata uang ke aset lain. Misalnya, untuk setiap unit koin dolar AS yang diterbitkan, dolar AS disimpan pula sebagai cadangan.

    Kedua, penerbitan stablecoin menggunakan aset kripto lain sebagai jaminan. Protokol sentral untuk ekosistem DeFi adalah Maker DAO. Maker adalah decentralized autonomous organization (DAO) yang mengeluarkan aset kripto DAI yang didukung oleh aset kripto lain dan memastikan dengan algoritmanya bahwa nilai 1 DAI berada di sekitar nilai 1 dolar AS.

    Ketiga, ada lebih banyak pendekatan eksperimental yang bertujuan untuk mencapai stabilitas harga tanpa menggunakan agunan. Misalnya, protokol Ampleforth yang secara otomatis menyesuaikan pasokan token sesuai dengan permintaan.

    Baca juga: Apa Itu Decentralized Finance (DeFi)?

    DeFi Telah Matang dan Siap Mendisrupsi

    Daftar di atas menunjukkan sistem decentralized finance adalah sistem yang sedang memasuki fase pematangannya. DeFi hadir seolah-olah untuk menggantikan lembaga keuangan tradisional. Keuangan berbasis kripto telah mencapai tahap pematangan berikutnya karena telah mencakup hampir semua fungsi dasar sistem keuangan.

    Hal itu menunjukkan DeFi mencapai langkah yang penting untuk menjadi solusi keuangan tradisional. Tiga tahap pematangan di sistem keuangan tersentralisasi:

    Tahap 1: Transfer Nilai yang Efisien

    Hingga saat ini, tersedianya akses pertukaran terpusat dan dompet kripto menjadi satu-satunya model bisnis Blockchain yang sukses dalam skala besar. Pertukaran terpusat adalah titik masuk utama ke crypto space.

    Pengguna kripto bisa menukar uang fiat (misalnya uang dolar AS atau rupiahnya) dengan mata uang kripto. Selanjutnya, dompet kripto memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan mentransfer aset kripto dengan aman. Dengan dua hal ini, transfer nilai yang efisien pun dimungkinkan tanpa perantara lembaga keuangan tradisional.

    Tahap 2: Menghubungkan Penabung dan Peminjam

    Pada tahun-tahun mendatang, fungsi sistem pembayaran dapat ditingkatkan dengan pengembangan stablecoin, pertukaran terdesentralisasi, dan protokol antara peminjam/pemberi pinjaman. DeFi akan mengembangkan platform yang diperlukan untuk memfasilitasi arus antara penabung dan peminjam. Prospek di bidang ini semakin menjanjikan sejak Compound memulai distribusi tokennya, COMP, pada 15 Juni 2020. Decentralized finance adalah prospek alternatif yang terus berkembang.

    Tahap 3: Bersaing untuk Mendapatkan Dana Keuangan Tradisional

    DeFi, sejauh ini, memang tampak sedang mempersiapkan berbagai platform yang bersaing dengan berbagai lembaga keuangan tradisional untuk menggaet nasabah.

    Keunggulan decentralized finance  adalah mereka tidak perlu mematuhi aturan yang sama dengan lembaga keuangan tradisional. Hukum nasional tidak berlaku di ruang DeFi. Hal ini memungkinkan DeFi untuk terus melakukan inovasi keuangan.

    Meski demikian, sistem DeFi belum menyediakan jaminan bagi para nasabah yang ingin menginvestasikan dana pensiun mereka. Ini yang mengantarkan kita pada pertanyaan selanjutnya: apakah para nasabah di lembaga keuangan tradisional tertarik untuk bermigrasi, dan mempercayakan uang mereka pada DeFi? Siapa saja pengguna DeFi yang potensial disasar oleh protokol-protokol baru yang dikembangkan dalam sistem keuangan terdesentralisasi ini?

    Baca juga: Apa Itu Decentralized Applications (dApps)?

    Decentralized Finance adalah Sistem yang Berpotensi Mengungguli CeFi di Tahun-tahun Mendatang

    Ada tiga alasan mengapa decentralized finance adalah sistem keuangan yang akan bertahan di  masa depan. DeFi berpotensi mengungguli sistem keuangan tradisional karena:

    Kecepatan Pertumbuhannya

    DeFi adalah ekosistem global dan berskala tinggi. Jika protokol DeFi berhasil menjadi alternatif bagi berbagai lembaga keuangan tradisional, maka kemajuannya kelak akan bertumbuh secara eksponensial.

    Situs web DeFi Pulse memantau total nilai terkunci (total value locked, TVL) pada kontrak pintar semua aplikasi DeFi. Peningkatan TVL yang dipantau oleh Pulse selama Juni-Agustus 2020 menunjukkan potensi kuat pertumbuhan eksponensial DeFi. Pada 1 Januari 2020, TVL DeFi berada pada US$0,7 miliar. Angka ini meroket, hingga mencapai US$1,9 miliar pada 1 Juli, US$4 miliar pada 1 Agustus, dan melampaui US$8 miliar pada 1 September 2020.

    Ruang untuk Pertumbuhannya

    Menurut Messari, firma analitik pasar kripto, kapitalisasi semua aplikasi DeFi hanya sebesar 1,5% dari total pasar kripto pada Juli 2020. Ini menunjukkan adanya banyak ruang untuk pertumbuhan bagi aset kripto.

    Menurut Institute of International Finance, utang rumah tangga global di CeFi sebanyak US$48 triliun pada 2019. Jika DeFi berhasil memperoleh nasabah sebanyak 0,1% saja dari nilai yang dipegang CeFi, maka TVL DeFi dapat tumbuh 500% dibandingkan awal September 2020.

    Segmen Pasar Baru

    Menurut Bank Dunia, 1,7 miliar orang dewasa tidak memiliki akses ke layanan perbankan. DeFi tidak memiliki izin, artinya siapa pun dapat mengakses layanan keuangan tersebut dari mana saja. Orang-orang itu hanya membutuhkan listrik, koneksi internet, dan gadget saja untuk mengakses DeFi.

    Kesimpulan: Mata Uang dan Aset Kripto Bertahan dalam Jangka Panjang

    Untuk kali pertama dalam sejarah, sistem keuangan berkembang tanpa perantara dalam skala besar. Sejauh ini, aplikasi DeFi belum dapat bersaing di perkara keamanan, kecepatan, dan kemudahan akses dibandingkan lembaga keuangan tradisional.

    Akan tetapi, DeFi telah menghasilkan suatu sistem keuangan terdesentralisasi dan berhasil menarik modal bernilai miliaran dolar. Di masa mendatang, sokongan modal tersebut tentu dapat mengembangkan aplikasi yang lebih kompetitif dan ramah bagi nasabah DeFi.

    Kini, sejumlah besar uang telah diinvestasikan ke dalam teknologi blockchain. Namun, berbeda dengan 2018, aplikasi DeFi sudah berkembang dan sedang berjalan. Kita sedang berada di awal siklus pengembangan besar baru untuk teknologi blockchain. Tentunya, bakal sangat menarik untuk mengamati bagaimana kelak berbagai pelaku dalam keuangan tradisional jatuh karena disrupsi DeFi yang berhasil.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Forbes



    Sumber : pluang.com

  • Pacar Tukang Ngutang? Waspada Toxic Financialship! Simak 7 Tanda Lainnya Ini!

    Banyak orang tidak menyadari mereka berada dalam hubungan toxic. Padahal, perkara hubungan bukan hanya melibatkan soal emosional, intelektual, spiritual saja. Ada urusan finansial yang justru perlu dibicarakan bersama sejak dini dan dengan serius. Lantas, bagaimana tips finansial untuk mengatasi toxic financialship?

    Dari riset yang dilakukan Business Insider pada 52 orang (31 perempuan dan 21 pria), masalah finansial adalah alasan nomor lima mengapa orang bercerai. Memiliki “gaya keuangan” yang berbeda menjadi alasan utama kenapa para sejoli memutuskan berpisah.

    Kalau kamu masih lajang, mungkin kamu bisa menanyakan, apakah kamu akan mau berpasangan dengan mereka yang tidak memiliki tujuan finansial yang jelas? Menyusun anggaran keluarga  membutuhkan kerja tim dan perlu ditetapkan bersama.

    Sebelum kamu memutuskan bahwa si dia adalah orang yang tepat untuk dinikahi, kamu perlu melihat dengan serius tujuan, pilihan, dan komitmen keuangannya.

    Yuk, kita cek tanda-tanda bahaya terkait finansial di pasangan kita yang siapa tahu bisa merugikan kita nantinya. Selain itu, mari simak bersama tips finansial yang bisa membantu mengatasi persoalan ini.

    Baca juga: Seberapa Penting Membicarakan Masalah Keuangan dengan Pasangan?

    Apa Tanda Bahaya Kamu Sedang Berada dalam Hubungan Toxic Financialship?

    1. Tidak Punya Tujuan yang Sama

    Tentunya pertanda bahaya alias red flags banget kalau kamu mendapati hampir semua tujuan, pilihan, dan komitmen keuanganmu berbeda dengan si dia. Tips finansial paling mumpuni sekalipun mungkin tidak ampuh mengatasi permasalahan toxic financialship ini.

    2. Tanpa Rencana Anggaran Pribadi

    Tanda bahaya: Nampaknya, si dia kelihatan tidak tertarik ketika diajak ngobrol santai tentang keuangan. Apalagi, pas kamu tahu bahwa si dia tidak punya rencana tabungan atau investasi jangka panjang.

    3. Pasanganmu Ogah Bekerja

    Tanda bahaya: Si dia mungkin suka menyalahkan orang lain, atau menyalahkan tingkat pengangguran yang tinggi, atau keadaan-keadaan lain di luar kendali mereka gara-gara tidak punya kerjaan. Atau, si dia tidak mempertahankan pekerjaannya untuk waktu yang lama. Kalau sudah begitu, sih, sudah jelas ada sinyal-sinyal hubungan toxic!

    4. Besar Pasak Daripada Tiang

    Tanda bahaya: Gaya hidup si dia kelihatan lebih mahal daripada penghasilannya. Yang paling kesal lagi, dia tidak melakukan sesuatu yang mendukung gaya hidup semacam itu.

    5. Merahasiakan Situasi Keuangan

    Tanda bahaya: Semua urusan finansialnya dirahasiakan darimu. Bagaimana bisa membahas tips finansial jika dia menutup rapat rahasia dompetnya?

    6. Terus-menerus Pinjam Uang

    Tanda bahaya: Sejak mulai kencan, si dia sering meminta atau meminjam uangmu… sampai berulang kali. Seseorang yang ingin membuat kesan yang baik tampaknya akan menghindari meminjam uang dari pasangannya.

    7. Masih Tinggal di Rumah Orang Tua

    Tanda bahaya: kamu diajak mampir ke tempat tinggalnya, eh ternyata doi masih tinggal dengan orang tuanya. Mungkin ada alasan yang bagus tentang kenapa doi masih tinggal dengan orang tuanya, misalnya ingin menjaga mereka di hari tuanya. Tapi, kamu bisa telusuri lebih jauh, apakah dia tinggal dengan ortunya sementara dia menabung untuk membeli rumah sendiri? Atau karena dia tidak mandiri secara finansial?

    8. Selalu Kamu yang Membayar Semuanya

    Tanda bahaya: kalian pergi kencan, dan kamu membayar makan malam, tiket bioskop, tiket konser, atau acara olahraga yang kalian sambangi bareng. Jika ini yang terjadi, coba kamu cek bagaimana dia mengelola keuangannya. Yuk, bisa yuk, menghindari hubungan toxic financialship secepat mungkin.

    Baca juga: Jangan Bertengkar! Simak Kiat Menghadapi Pasangan yang Boros

    Tips Finansial yang Perlu Disepakati dengan Pasangan

    Jika kamu melihat semua tanda bahaya keuangan itu dan kamu merasa bisa mengatasinya bersama, ya terserah kamu. Bagaimanapun, cinta memang bisa melampaui segala persoalan duniawi.

    Meski tentu membutuhkan kerja keras, kamu bisa mengajak pasanganmu untuk mempelajari cara mengelola keuangan. Berikut ini beberapa tips finansial yang bisa kamu coba:

    1. Pahami Money Personality dari Pasanganmu

    Temukan kepribadian pasanganmu terkait urusan finansial. Pahami pandangan dan perilaku satu sama lain soal keuangan. Bersikaplah saling terbuka dan transparan kepada pasangan.

    2. Tetapkan Tujuan Keuangan Bersama

    Setelah kalian saling tahu kepribadian finansial kalian masing-masing, tentukanlah tujuan bersama. Identifikasi apa yang ingin kalian capai bersama dan bagaimana kalian dapat mencapainya.

    3. Tentukan Strategi Pengelolaan Uang yang Berhasil

    Setelah menetapkan tujuan, tentukanlah strategi mengelola keuangan yang cocok dengan kepribadian finansial kalian. Pertimbangkan lima strategi ini: 1) menjaga keuangan kalian masing-masing secara terpisah, 2) menggabungkan uang kalian sepenuhnya. Atau, kamu bisa coba pengaturan dengan semi-boundaries: 3) mengelola akun bersama dan juga akun masing-masing, 4) hidup dari pendapatan pasangan, atau 5) hidup dari pendapatan pasangan dan sekaligus mengelola pendapatan sendiri.

    4. Buat Rencana Anggaran

    Rencana anggaran dapat membantu kalian mengendalikan pengeluaran dan memastikan strategi keuangan kalian sebagai tips finansial yang akan berhasil.

    5. Identifikasi Kebutuhan versus Keinginan

    Duduklah dengan pasanganmu, dan tentukan kebutuhan serta keinginan masing-masing dari kalian. Diskusikan juga bagaimana kalian dapat memenuhinya.

    6. Maksimalkan Keuntunganmu

    Catat dari mana saja sumber keuangan tambahan bagi kamu dan pasangan. Misalnya, jika ada tunjangan pekerjaan, polis asuransi jiwa, dst.

    7. Diskusikan tentang Pekerjaan Ideal

    Setidaknya saat pandemi COVID-19 ini, sekitar 45% pekerja dewasa kehilangan pekerjaan. Tips finansial terkait ini, bicarakanlah dengan pasanganmu tentang bagaimana kalian akan mengelola keuangan saat gelombang pengangguran melanda.

    8. Putuskan Apakah Kalian Siap Secara Finansial untuk Memiliki Anak

    Diskusikan dengan pasangan apakah kalian akan mampu untuk mempersiapkan biaya hidup, kebutuhan medis, dan biaya pendidikan untuk anak.

    9. Siapkan Dana Darurat

    Dana darurat selalu akan diperlukan untuk berbagai kejadian tidak terduga. Misalnya saja, kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis, atau kecelakaan. Pastikan dana darurat itu juga mudah diakses oleh kedua belah pihak, misalnya dengan mengelola rekening bank bersama.

    10. Tinjau Keuanganmu secara Teratur

    Setelah kalian memiliki pola, pastikan untuk menjaga ritme menjalankan tips finansial ini. Bicarakanlah secara teratur tentang evaluasi rencana anggaran bulanan kalian.

    Pada akhirnya, tidak peduli seberapa sempurnanya kamu mengelola keuangan bersama, kamu mungkin masih akan menghadapi beberapa rintangan. Beberapa hal memang berjalan di luar kendali kita. Namun, yang terpenting adalah kamu dapat mengelola pengalaman negatif itu dengan pasangan. Semoga tips finansial di atas membantumu hidup lebih bahagia dengan si dia.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bustle.com, Eharmony, Simple



    Sumber : pluang.com