Author: 08

  • Susah Nabung? Yuk, Coba Tips Tidak Belanja di Hari Selasa dan Kamis Ini!

    Sejak kecil, kita selalu diajarkan bahwa hemat adalah pangkal kaya. Dahulu, kita sudah dibekali ihawal tips menabung sejak dini, yakni menaruh uang koin di celengan, dan dilengkapi dengan cara menabung yang baik, yaitu mengisi pundi-pundi tersebut setiap hari.

    Namun, ketika kita beranjak dewasa, segala tindakan baik itu seolah kian ditinggalkan. Bisa dimaklumi bahwa kebutuhan dan keinginan manusia semakin kompleks seiring pertambahan usia. Hanya saja, hal itu tentu tidak baik bagi kondisi keuangan personal kita.

    Kala menabung terasa kian sulit, ternyata masih ada satu trik menabung yang mungkin bisa membantu kita untuk menyimpan uang. Yaitu, menahan belanja di hari-hari tertentu.

    Salah satu penulis keuangan Jen Glantz baru-baru ini membagikan pengalamannya di Business Insider tentang bagaimana ia tidak membelanjakan uangnya setiap hari Selasa dan Kamis. Hasilnya, ia bisa menghemat US$300, atau sekitar Rp4,2 juta, setiap bulannya.

    Baca juga: Pilih Menabung atau Investasi?

    Bagaimana Ia Memulai Tips Menabung Seperti Demikian?

    Glantz mengatakan, salah satu resolusi terbesarnya di 2021 adalah berbelanja sesuai anggaran yang ia jalankan per bulan. Hal ini ia lakukan lantaran frustasi tak bisa menabung di setiap bulannya sepanjang 2020.

    Akhirnya, pada suatu hari, seorang temannya memberi nasihat ihwal cara menabung yang lebih baik. Yakni, dengan tidak membelanjakan uang setiap hari Senin per bulannya. Tanpa pikir panjang, ia akhirnya mengambil langkah lebih ekstrem, yakni langsung tak mengeluarkan uang pada hari Selasa dan Kamis setiap minggunya.

    Ternyata trik itu tak hanya berhasil bikin pengeluaran Glantz sesuai dengan anggarannya, namun juga mendulang tabungan dengan nilai yang lumayan.

    Bagaimana Cara Menabung yang Baik Tersebut?

    Glantz kemudian membeberkan rahasia agar bisa melaksanakan tips menabung tersebut.

    #1 Tulis di Kalender

    Glantz mengatakan, ia selalu menaruh pengingat di kalender bahwa ia tidak boleh belanja apa pun di hari Selasa dan Kamis. Pengingat itu ia pasang di kalender ponselnya setiap pagi, sehingga ia punya pola pikir yang kuat untuk berhemat sejak memulai hari. Alhasil, ia berhasil menghindari memesan kopi, memesan makan siang, dan memesan makan malam di dua hari tersebut. Ia juga berhasil menghindari godaan untuk berbelanja online.

    Namun, ia juga tak mengelak ihwal kesulitan menjaga konsistensi tips menabung tersebut.

    Ia mengaku beberapa kali hampir tergoda untuk membelanjakan uangnya. Namun, konsistensinya kembali kukuh setelah menyembunyikan dompetnya dan memblokir situs belanja daring menggunakan website blocker.

    #2 Catat Pengeluaran Setiap Hari

    Untuk menahan godaan belanja, Glantz juga kini mencatat pengeluarannya per hari di luar hari Selasa dan Kamis agar belanjanya bisa sesuai dengan rencana anggarannya. Selain itu menurutnya, mencatat pengeluaran juga penting untuk menakar berapa banyak uang yang sudah ia hamburkan setiap harinya.

    “Mengeluarkan US$0 dalam dua kali seminggu adalah perasaan yang luar biasa. Sebelum melakukan ini, pengeluaran harian saya rata-rata US$53, namun kini hanya US$41 saja,” tutur dia.

    Glantz menambahkan, melaksanakan kebiasaan tersebut lambat laun menghilangkan nafsu belanja dia di hari-hari lainnya. Ia kini bisa melewati godaan untuk membeli camilan atau produk kecantikan setiap melewati convenience store sehari-hari, meski di saat akhir pekan.

    “Saya sangat menikmati permainan mental ini,” imbuh dia

    #3 Jaga Konsistensi

    Glantz sudah melakukan tips menabung tersebut sejak awal Januari hingga Maret. Ia tak pernah lupa memasang pengingat di kalendarnya serta terus mencatat pengeluarannya. Namun, konsistensi tersebut tak akan berjalan dengan baik kalau tak disertai motivasi.

    “Saya akan tetap menjalankan cara menabung yang baik setiap pekan sampai tujuan finansial di tahun 2021 ini tercapai,” tutur dia.

    Baca juga: Harga Emas Diprediksi Naik Hari Kamis Ditopang Optimisme Stimulus AS

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Business Insider



    Sumber : pluang.com

  • Katanya Harga Bitcoin Punya Siklus 4 Tahunan. Apakah Itu?

    Bagi mereka yang menggandrungi aset kripto, terdapat satu mitos yang mengatakan bahwa harga Bitcoin memiliki siklus tersendiri. Yakni, satu siklus di mana tren harga Bitcoin punya pola yang berulang dalam kurun empat tahunan.

    Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian peminat Bitcoin setelah melihat anjloknya harga Bitcoin pada 2019 lalu. Untuk lebih memahami konteks tersebut, berikut adalah tabel historis harga Bitcoin sejak 2012.

    Baca juga: Tiga Alasan Ini Bisa Bikin Harga Ethereum Tembus Rp28 Juta Tahun Ini

    Bagaimana Pola Harga Bitcoin di Siklus Empat Tahunan Tersebut?

    Para analis dan investor meyakini bahwa siklus harga Bitcoin empat tahunan memiliki empat fase berbeda di setiap tahunnya. Apa sajakah fase yang dimaksud?

    #1 Fase Harga Eksponensial

    Ini merupakan tahap pertama dari siklus tersebut, di mana harga Bitcoin mengalami kenaikan tertinggi dan disertai dengan penciptaan rekor harga tertinggi (all-time high) yang terbaru.

    Banyak investor meyakini bahwa di fase tersebut, pelaku pasar berbarengan memborong Bitcoin atas alasan takut kehilangan momentum (fear of missing out). Alhasil, kenaikan permintaan yang tajam tentu mendorong kenaikan harganya secara curam.

    Kondisi itu diperlihatkan di tahun 2014, di mana harga Bitcoin meroket 5.691% secara tahunan (year-on-year), yang kemudian terulang lagi empat tahun kemudian di 2018 dengan kenaikan mencapai 1.244%.

    #2 Fase Harga Terkoreksi

    Hanya saja, setelah harga Bitcoin mengalami kenaikan yang luar biasa, para investor kemudian melakukan koreksi atas sikap terlampau optimistisnya terhadap Bitcoin. Sehingga, mereka kemudian akan melepas keping-keping Bitcoin-nya secara perlahan dalam aksi ambil untung dan mengakibatkan penurunan harga aset kripto tersebut.

    Kondisi koreksi harga ini terjadi di tahun 2015 dan terulang lagi empat tahun berikutnya di tahun 2019.

    #3 Fase Harga Pemulihan

    Setelah maraknya aksi jual Bitcoin di tahun sebelumnya, para investor kemudian memasuki lagi pasar Bitcoin untuk memborongnya dengan harga yang murah. Fase ini biasanya terjadi ketika investor merasa bisa mendulang cuan Bitcoin lantaran risiko fluktuasi harga Bitcoin sedang minim-minimnya. Hanya saja, aksi borong itu kemudian menyebabkan harga Bitcoin kembali terkerek naik di akhir tahun.

    Kondisi ini terjadi pada tahun 2016, di mana harga Bitcoin pulih 38% dari tekanan di 2015. Pola serupa terjadi lagi empat tahun berikutnya, atau di tahun 2020, ketika harga Bitcoin naik lebih dari 600% setelah porak-poranda di 2018

    #4 Fase Harga Berkelanjutan

    Setelah mengalami pemulihan, harga Bitcoin pun perlahan menuju jalur yang bullish. Secara sederhananya, fase ini biasanya menunjukkan bahwa psikologis investor tengah termotivasi untuk melakukan aksi beli ketimbang aksi jual meski harga tengah naik.

    Nantinya, jika harga Bitcoin ditutup di atas harga resistance di akhir tahun, maka hal itu akan membawa harga Bitcoin kembali ke fase pertama, yakni fase harga eksponensial.

    Kondisi ini ditujukan pada pola harga Bitcoin pada 2017. Dan kalau memang polanya betul-betul berulang, seharusnya fase ini pun akan jatuh di 2021.

    Baca juga: Penyebab Harga Ethereum Melonjak di Tahun 2020

    Kritikan Terhadap Siklus Empat Tahunan Harga Bitcoin

    Kendati “ilmu” ini dipercaya oleh fans Bitcoin garis keras, nyatanya masih ada yang meragukan akurasi dari pola yang dimaksud.

    Analis aset digital Benjamin Cowen adalah salah satu diantaranya. Menurutnya, siklus harga Bitcoin tidak akan selalu terjadi selama empat tahun sekali lantaran mekanisme permintaan-penawaran Bitcoin pasti juga akan berubah seiring waktu.

    Tak hanya itu, semakin maraknya jumlah investor Bitcoin juga tentu telah mengubah pendapat pelaku pasar secara keseluruhan ihwal sentimen bullish dan bearish harga Bitcoin. Oleh karenanya, ia percaya bahwa satu fase harga Bitcoin, misalnya harga terkoreksi atau fase harga pemulihan, bisa saja terjadi lebih dari setahun atau bahkan dua tahun di masa depan.

    “Jadi, jika kamu masih dipengaruhi oleh teori siklus empat tahun harga Bitcoin, mungkin kamu perlu mengubah pola pikirmu,” jelas Cowen. “Bukti-bukti yang saya kumpulkan malah menunjukkan bahwa siklus harga Bitcoin bukanlah empat tahun.

    Baca juga: Bagaimana Kabar Jack Ma? CEO Softbank Beberkan Kondisi Terkininya

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bitcoin.com



    Sumber : pluang.com

  • Yuk, Kenalan Sama Sekuritas dan Memahami Perusahaan Sekuritas!

    Jika kamu berkecimpung di dunia investasi, kamu tentu tak asing dengan istilah sekuritas. Namun, masih banyak yang bingung mengartikan sekuritas adalah salah satu produk investasi. Nah, agar kamu tidak menjadi salah satu golongan orang yang keliru, yuk kenali lebih dalam tentang sekuritas!

    Sekuritas adalah produk-produk investasi yang melibatkan pihak ketiga, yakni perusahaan sekuritas, dalam kegiatan transaksinya. Saham, obligasi, wesel, sertifikat dan deposito adalah definisi sekuritas. Sehingga, sekuritas bukanlah satu jenis aset, melainkan istilah untuk menggambarkan gabungan aset.

    Perusahaan sekuritas umumnya membantu transaksi jual beli efek sekuritas. Perusahaan ini berperan sebagai perantara antara investor dengan pasar modal dalam melakukan transaksi jual beli efek meski mereka tidak menerbitkan efek.

    Bank, perusahaan swasta, hingga perusahaan milik pemerintah kini berlomba-lomba menjadi perusahaan sekuritas. Tidak heran jika berbagai macam produk dan kemudahan pun ditawarkan guna mendapatkan investor sebanyak mungkin. Misalnya dengan menawarkan biaya admin dan setoran awal yang terjangkau, atau pun melalui proses transaksi yang mudah.

    Tidak dipungkiri jika berinvestasi sekuritas adalah investasi yang menjanjikan. Masih penasaran dengan apa itu sekuritas? Simak artikel di bawah ini, ya!

    Baca juga: Outlook Negatif S&P Bisa Tekan IHSG, Cermati Saham Emiten yang “Aman” Kala Pandemi

    Sekuritas Adalah Gabungan Instrumen Investasi

    Sekuritas sendiri dibedakan menjadi dua macam.

    Pertama, equity security (efek ekuitas) atau disebut juga dengan think stocks, yakni ekuitas yang dibarengi dengan hak kepemilikan. Lantas, apa sih artinya?

    Nah, di dalam efek ekuitas, perusahaan yang mengeluarkan sekuritas tersebut memiliki sebagian hak dari ekuitas yang kalian pegang. Tentu saja, hak kepemilikan ini memiliki batasan yang jelas. Kelemahan dari sekuritas ini adalah pemegang saham tidak selalu mendapatkan dividen dari perusahaan. Namun, shareholder bisa memperoleh capital gain ketika investor menjual sekuritas dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli.

    Kedua, debt securities (efek utang). Artinya, sekuritas berbentuk utang yang dipinjam oleh perusahaan, di mana utang tersebut harus dibayar kembali ke investor di kemudian hari. Ada beberapa jenis utang, misalnya obligasi dan sertifikat deposito (CDs), di mana pembayaran bunganya dilakukan secara reguler kepada investor. Efek utang diterbitkan untuk masa waktu tertentu, setelah itu penerbit dapat mengklaim kembali.

    Penjualan sekuritas diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peran OJK di sini untuk menetapkan aturan dan batasan tentang bagaimana mereka dapat diperdagangkan dan bagaimana perusahaan yang menerbitkan sekuritas memberikan informasi ke publik.

    Salah satu contoh ekuitas atau saham biasa adalah ekuitas emiten yang ditawarkan secara perdana ke publik melalui penawaran umum perdana, atau lebih dikenal sebagai Initial Public Offering (IPO). Yakni ketika suatu perusahaan swasta menerbitkan saham untuk pertama kalinya ke publik setelah mereka terdaftar sebagai perusahaan terbuka.

    Baca juga: Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

    Kenali Perusahaan Sekuritas Demi Investasi Maksimal

    Sebelum mengetahui lebih jauh, kalian harus paham mengapa sekuritas eksis di pasar investasi. Hal ini dikarenakan sekuritas bisa sangat berguna bagi perusahaan maupun pemerintah untuk menggalang modal baru yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan mereka.

    Pengumpulan modal ini bisa dilakukan melalui go public, di mana perusahaan bisa menjual saham di pasar terbuka (open market) dan melalui IPO. Pemerintah daerah juga bisa melakukan pengumpulan modal. Caranya, dengan menerbitkan obligasi daerah, mirip dengan skema yang dilakukan pemerintah pusat dalam menerbitkan obligasi pemerintah.

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah pihak yang mengatur perusahaan sekuritas di Indonesia. Perusahaan sekuritas adalah pihak yang telah memperoleh izin dari OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (broker-dealer), Penjamin Emisi Efek (underwriter), atau kegiatan lain sesuai ketentuan Pengawas Pasar Modal.

    Berikut detail kegiatan perusahaan sekuritas:

    #1 Perantara Pedagang Efek (Broker-Dealer)

    • Melakukan kegiatan jual beli Efek (surat berharga) untuk kepentingan sendiri atau pihak lain.
    • Jual-beli Efek seperti saham dan obligasi dapat dilakukan di Bursa Efek atau melalui transaksi di luar bursa (transaksi Over-the-Counter/OTC).

    #2 Penjamin Emisi Efek (Underwriter)

    • Membantu calon Emiten (perusahaan terbuka) dalam melaksanakan IPO, dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa efek yang tidak terjual.

    Info tambahan, jika kalian ingin membeli saham, kalian sebaiknya membuka rekening saham melalui perusahaan sekuritas yang sudah mendapat izin dari OJK sebagai Perantara Pedagang Efek.

    Jadi, sudah tidak bingung lagi, kan, dengan apa itu sekuritas? Pastikan kalian melakukan riset mendalam dulu, ya, sebelum membuka rekening dan membeli sekuritas suatu perusahaan. Kehati-hatian adalah kunci sukses investasi!

    Baca juga: Mulai Investasi Saham? Begini Cara & Syarat Buka Rekening Mandiri Sekuritas Online Trading

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Sikapi Uangmu OJK, Learn Robinhood



    Sumber : pluang.com

  • Anti Bangkrut! Simak Cara Jaga Kondisi Keuangan Setelah Kena PHK dan Menganggur!

    Kamu diberhentikan dari pekerjaan secara tiba-tiba tanpa peringatan? Hal pertama yang kamu pikirkan tentu bagaimana cara mengatur keuangan di kala dirimu berstatus sebagai pengangguran.

    Berhenti dari pekerjaan memang bak sebuah mimpi buruk. Kita pasti jadi berpikiran aneh-aneh seperti “apakah saya akan memperoleh pekerjaan baru?” atau “Bagaimana cara mengatur keuangan di situasi jobless seperti ini?”

    Rachel Ritlop dalam sebuah tulisan di The Confused Millennial mengungkapkan bahwa kehilangan pekerjaan bukanlah akhir dari dunia. Selama kita tahu cara mengatur keuangan, kita akan baik-baik saja.

    Lebih lanjut Rachel menganjurkan kita harus berpikiran optimistis bahwa kita akan pulih dari kondisi ini, hidup mungkin terlihat tidak sama, tetapi kita  akan terus melangkah maju.

    Tampaknya ini sulit dilakukan. Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Namun, bangkit dari keterpurukan akibat kehilangan pekerjaan adalah sesuatu yang tidak mustahil dilakukan.

    Baca juga: Penat di Kantor? Coba 7 Tips Ini yang Bisa Dongkrak Motivasi Kerjamu!

    Cara Mengatur Keuangan di Tengah Kondisi Tak Punya Pekerjaan

    Jika kamu masih memiliki pekerjaan tetapi khawatir dengan kemungkinan PHK dalam waktu dekat, ada beberapa strategi atau cara mengatur keuangan yang dapat kamu lakukan sekarang untuk lebih mempersiapkan keuanganmu jika kamu kehilangan pekerjaan.

    Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengalihkan tabungan pensiun menjadi dana darurat.

    Mengingat tahun 2020 dan 2021 adalah tahun yang sulit sehingga banyak muncul pengangguran, kita disarankan untuk menyimpan gaji dan menjadikannya dana darurat dengan nilai setidaknya setara dengan sembilan kali pengeluaran bulanan.

    Pokoknya, dana yang tadinya dicanangkan untuk pensiun mau tidak mau harus kamu alihkan menjadi dana darurat yang dapat digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Cara mengatur keuangan berikutnya adalah mengurangi pengeluaran. Jangan menunggu dipecat untuk mulai mengurangi pengeluaran kamu dan meninjau ulang anggaranmu.

    Lihat dengan teliti pengeluaranmu dan putuskan di bagian mana kamu bisa menguranginya. Mungkin kamu bisa menghentikan langganan streaming services untuk sementara waktu sebagai contohnya?

    Dalam rangka mengurangi pengeluaran, mungkin kamu bisa memulai memasak makanan di rumah saja alih-alih makan di luar?

    Baca juga: Karena Pandemi, Miliarder Terkaya di Dunia Merugi Hingga USD 408 M

    Cara Bangkit Kembali Secara Finansial Setelah Diberhentikan dari Pekerjaan

    Setelah bisa mengatur pengeluaran, langkah selanjutnya adalah segera mencari pekerjaan baru. Kamu bisa memulainya dengan menghubungi relasi-relasimu, atau rajin-rajin menelusuri halaman LinkedIn, atau cara lainnya.

    Idealnya, ketika kamu pertama kali dipekerjakan, kamu menegosiasikan paket pesangon. Namun, jika kamu tidak melakukannya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai membuat rencana tentang apa yang akan kamu minta jika diberhentikan.

    #1 Cara Mengatur Keuangan dengan Mencari Bantuan Instan

    Saat kamu kehilangan pekerjaan, kamu bisa merasa malu karena dipecat. Namun, patut disadari bahwa sekarang bukan waktunya untuk berpura-pura baik-baik saja ketika kamu benar-benar berjuang.

    Sebaliknya, mintalah bantuan kepada orang lain atau pihak tertentu. Dengan mencari bantuan, kamu akan lebih cepat bangkit dari keterpurukan akibat di-PHK.

    #2 Kurangi Pengeluaran dan Tinjau Kembali Anggaranmu

    Jika kamu sudah rajin berhemat sehari-hari, maka sekarang adalah saat yang tepat untuk menguranginya lebih banyak lagi.

    Cara mengatur keuangan setelah kehilangan pekerjaan bisa dilakukan dengan mengurangi lagi pengeluaranmu sebanyak mungkin. Pangkaslah apapun yang dirasa tidak perlu.

    #3 Cara Mengatur Keuangan dengan Menganalisis Situasi Keuanganmu

    Kamu perlu melihat apa saja pengeluaranmu yang menggunakan pembayaran otomatis dan lihatlah apakah ada yang perlu dijeda untuk sementara waktu.

    Dapatkan gambaran yang jelas tentang seberapa banyak uang yang ada di dana darurat kamu, berapa anggaran mingguanmu, dan berapa lama kamu dapat dengan nyaman hidup sebelum berutang.

    #4 Beri Dirimu Batasan

    Kamu mungkin perlu waktu untuk menenangkan diri setelah kamu diberhentikan dari pekerjaan. Itu sesuatu yang sangat normal.

    Namun, kamu harus memberi batasan pada dirimu. Sampai kapan kamu akan bersedih karena dipecat, dan kapan kamu harus segera bergerak maju ke depan lagi. Jangan sampai dengan dalih menenangkan diri, kemudian kamu malah berlarut-larut dalam kesedihan yang tak kunjung usai.

    Beri batasan dirimu, kemudian mulailah bergerak lagi, mempelajari lagi cara mengatur keuangan.

    #5 Siapkan Dirimu untuk Sukses Dalam Pencarian Kerja

    Sekarang adalah waktu yang tepat untuk memperbarui profil LinkedIn kamu. Sudah saatnya kamu mulai menghubungi kenalan atau relasimu untuk menanyakan adanya kesempatan kerja.

    Hanya karena kamu kehilangan pekerjaan hari ini dan “mungkin” mengalami masa-masa keuangan yang sulit, tidak berarti ini selamanya. Pekerjaan baru akan datang, keuangan kamu dapat pulih dengan menerapkan cara mengatur keuangan dan pergerakan uang yang cerdas, dan kamu akan terus maju.

    Kita semua pernah mengalami kesulitan, itu pilihan kita dalam menanggapi mereka. Kita bisa membiarkan mereka mendefinisikan kita, atau mendefinisikan mereka.

    Baca juga: Bergaji UMR dan Ingin Investasi? Atur Keuanganmu dengan 5 Langkah Ini

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Confused Millennial



    Sumber : pluang.com

  • Biar Paham, Yuk Kenali Komponen Biaya Dalam Investasi Reksadana!

    Semua orang nampaknya setuju bahwa berinvestasi reksadana adalah salah satu investasi paling mudah untuk dilakukan. Namun, bukan berarti kondisi tersebut bikin investor jadi malas memahami seluk-beluk investasi satu ini. Apalagi soal biaya-biaya yang timbul di dalam investasi reksadana.

    Mengapa investor perlu memahami biaya-biaya ini? Tentu saja agar mereka tidak protes ketika nantinya berhadapan dengan jumlah ongkos-ongkos yang timbul di investasi ini.

    Investor harus paham bahwa investasi reksadana dikelola oleh perusahaan manajemen investasi, bukan oleh diri mereka sendiri. Sehingga, wajar saja jika mereka perlu merogoh kocek lagi demi menunjang operasional para perusahaan ini. Toh, investor pun nantinya juga akan mendulang cuan yang manis dari kegiatan manajer investasi.

    Nah, untuk itu, calon investor sebaiknya kenalan dulu dengan beberapa jenis biaya yang akan ditanggung dalam berinvestasi reksadana. Simak baik-baik artikel ini, ya!

    Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Berikut Panduan Mudahnya untuk Pemula

    Tiga Kategori Biaya Investasi Reksadana

    Dalam reksadana, umumnya ada tiga kategori biaya yang dibagi berdasarkan pihak yang menanggung biaya tersebut.

    1. Biaya yang Ditanggung Reksadana

    Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit penyertaan, yang umumnya dijadikan harga suatu reksadana, ialah harga produk reksadana yang telah dikurangi berbagai biaya. Biaya-biaya yang termasuk sudah masuk ke produk reksadana ialah:

    • Biaya manajer investasi dan bank kustodian
    • Biaya yang mencakup percetakan dan pembaharuan prospektus
    • Biaya transaksi dan registrasi efek
    • Biaya yang mancakup percetakan dan distribusi bukti konfirmasi serta laporan bulanan reksadana
    • Biaya auditor dan notaris
    • Biaya yang terkait keperluan mendesak demi kepentingan reksadana

    Dalam kategori ini, biaya yang paling besar ialah biaya manajer investasi, bank kustodian, dan bank agen penjual (jika ada). Biaya pengelolaan reksadana ini berupa biaya broker dan biaya transaksi jual beli saham untuk portofolio reksadana.

    2. Biaya yang Ditanggung Manajer Investasi

    Biaya yang masuk kategori ini berkaitan dengan pembentukan awal reksadana serta biaya promosi. Misalnya: biaya persiapan pembentukan reksadana (pembuatan Kredit Investasi Kolektif [KIK] dan dokumen lainnya termasuk jasa akuntan, konsultan hukum, dan notaris). Di antaranya:

    • Biaya pencetakan dan distribusi prospektus awal
    • Terkait biaya administrasi pengelolaan portofolio reksadana seperti telepon, fax, dll.
    • Biaya pemasaran dan promosi
    • Terkait biaya percetakan dan distribusi formulir transaksi
    • Biaya pembubaran dan likuidasi

    Baca juga: Yakin Gak Mau Investasi Reksa Dana? Ini Lho 8 Manfaatnya!

    3. Biaya yang Ditanggung Investor

    Selain biaya-biaya yang sudah terdapat di dalam reksadana dan manajer investasi, pihak investor juga dibebankan beberapa biaya saat berinvestasi reksadana. Biaya-biaya ini merupakan biaya yang harus dibayar oleh investor, yakni:

    • Terkait Pembelian Unit Penyertaan (selling/subscription fee)

    Biaya pembelian unit penyertaan biasanya dibayarkan saat investor membeli produk reksadana. Biaya ini sendiri terbagi menjadi beberapa jenis

    • Transaksi subscription: biaya investasi reksadana yang dikeluarkan investor saat kali pertama membuka akun reksadana.
    • Penambahan dana (transaksi top up): yakni biaya saat investor menambah dana ke dalam reksadana. Nominalnya tergantung pada masing-masing manajer investasi, ada yang menetapkan minimum top up dan ada pula yang jumlahnya lebih besar dari subscription awal.
    • Transaksi auto debit: yakni penambahan dana investasi yang dilakukan dengan sistem otomatis setiap bulannya.
    • Terkait Pengalihan Unit Penyertaan (switching fee)

    Pada umumnya, dalam standar biaya investasi reksadana, biaya ini baru akan ditanggung oleh investor saat ia melakukan pengalihan atau switching reksadana. Artinya, ini terjadi bila investor ingin memindahkan investasi dari satu jenis reksadana ke reksadana yang lain.

    Akan tetapi, transaksi switching belum dapat dilakukan oleh semua reksadana. Oleh karena itu, sebelum berinvestasi sebaiknya hal ini ditanyakan ke manajer inevstasi.

    • Terkait Penjualan Kembali Unit Penyertaan (redemption fee)

    Besaran redemption fee atau biaya penjualan kembali unit penyertaan tergantung dari kebijakan perusahaan manajer investasi. Namun, biaya ini hanya berlaku untuk investor yang memiliki reksadana hingga tahun tertentu saja. Sedangkan bagi investor yang sudah lama, maka biaya ini tidak akan dikenakan kembali.

    • Biaya Transfer Bank Terkait Transaksi

    Secara umum, biaya ini ditanggung investor jika rekeningnya berbeda dengan rekening bank produk reksadana.

    Baca juga: Kenali Jenis Reksadana, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Reksadana Community, Lifepal



    Sumber : pluang.com

  • Apa Itu Prospektus? Yuk Kenalan dengan Makhluk Pasar Modal Satu Ini!

    Kamu yang berkecimpung di dunia investasi tentu sering melihat istilah prospektus perusahaan. Apa itu prospektus? Prospektus adalah dokumen formal yang dipersyaratkan oleh dan diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa.

    Umumnya, prospektus memberikan rincian tentang penawaran investasi, seperti saham, obligasi, dan reksadana, kepada publik. Dokumen prospektus ini membantu investor membuat keputusan investasi lantaran itu mengandung sejumlah informasi yang relevan tentang keamanan investasi.

    Komisi Sekuritas dan Bursa, dalam hal ini PT Bursa Efek Indonesia (BEI), juga memang mewajibkan penerbit sekuritas untuk menerbitkan prospektus yang baik dan tepat seperti rincian tentang tujuan investasi, strategi, kinerja, kebijakan distribusi, biaya, hingga manajemen dana perusahaan. Risiko investasi diungkapkan di awal prospektus dan dijelaskan lebih rinci dalam dokumen.

    Baca juga: Perlu Dicatat! Ketahui Beda Tingkatan Risiko dalam Investasi

    Prospektus Adalah Gambaran Aset yang Ditawarkan ke Publik

    apa itu prospektus

    Prospektus adalah gabungan antara profil perusahaan dan laporan tahunan yang menjadikannya dokumen resmi untuk memberi gambaran mengenai saham yang ditawarkan ke publik.

    Pada umumnya, prospektus digunakan untuk menyampaikan informasi seputar reksadana, saham, obligasi, dan aset investasi lainnya. Informasi yang dimaksud melingkupi bidang usaha perseroan, laporan keuangan, biografi dewan komisaris dan dewan direksi, dst.

    Pada penawaran perdana saham (alias IPO, atau Initial Public Offering), umumnya prospektus adalah informasi yang perlu memperoleh “pernyataan pendaftaran” terlebih dahulu dari komisi bursa efek.

    Di Amerika, pengajuan prospektus ini dilakukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dengan perincian tentang penawaran investasi kepada publik.

    Karena itu, suatu prospektus harus mencakup semua rincian dan fakta material mengenai penawaran umum dari emiten yang sekiranya dapat mempengaruhi keputusan pemodal atau calon investor.

    Prospektus harus mencakup rincian dan fakta material mengenai penawaran umum dari emiten. Rincian ini tentunya untuk mempengaruhi keputusan pemodal, peraturan ini diatur dalam UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

    Di Indonesia, dikenal beberapa tahapan prospektus, yaitu:

    • Prospektus awal: digunakan dalam rangka penawaran awal untuk melihat minat pasar (book building). Seperti yang diketahui, prospektus adalah dokumen tertulis yang memuat informasi dalam prospektus yang disampaikan kepada Bapepam sebagai bagian dari pernyataan pendaftaran.
    • Prospektus ringkas: umumnya dipakai dalam rangka penawaran umum kepada publik. Informasi yang dicantumkan jelas dan komunikatif. Urutan penyampaian fakta pada prospektus ditentukan oleh relevansi fakta. Sekurang-kurangnya melingkupi beberapa informasi penting. Di antaranya prakiraan tanggal efektif, masa penawaran, tanggal pengembalian uang pemesanan, penyerahan surat efek, penjatahan, pencatatan yang direncanakan dan informasi umum perusahaan.
    • Prospektus final: dipublikasikan setelah pernyataan pendaftaran telah dinyatakan efektif oleh Bapepam. Prospektus final mencakup informasi latar belakang yang telah difinalisasi, serta jumlah saham atau sertifikat yang akan dikeluarkan sebagai harga penawaran.

    Baca juga: Dukung Isu Sosial Sambil Investasi? Ini Model SRI yang Bisa Kamu Terapkan

    Cakupan Informasi Prospektus

    Sebagai rangkuman investasi, prospektus yang baik dalam penawaran saham umumnya harus mencakup beberapa informasi berikut:

    • Ringkasan singkat tentang latar belakang perusahaan dan informasi keuangan
    • Nama perusahaan yang menerbitkan saham
    • Jumlah saham
    • Jenis sekuritas yang ditawarkan
    • Apakah penawaran bersifat publik atau pribadi
    • Nama-nama kepala perusahaan
    • Nama bank atau perusahaan keuangan yang melakukan penjaminan emisi

    Selain itu, prospektus adalah informasi yang dapat pula menerangkan jenis aset lain. Dalam investasi reksadana, prospektus berisi rincian tentang tujuan dana, strategi investasi, risiko, kinerja, kebijakan distribusi, biaya, pengeluaran, hingga manajemen dana. Biaya untuk pembelian, penjualan, dan perpindahan antardana juga turut disertakan.

    Karena prospektus adalah informasi yang teramat dibutuhkan dalam penawaran saham, beberapa perusahaan diizinkan untuk mengajukan prospektus ringkas terlebih dahulu. Dokumen ini umumnya berisi informasi yang sama dengan prospektus final.

    Dikeluarkannya prospektus umumnya bertujuan untuk memberi tahu investor tentang risiko yang terkait dengan investasi sekuritas atau dana. Investor dapat mempelajari keuangan perusahaan untuk memastikan cukup layak secara finansial untuk memenuhi komitmennya.

    Risiko biasanya dijelaskan di awal prospektus dan dijelaskan secara lebih rinci pada prospektus final. Lama berdirinya perusahaan, pengalaman manajemen, dan keterlibatan manajemen dalam bisnis, hingga kapitalisasi penerbit saham juga dijelaskan.

    Baca juga: Yuk, Kenalan Sama Sekuritas dan Memahami Perusahaan Sekuritas!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Bapepam



    Sumber : pluang.com

  • Jangan Tunda Lagi! Ini 8 Langkah Mengatur Keuangan yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang!

    Apakah kamu sering bermimpi jadi kaya dan tidak memiliki masalah finansial sedikit pun? Kalau jawabannya adalah ya, tentu saja tidak apa-apa. Semua orang berhak berandai-andai menjadi tajir dan tidak usah memutar otak cari cara mengatur keuangan dengan penghasilan pas-pasan.

    Hanya saja, ketika berkaca pada kondisimu saat ini, mungkin kamu merasa bahwa mimpimu itu terlalu ketinggian dan sulit dicapai. Apalagi mitosnya, orang baru akan merasa sukses secara finansial dan bisa leluasa mengatur keuangannya jika sudah memiliki penghasilan yang besar setiap bulannya.

    Namun, jangan batasi dirimu, Sobat Cuan! Sebab nyatanya, kamu bisa memulai untuk mewujudkan mimpimu tersebut sekarang juga. Ya, saat ini juga! Yang kamu perlu lakukan adalah lakukan hal-hal kecil di bawah ini dengan konsisten.

    Lantas, apa saja cara-cara yang dimaksud?

    Baca juga: Mulai Investasi dengan Risiko Kecil, Sudah Coba 5 Jenis Investasi Ini Belum?

    Jangan Tunda-Tunda Lagi! Yuk, Ikuti Cara Atur Keuangan yang Mudah Ini

    1. Jangan Remehkan Pembelanjaan yang Kecil

    Sudah sewajarnya kalau kebanyakan dari kita selalu berhati-hati dalam mengeluarkan uang berjumlah besar, entah itu untuk belanja atau pun berinvestasi. Hanya saja, kadang kita juga ceroboh untuk tidak memperhatikan nilai-nilai pengeluaran yang terbilang kecil.

    Kondisi tersebut tentu tidak boleh luput dari perhatian kamu. Sebab, jika kamu terus remehkan pengeluaran kecil, maka kondisi finansial kamu akan perlahan sekarat. Ibarat kata pepatah, “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”. Belanja dalam jumlah sedikit, namun kalau dilakukan sering-sering, hanya akan menjadi duri dalam daging.

    Maka dari itu, kamu jangan pernah remehkan pengeluaranmu meski hanya Rp1. Bukan bermaksud untuk mengajak kamu jadi orang pelit, namun melakukan hal tersebut akan membantu kamu “sadar” tentang cara mengatur keuangan sejak dini.

    2. Cara Mengatur Keuangan dengan Fokus ke Masa Depan

    Mengeluarkan uang untuk belanja demi memuaskan hawa nafsu memang sangat mudah. Tapi, kamu juga perlu ingat bahwa kamu juga bisa melarat jika terus menuruti kemauan kamu. Bahkan, bukan tidak mungkin nantinya kamu malah tidak punya tabungan dan dana darurat.

    Untuk itu, sebelum kamu memutuskan untuk belanja hal-hal yang dirasa tidak penting, kamu perlu mengingat kembali tujuan finansialmu di masa depan.

    Selain itu, demi meredam nafsu belanjamu, kamu juga bisa membandingkan rencana pengeluaran itu dengan rencana belanja lain yang bernilai sama, namun lebih esensial bagi hidupmu di masa depan.

    Sebagai contoh, saat ini kamu mungkin sedang kepengen membeli tas tangan yang sedang ngetren seharga Rp10 juta. Nah, untuk menyusutkan niat belanjamu, kamu bisa membandingkan rencana belanja itu dengan hal lain yang bernilai sama, misalnya “Lebih baik belanja tas Rp10 juta atau bayar sewa kos-kosan empat bulan sebesar Rp10 juta?” dan semacamnya.

    3. Hindari Berbelanja Jika Hanya untuk Pujian

    Ingin mendapatkan pujian adalah naluri setiap manusia, akan tetapi jika sudah berlebihan maka itu bukanlah keputusan yang baik. Demikian juga ketika membelanjakan uang kita, jangan sampai itu ditujukan untuk gengsi belaka. Belanjalah sesuai dengan kebutuhan yang benar-benar kamu perlukan.

    4. Cara Mengatur Keuangan dengan Mencatat Belanja

    Kita sering mendengar istilah put things in black and white. Ini merupakan pembelajaran yang berharga jika dihubungkan dengan hal keuangan. Kita harus mengerti tentang the inflows and the outflows, atau pemasukan dan pengeluaran. Orang kaya selalu memiliki catatan dari mana uang mereka datang, dan ke mana uang mereka akan pergi nantinya.

    5. Bekerja Keras

    Kamu mungkin beranggapan bahwa orang-orang yang hidupnya terlihat nyaman adalah mereka yang memang sudah tajir dari lahir. Nah, jangan salah persepsi, Sobat Cuan! Nyatanya, sebagian dari mereka berada di posisi saat ini karena mereka juga bekerja keras.

    Maka dari itu, kamu harus tetap semangat dalam bekerja. Percayalah bahwa usaha kamu akan mendatangkan hasil yang positif. Dan jangan lupa untuk mengambil kesempatan apa pun demi menambah penghasilan.

    Baca juga: Tidak Kunjung Kaya? Ini 10 Alasan yang Menghambatmu Jadi Orang Kaya

    6. Investasi dengan Jumlah Berapa Pun Sejak Dini

    Kita kadang kala mengabaikan sesuatu yang jumlahnya kecil. Namun terkadang, sesuatu yang kecil itu justru dapat berlipat ganda menjadi jumlah besar. Hal ini juga berlaku di dalam investasi.

    Tidak apa-apa kalau kamu hanya berinvestasi sebesar Rp100 ribu atau bahkan hanya Rp50 ribu per bulan, asalkan kamu selalu konsisten. Siapa tahu, lembaran Rp50 ribu yang kamu investasikan akan berbuah manis di masa depan.

    7. Hasilkan Rupiah dengan Singkirkan Barang yang Tak Perlu 

    Cara mengatur keuangan lain yang bisa kamu lakukan sekarang adalah dengan menyortir barang yang kamu miliki saat ini. Pilah-pilah saja barang yang masih berguna bagi kamu dan mana saja yang bersifat sebaliknya. Setelahnya, kamu bisa menjual barang-barang yang “kurang penting” itu untuk mendulang rupiah dan menggunakan uang itu untuk menabung atau belanja yang mendesak.

    8. Cara Mengatur Keuangan Paling Penting: Berhemat!

    Terakhir, inilah yang terkadang kita remehkan akan tetapi sangat manjur dalam membantu kondisi keuangan kita.

    Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Berbagai Sumber



    Sumber : pluang.com

  • Mau Investasi Saham AS? Simak 5 Saham SP 500 yang Wajib Dibeli Sekarang!

    Membeli saham, termasuk di bursa Amerika Serikat, terbilang tidak sulit lagi setelah banyaknya platform yang menyokong transaksi tersebut. Namun, membeli saham yang tampaknya potensial saja tidak cukup. Seorang investor cerdas perlu merancang strategi yang tepat, utamanya dalam memperhitungkan kapan saat yang pas untuk membeli saham potensial-potensial tersebut.

    Bulan Maret mungkin menjadi salah satu momen yang tepat untuk membeli saham-saham tersebut. Apalagi, kini indeks saham tersebut tengah mengalami momentum bullish setelah pemerintah Amerika Serikat menyetujui paket stimulus sebesar US$1,9 triliun pada Sabtu pekan lalu.

    Tak hanya itu, penggelontoran stimulus mestinya menjadi momen bagi investor untuk memahami bahwa ekonomi AS tengah bergerak menuju pemulihan. Hal itu akan berpengaruh ke minat investor yang semakin berani menempatkan dana ke aset berisiko, seperti saham, dan akhirnya mengerek nilai indeks saham. Nah, investor perlu memanfaatkan momen tersebut dengan berinvestasi di beberapa saham-saham unggulan.

    Baca juga: Investasi Antariksa AS Tahun Lalu Capai Rp124,5 Triliun

    Bagaimana Membaca Kinerja Pasar Saham Amerika Serikat di Tengah Situasi Sulit?

    Ada ribuan saham yang diperdagangkan di NYSE dan Nasdaq. Namun, saham apa saja yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar?

    Hal-hal di berikut ini selalu menjadi pertimbangan untuk memilih saham-saham unggulan di bursa saham Amerika Serikat:

    1. Investasi di perusahaan yang mengalami pertumbuhan pendapatan triwulanan sebesar 25%.
    2. Investasi di perusahaan yang memiliki produk dan layanan baru yang tengah digandrungi pasar.
    3. Pertimbangkan juga perusahaan yang kelihatannya belum mencapai titik laba, biasanya adalah saham-saham yang baru saja ditawarkan ke publik, namun berpotensi menghasilkan pertumbuhan pendapatan signifikan di masa depan.
    4. Pertimbangkan penawaran dan permintaan untuk saham itu sendiri.
    5. Bisa juga fokus pada saham-saham perusahaan yang memimpin di masing-masing indeks kelompok industri dan memiliki reputasi baik.
    6. Saat mengidentifikasi saham yang tepat, secara teknis carilah saham dengan garis grafik yang cenderung menunjukkan peningkatan. Saham yang bertahan di tengah kondisi sulit kerap akan mencetak harga tertinggi baru di saat pasar kembali stabil.

    Jadi, apa saja saham-saham Amerika Serikat yang dianggap memenuhi syarat-syarat di atas dan perlu masuk ke dalam radar investor bulan ini? Analisis Investor’s Business Daily merangkum lima saham yang paling unggul, yakni saham Walt Disney (DIS), Microsoft (MSFT), Ford (F), perusahaan induk Google, Alphabet (GOOGL), dan Vale (VALE). Apa alasannya?

    Baca juga: Queen’s Gambit Bikin Netflix Tembus 200 Juta Pelanggan Tahun Lalu

    Lima Saham Unggulan Amerika Serikat

    1. Saham Disney

    Harga saham Disney baru saja melewati titik beli di kisaran US$183,60. Garis kekuatan relatifnya melonjak ke ketinggian baru, karena itu saham ini memiliki RS Rating 78 dari standar 99 di tengah kinerja pasar yang juga tengah meningkat.

    Lonjakan ini tampaknya berasal dari keuntungan mengejutkan bagi perusahaan Disney yang datang dari jumlah pelanggan streaming Disney + yang melonjak. Pelanggan layanan ini naik menjadi 94,9 juta pada 2 Januari, naik 9% dari 86,8 juta pada 2 Desember.

    Selama pandemi, layanan streaming ini memang menjadi titik terang bagi saham Disney di antara saham Amerika lainnya. Perusahaan ini telah melampaui 60 juta pelanggan Disney + di seluruh dunia, dan 100 juta pelanggan secara keseluruhan untuk penawaran streaming-nya. Layanan yang ditawarkannya termasuk Hulu, ESPN +, dan Disney +.

    CEO Disney Bob Chapek mengatakan bahwa layanan streaming bermerek Star akan menjadi merek keenam dalam Disney + di beberapa pasar yang menampilkan tayangan lebih edgy. Pada 11 Desember, Chapek sempat menyebut bahwa Disney berharap memiliki 230 juta hingga 260 juta pelanggan Disney + pada 2024.

    Selain itu, dorongan kuat juga berasal dari sentimen pembukaan kembali ekonomi seiring pandemi COVID-19 yang bisa ditekan melalui program vaksinasi massal. Pada Jumat pekan lalu, negara bagian California sudah memperbolehkan taman hiburan untuk kembali beroperasi pada 1 April mendatang. Artinya, lini taman hiburan Disney, Disneyland, bisa mendulang pendapatan lagi di tahun ini.

    2. Saham Microsoft

    Harga saham Microsoft berada tepat di bawah titik beli US$232,96 setelah sempat mencapai rekor US$246,13 pada 16 Februari. Kendati begitu, saham Micrsoft telah naik lebih dari 4% sejak awal tahun. Ini kinerja yang luar biasa dibandingkan saham Amerika Serikat lain pada umumnya.

    Microsoft adalah salah satu ari hanya empat saham yang terdaftar di AS dengan kapitalisasi pasar triliunan dolar dan mendekati US$2 triliun.

    Kunci dari performa mumpuni Microsoft adalah kinerja pendapatannya yang sangat baik. Sebagai contoh, pada kuartal lalu saja, pertumbuhan pendapatan Microsoft berhasil capai 34%. Kondisi ini juga tercermin dalam peringkat laba per saham (Earning-per-Share) sebesar 95, atau berkinerja baik.

    Sejauh ini, para investor institusional adalah pendukung besar saham Microsoft. Kinerja perusahaan Microsoft memang mendapat manfaat dari tren bekerja-dari-rumah dan belajar-dari-rumah selama pandemi. Perangkat lunak dan layanan komputasi awan juga menyokong kinerja baik tersebut.

    Analis memprediksikan saham akan bertumbuh, dengan nilai laba per saham diharapkan tumbuh 28% pada 2021 dan 9% pada 2022 secara tahunan (year-on-year).

    Baca juga: Sempat Diramal Rugi, Walt Disney Akhirnya Catat Laba

    3. Saham Ford

    Harga saham Ford tepat di atas titik beli US$12,14 setelah melampaui pekan yang ketat dalam tiga minggu.

    Dalam perspektif jangka panjang, saham Ford membuat kemajuan signifikan sejak Mei 2020 dibandingkan saham Amerika lainnya. Nilai saham Ford telah naik lebih dari tiga kali lipat dari posisi terendah selama 52 minggu. Kinerja pasar saham yang membaik telah membantu posisi Ford di peringkat kompositnya meningkat menjadi 89 dan diprediksi akan terus menguat.

    Saham Ford mendapatkan keuntungan signifikan dari sikap perusahaan yang sangat agresif dalam pengembangan kendaraan listrik dan teknologi lainnya. Baru-baru ini, Ford mengumumkan akan menggelontorkan belanja modal sebesar US$29 miliar hingga 2025, dengan rincian US$22 miliar untuk pengembangan kendaraan listrik dan US$7 miliar sisanya untuk pengembangan kendaraan swakemudi.

    Selain itu, Ford mengumumkan akan melakukan peluncuran crossover listrik Mustang Mach-E di Eropa di tengah rencana untuk “all-in” pada kendaraan listrik di sana. Mustang akan bersaing dengan Model Y dari Tesla.

    Ford juga mengumumkan pada Februari bahwa perusahaan ini menjalin kemitraan enam tahun dengan perusahaan induk Google, Alphabet untuk meengembangkan kendaraan yang lebih terkoneksi. Kemitraan ini akan menggunakan aplikasi dan layanan Google ke dalam kendaraan Ford dan Lincoln di masa depan.

    4. Saham Alphabet

    Perusahaan induk Google melewati tiga minggu yang ketat pada titik beli US$2.145,24. Titik ini tepat di atas harga tertinggi sepanjang masa yang telah dicapai Google pada pertengahan Februari.

    Alphabet naik 3,7% menjadi 2.097,07 di pekan lalu, rebound dari rata-rata pergerakan eksponensialnya selama 21 hari. Sebagian besar keuntungan itu terjadi pada Jumat, yang juga bertepatan dengan reli saham Amerika Serikat lainnya.

    Sejauh ini, saham Google memperoleh keuntungan dari rebound dalam iklan digital seiring meluasnya vaksinasi untuk COVID-19. Komputasi cloud tampak menjanjikan, kendati bisnis ini tidak terlampau menguntungkan bagi Alphabet untuk saat ini. Sementara ini, margin operasi bisnis komputasi cloud Google masih jauh lebih rendah daripada perkiraan para analis.

    5. Saham Vale

    Harga saham Vale tepat berada di bawah titik beli US$17,78. Namun, raksasa pertambangan Brasil ini berhasil melonjakkan saham sebesar 9,6% di pekan lalu.

    Rebound-nya harga saham Vale dibandingkan saham Amerika lainnya dalam 10 pekan terakhir menunjukkan tanda positif. Kenaikan saham Vale ditopang oleh kenaikan harga komoditas ketika negara-negara mitra perusahaan ini membuka kembali perbatasannya.

    China meningkatkan belanja infrastruktur untuk menopang ekonominya dan hal ini membantu memacu permintaan baja. Bijih besi yang diproduksi Vale merupakan bahan baku utamanya. Demikian pula permintaan baja untuk produksi peralatan dan mobil di AS.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investor’s Business Daily



    Sumber : pluang.com

  • Simak 4 Mitos Tentang Bitcoin yang Sudah Terbantahkan!

    Investasi Bitcoin, beserta dengan jenis aset kripto lainnya, kini sedang digandrungi masyarakat. Selain karena memang harganya yang meroket tajam, kegemaran masyarakat terhadap Bitcoin nampaknya juga didorong oleh meningkatnya kepercayaan dari para investor besar.

    Pada bulan lalu, contohnya, produsen mobil listrik Tesla mengumumkan akan menempatkan dana US$1,5 miliar di Bitcoin. Selain itu, perusahaan investment bank JPMorgan juga telah mengimbau investor untuk menempatkan dana di Bitcoin sebagai langkah diversifikasi.

    Hanya saja, mereka yang merupakan fans berat Bitcoin sejak lama mengetahui bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun ke belakang. Kala itu, Bitcoin masih diasosiasikan dengan hal-hal negatif, sehingga masyarakat enggan dekat-dekat dengan aset kripto tersebut.

    Di bawah ini adalah empat mitos buruk tentang investasi Bitcoin yang sudah terbantahkan seiring berjalannya waktu. Apa saja “takhayul-takhayul” tersebut?

    Baca juga: Mitosnya, Maret Selalu Menjadi Bulan Sial Bagi Harga Bitcoin. Benarkah?

    Empat Mitos Investasi Bitcoin yang Sudah Dipatahkan

    1. Hanya Kriminal yang Memegang Bitcoin

    Hal ini mungkin adalah mitos paling lama dan sering berputar di masyarakat. Di satu sisi, memang betul bahwa beberapa badan intelijen dunia mencurigai adanya tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme melalui transaksi aset kripto. Niat jahat tersebut bisa muncul karena sifat transaksi aset kripto yang berbasiskan anonimitas. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ada satu masa di mana mayoritas Bitcoin digunakan untuk transaksi pasar gelap dan perjudian.

    Hanya saja, anggapan tersebut lambat laun berkembang lebih luas menjadi “Bitcoin adalah mata uang yang digenggam para kriminal”. Perlu diketahui bahwa transaksi atas dasar niat jahat yang dilakukan oleh kriminal menggunakan Bitcoin tentu adalah ilegal. Namun, menggenggam Bitcoin sendiri bukanlah sesuatu yang ilegal.

    Sama saja seperti uang konvensional (uang fiat). Ia bisa digunakan sebagai sarana pendanaan aksi-aksi jahat, tetapi di sisi lain ia juga bisa digunakan untuk beramal dan hal-hal positif lainnya. Sehingga, tidak benar jika Bitcoin hanya dimiliki oleh para kriminal. Apalagi, kini makin banyak lembaga jasa keuangan yang memantapkan Bitcoin sebagai salah satu instrumen investasi utama.

    2. Bitcoin Tidak Punya Nilai Intrinsik / Mitos Investasi Bitcoin Hanya Spekulasi

    Mitos yang satu ini nampaknya masih menjadi perdebatan hangat hingga sekarang. Bahkan, Badan Pendapatan Amerika Serikat (IRS) masih kelimpungan untuk mengutip pajak dari aset kripto satu ini karena tidak ada nilai intrinsik yang bisa dijadikan dasar pengenaan pajak.

    Namun, Bitcoin dan aset kripto tentu memiliki nilai intrinsik sendiri. Beberapa penelitian menemukan bahwa nilai intrinsik Bitcoin terletak pada ongkos marginal dari penambangan Bitcoin.

    Ongkos menambang Bitcoin juga bukan biaya bohongan, lho. Perlu diketahui bahwa Bitcoin menggunakan sistem Proof-of-Work, di mana masing-masing komputer yang terkoneksi dengan sistem blockchain Bitcoin harus mencapai kata sepakat sebelum memverifikasi transaksi atau menambang Bitcoin baru. Banyaknya komputer yang terlibat di dalam sistem Proof-of-Work akan menyebabkan penggunaan listrik yang besar, dan otomatis bisa mengerek naik tagihan listrik.

    Nah, tagihan listrik inilah yang disebut dengan biaya “beneran Bitcoin, yang kemudian menopang nilai intrinsik dari raja aset kripto tersebut.

    Selain itu, nilai intrinsik Bitcoin juga terletak dari kelangkaannya. Seperti yang kita ketahui, hanya ada 21 juta keping Bitcoin di dunia ini, di mana seluruhnya akan selesai ditambang pada 2140 mendatang.

    3. Bitcoin Tidak Aman

    Beberapa tahun lalu, banyak orang yang tidak percaya dengan Bitcoin lantaran takut bahwa peretas bisa memasuki jaringan tersebut dan “mencolong” keping-keping Bitcoin di dalamnya. Namun, investor perlu ingat bahwa sistem blockchain Bitcoin bisa dibilang tahan dari serangan hacker — setidaknya hingga saat ini.

    Bahkan, meretas jaringan Bitcoin mungkin akan menjadi mimpi buruk bagi para pelakunya. Ini lantaran aset kripto tersebut ditransaksikan menggunakan sistem kriptografi yang tidak dapat diubah secara sembarangan. Baca tautan di bawah ini untuk penjelasan lebih lanjut, ya!

    Baca juga: Apakah Investasi Bitcoin Aman dari Serangan Hacker? Simak Jawabannya Di Sini!

    4. Bitcoin adalah Investasi Tipu-Tipu

    Memang, ada beberapa kasus di mana penawaran koin perdana (Initial Coin Offering) beberapa aset kripto ternyata berisikan penipuan dengan skala besar-besaran. Sialnya, kasus tersebut bikin nama Bitcoin jadi tercemar, di mana investasi Bitcoin selalu dianggap sebagai investasi tipu-tipu.

    Padahal, kenyataannya tidak begitu. Hal itu pun terbantahkan dengan sendirinya setelah banyaknya minat perusahaan dan investor kelas kakap untuk menempatkan dana di Bitcoin. Mereka memperlakukan Bitcoin sama seperti instrumen investasi lainnya.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Demi Bisa Menabung, Simak Cara Hidup Hemat dan Sehat dalam 7 Langkah

    Jika kamu ingin mengelola keuangan dengan lebih baik, kamu perlu menerapkan cara hidup hemat dan sehat. Ini termasuk juga cara hemat uang bulanan dan mengatur keadaan keuangan agar lebih tertata dan sesuai dengan ekspektasi.

    Pola hidup hemat perlu diterapkan sejak dini dan ini mengisyaratkan pengendalian diri. Demi mengatur masa depan dan berbagai kegiatan yang ingin dilakukan, setidaknya kamu mesti memiliki modal yang cukup.

    Tak pelak, cara hemat uang ataupun menerapkan cara hidup hemat dan sehat adalah suatu keniscayaan demi memenuhi impian atau wishlist-mu.

    Berhemat dan menabung akan memberi manfaat bagimu agar merasa terbebas dari perasaan khawatir akan masalah keuangan.

    Membiasakan pola hidup hemat sejak dini akan membiasakanmu menjadi pribadi yang lebih matang dalam memikirkan konsekuensi finansial dan mengambil keputusan.

    Kebiasaan berhemat akan memberi modal dan dana cadangan bagimu untuk membangun masa depan karier, modal wirausaha, hingga persiapan dana pensiun. Karena merencanakan ketangguhan finansial sepenting itu, yuk cari tahu cara berhemat yang pas buat kamu!

    Baca juga: 5 Cara Menabung yang Tepat demi Wujudkan Resolusi Keuangan 2020

    7 Cara Menabung yang Dijamin Hemat dan Sehat!

    1. Menyusun Daftar untuk 30 hari

    Solusi terbaik untuk tidak terjebak hidup boros adalah dengan menyusun daftar untuk 30 hari ke depan. Tentukan mana prioritas kebutuhan dan yang mana keinginan.

    Jadwalkan waktu belanjamu, dengan daftar keperluan yang sudah tercatat rapi sebelumnya. Jangan masukkan barang atau hal-hal yang bersifat keinginan ke dalam daftar prioritas, ya!

    Untuk menerapkan cara hemat uang, kamu perlu meyakinkan dirimu bahwa, misalnya, kebutuhan makan lebih penting daripada keinginan nonton ke bioskop.

    2. Cara Hemat Uang dengan Bijak Berbelanja

    Apakah kamu tipe yang senang berbelanja di mal? Seringkali, saat sedang window shopping, kamu tanpa sadar membeli barang yang sebenarnya mulanya tidak ingin kamu beli. Hal ini bisa dihindari jika kamu memang ingin menerapkan cara hemat uang.

    Usahakan kamu selalu punya tujuan jika ingin pergi ke suatu tempat. Saat berbelanja, bikin daftar apa saja barang yang kamu perlukan. Usahakan totalnya tidak melebihi bujet yang sudah kamu set sebagai standar bulan itu.

    3. Membawa Bekal

    Cara hemat uang yang paling mudah adalah dengan mempersiapkan bekal makan dari rumah. Tidak perlu mempersiapkan bekal yang ribet. Kamu tinggal mempersiapkan bekal seperlunya saja dengan kemasan sesederhana mungkin.

    Selain menghemat biaya, kamu juga bisa menjaga kesehatan tubuh dengan memonitor asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhmu.

    Baca juga: Hemat Uang Belanja Demi Menabung, Begini 9 Cara Mudahnya

    4. Jangan meremehkan uang receh

    Ketika memperoleh uang receh, kita cenderung menyumbangkannya atau meremehkannya. Padahal, uang receh pun masih ada nilainya!

    Sikap meremehkan uang receh ini perlu diperbaiki jika kamu ingin menerapkan pola cara hemat uang. Jika nanti kamu dapat uang receh, simpan uang receh itu dalam wadah khusus, bisa di celengan atau di setoples, lalu letakkan di tempat yang mudah dijangkau.

    Kamu bisa menukarnya dengan uang kertas jika nilainya sudah mencapai nominal tertentu.

    5. Cara Hemat Uang dengan Menerapkan Pola Hidup Sederhana

    Tidak terpengaruh pergaulan sosial yang boros adalah kunci dari cara hemat uang. Kamu mesti benar-benar memikirkan pergaulan sosial yang kamu inginkan atau butuhkan, apakah sesuai dengan minatmu dan memberi manfaat bagimu.

    Jika kamu ingin menerapkan pola hidup hemat, kamu mesti memikirkan ulang pergaulan yang kamu ikuti. Jangan sampai pergaulanmu justru menuntunmu ke gaya hidup boros. Hindari nongkrong di kafe hits atau belanja barang mewah jika tidak betul-betul kamu perlukan.

    6. Pastikan Pengeluaran Lebih Kecil Daripada Pendapatan

    Jika kamu sudah punya daftar anggaran, kamu mestinya sudah bisa memperkirakan berbagai kebutuhanmu. Usahakan total pengeluaranmu berada di batas wajar pengeluaran setiap bulannya.

    Jangan sampai ada total pengeluaran yang lebih besar dari pendapatanmu. Karena jika ini terjadi, biasanya orang akan mengambil utang untuk menutup kekurangan ini. Tentu saja, untuk mencapai keamanan finansial, berhutang sangat tidak dianjurkan.

    7. Menjaga Kesehatan demi Menghemat Biaya Berobat

    Pepatah bijak mengatakan, “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Anjuran ini bisa juga jadi mantra sakti bagimu untuk menjaga kesehatan dan menghindari biaya berobat yang kian mahal!

    Tentu, konsekuensinya, kamu perlu menjaga kesehatan. Mulailah dengan membentuk gaya hidup sehat dan menerapkan pola makan teratur, jenis makanan yang sehat dan bergizi, serta memperbanyak olah raga.

    Pola hidup sehat yang dibarengi olah raga ini juga akan memberimu gaya hidup yang lebih baik.

    Setelah tahu cara hemat uang dan cara hidup hemat dan sehat ini, kamu bisa dong menerapkannya demi hidup yang lebih baik?

    Baca juga: Mengenal Utang Sehat dan Layak Dilakukan dalam Keuangan

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Ciputraceo, Cermati



    Sumber : pluang.com