Author: 08

  • Investasi “100 Dikurangi Umur”, Rumus Investasi yang Pas untuk Gen Milenial

    Apakah kalian termasuk kalangan milenial yang mulai menyadari pentingnya investasi bagi masa depan dan ingin berinvestasi jangka panjang? Jika iya, maka kalian perlu mengenali rumus investasi 100 dikurangi umur. Memulai investasi di usia muda memberi lebih banyak peluang untuk mengamankan kesejahteraan hidup di masa mendatang, lho!

    Kaum milineal, yang biasanya masuk ke dalam kategori investor agresif, sangat disarankan untuk menggunakan rumus investasi ini, terang Budi Hikmat, Kepala Makro Ekonomi dan Direktur Strategi Investasi PT Bahana TCW Investment Management. Alasannya, aset berkembang seperti reksadana saham dan properti bisa mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi.

    Rumus investasi 100 dikurangi umur ini pada dasarnya menjelaskan bahwa besaran unsur saham dalam portofolio dipengaruhi oleh usia investor, serta toleransi risiko yang mereka miliki. Semakin tua umur investor, maka akan semakin rendah alokasi investasi di aset high risk.

    Rumus investasi ini bisa membantu investor untuk mengukur persentase alokasi aset yang akan ditempatkan pada aset berkembang, terang Budi, yang sekaligus penggagas “Investasi ala Nabi Yusuf”.

    Ingin tahu lebih jauh tentang rumus investasi 100 dikurangi umur ini? Simak penjelasan di bawah ini ya.

    Baca juga: Mau Belajar Investasi? 5 Rekomendasi Buku Ini Wajib Kamu Baca!

    Rumus Investasi 100 Dikurangi Umur Untuk Investasi Dana Pensiun Kaum Milenial

    Rumus investasi 100 dikurangi umur ini terbilang populer di negara maju. Sebab, imbuh Budi, strategi ini bisa membantu kita untuk bisa menikmati hasil investasi di usia muda. Pada prinsipnya, strategi ini menjaga atau menghindarkan investor dari penurunan target total nilai aset, seperti krisis tahun 2008.

    “Investor dengan demikian disarankan untuk memperbesar alokasi aset yang sifatnya konservatif seperti obligasi negara. Namun karena imbal hasil obligasi negara di sana relatif rendah dan sementara harapan usia investor lebih panjang, rumusan itu malah dimodifikasi seperti menjadi 110 dikurangi umur,” pungkas Budi.

    Lantas, bagaimana menerapkan rumus investasi ini? Simak, yuk, langkah-langkah untuk memulai rumus investasi 100 dikurangi umur!

    1. Kurangkan umur kalian dari angka 100.
    2. Gunakan hasil pengurangan tersebut jadi basis investasi dalam bentuk reksa dana saham.
    3. Selain itu, presentasikan 10 persen dari hasil tersebut untuk investasi reksa dana pasar uang.
    4. Dan, sisa akhir dialokasikan ke dalam reksa dana tetap.

    Untuk lebih jelasnya, mari simak contoh berikut.

    Bayangkan jika kamu saat ini memiliki uang Rp100 juta pada usia 30 tahun. Maka pembagian investasi yang kamu lakukan adalah sebagai berikut:

    • Rp70 juta untuk reksa dana saham
    • Rp3 juta pada ke dalam reksa dana pasar
    • Rp37 juta masuk ke dalam reksa dana pendapatan tetap.

    Sebagai catatan, alokasi ini mensyaratkan sistem reksa dana yang beragam. Sebagai perbandingan, di negara maju sudah memiliki beberapa kategori reksa dana pendapatan tetap, tergantung penerbit, jatuh tempo, plus mekanisme pajak yang berbeda pula.

    Jadi, kalian perlu melakukan riset terlebih dahulu, sebelum menentukan reksa dana yang akan kalian pilih.

    Baca juga: Cara Investasi Emas yang Menguntungkan, Bagaimana Caranya?

    Plus Minus Rumus Investasi Umur

    Seperti yang kita tahu, investasi tidak akan lepas dari risiko. Begitu juga risiko termasuk dalam rumus investasi 100 dikurangi umur ini. Strategi ini tentu juga akan berhasil jika kalian paham beberapa strategi yang bisa membantu kalian berinvestasi.

    Moshe Milevsky, penulis buku Are You a Stock or a Bond? Create Your Own Pension Plan for a Secure Financial Future, menekankan jika keberhasilan investasi tergantung pada keunikan profil sumber daya manusia itu sendiri. Itu karena latar belakang pekerjaan dan kondisi finansial kalian bisa sangat memengaruhi alokasi rumus investasi.

    Untuk meminimalkan risiko, ada baiknya kalian memperhitungkan beberapa hal ketika melakukan rumus investasi.

    #1 Pertimbangkan Jenis Pekerjaan Kalian

    Misalnya jika kalian adalah seorang guru. Dan, kemampuan kalian untuk bekerja adalah ibarat seperti persediaan saham. Jadi, ada baiknya jika portofolio kalian diarahkan pada saham yang menjanjikan.

    Namun, jika kalian seorang investor atau pemodal, maka kapasitas kalian lebih mirip seperti obligasi. Sehingga, ada baiknya kalian mengarahkan portofolio pada obligasi.

    #2 Jangan Berinvestasi Seperti Peserta ‘100 Dikurangi Umur’ Pada Umumnya

    Rumus investasi 100 dikurangi umur membantu kita untuk mengalokasikan dana. Namun, kalian harus jeli.

    Misalnya menghindari investasi di reKsa dana target-date fund, saham individu, atau dana obligasi. Reksa dana target-date fund adalah dana campuran saham dan reksa dana obligasi di mana alokasi aset menjadi lebih konservatif dari waktu ke waktu.

    #3 Hindari Inertia (inersia)

    Satu aturan yang perlu dilakukan dalam rumus investasi adalah kalian harus rajin-rajin menyeimbangkan portofolio seiring dengan bertambahnya usia.

    Misalnya untuk mengecek kembali apakah persentase alokasi investasi kalian lebih besar atau kecil untuk ekuitas yang telah dipilih?

    John Robinson, pendiri Financial Planning Hawaii, menjelaskan jika alokasi tinggi untuk dana obligasi dengan hasil yang rendah bisa berbahaya untuk pengembalian jangka panjang, maupun portofolio kalian di masa pensiun.

    Investasi selalu dibarengi dengan risiko. Namun, ingatlah prinsip utama investasi yakni untuk mengamankan dan meningkatkan aset di masa mendatang.

    Tentu saja, hal tersebut akan sangat berguna bagi kaum milenial untuk menyiapkan dana pensiun. Yuk, mulai investasi sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bareksa, Katadata, USA Today



    Sumber : pluang.com

  • Mending Investasi Emas atau Bitcoin? Simak Saran 10 Pakar Investasi Ini!

    Harga Bitcoin yang terus meroket, dan bahkan sempat menyentuh kapitalisasi pasar US$1 triliun, kini bikin para investor mulai cari cara membanding-bandingkan aset kripto tersebut dengan aset investasi lain yang sepadan. Yakni, emas.

    Kedua aset ini kerap dibandingkan setelah investor meyakini bahwa Bitcoin dan emas adalah dua instrumen yang efektif untuk melindungi kekayaan dari gerusan inflasi. Manfaat dua aset tersebut kian kentara setelah kebijakan fiskal dan moneter di beberapa negara melanjutkan tren pelonggaran. Di mana, hal tersebut nantinya juga akan bermuara ke kenaikan tingkat inflasi.

    Hanya saja, hingga saat ini, sangat jarang analis Wall Street, kepala eksekutif, ataupun investor mapan yang secara serius membandingkan kedua aset ini.

    Mereka rata-rata masih menganggap Bitcoin sebagai investasi spekulatif yang berisiko bagi mereka yang ingin memperoleh untung dalam jangka pendek. Sementara itu, emas hingga kini masih dipandang sebagai aset lindung nilai yang paling aman.

    Oleh karenanya, di bawah ini terdapat beberapa jawaban analis dan ahli investasi ihwal salah satu pertanyaan terbesar tahun ini: Mending investasi emas atau Bitcoin dalam 10 tahun mendatang?

    Baca juga: Ini Alasan Terapkan Diversifikasi Portofolio Meski Terjadi Bull Market

    Tips 5 Ahli dan Analis Investasi yang #TeamEmas 

    #1 David Rosenberg: Hanya Mau Beli Bitcoin Saat Ratu Inggris Membelinya

    David Rosenberg dari Rosenberg Research adalah mantan Kepala Ekonom dan Ahli Strategi untuk Merrill Lynch Kanada dan Merrill Lynch New York. Ia berujar:

    “Pilihan saya jatuh kepada investasi emas di masa mendatang. Sebab, (aset ini) memiliki ribuan tahun catatan sejarah sebagai aset penyimpan nilai, nilai volatilitasnya hanya seperlima Bitcoin, dan tidak menghadapi risiko persaingan yang sama. Hari ketika Ratu Elizabeth menjual lima pon emas dari mahkotanya untuk membeli aset kripto mungkin akan menjadi hari di mana saya akan mengubah pilihan tersebut.”

    #2 Phil Baker: Cara Investasi Bitcoin Tidak Akan Pernah Sama dengan Emas

    Phil Baker adalah seorang Presiden dan CEO Perusahaan Pertambangan Hecla. Menurutnya:

    “Emas dan perak telah menjadi penyimpan nilai dan media pertukaran setidaknya selama empat milenium di setiap peradaban di setiap sudut dunia. Aset ini memiliki aksesibilitas yang tak tertandingi bagi orang-orang dari semua status ekonomi dan pengetahuan teknologi.”

    “Namun, ada ruang juga untuk aset kripto karena sifat digital mereka menunjukkan sifat yang mirip dengan karakter mendasar dari emas dan perak (proses menambang). Hanya saja, karakteristik itu tak cukup membuktikan bahwa aset kripto bisa menggantikan emas dan perak, dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai logam itu sendiri.”

    #3 Sylvia Carrasco: Bitcoin Cuma ‘Anak Bawang’ di Dunia Investasi

    Sylvia Carrasco adalah CEO dan pendiri platform pertukaran emas Goldex. Menurutnya:

    “Emas telah lama dianggap sebagai aset lindung nilai pilihan. Sementara, Bitcoin adalah ‘anak baru’, masih bisa diperdebatkan apakah aset ini akan memakan pangsa pasar emas karena sejumlah alasan.”

    “Bitcoin dan emas memiliki keuntungan yang signifikan dibandingkan mata uang fiat. Ada kemungkinan bahwa Bitcoin suatu hari nanti bisa lenyap melalui undang-undang yang tidak bersahabat. Beberapa turunan Bitcoin telah dilarang. Perusahaan seperti Facebook yang telah mencoba untuk memulai kripto telah dilarang melakukannya. Sementara itu, emas telah mempertahankan nilainya selama berabad-abad. Apakah bitcoin akan menawarkan tingkat umur panjang yang sama?”

    #4 Michael Reynolds: Tips Investasi Emas yang Baik adalah ‘Mengawinkannya’ dengan Bitcoin

    Michael Reynolds adalah pejabat strategi investasi di Glenmede. Ia berujar:

    “Salah satu asumsi yang mendasari kasus bullish Bitcoin adalah pasokannya yang terbatas, tetapi pasokan aset kripto, secara keseluruhan, secara teoretis tidak terbatas. Beberapa Bitcoin berguna untuk diversifikasi portofolio, tetapi sejauh ini menunjukkan korelasi yang lebih tinggi terhadap ekuitas daripada emas. Terutama selama periode tekanan pasar ekuitas ketika diversifikasi cenderung menambah nilai paling banyak.”

    #5 Robert Minter: Berikan Tips (Atau Curhatan) Mengenai Investasi Emas

    Robert Minter adalah direktur strategi investasi Aberdeen Standard Investments. Katanya:

    “Baik aset kripto dan emas memiliki basis investor yang sangat bergairah untuk berinvestasi … Namun, ada perbedaan yang sangat jelas. Sejarah emas sebagai basis uang global berusia lima ribu tahun dan telah teruji waktu. Cara investasi emas sudah bertahan selama sekian ribu tahun. Sementara itu, Bitcoin berusia 10 tahun dan hanya ada dalam satu rezim moneter.”

    “Apalagi, standar deviasi harga Bitcoin adalah 75%, menjadikannya penyimpan nilai yang mengerikan. Riwayat harga Bitcoin baru-baru ini menunjukkan bias yang besar terhadap klaim investasi spekulatif. Baru-baru ini, beberapa perusahaan memang tergoda untuk memasukkan Bitcoin ke dalam neraca perusahaan untuk membantu menumbuhkan aset secara berlebihan. Padahal sebenarnya, aset kripto adalah pengganti moneter yang buruk.”

    Baca juga: Cara Investasi Cryptocurrency Agar Bisa Untung Maksimal

    5 Ahli dan Analis Investasi yang #TeamBitcoin

    #1 Anthony Pompliano: Kapitalisasi Pasar Bitcoin akan Lampaui Emas

    Anthony Pompliano adalah analis dari Pomp Investments dan Morgan Creek Digital Assets. Ia mengatakan bahwa:

    “Bitcoin berhasil mencapai peningkatan 100 kali lipat dan melampaui orang yang menerapkan investasi emas sebagai penyimpan nilai sekalipun. Dunia menyadari hal ini dan mulai mengubah harga mata uang digital secara real-time.”

    “Meskipun Bitcoin telah meningkat ratusan persen dalam beberapa bulan terakhir, ia kemungkinan akan terus menguat selama beberapa tahun mendatang. Saya curiga bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin akan melampaui kapitalisasi pasar emas pada 2030. Karena alasan ini, saya tidak memiliki emas dan saya berinvestasi sepenuhnya dalam Bitcoin.”

    #2 Pavel Matveev: Bitcoin Punya Peran Penting di Sistem Keuangan Masa Depan

    Pavel Matveev adalah CEO Wirex yang berujar bahwa:

    “Emas dan Bitcoin terkadang digunakan sebagai sarana untuk mendiversifikasi dan menyimpan berbagai aset berharga. Bitcoin dan mata uang digital lainnya dapat dengan mudah diperdagangkan di platform. Kami telah melihat perusahaan global progresif menawarkan pembayaran dalam Bitcoin. Pihak yang pro Bitcoin seperti Tesla mengambil peran aktif dalam mempromosikannya. Likuiditas aset ini, kemudahan pertukaran, dan penggunaan yang lebih luas dalam ekonomi modern adalah beberapa pembeda utamanya dengan emas.

    “Sementara itu, cara investasi atau tips investasi lindung nilai dengan emas memiliki tujuan yang relatif defensif dan konvensional. Di sisi lain, Bitcoin dan mata uang lainnya akan memiliki beberapa kegunaan, tidak terkecuali kemudahan pertukaran, pembelian, dan likuiditas di masa depan nanti.”

    #3 Daniel Ives: Penggunaan Teknologi Blockchain Berpotensi Tokcer di Masa Depan

    Daniel Ives adalah direktur pelaksana dan senior equity research analyst di Wedbush Securities yang mengatakan bahwa:

    “Berdasarkan perkembangan belakangan ini yang tunjukkan kegunaan aset digital ini secara global, kami percaya Bitcoin akan menjadi kelas aset utama di masa depan. Meski memang, emas memiliki nilai dan keamanan yang jelas.”

    #4 JP Thierot: Bitcoin Punya Apa yang Tidak Dimiliki Emas

    JP Thierot adalah CEO Uphold, platform uang digital, yang menyebut bahwa:

    “Mereka yang menerapkan tips investasi emas tentu melakukan hal standar dan konvensional, terutama mengukur daya belinya selama ribuan tahun. Apalagi, likuiditas emas memang konsisten dari waktu ke waktu.”

    “Sementara itu, Bitcoin memiliki atribut tambahan yang menjadikannya aset yang sangat aspiratif. Apa yang tampaknya dimiliki Bitcoin, namun tidak dimiliki emas, adalah potensi untuk naik ke kelipatan tertentu dalam jangka waktu tertentu.”

    #5 Mike Venute: Memilih Investasi Bitcoin dan Emas Sekaligus

    Mike adalah co-portfolio manager dari Amplify Transformational Data Sharing ETF, ETF senilai US$1 miliar. Ia mengatakan bahwa:

    “Saya mungkin akan memilih Bitcoin, tetapi mengapa tidak keduanya? Emas dan Bitcoin memiliki aspek yang sangat mirip jika ditempatkan dalam portofolio investor. Saya akan menambahkan emas sebagai diversifikasi. Pun, dengan tujuan itu, saya akan menambahkan Bitcoin sebagai diversifikasi.”

    “Mengapa demikian? Sebab, ketika berbicara tentang aset lindung nilai, poin dasarnya adalah diversifikasi. Mempertimbangkan cara investasi emas dan Bitcoin di saat bersamaan tentu tidak ada salahnya.”

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Markets Insider



    Sumber : pluang.com

  • Yakin Gak Mau Investasi Reksa Dana? Ini Lho 8 Manfaatnya!

    Investasi reksadana kini menjelma sebagai salah satu investasi populer di tanah air. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2021, nilai aktiva bersih reksadana di Indonesia sudah mencapai Rp572,2 triliun dengan 441,03 miliar unit penyertaan. Artinya, banyak investor yang menggantungkan harapan ke reksadana untuk mendapatkan manfaat berupa cuan.

    Namun, apakah kamu penasaran mengapa reksadana bisa begitu populer? Jawabannya tak lain dan tak bukan adalah karena manfaatnya.

    Semua investor, dari mulai investor kelas kakap hingga kelas teri, merasakan dampak positif dari berinvestasi reksadana. Nilai kapitalisasi dari underlying asset reksadana pun kian lama akan berkembang, sehingga banyak yang menjadikannya sebagai instrumen aset jangka panjang.

    Selain itu, berinvestasi reksadana juga berdampak baik untuk gaya hidup kamu, lho! Sebab, berinvestasi reksadana mengajarkan kita untuk menabung dan menyisihkan uang secara periodik demi kehidupan yang lebih nyaman di masa depan.

    Kalau kamu masih ragu, berikut ada delapan manfaat investasi reksadana yang dijamin tidak akan kamu temui di instrumen investasi lainnya!

    Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

    8 Manfaat Investasi Reksadana

    #1 Simpel dan Praktis

    Investasi reksadana sangat mudah dilakukan, bahkan bagi kamu yang sama sekali punya pengetahuan nol tentang finansial. Mengapa demikian?

    Investasi reksadana adalah satu instrumen aset di mana kamu hanya tinggal menyetorkan dana ke manajemen investasi. Kemudian, perusahaan-perusahaan manajemen tersebut akan menempatkan dana kamu ke berbagai instrumen aset seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

    Hanya saja, kamu tetap perlu hati-hati. Tetap memilih manajemen investasi yang diawasi langsung oleh OJK, ya!

    #2 Gampang Diakses

    Dewasa ini, berinvestasi reksadana terbilang sangat mudah. Bahkan, semudah kamu berbelanja sesuatu di situs belanja daring. Hal ini mengingat banyaknya platform investasi daring yang bertebaran di luar sana.

    Membuka akunnya pun terbilang gampang. Kamu hanya cukup mendaftarkan diri, mencantumkan nomor KTP, dan membuat rekening efek. Setelahnya, kamu tinggal tang-ting-tung memilih reksadana apa yang akan dituju.

    #3 Diversifikasi Aset yang Mudah

    Investasi Reksadana bisa bikin kamu mendapatkan eksposur portofolio aset yang sangat luas. Sebagai contoh, misalnya kamu menempatkan dana Rp2 juta di reksadana saham. Nah, uang tersebut nantinya akan disebar oleh manajer investasi kamu ke berbagai saham untuk memitigasi risiko investasi.

    Nantinya, setelah kamu mulai memahami reksadana, kamu bisa mengelola risiko investasi dengan diversifikasi jenis reksadana. Contohnya, kamu yang tadinya mengambil produk reksadana saham, kini mulai membagi sebagiannya ke reksadana pasar uang.

    Kapan lagi berasa jadi orang kaya punya aset di mana-mana? Yuk, segera investasi reksadana!

    Baca juga: Kenali Jenis Reksadana, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

    #4 Ragam Jenisnya Banyak

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, reksadana hadir dengan berbagai kategori dan tipe investasi. Seiring portofolio reksadana kamu berkembang, kamu bisa beranjak dari reksadana biasa seperti saham, obligasi, atau pasar uang ke reksadana lebih spesifik seperti reksadana logam mulia.

    #5 Sangat Terjangkau

    Reksadana dikenal mematahkan stigma bahwa “investasi hanya bisa dilakukan oleh orang kaya”. Nyatanya, berinvestasi reksadana bisa dimulai dengan angka minimum investasi yang rendah, lho!

    Sekarang ini, banyak sekali platform penjualan reksadana yang memasang angka minimum investasi di bawah Rp100 ribu, setara dengan dua gelas kopi yang kamu beli di kedai kopi favoritmu.

    Mending mana, ngopi dua gelas atau dapat cuan di masa depan?

    #6 Biaya Investasi Reksadana Rendah

    Selain mudah dan murah, investasi reksadana juga terkenal punya beban investasi yang rendah.

    Di dalam reksadana, terdapat komponen biaya seperti biaya pengelolaan dana investasi. Biaya ini merupakan biaya operasional yang dikeluarkan manajemen investasi untuk mengelola investasi kamu. Angkanya juga terbilang rendah, biasanya berada di rentang 0,5% hingga 2% dari penempatan dana.

    Namun, jangan khawatir. Biaya pengelolaan dana investasi ini tidak dibebankan langsung ke investor karena sudah termasuk ke dalam Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana.

    Selain itu, terdapat pula komponen biaya lain seperti biaya subscription, atau biaya yang dikenakan saat membeli reksadana pertama kali, serta biaya redemption, yakni biaya yang kamu keluarkan saat menjual atau mencairkan reksadana.

    #7 Tidak Perlu Sering-Sering Memantau Pergerakan Investasi

    Seperti yang disebut sebelumnya, investasi reksadana terbilang cukup praktis dan gampang karena manajer investasi yang akan mengelola dana kamu. Dengan kata lain, kamu tak perlu ribet-ribet membaca perkembangan berita finansial terkini dan belajar analisis ini-itu untuk memulainya.

    Hanya saja, kemudahan tersebut juga tidak boleh menjadi dalih bagi kamu untuk tidak belajar soal finansial dan membaca perkembangan ekonomi terkini. Sebab, ilmu-ilmu itu akan berguna bagi kamu untuk menentukan strategi diversifikasi reksadana ke depan.

    #8 Manfaat Investasi Reksadana Paling Mantap: Fleksibel

    Manfaat terakhir ini merangkum semua manfaat investasi reksadana di atas. Investasi reksadana bisa kamu mulai dengan mudah, cairkan dengan gampang, dan diversifikasi dengan praktis.

    Nah, sifat yang fleksibel ini bikin reksadana cocok sebagai instrumen investasi yang menunjang segala tujuan investasi kamu.

    Baca juga: Kini Menjelma Sebagai Investasi Populer, Simak Sejarah Reksa Dana!

    Setelah Manfaat, Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Investasi Reksadana?

    Manfaat di atas tentu bisa kamu maksimalkan kalau kamu juga berhasil mengelola ekspektasi kamu. Makanya, kamu perlu mempelajari produk reksadana terlebih dulu dan cocokkan hal itu dengan profil risiko dan tipe investasi kamu!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Balance



    Sumber : pluang.com

  • 5 Saham Perusahaan SP 500 Ini Tumbuh di Atas 30% di Februari, Siap Cuan?

    Indeks saham utama bursa Amerika Serikat S&P 500 memang agak mengalami nasib “apes” pada Februari setelah hanya membukukan kenaikan di kisaran 2% saja. Namun, seperti kata pepatah, “don’t judge the book by its cover”, ternyata ada beberapa saham S&P 500 yang justru menampilkan performa yang sangat gemilang pada bulan lalu.

    Bahkan, terdapat lima saham S&P 500 yang harganya melenggang manis sebesar 30% di bulan Februari. Empat diantaranya bahkan lompat lebih dari 40%, seperti yang ditunjukkan pada data di bawah ini:

    Perusahaan di sektor minyak Marathon Oil (MRO), perusahaan layanan komunikasi Twitter (TWTR), dan Royal Caribbean (RCL) melonjak 40% atau bahkan lebih menurut analisis data Investor’s Business Daily dari S&P Global Market Intelligence and MarketSmith.

    Kalau kamu sengaja (atau mungkin tak sengaja) berinvestasi di empat perusahaan ini selama sebulan kemarin, bisa dibayangkan berapa cuan yang kamu peroleh dalam dalam 28 hari saja. Cuan kamu mungkin sudah meledak jika kamu juga berinvestasi di saham teratas S&P 500 pada Januari lalu.

    Sebagai contoh, jika kamu menginvestasikan US$10.000 pada Januari di saham teratas S&P 500 pada bulan itu. Dan kemudian, kamu kembali melakukan reinvestasi ke saham teratas di S&P 500 di bulan ini, maka kamu sudah mengantongi US$21.109 di bulan Februari.

    Artinya, portofolio investasi kamu sudah naik 111% dalam sebulan. Angka ini tentunya fantastis jika dibandingkan saham-saham perusahaan lain di indeks S&P 500 yang hanya berhasil naik 1,5% sepanjang tahun ini (year-to-date).

    Sayangnya, para investor tentu tidak bisa mengulang strategi ini. Namun, kenaikan yang mengejutkan ini bisa menjadi pengingat bagi investor bahwa keuntungan besar mungkin diberikan oleh beberapa saham-saham S&P 500 dalam bursa saham Amerika Serikat. Terutama pada masa-masa yang bergejolak ini, jika sang investor fokus ke pemimpin pasar.

    Baca juga: Perusahaan Teknologi akan Borong Bitcoin Februari. Harga Naik?

    Ledakan Keuntungan dari Saham Sektor Energi di Indeks Saham Amerika S&P 500

    Jika ada berita paling menarik terkait nilai saham dalam indeks S&P 500, maka kabar itu adalah lonjakan besar-besaran di harga saham perusahaan sektor energi. Hal itu terlihat dari data di atas, bahwa dua dari lima saham dengan performa terbaik adalah saham-saham sektor energi.

    Yang pertama adalah Marathon Oil, yakni perusahaan eksplorasi minyak dan gas alam yang berbasis di Houston. Sementara itu, perusahaan kedua adalah Apache Corporation, sebuah perusahaan energi Amerika yang bergerak di bidang eksplorasi hidrokarbon dan juga berbasis di Houston.

    Nilai saham di sektor energi ini melonjak lantaran ditopang kenaikan harga minyak yang mumpuni. Pada bulan lalu, harga minyak mentah di Nymex secara tahun kalender (year-to-date) naik 30% hingga Februari. Kenaikan itu lebih besar dari pertumbuhan Februari yakni 18%.

    Di antara 11 sektor lainnya dalam indeks bursa saham Amerika ini, sektor energi naik hampir dua kali lipat dalam sebulan ini yakni sebesar 11,6%, disusul sektor keuangan di posisi kedua.

    Baca juga: Siap-siap Cuan! Harga Ethereum Diramal Cetak Rekor Lagi di Februari

    Twitter: Sorotan ke sektor teknologi dalam S&P 500 

    Februari bukan bulan yang menyenangkan bagi investor di sektor saham teknologi S&P 500. Indeks sektor teknologi di indeks ini hanya naik 1,3% jauh di belakang S&P 500. Bahkan perusahaan teknologi Apple (AAPL) juga harus mengalami penurunan harga 8% pada Februari.

    Saham layanan komunikasi yang terkait dengan teknologi masih bernasib lebih baik. SPDR Communication Services Select Sector (XLC) naik 7% di bulan Februari. Hal ini tidak buruk, mengingat bahwa sektor yang terkait erat dengan ekonomi seperti energi dan keuangan adalah dua teratas untuk bulan tersebut.

    Twitter adalah superstar di sektor layanan komunikasi indeks saham Amerika Serikat S&P 500. Saham layanan pesan singkat online ini melonjak 52,5% di bulan itu, menjadikannya saham dengan performa terbaik kedua di S&P 500.

    Perusahaan itu benar-benar mengejutkan para analis saat mereka melaporkan laba kuartalnya pada 9 Februari, yang juga bikin sahamnya melonjak hingga 22,6% dalam bulan Februari saja.

    Bagaimana Prospek Indeks S&P 500 pada Maret ini?

    Saham energi adalah yang berkinerja terbaik di sepanjang 2021 dengan kenaikan 27%. Sektor itu kemudian disusul oleh sektor keuangan.

    Sektor layanan komunikasi juga terus melanjutkan sentimen positifnya. Pada Januari, hampir semua saham layanan telekomunikasi jaringan utama mencetak angka fantastis. Hal ini berlanjut pada Februari. Discovery (DISCA), operator Discovery Channel, melonjak 28% pada Februari, setelah kenaikan 37,7% pada Januari. Ini menjadikan saham ini menjadi salah satu saham terbaik dalam jajaran S&P 500 bulan lalu.

    Secara keseluruhan, saham S&P 500 sedang berputar. Pada Kamis lalu, indeks ini turun sebesar 2,5%. Apakah potensi gemilang saham energi dan layanan komunikasi akan berlanjut pada Maret ini?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investor’s Business Daily



    Sumber : pluang.com

  • Mengapa Imbal Hasil Reksadana Bukan Objek Pajak? Simak Selengkapnya di Sini!

    Bagi kamu yang belajar reksadana untuk memulai investasi, barangkali bertanya-tanya:  apakah reksadana termasuk objek pajak? Apalagi, hingga saat ini, reksadana dapat dikatakan sebagai satu-satunya investasi yang tidak dikenakan pajak secara langsung atas hasil keuntungannya.

    Nah, secara singkatnya, hal itu bisa dijelaskan di dalam UU Perpajakan dan Pasar Modal.

    Pasal 19 UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal berbunyi bahwa reksadana dapat berbentuk: a) Perseroan; atau b) Kontrak Investasi Kolektif. Pada dasarnya, semua reksadana yang ada saat ini masuk kategori Kontrak Investasi Kolektif sehingga memenuhi syarat untuk dikecualikan dari Objek Pajak sesuai UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

    Sementara itu, pasal 4 Ayat 3 Poin (i) UU Pajak Penghasilan berbunyi bahwa:

    “Yang dikecualikan dari objek pajak adalah sebagai berikut bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.”

    Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

    Meski Bukan Objek Pajak, Reksadana Tetap Perlu Dilaporkan dalam SPT Tahunan

    Namun, bukan berarti kamu tidak perlu untuk melaporkannya dalam SPT Tahunan Pajak. Mengapa demikian? Karena reksadana yang kamu miliki merupakan instrumen investasi yang termasuk dalam kategori harta kekayaan, selain gaji atau penghasilan. Karena itu, reksadana memang harus dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak.

    Di mata hukum, reksadana memang dipandang sebagai harta yang sama artinya seperti uang tunai, tabungan, saham, emas obligasi, tanah dan properti, dsb. Semuanya perlu dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak.

    Bukan Objek Pajak, Pengelolaan Reksadana Penting dalam Portofolio Aset 

    Meski bukan objek pajak, namun hanya sebagian kecil saja masyarakat Indonesia yang berinvestasi dalam aset ini. Jumlahnya bahkan tidak sampai 10% dibandingkan persentase aset lainnya.

    Konon, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang reksadana mengakibatkan kecilnya jumlah investor reksadana di Indonesia. Kamu pastinya tidak mau menjadi salah satu dari 90% warga yang ketinggalan memanfaatkan investasi bebas pajak ini, kan? Makanya, kamu perlu belajar reksadana sesegera mungkin!

    Investasi reksadana merupakan produk investasi yang menghimpun dana dari masyarakat, di mana dana tersebut dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam berbagai aset keuangan, seperti saham, obligasi, dan deposito.

    Saat dana terhimpun dalam portofolio aset, reksadana menjadi subjek yang mewakili kumpulan dana tersebut. Dengan demikian, ini menjadikan reksadana sebagai investasi yang bukan objek pajak.

    Jenis investasi ini baik bagi pemula yang belum terlalu memahami dunia saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya karena seluruh investasi kamu akan dikelola oleh manajemen investasi.

    Dalam investasi reksadana, kamu juga tidak membutuhkan banyak modal. Ini lantaran danamu akan digabungkan dengan dana orang lain yang memilih reksadana tersebut dan kemudian dikelola bersama demi memperoleh keuntungan.

    Reksadana pun dikenal menguntungkan untuk investasi jangka panjang (misalnya untuk dana pensiun). Selain itu, produk investasi ini termasuk likuid sehingga mudah untuk diperjualbelikan.

    Baca juga: Yakin Gak Mau Investasi Reksa Dana? Ini Lho 8 Manfaatnya!

    Belajar Reksadana: Bagaimana Penghitungan Harga Reksadana yang Menjadikannya Bukan Objek Pajak?

    Harga reksadana umumnya menjadi acuan nilai transaksi jual-beli aset ini. Karakteristiknya ini yang menjadikan reksadana bukan objek pajak. Perhitungannya dilakukan dalam tiga tahapan sebagai berikut:

    #1 Menghitung Nilai Aktiva Reksadana

    Nilai ini terdiri dari kas yang berasal dari pembelian reksadana oleh masyarakat serta deposito, obligasi, dan saham yang dipilih oleh MI. Selain itu, ditambah dengan pendapatan dari bunga deposito dan kupon obligasi, keuntungannya pun menjadi bagian dari aktiva.

    #2 Penghitungan Besarnya Nilai Kewajiban

    Nilai ini terdiri dari biaya-biaya, yaitu biaya operasional yang berkaitan dengan transaksi dan biaya transfer, biaya jual beli saham, biaya administrasi perbankan, biaya pengelolaan, atau disebut juga biaya manajemen, biaya kustodian, dan pajak.

    Nilai aktiva bersih (NAB) diperoleh dari mengurangi nilai aktiva dengan nilai beban tersebut.

    #3 Menghitung Perubahan Unit Penyertaan dan Harga 

    Perubahan unit penyertaan dan harga akan bertambah apabila investor melakukan pembelian. NAB yang telah dihitung pada tahap kedua kemudian dibagi dengan akumulasi unit penyertaan reksadana akan menghasilkan harga atau Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan.

    Dari tiga tahapan di atas, dapat dilihat bahwa kewajiban perpajakan seperti pajak final bunga deposito, obligasi, dan transaksi saham telah dibayarkan pada tahap kedua. Maka itu, reksadana tidak dikenakan sebagai objek pajak. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi perpajakan ganda (double taxation).

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kompas, Finansialku, KlikPajak



    Sumber : pluang.com

  • Ragu Sama DeFi? Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Perhatikan Teknologi Ini!

    Teknologi decentralized finance (DeFi) memang menjadi buah bibir di kalangan pecinta aset kripto setahun belakangan. Banyak pihak menilai DeFi adalah revolusi keuangan di masa depan, sementara sebagian lain menganggapnya sebagai disrupsi sektor jasa keuangan yang sudah ada saat ini.

    Decentralized finance sendiri merupakan ragam aplikasi jasa keuangan yang dioperasikan di atas teknologi blockchain.

    Melalui aplikasi DeFi, penggunanya bisa melakukan jasa keuangan konvensional, misalnya pinjam meminjam, tanpa memerlukan perantara seperti bank atau perusahaan pembiayaan. Sebab, seluruh transaksi di dalamnya dilakukan secara otomatis melalui sistem yang bertajuk smart contracts.

    Karena dianggap sebagai kemajuan di industri jasa keuangan, maka ada baiknya kamu mulai memperhatikan perkembangan teknologi decentralized finance ke depannya. Siapa tahu, sistem ini bisa menopang kegiatan keuanganmu kelak nanti.

    Baca juga: Apa Itu Decentralized Finance (DeFi) ?

    5 Alasan Mengapa Kamu Harus Perhatikan Decentralized Finance

    #1 Decentralized Finance Adalah Evolusi Jasa Keuangan ‘Paling Logis’

    Melalui decentralized finance, masyarakat bisa meminjam atau meminjamkan uang melalui koneksi langsung dua arah (peer-to-peer) tanpa perantara. Bahkan, ada kemungkinan kamu bisa menggunakan jasa asuransi melalui teknologi ini.

    Secara konsep, DeFi akan mempermudah penggunanya untuk menikmati layanan keuangan yang dimaksud. Hal ini kerap diibaratkan seperti layanan streaming seperti Netflix lakukan terhadap stasiun televisi konvensional.

    #2 Teknologi Decentralized Finance Memaksimalkan Potensi Kegunaan Jaringan Blockchain

    Aplikasi DeFi tidak hanya memudahkan penggunanya untuk mengakses jasa keuangan, namun juga membantu mereka untuk menikmati layanan jasa keuangan dengan cepat.

    Hal tersebut menunjukkan bahwa teknologi blockchain ternyata bisa dikembangkan untuk berbagai hal. Siapa tahu, aplikasi DeFi nantinya bisa membuka pintu dalam menguak manfaat-manfaat teknologi blockchain lain yang belum diketahui umat manusia.

    #3 Teknologi DeFi Membuat Jasa Keuangan Bisa Diakses dengan Mudah

    Banyak masyarakat yang selama ini tidak bisa, atau dianggap tidak layak, mengakses layanan jasa keuangan dengan berbagai alasan. Misalnya, pengajuan pinjaman mereka kerap ditolak oleh pihak perbankan, atau pengajuan asuransi mereka dimentahkan lantaran profil risiko yang terlalu besar.

    Dengan teknologi decentralized finance, mereka yang sebelumnya “disisihkan” oleh sektor keuangan konvensional nantinya bisa mengakses jasa keuangan dengan mudah.

    Baca juga: Apa Itu Decentralized Applications (dApps)?

    #4 Teknologi Decentralized Finance Masih dalam Tahap Awal

    Kalau kamu adalah fans garis keras aset kripto, kamu tentu tidak akan mengacuhkan perkembangan mengenai defi. Memang, sebagian besar proyek-proyek DeFi masih dalam tahap awal, namun terdapat ekspektasi bahwa pemain-pemain besar di sektor jasa keuangan nantinya juga akan bergerak ke teknologi ini.

    #5 Paling Penting: Aplikasi DeFi Mendorong Harga Ethereum

    Nah, kalau kamu adalah pecinta Ethereum, perkembangan mengenai teknologi DeFi tentu tidak boleh luput dari perhatianmu. Sebab, jika aplikasi DeFi mulai marak digunakan, bukan tidak mungkin kondisi tersebut akan membawa terbang harga Ethereum di kemudian hari.

    Mengapa demikian? Sekadar informasi, decentralized finance adalah aplikasi yang beroperasi di atas jaringan smart contracts yang dikembangkan oleh Ethereum. Jaringan tersebut untuk saat ini tidak dimiliki oleh aset kripto lain, termasuk Bitcoin.

    Kondisi inilah yang disebut-sebut sebagai keunggulan Ethereum dibanding Bitcoin. Bahkan, kini banyak investor yang sudah mendapuk Bitcoin hanya sebagai aset kripto penyimpan kekayaan semata. Di sisi lain, mereka malah menilai Ethereum sebagai mata uang kripto yang lebih bermanfaat karena bisa digunakan untuk mengakses layanan jasa keuangan.

    Banyak pihak mengatakan bahwa faktor inilah yang nantinya menjadi “senjata” Ethereum dalam melawan Bitcoin untuk memperebutkan titel kapitalisasi pasar aset kripto terbesar di dunia.

    Baca juga: Apa Itu Corporate Finance?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: BitPanda



    Sumber : pluang.com

  • Strategi Investasi Ini Bisa Bikin Kamu Jadi Pemilik Perusahaan! Apakah Itu?

    Kamu tentunya ingin menjadi seseorang yang sukses investasi. Nah, ada banyak cara sukses investasi, salah satunya adalah dengan menerapkan metode bernama distressed debt investing.

    Metode ini adalah praktik yang sangat umum di kalangan lembaga hedge funds dan banyak institusi investasi lainnya. Lantas apa sih arti distressed debt investing?

    Distressed debt investing adalah cara sukses investasi di mana seorang investor secara sengaja membeli surat utang perusahaan yang bermasalah. Biasanya, harga surat utang perusahaan yang bersifat demikian selalu miring. Nantinya, investor bisa mendulang cuan menggunakan strategi tersebut jika kondisi perusahaan membaik.

    Biasanya, investor akan lebih memilih saham sebuah perusahaan ketimbang surat utangnya. Namun investor saham akan kehilangan seluruh nilai kepemilikannya jika perusahaan tersebut menjadi benar-benar bangkrut.

    Sementara itu, investor yang membeli surat utang memang tidak akan menghasilkan imbal hasil yang besar ketimbang membeli saham. Tetapi, jika perusahaan tersebut bangkrut dan memutuskan untuk restrukturisasi kreditnya, investor surat utang bisa saja menjadi pemilik dari perusahaan yang bermasalah itu.

    Garis besarnya, distressed debt investing adalah cara sukses investasi saat seorang investor berspekulasi dengan membeli utang sebuah perusahaan, bukan sahamnya.

    Baca juga: Debt Snowball; Metode Ampuh Cepat Terbebas dari Utang!

    Cara Sukses Investasi Distressed Debt Investing: Mendapatkan Surat Utang yang Murah

    Tidak ada aturan ketat ihwal kapan sebuah utang dapat dikategorikan sebagai tertekan (distressed). Tetapi, secara umum, utang tersebut dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan terhadap nilai parinya.

    Sebagai contoh, kamu mungkin dapat membeli obligasi Rp500 per lembar dengan hanya Rp200. Dalam hal ini, diskon terjadi karena penerbit obligasi punya risiko gagal bayar.

    Investor memang bisa merugi jika perusahaan bangkrut. Tetapi, jika investor yakin perusahaan tersebut akan berkinerja mumpuni, maka mereka dapat melihat nilai utangnya naik secara dramatis.

    Entitas seperti lembaga hedge funds yang membeli obligasi perusahaan bermasalah dalam skala besar akan bernegosiasi agar mereka memperoleh kendali di dalam perusahaan yang dimaksud. Kemudian, utang milik sang investor tersebut akan memperoleh status prioritas untuk dibayar duluan oleh perusahaan ketika bangkrut.

    Saat sebuah perusahaan menyatakan bangkrut atau pailit, pengadilan biasanya akan menetapkan urutan skala prioritas para kreditor yang memiliki uang. Mereka yang terlibat dalam distressed debt sebuah perusahaan biasanya berada di prioritas utama untuk dibayar. Bahkan, lebih utama dibandingkan pemegang saham dan karyawan.

    Terkadang, hasil dari kondisi ini dapat menjadikan investor mengambil alih kepemilikan perusahaan. Saat ini terjadi, investor bisa membuat keberuntungan jika mereka berhasil memutarbalikkan nasib perusahaan.

    Baca juga: Growth Investing vs Value Investing, Dahulukan yang Mana?

    Manajemen Risiko adalah Kunci Sukses Investasi Distressed Debt Investing

    Setiap kali investor membeli utang, seperti dalam bentuk obligasi pemerintah atau korporasi, mereka pasti akan menghadapi risiko gagal bayar. Itulah sebabnya sebagian besar investor didorong untuk mempelajari kelayakan kredit peminjam dalam menentukan kemungkinan satu perusahaan membayar kembali utang-utang mereka.

    Begitu pun dengan distressed debt investing. Investor mungkin nantinya tidak akan mendapat apa-apa jika perusahaan sudah bangkrut.

    Investor yang terlibat dalam distressed debt investing, terutama hedge fund, biasanya sudah melakukan analisis resiko yang sangat kuat dengan menggunakan model finansial canggih dan skenario pengujian yang mumpuni.

    Selain itu, mereka seringkali sangat terampil dalam mengatur risiko dengan mendiversifikasikan asetnya. Bahkan, jika memungkinkan, mereka bisa bermitra dengan perusahaan lain, sehingga mereka tidak terkena dampak berlebihan jika salah satu investasi gagal.

    Namun, lain perusahaan hedge fund, lain pula juga dengan keinginan masyarakat. Secara umum, rata-rata orang tidak akan dan tidak mau terlibat dalam distressed debt investing. Sebab, mereka tentu akan lebih memilih berinvestasi pada saham atau obligasi standar yang sederhana dan jauh dari risiko.

    Tetapi, dalam rangka menjajal keberuntunganmu dalam sukses investasi, kamu bisa mengakses pasar ini jika kamu cukup berani mengambil risiko. Siapa tahu hal ini akan membawamu menuju sukses investasi dan kemerdekaan finansial.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Balance



    Sumber : pluang.com

  • Hai Sobat Cuan, Ini Lho Langkah Mudah Sukses Finansial dan Investasi di 2021!

    Setelah melalui tahun 2020 yang berat, rasa-rasanya tak mengherankan jika kamu ingin punya resolusi untuk sukses secara finansial di tahun 2021. Kesuksesan finansial sendiri adalah kunci atas hilangnya rasa khawatirmu dalam hal keuangan, sehingga kamu bisa hidup tenang, nyaman, tanpa harus memikirkan ini-itu.

    Namun, mencapai kesuksesan finansial bukanlah hal mudah karena kamu harus konsisten untuk menuju tujuan tersebut. Selain itu, terdapat pula anggapan keliru bahwa sukses secara finansial sama dengan banyaknya jumlah tabungan yang kamu miliki. Memang, peribahasa mengatakan bahwa menabung pangkal kaya, tapi konsepnya gak gitu, Sobat Cuan!

    Sukses secara finansial adalah kondisi di mana kamu sudah mulai bisa menimbun kekayaan. Artinya, uang yang kamu simpan harus bisa berkembang dan terus berkembang otomatis seiring berjalannya waktu. Sementara itu, menabung hanyalah kegiatan menyimpan uang, di mana nilainya tidak akan berkembang secara otomatis. Sebab, ketika menambah tabungan, artinya kamu juga harus sengaja menyisihkan penghasilanmu.

    Nah, satu-satunya cara agar kamu sukses secara finansial adalah dengan berinvestasi. Menggunakan uang yang kamu miliki untuk menghasilkan uang lebih besar lagi adalah kunci dari menimbun kekayaan. Lho, kok bisa gitu?

    Di dalam berinvestasi pasar modal seperti saham dan reksadana, kamu pasti akan familiar dengan bunga majemuk atau compound interest. Dengan konsep ini, kamu tidak hanya akan menerima imbal hasil atas investasi yang kamu simpan tahun ini, namun juga atas investasi lain yang kamu lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Nah, inilah yang sering orang-orang sebut sebagai pendapatan pasif.

    Hasil dari compound interest ini tentu lebih besar dibandingkan menabung. Sebagai contoh, kamu menabung sebesar Rp50.000 per bulan selama 30 tahun, maka nantinya kamu bisa memiliki Rp18 juta. Tapi kalau kamu memperoleh bunga compound interest setiap tahun sebesar 5%, kamu bakal dapat Rp40 juta, lho! Nah selisih antara Rp40 juta dan Rp18 juta tersebut, atau Rp22 juta, merupakan kekayaan yang sudah kamu timbun selama rentang waktu tersebut.

    Lantas, bagaimana caranya kamu bisa memulai kesuksesan finansial seperti demikian?

    Baca juga: Bosan Kerja Melulu? Ini 3 Langkah Strategis untuk Mandiri Secara Finansial!

    Kunci Sukses Secara Finansial dengan Investasi

    Berinvestasi adalah ilmu yang sebagian besar dipelajari dari pengalaman dan latar belakang, bukan dari pendidikan formal. Sebab faktanya, ada beberapa orang yang sukses berinvestasi karena keluarganya juga investor. Sementara di sisi lain, ada pula keluarga dengan kondisi ekonomi pas-pasan dan hanya fokus hidup di hari ini, sehingga mereka tidak pernah mengajarkan generasi berikutnya ihwal pentingnya investasi.

    Namun, terlepas dari latar belakang dan pengalaman, semua orang sah-sah saja memiliki resolusi sukses secara finansial di 2021 dengan berinvestasi dan memilih strategi yang tepat bagi mereka. Untuk itu, simak cara memulai investasi dan menimbun kekayaan dengan tiga cara mudah di bawah ini!

    #1 Kunci Sukses Investasi: Tetapkan Target

    Kamu harus punya tujuan yang jelas sebelum kamu fokus ingin menambah kekayaan. Sebagai gambaran, kamu bisa pilih satu atau beberapa contoh tujuan kesuksesan finansial kamu di bawah ini:

    • Mandiri secara finansial
    • Memiliki dana pensiun yang besar
    • Ingin pensiun dini
    • Ingin memupuk modal untuk memulai usaha baru
    • Ingin mendapatkan tambahan uang setiap bulan
    • Ingin memiliki jaring pengaman keuangan

    Nah, setelah kamu mengetahui tujuanmu di masa depan, maka kamu sudah bisa menerka hal-hal di bawah ini, Sobat Cuan!

    • Berapa lama kamu bisa mencapai tujuan tersebut
    • Berapa jumlah uang yang perlu kamu simpan dan investasikan
    • Berapa besar risiko investasimu
    • Tipe investasi apa yang cocok buatmu
    • Berapa dana yang bersedia kamu investasikan setiap bulannya

    #2 Kunci Sukses Investasi: Mencari Ilmu Investasi

    Baik, kamu memang berniat investasi. Tapi, mungkin kamu akan bingung dalam memilih jenis investasi apa yang perlu dipilih. Apalagi, banyak jenis instrumen investasi di luar sana. Hal-hal tersebut bisa bikin kamu kewalahan dan ujung-ujungnya tak jadi investasi!

    Nah, di sini, kamu perlu menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Baca berbagai referensi dan mintalah pendapat ke teman atau orang lain yang sudah berinvestasi. Dan yang terpenting, jangan pernah terintimidasi dengan istilah-istilah investasi yang njelimet. Toh, seiring bertambahnya pengalaman investasi kamu, nantinya kamu juga akan mengerti apa makna istilah-istilah yang dimaksud.

    Setelah menyerap ilmu tersebut, kamu nantinya bisa mengukur profil risiko investasi kamu. Apakah kamu investor yang agresif? Atau sebaliknya?

    Jika kamu sangat terbuka dengan tantangan, misalnya, kamu bisa langsung memulainya dengan transaksi saham. Tapi, kalau kamu benar-benar masih anak bawang di investasi, menempatkan dana di reksadana adalah pilihan yang paling tepat.

    Dalam berinvestasi, jangan lupa juga untuk mempertimbangkan aspek lain seperti kemudahan diversifikasi, beban-beban pajaknya, dan juga akses mendapatkannya.

    #3 Kunci Sukses Investasi: Bersikap Konsisten

    Nah, ini adalah hal yang paling penting: konsistensi. Jika kamu berinvestasi senilai X rupiah per bulan, maka kamu juga perlu melakukan hal yang sama di bulan depan. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menyesuaikan nilai investasi kamu dengan kenaikan penghasilan agar cuannya juga maksimal!

    Sebagai contoh, kamu menerima gaji Rp10 juta per bulan dan selalu mengalokasikan 20%, atau Rp2 juta, untuk berinvestasi. Pada bulan depan, ternyata kamu naik gaji menjadi Rp12 juta. Pada titik ini, sebisa mungkin kamu jangan berinvestasi Rp2 juta lagi, tapi naik 20% menjadi Rp2,4 juta.

    Baca juga: Melihat Kesempatan di Masa Krisis, Pelajari 5 Kunci Sukses Investor Kawakan Ini

    Resolusi 2021 untuk Sukses Finansial Hanya Cukup dengan Investasi?

    Investasi memang membantu, tapi itu belum cukup agar kamu bisa hepi secara finansial. Sebab, apa gunannya menimbun kekayaan tapi kalau kamu juga tidak bisa mengontrol arus keluar masuk keuangan kamu?

    Makanya, selain berinvestasi, kamu juga perlu memasukkan berhemat dan menahan diri untuk tidak menghamburkan uang sebagai resolusi keuangan kamu di 2021.

    Mengontrol keuangan demi mencapai kesuksesan finansial harus dimulai dari diri sendiri. Misalnya, jika kamu biasa menghamburkan uang untuk kongkow atau membeli barang yang tidak penting. Maka, dalam hal ini kamu harus bisa menahan nafsu dan membuat penganggaran.

    Hanya saja, bagi banyak orang, kata “anggaran” memiliki konotasi negatif. Alih-alih memikirkan anggaran sebagai borgol finansial kiasan, pikirkanlah anggaran sebagai alatmu untuk mencapai kesuksesan finansial!

    Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Jaga Kesehatan Finansial

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: thebalance.com



    Sumber : pluang.com

  • Apa Saja Faktor Penentu Harga Ethereum? Simak Di Sini!

    Ethereum adalah mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar yang berada di urutan kedua setelah Bitcoin. Akibatnya, kini banyak orang yang sudah mulai menggenggamnya sebagai investasi.

    Hanya saja, tidak seperti saham, Ethereum tidak memiliki pendapatan, keuntungan, atau neraca formal. Karena itu, sulit untuk menentukan nilai intrinsik dari token Ethereum, meski memang Ethereum sejatinya masih memiliki nilai intrinsik.

    Kini, banyak pihak mungkin kian penasaran dengan cara menentukan harga Ethereum. Terutama, setelah harganya di tahun lalu meroket lebih tinggi dibandingkan pesaingnya, Bitcoin.

    Jadi, apa saja sih, faktor penentu harga Ethereum?

    Baca juga: Alasan Ethereum adalah Cryptocurrency yang Baik untuk Investasi

    Bagaimana Nilai Investasi Ethereum Ditentukan?

    Sebenarnya, jawaban dari pertanyaan di atas cukup simpel. Yakni, harga ditentukan dari hukum permintaan dan penawaran.

    Seperti yang diketahui sebelumnya, investasi Ethereum kini maju pesat berkat kehadiran aplikasi berbasis decentralized finance (DeFi). Teknologi DeFi berjalan di atas sistem bernama kontrak pintar (smart contracts), yang dioperasikan di atas jaringan milik Ethereum.

    Nah, Kontrak pintar ini adalah keunggulan kompetitif utama Ethereum ketimbang Bitcoin. Dengan kontrak pintar, kita dapat meminjam atau meminjamkan uang, mengasuransikan properti, dan bahkan memperdagangkan instrumen derivatif dengan menggunakan token-token berbasis Ethereum.

    Teknologi DeFi ini terbukti membawa berkah bagi harga Ethereum. Sepanjang 2020, jumlah aset yang tersimpan di aplikasi mencapai US$13 miliar, atau meningkat sekitar 2.000% dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut tentu secara langsung akan mengerek permintaan Ethereum, dan menyebabkan harganya naik sekitar 465,15% di periode yang sama.

    Begitu pun sebaliknya dari sisi penawaran. Peningkatan pasokan tentu akan menurunkan harga Ethereum.

    Apa yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Ethereum?

    Banyak faktor memberi pengaruh penawaran dan permintaan pasar untuk Ethereum. Di bawah ini adalah faktor terpenting yang mempengaruhi penawaran dan permintaan Ethereum:

    • Ethereum 2.0, prospek peningkatan teknologi blockchain Ethereum ke jaringan Ethereum yang lebih baik akan menjadi pertaruhan naik atau turunnya harga aset ini kelak. Jaringan Eth 2.0 masih dalam versi beta, tetapi sudah ada lebih dari US$1 miliar keping Ethereum yang terkunci dan menyurutkan suplai Ethereum dari pasar.
    • Pemberitaan Media, media memainkan peran besar dalam merangsang permintaan mata uang kripto. Sementara sebagian besar media arus utama meliput Bitcoin, hanya sedikit yang belum menyiarkan perihal Ethereum kepada massa.
    • Harga Bitcoin, Bitcoin mempengaruhi pasar aset kripto secara keseluruhan. Ketika Bitcoin sedang bullish, kemungkinan token lain seperti Ethereum juga akan demikian.
    • Volume transaksi yang tinggi, volume yang tinggi meningkatkan jumlah biaya transaksi di blockchain Ethereum. Biaya ini dibayarkan kepada penambang Ethereum yang menjual token mereka di pasar dan meningkatkan pasokan Eth.
    • Token ERC-20, token ini meningkatkan daya guna Ethereum. Pengembang dapat membuat kode kontrak pintar di Ethereum untuk membuat aplikasi DeFi yang biasanya menjadi hosting token ERC mereka sendiri. Token Ethereum pun masih diperlukan untuk transaksi di blockchain Ethereum, yang tentu akan meningkatkan nilai Ethereum.

    Seberapa Tinggi Harga Ethereum Bisa Naik?

    Secara historis, harga Ethereum lebih tidak stabil daripada Bitcoin. Namun, beberapa investor mengklaim bahwa kapitalisasi pasar Ethereum akan melampaui Bitcoin. Sebab, mereka menganggap Ethereum akan lebih bisa dimanfaatkan untuk transaksi sehari-hari ketimbang Bitcoin.

    Beberapa analis memperkirakan bahwa Ethereum dapat mencapai US$10.500 di tahun-tahun mendatang. Namun, dengan melihat laju kecepatan harga Bitcoin antara 2017 hingga 2020, Ethereum kemungkinan bisa dibanderol US$3.850 per keping dalam jangka tiga tahun lagi.

    Sulit memang memprediksi ke mana arah harga investasi Ethereum. Namun, dengan perkembangan DeFi, maka satu hal yang paling mungkin terjadi adalah maraknya permintaan aset kripto ini di masa depan. Inilah sebabnya mengapa beberapa investor melihat Ethereum sebagai “bandwidth ekonomi” internet masa depan.

    Baca juga: Ini Penjelasan Dasar-dasar Protokol Ethereum 2.0

    Apakah Investasi Ethereum Tergolong Investasi yang Baik di 2021?

    Pada awal Januari tahun ini, Ethereum diperdagangkan sekitar US$730, atau setengah dari harga pasarnya saat ini. Ethereum adalah investasi yang menarik bagi setiap investor yang toleran terhadap risiko namun ingin melakukan diversifikasi portofolio.

    Prospek Ethereum ke depan juga akan moncer setelah perhatian publik tertuju pada teknologi DeFi. Baru-baru ini, teknologi tersebut bahkan mendapatkan perhatian dari investor setelah drama pump saham Gamestop. Sehingga, tentu akan menarik untuk mengetahui langkah Ethereum sepanjang tahun ini.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Benzinga



    Sumber : pluang.com

  • Parno Sama Debt Collector? Yuk, Kenalan Dulu Sama Profesi Mereka!

    Urusan utang piutang menjadi diskusi yang tidak bisa dihindarkan dalam urusan finansial. Kalau telat membayar, bisa-bisa si debitur disambangi oleh pihak yang nagih utang, atau akrab disebut sebagai debt collector. Ada yang cari seribu cara untuk menghindar dari mereka, ada juga yang menghadapi mereka dengan berani.

    Di satu sisi, para debt collector kerap diasosiasikan sebagai sosok yang menyeramkan dan terkesan intimidatif. Namun, kamu perlu mengetahui bahwa debt collector hanyalah sebuah profesi semata. Mereka tidak akan menyerang kamu secara personal karena mereka hanya menjalankan tugasnya saja: menagih utang.

    Selain itu, penagih utang adalah bisnis yang legal. Mereka juga memiliki kode etik sendiri dalam menagih utang ke debitur, sehingga kamu tidak akan diperlakukan kasar dan tidak adil asal debitur juga bisa kooperatif. Kadang, debt collector terkesan intimidatif karena pekerjaan mereka sangat tergantung dengan kerja samamu.

    Hubungan utang piutang  dan kolektor tidak melulu menyeramkan. Artikel ini memberikan alternatif pemahaman nagih utang dari sisi penagih utang, sehingga kamu tak perlu paranoid atau menghindar dari debt collector.

    Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

    Siapakah Penagih Utang?

    Debt collector yang bertugas nagih utang ini bisa bekerja secara individual. Namun, pekerja di bidang urusan utang piutang ini bisa juga bekerja dengan bergabung ke sebuah agensi, yang juga berperan sebagai perantara. Agensi ini biasanya dikenal sebagai pihak yang menerima tagihan dari semua jenis kartu kredit, medis, pinjaman mobil, pinjaman pribadi, bisnis, pinjaman mahasiswa, hingga tagihan ponsel.

    Dalam pelaksanaannya, agensi penagih utang bisa dikelompokkan berdasarkan jumlah utang yang perlu ditagih. Di Amerika Serikat misalnya, ada agensi yang khusus menagih utang piutang minimal US$200 yang belum dibayarkan setelah dua tahun dari masa tenggatnya.

    Kegiatan penagihan utang bisa diambil alih sebuah agen penagih utang jika kreditur aslinya, yakni pihak perbankan atau perusahaan pembiayaan, memutuskan untuk tidak menagih langsung utang tersebut. Kegiatan pengambilalihan ini biasanya dilakukan dengan sistem menjual utang ke agen penagih utang.

    Untuk memudahkan transaksi utang ke agen penagihan utang, kreditur akan membuat paket-paket penawaran berdasarkan beberapa kriteria. Misalnya, catatan kredit debitur dan tingkat kegagalan penagihan utang di periode sebelumnya.

    Kemudian, agen tersebut akan mengutus debt collector untuk menagih utang kepada debitur yang sudah telat membayar utang setidaknya 60 hari. Setelah itu, mereka akan mengirimkannya ke kreditur.

    Mereka akan dibayar ketika utang piutang telah pulih atau dibayarkan. Setelahnya, mereka tidak akan mengganggu sang debitur. Adapun, bayaran seorang debt collector cukup beragam, berkisar antara 24% hingga 50% dari jumlah yang dikumpulkan.

    Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

    Apa yang Dilakukan oleh Penagih Utang?

    Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh penagih utang piutang. Yang pertama, debt collector biasanya menggunakan surat atau melakukan panggilan telepon untuk menghubungi nasabah yang tidak taat mengembalikan utang.

    Jika kontak yang diberikan oleh kreditur asli tidak nyambung, para debt collector akan mencari tahu keberadaan nasabah lewat internet atau, kalau perlu, menggunakan detektif swasta. Mereka juga bisa melacak aset debitur, seperti rekening bank dan broker, untuk menentukan kemampuan bayar debitur.

    Di Amerika Serikat, debt collector juga bisa melaporkan debitur kepada biro kredit untuk membuat mereka tertekan dan buru-buru membayar utangnya. Mengapa demikian? Sebab, debitur nantinya akan memiliki nilai kredit konsumen di biro tersebut jika catatan utangnya di biro kredit juga memburuk.

    Di sisi lain, agen penagih utang piutang yang memiliki reputasi mumpuni memiliki cara penagihan yang sedikit berbeda lantaran memiliki sistematika kerja tertentu. Misalnya, agensi akan melakukan perundingan dan negosiasi dengan debitur jika memang mereka kesulitan untuk membayar kembali utang-utang tersebut.

    Penagih utang juga bisa menunjuk seorang pengacara untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap pelanggan yang menolak membayar.

    Penagih utang piutang yang bereputasi tinggi bekerja dengan baik, adil, hormat, jujur, dan taat hukum. Mereka akan melakukan diskusi bahkan penangguhan kegiatan penagihan jika konsumen telah membuat permintaan tertulis dan memverifikasi utang. Biasanya, dengan pendekatan seperti demikian, debitur tidak usah lagi menghindar dari debt collector.

    Jika perusahaan penagih tidak bisa memverifikasi utang dalam waktu yang sudah ditentukan, maka mereka akan berhenti menagih.

    Mereka juga akan melapor kepada biro kredit bahwa barang tersebut disengketakan atau meminta barang tersebut dihapus dari laporan kredit konsumen. Agensi bereputasi tidak akan melecehkan atau memperlakukan konsumen dengan buruk.

    Baca juga: Apa Itu Cost of Debt?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com