Author: 08

  • Kenali 4 Strategi Ini Biar Cuan Investasi Saham Saat Pasar Anjlok!

    Untuk kamu yang sedang belajar investasi saham, pasti kamu sering menemukan sebuah kondisi bernama bear market. Bukan, maksudnya bukan pasar yang menjual beruang-beruang imut. Malahan, maknanya jauh dari kata imut, sebab bear market adalah kondisi di mana imbal hasil saham investasi terjun bebas lebih dari 20%.

    Patut dipahami bahwa bear market dapat menjadi kondisi yang sangat sulit bagi investor. Sebagian besar strategi investasi saham yang dilakukan investor bahkan hanya dapat membatasi jumlah paparan downside, bukan menghilangkannya secara total. Maka dari itu, investor harus mampu menangani kesulitan tersebut dengan melaksanakan strategi investasi saham yang tepat.

    Strategi investasi saham itu bisa meliputi pencairan semua posisi investasi, membeli saham defensif alias saham perusahaan besar yang stabil, dan melakukan tawar menawar dan mengambil keuntungan dari harga yang tertekan untuk mengambil saham yang kuat.

    Memahami strategi investasi saham diperlukan untuk kamu yang baru belajar investasi saham agar terhindar dari jebakan kerugian di saat bear market.

    Baca juga: 4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

    Ragam Strategi Investasi Saham untuk Menghindari Kerugian

    Menurut pakar investasi Chad Langager, salah satu strategi investasi saham teraman—dan paling ekstrem—untuk menghindari kerugian saat bear market adalah dengan menjual semua investasi kamu.

    Kamu kemudian dapat menyimpan uang hasil penjualan itu dalam bentuk tunai atau menginvestasikannya ke instrumen keuangan yang jauh lebih stabil seperti obligasi pemerintah jangka pendek.

    Lebih lanjut, Langager menjelaskan bahwa kamu bisa menerapkan strategi defensif jika ingin mempertahankan posisi di pasar saham. Jenis strategi ini melibatkan investasi di perusahaan-perusahaan besar (blue chips) dengan neraca yang kuat dan sejarah operasional yang panjang. Ini mengingat jenis perusahaan tersebut cenderung stabil dari kejatuhan karena bear market.

    Selain dua strategi investasi saham tersebut, ada satu strategi lagi yaitu berbelanja untuk investasi. Meski bear market terkesan menyedihkan, namun kondisi itu sejatinya adalah peluang untuk membeli banyak saham dengan harga yang jauh lebih murah.

    Kamu bisa juga memilih bear market sebagai kesempatan emas untuk mendiversifikasi portfolio investasi kamu. Di hari kelak, saat pasar sudah kembali normal, kamu kemudian dapat menjual saham yang sudah kamu beli dengan harga murah itu dengan harga normal yang lebih tinggi.

    Belajar investasi saham akan memungkinkan dana yang kamu tanam bertumbuh jauh melampau inflasi. Memang, ada resiko kerugian yang muncul di tengah jalan. Tapi, dengan strategi investasi saham yang pas, kamu akan bisa menghindari risiko itu.

    Bagaimana cara menghindari resiko kerugian karena bear market? Yuk, simak empat panduan ini.

    Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    4 Strategi Investasi Saham yang Bisa Dilakukan

    #1 Strategi Investasi Saham – Menabung saham

    Pada dasarnya menabung saham adalah menginvestasikan secara rutin sejumlah uang di saham-saham tertentu dalam jangka waktu panjang. Ini dilakukan dengan harapan saham-saham yang rutin dibeli itu suatu hari akan meningkat harganya sehingga memberikan keuntungan ketika dijual.

    Pokok strategi ini adalah konsistensi. Tanpa memperhatikan pergerakan pasar, kamu harus membeli saham sedikit demi sedikit. Tujuannya adalah memiliki saham itu sebanyak mungkin.

    #2 Value Investing

    Strategi kedua yang dapat kamu lakukan jika sedang belajar investasi saham adalah strategi value investing, sebuah trik saham yang diperkenalkan investor kawakan Ben Graham pada 1934 silam.

    Dalam strategi ini, fokusnya adalah pada pembelian saham value stock, yakni saham-saham yang diperdagangkan pada harga lebih rendah dibandingkan dengan fundamentalnya yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.

    Menurut praktisi dan pakar investasi Teguh Hidayat, ada tiga tahap strategi investasi saham yang harus kamu lalui. Pertama, kamu harus menemukan saham yang harganya lebih murah dari harga seharusnya. Kedua, saham yang dipilih adalah yang mewakili perusahaan yang berkinerja keuangan bagus. Dan ketiga, kamu harus memastikan saham itu berasal dari perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik.

    #3 Trading Saham

    Secara harfiah, trading saham berarti berdagang saham. Di sini kamu melakukan transaksi jual beli saham dalam jangka pendek. Tujuannya, agar kamu memperoleh keuntungan dari selisih pergerakan saham jangka pendek.

    Jika kamu baru belajar investasi saham, alih-alih memperhatikan kondisi fundamental saham yang hendak dibeli, kamu harus fokus memperhatikan sentimen dan kondisi pasar.

    Analisis yang dipakai membeli saham mengacu pada analisis teknis. Kalau kamu berminat menerapkan strategi investasi saham dengan trading saham, maka kamu juga harus punya kemampuan analisis teknis saham yang mumpuni. Selain itu, kamu juga harus punya waktu yang memadai untuk memantau pergerakan harga saham dan pasar.

    #4. Growth Investing

    Berbeda dengan value investing yang menekankan pentingnya penilaian terhadap harga wajar saham (valuasi), strategi investasi saham growth investing fokus pada pencarian saham yang memiliki potensi keuntungan dan pertumbuhan pendapatan tinggi di masa depan.

    Growth investing tidak memedulikan valuasi saham. Yang penting, saham itu diyakini punya potensi tumbuh besar.

    Jika kamu menerapkan strategi ini, kamu tidak keberatan membeli saham yang harganya sudah tinggi. Selama kamu percaya sinyal kenaikan harga saham masih kuat di hari esok.

    Nah, jadi jangan khawatir lagi sama bear market ya, Sobat Cuan! Yuk, Ikuti panduan di atas demi keamanan investasimu.

    Baca juga: 8 Strategi Investasi Hadapi Bear Market Lantaran Pandemi COVID-19

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Masa Tua Cuma Rebahan! Simak Rencana Menabung Dana Pensiun Berikut Ini!

    Siapa sih yang tak ingin masa tuanya cuma tinggal ongkang-ongkang kaki saja dan tak perlu bekerja? Kamu pun mungkin adalah salah satunya. Nah, agar mimpi kamu tercapai, ada baiknya kamu mulai merencanakan dana jaminan pensiun mulai dari sekarang.

    Mempersiapkan dana pensiun memang terbilang penting agar kamu bisa tetap hidup enak di masa tua. Selain itu, kamu juga tidak perlu repot-repot meminta anak cucu kamu menanggung biaya hidupmu kelak di hari tua nanti. Sobat-sobat sandwich generation pasti paham kan rasanya berada di posisi ini?

    Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mempersiapkan jaminan pensiun masih rendah. Data Kementerian Keuangan pada 2020 menemukan bahwa hanya 16% dari total tenaga kerja sebesar 124 juta jiwa yang sudah mempersiapkan dana tersebut.

    Mereka yang belum mendaftar program dana jaminan pensiun mungkin belum paham pentingnya hal tersebut. Atau, bisa jadi mereka memang sudah sadar, namun masih bingung bagaimana merencanakannya.

    Namun, bukan berarti mereka yang sudah mendaftar jaminan pensiun benar-benar sadar akan pentingnya hal tersebut. Bsia jadi, mereka secara “tak sadar” sudah menjadi peserta program dana pensiun karena perusahaan tempat mereka bekerja sudah mendaftarkannya ke program Jaminan Hari Tua (JHT) dan jaminan pensiun milik BPJS Ketenagakerjaan atau dana pensiun perusahaan.

    Hanya saja, tabungan tersebut juga tidak bisa menopang hidup kamu seutuhnya di masa tua. Perencana Keuangan Mohammad Andoko mengatakan bahwa jaminan pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan rata-rata bernilai 32,2 kali lebih besar dari gaji terakhir mereka.

    Artinya, dana pensiun tersebut hanya bisa menghidupi mereka selama 2,5 tahun saja. Sehingga, tetap saja dibutuhkan perencanaan pensiun yang apik agar tenang di hari tua.

    Nah, berikut ini, ada tips yang bisa kamu gunakan dalam merencanakan pensiun per 10 tahunnya!

    Baca juga: Selain Dana Pensiun, Ini 5 Pertanda Kamu Siap untuk Pensiun Lebih Awal

    Tips Menyiapkan Dana Pensiun 10 Tahunan

    Usia 20an: Menyimpan Dana Pensiun Senilai Gaji Kamu Selama Setahun

    Memang sih, masa pensiun kamu masih 30 hingga 40 tahun lagi. Tapi, mempersiapkan dana jaminan pensiun di usia ini bukanlah ide buruk!

    Agar tujuan kamu tercapai, biasakan untuk terbiasa dengan berinvestasi. Selain itu, kamu juga sudah harus pandai mengambil keputusan dalam menyiapkan dana pensiun di usia ini.

    Misalnya, jika kamu nanti pindah pekerjaan, apakah nantinya kamu akan mempertahankan keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan yang ada? Atau justru mencairkannya dan bikin keanggotaan baru lagi? Keputusan seperti ini juga bisa mengantarkan kamu menabung dana pensiun senilai satu tahun gaji di usia akhir 20-an.

    Usia 30-an: Menabung Dana Pensiun Setara dengan Tiga Kali Gaji Tahunan

    Nah, di titik ini biasanya ujian akan menerpa kamu. Sebab, semakin dewasa usia seseorang, maka kebutuhannya pun akan meningkat. Apalagi kalau kamu keluar kerja dan memulai usaha baru, biasanya tabungan pensiun yang dikumpulkan sejak usia 20-an langsung dicarikan dan dijadikan modal usaha.

    Perlu diingat bahwa jaminan pensiun adalah penyangga hidup kamu di hari tua. Maka, jangan sekali-kali sentuh uang itu, ya! Kalau kamu sanggup, cobalah untuk memiliki dana jaminan pensiun setara tiga kali gaji tahunan ketika usiamu hampir mencapai 40 tahun.

    Baca juga: Cuan Dari Angpao Kemarin? Simpan dan Tabung Dengan 5 Cara Ini!

    Usia 40-an: Menabung Dana Pensiun dengan Tujuan Setara Empat Kali Gaji Tahunan

    Biasanya, cobaan di usia ini adalah gaya hidup. Semakin berumur seseorang, maka ia akan lebih banyak membelanjakan uangnya atas alasan “self-reward” atau memberi apresiasi terhadap hasil kerjanya selama ini. Bisa saja dengan pelesiran ke luar negeri atau membeli mobil mentereng.

    Hal itu sejatinya sah-sah saja, Sobat Cuan. Asal, jangan kelewatan. Tetap ingat bahwa kamu masih perlu hidup di usia tua. Sehingga, seiring kenaikan penghasilan kamu di usia ini, maka ada baiknya kamu juga bisa menabung dana pensiun setara empat kali gaji tahunan saat kamu akan menginjak usia 50-an.

    Usia 50-an: Menabung Dana Pensiun dengan Tujuan Setara Delapan Kali Gaji Tahunan

    Di usia ini, kamu seharusnya sudah mulai memikirkan estimasi pengeluaran tabungan pensiun kamu ketika kamu sudah memasuki masanya. Namun, kamu perlu menghitungnya dalam jangka panjang ya, misalkan pengeluaran kamu dalam setahun untuk 30 tahun ke depan.

    Usia pensiun rata-rata ada di usia 55 tahun hingga 57 tahun. Usahakan di dekae tersebut, kamu sudah mengumpulkan tabungan pensiun setara delapan kali gaji tahunan kamu agar mudah mengaturnya. Contoh, berapa persen dari dana tersebut akan kamu masukkan ke investasi dan berapa persen akan masuk ke pembiayaan hidup.

    Menyiapkan tabungan pensiun harus sedari dini, Sobat Cuan! Yuk, bisa yuk mengatur jaminan pensiun sejak sekarang!

    Baca juga: Usia yang Dinilai “Berbahaya” untuk Pensiun

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CNBC, CNN Indonesia



    Sumber : pluang.com

  • Lagi Naik Daun Saat Pandemi, Ini 10 Manfaat Investasi Emas buat Kamu!

    Ada banyak keuntungan investasi emas, terutama karena melindungi nilai investasi dalam jangka panjang. Salah satu manfaat emas dalam melindungi nilai kekayaan adalah karena harganya yang stabil di seluruh dunia dan dapat diperjualbelikan dengan harga kurang lebih sama di seluruh dunia.

    Sebagian besar investor juga tidak terlalu khawatir saat investasi emas lantaran paham bahwa aset ini selalu memiliki nilai bagus di pasar selama berabad-abad. Bahkan, ketika investasi lain seperti real estat dan mata uang terlihat berisiko, emas justru terlihat stabil. Karena itu, tak heran jika sebagian besar investor menjadikan emas sebagai pilihan utama investasi jangka panjang.

    Sikap itu pun kian ditunjukkan investor di masa pandemi COVID-19. Kondisi ekonomi global yang tengah sakit kronis pun bikin beberapa investor memborong emas untuk menyimpan kekayaannya. Alhasil, harga emas menembus posisi tertingginya US$2.000 per ons pada Agustus lalu.

    Jadi, sebenarnya apa sih manfaat investasi emas? Dan bagaimana memilih ukuran portofolio yang layak untuk investasi ini?

    Baca juga: 4 Pilihan Investasi Jangka Panjang, Mana yang Terbaik?

    10 Keuntungan Investasi Emas

    #1 Emas dapat Melindungi Investor dari Risiko Inflasi

    Dalam berinvestasi, ada satu hal yang perlu diperhatikan dengan baik untuk melihat investasi tumbuh dalam jangka panjang, salah satunya adalah inflasi. Mempertimbangkan faktor ini, kita sebaiknya tidak memiliki investasi dalam bentuk tunai karena inflasi nakan menggerus nilainya seiring waktu. Sebagai gantinya, kamu dapat berinvestasi dalam emas atau aset aman lainnya yang melindungi dari risiko inflasi.

    Emas memang bukan mata uang. Tetapi, sebagai aset investasi, emas lebih unggul dari mata uang apa pun. Manfaat emas telah dirasakan lama, dan bahkan telah menjadi instrumen penyimpan kekayaan setidaknya selama 3.000 tahun. Sementara, salah satu mata uang terpanjang dalam sejarah, Poundsterling Inggris, baru berusia sekitar 1.200 tahun.

    Emas menjanjikan terjaganya nilai investasi jangka panjang. Sejak 1900, ia telah menjadi penyimpan nilai jangka panjang terbaik. Harganya memang berfluktuasi, tapi nilainya abadi. Emas, dengan demikian, adalah salah satu bentuk paling ideal untuk melestarikan kekayaan jangka panjang.

    #2 Cara untuk Menabung Uang dalam Jangka Panjang

    Menabung uang dalam jangka panjang sangat penting jika kamu memiliki penghasilan tetap. Dalam hal ini, hal sederhana yang dapat kamu lakukan adalah berinvestasi dalam emas fisik. Manfaat emas sebagai investasi adalah karena dapat melindungi nilai uang dan menjadikannya tabungan bagi masa depan.

    #3 Mudah Dibeli dan Mudah Dijual di Pasar

    Manfaat emas yang paling kentara adalah sifatnya yang likuid. Emas terbilang ideal karena mudah dibeli, apalagi kini banyak platform online yang menawarkannya dengan mudah.

    Selanjutnya, emas juga dapat dijual dan dibawa ke mana pun si pemiliknya pergi. Hampir semua pedagang emas batangan di dunia akan mengenali emas dan membelinya.

    Aset satu ini dapat dijual ke toko lokal, pegadaian, pihak swasta, atau dealer online. Prosesnya kerap kali lebih cepat daripada menjual saham di akun pialang.

    #4 Tidak Membutuhkan Banyak Perawatan

    Bagian terbaik dari investasi emas adalah ua tidak memerlukan perawatan apa pun. Sehingga, kita dapat menyimpannya selama ratusan tahun.

    Hal itu terjadi lantaran emas adalah zat padat nilai. Jika dilihat dari unsur kimianya, emas tidak akan kehilangan unsur kimianya meski sudah dicampur dengan material apapun. Maka dari itu, nilai emas akan selalu sama kapanpun.

    Seseorang dapat menyimpan emas dengan nilai US$50.000 di telapak tangannya atau menyimpannya di ruang kecil di rumahnya. Selain itu, emas tidak memiliki risiko bawaan. Emas fisik tidak bisa bangkrut dan umumnya nilainya masih akan bertahan lama.

    #5 Manfaat Emas Karena Kestabilan Harganya

    Dalam dunia dengan risiko tinggi di berbagai bidang, emas menawarkan risiko yang lebih rendah, keamanan lebih ketat, dan cuan lebih besar dibandingkan investasi lainnya. Harganya yang relatif stabil menjadikannya sebagai salah satu manfaat investasi emas yang penting. Faktanya, setiap kali ada krisis di pasar keuangan, orang-orang akan beralih ke investasi emas dan harganya pun akan melonjak dalam waktu singkat.

    Baca juga: Pilih Menabung atau Investasi?

    #6 Dapat Diwariskan dengan Mudah ke Generasi Berikutnya

    Keuntungan investasi emas berikutnya adalah kemudahan untuk mewariskannya ke generasi selanjutnya. Kebanyakan orang memberikan perhiasan emas untuk anak-anak mereka selama pernikahan dan acara penting lainnya dalam hidup. Emas juga menjadi pilihan yang baik ketika seseorang ingin menyimpan uangnya untuk kebutuhan masa depan bagi investasi masa depan anak-cucu mereka.

    #7 Manfaat Emas: Memudahkan Pengajuan Pinjaman di Bank

    Kita tidak pernah tahu kapan situasi darurat akan datang dalam hidup kita. Karenanya, kita perlu untuk menyiapkan diri secara finansial dalam menangani permasalahan yang mungkin datang.

    Dalam hal ini, manfaat emas sebagai investasi tentu terlihat dari betapa mudahnya emas dicairkan di pasar. Bahkan, seseorang dapat memperoleh pinjaman dalam satu hari berdasarkan nilai keseluruhan emas yang mereka pegang. Tingkat bunga pinjaman pun akan tergolong sangat rendah jika didbandingkan dengan pinjaman umum.

    #8 Alternatif Investasi Terbaik Dibanding Pasar Saham dan Real Estat

    Meski investasi di real estat atau pasar saham dapat memberi keuntungan yang baik, dua aset ini ternyata memiliki banyak risiko dalam jangka panjang. Karena itu, seseorang perlu mendiversifikasikan aset investasinya dengan emas. Mengapa? Sebab nilai emas yang stabil menjadikannya sebagai “penyeimbang” portfolio investasi lain yang berisiko tinggi.

    #9 Investasi Aman Dibandingkan dengan Aset Lain

    Jika kita bandingkan harga emas hari ini dengan sebelumnya, kita akan melihat bahwa harganya cenderung stabil. Emas memiliki nilai bagus di pasar dan menawarkan keamanan bagi investor jangka panjang.

    #10 Manfaat Emas Karena Harganya Tidak Merosot Seiring Waktu

    Tidak seperti investasi lain, keuntungan investasi emas dan manfaat emas adalah bahwa ia tidak memburuk di masa depan. Harganya stabil dan mampu bertahan seiring laju inflasi. Selain itu, emas juga merupakan simbol status dalam masyarakat dan pemegangnya akan mendapatkan likuiditas finansial di masa depan.

    Baca juga: Mau Cuan Berinvestasi Reksadana? Hindari 9 Kesalahan Ini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Policy Bazaar, GoldSilver



    Sumber : pluang.com

  • Anti Buntung! Hindari 5 Kesalahan Investasi Bitcoin dan Ethereum Berikut Ini!

    Investasi aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, memang tengah digandrungi banyak orang. Selain karena akses mendapatkannya yang kini mudah, pesatnya kenaikan harga aset kripto menjadi daya tarik tersendiri bagi peminatnya.

    Ambil contoh Bitcoin yang kini harganya sudah bertengger di US$50 ribu per keping. Siapa yang menyangka kalau dua bulan lalu harga aset kripto ini hanya dibanderol seharga US$29 ribu per keping saja.

    Hanya saja, kenaikan harga bukan berarti investornya juga bisa ambil untung secara instan. Sebagai manusia, tentu saja mereka bisa melakukan kesalahan yang berujung pada kerugian. Bukannya untung, malah buntung yang didapat!

    Nah, kalau kamu adalah salah satu investor yang baru merintis investasi aset kripto, berikut adalah lima tipe-tipe kesalahan yang perlu kamu hindari.

    Baca juga: Mau Cuan Berinvestasi Reksadana? Hindari 9 Kesalahan Ini!

    5 Kesalahan kala Investasi Aset Kripto

    #1 Percaya dengan Hype

    Dewasa ini, media sosial memiliki dampak yang luar biasa terhadap pergerakan harga aset kripto. Tengoklah Elon Musk. Di akhir Januari lalu ia sempat bikin harga Bitcoin naik drastis hanya karena sebuah cuitan di Twitter. Fenomena tersebut kemudian dijuluki sebagai Elon Pump.

    Hanya saja, tidak semua influencer aset kripto berniat baik. Terdapat pula beberapa investor atau pencipta aset kripto yang sengaja membuat hype di media sosial agar harganya meroket.

    Makanya, dalam bermedia sosial, kamu harus hati-hati dengan unggahan yang seolah-olah terlalu lebay. Misalkan, unggahan seperti “Bitcoin membuat saya menjadi kaya” atau “Harga Bitcoin akan naik!” yang kadang didasari tanpa analisis atau kalkulasi tertentu.

    Sebab, hype semacam itu bukan berarti aset kripto tersebut akan menjadi investasi yang bagus dalam jangka panjang. Bisa jadi itu hanya ulah beberapa golongan yang ingin menaikkan harga aset kriptonya dengan cara membuat sensasi pasar.

    Terus, saat giliran kamu membeli aset kripto yang sedang hype tersebut, para influencers aset kripto tersebut akan menjualnya dan membuat harganya anjlok. Presedennya adalah pada 2018 lalu, di mana pasar aset kripto mengalami kehancuran dan menyisakan kerugian bagi investornya hingga saat ini.

    Nah, kamu pasti tidak mau terjebak di situasi seperti itu, kan?

    #2 Memilih Platform Investasi yang Keliru

    Investasi aset kripto kini semakin mudah untuk diakses. Tapi, kamu juga harus hati-hati dalam memilih platform investasi yang tepat. Salah satu indikatornya adalah melihat biaya transaksinya.

    Kalau biaya transaksinya tinggi, artinya kamu hanya mendulang cuan kecil. Makanya, tetap perhatikan hal ini, ya!

    Baca juga: Sukses dalam Semalam? Pelajari 7 Hal Ini Jika Kamu Mau Kaya!

    #3 Malas Memahami Analisis Pergerakan Harga Aset Kripto

    Kamu perlu ingat bahwa fluktuasi harga aset kripto itu tak menentu. Bahkan, harganya bisa langsung berubah drastis dalam hitungan detik saja.

    Biasanya, investor pemula masih fokus memantau fluktuasi harga singkat ini. Mereka langsung menjual asetnya tanpa ba-bi-bu ketika harga naik, dan sebaliknya. Akhirnya, mereka pun terjebak dalam aktivitas short buying dan short selling tak berkesudahan.

    Namun, sikap seperti ini justru menunjukkan ketidaksiapan mereka dalam berinvestasi aset kripto. Seorang investor yang baik tentu akan mempertimbangkan analisis teknikal dan fundamental sebelum memutuskan waktu yang tepat dalam membeli atau menjual aset kripto.

    Sejarah mencatat bahwa investor aset kripto yang berhasil adalah mereka yang mau menambah pengetahuannya tentang aset kripto. Makanya, kamu juga perlu paham soal grafik harga hingga tren historis dan aspek fundamental yang menyertainya.

    Kalau aktivitas ini tak kamu pedulikan, maka cuan yang dihasilkan tak akan maksimal.

    Contohnya, kamu langsung jual Bitcoin buru-buru setelah melihat bahwa harganya naik ke US$50 ribu. Tapi ternyata, harganya justru naik ke US$53 ribu keesokan harinya. Akhirnya, kamu harus “kehilangan” potensi keuntungan Bitcoin sebesar US$3 ribu karena lalai memperhatikan perkembangan berita dan analisisnya.

    Maka dari itu, perlu diingat bahwa seorang investor Bitcoin tidak boleh malas!

    #4 Berinvestasi Pakai Emosi

    Dalam berinvestasi aset kripto, kamu pasti tahu istilah HODL, FOMO, atau FUD, kan? Nah, ini merupakan gambaran bahwa investor berinvestasi menggunakan emosi.

    Tapi, kalian perlu ingat bahwa seluruh kondisi tersebut diciptakan oleh segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan dengan menciptakan kehebohan di pasar. Sebagai investor yang baik, kamu jangan panik. Gali informasi sebanyak-banyaknya tentang kepanikan pasar tersebut.

    #5 Hanya Berinvestasi di Satu Aset Kripto

    Kamu pasti pernah mendengar istilah “Don’t put your eggs in one basket,” kan? Nah, hal itu juga berlaku di investasi aset kripto.

    Nilai satu aset kripto yang turun belum tentu terjadi di aset kripto lainnya. Makanya, kamu lebih baik juga ikut melakukan diversifikasi, ya!

    Baca juga: Orang-Orang Ini Tajir Berkat Bitcoin. Siapa Saja?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: IFF, Value Walk



    Sumber : pluang.com

  • Mau Cuan? 7 Saham SP 500 Ini Diramal Naik Lebih dari 20% Tahun Ini!

    Para analis berusaha keras untuk meningkatkan pendapatan dan target harga indeks saham Amerika Serikat S&P 500 yang mereka amati. Ini lantaran performa perusahaan-perusahaan S&P 500 yang secara mengejutkan masih tetap baik di kuartal IV lalu meski ramalan sebelumnya mengatakan sebaliknya.

    Sejauh ini, perusahaan dalam indeks S&P 500 melampaui ekspektasi sebesar 15%, ungkap John Butters, analis pendapatan di FactSet. Sebagai konsekuensinya, para analis pun berebut untuk meningkatkan target mereka. Hingga akhir 2021, mereka menargetkan bahwa harga beberapa saham di indeks S&P 500 bisa naik lebih dari 20% secara tahunan.

    Mereka mengejar ketertinggalan dengan menaikkan target harga. Di antaranya saham perusahaan teknologi informasi seperti Enphase Energy (ENPH) dan DXC Technology (DXC) plus raksasa layanan komunikasi Alphabet (GOOGL).

    Analisis data harian S&P Global Market Intelligence and MarketSmith menunjukkan bahwa para analis cenderung meningkatkan target harga 12 bulan mereka pada semua perusahaan S&P 500. Peningkatan target harga tersebut terjadi lebih dari 20% hanya dalam sebulan terakhir.

    Selain itu, masing-masing analis tercatat memiliki lebih dari 8% keuntungan hingga mencapai target baru yang lebih tinggi.

    “Tampaknya saham AS tidak bisa berhenti dan tidak mau berhenti,” kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda. “Secara sederhananya, (begitu cepatnya) situasi saham kembali ke kondisinya pada masa pasca-pandemi, perdagangan pun kini kembali berjalan liar.”

    Baca juga: 4 Target Finansial Para Milenial, Apa Saja?

    Para Analis Amerika Serikat Berjuang untuk Mengikuti S&P 500

    Sekitar 85% dari S&P 500 telah melaporkan laba kuartal IV. Untuk sebagian besar, intinya harga saham mereka bergerak jauh lebih baik dari yang diharapkan.

    Menurut Butters, sejauh ini pendapatan pada kuartal IV 2020 melampaui ekspektasi sebesar 15,1%. Ini terbilang sebagai persentase tertinggi ketiga sejak FactSet mulai melacak nomor tersebut pada 2008.

    Hal ini memaksa analis untuk meningkatkan target harga mereka pada saham-saham S&P 500. Baru pada Selasa (16/2), Wedbush Securities menaikkan target harga pada Microsoft (MSFT) menjadi US$300 per saham. Para analis pun kemudian secara konsensus menaikkan target harga saham mereka pada raksasa teknologi ini sebesar 11,5% selama sebulan terakhir.

    Namun, itu tidak seberapa dibandingkan peningkatan target harga saham S&P 500 yang mereka lakukan di beberapa perusahaan lain.

    Perusahaan Sektor Teknologi S&P 500 terus Menantang Target

    Jika ada saham sektor tertentu yang terus mencoba mengejar ketertinggalan, mereka adalah saham dari perusahaan teknologi.

    Saham pembuat peralatan listrik surya rumahan Enphase Energy, misalnya, kini sudah naik 10,3% menjadi US$193,50 per lembar. Laba kuartal IV perusahaan sebesar US$0,51 per saham benar-benar menghancurkan perkiraan analis yang semula mematok target harga saham Amerika ini tak lebih dari 27%.

    Akibatnya, para analis kini sedang meriset bagaimana cara yang pantas untuk menargetkan harga tersebut. Namun, dalam sebulan belakangan, mereka menargetkan harga saham Enphase akan naik 43% di akhir tahun.

    Kisah ini mirip dengan perusahaan teknologi lainnya, sebutlah DXC. Bisnis konsultasi TI ini melaporkan laba kuartal IV sebesar US$0,84 per saham. Angka ini melampaui bayangan yang memprediksi kenaikan lebih dari 50%.

    Alhasil, para analis menaikkan target harga saham mereka sebesar 27% dalam sebulan terakhir, menjadikannya seharga US$30,31 per saham hingga akhir tahun. Namun, investor pun masih belum yakin. Sebab, harga saham ini hanya naik 0,5% pada 2021 sejauh ini.

    Baca juga: Harga Emas Tahun Ini Bersiap Dekati Rekor Tertinggi

    Alphabet Menjadi Saham Amerika Besar yang Diamati di S&P 500

    Seperti banyak raksasa internet di S&P 500, nilai saham induk usaha Google, Alphabet, diperkirakan bakal naik tajam. Apalagi, sepanjang 2021 ini, nilai sahamnya naik 20,4% menjadi US$2.110,70 per lembarnya.

    Sebelumnya, para analis berpikir kenaikan harga saham Alphabet akan 13% di akhir tahun nanti. Namun, dalam sebulan terakhir, beberapa analis optimistis bahwa harga saham perusahaan Amerika Serikat ini bisa melesat 22,8%.

    Sekali lagi, Alphabet menunjukkan kepada Wall Street perihal tidak akuratnya pelaporan laba kuartal IV. Raksasa periklanan online ini akhirnya menghasilkan US$22,30 per saham dalam periode tersebut, mengalahkan 40% perkiraan-perkiraan sebelumnya.

    Para analis barangkali membuat kekeliruan dalam penentuan harga saham Amerika Serikat dalam jajaran perusahaan S&P 500. Namun, ketika mereka melakukannya, dan kita memperhatikan langkah-langkah mereka, kita tentu bisa memperoleh untung dari hasil prediksi mereka yang belum tentu keliru.

    Berikut ini ada tujuh saham dalam indeks S&P 500 dengan target kenaikan harga cukup besar hingga akhir tahun ini. Semuanya memiliki 8% atau lebih kemungkinan untuk naik setelah kenaikan target 20% atau lebih dalam 30 hari terakhir.

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investor’s Business Daily



    Sumber : pluang.com

  • Kini Menjelma Sebagai Investasi Populer, Simak Sejarah Reksa Dana!

    Sebagai Sobat Cuan, kamu pasti sering mendengar soal jenis-jenis reksadana kan? Iya, investasi tersebut kini banyak dipakai jutaan, bahkan miliaran orang, di muka bumi ini. Kondisi itu tak mengherankan, sebab investor hanya tinggal menaruh dananya untuk kemudian dikelola oleh manajer investasi.

    Namun, jenis reksadana yang beredar luas saat ini baru benar-benar menarik perhatian investor pada dekade 1980-an dan 1990-an meski sudah beredar 70 tahun sebelumnya. Masa-masa yang disebut sebagai “periode emas” reksadana ini persis hadir di kala investor mendapatkan keuntungan luar biasa dari berinvestasi di instrumen aset ini.

    Saat ini, reksadana masih digandrungi, meski kebanyakan tujuan utama investasinya adalah sebagai tabungan dana pensiun masa depan. Sebab, sifat investasi reksadana pun sejatinya adalah investasi jangka panjang.

    Dengan melihat keunggulan reksadana seperti di atas, tentu kamu jadi bertanya-tanya: Bagaimana awal mula terbentuknya reksadana? Yuk, simak evolusi reksadana dari berabad-abad lalu.

    Baca juga: Kenali Jenis Reksadana, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

    Sejarah Awal Reksadana: Dimulai di Belanda, Dikembangkan di Amerika Serikat

    Siapa yang menyangka bahwa investasi reksadana saham dimulai di Belanda pada abad ke-18 silam? Bukti sejarah tersebut dimuat Subhamoy Das dalam buku teks ekonominya bertajuk “Perspectives on Financial Services”.

    Melalui buku itu, Das bercerita bahwa produk reksadana berakar dari sebuah produk dana amanah (trust) yang diciptakan oleh pedagang Belanda bernama Adriaan van Ketwicg pada 1774.

    “Van Ketwich mungkin percaya bahwa diversifikasi instrumen aset akan menarik investor dengan modal seadanya. Nama dana van Ketwich, Eendragt Maakt Magt, pun diterjemahkan menjadi ‘persatuan yang menciptakan kekuatan,” ujar Das melalui buku tersebut.

    Kepercayaan akan jenis investasi ini pun lantas berkembang. Selanjutnya, diluncurkan di Swiss pada 1849 dan yang serupa di Skotlandia mulai diperkenalkan pada 1880-an.

    Inovasi AS

    Gagasan untuk mengumpulkan sumber daya pendanaan demi meminimalisir risiko investasi akhirnya sampai juga ke Amerika Serikat pada 1890-an.

    Hal ini ditandai dengan munculnya reksadana tertutup (closed-end fund) pertama di negara adidaya tersebut bernama The Boston Personal Property Trust pada 1893. Menurut Collins Advisors, investasi tersebut kerap dilihat investor sebagai aset lindung nilai yang penting untuk diversifikasi dana.

    Tak berselang lama, wadah investasi lainnya di negara bagian Philadelphia bernama Alexander Fund mengikuti jejak The Boston Personal property Trust pada 1907.

    Berdirinya Alexander Fund menjadi tonggak penting bagi kemunculan reksadana saham modern. Sebab, lembaga itu selalu mempresentasikan masalah setengah tahunan yang dihadapi oleh para investor dan menawarkan strategi kepada mereka untuk melakukan penarikan dananya sesuai permintaan.

    Hadirnya Reksadana Saham Modern

    Namun, reksadana saham modern pertama kali diperkenalkan oleh Massachusetts Investors’ Trust di Boston pada 1924, yang kemudian dibuka untuk investor pada 1928. Terdapat pula Wellington Fund yang terbit tahun 1929, yang kini menjadi produk reksadana tertua dan masih bertahan di Amerika Serikat hingga saat ini.

    Pada tahun 1929. ada 19 reksa dana terbuka yang bersaing dengan hampir 700 reksa dana tertutup. Namun, dengan jatuhnya pasar saham di tahun yang sama pada momen depresi besar (the great depression), dinamika pasar reksadana mulai berubah. Saat itu, reksadana tertutup dihapuskan, sementara reksadana terbuka yang berukuran kecil dipertahankan.

    Perkembangan pesat reksadana modern ini akhirnya bikin pemerintah AS mulai memperhatikan industri yang masih berumur seumur jagung ini. Pada 1933, pemerintah AS membentuk regulator pasar modal bernama Securities and Exchange Commission (SEC) dan mengesahkan Securities Act serta Securities Exchange Act pada 1934.

    Pemerintah AS melakukan hal tersebut untuk melindungi nasabah dari risiko-risiko dalam berinvestasi reksadana. Makanya, sebelum diedarkan, berbagai jenis reksadana wajib mendapat perizinan dari SEC. Sementara itu, perusahaan manajemen investasi juga wajib mengungkap penuh atas kepemilikan dan kinerjanya dalam bentuk prospektus, sebuah kegiatan yang masih dilakukan hingga sekarang.

    Enam tahun kemudian, yakni pada 1940, pemerintah AS juga menyetujui The Investment Company Act untuk menghindari penempatan instrumen reksadana dari konflik kepentingan.

    Setelahnya, manajemen investasi baru pun bermunculan di AS. Pada awal 1950-an saja, jumlah reksadana terbuka mencapai 100. Angka ini kemudian bertambah 50 lagi pada 1954.

    Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yangg Wajib Kamu Pahami!

    Perkembangan Terkini Reksadana Saham

    Jenis produk-produk reksadana pun kian menunjukkan variasinya sepanjang waktu, terutama setelah pemerintah AS menyempurnakan regulasinya dan mengetatkan pengawasan investasinya.

    Pada 1971, contohnya, William Fouse dan John McQuown dari Wells Fargo mendirikan reksadana indeks pertama, sebuah konsep yang digunakan oleh nisJohn Bogle sebagai fondasi untuk membangun The Vanguard Group.

    Tahun 1970-an juga menjadi titik lahirnya reksadana tanpa biaya/komisi (no-load fund). Opsi investasi biaya rendah ini berdampak besar pada cara penjualan reksadana di kemudian hari.

    Pada 1980-1990-an, pasar bullish yang belum pernah terjadi sebelumnya lantas melambungkan nama-nama manajer investasi ulung seperti Max Heine, Michael Price, dan Peter Lynch. Seluruh sosok tersebut dikenal karena kelihaiannya dalam menyelamatkan dana investor dari aset berisiko ke reksadana saham.

    Perubahan lainnya muncul pada abad ke-21, di mana Exchange Traded Fund (ETF) mulai diperkenalkan. Reksadana baru ini mencakup juga reksadana saham dan lainnya, dengan rasio pengeluaran yang sangat rendah dan kemudahannya untuk ditransaksikan. Hingga saat ini, sudah ada dana sekitar US$4 triliun yang diinvestasikan dalam ETF.

    Terlepas dari skandal reksadana tahun 2003 dan krisis keuangan global 2008-2009, industri ini masih berkembang. Di AS sendiri kini terdapat lebih dari 10 ribu produk reksadana yang beredar.

    Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Berikut Panduan Mudahnya untuk Pemula

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Grayscale: Perusahaan Dana Amanah Ethereum Terbesar Sejagat

    Jika kamu mengamati fluktuasi investasi Ethereum, maka kamu akan sering membaca bahwa pergerakan Grayscale adalah salah satu katalis penggerak harga aset kripto satu ini. Lantas, apa itu Greyscale?

    Grayscale adalah perusahaan manajemen investasi yang mengelola dana amanah (trust fund) Ethereum terbesar di dunia. Perusahaan ini terhitung sebagai sarana investasi pertama dari jenis aset kripto yang melaporkan keuangannya secara teratur ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commission, SEC). Kini, Grayscale memiliki aset kelolaan sebesar US$27,7 miliar

    Grayscale adalah bagian dari produk keuangan tradisional yang melacak harga cryptocurrency yang ditawarkan oleh Grayscale Investments, firma manajemen aset digital terbesar di dunia. Grayscale Investments merupakan bagian dari Digital Currency Group (DGC) yang dipimpin oleh pendiri dan CEO, Barry Silbert. DGC juga merupakan perusahaan induk Coindesk.

    Menurut laporan perusahaan, lima besar pemegang saham Grayscale adalah Ark Investment Management LLC, Horizon Kinetics Asset Management, Churchill Management Corp, IFP Advisor Inc., dan Toroso Investment LLC.

    Baca juga: Apa Itu Trust Fund (Dana Amanah)?

    Grayscale adalah Pengelola Dana Amanah Aset Kripto dengan Berbagai Jenis Portofolio

    Jejak Grayscale di bidang dana amanah aset kripto bermula pada 2013, ketika perusahaan ini menawarkan dana amanah Bitcoin (Bitcoin Investment Trust/BIT). Melalui produk tersebut, investor bisa mendulang cuan dari spekulasi harga Bitcoin tanpa harus menggenggamnya secara langsung.

    Bagaimana caranya? Investor bisa mendapatkan eksposur atas Bitcoin dengan cara membeli saham-saham atas sebuah produk open-ended private trust, atau satu grup diversifikasi portfolio aset yang memiliki kelebihan Bitcoin ke dalamnya. Hingga awal Februari, open-ended private trust tersebut berisikan 649.130 keping Bitcoin, atau setara 3,1% dari jumalh sirkulasi aset kripto tersebut saat ini.

    Adapun, saham-saham produk dana amanah Bitcoin ini diperjualbelikan di bursa saham over-the-counter (OTC) OTCQX dengan kode saham GBTC.

    Setelahnya, Grayscale mulai merambah ke beberapa aset kripto lainnya, seperti:

    • Grayscale Ethereum Trust (ETHE) dengan jumlah investasi minimum US$25 ribu dan mengenakan biaya tahunan 2,5%.
    • Investasi Grayscale Bitcoin Cash Trust (BCHG) dengan jumlah investasi minimum US$25 ribu dan mengenakan biaya tahunan 2,5%.
    • Grayscale Ethereum Classic Trust (ETCG) yakni tawarkan investasi Ethereum dengan jumlah investasi minimum US$ 25 ribu dan mengenakan biaya tahunan 3,0%.
    • Investasi Grayscale Horizon Trust dengan jumlah investasi minimum US$ 25 ribu dan mengenakan biaya tahunan 2,5%.
    • Grayscale Litecoin Trust (LTCN) dengan jumlah investasi minimum US$ 25 ribu dan mengenakan biaya tahunan 2,5%.
    • Investasi Grayscale Stellar Lumens Trust dengan jumlah investasi minimum US$ 25.000 dan mengenakan biaya tahunan 2,5%.
    • Grayscale Zcash Trust dengan jumlah investasi minimum US$ 25 ribu dan mengenakan biaya tahunan 2,5%.

    Grayscale juga adalah perusahaan dana amanah yang memungkinkan investor terkemuka untuk mendapatkan akses ke sekeranjang aset kripto melalui Grayscale Digital Large Cap Fund. Jenis ini memungkinkan investor untuk mendapatkan diversifikasi di beberapa aset kripto dan mengurangi risiko. GDLCF ini berisi Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH), Litecoin (LTC), dan Ethereum (ETH).

    Bagaimana dengan Grayscale Ethereum Trust?

    Didukung oleh Grayscale Investments, LLC (“Grayscale”), Grayscale Ethereum Trust (“Produknya”) adalah dana amanah swasta terbuka yang memberikan akses ETH yang dapat diaudit melalui sebuah sarana investasi.

    Dimodelkan berdasarkan Grayscale Bitcoin Trust, produk ini diciptakan bagi investor yang mencari akses pada investasi Ethereum. Sehingga, produk ini juga menawarkan saham-saham sebuah open-ended private trust Grayscale Ethereum Trust yang juga diperjualbelikan di OTCQX dan memiliki kode saham ETHE.

    Sama seperti BIT, dana amanah Ethereum Grayscale adalah kendaraan investasi Ethereum pertama yang ditawarkan pada publik dan sarana investasi mata uang digital kedua yang memperoleh status terakreditasi SEC setelah BIT..

    ETHE menyediakan struktur yang aman bagi publik untuk memperoleh akses ke Ethereum. Dana amanah yang mereka kelola memenuhi syarat OTCQX, pasar teratas yang dioperasikan oleh Pasar OTC dan terdaftar sesuai dengan Bagian 12(g) dari Securities Exchange Act of 1934. Investor dapat membeli dan menjual saham melalui akun pialang tradisional dengan harga yang ditentukan oleh pasar.

    Pada Desember 2020, Grayscale sempat memutuskan untuk menutup Grayscale Ethereum Trust setelah harga saham ETHE turun 18% dalam sehari, meski harga Ethereum hanya turun 3% saja. Banyak yang mengatakan bahwa saham ETHE dijual terlalu “mahal” jika dibandingkan dengan harga aslinya (overvalued), menyebabkan nilainya anjlok cepat dalam semalam.

    Baca juga: Ini Penjelasan Dasar-dasar Protokol Ethereum 2.0

    Grayscale Kembali Membuka Penawaran Dana Amanah Ethereum

    Meski demikian, Grayscale Investments telah membuka kembali Ethereum Trust kembali di awal Februari lalu setelah hiatus dua bulan lamanya. Adapun ketika dibuka kembali, dana amanah tersebut memiliki kelolaan Ethereum sebesar US$4 miliar.

    Pekan lalu, Grayscale adalah salah satu perusahaan induk yang mendaftarkan lima trust baru untuk aset kripto. Beberapa di antaranya terkait dengan ruang desentralisasi keuangan (decentralized finance, DeFi).

    Per 24 Februari, harga penawaran ETHE sebesar US$16,65 dengan peningkatan nilai tahunan sebesar 4,24%. Total keuntungan yang dapat diperoleh investor dalam tahun berjalan selama lima tahun menunjukkan grafik yang fluktuatif, tetapi dalam beberapa bulan terakhir, peningkatannya terbilang signifikan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Coindesk, Grayscale.co, Coindesk, Financial Times



    Sumber : pluang.com

  • Bagaimana Cara Prediksi Harga Bitcoin? Dua Manajer Top Ini Ungkap Triknya!

    Menerka naik dan turun harga Bitcoin memang seperti menebak-nebak buah manggis. Bukan hanya sifatnya yang fluktuatif, harga Bitcoin kadang bergerak signifikan secara mendadak di saat-saat yang tak terduga.

    Fluktuasi itu kian terasa sepanjang tahun ini. Pada bulan lalu, harga Bitcoin masih di kisaran US$29 ribu per keping. Namun, pada akhir pekan lalu, harganya tiba-tiba melejit hampir mendekati US$60 ribu per keping.

    Memang, banyak pihak memprediksi bahwa harga Bitcoin akan naik sepanjang waktu. Pada Januari lalu, contohnya, perusahaan investment bank JPMorgan mengatakan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$146 ribu per keping dalam jangka panjang.

    Meski demikian, koreksi harga dalam jangka pendek tetap saja terjadi. Sebagai contohnya adalah pekan ini. Harga Bitcoin yang awalnya bertengger manis di US$58 ribu per keping harus terjungkal ke US$50 ribu hanya dalam empat hari saja.

    Sehingga, apakah ada cara mudah untuk menaksir harga Bitcoin? Tentu saja, jawabannya adalah tidak. Sebab, investor harus memperhatikan tren sejarah harganya hingga analisis fundamental yang melatari pergerakan harganya selama ini.

    Hanya saja, dua manajer investasi top asal Bitwise Asset Management Matt Hougan dan David Lawant memberikan kisi-kisi bagi investor untuk menilai harga Bitcoin. Petunjuk tersebut mereka tuangkan ke dalam riset setebal 64 halaman yang diterbitkan oleh CFA Institute baru-baru ini.

    Namun, investor perlu ingat bahwa petunjuk ini tidak saklek menentukan harga Bitcoin dan tidak untuk digunakan sebagai acuan utama berinvestasi. Kisi-kisi yang disusun Hougan dan Lawant ini hanya memberi gambaran bahwa terdapat beberapa pendekatan yang bisa digunakan pecinta aset kripto untuk menerka pergerakan harga Bitcoin.

    Lantas, apa saja kisi-kisi yang dimaksud?

    Baca juga: Harga Ethereum Naik dan Cetak Rekor Singkat Senin Ini

    5 Pendekatan untuk Menerka Naik Turun Harga Bitcoin

    #1 Membandingkan Total Addressable Market Bitcoin dengan Emas

    Sejauh ini, menghitung Total Addressable Market (TAM) Bitcoin adalah metode populer yang digunakan investor dalam menilai harganya. Adapun, Total Addressable Market adalah estimasi pendapatan yang bisa didapatkan jika suplai suatu produk sudah ludes di pasaran.

    Dalam konteks Bitcoin, beberapa investor kerap membandingkan TAM aset kripto tersebut dengan kapitalisasi pasar emas, yang saat ini kira-kira berada di kisaran US$13 triliun. Sebab, sifat Bitcoin dianggap setara dengan emas, yakni sebagai aset penyimpan kekayaan.

    “Kita semua tahu bahwa suplai Bitcoin paling maksimal hanya 21 juta keping. Sehingga, jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar emas saat ini, maka masing-masing Bitcoin nantinya bisa dihargai US$620 ribu per keping jika seluruh 21 juta keping itu sudah diedarkan ke pasar,” tulis laporan tersebut.

    “Kemudian, anggaplah jika kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini hanya mengambil 10% dari pasar emas sekarang. Maka, harga Bitcoin harusnya bisa mencapai US$62 ribu. Begitu pun seterusnya,” imbuh laporan itu.

    Hougan dan Lawant mengatakan bahwa metode ini mudah dimengerti dan merupakan estimasi terbaik untuk menakar kisaran sebuah harga aset kripto.

    #2 Menggunakan Teori Kuantitas Bitcoin (The Equation of Exchange)

    Pendekatan ini, imbuh Hougan dan Lawant, digunakan oleh dua praktis modal ventura ulung yakni Chris Burniske dari Placeholder Ventures dan Jack Tatar dari Doyle Capital.

    Teori ini merupakan adaptasi dari teori kuantitas uang yang menyatakan bahwa jumlah uang yang berpindah tangan di masyarakat selalu setara dengan jumlah nilai traksasi barang dan jasa yang terjadi di antara mereka.

    Namun, bagaimana teori tersebut diaplikasikan ke dalam konteks Bitcoin dan aset kripto?

    Asumsikan bahwa Bitcoin memproses 100 miliar transaksi per tahun, di mana masing-masingnya bernilai US$100. Artinya, transaksi Bitcoin per tahun akan setara dengan US$100 triliun.

    Setelah itu, asumsikan bahwa Bitcoin sudah berpindah tangan selama lima kali per tahun. Maka, kapitalisasi pasar Bitcoin yang ideal seharusnya adalah US$10 triliun dibagi lima kali pindah tangan, yakni US$2 triliun.

    Kemudian, angka US$2 triliun itu dibagi lagi dengan jumlah Bitcoin yang sudah beredar dan belum ditambang sebesar 21 juta keping. Hasilnya, harga Bitcoin seharusnya bisa menyentuh kisaran US$91 ribu per keping.

    Dalam laporannya, Hougan dan Lawant menyebut bahwa rintangan dalam menggunakan metode ini adalah ketidakjelasan ihwal jumlah perpindahan tangan Bitcoin dalam setahun.

    Baca juga: Orang-Orang Ini Tajir Berkat Bitcoin. Siapa Saja?

    #3 Menilai Bitcoin dan Aset Kripto Lainnya Sebagai Sebuah Jaringan

    Pendekatan ini merupakan turunan dari hukum Metcalfe, yang mengatakan bahwa nilai sebuah jaringan akan selalu setara dengan jumlah orang yang terlibat di dalamnya yang dikuadratkan.

    “Sebagai contoh. Sebuah situs jejaring sosial, seperti Facebook atau Instagram, akan bernilai nol jika tidak ada orang yang menggunakannya. Namun, jika di dalamnya ada dua pengguna, jaringan tersebut akan menjadi bernilai,” terang laporan tersebut.

    Hukum tersebut kemudian dikembangkan oleh Ken Alabi dari Stony Brook University untuk menaksir harga Bitcoin dan aset kripto. Dalam penelitiannya, Alabi melihat jumlah pelaku pasar Bitcoin yang aktif per harinya di seluruh jaringan aset kripto yang tersedia. Kemudian, ia membandingkan perbedaan nilai di antara dua indikator tersebut.

    Namun, Hougan dan Lawant mengatakan bahwa perhitungan ini hanya bisa digunakan untuk membandingkan perbedaan valuasi antar aset kripto. Selain itu, metode ini juga menggunakan bobot yang seimbang antar pelaku pasar aset kripto, sehingga pendekatan ini terkesan tak masuk akal untuk digunakan menaksir harga Bitcoin cs.

    #4 Perhitungan Ongkos Produksi Sebagai Faktor Naik Turun Harga Bitcoin

    Pendekatan yang awalnya dicetuskan oleh Adam Hayes ini berpusat pada satu sudut pandang. Yakni, memandang aset kripto sebagai komoditas. Tentu, sebagai sebuah komoditas, diperlukan ongkos produksi untuk mendapatkannya.

    “Dengan pendekatan ini, nilai masing-masing Bitcoin bisa diestimasi dengan menghitung biaya marginal dari aktivitas pertambangan aset kripto tersebut. Kemudian, biaya marginal itu dibandingkan lagi dengan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari pertambangan Bitcoin,” tutur Hougan dan Lawant.

    Meski begitu, Hougan dan Lawant sangsi bahwa metode ini bisa digunakan untuk menaksir harga Bitcoin. Sebab, belum ada hubungan sebab-akibat yang jelas antara biaya marginal pertambangan Bitcoin dan imbal hasilnya.

    Baca juga: Setelah Sentuh All-Time High, Ke Mana Arah Bitcoin Berikutnya?

    #5 Menggunakan Metode Stock-to-Flow

    Pendekatan terakhir ini menekankan bahwa naik dan turun harga Bitcoin adalah cerminan dari suplai yang kian menipis. Kondisi tersebut kemudian digambarkan melalui rasio stock-to-flow, yakni rasio yang mengukur hubungan antara nilai Bitcoin saat ini dengan jumlah Bitcoin baru yang diproduksi setiap tahun.

    Hanya saja, Hougan dan Lawant agak skeptis dengan pendekatan tersebut.

    “Memang benar bahwa suplai Bitcoin terbatas. Namun, mempertimbangkan faktor ini saja untuk menentukan harga Bitcoin rasa-rasanya tidak tepat,” jelas mereka.

    “Apalagi, nilai rasio stock-to-flow secara otomatis akan selalu naik seiring minimnya suplai. Jika kondisi ini terjadi, harusnya pasar Bitcoin akan nyaman berada dalam posisi bullish melulu,” imbuh Hougan dan Lawant.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber:Business Insider



    Sumber : pluang.com

  • Mau Bermain Saham? Yuk, Antisipasi Cuanmu dengan 2 Langkah Mudah Ini!

    Sudah terbukti bahwa berinvestasi dalam saham adalah cara paling menguntungkan untuk mengumpulkan keuntungan jangka panjang. Namun, cuan dari bermain saham tersebut tidak akan bisa diraih jika kamu tidak membekali diri dengan strategi bernama antisipasi.

    Antisipasi adalah semacam strategi entering dan exiting pasar. Yakni, sebuah cara bermain saham di mana kamu harus selalu mengawasi open positions untuk mengetahui jika ada perubahan terjadi.

    Salah satu bentuk antisipasi adalah menggunakan analisis teknikal sebagai piranti cara bermain saham.

    Analisis teknikal adalah kesimpulan yang diambil dari pola chart sebelumnya, probabilitas atau kemungkinan yang akan terjadi di saham, dan pengalaman seorang trader sebelumnya. Berbekal analisis teknikal, kamu bisa mengantisipasi aktivitas pasar saham bahkan sebelum aktivitas itu terjadi.

    Seiring berjalannya waktu, dalam cara bermain saham, antisipasi adalah strategi yang dapat menghindarkan kamu dari keharusan terus menerus menganalisis arah pasar.

    Baca juga: Investasi Lebih Aman, Ketahui Cara Mengelola 7 Risiko Investasi Ini

    1. Cara Bermain Saham Dengan Analisis Teknikal

    Banyak yang beranggapan analisis teknis dalam cara bermain saham adalah semacam ilmu hitam yang digunakan untuk memprediksi masa depan.

    Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Dalam penggunaan analisis teknis, seorang trader tidak sedang memprediksi masa depan. Alih-alih, trader membuat sebuah strategi yang punya kemungkinan sukses besar dalam situasi di mana tren atau pergerakan pasarnya sudah dapat diantisipasi.

    Dalam pembuatan strategi ini, ilmu analisis teknikal adalah sebuah kekuatan yang sangat berguna. Menggunakan pengetahuan itu, trader atau pedagang saham mampu menentukan waktu yang tepat untuk membeli saham dengan harga rendah kemudian menjualnya lagi dengan harga tinggi.

    Kamu juga harus paham bahwa cara bermain saham yang baik memerlukan kesabaran dan ketelitian. Ingat, sebagai investor, kamu tidak boleh malas. Kamu harus membekali diri kamu dengan pengetahuan cara bermain saham yang cukup sebelum tercebur ke dalamnya.

    Baca juga: 4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

    2. Cara Bermain Saham dengan Modal Kecil

    Namun, jika kamu ingin main aman dan belum memiliki kemampuan investasi mumpuni, maka strategi antisipasi yang tepat bagi kamu adalah memulai investasi dengan modal yang mini.

    Berikut ini lima cara bermain saham dengan modal kecil yang dapat kamu coba dan praktikkan:

    #1 Cara Bermain Saham – Memilih Sekuritas dengan Biaya yang Kecil

    Pertama, kita pahami dulu bahwa perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang punya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dapat melakukan kegiatan jual beli saham.

    Cara bermain saham dengan modalmu yang kecil dapat dimulai dengan tahap awal di mana kamu membuka rekening efek di salah satu perusahaan sekuritas. Setelah itu kamu harus menyetor uang ke rekening itu. Dengan uang yang ada, kamu bisa membeli saham yang kamu mau.

    Uang yang kamu miliki hanya Rp5 juta? Tidak masalah. Kamu bisa memilih perusahaan sekuritas yang memperbolehkan setoran awal di bawah angka tersebut.

    Kamu juga harus mempertimbangkan biaya transaksi yang dipatok perusahaan sekuritas. Pilih biaya paling rendah.

    #2 Gunakan Aplikasi Trading

    Di zaman teknologi ini semua hal tampaknya bisa dilakukan di gawai. Kamu sekarang bisa berinvestasi saham dengan gampang melalui gawai kamu.

    Ada banyak pilihan aplikasi trading tersedia di PlayStore atau AppStore, dengan memasangnya kamu dapat melakukan online trading  kapan pun dan di mana pun.

    Aplikasi ini biasanya disediakan oleh perusahaan sekuritas tempat kamu memiliki rekening efek.

    #3 Cara Bermain Saham – Memilih Perusahaan Publik yang Tepat

    Jangan lupa kamu harus memastikan bahwa kamu berinvestasi pada perusahaan publik yang resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk mengetahui perusahaan mana saja yang membuka sahamnya untuk publik, kamu bisa mengunjungi situs web BEI.

    #4 Memilih Dua Perusahaan Publik

    Yang aman bagi pemula dengan modal kecil adalah membeli saham perusahaan besar yang terkenal. Kamu dapat mencari saham yang berharga di bawah Rp1.000 per lembar.

    Sebagai permulaan, kamu dapat memilih satu atau dua perusahaan publik. Ingat, antisipasi adalah cara bermain saham yang aman. Dengan bermain saham dengan modal kecil di satu atau dua perusahaan publik, kamu sedang memperkecil risiko kegagalan.

    Seiring berjalannya waktu dan kamu makin berpengalaman, kamu dapat kemudian membeli saham-saham lain.

    #5 Pantau Pergerakan Ekonomi

    Satu hal yang penting dengan modal kecil adalah kamu harus selalu memantau pergerakan ekonomi baik luar atau dalam negeri. Dengan demikian, kamu dapat memperkirakan pergerakan saham kamu.

    Jika pasar normal, kamu dapat berinvestasi saham baru. Jika pasar memburuk kamu harus menahan diri jual atau beli saham.

    Demikian cara bermain saham dengan modal kecil untuk pemula. Di sini semoga kamu sudah mengerti bahwa cara bermain saham tidak sesulit yang dibayangkan, dan antisipasi adalah salah satu piranti analisis teknis yang dapat kamu gunakan. Yuk, mulai bermain saham untuk menjamin pemasukan kamu!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Sambil Cari Cara Menjadi Kaya, Lakukan 5 Hal Ini Demi Atur Finansialmu!

    Sepanjang hidupnya, sebagian orang tentu fokus mencari cara untuk menjadi kaya. Hanya saja, menjadi kaya akan percuma jika tidak disertai dengan melek pengaturan finansial pribadi. Misalnya, percuma saja jika kamu memiliki penghasilan banyak tapi pengeluaranmu tak terkendali. Segala jerih payah kamu akan sia-sia, bukan?

    Melek pengaturan finansial pribadi memang tidak diajarkan di pendidikan resmi, namun kamu bisa menjalankannya dengan efektif melalui latihan dan pengalaman. Kondisi ini sesuai dengan studi yang dilakukan Irni Johan dan Karen Rowlingson pada 2020 yang mencatat bahwa masyarakat Indonesia baru akan mengubah perilaku finansial pribadinya berdasarkan pengalaman pribadi.

    Namun, apa kamu mesti merasa jera dalam melakukan kesalahan keuangan sebelum mengubah perilaku finansial kamu? Nah, untuk itu, simak lima langkah mudah ini agar kamu melek pengaturan finansial pribadi sebagai bekal ketika kamu menjadi kaya nantinya!

    Baca juga: Tidak Kunjung Kaya? Ini 10 Alasan yang Menghambatmu Jadi Orang Kaya

    5 Langkah Mudah Melek Finansial Pribadi Sembari Cari Cara Menjadi Kaya

    #1 Hindari Utang Sebisa Mungkin

    Kamu mesti bisa mengukur daya belanja kamu sesuai dengan kekuatan finansial. Jangan pernah paksakan untuk mengonsumsi atau belanja barang jika memang kondisi keuangan kamu cekak.

    Kamu perlu ingat bahwa utang nantinya perlu dibayar di kemudian hari. Selain itu, utang juga menghasilkan bunga yang tentu juga perlu kamu bayar. Kamu tentu tidak mau sebagian besar penghasilan kamu setiap bulan digunakan untuk membayar utang terus menerus, kan?

    Kamu harus paham bahwa utang hanya boleh digunakan untuk hal-hal produktif, misalnya memulai usaha. Sehingga, keuntungannya bisa kamu gunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang tersebut.

    Meski demikian, banyak perencana keuangan yang masih menganjurkan kamu berutang kalau misal kondisi kamu kepepet, seperti membayar biaya rumah sakit ketika kamu sedang tidak sehat dan lainnya. Tapi, pastikan kamu menarik utang dari risiko yang terendah, contohnya dengan berutang ke keluarga.

    Namun, kamu mesti pikir-pikir lagi kalau mau berutang untuk menunjang gaya hidup. Jangan sampai terjerat utang ya, Sobat Cuan!

    #2 Catat Pengeluaran Meski Hanya Rp1 Saja

    Mencatat pengeluaran adalah hal yang mudah. Kamu tinggal menulis belanja per hari di secarik kertas atau di ponsel kamu lalu hitung totalnya. Kemudian, kamu lakukan lagi hal itu keesokan harinya.

    Namun, hal yang paling susah dari mencatat pengeluaran adalah menjaga konsistensinya!

    Terkadang, orang terlalu permisif dengan gaya belanjanya dengan dalih “jarang-jarang belanja mahal” atau “self-reward” dan memilih untuk tidak mencatat pengeluaran tersebut. Atau, mereka enggan mencatatnya karena menganggap pengeluaran per harinya tidak signifikan.

    Padahal, mencatat pengeluaran secara periodik sangat penting. Kamu bisa menelaah apa saja pengeluaran krusial bagi kamu dan tidak melalui catatan tersebut. Selain itu, kamu juga bisa menilai berapa uang yang bisa kamu tabung per bulannya untuk mencapai tujuan finansial kamu.

    Ingat, konsistensi adalah kunci melek pengaturan finansial pribadi dan cara atau strategi menjadi kaya!

    Baca juga: Wajib Dicatat! 4 Langkah Menjaga Kesehatan Finansial Pribadi

    #3 Batasi Pengeluaran Sembari Cari Cara Menjadi Kaya

    Tak hanya mencatatnya, kamu pun perlu untuk membatasi pengeluaran kamu. Berbagai perencana keuangan selalu bilang bahwa kamu harus belanja berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan nafsu. Lantas, bagaimana cara membedakannya?

    Kebutuhan adalah sesuatu yang benar-benar bisa membantu kamu menunjang hidup dan pekerjaan. Misalnya, sewa rumah, listrik, pulsa ponsel, kemeja kerja, dan lain-lainnya. Dengan kata lain, kamu tidak akan bisa hidup dan beraktivitas jika hal-hal tersebut tak kamu miliki.

    Sementara itu, keinginan adalah benda-benda yang kamu inginkan. Kamu pun bisa hidup secara aman meski keinginan kamu tak terpenuhi. Misalnya pelesiran, barang-barang elektronik, hiburan, dan sebagainya.

    Memang, membedakan kebutuhan dan keinginan akan menjadi perdebatan tersendiri. Tetapi kamu tetap ingat untuk jangan terlalu permisif! Jangan pernah cari-cari alasan untuk memindahkan keinginan kamu menjadi kebutuhan. Sebab, hal itu akan tidak baik bagi kondisi keuangan kamu.

    #4 Siapkan Dana Darurat

    Hal ini menjadi penting karena dana ini akan menjadi “bantalan” bagi kamu kalau ada hal buruk menimpamu di kemudian hari.

    Namun, berapa dana darurat yang ideal? Beberapa perencana keuangan menyebut bahwa standar idealnya adalah setara dengan pengeluaran reguler kamu selama tiga hingga enam bulan. Dan ingat, jangan pernah utak-atik dana darurat kamu ya!

    #5 Mulai Investasi Berapa Pun dan Kapan Pun

    Kadang kamu berpikir bahwa hanya orang kaya yang bisa dan mampu berinvestasi. Wah, jangan batasi diri kamu, Sobat Cuan! Justru sekarang saat yang tepat bagi kamu berinvestasi.

    Kadang, orang berinvestasi untuk mengejar cuan semata dan menjadi salah satu cara menjadi kaya. Memang, hal itu tidak ada salahnya, tetapi investasi bukan sekadar cuan semata.

    Investasi adalah pembelajaran untuk mengubah pola pikir kita dari yang hanya “menjalani hidup hanya untuk hari ini” menjadi “fokus untuk meraih tujuan finansial jangka panjang”. Dengan berinvestasi, kamu tak hanya menjadi kaya tapi juga mengamankan hidup di masa depan.

    Makanya, yuk mulai berinvestasi! Apalagi sekarang investasi sudah semakin terjangkau, mudah, dan aman dengan aplikasi Pluang!

    Baca juga: Bergaji UMR dan Ingin Investasi? Atur Keuanganmu dengan 5 Langkah Ini

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Maximize Your Money, Springer, The Balance



    Sumber : pluang.com