Author: 08

  • 5 Produk Investasi Ini Bikin Kamu Cuan Maksimal dengan Modal Rp1 Juta

    Mitosnya, investasi hanya berlaku jika kalian memiliki rekening yang gendut. Katanya, cuma orang berduit saja yang bisa berinvestasi. Eits, tapi jangan salah, Sobat Cuan! Sebab, kenyatannya, kalian bisa memulai investasi dengan modal 1 juta.

    Iya, kamu tidak salah baca. Kamu bisa memulai investasi hanya dengan modal Rp1 juta saja.

    Perkembangan zaman membuat kita semakin mudah memulai investasi. Apalagi, saat ini sudah banyak sekali platform investasi daring yang bisa mengakomodasi kalian dalam berinvestasi.

    Kemudian, ada banyak sekali manajer investasi yang bisa kalian rujuk. Hal ini termasuk jasa perbankan yang menyediakan jasa manajer investasi. Program dan jangka waktunya pun beragam, bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, kalian tetap harus berhati-hati, ya. Ada baiknya kamu juga rajin mampir ke situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menemukan link daftar investasi ilegal.

    Lalu, bagaimana caranya kamu bisa berinvestasi 1 juta? Yuk, intip strateginya di bawah ini!

    Baca juga: Memulai Investasi yang Tepat Bagi Pemula, Bagaimana Caranya?

    Cara Kumpulkan Modal untuk Investasi 1 juta

    Sebelum memulai investasi, ada baiknya jika kita memikirkan strategi untuk memaksimalkan modal kita. Nah, berikut ini adalah langkah-langkah kecil, namun signifikan, di dalam perencanaan modal investasi kamu.

    1. Sisihkan jumlah tertentu untuk ditabung secara rutin.
    2. Lunasi utang berbunga tinggi terlebih dahulu untuk meringankan beban kamu.
    3. Manfaatkan rencana pensiun agar alokasi keuangan kamu tetap aman untuk berinvestasi.
    4. Pikirkan tingkat risiko yang nyaman bagi kantong kamu, termasuk secara waktu.
    5. Siapkan alternatif produk investasi lain saat pot investasi kamu sudah tumbuh.

    Setelah memiliki modal yang cukup, kalian bisa mulai memikirkan portofolio investasi. Portofolio ini sangat membantu untuk melihat arus kas, profil risiko, serta posisi investasi kalian. Karena, apa pun jenis produk yang kalian pilih, kalian harus mengetahui dan memahami dinamikanya.

    Jadi, apakah kalian sudah siap untuk memulai investasi 1 juta?

    Baca juga: Cara Investasi Emas yang Menguntungkan, Bagaimana Caranya?

    Produk investasi 1 juta yang patut dicoba

    Investasi 1 juta semudah kalian belanja di mal. Artinya, ada banyak produk investasi yang bisa kalian coba. Berikut lima jenis investasi bermodal pas-pasan dan gampang dilakukan.

    #1 Reksadana Pasar Uang

    Reksadana ini memiliki risiko investasi yang rendah. Keuntungannya pun bisa dibilang relatif rendah jika dibanding dengan produk reksadana yang lain. Produk investasi pasar uang berupa deposito dan surat-surat berharga yang memiliki jatuh tempo di bawah satu tahun. Saking terjangkaunya, reksadana pasar uang ini bisa dimulai dengan budget Rp50 ribuan saja.

    #2 Reksadana Pendapatan Tetap

    Reksadana ini levelnya berada di atas reksadana pasar uang. Meskipun tingkat risikonya juga tidak terlalu besar. Bentuk reksadana pendapatan tetap bisa ditemui pada obligasi milik pemerintah dan swasta. Dengan modal mulai dari Rp250 ribu, kalian bisa mendapatkan return hingga 14,83 persen dalam satu tahun.

    #3 Reksadana Campuran

    Seperti namanya, reksadana ini terdiri dari beberapa sektor. Umumnya, saham dan obligasi menjadi pilihan para investor.

    Memang, menempatkan dana di saham memiliki risiko lebih besar dibanding dengan obligasi. Tetapi kamu tenang saja. Sebab, jika saham yang kalian pilih sedang turun, manajer investasi akan mengarahkan kalian untuk beralih ke obligasi.

    Untuk return, investasi ini bisa mendatangkan keuntungan hingga 20 persen per tahun. Dan, modalnya pun bisa dimulai dari angka Rp100 ribuan saja, bahkan kini ada beberapa platform yang menyediakan modal awal di bawah itu.

    #4 P2P Lending

    Peer-to-peer Lending, atau disingkat menjadi P2P Lending, adalah inovasi baru yang digagas oleh perusahaan startup financial technology atau fintech. Program ini mempertemukan pihak peminjam uang dengan pemberi pinjaman uang.

    Bicara soal return, investasi ini bisa menjanjikan hingga 18 persen per tahun. Sedangkan untuk modal, kalian bisa setor mulai dari Rp50 ribu atau Rp100 ribu, tergantung kondisi kalian. Jadi, sangat mungkin dong untuk menerapkan investasi 1 juta dalam produk investasi ini.

    #5 Logam Mulia atau Emas

    Logam mulia dan emas memiliki nilai yang stabil. Selain itu, investasi ini juga tidak terdampak oleh inflasi dan memiliki tren nilai yang cenderung meningkat, sangat cocok untuk investasi jangka panjang karena nilainya yang meningkat.

    Seiring dengan perkembangan teknologi, investasi emas semakin menjadi mudah dan murah. Nah, berinvestasi di Pluang bisa menjadi jawaban kalian. Sebab, kalian bisa investasi emas mulai dari Rp10.000 saja lho!

    Itulah beberapa alternatif produk investasi bermodal kecil bahkan hanya dengan investasi 1 juta saja. Ingat ya, prinsip investasi adalah high risk high return! Jadi, pilihlah investasi yang paling sesuai dengan karakter kalian.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Lifepal, Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Investasi Properti Bukan Cuma Beli Rumah! Cobain 6 Jenis Investasi Properti Ini

    Tak hanya sebagai tempat tinggal, namun properti kini adalah salah satu instrumen investasi. Besarnya keuntungan, diikuti dengan tingkat inflasi yang tinggi per tahunnya, bikin orang berbondong-bondong menempatkan dananya di properti.

    Dalam perencanaan keuangan, sebuah properti bisa dikatakan sebagai aset investasi jika memiliki kemungkinan untuk dijual oleh pemiliknya di suatu hari. Namun, jika properti tersebut hanya digunakan sebagai tempat tinggal, maka dia akan menjadi aset konsumtif yang memiliki nilai apresiasi atau terus naik dari waktu ke waktu.

    Investasi properti berkaitan dengan proses pembelian, kepemilikan, pengelolaan, penyewaan, dan penjualan real estat yang mendatangkan keuntungan. Keuntungan investasi properti bersifat fleksibel, yang bisa dinikmati dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

    Investasi properti adalah bersifat cair, artinya bisa dimiliki investor perorangan hingga korporasi. Produk yang terlihat secara kasat mata pun menjadikan properti sebagai investasi aman bagi investornya.

    Tapi, seiring perkembangan zaman, investasi properti bukan hanya sekadar beli rumah, lho! Sekarang, masyarakat bisa berinvestasi properti meski dengan kantong seadanya.

    Baca juga: Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

    6 Jenis Investasi Properti dengan Keuntungan Tidak Main-Main

    Properti identik dengan tanah dan bangunan. Namun, pada dasarnya, investasi properti datang dalam beragam bentuk dan rupa. Bahkan, seiring perkembangan zaman, berinvestasi properti kini bisa dimulai hanya dengan bermodal mini.

    Di bawah ini adalah beberapa jenis investasi properti yang bisa menghasilkan keuntungan di masa depan!

    #1 Property Equity Crowdfunding

    Di sini, kalian akan mengumpulkan dana kolektif alias patungan untuk membeli properti. Mekanisme ini mirip dengan cara kerja pemegang saham. Artinya, nilai imbal yang didapat sesuai dengan persentase modal di awal. Ada beberapa start up yang mulai mengembangkan metode ini. Namun, mereka belum berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

    Cara investasinya pun cukup mudah. Kalian bisa mengunjungi situs mereka, kemudian memilih jenis properti dan memasukkan uang modal. Terakhir, kalian akan menunggu hingga dana pembelian properti tercukupi dari investor lain. Minimal modal yang disetorkan juga cukup ringan, yakni sebesar 1% dari harga properti. Misal, kalian ingin membeli rumah seharga Rp2 miliar, maka kalian perlu menyetorkan uang Rp20 juta saja.

    #2 Saham Properti

    Di sini, kalian akan membeli kepemilikan perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalian bisa mengecek perusahaan properti mana saja yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Tata cara investasi ini sama dengan tata cara investasi saham, yakni kalian harus membuka rekening efek di perusahaan sekuritas. Selanjutnya, ada dua keuntungan yang bakal didapat dari metode ini, yakni capital gain atau kenaikan harga saham dan dividen dari perusahaan. Minimal investasi saham properti adalah satu lot atau setara 100 lembar.

    #3 Aset untuk Hunian Keluarga

    Investasi properti ini tergolong ke dalam padat modal karena kalian perlu membeli asetnya terlebih dahulu. Mengatasi ini adalah salah satu keuntungan investasi properti.

    Rumah dan apartemen adalah jenis yang paling umum dibeli. Keuntungan yang didapat berasal dari penjualan dan penyewaan aset. Penjualan rumah cenderung lebih mudah karena bank lebih berpotensi untuk menyetujui permohonan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang diajukan oleh pembeli.

    #4 Properti untuk Bisnis

    Berbeda dari poin sebelumnya, investasi ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan orang lain. Modal yang diperlukan tentu lebih besar, tapi hal ini sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Investasi properti untuk kepentingan bisnis bisa dimulai dari properti kantor, seperti mebangun co-working space; properti perdagangan atau ritel seperti membangun kios dan mall; hingga investasi lahan parkir.

    #5 Lahan Pemakaman

    Lahan pemakanan menjadi isu publik yang mulai merebak di kalangan masyarakat kota. Misalnya saja TPU Pondok Rangon Jakarta Timur, yang memiliki luas sekitar 70 hektar, mengumumkan bahwa mereka tidak bisa menerima jenazah baru per Juli 2019. Hal ini tentu saja bisa menjadi peluang baru bagi para investor. Tempat pemakaman San Diego Hills, Al Azhar Memorial Garden, dan Graha Sentosa Park adalah contoh sukses investasi lahan pemakaman.

    #6 Tempat Pariwisata

    Meski sedang mengalami penurunan selama pandemi COVID-19, investasi sektor pariwisata diyakini akan bangkit kembali seiring dengan berjalannya perekonomian.

    Untuk itu, ada baiknya investasi properti diarahkan ke sektor ini. Keuntungan investasi properti di sektor pariwisata didominasi oleh hotel dan travel. Namun, dalam perkembangannya, homestay dan villa juga menguntungkan para investor.

    Keuntungan investasi properti dipengaruhi banyak hal. Maka, sebelum memulai, ada baiknya memikirkan modal, profil risiko, dan tujuan investasi properti.

    Baca juga: Pahami Kinerja Sekuritas, Ini 3 Alasan Volatilitas Pasar Pengaruhi Peluang Profit

    Ketahui Keuntungan dan Risiko Investasi Properti!

    Return of investement yang tinggi adalah salah satu keuntungan investasi properti. Selanjutnya, apa saja alasan lain untuk investasi properti?

    • Lebih stabil dari investasi saham
    • Properti memiliki nilai aset yang tinggi
    • Nilai investasi cenderung naik dari waktu ke waktu
    • Membantu mendiversifikasi portofolio investasi

    Namun, bukan berarti berinvestasi properti tidak bebas dari jerat kerugian. Di bawah ini adalah risiko investasi properti yang perlu diwaspadai.

    • Bentuknya yang tidak likuid membutuhkan waktu untuk menjual.
    • Meski bisa dikredit, harga properti masih relatif mahal.
    • Biaya operasional yang cukup tinggi, mulai dari pengeluaran pemeliharaan rutin hingga pengeluaran tidak terduga.
    • Lokasi sangat memengaruhi harga jual di masa depan.

    Sama halnya dengan bisnis lainnya, perhitungan risiko kerugian dan keuntungan investasi properti harus dipikirkan sejak dini.

    Baca juga: Pasutri China Palsukan Perceraian Agar Dapat KPR

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Lifepal, 99.co



    Sumber : pluang.com

  • Mau Cuan Berinvestasi Reksadana? Hindari 9 Kesalahan Ini!

    Berinvestasi di reksadana kini sudah menjadi pilihan banyak investor pemula. Sebab, seiring perkembangan zaman, kian marak berbagai platform daring yang menawarkan nilai minimum investasi yang rendah dan menjanjikan keuntungan yang wah.

    Selain itu, investor pemula pun tak memerlukan pengetahuan dahsyat mengenai pasar modal untuk melakukannya. Sehingga, bisa dibilang bahwa investasi reksadana adalah pilihan yang aman.

    Meski begitu, bukan berarti kamu bisa melakukan kesalahan nihil dalam berinvestasi reksadana. Tentu saja, ada rambu-rambu yang perlu dihindari agar kamu tidak tekor berinvestasi di sana.

    Berikut adalah sembilan kesalahan berinvestasi reksadana yang perlu kamu hindari demi mendulang cuan yang maksimal!

    Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

    9 Kesalahan Investasi Reksadana Penghambat Keuntungan

    #1 Tidak Menentukan Tujuan Berinvestasi

    Kamu tentu saja harus menetapkan tujuan finansial kamu dalam berinvestasi reksadana. Misalnya, apakah kamu membutuhkan uang sesegera mungkin? Atau justru untuk menunjang hari tua kamu?

    Menetapkan tujuan tersebut akan membantu kamu memilih produk reksadana yang tepat. Sebagai contoh, jika kamu berencana untuk menggunakan imbal hasil reksadana untuk menopang masa setelah pensiun, maka lebih baik kamu berinvestasi di reksadana berpendapatan tetap.

    #2 Tidak Melakukan Riset Terkait Reksadana Sebelum Berinvestasi

    Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan itu nampaknya juga berlaku dalam investasi reksadana. Sebab, jika kamu langsung nyemplung berinvestasi tanpa bekal mumpuni, nantinya kamu akan kesulitan mengukur risiko produk reksadana yang kamu pilih.

    Makanya, kamu perlu mencari tahu tentang jenis reksadana yang kamu pilih, ukuran asetnya, rasio bebannya, tren nilai imbal hasilnya, dan lain-lain.

    #3 Terlalu Panik dengan Fluktuasi Nilai Jangka Pendek

    Banyak investor di luar sana yang langsung keringat dingin melihat anjloknya indeks harga saham atau obligasi. Tapi, di dalam berinvestasi reksadana, kamu sejatinya tak perlu bersikap demikian.

    Kamu harus paham bahwa berinvestasi di reksadana artinya mengumpulkan kekayaan dalam jangka panjang. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir dengan koreksi di pasar modal yang terjadi di jangka pendek.

    Bahkan, kamu seharusnya menahan diri untuk tidak terus memantau tren pasar modal agar kamu konsisten berinvestasi reksadana. Kalau iman kamu tidak kuat, kesempatan kamu dapat cuan juga bakal terlewat!

    #4 Tidak Punya Pola Pikir Jangka Panjang

    Terdapat dua macam investor di dalam lingkup investasi reksadana.

    Tipe pertama adalah mereka yang menempatkan dananya di reksadana menginginkan kekayaan di jangka panjang. Sementara itu, tipe kedua adalah mereka yang tidak sabar dan memutuskan keluar dari investasi reksadana karena dianggap tak memberikan keuntungan dengan cepat, bosan, atau mungkin mengalami kerugian jangka pendek.

    Kembali lagi, kamu perlu paham bahwa reksadana adalah wadah investasi jangka panjang, sehingga kamu tidak boleh memiliki pola pikir seperti tipe investor kedua tersebut.

    Baca juga: 7 Kesalahan Finansial di Masa Muda

    #5 Menunggu Waktu yang Tepat Untuk Berinvestasi

    Pasti terdapat banyak orang yang menjawab “Nanti aja, deh!” ketika ditanya ihwal “Kapan mau memulai investasi reksadana?”.

    Nah, sebenarnya, setiap waktu adalah saat yang tepat untuk berinvestasi reksadana! Kalau kamu menunggu waktu yang “tepat”, artinya tujuan kamu bukanlah berinvestasi, namun bermotif transaksional belaka.

    #6 Tidak Punya Dana Darurat

    Investasi reksadana memang menggiurkan di jangka panjang. Saking menjanjikannya, banyak kasus di mana investor menguras tabungannya sekaligus untuk berinvestasi reksadana.

    Hal tersebut tentu tidak disarankan, Sobat Cuan. Sebab, artinya kamu nanti tidak akan memiliki dana darurat, misalnya untuk biaya kesehatan atau biaya tak terduga lainnya. Tetap harus hati-hati dan realistis ketika berinvestasi, ya!

    #7 Tidak Menyesuaikan Nilai Investasi dengan Kenaikan Penghasilan

    Banyak sekali investor yang tidak menambah setoran reksadananya meski penghasilannya bertambah. Namun, kondisi tersebut sebaiknya dihindari. Sebab, nantinya imbal hasil kamu tak akan maksimal di jangka panjang.

    Perlu diingat bahwa kamu perlu menaikkan setoran reksadana kamu setiap tahun. Kalau bisa, tingkat kenaikannya harus lebih besar dari inflasi. Tips ini cukup krusial lantaran banyak investor reksadana yang buntung gara-gara tak sadar hal ini.

    #8 Tidak Mendiversifikasi Jenis Reksadana

    Sobat Cuan pasti pernah mendengar istilah “Don’t put your eggs in one basket”, kan? Hal ini pun berlaku di investasi reksadana.

    Diversifikasi adalah kunci demi mendapat keuntungan yang mantap dari reksadana. Sebab, setiap jenis reksadana memiliki aset dasar tersendiri, di mana pergerakan nilainya pun tidak berbarengan satu sama lain.

    Untuk permulaan, cobalah untuk mendiversifikasikan asetmu ke dua atau tiga jenis reksadana. Kemudian, tentukan mana yang paling bikin kamu nyaman.

    #9 Tidak Memantau Kinerja Reksadana Kamu Secara Periodik

    Kamu tentu tidak boleh malas mengecek kinerja reksadana kamu dalam jangka waktu tertentu, misalnya sebulan sekali atau setahun sekali.

    Mengapa pengawasan ini penting? Karena kinerja ini diperlukan sebagai bahan evaluasi dan menentukan langkah investasi kamu ke depan.

    Berinvestasi di reksadana memang mudah. Tapi, bukan berarti kita mengesampingkan sikap disiplin dan konsisten ya, Sobat Cuan!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: TradeBrains



    Sumber : pluang.com

  • Mendingan Lunasi Utang atau Mulai Investasi? Tentukan Tujuan Finansialmu! Sekarang

    Pasti Sobat Cuan langsung senang ketika tanggal gajian, kan? Pasti di otak sudah terbayang ingin beli ini itu. Tapi, sebagai masyarakat yang sudah melek finansial, tentu kamu juga harus menentukan tujuan finansial kamu dengan penghasilan yang didapat.

    Lantas, bagaimana menentukan tujuan finansial?

    Proses pengaturan finansial erat kaitannya dengan cara melunasi utang. Kadang, disadari atau tidak, hidup kamu akan sedikit-banyak akan berurusan dengan urusan pinjam-meminjam. Misalnya, mencicil rumah, mencicil mobil, atau ponsel kesayangan kamu.

    Penelitian dari Federal Reserve Bank, di New York, menunjukkan bahwa utang kartu kredit mencapai US$930 miliar dolar pada 2019 lalu. Tidak heran jika tujuan finansial masyarakat akan didominasi dengan cara jitu melunasi utang.

    Hanya saja, di sisi lain, kamu juga perlu berinvestasi demi mengamankan aset di masa depan.

    Nah, ketika memiliki uang, orang akan dihadapkan dengan dilema. Apakah mereka mesti menggunakan rezeki itu untuk membayar utang? Atau justru menggunakannya untuk hal yang lebih menguntungkan, yakni investasi?

    Investasi dan utang adalah dua hal yang sama-sama penting. Maka, tujuan finansial sepatutnya mencakup investasi dan cara melunasi utang sekaligus, di mana hal itu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan kamu.

    Kamu tak perlu terbebani dengan berapa besar pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk dua pos tersebut. Bahkan, kalau kamu cerdik mengatur investasi, kamu bisa gunakan imbal hasilnya untuk menutup lubang utang kamu!

    Mengapa demikian? Sebab, investasi adalah tindakan menggunakan uang kalian untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi dalam bentuk bunga, dividen, dan apresiasi aset. Cara berinvestasi pun kini semakin beragam dan mudah.

    Tapi, kalau penghasilan kamu pas-pasan, tentu kamu harus memilih prioritas di antara keduanya. Bagaimana caranya?

    Baca juga: Quarter Life Crisis: Saatnya Asah Seni Mengatur Keuangan dan Gaya Hidup Bijak

    Menimbang Tujuan Finansial: Antara Utang dan Investasi

    Utang adalah pinjaman uang untuk membiayai suatu kebutuhan atau suatu peristiwa tidak terduga. Biasanya, pemberi pinjaman akan membebankan bunga sederhana atau bunga majemuk pada jumlah yang dipinjamkan.

    Menggunakan perhitungan untuk mengukur manfaat antara investasi dan utang bisa membantu kita. Ada dua variabel yang penting untuk diingat dalam hal ini:

    • Tingkat bunga setelah pajak yang akan kalian bayar untuk utang.
    • Tingkat pengembalian setelah pajak yang kalian harapkan dari investasi.

    Jika kalian mendapati pengembalian investasi lebih tinggi daripada bunga atas utang, maka investasi adalah jawabannya. Di sisi lain, jika kalian memiliki utang yang berbunga tinggi, seperti kartu kredit, maka melunasi utang menjadi prioritas.

    Selain memperhitungkan dua hal di atas, memikirkan tentang hierarki potensi juga bisa membantu merencanakan tujuan finansial yang baik.

    Berikut adalah beberapa saran yang bisa membantu mencapai tujuan finansial:

    • Membuat perlindungan kebangkrutan untuk aset dan dana pensiun.
    • Kurangi utang dari waktu ke waktu hingga semuanya lunas.
    • Simpan investasi berisiko di akun kena pajak sesaat setelah semua kebutuhan dasar terpenuhi.

    Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    Berutang Bukan Berarti Hal Buruk

    Utang adalah fenomena umum di kalangan masyarakat, khususnya milenial. Ada beberapa orang yang membeli rumah atau rumah harus berhutang. Namun, kejadian luar biasa yang di luar rencana selalu saja datang, seperti biaya medis atau biaya perbaikan rumah karena terkena badai.

    Di masa-masa itulah biasanya orang mengambil utang untuk membantu kebutuhan mereka.

    Selain utang karena keadaan tidak terduga, utang kartu kredit menjadi bentuk utang yang kerap terjadi. Kartu kredit berguna karena sifatnya yang cashless. Namun, banyak orang yang dapat dengan cepat mengontrol diri dan pikiran atas risiko dibalik kenyamanan kartu kredit tersebut.

    Tidak semua utang buruk, seperti utang hipotek misalnya. Ini tergantung pada tujuan finansial yang kamu tetapkan. Bunga yang dibebankan pada hipotek dan pinjaman mahasiswa di Amerika Serikat dapat dikurangi dari pajak.

    Bunga atas utang yang diambil menjadi bahan pertimbangan yang penting. Ketika kalian meminjam uang, kreditur akan membebankan biaya atau biasa disebut dengan bunga atas uang yang dipinjamkan.

    Tingkat bunga bisa sangat bervariasi, tergantung dengan kebijakan bank sentral, bank komersial, dan lain sebagainya. Jadi, ada baiknya kalian melakukan window shopping ke beberapa tempat sebelum memutuskan untuk mengambil utang.

    Ada dua jenis bunga yang biasa diaplikasikan. Pertama, bunga sederhana yang hanya didasarkan pada jumlah pokok pinjaman. Kedua, bunga majemuk yang menghitung jumlah pinjaman ditambah biaya bunga yang terakumulasi selama umur pinjaman.

    Lebih lanjut, ada juga tujuan finansial yang disesuaikan dengan tanggal pembayaran kembali atau repayment date. Artinya, akan ada tanggal di mana dana tersebut harus dibayarkan kembali kepada pemberi pinjaman.

    Membangun cash flow yang seimbang, mengatur anggaran dari awal, dan menerapkan metode yang sesuai dengan kondisi keuangan adalah beberapa tujuan finansial yang penting kamu pelajari.

    Bagaimana, Sobat Cuan? Sudah siap menentukan tujuan finansial kamu?

    Sumber: Investopedia, The Balance



    Sumber : pluang.com

  • Lagi Coba Main Saham? Ini 7 Indikator untuk Pahami Analisis Teknikal!

    Sebagai investor saham, baik pemula maupun telah berpengalaman sekian waktu, mesti memahami indikator analisis teknikal untuk memaksimalkan investasi.

    Mengapa demikian? Sebab, indikator teknis sering digunakan oleh trader untuk mendapatkan gambaran umum tentang penawaran dan permintaan saham. Plus, memberikan gambaran psikologis pasar dan saham.

    Metrik, misalnya yang berasal dari volume trading, menjadi indikator analisis teknikal untuk menunjukkan lanjut atau tidaknya pergerakan suatu saham. Analisis teknikal saham juga mampu memberikan sinyal untuk membeli ataupun menjual saham.

    Secara umum, ada dua tipe dasar indikator analisis teknikal yang perlu kalian ketahui.

    Yang pertama adalah overlays, yakni garis penentu tren apakah saham tersebut naik atau turun. Overlays bisa dilihat di atas atau di bawah candle atau bar. Moving average (MA) dan Bollinger Bands (BB) adalah contohnya.

    Yang kedua adalah oscillators. Dia muncul terpisah dari grafik pergerakan harga sekaligus bar penentu awal atau akhir dari sebuah tren. Contohnya ada stochastic oscillator, MACD atau RSI.

    Baca juga: 5 Rekomendasi Film tentang Saham & Investasi Ini Wajib Kamu Tonton!

    Jenis Analisis Teknikal Saham

    #1 On-Balance Volume (OBV)

    OBV adalah analisis teknikal saham yang menggabungkan harga dan volume suatu saham. Secara singkat, OBV digunakan untuk mengkonfirmasi pergerakan harga saham.

    Ketika OBV naik, artinya volume pembelian melebihi volume penjualan yang menyebabkan mendorong harga lebih tinggi. Sebaliknya, jika OBV turun, maka penjualan melebihi volume pembelian dan berdampak pada penurunan harga.

    OBV - Analisis Teknikal Saham
    Sumber: Investopedia

    #2 Accumulation/Distribution Line

    Accumulation/Distribution Line dikenal dengan garis A/D. Garis ini merupakan indikator yang paling umum digunakan dan mampu menentukan aliran uang masuk dan keluar dari sekuritas. Hampir mirip dengan OBV, namun garis A/D hanya mempertimbangkan saham untuk periode tertentu.

    A/D levels
    Sumber: Investopedia

    #3 Average Directional Index (ADX)

    ADX merupakan indikator tren yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan momentum tren. Analisis ADX menggunakan garis atau angka 20 dan 40. Artinya, apabila garis di bawah 20, maka kekuatan tren lagi menurun. Dan sebaliknya, garis di atas 40 menunjukkan kekuatan tren meningkat. ADX ditentukan dengan garis berwarna hitam dan berada di tengah-tengah antara angka 20 dan 40.

    ADX
    Sumber: Investopedia

    Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    #4 Aroon Indicator

    Aroon Oscillator merupakan indikator analisis teknikal saham untuk menujukan kekuatan tren dan keakuratan titik masuk atau mengidentifikasi tren baru akan dimulai. Indikator Aroon terdiri dari dua garis, yakni Aroon-up (warna hijau) dan Aroon-down (warna merah).

    Ketika garis Aroon-up memotong di atas garis Aroon-down, dan sebaliknya, artinya ada kemungkinan perubahan tren. Jika Aroon-down di angka nol dan bersimpangan dengan Aroon-up, artinya itu menunjukkan titik masuk dan kecenderungan tren akan naik dan sebaliknya.

    Aroon
    Sumber: Investopedia

    #5 Analisis teknikal saham – MACD

    Merupakan kepanjangan dari Moving Average Convergence Divergence. MACD menjadi indikator andalan para trader. Alasannya, indikator ini relatif mudah digunakan untuk menunjukkan kekuatan tren. Indikator ini terdiri dari dua garis, yakni garis MACD dan garis sinyal, yang bergerak lebih lambat. Garis sinyal di atas titik nol mengindikasikan up-trend sedang berlangsung. Selanjutnya, jika garis berada di bawah titik nol, maka down-trend sedang terjadi.

    MACD
    Sumber: Investopedia

    #6 Relative Strength Index (RSI)

    Relative Strength Index atau RSI merupakan garis acuan analisis teknikal saham berupa angka tengah atau nol. Standarnya, RSI berada di angka 30 dan 70.

    RSI menunjukkan kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Overbought diindikasikan jika harga menyentuh atau melebihi angka 70. Sedangkan oversold akan terjadi jika harga menyentuh atau di bawah angka 30. RSI juga bisa menjadi indikator level support dan resistance.

    Relative Strength
    Sumber: Investopedia

    #7 Stochastic Oscillator

    Stochastic oscillator adalah indikator yang mengukur harga relatif saat ini terhadap kisaran harga dalam periode tertentu. Mirip dengan RSI, stochastic oscillator terdiri dari dua garis yang berada nol dan 100. Garis biasanya berwarna hijau dan merah. Apabila garis hijau di atas garis merah, artinya tren sedang naik. Namun, jika garis hijau bersimpangan dengan garis merah, maka artinya tren cenderung turun.

    Trend
    Sumber: Investopedia

    Ada banyak analisis teknikal saham lain yang bisa kalian gunakan dan sesuaikan dengan kebutuhan. Kalian bisa memanfaatkan akun demo untuk mencoba analisis teknikal saham tersebut. Gunakan yang paling kalian sukai, dan abaikan yang lainnya!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Investasi di Tengah Ekonomi Amburadul: Pilih Emas atau Deposito?

    Apa hal yang langsung terlintas di benakmu ketika memikirkan instrumen investasi yang paling aman? Secara umum, masyarakat Indonesia pasti akan menjawab emas sebagai cara investasi yang terpercaya.

    Emas memang berperan penting dalam berbagai adat di negara ini. Selain kerap menjadi maskawin pernikahan, setiap rumah tangga rata-rata memiliki emas untuk menyimpan kekayaannya.

    Kondisi itu tak mengherankan. Sebab, selama ini emas juga dianggap sebagai aset safe haven, atau biasa disebut lindung nilai. Emas bisa mempertahankan nilai kekayaan seseorang ketika ekonomi sedang amburadul atau ketika tingkat inflasi tengah meroket.

    Kondisi tersebut tercermin pada Agustus tahun lalu. Ekonomi global yang tengah porak poranda akibat pandemi COVID-19 bikin permintaan emas naik dan melesatkan harganya ke US$2.000 per ons.

    Kini, nilai emas memang sudah jatuh ke kisaran US$1.800 per ons. Tapi harga tersebut masih dekat dengan rekor tertingginya tahun lalu.

    Namun, ketika ekonomi sedang mengalami tekanan, investasi emas ternyata punya “lawannya” sendiri, yakni deposito. Sama seperti emas, deposito dikenal sebagai aset tahan krisis lantaran memberikan imbal hasil tetap meski ekonomi tengah gonjang-ganjing.

    Pertanyaannya, manakah yang perlu kamu pilih jika ekonomi berguncang: Investasi emas? Atau deposito?

    Baca juga: Suku Bunga Pengaruhi Investasi? Ini 3 Sektor Vital yang Terkena Imbas

    Berbagai Cara Cari Perbandingan Investasi Emas dan Deposito

    Meskipun emas dan deposito adalah investasi yang cenderung “tidak bandel”, investor tetap harus menghitung dan mempertimbangan dengan matang dalam memilih di antara dua aset yang dimaksud. Apa saja faktor?

    #1 Tentukan Tujuan Investasi

    Perlu diingat bahwa tepat atau tidaknya investasi selalu berhulu ke tujuan investasi dirimu sendiri. Hal ini cukup penting lantaran tujuan investasi akan mempengaruhi aksi investasi kamu nantinya. Misalnya, apakah perlu kamu menambah modal investasi dalam jangka waktu tertentu? Atau apakah kamu perlu melakukan diversifikasi aset lebih banyak lagi? Dan lain-lainnya.

    Menentukan tujuan investasi juga akan bikin kamu gampang mengatur ekspektasi dalam berinvestasi. Sebab terkadang, banyak investor yang gampang bosan atau capek berinvestasi lantaran imbal hasil yang didapat dari sebuah aset tidak sesuai dengan keinginannya.

    Sebagai contoh, kamu sudah ngarep dapat cuan instan dari investasi A. Padahal, investasi A sebenarnya adalah jenis investasi jangka panjang. Kondisi tersebut tentu membuat kamu auto kecewa karena memang antara keinginan dan jenis investasi yang dipilih sudah tidak cocok sejak awal.

    Makanya, menargetkan tujuan investasi sangat penting. Misalnya, kamu bisa pilih emas jika ingin berinvestasi jangka panjang dan ingin melindungi kekayaan di masa depan. Di sisi lain, kamu bisa memilih deposito jika kamu ingin meningkatkan minat menabung atau memang memiliki selera investasi yang konservatif.

    #2 Tren Imbal Hasil

    Cara kedua yang bisa kamu lakukan untuk menimbang antara investasi emas dan deposito adalah membandingkan imbal hasil.

    Menurut data MacroTrends, rata-rata kenaikan harga emas per tahun antara 2016 hingga 2020 terbilang 12,48%. Sementara itu, menurut Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), suku bunga deposito 12 bulan selalu bergerak antara 5,5% hingga 6,8% di periode yang sama.

    Dengan melihat data tersebut, emas mungkin menjadi jawaranya. Namun, bukan berarti deposito tak ada keunggulan tersendiri dibanding emas.

    Perlu diketahui bahwa imbal hasil deposito cenderung stabil dibandingkan harga emas yang memiliki fluktuasi tak tentu. Sehingga, kondisi tersebut mungkin akan disukai investor yang suka “main aman” saja.

    Tapi, kamu juga perlu ingat bahwa emas adalah barang tambang, di mana pasokannya suatu saat akan habis nantinya. Maka, sesuai hukum permintaan-penawaran, suplai yang menipis tentu akan mengerek harga emas di masa depan.

    Di sisi lain, naik turunnya imbal hasil deposito sekarang, atau di masa depan, akan sangat tergantung dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia ditambah indikator keuangan bank, misalnya rasio Return on Asset (RoA).

    #3 Ekspektasi Inflasi

    Kamu tentu sangat bisa menggunakan indikator makroekonomi ini sebagai pertimbangan memilih emas atau deposito.

    Kamu bisa berinvestasi emas jika inflasi akan datang diperkirakan meningkat. Sebab, seperti yang dijelaskan sebelumnya, emas adalah salah satu aset lindung nilai terbaik. Selain itu, maraknya permintaan emas ketika inflasi yang naik juga tentu akan meningkatkan harganya dan menyebabkan nilai aset emas kamu ikut berkembang.

    Lantas, bagaimana dengan prediksi inflasi di Indonesia tahun ini? Bank Indonesia, selaku otoritas yang bertugas mengendalikan tingkat inflasi, berharap bahwa inflasi tahun ini bisa berada di angka 2,5% hingga 3% secara tahunan atau lebih tinggi dibanding tahun lalu 1,68%.

    Hal tersebut bisa saja menjadi indikasi awal bahwa harga emas akan naik di tahun ini. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menganalisis bahwa harga emas tertinggi tahun ini akan jatuh pada kuartal I tahun ini di angka Rp994.276 per gram.

    “Harga emas mencapai level tertingginya di US$2.045 (per troy ounce), ini sama dengan Rp994.276 setelah ditambah dengan ongkos Rp100 ribu dan sertifikat,” ujarnya.

    Namun di sisi lain, inflasi yang meningkat sejatinya juga akan berkorelasi positif dengan tingkat suku bunga deposito. Mengapa demikian?

    Inflasi adalah salah satu tanda momentum pemulihan ekonomi, di mana bank sentral tentu akan meresponsnya dengan menaikkan tingkat suku bunga acuan. Aksi moneter tersebut nantinya juga akan merembet ke kenaikan suku bunga deposito perbankan.

    Tapi, ada hal yang perlu kamu pahami. Jika kenaikan suku bunga deposito tersebut lebih kecil dibandingkan kenaikan tingkat inflasi, maka imbal hasil riil kamu di deposito nantinya juga bisa tergerus. Makanya, tetap awasi pergerakan inflasi, ya!

    Baca juga: Sejarah Pasar Saham di Indonesia

    Setelah membaca pertimbangan tersebut, kira-kira instrumen mana yang kamu pilih: Emas? Atau deposito?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Provident Metals, Detik, Good Returns, Kontan



    Sumber : pluang.com

  • Apa yang Terjadi Setelah Semua Bitcoin Selesai Ditambang?

    Dalam investasi Bitcoin, kita tahu ada 21 juta keping Bitcoin yang dapat ditambang. Perkiraannya, semua Bitcoin akan selesai ditambang pada 2140 dan tidak ada lagi Bitcoin baru yang akan beredar setelahnya.

    Dalam banyak hal, Bitcoin dapat diumpamakan seperti emas digital. Layaknya emas, investasi Bitcoin tidak dapat dibuat secara sembarangan. Dibutuhkan upaya menambang atau mengekstrak (mining) untuk menghadirkan satu keping Bitcoin. Apabila emas diekstraksi dari fisik Bumi, maka Bitcoin harus “ditambang” lewat metode komputasi.

    Ketentuan selanjutnya, Bitcoin harus hadir dalam persediaan yang terbatas. Karenanya, hanya ada 21 juta Bitcoin yang diproduksi.

    Teknologi blockchain Bitcoin dirancang dengan prinsip pasokan terkontrol. Rata-rata Bitcoin diperoleh dalam satu bloknya setiap sepuluh menit. Selain itu, jumlah Bitcoin yang ditambang masing-masing blok akan berkurang 50% setiap empat tahun.

    Setelah 21 juta keping Bitcoin ini ditambang, sebagian besar jaringan akan beroperasi sama seperti saat ini. Namun, ada satu perbedaan pentingnya: Imbalan penambang Bitcoin akan bernilai mahal. Mengapa demikian?

    Baca juga: Apa Itu Mining Bitcoin?

    Imbalan Bagi Para Penambang yang Membantu Kelancaran Investasi Bitcoin

    Saat ini, lebih dari 18,5 juta keping Bitcoin telah diproduksi untuk investasi aset kripto tersebut, di mana angka ini setara dengan mencetak 88,3% pasokan Bitcoin maksimum. Dengan hanya 3 juta koin yang tersisa, sepertinya saat ini Bitcoin sedang ada di tahap akhir penambangan.

    Meski demikian, diperkirakan bahwa untuk mencetak Bitcoin terakhir membutuhkan sekitar 120 tahun lagi lantaran adanya proses halving. Apa itu proses halving?

    Selama ini, penambang akan diberi imbalan berupa kepingan Bitcoin setelah memverifikasi blok “tambang” yang berhasil. Hanya saja, imbalannya terus turun sepanjang tahun. Nah, penurunan inilah yang disebut dengan halving (membagi dua).

    Saat Bitcoin pertama kali diluncurkan, hadiah yang ditetapkan adalah sebanyak 50 keping Bitcoin. Tetapi jumlah ini berkurang melalui sistem halving berkala setelah 210 ribu blok baru ditemukan dalam aktivitas penambangan Bitcoin. Misalnya, imbalan sebesar 50 keping Bitcoin akan turun menjadi 25, 12,5, dan 6,25 keping berturut-turut secara bertahap.

    Sejauh ini, sudah terdapat tiga kali pengurangan telah terjadi dalam pertambangan investasi Bitcoin. Pada Mei 2020, block reward alias imbalan telah mengalami proses halving dari 12,5 keping menjadi 6,25 keping Bitcoin bagi penambang. Halving berikutnya diprediksi akan terjadi pada 2024.

    Penambang Bitcoin akan terus mendapatkan imbalan hingga total 21 juta keping Bitcoin telah tercetak. Setelah itu, tidak ada Bitcoin baru yang akan memasuki sirkulasi.

    Apa yang Akan Dilakukan Penambang saat Seluruh Suplai Investasi Bitcoin telah Ditambang?

    Setelah keseluruhan 21 juta Bitcoin dicetak, penambang Bitcoin masih dapat berpartisipasi dalam proses penemuan blok. Namun, mereka tidak akan diberi insentif dalam bentuk hadiah blok Bitcoin.

    Selain hadiah blok, penambang Bitcoin juga menerima semua biaya yang dikeluarkan untuk transaksi yang termasuk dalam setiap blok yang baru ditemukan.

    Saat ini, biaya transaksi merupakan sebagian kecil dari pendapatan penambang, karena penambang saat ini mencetak sekitar 900 keping Bitcoin (atau setara dengan US$39,8 juta) per hari. Namun, mereka hanya memperoleh komisi sekitar 60 hingga 100 keping dengan nilai antara US$,2,6 juta hingga US$4,4 juta.

    Itu artinya, biaya transaksi dalam investasi Bitcoin para penambang saat ini hanya mencapai 6,5% dari pendapatan penambang.

    “Perubahan pada ekosistem Bitcoin dapat mendorong perubahan signifikan dalam adopsi penambang, bahkan setelah hadiah blok berhenti,” ujar Simon Kim, CEO VC fund #Hashed.

    Menurutnya, hilangnya imbalan di masa depan tidak akan mengecewakan para penambang dan menghentikan mereka dari proses menambang Bitcoin.

    “Perubahan pada ekosistem Bitcoin dan posisinya sebagai mata uang utama di dunia virtual dapat mendorong perubahan signifikan dalam adopsi penambang bahkan setelah hadiah blok berhenti,” ujarnya.

    Baca juga: Apa Itu Blockchain?

    Block Reward Hilang, Biaya Penambangan Investasi Bitcoin Bertambah

    Sistem halving dan struktur kompensasi penambang yang berdasarkan pada biaya transaksi hampir pasti akan menghancurkan jaringan penambangan Bitcoin. Sebab, ada kemungkinan para penambang akan meningkatkan “nilai transaksi” jasa penambangannya, sehingga ongkos menambang Bitcoin ke depan akan semakin mahal.

    CEO Bybit Ben Zhou mengatakan, kondisi tersebut nantinya mirip dengan apa yang terjadi selama bull run Bitcoin 2017.

    “Karena imbalan untuk penambangan menurun pada setiap halving, dan jauh sebelum Bitcoin terakhir ditambang, biaya transaksi akan memainkan peran yang semakin menonjol,” ujar Zhou. “Biaya transaksi dalam investasi Bitcoin kemungkinan akan tumbuh dalam korelasi terbalik dengan hasil penambangan yang semakin berkurang.”

    COO Crypto.com Eric Anziani juga menambahkan bahwa pertumbuhan harga Bitcoin, disertai dengan penghematan biaya listrik dalam menambang Bitcoin, secara bertahap akan membawa penambangan Bitcoin sebagai upaya yang menguntungkan.

    Contohnya, ketika harga Bitcoin melonjak pada Oktober 2020, biaya transaksi meningkat sekitar sembilan kali lipat dalam dua minggu. Kini, biaya transaksi rata-rata sekitar US$17 atau sepertiga dari biaya selama puncak bull run pada 2017.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Decrypt, Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Resesi Ekonomi Tetap Cuan! Ikuti 5 Langkah Ini Agar Portofolio Investasi Aman!

    Dua pekan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa Indonesia masih berada dalam jeratan resesi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi pada 2020 tercatat -2,07% secara tahunan, menyebabkan tekanan ekonomi kali ini adalah yang terparah sejak krisis moneter 1998 silam. Wah, apakah hal ini akan berdampak ke analisis investasi kamu?

    Memang, beberapa lembaga seperti Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) meramal bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan pulih hingga akhir tahun ini. Namun, resesi yang berlangsung sekarang tentu membuat investor mesti memikirkan strategi dalam menyesuaikan portofolio investasi mereka.

    Saat resesi ekonomi, investor cenderung menjual saham yang berisiko tinggi dan berpindah pada sekuritas yang lebih aman, seperti hutang pemerintah. Bagi investor pemula, hal ini merupakan sebuah tantangan. Apalagi, kamu tentu tidak akan pernah tahu kapan resesi akan berakhir.

    Namun, dengan berpegang pada teori portofolio dan analisis investasi yang mumpuni, keuntungan pada saat situasi ekonomi lemah pun bukan suatu hal yang mustahil jika kamu melakukan diversifikasi portofolio! Nah, kenali yuk, teori portofolio dan analisis investasi seperti apa yang mesti kamu siapkan di saat resesi!

    Baca juga: Kerap Disamakan, Inilah Perbedaan Resesi Ekonomi dan Krisis

    Teori Portofolio Investasi: Tengok Gambaran Pasar Secara Umum

    Ketika berhubungan dengan pasar, resesi cenderung menyebabkan investor menghindari saham yang berisiko atau risk aversion. Namun sejatinya, kunci berinvestasi sebelum, selama, dan setelah resesi adalah dengan memerhatikan dengan seksama gambaran pasar secara umum.

    Cara ini akan lebih efektif melegakan sifat harap-harap cemas kamu daripada gemetaran mengukur waktu yang tepat keluar pasar. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin kapan siklus tersebut terjadi, termasuk investor ritel atau bandar.

    Lantas, bagaimana caranya mengukur gambaran pasar modal kamu secara umum?

    #1 Cek Kesesuaian Portofolio Investasi dengan Indikator Ekonomi Makro dan Pasar Modal

    Memadukan dua elemen tersebut bisa menolong investasi kamu. Pertama-tama, coba pertimbangkan indikator ekonomi makro yang terdampak resesi, misalnya inflasi. Kemudian, analisis bagaimana pengaruhnya terhadap pasar modal.

    Teorinya, ketika resesi terjadi, perusahaan akan mengurangi investasi bisnis, konsumen pun akan memperlambat pengeluaran, serta orang-orang akan mulai pesimis tentang masa depan.

    #2 Berinvestasi Berdasarkan Kelas atau Golongan Aset

    Sejarah membuktikan bahwa pasar ekuitas terbukti bisa diandalkan sebagai indikator utama resesi ekonomi. Itu karena, pasar ekuitas masih bisa bekerja secara efektif meski dalam masa turun atau downturn.

    #3 Investasi Blue Chip Selama Masa Resesi Ekonomi

    Berinvestasi pada perusahaan kelas atas atau blue chip, yang memiliki sejarah panjang bisa bertahan pada saat pasar turun, adalah pilihan yang sangat bijak.

    Kamu bisa menelisik beberapa indikator sebagai bahan pertimbangan. Misalnya, seberapa kuat neraca mereka, seberapa banyak utangnya, dan apakah mereka memiliki arus kas yang sehat? Ingatlah, perusahaan dengan banyak utang bisa mengancam investasi kamu jika mereka tidak bisa membayar utang serta operasionalnya.

    #4 Diversifikasi Investasi

    Diversifikasi sangat penting selama resesi karena ada beberapa industri dan perusahaan yang bisa diperkuat selama resesi. Diversifikasi juga bisa bertindak sebagai check and balances atas kerugian portofolio selama resesi.

    #5 Atau, Lari ke Investasi Fixed-Income Saat Resesi Ekonomi

    Pasar pendapatan tetap atau fixed-income bisa terdampak juga selama resesi. Investor cenderung menghindar dari risiko kredit, seperti obligasi korporasi dan sekuritas yang didukung hipotek (MBS) yang memiliki presentasi lebih tinggi untuk gagal bayar. Menjual saham fixed-income sering dilakukan investor sebagai upaya menyelamatkan diri.

    Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip di atas, portofolio investasi kamu semakin komprehensif. Selanjutnya, perhitungan investasi seperti apa yang perlu dipikirkan?

    Baca juga: Angin Positif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Harga Emas Naik Rp942 ribu per Gram

    Analisis Investasi Masa Resesi

    Setelah mengenal prinsip-prinsip portofolio investasi saat resesi, sekarang waktunya kalian membuat perhitungan atau analisis investasi.

    Bidang komoditas menjadi alternatif investasi. Komoditas, yang berarti sebagai input, sangat diperlukan pada saat pertumbuhan ekonomi. Semakin cepat pertumbuhannya, makan semakin banyak penawaran komoditas. Hasilnya, harga komoditas akan naik.

    Atur mindset kamu agar berinvestasi untuk pemulihan. Ciri orang sukses adalah dia yang bisa berpikiran jauh ke depan. Coba kamu mulai analisis, bagaimana ketika ekonomi mulai pulih? Sektor mana saja yang harus diawasi?

    Strategi ampuh yang sering digunakan pemerintah adalah mengurangi suku bunga untuk meningkatkan jumlah uang beredar. Akibatnya, permintaan pasar akan investasi yang berisiko tinggi akan meningkat. Dengan kata lain, pasar ekuitas memiliki potensi yang sangat besar pada saat pemulihan ekonomi.

    Indikator lain yang mesti masuk dalam analisis kamu adalah faktor risiko dan kekhawatiran hasil. Memerhatikan faktor-faktor internal dan eksternal investasi merupakan pilihan bijak. Hal ini tidak hanya membuat portofolio lebih kuat. Tapi juga membuat kamu semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan.

    Disiplin belajar, beralih dari investasi berisiko tinggi selama masa optimis, dan merangkul semua risiko ketika orang lain menghindari adalah kunci portofolio investasi saat resesi. Jadi, mari persiapkan portofolio investasi kamu dari sekarang demi diversifikasi portofolio yang canggih!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Kontan



    Sumber : pluang.com

  • Apakah Investasi Bitcoin Aman dari Serangan Hacker? Simak Jawabannya Di Sini!

    Setiap sistem keamanan siber setiap perusahaan kemungkinan rentan mengalami peretasan. Hal ini dikonfirmasi data Verizon yang menemukan bahwa terdapat 41.686 kasus pelanggaran peretasan data digital pada 2019.

    Kekhawatiran seperti ini mungkin akan muncul di benak investor aset kripto, seperti Bitcoin. Sifat Bitcoin yang disimpan dan ditransaksikan di jaringan khusus bikin investor was-was ihwal keamanannya. Apalagi, nilai kapitalisasi pasar Bitcoin yang baru menyentuh US$1 triliun tentu bikin peretas semakin tergiur “mencolong” aset kripto tersebut.

    Nah, sebenarnya, apakah Bitcoin benar-benar bisa dicuri dengan cara diretas?

    Baca juga: Apa Itu Blockchain dan Cryptocurrency?

    Investasi Bitcoin Tidak Bisa Diretas Begitu Saja

    Sejauh ini, jawabannya adalah tidak. Aset kripto lain boleh saja rentan peretasan, tapi Bitcoin selama ini dikenal tahan terhadap tekanan atau kejadian tak terduga di jaringannya selama satu dekade terakhir.

    Bahkan, meretas jaringan Bitcoin mungkin akan menjadi mimpi buruk bagi para pelakunya. Ini lantaran aset kripto tersebut ditransaksikan menggunakan sistem kriptografi yang tidak dapat diubah secara serampangan.

    Menilik dari sejarahnya, Bitcoin adalah pionir aset kripto. Kata “kripto” sendiri merupakan kependekan dari kriptografi. Yakni, sistem di mana mengaksesnya membutuhkan kunci publik dan privat untuk memastikan keaslian dan keabsahan transaksinya.

    Nah, di sini, sistem kunci privat Bitcoin berbasiskan tanda tangan digital yang menggunakan sistem bernama the Elliptical Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA).

    Adapun, satu-satunya cara bagi seseorang untuk membuka kunci privat tersebut adalah dengan mencari segala kemungkinan kombinasi angka-angka yang sesuai. Nantinya, peretas itu masih harus mencocokkan lagi kombinasi angka kunci privat itu dengan kunci publiknya.

    Tetapi, mencari kombinasi itu rasanya akan sangat melelahkan bagi peretas lantaran ada 1.077 kombinasi yang dimaksud.

    Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Dituding Menyadap WhatsApp Jeff Bezos, Ada Apa?

    Transaksi Investasi Bitcoin Tidak Dapat Diubah

    Selain ribetnya membuka kunci, peretas juga akan menemui kesulitan dalam menyusup masuk ke sistem blockchain Bitcoin. Sebab, ketatnya data transaksi Bitcoin yang disimpan di dalam blockchain membuat perubahan satu jengkal di dalamnya menjadi susah bukan kepalang.

    Perlu diingat bahwa sistem blockchain terdiri dari beberapa “blok”, atau serangkaian transaksi Bitcoin yang baru diproses. Setiap bloknya tersambung dengan blok sebelumnya dalam satu fungsi kriptografi, sehingga blok-blok tersebut membentuk suatu rantai (chain).

    Blockchain adalah sebuah jurnal yang hanya bisa ditulis saja oleh pengaksesnya. Seseorang bisa menambah informasi di dalamnya, tapi segala tambahan informasi itu tidak dapat diubah di kemudian hari. Alhasil, segala transaksi Bitcoin yang sudah dilakukan pasti akan “tertimbun” oleh transaksi-transaksi yang baru.

    Lantas, apa artinya? Intinya, seseorang tidak bisa begitu saja mengubah data transaksi yang terjadi di masa lampau. Agar mudah membayangkannya, kondisi ini seperti membatalkan transaksi kartu kredit yang terjadi secara tidak sengaja, namun pihak perbankan ogah melakukannya.

    Memang, kedengarannya adalah seolah-olah setiap transaksi Bitcoin seseorang mungkin akan berkaitan dengan transaksi orang lainnya. Satu kegagalan di satu transaksi bisa saja merembet ke transaksi lainnya.

    Namun, jangan khawatir. Sistem blockchain Bitcoin terbilang aman lantaran terdapat “node” di setiap piranti lunak Bitcoin. Untuk memverifikasi dan memvalidasi satu transaksi Bitcoin, mayoritas “node” harus sepakat bahwa transaksi itu bisa dicatat di sebuah blok.

    Dengan seluruh keruwetan tersebut, apakah seorang peretas masih nekat meretas transaksi Bitcoin? Rasa-rasanya sih, tidak. Sebab, peretas tentu harus merogoh kocek yang dalam dan koordinasi setingkat pemerintahan sebuah negara untuk melancarkan aksi peretasan yang bikin puyeng itu

    Baca juga: Orang-Orang Ini Tajir Berkat Bitcoin. Siapa Saja?

    Sistem Blockchain Investasi Bitcoin Bersifat Publik

    Semua orang bisa melihat transaksi di sistem blockchain Bitcoin karena itu bersifat publik. Meski mereka bisa melihat nilai transaksi Bitcoin, tapi mereka tidak tahu pembeli atau pemilik dari keping-keping aset kripto tersebut.

    Karena bersifat publik, artinya semua orang yang terlibat di transaksi Bitcoin bisa mengauditnya.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Decrypt



    Sumber : pluang.com

  • Beli Saham Starbucks Bikin Kamu Kaya? Yuk, Simak di Sini!

    Biasanya, kamu mengenal Starbucks sebagai tempat membeli cafe latte atau cappuccino favoritmu. Tapi, mengapa tidak sekalian mencoba membeli saham kedai kopi tersebut? Bisa-bisa kamu mendulang cuan yang tidak tanggung-tanggung!

    Ya, selain dikenal sebagai rantai kedai kopi yang mendunia, Starbucks selama ini dikenal dengan perusahaan bonafit. Sebab, kalau kamu beli saham Starbucks senilai US$156 ribu pada 10 tahun yang lalu, maka kini kamu bisa berlimpah jutaan dolar di hari ini.

    Sebab, nilai saham Starbucks sendiri sudah naik 577% dalam jangka waktu tersebut, seperti terlihat pada grafik di bawah ini. Performa yang mumpuni pun bikin Starbucks masuk jajaran 500 perusahaan bergengsi AS, atau disebut S&P 500.

    Tak heran jika saham Starbucks melesat bak roket mengingat kinerja keuangannya yang mumpuni. Pada 2019 saja, Starbucks mencetak pendapatan US$26,51 miliar, terus tumbuh dibanding tahun sebelumnya US$24,72 miliar. Kini, Starbucks juga tercatat memiliki sekitar 33 ribu gerai di seluruh dunia.

    Melihat kondisi ini, tentu investor ingin mengetahui apakah Starbucks masih akan mengalami pertumbuhan yang sama fantastisnya. Tetapi, di tengah kebimbangan investor tersebut, sebenarnya saham Starbucks masih akan tetap bonafit di jangka panjang. Apa sebabnya?

    Baca juga: Khawatir Penyebaran Virus Corona, Starbucks Tutup Separuh Gerainya di China

    Bisnis Starbucks Beradaptasi dengan Perubahan

    Mengalami hal yang sama dengan perusahaan lainnya, saham Starbucks pun mendapat pukulan besar tahun lalu. Terutama karena lokasi kedai yang ditutup sementara di seluruh dunia lantaran pandemi.

    Namun, kekuatan mereknya ditambah dengan kebutuhan konsumen yang tak tergoyahkan atas kopi, telah memberikan dorongan signifikan bagi Starbucks saat toko-toko mereka kembali dibuka.

    Kendati jumlah transaksi pelanggan masih turun dari tahun ke tahun pada kuartal I 2021, namun rata-rata nilainya lebih tinggi dibandingkan banyak perusahaan lain. Pesanan dalam jumlah besar masih datang menghampiri Starbucks. Selain itu, perusahaan juga dapat melayani pelanggan dalam berbagai cara, di antaranya adalah dengan memanfaatkan drive-thru, pengambilan kopi tepi jalan, hingga pemesanan lewat seluler.

    Selain itu, pertumbuhan pendapatan Starbucks pun nampaknya masih akan ditopang oleh program consumer loyalty bernama Starbucks Reward, yakni sebuah tanda membership Starbucks yang biasanya diikuti oleh fans Starbucks garis keras. Hingga akhir tahun lalu, program ini telah menggaet 21,8 juta anggota, atau tumbuh 15% dibanding kuartal sebelumnya. Pendapatan dari program ini pun berkontribusi 50% terhadap penjualan Starbucks di tahun lalu.

    Baca juga: Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

    Pertumbuhan Saham Starbucks akan Menguat

    Saat ini, dengan hampir puluhan ribu gerai di seluruh dunia, manajemen Starbucks masih berencana untuk membuka beberapa gerai lagi. CEO Starbucks Patrick Grismer mengatakan bahwa perusahaan “akan menjangkau sekitar 55 ribu toko di 100 negara pada 2030.”

    Dari 1.100 toko baru yang direncanakan untuk dibuka pada tahun 2021, 600 di antaranya akan dibuka di Tiongkok. Menurut manajemen Starbucks, ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan di masa mendatang.

    Starbucks sedang menguji format toko baru di negara yang mereka sebut Starbucks Now. Operasi gerai-gerai baru ini akan diaktifkan secara digital dan bersandar pada kemampuan teknologi perusahaan yang kuat untuk memenuhi pesanan.

    Para investor akan melihat banyak kejutan yang menyenangkan jika mulai mempelajari tentang rencana ekspansi ini. Agar saham Starbucks dapat tumbuh dengan optimal, pertumbuhan gerai-gerai kopi ini adalah prioritas yang perlu dilakukan.

    Berdasarkan panduan laba per saham (earnings per share, EPS) 2021, saham Starbucks saat ini diperdagangkan 37 kali laba lipat. Hal ini terbilang menarik mengingat kualitas bisnis Starbucks yang tinggi.

    Pandemi diprediksi hanya sebentar saja mempengaruhi keuangan perusahaan. Tahun 2021 tampak akan menjadi tahun yang cerah bagi rencana pertumbuhan Starbucks untuk membangun sejumlah besar toko baru selama 10 tahun ke depan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Motley Fool



    Sumber : pluang.com