Author: 08

  • Belajar dari Investor Terkenal yang Bisa Meraup Cuan Besar

    Berharap mendulang untung dan sukses dari pasar saham adalah impian setiap investor di dunia ini. Namun untuk meraup cuan yang fantastis membutuhkan strategi. Merancang strategi yang tepat bisa dengan belajar pada orang-orang yang sudah terbukti dan berpengalaman, salah satunya adalah Peter Lynch.

    Mungkin lebih banyak orang yang lebih mengenal Warren Buffett sebagai investor legendaris yang masuk jajaran orang terkaya di dunia.. Karena prinsip value investing-nya. Namun nama Peter Lynch sebenarnya bisa disejajarkan dengan Oracle of Omaha itu.

    Bahkan dalam berinvestasi, keuntungan Peter Lynch tercatat lebih besar dari Warren Buffett. Lynch adalah seorang fund manager yang mengelola produk reksadana bernama Magellan Fund pada 1977-1990.

    Dalam periode tersebut return bersih yang dihasilkan oleh Lynch mencapai 29%. Dengan begitu wajar saja namanya melegenda karena cuan yang berhasil diperoleh sangatlah fantastis. Dan masuk ke dalam klub elit bersama investor lain seperti Jim Simons, Steve Cohen, George Soros hingga Ray Dalio.

    Baca juga: Cara Membeli Saham Secara Online

    Ada beberapa karakteristik investasi Peter Lynch yang mungkin berguna untuk Anda para investor. Baik yang baru memulai ataupun yang sedang mengatur strategi untuk mendapatkan keuntungan fantastis di pasar modal.

    Jadi Investor Harus Memiliki Pengetahuan Luas

    Menurut Lynch, investor perlu membekali dirinya dengan pengetahuan yang luas. Dengan pengetahuan yang luas ini investor dapat mengambil keputusan yang tepat. Investor juga diharapkan terbuka terhadap peluang lain.

    Peluang yang dimaksud adalah mencari saham-saham yang berpotensi cuan tetapi tidak masuk ke dalam radar para investor lain. Tentunya harus dilandasi dengan analisa yang komprehensif dan tidak asal pilih. Seringkali saham-saham yang tak dilirik ini pada saat yang tepat bisa membuatmu menjadi crazy rich.

    Salah satu kutipan menarik dari Peter Lynch adalah “banyak orang yang kehilangan uangnya karena menunggu koreksi dan mengantisipasi koreksi daripada koreksi yang sebenarnya.”

    Kutipan tersebut relevan dengan kejadian jatuhnya pasar saham global pada bulan Februari-Maret lalu.

    Aksi jual besar-besaran membuat harga saham terkoreksi signifikan. Namun saat menyentuh titik terendahnya (bottom) banyak investor telah kehilangan kereta saat pasar saham mulai pulih.

    Baca juga: 4 Langkah Sukses Trading, dari Stop Loss Sampai Ubah Perspektif!

    Jadi Investor Harus Optimistis

    Hal ini mengindikasikan bahwa sebagai seorang investor harus punya optimisme. Karakteristik pasar memang cenderung forward looking. Ambrolnya pasar saham global mengindikasikan bahwa pandemi Covid-19 akan memicu resesi ekonomi global terbesar pasca the great depression hampir seabad silam.

    Namun setiap kali resesi datang, bukan berarti tak akan ada pemulihan. Toh setiap kali resesi terjadi selalu ada pemulihan. Ini menandai adanya periode siklus. Artinya Lynch melihat bahwa investor perlu tetap tenang dan panik.

    Meskipun begitu panik sebenarnya adalah naluri yang alami sebagai bentuk upaya menyelamatkan diri. Panic selling yang pernah terjadi mungkin dianggap bagi sebagian kalangan hal yang tidak rasional.

    Namun di balik semua itu sebenarnya panic selling juga menyimpan rasionalitas karena siapa juga yang mau nyangkut dan likuiditasnya seret saat resesi, ya to?

    Poin lain yang disorot oleh Lynch adalah karakteristik investor yang mudah merasa senang dan tergiur untuk mengikuti tren semata. Namun pada dasarnya tren yang terjadi tidak memiliki hal yang substansial. Fenomena euforia inilah yang menjadi sorotan oleh Lynch.

    Baca juga: Sukses di Usia 30 Tahun, Ini 30 Nama Mereka yang Berhasil di Dunia Keuangan

    Banyak orang yang ingin menjadi tajir hanya dalam waktu sesingkat mungkin. Kalau bisa jadi kaya raya dalam hitungan hari kenapa harus menunggu hitungan bulan atau tahun.

    Kalau bisa tajir dalam hitungan menit atau detik kenapa harus tunggu waktu sampai berhari-hari? Namun ingat euforia ini juga punya batas dan tidak berlangsung terus-terusan!

    Jika melihat pada portofolio Lynch, kebanyakan cuan yang dihasilkan baru datang pada tahun ketiga bahkan kesepuluh setelah investasi. Lama sekali?

    Lama memang. Ini adalah fakta yang sulit untuk diterima, terutama dalam beberapa tahun terakhir di mana arus berita keuangan 24/7 yang sudah luar biasa telah berubah menjadi makanan sehari-hari.

    Investasi = Sabar

    Di sini kesabaran menjadi kunci utamanya. Tak percaya? Peter Lynch sudah membuktikan. Lynch pernah mendulang cuan sampai 500% melalui Magelland Fund hanya dalam waktu satu tahun dari kepemilikannya atas saham Lukens Steel. Yang merupakan produsen baja tertua yang berlokasi di Pennsylvania, AS.

    Memang saham tersebut meroket hanya dalam waktu setahun. Namun Lynch harus menunggu dengan sabar selama 15 tahun untuk mendapatkan cuan yang sangat fantastis itu dengan sabar dan disiplin mental.

    Baca juga: Selain Inflasi, Apa Saja yang Pengaruhi Harga Emas? Cek 4 Faktor Lainnya!

    Jadi Investor Harus Disiplin Mental

    Satu hal lagi yang menarik dari cara dan pandangan Lynch soal investasi adalah disiplin mentalnya. Menurut Lynch sebagian besar investor memiliki atau dapat memperoleh pengetahuan yang cukup untuk menemukan saham-saham berkualitas.

    Dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan karena kriterianya tidak rumit. Lagipula pertumbuhan pendapatan tergolong mudah diidentifikasi. Intuisi kita tentang peluang investasi biasanya tepat sasaran.

    Bagian yang sulit adalah mengabaikan semua kebisingan atau informasi, sentimen dan rumor yang beredar di pasar serta bertahan dengan saham yang dimiliki bahkan ketika segala sesuatunya terlihat suram.

    Apabila berkaca pada kisah hidup Lynch sebagai investor kawakan di Wall Street. Kita bisa ambil kesimpulan adalah bahwa investor harus punya karakter dalam berinvestasi.

    Hal ini dibentuk melalui disiplin mencari pengetahuan, target investasi jangka panjang dan psikologis yang mapan untuk tetap sabar dan konsisten di tengah gempuran informasi yang lebih sering membuat seseorang jantungan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Baca juga:



    Sumber : pluang.com

  • Bagaimana Cara Mempertahankan Kekayaan Saat Inflasi

    Di tengah ketidakpastian ekonomi, tingkat inflasi adalah salah satu momok dalam menerapkan cara mempertahankan kekayaan yang tepat.

    Memang, inflasi tengah menunjukkan tren yang melandai. Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal bulan lalu mengumumkan tingkat inflasi Indonesia sepanjang 2020 sebesar 1,68%, di mana angka ini merupakan yang terendah sejak 2014.

    Hanya saja, banyak kalangan bisnis percaya bahwa inflasi akan terjadi di tahun ini. Sebab, banyak negara tengah melakukan pelonggaran moneter demi memulihkan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19. Hal itu akan memacu permintaan dan pada akhirnya menciptakan inflasi.

    Jika demikian, pertanyaan terpenting yang dihadapi adalah apakah inflasi masih akan terjadi 2021?

    Baca juga: Mengapa Investasi Penting untuk Melawan Inflasi?

    Banner Blog Pluang

    Apakah inflasi akan kembali?

    Kembalinya inflasi, meski belum mencapai konsensus, dapat menjadi tema pasar utama untuk tahun 2021, ditambah dengan rebound komoditas global.

    Ini menjadi perhatian utama karena pembuat kebijakan seolah-olah mengacu pada teori moneter modern (MMT) akibat pandemi global. Teori tersebut mengatakan bahwa pemerintah tidak usah memperhatikan defisit fiskal asal mereka bisa meminjam uang dalam denominasi mata uangnya sendiri dan inflasi terkendali.

    Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell pernah menyiratkan bahwa inflasi adalah salah satu tantangan utama di zaman ini. Ketika The Fed mulai mendistorsi pasar pendapatan tetap dengan memangkas suku bunga menjadi nol saat membeli ETF obligasi korporasi, Powell tidak mengacu pada inflasi yang terlalu tinggi tetapi inflasi yang terlalu rendah.

    Tetapi di sisi lain, banyak yang meyakini inflasi akan naik lebih dari yang diantisipasi konsensus pasar, terutama karena bank sentral di pasar maju cenderung melihat ke arah lain.

    Kebijakan moneter akan tetap longgar dikombinasikan dengan lingkungan dengan banyak kekuatan disinflasi dalam dekade terakhir yang melambat atau berbalik. Misalnya, globalisasi dan biaya tenaga kerja yang rendah.

    Selain itu, distribusi vaksin dapat memacu belanja konsumen kembali ke tingkat sebelum pandemi. Hal ini yang selanjutnya akan meningkatkan kecepatan moneter dan meningkatkan inflasi. Lalu bagaimana dengan Indonesia?

    Akhir tahun lalu, Bank Indonesia memprediksi inflasi Indonesia pada tahun ini di kisaran 3% plus minus 1% secara tahunan. Lembaga-lembaga ekonomi di Indonesia, seperti Center on Reform of Economics (CORE) dan Institute for Development and Finance (Indef) juga memprediksi inflasi tahun ini berada di atas 2%

    Nah, indikator ini harusnya menjadi pedoman bagi investor untuk mempertahankan kekayaannya.

    Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    Bitcoin dan emas sebagai opsi mempertahankan kekayaan

    Mark Mobius dalam buku barunya, The Inflation Myth, menunjukkan bahwa apa yang kita yakini tentang inflasi saat ini tidak mencerminkan kenyataan. Jadi, kita perlu menerapkan strategi yang pas sebagai cara mempertahankan kekayaan.

    Investor perlu tahu bahwa kenaikan inflasi pada awalnya akan menyebabkan kurva imbal hasil aset keuangan semakin curam. Akibatnya, bank sentral tentu perlu mengetatkan kebijakan moneternya.

    Hal ini seharusnya mendorong investor untuk memfokuskan kekayaan dengan fokus ke aset riil seperti komoditas sebagai pelindung nilai uang terbaik terhadap kenaikan ekspektasi inflasi global.

    Beberapa waktu terakhir, investor juga tengah memburu emas dan Bitcoin karena mereka ingin melindungi nilai uang mereka dari gerusan inflasi. Maka dari itu, tak heran jika harga emas dan Bitcoin terus melonjak dalam beberapa saat terakhir.

    Bagaimana dengan kamu? Apakah juga sudah siap berinvestasi emas dan Bitcoin?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Forbes



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Ini Bocoran Tips Investasi Lo Kheng Hong di 2021

    Lo Kheng Hong (LKH), seorang investor saham sukses dan ternama di Indonesia, memberi tips investasi 2021 dan strategi yang bisa diterapkan di Tahun Kerbau Logam ini.

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2020 ditutup terkoreksi pada perdagangan terakhir di hari Rabu (30/12). IHSG melemah 0,95% ke level 5.979,07. Secara year to date (ytd), koreksi IHSG ini hanya minus 5,09%.

    Berkaca dari penutupan IHSG pada 2020 ini, Lo Kheng Ho dengan prinsip value investing memberikan wejangan tips investor 2021. Terutama ini ia tujukan untuk investor baru.

    “JPMorgan menyebutkan IHSG akan menuju 6.800. Semoga benar,” ujarnya. Prinsipnya mengenai value investing ini sejalan dengan kisah sukses investor legendaris Warren Buffett.

    Harapan optimis LKH bagaimanapun realistis terhadap laju saham akhir tahun lalu. Data perdagangan IHSG menunjukkan 143 saham naik, 365 saham meroket, dan 118 saham stagnan. Nilai transaksinya mencapai Rp14,51 T dan volume perdagangan 24,71 miliar saham.

    Investor asing tercatat melakukan beli bersih Rp508,02 M di pasar reguler. Sedangkan, pada tahun berjalan di 2020, asing sudah menjual hingga Rp61,01 T, dan selama tahun terakhir asing menjual Rp58,45 T di pasar reguler.

    Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    Tips Investasi Saham 2021 Lo Kheng Hong: Bidik LQ45

    Raja investasi saham Indonesia meyakini bahwa pada 2021, prospek ekonomi Indonesia akan membaik. Hal ini didukung dengan kebijakan pemerintah yang mendukung pemajuan ekonomi.

    “Kalau semua berjalan baik, apalagi didukung suku bunga rendah, dan bertambah banyaknya investor baru, dibarengi vaksin pada 2021, ekonomi akan bertumbuh kembali,” ujarnya.

    Tips investasi 2021 yang ia berikan kepada investor yang ingin masuk ke pasar modal adalah para investor menanam saham di sektor tertentu. Saham dalam jejeran LQ45 tentu menjadi daya tarik tersendiri. Adapun, LQ45 adalah daftar 45 perusahaan yang melantai di bursa yang memiliki nilai transaksi dan kapitalisasi pasar terbesar dalam 12 bulan terakhir.

    Oleh karenanya, yang perlu dilakukan oleh investor pemula adalah membaca laporan tahunan atau annual report serta laporan keuangan (lapkeu) emiten tersebut.

    “Pesan saya adalah agar membaca annual report dan laporan keuangan. Ini agar kita tahu, apa yang kita beli, jangan membeli karena rumor, jangan membeli karena info dari teman, itu sangat berisiko dan berbahaya,” ujar LKH.

    “Jangan membeli kucing dalam karung. Kita harus tahu apa yang kita beli.”

    Banner Blog Pluang

    Portofolio Investasi Saham Lo Kheng Hong

    LKH, yang biasa disebut sebagai Warren Buffet versi Indonesia ini, memiliki beberapa portofolio investasi, mulai dari lembaga keuangan hingga komoditas sumber daya alam (SDA).

    Saat ini, ia tercatat sebagai pemegang saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS).

    Nama LKH mulai mencuat ke kancah investasi pasar modal nasional setelah menjual tiga saham dengan pergerakan harga yang fantastis, yakni PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), PT Panin Financial Tbk (PNLF), dan PT Rig Tender Indonesia (RIGS).

    Ia membeli saham MBAI pada 2005 setelah rajin membaca latar belakang perusahaan tersebut dan menemukan fakta bahwa harga sahamnya tidak seimbang dengan nilai perusahannya. Saat itu, ia menganggap harga saham MBAI senilai Rp250 per lembar terlalu murah.

    Namun, enam tahun kemudian, ia kemudian menjual kembali saham-saham tersebut dengan harga Rp31.500 per lembar. Dengan kata lain, cuannya melesat 12.500% dibanding harga saham awal.

    Petualangan sahamnya ia lanjutkan dengan membeli saham PNLF sebanyak 850 juta lembar di harga Rp100 per lembarnya. Satu setengah tahun kemudian, ia berhasil meraup Rp136 miliar setelah melepas saham tersebut di harga Rp260 per lembarnya.

    Ia kemudian juga membeli saham RIGS seharga Rp800 per lembar. Kepemilikannya ia jual kembali dengan harga Rp1.350 per lembar dalam kurun kurang dari setahun.

    Baca juga: Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Prediksi: Pemulihan Ekonomi Negeri di Tahun 2021 Akan Dorong IHSG Naik

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan dua faktor yang bisa membawa IHSG bergerak lebih baik pada 2021.

    Pertama, dari segi ekonomi, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) alias Omnibus Law akan memberikan kemudahan berusaha bagi investor yang ingin berinvestasi di Indonesia. UU ini diteken pada 5 Oktober 2020 dalam sidang paripurna DPR.

    Dari sisi kesehatan, poin kedua oleh Airlangga, pengadaan vaksinasi gratis dan penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas pemerintah. Ini tentu akan meningkatkan kepercayaan publik demi melanjutkan aktivitas sosial-ekonomi.

    Tips investasi 2021 LKH pun terdengar semakin strategis dengan pengumuman dari Airlangga ini.

    Dengan sentimen positif ini, bahkan JPMorgan memproyeksikan IHSG akan mencapai rekor tertinggi hingga 6.800 pada Desember 2021.

    Perusahaan efek Grup Bank Mandiri, PT Mandiri Sekuritas juga optimis pasar saham negeri tahun 2021 ini akan bergerak positif. Ini tercermin dari IHSG yang akan bergerak ke posisi 6.850 nantinya. Tahun 2021 memang diprediksikan akan menjadi titik balik pemulihan ekonomi di negeri ini.

    “Tentu dengan perencanaan vaksinasi 2021, diharapkan terjadi pencegahan Covid dan akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Mobilitas ini tentu akan mendorong kegiatan perekonomian,” ujar Airlangga dalam pidato penutupan perdagangan BEI pada Rabu (30/12).

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CNBC Indonesia



    Sumber : pluang.com

  • Ampuh Cegah Kantong Jebol, Ini Tips Keuangan di Tahun 2021!

    Bagi banyak orang, tahun 2020 bukanlah tahun untuk menabung. Bahkan selalu ada pengeluaran yang tidak terduga. Untuk itu, simak tips keuangan ini supaya kondisi kantong di tahun ini jadi lebih baik!

    Baca juga: Kapan Saatnya Kamu Butuh Financial Planner? Sekarang atau Nanti?

    1. Menabunglah dengan tujuan yang jelas

    Sekitar setengah dari mereka yang membuat resolusi tahun baru ingin menabung lebih banyak. Masalahnya, kebanyakan dari mereka tidak berhasil dalam menerapkan penghematan dan segera kembali ke pola pengeluaran lama.

    Brent Weiss, salah satu pendiri firma perencanaan keuangan Facet Wealth, bahwa kita perlu menentukan tujuan jelas. Menabung lebih banyak atau membelanjakan lebih sedikit adalah tujuan terpuji, tapi kita harus “fokus pada apa yang ingin kita capai”, ungkapnya.

    Jadi, tips keuangan yang pas diterapkan untuk menabung adalah dengan memastikan tujuan. Apakah kamu menabung karena ingin membayar utang? Membangun dana tabungan darurat yang habis pada masa pandemi? Dengan mengidentifikasi hal ini, kamu akan memberi dirimu target yang nyata.

    Beri nama tujuan menabungmu, perkirakan berapa banyak yang perlu dihemat, dan kapan itu akan tercapai.

    2. Anggarkan danamu untuk hal-hal yang kamu suka

    Tahun 2020 yang berat memberimu waktu untuk bereksperimen dengan dirimu. Pandemi ini mengajarkan kita bagaimana membatasi pengeluaran. Sehingga, kebanyakan orang mulai belajar memilah apa yang sebenarnya mereka inginkan dan apa yang tidak mereka butuhkan.

    Di tahun 2021, informasi-informasi ini dapat digunakan untuk membentuk kembali anggaran tahun ini. Kamu dapat menjadikannya kerangka yang memprioritaskan pengeluaran yang paling kamu nikmati.

    3. Alokasikan pengeluaran bulananmu

    Gagasan tentang “sistem penganggaran” barangkali terdengar tidak menyenangkan. Untuk bisa mencapai tips keuangan satu ini, terapkan strategi yang sesuai dengan seleramu.

    Misalnya, orang pada umumnya mengambil gaji mereka dan membagi uangnya ke dalam amplop yang diperuntukkan bagi tujuan-tujuan tertentu. Intinya adalah memanfaatkan baik-baik setiap dana yang kamu miliki dan tidak mengeluarkan uang lebih banyak.

    Menggunakan aplikasi untuk membantu kelola anggaran juga terbukti ampuh. Aplikasi akan bantu kita melacak semua pengeluaran. Kita juga bisa mencatat anggaran dengan kreatif lewat jurnal pengeluaran selama satu atau dua bulan. Dokumentasikan setiap transaksi.

    Jurnal pengeluaran akan membantu tips keuangan tentukan anggaran. Kita akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan dan mengalokasikan uang ke rekening tabungan.

    Baca juga: Apa sih Fungsi Financial Planner dan Bagaimana Memilih yang Tepat?

    Banner Blog Pluang

    4. Kendalikan dana tabunganmu

    Sam Brownell, pendiri firma penasihat kekayaan Stratus Capital Management, merekomendasikan dana tabungan darurat. Menurut para ahli ini, dana ini harus cukup untuk menutupi pengeluaran penting selama tiga hingga enam bulan.

    Prioritaskan tabungan adalah kunci utama di masa sulit. Memiliki uang yang cukup di saat pandemi terbilang membantu menghadapi masa-masa yang sulit.

    5. Jangan curangi rencana keuangan yang sudah disusun

    Meir Statman, profesor keuangan di Santa Clara University di California, merekomendasikan agar kita sulit mengakses tabungan fungsional kita.

    “Tempatkan dana darurat di bank yang jaraknya paling sedikit satu jam perjalanan, dan potong kartu ATM,” sarannya untuk tips keuangan mengelola tabungan. “Cara lainnya adalah berikan uang kepada orangtua atau pasanganmu. Biarkan mereka yang menjaganya.”

    Aturan yang sama berlaku untuk pengeluaran. Saat kamu berbelanja online, nonaktifkan kartu kreditmu dari akun toko mana pun sehingga kamu harus melacak dompetmu jika ingin membeli sesuatu. Atau, buatlah kesepakatan atau aturan yang membahas pembelian apa pun dalam jumlah tertentu.

    Tentunya tips keuangan dapat berfungsi lebih baik jika kamu menyampaikan juga tujuan finansial yang ingin dicapai kepada pasangan atau keluargamu.

    Sumber: New York Times



    Sumber : pluang.com

  • Tips Keuangan Jitu bagi Penerima Gaji Harian

    Buat kamu Sobat Cuan penerima gaji harian, berikut ada tips keuangan yang harus kamu simak agar arus kas tetap lancar!

    Tapi sebelum itu, kenapa sih kamu harus mengatur keuangan kamu meski pendapatannya harian?

    Menurut Perencana Keuangan Widya Yuliarti, penganggaran keuangan bisa membantu untuk mengetahui kemampuan keuanganmu.

    Proses ini menolong kamu untuk mengetahui rencana pengeluaran bulanan dan menentukan target pendapatan harian atau bulanan yang ingin kamu miliki. Sehingga, kamu akan terpacu untuk mendapatkan pendapatan sesuai dengan rencana pengeluaran bulanan kamu.

    Memang terkadang terasa sulit untuk mulai menganggarkan keuangan apalagi bagi kamu yang pemilik gaji harian.

    Namun, jika tidak dimulai dan dibiasakan dari awal, bukannya untung yang kamu dapatkan di masa depan, melainkan hanya dapat lelah tanpa hasil di kemudian hari.

    1. Tentukan apa yang kamu prioritaskan

    Tips keuangan pertama adalah kamu perlu menentukan anggaran prioritas dan bisa kamu catat sebagai anggaran bulanan. Di sini, kamu wajib mencatat pengeluaran wajib yang kamu butuhkan, tidak bisa kamu hindari, apalagi kamu kurangi. 

    Pikirkan mengenai pemenuhan sandang, pangan, dan papan sehari-hari. Misalnya buat anggaran makan harian atau bulanan, transportasi, tagihan (listrik, air, kuota, pulsa, wifi, dll), asuransi, cicilan utang, nabung atau investasi, hingga donasi. Buat porsi persenan masing-masing yang dianggap paling prioritas bagi kamu.

    Pastikan kamu tetap menyesuaikan porsi persenan itu dengan kemampaun dan gaji harian kamu ya, Sobat Cuan!

    2. Begitu dapat gaji, langsung pisahkan

    Bila kamu selesai melakukan tips keuangan pertama tersebut, selanjutnya kamu perlu memisahkan gaji harian yang telah kamu dapatkan. Nah, waktu yang tepat untuk memulai penganggaran ini adalah setiap kamu mendapatkan pendapatan.

    Pisahkan sepersekian gajimu untuk kebutuhan dan keinginanmu. Tap tetap kontrol diri ya, Sobat Cuan. Jangan sampai kamu malah tergiur menggunakan gaji harian untuk hal-hal yang tidak perlu untuk dibeli.

    Banner Blog Pluang

    3. Utamakan pengeluaran wajib terlebih dahulu

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tentu kontrol diri perlu diterapkan. Jika sudah, kamu bisa melangkah ke tips keuangan ketiga: penuhi kebutuhan wajib terlebih dulu.

    Jika pengeluaran wajib sudah kamu penuhi, maka kamu boleh berbelanja apa yang kamu inginkan. Namun tetap sesuaikan dengan kondisi keuangan kamu.

    Hindarkan pembelian barang yang membuat kamu boros dan terlalu konsumtif, bahkan hingga rela mengutang.

    4. Tulis setiap pengeluaran

    Jangan lupa untuk mencatat setiap pengeluaran yang kamu lakukan dengan detail, termasuk menulis tanggal-tanggal di mana kamu melakukan pengeluaran yang dimaksud.

    Dengan melakukan tips keuangan terakhir ini, kamu punya ancang-ancang untuk menyiapkan uang di tanggal sekian untuk pembayaran A, dan tanggal sekian untuk pembayaran B.

    Selain mencatat, kamu juga bisa melacak segala transaksi yang pernah kamu lakukan, apakah melebihi gaji harian atau tidak.

    Baca juga: Ampuh Cegah Kantong Jebol, Ini Tips Keuangan di Tahun 2021!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: kompas.com



    Sumber : pluang.com

  • Kenali Jenis Reksadana, Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?

    Selama ini, reksadana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal. Nah, mereka yang keinginan untuk berinvestasi tapi punya waktu dan pengetahuan terbatas umumnya memilih jenis investasi ini.

    Hal ini sesuai dengan pasal 1 UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal bahwa reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal demi diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

    Hanya saja, jenis reksadana cukup beragam di luar sana.

    Investor bermodal besar kadang bisa menempatkan dananya di instrumen reksadana yang mereka mau. Namun, bagi investor kecil dan mereka yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka, memilih jenis reksadana yang cocok bisa bikin kepala mumet!

    Makanya, yuk kenali jenis-jenis reksadana. Kira-kira jenis reksadana apa sih yang cocok buat kamu?

    Baca juga: Apa Itu Reksadana Indeks (Index Fund)?

    Risiko Investasi Reksadana

    Tapi sebelum melangkah ke sana, ada baiknya kamu juga mengetahui tentang keuntungan dan risiko berinvestasi di reksadana.

    Terdapat tiga jenis risiko yang umum terkait reksadana. Yang pertama, nilai penyertaan unit aset reksadana punya risiko untuk menurun. Hal ini dipengaruhi oleh pergerakan harga aset underlying reksadana, seperti harga saham, obligasi, dan surat berharga lainnya.

    Risiko kedua adalah risiko likuiditas, di mana kamu harus siap secara mental menghadapi kesulitan yang mungkin timbul dalam melakukan pencairan (redemption) aset penyertaan reksadana.

    Risiko ketiga adalah risiko yang paling buruk, yakni wanprestasi. Ini bisa terjadi jika perusahaan asuransi tidak segera membayar ganti rugi atau membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan.

    Pada umumnya, portofolio dan risiko reksadana investor akan dikelola oleh manajer investasi profesional. Sehingga, investor tidak perlu repot memantau kinerja investasinya antar waktu.

    Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

    Mengenal Berbagai Jenis Reksadana Secara Umum

    Setelah mengenal jenis risiko reksadana, kalian bisa memilih jenis-jenis investasi di bawah ini. Pastikan, kalian memilih reksadana sesuai selera dan profil risiko masing-masing ya!

    1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Funds)

    Jenis reksadana ini menempatkan 100% pada instrumen pasar uang dan/atau efek bersifat utang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun.

    2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Funds)

    Reksadana ini menempatkan minimal 80% pada efek bersifat utang seperti obligasi atau surat utang. Jenis ini cocok untuk investasi jangka pendek dengan waktu antara 1-3 tahun.

    3. Reksadana Saham (Equity Funds)

    Jenis reksadana ini menempatkan minimal 80% pada efek saham. Reksadana ini cocok untuk investasi jangka panjang dengan waktu lima tahun atau lebih.

    4. Reksadana Campuran (Discretionary Funds)

    Pada jenis ini, manajer investasi menempatkan maksimal 79% pada efek saham, obligasi, dan instrumen pasar uang seperti deposito. Investasi jenis ini cocok untuk jangka menengah antara 3-5 tahun.

    Baca juga: Investasi Akhir Tahun Baiknya Pilih Emas, Saham, atau Reksadana?

    Jenis Reksadana dengan Acuan Aset Terstruktur

    Selain reksadana yang langsung menempatkan investasi pada surat berharga, ada pula jenis reksadana yang diracik dengan struktur tertentu, di antaranya:

    1. Reksadana Terproteksi (Capital Protected Fund)

    Jenis reksadana ini adalah yang berusaha memproteksi nilai investasi awal investasi investor. Mekanisme proteksi umumnya dilakukan dengan membeli instrumen surat utang (obligasi) dan memegangnya hingga jatuh tempo (buy and hold). Karenanya, kecuali obligasi yang bersangkutan mengalami gagal bayar, maka nilai investasi awal akan terjaga seutuhnya.

    2. Reksadana dengan Penjaminan (Capital Guaranteed Fund)

    Ini adalah reksadana yang menggaransi nilai investasi awal investor. Mekanisme garansi dilakukan dengan melakukan perjanjian dengan guarantor. Pada umumnya, yang bertindak sebagai guarantor adalah perusahaan asuransi.

    3. Reksadana Indeks (Index Fund)

    Jenis reksadana ini memiliki portofolio investasi yang pada indeks tertentu. Indeks yang dijadikan acuan bisa berupa indeks saham ataupun indeks obligasi.

    Perbedaan antara reksadana indeks dengan reksadana konvensional adalah reksadana indeks mengambil strategi investasi pasif dengan menghasilkan tingkat pengembalian yang setara dengan pengembalian indeks yang ditirunya. Sementara itu, reksadana konvensional mencoba mengalahkan indeks yang menjadi acuan dengan menerapkan strategi investasi aktif.

    Dari ketiga macam structured fund tersebut, hanya Reksadana Indeks yang bisa ditawarkan terus-menerus seperti layaknya jenis reksadana konvensional. Sementara itu, dua jenis lainnya memiliki penawaran yang terbatas.

    Baca juga: Tujuh Tips Keuangan untuk Milenial

    Banner Blog Pluang

    Jenis Reksadana Aset Sektor Rill

    Selain menempatkan dana investasi pada paper asset, reksadana juga ditempatkan pada sektor riil dan infrastruktur ini. Namun, investasi ini kadang dilakukan bagi mereka-mereka yang tergolong investor kelas kakap!

    1. Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT)

    Jenis reksadana ini menghimpun dana dari investor profesional dan selanjutnya diinvestasikan pada portofolio efek.

    Dalam hal ini, portofolio efek yang dimaksud tidak terbatas pada instrumen pasar modal. Ini bisa juga berupa pembiayaan terhadap sektor riil dan infrastruktur. Sedangkan yang dimaksud investor profesional adalah investor dengan kemampuan menganalisis risiko reksadana dan mampu investasi minimum sebesar Rp1 miliar

    Biasanya, jumlah investor di reksadana ini dibatasi paling banyak 50 pihak. Penilaian terhadap harga pasar dari aset yang bersangkutan pun tidak menggunakan nilai pasar wajar seperti reksadana konvensional. Sementara itu, penilaian Nilai Aktiva Bersih (NAB) umumnya dilakukan tiga bulan sekali.

    2. Dana Investasi Real Estat (DIRE)

    Di luar negeri, produk ini dikenal sebagai Real Estate Investment Trust (REIT). DIRE merupakan himpunan dana investor yang diinvestasikan pada aset real estat. Jadi, manajer investasi pengelola reksadana ini dapat membeli properti seperti bangunan, gedung, tanah, atau saham dan obligasi perusahaan terbuka yang berkaitan dengan properti.

    Adapun, perhitungan NAB bersih jenis reksadana ini dilakukan oleh pihak penilai.

    3. Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA)

    Jenis reksadana ini dikenal pula sebagai Asset-Backed Securities. Reksadana ini berbasis aset keuangan, seperti tagihan kredit kepemilikan rumah, tagihan kartu kredit, surat berharga komersial, tagihan kredit kepemilikan kendaraan bermotor, dan lainnya.

    KIK-EBA dapat menjadi alternatif pendanaan bagi perbankan, sehingga perbankan tidak hanya mengandalkan dana simpanan nasabahnya saja.

    Baca juga: Hadapi IHSG yang Melemah, Ini 4 Pilihan Reksadana Terbaik

    Jenis Reksadana Berdasarkan Kriteria Lain-Lain

    Selain dibagi berdasarkan kebijakan investasi, jenis reksadana juga dibagi ke dua kelompok besar, yaitu reksadana konvensional dan reksadana syariah.

    Reksadana syariah adalah reksadana yang dikelola dengan prinsip syariah. Contoh penerapannya dalam pengelolaan reksadana antara lain: investasi masuk dalam Daftar Efek Syariah, ada prinsip cleansing yakni kegiatan menyumbangkan porsi pendapatan untuk kegiatan amal, dan adanya Dewan Pengawas Syariah.

    Ada pula jenis reksadana yang dapat diperjualbelikan seperti saham, yakni Exchange Traded Fund (ETF).

    Jenis ini merupakan pengembangan dari jenis Reksadana Indeks. ETF berbentuk kontrak kolektif dan unit penyertaannya dicatat sekaligus diperdagangkan di bursa. Portofolio ETF adalah saham-saham yang menjadi anggota pada sebuah indeks. Jika seorang investor membeli EDF misalnya LQ45, ia memiliki 45 saham yang termasuk dalam daftar indeks tersebut.

    Lantaran likuiditas menjadi salah satu kendala produk ETF, maka dalam ETF dikenal satu pihak yang disebut dealer partisipan. Ia adalah Anggota Bursa Efek yang menandatangani perjanjian dengan Manajer Investasi penerbit ETF untuk menjadi market maker, yakni pihak yang membeli atau menjual ETF pada harga yang telah ditentukan sehingga menjadikan instrumen tersebut mudah diperdagangkan (likuid).

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bursa Efek Indonesia, Bahana Link, Reksadana Community



    Sumber : pluang.com

  • Apakah Reksadana Halal? Simak Hukum Islam Soal Reksadana!

    Reksadana adalah jenis investasi yang bisa dilakukan oleh investor kacangan hingga investor kelas kakap. Namun, bagi masyarakat yang menganut agama dan syariah Islam, kadang masih enggan untuk berinvestasi lantaran belum yakin apakah reksadana sudah sesuai dengan hukum-hukum Islam.

    Selama ini, kita mengetahui bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi sikap dan asas adil di dalam berbisnis, cara berinvestasi, dan menjalankan bisnis keuangan. Selain itu, syariah Islam juga menganjurkan umatnya untuk melakukan bisnis dan investasi dengan berpegang prinsip kejujuran, tanpa penipuan, serta dilakukan secara sukarela.

    Namun, apakah reksa dana sudah sesuai dengan unsur-unsur tersebut? Apakah berbisnis dalam reksadana atau pasar uang didasarkan pada kejujuran dan rida?

    Jika mengacu pada pernyataan di atas, maka umat Islam dapat melakukan investasi apapun asal didasarkan atas unsur kejujuran, tidak ada penipuan, dan tidak ada spekulasi. Namun, itu juga berarti bahwa reksadana yang memiliki penyertaan aset berupa saham tidak dapat dilakukan oleh umat Islam.

    Nah, bagi umat Islam, kini sudah ada solusi untuk mengakomodir investasi reksadana sesuai hukum Islam, yakni reksadana syariah. Tapi bagi masih yang penasaran tentang hukum Islam soal reksadana syariah, yuk simak saja tulisan di bawah ini!

    Baca juga: Tips Mengatur Keuangan dalam Ajaran Agama Islam

    Pandangan Mengenai Hukum Reksadana dalam Syariat Islam

    Pada prinsipnya, setiap sesuatu yang tidak bertentangan dengan syariah diperbolehkan dalam Islam. Lalu apa dasar hukum utama dari kegiatan tersebut? Para ahli agama beranggapan, bahwa umat Islam harus melakukan investasi sesuai ayat suci Al-Quran di bawah ini:

    “Hai, orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisaa’:29)

    Ayat tersebut kemudian dipelajari lebih dalam oleh para fuqaha dan mereka mengatakan bahwa:

    “Prinsip dasar dalam transaksi dan syarat-syarat yang berkenaan dengannya ialah boleh diadakan, selama tidak dilarang oleh syariah atau bertentangan dengan nash syariah.” (Al Fiqh Al Islamy wa Adillatuh, Juz IV hal. 199)

    Konsep tersebut kemudian diperkuat dengan hadis hadis yang berbunyi sebagai berikut:

    “Perdamaian itu boleh antara orang-orang Islam kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. Orang-orang Islam wajib memenuhi syarat-syarat yang mereka disepakati kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmizy dari Amru bin Auf)

    Maka dari itu, jika reksadana mengikuti asas syariah, tidak merugikan satu sama lain, dan memiliki perjanjian yang tidak mengharamkan yang halal di dalamnya, maka hal itu diperbolehkan secara hukum Islam.

    Secara kebermanfaatan, hukum Islam juga mendukung investasi reksa dana lantaran ada banyak maslahat yang ditimbulkan dari kegiatan itu. Contohnya, adalah memajukan perekonomian, saling memberi keuntungan di antara para pelakunya, dan meminimalkan risiko dalam pasar modal.

    Kini, keinginan umat Islam tersebut sudah bisa diakomodasi melalui hadirnya reksadana syariah.

    Baca juga: Pilih Menabung atau Investasi?

    Banner Blog Pluang

    Urgensi Hukum Reksadana Syariah

    Reksadana syariah adalah reksadana yang dikelola dengan prinsip syariah. Contoh penerapannya dalam pengelolaan reksadana antara lain: investasinya masuk dalam Daftar Efek Syariah, ada prinsip cleansing yakni kegiatan menyumbangkan porsi pendapatan untuk kegiatan amal, dan adanya Dewan Pengawas Syariah.

    Adanya reksadana syariah merupakan upaya untuk memberi jalan bagi umat Islam agar bermuamalah dan tidak memakan harta dengan cara yang bathil seperti yang disebutkan dalam Alquran surat al-Nisaa’ ayat 29.

    Di samping itu, hukum reksadana berdasarkan syariah menyediakan sarana bagi umat Islam untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional melalui investasi yang sesuai dengan syariat Islam.

    Namun, tentu ada masalah-masalah pokok lain terkait reksadana yang krusial di mata syariah Islam, yaitu:

    1. Kelembagaan

    Reksadana syariah dapat ditangani oleh lembaga keuangan yang berbentuk badan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

    Namun, badan hukum tersebut tidak bebas dari hukum taklifi, karena pada hakikatnya badan hukum tersebut merupakan gabungan dari para pemegang saham yang masing-masing terkena taklif.

    Karena itu, lembaga tersebut dapat dinyatakan sebagai Syakhsiyyah Hukmiyyah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan reksadana syariah. Sedangkan pengurus lembaga tersebut berdasarkan hukum reksadana syariah merupakan para wakil.

    2. Akad Antara Investor dengan Lembaga

    Hendaknya akad dilakukan dengan sistem mudharabah/qiradh, di mana Sistem ini disepakati bolehnya dalam syariah oleh empat mazhab fiqih Islam. Sementara itu, saham reksadana syariah dapat diperjualbelikan, sebagaimana ayat Al-Quran menyatakan bahwa praktik jual beli dihalalkan oleh Allah SWT.

    Ini lantaran saham merupakan harta (mal) milik investor yang bisa dimanfaatkan dan diperjualbelikan. Jual beli saham sudah menjadi kelaziman (Urf) para pengusaha (al-Tujjar). Begitu pula, dalam hukum reksadana syariah, tidak ada unsur penipuan (Gharar) karena nilai saham jelas. Semua saham yang dikeluarkan reksadana tercatat dalam administrasi yang rapi dan penyebutan harga harus dilakukan dengan jelas.

    3. Kegiatan Investasi Reksadana

    Dalam melakukan kegiatan, hukum reksadana syariah menetapkan bahwa investor dapat melakukan apa saja sepanjang tidak bertentangan dengan syariah. Di antara investasi tidak halal yang tidak boleh dilakukan adalah dalam bidang perjudian, pelacuran, pornografi, makanan dan minuman haram, lembaga keuangan ribawi, dst yang ditentukan oleh Dewan Pengawas Syariah.

    Akad yang dilakukan Reksadana Syariah dengan emiten dapat dilakukan melalui mudharabah/qiradh/musyarakh. Reksadana syariah yang dalam hal ini bertindak selaku Mudharib dalam kaitannya dengan investor dapat melakukan akad Mudharabah. Hukum reksadana syariah menentukan bahwa Reksadana Syariah selaku mudharib juga dibolehkan melakukan jual beli saham.

    4. Mekanisme Transaksi

    Dalam hukum reksadana syariah, mekanisme transaksi tidak diperbolehkan melakukan tindakan spekulasi. Yakni, jika di dalamnya mengandung gharar seperti najsy (penawaran palsu), ihtikar, dan tindakan spekulasi lainnya.

    Produk-produk transaksi pada umumnya seperti Spot, Forward, Swap, dan Option serta produk-produk lain hendaknya menjadi bahan penelitian dan pengkajian dari reksadana syariah.

    Untuk membahas persoalan-persoalan yang memerlukan penelitian dan pengkajian, seperti menyeleksi perusahaan-perusahaan investasi, hendaknya dibentuk Dewan Pengawas Syariah yang ditunjuk oleh MUI.

    Nah, oleh karenanya, pastikan untuk selalu memperhatikan rambu-rambu hukum Islam itu sebelum memilih produk reksadana syariah ya! Perhatikan dengan jeli agar investasi kamu tetap suci!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: CNN Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, NU Online



    Sumber : pluang.com

  • Dijamin Halal, Ini Jenis-Jenis Investasi Syariah Buat Sobat Cuan

    Investasi merupakan salah satu hal yang penting dilakukan untuk masa depan. Namun, bagi umat Islam, memilih sebuah instrumen investasi kadang membutuhkan waktu yang lama. Sebab, investasi itu harus berlandaskan nilai-nilai syariah agar tetap suci dan halal.

    Saat ini pun telah tersedia pasar modal syariah yang menawarkan instrumen berbasis syariah dan bisa menjadi pilihan menarik untuk masyarakat, khususnya yang beragama Islam.

    Nah, bagaimana? Tertarik investasi syariah? Yuk lihat macam-macamnya berikut ini:

    1. Investasi Deposito Bagi Hasil

    Jenis investasi deposito bagi hasil ini bisa menjadi solusi untukmu yang menginginkan investasi halal. Biasanya jenis investasi ini sering ditawarkan oleh pihak bank syariah dengan menerapkan sistem bagi hasil.

    Pada umumnya, proses investasi deposito ini mirip dengan deposito di bank konvensional, di mana kamu menyimpan uang ke bank-bank syariah di Indonesia yang memiliki produk tersebut.

    Investasi deposito syariah ini tidak mematok keuntungan yang bisa kamu dapatkan, di mana hal itu berbeda dengan deposito konvensional. Tetapi keuntungan tersebut didapatkan berdasarkan kesepakatanmu dengan pihak bank.

    Karena itu,prinsip yang digunakan dalam deposito syariah ini adalah mudharabah muthlaqah, yang berarti pihak bank akan mengelola keuanganmu secara produktif dan yang pasti menguntungkan bagi investor dan tetap tidak melupakan prinsip-prinsip dalam hukum islam.

    Uang yang diinvestasikan bisa diambil dalam jangka waktu 5-10 tahun tergantung kesepakatan dan juga program yang ditawarkan.

    Deposito Syariah tersebut telah diatur dalam fatwa DSN Dewan Syariah Nasional) MUI (Majelis Ulama Indonesia) No: 03/DSN-MUI/IV/2000, yang berbunyi bahwa hasil dari pendapatan akan diterima oleh nasabah bersifat tidak tetap sesuai dengan pendapatan bank Syariah itu sendiri.

    Adapun kelebihan dari deposito Syariah itu meliputi;

    • Dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan, sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk mengikuti program deposito di bank Syariah tersebut.
    • Nisbah Bagi Hasil Lebih Besar dari Tabungan Syariah.
    • Investasi Aman untuk Menyimpan Dana dalam Jangka Waktu Pendek
    • Sangat Cocok untukmu yang Tidak Menyukai Resiko Tinggi serta Mudah dalam Transaksinya.

    Baca juga: Apa Itu Sukuk Syariah?

    2. Investasi Reksadana Syariah

    Investasi reksadana yyariah ini pada umumnya mirip dengan pengertian reksadana konvensional.

    Yaitu, sebuah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemilik modal atau investor yang kemudian diinvestasikan pada perusahaan tertentu sebagai portofolio investasi. Modal yang dimaksud seperi saham, obligasi, dan lain sebagainya.

    Sama halnya dengan deposito syariah, yang membedakan investasi reksadana syariah ini terletak pada prinsip dan ketentuan syariat islam dalam menjalan investasi tersebut.

    Jika kamu memilih reksadana syariah ini, maka pihak pengelola akan mengelola uangmu dengan transparan, seperti pelaporan data keuangan yang digunakan untuk modal apapun.

    Pengelolaan investasi tersebut dilakukan oleh manajer investasi dan prosesnya tidak berkaitan dengan riba, ghahar, dan juga masyir.

    Baca juga: Rugi Hingga Puluhan Miliar, OJK Labeli Kampoeng Kurma Sebagai Investasi Bodong

    3. Investasi Asuransi Syariah

    Asuransi syariah kini sudah menjadi salah satu jenis investasi yang disukai banyak orang terutama umat Islam.

    Produk ini disukai karena memang sesuai dengan syariat agama Islam dan juga banyak memberikan keuntungan lain kepada setiap nasabahnya.

    Secara umum, investasi ini memang memiliki risiko, tetapi prinsip yang dijalankan berbeda dengan asuransi konvensional.

    Asuransi syariah ini mengedepankan prinsip saling membantu antar sesama nasabah asuransi dan bukan di tanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi seperti konvensional. Sistem itu pun disusun sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.

    Menurut fatwa tersebut, asuransi syariah diartikan sebagai usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai syariah.

    Baca juga: Yuk, Hitung Penghasilan Pasif dari Bunga Depositomu dengan Rumus Ini!

    4. Investasi Properti Syariah

    Dewasa ini, banyak orang yang sudah melirik dan juga mulai beralih pada investasi properti Syariah.

    Prinsip syariah yang digunakan di dunia investasi properti yaitu investasi yang mampu menarik perhatian para investor, terutama investor muslim.

    Investasi properti syariah mjuga emiliki kemungkinan kecil untuk mengalami kerugian karena berlandaskan atas syariat Islam. Jadi, semua kesepakatan pasti sudah memenuhi atas persetujuan kedua belah pihak.

    Baca juga: Bunga Deposito Tertinggi 6.3%, Pluang Saver Unggul di 6.5% Tanpa Tenor

    5. Investasi Emas

    Investasi Syariah berikutnya adalah investasi produk emas. Sama halnya dengan properti, berinvestasi emas ini pasti mengalami kenaikan setiap tahunnya sehingga kamu tidak akan mengalami kerugian.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Kamu Bakal Auto Cuan Kalau Koleksi 4 Saham Terbaik SP 500 Ini!

    Tahun lalu, para investor jangka panjang mengernyitkan dahi sepanjang tahun melihat indeks saham yang memerah. Pandemi COVID-19 yang tidak diprediksi sebelumnya membuat para investor lebih berhati-hati mengamankan saham terbaik mereka. Kepanikan pengamat saham ini memuncak pada nilai S&P 500 yang kehilangan hingga 34% dari nilainya hanya dalam 33 hari selama kuartal pertama tahun lalu.

    Namun, tentunya investor jangka panjang telah mempelajari pergerakan saham setahun terakhir ini. Mereka tetap menaruh kepercayaan pada indeks yang melacak 500 perusahaan AS dan multinasional terbesar secara historis ini. Apalagi, indeks S&P 500 menunjukkan sejumlah pertumbuhan luar biasa dan memiliki saham yang bernilai oke.

    Lantas, saham-saham S&P 500 apa saja yang bernilai baik dan bisa dipertimbangkan untuk dibeli awal tahun ini?

    Baca juga: Loncat 93% di Dua Tahun Terakhir, Saham Facebook Diramal Ngegas Tahun Ini

    1. DexCom

    Saham perusahaan di bidang kesehatan adalah tempat yang sangat baik untuk dana investor di saat pandemi ini. Lagipula, terlepas dari situasi saat ini, orang-orang juga tidak tahu kapan atau bagaimana mereka akan sakit. Karenanya, saham perusahaan DexCom (NASDAQ: DXCM) dapat memperoleh permintaan tetap dalam situasi ekonomi apa pun. Alasan yang baik menjadikannya saham terbaik untuk ada dalam daftar pembelian, kan?

    DexCom adalah pengembang (developer) sistem pemantauan glukosa berkelanjutan (CGM) untuk penderita diabetes. Sensor subkutan DexCom dapat berkomunikasi lancar dengan perangkat nirkabel pilihan pasien, sehingga memberikan pembacaan kadar glukosa darah secara real-time. Berbagai generasi perangkat DexCom juga dapat berkomunikasi dengan pompa insulin tertentu untuk memberikan keseimbangan glikemik yang optimal.

    Sekitar 10,5% dari populasi AS menderita diabetes (34,2 juta orang), sementara sebanyak 88 juta orang dewasa AS menunjukkan gejala pradiabetes. Memang sangat disayangkan melihat kedua angka ini bertumbuh. Namun, pertumbuhan ini mewakili gambaran peluang yang semakin luas untuk DexCom.

    Investor dapat mengharapkan tingkat pertumbuhan 20% berkelanjutan di masa depan untuk saham perusahaan ini.

    2. Facebook

    Perusahaan-perusahaan terbesar Wall Street biasanya memiliki valuasi yang besar karena peluang pertumbuhan mereka yang signifikan. Ini salah satu alasan yang menjadikan saham Facebook (NASDAQ: FB) sebagai saham terbaik dan salah satu saham terbesar di indeks S&P 500.

    Sebagai perusahaan media sosial terbesar di dunia, Facebook menghadapi kritik dari waktu ke waktu. Namun, pikirkan sejenak: Dari mana lagi pengiklan dapat memperoleh publisitas ke 2,74 miliar pengguna aktif bulanan? Belum lagi jika memperhitungkan aset milik Facebook lainnya, seperti Instagram dan WhatsApp, dengan pengguna aktif hingga 3,2 miliar orang per bulannya.

    Facebook diperkirakan telah menghasilkan US$84 miliar dalam penjualan pada 2020. Meskl sulit untuk dipercaya, nyatanya angka ini baru mencerminkan babak awal pertumbuhan Facebook. Perusahaan ini juga terlibat dalam proyek inovatif yang dirancang untuk diversifikasi aliran pendapatannya di luar periklanan. Ini menawarkan potensi pertumbuhan jangka pendek dan jangka panjang yang gila-gilaan bagi investor.

    Baca juga: Cara Investasi Emas yang Menguntungkan, Bagaimana Caranya?

    Banner Blog Pluang

    3. MasterCard

    Salah satu cara termudah bagi investor untuk jadi kaya di tahun baru ini adalah menaruh dana mereka untuk perusahaan raksasa fasilitasi pembayaran seperti Mastercard (NYSE: MA).

    Logikanya di sini cukup sederhana. Fasilitator pembayaran seperti Mastercard menghasilkan biaya merchant berdasarkan volume pembayaran yang melintasi jaringan mereka.

    Saat ekonomi berkembang, bisnis dan konsumen cenderung membelanjakan uangnya lebih banyak. Dan saat resesi melanda, pengeluaran biasanya turun. Yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa periode ekspansi cenderung berlangsung lebih lama secara signifikan daripada periode kontraksi.

    MasterCard sendiri sebagai salah satu saham terbaik dalam indeks S&P 500 yang agak terlindung dari aspek negatif resesi. Meski tidak mengantongi pendapatan bunga selama periode ekspansi, perusahaan ini tidak terpapar dampak negatif dari tunggakan pinjaman selama resesi. Itulah mengapa, margin keuntungan MasterCard termasuk yang paling menarik di industri jasa keuangan.

    4. Broadcom

    Saham S&P 500 yang kuat lainnya adalah pembuat chip Broadcom (NASDAQ: AVGO). Eits, tapi jangan khawatir dengan harga saham Broadcom yang memang relatif tinggi.

    Broadcom memang akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari perpindahan ke 5G.  Ini diharapkan dapat mengarah pada siklus peningkatan perusahaan tersebut selama beberapa tahun ke depan.

    Sekitar tiga perempat dari penjualan Broadcom berasal dari chip nirkabel dan aksesori yang digunakan di telepon pintar. Perusahaan ini juga merupakan penerima manfaat dari para konsumen ini. Semakin banyak bisnis yang berbasis online dan memanfaatkan teknologi cloud, maka penyimpanan data menjadi semakin penting. Nah, di sini, Broadcom bertanggung jawab untuk menyediakan bermacam jenis konektivitas dan chip akses yang digunakan.

    Investor yang antusias dengan konektivitas 5G ini tentunya melihat peluang yang besar dari salah satu saham terbaik yang ditawarkan S&P 500 ini. Tahun 2021 dan seterusnya menunjukkan kemungkinan peningkatan pesat perihal konsumsi dan penyimpanan data.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Motley Fool



    Sumber : pluang.com

  • Generasi Sandwich Merapat! Ikuti Tips Keuangan Ini Agar Tidak Tekor

    Tahukah kamu, generasi sandwich sebagai generasi orang dewasa saat ini yang harus menanggung hidup orang tua dan juga anak mereka? Yup! Studi demografis menyatakan bahwa ada sekitar 47% orang dewasa berusia 40-50 tahun yang terjebak generasi sandwich.

    Di satu sisi, ia berkewajiban memberi nafkah bagi generasi di bawahnya (anak), tapi di sisi lain ia juga harus membantu generasi di atasnya (orang tua) karena mereka sudah tidak berada di usia produktf lagi. Jadi, ia ada di tengah-tengah terhimpit beban tanggungan di atas dan di bawah, layaknya sandwich.

    Tekanan psikologis yang dialami oleh generasi ini bisa terjadi karena orang tua atau generasi tua tidak menyiapkan masa tuanya dengan baik. Dalam hal ini, bukan hanya kehidupan finansial yang perlu dipersiapkan, tetapi juga menjaga kehidupan kesehatan.

    Fakta kemudian membuktikan bahwa kebiasaan ini sebenarnya juga sudah menjadi turunan di Indonesia. Seperti apa contoh tersebut terjadi di Indonesia? Contoh klasik yang sering terjadi adalah sebagai berikut: Orang tua akan mengikuti anaknya untuk “nebeng” biaya hidup. Kemungkinan besar, lantaran uang pensiunannya sudah habis atau bahkan tidak mempersiapkan uang pensiun sama sekali.

    Sementara itu sebaliknya, alasan anak menanggung orang tua adalah karena anak ingin berbakti kepada orang tua dan memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Hanya yang jadi permasalahan adalah ketika anak tidak mempunyai kemampuan finansial untuk membiayai kehidupan orang tua dan juga keluarganya sendiri.

    Well, dalam memenuhi kebutuhan orangtua dan keluarga bukanlah perkara yang mudah bagi para generasi sandwich, apalagi jika penghasilan kamu terbatas.

    Makanya simak tips berikut ini yuk, sobat generasi sandwich! Sebelum keuangan kamu tekor!

    Baca juga: 5 Cara Memutus Mata Rantai Sandwich Generation

    1. Kelola Cash Flow

    Untuk mencari solusi atas keadaan sandwich generation seharusnya kita berpijak dari sebab-sebabnya terlebih dahulu. Nah, menurut beberapa praktisi keuangan salah satu sebab munculnya fenomena generasi sandwich ini adalah karena generasi sebelumnya kurang memiliki persiapan untuk dirinya sendiri di masa pensiun.

    Ada yang kelupaan memikirkan masa pensiun karena tidak melek finansial. Atau mungkin, mereka tidak menyangka bahwa kondisi kesehatan dan ekonominya menurun drastis.

    Kadang pula, para orang tua zaman dulu terlalu fokus memenuhi kebutuhan anak, yakni generasi kita dengan membiayai pendidikan kita, mendaftarkan kita ke kursus, dan lain sebagainya. Niatnya sih mulia, yakni memberikan terbaik untuk anaknya, harapannya agar kelak memiliki kondisi yang lebih baik dari mereka. Tapi, pada akhirnya, mereka malah tidak memikirkan diri sendiri dan anak mau tak mau harus mendukung kehidupan tua mereka.

    Untuk itu, kita perlu belajar tentang prioritas dan kadar pengeluaran supaya keuangan keluarga kita tetap lancar, tapi juga tetap bisa membantu orangtua.

    Tips pertama adalah dengan mengetahui tujuan keuangan kita terlebih dahulu. Sebaiknya, kita membuat anggaran untuk kebutuhan bulanan yang sifatnya wajib seperti makan, membayar listrik, air, susu, popok anak (bagi yang memiliki bayi) dan lainnya dengan porsi maksimal 50% dari pendapatan.

    Setelah itu, kita bisa menyisihkan anggaran lainnya untuk memenuhi gaya hidup, berdonasi, berinvestas dan menabung untuk berbagai kebutuhan. Misalnya, untuk dana darurat, dana pensiun, membeli rumah, pendidikan anak, dan lain sebagainya.

    Bantuan untuk orang tua bisa masuk pos donasi jika sifatnya tidak rutin. Tetapi, jika dibutuhkan secara rutin, maka bantuan kepada orang tua dimasukan pada kebutuhan pokok yang wajib.

    Baca juga: S.O.S Tanggal Tua? Ini 7 Trik Hemat yang Menyelamatkanmu dari Sikap Boros

    2. Mengatur Jumlah Bantuan yang Realistis Untuk Orangtua

    Tidak ada salahnya untuk membuat anggaran yang realistis dalam membantu orangtua kita. Hal ini bukan karena kita terlalu perhitungan dalam arti yang negatif, tapi justru sebaliknya. Kita mencoba proporsional dalam mengelola keuangan dengan memberikan bantuan sesuai kemampuan yang kita miliki untuk mencegah sandwich generation ini menular ke anak cucu kita nantinya.

    Ingatlah, bahwa salah satu penyebab fenomena sandwich generation ini adalah pembagian proporsi keuangan yang tidak seimbang dimasa produktif.

    Selain itu, kurangnya melek finansial juga akhirnya menyebabkan pengelolaan keuangan generasi sebelumnya dilakukan secara alamiah saja. Mungkin, saat itu akses informasi juga tidak semudah saat ini. Saat in, kita diuntungkan dengan kemudahan akses berbagai literasi keuangan untuk mengusahakan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

    Mengenai besarannya sendiri, tentu tergantung pada kemampuan masing-masing individu, karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda.

    Tapi, sebagai tips utama, jangan sampai pengeluaran tersebut mengganggu kebutuhan primer kita, terutama kewajiban kepada anak. Karena saat kita memutuskan untuk memiliki anak, kita bertanggung jawab atas kesehatan jiwa dan raga mereka. Sementara kepada orangtua, sifatnya adalah berbakti dengan membantu semampu kita.

    Perlu diketahui bahwa membalas jasa-jasa orang tua kita bukan hanya dengan cara membantu dari sisi materil, tapi juga dukungan psikologis seperti perhatian dan kasih sayang jangan sampai dilupakan.

    Baca juga: Gaya Hidup Mempengaruhi Rencana Keuangan, Pelajaran dari Generasi Z

    Banner Blog Pluang

    3. Mendaftarkan Orangtua Dalam Asuransi Kesehatan

    Tips selanjutnya yang perlu diperhatikan sandwich generation adalah soal kesehatan orangtua. Nah, karena faktor usia menjadi salah satu aspek yang cukup berpengaruh bagi kesehatan seseorang, maka cobalah mendaftarkan mereka di program asuransi kesehatan.

    Pilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan juga kemampuanmu dalam membayar premi tiap bulannya. Salah satu asuransi yang bisa kamu manfaatkan adalah BPJS Kesehatan.

    Dengan begitu, kekhawatiranmu bisa sedikit berkurang jika sewaktu-waktu orangtua memerlukan biaya pengobatan yang besar dan kamu tidak memiliki dana. Tips ini wajib kamu lakukan sebagai sobat generasi sandwich!

    4. Mulai Cicil Dana Pensiun

    Masih ingat dengan salah satu penyebab fenomena generasi sandwich ini? Ya, betul, karena  generasi sebelumnya tidak sempat menyiapkan diri untuk masa pensiunnya dan tidak menyangka usia harapan hidupnya akan lama.

    Walaupun kita tidak pernah tahu usia setiap orang, namun kita patut bersiap untuk tidak mengestafetkan generasi sandwich ini pada generasi berikutnya. Sehingga, kamu perlu melakukan tips keempat, yakni menyiapkan dana pensiun kita sendiri sejak dini.

    Dana pensiun itu persiapannya jangka panjang. Tujuannya, agar bisa digunakan saat pensiun dan kita tidak perlu lagi mencari uang untuk memenuhi kebutuhan pokok. Makanya, yuk siapkan dana pensiun dari sekarang!

    Baca juga: 4 Target Finansial para Millennial, Apa Saja?

    Generasi sandwich memang hal yang sebaiknya kita hindari. Tetapi bagi kita yang sudah terlanjur masuk menjadi bagian darinya, kondisi ini tak boleh membuat kita stagnan dan patah arang.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!



    Sumber : pluang.com