Author: 09

  • Dampak Lonjakan Harga Minyak Dunia ke Harga BBM dan Portofolio Investasi

    Key Takeaways

    • Guncangan Energi Terbesar: Penutupan Selat Hormuz menghentikan 20 juta barel minyak per hari, atau sekitar 20% pasokan dunia.
    • Ancaman Stagflasi: Kenaikan harga minyak memicu inflasi tinggi sekaligus memperlemah ekonomi, membuat The Fed menunda pemangkasan suku bunga.
    • Krisis Fiskal Indonesia: Setiap kenaikan $1 minyak menambah beban subsidi Rp7 triliun, mengancam defisit APBN melampaui batas legal 3% PDB.
    • Efek Domino Pangan: Biaya logistik yang melonjak diprediksi menaikkan harga pangan hingga 50% di berbagai belahan dunia.
    • Peluang Komoditas: Instrumen seperti USO menjadi sorotan investor untuk melakukan hedging terhadap inflasi energi.

    Beli ETF Oil (USO) di Sini!

    Kronologi Krisis Minyak di Selat Hormuz

    Krisis ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Respons cepat dari Iran adalah dengan menargetkan kapal sipil dan infrastruktur energi, yang berujung pada penutupan total Selat Hormuz.

    Mengapa Selat Hormuz begitu krusial?

    • Volume Pasokan: Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur sempit ini setiap harinya.
    • Keterbatasan Alternatif: Hampir 20 juta barel minyak dan produk ekspor per hari terhenti tanpa adanya jalur alternatif yang memadai.
    • Lonjakan Harga: Dalam hitungan minggu, harga Brent melonjak dari asumsi awal ke angka $92, kemudian menyentuh $105,85, dan per 30 Maret 2026 telah berada di level $113 per barel.

    Para analis membandingkan guncangan ini dengan krisis minyak tahun 1970-an, namun dengan potensi bahaya yang lebih besar mengingat ketergantungan global yang lebih tinggi saat ini. Bahkan, pejabat pemerintah AS mulai memperingatkan kemungkinan harga menyentuh $200 per barel.

    Efek Domino Global: Dari Australia hingga Filipina

    Dampak dari tersumbatnya Selat Hormuz merambat cepat ke berbagai negara, menciptakan krisis biaya hidup yang nyata.

    • Filipina: Presiden Ferdinand Marcos telah mengumumkan keadaan darurat energi nasional. Harga solar dan bensin naik lebih dari dua kali lipat, memicu pemogokan massal pekerja transportasi.
    • Australia: Di sana, krisis bahan bakar menyebabkan kelangkaan diesel yang mengancam rantai pasok pangan. Harga bensin rata-rata naik 47% menjadi AUD 2,50/L, sementara harga pangan diproyeksikan melonjak 30–50% karena biaya transportasi yang membengkak.
    • Amerika Serikat: Inflasi PCE diperkirakan melonjak ke 3,5% pada April 2026. Hal ini membuat The Fed berada dalam posisi stagflasi—di mana mereka tidak bisa menurunkan suku bunga karena inflasi tinggi, meskipun ekonomi melemah.

    Di Indonesia, sejarah membuktikan bahwa kenaikan BBM selalu memicu gelombang demonstrasi besar. Mahasiswa dari HMI, GMNI, IMM, dan PMII bergerak ke gedung DPR. Buruh dari Partai Buruh dan KSPI turun ke jalan. Tiga tuntutan yang selalu berulang: tolak kenaikan BBM, naikkan upah, dan lindungi daya beli rakyat. Tekanan politik dari demonstrasi inilah yang membuat pemerintah hingga kini masih menahan harga Pertalite dan Solar subsidi.

    Dampak Terhadap Harga BBM dan Kondisi Fiskal di Indonesia

    Indonesia berada dalam posisi yang sangat rentan. Sebagai negara net importer minyak sejak 2003 — yang mengimpor 53,7 juta ton minyak bumi pada 2024 — setiap guncangan harga global langsung menekan dua sisi APBN sekaligus: pendapatan dari sektor migas relatif kecil, sementara beban subsidi BBM menggelembung drastis.

    Asumsi APBN vs Realitas Pasar

    Dalam APBN 2026, subsidi bahan bakar didasarkan pada asumsi harga minyak dunia sebesar USD 70 per barel. Saat ini harga minyak telah mencapai USD 100 per barel. Selisih $30 per barel ini adalah bom fiskal yang sedang berjalan.

    Setiap kenaikan USD 1 per barel di atas asumsi APBN berpotensi menambah belanja subsidi hingga Rp 7 triliun. Dengan kenaikan USD 30 per barel, pemerintah membutuhkan tambahan sekitar Rp 210 triliun untuk menutup selisih subsidi. 

    Namun angka ini bisa jauh lebih besar jika situasi memburuk. Dalam skenario harga minyak USD 150 per barel, defisit bisa mencapai 5–6% PDB dengan tambahan beban subsidi energi hingga Rp 544 triliun. Skenario terburuk dengan konflik berkepanjangan bisa mendorong defisit fiskal hingga Rp 1.100 triliun atau lebih dari 4% PDB

    Batas Hukum yang Terancam Dilanggar

    Pemerintah telah melakukan simulasi apabila harga minyak dunia mencapai USD 92 per barel. Dalam skenario tersebut, defisit anggaran berpotensi melebar hingga 3,7% dari PDB jika tidak ada langkah penyesuaian — melampaui batas yang ditetapkan dalam undang-undang, yaitu maksimal 3% dari PDB. Monitor Indonesia

    Sementara saat ini harga sudah menyentuh sekitar $100–113 per barel, jauh lebih parah dari skenario $92 yang sudah mengkhawatirkan itu.

    Risiko Migrasi BBM: Bom Waktu Tambahan

    Ada ancaman tersembunyi yang memperparah tekanan fiskal: migrasi konsumsi. Ketika disparitas harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi semakin lebar, konsumsi BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi dikhawatirkan akan mengalami lonjakan, karena masyarakat beralih dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. 

    Berdasarkan asumsi Indonesian Crude Price, setiap kenaikan USD 1 per barel, pelemahan rupiah Rp 100 per dolar AS, serta kenaikan yield Surat Berharga Negara sebesar 0,1 persen berpotensi menambah defisit APBN hingga Rp 9,5 triliun — angka ini belum memperhitungkan tambahan beban dari peningkatan volume konsumsi subsidi. 

    Dilema Pemerintah: Dua Pilihan yang Sama Pahitnya

    Pemerintah menghadapi dilema besar: di satu sisi, perlu menjaga daya beli masyarakat, namun di sisi lain, tekanan terhadap APBN juga semakin besar. Pemerintah harus memilih antara menahan harga dengan risiko defisit atau menaikkan harga dengan risiko inflasi bahkan stagflasi. 

    Jika memilih menahan harga BBM subsidi:

    • Daya beli terjaga
    • Tapi defisit APBN bisa jebol melewati 3% PDB secara hukum
    • Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kopdes Merah Putih terancam dipangkas

    Jika memilih menaikkan harga BBM:

    • Harga Pertalite bisa naik 15–20% menjadi Rp 11.500–12.000 per liter dari harga saat ini Rp 10.000, sementara Solar naik ke kisaran Rp 7.800–8.000 per liter 
    • Inflasi melonjak, daya beli rakyat terpukul, dan demonstrasi besar hampir pasti terjadi

    Tanpa pemangkasan MBG dan Kopdes, pelebaran defisit hingga Rp 340 triliun tidak mungkin bisa ditutup.

    Harga Minyak ($/barel)

    Tambahan Subsidi (Rp T)

    Potensi Defisit (% PDB)

    Status

    $70  (asumsi APBN)

    2,5%  ✓

    AMAN

    $85  (mild shock)

    Rp 105 T

    2,9%  ✓

    WASPADA

    $92  (skenario berat)

    Rp 154 T

    3,2%  ⚠

    MELEBIHI BATAS

    $100 (saat ini)

    Rp 210 T

    3,3%  ⚠

    KRITIS

    $120 (bila memburuk)

    Rp 350 T

    4,2%  ✗

    DARURAT

    $150 (krisis)

    Rp 544 T

    5,5%  ✗

    KOLAPS FISKAL

    Dilema Kebijakan: Dua Pilihan Pahit

    Di sinilah dilema terbesar kebijakan moneter global bermula. Kenaikan harga minyak menciptakan paradoks yang menjebak bank sentral dalam posisi serba salah.

    Normalnya, ketika ekonomi melemah, bank sentral memangkas suku bunga untuk mendorong pertumbuhan. Tapi kenaikan minyak memukul dari dua sisi sekaligus: di satu sisi ia mendorong inflasi naik (sehingga pemangkasan suku bunga justru berbahaya), di sisi lain ia melemahkan ekonomi (sehingga pemangkasan suku bunga justru diperlukan). Inilah yang disebut stagflasi — hantu ekonomi dari era 1970-an yang kini mengintai kembali.

    Seperti yang diungkapkan analis Morgan Stanley, “Apa yang dilakukan perang Iran terhadap The Fed adalah menunda, bukan menolak, pemangkasan suku bunga ini. Jadi saya pikir kita tahu bahwa harga minyak terus naik, dan itu akan masuk ke dalam inflasi headline.” 

    Pasar berjangka kini hanya memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga di 2026, dibandingkan dengan dua kali pemangkasan sebelum perang dimulai. Morningstar memperkirakan PCE inflation akan melonjak ke 3,5% year-over-year pada April, naik dari 2,8% pada Januari dan merupakan level tertinggi sejak Mei 2023. 

    Beberapa analis bahkan menyatakan bahwa sangat mungkin The Fed tidak akan memangkas suku bunga sama sekali tahun ini, mengingat revisi ke atas pada proyeksi inflasi. “Adalah mungkin sepenuhnya bahwa Fed tidak akan memberikan pemangkasan suku bunga apa pun tahun ini,” kata ekonom EY-Parthenon. 

    Powell sendiri mengakui, “Proyeksi kami adalah bahwa kami akan membuat kemajuan pada inflasi, tetapi tidak sebanyak yang kami harapkan.” 

    Peluang Investasi di Tengah Krisis Minyak

    Bagi investor, kenaikan harga komoditas energi yang ekstrem ini menyediakan peluang melalui instrumen yang melacak harga minyak, seperti United States Oil Fund (USO).

    Dalam situasi di mana Selat Hormuz tertutup dan pasokan global berkurang drastis, instrumen berbasis minyak cenderung mengalami apresiasi nilai yang signifikan seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasar internasional. Selama konflik geopolitik belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan jalur pelayaran utama masih terblokade, tekanan ke atas pada harga minyak diperkirakan akan tetap kuat.

    Mengapa Mempertimbangkan USO Sekarang?

    • Paparan Langsung: Memungkinkan investor mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak tanpa harus memegang kontrak berjangka secara fisik.
    • Lindung Nilai (Hedging): Dapat berfungsi sebagai pelindung portofolio terhadap inflasi global yang didorong oleh kenaikan harga energi.
    • Momentum Geopolitik: Memanfaatkan lonjakan harga dari level $113 menuju potensi target analis berikutnya di kisaran $150–$200 jika krisis memburuk.

    Risks & Considerations

    • Volatilitas Ekstrem: Harga minyak sangat sensitif terhadap berita perang; pengumuman pembukaan kembali selat bisa menjatuhkan harga secara instan.
    • Risiko Fiskal: Jika pemerintah menaikkan harga BBM (Pertalite ke Rp 12.000/liter), daya beli masyarakat akan terpukul dan memicu aksi protes.
    • Stok Terbatas: Cadangan BBM nasional Indonesia hanya 20–25 hari, meningkatkan risiko kelangkaan jika impor terganggu lebih lama.
    • Kenaikan Suku Bunga: Suku bunga tinggi untuk waktu lama dapat memicu resesi yang akhirnya menurunkan permintaan minyak.

    FAQ

    1. Apa yang menyebabkan harga minyak naik ke $113? Serangan AS-Israel ke Iran dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
    2. Mengapa The Fed tidak menurunkan suku bunga? Karena kenaikan minyak mendorong inflasi headline, sehingga pemangkasan bunga dianggap berisiko.
    3. Apa dampak krisis ini terhadap harga pangan? Biaya transportasi logistik (diesel) naik tajam, memicu kenaikan harga pangan 30–50%.
    4. Berapa batas aman defisit APBN Indonesia? Berdasarkan UU No. 17/2003, batas maksimal adalah 3% dari PDB.
    5. Berapa kenaikan subsidi per dolar harga minyak? Setiap kenaikan $1/barel menambah beban sekitar Rp 7 triliun.
    6. Apa itu USO? Instrumen investasi yang melacak harga minyak mentah dan sering digunakan untuk spekulasi atau hedging saat krisis energi.

    Sources & Methodology

    Analisis ini disusun berdasarkan dokumen internal “Analisis Harga Minyak Indonesia 2026” yang merujuk pada laporan IEA Maret 2026, Morgan Stanley Global Research, dan simulasi fiskal APBN 2026 per 30 Maret 2026. 

    Siap Menghadapi Gejolak Pasar Energi?

    Jangan biarkan portofolio Anda tidak terlindungi dari guncangan inflasi energi global. Pantau pergerakan harga minyak mentah dunia dan ambil peluang investasi Anda sekarang.

    Beli ETF Oil (USO) di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Serangan Iran ke Produsen Global Mengguncang Pasar Aluminium Dunia

    Kronologi dan Dampak di Lapangan

    Pada akhir pekan (28 Maret 2026), fasilitas produksi milik Emirates Global Aluminium (EGA) di Al Taweelah dan Aluminium Bahrain (Alba) menjadi target serangan udara. CEO EGA, Abdulnasser Bin Kalban, mengonfirmasi adanya kerusakan “signifikan” pada smelter Al Taweelah, yang merupakan tulang punggung produksi perusahaan dengan kapasitas 1,6 juta ton logam cor pada tahun 2025.

    Dampak PadaPasar:

    • Lonjakan Harga: Harga aluminium di London Metal Exchange (LME) sempat meroket 5,5% ke angka $3.492 per ton pada pembukaan perdagangan Senin pagi—level yang tidak terlihat sejak April 2022.
    • Strait of Hormuz: Penutupan de facto Selat Hormuz oleh Iran memperparah situasi. Sekitar 9% pasokan aluminium dunia berasal dari kawasan Teluk, dan saat ini, jalur ekspor utama tersebut praktis lumpuh.

    Mengapa Ini Menjadi “Shockwaves” Global?

    Aluminium bukan sekadar logam biasa; ia adalah “logam masa depan” yang krusial bagi transisi energi hijau dan teknologi modern. Gangguan di Teluk menciptakan efek domino pada tiga pilar industri utama:

    1. Krisis Pasokan dan Defisit Global

    Analis dari Macquarie Group, Joyce Li, memproyeksikan bahwa gangguan ini cukup untuk mendorong pasar aluminium global ke dalam kondisi defisit penuh sepanjang tahun 2026. Kehilangan kapasitas produksi diperkirakan mencapai 800 hingga 900 kiloton. Dengan stok gudang LME yang sudah dalam tekanan, tidak ada bantalan (buffer) yang cukup kuat untuk menahan lonjakan harga lebih lanjut jika kerusakan fasilitas terbukti permanen.

    2. Dilema Kapasitas China

    Sebagai produsen aluminium terbesar di dunia, mata pasar tertuju pada Beijing. Namun, ada perdebatan sengit:

    • Sisi Optimis: Beberapa pengamat berpendapat China dapat mengaktifkan kembali smelter yang menganggur untuk menstabilkan harga.
    • Sisi Realistis (S&P Global): China memiliki batasan produksi ketat sebesar 45,5 juta ton per tahun untuk menekan emisi karbon. Menambah kapasitas secara masif akan melanggar komitmen lingkungan mereka dan menghadapi hambatan teknis yang besar.

    3. Ketergantungan Industri Strategis

    Kenaikan harga aluminium akan langsung membebani biaya produksi pada sektor:

    • Otomotif & EV: Aluminium digunakan untuk bodi kendaraan guna mengurangi bobot (lightweighting).
    • Energi Terbarukan: Komponen utama panel surya dan infrastruktur jaringan listrik.
    • Elektronik: Kerangka smartphone, laptop, dan sirkuit listrik.

    Analisis Emiten di Pluang: Siapa yang Diuntungkan?

    Dalam situasi di mana pasokan global terganggu dan harga komoditas melonjak, perusahaan tambang dan produsen logam di luar zona konflik biasanya menjadi penerima manfaat terbesar (beneficiaries).

    Berikut adalah emiten yang tersedia di aplikasi Pluang yang berpotensi terdampak positif oleh kenaikan harga aluminium:

    1. BHP Group (BHP): Raksasa Diversifikasi yang Tangguh

    BHP adalah perusahaan tambang terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Meskipun portofolio mereka didominasi oleh bijih besi dan tembaga, BHP memiliki eksposur strategis yang sangat menguntungkan dalam iklim krisis energi dan logam saat ini.

    Keunggulan Strategis di Tengah Krisis:

    • Operasi Aluminium di Australia & Brasil: BHP memiliki aset aluminium melalui kemitraan strategis dan kepemilikan saham di smelter besar di luar Timur Tengah. Ketika produsen Teluk seperti EGA dan Alba lumpuh, aset BHP di kawasan yang “aman” secara geopolitik menjadi sangat bernilai.
    • Korelasi Harga Logam Dasar: Secara historis, harga aluminium dan tembaga bergerak dalam korelasi positif yang kuat. Gangguan pasokan di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran akan gangguan komoditas lain, yang mendorong investor masuk ke saham blue-chip pertambangan seperti BHP sebagai lindung nilai (hedging).
    • Efisiensi Biaya & Dividen: BHP dikenal memiliki kurva biaya produksi yang sangat rendah. Dengan kenaikan harga jual rata-rata (ASP) logam global, margin keuntungan BHP diproyeksikan melebar drastis pada sisa tahun 2026, yang biasanya diikuti oleh pembagian dividen yang agresif bagi pemegang saham.
    1. Freeport-McMoRan (FCX): Proksi Utama “Electrification Metal”

    Freeport-McMoRan adalah salah satu produsen tembaga terbesar di dunia dan memiliki tambang emas ikonik (Grasberg) di Indonesia. Mengapa serangan terhadap produsen aluminium justru menjadi katalis bagi FCX?

    Mekanisme Dampak Positif:

    • Substitusi dan Sinergi Material: Dalam industri transmisi listrik dan manufaktur kendaraan listrik (EV), aluminium dan tembaga sering digunakan secara berdampingan. Krisis pasokan aluminium memaksa produsen manufaktur untuk mengamankan kontrak jangka panjang pada logam alternatif dan pendukung lainnya. Hal ini meningkatkan sentimen bullish pada tembaga, produk utama FCX.
    • Sentimen “Safe Haven” Komoditas: Saat terjadi serangan rudal dan penutupan jalur laut strategis (Strait of Hormuz), pasar beralih dari aset berisiko (seperti teknologi) ke produsen komoditas primer. FCX, dengan dominasi pasokannya di Amerika dan Indonesia, dianggap sebagai “pelabuhan aman” karena jauh dari zona konflik Timur Tengah.
    • Leverage Terhadap Harga Spot: Saham FCX sangat sensitif terhadap pergerakan indeks logam global. Jika indeks base metals naik akibat sentimen kelangkaan aluminium, harga saham FCX cenderung mengalami leverage (kenaikan persentase yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga komoditasnya sendiri).

    Aluminium merupakan substitusi industri utama untuk tembaga, terutama dalam aplikasi kabel listrik. Ketika harga aluminium naik relatif terhadap tembaga, hal ini mengurangi insentif bagi produsen untuk beralih dari tembaga, sehingga mendukung permintaan dan harga untuk produk utama FCX.

    Perbandingan Strategis untuk Investor Pluang

    Fitur

    BHP Group (BHP)

    Freeport-McMoRan (FCX)

    Profil Risiko

    Moderat (Sangat Terdiversifikasi)

    Lebih Tinggi (Sangat Fokus pada Tembaga)

    Katalis Utama

    Efisiensi biaya & Dividen besar

    Pertumbuhan permintaan EV & Transisi Energi

    Dampak Konflik

    Lindung nilai terhadap volatilitas global

    Kenaikan harga tembaga akibat sentimen logam

    Strategi Investasi untuk Pengguna Pluang

    Menghadapi situasi “Shockwaves” ini, berikut adalah beberapa poin pertimbangan strategis:

    1. Monitor Level Resistance: Harga aluminium saat ini berada di area krusial. Jika harga bertahan di atas $3.400/ton, tren bullish bisa berlanjut menuju rekor tertinggi baru.
    2. Diversifikasi melalui Indeks: Jika Anda ragu memilih satu saham, eksposur pada Micro E-mini S&P 500 atau sektor ETF Komoditas di Pluang, seperti iShares Global Clean Energy ETF (ICLN) untuk energi bersih dan Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) untuk memberikan diversifikasi dari pergerakan harga komoditas secara luas.
    3. Waspadai Risiko Resesi: Sebagaimana disebutkan dalam artikel, ketakutan akan resesi global dapat menekan harga semua aset. Pastikan portofolio Anda tetap seimbang.

    Kesimpulan

    Serangan Iran terhadap produsen di Teluk telah mengubah dinamika pasar dari “surplus yang rapuh” menjadi “ancaman defisit nyata”. Dengan Selat Hormuz yang tertutup, pusat gravitasi pasokan aluminium kini bergeser kembali ke produsen di Barat dan Australia.

    Bagi investor di Pluang, ini adalah momentum untuk mencermati saham-saham sektor material. Selama ketegangan geopolitik belum mereda dan jalur distribusi belum dibuka kembali, aluminium kemungkinan besar akan tetap menjadi primadona di pasar komoditas global.



    Sumber : pluang.com

  • Apple vs Vibe Coding: Mengapa “Walled Garden” Kini Mengancam Masa Depan Inovasi AI?

    Kebijakan Apple yang memblokir pembaruan aplikasi seperti Replit memicu perdebatan panas di Silicon Valley. Apakah Apple sedang melindungi keamanan pengguna, atau mereka hanya ketakutan kehilangan kendali atas ekosistem App Store yang bernilai miliaran dolar?

    Beli Call Options $AAPL di Sini!

    Beli Saham $AAPL di Sini!

    Apa Itu Vibe Coding dan Mengapa Ini Penting?

    Sebelum membahas konfliknya, kita perlu memahami apa itu Vibe Coding. Ini adalah lompatan besar berikutnya dalam demokratisasi teknologi. Jika dulu seseorang harus belajar bahasa pemrograman yang rumit seperti Swift atau C++ selama bertahun-tahun untuk membuat aplikasi, Vibe Coding memungkinkan siapa saja membangun perangkat lunak hanya dengan menjelaskan keinginan mereka dalam bahasa sehari-hari kepada AI.

    Platform seperti Replit, Cursor, dan Lovable adalah pionir dalam gerakan ini. Mereka bukan sekadar alat bantu ketik; mereka adalah “rekan kerja” bertenaga AI yang mengeksekusi kode secara real-time. Bagi investor di Pluang, tren ini krusial karena Vibe Coding adalah katalisator yang menyebabkan ledakan jumlah aplikasi baru di pasar. Menurut data dari Andreessen Horowitz, peluncuran aplikasi di App Store melonjak 60% tahun lalu, mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade.

    Kronologi Penindakan Apple

    Masalah dimulai ketika Apple menunda, dan dalam beberapa kasus memblokir, pembaruan aplikasi Replit di iOS. Alasan resminya? Keamanan.

    Apple berargumen bahwa aplikasi seperti Replit memungkinkan pengguna menjalankan kode yang belum ditinjau oleh tim kurasi Apple di dalam aplikasi tersebut. Dalam sistem Apple yang tertutup (Walled Garden), setiap baris kode yang berjalan di iPhone seharusnya melewati pemeriksaan ketat untuk mencegah malware, pencurian data, dan pelanggaran privasi.

    Namun, para kritikus melihat adanya standar ganda. Aplikasi media sosial seperti Facebook atau X (dahulu Twitter) secara rutin menampilkan konten web melalui in-app browser yang kodenya tidak diperiksa oleh Apple. Mengapa Replit diperlakukan berbeda?

    Benturan Kepentingan: Keamanan vs Monopoli

    Apple berada di posisi yang sulit. Di satu sisi, reputasi iPhone dibangun di atas kepercayaan. Pengguna merasa aman karena tahu Apple memfilter setiap aplikasi. Namun, di sisi lain, App Store adalah mesin uang (Sektor Services) yang menghasilkan pendapatan sekitar $109 miliar per tahun dengan margin keuntungan mencapai 75%.

    Setiap aplikasi yang dibuat melalui Vibe Coding dan didistribusikan melalui web (bukan App Store) adalah potensi kerugian bagi Apple. Apple mengenakan pajak sebesar 15-30% untuk setiap transaksi digital di platformnya. Jika Vibe Coding mempermudah pengembang untuk membuat “Aplikasi Web” yang canggih tanpa perlu tunduk pada aturan App Store, maka dominasi finansial Apple terancam.

    Tabel Perbandingan: Vibe Coding vs Tradisional (Xcode)

    Fitur Vibe Coding (Replit/AI) Tradisional (Apple Xcode)
    Aksesibilitas Siapa saja (Tanpa dasar coding) Profesional / Belajar lama
    Perangkat Bisa di iPad, Browser, Android Wajib menggunakan Mac
    Kecepatan Hitungan jam/hari Hitungan minggu/bulan
    Distribusi Web atau App Store Dominan App Store

    Dampak Bagi Investor dan Ekosistem Teknologi

    Bagi Anda yang memiliki saham AAPL (Apple Inc) di portofolio Pluang, langkah ini adalah pedang bermata dua.

    1. Risiko Jangka Pendek: Jika Apple berhasil mempertahankan kendalinya, mereka akan terus menikmati pendapatan dari Services yang stabil. Namun, mereka berisiko menghambat inovasi.

    2. Risiko Jangka Panjang: Jika pengembang merasa “ditekan” oleh Apple, mereka mungkin akan bermigrasi ke ekosistem yang lebih terbuka seperti Android atau Web-based platform. Ini bisa menyebabkan iPhone kehilangan daya tariknya sebagai perangkat utama bagi para inovator.

    Kasus Ruth Heasman, seorang desainer grafis asal Inggris, menjadi contoh nyata. Tanpa memiliki Mac (syarat mutlak menggunakan Xcode milik Apple), ia berhasil membangun aplikasi Augmented Reality (AR) melalui Replit. Jika Apple memblokir alat seperti Replit, inovator seperti Ruth tidak akan memiliki tempat di ekosistem iOS.

    Apakah Apple Berada di Sisi Sejarah yang Salah?

    Sejarah teknologi menunjukkan bahwa upaya untuk menutup diri dari gelombang inovasi besar jarang berakhir baik. Pada tahun 1990-an, Apple hampir bangkrut karena sistemnya yang terlalu tertutup dibandingkan Microsoft yang lebih terbuka bagi pengembang pihak ketiga. Steve Jobs menyelamatkan Apple dengan kembali ke prinsip pemberdayaan pengguna.

    Kini, dengan munculnya AI, Apple seolah-olah sedang melawan arus. Sementara pesaingnya seperti Microsoft (melalui GitHub Copilot) dan Google mati-matian mendukung pengembang AI, Apple justru terlihat ragu-alih-alih memimpin, mereka justru terkesan menghalangi.

    Strategi Apple ke Depan

    Apple sebenarnya tidak sepenuhnya anti-AI. Pada Februari 2026, mereka mengintegrasikan alat AI dari OpenAI dan Anthropic ke dalam Xcode (software pengembangan milik Apple). Namun, ini tetap mengharuskan pengguna memiliki Mac dan mengikuti aturan ketat mereka.

    Langkah ini menunjukkan bahwa Apple ingin AI ada di bawah kendali mereka, bukan sebagai alat liar yang membebaskan pengguna dari ekosistem mereka. Ini adalah pertarungan untuk menentukan siapa yang memegang kunci pintu menuju masa depan perangkat lunak.

    Kesimpulan: Apa yang Harus Diperhatikan Pengguna Pluang?

    Sebagai investor, tindakan Apple ini menandakan fase transisi yang krusial. Apple bukan lagi sekadar perusahaan perangkat keras; mereka adalah penjaga gerbang ekonomi digital. Penindakan terhadap aplikasi AI Vibe Coding menunjukkan betapa agresifnya Apple dalam melindungi pendapatan Services-nya.

    Namun, jika Apple terus bertindak tidak konsisten—mengizinkan AI milik mereka sendiri tapi memblokir pihak ketiga—mereka berisiko memicu sentimen antimonopoli yang lebih kuat dari regulator di Uni Eropa dan Amerika Serikat.

    Poin Utama untuk Investor:

    • Pantau pertumbuhan pendapatan sektor Services Apple.

    • Perhatikan apakah ada migrasi massal pengembang ke platform berbasis web atau Android.

    • Lihat bagaimana integrasi AI di perangkat Apple (seperti Siri dan Xcode) dapat mengimbangi ketertinggalan mereka dari kompetitor seperti Microsoft.

    Apple mungkin merasa mereka sedang menjaga kualitas, tetapi dalam dunia teknologi yang bergerak secepat cahaya, menjaga gerbang terlalu ketat sering kali berarti tertinggal di belakang.


    Sumber Referensi:

    • Bosa, Deirdre & Wu, Jasmine. (2026). “Apple’s crackdown on AI apps puts it on the wrong side of history.” Tech Column.

    • Laporan Pendapatan Tahunan Apple Inc. (Fiscal Year 2025).

    • Data Statistik App Store dari Sensor Tower & Wells Fargo (Analisis Andreessen Horowitz).

    • Wawancara Eksklusif Replit mengenai kebijakan App Review Apple (Maret 2026).


    Disclaimer: Investasi saham luar negeri mengandung risiko. Artikel ini bersifat edukasi dan informasi, bukan merupakan saran keuangan atau ajakan untuk membeli/menjual aset tertentu.



    Sumber : pluang.com

  • APBN Dalam Tekanan: Saat Subsidi BBM & Listrik Jadi Bom Waktu Fiskal

    Ada permainan fiskal yang sedang terjadi di Indonesia  dan konsekuensinya mulai terasa nyata. Pemerintah memilih menahan harga BBM bersubsidi dan tarif listrik rumah tangga tetap di level lama, meski harga minyak mentah dunia merangsek naik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pertamina resmi mengumumkan: per 1 April 2026, tidak ada kenaikan harga BBM. Keputusan populis itu memang menjaga daya beli rakyat tapi diam-diam menambah beban besar pada kas negara. Selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar masyarakat harus ditanggung APBN dalam bentuk subsidi dan kompensasi energi.

    Berapa Besar Proyeksi Defisitnya?

    APBN 2026 awalnya dirancang dengan defisit 2,68% dari PDB, masih di bawah batas aman 3% yang diamanatkan undang-undang. Namun asumsi itu disusun saat harga minyak masih di kisaran USD 70 per barel dan kurs Rp16.500/USD. Pada Maret 2026, harga minyak sempat melampaui USD 100 dan rupiah menyentuh Rp16.990/USD. Berikut tiga skenario yang dibahas dalam Sidang Kabinet Paripurna:

    Skenario

    Defisit

    Harga Minyak

    Kurs

    Catatan

    Skenario Dasar

    2,68%

    USD70/barel

    Rp16.500

    Target awal APBN 2026 — masih aman

    Skenario Moderat

    3,53%

    USD97/barel

    Rp17.300

    Batas 3% terlampaui — butuh penyesuaian

    Skenario Pesimis

    4,14%

    USD115/barel

    Rp20.000

    Krisis fiskal — perlu langkah darurat

    Sumber: Simulasi internal pemerintah, dibahas dalam Sidang Kabinet Paripurna Maret 2026, dikutip Kompas.id. Setiap kenaikan harga ICP USD1/barel berpotensi menambah belanja negara hingga Rp10,3 triliun. Untuk asumsi kurs, diprediksikan setiap pelemahan Rp100/USD → defisit melebar Rp800 miliar

    Kenapa Harga BBM & Listrik Tidak Dinaikkan?

    Pertanyaan yang lebih menarik bukan “seberapa besar defisitnya”  melainkan: mengapa pemerintah tetap memilih menahan harga meski tahu risikonya? Ada lima alasan utama:

    1. Daya beli yang rapuh. Kenaikan BBM langsung memukul biaya transportasi dan distribusi pangan. Ekonom memperingatkan risiko stagflasi: harga naik tapi pendapatan rakyat tidak ikut naik. Konsumsi rumah tangga adalah penyumbang utama PDB Indonesia.
    2. Momen politik yang sensitif. Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi pemerintahan Prabowo. Menaikkan BBM dan listrik di tengah gejolak geopolitik berisiko memicu gejolak sosial yang jauh lebih mahal dari subsidi itu sendiri.
    3. Indonesia adalah net importir minyak. Produksi minyak domestik hanya 600–700 ribu barel per hari, sementara konsumsi mencapai 1,4–1,7 juta barel. Lebih dari separuh kebutuhan dipenuhi impor — dan dibayar dalam dolar AS.
    4. Program prioritas yang tak bisa dipangkas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap Rp71 triliun, dengan usulan tambahan Rp50 triliun. Belanja pemerintah terus tumbuh dari segala arah, sementara penerimaan negara melemah.
    5. Kepercayaan investor yang sudah goyah. Moody’s dan Fitch sama-sama merevisi outlook utang Indonesia menjadi negatif pada 2026. Menaikkan BBM di momen ini bisa dibaca pasar sebagai sinyal krisis, memperburuk kondisi.

    Apa Artinya Bagi Rupiah dan Investasimu?

    Ketika defisit APBN membengkak, pemerintah harus menerbitkan lebih banyak Surat Berharga Negara (SBN) untuk menutup lubang anggaran. Imbal hasil obligasi naik, biaya utang membengkak, dan tekanan pada rupiah menguat — nilai tukar USD/IDR pun ikut bergerak.

    Dalam kondisi seperti ini, menyimpan aset dalam denominasi dolar Amerika bukan lagi sekadar pilihan diversifikasi — melainkan langkah logis untuk melindungi nilai kekayaan. Dolar cenderung menguat saat fiskal Indonesia tertekan dan sentimen risiko meningkat.

    Investasi USD/IDR & Raih Yield Dolar hingga 3,18% per Tahun

    Di tengah tekanan fiskal dan pelemahan rupiah, portofolio berbasis dolar bisa menjadi perisai nilai asetmu. Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di pasangan mata uang USD/IDR dan mendapatkan imbal hasil kompetitif — berpotensi tumbuh dari dua sisi: apresiasi nilai tukar dan yield yang menarik.



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Yuk Simak 5 Fakta Unik Apple Berikut!

    Salah satu fakta uniknya, hingga kuartal IV lalu, Apple membukukan pendapatan US$123,9 miliar, tumbuh tumbuh 49% dibanding kuartal sebelumnya atau 11% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Jika dirupiahkan, maka pendapatan Apple di triwulan lalu sudah mencapai Rp1.784 triliun! Gokil banget, kan?

    Di samping itu, ada banyak fakta menarik mengenai Apple, lho! Apa saja sih? Yuk, simak bersama!

    Baca juga: Pluang Insight: Produk Makin Apik, Pendapatan Apple Kian Ciamik!

    5 Fakta Unik Apple

    1. Kapitalisasi Pasar Apple Inc’ lebih besar daripada Produk Domestik Bruto (PDB) 25 negara di dunia!
    2. Perusahaan pertama di AS yang kapitalisasi pasarnya mencapai US$700 miliar di tahun 2015!
    3. Kalau Apple diibaratkan sebagai negara, maka ukuran kapitalisasi pasar Apple berada di urutan ke-27 dunia di antara Venezuela dan Belgia.
    4. Salah satu pendiri Apple, Steve Woznia, harus rela menjual kalkulator sains miliknya senilai US$500 di tahun 1976 demi meningkatkan modal usaha Apple. 
    5. Apple merupakan produsen kamera berwarna digital secara massal di dunia. Bukan Fujifilm, Canon, Nikon, maupun Sony.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Investasi Aset Kripto di Pluang Makin Seru dengan 45 Koin Baru!

    Sama seperti koin-koin yang Pluang miliki sebelumnya, ke-45 aset kripto anyar ini bisa kamu dapatkan mulai dari Rp5.000 saja dan hanya dengan tiga kali klik. Sangat gampang dan terjangkau banget, kan?

    Nah, apakah kamu penasaran dengan nama-nama 45 aset kripto baru di Pluang? Yuk, simak tabelnya di bawah ini!

    Wah, menarik banget kan, Sobat Cuan? Yuk, buruan sikat 45 aset kripto baru di Pluang sekarang!

    Dapatkan 45 Aset Kripto Baru Pluang di Sini!

    Bagaimana Cara Membeli Total 89 Aset Kripto di Pluang?

    Aset Kripto Pluang



    Sumber : pluang.com

  • Pengumuman! SHIB, BTTC, & XEC Kini Sudah Mendarat di Pluang!

    Nah, ketiga koin ini sudah tersedia di aplikasi Pluang mulai dari 24 Maret 2021 dan bisa kamu miliki mulai dari Rp5.000 saja dan tiga kali klik saja!

    Seperti apa sih profil singkat masing-masing koin tersebut? Yuk, simak di sini!

    Kenalan Lebih Jauh dengan 3 Koin Baru di Pluang

    1. Shiba Inu (SHIB)

    Siapa sih yang gak kenal SHIB? Token berlogo gukguk tersebut menjadi buah bibir setelah terang-terangan disayang-sayang oleh punggawa Tesla, Elon Musk. Popularitas SHIB yang melesat bak roket tersebut sukses mengantarnya menduduki peringkat ke-15 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat.

    SHIB sendiri adalah memecoin yang mirip seperti saudaranya, Dogecoin (DOGE). Namun bedanya, SHIB dikembangkan di atas jaringan Ethereum, tidak seperti DOGE. Selain itu, Shiba Inu memiliki ekosistem yang mendorong penciptaan Non-Fungible Token (NFT) dan pengembangan exchange terdesentralisasi bernama Shibaswap.

    2. Bittorent Chain (BTTC)

    BTTC bisa dibilang masih anak bawang di kancah aset kripto. Pasalnya, BTTC merupakan token asli dari jaringan Bittorent Chain yang baru saja diluncurkan pada 30 Oktober 2021 lalu.

    Jaringan Bittorent Chain merupakan jaringan heterogen pertama yang dibangun di atas jaringan TRON dan bisa dioperasikan secara lintas jaringan. Bahasa sederhananya, BTTC memungkinkan penggunanya untuk mentransfer aset kripto mainstream dari dan ke jaringan TRON, Ethereum, atau bahkan Binance Smart Chain (BSC) tanpa hambatan apapun!

    3. eCash (XEC)

    eCash (XEC) adalah wajah baru dari Bitcoin Cash ABC (BCHA), yang dulunya merupakan fork dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH). Rebranding BCHA menjadi XEC sendiri terjadi pada 1 Juli 2021 kemarin.

    Pengguna bisa memanfaatkan XEC sebagai uang kas elektronik yang bisa digunakan untuk membayar barang dan jasa. Uniknya, SEC menggunakan satuan denominasi unik bernama bits yang ditujukan untuk mengganti angka-angka desimal di belakang koma yang terlihat njelimet. Misalnya, alih-alih mengirimkan 0,00001000 BTC, pengguna bisa mengirimkan 10 bits saja menggunakan eCash.

    Nah, apakah kamu makin tertarik memiliki ketiga koin di atas? Yuk, segera miliki SHIB, BTTC, dan XEC dan lebih dari 80 aset kripto lainnya di Pluang!

    Dapatkan SHIB, BTTC, & XEC di Sini!

    Mau belajar lebih jauh tentang aset kripto? Ga ada salahnya lho kamu belajar di Crypto 101 berikut!

    Belajar Kripto Secara Mudah & Padat di Sini!

    Bagaimana Cara Memiliki Total 92 Aset Kripto di Pluang?

    Aset Kripto Pluang



    Sumber : pluang.com

  • Informasi Subsidi Pajak Transaksi Aset Kripto di Pluang di Mei

    Seperti yang sudah kamu ketahui, seluruh transaksi aset kripto di exchanger aset kripto akan menjadi subjek Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) mulai 1 Mei 2022 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022.

    Namun, kabar baiknya, transaksi aset kripto Pluang difasilitasi oleh PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto) selaku pedagang aset kripto yang telah terdaftar di BAPPEBTI. Oleh karenanya, Pluang akan memberikan subsidi pajak bagi seluruh pengguna Pluang yang bertransaksi kripto selama bulan Mei, yaitu sejak tanggal 1 sampai dengan 31 Mei 2022.

    Dengan kata lain, beban pajak yang timbul atas seluruh transaksi aset kripto kamu selama periode tersebut ditanggung oleh Pluang. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir karena transaksi kamu akan berjalan seperti biasa tanpa adanya tambahan biaya pajak apapun.

    Untuk periode selanjutnya, Pluang akan mempertimbangkan cara dan penerapan yang terbaik untuk pengguna setia Pluang.

    Pluang percaya bahwa kenyamanan pengguna merupakan prioritas utama. Namun, di sisi lain, Pluang harus taat terhadap seluruh peraturan pemerintah mengingat Pluang adalah perusahaan yang berdiri di Indonesia.

    Selamat berinvestasi, salam cuan selalu, dan jangan ragu investasi aset kripto di Pluang!

    Investasi Aset Kripto Hanya 3 Kali Klik di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Pengumuman Penghapusan Sementara Token LUNA di Aplikasi Pluang

    Penghentian transaksi ini dilakukan hingga jangka waktu yang belum dapat ditentukan.

    Pluang sebagai aplikasi investasi merupakan penyedia sarana distribusi untuk produk-produk investasi yang berada dalam situs/aplikasi Pluang, di mana produk tersebut dikelola oleh pihak-pihak yang telah bekerjasama dengan Pluang dan telah memiliki izin penyelenggaraan kegiatan usaha dari instansi pemerintah terkait.

    Pluang tidak memberikan jaminan apapun atas keuntungan yang akan diperoleh Pengguna dari hasil setiap transaksi investasi pada produk-produk yang tersedia dan dilakukan pada situs/aplikasi Pluang.

    Pada saat ini kami sedang mempelajari situasi yang ada, di mana dampak bagi Pengguna saat ini adalah tidak dapat melakukan transaksi pembelian aset kripto LUNA. Namun, kamu masih tetap bisa dapat melakukan transaksi penjualan aset kripto LUNA mulai 13 Mei pukul 16.00 WIB.

    Untuk saat ini pengguna harap menunggu untuk informasi lebih lanjut terkait aset LUNA yang terdapat pada Pluang. Pluang juga akan memberikan pemberitahuan selanjutnya apabila transaksi pembelian LUNA sudah bisa dilakukan.

    Dalam kaitannya Pluang akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan memberikan informasi secara berkala dan memberikan solusi terbaik untuk pengguna kami yang berharga.

    Disclaimer

    Aplikasi Pluang adalah penyedia sarana transaksi jual beli aset kripto, dan dalam keadaan apapun tidak memiliki kemampuan atau kapasitas untuk menentukan harga atau posisi pasar dari suatu aset kripto.

    Setiap keputusan investasi dilakukan berdasarkan perhitungan risiko dan keputusan mandiri dari masing-masing Pengguna dan, oleh karenanya, setiap Pengguna bertanggung jawab penuh atas segala keputusan investasi atau transaksi yang dilakukan pada Aplikasi Pluang.

    Segala bentuk produk investasi memiliki risikonya masing-masing yang tidak dapat dipisahkan atau dipengaruhi oleh Pluang selaku penyedia sarana transaksi. Dengan demikian, Pluang tidak dapat dan tidak pernah memberikan jaminan keuntungan atas suatu produk investasi.



    Sumber : pluang.com

  • Memahami Emas Digital

    Sejak zaman dahulu, masyarakat di berbagai peradaban telah menabung dalam bentuk emas. Seiring perkembangan zaman, masyarakat sekarang bisa menabung dalam bentuk emas digital. Masyarakat Indonesia sendiri sudah bisa berinvestasi emas digital sejak 2019.

    Apa itu Emas Digital?

    Emas digital adalah emas yang diperdagangkan secara digital atau melalui platform daring seperti Pluang. Melalui cara ini, semua orang termasuk kamu, akan semakin mudah berinvestasi di emas lantaran tidak perlu lagi memegang atau menyimpan sang logam mulia tersebut dalam bentuk fisik.

    Pluang melalui PT Pluang Emas Sejahtera telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk membeli, memegang, dan menyimpan emas mewakili kepentingan pengguna Pluang yang memiliki emas digital. Ini bisa dilakukan karena Pluang telah bekerja sama dengan perusahaan badan usaha milik negara PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) untuk menjamin seluruh transaksi yang terdapat di Pluang. Sehingga untuk setiap gram emas yang dimiliki penggunanya, Pluang akan menyimpan satu gram emas fisik untuk mendukung kepemilikan tersebut. 

    Keuntungan Utama Emas Digital vs Emas Fisik 

    Emas digital memiliki beberapa keunggulan utama dibandingkan emas fisik, yaitu: 

    • Pecahan/denominasi yang kecil: emas digital dapat dibeli dalam satuan sekecil 0,01 gram (Rp10.000) dibandingkan dengan pembelian di sebagian besar toko emas di mana emas fisik hanya dapat diperoleh dengan denominasi minimum 1 gram. 
    • Mudah: Kamu tidak perlu repot-repot menghabiskan waktu mengantri di toko. Yang kamu perlu lakukan hanyalah menggunakan aplikasi selama 10 detik untuk membeli emas kapan saja.
    • Spread lebih rendah dari emas fisik: Spread (perbedaan harga beli dan jual) emas digital jauh lebih kecil daripada emas fisik, sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan transaksi jual-beli emas fisik.
    • Trading secara real-time. Harga emas digital diperbarui secara langsung (real-time) sehingga kamu bisa langsung menarik dana hasil penjualan ke rekening bank atau GoPay.
    • Tidak perlu tempat penyimpanan. Kamu tidak perlu menyimpan emas di tempat khusus ketika membeli emas digital. Sehingga kamu menghemat ongkos dan biaya penyimpanan yang biasanya dikenakan oleh banyak toko emas atau toko gadai. Berinvestasi emas digital juga membuatmu terhindar dari risiko pencurian emas.

    Emas yang dibeli melalui Pluang dicadangkan dengan emas murni Antam (99,99%)

    Mengapa Kamu Harus Memilih Pluang untuk Investasi Emas?

    • Murni: Khusus di Pluang, kamu bisa mendapatkan emas digital yang dicadangkan dengan emas murni 99,99% milik PT Aneka Tambang (Antam).
    • Aman: Emas Pluang dijamin oleh lembaga kliring, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Di sisi lain, aktivitas PT Pluang Emas Sejahtera juga berada dalam pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
    • Spread kompetitif: Pluang menerapkan sistem floating spread, yaitu selisih harga jual dan beli yang dapat berubah sesuai kondisi pasar, agar kamu selalu mendapatkan harga yang bersaing. Beli emas digital di Pluang dan nikmati keuntungan spread yang bersaing.
    • Praktis: Aplikasi Pluang sangat praktis dan gampang untuk digunakan sehingga kamu bisa menjual dan membeli emas 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu mulai dari Rp10.000 saja.
    • Tarik Emas Fisik: Emas yang dimiliki dapat juga ditarik dalam bentuk emas fisik jika kepemilikan dalam bentuk emas digital mencapai 1 gram atau lebih. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut.

    Bagaimana Cara Investasi Emas Digital  di Aplikasi Pluang?

    Untuk memulai investasi emas di Pluang:

    1. Unduh aplikasi Pluang
    2. Top up akun kamu, via bank atau eWallet
    3. Klik menu emas di homescreen 
    4. Klik “Beli” dan konfirmasi pembelian kamu

    Jangan lupa untuk belajar program #CerdasCuan agar dapat lebih bijak dalam berinvestasi!



    Sumber : pluang.com