Author: 10

  • Simak Daftar Saham AS Pilihan Analis Top Lewat Fitur Analyst Top Picks!

    Melalui fitur Analyst Top Picks, kamu bisa menemukan saham AS yang paling potensial berdasarkan rangkuman hasil analisis dari 84 analis berkompeten! Sehingga, kamu bisa menentukan keputusan investasi saham AS dengan lebih mudah, terukur, dan objektif.

    Secara lebih rinci, fitur ini memungkinkanmu untuk melihat daftar saham AS yang mendapat rekomendasi beli paling tinggi dari para analis beserta potensi kenaikan harganya. Adapun seluruh rekomendasi tersebut disusun berdasarkan faktor seperti data fundamental, kinerja perusahaan, tren industri, dan kondisi pasar.

    Aplikasi Pluang akan menampilkan sinyal “beli” jika minimal 80% dari seluruh analis memberikan rekomendasi “Buy”. Selain itu, Pluang juga akan memperbarui data-data di fitur Signals jika terdapat minimal delapan analis yang mengubah hasil analisisnya.

    Namun, Sobat Cuan mungkin penasaran, siapa saja sosok-sosok analis yang hasil analisisnya terangkum di fitur Analyst Top Picks? Yuk, simak daftar 10 lembaga asal analis top pilihan Pluang di bawah ini!

    1. JP Morgan
    2. Morgan Stanley
    3. Bank of America
    4. UBS
    5. Citigroup
    6. Deutsche Bank
    7. Goldman Sachs
    8. Wells Fargo
    9. KeyBanc
    10. Wedbush

    Untuk menikmati fitur ini, Sobat Cuan hanya tinggal mengklik ikon “Signals”yang terletak di bagian atas laman beranda (homepage) aplikasi Pluang. Setelah itu, kamu bisa melihat daftar saham-saham AS pilihan analis dan data-data seperti berapa banyak analis yang memberi rekomendasi Buy, harga saham saat ini, target harga, dan potensi kenaikannya.

    Jika Sobat Cuan memiliki pertanyaan lebih lanjut, maka kamu dapat menghubungi layanan 24 jam Pluang Care melalui menu live-chat, email di tanya@pluang.com atau hotline di (021) 8063 0065 pada hari Senin s/d Jumat pukul 09.00-18.00 WIB.

    Pluang memastikan akan menindaklanjuti seluruh keluhan yang dialami pengguna. Jika Sobat Cuan mengalami penanganan kasus yang kurang memadai ke depan, maka kamu bisa mengirimkan email langsung kepada jajaran direksi Pluang di alamat sos@pluang.com agar penanganan masalah bisa dilakukan lebih cepat.

    Menarik sekali kan, Sobat Cuan? Yuk, manfaatkan fitur Analyst Top Picks agar kamu bisa semakin bijak dalam berinvestasi saham AS di aplikasi Pluang!

    Coba Fitur Analyst Top Picks di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Nikmati periode Kunci Harga saat kamu bertransaksi Aset Kripto di Pluang!

    Kamu sering terlewat harga Aset Kripto karena pasar yang dinamis? Nggak perlu bingung, Pluang kasih kamu bantuan teknis! Kini ada periode Kunci Harga saat kamu bertransaksi Aset Kripto.

    Sobat Cuan yang ingin memanfaatkan fitur kunci harga Aset Kripto bisa melakukan langkah berikut:

    1. Klik ‘Beli’ pada halaman aset yang dipilih.
    2. Masukkan nilai investasi/nominal aset.
    3. Klik ‘Tinjau Pesanan’ saat harga aset sesuai dengan targetmu.
    4. Pada halaman konfirmasi, harga eksekusi akan dikunci otomatis selama periode tertentu*.
    5. Geser ke atas untuk menyelesaikan pemesanan!

    Untuk informasi dan pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menghubungi layanan 24 jam Pluang Care melalui menu live-chat, email di tanya@pluang.com atau hotline di (021) 8063 0065 pada hari Senin s/d Jumat pukul 09.00 – 18.00 WIB.

     

    Tunggu apalagi, Sobat Cuan? Yuk, segera trading aset kripto di Pluang sekarang!

    Investasi Aset Kripto di sini!

    *Periode kunci harga berbeda pada setiap aset didasarkan pada kondisi pasar yang volatil



    Sumber : pluang.com

  • Nikmati Day Trade Leverage untuk tingkatkan daya beli Saham AS hingga 4x di Pluang!

    Sobat Cuan ingin meraih cuan empat kali lebih banyak dari trading saham AS di aplikasi Pluang? Yuk, coba Day Trade Leverage di aplikasi Pluang sekarang!

    Setelah meluncurkan fitur 2x Leverage, Pluang kini menyediakan fitur Day Trade Leverage. Dimana Sobat Cuan dapat meningkatkan daya beli saham AS menjadi empat kali lipat lebih besar dari jumlah modal yang kamu miliki! Contohnya, jika harga saham AAPL adalah $100/unit dan kamu memiliki $100 untuk diinvestasikan, maka kamu bisa membeli 4 unit saham AAPL dengan Leverage.

    Di samping meningkatkan potensi cuan trading saham AS, manfaat lain dari produk Leverage adalah memungkinkanmu untuk meningkatkan daya beli saham AS meski dengan modal terbatas. Tak ketinggalan, kamu bisa menikmati fitur ini tanpa harus memenuhi syarat saldo minimum! Menarik sekali, bukan?

    Sobat Cuan bisa memanfaatkan produk Leverage jika telah menyelesaikan proses verifikasi dasar saham AS (KYC) untuk berinvestasi saham AS di aplikasi Pluang. Setelah itu, kamu bisa melakukan Leverage atas saham AS dengan jumlah minimal 0,1 lembar saham.

    Sesuai namanya, Day Trade Leverage hanya dapat digunakan untuk Day Trading, dimana aset tidak bisa disimpan melewati waktu bursa. Pluang akan menjual aset kamu secara otomatis 30 menit sebelum bursa ditutup. 

    Sobat Cuan dapat belajar lebih lanjut mengenai konsep Leverage dan seluk-beluk produk Leverage di aplikasi Pluang melalui seri Academy Leverage 101. Kamu juga bisa meyimak tanya jawab umum mengenai produk Leverage di laman Leverage FAQ.

    Jika Sobat Cuan memiliki pertanyaan lebih lanjut, maka kamu bisa menghubungi layanan 24 jam Pluang Care melalui menu live-chat, email di tanya@pluang.com atau hotline di (021) 8063 0065 pada hari Senin s/d Jumat pukul 09.00 – 18.00 WIB.

    Pluang memastikan akan menindaklanjuti seluruh keluhan yang dialami pengguna. Jika Sobat Cuan mengalami penanganan kasus yang kurang memadai ke depan, maka kamu bisa mengirimkan email langsung kepada jajaran direksi Pluang di alamat sos@pluang.com agar penanganan masalah bisa dilakukan lebih cepat.

    Coba Day Trade Leverage Sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Ini 3 Tips Agar Trading Makin Seru, Tips Terakhir Bikin Kamu Tambah Cuan Rp140 Juta!

    Trading adalah sebuah kegiatan mencari cuan yang sedang digandrungi seluruh kalangan pada saat ini. Terlebih, di era serba digital seperti saat ini, semua orang pun bisa mengakses platform trading dengan mudah baik melalui ponsel pintar maupun komputer.

    Namun, trading adalah kegiatan yang penuh risiko. Hal itu terkadang bikin calon trader merasa takut dan ragu-ragu untuk memulainya.

    Tetapi, patut diingat bahwa risiko yang besar tentu setimpal dengan buah yang dipetik. Oleh karenanya, trader harus pintar-pintar memitigasi risiko trading dengan mempelajari ilmu trading secara mendalam. 

    Selain itu, trader juga harus memahami bahwa trading bukanlah sesuatu yang selalu bikin pelakunya gemeteran. Bahkan, trading bisa menjadi sebuah kegiatan yang seru jika trader memahami kiat-kiat dalam membuatnya menjadi sesuatu yang fun untuk dilakukan.

    Lantas, bagaimana cara agar mengubah stigma trading dari sesuatu yang menyeramkan menjadi menyenangkan? Yuk, simak tiga tipsnya berikut!

    1. Gabung Komunitas Trading

    Jika kamu adalah seorang calon trader, maka ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian dalam melakukannya. Di luar sana, terdapat ribuan bahkan jutaan trader lain yang merasakan kegelisahan yang sama denganmu ketika melakukan trading.

    Seorang trader mungkin punya kiat khusus dalam mengatasi keresahan tersebut. Namun, trader lain tentunya punya cara berbeda dalam menghadapi situasi serupa. Nah, oleh karenanya, tidak ada salahnya kamu belajar banyak dari pengalaman trader-trader tersebut dengan mengikuti komunitas trading.

    Komunitas ini tersebar di dunia maya, baik melalui forum internet atau platform media sosial. Dari situ, kamu bisa belajar mengenai analisis trading, menjalin kekerabatan dengan sesama trader lainnya, dan memetik pelajaran dari pengalaman trader-trader yang memiliki jam terbang lebih lama darimu. Setelahnya, kamu pun akan menemukan bahwa trading sejatinya adalah sesuatu yang cukup menyenangkan!

    Namun, kamu tentunya harus ikut aktif berpartisipasi agar bisa menyerap banyak manfaat dari komunitas trading yang kamu ikuti. Tak ketinggalan, kamu pun harus pintar-pintar dalam memilah komunitas yang ingin kamu masuki.

    2. Jangan Terlalu ‘Ngoyo’ dalam Trading

    Kamu mungkin pernah melihat sebuah unggahan influencer finansial di media sosial yang mengatakan bahwa mereka meraup cuan miliaran dalam sehari akibat trading. Bisa jadi, postingan tersebut bikin kamu ngiler untuk nyemplung di dunia trading dan mempertaruhkan segalanya.

    Namun, sikap gegabah tersebut bisa berujung musibah jika kamu tidak memiliki mitigasi risiko yang mumpuni. Pasalnya, kamu bisa terjerumus ke kerugian yang dalam jika memutuskan segala keputusan trading secara grasak-grusuk. Kegiatan trading yang tadinya kamu pikir akan menyenangkan malah berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan.

    Oleh karenanya, sebelum memulai trading, kamu harus mengingatkan dirimu untuk tetap sabar dan tidak tergesa-gesa. Trader lain boleh saja meraup untung jumbo dalam trading, tapi hal itu pun merupakan buah dari pengalamannya selama bertahun-tahun.

    Sehingga, yang perlu kamu lakukan adalah menikmati prosesnya agar kamu bisa merasakan serunya trading. Terlebih, pepatah lama mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Semakin banyak pengalaman yang kamu dapat, maka kamu pun semakin paham mengenai serunya trading.

    3. Ajak Keluarga dan Teman untuk Trading

    Terakhir, cara mudah untuk merasakan serunya trading adalah dengan mengajak anggota keluarga dan temanmu untuk melakukan trading. 

    Pasalnya, mereka adalah orang-orang terdekatmu sehingga kamu pun akan merasa nyaman untuk sekadar berbagi keluh kesah atau mencoba mengaplikasikan strategi trading baru bersama-sama. Bahkan, trading juga bisa jadi topik pembicaraan baru ketika kamu sedang berkumpul bersama keluarga atau nongkrong dengan teman-temanmu.

    Terlebih, trading bersama orang terdekatmu bakal makin seru dengan menggunakan aplikasi Pluang. Sebab, dengan melakukan trading bareng melalui Pluang, kamu berkesempatan mendapatkan total hadiah Rp142,45 juta melalui kompetisi #BukaPluangBareng yang berlangsung 27 November 2023 hingga 14 Januari 2024!

     

    Referral Comp

     

    Untuk berpartisipasi di kompetisi ini, kamu (sebagai Referrer) hanya mencantumkan nama, alamat email, dan nomor ponsel yang terdaftar pada akun Pluang di dalam form pendaftaran daring berikut.

    Kemudian, kamu perlu ajak teman atau keluargamu untuk daftar menggunakan kode referral Pluang-mu dan melakukan trading aset apapun di aplikasi Pluang dengan nilai transaksi sebanyak-banyaknya sepanjang periode kompetisi. 

    Semakin besar akumulasi nilai transaksi trading yang dilakukan teman atau anggota keluargamu, maka kamu berkesempatan menggaet hadiah Rp50 juta di akhir masa kompetisi!

    Tapi, hujan hadiah dari kompetisi #BukaPluangBareng tidak berhenti di situ saja. Setiap teman atau anggota keluarga yang kamu ajak trading bareng juga berkesempatan meraih hadiah utama Rp20 juta jika mengisi form pendaftaran berikut (sebagai Referee) dan melakukan trading dengan nilai transaksi sebanyak-banyaknya di aplikasi Pluang hingga periode kompetisi berakhir.

    Selain itu, kamu juga perlu ajak teman atau anggota keluargamu untuk trading dengan nominal transaksi besar di setiap pekan sepanjang periode kompetisi. Pasalnya, kelompok dan individu dengan nilai nominal transaksi trading terbesar di setiap pekannya masing-masing berkesempatan mengantongi hadiah utama mingguan sebesar Rp500.000 dan Rp300.000!

    Kamu bisa menyimak detail mengenai pendaftaran, hadiah, serta syarat dan ketentuan kompetisi ini di tautan berikut. Tentu saja, semakin cepat kamu mengikuti kompetisi ini, maka semakin besar pula kesempatanmu memenangkan hadiah utama!

    Kapan lagi kan trading bareng keluarga dan teman bisa seseru dan secuan ini? Yuk, rasakan serunya pengalaman trading bareng di kompetisi #BukaPluangBareng sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Pengertian Kliring dan Manfaatnya

    Pengertian Kliring

    Kliring adalah sebuah prosedur di mana transaksi finansial yang dilakukan antar kedua belah pihak berhasil diselesaikan. Dengan demikian, di dalam proses kliring, terjadi pemindahan sejumlah saldo dana dari satu pihak ke pihak lain secara tuntas. Aktivitas tersebut kemudian dicatat di dalam pembukuan masing-masing pihak.

    Proses kliring sendiri melibatkan tiga pihak, yakni pengirim dana, penerima dana, dan pihak perantara.

    Selain itu, istilah kliring umum digunakan di dua kegiatan, yakni jasa keuangan dan juga investasi. Hanya saja, kedua jenis kliring tersebut memiliki fungsi dan tujuan serupa namun tak sama persis.

    Lantas, seperti apa perbedaan proses kliring di kegiatan jasa keuangan dan di kegiatan investasi?

    Baca Juga: Mengenal Biaya Provisi di Bank. Apakah Itu?

    Mengenal Proses Kliring Bank

    Pengertian Kliring Bank

    Melalui Peraturan No. 12 Tahun 2010, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa kliring adalah pertukaran data keuangan elektronik dan/atau warkat antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.

    Dengan demikian, di dalam kegiatan jasa keuangan, kliring adalah sebuah proses di mana bank bisa merampungkan transfer dana antar kedua belah pihak dalam jumlah yang benar melalui pertukaran data keuangan. Jika kegiatan itu selesai, maka masing-masing pihak akan mengalami perubahan saldo dana di masing-masing catatan rekeningnya.

    Hanya saja di Indonesia, transfer dana melalui kliring cukup memakan waktu lama, yakni sekitar dua hingga tiga hari. Pasalnya, bank pengirim wajib menyerahkan dana terlebih dulu ke Bank Indonesia (BI). Setelahnya, BI akan menyalurkannya kembali ke bank penerima. Hal ini sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

    Kendati begitu, kliring tetap menjadi sarana transfer dana unggulan, utamanya bagi pelaku usaha. Sebab, proses ini memungkinkan transfer dana dalam jumlah jumbo dengan nilai maksimal Rp99.999.999 per hari.

    Namun, jika pengirim ingin melakukan transfer lebih cepat, maka ia bisa memanfaatkan metode pengiriman dana lainnya seperti Real-Time Gross Settlement (RTGS), yakni sebuah sistem elektronik yang menghubungkan jaringan antarbank sehingga proses transfer bisa dilakukan sesegera mungkin (real-time).

    Tetapi, uang yang dikirimkan tidak akan mendarat di tangan sang penerima dalam waktu yang kilat. Biasanya, proses transfer dana melalui RTGS umumnya membutuhkan waktu selama empat jam.

    Jenis-jenis Kliring Bank

    Kliring bank terdiri dari beberapa jenis yang digolongkan berdasarkan area cakupan perbankan. Jenis-jenis itu terdiri dari:

    1. Kliring Umum. Kliring ini menggunakan warkat antarbank sebagai basis perhitungannya. Selain itu, pengaturan sistem dan proses pelaksanaannya diawasi oleh BI.

    2. Kliring Lokal. Kliring ini menggunakan warkat antarbank yang berada di satu wilayah yang sama sebagai dasar perhitungannya.

    3. Kliring Antarcabang. Kliring ini adalah metode perhitungan warkat yang khusus dilakukan antarbank pada satu daerah tertentu. Dalam pelaksanannya, kliring ini dihitung dengan mengakumulasi seluruh perhitungan warkat yang berasal dari sebuah kantor cabang bank.

    Baca Juga: Kliring Berjangka Indonesia

    Pengertian Kliring di Kegiatan Investasi

    Namun, selain di kegiatan jasa keuangan, kliring juga merupakan prosedur penting di dalam kegiatan investasi. Meski memang, tujuan dan maksudnya pun terbilang berbeda.

    Dalam konteks investasi, kliring bisa disebut sebagai proses rekonsiliasi transaksi produk-produk investasi, misalnya sekuritas, kontrak opsi, dan kontrak berjangka, antara penjual dan pembeli.

    Dengan demikian, maka transaksi bisa dikatakan rampung jika sang pembeli sudah mendapatkan produk investasi sementara sang penjual mengantongi dana hasil penjualannya. Makanya, lembaga perantara yang menjalankan proses kliring (lembaga kliring) wajib menjamin kelancaran penyelesaian transaksi produk-produk investasi.

    Di Indonesia, salah satu lembaga kliring di dunia investasi adalah PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), yakni sebuah lembaga yang bertanggung jawab dalam menjamin transaksi dan kliring efek di Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Adapun cara kerja KPEI secara sederhana bisa diilustrasikan seperti berikut.

    Anggap saja investor A ingin membeli saham XY melalui perusahaan perantara efek STU. Sementara itu, di waktu yang sama, terdapat pula investor B yang ingin menjual saham yang sama melalui perusahaan perantara efek WYK.

    Dalam hal ini, investor A akan menyetor uang pembelian ke broker STU. Nantinya, broker STU akan menyerahkan dana tersebut ke KPEI untuk diproses lebih lanjut.

    Di saat yang sama, investor B akan menyerahkan saham XY ke broker WYK. Kemudian, saham tersebut akan disetor perusahaan WYK ke KPEI agar bisa diterima pembeli yang baru.

    Sebagai lembaga perantara, KPEI lantas akan menyerahkan saham XY ke broker STU agar nantinya bisa disalurkan kembali sebagai bagian dari portofolio investor A. Sebaliknya, KPEI juga akan menyalurkan dana pembelian saham tersebut ke investor B melalui broker WYK.

    Manfaat Proses Kliring

    Secara sepintas, proses kliring terlihat cukup rumit. Namun, proses tersebut ternyata memberikan manfaat yang besar baik di kegiatan jasa keuangan maupun investasi. Manfaat-manfaat tersebut terdiri dari:

    1. Meningkatkan Efektivitas Transaksi

    Dengan bantuan lembaga perantara, baik pihak pengirim maupun penerima tidak perlu repot-repot lagi melakukan transfer tatap muka. Hal ini nantinya dapat membantu efektivitas dan menciptakan efisiensi biaya dalam proses transaksi.

    2. Memberikan Jaminan Bahwa Transaksi Telah Selesai

    Transaksi yang dilakukan antar kedua pihak memiliki risiko besar. Ada kalanya, satu pihak gagal memenuhi kewajibannya sehingga merugikan pihak lainnya.

    Untungnya, proses kliring yang dilakukan perantara dapat mengeliminasi risiko-risiko tersebut. Pasalnya, ia memberi jaminan bahwa transfer tidak dapat diselesaikan jika salah satu pihak tidak mampu melaksanakan kewajibannya.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Sumber: Investopedia, Detik.com, Bank Indonesia, KPEI, Bisnis Indonesia



    Sumber : pluang.com

  • Laporan Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

    Pengertian Laporan Keuangan

    Laporan keuangan adalah catatan tertulis yang berisikan mengenai informasi keuangan milik entitas bisnis atau organisasi dalam satu kurun waktu tertentu.

    Melalui data-data yang tersaji di laporan tersebut, sebuah perusahaan atau organisasi dapat mengetahui hasil keuangan dari kinerja dan aktivitasnya selama ini. Sementara itu, laporan keuangan juga digunakan oleh pemangku kepentingan lain seperti investor dan kreditur untuk mendapatkan gambaran mengenai kinerja keuangan perusahaan atau organisasi yang mereka sokong.

    Dalam konteks dunia investasi, laporan keuangan perusahaan adalah salah satu faktor terpenting yang kerap disoroti baik oleh investor maupun analis. Pasalnya, melalui laporan tersebut, mereka dapat melakukan analisis terkait performa bisnis suatu perusahaan selama ini sekaligus membuat estimasi mengenai prospek bisnisnya di masa depan.

    Umumnya, perusahaan menyusun laporan ini dalam satu periode tertentu, misalnya kuartalan atau tahunan. Namun, terdapat pula organisasi atau perusahaan yang menyajikan laporan ini dalam periode bulanan atau mingguan, tergantung dengan kebutuhannya.

    Baca Juga: Laporan Posisi Keuangan

    Fungsi Laporan Keuangan

    Penyusunan laporan keuangan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

    1. Sarana Perusahaan untuk Menampilkan Informasi Keuangan

    Laporan keuangan adalah laporan yang memberikan gambaran mengenai aspek-aspek keuangan perusahaan seperti laba/rugi, pendapatan, beban, aset, hingga arus kas dalam satu periode tertentu. Seluruh data-data tersebut harus disusun secara sistematis agar perusahaan benar-benar bisa menunjukkan hasil dari aktivitasnya bisnisnya selama ini.

    2. Bahan Evaluasi dan Pengambilan Keputusan Perusahaan

    Bagi perusahaan, laporan keuangan merupakan dokumen yang membantunya dalam mengevaluasi kinerja bisnisnya antar waktu. Implikasinya, perusahaan pun memiliki pijakan untuk merencanakan arah bisnisnya ke depan.

    Dalam melakukan hal ini, perusahaan biasanya membandingkan laporan keuangan terbarunya dengan laporan serupa di periode sebelumnya.

    Sebagai contoh, jika perusahaan menemukan bahwa labanya menurun sementara bebannya membengkak di periode ini, maka ia pun bisa menentukan beragam upaya efisiensi demi memperbaiki profitabilitasnya.

    3. Sebagai Bahan Evaluasi bagi Pemangku Kepentingan Terkait

    Selain bermanfaat bagi perusahaan, laporan keuangan juga bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kepentingan terkait seperti investor dan kreditor. Terlebih, laporan ini harus melalui proses audit dan mesti disusun sesuai dengan prinsip akuntansi, sehingga data-data yang terdapat di dalamnya terbilang cukup valid digunakan sebagai bahan pertimbangan pemangku kepentingan.

    Sebagai contoh, investor dapat menggunakan laporan ini untuk mengevaluasi kelayakan investasi yang selama ini dilakukannya. Sementara itu, kreditor juga bisa menilai kemampuan perusahaan untuk melunasi utang-utangnya melalui analisis laporan keuangan.

    4. Membantu Perusahaan Merencanakan Bisnis ke Depan

    Perusahaan dpaat memanfaatkan laporan keuangan untuk memproyeksikan pendapatan, laba/rugi, beban, dan arus kas di masa depan. Berdasarkan proyeksi tersebut, perusahaan dapat merencanakan strategi bisnisnya ke depan seperti investasi, ekspansi, dan rekrutmen sumber daya manusia.

    5. Sarana Perusahaan untuk Menjalankan Prinsip Tata Kelola yang Baik

    Seperti yang disinggung sebelumnya, laporan ini harus melalui proses audit dan disusun dengan standar akuntansi yang telah ditetapkan. Hal itu membantu perusahaan untuk tetap menjalankan proses tata kelola bisnis dengan baik sekaligus mencegah penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi di aspek pengelolaan keuangan.

    Baca Juga: Analisis Rasio Keuangan

    Mengenal 3 Jenis Laporan Keuangan dan Contohnya

    Laporan keuangan terdiri dari empat jenis yang masing-masingnya memberikan informasi berbeda satu sama lain. Berikut adalah empat jenis laporan keuangan yang umum disusun oleh perusahaan!

    1. Laporan Neraca (Balance Sheet)

    Neraca (balance sheet) adalah laporan yang mencakup informasi-informasi inti yang terdapat di laporan keuangan suatu perusahaan.

    Bisa dibilang, laporan ini merupakan “rangkuman” atas data-data keuangan dan memberikan gambaran besar mengenai tingkat kesehatan finansial sebuah perusahaan. Makanya, investor dan analis biasanya kerap melihat laporan ini terlebih dulu sebelum mengkaji jenis-jenis laporan keuangan lainnya.

    Pada umumnya, neraca berisikan tiga akun utama, yakni aset, liabilitas, dan ekuitas dalam satu periode tertentu. Adapun nilai aset harus setara dengan liabilitas ditambah ekuitas. Hal ini pun sesuai dengan prinsip akuntansi bahwa aset yang dimiliki perusahaan sejatinya diperoleh dari liabilitas dan ekuitasnya.

    Sebagai contoh, Sobat Cuan bisa menengok neraca keuangan Apple Inc. per 24 September 2023 berikut.

    Sama seperti laporan neraca lainnya, laporan neraca milik Apple berisikan aset sebagai berikut:

    Laporan neraca - laporan keuangan apple

    Dari laporan tersebut, diketahui bahwa total aset Apple per 24 September 2023 adalah US$352,58 miliar. Angka ini pun sesuai dengan liabilitas ditambah ekuitasnya, seperti tertera di gambar berikut.

    Laporan neraca - laporan keuangan apple

    2. Laporan Laba/Rugi (Income Statement)

    Laporan laba/rugi adalah laporan yang memperlihatkan jumlah laba atau rugi yang diraih perusahaan dalam satu jangka waktu tertentu.

    Dengan laporan ini, perusahaan bisa mengevaluasi kinerja bisnisnya selama ini dan menjadi basis untuk perencanaan bisnisnya di masa depan. Sementara itu, investor dan analis bisa menggunakan laporan ini untuk mengevaluasi pengeluaran dan pemasukan perusahaan, sehingga mereka bisa menilai kelayakan investasi sekaligus prospek bisnis si perusahaan di masa depan.

    Laporan ini berisikan tiga kunci utama, yakni pendapatan, beban, dan laba/rugi yang dihasilkan. Bahkan, laporan ini juga memberikan detail mengenai laba per saham (Earnings per Share) dan jumlah dividen yang dibagikan perusahaan.

    Untuk mengetahuinya dengan lebih jelas, Sobat Cuan ada baiknya menengok contoh laporan laba/rugi milik Apple per 24 September 2023 berikut.

    Laporan Laba/Rugi Apple

    Dari laporan di atas, Sobat Cuan dapat melihat bahwa Apple mencetak penjualan bersih (net sales) sebesar US$89,49 miliar sepanjang kuartal yang berakhir 24 September 2023.

    Namun, Apple juga harus membayar beban operasi (operating expenses) sebesar US$13,45 miliar dan biaya pokok penjualan (cost of sales) sebesar US$49,07 miliar di saat yang bersamaan. Tak ketinggalan, Apple juga harus membayar beban lain dan beban pajak masing-masing sebesar US$27 juta dan US$4,04 miliar.

    Alhasil, Apple pun hanya mengantongi laba bersih (net income) US$22,95 miliar untuk kuartal yang berakhir 24 September 2023.

    3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

    Laporan penting lainnya adalah laporan arus kas, yakni laporan yang menjelaskan tentang posisi kas perusahaan.

    Bagi perusahaan, ketersediaan kas sangat penting untuk menunjang keberlangsungan perusahaan di masa depan. Selain itu, kas juga digunakan perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis, melunasi utang, dan membayar aspek operasionalnya seperti menggaji pegawai.

    Oleh karenanya, investor dan analis selalu menggunakan laporan arus kas sebagai acuan untuk menakar keberlangsungan bisnis satu perusahaan. Selain itu, mereka juga menggunakan laporan ini untuk mengukur kesiapan finansial perusahaan dalam menghadapi berbagai risiko yang berpotensi muncul di masa depan.

    Tak ketinggalan, laporan arus kas juga memberi gambaran mengenai kemampuan satu perusahaan dalam menghasilkan kas. Sehingga, investor dan analis dapat menilai apakah perusahaan tersebut sudah melakukan proses bisnis dengan baik atau tidak.

    Secara umum, laporan arus kas biasanya terbagi ke dalam dua jenis, yakni arus kas langsung dan tidak langsung.

    Arus kas langsung adalah informasi yang berisi perhitungan transaksi tunai yang berkaitan dengan aspek operasional perusahaan. Sementara itu, arus kas tidak langsung adalah laporan arus kas yang menyangkut hal-hal nonoperasional perusahaan.

    Sobat Cuan bisa menengok contoh laporan arus kas melalui tabel arus kas Apple per 24 September 2023 berikut:

    Laporan arus kas Apple

    Tabel di atas memperlihatkan arus kas langsung Apple, di mana perusahaan mampu menghasilkan kas  positif sebesar US$110,54 miliar dari kegiatan operasionalnya.

    Selain itu, Apple juga menunjukkan arus kas tidak langsungnya dari kegiatan investasi dan pembiayaan melalui tabel berikut.

    Arus kas Apple

    Dari tabel tersebut, Sobat Cuan bisa menemukan bahwa Apple mencatat arus kas positif dari kegiatan investasinya sebesar US$3,7 miliar namun mencatat arus kas negatif dari kegiatan pembiayaan sebesar US$108,48 miliar. Meski demikian, Apple tetap mencatat arus kas total yang positif, yakni US$30,73 miliar per 24 September 2023.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Sumber: Investopedia, CIMB Niaga



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Pi Network dan Cara Kerjanya

    Apa Itu Pi Network?

    Pi Network adalah sebuah jaringan aset kripto yang memungkinkan pengguna seluler untuk menambang (mining) koin Pi tanpa menguras baterai perangkat.

    Jaringan ini menawarkan konsep penambangan mining bitcoin maupun mining aset coin lainnya.

    Beda Penambangan dengan Kripto lain

    Berbeda dengan mata uang crypto lainnya, koin ini dapat ditambang menggunakan smartphone sehingga lebih mudah diakses oleh banyak orang.

    Dari sisi penambangan, jaringan tersebut menggunakan teknik “Proof of Stake” (PoS). Sementara, kripto lainnya seperti Bitcoin  menggunakan algoritma Proof of Work (PoW) yang memerlukan daya komputasi tinggi.

    Untuk menambang koin Pi, pengguna hanya perlu menekan tombol di aplikasi sekali setiap 24 jam untuk menunjukkan partisipasi mereka.

    Bagaimana Keamanan Pi Network

    Dari sisi keamanan, jaringan ini menerapkan beragam lapisan protokol untuk menjaga integritasnya.

    Sedangkan untuk mencegah tindakan penipuan, pengguna diharuskan melakukan verifikasi identitas melalui akun media sosial serta menjalani proses KYC (Kenali Pelanggan Anda).

    Bagaimana Sirkulasi dan Nilainya?

    Ketika berada dalam tahap uji coba dan pengembangan, Pi Network berfungsi sebagai sistem tertutup tanpa nilai pasar langsung untuk koin Pi yang ditambang.

    Namun, dengan pertumbuhan pengguna yang signifikan dan ketahanan jaringan, tujuannya adalah menjadi mata uang kripto yang terdesentralisasi dan beroperasi sepenuhnya.

    Sejarah Munculnya Pi Network

    Platform ini didirikan oleh akademisi dari Stanford University, Nicolas Kokkalis dan Chengdiao Fan pada 2018, dengan peluncuran aplikasi pada 14 Maret 2019.

    Terdapat empat jenis pengguna dalam ekosistem Pi Network, antara lain:

    1. Pioneer

    Pioneer merupakan sebutan bagi para penambang mata uang digital Pi.

    2. Contributor

    Contributor adalah pengguna aplikasi yang secara rutin memberikan daftar dan rekomendasi siapa saja Pioneer yang bisa dipercaya.

    3. Ambassador

    Ambassador adalah pengguna yang kerap mengajak pengguna lain untuk bergabung dalam Pi Network.

    4. Nodes

    Nodes adalah komputer yang menjalankan perangkat lunak khusus yang memungkinkan transaksi dan validasi blok dalam jaringan.

    Adapun pada 5 Januari 2023, tercatat jumlah Pioneer yang telah menambang Pi sudah mencapai lebih dari 35 juta.

    Apa Kandungan Nilai Pi Network?

    Hingga 6 April 2023, Pi masih belum memiliki nilai dan belum dapat diperdagangkan di bursa mana pun.

    Meski begitu, pada 29 Desember 2022, Huobi Global mengumumkan penambahan Pi ke dalam daftar mereka, yang menyebabkan lonjakan harga Pi sebesar 461,3% dalam waktu 24 jam setelah pengumuman.

    Kendati, Pi Network memperingatkan terkait penambahan token mereka di Huobi dan bursa lainnya. Mereka menyatakan bahwa belum memberikan “otorisasi untuk penambahan pada bursa apapun” pada 29 Desember 2022.

    Kesimpulan

    Walaupun platform ini membawa inovasi dalam ranah mata uang kripto, sayang masa depannya masih belum pasti.

    Beberapa melihat potensi besar dalam proyek ini, sementara yang lain menghadapinya dengan skeptis.

    Sebagaimana halnya dengan investasi kripto lainnya, penting untuk melakukan riset independen dan berinvestasi dengan bijak.



    Sumber : pluang.com

  • RAB dan Formula Perhitungannya

    Apa itu RAB?

    RAB atau Rencana Anggaran Biaya adalah dokumen tertulis yang menguraikan estimasi biaya total yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek.

    Dokumen ini digunakan sebagai panduan agar proyek tetap dalam batas anggaran, dan mencakup semua unsur biaya, mulai dari bahan bangunan, tenaga kerja, hingga biaya overhead dan administrasi.

    Sehingga, adanya dokumen ini bisa meminimalisir resiko kebocoran dana, kelebihan pembelian material, dan kesalahan pembayaran.

    Selain digunakan untuk bidang konstruksi, dokumen ini juga dapat dipakai dalam bidang lainnya seperti event organizer, produksi film, dan sebagainya.

    Tidak hanya itu, rencana anggaran ini juga digunakan untuk penawaran saat akan menjalankan kerja sama bisnis.

    Pentingnya RAB dalam Sebuah Proyek

    Ada beberapa alasan mengapa pembuatan rancangan biaya sangat diperlukan dalam suatu proyek.

    1. Pengendalian Anggaran

    RAB memberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk mengontrol dan mengelola pengeluaran proyek.
    Dengan memiliki perkiraan biaya yang akurat, manajer proyek dapat mengambil tindakan proaktif untuk mencegah overspending.

    2. Keputusan yang Tepat

    Dokumen ini membantu pengambilan keputusan yang informasional. Tim proyek dapat mengevaluasi opsi berdasarkan ketersediaan anggaran dan memprioritaskan tugas yang sesuai dengan anggaran yang ada.

    3. Kredibilitas Finansial

    RAB dapat digunakan untuk mempresentasikan proyek kepada pihak yang berkepentingan, seperti investor atau pemberi pinjaman. Dengan menyajikan anggaran yang matang dan realistis, proyek menjadi lebih kredibel di mata pihak-pihak tersebut.

    Langkah-langkah Menyusun Dokumen RAB:

    1. Identifikasi dan Kuantifikasi Pekerjaan

    Tentukan tugas dan pekerjaan yang akan dilakukan. Kuantifikasi volume dan spesifikasi teknis.

    2. Estimasi Biaya

    Hitung biaya bahan, tenaga kerja, dan peralatan. Gunakan referensi harga terkini untuk mendapatkan estimasi yang akurat.

    3. Overhead dan Administrasi

    Sertakan biaya overhead seperti pajak, asuransi, dan kebutuhan administratif. Pertimbangkan biaya manajemen proyek.

    4. Kontingensi

    Tetapkan dana kontingensi untuk mengantisipasi perubahan atau ketidakpastian. Kontingensi sebaiknya berkisar antara 5-10% dari total estimasi biaya.

    5. Penyusunan Dokumen

    Rinci semua informasi dalam format yang terstruktur dan mudah dimengerti. Sertakan informasi kontak, tanggal, dan data penting lainnya.

    Cara Menentukan Formula RAB

    Pada dasarnya, formula RAB melibatkan perkalian antara harga dengan jumlah item yang diperlukan, yang kemudian dihitung secara keseluruhan.

    Dalam representasi matematis, formula rencana anggaran ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Total Biaya = (Jumlah/Kuantitas x Harga Satuan).

    Panduan Menghitung Rencana Biaya

    1. Perhitungan Biaya Bahan/Material:

    Total biaya bahan/material = jumlah bahan/material x harga satuan.

    2. Perhitungan Biaya Upah Tenaga Kerja:

    Total biaya upah tenaga kerja = jumlah tenaga kerja x lama waktu pengerjaan x upah per jam.

    3. Perhitungan Biaya Sewa Alat:

    Total biaya sewa alat = Lama waktu penyewaan x harga sewa per jam.

    4. Perhitungan Biaya Lain-lain:

    Total biaya lain-lain = biaya transportasi + biaya akomodasi + biaya administrasi + biaya lain-lain.

    Dengan menggabungkan perhitungan dari setiap jenis biaya tersebut, kita dapat memperoleh nilai total biaya, yaitu:

    Total biaya = total biaya bahan/material + total biaya upah tenaga kerja + total biaya sewa alat + total biaya lain-lain.



    Sumber : pluang.com

  • Chainlist: Mengenal Platform Integrasi Wallet Kripto ke Blockchain

    Apa itu Chainlist?

    Dilansir dari laman resminya, Chainlist adalah daftar yang berisikan jaringan-jaringan Ethereum Virtual Machine (EVM) yang memungkinkan penggunanya untuk menghubungkan dompet kriptonya (wallet) dengan perangkat lunak Web3 melalui Chain ID dan Network ID yang tepat.

    Adapun EVM sendiri merupakan mesin komputasi milik blockchain Ethereum yang memungkinkan aplikasi-aplikasi yang tercipta di atas jaringan tersebut untuk memiliki fungsi smart contract. Sehingga, jaringan-jaringan yang terdaftar di Chainlist tentunya sudah dilengkapi dengan fitur kontrak pintar milik blockchain Ethereum.

    Baca Juga: Mengenal Etherscan, Blockchain Explorer Jaringan Ethereum

    Mengapa Chainlist Hadir?

    Asal tahu saja, masing-masing blockchain memiliki protokol dan standar keamanan yang berbeda-beda. Implikasinya, komunitas kripto pun menjadi kesulitan untuk mengakses data lintas blockchain.

    Sayangnya, perbedaan tersebut memang berimplikasi pada rumitnya prosedur yang harus dilewati pemilik wallet saat ingin menambahkan jaringan baru ke dalam wallet-nya.

    Nah, dalam hal ini, Chainlist memudahkan pengguna kripto dengan memberikan daftar jaringan yang dapat diintegrasikan dengan wallet kripto pengguna. Sehingga, pengguna tidak perlu mencari informasi jaringan dan melakukan input manual mengenai informasi jaringan tersebut.

    Selain itu, Chainlist memiliki tampilan antarmuka (interface) yang cukup ramah bagi pengguna pemula sekali pun. Kemudahan ini membuat Chainlist memiliki popularitas yang tinggi di kalangan pegiat kripto.

    Tak ketinggalan, Chainlist juga memberikan informasi rinci mengenai masing-masing jaringan, misalnya jumlah Chain ID yang terhubung ke dalam jaringan tersebut. Data-data ini akan sangat bermanfaat bagi pengguna dalam menentukan jaringan yang ingin ia hubungkan dengan wallet-nya.

    Baca Juga: Sekilas Mengenai Arbitrum, Idola Baru Jaringan Lapis 2 Ethereum

    Seperti Apa Cara Kerja Chainlist?

    Skema kerja laman Chainlist sebetulnya cukup sederhana, yakni sebagai penyedia daftar blockchain berikut informasinya.

    Chainlist dibuat untuk menjadi solusi bagi pengguna yang ingin menambahkan informasi jaringan ke dalam wallet kriptonya. Namun, Chainlist memberi nilai tambah dengan memudahkan integrasi informasi tersebut ke dalam wallet pengguna.

    Laman Chainlist dirancang agar mudah digunakan oleh pegiat kripto dari berbagai kalangan. Termasuk di dalamnya pegiat kripto yang tidak memiliki latar belakang teknis dan teknologi informasi.

    Sehingga, aktivitas menambahkan informasi sebuah jaringan ke dalam wallet yang semula kompleks nan ribet, kini menjadi instan dan intuitif.

    Bagaimana Cara Menggunakan Chainlist?

    Menggunakan Chainlist untuk memperkaya informasi dan jaringan dalam wallet cukup mudah. Pengguna cukup mengakses laman resminya dan memilih jaringan  kripto yang ingin dihubungkan dengan wallet-nya.

    Namun, sebelum memilih jaringan, pengguna bisa memperhatikan dulu detail-detail mengenai informasi yang disajikan di platform tersebut seperti berikut:

    1. Network Name: Ini adalah nama jaringan blockchain, misalnya Ethereum, Binance Smart Chain, Avalanche, dan lainnya.
    2. RPC (Remote Procedure Call) URL: Ini merupakan tautan yang digunakan aplikasi dan wallet untuk berkomunikasi dengan node-node jaringan, sehingga aplikasi dan wallet bisa mengakses segala fungsi yang terdapat di jaringan blockchain tujuan.
    3. Chain ID: Chain ID adalah identitas unik yang dimiliki jaringan. ID ini dibutuhkan untuk mencegah kebingungan yang terjadi ketika seseorang berinteraksi dengan berbagai jaringan dalam waktu bersamaan.
    4. Symbol: Ini merupakan simbol atau ticker dari jaringan blockchain, misalnya ETH, AVAX, dan lain-lain.
    5. Block Explorer: Ini adalah tautan yang bisa mengantarkan pengguna untuk mengetahui data historis transaksi, smart contract, dan seluruh kegiatan yang berhubungan dengan jaringan tersebut.

    Jika sudah mencerna informasi tersebut, maka pengguna dapat menambahkan jaringan blockchain tersebut ke dalam wallet masing-masing.

    Setelah menemukan jaringan yang dicari, dalam satu ‘klik’, informasi jaringan akan otomatis terintegrasi dengan wallet kripto pengguna. Chainlist juga memberikan detail berharga mengenai masing-masing jaringan terdaftar.

    Baca Juga: Exit Liquidity dalam Kripto dan Cara Menghindarinya

    Apa Keuntungan Menggunakan Chainlist?

    Langkah kecil yang berarti sering menjadi penyelamat cuan. Begitu pun dengan laman Chainlist yang simpel dan mudah diakses namun memiliki segudang manfaat bagi penggunanya.

    Salah satu keuntungan menggunakan platform ini ialah akses terhadap informasi yang mendalam terhadap satu jaringan. Berbekal informasi ini, pengguna bisa memahami terlebih dahulu sebelum membuat keputusan bijak mengenai portofolio investasi kripto mereka.

    Basis data komprehensif yang tersedia di laman resmi Chainlist memberikan variasi dan alternatif jaringan blockchain bagi pengguna. Alat ini juga menyederhanakan proses riset informasi jaringan.’

    Sementara itu, bagi indusri kripto secara keseluruhan, keberadaan platform ini bermanfaat sebagai sarana yang memberi nilai tambah dan meningkatkan kebijaksanaan pengguna. Pada gilirannya, alat seperti ini akan membuat industri kripto tumbuh lebih kuat dengan ekosistem yang lebih terpercaya.

    Pengguna bisa mengefisienkan waktunya untuk melakukan kegiatan kriptografi lain yang bermanfaat.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Sumber: Chainlist, Bitkan



    Sumber : pluang.com

  • Apa Artinya Hold? Memahami Salah Satu Strategi Penting Investasi

    Apa Artinya Hold?

    Dalam kancah investasi, Hold artinya keputusan investor untuk tidak mengubah posisi atau kepemilikan asetnya dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, ketika melakukan Hold, maka investor sejatinya enggan untuk menjual atau membeli aset untuk sementara waktu. Hal ini pun sejalan dengan arti kata “hold”, yakni “menahan” dalam bahasa Indonesia.

    Namun selain itu, istilah Hold juga bisa diartikan sebagai rekomendasi analis kepada investor untuk tidak membeli atau menjual sekuritas. Dalam hal ini, Hold adalah salah satu dari tiga rekomendasi analis selain Buy (beli) dan Sell (jual). Adapun ketiga rekomendasi tersebut didasarkan pada analisis fundamental dan analisis teknikal yang dilakukan analis.

    Baik Investor maupun analis tentunya memiliki alasan kuat ketika melakukan atau memberikan rekomendasi Hold. Lantas, apa saja alasan yang melatarbelakangi aksi Hold?

    Baca Juga: Buy the Dip

    Mengapa Investor Melakukan Hold?

    Ada beberapa alasan mengapa investor memutuskan untuk melakukan Hold. Berikut penjelasannya.

    1. Investor Tidak Bisa Menebak Arah Pasar Modal

    Seperti yang diketahui, situasi pasar modal cenderung sangat berfluktuatif. Kadang, nilai indeks saham bisa melaju dengan cepat namun ada kalanya nilainya justru tenggelam.

    Tetapi, ada kalanya pergerakan indeks saham cenderung “jalan di tempat” alias sideways. Bahkan, kondisi ini pun bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

    Dalam situasi seperti itu, investor cenderung memilih aksi Hold lantaran belum bisa menakar arah pasar modal ke depan. Daripada mengambil keputusan yang salah dan berujung pada kerugian, investor lebih baik mempertahankan posisi portofolionya untuk sementara waktu.

    2. Investor Bertujuan Investasi Jangka Panjang

    Setiap investor tentu memiliki gaya investasi yang sesuai dengan tujuan investasinya masing-masing. Terdapat investor yang berminat investasi jangka pendek namun terdapat pula yang berniat investasi jangka panjang.

    Pada umumnya, mereka yang memilih investasi jangka panjang cenderung melakukan strategi Hold dalam kurun waktu lama. Mereka percaya bahwa ukuran pasar modal akan terus bertumbuh dalam jangka panjang sehingga nilai portofolionya pun diharapkan bisa ikut berkembang.

    Dengan demikian, mereka yang berinvestasi jangka panjang kerap mengabaikan volatilitas yang terjadi secara jangka pendek dan memilih untuk menahan kepemilikan asetnya apapun kondisi yang terjadi.

    3. Hold Artinya Percaya dengan Prospek Aset di Masa Depan

    Selain itu, investor juga bisa melakukan strategi Hold karena yakin dengan prospek aset yang dimilikinya dalam jangka panjang.

    Investor tentu melakukan serangkaian proses analisis sebelum memilih instrumen jagoannya, termasuk prospek nilai dan keuntungannya di masa depan. Jika sang investor yakin telah memilih instrumen yang paling jitu, maka ia pun tak segan-segan akan melakukan strategi Hold dalam kurun waktu tertentu.

    Biasanya, strategi ini digunakan oleh investor yang menganut gaya value investing, yakni mereka yang berinvestasi di instrumen saham yang harganya lebih kecil dari nilai “aslinya”.

    Mereka percaya bahwa pasar modal menyimpan saham-saham yang dibanderol lebih “murah” dari nilai wajarnya alias value stocks. Selain itu, perusahaan yang menerbitkan saham-saham jenis ini bisanya juga memiliki performa keuangan cukup baik. Makanya, mereka pun memborong saham-saham tersebut dan menahannya dengan harapan bahwa nilainya akan bergerak ke atas mendekati harga wajarnya.

    Setelah melakukan strategi Hold untuk beberapa lama, investor kemudian akan menjual value stocks miliknya ketika harga sahamnya sudah sesuai dengan nilai wajarnya.

    4. Investor Memperoleh Rekomendasi Hold dari Analis

    Seperti yang disinggung sebelumnya, Hold juga merupakan salah satu dari tiga rekomendasi utama analis selain Buy dan Sell. Rekomendasi ini tentunya bisa dimanfaatkan oleh investor ketika berinvestasi di pasar modal.

    Ada sejumlah alasan mengapa analis memberikan rekomendasi Hold kepada investor.

    Pertama, analis biasanya menyarankan strategi Hold ketika nilai suatu saham diharapkan akan melaju lebih baik dibanding rata-rata saham sektor serupa lainnya di pasar modal.

    Kedua, analis biasanya merekomendasikan Hold kepada suatu saham jika si perusahaan penerbit saham tersebut diharapkan mencetak performa kinclong di perilisan laporan keuangan periode berikutnya. Jika si perusahaan benar-benar membukukan prestasi keuangan yang mantap, maka nilai sahamnya biasanya ikut beranjak naik. Pada saat itu, investor pun bisa menjual kepemilikan sahamnya demi meraup cuan.

    Baca Juga: Bursa Saham

    Apa Saja Kelebihan Strategi Hold?

    Strategi Hold memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut.

    1. Hold Artinya Kesempatan Menikmati Dividen

    Ketika melakukan Hold, investor pastinya menahan posisi portofolionya dalam jangka waktu tertentu.

    Jika hal itu dilakukan dalam waktu lama seperti bertahun-tahun, maka investor pun berkesempatan untuk menikmati dividen yang dibagikan oleh perusahaan penerbit saham.

    2. Investor bisa Menikmati Cuan dari Apresiasi Harga Aset

    Selain itu, investor juga bisa menikmati kenaikan harga aset jika menahan kepemilikannya dalam waktu yang cukup lama. Investor bisa menjual kembali kepemilikan asetnya jika harganya meningkat dan menikmati untung dalam bentuk capital gain.

    3. Hold Artinya Strategi Investasi Anti Stres

    Dinamika pasar modal terbilang cukup lentur. Fluktuasi ini kadang bisa membuat investor stres atau tertekan dalam berinvestasi jika tidak siap mental.

    Namun, dengan melakukan strategi Hold, investor bisa mengurangi seluruh tekanan emosional tersebut. Pasalnya, yang ia lakukan adalah menahan kepemilikan asetnya dan cenderung mengabaikan dinamika yang terjadi secara jangka pendek.

    Kekurangan Strategi Hold

    Namun, selain memiliki kelebihan, strategi Hold memiliki kekurangannya tersendiri, yakni:

    1. Risiko Penurunan Nilai Portofolio

    Hold artinya menahan kepemilikan aset. Sehingga, ketika situasi pasar modal sedang amburadul, investor ada kalanya cenderung tidak ingin menjual aset yang dimilikinya.

    Hanya saja, sikap ini bisa menjadi bumerang bagi investor. Pasalnya, ada kalanya nilai aset sesudah crash terbilang lebih rendah dibanding sebelum peristiwa itu terjadi. Bahkan, rendahnya nilai aset tersebut bisa berlangsung dalam waktu yang lama.

    Alhasil, karena ogah melakukan aksi jual, investor pun harus rela melihat nilai portofolionya menyusut.

    2. Berpotensi Melewatkan Potensi Cuan

    Pergerakan harga saham memang sulit ditebak. Kadang, harga saham yang dikira akan stagnan ternyata justru malah mencetak rekor nilai tertingginya (all time high) akibat satu dan lain hal.

    Hanya saja, mereka yang menganut strategi Hold kerap tidak tergiur dengan kondisi itu. Mereka tetap menahan kepemilikan asetnya dengan harapan bahwa harganya suatu saat akan kembali mencetak all time high terbarunya di masa depan.

    Namun, tidak semua saham terus-terusan mencetak rekor harga tertinggi berikutnya. Malahan, ada sejumlah saham yang nampak kesulitan menyentuh all time high terbarunya hingga bertahun-tahun lamanya.

    Nah, jika sang investor mengoleksi saham seperti demikian, maka artinya mereka telah melewatkan kesempatan untung yang optimal ketika nilai saham tersebut mencapai all time high di masa lampau.

    Artinya Hold di Investasi Kripto

    Selain di investasi saham, strategi Hold juga berlaku di investasi aset kripto. Namun, istilah yang digunakan bukanlah Hold, namun pelesetan dari kata “hold” bernama HODL.

    Istilah HODL sendiri lahir pada 2013 silam di forum bitcointalk ketika harga Bitcoin (BTC) ambles 39%, dari US$716 menjadi US$438. Kala itu, sebuah akun di forum tersebut bernama GameKyuubi mengunggah postingan “I AM HODLING”, yang saat itu ditafsirkan fans kripto sebagai ungkapan optimisme namun juga bernada kepanikan karena mengandung unsur salah ketik.

    Namun, istilah HODL lama kelamaan diadopsi fans kripto sebagai ungkapan bahwa mereka akan tetap menahan kepemilikan aset kriptonya apapun kondisi yang terjadi. Apalagi, popularitas HODL juga didorong oleh sejumlah pihak yang menjadikannya sebagai meme yang berseliweran di internet.

    Baca Juga: Long Position

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham ASindeks saham ASemas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Sumber: Investopedia, Nasdaq, Cleartax



    Sumber : pluang.com